www.Allah.com
www.Muhammad.com
www.Imamshafie.com
www.Mosque.com
2521 Hadist Sahih Muslim without duplication
جودة منهج "محمد رسول الله والذين معه" صلى الله عليه وآله وسلم
بالإندونيسية والمالاوية والعربية والإنجليزية
Kualitas Kurikulum "Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia"
dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab
قال الإمام على بن أبي طالب - الحبيب الثاني - رضي الله عنه:
"لا خير في عبادة لا علم فيها, ولا خير في علم لا فهم فيه" (الطبقات الكبرى للشعراني رحمه الله)
Berkata Imam Ali bin Abi Thalib, semoga Allah meridhoinya: "Tidak ada kebaikan dalam ibadah tanpa pengetahuan dan tidak baik pula dalam pengetahuan tanpa memahaminya"
(1) دعاء راتب رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
(1) Doa rotib Rosululloh Sholawat serta salam yang tercurahkan kepada beliau serta keluarganya
Men download dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab oleh Siti Nadriyah
(2) عقيدة أهل السنة والجماعة: الطحاوية
(2) Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah: Thohaawiyah
Men download dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab oleh Siti Nadriyah
(3) تفهيم كل كلمات القرآن وحفظ القرآن الكريم
(3) Memahami semua kalimat-kalimat Al-qur'an dan menghafal al qur'an Al karim
Men download dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab mulai juz pertama 600 kata dan 60 ayat oleh Siti Nadriyah
Men download dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab Al-Qur'anul Karim
Men download dalam bahasa Arab Al-Qur'anul Karim
(4) تفهيم تفسير النبي للقرآن بالحديث الصحيح
(4) Memahami tafsir Nabi untuk Al-qur'an dengan hadist asli
Men download dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab Tafsir surat Al-fatihah oleh Siti Nadriyah
Men download dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab Tafsir surat Al-baqoroh
(5) تفهيم سيرة النبي بالحديث الصحيح
(5) Memahami Biografi Nabi dengan hadist asli
Men download dalam bahasa Indonesia 1000 hadist di antaranya shahih syifa oleh Qodhi 'Iyad kitab yang terbaik dalam biografi, sejarah dan kisah sejak 900 tahun yang lalu oleh Siti Nadriyah
Men download dalam bahasa Indonesia 711 hadist Asli menjelaskan tentang Sejarah dan kisah Rosululloh melalui pidatonya
(6) تفهيم خصائص النبي بالحديث الصحيح
(6) Memahami karakteristik Nabi dengan hadist asli
Men download dalam bahasa Indonesia 694 hadist di antaranya karakteristik Nabi oleh Jalaluddin Suyuti
(7) تفهيم مناقب النبي بالحديث الصحيح
(7) Memahami manaqib Nabi dengan hadist asli
Men download dalam bahasa Indonesia 200 hadist Asli dan manaqib Nabi
(8) تفهيم 1000 سؤال وجواب في الفقه الشافعي مع الدليل من القرآن والحديث الصحيح والآثار
(8) Memahami 1000 soal dan jawab dalam fiqih Syafi'i dengan bukti dalil dari Al-Qur'an dan Hadis asli dan perkataan para shohabah
Men download dalam bahasa Indonesia 195 soal dan jawab dalam fiqih Syafi'i oleh Siti Nadriyah
Men download dalam bahasa Indonesia sisa 1000 soal dan jawab dalam fiqih Syafi'i segera Insya Alloh
Men download dalam bahasa Arab 4347 dalil imam Syafi'i dari Al-qur'an dan hadist dan perkataan para shohabah oleh Ahmad bin Darwish
(9) أحاديث صحيحة بالإندونيسية في مواضيع كثيرة: فضائل النبي وفضل علم القرآن والحديث, وفضل طالب العلم والمعلم, والإعتصام بالكتاب والسنة, والإيمان والإسلام, والقضاء والقدر, وفضائل رسول الله ومناقب الصحابة, عليهم رضوان الله تعالى, وفتن آخر الزمان, وعلامات يوم القيامة .. وقصص للأطفال ... الخ
(9) Men download dalam bahasa Indonesia hadist asli banyak di antaranya: keutaman Nabi, prioritas ilmu qur'an dan hadist, keutamaan orang yang mencari ilmu dan orang yang mengajarinya, berpegang teguh pada kitab dan hadist, Iman dan Islam, takdir yang di tentukan , prioritas Rosululloh, manaqib parashohabat, fitnah fitnah akhir zaman, dan tanda hari qiyamat, dan cerita anak anak ... dll
وقف لله تعالى للمدارس المجانية والمساجد والمصليات والبيوت لا يباع ولا يشترى فوتوكوبي ووزع مجانا ولا تغير
Wakaf lillah untuk sekolah (gratis) yang tidak mengambil uang SPP dari muridnya, untuk masjid, mushollah dan di rumah-rumah, tidak di perjual belikan: hanya foto copy, lalu menyebarkan secara gratis, dan tanpa merubah isi di dalamnya.
وغيرها من المدارس والمعاهد والكليات بترخيص كتابة من خادم الحديث أحمد بن الدرويش وورثته بإندونسيا
Selain yang ter cantum di atas untuk sekolah, ma'had atau pesantren dan perguruan tinggi, harus minta izin tertulis dari khadim Hadist Ahmad bin Darwish dan pewarisnya.
Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com off-shore. All rights reserved.
Gunakan Wakaf lillah CD
www.Imamshafie.com
2521 Hadist Sahih Muslim without duplication
1. Dari Yahya bin Ya'mar ra, katanya: "Orang yang pertama kali bicara di Bashrah menentang adanya 'Qadar, adalah Ma'bad Al Juhani. Maka pada suatu ketika, aku dan Humaid bin Abdurrahman Al Hamairi, sama-sama pergi haji atau 'umrah. Kami berdua sepakat, jikalau bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullahsaw., kami akan menanyakan kepada mereka masalah 'Qadar' itu. Justru kami bertemu di dalam masjid, dengan 'Abdullah bin' Umar bin Khaththab. Kami langsung mendekati dan mengapitnya di kanan-kiri beliau. Dalam pada itu aku telah menduga, bahwa sahabatku Humaid akan menyerahkan pembicaraan kepada ku.Kataku kepada Abu 'Abdurrahman, "Telah muncul di hadapan kita para pembaca Al Qur'an dan para ilmuwan. Mereka mendakwakan bahwa' Qadar itu tidak ada. Segala sesuatu terjadi menurut kodratnya, tanpa didahului Qadar 'dan Ilmu Allah." Jawab 'Abdullah bin' Umar, "Bila engkau bertemu dengan mereka, katakanbahwa aku tidak sependapat dengan mereka. Demi Allah! Kalaulah mereka memiliki sebungkal emas, kemudian emas itu dinafkahkannya, maka Allah swt. tidak akan menerima nafkah mereka itu sehingga mereka iman dengan 'Qadar'. "Kemudian dilanjutkannya,
"Ayahku 'Umar bin Khaththab, menceritakan kepada ku sebagai berikut:
Pada suatu hari ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah saw., Sekonyong-konyong muncul di hadapan kami seorang pria berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk ke dekat Nabisaw., lalu disandarkannya lututnya ke lutut Nabi, dan diletakkannya kedua telapak tangannya ke pahanya. "Dia berujar," Ya, Muhammad! Terangkanlah kepadaku tentang Islam. "Jawab Nabi saw.," Islam adalah: (1) Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; (2) Mendirikan shalat; (3)Membayar zakat; (4) Puasa Ramadhan; dan (5) Haji ke Baitullah, jika engkau sanggup melaksanakannya. "" Engkau benar! "kata orang itu. Kata ayahku," Kami heran terhadap orang itu; dia yang bertanya tapi dia pula yang mengatakan benar. "Kemudian orang itu berkata pula," Terangkanlah kepadaku tentangIman! "Jawab Nabi saw.," Iman adalah: (1) Iman dengan Allah; (2) Iman dengan para malaikat-Nya; (3) Iman dengan
Kitab-kitab-Nya; (4) Iman dengan para Rasul-Nya; (5) Iman dengan
qadar baik maupun buruk. "Kata orang itu," Engkau benar! "Kemudian dia berkata pula," Terangkanlah kepadaku tentang Ihsan! ". Jawab Nabi saw.," Ihsan adalah: menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu. "Katanya pula," Terangkanlah kepadaku tentang Kiamat! "Jawab Nabi saw.," Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. "Katanya," Terangkanlah kepadaku tanda-tandanya! "Jawab Nabi saw.," Apabila hamba-sahaya perempuan telah melahirkan majikannya, dan ketika orang-orang dusun yang melarat telah bermewah-mewah di gedung-gedungnan indah. "Kata ayahku," Kemudian orang itu berlalu. Tapi tidak berapa lama antaranya, Rasulullah saw. bertanya kepada ku, "Tahukah engkau, siapakah gerangan yang bertanya itu?" Jawab ku, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Sabda Rasulullah saw., "Dia adalah Jibril. Dia datang kepada mu mengajarkanagamamu. "
2. Dari Abu Hurairah ra, kata nya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Tampak sedang berkumpul dengan orang banyak. Sekonyong-konyong datang kepadanya seorang laki-laki, lalu dia bertanya: Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Iman?" Jawab Nabi saw., "Iman adalah: (1) Iman dengan Allah; (2) Iman denganpara malaikat-Nya; (3) Iman dengan Kitab-kitab-Nya; (4) Iman akan menemui-Nya; (5) Iman dengan para Rasul-Nya; dan (6) Iman dengan konsekuensi di akhirat. "Dia bertanya pula," Apakah yang dikatakan Islam? "Jawab Rasulullah saw.," Islam adalah: (1) Menyembah Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya denganyang lain-lain; (2) Menegakkan shalat fardhu; (3) Membayar zakat wajib; (4) Puasa Ramadhan. "Tanyanya pula," Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Ihsan? "Jawab Nabi saw.," Menyembah Allah seolah-olah engkau melihatNya. Sekalipun engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. "Tanyanya pula,"Kapan terjadi hari Kiamat?" Jawab Nabi saw., "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi akan kuterangkan kepada mu tanda-tandanya: (1) Apabila hamba-sahaya perempuan telah melahirkan majikannya, itu adalah salah satu tandanya; (2) Apabila orang miskin yang hina-dina telahmenjadi pemimpin, itu juga termasuk tanda-tandanya. (3) Apabila gembala ternak yang hina, telah bermewah-mewah di gedung nan indah, itu pun termasuk tanda-tandanya. Selanjutnya, ada lima hal yang tidak seorang pun dapat mengetahuinya selain Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat: "SesungguhnyaAllah, hanya Dia sajalah yang mengetahui tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok; dan tidak ada seorang pun pula yang dapat mengetahui di bumi mana iaakan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. "(Luqman: 34) Kemudian orang itu berlalu. Maka bersabda Rasulullah saw.," Panggil orang itu kembali! "Para sahabat berusaha mencari orang itu untuk memanggilnya kembali, tetapi mereka tidak melihatnya lagi. Maka bersabda Rasulullah saw.,"Itulah Jibril. Dia datang mengajarkan agama kepada orang banyak."
3. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw, bersabda: "Bertanyalah kepadaku!" Karena itu para sahabat berebut hendak bertanya. Tapi sekonyong.konyong muncul seorang laki-laki, lalu dia duduk dekat lutut Nabi saw. dan bertanya, "Apakah yang dikatakan Islam?" Jawab Nabi saw., "(1) Jangan mempersekutukanAllah dengan sesuatu; (2) Tegakkan shalat; (3) Bayarkan zakat; dan (4) Puasa bulan Ramadhan, "Kata orang itu," Engkau benar! "Lalu dia bertanya pula," Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Iman? "Jawab Nabi saw.," (1) Iman dengan Allah; (2) Iman dengan para malaikat-Nya; (3) Iman dengan kitab-kitab-Nya;(4) Iman akan bertemu dengan-Nya; (5) Iman dengan para Rasul-Nya; (6) Iman dengan berbangkit; dan (7) Iman dengan harga semuanya. "" Engkau benar! "ujar orang itu. Tanyanya pula," Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Ihsan? "Jawab Rasulullah saw.," Hendaklah engkau takut kepada Allah seolah-olah engkaumelihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu. "" Engkau benar! "Katanya. Tanyanya pula," Ya, Rasulullah! Bilakah terjadi Kiamat? "Jawab Rasulullah saw.," Orang yang ditanya tentang hal itu, tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tetapi akan kuterangkan kepada mu tanda-tandanya:(1) Apabila engkau lihat budak perempuan,
melahirkan majikannya, itu salah satu dari tanda-tandanya; (2) Apabila engkau lihat orang-orang bodoh yang miskin menjadi raja di bumi, itu pun termasuk tanda-tandanya; (3) Apabila engkau lihat gembala-gembala ternak telah bermewah-mewah di gedung-gedung nan indah, yang demikian itu juga termasuktanda-tandanya. "Kemudian, ada lima hal ghaib yang tidak dapat diketahui orang selain Allah. Lalu Rasulullah membaca ayat:" Sesungguhnya Allah, hanya Dia sajalah yang mengetahui tentang hari kiamat; Dialah yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui apa yang dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yangdapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok; dan tidak ada seorang pun pula yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. "(Luqman: 34) Kemudian orang itu pergi. Maka bersabda Rasulullah saw.," Panggillah orang itu kembali! "Parasahabat berusaha mencarinya, tetapi mereka tidak mendapatkannya lagi. Maka bersabda Rasulullah saw., "Itulah Jibril! Dia sengaja datang hendak mengajarkan agama kepada Anda sekalian, karena Anda tidak menanyakannya."
4. Dari Thalhah bin Ubaidillah ra, katanya: "Seorang pria penduduk Nejed datang kepada Rasulullah saw. Dengan rambut kusut. Kami mendengar suaranya, tetapi tidak jelas bagi kami apa yang dikatakannya. Akhirnya dia mendekat kepada Rasulullah saw., Kiranya dia menanyakan perihal Islam . Jawab Rasulullahsaw., "Shalat lima kali sehari semalam." Tanya orang itu, "Apakah kewajiban kami selain itu?" Jawab Nabi saw., "Tidak! Kecuali jika engkau mau shalat sunnah." Kata beliau selanjutnya, "Puasa bulan Ramadhan." Tanya orang itu, "Apakah kewajiban kami selain itu?" Jawab Nabi saw., "Tidak! Kecualijika engkau ingin puasa sunat. "Nabi saw. melanjutkan pula," Zakat. "Tanya orang itu," Apakah kewajiban kami selain itu? "jawab Nabi saw.," Tidak! Kecuali jika engkau ingin bersedekah sunat. "Kata Thalhah," Kemudian orang itu berlalu sambil berkata: "Demi Allah! Apa yang diajarkan Rasulullah itu tidakakan kutambah dan tidak akan ku kurangi. "Sabda Rasulullah saw.," Beruntunglah dia, jika apa yang diucapkannya itu benar-benar ditepatinya. "
5. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami dilarang Rasulullah
saw. bertanya sesuatu kepadanya. Karena itu kami mengharapkan kedatangan orang dusun yang cerdas yang akan bertanya kepada beliau, sehingga kami dapat mendengarkannya. Lantas, pada suatu ketika datang
seorang pria penduduk dusun. Dia berujar, "Ya, Muhammad telah datang kepada kami utusan Anda. Dia mengatakan kepada kami, bahwa Anda utusan Allah." Jawab Nabi saw., "Ya, benar!" Tanya orang itu, "Siapa yang membuat langit?" Jawab Nabi saw., "Allah!" Dia bertanya pula, "Siapa yang membuat bumi?"Jawab Nabi saw., "Allah!" Tanyanya lagi, "Siapakah yang menancapkan gunung-gunung ini, dan yang membuat segala isinya?" Jawab Nabi saw., "Allah!" Ujar orang itu, "Demi Yang menjadikan langit dan bumi, dan Yang menancapkan gunung-gunung ini, sungguhkah Allah yang mengutus Anda?" Jawab Nabi saw., "Ya,benar! "Kata orang itu pula," Utusan Anda mengatakan, kami wajib shalat lima kali sehari semalam. "Jawab Nabi saw.," Ya, benar! "Ujar orang
itu, "Demi Yang telah mengutus Anda, sungguhkah Allah yang memerintahkan kepada Anda?" Jawab Nabi saw., "Ya, benar!" Kata orang itu pula, "Utusan Anda mengatakan, bahwa kami wajib membayar Zakat harta kami." Jawab Nabi saw., "Ya, benar!" Kata orang itu, "Demi Yang telah mengutus Anda, sungguhkah Allahyang memerintahkan kepada Anda? "Jawab Nabi saw.," Ya, benar! "Ujar orang itu pula," Utusan Anda mengatakan, bahwa kami wajib puasa sebulan Ramadhan setiap tahun. "
Jawab Nabi saw. "Ya, benar!" Kata orang itu, "Demi Yang mengutus Anda, sungguhkah Allah yang memerintahkannya kepada Anda?" Jawab Nabi saw., "Ya, benar" Kata orang itu pula, "Utusan Anda juga mengatakan, bahwa kami wajib Haji ke Baitullah, ketika kami sanggup melaksanakannya." Jawab Nabi saw., "Ya, benar!"Kata Anas, "Sesudah itu, orang itu pun berlalu sambil berujar: Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi semuanya." Maka bersabda Nabi saw., "Jika apa yang dikatakannya itu benar-benar ditepatinya, niscaya dia masuk surga."
6. Dari Abu Ayyub ra, katanya: "Seorang Arab dari pedalaman datang kepada Rasulullah saw., Ketika ia sedang dalam perjalanan; lalu orang itu memegang tali kekang unta yang dikendarai Nabi saw. Kata
nya, "Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang dapat mendekatkan ku ke surga, dan menjauhkan ku dari neraka." Kata Abu Ayyub,
"Karena itu Nabi saw. Berhenti, kemudian ia memandang kepada para sahabatnya dan berkata:" Sesungguhnya dia telah diberi taufik. ' Kemudian Nabi saw. berkata kepada orang itu, "Apa kata Anda?" Orang itu pun mengulang permintaannya. Maka sabda Nabi saw., "Sembahlah Allah dan
jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu; tegakkan shalat, membayar zakat dan hubungkan silaturrahim. Nah, sekarang tinggalkanlah unta ku! "
7. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang Arab dusun datang kepada Rasulullah saw., Lalu berujar:" Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang bila kuamalkan maka aku masuk surga karenanya. "Jawab Nabi saw.," Sembahlah Allah, jangan dipersekutukan dengan -nya sesuatu. Dirikan shalat wajib, bayar zakatfardhu dan puasalah bulan Ramadhan. "Kata orang itu," Demi Allah, yang diri ku di tangan-Nya, tidak akan kutambah dan tidak akan ku kurangi. "Ketika orang itu telah pergi, Nabi saw. bersabda," Siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah orang itu. "
8. Dari Jabir ra, katanya Nu'man bin Qawqal datang bertanya
kepada Rasulullah saw., katanya: "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda, ketika aku telah melakukan shalat wajib, telah mengharamkan yang haram serta menghalalkan yang halal, dapatkah aku masuk surga?"
Jawab Nabi saw., "Ya, benar!"
9. Dari Jabir ra, katanya seorang pria bertanya kepada
Rasulullah saw., "Ketika aku telah melakukan semua shalat wajib, dan berpuasa Ramadhan, aku halalkan yang halal dan aku haramkan yang haram,
dan tidak kutambah yang demikian itu dengan yang lain, dapatkah aku masuk surga? "Jawab Nabi saw.," Ya, bisa! "Kata orang itu," Demi Allah! Tidak akan kutambah yang demikian dengan yang lain. "
10. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Islam dibangun
atas lima hal: Mengesakan Allah, Mendirikan shalat, membayar zakat, Puasa Ramadhan, dan haji. Bertanya seorang pria, "Bukankah haji dan
puasa Ramadhan? "Jawab Ibnu 'Umar," Tidak! Tetapi puasa Ramadhan dan Haji. Begitulah yang aku dengar dari Rasulullah saw. "
11. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Islam dibangun
atas lima hal: Menyembah Allah dan mengkafiri lain-Nya; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Haji ke Bait; dan Puasa Ramadhan. "
12. Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Islam dibangun atas lima hal:" Pengakuan (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Haji ke Bait; Puasa Ramadhan. "
13. 'Ikrimah bin Khalid mengabarkan kepada Thawus, bahwa
seorang pria berkata kepada 'Abdullah bin Umar ra, katanya: "Kenapa Anda tidak pergi berperang?" Jawab 'Abdullah, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, bahwa Islam dibangun atas lima hal: Pengakuan (syahadat) tidak ada Tuhan selain Allah; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Puasa Ramadhan; Hajike Bait. "
14. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Utusan' Abdul Qais datang
menghadap kepada Rasulullah saw., lalu mereka berkata: "Ya, Rasulullah! Kami ini utusan suku Rabi'ah. Antara desa kami dan tempat tinggal Anda (Madinah) terdapat perkampungan suku Mudhar yang masih kafir. Karena itu kami tidak leluasa menemukan Anda kecuali pada bulan haram. Oleh sebab itu berilahkami tugas untuk kami laksanakan, dan agar warga kami dapat pula kami ajak melaksanakannya. "Jawab Nabi saw.," Kuperintahkan kepada Anda sekalian empat hal, dan kularang empat hal. Kuperintahkan kepada Anda sekalian supaya Iman dengan Allah. "Kemudian Nabi saw. Menjelaskan Perincian Iman itukepada mereka. Sabda beliau: Mengakui (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Menyerahkan seperlima harta rampasan (ke Raitul Mal). Aku larang Anda sekalian dari pembuatan arak di dalam labu, guci dari tanah, pot kayu, dan di dalambelanga yang dicat dengan plinkut. "
15. Dari Abu Jamrah ra, katanya: "Aku bertugas menjadi penerjemah Ibnu 'Abbas dengan orang banyak. Pada suatu ketika datang kepadanya seorang wanita bertanya perihal" nabidzil jarri "(minuman keras). Jawab Ibnu' Abbas," Sesungguhnya para utusan 'Abdul Qais pernah datang kepada Rasulullah saw., laluia bertanya kepada mereka. Dari manakah Anda sekalian? "Jawab mereka," Kami utusan suku Rabi'ah. "" Selamat datang para utusan; jangan merasa malu-malu, "ujar Nabi. Kata mereka," Ya, Rasulullah! Kami datang dari tempat yang jauh. Antara tempat kami dan tempat Anda ini terdapat perkampungan suku Mudharyang masih kafir. Kami tidak dapat mendatangi Anda kecuali pada bulan-bulan haram. Karena itu berilah kami suatu tugas nyata yang akan kami sampaikan kepada orang-orang desa kami sehingga kami masuk surga. "Kata Ibnu 'Abbas," Rasulullah saw. memerintahkan kepada mereka empat hal, dan melarangmereka dari empat hal. "Katanya," Rasulullah memerintahkan mereka supaya iman dengan Allah, satu-satu-Nya. "Rasulullah saw. bertanya," Tahukah Anda sekalian, apakah yang dimaksud dengan Iman? "Jawab mereka," Allah dan Rasul-Nya -lah yang lebih tahu. "Sabda Rasulullah saw .: Syahadat (pengakuan) bahwatidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; Mendirikan shalat; Puasa Ramadhan; Menyerahkan seperlima harta rampasan (ke Baitul Mal). Rasulullah saw. melarang mereka membuat anggur di dalam labu, di dalam guci, di dalam pot kayu dan di dalam belanga yang dicat dengan plinkut. "Nah, ingatlahdan sampaikan kepada angkatan sesudah Anda! "16. Dari Mu'adz ra, katanya:" Rasulullah saw. mengutus ku (ke negeri Yaman Sabda beliau, "Engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab. Ajaklah mereka mengakui (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain
Allah, dan bahwa aku Rasulullah. Jika mereka telah mematuhi yang demikian, maka ajarkanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka salat lima kali sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi yang demikian, ajarkanlah bahwa Allah mewajibkan kepada mereka membayar zakat, diambil dari orang-orang kayamereka lalu diberikan kepada orang-orang fakir. Jika mereka telah mematuhi yang demikian, maka hati-hatilah engkau terhadap harta mereka yang terbaik. Dan jagalah diri mu dari doa orang-orang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada dinding.
17. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Tatkala Rasulullah saw. Mengutus Mu'adz ke negeri Yaman, beliau bersabda: Engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab. Pertama-tama, ajaklah mereka menyembah Allah' Azza wa Jalla. Ketika mereka telah mengenal Allah, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkankepada mereka shalat lima kali sehari semalam. Bila yang demikian telah mereka lakukan, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka membayar zakat, diambil dari orang-orang kaya, lalu diberikan kepada orang-orang fakir. Bila mereka telah mematuhinya, maka laksanakanlah itu dan jauhilahharta mereka yang paling baik.
18. Dari Abu Hurairah r.a., kata. nya: "Setelah Rasulullah saw.
wafat, dan Abu Bakar r.a. telah diangkat jadi Khalifah (pengganti), sebagian bangsa Arab kafir kembali (murtad). 'Umar bin Khaththab r.a. berkata kepada Abu Bakar, "Kenapa Anda akan perangi orang-orang itu, padahal Rasulullah saw. telah bersabda: Aku diperintahkan memerangi manusia sehingga merekamengucapkan "La ilaha illallah". Karena itu, siapa yang telah mengucapkan "La ilaha illallah" harus dilindungi harta dan jiwanya, kecuali ketika dia melanggar hukum; dan perhitungannya terserah pada Allah. "Jawab Abu Bakar," Demi Allah! Akan ku perangi orang-orang yang membeda-bedakan perintahshalat dan zakat. Sesungguhnya zakat itu adalah kewajiban tentang harta. "Demi Allah! Sekalipun mereka hanya menolak memberikan tali unta yang pernah mereka berikan kepada Rasulullah saw., Akan ku perangi juga mereka." Jawab 'Umar ra, "Demi Allah! Kini barulah aku tahu, sesungguhnya Allah' Azza walalla memberi petunjuk kepada Abu Bakar untuk berperang. Dan sekarang aku yakin, dialah yang benar. "
19. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Aku diperintahkan memerangi manusia, sehingga mereka mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, percaya kepada ku, dan dengan agama yang ku bawa. Ketika mereka telah berlaku demikian, darah dan harta mereka harus dilindungi, kecuali apabila mereka melanggar hukum; sedangkan perhitungan mereka terserahpada Allah. "
20. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Bila yang demikian itu telah mereka
lakukan, terpeliharalah darah dan harta mereka olehku, kecuali karena alasan-alasan hukum; sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah. "
21. Dari Abu Malik La., Dari ayahnya, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengucapkan La ilaha illallah, dan dia kafir dengan sembahan selain Allah, haram harta dan darahnya, sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah."
22. Dari Sa'id bin Musayyab ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Abu Thalib hampir meninggal, Rasulullah saw. Datang mengunjunginya. Tersedia beliau di sana telah berada Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah. Sabda Rasulullah saw.," Wahai, Paman! Ucapkanlah La Ilaha Illallah. Yaitu sebuahkalimat, yang aku akan menjadi saksi bagi Paman nanti di hadapan Allah. "Karena itu Abu Jahl dan 'Abdullah bin Abi Umayyah berkata," Hai, Abu Thalib! Bencikah Anda kepada agama 'Abdul Muththalib? "Rasulullah terus saja mengajarkan dan mengulang-ulang ucapannya itu, tapi akhirnya Abu Thalib mengatakankepada mereka, bahwa dia tetap memeluk agama Abdul Muththalib, dan enggan mengucapkan La ilaha illallah. Sabda Rasulullah saw., "Demi Allah! Akan kumohonkan ampun bagi Paman selama aku tidak dilarang melakukannya." Lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat, "Tidak layak bagi Nabi dan bagi orang-orangyang beriman, memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu kaum kerabatnya, setelah nyata bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka. "(Taubah: 113) Kemudian Allah 'Azza wa Jalla menurunkan pula ayat yang bertalian dengan peristiwa Abu Thalib.Firman Allah kepada Rasulullah saw., "Sesungguhnya engkau tidak berwenang menunjuki orang yang paling engkau cintai itu, tetapi Allah yang berwenang menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dia lebih tahu siapa yang pantas mendapat petunjuk." (Al Qashah: 56).
23. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepada pamannya, "Ucapkanlah La ilaha Illallah, aku menjadi saksi bagi Paman nanti di hari kiamat terhadap ucapan Paman itu." Jawab Abu Thalib, "Kalaulah orang-orang Quraisy tidak akan menghina ku, sesungguhnya ku ucapkan kalimat itu di hadapanmu,agar tercapai apa yang engkau ingin
kan. "Lalu Allah swt. menurunkan ayat:" Sesungguhnya engkau tidak berwenang menunjuki orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang berwenang menunjuki orang yang dikehendaki-Nya. "(Al Qashah: 56).
24. Dari 'Usman r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mati dalam keadaan dia yakin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka dia masuk surga."
25. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika terjadi perang
Tabuk, pasukan Rasulullah saw. ditimpa mushibah kekurangan bahan makanan. Karena itu mereka memohon kepada Rasulullah saw., "Kalaulah Anda izinkan, akan kami sembelih unta-unta pembawa beban, untuk kita makan dan kita manfaatkan lemaknya." Jawab Rasulullah saw., "Lakukanlah!" Kata Abu Hurairah r.a.,"Sementara itu 'Umar datang, lalu katanya:" Ya, Rasulullah! Jika unta-unta itu disembelih, kendaraan kita akan berkurang. Tapi, bagaimanakah kiranya kalau mereka diperintahkan mengumpulkan sisa perbekalan mereka, kemudian Anda mendo'a kepada Allah, semoga Allah memberikan berkat bagi makananitu, mudah-mudahan Dia akan mengabulkannya. "Jawab Rasulullah saw:" Baiklah! "Dia meminta sehelai tikar kulit, lalu dibentangkannya. Kemudian beliau suruh kumpulkan semua sisa perbekalan mereka. Ada yang membawa segenggam kurma, dan ada pula yang membawa sisa-sisa roti; sehingga semua yang terkumpulitu tampak hanya sangat sedikit di atas tikar itu. Lalu Rasulullah saw. mendoa semoga perbekalan yang ada itu diberkati "Isilah kantong perbekalan Anda masing-masing!" Lalu mereka mengisi semua kantong perbekalan mereka, sehingga tidak ada satu kantong pun yang tertinggal; bahkan semuanya terisipenuh. Sesudah itu mereka makan bersama-sama sampai kenyang. Ternyata sesudah makan, makanan itu masih bersisa. Maka bersabda Rasulullah saw., "Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan aku Rasulullah. Tidak ada seorang jua pun yang meninggal dengan meyakini kedua pengakuan itu tanpa ragu, yang dihalangimasuk surga. "
26. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengucapkan pengakuan (syahadat): Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad Rasulullah, dan bahwa 'Isa hamba Allah, anak wanita budak-Nya, dan Kalimah -nyayang ditujukan-Nya kepada Maryam, dan Ruh dari-Nya, dan bahwa surga dan neraka itu sebenarnya ada, Allah akan memasukkannya ke surga melalui salah satu pintu dari delapan
pintu yang dikehendaki-Nya. "
27. Dari Mu'adz bin Jabal ra, katanya: "Aku membonceng
Rasulullah saw. mengendarai seekor keledai yang diberi nama 'UfaiL Rasulullah saw. mengajukan kepada ku, "Hai, Mu'adz! Tahukah engkau, apakah hak Allah atas hamba, dan apakah hak hamba atas Allah?" Jawabku, "Allah
dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu. "Sabda beliau," Hak Allah atas hamba ialah supaya mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan
yang lain. Dan hak hamba atas Allah 'Azza wa Jalla adalah, tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. "Tanya ku," Ya, Rasulullah! Apakah aku harus menyampaikannya kepada orang banyak? "Jawab beliau," Tak usah! Karena dapat menyebabkan mereka berpangku tangan saja nantinya. "
28. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi
saw. berada dalam suatu perjalanan bersama Mu'adz bin Jabal, sedangkan Mu'adz membonceng di kendaraan beliau. Sabda Rasulullah saw., "Hai, Mu'adz!" Jawab Mu'adz, "Hamba, ya Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Hai, Mu'adz!" Jawab Mu'adz, "Hamba, ya Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Hai, Mu'adz!"Jawab Mu'adz, "Hamba, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Tidak seorang jua pun hamba yang mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad hamba-Nya dan
Rasul-Nya, melainkan Allah mengharamkannya atas neraka, "Kata Mu'adz," Apakah harus ku sampaikan kepada orang banyak, sehingga mereka senang? "Jawab Nabi saw.," Kalau-kalau nanti mereka berpangku tangan saja, "Tetapi Mu'adz menyampaikannya juga ketika dia hampir meninggal, karena dia takut berdosa tidakmenyampaikan hadis, "
29. Dari 'Itban bin Malik ra, katanya: "Aku ditimpa musibah,
yaitu mata ku buta. Karena itu aku mengutus seseorang mengundang Rasulullah saw., Semoga beliau sudi shalat di rumah ku: di mana kemudian tempat shalat beliau itu ku jadikan tempat shalat ku. Kata 'Itban melanjutkan, "Nabi saw. Datang beserta beberapa orang sahabat. Dia masuk ke rumah ku lalu shalat;sedangkan para sahabat berbicara sesama mereka, yang akhirnya sampai ke perihal Malik bin Dukhsyum. Kata mereka, "Alangkah besar dosanya Malik bin Dukhsyum." Mereka ingin kiranya Rasulullah saw. mendoakannya supaya dia celaka ditimpa suatu malapetaka. "Setelah Rasulullah saw. selesai shalat,ia bertanya, "Bukankah dia telah mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa aku Rasulullah?" Jawab mereka, "Dia mengucapkannya tidak dari hatinya." Sabda Rasulullah saw., "Tidak seorang jua pun yang mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa akuRasulullah, yang masuk neraka atau dimakan api neraka. "Kata Anas," Hadis ini sangat mengagumkan ku. Karena itu ku suruh anak ku menuliskannya, lalu dituliskannya. "
30. Dari Abu Hurairah r.a .; katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang utama mengucapkan" La ilaha illallah ", dan yang paling rendah menyingkirkan bahaya dari jalan: dan malu adalah salah satu cabang dari Iman." 31. Dari Sufyan bin 'Abdullah Ats Tsaqafi r, a., Katanya dia berkata kepada Rasulullahsaw., "Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepada ku
suatu kata, yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain. "Jawab Nabi saw.," Ucapkanlah: Aku Iman dengan Allah: Kemudian teguhkan pendirianmu itu! "
32. Dari 'Abdullah bin' Amr ra, katanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., "Islam yang bagaimanakah yang baik?" Jawab Rasulullah saw., "Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang Anda temui, baik yang Anda kenal atau tidak Anda kenal."
33. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang bagaimanakah yang
paling baik? "Jawab Rasulullah saw.," Adalah orang-orang yang menjaga orang-orang Islam lainnya dari bencana lidah dan perbuatannya: '
34. Dari Anas ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada tiga hal, bila ada dalam diri seseorang maka dia akan merasakan bagaimana
manisnya Iman: Mencintai Allah dan Rasul-Nya, melebihi dari yang lain-lain. Mencintai orang lain karena Allah semata-mata. Benci menjadi kafir kembali, setelah Allah melepaskannya dari kekafiran itu, sebagaimana bencinya akan dilemparkan ke neraka. "
35. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Belum sempurna iman seseorang kamu, sebelum ia mencintai ku, melebihi dari cintanya kepada anaknya, kepada ayahnya dan kepada manusia semuanya."
36. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum sempurna iman seseorang, sebelum dia mencintai bagi saudaranya
atau bagi tetangganya, apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri. "
37. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda: "Tidak akan dapat masuk surga, orang yang tidak membuat tetangganya merasa aman dari fi'il-perangainya yang tidak senonoh."
38. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:.
"Siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Dan siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam. "
39. Dari Abu Syuraih Al Khuza'iy ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang iman dengan Allah, dan hari kiamat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, hendaklahdia berkata yang baik atau diam. "
40. Dari Thariq bin Syihab ra, dari Abu Dakar ra, katanya:
"Orang yang pertama mendahulukan khutbah dari shalat hari raya, adalah Marwan. Tiba-tiba seorang pria berdiri, lalu memprotes. Katanya," Solat lebih dahulu, sesudah itu baru khuthbah. "Jawab Marwan," Cara seperti itu sudah ditinggalkan, dan tidak dipakai lagi. "Kata Abu Sa'id," Terhadap kasusini terjadi apa yang kudengar dari Rasulullah saw., sabdanya: "Barangsiapa di antaramu melihat sesuatu yang mungkar, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika dia tidak sanggup, maka dengan lidahnya; jika tidak sanggup juga, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah yang selemah-lemahiman. "
41. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun di antara Nabi-nabi yang telah diutus Allah sebelumku, pasti di dalam umatnya ada golongan Hawariyun dan para sahabat yang terbina dengan pimpinannya serta patuh pada perintahnya. Setelah berlalu beberapa waktu,mereka digantikan oleh angkatan baru
yang pandai berkata tetapi tidak berbuat, bahkan mengerjakan apa yang
tidak diperintahkan kepada mereka. Maka siapa yang berjuang melawan mereka dengan tangannya, itulah orang mukmin. Dan siapa yang berjuang melawan mereka dengan lidahnya, dia juga mukmin, dan siapa yang
menentang mereka dengan hatinya, dia itu orang mukmin. Sesudah itu, tidak ada lagi iman meskipun agak seberat biji bayam. "
42. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda:
"Kamu tidak dapat masuk surga, sebelum kamu beriman. Dan kamu belum dapat dikatakan mukmin, sebelum kamu kasih mengasihi satu sama lain. Sukakah kamu aku tunjukkan jalan untuk berkasih-kasihan? Galakkanlah salam antara sesamamu!"
43. Dari Tamim Ad Dariy, katanya Nabi saw. bersabda: "Agama itu adalah nasihat." Tanya kami: "Nasihat untuk siapa, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Bagi Allah, bagi KitabNya, untuk RasulNya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi orang banyak."
44. Dari Jarir ra, katanya: "Aku berjanji setia kepada Rasulullah saw. Akan menegakkan shalat, membayar zakat dan memberi nasihat bagi setiap orang muslim."
45. Dari Jarir ra, katanya: "Aku berjanji kepada Rasulullah saw.
akan setia dan patuh, dan memberi nasihat kepada setiap orang muslim.
Lalu beliau bersabda kepada ku, "Lakukanlah sekuasamu!"
46. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tidak sempurna iman seorang penzina di kala ia berzina, dan tidak sempurna pula iman seorang pencuri di kala ia mencuri, dan tidak sempurna pula iman seorang pemabuk di kala ia minum khamar; sedangkan pintu taubat selalu terbuka sesudah itu."
47. Dari 'Abdullah bin' Amr ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada empat sifat bila ada pada diri seseorang, maka dia adalah munafik, sehingga ditinggalkannya sifat-sifat itu: (1) Ketika berbicara, dia dusta; (2) Apabila bersumpah setia, dia khianat; (3) Bila berjanji, dia default; (4)Bila bermusuhan, dia kejam. "
48. Dari Abu Hurairhh ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga: (1) Ketika berbicara, dia dusta; (2) Apabila berjanji, dia mungkir; (3) Apabila terpercaya, ia khianat."
49. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang mengatakan kepada saudaranya," Hai Kafir! ", Maka ucapan itu kembali kepada salah satu di antara keduanya. Jika apa yang diucapkannya itu benar, maka ucapan itu tertuju kepada orang yang disebut. Jika tidak, maka ucapan itu tertuju kepada yang mengucapkan . "
50. Dari Abu Dzar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengklaim orang lain sebagai bapaknya, padahal dia tahu bahwa itu bukan bapaknya, maka dia itu kafir. Dan siapa yang mengklaim sesuatu yang bukan miliknya, maka orang itu tidak termasuk golongan kita (muslim); maka tempatnyaadalah di neraka. Dan siapa yang memanggil seseorang dengan panggilan "kafir" atau "musuh Allah", padahal orang yang dipanggilnya itu bukan demikian, maka ucapannya itu kembali kepada dirinya sendiri. "
51. Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu membenci ayahmu. Siapa yang benci kepada ayahnya,
maka dia kafir. "
52. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengaku" Bapa "kepada orang lain padahal dia sadar bahwa orang itu bukan bapaknya, maka haram surga baginya." Kata Abu Bakrah ra, "Aku mendengar pula Rasulullah berkata demikian."
53. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mencaci-maki orang muslim hukumnya fasik, dan membunuhnya hukumnya kafir."
54. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Nabi saw. bersabda ketika haji wada ': "Hati-hatilah kamu! Janganlah kamu kafir kembali sepeninggal ku. Di mana sebagian kamu membunuh sebagian yang lain (perang saudara)."
55. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua hal pada manusia, yang keduanya dapat menyebabkan mereka kafir: (1) Mencela turunan (orang lain). (2) Meratapi mayat."
56. Dari Jarir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang hamba sahaya lari dari majikannya, lepaslah tanggung jawab majikan darinya."
57. Dari Jarir bin 'Abdullah ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seorang hamba sahaya lari dari majikannya, maka shalatnya tidak diterima."
58. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengimami kami shalat Subuh di Hudaibiyah, sesudah tadi malam hujan turun. Setelah selesai shalat, Nabi saw. Menghadap kepada orang banyak, lalu bersabda:" Tahukah Anda sekalian, apa yang telah difirmankan Tuhan
Anda? "Jawab mereka," Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu. "Sabda Nabi saw.," Allah berfirman: Ketika hamba-hambaKu bangun pagi-pagi, di
antaranya ada mukmin, dan ada pula yang kafir. Siapa yang berkata, "Hari hujan karena karunia dan rahmat Allah, maka dia itu mukmin (iman)
dengan-Ku, kafir dengan bintang-bintang. Dan siapa yang berkata, "Hari
hujan karena bintang ini dan bintang itu, maka dia kafir dengan-Ku, iman dengan bintang-bintang. "
59. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu ketika di masa Nabi saw. Pernah turun hujan. Maka bersabda Nabi saw.," Sebagian manusia ada yang bangun pagi dalam keadaan syukur, yaitu orang-orang yang mengatakan, "Hujan ini rahmat Allah. " Dan ada pula yang kafir, yaitu mereka yang berkata, "Hujanini karena bintang ini dan itu. "Kata Ibnu 'Abbas," Lalu diturunkan Allah ayat berikut: "Aku bersumpah dengan tempat turunnya bintang-bintang ... sampai kepada ayat:" Sedangkan kebohongan kamu jadikan rezeki bagi kamu. "(Al Waqi' ah: 75-82)
60. Dari Anas r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Mencintai kaum Anshar termasuk tanda iman, dan membenci mereka tanda munafik."
61. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan banyak-banyaklah istighfar
(Mohon ampun). Karena aku melihat kebanyakan isi neraka adalah kaum wanita. "Seorang wanita yang cerdas lantas bertanya:" Apa kesalahan kami, ya Rasulullah, makanya kami kebanyakan penghuni neraka? "Jawab Rasulullah saw.," Kaum wanita suka memaki dan memungkiri jasa suami. Aku tidak melihat orang yangkurang akal dan kurang agamanya, yang melebihi dari kamu sekalian (kaum wanita). "Wanita tadi bertanya pula," Kurang bagaimanakah akal dan agama kami, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw.," Adapun kurang akal, karena kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang pria. Nah, ini buktikurang akal. Tidak dapat shalat beberapa malam dan tidak puasa (beberapa hari) bulan Ramadhan, bukti kurang agama. "62. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:
"Apabila anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan jatuh sambil menangis. Katanya," Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat surga. Aku disuruh sujud, tapi aku menolak, maka untukku neraka. "
63. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya tali penghubung antara seseorang dengan syirik dan kafir, adalah meninggalkan shalat."
64. Dari Abu Hurairah ra, katanya seseorang bertanya kepada Rasulullah saw .: "Amal yang bagaimanakah yang paling utama?" Jawab
Nabi saw., "Iman dengan Allah." Tanyanya pula, "Kemudian apa?" Jawab Rasulullah saw., "Jihad fi-Sabilillah." Tanyanya pula, "Kemudian apa lagi?" Jawab Rasulullah saw., "Haji yang mabrur."
65. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw.," Amal yang bagaimanakah yang paling utama? "Jawab beliau:" Iman dengan Allah dan jihad di jalanNya. "Tanya ku," Budak yang bagaimanakah yang paling utama? "Jawab Rasulullah saw.," Yang disenangi majikannya, dan yang paling mahalharganya. "Tanya ku," Jika aku tidak sanggup? "Jawab Rasulullah saw.," Menolong orang bertukang, atau menyudahkan bengkalai orang yang tak sanggup menyelesaikannya. "Tanya ku," Bagaimana pendapat Anda, jika aku tak sanggup melakukan sesuatu? "Jawab Nabi saw., "Jagalah jangan sampai engkau berbuat jahatkepada orang lain. Maka yang demikian itu merupakan sedekah darimu untuk diri mu sendiri. "
66. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya dia bertanya kepada
Rasulullah saw .: "Amal yang bagaimanakah yang paling utama?" Jawabnya, "Shalat pada waktunya." "Kemudian itu apa?" tanyaku. Jawab beliau, "Berbuat kebajikan pada orang tua." "Kemudian itu apa?" tanyaku lagi. Jawab beliau, "Jihad fi-Sabilillah!" Aku sebenarnya ingin bertanya lagi, tetapi aku cukupkansedemikian. "
67. Dari 'Abdullah ra, Katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw .: "Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?" Jawab Rasulullah saw., "Menyekutukan Allah, padahal Dia sendiri yang menjadikanmu." "Yang demikian itu sangat besar dosanya," kataku. "Kemudian apa lagi?" Jawab
Rasulullah saw., "Membunuh anakmu sendiri karena takut melarat." "Kemudian apa lagi" tanyaku pula. Jawab beliau, "Berzina dengan istri tetanggamu."
68. Dari 'Abdurrahman bin Abu Bakrah ra, dari ayahnya,
katanya: "Kami berada di sisi Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: Perhatikanlah! kuberitahukan kepada kamu sekalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar: (Rasulullah mengucapkannya tiga kali) (1) mempersekutukan Allah; (2) Durhaka kepada orangtua ; (3) Sumpah palsu. "
69. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah Saw. bersabda: "Jauhilah tujuh hal yang membinasakan: (1) mempersekutukan Allah; (2) Sihir; (3) Membunuh orang yang telah dilarang membunuhnya; kecuali karena alasan yang dibenarkan Allah (seperti kisas); (4) Memakan harta anak yatim; ( 5) Memakan riba;(6) Lari dari medan pertempuran; dan (7) Menuduh wanita mu'minah yang baik dan tahu memelihara diri, berbuat jahat (zina). "
70. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya Rasulullah
saw. bersabda: "Mencaci orang-tua, termasuk dosa besar." Para sahabat bertanya, "Apakah orang yang mencaci ibu-bapaknya?" Jawab Rasulullah
saw., "Ya, ada! Dicacinya tua orang lain, lantas orang itu mencaci ayahnya pula. Dicacinya ibu orang lain, lalu orang itu mencaci ibunya pula."
71. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, dari Nabi saw., Sabdanya:
"Tidak dapat masuk surga orang yang dalam hatinya ada rasa sombong meskipun hanya seberat debu." Seorang laki-laki bertanya, "Bagaimana kalau seseorang suka memakai baju dan sepatu bagus?" Jawab Rasulullah saw., "Allah itu indah (jamil). Dia menyukai yang indah. Sedangkan sombong itu menolak kebenarandan menganggap remeh orang lain. "
72. Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tidak dapat masuk neraka seseorang yang ada iman di dalam hatinya meskipun hanya seberat biji bayam; dan tidak akan masuk surga seorang yang ada di dalam hatinya kesombongan meskipun hanya seberat biji bayam."
73. Dari Jabir ra, katanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. lalu bertanya: "Ya, Rasulullah! Apakah itu dua masalah wajib?" Jawab Rasulullah saw., "Siapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, dia masuk surga. Dan siapa yang mati menyekutukan Allah dengan sesuatuyang lain, dia masuk neraka. "
74. Dari Abu Dzar r.a, dari Nabi saw. sabdanya: "Jibril 'alaihissalam datang kepada ku, lalu dia menyampaikan berita gembira kepada ku:" Siapa saja dari umatmu yang mati, sedangkan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, dia masuk surga. "Tanya ku," Sekalipun dia berzina dan mencuri ? "Jawabnya, "Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri."
75. Dari Abul Aswad Addili, dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku datang kepada Nabi saw., Ku dapati beliau sedang tidur memakai baju putih. Kemudian aku datang lagi, dia masih tidur. Kemudian aku datang lagi, kudapati dia telah bangun . Lalu aku duduk di dekatnya, dan beliau bersabda: "Tidak seorangpun orang yang telah mengucapkan kalimat La ilaha illallah, kemudian dia mati dalam pengakuannya itu, melainkan dia masuk surga. "Aku bertanya," Sekalipun dia berzina dan mencuri? "Jawab Rasulullah," Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri. "Pertanyaan itu kutanyakan sampai tiga kali. Kali yang keempatia menjawab, "Tidak
dapat tidak, hai, Abu Dzar! "Kata Abul Aswad melanjutkan," Sesudah itu Abu Dzar keluar sambil mengulang-ulang kata Nabi saw. itu, "Tidak bisa tidak, hai Abu Dzar!"
76. Dari Miqdad bin Aswad ra, katanya: "Ya, Rasulullah, bagaimanakah pendapat Anda, jika aku bertemu dengan seorang kafir yang hendak membunuh ku, dia dapat memukul sebelah tangan ku dengan pedang sehingga putus. Kemudian dia dapat melindungkan diri dari kejaranku pada sebatang pohon, lalu dia berkata:"Aku Islam kepada Allah". Apakah bisa aku membunuhnya setelah ia mengucapkan kata-katanya itu? "
Jawab Rasulullah saw., "Tidak! Jangan engkau bunuh lagi dia!" Tanya ku, "Ya, Rasulullah! Dia telah memotong tangan ku. Sesudah itu barulah dia mengucapkan kata-katanya itu. Dapatkah aku membunuhnya?" Jawab Rasulullah saw., "Jangan engkau bunuh dia. Kalau engkau membunuhnya, maka kedudukannya sama dengankedudukanmu sebelum engkau membunuhnya; dan kedudukanmu sama dengan posisinya sebelum dia mengucapkan kalimatnya itu. "
77. Dari Usamah bin Zaid bin Haritsah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan kami pergi berperang ke Huraqah, termasuk desa Juhainah. Kami menyerang mereka pada waktu Subuh dan dapat memukul mundur mereka. Aku dan seorang sahabat dari kalangan Anshar dapat mengejar seorang prajurit mereka.Ketika prajurit itu kami todong, tiba-tiba dia mengucapkan kalimat "La ilaha illallah." Sahabatku orang Anshar segera menarik senjatanya, sedangkan aku terus menikamkan panahku kepada prajurit itu hingga dia tewas. Kata Usamah melanjutkan, "Ketika kami tiba kembali di Madinah, berita tentangperistiwa itu telah sampai kepada Nabi saw. "Rasulullah saw. bersabda kepada ku," Hai, Usamah! Kenapa engkau bunuh prajurit itu padahal dia telah mengucapkan "La ilaha illallah?" Jawab ku, "Dia mengucapkannya karena hendak melindungkan diri dari senjataku." Tanya Nabi, "Kenapa engkau bunuh dia setelahdia mengucapkan kalimat "La ilaha illallah?" Rasulullah saw. selalu mengulang-ulang pertanyaannya itu sehingga aku merasa bahwa aku belum masuk Islam sebelum hari itu. "
78. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menodongkan senjata ke kita, mereka itu tidak termasuk golongan kita. Dan siapa yang menipu kita, tidak termasuk golongan kita juga."
79. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Melewati setumpuk makanan (di pasar), lalu ia memasukkan tangannya ke dalam tumpukan itu. Setelah diangkatnya kembali, ternyata jari-jarinya basah. Lalu beliau bertanya," Kenapa begini, hai penjual makanan? "Jawabnya," Kenahujan, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Mengapa tidak ditaruh sebelah atas (yang basah) supaya dilihat orang! Siapa yang menipu tidak termasuk golonganku. "80. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Tidak termasuk golongan kami, orang yang suka memukul-mukul pipi, atau merobek-robek bajuatau meratap dengan ratapan jahiliyah (melulung histeris). "
81. Dari 'Abdurrahman bin Yazid dan Abu Burdah bin Abu Musa, keduanya berkata: "Abu Musa sakit keras sehingga dia pingsan. Istrinya, Ummu' Abdullah menangis melolong-lolong. Kemudian, setelah Abu Musa sadar kembali, dia berkata kepada istrinya," Tidak tahukah kamu bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:"Aku berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap orang yang meratap mencukur rambut, meratap melolong-lolong, dan meratap merobek-robek baju."
82. Dari Hudzaifah ra, katanya, Rasulullah saw., Bersabda: "Tidak dapat masuk surga, orang-orang yang menyiar-nyiarkan berita
untuk mengacau. "
83. Dari Abu Dzar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat. Mereka itu adalah: (1) Orang yang suka memberi, tetapi suka menyebut-nyebut pemberiannya itu . (2) Orang yang menawar-nawarkan dagangannya dengan sumpah palsu. (3) Orangyang suka berpakaian berjela-jela karena sangat luasnya.
84. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak membersihkan mereka dari dosa, Kata Mu'awiyah, juga tidak akan menengok kepada mereka, bahkan mereka mendapat siksa yang pedih: (1) Orang tua pezina; (2 ) Raja(Penguasa) pembohong; (3) Si miskin yang sombong. "
85. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan berbicara dengan mereka di hari kiamat, tidak menengok kepada mereka dan tidak membersihkan mereka dari dosa, bahkan mereka mendapat siksa yang pedih: (1) Orang yang memiliki kelebihan air di tengah padang pasir, tetapi dia tidak ingin memberi orang yangkehausan dalam perjalanan; (2) Orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu sesudah 'Ashar, dengan mengatakan modalnya sebegini atau sebegitu. Pembelinya percaya saja, padahal yang sebenarnya tidak begitu. (3) Orang yang bersumpah setia kepada pemimpin untuk mengharapkan keuntungan dunia.Ketika dia beroleh keuntungan dipenuhinya janjinya, tetapi ketika tidak, tidak dipenuhinya.
86. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukkannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama -lamanya; dan siapa yangbunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya. "87. Dari Tsabit bin Dhahhak ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Tidak wajib bagi seseorang melaksanakan nazar ketika dia tidak sanggup melaksanakannya. "" Mengutukorang mu'min sama halnya dengan membunuhnya. "" Mengadakan tuduhan bohong atau sumpah palsu untuk menambah kekayaannya dengan menguasai harta orang lain, maka Allah tidak akan menambahkan baginya, bahkan akan mengurangi hartanya. "
88. Dari Tsabit bin Dhahhak ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain Islam, baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja, maka orang itu akan mengalami sumpahnya sendiri." Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara, Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengancara itu pula. "
89. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami ikut perang bersama Rasulullah saw. Dalam perang Hunain. Rasulullah berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam," Orang ini penghuni neraka. ",
Ketika kami berperang, orang itu pun ikut berperang dengan gagah berani, sehingga dia terluka. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw., Katanya: "Orang yang tadi Anda katakan penghuni neraka, ternyata dia berperang dengan gagah berani, dan sekarang dia tewas." Jawab Nabi saw., "Dia ke nereka."Hampir saja sebagian kaum muslimin menjadi ragu-ragu. Ketika mereka sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati, tetapi luka parah. Bila malam telah tiba, orang itu tidak sabar menahan sakit
karena lukanya itu. Lalu dia bunuh diri. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. Nabi saw. bersabda, "Allahu Akbar! Aku mengaku bahwa aku hamba Allah dan Rasul-Nya." Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak, bahwa tidak akan dapat masuk surga kecuali orangmuslim (orang yang tunduk patuh). Sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan orang jahat. "
90. Dari Syaiban ra, katanya dia mendengar Hasan ra bercerita: "Waktu dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhan mu berfirman: Aku haramkan baginyasurga. Kemudian Hasan menunjuk ke masjid sambil berkata, "Demi Allah! Jundab menyampaikan hadis itu kepada ku dari Rasulullah saw. Di dalam masjid ini."
91. Dari Umar bin Khaththab ra, katanya: "Ketika perang Khaibar sedang berkecamuk, sekelompok sahabat datang kepada Rasulullah saw. Kata mereka," Si Fulan syahid. Si Fulan syahid! Ketika mereka melewati mayat seorang laki-laki mereka mengatakan pula, "Si Fulan syahid." Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnyaaku melihatnya berada dalam nereka,
memakai pakaian yang dicurinya dari jarahan yang belum dibagi. "Kemudian Rasulullah bersabda," Hai, anak Khaththab! Beritahukan kepada orang banyak: "Tidak dapat masuk surga kecuali orang-orang yang
beriman. "Kata Umar," Aku keluar, lalu kuserukan kepada orang banyak: "Ketahuilah! Sesungguhnya tidak dapat masuk surga kecuali orang-orang yang beriman."
92. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami ikut perang Khaibar bersama Rasulullah saw., Dan Allah swt. Memenangkan kami. Kami tidak merebut emas dan perak. Yang kami rampas adalah harta benda yang
lain, seperti barang-barang rumah-tangga, makanan dan pakaian. Kemudian kami pergi ke sebuah lembah. Rasulullah saw. membawa serta seorang hamba-sahaya pemberian seorang laki-laki dari Judzam, bernama Rifa'ah bin Zaid, berasal dari suku Dhubaib. Ketika kami berhenti di lembah itu, hamba sahaya itu berdirimembuka pelana. Tiba-tiba ia dipanah musuh dan mati seketika. Kami berujar, "Alangkah bahagianya dia mati syahid!" Sabda Rasulullah saw., "Tidak! Sekali-kali tidak! Demi Allah, yang diri Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya api menyala pada baju yang dipakainya, yang dicurinya dari jarahanyang belum dibagi. "Kata Abu Hurairah melanjutkan," Kami semua terperanjat mendengar sabda Rasulullah itu. Sementara itu, seorang prajurit datang
membawa sepotong tali (yang diambilnya dari harta rampasan yang belum
dibagi, lalu menyerahkannya kepada Nabi saw.) "Sabda Nabi saw., '" Tali
dari neraka! "
93. Dari Jabir ra, katanya: "Thufail bin 'Amar Ad Dausi datang kepada Nabi saw., Lalu katanya:" berkenankah Anda tinggal di benteng kami yang kuat tangguh, yaitu benteng suku Dausi masa Jahiliyah "Rasulullah saw. Tidak berkenan memenuhi permintaan itu , karena beliau yakin
terhadap ketangguhan yang telah ditanamkan Allah di hati kaum Anshar di Madinah. Ketika RasuluUah saw. hijrah ke Madinah, Thufail bin 'Amar
ikut pula hijrah. Dia membawa serta seorang laki-laki warganya. Tapi
udara Madinah tidak cocok bagi mereka, sehingga teman Thufail sakit
dan tak sabar menahan derita itu. Karena itu diambilnya senjatanya, lalu memotong tangannya sehingga darah mengucur dengan derasnya dan
menyebabkan kematiannya. Pada suatu malam Thufail bin 'Amru bermimpi melihat temannya itu segar bugar dengan tangan terbungkus. Thufail bertanya kepadanya, "Apakah yang diperbuat Tuhan terhadapmu?"
Jawabnya, "Allah mengampuni dosa-dosaku, karena aku telah ikut hijrah mengikuti Nabi saw." Tanya Thufail, "Kulihat tanganmu dibungkus, kenapa?" Jawabnya, "Dikatakan (Tuhan) kepada ku, Kami tidak akan memperbaiki apa yang telah kamu rusak sendiri." Mimpi Thufail itu diceritakannya kepada Nabi saw.,lalu beliau mendo'a, "Ampunilah dia ya Allah, karena dia telah memotong tangannya."
94. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya Allah akan meniupkan angin dari Yaman, lebih lembut dari sutra. Namun tidak seorang pun yang tertinggal (iman) di dalam hatinya." Abu 'Alqamah mengatakan; "Meskipun agak seberat biji bayam?" Kata Abdul 'Aziz, "Iman yang seberat debu pun akan tercabut olehnya."
95. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Segerakanlah berbuat amal kebajikan, sebelum datang bencana yang bagaikan malam gelap gulita. Pagi-pagi seseorang masih mukmin, tetapi bila hari petang dia kafir. Atau sore hari dia masih mukmin, pagi hari dia kafir. Dijualnya agamanya karena mengharapkan keuntungan dunia."
96. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Setelah turun ayat:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, maka Tsabit bin Qais tinggal diam di rumah beberapa lamanya, dan ia berkata: "Aku ini penghuni neraka." Karena itu ia takut bertemu dengan Nabi saw. Nabi saw. bertanya kepada Sa'ad bin
Mu'adz, katanya: "Hai, Abu 'Amar! Kenapa Tsabit tidak pernah terlihat, bagaimanakah dia, apakah dia sakit?" Jawab Sa'ad, "Tsabit itu tetanggaku, setahuku dia tidak sakit!" Kata Anas, "Karena itu Sa'ad mendatangi Tsabit, lalu mengabarkan bahwa Rasulullah saw. Menanyakannya." Kata Tsabit kepada Sa'ad,"Ayat itu turun. Anda semua tahu bahwa aku orang yang paling tinggi suaranya di hadapan Nabi. Karena itu aku merasa diri ku ini penghuni neraka." Sa'ad menyampaikan ucapan Tsabit itu kepada Nabi saw., Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya dia penghuni surga!"
97. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw .:" Ya, Rasulullah! Apakah kami akan disiksa karena perbuatan kami pada masa jahiliyah? "Jawab Nabi saw .:" Siapa yang baik Islamnya, dia tidak akan disiksa karena amalnya masa jahiliyah. Akan tetapi siapa yang buruk Islamnya,maka dia akan disiksa karena amalnya pada masa jahiliyah dan masa Islam. "
98. Dari Ibnu Syumamah Al Mahri ra, katanya: "Kami menyaksikan 'Amru bin' Ash ketika dia akan meninggal." Dia lama menangis sambil
menghadapkan wajahnya ke dinding. Karena itu anaknya berujar, "Wahai Ayahku! Bukankah Rasulullah saw. Telah menyampaikan berita gembira
bagi Ayah, begini dan begitu. (Kenapa Ayah masih menangis?) "Lalu 'Amru bin' Ash menengok kepada anaknya seraya berkata," Sesungguhnya perbekalan kita yang paling utama adalah syahadat: Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah. Aku ini telah mengalami tiga zaman. Pertama, aku menyadari,tidak ada orang yang paling benci kepada Rasulullah saw. melebihi benci ku. Ketika itu tidak ada yang lebih ku inginkan kecuali menangkapnya lalu membunuhnya. Kalaulah aku meninggal ketika itu, tentu aku masuk neraka. Kedua, tatkala Allah menanamkan Islam ke dalam dada ku, aku datangi Nabi saw., Laluaku berujar, "Ulurkanlah tangan Anda, aku akan berjanji setia (baiat) dengan Anda." Dia mengulurkan tangannya dan menjabat tangan ku sambil berkata, "Apa maksud mu hai 'Amru?" Jawab ku, "Aku ingin masuk Islam dengan syarat." Tanya beliau, "Apa syarat yang engkau minta?" Jawab ku, "Supaya segaladosa ku diampuni. "Kata beliau," Apakah engkau belum tahu, bahwa Islam menghapus segala dosa yang sebelumnya? Hijrah dan Haji juga menghapus dosa-dosa yang sebelumnya? "Semenjak itu aku merasakan, tidak ada orang paling cinta kepada ku melebihi cinta Rasulullah saw. Dan tidak ada orang yang paling terhormat
di mata ku melebihi beliau. Sebab itu, aku tak kuasa menatapnya demi untuk memuliakannya. Sehingga andaikan aku diminta orang untuk menggambarkan bentuk beliau, aku tak sanggup, karena aku tak pernah mengangkat pandanganku kepada beliau. Kalaulah aku mati ketika itu, sungguh besar harapan ku bahwaaku masuk surga. Ketiga, Kemudian aku menjabat berbagai jabatan pemerintahan, di mana aku sendiri tidak tahu bagaimana sesungguhnya kondisi ku selama dalam departemen itu. Karena itu jika aku mati, janganlah jenazah ku dikirim para wanita peratap dan jangan pula membawa api. Ketika aku telahdikubur, timbunlah jenazahku dengan tanah sampai rata, kemudian tunggulah sekitar selama orang menyembelih korban dan membagi-bagikan
dagingnya, supaya aku tidak kesepian bersama mu, tatkala aku memikirkan jawaban terhadap malaikat yang dikirim Tuhan mu untuk menanyai ku. "
99. Hakim bin Hizam r.a. bertanya kepada Rasulullah saw., katanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang perbuatan-perbuatan baik yang pernah kulakukan pada masa Jahiliyah, seperti sedekah, memerdekakan budak dan menghubungkan silaturrahim, apakah semuanya itu mendapat pahala atau tidak?" Jawab Rasulullahsaw., "Anda masuk Islam
berkat kebajikan-kebajikan yang telah Anda lakukan sebelumnya. "
100. Dari Abdullah ra, katanya: "Setelah turun ayat: Orang
orang yang beriman, dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan penganiayaan (sampai akhir ayat) maka para sahabat merasa sulit
memahami maksud ayat itu. Karena itu mereka bertanya kepada Rasulullah saw., "Siapakah di antara kami yang tidak pernah menganiaya dirinya?"
Jawab Rasulullah saw., "Bukan begitu! Maksudnya adalah sebagaimana diajarkan Luqman kepada anaknya, katanya: Hai, anakku, janganlah kamu syirik (menyekutukan Allah), karena syirik itu adalah aniaya besar.
101. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak akan ambil peduli terhadap umat ku, selama yang berbicara hanya hatinya, tetapi belum diucapkannya atau belum dilaksanakannya."
102. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman (kepada malaikat-Nya): Apabila hambaku berniat hendak melakukan kejahatan, janganlah kamu tuliskan. Bila telah dilakukannya, tulislah baginya satu kejahatan. Apabila dia berniat hendak berbuat kebajikan,tetapi belum dilaksanakannya, tulislah baginya satu kebajikan. Setelah dilaksanakannya tulislah untuknya sepuluh kebajikan. "103. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. Sabdanya:" Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Apabila hamba-Ku berniat hendak
melakukan suatu kebajikan tetapi belum dilaksanakannya, Aku tulis untuknya sepuluh sampai tujuh ratus lipat kebajikan. Apabila dia berniat hendak melakukan suatu kejahatan tetapi belum dilaksanakannya, tidak Ku-tulis apa-apa baginya. Jika dilaksanakannya, Ku-tulis untuknya satu kejahatan. "
104. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda "Allah Azza wa Jalla berfirman: Apabila hamba-Ku mengatakan akan berbuat kebajikan, Aku tulis baginya (pahala) satu kebajikan, sekalipun belum dilaksanakannya. Tapi ketika dilaksanakannya, Aku tulis untuknya (pahala) sepuluh kebajikan. Apabiladia berujar akan berbuat kejahatan,
Aku ampuni dia selama belum dilaksanakannya. Setelah dilaksanakannya, Kutulis untuknya balasan satu kejahatan. Sabda Rasulullah saw. selanjutnya: "Malaikat berkata: Wahai Tuhan! Inilah hamba-Mu, dia bermaksud hendak berbuat kejahatan (padahal Allah melihat)." Jawab Allah, "Amatilah dia! Jika dilaksanakannya,tuliskan baginya balasan yang setimpal. Tapi jika tidak dilaksanakannya, tuliskan baginya pahala satu kebajikan, karena dia takut kepada-Ku. "Rasulullah saw. Melanjutkan pula sabdanya," Apabila keislaman kamu lebih meningkat, maka tiap-tiap kebajikan yang dilakukannya ditulis (pahalanya) sepuluh sampaitujuh ratus lipat. Dan setiap dia melakukan kejahatan ditulis (balasannya) setimpal dengan kejahatannya itu sampai dia mati, "
105. Dari Ibnu 'Abbas ra, dari Rasulullah saw., Sebagaimana diriwayatkannya dari Tuhannya Tabaraka wa Ta'ala, sabdanya: "Allah menulis setiap kebajikan dan kejahatan." Kemudian Rasulullah menjelaskannya: "Siapa berniat berbuat kebajikan tetapi tidak dilaksanakannya, Allah menuliskan baginya (pahala)satu kebajikan yang sempurna. Jika dia berniat melakukannya lalu dilaksanakannya, maka Allah menuliskan baginya (pahala) sepuluh sampai tujuh ratus lipat kebajikan, atau lebih banyak. Jika dia berniat melakukan kejahatan tetapi tidak dilaksanakannya, Allah menuliskan baginya pahala satu kebajikan yangsempurna. Jika dia berniat melakukannya lalu dilaksanakannya, Allah menuliskan baginya balasan satu kejahatan. "106. Dari Abu Hurairah ra, katanya para sahabat datang kepada Rasulullah saw. Lalu mereka bertanya:" Kami merasakan di dalam hati kami suatu waswas yang sangat berat bagi kami menuturkannya. "Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnyakah itu?" Kata mereka, "Ya, sesungguhnya." Jawab Rasulullah saw., "Yang demikian itu adalah suatu tanda bagi iman yang sempurna."
107. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Orang banyak selalu bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang hal waswas. Jawab beliau," Itu adalah suatu tanda bagi iman yang bersih. "
108. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang banyak selalu tanya-bertanya (tentang ini dan itu), sehingga akhirnya mereka bertanya:" Alam ini ciptaan Allah; maka siapakah yang menciptakan Allah? "Sabda Rasulullah saw.," Hendaklah kamu jawab: Aku
iman dengan Allah! "
109. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setan akan datang kepada Anda bertanya, Siapakah yang menciptakan
ini dan itu? Sampai akhirnya dia bertanya, Siapa pula yang menciptakan Tuhan mu itu? "Ketika sudah sampai ke situ, maka berlindunglah dengan Allah (mengucapkan: A'udzubillahi minasy syaithanirrajim), dan sudahilah."
110. Dari Abu Umamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang merampas hak orang muslim dengan sumpah, dia wajib masuk neraka dan haram baginya surga." Lantas seorang laki-laki bertanya: "Sekalipun hanya sedikit, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Sekalipun
hanya seujung sikat gigi dari kayu arak. "
111. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang bersumpah dengan sumpah palsu untuk menguasai harta orang lain, kemudian dia mati dalam sumpahnya itu, maka dia itu mati dalam murka Allah. "Kata Abdullah , "Kemudian Rasulullah saw.
membacakan kepada kami ayat Quran untuk memperkuat sabda beliau itu:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengganti janji Allah dan Sumpah mereka dengan harga murah, orang-orang itu tidak mendapat bagian di akhirat;
dan Allah tidak akan berbicara kata dengan mereka, tidak melihat kepada
mereka dan tidak membersihkan mereka dari dosa, sedangkan mereka mendapat siksa yang pedih. "(Ali 'Imran: 77)
112. Dari 'Alqamah bin Wail, dari bapaknya, katanya: "Ada seorang laki-laki dari Hadhramaut dan seorang lagi dari Kindah, keduanya datang kepada Nabi saw. Orang Hadhramaut berkata," Orang ini merampas tanah ku yang ku warisi dari ayahku. " Kata orang Kindah, "Tanah itu adalah milikku yang ku tanamidengan tangan ku. Dia tidak berhak atas tanah itu. "Tanya Rasulullah saw. Kepada orang Hadhramaut," Apakah Anda
memiliki bukti? "Jawabnya," Tidak! "Sabda Rasulullah saw.," Kalau begitu orang Kindah ini (terdakwa) harus disumpah. Anda dapat pegang sumpahnya. "Kata orang Hadhramaut," Orang Kindah ini jahat. Dia tidak
peduli meskipun dia disumpah. Bahkan dia tidak tahu malu. "Jawab Rasullullah saw.," Tidak ada jalan lain bagi Anda kecuali memegang sumpahnya. "Setelah bersumpah, orang Kindah itu pergi. Setelah itu Rasulullah saw. Bersabda:" Jika dia bersumpah dengan sumpah palsu karena ingin menguasai harta milikorang lain (merampas), maka dia mati dalam murka Allah. "
113. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu bertanya:" Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jika seseorang datang hendak merampas harta ku? "Jawab Rasulullah saw.," Jangan diberikan, pertahankan! "Tanya:" Jika dia ingin membunuh ku? "Jawab Rasulullah,"Bunuh pula dia!" Tanya, "Bagaimana kalau aku yang terbunuh?" Jawab: "Engkau mati syahid!" Tanya: "Bagaimana kalau dia yang terbunuh?" Jawab Nabi saw., "Dia masuk neraka!"
114. Dari Al Hasan ra, katanya: "Pada suatu hari, 'Ubaidullah
bin Ziyad datang berkunjung ke rumah Ma'qil bin Yasar, ketika Ma'qil sedang sakit yang menyebabkan kematiannya. Kata Ma'qil kepada 'Ubaidullah, "Akan ku sampaikan kepada Anda sebuah hadis yang kudengar sendiri dari Rasullullah saw. Kalaulah aku yakin bahwa aku akan lama hidup, hadis itu belum akanku sampaikan pada Anda. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seorang hamba yang dipercayakan Allah memimpin rakyatnya, tetapi dia menipu rakyat, maka jika dia mati, Allah mengharamkan surga baginya."
115. Dari Abi Malih ra, katanya: "Pada suatu hari 'Ubaidullah
bin Ziyad datang mengunjungi Ma'qil bin Yasar yang sedang sakit., Kata
Ma'qil kepada 'Ubaidullah, "Kusampaikan kepada Anda sebuah hadis, yang kalau aku tidak sakit seperti hadis itu belum akan ku sampaikan
kepada Anda. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seorang Amir
(Penguasa) yang menjabat urusan-urusan kaum muslimin, ketika dia tidak bersungguh-sungguh berjuang bagi kepentingan mereka, dan tidak memberikan nasihat, dia tidak akan masuk surga bersama-sama dengan mereka. "
116. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Kami menerima dua buah hadits dari Rasulullah saw., Yang satu telah kulihat kenyataannya, sedangkan
yang satu lagi masih kutunggu-tunggu. Rasulullah saw. bersabda kepada kami, "Sesungguhnya amanah itu bertempat di hati sanubari seseorang. Kemudian Al Qur'an turun, lalu mereka belajar dari Al Qur'an dan Sunnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda pula tentang hilangnya kepercayaan. Sabda beliau," Seorangsedang tidur, lalu dicabut amanah dari hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti noktah. Kemudian ia tidur lagi, lalu dicabut pula amanah dari hatinya maka kini tinggallah bekasnya seperti lepuh yang membengkak di tangan atau di kaki yang terkena bara panas, dan lepuh itu mengandung air sedikit. Ketikaitu, amanah hampir saja hilang sehingga orang mencarinya ke mana-mana.
Ketika dikatakan orang: Di sana ada amanah! Mereka sama berkata: alangkah sabarnya dia; atau alangkah baiknya dia; dan atau alangkah cerdiknya dia. Tapi yang sebenarnya batin orang itu kosong dari iman. Kata Hudzaifah, "Dahulu, ketika amanah masih dipegang orang erat-erat, aku bisa berdagang dengansiapa pun. Jika dengan orang muslim, ia berlaku jujur karena agamanya, dan jika dengan orang Nasrani atau dengan orang Yahudi, kejujuran itu pun ada pada majikannya. Tapi sekarang, aku tak hendak berdagang lagi melainkan dengan orang-orang tertentu, seperti si Anu dan si Anu yang masih memegangamanah erat-erat.
117. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Pada suatu hari kami berada bersama 'Umar bin Khaththab, lalu dia bertanya:" Siapakah di antara Anda semua yang pemah mendengar Rasulullah saw. membicarakan perihal fitnah (bencana)? "Jawab hadirin," Kami pernah mendengar. "Kata 'Umar," Barangkali yang Anda maksudkan,bencana yang terjadi dalam keluarga atau tetangga seseorang. "Jawab mereka," Ya, benar! "Kata 'Umar," Bencana yang demikian dapat dihapus dengan shalat, puasa dan sedekah. Tapi siapa di antara Anda sekalian yang pernah mendengar Nabi saw. berbicara tentang bencana besar yang terjadi seperti gelombanglaut? "Kata Hudzaifah," Orang banyak diam saja. Karena itu aku berkata: "Aku pernah dengar!" Kata 'Umar, "Bagus, silakan bicara!" Kata Hudzaifah, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Fitnah membentang dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanyaakan mendapat bercak hitam, sedangkan hati yang menolak fitnah itu akan tetap putih cemerlang selama langit dan bumi masih ada. Hati yang telah kena bercak hitam, lama-lama akan menjadi sangat hitam bagaikan belanga tertelungkup. Dia tidak lagi mengenal baik dan buruk, tetapi hanya mengikuti kehendakhawa nafsunya semata-mata. "Kata Hudzaifah melanjutkan," Antara Anda dengan berkecamuknya bencana besar itu ada sebuah pintu yang terkunci rapat, namun dikhawatirkan pintu itu akan dipecahkan orang. "Tanya Umar," Akan rusak orang? Bagaimana kiranya kalau pintu itu dibuka saja, barangkalidapat ditutup kembali dengan baik. "Kata Hudzaifah," Pintu itu adalah seorang pemimpin utama yang kemudian tewas dibunuh orang. Dan hadis ini bukanlah sekedar dongeng belaka. "
118. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Islam pada awalnya asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah kiranya yang terasing."
119. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya Islam itu mula-mulanya asing dan akan kembali asing bagai kembali. Dia akan kembali ke dua masjid sebagaimana ular kembali ke sarangnya."
120. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya iman itu akan kembali ke Madinah, seperti ular kembali ke sarangnya."
121. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat, selama masih ada orang yang iman kepada Allah di muka bumi ini."
122. Dari Hudzaifah ra, katanya "Pada suatu ketika kami berada bersama Rasulullah saw., Beliau bersabda:" Coba Anda hitung untukku berapa jumlahnya orang-orang Islam! "Jawab kami," Ya,
Rasulullah! Apakah Anda kuatir terhadap kami? Kami berjumlah sekitar
600 sampai 700 orang. "Sabda Rasulullah saw.," Anda semua belum tahu,
kalau pada suatu ketika akan terjadi cobaan. "Kata Hudzaifah," Benar juga sabda Rasulullah saw. Nyatanya kami benar-benar mendapat cobaan, sehingga kami tidak dapat shalat melainkan dengan cara sembunyi-sembunyi. "
123. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Membagi-bagikan suatu pembagian kepada sekelompok orang (ketika itu Sa'ad duduk di antara mereka). Ternyata Rasulullah saw. Tidak memberikan pembagian itu kepada seseorang di antara mereka. Kejadian itu sangat mengherankanku. Karena itu aku bertanya, "Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan tidak Anda beri pembagian itu? Demi Allah!"
Aku tahu benar bahwa dia itu mukmin. "Jawab Rasulullah saw.," Bukankah dia itu muslim? "Kata Sa'ad. Selanjutnya," Aku diam sebentar. Sementara itu apa yang ku ketahui tentang orang itu mendesak ku untuk bertanya lagi. "Lalu ujar ku," Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan itu
tidak Anda beri pembagian itu? Demi Allah! Aku tahu benar bahwa dia itu
mukmin. "Jawab Rasulullah saw." Bukankah dia itu muslim? Kata Sa'ad, "Aku terdiam sebentar, dan hal itu sangat mempengaruhi ku." Karena itu aku berujar pula, "Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan itu tidak
Anda beri? Demi Allah! Aku tahu benar yang dia itu mukmin. "Akhirnya Rasulullah saw. Menjawab," Bukankah dia itu muslim? Sesungguhnya aku lebih suka memberi orang-orang itu karena aku kuatir mereka akan kafir kembali, sedangkan yang lain-lain itu lebih ku cintai dari mereka. "
124. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap Nabi yang diutus Allah dibekali dengan bukti-bukti, sebagai mu'jizat bagi mereka agar umat manusia beriman kepada mereka. Sedangkan aku dibekali dengan wahyu yang diwahyukan Allah kepada ku (Al Qur'an). Karena itu aku penuh harapbahwa umatkulah nanti yang terbanyak di
hari kiamat. "
125. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Katanya:
"Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangannya, setiap orang yang telah mendengar risalahku, baik itu Yahudi atau Nasrani, kemudian dia mati tanpa iman dengan risalahku itu maka dia pasti masuk neraka." 126. Dari Sya'bi ra, dari Abu Burdah bin Abu Musa, dari ayahnya katanya Rasulullah saw. bersabda:"Ada tiga golongan, di mana mereka diberi pahala ganda: (1) Ahli Kitab yang iman dengan nabinya, kemudian dia bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Lalu dia beriman dengannya, mengikutinya, dan membenarkannya, maka orang itu mendapat pahala dua kali. (2 ) Hamba sahaya yang melaksanakan kewajibannya terhadapAllah Ta'ala dan terhadap majikannya, hamba sahaya itu mendapat pahala dua kali. (3) Pria yang memiliki hamba sahaya wanita, lalu diberinya makan, dididiknya baik-baik, dimerdekakannya lalu menikah dengannya, maka orang itu mendapat pahala dua kali. "
127. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda: "Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan kekayaan akanmelimpah ruah, sehingga tidak seorang pun lagi yang bersedia menerima pemberian. "
128. Jabir bin Abdullah r.a. mendengar Nabi saw. bersabda: Akan selalu ada sampai hari kiamat, segolongan umat ku yang berjuang
menegakkan kebenaran dan mereka pasti menang. "Kata Nabi saw. selanjutnya," Sementara itu Nabi Isa as akan turun ke tengah-tengah umat. Lalu pemimpin-pemimpin mereka berkata kepadanya: Sudilah Anda shalat dan menjadi pemimpin kami. "Jawab Nabi Isa as," Tidak! Masing-masing kamu bisa menjadi pemimpinbagi yang lain, selaku suatu kehormatan yang dilimpahkan Allah kepada umat ini. "
129. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat, sampai matahari terbit di Barat. Ketika matahari telah terbit di Barat, manusia akan iman semuanya. Tapi ketika itu imannya tidak berguna lagi, ketika sebelumnya dia tidak beriman, atau tidak berbuat kebajikandengan imannya itu. "
130. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Ada tiga hal, bila ketiganya terwujud, maka iman seseorang tidak berguna lagi, ketika dia belum iman sebelumnya, atau tidak berbuat kebajikan dengan imannya itu. Yaitu: (1) Ketika matahari terbit di Barat. (2) Dajjal keluar (3) Dabbah (binatang melata) berkeliaran di muka bumi.
131. Dari Abu Dzar r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Tahukah Anda semua, ke manakah matahari itu pergi?" Jawab mereka, "Allah dan RasulNya lah yang lebih tahu." Sabda Nabi saw., "Dia berjalan sampai ke perhentiannya di bawah 'Arasy, lalu di sana dia sujud. Dia selalu sujud sampai datang perintah:Bangkitlah dan kembali ke tempatmu kembali! Dia pun pergi dan muncul lagi di tempatnya semula. Kemudian dia berjalan sampai sampai pula di tempatnya di bawah 'Arasy, lalu di sana dia sujud sampai datang pula perintah: Bangkitlah dan kembali ke tempatmu semula. Dia pun pergi dan terbit di tempatnya semula.Kemudian ia menggulir pula, tidak pernah default sedikit jua pun sampai ia sampai pula kembali di tempatnya di bawah 'Arasy. Sekonyong-konyong ia mendapat perintah: Bangkitlah, dan muncullah di tempat engkau biasa tenggelam. Maka terbitlah itu di Barat. "Sabda Rasulullah saw.," Tahukah Anda semua, Kapanitu akan terjadi? Adalah pada hari, di mana iman seseorang tidak berguna lagi, jika sebelumnya dia tidak iman, atau tidak melakukan suatu kebajikan dengan imannya itu. "132. Dari 'Urwah bin Zubair, katanya' Aisyah ra, istri Rasulullah saw. Bercerita kepadanya:" Wahyu yang pertama turun kepada Nabi
saw. adalah berupa mimpi-nyata waktu tidur, yang terlihat jelas oleh beliau bagaikan cahaya Subuh. Semenjak itu timbul keinginan di hati beliau hendak bersunyi diri. Karena itu ia pergi mengasingkan diri ke Gua Hira '. Di sana beliau beribadah beberapa malam sampai perbekalannya habis. Bila perbekalannyatelah habis, ia pulang ke rumah Khadijah untuk mengambilnya lagi dan setelah itu ia kembali pula ke sana. Kondisi itu berlangsung beberapa lama, sampai pada suatu ketika ia dikejutkan oleh kedatangan malaikat Jibril ke Gua Hira 'itu. Malaikat berkata kepadanya, "Bacalah!" Jawab Nabi saw.,"Aku tidak pandai membaca." Kata Nabi, "Malaikat itu segera merangkul ku, sehingga aku kepayahan karenanya. Kemudian aku dilepaskannya, lalu katanya:" Bacalah! "Jawab ku," Aku tidak pandai membaca. "Karena itu aku dirangkulnya untuk kedua dan ketiga kali, sampai aku kepayahan . Kemudian aku dilepaskannya,lalu katanya: "Bacalah nama Tuhan mu yang menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan, Tuhan mu itu Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) menulis. Yang mengajar manusia apa yang belum diketahuinya." (AI 'Alaq: 1-5). Setelah itu Rasulullah saw. kembali pulang, membawa ayat-ayatdan pengalaman yang baru dialaminya itu dengan tubuh
menggigil gemetaran. Sampai di rumah Khadijah, beliau berkata, "Selimuti aku! Selimuti aku!" Khadijah segera menyelimutinya. sehingga hilang rasa keterkejutannya. Kemudian ia berkata kepada Khadijah, "Wahai, Khadijah!" Bagaimana aku ini? "Lalu diceritakannya kepada Khadijah segala peristiwa yang barusaja dialaminya. Setelah itu ia berkata: Aku cemas terhadap diri ku ini. "Jawab Khadijah," Jangan! Jangan cemas! Gembirakanlah hati Anda! Percayalah, Allah tidak akan
menimpakan kehinaan pada diri Anda selamanya. Bukankah Anda selalu bersikap ramah tamah, menghubungkan silaturrahim, selalu berbicara
benar, selalu menunaikan tugas kewajiban, menyediakan yang belum ada, memuliakan tamu, dan membela orang-orang yang kesusahan demi menegakkan kebenaran! "Kemudian Khadijah membawa beliau mendatangi Waraqah bin Naufal bin Asad bin 'Abdul' Uzza, yaitu anak paman Khadijah, yang telah memeluk agama Nasranisejak masa Jahiliyah. Dia pandai menyalin buku-buku ke bahasa Arab. Antara lain dia menyalin Alkitab ke bahasa Arab seberapa yang dapat ditulisnya. Dia pun sudah tua dan matanya telah buta. Khadijah berkata kepadanya, "Wahai anak paman ku! Dengarkanlah anak saudara mu ini (Muhammad) bercerita!"Jawab Waraqah bin Naufal, "Hai, anak saudara ku! Apakah gerangan yang telah engkau alami? Ceritakanlah!" Rasulullah saw. lalu menceritakan pengalaman yang baru dialaminya. Kata Waraqah, "Itu adalah malaikat (Namus) Jibril as yang pernah datang kepada Nabi Musa as, Wahai, diri ku! Kalaulah aku
masih muda, Wahai, kiranya diri ku! Kalaulah aku masih hidup ketika engkau diusir oleh wargamu "Tanya Rasulullah saw.," Apakah mereka akan mengusir ku? "Jawab Waraqah," Ya, benar! Tidak seorang pun yang datang membawa apa (ayat-ayat) yang engkau bawa itu yang tidak dimusuhi. Jika aku masih menemukanhari itu, pasti aku akan membelamu sekuat-kuatnya. "
133. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari r.a. (Seorang sahabat Rasulullah saw.), Katanya Rasulullah pernah menceritakan tentang putusnya wahyu. Sabda beliau, "Pada suatu ketika, sedang aku berjalan tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Karena itu ku angkat pandangan ku (ke arah suara tersebut), makanampak oleh ku malaikat yang pernah datang kepada ku di Gua Hira 'duduk di kursi antara langit dan bumi. "Sabda Rasulullah saw. selanjutnya," Dengan perasaan terkejut bercampur takut, aku segera pulang. Sesampai di rumah, aku berkata kepada Khadijah, "Selimuti aku! Selimuti aku!" Khadijah punsegera menyelimuti ku. Sedang aku berselimut itu, Allah Tabaraka wa Ta'ala
menurunkan ayat: "Hai, orang yang berselimut! Bangunlah, dan berikan
peringatan! Dan Tuhan engkau agungkanlah! Dan pakaian engkau bersihkanlah (sucikanlah)! Dan perbuatan dosa jauhilah! "(Al Muddatstsir: 1-5). Sesudah itu wahyu turun berturut-turut.
134. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jibril membawakan kepada ku seekor Buraq ', yaitu sejenis hewan berwarna putih, lebih panjang dari keledai dan lebih pendek dari baghal. Ia dapat melompat sejauh mata memandang. Hewan itu lalu ku tunggangi sampai ke Baitul Makdis.Sampai di sana hewan itu kutambatkan di tambatan yang biasa digunakan para Nabi. Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan shalat di situ dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa dua buah bejana, yang satu berisi khamar dan yang satu lagi berisi susu. Aku memilih susu. Kata Jibril, "Anda
memilih yang benar. "Kemudian kami dibawa ke langit. Lalu Jibril minta supaya dibukakan pintu. Jibril ditanya," Anda siapa? "Sahut Jibril," Aku Jibril! "Tanya:" Siapa bersama Anda? "Jawab:" Muhammad! "Tanya: "Sudah diutuskah dia (menjadi Rasul)?" Jawab: "Ya, benar! Dia sudah diutus! "Setelah itu barulahpintu di bukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Adam. Dia mengucapkan 'Selamat datang kepada ku serta mendo'akanku semoga beroleh kebaikan. Kemudian kami naik ke langit kedua. Jibril A.S. minta dibukakan pula pintu. Lalu dia ditanya, "Siapa Anda?" Jibril menjawab, "Aku Jibril!"Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad!" Tanya: "Apakah dia sudah diutusi?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus!" Setelah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan dua orang anak dan paman, yaitu Isa anak Maryam dan Yahya bin Zakaria 'alaihimas salam. Keduanya mengucapkan'Selamat datang kepada ku, serta mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan pula pintu. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab: "Aku Jibril!" Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw.!" Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya,dia sudah diutus "Lalu pintu dibukakan bagi kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Yusuf as, yang kecantikannya seperdua dari seluruh kecantikan yang ada. Dia mengucapkan selamat datang kepada ku, dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Sesudah itu kami dibawa naik ke langit keempat . JibrilA.S. minta supaya dibukakan pula. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab, "Aku Jibril!" Tanya, "Siapa bersama Anda?" Jawab, "Muhammad saw." Tanya, "Apakah dia sudah diutus?" Jawab, "Ya, dia sudah diutus." Setelah itu, barulah pintu dibukakan untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Idris A.S. Dia mengucapkanselamat datang kepada ku, serta mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Firman Allah:
"Kami naikkan dia (Idris) ke tempat yang tinggi" (Maryam: 57). Kemudian kami naik ke langit kelima. Jibril A.S. minta dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab, "Aku Jibril." Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw." Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus."Setelah itu pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Harun A.S. Dia mengucapkan selamat datang kepada ku dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian kami naik ke langit ke enam. Lalu Jibril minta dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapakah Anda?" Jawab: "Aku Jibril." Tanya:"Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad." Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus." Sesudah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Musa A.S. Dia mengucapkan selamat datang kepada ku dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian kaminaik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab: "Aku Jibril." Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw." Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus." Sesudah itu, lalu pintu dibuka untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Ibrahim assedang bersandar ke Baitul Ma'mur, di mana 70.000 malaikat setiap hari masuk ke dalamnya dan mereka tidak pernah kembali lagi dari situ. Kemudian Jibril membawa ku ke Sidratul Muntaha, mendapatkan sebatang pohon yang daunnya seperti telinga gajah, dan buahnya sebesar kendi. Setiap kali ia tertutup dengankehendak Allah, ia berubah sehingga tidak satu pun makhluk Allah yang sanggup mengungkapkan keindahannya. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada ku, mewajibkan shalat 50 kali sehari semalam. Sesudah itu aku turun ke tempat Musa A.S. Musa bertanya, "Apa yang telah diwajibkan Tuhan mu kepada umatmu?" Jawabku, "Solat 50 kali." Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Aku sendiri telah mencoba terhadap Bani Israil." Kata Nabi saw., "Aku kembali kepada Tuhan ku, lalu aku memohon, Ya Tuhan! Berilah umat ku keringanan! ' Maka Allah menguranginyalima. "Sesudah itu aku kembali ke Musa. Kataku," Allah menguranginya lima. "Kata Musa," Umatmu tidak akan sanggup menunaikannya sebanyak itu. Karena itu
kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan. "Kata 'Nabi saw. selanjutnya," Aku jadi berulang pulang pergi antara Tuhan ku Tabaraka wa Ta'ala dengan Musa, sehingga akhirnya Allah berfirman: "Kesimpulannya adalah shalat lima kali sehari semalam. Bagi setiap satu kali shalat, sama nilainyadengan sepuluh shalat; maka jumlah nilainya 50 juga. Dan siapa bermaksud hendak berbuat kebajikan, tapi tidak dilaksanakannya, dituliskan untuknya (pahala) satu kebajikan. Setelah dilaksanakannya, ditulis baginya (pahala) sepuluh kebajikan.
Dan siapa bermaksud hendak berbuat kejahatan, tetapi tidak jadi dilaksanakannya, tidak akan ditulis apa-apa baginya. Tetapi jika dilaksanakannya, maka ditulis baginya balasan satu kejahatan. Sesudah itu aku turun kembali ke tempat Musa as, lalu kuceritakan kepadanya apa yang difirmankan Tuhan kuitu. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, dan mintalah keringanan." Jawab Rasulullah saw., "Aku telah berulang kali kembali kepada Tuhan ku meminta keringanan, sehingga aku malu kepadaNya.
135. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku dibawa orang (Jibril) ke sumur zamzam; di sana dadaku dibelah,
kemudian dibersihkan dengan air zamzam sesudah itu aku diantarkannya kembali ke tempatku semula. "
136. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Jibril mendatangi Rasulullah saw. Ketika beliau sedang bermain-main dengan beberapa orang
anak (di masa kecil). Tiba-tiba Jibril memegang dan membaringkan dia, lalu membelah dan mengeluarkan jantung beliau, kemudian
dibuangnya segumpal darah dari jantung itu seraya berkata: Ini
menguntungkan setan dari diri mu. Kemudian dibersihkannya dalam sebuah bejana emas dengan air zamzam. Sesudah itu diletakkannya ditempatnya dan dijahitkannya kembali. Anak-anak yang menyaksikan peristiwa itu
segera lari ke ibu susu beliau, mengabarkan bahwa Muhammad dibunuh orang. Mereka segera mencarinya, dan didapatinya Muhammad masih dalam kondisi pucat. "Kata Anas," Aku melihat bekas jahitan itu di dada Nabi saw. "
137. Abu Dzar r.a. mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bercerita: "Pada suatu ketika, waktu aku masih di Makkah, atap rumah ku tiba-tiba terbuka. Lalu Jibril as turun dan membelah dada ku, kemudian dibersihkannya dengan zamzam. Sesudah itu diambilnya sebuah bejana emas penuh berisi hikmah dan iman,lalu dituangkannya ke dada ku, dan setelah itu dada ku dipertautkannya. Kemudian dipegangnya tangan ku, dan ia membawa ku naik ke langit. Ketika kami sampai di langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit, "Buka pintu!" Tanya penjaga, "Siapa itu?" Jawabnya, "Aku Jibril! Tanya: Apakah orang lainbersama Anda? "Jawab:" Ya, ada! Bersama ku Muhammad saw. "Tanya:" Apakah dia sudah diutus menjadi Rasul? "Jawab:" Ya, dia sudah diutus. "Maka terbukalah pintu untuk kami. Ketika kami telah sampai di langit dunia, tiba-tiba kami melihat seorang pria, yang di kanan kirinya tampak menghitam. Apabiladia melihat ke sebelah kanannya dia tertawa, dan ketika dia melihat ke sebelah kirinya dia menangis. Dia berujar kepada ku, "Selamat datang, hai Nabi dan anak yang saleh." Aku bertanya, "Siapa ini hai Jibril?" Jawab Jibril, "Ini Adam 'alaihissalam. Yang terlihat menghitam di kanan kirinya itu adalahruh anak-cucunya.
Yang sebelah kanan penduduk surga dan yang sebelah kirinya penduduk neraka. Karena itu, kalau dia menengok ke kanan, dia tertawa dan ketika dia menengok ke kiri dia menangis. "Kata Nabi saw. Selanjutnya." Kemudian Jibril membawa ku naik ke langit kedua. Kata Jibril kepada penjaga, "Buka pintu!" Penjagabertanya seperti pertanyaan penjaga langit dunia. Sesudah itu barulah pintu terbuka. Kata Anas bin Malik, "Nabi saw. Menceritakan bahwa di beberapa
langit beliau bertemu berturut-turut dengan para Nabi: Adam, Idris, Isa, Musa dan Ibrahim shalawatullahi 'alaihim ajma'in. Beliau tidak meceritakan selengkapnya bagaimana pertemuan beliau dengan para Nabi itu selain hanya menceritakan pertemuannya dengan Adam as di langit dunia, dan dengan Ibrahimdi langit keenam. "Katanya," Ketika Jibril A.S. bersama Rasulullah saw. lewat di tempat Idris as, Idris mengatakan: Selamat datang wahai Nabi dan anak yang saleh. "Aku bertanya kepada Jibril." Siapa ini? "Jawab Jibril," Ini Idris! "Kata Nabi saw. selanjutnya," Kemudian aku bertemu dengan Musa as "KataMusa kepada ku, "Selamat datang wahai Nabi dan anak yang saleh." Aku bertanya, "Siapa ini?" Jawab Ibril, "Ini Musa!" Kemudian aku bertemu dengan Isa A.S. Kata Yesus, "Selamat datang Nabi dan anak yang saleh." Tanya ku, "Siapa ini?" J awab Jibril, "Ini 'Isa Ibnu Maryam." Cerita Nabi saw. selanjutnya, "Kemudianaku bertemu dengan Ibrahim as "Katanya," Selamat datang wahai Nabi dan anak yang saleh. "Aku bertanya," Siapa ini? "Jawab," Ini Ibrahim! "Kata Ibnu Syihab, Ibnu Hazm mengatakan bahwa Ibnu 'Abbas dan Abu Habbah Al Anshari ra, keduanya berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bercerita: "Kemudianaku dibawa naik ke Mustawa, di mana aku mendengar bunyi coretan kalam. "Kata Ibnu Hazm dan Anas bin Malik, Rasulullah saw. menceritakan: Lalu Allah mewajibkan atas umat ku solat 50 kali sehari semalam. Setelah itu aku kembali membawa perintah itu, dan bertemu dengan Musa as Kata Musa, "Kewajiban apayang diperintahkan Tuhan mu atas umatmu? "Jawab ku,
"Allah memerintahkan solat wajib 50 kali." Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukan sebanyak itu." Karena itu aku kembali kepada Tuhan ku, lalu Tuhan mengurangi sebagian. Sesudah itu aku kembali kepada Musa dan ku ceritakan kepadanya bahwa Tuhan mengurangisebagian. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukan sebanyak itu." Kata Nabi saw., "Aku kembali kepada Tuhan ku (sampai berulang kali) sehingga akhirnya Allah berfirman:" Hanya lima, namun nilainya sama dengan lima puluh; dan putusan ini tidak dapat diubahlagi. "Sesudah itu aku kembali pula kepada Musa. Dia menyuruh ku lagi agar aku kembali kepada Tuhan ku, lantas ku jawab," Aku malu terhadap Tuhan ku. "Kata Nabi saw. selanjutnya," Kemudian aku melanjutkan perjalanan bersama Jibril, sampai sampai ke Sidratul Muntaha. Tempat itu dipelintir dengan anekawarna yang aku tak tahu warna apa namanya. Sesudah itu aku dimasukkan ke surga, yang di dalamnya terdapat kubah-kubah dari permata dan tanahnya dari kasturi. "
138. Dari Malik bin Sha'sha'ah ra, seorang pemimpin dalam kaumnya, katanya Nabi saw. bersabda: "Ketika aku sedang berbaring di tempat tidur dalam keadaan antara tidur dan bangun, tiba-tiba aku mendengar seseorang berbicara, lalu dia mendatangi dan membawa ku pergi. Kemudian aku dibawakannya sebuahbejana emas berisi air zamzam, lalu dibelahnya dadaku dari sini sampai ke sini. Tanya Qatadah, "Hingga mana dibelahnya?" Jawabnya, "Hingga bawah perutnya." Lalu dikeluarkannya hatiku, dan dibersihkannya dengan air zamzam. Sesudah itu diisinya dengan iman dan hikmah. Kemudian aku dibawakannya seekorbinatang berwarna putih yang disebut Buraq ', lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal. Ketika binatang itu melompat, maka lompatannya sejauh mata memandang. Lalu aku dinaikkannya ke punggung binatang itu, dan sesudah itu kami pergi hingga sampai ke langit dunia. Lalu Jibril A.S. mintasupaya dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapa itu?" Jawab Jibril, "Aku Jibril!" Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw.!" Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, sudah!" Sesudah itu barulah penjaga membukakan pintu untuk kami seraya berkata, "Selamat datang tamu agung!" Kata Nabi saw.selanjutnya, "Kemudian kami bertemu dengan Adam as, sesudah itu di langit kedua dengan Isa dan Yahya as, di langit ketiga dengan Yusuf, keempat dengan Idris, dan di langit kelima dengan Harun as Kami terus juga pergi, hingga sampai ke langit keenam. Di sana kami bertemu dengan Musa as Aku memberisalam kepadanya, dan dia menjawab salamku pula. "Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh," ujarnya. Ketika aku telah berlalu darinya, dia menangis. Lalu dia ditanya oleh suara yang didengar, "Kenapa Anda menangis?" Jawab Musa, "Ya Allah, Engkau mengutus anak ini menjadi Rasulsesudahku. Tapi umatnya lebih banyak yang masuk surga dari umatku. "Kemudian kami pergi pula, hingga sampai ke langit ketujuh. Di sana aku bertemu dengan Ibrahim as, dan melihat empat buah sungai yang dua sumbernya terlihat dan yang dua lagi tidak terlihat. Aku bertanya," Ya, Jibril! Sungaiapakah ini? "Jawab Jibril," Dua sungai yang tidak terlihat sumbernya adalah dari surga, sedangkan dua lagi yang terlihat sumbernya, adalah sungai Nil dan sungai Furat. "Kemudian aku dibawa naik ke Baitul Ma'mur. Aku bertanya kepada Jibril," Apa ini? "Jawab Jibril," Ini Baitul Ma'mur. Setiap hari tujuhpuluh ribu malaikat masuk ke dalam, dan ketika mereka keluar mereka tidak akan kembali lagi ke dalam untuk selama-lamanya. "Kemudian aku diberi dua buah bejana, yang satu berisi khamar dan satu lagi berisi susu. Tapi aku justru memilih susu. Katanya," Pilihan Anda sungguh tepat! "Kemudian diwajibkankepada ku solat 50 kali sehari semalam sebagaimana telah diceritakan.
139. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Kami berjalan bersama-sama dengan Rasulullah saw. Antara Makkah dan Madinah, melewati sebuah lembah. Nabi saw. Bertanya," Lembah apa ini? "Jawab para sahabat," Lembah Azraq. "Sabda Nabi saw., "Aku seperti menampak Musa as (Nabi menyebutkan warna kulit Musa,rambutnya, yang kesemuanya tidak hafal
oleh Dawud yang menyampaikan hadis ini). Dia meletakkan dua buah anak jarinya di kedua telinganya, sedang meninggikan suara membaca talbiyah,
ketika dia melalui lembah ini. Kata Ibnu 'Abbas selanjutnya, "Kami terus berjalan hingga sampai ke suatu puncak, lalu Nabi saw. Bertanya:" Puncak apa ini? "Jawab para sahabat," Puncak Harsya' atau puncak Laft '. "Kata Nabi saw.," Aku seolah -olah menampak Yunus sedang mengenderai unta merah. Dia memakaijubah bulu, tali kekang untanya dari serat-serat serabut. Dia melalui lembah sambil membaca talbiyah. 140. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah memperlihatkan kepada ku para Nabi-nabi. Musa terlihat olehku seorang
yang berperawakan mirip dengan kebanyakan pria suku Syanuah. Dan Isa Ibnu Maryam A.S. kulihat mirip dengan 'Urwah bin Mas'ud, dan Ibrahim as mirip dengan sahabatmu ini, yakni diri Nabi saw. sendiri- Kepadaku diperlihatkan juga Jibril A.S. Ketika itu dia kulihat mirip dengan Dihyah (Ibnu Khalifah). "
141. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Menceritakan tentang fitur Al Masih Dajjal. Sabda beliau," Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak picek. Yang picek itu ialah Al Masih Dajjal; matanya yang sebelah kanan picek seperti anggur kering. "Sabda beliau selanjutnya,"Tadi malam aku bermipi dalam tidurku seolah-olah aku berada dekat Ka'bah. Sekonyong-konyong aku melihat seorang pria berkulit putih kemerah-merahan, lebih cantik dari orang-orang cantik yang pernah kulihat. Rambutnya terurai mencapai kedua bahunya, licin bagai meneteskan air layaknya. Dia letakkandua tangannya di atas bahu dua orang pria yang mengiringnya, padahal dia sedang melakukan thawaf di Ka'bah. Lalu aku bertanya, "Siapa ini?" Jawab mereka, "Al Masih Ibnu Maryam!" Kemudian, kulihat pula dibelakangnya seorang pria berambut keriting. Matanya yang sebelah kanan picek seperti Ibnu Qathanyang pernah Anda lihat. Dua orang pria meletakkan tangan di kedua bahunya, dan dia sedang thawaf. Aku bertanya, "Siapa itu?" Jawab mereka, "Al Masih Dajjal!"
142.Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketika aku sedang berada di Hijir, orang-orang Quraisy bertanya kepada ku tentang peristiwa Isra'dan Mikraj. Antara lain mereka menanyakan data-data tentang Baitul Makdis. Aku sangat merasa kesulitan, karena aku tidak bisa menerangkannyadengan baik. Lalu Allah memperlihatkan masjid itu kepada ku dengan jelas, sehingga aku dapat menjawab segala pertanyaan mereka dengan tepat. Aku teringat pula ketika aku berada diantara para nabi. Ketika itu Nabi Musa A.S. sedang shalat. Dia seorang pria yang gagah perkasa, bagai kebanyakan priaSyanuah. Begitu pula Isa Ibnu Maryam sedang shalat. Dia terlihat mirip dengan Urwah bin Mas'ud Ats Tsaqafi. Ibrahim juga shalat. Dia lebih mirip dengan sahabatmu ini-yakni diri dari Nabi saw. sendiri. Ketika waktu shalat tiba, akulah yang mengimami mereka. Setelah selesai shalat, lantas ada yang berkata,"Ya, Muhammad! Ini adalah malaikat penjaga neraka. Ucapkanlah salam kepadanya." Aku menoleh kepadanya. Tapi dia telah mendahului ku mengucapkan salam. "
143. Dari Masruq ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika aku duduk dekat 'Aisyah ra, dia berkata kepada ku," Hai, Abu' Aisyah! Ada tiga hal, barangsiapa mengatakan salah satu di antaranya, maka berarti orang itu mengatakan suatu kebohongan besar terhadap Allah. "Aku bertanya," Apakah itu? "Jawabnya,(1) Siapa yang mengatakan bahwa Muhammad saw. pernah melihat Tuhannya, maka dia itu sesungguhnya
telah mengadakan kebohongan besar terhadap Allah. Kata Masruq, "Ketika itu aku sedang bersandar, lalu aku duduk seraya berkata:" Ya, Ummul
Mukminin! Tunggu sebentar, dan jangan terburu-buru. Bukankah Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman: "Sesungguhnya dia telah melihatnya ditepi langit yang terang". (Takwir: 23) "Sesungguhnya dia telah melihatnya di waktu yang lain". (An Najm: 13) Jawab 'Aisyah, "Akulah orang yang pertama-tama dari umatini yang menanyakan masalah itu kepada Rasulullah saw. "Beliau bersabda," Sesungguhnya yang terlihat itu adalah Jibril. Aku belum pernah melihatnya dalam bentuknya yang asli selain dua kali itu. Ketika ia turun dari langit, sebagian tubuhnya tertutup antara langit dan bumi. "Kata 'Aisyah selanjutnya,"Belum Anda dengarkah firman Allah yang mengatakan:" Penglihatan tidak sampai kepada-Nya, tetapi Dia mengetahui segala penglihatan. Dia itu lemah-lembut dan Maha Tahu ". (An'am: 103)" Dan tidak ada seorang pun akan dapat berkata-kata dengan Allah, melainkan dengan wahyu, atau di balik tabir, atau dikirim-Nyautusan, lalu dengan izin-Nya diwahyukan-Nya apa yang dikehendaki-Nya: sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana ". (Syura: 51) Kata 'Aisyah melanjutkan: (2) Orang yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. menyembunyikan sesuatu ayat dari Kitab Allah (tidak disampaikannya). Maka orang itu sesungguhnyatelah melakukan kebohongan besar terhadap Allah. Firman Allah: "Hai, Rasul! Sampaikanlah apa yang diwahyukan kepada mu dari Tuhanmu! Ketika itu tidak engkau lakukan, berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya (tidak menjalankan tugas dari-Nya".) (Al Maidah: 67) (3) Orang yang mengatakan bahwa Rasulullahsaw. tahu apa yang akan terjadi esok. Orang itu sungguh-sungguh telah mengadakan suatu kebohongan besar terhadap Allah. Firman Allah: "Katakanlah: Tidak seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui apa yang tersembunyi, melainkan Allah." (Naml: 65)
144. Dari Masruq ra, katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra," Bagaimana pendapat Anda tentang firman Allah: Kemudian dia mendekat dan bertambah dekat. Maka jaraknya kini hanya antara dua anak panah, atau lebih dekat. Lalu Dia mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang akan diwahyukan-Nya. "(An Najm:8:10) Jawab 'Aisyah, "Itu adalah Jibril' alaihis salam. Dia biasanya datang dalam bentuk seorang pria, tetapi kali ini dalam bentuknya yang asli, sehingga menutupi ufuk langit." 145. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw.," Apakah Anda melihat Allah? "Jawab beliau," Dia MahaCahaya, bagaimana aku bisa melihat-Nya? "
146. Dari Abu Musa ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami empat hal: (1) Allah 'azza wa jalla tidak pernah tidur, dan mustahil Dia tidur. (2) Allah yang menentukan tinggi atau rendahnya nilai amal seseorang. (3) Allah menerima amal yang diperbuat seseorang di waktumalam pada siang hari, dan menerima amal siang di waktu malam. (4) Tirai-Nya adalah cahaya. (Didalam riwayat Abu Bakar perawi lain - disebutkannya api). Jikalau tirai itu dibuka, maka terbakarlah segala yang ada, di mana penglihatan Allah sampai kepada-Nya.
147. Dari Qais ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada dua surga, bejana dan furnitur-furnitur di dalamnya terbuat dari perak, dan dua surga,
bejana dan furnitur-furnitur di dalamnya terbuat dari emas. Penghalang
pandangan antara orang banyak dengan Tuhan mereka adalah tabir kebesaran yang menutup pemandangan memandang ke wajahNya di surga 'Adan. "
148. Dari Shuhaib ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman kepada mereka:" Apakah kamu semua membutuhkan sesuatu yang perlu
Aku tambah untukmu? "Jawab mereka," Bukankah muka kami telah putih megah? Bukankah kami telah Engkau masukkan ke surga dan Engkau bebaskan dari neraka? "Kata Rasulullah saw. Selanjutnya," Lalu Allah membukakan tabir yang menutupinya. Sekonyong-konyong penduduk surga merasakan nikmat yangtiada taranya, selain memandang Allah 'azza wa jalla. "
149. Dari 'Atha' bin Yazid Al Laytsi ra, katanya Abu Hurairah ra,
mengabarkan kepadanya, bahwa orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah kami melihat Tuhan kami nanti di hari kiamat?" Jawab Rasullullah saw., "Apakah kamu mendapatkan kesulitan melihat bulan purnama di malam empat belas?" Jawab mereka "Tidak, ya Rasulullah!" Tanya, "Apakah kamu merasa sulitmelihat matahari di langit tak berawan? "Jawab mereka," Tidak, ya Rasulullah! "Sabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya Anda semua akan melihatNya nanti seperti itu. Di hari kiamat kelak, Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Dia berfirman: "Siapa yang menyembah selain Aku, hendaklah dia mengikutinya! 'Maka siapa yang menyembah matahari, diikutinya matahari, siapa yang menyembah bulan diikutinya bulan, dan siapa yang menyembah berbagai berhala, diikutinya pula berhala-berhala itu. Maka tinggallah umat ini (orang-orang mukmin), yang di dalamnya termasuk pula orang-orang munafik. Allah Tabaraka wa Ta'alamendatangi mereka dalam bentuk lain yang tidak mereka kenal. Lalu Allah berfirman, "Akulah Tuhanmu! (Ikutilah aku!)" Jawab mereka, "Kami berlindung dengan Allah dari tipu-dayamu. Kami akan tetap di tempat kami ini sampai Tuhan kami datang menjemput kami. Bila Tuhan kami telah datang, kami akan mengenal -nya. "Maka datanglah Allah Ta'ala dalam bentuk yang mereka kenal, seraya berfirman, "Akulah Tuhanmu!" Jawab mereka, "Ya, Engkaulah Tuhan kami!" Kata Nabi saw. melanjutkan, "Lalu disajikan titian pada kedua sisi neraka jahanam. Aku dan umatkulah yang pertama-tama melewati titian itu. Pada hari itu tidakada yang diperkenankan berbicara kecuali para Rasul. Do'a mereka itu, "Wahai, Allah! Selamatkanlah! Selamatkanlah!" Di dalam neraka jahanam ada semacam kaitan seperti pancing, runcing bagaikan duri sa'dan. Pernahkah Anda semua melihat duri Sa'dan? Jawab mereka, "Pernah, ya Rasulullah!" Sabda Nabi saw.,"Nah! Seperti duri Sa'dan itu tetapi tidak terkira-kirakan besarnya, selain hanya Allah yang dapat mengetahuinya. Kaitan itu akan mengait setiap umat man usia yang lewat di jembatan itu tersebab amal perbuatan mereka. Orang-orang yang beriman akan terlepas dari bahaya itu sesuai dengan amal mereka, danada pula yang dihukum beberapa lama, sampai ia bebas dari hukuman itu. Setelah Allah selesai mengadili perkara para hamba-Nya, Ia ingin mengeluarkan dengan rahmat-Nya penduduk neraka yang dikehendaki-Nya, lalu Dia memerintahkan para malaikat agar mengeluarkan orang-orang yang tidak mempersekutukan-Nyadengan yang lain-lain. Yaitu orang yang mengakui tidak ada Tuhan selain Allah. Para malaikat mengenal mereka yang di neraka itu dengan tanda-tanda bekas sujud. Sesungguhnya api memakan tubuh anak Adam di neraka, selain bekas sujud. Karena Allah mengharamkan bagi api memakan tanda bekas sujud itu. Lalumereka dikeluarkan dari neraka dalam kondisi hangus. Kemudian mereka disiram dengan air kehidupan, dan mereka dapat hidup bagaikan bibit tanaman yang tumbuh di atas lumpur yang dibawa banjir. Setelah semuanya selesai dirilis, ternyata masih ada ketinggalan seorang pria yang menghadapkan mukanyake neraka. Itulah penduduk surga yang
terakhir sekali masuk surga. Orang itu berkata, "Wahai Tuhan! Palingkanlah wajah ku dari neraka ini, karena anginnya terasa bagaikan racun dan nyalanya serasa membakar diriku." Dia selalu mendo'a kepada Allah. Kemudian Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: "Jika Aku kabulkan permintaanmu itu, apakahkamu akan meminta pula yang lain-lain? "" Tidak! Aku tidak akan meminta lagi yang lain-lain, "katanya berjanji. Lalu dengan kehendak Allah, mukanya terpaling dari neraka. Setelah dia menghadap dan melihat ke surga, dia terdiam beberapa lamanya, lalu berkata," Wahai Tuhanku! Bawalah aku ke pintu surga.Maka berfirman Allah kepadanya, "Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta lagi pada-Ku selain apa yang telah Kuberi? Celaka engkau, hai anak Adam. Engkau tepat penipu." Tetapi orang itu terus mendoa dan mendoa, sehingga akhirnya Allah berfirman kepadanya, "Berjanjilah, jika permintaanmuitu Aku kabulkan, kamu tidak akan meminta lagi yang lain-lain. "" Tidak! Demi kebesaran-Mu, "kata orang itu berjanji. Lalu dia dibawa ke pintu surga. Setelah ia sampai di sana, pintu itu terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas segala isinya berupa kenikmatan dan kebahagiaan. Karenaitu dia terdiam pula seketika, kemudian dia mendoa pula, "Wahai, Tuhan ku! Masukkanlah aku ke surga!" Firman Allah Tabaraka wa Ta'ala, "Bukankah engkau sudah berjanji tidak akan meminta lagi selain apa yang telah Kuberikan?
Celaka engkau hai anak Adam! Alangkah penipunya kamu! "Jawab orang itu,
"Wahai, Tuhan ku! Janganlah aku dijadikan makhluk-Mu yang celaka!" Dia
selalu mendo'a dan mendo'a seperti itu, sehingga Allah tertawa karena gembira-Nya. Maka berfirman Allah, "Masuklah kamu ke surga!". Setelah dia berada di surga, Allah berfirman pula kepadanya, "Mintalah apa yang kau inginkan!" Lalu dia memohon segala yang diinginkannya, sehingga Allah mengingatkannya(Membatasi) ini dan itu. Setelah permintaannya terkabul semuanya, Allah Ta'ala berfirman pula kepadanya, "Semua permintaanmu telah Kukabulkan, bahkan akan Ku-tambah sebanyak itu lagi (menurut hadis Abu Sa'id ra bahkan Allah menambahkan sepuluh kali lipat permintaannya)."
150. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekurang-kurang posisi seseorang di surga, adalah firman Allah
kepadanya: Mintalah apa yang kamu inginkan! "Maka dimintanya apa yang diinginkannya. Kemudian Allah berfirman pula," Apakah permintaan mu yang lain? "" Ya, ada! "jawabnya. Maka berfirman Allah kepadanya," Untuk mu segala yang kamu inginkan dan ku tambah sebanyak itu pula. "
151. Dari Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku tahu penduduk neraka yang terakhir keluar dari neraka, dan penduduk surga yang terakhir masuk surga. Yaitu orang yang keluar dari neraka sambil merangkak. Allah Ta'ala berfirman kepadanya," Pergilah dan masuklah ke surga! "Lalu dia pergi ke surga. Tapi terbayang kepadanya surga telah penuh. Karena itu dia kembali kepada Tuhan dan berkata, "Ya, Tuhan ku! Kudapati surga telah penuh." Firman Allah swt., "Pergilah dan masuklah ke surga!" Dia pun pergi ke surga. Sementara itu terbayang pula kepadanya surga telah penuh.Karena itu dia kembali pula kepada Tuhannya seraya berkata, "Ya, Tuhan ku. Kudapati surga telah penuh." Allah berfirman pula kepadanya, "Pergilah, dan masuklah ke surga!" Kemudian dia pergi. Tapi tetap terbayang olehnya
surga telah penuh. Maka dia kembali lagi seraya berkata, "Ya, Tuhan ku!
Kudapati surga telah penuh. "Allah berfirman kembali," Pergilah, dan masuklah ke surga. Untukmu tersedia tempat sepuluh kali luas dunia. "Kata orang itu," Apakah Engkau tidak mengolok-olokku? Engkau adalah Maha Raja. "Kata Abdullah menambahkan," Aku melihat Rasulullah saw. tertawa, sehingga tampakgigi beliau. "Beliau bersabda," Dikatakan kepadaku, itulah tempat penduduk surga yang paling rendah, "
152. Jabir bin Abdullah r.a. mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengeluarkan suatu kaum dari neraka karena syafa'at (pembelaan)."
153. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Nanti pada hari kiamat, Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia. Ketika itu mereka saling berkata satu sama lain." Bagaimana kalau kita mohon syafa'at kepada Tuhan kita, semoga Dia membebaskan kita dari tempat ini? "Lalu mereka pergikepada Adam A.S. dan berkata, "Anda adalah Adam, bapa seluruh umat manusia. Anda diciptakan Allah dengan tanganNya sendiri, kemudian ditiupkan-Nya ruh ke tubuh Anda, dan disuruhnya malaikat sujud kepada Anda, lalu mereka sujud. Tolonglah kami memohonkan kelapangan kepada Allah, semoga kami dibebaskandari kesengsaraan yang kami derita ini. "Jawab Adam as," Aku tidak sanggup menolong kamu semua. "Lalu Adam menceritakan kesalahannya, yang menyebabkan dia malu kepada Allah." Namun begitu, "kata Adam," Cobalah datang kepada Nuh as, Rasul pertama yang pernah diutus Allah. "Mereka pergi ke Nuhas, tetapi Nuh juga mengatakan tidak sanggup membela mereka karena dia malu kepada Tuhannya sehubungan dengan kesalahannya. Namun dia menganjurkan supaya mereka datang kepada Ibrahim as, yang dijuluki dengan 'Khalilullah' (Kekasih Allah). Mereka pergi ke Ibrahim as, tetapi Ibrahim juga mengatakan,"Aku tidak sanggup menolong mu, karena aku malu kepada Tuhan ku karena kesalahan ku.
Cobalah datang ke Musa as "Nabi Musa juga menyesal tidak sanggup menolong mereka, karena dia malu kepada Tuhannya sehubungan dengan kesalahannya. Dia menganjurkan supaya mereka datang kepada 'Isa
Ruhullah wa kalimatuhu (ruh Allah dan kalimat). Lalu mereka pergi ke Nabi 'Isa as, tetapi ia berkata pula, "Aku tidak berwenang menolong kamu semua. Pergilah kepada Muhammad saw., Seorang hamba Allah yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang lama maupun yang baru." Kata Nabi saw. selanjutnya,"Karena itu mereka mendatangi ku. Lalu aku mohon izin kepada Allah, dan Allah memberi izin kepada ku. Karena itu aku langsung sujud kepadaNya, sedangkan Allah membiarkan ku sujud sampai lama sekali. Kemudian Dia berfirman," Hai, Muhammad! Angkatlah kepala mu! Berbicaralah! Bicara mu akan didengar. Mintalah!Permintaan mu akan dikabulkan. Tolonglah! Pembelaan mu akan diterima. "Maka ku angkat kepala ku, seraya memuji Tuhan ku dengan puji-pujian yang diajarkannya kepada ku. Kemudian ku mohonkan pembelaan bagi umat manusia, sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah bagi ku. Sesudah itu aku keluarkanmereka dari neraka lalu ku masukkan ke surga. Sesudah itu aku sujud kembali, dan Allah membiarkan ku sujud sampai lama. Setelah itu Dia berfirman, "Hai, Muhammad! Angkatlah kepala mu! Berbicaralah! Bicara mu akan didengar. Mintalah! Permintaan mu akan dikabulkan. Belalah! Pembelaan mu akan diterima,"Lalu ku angkat kepala ku seraya memuji Tuhan ku dengan puji-pujian yang diajarkan Allah kepada ku. Sesudah itu barulah ku mohonkan pembelaan bagi umat manusia, sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah bagi ku. Lalu aku keluarkan mereka dari neraka dan ku masukkan ke surga. Kata Nabi saw.
melanjutkan, "Aku lupa, apakah kali yang ketiga atau yang keempat, di mana sesudah itu aku berkata:" Ya, Allah! Tidak ada lagi yang tinggal dalam neraka, kecuali orang-orang yang memang ditentukan Al Qur'an harus tetap tinggal di dalamnya. "
154. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Akan dikeluarkan dari neraka, orang yang mengucapkan 'La ilaaha illallah', sedangkan dalam hatinya ada iman seberat biji gandum. Kemudian orang yang mengucapkan 'La ilaaha illallah', dan di dalam hatinya ada iman seberat beras. Kemudian yang mengucapkan 'La ilaaha illallah 'dan di dalam hatinyaada iman seberat debu. "
155. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu hari dibawa orang kepada Rasulullah saw. Masakan daging kesukaan beliau, lalu dimakannya. Sesudah makan beliau bersabda," Aku adalah pemimpin umat manusia di hari kiamat. Tahukah Anda, mengapa Allah mengumpulkan semua umat sejak yang pertama-tama sampaiyang terakhir di dalam satu lapangan? Di sana diperdengarkan kepada mereka teriak orang memanggil-manggil, yang menyebabkan segala pemandangan tertuju kepada mereka; matahari dekat sekali kepada mereka, sehingga mereka keluh-kesah karena tak sanggup menanggung derita. Mereka berkata sesamanya, "Tidakkahkamu pikirkan derita yang kamu alami, mengapa tidak kamu cari orang yang dapat membelamu di hadapan Tuhanmu? "Berkata yang lain," Datanglah kepada Adam! "Mereka pergi ke Adam, lalu kata mereka," Wahai, Adam! Anda adalah Bapa manusia yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya sendiri. Kemudian ditiupkan-Nyaruhnya di tubuh Anda, dan diperintahkan-Nya malaikat supaya sujud kepada Anda, lalu mereka sujud. Belalah kami di hadapan Tuhan mu. Bukankah Anda telah menyaksikan bagaimana pedihnya penderitaan yang kami alami ini. "Jawab Adam," Sesungguhnya pada hari ini Tuhan sangat marah kepada ku. Tidak pernahDia marah semarah ini. Dia melarang ku mendekati sebatang pohon, tetapi aku mendurhakai-Nya. Wahai, aku salah! Aku salah! Karena itu pergilah ke yang lain. Pergilah kepada Nuh! "Mereka pergi ke Nuh, seraya berkata," Anda adalah Rasul yang pertama-tama dikirim ke bumi. Dan Allah menjuluki Andadengan 'Abdan Syakuran' (hamba yang bersyukur). Belalah kami di hadapan Tuhan Anda. Bukankah Anda telah melihat bagaimana pedihnya derita kami? "Jawab Nuh kepada mereka," Sesungguhnya Tuhan ku sangat marah hari ini. Tidak pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. Aku mengemban tugas memanggil umatku (ke dalam agama Allah). Tapi apalah daya ku, aku berdoa agar umat ku dimusnahkan. Karena itu pergilah kepada Ibrahim as! "Karena itu mereka datang kepada Ibrahim, lalu berkata," Anda adalah 'Nabiyullah wa Khaliluhu' (Nabi Allah dan kekasih-Nya) dari penduduk bumi. Karena itu tolonglah kami di hadapanTuhan Anda. Bukankah Anda telah melihat penderitaan kami sudah sampai di puncaknya? "Ibrahim menjawab kepada mereka," Sesungguhnya Tuhan ku sangat marah pada ku hari ini. Tidak pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. "Lalu dia menyebutkan beberapa kebohongannya dan sesudah
itu dia berkata, "Wahai, malang diri ku! Malang diri ku! pergilah kamu sekalian kepada Musa as!" Mereka pun pergi mendatangi Musa A.S. dan berkata kepadanya, "Hai, Musa! Anda adalah Rasulullah wa Kalimatuhu (Rasul Allah dan kawan-Nya berbicara). Belalah kami di hadapan Tuhan mu. Bukankah Anda telahmenyaksikan derita kami sudah sampai dipuncaknya? "Jawab Musa as," Sesungguhnya Tuhan ku sedang marah hari ini. Belum pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. Aku pernah membunuh orang yang tidak diperintahkan membunuhnya. Wahai, malang kiranya aku, malang kiranya aku! Karena itu temuilah 'Isaas "Mereka pergi ke 'Isa lalu berkata," Hai,' Isa! Anda adalah Rasulullah. Dan Anda bersedia berbicara dengan manusia selagi Anda masih dalam ayunan. Dan Anda Kalimah Allah yang ditujukan-Nya kepada Maryam serta setiup ruh dari-Nya. Belalah kami di hadapan Tuhan Anda. Bukankah Anda telah melihatpenderitaan kami sudah sampai di puncaknya? "Jawab 'Isa kepada mereka," Sesungguhnya Tuhan ku sedang marah hari ini. Tidak pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. "Tetapi 'Isa tidak menyebutkan dosanya. Dia berkata," Wahai, malang kiranya aku. Karena itu pergilah ke yang lain. Pergilah keMuhammad saw. "Lantas mereka datang kepada ku, lalu berkata," Ya, Muhammad! Anda adalah Rasulullah dan penutup segala Nabi. Allah telah mengampuni dosa Anda yang lama dan yang baru. Karena itu tolonglah kami di hadapan Tuhan anda.Bukankah Anda telah melihat penderitaan kami sudah sampai di puncaknya? "Mendengar permintaan mereka itu, maka aku pergi sampai tiba di bawah 'Arasy. Di sana aku sujud kepada Tuhan ku. Lalu Allah membukakan hijab bagi ku serta mengilhamkan kepada ku kalimah-kalimah pujian dan sanjungan-sanjungan yang indah terhadap-Nya, yang belum pernah diajarkan-Nya kepada orang lainsebelum ku. Kemudian Allah berfirman, "Ya, Muhammad! Angkatlah kepalamu! Mintalah! Permintaanmu akan dikabulkan. Belalah! Pembelaanmu akan diterima." Maka ku angkat kepala ku seraya berkata, "Wahai, Tuhan ku! Umat ku! Umat ku!" Lalu difirmankan Allah kepada ku, "Ya, Muhammad! Masukkanlah ke surga umatmuyang tidak perlu lagi dihisab (diadili), melalui pintu-pintu sebelah kanan, sedangkan yang lain, secara bersama-sama dari pintu-pintu yang lain. "Demi Allah, yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga itu adalah sekitar sejauh antara Makkah denganHajar atau antara Makkah dengan Bushra. "
156. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama-tama jadi pembela di surga kelak. Dan aku adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya dari para nabi."
157. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama-tama menjadi pembela di surga. Tidak seorang pun di antara para Nabi yang memiliki pengikut sebanyak umat ku. Bahkan ada Nabi yang pengikutnya hanya seorang."
158. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku akan datang nanti ke surga, lalu kuminta agar pintu dibukakan. Penjaga bertanya," Siapa Anda? "Jawab ku," Muhammad! "Lalu kata penjaga," Aku diperintahkan untuk tidak membuka pintu ini sebelum Anda datang. "
159. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Setiap Nabi memiliki do'a mustajab (do'a yang pasti diperkenankan).
Karena itu, para Nabi segera memanfaatkan doanya itu, tetapi aku akan
kumanfaatkan nanti untuk membela umat ku di hari kiamat. Insya Allah doaku itu akan mencapai setiap umat ku yang mati dengan tidak menyekutukan Allah. "
160. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Setiap Nabi memiliki doa yang segera didoakannya untuk menolong
umatnya, lalu doanya itu diperkenankan Allah. Tapi aku, Insya Allah akan mengundurkan doaku itu untuk membela umat ku kelak di hari kiamat. "
161. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash ra, katanya: "Nabi saw. Membaca firman Allah yang menyebutkan doa Ibrahim as:" Ya, Tuhan ku! Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan manusia maka siapa yang mengikuti ku, sesungguhnya orang itu termasuk golongan ku "(Ibrahim: 36) Dan doaIsa A.S. "Jika Engkau siksa
mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu, dan jika Engkau ampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(Maidah: 118). Lalu Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya seraya berkata," Allahuma, ummati, ummati! " (Wahai Allah! umat ku! umat ku!) Dan sesudahitu Nabi saw. menangis. Maka berfirman Allah Azza wa Jalla kepada Jibril as, "Hai, Jibril! Pergilah kepada Muhammad! Dan sesungguhnya Tuhanmu Maha Tahu, Tanyakan kepadanya
kenapa dia menangis. "Maka pergilah Jibril kepada Nabi saw. menanyakan kenapa dia menangis. Rasulullah saw. lalu menceritakan kepada Jibril kenapa dia menangis dan mengatakan: Padahal Allah Maha Tahu. Maka firman Allah," Hai, Jibril! Pergilah kepada Muhammad, katakan kepadanya: "Aku akan memungkinkanmu membela umatmu dan tidak akan mengecewakanmu. "
162. Dari Anas ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Di mana tempat ayahku? "Jawab Nabi saw.," Di neraka! "Ketika orang itu berlalu, Nabi saw. Memanggilnya kembali seraya bersabda," Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka! "
163. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Allah menurunkan ayat:" Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat "(Syu'ara: 214)
Karena itu Rasulullah saw. memanggil orang-orang Quraisy. Setelah mereka berkumpul, ternyata mereka ada dua kelompok, yaitu umum dan khusus. Karena itu Nabi saw. bersabda: "Hai, Bani Ka'ab bin Luay! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Bani Murrah bin Ka'ab! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai,Bani 'Abdu Syams! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai Bani 'Abdu Manaf! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Bani Hasyim! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Bani Abdul Muththalib! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Fathimah! Selamatkanlah diri mu dari neraka! "Sesungguhnya aku tidakkekuasaan
apa-apa untuk membelamu di hadapan Allah kelak, selain hubungan keluarga yang hanya dapat ku penuhi sebaiknya di dunia ini saja. "
164. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Tatkala ayat: Wa andzir' asyiratakal aqrabin '(Syu'ara: 214) diturunkan Allah swt., Rasulullah saw. Berdiri di atas bukit Shafa, lalu beliau bersabda:" Hai, Fathimah binti Muhammad ! Hai Shafiyah binti Abdul Muththalib! Hai, Bani 'Abdul Muththalib! Aku tidak kuasaapa-apa untuk membelamu sekalian di hadapan Allah kelak. Karena itu, kecuali sedikit harta yang kumiliki mintalah kepada ku jika kamu membutuhkan! "
165. Dari Ibnu 'Abbas ra., Katanya: "Ketika diturunkan Allah ayat:' Wa andzir 'asyiratakal aqrabin' (Dan berilah peringatan keluargamu yang terdekat), maka Rasulullah saw. Naik ke puncak bukit Shafa, lalu di sana ia berteriak," Hai, kemarilah segera! "Kata mereka," Siapa yang berteriak memanggil-manggilitu? "Jawab mereka," Muhammad! "Lalu mereka berkumpul ke dekatnya. Setelah mereka berkumpul di dekat Nabi saw., beliau berpidato:" Hai, Bani Fulan! Hai, Bani Fulan! Hai, Bani Fulan! Hai, Bani 'Abdu Manaf! Hai, Bani Abdul Muththalib! Bagaimana pendapat anda semua, kalau aku memberitahukan pada anda semuasekarang ini, bahwa seekor kuda bakal muncul dari kaki bukit itu. Apakah Anda semua percaya atau tidak? "Jawab mereka," Setahu kami, Anda tidak pernah dusta! "Sabda Nabi saw.," Maka sekarang aku akan mengingatkan Anda semua, bahwa di depan kita menunggu siksa-derita yang amat dahsyat. "Kata AbuLahab ,"Biar celaka kamu, hai Muhammad! Apakah untuk ini kamu mengumpulkan kami?" Sesudah itu dia pergi. Lalu turun ayat Al Lahab: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta-bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yangbergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. "(Lahab: 1 - 5)
166. Dari 'Abbas bin' Abdul Muthalib ra, katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw .: "Ya, Rasulullah! Apakah bermanfaat kepada Abu Thalib kasih-sayang dan pembelaannya terhadap Anda?" Jawab Rasulullah saw., "Ada! Dia berada dalam neraka dengan kedalaman sebatas mata kail. Kalaulah bukan karena pembelaankukepadanya, dia berada di tingkat yang paling bawah dalam neraka. "
167. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Paling kurang siksa penduduk neraka adalah siksa yang diderita Abu Thalib. Dia memakai sepasang terompah yang membuat otaknya mendidih."
168. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw." Ya. Rasulullah! Ibnu Jud'ad di masa jahiliyah gemar menghubungkan silaturrahim dan memberi makan orang-orang miskin. Dapatkah amalnya itu bermanfaat kepadanya? "Jawab beliau," Tidak! Karena dia tidak pernah mengucapkan selama hidupnya:'Wahai, Allah! Ampunilah segala dosaku di hari kiamat kelak. "169. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Ada tujuh puluh ribu orang umat ku yang akan masuk surga tanpa dihisab (diadili). "Mendengar sabda Nabi itu, lalu seorang pria mengatakan , "Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allahsemoga aku termasuk di antara mereka. "Maka Nabi saw. lalu mendoakannya," Wahai, Allah! Masukkanlah dia diantara mereka! "Pria yang lain meminta pula," Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah, semoga aku termasuk di antara mereka. "Jawab Rasulullah saw.," Engkau telah didahului 'Ukasyah. "
170. Dari Sa'id bin Musayyab, Abu Hurairah r .a. mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti akan masuk surga satu rombongan umat ku, terdiri dari tujuh puluh ribu orang. Muka mereka bersinar-sinar bagaikan cahaya bulan purnama. Kata Abu Hurairah selanjutnya," Mendengar sabdaNabi itu, 'Ukasyah bin Mihshan Al Asadi langsung berdiri sambil mengacungkan tangannya dan berkata: "Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah, semoga aku termasuk dalam rombongan mereka." Lalu Rasulullah saw. mendoakannya, "Wahai, Allah! Masukkan dia di antara mereka." Kemudian berdiri pula seorangpria Anshar, katanya, "Ya, Rasulullah! Doakan pulalah kepada Allah, semoga aku termasuk di antara mereka." Sabda Rasulullah saw., "Ukasyah telah mendahului Anda."
171. Dari 'Imran Ibnu Hushain ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak, akan masuk surga tujuh puluh ribu orang umat ku tanpa diperiksa. Para sahabat bertanya," Siapa mereka itu ya, Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw.," Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat memakai mantra, tidak mempercayaisuara burung (tathayyur), tidak berobat dengan tusukan besi panas (Kai) tetapi mereka tawakal kepada Tuhan mereka. "
172. Dari Abu Hazim, dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya Rasulullah
saw. bersabda: "Kelak, akan masuk surga tujuh puluh ribu orang umat ku,
sambil berpegang-pegangan tangan satu sama lain. Mereka masuk bersamaan, tidak dahulu mendahului; wajah mereka bercahaya-cahaya bagaikan bulan purnama. "
173. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda
kepada kami, "Sukakah Anda semua menjadi seperempat penduduk surga?" Kami menjawab dengan takbir, "Allahu akbar!" Nabi saw. bersabda, "Aku berharap supaya Anda menjadi seperdua penduduk surga. Perlukah aku terangkan sebabnya? Alasannya adalah, karena orang muslim dibandingkan dengan orang kafir adalahbagaikan bulu hitam di tubuh sapi putih. "
.
174. Dari Abu Malik Al Asy'ari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kebersihan itu sebagian dari iman. Membaca 'Alhamdulillah' pahalanya sepenuh timbangan. Membaca 'Subhanallah wal hamdulillah', pahalanya sepenuh ruang antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah
itu adalah bukti sabar itu adalah sinar Qur'an akan menjadi hujjah (alasan) bagi mu atau alasan yang ditujukan kepada mu. Setiap orang pagi-pagi menjual dirinya, ada yang menyelamatkannya dan ada pula yang merusaknya. "
175. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah
saw. bersabda: "Tidak diterima shalat seseorang tanpa suci, dan tidak diterima sedekah yang berasal dari kejahatan (seperti mencuri, menipu, menggelapkan atau korupsi, rompak, judi dan sebagainya).
176. Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasulullah saw, bersabda: "Tidak diterima shalat seseorang kamu, bila berhadas, sebelum dia berwudhu lebih dahulu."
177. Humran, hamba sahaya 'Usman bin Affan r.a. menceritakan, bahwa 'Usman minta air untuk berwudhu. Mula-mula dicucinya kedua telapak tangannya tiga kali. Sesudah itu dia berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian dia mencuci muka tiga kali. Sesudah itu mencuci tangan kanan sampai sikutiga kali. Sesudah itu mencuci tangan kiri seperti yang kanan. Kemudian menyapu kepala. Kemudian mencuci kaki
kanan sampai dua mata kaki tiga kali. Kemudian mencuci kaki kiri seperti yang kanan. Sesudah itu dia berkata, "Seperti itulah ku lihat Rasulullah saw. Berwudhuk. Sesudah itu Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa berwudhu seperti wudhu ku ini, dan kemudian dia shalat dua rakaat tanpa berbicara dengan dirinyasendiri (tanpa berangan-angan), diampuni Allah dosa-dosanya yang terdahulu. "
178. Dari 'Utsman bin' Affan ra, ketika itu dia sedang berada di
halaman masjid, maka terdengar azan 'Ashar, lalu dia berwudhu.
Sesudah wudhuk dia berkata: "Demi Allah Akan ku sampaikan kepada Anda
sebuah hadis; yang kalau bukan karena suatu ayat dalam Al Qur'an
yang memerintahkan agar menyampaikannya, tidak akan ku sampaikan
kepada Anda. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada seorang pun pria muslim yang berwudhu, lalu dibagus-baguskannya wudhuknya itu, sesudah itu dia shalat, niscaya di ampuni Allah dosa-dosanya yang terjadi antara sholatnya itu dengan shalat berikutnya."
179. Dari 'Usman ra, katanya, mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Setiap orang muslim, ketika tiba waktu shalat wajib, lalu dia wudhu sesempurna mungkin, sesudah itu dia shalat sekhusyu 'mungkin, niscaya Allah menghapus dosa-dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar. Demikianlahhalnya sepanjang masa. "
180. Dari Humran, maula 'Usman bin' Affan r.a. katanya: "Pada
suatu hari 'Usman bin' Affan berwudhu dengan sempurna. Kemudian dia berkata, "Aku melihat Rasulullah saw. Berwudhuk, maka disempurnakannya wudhuknya itu sebagus-bagusnya, kemudian beliau bersabda:" Siapa yang berwudhu seperti itu, kemudian dia pergi ke masjid tanpa ada yang mendorongnya selain shalat,niscaya diampuni Allah dosanya yang telah lalu. "
181. Dari 'Utsman bin' Affan ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berwudhu untuk shalat, dan disempurnakannya wudhuknya itu sebagus-bagusnya, sesudah itu dia pergi shalat wajib berjama'ah dengan orang di masjid, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya."
182. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat yang lima, begitu pula shalat Juma'at ke Juma'at berikutnya, dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi antara semuanya selama tidak terbuat dosa-dosa besar!"
183. Dari 'Uqbah Ibnu' Amir ra, katanya: "Pada suatu ketika kami bertugas menggembalakan unta. Ketika giliranku jaga, senja hari unta-unta ku halau pulang ke kandang. Kudapati Rasulullah saw. Sedang berbicara dengan orang banyak. Di antara kata- kata beliau yang dapat ku tangkap ketika itu, ialah: "Setiaporang muslim yang berwudhu, lalu disempurnakannya wudhuknya sebagus mungkin, sesudah itu dia shalat dua raka'at sekhusyu 'mungkin, maka orang itu pasti masuk surga. "Kata' Uqbah," Alangkah bagusnya itu. Sekonyong-konyong ada orang menyahut di dekatku, "Yang sebelumnya lebih bagus lagi." Setelah kutengok,kiranya dia 'Umar bin Khaththab. Katanya, "Kulihat Anda baru datang. Tadi Rasulullah saw. Bersabda" Siapa yang berwudhu, lalu disempurnakannya wudhuknya itu sebagus-bagusnya, sesudah itu dia berucap: 'Asyhadu an la ilaha illallah, waanna Muhammadan' Abdullahi wa rasuluhu ', pasti dibukakan baginya delapanpintu surga yang dapat dimasukinya mana saja menurut kehendaknya. "
184. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila kamu istinja '(cebok dengan batu), maka intinja'lah dengan jumlah ganjil. Dan apabila kamu wudhuk, whudukkanlah air ke hidungmu kemudian taburkan kembali."
185. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Bila kamu bangun dari tidurmu, hendaklah kamu istintsar (membersihkan lubang hidungmu) tiga kali, karena setan tidur di dalamnya."
186. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu istinja ', maka intinja'lah dengan jumlah ganjil."
187. Dari Salim, hamba sahaya Syaddad, katanya: "Aku datang ke rumah 'Aisyah, istri Nabi saw., Pada hari Sa'ad bin Abu Waqqash wafat. Tiba-tiba' Abdur Rahman bin Abu Bakar datang, dan dia berwudhu dekat ' Aisyah. Kata 'Aisyah ra, "Hai,' Abdur Rahman. Sempurnakanlah wudhu mu sebagus-bagusnya, karenaaku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Celakalah tumit-tumit (yang tidak basah) itu dimakan api neraka."
188. Dari 'Abdullah bin' Amar ra, katanya: "Kami kembali dari Makkah ke Madinah bersama dengan Rasulullah saw. Ketika kami sampai di suatu tempat yang berair, rombongan yang dahulu dari kami segera mengambil wudhu untuk 'Ashar. Dan mereka berwudhuk dengan terburu-buru. Tatkala kami dapat menyusuldan sampai ke dekat mereka, ternyata tumit-tumit mereka tidak basah kena air. Karena itu Rasulullah saw. bersabda, "Celakalah tumit-tumit (yang tidak basah) itu dimakan api neraka. Sempurnakan wudhu mu sebagus-bagusnya."
189. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya "Ada seorang pria
berwudhuk, tetapi ada kakinya yang tidak kena air selebar kuku. Dan hal itu terlihat oleh Nabi saw. Karena itu beliau bersabda, "Ulang kembali
wudhuk Anda dengan sempurna dan bagus-sebagusnya! '"Orang itu berwudhuk kembali dan sesudah itu dia shalat." 190. Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasulullah saw., Bersabda: "Apabila seseorang muslim atau mukmin berwudhu, maka ketika dia mencuci muka hilanglah segala dosa matanya hanyut bersama airsampai tetes yang penghabisan. Ketika dia mencuci tangan, maka hilang pulalah segala dosa yang diperbuat tangannya, hanyut bersama air sampai tetes yang terakhir. Ketika dia mencuci kaki, hapus pulalah dosa-dosa yang dilakukan kakinya, hanyut bersama air sampai tetes yang terakhir. Sampai akhirnyadia bersih dari segala dosa. "
191. Dari 'Utsman bin' Affan ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berwudhu dengan sempurna, maka keluarlah segala dosa dari tubuhnya, sehingga dari bawah kukunya juga."
192. Dari Nu'aim bin 'Abdullah Al Mujmir ra, katanya: "Aku melihat Abu Hurairah mengambil wudhuk. Mula-mula dicucinya mukanya melebihi batas wajib dengan sempurna bagus. Kemudian dicucinya tangannya yang kanan sampai masuk ke lengan, kemudian tangannya yang kiri sampai Akses lengan juga. Sesudah itudisapunya kepalanya. Kemudian dicucinya kaki kanannya sampai masuk ke betis. Setelah itu dia berkata, "Begitulah kulihat Rasulullah saw. Berwudhuk." Lalu disampaikannya sabda Rasulullah saw., "Pada hari kiamat kelak, Anda semua akan tampak bercahaya-cahaya megah karena Anda menyempurnakanwudhuk Anda
sebagus-bagusnya. Karena itu lebihilah batas-batas tertentu yang diwajibkan mencucinya ketika berwudhu. "
193. Dari Nu'aim bin Abdullah ra, katanya dia melihat Abu Hurairah berwudhu. Dia mencuci muka dan tangannya hingga sampai ke batas bahu. Kemudian dicucinya kedua kakinya sampai setinggi betis. Sesudah itu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda," Sesungguhnya umat ku akan datang kelakdi hari kiamat bercahaya-cahaya megah karena bekas wudhuknya. Maka siapa yang dapat melebihi batas-batas yang wajib, lebihkanlah. "
194. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kemudian, telagaku lebih luas dari jarak antara Ailah dan Aden. Airnya lebih jernih dari salju, lebih manis dari madu
dicampur susu. Bejana-bejananya lebih banyak dari bintang-bintang di langit. Aku melarang orang mendekat ke telagaku itu, sebagaimana orang menghalau unta orang lain ketika datang ke telaganya. "Tanya mereka," Ya, Rasulullah! Apakah Anda mengenali kami ketika itu? "Jawab Rasulullah saw.," Ya!Ketika itu Anda memiliki tanda yang tidak dimiliki umat-umat lain. Anda akan datang kepada ku bercahaya-cahaya megah karena bekas wudhu. "
195. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Berkunjung ke suatu pekuburan, lalu beliau mengucapkan salam: 'Assalamu'alaikum daara qaumi" mu'minin. Wa inna insya Allahu bikum
laahiquun. "(Selamatlah kamu wahai penduduk kampung orang-orang
mu'min. Insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian). Setelah itu beliau bersabda, "Aku ingin benar, kalaulah kita dapat melihat saudara-saudara kita." Jawab para sahabat, "Bukankah kami ini saudara-saudara Anda, ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw., "Anda semua adalah para sahabatku. Saudara-saudara kitayang kumaksudkan adalah orang-orang yang belum datang, tetapi akan datang kelak di hari kiamat. "Tanya mereka," Bagaimana Anda dapat mengenal umat Anda yang belum datang tetapi akan datang di hari kemudian, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw.," Bagaimana pendapat Anda, jika seseorang memiliki kudaputih kening, putih kaki dan putih tangannya, kemudian kuda itu berada di tengah-tengah kuda banyak tetapi hitam semuanya, dapatkah orang mengenali kudanya? "Jawab mereka," Tentu, ya Rasulullah. Tentu bisa! "Sabda Nabi saw.," Nah! Mereka itu akan datang nanti dalam kondisi putih bercahaya-cahaya wajahnya,tangan dan kakinya,
karena dari bekas wudhu. Dan aku mendahului mereka datang ke telagaku. Ketahuilah! Ada orang-orang yang kularang mendekat ke telagaku itu, seperti halnya seekor unta sesat. Lalu kupanggil mereka, "Hai, kemarilah!" Tapi nanti ada yang mengatakan "Mereka itu telah bertukar agama sepeninggal Anda!"Karena itu kuusir mereka, "Pergilah jauh-jauh!" kataku.
196. Dari Abu Hazim ra, katanya: "Aku berdiri di belakang Abu Hurairah ketika dia sedang berwudhu untuk shalat. Aku melihatnya mencuci tangan sampai ketiak, karena itu aku bertanya kepadanya," Wudhu cara bagaimana itu, hai Abu Hurairah? "Jawab Abu Hurairah , "Ya, Bani Farruh! Andakah itu? Kalau akutahu Anda berada di sana, aku tidak akan berwudhu seperti ini. Aku mendengar sahabatku Rasulullah saw. bersabda: "Orang mukmin akan beroleh cahaya sesuai dengan cara dia berwudhu."
197. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda:
"Sukakah Anda aku ajarkan suatu amal yang dapat menghapus segala dosa dan sekaligus mengangkat derajat?" Jawab mereka, "Tentu, ya
Rasulullah! "Sabda Beliau," Menyempurnakan wudhu di saat-saat segan, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu waktu shalat. Itulah cara menguasai diri yang efektif. "
198. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Jikalau tidaklah akan menyulitkan bagi umat ku, sungguh aku perintahkan mereka menggosok gigi setiap akan shalat."
199. Dari Miqdam bin Syuraih ra, dari ayahnya, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah ra: "Pekerjaan apakah yang pertama-tama dilakukan Nabi saw. Kalau dia masuk rumah?" Jawab 'Aisyah ra, "Pertama-tama ia menggosok gigi." 200. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Bangun untukshalat tahajjud tengah malam, ia menggosok gigi dengan siwak. "
201. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya pada suatu malam dia bermalam di rumah Nabi saw. Tengah malam ia bangun dan pergi ke luar rumah. Dia memandang ke langit, lalu beliau baca ayat dalam surat Ali 'Imran:' Inna fi khalqis samawati wal ardhi wakhtilafil laili wan nahari 'sampai sampai' faqina adzaabannaar '(Ali' Imran: 190 - 191). Kemudian ia kembali ke rumah, lalu menggosok gigi, mengambil wudhu, dan sesudah itu beliau shalat: Sesudah shalat beliau berbaring, kemudian bangun, keluar rumah, menengok ke langit sambil membaca ayat, kemudian masuk kembali, menggosok gigi, wudhu lalu shalat. "
202. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Fithrah ada lima macam: 1. Khitan. 2. Mencukur bulu ari-ari. 3. Memotong kuku 4. Mencabut bulu ketiak 5. Memotong kumis." 203. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Potonglah kumis Anda dan rawatlah jenggotnya."
204. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan menyamai orang-orang musyrik, potonglah kumismu, dan rawatlah jenggot."
205. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Potonglah kumis dan rawatIah jenggot, jangan menyamai orang Majusi."
206. Dan 'Aisyah r.a :, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada sepuluh macam fithrah: 1. Memotong kumis 2. Merawat jenggot 3. Menggosok gigi 4. istinsyaq dengan air 5. Memotong kuku 6. Membersihkan buku-buku jari 7. Mencabut bulu ketiak 8. Mencukur rambut kemaluan 9. istinja '. Kata Zakariya, "Mush'abmengatakan bahwa dia lupa yang kesepuluh. Tapi agaknya berkumur-kumur. "Kata Waki ',' Intiqashul ma ', artinya: istinja' (cebok dengan batu)."
207. Dari Salman ra, katanya dia ditanya orang, "Bukankah Rasulullah saw. Telah mengajarkan kepada Anda segala sesuatu, sampai masalah buang air juga?" Jawabnya, "Benar! Dia melarang kita menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil. Dia melarang juga istinja 'dengan tangan kanan, istinja'kurang dari tiga buah batu, dan istinja 'dengan kotoran ternak yang telah mengeras atau dengan tulang. "
208. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila kamu jongkok hendak buang air, jangan menghadap kiblat atau membelakanginya." 209. Dari Wasi 'bin Habban ra, katanya: "Aku sedang shalat di masjid, dan Abdullah bin' Umar bersandar membelakangi kiblat. Setelah selesai shalat, aku berpaling kepadanya dari arah samping." Maka berkata Abdullah,"Orang-orang mengatakan, ketika jongkok hendak buang air,
jangan menghadap kiblat (Ka'bah) dan jangan pula menghadap ke Baitul. Makdis. "Kata Abdullah melanjutkan," Aku pernah naik ke loteng rumahku, sekonyong-konyong aku terlihat kepada Rasulullah saw. sedang jongkok buang air, dalam keadaan menghadap arah ke Baitul Makdis. "
210. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada suatu kali, aku naik ke rumah saudara ku Hafshah. Sekonyong-konyong aku terlihat kepada Rasulullah saw. Sedang jongkok buang air, dalam keadaannya menghadap arah ke Syam, membelakangi kiblat."
211. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah ra, dan ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: (1) Jangan memegang penis dengan tangan kanan saat kencing. (2) Jangan cebok dengan tangan kanan, dan (3) Jangan bernapas ke dalam bejana (waktu minum) .212. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Lebih sukamendahulukan yang kanan ketika berwudhu atau mandi, ketika bersisir, dan memakai terompah. "
213. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Lebih suka mendahulukan yang kanan dalam segala kondisi (perbuatan). Seperti memakai terompah, bersisir, berwudhu dan mandi."
214. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Takutilah (jauhilah) dua perbuatan terkutuk." Para sahabat bertanya, "Apakah keduanya itu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Orang yang berak
di jalan tempat orang banyak lalu lintas, atau di tempat mereka berteduh (seperti di bawah pohon dan sebagainya). "
215. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Pergi ke jamban, diikutkan seorang anak membawa tempat air." Anak itu adalah yang paling kecil di antara kami. Lalu diletakkannya tempat air itu dekat sebatang pohon sidir. Setelah dia selesai buang hajat, beliau mendapatkankami dan ternyata dia cebok dengan air. "
216. Dan Hammam ra, katanya: "Jarir kencing, kemudian dia berwudhu dengan menyapu sepatu." Lalu dia ditanya orang, "Mengapa Anda berbuat seperti itu?" Jawabnya, "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Kencing, kemudian beliau berwudhu dengan menyapu saja kedua sepatu beliau."
217. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Aku berjalan bersama-sama dengan Nabi saw. Sampai sampai ke tempat pembuangan sampah suatu kaum. Di situ kami berhenti dan Nabi saw. Kencing sambil berdiri. Karena itu aku agak menjauh. Kemudian dia memanggil ku, "Kemarilah!" katanya. Aku mendekati beliau sehinggadekat sekali dengannya. Dia berwudhu dengan menyapu saja kedua sepatunya.
218. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, dari Nabi saw., Bahwa pada suatu ketika Nabi saw. keluar untuk buang hajat, lalu diikuti oleh Mughirah dengan membawa sebuah ember berisi air. Setelah dia selesai buang hajat, Mughirah membantu beliau menuangkan air untuk wudhu. Lalu beliau berwudhu denganmenyapu kedua sepatunya. "
219. Dari 'Urwah bin Mughirah ra, dari bapaknya, katanya: "Pada
suatu malam aku bepergian bersama Nabi saw. Di tengah perjalanan dia
bertanya, "Apakah engkau membawa air?" Jawab ku, "Ada, ya, Rasulullah!" Lalu ia turun dari mobilnya, dan berjalan ke dalam gelap malam
sehingga tak terlihat lagi olehku. Kemudian ia datang kembali. Aku menuangkan air dari ember untuk beliau wudhu, lalu ia mencuci mukanya. Ketika itu ia memakai jubah bulu. Ketika ia akan mencuci tangan, ia tidak dapat mengeluarkan tangannya sehingga terpaksa ia keluarkan daribawah jubah. Lalu beliau mencuci tangan dan menyapu kepalanya. Kemudian aku menunduk hendak membuka sepatu
beliau. Kata beliau, "Biarkan sajalah kedua sepatu itu! Aku memakainya tadi dalam kondisi bersih. Kemudian beliau sapu saja keduanya."
220. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, katanya: "Pada suatu ketika
dalam suatu perjalanan Rasulullah saw. tertinggal, dan aku tertinggal pula bersama-sama dengan dia. Ketika ia hendak buang hajat, beliau bertanya kepada ku, "Apakah engkau membawa air?" Lalu aku membawakan air seember untuk beliau. Maka dicucinya tangan dan wajahnya. Ketika hendak mencuci tangan,beliau mendapat kesulitan karena lengan bajunya sempit. Sebab itu dikeluarkannya tanganNya dari bawah jubah, dan ia letakkan jubah itu ke bahunya. Sesudah itu beliau mencuci kedua tanganNya, menyapu kepala di atas serbannya dan menyapu kaki di atas kedua sepatunya. Kemudian ia naik ke atas kendaraannya,dan aku pun ikut pula naik. Ketika rombongan yang mendahului kami tersusul oleh kami, kami menemukan mereka sedang shalat, diimami 'Abdur Rahman bin' Auf, dan mereka telah ruku 'satu raka'at. Ketika dia mengetahui kedatangan Nabi saw. 'Abdur Rahman berusaha hendak mundur, tetapi Nabi saw. memberi sinyalsehingga dia terus mengimami. Lalu Nabi saw. shalat bersama-sama dengan mereka. Setelah mereka selesai shalat (memberi salam), Rasulullah berdiri dan kami mencukupkan sholat kami yang ketinggalan satu rakaat lagi.
221. Dari Syuraih bin Hani 'ra, katanya: "Aku datang kepada' Aisyah ra menanyakan perihal menyapu sepatu." Jawab 'Aisyah, "Ada baiknya masalah itu Anda tanyakan kepada anak Abu Thalib (Ali bin Abi Thalib), karena dia pernah bepergian bersama Rasulullah saw." Lalu kami bertanya kepada Ali. JawabAli, "Rasulullah saw. Memungkinkan menyapu sepatu tiga hari tiga malam bagi orang musafir dan sehari semalam bagi
orang muqim (tidak bepergian). "
222. Dari Buraidah ca, katanya: "Pada hari penaklukan Makkah, Nabi saw. Melakukan shalat beberapa kali dengan satu kali wudhu. Dan beliau mencuci kaki dengan menyapu sepatunya saja." Lalu 'Umar bertanya kepada beliau, "Aku melihat Anda melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan selama ini."Jawab Nabi saw., "Aku memang sengaja melakukannya, hai 'Umar!"
223. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu bangun dari tidur, jangan mencelupkan tangan ke dalam bejana, sebelum dicuci lebih dahulu tiga kali, karena kamu tidak tahu di mana tanganmu itu adalah waktu tidur."
224. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu bangun tidur, maka harus tanganmu dituangkan lebih dahulu tiga kali (membersihkannya), sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Karena kamu tidak tahu di mana tanganmu itu adalah selama tidur."
225. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila ada anjing minum ke dalam bejanamu, tumpahkanlah isinya, dan sesudah itu cuci bejana itu tujuh kali."
226. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bejana yang dijilat anjing jadi suci, ketika dicuci tujuh kali, pertama-tama dengan tanah."
227. Dari Jabir ra, dari Rasulullah saw., Beliau melarang orang kencing di air tenang. "
228. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan kamu kencing di air tenang, di mana kamu mandi pula di situ."
229. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu kencing di air tenang yang tidak mengalir, di mana kamu mandi pula di situ."
230. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu mandi di air tenang, sedangkan kamu junub."
231. Dari Anas ra, katanya: "Seorang Arab dusun kencing di masjid. Lalu beberapa orang berdiri hendak menangkapnya. Lantas Nabi saw. Bersabda:" Biarkan dia! Jangan diganggu! "Kata Anas selanjutnya," Ketika orang itu telah selesai kencing, Nabi saw. menyuruh ambilkan seember air, lalu dituangkannyadi bekas kencing orang itu. "
232. Dari Anas bin Malik ra, yaitu paman Ishak, katanya: "Ketika kami sedang berada di dalam masjid bersama Rasulullah saw., Sekonyong-konyong datang seorang Arab dusun, lalu dia kencing di masjid. Maka berkata para sahabat," Mah , mah! "Sabda Nabi saw.," Jangan kalian ganggu dia. Biarkan! "Karena itu para sahabat membiarkannya sampai dia selesai kencing. Kemudian orang itu disebut oleh Rasulullah saw. lalu beliau bersabda kepadanya, "Tempat ini adalah masjid. Tidak pantas Anda kencing di sini atau mencemari tempat ini. Masjid adalah tempat shalat, tempat mengingat Allah 'azza wa jalladari membaca Qur'an. Sesudah itu Rasulullah saw. menyuruh seseorang mengambil air seember, lalu disiramkannya di atas kencing itu. "
233. Dari Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Dibawa orang kepada Rasulullah saw. Beberapa orang bayi, lalu Nabi saw. Memohonkan berkah untuk mereka dan membelai mereka. Kemudian dibawa orang pula seorang bayi dan dia kencing di pangkuan Nabi. Beliau meminta air dan memercikkannya di pakaian beliauyang kena kencing, dan tidak mencucinya lagi sesudah itu. "
234. Dari Ummu Qois binti Mihshan ra, katanya dia datang ke
Nabi saw. membawa bayinya yang belum memakan makanan selain ASI. Bayi itu diletakkannya di pangkuan Nabi, dan ia kencing (tentang
pakaian Nabi). Kemudian Nabi memercikkan air ke bagian pakaian beliau yang kena kencing, tidak lebih dari itu. "
235. Dari 'Aisyah ra, dia berkata perihal mani, katanya: "Aku hanya menggarutnya dari kain Nabi saw. (Tanpa dicuci)."
236. Dari 'Amar Ibnu Maimun ra, katanya: "Aku bertanya kepada Sulaiman bin Yasar perihal mani apabila tentang pakaian seseorang;
apakah cukup dengan membersihkan yang terkena mani itu saja, ataukah harus mencuci kain itu seluruhnya? "Jawabnya," Aisyah pernah mengabarkan kepada ku, bahwa Rasulullah saw. hanya membersihkan bagian yang kena mani itu saja; kemudian beliau pergi shalat dengan memakai kain itu. Aku memang melihatbekas cucian di kain itu. "
237. Dari Abdullah bin Syihab Al Khaulani ra, katanya: "Aku pernah bermalam di rumah 'Aisyah ra Kebetulan aku bermimpi, sehingga dua helai pakaianku basah karenanya, lalu keduanya kurendam dalam air. Perbuatanku itu dilihat oleh pelayan perempuan' Aisyah lalu diceritakannya kepada ' Aisyah, 'Aisyahmemanggil ku dan bertanya, "Mengapa kamu rendam pakaianmu?" Jawab ku, "Aku bermimpi seperti biasanya orang tidur bermimpi." Tanya 'Aisyah, "Apakah engkau melihat apa-apa (mani) di kain itu?" Jawab ku, "Tidak!" Kata 'Aisyah, "Kalau ada terlihat apa-apa, cucilah. Aku teringat ketika aku pernah melihatmani yang telah kering di pakaian Nabi saw., aku hanya menggarutnya dengan kukuku. "
238. Dari Asma ra, katanya: Seorang datang kepada Nabi saw. bertanya: "Ketika kain kami kena darah haid, apa yang harus kami lakukan?" Jawab Nabi saw., "Mula-mula buang darahnya, kemudian gosok-gosok kainnya dengan air, setelah itu pakailah shalat." 239. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: "Pada suatuketika Nabi saw. lewat dekat dua buah kuburan, lalu beliau bersabda, 'Tahukah kamu bahwa kedua orang yang berada dalam kuburan ini sedang disiksa karena kesalahannya berat. Yang satu kerjanya tukang fitnah, sehingga menimbulkan permusuhan di mana-mana. Yang satu lagi tidak cebok sesudah kencing. "
Kata lbnu 'Abbas, "Kemudian Nabi meminta pelepah kurma yang masih basah, lalu dibelahnya dua. Sesudah itu ditancapkannya di atas kedua kuburan itu masing-masing sisi." Kemudian beliau bersabda. "Semoga siksaan mereka diringankan Allah, selama pelepah kurma itu masih basah."
240. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Apabila salah seorang kami haid, maka Rasulullah saw. Menyuruhnya supaya memakai kain haid, sesudah itu beliau bercumbuan dengannya." Kata 'Aisyah selanjutnya, "Tetapi, agaknya tidak ada di antara kalian yang sanggup mengendalikan nafsunya seperti Rasulullah saw."
241. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Rasulullah saw. Pernah mencumbu istrinya ketika sedang haid, tetapi mereka pakai kain haid (tidak sampai bersetubuh)."
242. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Rasulullah saw. Pernah berbaring bersama ku, padahal ketika itu aku sedang haid. Tapi kami di halang oleh sehelai kain."
243. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Pada suatu ketika sedang
aku berbaring bersama Rasulullah saw. dalam satu selimut, sekonyong-konyong aku haid. Karena itu aku menghindarkan diri diam-diam, lalu aku mengenakan kain haidku. "Beliau bertanya," Haidkah engkau? "Jawab ku," Ya, aku haid, ya, Rasulullah. "Aku dipanggilnya kembali, lalu tidur-tiduran pula bersamabeliau dalam satu selimut. Selanjutnya Maimunah menceritakan, bahwa dia pernah mandi jinabah berdua dengan Nabi saw. dalam satu bak mandi. "
244. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Sedang i'tikaf. Sekonyong-konyong dia mendekatkan kepalanya ke ku, maka kusisirkan rambutnya. Selama i'tikaf beliau tidak pernah masuk ke rumah, kecuali untuk buang hajat. "
245. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Mengeluarkan kepalanya dari masjid, padahal beliau sedang i'tikaf. Lalu kucucikan kepalanya, padahal aku sedang haid." 246. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Menyuruh ku mengambilkan sajadah daridalam masjid. "Lalu kujawab," Aku sedang haid, ya Rasulullah! "Sabda beliau," haidmu bukankah tidak di tanganmu? "
247. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang berada dalam masjid, beliau pernah menyuruh 'Aisyah," Hai,' Aisyah! Ambilkan bajuku! "Jawab 'Aisyah," Aku sedang haid, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Bukankah haidmu itu tidak di tanganmu? "Karena itu' Aisyah mengambilkannya.
248. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu waktu ketika aku sedang haid, aku minum. Kemudian gelasku kuberikan kepada Nabi saw., Maka beliau meletakkan bibirnya di bekas mulut ku lalu beliau minum pula.
Pernah ketika aku sedang haid, aku makan sepotong daging. Setelah kugigit, daging itu kuberikan kepada Nabi saw. lalu ia menggigitnya pula di bekas gigitanku. "
249. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Duduk menyandar kepada ku, lalu dia membaca qur'an, padahal aku sedang haid."
250. Dari Anas bin Malik ra, katanya: Suatu kebiasaan bagi bangsa Yahudi, ketika wanita-wanita mereka sedang menstruasi, mereka tidak ingin makan bersama-sama, bahkan tidak tinggal serumah. Maka para sahabat bertanya kepada Nabi saw. perihal itu, lalu turun ayat: "Mereka bertanya kepada mu tentang haid.Katakanlah, haid itu kotor. Karena itu jauhilah wanita-wanita itu selama masa haid (Al Baqarah: 222). Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Kamu bisa melakukan segala sesuatu selain sanggama." Berita itu sampai kepada orang Yahudi. Mereka berkata, "Orang ini (Nabi saw.) Memang selalu ingin meremehkandan menentang kita. "Mendengar itu maka datanglah Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyir kepada Rasulullah saw. lalu kata mereka," Orang-orang Yahudi mengatakan begini dan begitu. Apakah tidak lebih baik kita sanggama saja dengan wanita haid? "Wajah Rasulullah saw. Segera berubah, sehingga kamimenyangka beliau sangat marah kepada mereka berdua, lalu mereka pergi. Kemudian Nabi saw. menyuruh orang menyusul mereka untuk diberi susu. Dengan begitu mereka tahu bahwa Nabi saw. tidak marah kepada mereka.
251. Dari 'Ali bin Abi Thalib r.a. katanya: "Aku sering keluar madzi. Tapi aku malu menanyakan hukumnya kepada Rasulullah saw. karena hubunganku dengan puteri beliau. Karena itu kusuruh Miqdad bin Al Aswad menanyakannya. Jawab Rasulullah saw.," Suruh dia mencuci penisnya, dan sesudah itu suruh diaberwudhuk. "
252. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Bangun tengah malam, maka setelah dia selesai buang hajat, beliau cuci muka dan
tangannya, sesudah itu barulah beliau tidur. "253. Dari 'Aisyah ra katanya:" Ketika Rasulullah saw. hendak tidur, padahal beliau junub, maka beliau wudhuk lebih dahulu seperti wudhu shalat, sesudah itu barulah beliau tidur. "
254. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang dalam keadaan junub, padahal ia ingin makan atau tidur, maka beliau wudhuk lebih dahulu seperti wudhu shalat."
255. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya' Umar bertanya kepada Rasulullah saw .: "Ya, Rasulullah! Dapatkah kami tidur dalam keadaan junub?"
Jawab Nabi saw., "Bisa, tetapi wudhuk lebih dahulu!"
256. Dari 'Abdullah bin Abu Qais r.a. katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra tentang shalat witir Rasulullah saw., lalu dia menjawab dengan menyebutkan hadis tentang witir." Kemudian aku bertanya pula,
"Apakah yang dilakukan Nabi saw. Dalam kondisi jinabah (junub); apakah
beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur lebih dahulu sebelum mandi? "
Jawab 'Aisyah ra, "Keduanya pernah dilakukan Nabi saw. Kadang-kadang ia mandi lebih dahulu, sesudah itu baru beliau tidur. Kadang-kadang ia wudhuk lebih dahulu, lalu tidur." Kataku, "Segala puji bagi Allah yang telah membuat segala urusan menjadi lapang."
257. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu bersanggama, kemudian ingin ingin mengulangnya kembali, maka harus wudhuk lebih dahulu."
258. Dari Anas bin Malik r.a., katanya; "Rasulullah saw. Pernah mendatangi beberapa istri beliau bergantian, hanya dengan satu kali mandi."
259. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ummu Sulaim datang bertanya kepada Rasulullah saw., Dan ketika itu 'Aisyah sedang berada di dekat beliau. Katanya," Ya, Rasulullah! Bagaimana kalau seorang perempuan bermimpi seperti halnya orang pria bermimpi, lalu dia melihat sesuatu (mani) keluar dari dirinya? "Aisyah menyela, "Hai, Ummu Sulaim! Pertanyaan Anda memalukan kaum wanita. Celaka!" Kata Nabi saw. kepada Aisyah, "Bahkan engkaulah yang celaka!" Dan selanjutnya Nabi saw. mengatakan, "Ya, perempuan yang bermimpi itu hendaknya mandi, kalau dia memang melihat mani itu keluar dari dirinya." 260. Dari Anasbin Malik r.a., katanya Ummu Sulaim bercerita
bahwa dia bertanya kepada Nabi saw. tentang perempuan yang bermimpi ketika tidur seperti pria bermimpi, keluar mani. Jawab Rasulullah saw., "Ketika perempuan itu memang keluar mani, maka hendaklah dia mandi." Kata Ummu Sulaim, "Aku sebenarnya malu menanyakan masalah ini kepada beliau. Apakah maniitu memang ada? "Jawab Nabi saw.," Ya, ada! Mani pria kental berwarna putih dan mani perempuan agak encer berwarna kekuning-kuningan. Kalau tidak ada, kenapa seorang anak bisa mirip dengan orang tuanya. Siapa yang maninya lebih unggul (dominan), maka anaknya mirip dengan dia. "
261. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Umu Sulaim datang bertanya kepada Nabi saw.," Ya, Rasulullah! Allah swt. sekali-kali tidak malu mengatakan yang hak. Apakah perempuan wajib pula mandi ketika dia bermimpi? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, wajib kalau dia keluar mani! "" Tanya Ummu Sulaim, "Apakah perempuanmemang keluar mani pula? "
Jawab Rasulullah saw., "Masakan tidak! Kalau tidak kenapa anak-anaknya
bisa mirip dengan ibunya. "262. Dari Tsauban, maula Rasulullah saw., katanya:" Pada suatu waktu, ketika aku sedang berdiri dekat Rasulullah saw., tiba-tiba datang seorang pendeta Yahudi, seraya ia mengucapkan salam: Assalamu'alaika ya, Muhammad! "Lalu pendeta itu aku dorong, sehingga dia hampir jatuh.
Katanya, "Kenapa engkau dorong aku?" Jawab ku, "Apa keberatanmu untuk menyebutkan 'Ya, Rasulullah'?" Kata Yahudi itu, "Bukankah aku telah
memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya? "Kata Rasulullah
saw., "Ya, namaku Muhammad! Dan itulah nama yang diberikan keluargaku
kepada ku. "Kata Yahudi," Aku sengaja datang hendak bertanya kepada
Anda. "Jawab Rasulullah saw.," Akan adakah gunanya jika kujawab pertanyaanmu itu? "Yahudi:" Akan kudengar dengan kedua telingaku. "Rasulullah saw .: (menggaris-garis tanah dengan tongkatnya - agaknya dia sedang berpikir atau menunggu wahyu lalu beliau berkata ) "Silakan bertanya Yahudi:" Di mana manusiaberada pada hari pergantian bumi dan langit dengan bumi dan langit yang lain? "Rasulullah saw .:" Mereka berada dalam kegelapan, dekat suatu jembatan. "Yahudi:" Siapa orang yang pertama-tama melewati jembatan itu? "Rasulullah saw .:" Kaum Muhajirin yang miskin-miskin. "Yahudi:" Apa yang mereka makan ketikamula-mula masuk surga? "Rasulullah saw .:" Ujung hati ikan! "Yahudi:" Apa yang mereka makan sesudah itu? "Rasulullah saw .:" disembelihkan untuk mereka sapi surga yang digembalakan di pinggir-pinggir surga itu. "Yahudi: "Apa minuman mereka di sana? '; Rasulullah saw .: "Air mata air yang disebut 'Salsabila'."Yahudi: "Jawaban Anda benar belaka! Kata Yahudi itu selanjutnya," Aku datang hendak bertanya kepada Anda, sesuatu yang tidak seorang pun penduduk bumi mengetahuinya, kecuali para Nabi atau seorang pria. "Rasulullah saw.,:" Akan adakah gunanya jika pertanyaan itu kujawab? "Yahudi:" Akan kudengardengan kedua telingaku. "Kata Yahudi itu melanjutkan," Aku datang hendak menanyakan (masalah kelahiran) anak. "Rasulullah saw .:" Air mani pria berwarna putih dan air mani perempuan berwarna kekuning-kuningan. Ketika keduanya bertemu, maka jika mani pria yang lebih unggul
dari mani perempuan, akan lahir dari perempuan itu anak lelaki. Dan jika mani perempuan yang lebih unggul dari mani pria, akan lahirlah anak perempuan dengan izin Allah. "Yahudi:" Jawaban Anda benar belaka. Dan Anda memang sesungguhnya Nabi! "Kemudian dia pergi. Maka bersabda Rasulullah saw." Sesungguhnyaaku pernah ditanya orang seperti apa yang ditanyakan Yahudi itu. Mulanya aku belum tahu apa-apa tentang masalah itu, tetapi Allah mengajarkannya kepada ku. "
263. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mandi junub, mula-mula dicucinya tangannya. Kemudian dituangkannya air dengan tangan kanan ke tangan kiri, lalu dicucinya kemaluannya. Sesudah itu beliau mengambil wudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian diambilnya air , lalu dimasukkannyadengan anak-anak jarinya ke akar-akar rambut, sehingga ketika dirasanya telah merata, maka disiramkannya air ke kepalanya tiga kali. Kemudian disiramnya seluruh tubuhnya, dan sesudah itu dicucinya kedua kakinya. "
264. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mandi junub, mula-mula dicucinya tangannya sebelum dimasukkannya ke dalam bejana. Sesudah itu beliau mengambil wudhu seperti wudhu shalat."
265. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Maimunah, bibiku, pernah
bercerita kepada ku, 'Aku membawakan air untuk Rasulullah saw. untuk kebutuhan beliau mandi junub. Mula-mula ia mencuci tangan dua atau
tiga kali. Kemudian dimasukkannya tangannya ke dalam bejana, lalu disiramnya kemaluannya dan dicucinya dengan tangan kiri. Sesudah itu diletakkannya tangannya yang kiri itu ke tanah, lalu digosok-gosok agak keras. Kemudian beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Sesudah itu disiramnya kepalanyadengan air sepenuh telapak tangan tiga kali, dan sesudah itu seluruh tubuhnya. Kemudian beliau beranjak sedikit dari tempatnya, lalu dicucinya kakinya. Sesudah itu aku berikan kepada beliau handuk, tetapi ia menolak. "
266. Dari 'Aisyah r.a., katanya: Rasulullah saw. mandi junub dengan air satu bejana, yang disebut bejana'Al Faraq '. "
267. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mandi berdua dengan Rasulullah saw. Dari satu bejana yang isinya lebih kurang tiga mud (gantang)."
268. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mandi berdua dengan Rasulullah saw. Dari satu bejana, sehingga tangan kami bergantian masuk ke dalam bejana itu. Padahal ketika itu kami sama-sama mandi junub."
269. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mandi berdua dengan Rasulullah saw. Dari satu bejana. Dia lebih cepat dari ku, sehingga aku berkata,' Tinggalkan untukku! Tinggalkan untukku 'Padahal ketika
itu kami sama-sama mandi junub. "
270. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Maimunah menceritakan kepada ku bahwa dia dan Nabi saw. pernah mandi berdua dalam satu bejana."
271. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mandi
dengan sisa air mandi Maimunah. "
272. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mandi dengan air lima mangkok dan berwudhu dengan satu mangkok."
273. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw pernah wudhuk dengan air satu mud, dan mandi dengan air satu sha 'sampai sampai lama mud."
274. Dari Safinah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mandi junub dengan air satu sha ', dan wudhuk dengan air satu mud."
275. Dari Jubair bin Muth'im ra, katanya: "Para sahabat bertengkar di dekat Rasulullah saw. Perihal mandi. Setengahnya mengatakan, aku menyiram kepala begini dan begitu. Maka bersabda Rasulullah saw.," Aku menyiram kepala ku dengan air tiga kali sauk . "
276. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Utusan Bani Tsaqif
pernah bertanya kepada Rasulullah saw., katanya: Negeri kami kering, ya
Rasulullah. Bagaimana caranya kami harus mandi? "Jawab Rasulullah saw.," Kalau aku, kusiram kepala ku tiga kali. "
277. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mandi junub, beliau tuang kepalanya dengan air tiga kali sauk." Lalu Al Hasan bin Muhammad bertanya, "Rambutku tebal, bagaimana itu!" Jawab Jabir, "Hai, anak saudaraku! Rambut Rasulullah saw. Lebih tebal dan lebih bagus."
278. Dari Ummu Salamah La., Katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw .: "Ya, Rasulullah! Aku seorang perempuan yang suka menggulung (menyanggul) rambut agar rapi. Apakah harus kulepas sanggulku setiap kali mandi junub?" Jawab Rasulullah saw., "Tidak perlu! Cukuplah Anda tuangkan air di kepada Andatiga kali sauk. "
279. Dari 'Ubaid bin' Umair ra, katanya: "Dilaporkan orang kepada 'Aisyah ra, bahwa' Abdullah bin 'Umar menyuruh kaum wanita, sehingga melepas gulungan rambutnya ketika mereka mandi. Kata' Aisyah ra," Hai, aneh anak si ' Umar itu! Disuruhnya kaum wanita melepas
gulungan rambut mereka ketika mandi. Mengapa tidak disuruhnya saja
mereka mencukur kepala mereka. Aku pribadi, pernah mandi bersama-sama dengan Rasulullah saw. dari satu bejana. Ketika itu aku menuangkan kepala ku tidak lebih dari tiga kali. "
280. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Seorang wanita bertanya kepada Nabi saw., Bagaimana caranya mandi haid." Lalu 'Aisyah menceritakan bagaimana Nabi saw. mengajarkan kepada wanita itu caranya mandi. Kemudian Nabi menyuruh ambil sepotong kain katun yang diberi harum-haruman dan menyuruh wanita itu bersucidengan kain itu. Wanita itu bertanya, "Bagaimana caranya aku bersuci dengan kain itu '!" Jawab Nabi saw., "Bersihkan dengannya! Subhanallah!" Sesudah berkata begitu beliau menyingkir. Lalu Sufyan bin 'Uyaynah mengingatkan kami dengan tangannya ke wajahnya. Kemudian wanita itu kutarik ke dekatku,dan aku mengerti apa yang dimaksud Rasulullah saw. itu. Lalu kujelaskan kepadanya. Kataku, "Gosokkan kain itu di tempat bekas keluar darah!"
281. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Asma' bertanya kepada Nabi
saw. tentang cara mandi haid. "Sabda Nabi saw.," Ambil air dan daun Sidr (sejenis daun yang berbusa banyak), maka bersihkan bekas-bekas darah kotor yang melekat di tubuh Anda sampai bersih benar. Kemudian tuangkan air di kepalamu lalu gosok-gosok sehingga air rata
membasahi akar-akar rambut. Sesudah itu tuang kembali dengan air. Kemudian, ambil sepotong kain katun yang telah diberi harum-haruman, bersihkan dengan kain itu. "Tanya Asma '," Bagaimana caranya aku membersihkannya dengan kain itu! "Jawab Nabi saw.," Subhanallah! Ya, bersihkan dengannya! "Lalu 'Aisyahmenjelaskan dengan berbisik, "Gosokkan kain itu di tempat-tempat bekas kena darah!" Kemudian Asma 'bertanya pula perihal mandi junub. Jawab Rasulullah saw., "Ambil air, lalu bersihkan bagian tubuh yang kotor sampai bersih benar. Sesudah itu tuangkan air ke kepala sambit mengosok-gosoknya, sehingga
air merata sampai ke akar-akar rambut. Kemudian tuang kembali dengan air sampai ke seluruh tubuh. "Kata 'Aisyah ra," Wanita yang paling baik adalah wanita Anshar. Mereka tidak malu-malu bertanya kalau untuk mendalami agama. "
282. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Fathimah binti Hubaisy datang kepada Nabi saw. bertanya: Katanya," Aku ini seorang wanita yang selalu istihadhah. Apakah aku dapat meninggalkan shalat? "Jawab Nabi saw.," Tidak! Istihadhah itu sustu penyakit, bukan haid! Kalau datang saat haidmu bisa tinggalkan solatselama masa haid itu, dan bila sudah habis haidnya, mandi dan shalatlah kembali. "283. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., katanya:" Ummu Habibah binti Jahsy, ipar Rasulullah saw. dan istri 'Abdur Rahman bin' Auf, dapat istihadhah sudah tujuh tahun lamanya. Karena itu dia minta fatwa kepada Rasulullahsaw. tentang hal itu (apakah membatalkan shalat atau tidak, dsb). "Sabda Rasulullah saw.," Istihadhah tidak sama dengan haid. Istihadhah itu penyakit. Karena itu hendaknya Anda mandi dan
sesudah itu teruslah shalat. "Kata 'Aisyah," Dia mencuci kainnya di
kamar mandi saudaranya Zainab binti Jahsy, sehingga terlihat penuh darah. "
284. Dari 'Aisyah ra, katanya:' Ummu Habibah bertanya kepada Rasulullah saw. masalah darah. "Kata 'Aisyah," Aku melihat baskom tempatnya mencuci kain penuh darah. "Maka sabda Nabi saw. kepadanya," Tetaplah menjaga masa haidmu. Bila telah habis masa haidmu itu. harus Anda mandi, sesudah itushalat. "285. Dari Mu'adzah itu, katanya:" Seorang wanita bertanya kepada 'Aisyah, "Apakah kita kaum wanita ini wajib mengqadha shalat; yang tertinggal selama masa haid?" Jawab 'Aisyah, "Apakah Anda ini orang Haruriyah? Kami juga haid pada masa Rasulullah saw. Masih hidup. Dia tidak pernah menyuruhkami mengqadha shalat. "
286. Dari Mu'adzah ra, katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah
ra, 'Mengapa orang haid wajib mengqadha puasa, tetapi tidak wajib mengqadha shalat? "Jawab' Aisyah," Apakah Anda orang Haruriyah? "Jawab ku," Bukan! Aku bukan orang Haruriyah! Tapi aku bertanya. "Jawab 'Aisyah," Itulah suatu keuntungan bagi kita (wanita). Kita diwajibkan mengqadha puasa tetapi tidakdiwajibkan mengqadha shalat. "
287. Dari Ummu Hani binti Abu Thalib ra, katanya: "Pada suatu ketika di tahun penaklukan Makkah, aku datang ke rumah Rasulullah saw. Ketika itu ia tinggal di pinggir kota Mekkah. Kudapati ia akan mandi, dan Fathimah (putri beliau) membuat dinding untuk menutupinya. Setelah selesai mandi,ia mengambil bajunya dan berselimut dengan baju itu. Sesudah itu beliau shalat sunat dhuha delapan rakaat. "
288. Dari Maimunah ra, katanya: "Aku membawakan air untuk mandi Nabi saw., Lalu kuletakkan air itu dan kubuatkan dinding untuk menutupinya mandi. Setelah itu barulah ia mandi." 289. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: Rasulullah saw. bersabda: Pria tidak bisa melihat aurat lelaki, dan perempuantidak dapat melihat aurat perempuan. Pria tidak bisa berselimut sesama pria dalam satu selimut tanpa busana, dan perempuan tidak bisa berselimut sesama perempuan dalam satu selimut tanpa busana. "
290. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bani Israil biasa mandi telanjang (di tempat terbuka), sehingga mereka bebas melihat aurat mereka sesamanya. Tetapi Nabi Musa as mandi
memencil seorang diri. Karena itu mereka berkata, "Musa tidak mau mandi bersama-sama dengan kita, karena dia berpenyakit 'Adar' (besar buah zakar). Pada suatu ketika Musa as pergi mandi, lalu diletakkannya pakaiannya di atas batu. Tiba-tiba batu itu hanyut, dan membawa lari pakaian Musa yang terletakdi atasnya. Musa berusaha mengejarnya sambil berteriak-teriak, "bajuku, hai batu! Bajuku, hai batu!" Karena itu Bani
Israil sempat melihat aurat Musa A.S. Kata mereka, "Demi Allah! Kiranya Musa tidak berpenyakit apa-apa." Kemudian batu itu berhenti, lalu diambilnya bajunya dan dipukulnya batu itu. Tapi tubuh Musa telah terlihat jelas bagi mereka. "Kata Abu Hurairah," Bekas pukulan Musa di batu itu jelas terlihatenam atau tujuh bekas pukulan. "
291. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Tatkala Ka'bah diperbaiki, Rasulullah saw. Ikut mengangkat batu bersama-sama dengan
'Abbas. (Ketika itu ia masih muda belia dan belum jadi Rasul). Kata 'Abbas kepada Nabi saw. "Tempatkan sarungmu di kudukmu untuk alas." Anjuran 'Abbas itu dilakukan oleh beliau. Tapi ia terjatuh, sehingga matanya terbelalak ke langit (pingsan). Setelah ia sadar, ia segera bangun kembalisambil berkata, "sarungku! sarungku!" Lalu dipakainya sarungnya kembali.
292. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, kalanya: "Rasulullah saw. Turut bersama masyarakat mengangkut batu untuk memperbaiki Ka'bah. Ketika itu ia memakai' izar '(sarung). Lalu kata' Abbas, paman beliau, Hai, anak buah ku! Alangkah baiknya sarung mu itu engkau letakkan di kuduk mu untuk alas batu. "Anjuran pamannya itu dituruti oleh beliau. Tapi sekonyong-konyong ia terjatuh sampai pingsan. Kata Jabir, "Semenjak itu tidak pernah lagi ia tampak bertelanjang."
293. Dari Miswar bin Makhramah ra, katanya: "Pada suatu ketika aku bekerja mengangkut batu berat, dan aku memakai sarung yang tipis. Sekonyong-konyong sarungku tanggal. Karena aku sedang membawa beban batu yang berat, aku tidak memakainya kembali, sehingga aku terus saja sampai ke tempat yang dituju.Lalu Rasulullah saw, bersabda kepada ku, "Ambil sarungmu kembali! Dan sekali-kali jangan berjalan dengan
keadaan telanjang. "
294. Dari 'Abdullah bin Ja'far ra, katanya: "Pada suatu hari aku dibonceng Rasulullah saw. Pada kendaraannya. Lalu ia membisikkan kepada ku sebuah hadis yang belum pernah ku sampaikan kepada orang lain. Itu paling disukai beliau, kalau buang hajat hendaknya di tempat tertutup dengan dindingyang tinggi, atau dinding dari pohon-pohon kurma, "
295. Dari 'Abdur Rahman bin Abu Sa'id Al Khudri, dari ayahnya, katanya: "Aku pergi bersama Rasulullah saw. Pada hari Senin ke Quba'. Setelah kami sampai ke perkampungan Bani Salim, dia berhenti di muka rumah 'Itban , lalu ia berteriak memanggilnya. Karena itu 'Itban keluar tergesa-gesa sambilmenghela sarungnya. Sabda Rasulullah saw., "Wah, kita telah mengganggu orang sehingga dia jadi terburu-buru,"
Kata 'Itban,' "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda, jika seseorang bergegas menyudahi sanggama dengan istrinya sehingga dia belum
keluar mani. Wajibkah dia mandi? "Jawab Rasulullah saw.," Sesungguhnya air dengan air. "(Wajib mandi ketika keluar mani).
296. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Lewat di muka rumah seorang Anshar, maka dipanggilnya orang itu. Orang itu keluar dengan kepalanya basah-basah menetaskan air. Kata Rasulullah saw.," Agaknya kami telah mengganggu Anda sehingga Anda terburu-buru. "Jawaborang itu, "Benar, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Bila Anda kaget, sehingga Anda menyudahi sanggama tanpa keluar mani, Anda tidak wajib mandi, tetapi berwudhuk."
297. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang seorang pria yang bersanggama dengan istrinya, lalu dia lemas (tanpa keluar mani). Jawab Rasulullah saw., Dia wajib mandi, kemudian wudhu dan sesudah itu baru shalat. "
298. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw. perihal seorang pria yang sanggama dengan istrinya, tetapi tidak sampai keluar mani. Sabda Rasulullah saw., "Dia harus mencuci penisnya, dan sesudah itu berwudhuk." 299. Dari. Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda:"Bila kamu duduk di antara empat cabang tubuh perempuan (di depan kemaluannya), kemudian kamu sanggama dengannya, maka kamu wajib mandi."
300. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya: Kaum Muhajirin dan kaum Anshar berbeda pendapat tentang mandi junub. Kaum Anshar mengatakan, "Tidak wajib mandi kecuali ketika keluar mani." Kaum Muhajirin berpendapat, "Bahwa ketika orang telah sanggama (setubuh), sesungguhnya sudah wajib mandi." KataAbu Musa, "Aku meredakan kamu dari ketegangan itu. Lalu aku pergi ke 'Aisyah dan mohon izin untuk bertemu dengannya. Setelah diberi izin, aku berujar kepadanya." Wahai, ibu segala orang yang beriman! Aku sengaja datang hendak menanyakan suatu masalah, yang aku merasa malu menanyakan kepada ibu. "Jawab 'Aisyah ra, "Jangan malu-malu menanyakan sesuatu yang memang harus Anda tanyakan. Bukankah aku ini ibumu?" Ujarku ', "Apakah yang mewajibkan mandi?" Jawab, "Sungguh tepat tempat Anda bertanya. Rasulullah saw. Bersabda," Apabila Anda duduk di antara empat cabang tubuh perempuan, kemudian Andabersanggama, maka sesungguhnya telah wajib mandi. "
301. Dari 'Aisyah ra. Istri Nabi saw., Katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang orang yang sanggama dengan istrinya tetapi tidak keluar mani, wajibkah keduanya mandi? Padahal Aisyah ketika itu duduk di situ. Maka Sabda Rasulullah saw. "Aku
pernah pula mengalami seperti itu. Yaitu aku dan istri ku ini. Namun
kami mandi sesudah itu. "
302. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya dia mendengar Rasululullah saw. bersabda: "Berwudhuklah sesudah makan yang disentuh api (dimasak)."
303. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah makan
(Masakan) daging kambing, kemudian beliau shalat tanpa mengulang wudhu dahulu. "
304. Dari 'Amr bin Umayyah Adh Dhamri, dari ayahnya, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw., Memotong masakan daging kambing lalu beliau makan. Sekonyong-konyong terdengar azan; segera ia berdiri dan meletakan pisau, kemudian beliau shalat tanpa mengulang wudhuk lebih dahulu. "
305. Dari Abu Rafi 'ra, katanya: "Memang, akulah yang memasak isi perut kambing untuk Rasulullah. Sesudah (makan) beliau shalat tanpa mengulang wudhu lebih dahulu."
306. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw .. minum susu, kemudian beliau meminta air lalu kumur-kumur. Sabda beliau," Susu itu berminyak (mengandung gemuk). "307. Dari lbnu' Abbas ra, katanya: "Pada suatu kali Rasulullah saw. mengenakan pakaiannya, lalu dia pergi shalat. Tiba-tiba adaorang
menghadiahkan roti dan daging untuk beliau, maka beliau makan tiga suap. Kemudian beliau mengimami shalat orang banyak tanpa menyentuh air lebih dulu. "
308. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Wajibkah aku wudhuk sesudah makan daging kambing?" Jawab Rasulullah saw, "Jika Anda mau, Berwudhuklah! Jika tidak, tidak apa-apa." Tanyanya, "Wajibkah aku wudhuk sesudah makan daging unta?" Jawab, "Ya, Berwudhuklah sesudah makan daging unta!" Tanyanya, "Dapatkahaku shalat di tempat-tempat kambing bersimpuh? "Jawab Nabi," Tidak bisa! "309. Dari 'Abbad bin Tamim, dari pamannya, katanya:" Ditanyakan orang kepada Nabi saw. perihal orang yang ragu-ragu dalam shalatnya, apakah dia keluar hadas (kentut dll) atau tidak. Jawab Nabi saw., "Jangan memutuskan shalat,kecuali bila jelas terdengar kentut atau mencium bau. "
310. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Ketika kamu merasa ada angin dalam perutmu, kemudian kamu ragu apakah angin itu keluar atau tidak, maka janganlah keluar dari masjid sebelum jelas terdengar suara (kentut) atau mencium bau."
311. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Maula Maimunah disedekahi
orang kambing, lalu kambing itu mati. Kebetulan Rasulullah saw. lewat dekat bangkai kambing itu. Maka sabda beliau, "Mengapa tidak kamu ambil
kulitnya, lalu disamak agar dapat dimanfaatkan? "Jawab mereka," Bukankah kambing itu sudah mati? "Sabda Rasulullah saw.," Yang haram adalah memakannya! "
312. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Menemukan kambing mati, yaitu kambing yang disedekahkan orang ke maula Maimunah. Maka bersabda Rasulullah," Mengapa tidak kamu manfaatkan kulitnya?' Jawab mereka, "Kambing itu sudah mati!" Sabda Rasulullah saw., "Yang haram adalah memakannya."Kulit binatang suci, ketika disamak! "
313. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Saya dengar Rasulullah saw. Bersabda: Kulit binatang menjadi suci ketika disamak."
314. Dari Ibnu Wa'lah As Sabaiy ra, katanya: "Aku bertanya
kepada 'Abdullah bin' Abbas: Ketika kami sedang berada di Maroko, lalu orang-orang Majusi membawakan sebuah Geriba (tempat air dari kulit) berisi susu. Kata mereka, "Silakan minum! Nah! Bagaimana pendapat Anda?" Jawab Ibnu 'Abbas, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Kulit yang telah disamak,suci. "Kata Safi'iy," Kecuali kulit anjing dan babi. "(Syarah An-Nawawi, 1: 661)
315. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami bepergian bersama-sama dengan Rasulullah saw. Dalam satu perjalanan. Ketika kami sampai di Baida', atau Dzatul Jaisy, kalung ku putus dan hilang. Karena itu Rasulullah berhenti untuk mencarinya. Begitu pula seluruh rombongan turut berhenti sama-sama dengan dia.Sedangkan di tempat itu tidak ada air dan mereka tidak pula membawa air. Karena itu mereka mendatangi (ayah ku) Abu Bakar, lalu kata mereka, "Tidakkah Anda perhatikan 'Aisyah? Karena ulahnya Rasulullah dan seluruh rombongan terpaksa berhenti. Padahal di sini tidak ada air dan rombongan tidak pula membawaair. "Oleh sebab itu Abu Bakar mendatangi ku, dan saat itu Rasulullah saw. sedang tidur, dengan kepalanya di atas paha ku. Kata Abu Bakar," Kau hentikan Rasulullah dan seluruh rombongan di tempat yang tidak berair ini. Sedangkan mereka tidak pula membawa air. "Selanjutnya Abu Bakar mengata-ngatai kusepuas hatinya, sehingga ditusuknya rusuk ku dengan tangannya. Aku tak bisa bergerak, karena Rasulullah tidur di paha ku, dan ia tertidur sampai Subuh tanpa air. Maka ketika itu Allah menurunkan ayat tayammum (surat Al Maidah, 5: 6). Lalu kata Usaid bin Hudhair, "Ini bukanlah berkat yang pertamadari mu, hai keluarga Abu Bakar! "Kata" Aisyah selanjutnya, "Ketika unta kami suruh berdiri, kami menemukan kalung ku berada di bawah unta itu."
316. Dari 'Aisyah ra, katanya dia meminjam kalung kepada Asma', namun malang baginya kalung itu hilang. Lalu Rasulullah saw. menyuruh
beberapa orang sahabat mencarinya. Ketika tiba waktu shalat, mereka shalat tanpa wudhu. Setelah mereka bertemu kembali dengan Nabi saw.,
mereka melaporkan kepadanya peristiwa yang mereka alami demikian itu. Lalu Allah swt. menurunkan ayat tayammum (Al Maidah, 5: 6). USAID
bin Hudhair berkata, "Semoga Allah membalasi Anda dengan penuh kebaikan. Demi Allah! Tidak ada suatu kesulitan pun yang menimpa diri Anda, melainkan Allah selalu memberikan jalan keluar bagi Anda dan menjadi berkat bagi kaum muslimin."
317. Dari Syaqiq ra, katanya: "Aku duduk bersama-sama dengan 'Abdullah dan Abu Musa. Maka berkata Abu Musa," Hai, Abu' Abddurrahman! Bagaimana pendapat Anda jika seorang pria junub, tetapi dia tidak mendapat air selama sebulan, bagaimana dia shalat? "Jawab 'Abdullah,
"Dia tidak bisa tayammum, bahkan sebulan lamanya: 'Kata Abu
Musa, "Nah, bagaimana dengan ayat 'falam tajiduu maa-an fatayammamuu sha'idan thayyibaa' (Al Maidah: 6). (Lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang bersih.)". Jawab 'Abdullah, "Jikalau mereka dibolehkan memakai ayat ini, dikhawatirkan mereka pada musim dingin aku selalu tayammumdengan tanah. "Kata Abu Musa," Apakah Anda belum mendengar cerita 'Ammar? "Katanya begini," Aku diutus Rasulullah saw. untuk suatu urusan. Dalam perjalanan aku junub, tetapi
aku tidak mendapatkan air. Karena itu aku berguling-guling di tanah seperti hewan. Kemudian, setelah aku bertemu dengan Nabi saw., Kuceritakan kepada beliau peristiwa yang ku alami itu. "Sabda beliau," Sesungguhnya sudah cukup kalau engkau melakukan seperti ini. Lalu beliau memukulkan kedua telapaktangannya ke tanah satu kali, sesudah itu disapukannya tangannya yang kiri ke tangan kanan, ke punggung tangan dan mukanya, "Kata 'Abdullah," Tidak tahukah Anda,' Umar tidak menanggapi (meragukan) cerita 'Ammar itu? "
318. Dari Sa'id bin 'Abdur Rahman bin Abza dari ayahnya ,. katanya: "Seorang lelaki datang kepada 'Umar bertanya:" Aku junub, tapi aku tidak mendapatkan air. (Bagaimana aku shalat?). Jawab 'Umar, "Jangan shalat!" Kata 'Ammar, "Ya, Amirul Mukminin! Tidak ingatkah Anda, ketika aku dan bersama-sama dalamsuatu perjalanan? Lalu kita sama-sama
junub dan tidak mendapatkan air. Adap'im.: Anda tidak shalat, tetapi aku berguling-guling di tanah lalu aku shalat. "Sesudah itu Nabi saw. Bersabda, 'Sesungguhnya sudah cukup kalau Anda memukulkan kedua telapak tangan Anda ke tanah, sesudah itu ditiup, lalu di oleskan keduanya ke muka dan ke tangan. " Kata'Umar, "Takutlah kepada Allah, hai' Ammar!" Kata 'Ammar, "Jika Anda inginkan, aku tidak akan menceritakan hadis ini."
319. Dari Abul Jahrn bin Harits bin Shimmah Al Anshari, katanya: "Rasulullah saw. Datang dari arab sumur Jamal, lalu bertemu dengan seorang pria. Orang itu memberi salam kepada Nabi, tetapi ia belum menyahut, sehingga beliau menghadap ke dinding, lalu menyapu muka dan kedua tangannya. Sesudahitu barulah beliau menjawab salam orang itu. "
320. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia bertemu dengan Rasulullah saw. di sebuah jalan di kota Madinah, padahal Abu Hurairah ketika itu sedang junub. Lalu dia menghilang dan pergi mandi; sedangkan Rasulullah saw. mencari-carinya. Tatkala dia bertemu kembali dengan Nabi saw., Beliau
bertanya kepadanya, "Kemana saja engkau, hai Abu Hurairah?" Jawab Abu Hurairah, "Aku sedang junub, karena itu aku segan terdekat dengan Anda sebelum aku mandi." Sabda Nabi saw., "Subhanallah! Sesungguhnya orang-orang mukmin itu tidak najis."
321. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Selalu mengingat Allah pada setiap waktu."
322. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu kali Nabi.saw. Keluar dari jamban. Lalu disodorkan orang kepada beliau makanan. Tetapi mereka mengingatkan beliau apakah tidak wudhuk lebih dahulu. Maka jawab Nabi saw.," Aku wudhuk kalau hendak shalat. "
323. Dari Anas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Hendak masuk jamban, biasanya beliau membaca: 'Allahumma inni a'udzubika minal khubutsi wal khabaaits.' (Wahai Allah! Aku berlindung kepada mu dari segala macam kejahatan). "
324. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika shalat telah diqamatkan. Waktu itu Nabi saw. Berbicara dengan seorang pria dan
dia terus saja bicara dengannya sehingga para sahabat ada yang tertidur. Setelah beberapa lama, barulah Nabi datang mengimami shalat berjamaah dengan mereka. "
325. Dari Anas ra, katanya: "Shalat 'Isya telah diqamatkan. Sekonyong-konyong seorang pria berkata kepada Nabi saw.," Ya, Rasulullah! Aku memiliki suatu kepentingan untuk bicara dengan Anda. "Rasulullah saw. Berdiri, lalu berbicara lama sekali dengan orang itu, sehingga beberapa jamaah tertidur menunggunya.Setelah beberapa lama barulah mereka shalat. "
326. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Tatkala kaum muslimin belum beberapa lama tiba di Madinah, mereka berkumpul bersama untuk shalat. Mereka kira-kirakan saja kalau-kalau waktu shalat telah tiba, karena belum ada suatu cara untuk memanggil orang banyak berkumpul ke tempat shalat. Maka padasuatu hari mereka bermusyawarah membicarakan hal itu. Setengah mereka mengusulkan, "Bunyikan saja lonceng seperti halnya orang Nasrani!" Yang lain mengatakan, "Tiup seruling tanduk seperti orang Yahudi!" Tapi 'Umar mengusulkan, "Mengapa iidak kita suruh saja seseorang untuk memanggil orang shalat?"Maka bersabda Rasulullah saw., "Hai, Bilal! Berdirilah! Panggil orang untuk shalat!"
327. Dari Anas ra, katanya: "Bilal diperintahkan oleh Nabi saw. Sehingga azan dua-dua kali, dan qamat sekali."
328. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Para sahabat mengusulkan untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba, sehingga dinyalakan api, atau dibunyikan lonceng. Lalu Rasulullah saw. Memerintahkan Bilal supaya adzan dua kali, dan qamat sekali."
329. Dari Abu Mahdzurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengajarkan azan kepadanya sebagai beriku:" Allahu Akbar Allahu Akbar.
Asyhadu alla ilaaha illallah. Asyhadu alla ilaaha illallah. Asyahdu anna Muhammadar Rasulullah. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Hayya 'alash shalah.Hayya' alash shalah. Hayya 'alal falah. Hayya 'alai falah.Allahu Akbar. Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaah "(Allah Maha Besar (2x). Aku mengaku tidakada Tuhan selain Allah (2x). Aku mengaku Muhammad Rasul Allah (2x). Marilah solat (2x). Marilah merebut
kemenangan (2x). Allah Maha Besar (2x). Tidak ada Tuhan selain Allah (1x) .330. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin. Yaitu Bilal bin Rabah dan' Abdullah bin Ummi Maktum yang buta." 331. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ibnu Ummi Maktum biasa azan untuk Rasulullah saw.,padahal dia buta. "
332. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Biasanya Rasulullah saw.
menyerang (musuh dalam peperangan) ketika terbit fajar, sambil beliau mendengar-dengarkan azan. Jika terdengar azan beliau berhenti, dan jika tidak terdengar ia terus menyerang. Maka pada suatu pagi beliau
mendengar orang mengucapkan "Allahu Akbar, Allahu Akbar" Lalu Rasulullah menjawab, "'Alal fithrah." Kemudian orang itu membaca, "Asyhadu alla ilaaha illallah." Jawab Rasulullah, "Kharajta minan naar." (Engkau bebas dari neraka). Setelah mereka tengok, ternyata yang azan itu seorang gembala kambing.
333. Dari Abu Sa'id al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu mendengar azan, maka ucapkan pulalah apa yang dibaca muadzin itu."
334. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash ra, katanya dia Mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu mendengar muadzin menyerukan adzan, maka ucapkan pulalah apa yang dibaca muadzin itu. Kemudian bacalah shalawat untuk ku, karena sesungguhnya orang yang berselawat bagi ku, Allah memberi berkat kepadanyasepuluh kali. Sesudah itu mohonkanlah untuk ku kepada Allah 'Alwasilah', yaitu suatu tempat di surga yang hanya pantas ditempati oleh seorang hamba Allah. Aku berharap, akulah yang akan menempatinya. Maka siapa yang memintakan 'Alwasilah' itu untukku, dia akan beroleh syafa'at (pembelaan) dariku. "
335. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila muadzin menyerukan adzan, maka jawablah sebagai berikut:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar", jawabnya: "Allahu Akbar, Allahu Akbar."
"Asyhadu alla iillaha illallah", jawabnya: "Asyhadu alla ilaaha illallah." "Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah", jawabnya: "Asyhadu anna Muhhammadar Rasulullah." "Hayya 'aillsh shalah" jawabnya: "La Hawla wala quwwala illa billah." "Hayya 'alal falah", jawabnya: "La Hawla wala quwwata ilia billah."'' Allahu Akbar, Allahu Akbar ", jawabnya:" Allahu Akbar, Allahu Akbar. "La iillaha illallah", jawabnya: "La ilaaha illallah." Jika kamu jawab seperti itu dengan sepenuh hatimu, maka kamu masuk surga. "
336. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang mendengar muadzin menyerukan azan, lalu dia mengucapkan: 'Asyhadu alill ilaaha illallah wahdahu la syarikalah, wa anna
Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, radhitu billahi Rabban, wa bi Muham
mad in rasulan, wa bil Islami Dinan (Aku mengaku tidak ada Tuhan selain
Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya, aku suka Allah menjadi Tuhan ku, Muhammad sebagai- Rasul dan Islam jadi agamaku), maka diampuni Allah dosa-dosanya. "
337. Dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan ra, katanya: "Seorang muadzin datang kepadanya memanggilnya shalat. Maka jawab Mu'awiyah," Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Muadzin itu paling panjang kuduknya (jadi pemimpin) kelak di hari kiamat."
338. Dari Jabir ra, katanya: "Aku mendengar Nabi saw. Bersabda:," Sesungguhnya ketika setan mendengar azan, dia lari hingga sampai ke Rauha '. "
339. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya, setan ketika mendengar azan, dia lari terkentut-kentut, sampai tidak terdengar lagi olehnya. Tetapi ketika azan selesai dia kembali lagi untuk mengganggu. Kemudian, ketika dia mendengar qamat, dia pergi pula sehinggatidak terdengar lagi olehnya. Ketika qamat telah selesai pula, dia kembali lagi dan mengganggu pula. "
340. Dari Suhail ra, katanya: "Bapa ku menyuruh ku pergi ke kampung Bani Haritsah. Aku membawa seorang pelayan untuk menemani ku dalam perjalanan itu. Di tengah perjalanan, sekonyong-konyong dia mendengar suara orang memanggil namanya dari balik dinding; Kata suara itu , "Bahagialah orang yang besertaku di balik dinding. "Tapi ternyata si pelayan tidak melihat apa-apa. Lalu peristiwa itu ku ceritakan kepada ayah ku. Kata ayah ku," Kalaulah aku tahu engkau akan mengalami peristiwa itu, aku tidak akan menyuruhmu. Tapi ketika lain kali engkau mendengar suara seperti itu, maka azanlah! Karena akumendengar Abu
Hurairah menyampaikan hadis Rasulullah saw., Sabdanya: "Sesungguhnya, bila setan mendengar azan, dia lari sampai terkentut-kentut."
341. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila muadzin menyerukan adzan, maka setan lari terkentut-kentut, sehingga tidak terdengar lagi olehnya suara azan itu. Ketika azan selesai, dia datang pula kembali. Ketika orang qamat, dia pergi pula. Bila qamat telah selesai, diadatang pula mengganggu orang (shalat), katanya: "Ingatlah ini dan itu '. Yaitu soal-soal yang tidak perlu diingat, sehingga orang itu lupa telah berapa rakaat dia shalat."
342. Dari Salim ra, dari ayahnya, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. Ketika beliau memulai shalat; diangkatnya kedua tangannya sampai setentang dengan kedua bahunya. Begitu pula sebelum ruku 'dan ketika bangkit dari ruku'. Tapi dia tidak mengangkatnya ketika duduk antara dua sujud. "
343. Dari Salim bin 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berdiri hendak shalat, maka diangkatnya kedua tangannya sampai setentang dengan kedua bahunya sambil membaca takbir. Ketika ia hendak ruku ', dilakukannya pula seperti itu, begitu pula ketika
bangkit dari ruku '. Tapi ia tidak melakukannya ketika mengangkat kepala dari sujud. "
344. Dari Malik bin Huwairits ra, katanya: "Bila Rasulullah saw. Takbir (untuk sholat), ia mengangkat kedua tangannya sampai setentang dengan kedua telinganya. Dan bila ia hendak ruku ', diangkatnya pula kedua tangannya setentang dengan kedua telinganya. Dan bila ia mengangkat kepala dariruku ', beliau membaca' Sami'allahu liman hamidah ', sambil mengangkat tangan seperti itu pula. "
345. Dari Abu Bakar bin 'Abdur Rahman ra, katanya dia mendengar Abu Hurairah berkata: "Ketika Rasulullah saw. Shalat, pertama beliau takbir. Ketika hendak ruku', beliau takbir pula. Ketika bangkit dari ruku ', beliau membaca' Sami 'allahu liman hamidah'. Ketika telah sempurna berdiri dari ruku ',beliau membaca 'Rabbana wa lakal hamd'. Ketika menunduk hendak sujud, beliau takbir pula. Ketika mengangkat kepala dari sujud, takbir pula. Ketika hendak sujud lagi, takbir lagi. Ketika mengangkat kepala hendak berdiri untuk raka'at kedua begitu pula sesudah tasyahhud pertama, membaca takbir pula. Demikianlahberikutnya pada setiap rakaat sampai selesai. Akhirnya Abu Hurairah berkata, "Begitulah cara Rasulullah saw. Shalat."
346. Dari Abu Salamah ra, katanya Abu Hurairah ra takbir dalam shalat setiap dia bangkit dan runduk. Lalu kami tanya, "Ya, Abu Hurairah! Takbir bagaimana pula itu?" Jawab Abu Hurairah, "Begitulah cara Rasulullah saw. Shalat."
347. Dari Mutharrif ra, katanya: "Aku dan 'Imran bin Hushain shalat di belakang' Ali bin Abi Thalib. Ketika sujud, dia takbir, dan ketika mengangkat kepala dia takbir. Dan ketika bangun dari rakaat kedua dia takbir pula. Setelah kami selesai shalat, 'Imran memegang tangan ku seraya berkata, "Akuingat benar, begitulah cara Rasulullah saw. shalat. "
348. Dari 'Ubbadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat Al Fatihah."
349. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang tidak membaca Ummul Qur'an (Fatihah) dalam shalat, maka shalatnya tidak sempurna (Nabi mengulangnya sampai tiga kali). Lalu ditanyakan
orang kepada Abu Hurairah, "Bagaimana kalau kami shalat menurut Imam?" Jawabnya, "Bacalah perlahan! Karena aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, bahwa Allah Ta'ala berfirman:" Solat itu Ku bagi dua antara-Ku dan hamba-Ku. Untuk hamba Ku adalah apa yang dimintanya. Ketika dia mengucapkan 'Alhamdulillahi rabhil 'alamin', maka Allah Ta'ala menjawab, 'Hamadani' abdi '(Hamba Ku memuji-Ku). Ketika dia mengucapkan 'Arrahmanirrahim' (yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), maka Allah Ta'ala menjawab, 'Atsna' alayya 'abdi' (Hamba-Ku menyanjung Ku). Ketika dia mengucapkan 'Maliki yawmiddin' (MahaPenguasa hari kemudian), maka Allah Ta'ala menjawab, 'Majjadani' abdi '(Hamba-Ku mengagungkan-Ku), atau' Fawwadha ilayya 'abdi. (Hamba-Ku berserah diri kepada Ku). Ketika dia mengucapkan 'Iyyaka na'budu wa iyyaka nasla'in' (kepada Engkau saja kami menyembah dan kepada Engkau saja kami meminta tolong),maka Allah ta'ala menjawab, 'Hadza bayni wa bayna' abdi, wa li 'abdi ma Saala' (inilah bagian-Ku dan bagian Hamba-Ku, Untuk hamba-Ku apa yang dimintanya). Ketika dia mengucapkan 'Ihdinash shirathal mustaqim, shirathalladzina an' amta 'alaihim ghairil maghdhubi' alaihim waladhdhaallin '(Pimpinlah kamike jalan yang lurus, yakni jalan orang yang tidak Engkau murkai dan tidak pula jalan orang yang sesat), maka jawab Allah ta'ala, 'Hadza li' abdi, wa li 'abdi ma Saala' (inilah bagian hamba-Ku, untuknya apa yang dimintanya).
350. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak sempurna shalat, melainkan dengan membaca bacaan (ayat)." Kata Abu Hurairah, "Karena itu, apa yang dibacanya nyaring, kami baca pula nyaring kepada mu. Dan apa yang dibacanya perlahan, kami baca pula perlahan kepada mu."
351. Dari 'Atha' ra, katanya Abu Hurairah berujar: "Dalam setiap shalat, Rasulullah saw. Selalu membaca bacaan (ayat). Karena itu, bacaan yang dinyaringkannya kepada kami, kami nyaringkan pula, dan bacaan yang lembut dibacanya kami perlahankan pula kepada mu. " Lalu seorang pria bertanya,"Bagaimana kalau tidak kutambah lagi bacaanku selain membaca Al Fatihah?" Jawabnya, "Jika Anda menambahkan lebih baik, jika tidak, maka Al Fatihah sudah cukup."
352. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. masuk ke dalam masjid. Tidak lama kemudian, masuk pula seorang pria lalu dia shalat. Sesudah solat dia datang kepada Rasulullah saw. sambil memberi salam. Rasulullah menjawab salamnya sambil bersabda:" Ulanglah shalatmu, karenasesungguhnya kamu belum shalat. "Lalu orang
itu mengulang shalatnya seperti shalat yang pertama tadi. Kemudian dia
datang pula kepada Nabi saw. sambil memberi salam. Jawab Rasulullah,
"Wa, 'alaikassalam." Kemudian beliau bersabda pula, "Ulangi shalatmu!" Sesungguhnya engkau belum shalat. "Akhirnya orang itu mengulang shalatnya sampai tiga kali. Kemudian dia berkata," Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan agama ini, sesungguhnya aku belum tahu bagaimana caranya solat yang bagus.Karena itu ajarilah aku. "Sabda Nabi saw.," Bila engkau berdiri hendak shalat, bacalah takbir lebih dahulu. Sesudah itu baca ayat-ayat Qur'an yang mudah bagi mu. Sesudah itu ruku 'sehingga ruku'mu itu sempurna sekali. Sesudah itu bangkit dari ruku 'sampai engkau kembali berdiri dengan sempurna.Kemudian sujud dengan sempurna sekali. Kemudian duduk sehingga dudukmu sempurna sekali. Perbuatlah berikutnya seperti itu setiap kamu shalat. "
353. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya: "Pada suatu kali Rasulullah saw. Mengimami kami shalat Zhuhur atau' Ashar. Setelah selesai shalat beliau bersabda;" Siapa tadi di belakangku yang menjaharkan bacaan 'Sabbihisma rabbikal a'la? "Jawab seorang sahahat, "Aku. Maksudku hanya semata-mata untuk kebaikan. "Sabda Rasulullah saw., Aku tahu maksudmu baik. Tapi kamu mengganggu orang lain: '354. Dari Anas r.a. katanya: "Aku biasa shalat bersama-sama dengan Rasulullah saw., dengan Abu Bakar, dengan 'Umar dan dengan' Usman, tetapi aku tidak pernah mendengar mereka membaca 'Bismillahirrahmanirrahim." 355. DariAnas bin Malik ra, katanya: "Aku biasa shalat di belakang Nabi saw., Di belakang Abu Bakar, 'Umar dan' Usman. Mereka hanya memulai bacaan dengan 'Alhamdulillahi rabbil' alamin ', dan tidak pernah kudengar mereka membaca' Bismillahirrahmanirrahim 'pada awal bacaan (Al Fatihah) dan tidak pula penghabisannya. "
356. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu hari, ketika kami bersama-sama dengan Rasulullah saw., Tiba-tiba ia tertidur sebentar. Kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Karena itu kami bertanya," Mengapa Anda tersenyum, ya, Rasulullah ? "Jawab beliau," Sebentar ini turun kepada kusebuah surat. "Lalu dibacakan oleh beliau:" Bismillahirrahmanirrahim. Inna a'thainakal Kautsar. Fashalli librabbika wanhar. Inna syaniaka huwal abtar. "(Al Kautsar: 1-3). (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada mu nikmat yang banyak. Makategakkanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya musuh-musuh mu akan
habis binasa). Kemudian beliau bertanya, "Tahukah Anda sekalian apakah
Kautsar itu? "Jawab kami," Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. "Sabda
beliau, "Kautsar itu adalah sebuah sungai yang dijanjikan Allah 'Azza wa Jalla bagi ku. Sungai itu melimpahkan banyak kebaikan. Dia merupakan sumur, di mana umat ku akan datang ke situ kelak di hari kiamat. bejananya sebanyak bintang di langit." Sekonyong-konyong dikucilkan seseorang di antara mereka.Lalu kataku, "Wahai, Tuhan ku! Orang itu adalah umatku." Jawab Allah Ta'ala, "Engkau tidak tahu apa yang telah diperbuatnya sepeninggal mu."
357. Dari Wa-il bin Hujr ra, katanya dia melihat Nabi saw. mengangkat kedua tangan pada awal solat setentang dengan kedua telinganya sambil membaca takbir. Kemudian dilipatkannya bajunya lalu diletakkannya tangan kanan di atas yang kiri. Ketika ia hendak ruku ', dikeluarkannya kedua tangannyadari lipatan bajunya, kemudian diangkatnya sambil membaca takbir, lalu beliau ruku '. Ketika ia membaca 'sami'allahu liman hamidah', diangkatnya pula kedua tangannya. Ketika sujud, beliau sujud antara kedua telapak tangannya.
358. Dari 'Abdullah u., Katanya: "Kami pernah membaca ketika shalat di belakang Nabi saw.,' Assalamu 'alallahi, assalamu' ala fulanin '(Keselamatan bagi Allah dan keselamatan bagi si Fulan)." Maka pada suatu hari Rasulullah saw. bersabda kepada kami, "Allah itu sendiri bernama 'As Salam'. Karena ituketika kamu duduk (tasyahhud) dalam shalat, maka bacalah: 'Attahiyyatu lillahi, wash shalawatu wath thayyibatu. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa iahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu 'alaina wa' ala 'ibadillahish shalihin. Ucapan ini meliputi bagi semua orang saleh, baik di langit maupun di bumi.'Asyhadu alla ilaaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa
Rasuluhu '. (Segala kehormatan hanya untuk Allah semata-mata, begitu pula segala do'a dan ucapan-ucapan yang baik. Keamanan untukmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkat Nya. Keamanan bagi kami dan bagi semua orang yang saleh. Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku mengakubahwa Muhammad itu hambaNya dan RasulNya.) Sesudah itu kamu bisa menyambungnya dengan do'a yang kamu sukai. "
359. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengajarkan
tasyahhud kepada kami, seperti mengajarkan surah Al Qur'an. Sabda beliau: "Attahiyyatul mubarakatush shalawatut thayyibatu lillahi. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu' alaina wa 'ala' ibadillahis shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah Wa asyhadu anna MuhammadarRasulullah. "(Segala kehormatan, segala keberkahan, segala do'a dan segala ucapan yang baik-baik hanya teruntuk bagi Allah semata-mata. Keamanan bagi mu wahai Nabi, serta rahmat Allah dan berkatnya. Keamanan bagi kami dan bagi para hamba Allah yang saleh. Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhanselain Allah. Dan aku mengaku bahwa Muhammad itu Rasulullah).
360. Dari Hiththan bin Abdullah Al Raqayi La., Katanya: "Pada suatu ketika, aku shalat bersama Abu Musa Al Asy'ari. Ketika shalat telah sampai ke duduk (tasyahhud), seorang pria yang ikut berjamaah membaca 'Uqirratish shalatu tagihan Birri waz zakati '(Solat digabung dengan amal-amal baik dan denganzakat). "Setelah selesai sholat, Abu Musa menghadap ke belakang lalu bertanya," Siapakah yang membaca kata-kata itu tadi? "Jamaah diam saja. Abu Musa bertanya kembali," Siapakah di antara kamu yang membaca kata-kata itu tadi? " Jamaah diam juga. Lalu Abu Musa berkata. "Engkau barangkali, ya Hiththan?"Jawab ku, "Tidak! Aku tidak membacanya. Aku takut kalau Anda memarahi ku karenanya." Lalu seorang pria anggota jamaah berkata, "Akulah yang membacanya. Maksud ku hanya untuk kebaikan semata-mata." Kata Abu Musa, "Apakah kamu belum tahu bacaan-bacaan yang harus dibaca dalam shalat?" Sesungguhnya Rasulullahsaw. telah berkhuthbah di hadapan kami, di mana
ia menjelaskan kepada kami perihal agama kita, dan mengajarkan
kepada kami tentang cara kita shalat. Beliau bersabda, "Apabila kamu shalat (berjamaah), buatlah shaf (barisan). Kemudian pilihlah salah seorang di antara kamu menjadi imam. Ketika imam itu takbir, maka takbir pulalah kamu semua. Dan ketika imam itu membaca 'ghairil maghdhubi' alaihim waladh dhallin ',maka bacalah bersama-sama 'Amin'. "Dengan begitu kamu akan dikasihi Allah. Apabila imam itu takbir dan ruku ', maka hendaklah kamu takbir dan ruku' pula, dan seharusnya lah imam itu ruku dan mengangkat kepala lebih dahulu dari kamu. Begitulah sabda Rasulullah saw. Kemudian, ketika imam membaca 'Sami'allahuliman hamidah ', maka bacalah' Allahumma rabbana lakal hamdu '. Pasti Allah mendengar pujianmu itu. Begitulah Allah telah berfirman melalui lidah
NabiNya. Ketika imam itu takbir dan sujud, maka takbir dan sujud pulalah kamu. Sesungguhnya imam itu harus sujud dan mengangkat kepala sebelum kamu. Demikianlah Rasulullah saw. bersabda begini dan begitu. Dan ketika duduk (tasyahhud), harus dibaca: "Attahiyyatuth thayyibatush shalawatu lillah.Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu 'alaina wa' ala 'ibadillahish shalihin. Asyhadu alla ilaaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu. (Segala kehormatan, kebaikan dan do'a, hanya tertuju kepada Allah semata-mata. Keamanan bagi mu wahai Nabi,beserta rahmat dan berkat dari Allah. Keamanan atas kami dan atas para hamba yang saleh. Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu hamba dan Rasul Allah. '"
361. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Ketika kami sedang berada di dalam majlis Sa'ad bin 'Ubbadah, sekonyong-konyong Nabi saw. Datang. Basyir bin Sa'ad bertanya kepada beliau," Allah Ta'ala memerintahkan kami supaya berselawat kepada Anda. Bagaimana caranya kami berselawat itu, ya Rasulullah? ", Kata Abu Mas'ud, "Rasulullah saw. Diam saja tidak segera menjawab. Sehingga kami mengira, mungkin dia tidak menyukai pertanyaan kami itu." Kemudian beliau bersabda, "Ucapkanlah: 'Allahumma shalli' ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad.
Kama shallaita 'ala aali Ibrahim. Wa baarik 'ala Muhammad wa' ala aali Muhammad. Kama barakta 'ala aali Ibrahim. Fil 'alamina innaka hamidun majid.' (Wahai Allah! Limpahkanlah rahmatMu kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlahberkatMu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Di alam semesta ini sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Agung). Kemudian memberi salam, dan caranya adalah sebagaimana Anda semua telah mengetahui. "
362. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila imam telah membaca 'Amin', maka baca pulalah olehmu. Siapa yang bacaan 'Amin'nya bersamaan dengan' Amin 'malaikat, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu." 363. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabilaimam selesai membaca 'ghairil maghdhubi' alaihim waladh dhallin ', lalu orang di belakangnya membaca' Amin ', dan bacaannya itu bersamaan dengan amin penduduk langit, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. "
364. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika, Nabi saw. Jatuh dari kuda, menyebabkan rusuk kanan beliau luka. Karena itu kami datang menjenguk beliau dan kebetulan ketika kami tiba di sana waktu shalat pun tiba. Dia shalat mengimami kami sambil duduk, dan kami shalat menurut beliau sambilduduk pula. Setelah selesai shalat beliau bersabda, "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Karena itu,
ketika imam takbir, takbir pulalah kamu. Ketika imam sujud, sujud pulalah kamu. Bila iman bangkit, bangkit pulalah kamu. Dan ketika imam membaca 'Sami'allahu liman hamidah', maka ucapkanlah 'Rabbana
walakal hamdu '. Ketika imam itu shalat sambil duduk, maka shalat pulalah kamu sekalian sambil duduk. "
365. Dari 'Aisyah La., Katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Sakit. Karena itu para sahabat berdatangan menjenguk beliau. Beliau shalat sambil duduk, dan para sahabat shalat menurut beliau sambiI berdiri. Lalu Rasulullah memberi isyarat supaya mereka duduk, maka duduklah mereka semuanya. Setelahselesai shalat, beliau bersabda, "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Ketika imam 'itu ruku', ruku 'pulalah kamu sekalian. Ketika imam itu bangkit, bangkit pulalah kamu. Dan ketika imam itu shalat sambil duduk, maka duduk pulalah kamu semuanya. "
366. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Sakit. Karena itu beliau shalat sambil duduk, dan kami shalat di belakang beliau sambil berdiri, sedangkan Abu Bakar mengeraskan suaranya takbir menghubungkan
suara Nabi, sehingga terdengar oleh orang banyak. Sekonyong-konyong
ia menoleh kepada kami, maka dilihatnya kami berdiri. Lalu beliau
memberi sinyal supaya kami duduk, maka duduklah kami semuanya. Setelah shalat, beliau bersabda: "Hampir saja Anda sekalian berbuat seperti orang Persia dan Rum. Mereka berdiri ketika menghadap raja-raja mereka,
sedangkan raja-raja itu duduk. Maka janganlah sekali-kali Anda berbuat seperti itu. Ikutilah imam Anda! Jika imam itu sholat berdiri, maka shalat pulalah kamu sambil berdiri. Jika dia shalat sambil duduk, maka duduk pulalah kamu. "
367. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Karena itu janganlah kamu menyalahinya. Apabila dia takbir, bertakbirlah kamu. Ketika dia rukuk, rukuklah kamu. Ketika dia membaca 'Sami'allahu liman hamidah' bacalah 'Rabbana lakal hamdu'. Ketika dia sujud, sujudlah kamu . Dan ketika dia shalat sambil duduk, makasolat pulalah kamu sambil duduk. "
368. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita, "Jangan mendahului imam! Ketika imam takbir, bertakbirlah. Dan ketika imam membaca" waladh dhallin ', maka bacalah' Amin! '. Ketika dia ruku ', ruku'lah. Dan ketika dia membaca 'Sami'allahu limanhamidah', maka ucapkanlah 'Allahummarabbana lakalhamdu. '
369. Dari Ya'la, yaitu Ibnu 'Atha', dia mendengar dari Abu 'Alqamah, dari Abu Hurairah ra, katanya; Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya imam itu perisai. Karena itu ketika dia shalat sambil duduk, maka shalat pulalah kamu sambil duduk. Dan ketika imam membaca 'Sami'allahu liman hamidah' ucapkanlah'Allahumma rabbana lakal hamdu' Apabila ucapan penduduk bumi berbarengan dengan ucapan penduduk langit, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. "
370. Dari 'Ubaidillah bin Abdullah ra, katanya dia datang ke rumah Aisyah hendak bertanya. "Dapatkah ibu menceritakan kepada ku tentang sakit Rasulullah saw.?" katanya. Jawab 'Aisyah, "Baiklah! Ketika sakit Rasulullah saw. Bertambah berat, beliau bertanya," Sudah solatkah orang banyak? "Jawab kami,"Belum!" Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah. "Sabda beliau," Tolong sediakan air untukku di ember! "Setelah kami sediakan, maka ia pun mandi. Kemudian ia berusaha sedapat-dapatnya hendak pergi shalat (berjamaah), tetapi tiba-tiba ia jatuh pingsan. Setelah siuman beliau bertanya, "Sudah shalatlahorang banyak? "Jawab kami," Belum! Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah. "Lalu beliau bersabda," Tolong sediakan untukku air di ember "Setelah kami sediakan, ia pun mandi, dan sesudah itu ia berusaha sedapat-dapatnya hendak pergi shalat, tetapi tiba-tiba dia pingsan lagi. Setelah siuman diabertanya pula, "Sudah solatkah orang banyak?" Jawab kami, "Belum! Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah." Sabda beliau, "Tolong sediakan untukku air di ember!" Setelah kami sediakan, maka ia pun mandi, kemudian ia berusaha sedapat-dapatnya hendak pergi shalat, tetapi dia pingsan lagi. Setelahsiuman beliau
bertanya pula, "Sudah solatkah orang banyak?" Jawab kami, "Belum! Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah '" Kata' Aisyah, "Ketika itu jamaah tetap diam di masjid menunggu Rasulullah saw. Hendak shalat 'Isya. Kemudian Rasulullah menyuruh seseorang kepada Abu Bakar, sehingga menyuruhnya mengimami shalat orangbanyak. Jawab Abu Bakar, dia seorang yang lemah lembut. "Hai, 'Umar! Andalah yang lebih pantas menjadi imam!" Kata 'Aisyah, "Akhirnya Abu Bakarlah yang mengimami mereka shalat, sehingga beberapa hari lamanya. Kemudian, setelah sakit Rasulullah saw. Berangsur ringan, dia pergi shalat Zhuhur di papah olehdua orang pria, salah seorang di antaranya adalah 'Abbas, saat ia tiba, ternyata Abu Bakar telah mulai shalat mengimami orang banyak. Tatkala Abu Bakar menyadari bahwa Rasulullah datang, dia berusaha hendak mundur dan memberi kesempatan kepada Nabi menjadi imam. Tapi Nabi saw. memberi sinyalkepadanya agar tetap berada di tempat dan jangan mundur. Sementara itu Nabi berkata kepada kedua orang yang memapah beliau, "dudukkan aku di samping Abu Bakar!" Lalu keduanya mendudukkan
beliau disamping Abu Bakar. Abu Bakar shalat sambil berdiri mengikuti shalat Rasulullah saw., Sedangkan orang shalat mengikuti Abu
Bakar, padahal Nabi sendiri shalat sambil duduk. Kata 'Ubaidillah, "Kemudian aku datang ke rumah' Abdullah bin 'Abbas lalu kataku kepadanya," Apakah Anda belum tahu hadis yang diriwayatkan' Aisyah tentang sakit Rasulullah saw.? "Jawab 'Abdullah," Ceritakanlah! "Lalu kuceritakan hadis itu kepadanya,tetapi dia tidak membantah apa-apa selain katanya, "Apakah 'Aisyah tidak menyebutkan kepada mu orang yang satu lagi?" Jawab ku, "Tidak '" Kata' Abdullah bin 'Abbas, "Orang itu adalah' Ali!"
371. Dari 'Ubaidillah bin' Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud ra, katanya' Aisyah istri Nabi saw. berkata: "Ketika sakit Rasulullah saw. bertambah berat, ia minta izin kepada para istri beliau, kiranya ia bisa dirawat di rumahku. Maka beliau diizinkan oleh mereka. Lalu beliau dipapah olehdua orang pria hingga kaki beliau terjulai membuat garis di tanah. Salah seorang di antara kedua pria itu adalah
Abbas. Kata 'Ubaidillah, "Cerita' Aisyah itu ku sampaikan kepada 'Abdullah." Lalu tanya 'Abdullah bin' Abbas, "Tahukah kamu siapa pria yang satu lagi, yang tidak disebutkan 'Aisyah?" Jawab ku, "Tidak!" Kata
Ibnu 'Abbas, "Orang itu adalah' Ali."
372. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika sakit Rasulullah saw.
bertambah berat, Bilal datang seperti biasa memberitahukan waktu shalat telah tiba. Lalu beliau bersabda, "Suruhlah Abu Bakar mengimami shalat berjamaah dengan orang banyak." "Ya, Rasulullah!" Kata 'Aisyah, "Abu Bakar itu seorang pria penyedih. Kalau dia yang menggantikan Anda menjadi imam suaranyatidak terdengar oleh orang banyak. Bagaimana kalau 'Umar saja yang disuruh'? "Sabda Rasulullah saw.," Suruhlah Abu Bakar mengimami shalat berjamaah dengan orang banyak! "Kata 'Aisyah selanjutnya," Lalu hal itu kukatakan kepada Hafshah, sehingga dia menyampaikan kepada Nabi saw. bahwa Abu Bakar seorang penyedih.Kalau dia yang disuruh menjadi imam menggantikan Nabi, suaranya tidak terdengar oleh orang banyak. Karena itu alangkah baiknya kalau 'Umar yang disuruh. "Lalu Hafshah mengatakannya kepada Nabi saw. Sabda Rasulullah saw.," Anda semua termasuk kelompok Yusuf. Suruhlah Abu Bakar mengimami shalat berjamaahdengan orang banyak. "Karena itu, akhirnya Abu Bakarlah yang menjadi imam. Pada suatu ketika, sewaktu Abu Bakar sedang mengimami shalat berjamaah dengan orang banyak, kebetulan Rasulullah saw. merasa sakitnya agak ringan. Lalu dia pergi shalat berjamaah di papah dua orang pria, dan kedua kaki beliauterjulai ke tanah. Sesampainya di masjid, Abu Bakar mendengar desah nafas beliau datang. Lalu dia berusaha hendak mundur, tetapi Rasulullah saw. memberi isyarat kepadanya agar dia tetap di tempatnya, dan ia didudukkan orang di sebelah kiri Abu Bakar, setentang dengannya. Kata 'Aisyah, "Ketikaitu Rasulullah saw. shalat berjamaah mengimami orang banyak sambil duduk, sedangkan Abu Bakar berdiri. Abu Bakar menurut Nabi saw., Sedangkan jama'ah yang banyak mengikuti Abu Bakar. "
373. Dari Ibnu Syihab La., Katanya: "Anas bin Malik mengatakan kepada ku, bahwa Abu Bakar mengimami shalat berjamaah pada hari-hari Rasulullah sakit akan meninggal. Pada hari Senin, ketika jamaah sedang
solat bershaf-shaf, Rasulullah saw. menyingkapkan tabir kamarnya, sehingga ia terlihat oleh kami berdiri dengan wajah pucat seperti kertas. Lalu ia tersenyum dan tertawa. "Kata Anas selanjutnya," Tiba-tiba dia mendatangi kami, dan kami yang sedang shalat merasa gembira dengan kedatangan beliauitu. Abu Bakar yang menjadi imam ketika itu mundur sampai ke shaf; karena dia menyangka Rasulullah keluar hendak shalat. Tapi beliau memberi isyarat dengan tangannya, sehingga mereka melanjutkan shalat mereka sampai selesai. Kemudian ia masuk kembali ke kamar dan menurunkan tirainya. "
374. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya: "Rasulullah saw.
pergi ke kampung Bani 'Umar bin' Auf untuk mengadakan perdamaian sesama mereka. Kebetulan waktu shalat tiba. Muadzin datang kepada Abu Bakar dan
berkata, "Maukah Anda mengimami shalat? Biarlah aku yang qamat." "Baiklah!" jawab Abu Bakar. Ketika Abu Bakar sedang shalat, sekonyong-konyong Rasulullah saw. datang dan terus maju hingga sampai ke shaf pertama). Orang-orang bertepuk, tetapi Abu Bakar tidak menoleh. Ketika tepukan tangan bertambah banyakbarulah dia menoleh, dan terlihat kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi sinyal kepada Abu Bakar agar dia tetap di tempatnya. Tetapi Abu Bakar mengangkat tangannya dari memuji Allah 'Azza wa Jalla atas suruhan Rasulullah saw. itu. Kemudian dia mundur sampai sejajar dengan shaf, sedangkanRasulullah saw. maju ke depan mengimami shalat selanjutnya. Setelah selesai shalat beliau bertanya kepada Abu Bakar, "Hai, Abu Bakar! Apa sebabnya Anda tidak ingin kusuruh tetap di tempatmu menjadi imam?" Jawab Abu Bakar, "Tidaklah pantas bagi anak Abu Quhafah untuk shalat mengimami Rasulullah saw." Berikutnyaia bertanya kepada jamaah, "Aku lihat semua ramai bertepuk tangan, mengapa? Siapa yang akan mengingatkan sesuatu dalam shalat harus dia tasbih (membaca 'subhanallah'), karena ketika dia tasbih orang akan melihat kepadanya. Sedangkan bagi kaum wanita bertepuk tangan."
375. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tasbih untuk pria dan bertepuk tangan bagi perempuan."
376. Dari Abu Hurairah ra, katanya: Pada suatu hari Rasulullah saw. shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat beliau menghadap kepada jamaah lalu bersabda: "Hai Fulan: Mengapa Anda tidak membaguskan shalat Anda? Tidakkah Anda lihat orang lain bagaimana dia shalat? Sesunguhnya dia shalat untuk dirinya.Demi Allah! Sesungguhnya aku dapat melihat ke belakang seperti aku melihat ke muka. "
377.Dari Anas bin Malik r.a., katanya Nabi saw. bersabda:
"Sempurnakanlah ruku 'dan sujud Anda! Demi Allah! Sesungguhnya aku dapat melihat Anda di belakangku, bagaimana caranya Anda ruku' dan
sujud. "
378. Dari Anas .ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat beliau menghadapkan wajahnya ke kami lalu bersabda:" Wahai manusia! Aku ini imam Anda semua. Karena itu janganlah mendahului ku ketika ruku ', ketika sujud, ketika berdiri dan ketika menyudahisolat. Sesungguhnya aku melihat Anda ketika di hadapanku dan di belakangku. Demi Allah yang diri Muhammad berada di tanganNya, kalaulah Anda melihat apa yang kulihat, Anda akan sedikit tertawa, tetapi akan banyak menangis. "Tanya mereka," Apakah yang Anda lihat, wahai Rasulullah? "Jawab Rasulullah,"Aku melihat surga dan neraka."
379. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tidak takutkah orang-orang yang mengangkat kepalanya lebih dahulu dari imam, bahwa kepala mereka akan dikonversi Allah dengan kepala keledai?"
380. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak percayakah orang-orang yang mengangkat kepalanya mendahului imam, bahwa Allah akan mengganti rupanya dengan rupa keledai?" 381. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah orang-orang itu berhenti memandangke langit ketika shalat ataukah mereka akan dibutakan Allah? "
382. Dari Abu Hurairah. r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah orang-orang itu berhenti melihat ke langit ketika mendo'a dalam shalat, ataukah mereka akan dibutakan?"
383. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mendatangi kami lalu beliau bersabda:" Apa sebabnya Anda mengangkat kedua tangan Anda (dalam shalat), sehingga kulihat bagaikan ekor kuda binal? Bersikap tenanglah dalam shalat! "Kemudian beliau mendatangi kami pula, dan melihat kami berkelompok-kelompok.Lalu beliau bersabda: "Mengapa kulihat Anda berpisah-pisah?" Kemudian beliau mendatangi kami pula lalu bersabda: "Mengapa Anda tidak membuat shaf (berbaris) seperti shaf malaikat di hadapan Tuhannya?" Tanya kami, "Bagaimana caranya shaf malaikat di hadapan Tuhannya?" Jawab beliau, "Mereka penuhi lebihdahulu shaf pertama, dan mereka rapatkan barisan mereka. "
384. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Kami pernah menyudahi solat kami ketika shalat bersama Rasulullah saw. Dengan mengucapkan salam 'Assalamu'alaikum warahmatullahi', sambil memberi isyarat dengan tangan ke kanan dan ke kiri. Maka bersabda Rasulullah saw. , "Mengapa Anda
memberi isyarat dengan tangan (ketika mengucapkan salam) seperti ekor kuda binal? Sesungguhnya sudah cukup kalau Anda letakkan tangan Anda di atas paha, lalu Anda ucapkan salam kepada saudara Anda yang di kanan dan kiri Anda. "385. Dari Abu Mas'ud ra, katanya:" Rasulullah saw. menyentuh bahu kami sebelumsolat sambil berkata: "Luruskan barisanmu, jangan bengkok-bengkok. Karena barisan yang bengkok, niscaya akan menyebabkan hatimu terpecah-belah. Orang dewasa yang cerdik dan pandai harus berdiri dekat di belakangku, kemudian yang pandai dan seterusnya." 386. Dari 'Abdullah bin Mas'ud r.a., katanyaRasulullah saw. bersabda: "Hendaklah berdiri dekat dengan ku orang-orang dewasa yang cerdik dan pandai, kemudian yang pandai (beliau ucapkan sampai tiga kali), dan jauhilah hiruk-pikuk seperti di pasar!"
387. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Luruskan shaf kalian, karena shaf yang lurus termasuk shalat yang sempurna."
388. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Buatlah shaf (barisan), karena dengan membuat shaf itu sesungguhnya termasuk shalat yang bagus."
389. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah meluruskan shaf kami, sehingga tampak seolah-olah sedang meluruskan anak panah sampai lurus benar. Pada suatu hari ketika beliau hendak sholat dan hampir takbir, sekonyong-konyong terlihat oleh beliau seorang pria menyorotidadanya dari shaf. Maka bersabda beliau, "Wahai hamba Allah! Luruskanlah shaf Anda! Kalau tidak, niscaya Allah akan mencerai-beraikan hati Anda."
390. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalaulah manusia itu tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, tetapi mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan jalan diundi, niscaya mahulah mereka diundi. Dan kalaulah mereka tahu prioritas segera pergi shalat, niscaya mereka akanberlomba ke sana. Dan kalaulah mereka tahu keutamaan shalat 'Isya dan Subuh berjamaah, niscaya mereka akan mendatanginya, sekalipun mereka akan merangkak. "
391. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memperhatikan para sahabatnya yang suka berada di shaf belakang. Lalu beliau bersabda kepada mereka," Majulah ke depan dan ikutilah aku supaya orang yang dibelakanag mu dapat pula menurut mu . Memang ada saja orang-orang yang sukadi belakang-belakang, sehingga Allah membelakangi mereka benar-benar. "
392. Dari Abu Hurairah ra, katanya RasuluUah saw. bersabda: "Shaf yang paling baik bagi pria adalah shaf pertama, dan yang paling buruk adalah shaf terakhir sedangkan shaf yang paling baik bagi perempuan adalah shaf yang terakhir dan yang paling buruk adalah shaf yang pertama."
393. Dari Sahal bin Sa'id ra, katanya: "Aku melihat beberapa orang pria shalat di belakang Nabi saw. Dengan hanya mengikatkan kain mereka dileher seperti anak-anak, karena kain mereka sempit, lalu Nabi saw. Bersabda:" Hai, kaum wanita! Janganlah Anda mengangkat kepala lebih dahulu dari pria!(Maksudnya supaya mereka tidak terlihat kepada aurat pria).
394. Dari Salim ra, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila istri mu minta izin hendak pergi ke masjid, janganlah mereka dilarang."
395. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu halangi istri mu pergi ke mesjid, ketika ia minta izin kepada mu!" Kata Abdullah, "Mendengar hadis itu lalu Bilal bin Abdullah menjawab: Demi Allah! Akan kami larang mereka!" Karena itu Abdullah marahkepadanya, dan mengatakan dengan kata-kata
yang belum pernah didengar selama ini. Akhirnya dia berkata, "Ku sampaikan kepada mu hadis Rasulullah, tetapi kamu bahkan bersumpah akan melarang mereka."
396. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah Anda larang kaum wanita pergi ke masjid waktu malam."
397. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari bapaknya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu halang; kaum wanita merebut keuntungan di masjid ketika dia minta izin kepada mu."
398. Dari Zainab Ats Tsaqafiay ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu (para wanita) mengikuti shalat 'Isya berjamaah di masjid, maka janganlah memakai harum-haruman ketika itu."
399. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa-siapa di antara para wanita yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia ikut shalat 'Isya yang akhir bersama-sama dengan kami."
400. Dari 'Amrah binti' Abdur Rahman ra, katanya dia mendengar 'Aisyah istri Nabi saw. berkata: "Andaikata Rasulullah tahu apa yang terjadi di kalangan wanita, niscaya beliau melarang mereka pergi ke
masjid, seperti halnya wanita-wanita Bani Israil dilarang ke masjid. "Kemudian aku tanyakan kepada Amrah," Apakah wanita-wanita Bani Israil dilarang ke masjid? ' Dia menjawab, "Ya!"
401. Ibnu 'Abbas r.a. berkata tentang turunnya ayat: "Wa la tajhar bishalatika wa la tukhafit biha" (Isra: 110) (dan janganlah kamu mengeraskan suara di dalam shalat, dan jangan pula merendahkannya) katanya ayat itu turun ketika Rasulullah saw. berada di Makkah. Biasanya beliau membaca ayat Qur'andalam shalat berjamaah dengan para sahabat, adalah dengan mengeraskan suara. Karena itu bila terdengar oleh kaum musyrikin, mereka mencemooh Al Qur'an, mencemooh Allah yang menurunkannya, dan mencemooh Rasulullah yang membawanya. Maka berfirman Allah Ta'ala kepada Nabi-Nya, "Wa La tajhar hi shalatika" Janganlahkamu mengeraskan suara ketika membaca ayat dalam shalat, sehingga terdengar oleh orang-orang musyrik itu, dan jangan pula terlalu direndahkan ketika membacanya di hadapan para sahabatmu sehingga
tidak terdengar oleh mereka, tetapi perdengarkanlah kepada mereka dengan suara sedang, sekadar terdengar oleh para sahabatmu itu.402. Ibnu 'Abbas r.a. berkata tentang firman Allah 'Azza wa Jalla, "La tuharrik bihi lisanaka" (Janganlah kamu gerakkan lidahmu) (Al Qiyamah
: 16), katanya: Bila Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Nabi saw., Biasanya beliau menggerakkan lidah dan bibirnya, sehingga ia mendapat kesulitan karenanya. Hal itu jelas terlihat dari wajah dan kondisi beliau. Karena itu Allah Ta'ala berfirman. "La tuharrik
bihi lasanaka lita'jal bihi Inna 'alaina jam'ahu wa qu'anahu. '(Al Qiyamah 16 - 17). (Janganlah kamu gerakkan lidahmu karena hendak cepat-cepat membacanya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan mengajarmu pandai membacanya. (Karena itu Simaklah baik-baik!) Apabila Kami telahselesai membacakannya, maka ikutilah bacaan itu. Kemudian kewajiban Kamilah menjelaskannya (menjelaskan maksud ayat itu melalui lidahmu). Semenjak itu, kalau Jibril datang kepada Nabi saw., Beliau menundukkan kepala sambil berdiam diri. Setelah Jibril pergi, barulah ia baca kembali dengan lancarbacaan yang disampaikan Jibril itu sesuai dengan janji Allah Ta'ala kepadanya.
403. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah membacakan Qur'an kepada Jin, dan ia tidak pernah pula melihatnya.
Pada suatu ketika Rasulullah saw. pergi dengan beberapa orang sahabat ke pasar 'Ukazh. Ketika itu setan-setan, tidak dapat lagi mendengar berita dari langit, karena mereka dilontari dengan nyala api (meteor) sehingga mereka terpaksa kembali ke kaumnya. Kaumnya bertanya, "Mengapa kalian kembali,apa yang terjadi? "Jawab mereka," Berita dari langit tertutup untuk kita. Kami dilontari dengan nyala-nyala api. "Kata kaumnya," Tentu ada peristiwa yang menyebabkannya. Karena itu pergilah ke Timur dan ke Barat, carilah alasan kenapa berita langit tertutup untuk kita ketahui. "Lalu mereka berpencarke seluruh bumi, ke Timur dan ke Barat, menemukan alasan tertutupnya berita langit itu. Ketika rombongan yang menuju ke Tihamah sampai di Nakhlah, akan terus ke Pasar 'Ukazh, sekonyong-konyong mereka melihat
Rasulullah saw. sedang shalat Subuh berjamaah dengan para sahabat beliau. Tatkala mereka mendengar ayat-ayat Qur'an dibaca Nabi saw. dalam shalat, mereka dengarkan baik-baik, sehingga mereka berkesimpulan, inilah kiranya yang telah menutup kita untuk mengetahui berita-berita dari langit. Karena itu merekapulang ke kaumnya.Lalu mereka melapar, "Hai, kaum kami! Kami telah mendengar ayat-ayat Qur'an yang sangat mengagumkan, yang membimbing kami ke jalan yang lurus. Karena itu kami iman dengannya, dan kami tidak akan mempersekutukan Tuhan kami dengan yang lain-lain. " lalu diturunkan Allah 'Azza wa Jallakepada Nabi-Nya, Muhammad saw. ayat: "Qul uhiya ilayya annahustama'a nafarun minal Jinni" (Al Jinn: 1) (Katakanlah hai Muhammad! Telah diwahyukan kepadaku, bahwa sekelompok jin telah mendengarkan ayat-ayat Qur'an)
404. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa shalat mengimami kami. Pada dua raka'at pertama Zhuhur dan 'Ashar beliau membaca Fatihah dan surah yang kadang-kadang diperdengarkan beliau bacaannya kepada kami. Biasanya beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama shalat Zhuhur, dan memendekkannyapada rakaat kedua. "Demikian pula pada shalat Subuh."
405. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah ra, dari ayahnya, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. Membaca Fatihah dan surah pada dua raka'at pertama Zhuhur dan Ashar. Bahkan kadang-kadang ia perdengarkan kepada kami bacaannya. Pada dua raka'at yang akhir, ia hanya membaca Fatihah saja. "
406. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami pernah mengira-ngirakan berapa lama Rasulullah saw. Berdiri ketika shalat Zhuhur dan 'Ashar. Perkiraan kami adalah: pada dua rakaat pertama Zhuhur beliau berdiri selama membaca surah' Alif Lam Mim Tanzil ', sedang pada dua raka'at yang akhir, sekitarseperdua itu. Kemudian kami kira-kirakan pula lama beliau berdiri pada dua rakaat pertama shalat 'Ashar adalah sekitar selama berdirinya pada dua rakaat yang akhir shalat Zhuhur, sedang pada dua rakaat yang terakhir sekitar seperdua itu. "
407. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Biasanya Nabi saw.
membaca ayat pada shalat Zhuhur sekitar tiga puluh ayat pada tiap-tiap dua rakaat pertama, sedangkan pada dua rakaat yang terakhir sekitar lima belas ayat atau seperdua yang pertama. Dalam tiap-tiap dua rakaat pertama shalat 'Ashar beliau membaca sekitar lima belas ayat, sedang pada dua rakaat yangakhir sekitar seperdua itu. "
408. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Penduduk Kufah
mengadukan Sa'ad kepada Umar bin Khaththab tentang cara Sa'ad shalat.
Lalu 'Umar memanggil Sa'ad. dan Sa'ad pun datang menghadap memenuhi panggilan itu. 'Umar menyampaikan kepada Sa'ad perihal pengaduan
orang-orang Kufah itu. Jawab Sa'ad, "Sesungguhnya aku shalat mengimami
mereka sama dengan shalat Rasulullah saw. dan tidak kurang sedikit jua pun. Kupanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama, dan kupendekkan pada dua rakaat yang akhir. "Jawab 'Umar," Apakah itu bukan dugaanmu belaka, hai Abu Ishaq. "
409. Dari Qaz'ah ra, katanya: "Aku datang kepada Abu Sa'id Al Khudri, dan ketika itu dia sedang, dikerumuni orang banyak. Setelah orang itu usai, aku berkata kepadanya," Aku tidak akan menanyakan soal-soal yang telah ditanyakan mereka kepada Anda. Aku bertanya tentang shalat Rasulullah saw. "KataAbu Sa'id, "Apakah hal itu akan ada baiknya untukmu?" Qaz'ah mengulangi pertanyaannya. Lalu dijawab oleh Abu Sa'id, "Dia berdiri melakukan shalat Zhuhur selama perjalanan seseorang sampai ke Baqi ', lalu sampai di sana diselesaikannya urusannya, sesudah itu dia pulang ke rumahnya lalu berwudhu. Setelahitu dia kembali ke masjid, didapatinya Rasulullah saw. masih berdiri pada raka'at pertama. "
410. Dari 'Abdullah bin Saib ra, katanya: "Pada suatu waktu Rasulullah saw. Mengimami kami shalat Subuh di Makkah. Ketika itu beliau
membaca surat Al Mu'minun. Setelah sampai kepada ayat yang menyebutkan Musa dan Harun, atau barangkali menyebutkan 'Isa as (Perawinya ragu), sekonyong-konyong ia diserang batuk, lalu beliau ruku '. Dan 'Abdullah bin Saib hadir waktu itu.
411. Dari 'Amar bin Huraits ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. membaca dalam shalat Subuh 'wallaili idza' as'as '(surah Takwir).
412. Dari Quthbah bin Malik ra, katanya dia mendengar Nabi saw. membaca dalam shalat Subuh 'Wan Nakhla basiqatin laha Thal'un nadhid' (QS Qaf).
413. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Biasa membaca dalam shalat Subuh 'Qaf. Wal Qur'anil majid. Tapi sesudah itu
beliau membaca surah yang pendek saja. "
414. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Biasanya Nabi saw. Membaca dalam shalat Zhuhur 'Wal laili idza yaghsya', dalam shalat 'Ashar surah yang selama itu pula, dan di dalam shalat Subuh surat yang lebih
panjang dari itu, "
415. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Dalam shalat
Zhuhur membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la' (surah Al A'la), dan dalam shalat Subuh lebih panjang dari itu. "416. Dari Abu Barzah Al Aslami ra, katanya:" Nabi saw. dalam shalat Subuh membaca ayat sekitar enam puluh sampai seratus ayat. "
417. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Ummul Fadhal bintil Harits mendengarnya membaca' Wal Mursalati 'Urfa' (QS: Al Mursalat). Lalu Ummul Fadhal mengatakan kepadanya. "Hai, Anak ku! Ketika engkau membaca surah itu, seolah-olah engkau mengingatkan ku akan saat terakhir aku mendengar Rasulullah saw. Membacanyadalam shalat Maghrib. "
418. Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im ra, dari ayahnya, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Membaca surat Ath Thur dalam shalat Maghrib." 419. Dari Al Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Aku shalat Isya bersama Rasulullah saw .. ketika itu beliau membaca Surat At Tin."
420. Dari Jabir ra, katanya: "Pada suatu waktu Mu'adz bin Jabal Al Anshari mengimami para sahabatnya shalat 'Isya. Ketika itu dia membaca surah yang panjang sehingga melamakan mereka shalat. Karena itu seorang pria yang ikut berjamaah memutuskan shalatnya lalu dia shalat sendiri. Hal itu disampaikanorang kepada Mu'adz, lalu Mu'adz berkata, "Dia munafik!" Tatkala orang itu mendengar ucapan Mu'adz yang demikian disampaikan orang kepadanya, dia pun melapor kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda kepada Mu'adz, "Hai, Mu'adz! Apakah engkau ingin menjadi tukang fitnah? Bila engkau mengimamisolat orang banyak, bacalah 'Wasy Syamsi Wadh dhuhaha. (Surat Asy Syams), atau 'Sabbihisma rabbikal a'la' (Surat Al A'laa), atau 'Iqra' bismi rabbika '(Surat At' Alaq), atau 'Wal laili idza yaghsya' (Surat Al Lail). "
421. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia berkata," Aku sengaja lambat datang shalat Subuh, karena si Fulan suka memanjangkan shalat ketika mengimami kami. "Belum pernah kulihat Nabi saw. marah ketika memberikan pengajian seperti beliau marahketika itu, "ujar Abu Mas'ud. Lalu beliau bersabda," Hai, manusia! Di antara kamu sekalian ada yang bertindak
menjadi imam menyebabkan orang benci kepada agama ini. Karena itu, siapa saja di antara kamu yang menjadi imam, hendaklah dia memperpendek
bacaan shalat, karena di belakangnya ada orang tua, ada orang yang lemah, dan ada pula yang sedang memiliki kebutuhan. "
422. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu mengimami shalat orang banyak, harus kamu pendekkan (bacaan), karena di antara ma'mum ada pula anak-anak, orang tua, orang yang lemah, dan orang sakit. Bila kamu shalat sendiri, shalatlah berapa lama kamu suka . "
423. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang kamu mengimami shalat orang banyak, harus dia memendekkan (bacaan) shalatnya, karena di antara para makmum ada orang-orang tua dan orang yang lemah. Apabila dia shalat sendiri, panjangkanlah (bacaan) shalatnyaberapa dia sukai.
424. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pendek solatnya, tetapi sangat sempurna."
425. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Suatu waktu, aku baru mulai shalat dan bermaksud hendak memperpanjang (bacaan) -nya, sekonyong-konyong kudengar tangis bayi. Lalu kupendekkan solat ku karena aku khawatir ibunya jadi gelisah."
426. Dari Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Aku pernah memperhatikan shalat Rasulullah saw. Ketika aku shalat bersama-sama dengan dia.
Maka kulihat berdirinya, ruku'nya, i'tidalnya sesudah ruku ', sujudnya, duduknya antara doa sujud, kemudian sujudnya lagi, kemudian duduknya sebelum salam, semuanya hampir sama saja lamanya. "
427. Dari Anas ra, katanya: "Aku tidak pernah shalat di belakang sesearang yang shalatnya lebih ringkas dari shalat Rasulullah saw. Tetapi amat sempurna. Solat Rasulullah itu hampir sama saja panjangnya satu sama lain, begitu pula shalat Abu Bakar. Tapi 'Umar bin Khaththab lebih panjang shalatnya ketikadia shalat Subuh. Padahal bila Rasulullah saw. sudah membaca "Sami'allahu liman hamidah" ia berdiri sehingga kami mengira beliau ragu. Kemudian beliau sujud, duduk antara doa sujud, sehingga kami mengira beliau ragu.
428. Dari Al Barra 'ra, hadisnya tidak diragukan kebenarannya,
katanya: "Mereka shalat di belakang Rasulullah saw. Bila ia mengangkat kepala dari ruku ', tidak seorang pun yang tampak membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah saw. menempatkan jidatnya lebih dahulu di bumi. Sesudah itu barulah mereka sujud."
429. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Mereka (para sahabat) shalat berjamaah bersama Rasulullah saw." Bila beliau ruku', mereka ruku 'pula. Bila ia mengangkat kepala dari ruku ', beliau membaca "Sami'allahu liman hamidah" namun mereka masih tetap berdiri sampai dilihatnya Rasulullah saw. menempatkanmukanya di bumi. Sesudah itu barulah mereka mengikuti beliau sujud. "
430. Dari Ibnu Abu Awfa ra, katanya: "Bila Rasulullah saw. Bangkit dari ruku ', beliau membaca:" Sami'allahu liman hamidah. Allahum
ma rabbana lakal hamdu mil-ussamawati, wa mil-ul ardhi, wa mil-u ma syi'ta min sya-in ba'du. ' (Maha Mendengar Allah pujian orang yang memujiNya. Wahai Allah, Tuhan kami! Untuk-Mulah pujian sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu).
431. Dari Abdullah bin Abi Awfa, katanya Nabi saw. membaca:
"Allahumma lakal hamdu mil-us samawati wal ardhi, wa mil-u ma syi'ta min syai-in ba'du. Allahumma thahhirni bits tsalji wal barddi, wal ma-il baradi. Allahumma thahhirni minadz dzunubi wal khathaya kama yunaqqats tsawbul abyadhu minal waskhi. " (Wahai Allah! Sucikanlah aku dengan salju, air es, danair dingin. Wahai Allah! Sucikanlah aku dari segala dosa dan kesalahan, sebagaimana kain putih dicuci orang dari kotoran).
432. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Bila Rasulullah saw.
bangkit dari ruku ', beliau membaca: "Rabbana lakal hamdu mil-us samawati wal ardhi, wa mil-u ma syi'ta min syai-in ba'du. Ahlats Tsana-i wal majdi! Ahaqqu moa qalal' abdu wa kulluna laka 'Abdun. Allahumma la maani'a limaa a'thayta, wala mu'thiya limaa mana'ta, wala yanfa'u dzal jaddi, minkal jaddu. "
433. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Membuka tirai (kamarnya ketika beliau sakit akan meninggal), padahal ketika itu jamaah sedang salat berjamaah diimami Abu Bakar. Lalu beliau bersabda:" Sesungguhnya tidak ada lagi wahyu kenabian yang ketinggalan yang harus kusampaikan, kecuali mimpibaik seorang muslim. Ketahuilah! Aku dilarang membaca Qur'an dalam ruku 'dan sujud. Agungkanlah Allah 'Azza wa Jalla di dalam ruku', dan perbanyaklah doa di dalam sujud, pasti doamu diperkenankan Allah swt. "
434, Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Aku dilarang Rasulullah saw. Membaca (Qur'an) dalam ruku 'dan sujud."
435. Dari Abu Hurairah ra, katanya: Rasulullah saw. bersabda:
"Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya, adalah ketika dia sujud. Karena itu perbanyaklah doa (dalam sujud) .436. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Membaca dalam sujud:" Allahummaghfirli dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu, wa akhirahu, wa 'alaniyatahu, wa sirrahu. "(WahaiAllah! Ampunilah dosaku semuanya, yang kecil dan yang besar, yang lama dan yang baru, yang nyata dan yang tersembunyi).
437. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah sering membaca dalam ruku '
dan sujudnya: "Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli" (Maha Suci Engkau wahai Allah Tuhan kami, dan Maha Terpuji Engkau wahai Allah, ampunilah aku). Dia membaca doa itu karena mengamalkan perintah dalam Al Qur'an (Surah An Nashr: 3)
438. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Semenjak turun ayat: 'Idza ja-a
nashrullahi wal fath ', maka kulihat ia sering mendoa atau membaca
dalam ruku 'dan sujudnya: "Subhanaka rabbi wa bihamdika Allahummagh
Firli ': (Maha suci Engkau wahai Tuhan ku, lagi Maha Terpuji, Wahai Allah, ampunilah aku).
439. Dari Ibnu Juraij ra, katanya dia bertanya kepada 'Atha', "Apa saja yang Anda baca ketika ruku '?" Jawab 'Atha', "Subhanaka wa bihamdika la ilaaha illa anta." (Maha Suci Engkau lagi Maha Terpuji. Tidak ada Tuhan yang kusembah selain Engkau). Lalu Ibnu Abi Mulaikah mengabarkan kepada ku, yang katanyadari 'Aisyah ra, "Pada suatu malam aku kehilangan Nabi saw. Kukira beliau tentu pergi ke istrinya
yang lain. Lalu aku meraba-raba, kiranya beliau sedang ruku 'atau sujud barangkali, sedang membaca: "Subhanaka wa bihamdika la ilaaha ilia anta." (Maha Suci Engkau lagi Maha Terpuji. Tidak ada Tuhan yang kusembah melainkan hanya Engkau). Lalu kataku, "Demi Allah! Aku mengira Anda pergi ke istriAnda yang lain. "
440. Dari Abu Hurairah ra, dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu malam aku kehilangan Rasulullah saw. Di tempat tidur. Lalu aku meraba-raba, maka terabalah olehku kedua tumit beliau sedang ditegakkannya. Ketika itu ia berada dalam masjid, sedang membaca: "Allahumma a'udzu biriddhaka min sakhatikawa bimu'afatika min 'uqubatika, wa a'udzu bika minka. La uhshi Tsana-an 'alaika, anta kama atsnaita' ala Nafsika. "(Wahai Allah! Aku berlindung dengan ridha Mu dari murka Mu, dan dengan kemaafan Mu dari siksa Mu, dan aku berlindung dengan Mu dari Mu. Tidak kuhingga-hinggakan pujian atas Mu, sebagaimanaEngkau memuji diri Mu).
441. Dari Mutharrif bin 'Abdullah bin Syikhkhir ra, bahwa Aisyah mengabarkan kepadanya, katanya Rasulullah saw. membaca dalam ruku 'dan sujud: "Subbuhun quddu sun rabbul malaikati war ruh." (Maha Suci Allah, Tuhan segala malaikat dan ruh).
442. Dari Ma'dan bin.Abi Thalhah al Ya'muri ra, katanya: "Aku bertemu dengan Tsauban, maula Rasulullah saw., Lalu aku bertanya kepadanya:" Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang bila kuamalkan, aku masuk surga karenanya. " Dia tidak menanggapi, sehingga permintaanku itu ku ulang sampai tiga kali.Akhirnya dia menjawab, "Aku pernah pula menanyakan kepada Rasulullah saw. Seperti pertanyaan kamu itu. Maka jawab beliau," Perbanyakan lah sujud kepada Allah, karena sesungguhnya apabila engkau sujud satu kali, Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosa darimu. "Kata Ma 'dan, "Berikutnyaaku bertemu dengan Abu Darda ', lalu kutanyakan pula kepadanya. Maka jawabnya sama dengan jawaban Tsauban kepada ku. "
443. Dari Rabi'ah bin Ka'ab Al Aslami ra, katanya: "Pada suatu ketika aku bermalam bersama Rasulullah saw., Maka kubawakan untuk beliau air wudhu dan untuk kebutuhan lain-lainnya." Beliau bersabda kepada ku, "Tanyakanlah kepada ku apa yang hendak kamu tanyakan." Jawab ku, "Aku berharap semoga akudapat menemani Anda kelak di surga. (Apa yang harus kulakukan)? "Tanya beliau," Masih adakah yang lain? "Jawab ku," Hanya itu saja, ya Rasulullah. "Sabda beliau," Kalau begitu, tolonglah aku untuk diri mu memperbanyak sujud. "
444. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku diperintahkan sujud dengan tujuh anggota dan tidak dibolehkan melapisinya dengan rambut atau dengan pakaian, yaitu: (1) Kening dan hidung, (2) dua tangan, (3) dua lutut, dan (4) dua ujung kaki."
445. Dari 'Abbas bin Abdul Muththalib ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang hamba sujud, maka sujud pula besertanya tujuh anggota tubuhnya, yaitu: muka, dua telapak tangan, dua lutut dan dua tumitnya."
446. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sempurnakanlah sujudmu! Jangan membentangkan dua siku seperti anjing (tidur)."
447. Dari Al Barra 'r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila engkau sujud, letakkan telapak tanganmu, dan tinggikan kedua sikumu." 448. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sujud, direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga terlihat putih ketiaknya.Dan ketika ia duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal, ia duduk tenang di atas pahanya yang kiri. "
449. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memulai shalat beliau dengan takbir. Sesudah itu ia baca surat Al Fatihah. Ketika beliau ruku', kepalanya tidak mendongak dan tidak pula terlalu menunduk,
tetapi pertengahan (sehingga kepalanya terlihat rata dengan punggung). Ketika ia bangkit dari ruku ', beliau tidak sujud sebelum dia berdiri lurus lebih dahulu. Ketika ia mengangkat kepala dari sujud (pertama), beliau tidak sujud (kedua) sebelum duduknya antara kedua sujud itu tepat benarlebih dahulu. Setiap selesai dua rakaat, ia membaca Tahiyat sambil duduk menghimpit kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Dia melarang duduk seperti setan duduk atau seperti binatang buas duduk. Dan beliau menyudahi shalat dengan membaca salam. "
450. Dari Musa Ibnu Thalhah ra, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu telah menancapkan semacam paku (batas) di hadapanmu, maka kamu bisa shalat tanpa menghiraukan orang yang lalu-lintas di balik lonjakan itu."
451. Dari Musa bin Thalhah ra, dari ayahnya, katanya: "Kami shalat, sedangkan hewan-hewan lalu lintas di depan kami. Maka hal itu kami tanyakan kepada Rasulullah saw. Sabda beliau," Letakkanlah semacam
pancang (batas) di hadapanmu, maka apa yang lewat di balik lonjakan itu tidak akan mengganggu shalatmu. "452. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Ketika Rasulullah saw. pergi shalat 'Id, beliau menyuruh bawa sebuah tombak, lalu ditancapkannya di hadapannya. Kemudian beliau shalat menghadap ke arah tombak itusedangkan orang menurut beliau di belakang. "
453. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Nabi saw. Pernah menambatkan kendaraannya, kemudian beliau shalat menghadap ke arah kendaraan itu."
454. Dari Abu Juhaifah, dari ayahnya, katanya: "Aku mendatangi Nabi saw. Di Makkah, ketika itu beliau berada di Abthah, dalam jubah merah terbuat dari kulit. Sekonyong-konyong Bilal datang membawakan air wudhu untuk beliau. Dari sisa air itu ada orang yang mendapatkannya dan ada pula yang hanya mendapatpercikannya saja. Kemudian Nabi saw. keluar memakai pakaian merah. Tampaknya masih terlihat olehku bagaimana putihnya betis Nabi. Ketika Nabi saw. wudhuk, Bilal azan. Aku mengikuti gerak-gerik mulut Bilal berseru ke kanan dan ke kiri mengucapkan 'Hayya' alash shalah, hayya 'alal falah'. Kemudian,Bilal menancapkan sebuah tongkat berujung besi, lalu Nabi saw. maju ke depan mengimami solat qasar Zhuhur dan 'Ashar, masing-masing dua rakaat. Ketika Nabi sedang shalat, keledai dan anjing lewat di balik tongkat itu, tetapi Nabi saw. tidak mencegahnya. Selama dalam perjalanan itu Nabi selalu shalatqashar dua-dua rakaat sampai tiba kembali di Madinah. "
455. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika aku belum baligh, aku pernah datang kepada Rasulullah saw. Dengan mengendarai keledai betina.
Waktu itu Rasulullah saw. sedang mengimami shalat orang banyak di Mina. Aku lewat di muka shaf, lalu pergi merumput. Kemudian aku masuk ke dalam shaf; ternyata tidak ada seorang pun yang menegur ku atas tindakan ku yang demikian itu. "
456. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu sedang shalat, maka janganlah dibiarkan orang lewat
di hadapanmu. Tolakkanlah dia sedapat mungkin. Jika dia menolak, maka pukullah dia karena dia itu setan. "
457. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu sedang shalat, maka janganlah dibiarkan orang lewat di hadapanmu. Jika dia tidak mau dilarang, pukullah dia karena bersamanya ada (setan) yang menemaninya."
458. Dari Abu Juhaim ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalau tahulah orang yang lewat di depan orang shalat akan dosanya, niscaya maulah dia berdiri empat puluh (hari atau bulan atau tahun) dari lewat di depan orang yang sedang shalat."
459. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya: "Jarak antara tempat sujud Rasulullah saw. Dengan dinding, sekitar seekor kambing dapat lewat."
460. Dari 'Abdullah bin Shamit ra, dari Abu Dzar, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu hendak shalat, sebaiknyalah kamu membuat semacam paku di hadapanmu yang dapat mengaling-alingi kamu sedang shalat. Jika aling-aling itu tidak ada di hadapanmu, dikhawatirkan solat mu akan putus oleh himar,atau oleh wanita dan anjing hitam (yang lalu di hadapan mu). "Aku bertanya," Hai, Abu Dzar! Apakah bedanya anjing hitam dengan anjing merah atau anjing kuning? "Jawabnya," Aku pernah pula menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw., Maka jawab beliau, anjing hitam itu setan. "
461. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang memutuskan shalat adalah: wanita, himar dan anjing. Karena itu jagalah solatmu dengan menempatkan semacam paku (aling-aling)."
462. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa shalat malam, sedangkan aku tidur melintang di antara beliau dengan kiblat seperti jenazah melintang:'
463. Dari 'Urwah bin Zubair r, a., Katanya: "Aisyah bertanya," Apa yang memutuskan shalat? "Jawab kami," Wanita dan himar' "Kata 'Aisyah," Apakah wanita itu sama dengan hewan? Aku sendiri sering tidur melintang seperti jenazah di hadapan Rasulullah saw. ketika beliau sedang shalat. "
464. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku biasa tidur di hadapan Rasulullah saw., Sedangkan kedua kaki ku berada di arah kiblat beliau. Bila beliau sujud dicubitnya kaki ku lalu kutarik. Ketika ia berdiri,
kulunjurkan pula kaki ku kembali ketika itu di rumah sedang tidak ada lampu. "
465. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang shalat, aku biasa berada di dekat beliau, padahal aku sedang haid. Ketika beliau sujud, bajunya seringkali tentang ku."
466. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Nabi saw.," Dapatkah kami shalat memakai satu helai kain saja? "Jawab Nabi saw.," Apakah semua kamu memiliki dua helai kain? "467. Dari Abu Hurairah ra , katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu shalat memakai sehelai kain saja, kalau kain itu tidak cukup menutupi kedua bahumu."
468. Dari 'Umar bin Abu Salamah ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Shalat di rumah Ummu Salamah memakai sehelai kain yang cukup lebar. Yaitu dengan cara menyelimutkan kedua ujung kain itu di atas kedua bahu beliau." 469. Dari Abu Dzar ra, dia bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya;"Ya, Rasulullah! Masjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini?" Jawab Rasulullah saw., "Masjidil Haram!" Tanya ku, "Sesudah itu masjid apa?" Jawab beliau, "Masjidil Aqsha!" Tanya ku, "Berapa lamanya jarak antara kedua masjid itu dibangun?" Jawab beliau, "Empat puluh tahun.Dan di mana sajakamu berada, jika waktu shalat telah tiba, maka shalatlah (cepat), karena bumi ini adalah masjid (tempat sujud). "
470. Dari Ibrahim bin Yazid At Taimi ra, katanya: "Pada suatu ketika aku membacakan Qur'an kepada bapaku di halaman masjid. Ketika aku membaca ayat sajadah, beliau sujud. Lalu aku bertanya kepada beliau," Mengapa ayah sujud di jalanan? " Jawab beliau, "Aku mendengar Abu Dzar bercerita, bahwa dia pernahbertanya kepada Rasulullah saw. tentang masjid yang pertama dibangun di muka bumi. Jawab Rasulullah saw., Masjidil Haram. Kemudian ditanyakannya pula, sesudah itu masjid apa lagi. Jawab beliau, Masjidil Aqsha. Kemudian ditanyakannya pula, berapa lama jarak antara keduanya di bangun. Jawab beliau,empat puluh tahun. Lalu ia melanjutkan bicaranya: Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagi mu. Karena itu di mana saja kamu berada, jika waktu shalat telah tiba, maka shalatlah segera. "
471. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku dikaruniai Allah lima macam karunia yang belum pernah dikaruniakan-Nya kepada siapa pun sebelumku: (1) Setiap Nabi selainku, di utus khusus kepada kaumnya masing-masing. Sedangkan aku diutus kepada seluruh bangsa, baikyang berwarna merah maupun yang hitam. (3) Bagiku bumi suci bersih dan menjadi tempat sujud. Karena itu di mana saja seseorang berada dan waktu shalat telah tiba, dia bisa shalat di situ. (4) Aku dimenangkan Allah dengan perasaan gentar di hati musuh-musuhku yang berada sejauh sebulan perjalanan di hadapanku.(5) Aku diberi hak oleh Allah memberi syafa'at (pembelaan terhadap umat ku kelak di hari kiamat). "
472. Dari Hudzaifah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Kita diistimewakan Allah dari umat-umat yang lain dengan tiga macam keistimewaan: (1) Shaf (barisan) kita diatur seperti shaf malaikat. (2) Bumi dijadikan seluruhnya bagi kita menjadi tempat sujud (shalat), dan tanahnya suci untuk kita gunakan ketika tidak ada air. " 473. Dari Abu Hurairah r.a., katanyaRasulullah saw. bersabda: "Aku diistimewakan Allah dari para Nabi yang lain dengan enam macam keistimewaan: (1) Aku dikaruniai kata yang singkat, tetapi padat berbobot (yakni AI Qur'an). (2) Aku dimenangkan Allah dengan perasaan gentar di hati musuh-musuhku . (3) Bagiku dihalalkan harta rampasan.(4) Bumi dijadikan suci bagi ku dan menjadi tempat sujud. (5) Aku diutus kepada semua makhluk. (6) Aku penutup segala Nabi.
474. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku diutus dengan kata-kata yang singkat, tetapi mencakup (Al Qur'an); dan aku dimenangkan dengan perasaan gentar di hati musuh-musuhku dan ketika aku tidur diberikan kepada ku kunci-kunci perbendaharaan bumi, lalu diletakkandi tangan ku. "
475. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Baru tiba di Madinah, pertama ia berhenti di bagian atas, yaitu di perkampungan Bani 'Amr bin' Auf. Dia tinggal di sana selama empat belas malam. Kemudian beliau mengirim utusan ke pemimpin Bani Najjar meminta merekadatang, lalu mereka datang dengan menyandang pedang. Kata Anas, "Seolah-olah masih terlihat olehku Rasulullah saw. Di atas kendaraan beliau didampingi Abu Bakar, sedang para pemimpin Bani Najjar mengelilinginya di halaman Abu Ayyub." "Pada saat itu Rasulullah saw. Shalat karena waktu shalat telah tiba,dan beliau shalat di kandang kambing. Kemudian beliau memerintahkan membangun masjid untuk itulah beliau mengundang para pemimpin Bani Najjar, sehingga mereka datang. Sabda Rasulullah saw., "Hai, Bani Najjar! Juallah kepada ku kebun Anda ini!" Jawab mereka, "Tidak! Demi Allah! Kami tidak akan memintaharga ganti rugi, melainkan hanya kepada Allah. "Kata Anas di kebun itu ada pohon-pohon kurma, kuburan orang-orang musyrik, dan
reruntuhan bangunan. Karena itu Rasulullah memerintahkan supaya menebang pohon-pohon kurma, membongkar kuburan, dan meratakan reruntuhan bangunan-bangunan itu. Sesudah itu mereka susun pahon-pohon kurma (menjadi bangunan) menurut arah kiblat, dan pintunya terbuat dari batu. "Kata Anas selanjutnya,"Sambil bekerja mereka menyanyikan lagu-lagu antara lain:" Wahai Allah! Tidak ada kebaikan, melainkan kebaikan di akhirat. Karena itu tolonglah kaum Anshar dan kaum Muhajirin. "
476. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah shalat di kandang kambing, sebelum masjid dibangun."
477. Dari Al Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Aku shalat bersama Nabi saw. Menghadap ke arah Baitil Maqdis selama enam belas bulan. Yaitu sampai turun sebuah ayat dalam surat Al Baqarah:" dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya "(Al Baqarah: 144) Sesudah ayat itu turun,yaitu ketika Nabi saw. selesai shalat, ada searang pria anggota jamaah bepergian lewat sekelompok orang Anshar sedang shalat. Lalu dikhabarkannya kepada mereka tentang turunnya ayat tersebut. Karena itu, segera mereka memalingkan wajah mereka ke arah Bait (Ka'bah). "478. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Kami shalat bersama Rasulullah saw. Menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Kemudian kami diperintahkan Allah supaya menghadap ke Ka'bah."
479. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Pada suatu pagi, ketika orang sedang shalat subuh di Quba ', sekonyong-konyong datang seseorang lalu dia berkata:" Sesungguhnya tadi malam telah turun kepada Rasulullah saw. ayat yang memerintahkan supaya shalat menghadap ke Ka'bah. Karena itu menghadap pulalahkamu ke sana! "Ketika itu mereka sedang menghadap ke Syam, lalu mereka berputar dan menghadap ke Ka'bah."
480. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. Shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis, tiba-tiba turun ayat:" Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka karena itu Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah MasjidilHaram "(AI Baqarah: 144). Setelah itu ada seorang pria lewat di perkampungan Bani Salamah. Didapatinya mereka sedang ruku 'shalat Subuh raka'at pertama. Lalu dia berkata," Ketahuilah, sesungguhnya kiblat telah dirubah. Karena itu mereka berputar merubah kiblat mereka ke arah kiblat yang baru itu. "481.Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan kepada Rasulullah saw. Perihal gereja Nasrani yang pernah dilihatnya di Ethiopia, di mana di dalamnya banyak terdapat patung. Maka bersabda Rasulullah saw.," Kebiasaan mereka, ketika orang-orang saleh mereka meninggal dunia, lalumereka buatkan masjid (tempat sujud sholat / ibadah) dan patung orang-orang saleh itu di atas kuburan mereka. Perbuatan mereka itu adalah perbuatan orang-orang jahat di sisi Allah di hari kiamat kelak. "
482. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sakit hampir meninggal, beliau bersabda:" Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka menjadi tempat shalat masjid). "Kata' Aisyah, "Kalaulah tidak khawatir kuburan Rasulullah saw. akan dijadikanorang menjadi tempat shalat, tentu kuburan beliau dibuat di tanah lapang. "
483. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka menjadi masjid (tempat sujud / shalat atau ibadah)."
484. Dari Jundab ra, "Lima hari sebelum Rasulullah saw. Meninggal, aku mendengar beliau bersabda: Aku tidak akan mengambil salah seorang kamu menjadi sahabat karib ku, karena Allah telah mengambil ku jadi sahabat seperti Ibrahim. Kalaulah aku dibolehkan mengambil sahabat karib di antara umat ku,tentu ku ambil Abu Bakar. Ketahuilah! Sesungguhnya umat yang sebelum kamu, mengambil kuburan para Nabi dan orang-orang saleh mereka jadi masjid. Karena itu, sekali-kali jangan kamu ambil kuburan menjadi masjid. Aku sungguh melarang kamu melakukannya. "
485. Dari 'Utsman bin' Affan ra, dia berujar kepada orang banyak
ketika membangun masjid Rasulullah saw .: "Sekarang kamu telah banyak.
Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membuat pula baginya rumah di surga."
486. Dari Muhammad bin Labid ra, katanya 'Usman bin' Affan bermaksud hendak merombak masjid, tetapi dicegah oleh orang banyak. Mereka lebih suka membiarkan masjid itu sebagaimana adanya. Maka berkata
'Usman bin' Affan, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membuat pula baginya (rumah yang mulia) di surga seperti masjid itu."
487. Dari Al Aswad dan 'Alqamah ra, keduanya bercerita: "Kami mendatangi' Abdullah bin Mas'ud di rumahnya. Lalu dia bertanya," Apakah mereka itu shalat di belakangmu? "Jawab kami," Tidak. "Katanya" Bangunlah, mari solat. Dia tidak menyuruh kami azan dan qamat. Lalu kami berdiri di belakangnya, Berikutnyaditariknya tangan kami, lalu masing-masing kami ditempatkannya di sebelah kanan dan kirinya. Ketika ruku ', kami meletakkan tangan kami di lutut, tetapi Abdullah memukulnya. Dia mempertemukan kedua telapak tangannya lalu memasukkannya ke antara dua pahanya. Tatkala telah selesai solat dan mengundur-ngundurwaktu sampai hampir habis. Bila kamu lihat hal itu persis telah terjadi, maka shalatlah kamu sendirian pada awal waktu, kemudian shalat pulalah berjamaah bersama-sama dengan mereka untuk mengambil sunat (menjaga fitnah). Apabila kamu bertiga, shalatlah bersama-sama, dan ketika kamu lebih banyak,angkatlah salah seorang menjadi imam. Ketika kamu ruku 'letakkan kedua lenganmu di atas kedua paha sambil membungkuk. Dan pertemukan kedua telapak tanganmu. Aku seperti masih melihat Rasulullah saw. mempersilangkan anak-anak jari beliau. Lalu Abdullah memperagakannya kepada mereka. "
488. Dari 'Alqamah dan Aswad ra, keduanya datang kepada Abdullah. Lalu dia bertanya, "Sudah solatkah orang-orang yang di belakangmu?" Jawab kami, "Sudah." Lalu dia berdiri shalat di antara kami berdua dengan dijadikan satu berdiri di kanannya dan satu di kirinya. Kemudian kami ruku ', lalu kami letakkantangan di lutut, tapi dia memukul tangan kami. Dia mempertemukan kedua telapak tangan, lalu diletakkan di antara kedua pahanya. Setelah selesai solat dia berkata, "Beginilah dilakukan Rasulullah saw." 489. Dari Mush'ab bin Sa'ad ra, katanya: "Aku shalat di samping ayahku, dan kuletakkan kedua tanganku antara kedua lutut ku. Lalu kata ayahku, "Letakkan kedua tanganmu di atas kedua lutut. Tetapi pada kali yang lain kulakukan pula seperti semula. Maka dipukulnya tangan ku sambil berkata," Kami dilarang Rasulullah seperti ini, dan disuruhnya meletakkan telapak tangan di atas lutut. "
490. Dari Mush'ab bin Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Aku shalat di samping ayahku. Ketika ruku ', ku persilangkan jari-jari tangan ku dan kuletakkan di antara kedua lutut, maka dipukulnya tangan ku. Setelah selesai solat tua berkata, "Mulanya kami perbuat memang begitu. Tapi kemudian disuruhNabi saw. meletakkannya di atas lutut. "
491. Dari Thawus ra, katanya: "Kami bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai hukum duduk di atas kedua tumit. Jawab Ibnu Abbas," Hukunmya sunat. "Kata kami," Kami lihat janggal orang duduk seperti itu. "Jawab Ibnu Abbas," Tapi , begitulah sunnah Nabi saw. "
492. Dari Mu'awiyah bin Hakam As Sulami, katanya: "Ketika aku sedang shalat bersama Rasulullah saw., Tiba-tiba ada orang bersin. Lalu ku ucapkan 'yarhamukallah' (Semoga Allah memberi Anda rahmat). Karena itu seluruh jamaah menujukan pandangannya kepada ku. Aku berujar, "Aduh, ibu! Mengapa Anda semuamenengok kepada ku? "Mereka bahkan menepuk paha mereka. Setelah itu barulah aku tahu bahwa mereka menyuruh ku diam. Tapi aku telah diam. Tatkala Nabi saw. telah selesai shalat, Demi Allah! Aku belum pernah bertemu dengan seorang guru yang sepandai beliau mengajar, Demi Allah! Dia tidak mengasariku, tidak memukul dan tidak memaki ku. Beliau bersabda, "Sesungguhnya tidak pantas berbicara dalam shalat; karena shalat itu adalah tasbih, takbir dan membaca Qur'an."
493. Dari Abdullah ra. Katanya: "Kami memberi salam kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang shalat, lalu beliau menjawab salam kami itu. Tetapi tatkala kami kembali dari Raja Najasyi, kami memberi salam pula kepada beliau ketika beliau sedang shalat. Dia tidak menjawab salam kami itu. Lalu kamitanyakan kepada beliau, "Dahulu kami memberi salam kepada Anda ketika Anda sedang shalat, Anda menjawab salam kami. Tapi sekarang kenapa tidak?" Jawab beliau, "Sesungguhnya dalam shalat harus ada suatu kesibukan yang sungguh-sungguh (khusyu ')."
494. Dari Zaid bin Arqam ra, katanya: "Dahulu kami berbicara dalam shalat. Seorang pria berbicara dengan teman di sampingnya, sehingga turun ayat:" Shalatlah kamu karena Allah dengan khusyu '. "(Al Baqarah: 238). Lalu kami disuruh diam, dilarang berbicara.
495. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah mengutus ku untuk suatu urusan. Setelah aku kembali, ku dapati beliau sedang shalat. Lalu aku memberi salam kepada beliau, maka beliau hanya memberi sinyal kepada ku. Selah selesai shalat, beliau memanggil ku. Sabda beliau, "Tadi engkau memberi salam kepadaku, padahal aku sedang shalat. "
496. Dari Abu Darda 'ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. Sedang shalat, kami mendengar beliau membaca:" a'udzu billahi minka "(Aku berlindung dengan Allah dari kejahatanmu). Kemudian beliau membaca pula: Al' anuka bila'natillah "(tiga kali) (Aku kutuk engkau dengan kutukan Allah)sambil beliau menjangkaukan tangannya seperti orang hendak menerima sesuatu. Ketika telah selesai shalat kami bertanya, "Ya, Rasulullah! Tadi dalam shalat kami mendengarkan Anda membaca sesuatu yang belum pernah kami dengar Anda baca sebelumnya, dan kami lihat Anda menjangkaukan tangan Anda." Jawab Rasulullahsaw., "Tadi musuh Allah iblis datang membawa obor menyala akan dilemparkannya ke muka ku. Lalu kubaca: '' a'udzu billahi minka." (Tiga kali) (Aku berlindung dengan Allah dari kejahatanmu) (3 X). Kemudian kubaca pula: "Al'anuka bila'natillahit tammah falam yasta'khir" (tiga kali) (Kukutuk engkau dengankutukan Allah yang sungguh-sungguh, sehingga engkau celaka seketika) (3 X). Sesudah itu aku bermaksud hendak mengikatnya. Demi Allah, kalaulah bukan karena doa saudara kami Sulaiman, tentu dia akan terikat sampai Subuh sehingga anak-anak penduduk di sini dapat-main. "
497. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, katanya: "Aku melihat Nabi saw. Mengimami shalat orang banyak sambil menggedong Umamah binti Abil 'Ash, bayi Zainab binti Muhammad saw. Di kuduk beliau. Ketika beliau ruku' diletakkannya bayi itu dan ketika ia berdiri dari sujud diambilnya kembali. "
498. Dari Abu Hazim ra, katanya: "Sekelompok orang datang kepada Sahal bin Sa'ad, karena mereka bertengkar tentang mimbar Rasulullah saw. Terbuat dari kayu apakah mimbar itu? Jawab Sahal," Demi Allah! Aku tahu betul dari kayu apa mimbar itu dibuat, siapa yang membuatnya, bahkan aku melihat Rasulullahsaw. duduk di situ pada hari pertama mimbar itu selesai dibuat. Kata Abu Hazim, "Hai Abu 'Abbas (Sahal)! Ceritakanlah kepada kami!" Lalu diceritakan oleh Sahal. Pada suatu hari Rasulullah saw. menyuruh panggil seorang perempuan lalu beliau bersabda kepadanya: "Suruhlah anakmu yang tukang kayu itu membuatsebuah mimbar kayu untuk tempat ku berpidato kepada orang ramai. Maka dibuatnya lah mimbar yang beranak tangga tiga lantai ini. Kemudian Rasulullah memerintahkan supaya menempatkan mimbar itu di tempat ini. Mimbar itu terbuat dari kayu hutan. Aku melihat Rasulullah saw. shalat di atas mimbar itu. Mula-mulabeliau takbir, dan orang takbir pula di belakangnya, sedangkan beliau masih di atas mimbar. Kemudian ia bangkit dari ruku ', lalu turun sambil mundur sehingga ia sujud di kaki mimbar. Kemudian dia kembali pula ke atas mimbar sampai selesai shalat. Sesudah itu ia menghadap kepada orangbanyak lalu bersabda: "Aku lakukan ini, sehingga Anda semua mengikuti ku, dan supaya Anda tahu bagaimana caranya aku shalat."
499. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. Melarang orang shalat dengan bercekak pinggang."
500. Dari Mu'aiqib r.a., katanya Nabi saw. pernah berkata tentang menyapu tempat sujud ketika shalat, untuk meratakan atau membersihkannya. Sabda beliau, "Jika memang diperlukan dapat dilakukan sekali saja." 501. Dari 'Abdullah bin Umar ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Melihat dahak didinding masjid arah kiblat. Lalu Nabi mengikisnya, dan sesudah itu dia menghadap kepada orang banyak seraya bersabda: "Bila kamu sedang shalat, jangan meludah ke depan, karena Allah berada di hadapanmu ketika kamu sedang shalat."
502. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Melihat dahak di arah kiblat masjid ,. Lalu dikikisnya dengan kerikil, Kemudian beliau bersabda melarang orang meludah ke kanan atau ke depan, tetapi memungkinkan meludah ke kiri atau ke bawah kaki kiri. "
503. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melihat dahak di kiblat masjid. Lalu ia menghadap kepada orang banyak seraya bersabda:" Bagaimana pendapat kamu semua, jika seseorang sedang solat menghadapi Tuhannya, lalu dia meludah ke depan? Senangkah kamu jika kamu sedang dihadapi seseorang,sekonyong-konyong orang itu meludahi mukamu? Karena itu jika kamu meludah ketika shalat, maka meludahlah ke kiri atau ke bawah kakimu. Jika itu tidak mungkin, meludahlah ke sapu tanganmu. "
504. Dari Anas bin Malik ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Meludah dalam masjid adalah suatu dosa. menghapusnya adalah memendamnya."
505. Dari Abu Dzar r.a., katanya Nabi saw; bersabda: "Dipamerkan kepada ku segala amal umat ku, yang baik dan yang buruk. Maka kesanku, membuang rintangan yang mengganggu di jalanan termasuk amal baik. Dan meludah di masjid tanpa di pendam termasuk amal buruk."
506. Dari Abul A'la, Yazid bin 'Abdullah bin Syakhir, dari ayahnya, katanya dia shalat bersama-sama dengan Nabi saw. Tiba-tiba Nabi meludah, lalu digosok-gosoknya dengan terompahnya yang kiri. "
507. Dari Abu Maslamah, Sa'id bin Yazid ra, katanya dia bertanya kepada Anas bin Malik, "Apakah Rasulullah saw. Shalat pakai terompah?" Jawab Anas, "Ada!"
508. Dari 'Aisyah r.a., katanya Nabi saw. pernah shalat memakai baju bercorak-corak. Lalu beliau bersabda: "Corak baju ini mengganggu ku ketika sedang shalat. Karena itu bawalah baju ini kepada Abu Jahm, ganti dengan yang polos."
509. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah memakai baju yang bercorak-corak, lalu beliau terlihat pada pola itu. Setelah selesai shalat beliau bersabda: "Bawalah baju ini kepada Abu Jahm, ganti dengan yang polos. Karena baju itu mengganggu ku sebentar ini ketika aku shalat." 510. Dari Anasbin Malik r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila santapan malam sudah terhidang, sedangkan shalat sudah diqamatkan, maka Dahulukanlah makan malam, dan jangan terburu-buru."
511. Dari Ibnu Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila santapan malam sudah terhidang, sedangkan shalat sudah diqamatkan, maka Dahulukanlah makan, dan jangan terburu-buru sampai makanmu itu selesai."
512. Dari Ibnu 'Atiq ra, katanya "Pada suatu ketika aku berbicara dengan Qasim. Dia seorang yang lahan (kurang tersusun tutur katanya) dan anak satu-satunya bagi ibunya.' Aisyah bertanya kepadanya," Mengapa kamu tidak dapat bicara seperti anak saudara ku ini? Aku tahu sebabnya. Ini dididikoleh ibunya dan kamu dididik oleh ibumu. "Qasim marah dan jengkel kepada 'Aisyah. Tatkala dilihatnya' Aisyah menyajikan makanan, dia pergi. Maka kata 'Aisyah," Hendak ke mana kamu? "Jawab Qasim," Aku hendak pergi shalat. "Kata 'Aisyah, "Duduklah dahulu!" Jawab Qasim, "Aku hendak pergi shalat." Kata'Aisyah, "Duduklah dahulu! Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Tidak sempurna shalat seseorang ketika makanan telah disajikan, atau ketika dia didesak buang air besar atau kecil."
513. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda ketika terjadi perang Khaibar, "Siapa yang makan buah ini, yakni bawang putih, janganlah datang ke masjid."
514. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasululiah saw. bersabda: "Siapa yang makan bawang putih, janganlah mendekat ke masjid sebelum hilang bau mulutnya." 515. Dari 'Abdul' Aziz ra, yakni Ibnu Shuhaib, katanya: "Anas bin Malik pernah ditanya orang perihal memakan bawang. Jawab Anas," Rasulullah saw. bersabda:Siapa memakan buah ini (bawang putih), janganlah mendekati kami dan jangan pula shalat bersama-sama dengan kami. "
516. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang makan buah ini (bawang putih), janganlah mendekati masjid kami dan menyiksa kami dengan mulut yang berbau bawang."
517. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang kami memakan bawang dan kucai (sayuran yang menyebabkan mulut atau badan jadi bau). Tapi karena terpaksa kami makan juga. Maka bersabda beliau saw.," Siapa yang memakan sayur- sayuran (yang menyebabkan badan atau mulut jadi bau) ini, makajanganlah mendekati masjid kami, karena malaikat merasa tersiksa juga dengan apa yang menyiksa manusia. "
518. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Ketika perang Khaibar, kami para sahabat Rasulullah saw. Terpaksa makan sayur bawang putih. Karena sangat lapar, kami makan cukup banyak. Kemudian kami pergi ke masjid, lalu baunya tercium oleh Rasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Siapa yang makan buahyang berbau busuk itu, janganlah dekat-dekat kepada kami di masjid. "Kata orang banyak," Haram! Haram! "Ketika hal itu terdengar oleh Rasulullah saw., Beliau bersabda:" Wahai, manusia! Sesungguhnya aku tidak mengharamkan apa yang dihalalkan Allah; tetapi hanya karena tanaman itu berbau busuk. "
519. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mendengar seseorang mencari barang hilang di masjid, katakanlah kepadanya: Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu kepada mu, karena sesungguhnya masjid dibangun bukanlah untuk itu."
520. Dari Salman bin Buraidah ra, dan ayahnya, katanya: "Ada seorang pria mencari-cari (untanya yang hilang) dalam masjid, lalu dia berseru:" Siapa di antara Anda semua yang dapat mengembalikan unta merahku? "Maka bersabda Nabi saw. , "Engkau tidak akan mendapatkannya kembali, karena masjid ini dibangunbukanlah untuk itu. "521. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu shalat, datanglah setan mengganggumu sehingga kamu lupa telah berapa raka'at kamu shalat. Apabila kamu mengalami hal yang demikian itu, maka sujudlah dua kali ketika duduk. "
522. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila orang azan, maka setan lari terkentut-kentut sampai tak terdengar lagi olehnya azan. Bila azan selesai, dia kembali pula. Kemudian, ketika orang qamat dia lari pula, dan ketika qamat telab selesai dia datang pulakembali menggoda orang (yang sedang shalat). Dia membisik, "Ingatlah ini dan itu!" Yaitu hal-hal yang tidak pernah diingatnya selama ini, sehingga orang lupa telah berapa rakaat dia shalat. Maka apabila kamu lupa telah berapa raka'at kamu shalat, sujudlah dua kali ketika sedang duduk (sujud sahwi). "523.Dari 'Abdullah bin Buhainah
ra, katanya: "Pada suatu ke. tika Rasulullah saw. mengimami karni solat. Se'telah dua raka'at, beliau langsung berdiri tanpa duduk (tasyahud awal), dan jamaah yang banyak tumt pula berdiri mengikuti beliau.
Tatkala shalat telah selesai, dan kami sedang menunggu.menunggu b ~ liau mengucapkan salam, ternyata beliau takbir, Ialu sujud dua kali ketika
duduk sebelum salam; setelah Uu baru Iah beliau memberi salam. "
524. Dari 'Abdullah bin Buhainah, Al asdi ra, yaitu kawan yang telah bersumpah setia dengan Bani Abdul Muththalib, katanya: "Rasulullah saw. Pernah shalat Zuhur, di mana ia langsung berdiri, sedangkan seharusnya duduk (tasyahud awal). Maka ketika solat telah cukup (empat raka'at), beliau sujuddua kali dengan membaca takbir setiap kali sujud, yaitu ketika duduk sebelum salam. Orang banyak ikut pula sujud bersama-sama dengan dia, yaitu pengganti tasyahud awal yang terlupa. "
525. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu ragu dalam shalat apakah baru tiga ataukah sudah empat rakaat, maka buanglah keraguan dan ambillah yang pasti (yaitu yang sedikit, dalam hal ini tiga). Kemudian sujudlah dua kali sebelum memberi salam. Jika ternyatadia shalat lima rakaat, maka shalatnya telah genap. Dan ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka kedua sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan. "
526. Dari Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Shalat melebihi atau kurang dari jumlah raka'at yang semestinya. Setelah ia memberi salam, ditanyakan orang kepadanya:" Ya, Rasulullah! Apakah ada perubahan dalam shalat? "Tanya Nabi saw.," Mengapa begitu
tanya Anda? "Jawab mereka," Anda shalat begini, begini, begini. "Lalu beliau menyimpuhkan kedua kakinya menghadap ke kiblat, kemudian sujud dua kali dan sesudah itu memberi salam. Kemudian beliau menghadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda:" Jikalau ada suatu perubahan tentang cara shalat, tentukuberitahukan kepada Anda semua. Aku adalah manusia pelupa seperti Anda juga. Karena itu, ketika aku lupa ingatkan
lah aku. Dan ketika kamu ragu dalam solat tentang jumlah raka'atnya, ambillah yang pasti (yaitu jumlah yang sedikit), lalu cukupkanlah, kemudian sujudlah dua kali. "527. Dari 'Abdullah ra, katanya:
"Pada suatu ketika Nabi saw. Shalat Zhuhur lima raka'at. Setelah selesai shalat ditanyakan orang kepada beliau," Apakah raka'at shalat bertambah, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Mengapa begitu tanya Anda? "Jawab mereka," Anda shalat lima raka'at! "Lalu Nabi saw. sujud dua kali.
528. Dari Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Sujud dua kali karena lupa, yaitu sesudah memberi salam dan berbicara."
529. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Mengimami kami shalat pada salah satu dua shalat petang, mungkin shalat Zuhur atau shalat 'Ashar. Setelah dua raka'at beliau memberi salam, kemudian ia pergi ke sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid, lalu ia bersandarke pohon itu, tampak seperti orang marah. Di antara jamaah ada Abu Bakar dan 'Umar, namun keduanya
takut berbicara. Orang-orang yang ~ I suka cepat-cepat telah kehiar sambil berujar, "Solat dipersingkat." Sekonyong-konyong Dzulyadain berdiri seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Apakah shalat dipendekkan ataukah Anda lupa?" Nabi saw. menengok ke kanan dan ke kiri, lalu bersabda: "Betulkah apa yang dikatakanDzulyadain itu? "Jawab mereka," Betul, ya Rasulullah! Anda shalat hanya dua raka'at. "Karena itu Nabi saw. Shalat dua rakaat lagi, lalu memberi salam. Sesudah itu ia takbir, lalu sujud. Kemudian takbir, lalu bangkit. Kemudian takbir, lalu sujud lagi. Sesudah itu takbir, lalu bangkit. "
530. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Membaca Qur'an. Lalu ia sampai ke surat yang ada di dalamnya ayat sajadah (ayat yang bertalian dengan perintah sujud), maka beliau sujud dan kami sujud pula bersama -sama dengan beliau, sehingga hampir saja sebagian kamitidak mendapat tempat untuk meletakkan dahinya. "
531. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Nabi saw. Sering membaca Qur'an. Setiap kali beliau membaca ayat sajadah, beliau sujud bersama-sama dengan kami sehingga kami berdesak-desak di samping beliau, bahkan
di antara kami ada yang tidak mendapatkan tempat untuk sujud, sedang sujud itu di luar shalat. "
532. Dari Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Membaca surat An Najm, lalu beliau sujud Tilawah. Begitu pula orang-orang yang beserta beliau, kecuali seorang tua. Dia hanya mengambil segenggam tanah, lalu diletakkannya ke dahinya seraya berkata:" Bagiku cukup begini. "Kata Abdullah," Tidak berapa lamasesudah itu, kulihat orang tua itu mati terbunuh dalam kafir. "
533. Dari 'Atha' bin Yasar ra, katanya dia bertanya kepada Zaid bin Tsabit tentang bacaan beserta imam. Jawab Zaid, "Tidak ada bacaan apa-apa beserta imam." Kemudian dia mengatakan bahwa dia pernah membaca surat An Najm di hadapan Nabi saw., Tetapi dia tidak sujud ketika itu.
534. Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman ra, katanya: "Abu Hurairah membacakan Surat Insyiqaq kepada mereka, lalu dia sujud tilawah.
Setelah itu dia mengabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah saw. sujud tilawah ketika membaca surat itu. "
535. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami sujud bersama Nabi saw. Ketika membaca Surat Insyiqaq dan Surat Al 'Alaq." 536. Dari Amir bin Abdullah bin Zubair ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Duduk dalam shalat, diletakkannya kakinya yang kiri antara paha dan betis, serta menegakkantumit kanan, meletakkan tangan kiri di lutut kiri, meletakkan tangan kanan di paha kanan dan menunjuk dengan telunjuk. "537. Dari Amir bin Abdullah bin Zubair ra, dari ayahnya, katanya:" Ketika Rasulullah saw. duduk mendo'a (tasyahhud dalam shalat), diletakkannya tangan kanan atas paha kanan, tangankiri atas paha kiri. Dia menunjuk dengan telunjuk, meletakkan ibu jari di jari tengah, serta meletakkan telapak tangan kiri di atas lutut. "
538. Dari Abu Ma'mar ra, katanya: "Seorang Amir di Makkah menyudahi shalat dengan dua kali salam. Maka bertanya Abdullah," Dari mana Anda peroleh cara begitu? "Kata Al Hakam di dalam haditsnya," Sesungguhnya Rasulullah saw. melakukan seperti itu. "
539. Dari Amir bin Sa'ad ra, dari ayahnya, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. Memberi salam ke kanan dan ke kiri sehingga terlihat olehku putih pipinya."
540. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Kami ingat setelah Rasulullah saw. Selesai shalat, lalu dibacanya takbir."
541. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Sesungguhnya dzikir dengan suara keras setelah selesai shalat wajib, adalah biasa pada masa Rasulullah saw. Kata Ibnu Abbas," Aku segera tahu bahwa mereka telah selesai shalat, kalau suara mereka membaca dzikir telah kedengaran. "
542. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Pulang ke rumahku, sedangkan ketika itu di rumahku ada seorang tamu, wanita Yahudi. Tamu itu berkata," Tahukah kamu, bahwa kamu akan mendapat bencana dalam kubur? "Lalu Nabi saw. mengeraskan suaranya dengan berkata, "Sesungguhnya yangakan dapat bencana itu adalah orang-orang Yahudi. "Kata 'Aisyah," Beberapa malam sesudah itu Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu bahwa sesunguhnya aku mendapat wahyu yang kamu akan dibencanai dalam kubur?" Semenjak itu, selalu kudengar Rasulullah saw. berlindung dengan Allah dari siksa kubur. "543.Dari 'Aisyah ra, katanya: "Dua orang wanita tua bangsa Yahudi datang ke rumahku, lalu keduanya berkata:" Sesungguhnya ahli kubur itu disiksa dalam kuburnya. "Aku mendustakan ucapan mereka dan tidak ingin mengiakannya. Setelah mereka keluar, Rasulullah saw. Datang. Lalu kuceritakan kepada beliau kedatanganwanita tua Yahudi itu serta ucapan mereka yang mengatakan bahwa ahli kubur disiksa dalam kubur mereka. Jawab Rasulullah saw., "Mereka benar! Memang ahli kubur itu disiksa, sehingga siksaan mereka itu terdengar oleh binatang ternak." Kata 'Aisyah, "Semenjak itu, kulihat dia selalu berlindung denganAllah dan siksa kubur dalam shalat. "
544. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Berlindung kepada Allah dari bencana Dajjal." 545. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu tasyahhud, maka berlindunglah kepada Allah dari empat macam hal." Kemudian beliau membaca: "Allahuma innia'udzubika min 'adzabi jahannam, wa min' adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil Masihid Dajjal. "
546. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Nabi saw. Selalu mendo'a dalam shalat:" Allahuma inni a'udzubika min' adzabil qabri, wa a'udzu bika min fitnatil Masihid Dajjal, wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamati. Allahumma inni a'udzu bika minal ma'tsam wal maghram. "Lalu bertanya seorangpenanya, "Berapa banyak utang Anda, sampai Anda berlindung kepada Allah, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Ketika seseorang terlibat hutang, kalau dia bicara biasa dusta, kalau dia berjanji biasa mungkir." 547. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Rasulullah saw. mengajarkan kepada mereka doa berikut ini,seperti halnya beliau mengajarkan Al Qur'an. Sabda beliau, "Bacalah:" Allhumma inna na'udzubika min 'adzabi jahannam, wa a'udzubika min' adzabil qabri, wa a'udzu bika min fitnatil Masihid Dajjal, wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamati. "
548. Dari Tsauban ra, katanya: "Biasanya ketika Rasulullah saw. Telah selesai shalat, beliau istighfar (mohon ampun) tiga kali. Sesudah itu beliau membaca:" Allahumma antas salam, wa minkas salam, tabarakta dzaljalali wal ikram. "549. Dari Warrad, maula Mughirah bin Syu'bah, katanya Mughirah mengirimsurat kepada Mu'awiyah, mengatakan bahwa Rasulullah saw. bila selesai shalat, beliau selalu membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya-in qadir. Allahumma la mani'a lima a'thaita wa la mu'thiya lima mana'ta wala yanfa 'u dzal jaddi minkal jaddu. "
550. Dari Abu Zubair ra, katanya Ibnu Zubair setiap selesai shalat, sesudah membaca salam dia selalu membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. La Hawla wala quwwata illa billahi . La ilaha illallah wa la na'budu illa iyyahu, lahunni'matu wa lahul Fadhlu wa lahuts tsanaul hasanu. La ilaha illalahu mukhlishina lahud diena wa law karihal kafirun. "Kata Ibnu Zubair," Rasulullah saw. selalu tahlil dengan membaca kalimat-kalimat itu setiap selesai shalat. "551. Dari Abu Hurairah ra, (hadis ini juga dari Qutaibah), katanya:" Orang-orangfakir Muhajirin datang kepada Rasulullah saw., lalu mereka berkata: Orang-orang kaya sudah meraih derajat tinggi serta kenikmatan yang kekal abadi. Tanya Rasulullah saw., "Kenapa begitu?" Jawab
mereka, "Mereka shalat seperti kami shalat, dan mereka puasa seperti kami puasa. Dan mereka dapat bersedekah sedang kami tidak dapat bersedekah. Mereka dapat memerdekakan budak, sedangkan kami tidak." Sabda Rasulullah saw., "Sukakah kamu kuajarkan kepada mu suatu amal, yang dapat memperoleh pahala orang-orangdahulu serta mendahului pahala orang yang sesudah kamu? Dan tidak akan ada orang yang lebih mulia darimu, melainkan orang yang mengamalkan seperti amalanmu. "Jawab mereka," Tentu, ya Rasulullah! Tentu saja kami suka. "Sabda Rasulullah saw.," Hendaklah kamu tasbih, takbir dan tahmid, masing-masingtiga puluh tiga kaIi setiap selesai shalat. Kata Abu Shalih, "Kemudian orang-orang, itu datang pula kembali kepada Rasulullah saw., Lalu kata mereka," Kami dengar orang-orang kaya itu mengamalkan pula seperti praktek kami. "Jawab Rasulullah saw.," Itu adalah karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada siapayang dikehendaki-Nya. "
552. Dari Ka'ab bin 'Ujrah, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Ada suatu amal tiap-tiap sesudah shalat wajib, yang tidak akan merugikan orang-orang yang mengamalkannya, ialah: tasbih 33X, tahmid 33X dan takbir 34 X. "
553. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian dicukupkannya seratus dengan membaca: 'La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahulmulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir, maka diampuni Allah segala kesalahannya, meskipun sebanyak buih dilautan. "
554. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Biasanya Rasulullah saw. Diam seketika sesudah takbir, sebelum membaca Fatihah. Lalu kutanyakan
kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Apakah yang Anda baca ketika Anda diam seketika antara takbir dan membaca Fatihah?" Jawab beliau, "Aku membaca:" Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya, kama ba'adta bainal masyriqi wal Maroko. Allahumma naqqini min khathayaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi. Allahumma aghsilni min khathayaya bits tsalji wal ma-i wal baradi. "
555. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berdiri untuk raka'at kedua, ia langsung membaca Fatihah, tanpa diam lebih dahulu sebentar." 556. Dari Anas ra, katanya: "Seorang pria datang dengan terburu-buru, lalu masuk ke dalam shaf. Sesudah itu dia membaca:" Alhamdulillahihamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi. "Ketika Rasulullah saw. selesai shalat, dia bertanya," Siapa yang membaca kalimat itu tadi? "Jamaah diam saja, tidak ada yang menyahut. Rasulullah saw. bertanya kembali," Siapa yang membaca kalimat itu tadi? Sesungguhnya bacaannya itu tidak salah. "Lelaki ituberkata? "Aku datang terburu-buru, lalu kubaca kalimat itu." Sabda Rasulullah saw., "Kulihat dua belas malaikat berebut hendak membawanya ke hadirat Allah Ta'ala."
557. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika kami sedang shalat bersama Rasulullah saw., Tiba-tiba ada seorang pria dalam jemaat membaca:' Allahu Akbar, kabiran wal hamdulillahi katsiran wa subhanalalahi bukratan wa Ashila '. Maka bertanya Rasulullah saw., "Siapa yang membaca kalimat itu tadi?"Jawab pria itu, "Aku, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Aku kagum terhadap kalimat itu; karenanya dibukakan segala pintu langit." Kata Ibnu 'Umar, "Aku tidak pernah lupa membacanya sejak ku dengar Rasulullah saw. Membacanya."
558. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila shalat telah diqamatkan orang, janganlah berlari ke tempat shalat, tetapi berjalanlah dengan sikap tenang. Shalatlah berjamaah seberapa kamu temukan, dan sempurnakanlah bagian yang ketinggalan (kurang). Karena ketikakamu pergi sengaja hendak shalat, berarti kamu sudah seperti dalam shalat. "
559. Dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya, katanya: "Ketika kami sedang shalat bersama Rasulullah saw., Tiba-tiba kami mendengar suara hiruk-pikuk. Kemudian Rasulullah saw. Bertanya," Apa yang terjadi? Mengapa hiruk pikuk? "Jawab mereka," Kami bergegas hendak shalat. "Sabda Rasulullah,"Jangan begitu lagi. Bila kamu pergi shalat, berjalanlah dengan tenang. Apa yang kamu temukan dalam solat ikutilah, dan apa yang kamu tertinggal sempurnakanlah kemudian."
560. Dari Abu Qatadah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila shalat telah diqamatkan, jangan berdiri sebelum engkau melihat ku (sudah keluar dari rumah)."
561. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Shalat telah diqamatkan. Lalu kami berdiri dan meluruskan shaf kami sebelum Rasulullah keluar. Tidak lama sesudah itu barulah beliau datang dan menuju ke tempat beliau shalat (tempat imam). Sebelum takbir, agaknya ia ingat sesuatu , lalu dia berpaling kepada kamiseraya berkata: "Tetaplah di tempatmu masing-masing." Lalu ia pergi. Sementara itu kami selalu menunggu sampai dia keluar. Kiranya beliau mandi, dan air masih menetes dari kepalanya ketika ia muncul lagi. Kemudian beliau takbir dan mengimami kami shalat. "562. Dari Jabir bin Samurah r.a.,katanya: "Bilal azan, bila sudah tiba waktu shalat, dia iqamat dikala Nabi saw. keluar (rumah). Ketika ia telah keluar (dari rumah), barulah dia iqamat, yaitu ketika Bilal telah
melihat beliau. "563. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa mendapatkan shalat satu rakaat (sebelum habis waktunya), berarti dia telah mendapatkan shalat itu seluruhnya. "
564. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mendapatkan shalat satu raka'at beserta imam, berarti dia telah mendapatkan shalat seluruhnya."
565. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mendapatkan Subuh satu raka'at sebelum terbit matahari, berarti dia
telah mendapatkan Subuh seutuhnya. Dan siapa mendapatkan Ashar satu rakaat sebelum matahari terbenam, berarti dia telah mendapatkan Ashar seutuhnya. "566. Dari Abu Mas'ud ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Jibril turun mengimami ku solat. Karena itu aku shalat bersamanya, kemudianaku solat pula bersamanya, kemudian aku shalat pula bersamanya, kemudian aku shalat pula bersamanya, kemudian aku shalat pula bersamanya. Dia menghitung dengan anak jarinya lima kali shalat.
567. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Shalat Ashar ketika matahari telah masuk ke dalam kamarku dan bayangan masih sepanjang sesuatu."
568. Dari Abdullah bin Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Solat Subuh waktunya sampai matahari mulai terbit. Shalat Zuhur
waktunya sampai datang waktu Ashar. Shalat Ashar waktunya sampai cahaya matahari telah menguning. Shalat Maghrib waktunya sampai hilang mega
merah. Shalat Isya 'waktunya sampai seperdua malam. "
569. Dari Abdullah bin 'Umar r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Waktu Zuhur, adalah selama belum datang waktu Ashar. Waktu Ashar, adalah selama matahari belum menguning. Waktu Maghrib, adalah selama mega merah belum hilang. Waktu Isya ', sampai seperdua malam. Dan waktu Subuh, sampai terbit matahari. "
570. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Waktu Zhuhur, ketika matahari telah tergelincir sampai bayangan seseorang telah sepanjang badannya, yaitu selama belum datang waktu 'Ashar. Waktu' Ashar, selama matahari belum menguning. Waktu shalat Maghrib, selama belum hilangmega merah. Waktu shalat Isya, sampai seperdua malam. Dan waktu Subuh, sejak terbit fajar sampai terbit matahari. Ketika matahari terbit, berhentilah shalat karena dia terbit antara dua tanduk setan. "
571. Dari Sulaiman bin Buraidah ra, dari ayahnya, dari Nabi saw., Bahwa seorang pria bertanya kepada beliau tentang waktu-waktu shalat. Sabda Rasulullah saw., "Shalatlah bersama-sama dengan kami dua hari ini." Maka ketika matahari telah tergelincir, beliau menyuruh Bilal azan dan qamat untuk shalat Zhuhur.Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat 'Ashar, sedangkan matahari masih tinggi dan cahayanya masih terang. Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat Maghrib, yaitu ketika matahari telah terbenam. Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat 'Isya, yaitu ketika mega merah telah hilang.Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat Subuh, yaitu ketika terbit fajar. Pada hari kedua disuruhnya pula Bilal azan dan qamat untuk shalat Zhuhur agak telat dari kemarin, yaitu sehingga udara panas telah agak reda. Setelah panas mereda, barulah beliau shalat. Kemudian beliau shalat 'Ashar ketikamatahari masih tinggi, tapi agak terlambat dari kemarin. Dan beliau shalat Maghrib sebelum hilang mega merah. Shalat 'Isya setelah lewat sepertiga malam. Solat Subuh setelah langit agak bercahaya. Kemudian beliau bertanya, "Kemanakah orang yang bertanya tentang waktu shalat?" Seorang pria menjawab,"Aku, ya, Rasulullah!" Sabda beliau, "Waktu waktu sholat adalah seperti yang telah Anda saksikan itu."
572. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila hari sangat panas, maka undurkanlah shalat sampai panas agak reda. Karena panas yang sangat terik itu sesungguhnya uap api neraka."
573. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Muadzin Rasulullah saw. Telah azan untuk soat Zhuhur. Maka bersabda Rasulullah saw.," Tunggulah udara agak reda, karena udara panas yang sangat terik adalah uap api neraka. Karena itu ketika panas sangat terik, undurkanlah shalat sampai udara agak reda. Kata Abu Dzar,"Ketika itu solat diundur, sehingga terlihat oleh kami bayangan bukit." 574. Dari Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Api neraka mengadu kepada Tuhannya, katanya: Ya, Tuhan! Setengah kami memakan yang setengah." Karena itu Allah mengizinkannya untuk bernapas dua kali. Satu kalidi musim dingin dan satu kali di musim panas. Itulah dia yang kamu rasakan, sangat panas pada musim panas dan sangat dingin pada musim dingin. "
575. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila hari sangat panas, maka undurkanlah shalat sampai agak dingin, karena panas yang bersangatan itu adalah uap dari api neraka. Kemudian beliau mengatakan, bahwa api neraka mengadu kepada Tuhannya sehingga dibolehkan bernapas duakali dalam setahun; satu kali dalam musim dingin dan satu kali dalam musim panas. "
576. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Shalat Zhuhur ketika matahari sudah tergelincir." 577. Dari Khabbab ra, katanya: "Kami datang kepada Rasulullah saw. Mengadukan perihal pasir yang sangat panas. Dan kami selalu bertanya kepada beliau. Kata Zuhair, saya bertanya kepada Abu Ishaq,"Apakah pengaduan itu terkait dengan shalat Zhuhur?" Jawab, "Ya!" Tanya, "Apakah tentang menyegerakannya?" Jawab, "Ya!"
578. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami shalat bersama Rasulullah saw. Ketika hari sangat panas. Seorang yang tidak sanggup meletakkan dahinya di bumi, membentangkan kain lalu dia sujud di atas kain itu."
579. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat 'Ashar, sedangkan matahari masih tinggi dan udara masih panas. Kemudian ada seorang pergi ke puncak yang tinggi, sampai dia di sana matahari masih tinggi.
580. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami pernah shalat 'Ashar, setelah itu ada di antara kami yang pergi ke Quba'. Sesampainya di sana matahari masih tinggi."
581. Dari Al 'Ala' bin 'Abdur Rahman ra, katanya dia bertemu dengan Anas bin Malik di rumah Anas di Bashrah, setelah selesai shalat Zhuhur. Rumah Anas berada di sebelah masjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, dia bertanya, "Sudah shalat Asharkah Anda?" Jawab kami, "Baru saja sebentar ini kami selesaishalat Zhuhur. "" Kerjakanlah shalat 'Ashar. "Lalu kami shalat. Sesudah selesai shalat, lalu dia berkata, katanya," Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Yang demikian itu shalat orang munafik. Ditunggu-tunggunya matahari berada di antara dua tanduk setan barulah dia shalat empat rakaat dengan tergesa-gesatanpa mengingat Allah dalam shalatnya kecuali sedikit sekali. "
582. Dari Abu Umamah bin Sahal katanya: "Kami shalat Zhuhur berjamaah bersama-sama dengan 'Umar bin' Abdul 'Aziz. Setelah selesai shalat kami pergi ke rumah Anas bin Malik, kami temukan dia sedang shalat' Ashar. Aku bertanya," Paman baru selesai shalat apa? "Jawabnya," Shalat 'Ashar. Beginilah solat Rasulullahsaw. yang selalu kami lakukan bersama-sama dengan dia (yaitu pada awal waktu). "
583. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami shalat 'Ashar bersama dengan Rasulullah saw. Setelah selesai shalat, tiba-tiba datang seorang pria Bani Salimah, lalu dia berkata: Ya, Rasulullah! Kami hendak menyembelih unta. Kami berharap semoga Anda sudi menghadirinya. " Jawab Rasulullah, "Baiklah!"Lalu ia pergi, dan kami pun pergi pula bersama-sama dengan dia. Kami menemukan unta itu belum dipotong. Setelah disembelih, lalu dipotong-potong, dimasak sebagian dan kami sempat makan sebelum matahari terbenam. "
584. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya: "Kami shalat' Ashar bersama Rasulullah saw. Kemudian disembelih orang unta, lalu dipotong-potong menjadi sepuluh bagian, dan kemudian dimasak. Kami masih dapat memakan masakan itu sebelum matahari terbenam. "585. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Orang yang ketinggalan shalat 'Ashar, sama halnya dengan kehilangan keluarga dan harta bendanya."
586. Dari 'Ali ra, katanya: "Ketika terjadi perang Ahzab, Rasulullah saw. Bersabda: Allah memenuhi kubur dan rumah mereka (orang-orang kafir Quraisy) dengan api, karena mereka menghalangi kita shalat' Ashar sampai-sampai matahari terbenam."
587. Dari 'Ali r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda ketika terjadi perang Ahzab, sabdanya: "Mereka (Orang-orang kafir Quraisy) menghalangi kita melakukan shalat Wustha, yakni shalat 'Ashar. Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api." Kemudian Nabi saw. melakukannya antara dua shalat malam,yaitu antara Maghrib dan 'Isya. "
588. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Orang-orang musyrik menahan Rasulullah saw. Shalat' Ashar, sehingga matahari telah kemerah-merahan atau kekuning-kuningan. Maka bersabda Rasulullah saw.," Mereka menghalangi kita shalat Wustha, yakni shalat 'Ashar . Allah memenuhi perut dan kuburan mereka dengan api. "
589. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Ketika terjadi perang Khandaq,' Umar bin Khaththab memaki-maki kafir Quraisy dan berkata: Ya, Rasulullah! Hampir saja aku luput shalat 'Ashar, sehingga matahari hampir terbenam." Maka bersabda Rasulullah saw., "Demi Allah! Aku juga belum shalat 'Ashar." Lalukami turun ke sumur. Rasulullah saw. segera mengambil wudhuk dan kami mengambil wudhuk pula. Ketika itu Rasulullah saw. shalat 'Ashar setelah matahari terbenam, sesudah itu beliau langsung shalat Maghrib. "
590. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: '"Para malaikat malam dan malaikat siang selalu bergantian mendatangi kamu, dan mereka berkumpul saat shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat malam naik ke langit, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka, padahal Allah Maha tahu- Bagaimana keadaan hamba-hambaKu kamu tinggalkan? "Jawab mereka," Kami tinggalkan mereka sedang shalat, dan kami datangi mereka juga sedang shalat. "
591. Dari Jarir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika, kami duduk-duduk dekat Rasulullah saw. Tiba-tiba ia menengok ke bulan purnama, lalu beliau bersabda:" Ketahuilah! Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhan mu kelak seperti melihat bulan purnama ini, tanpa ada yang menghalangi untuk melihatnya.Karena itu janganlah kamu lalaikan shalat sebelum matahari terbit (shalat Subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam ('Ashar). Kemudian Jarir membacakan ayat: "Wasabbih bihamdi rabbika qabla thulu'isy syamsi wa ghurubiha." (Thaha: 130)
592. Dari Abu Bakar bin 'Umarah bin Ruaibah, dari ayahnya, katanya: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan masuk neraka orang yang selalu shalat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam, ya'ni shalat Subuh dan shalat 'Ashar. "Seorang penduduk Bashrah bertanya," Apakah Anda mendengarsendiri hadis itu diucapkan oleh Rasulullah? "Jawab," Ya, kudengar sendiri. "Kata pria itu," Aku mengaku bahwa aku mendengarnya (pula) dari Rasulullah saw. dengan kedua telinga ku dan kusimpan dalam hatiku. "
593. Dari Salamah bin Akwa 'ra, katanya: "Sesunguhnya Rasulullah saw. Biasa shalat Maghrib saat matahari sudah terbenam."
594. Dari Rafi 'bin Khadij, katanya: "Kami biasa shalat Maghrib bersama Rasulullah saw. Setelah selesai shalat, kami masih dapat melihat sasaran panah kami."
595. Dari 'Urwah bin Zubair ra, katanya' Aisyah istri Rasulullah saw. bercerita: "Pada suatu malam Rasulullah saw. mengundur shalat 'Isya sampai jauh malam, sehingga dikatakan orang shalat tengah malam. Rasulullah belum juga keluar, sehingga' Umar bin Khaththab berkata:" Para wanita dan anak-anak sudahtidur. "Maka barulah beliau keluar. Setelah keluar, beliau bersabda kepada jamaah dalam masjid," Tidak ada seorang pun penduduk bumi yang menunggu-nunggu waktu shalat selain Anda sekalian. "Peristiwa itu terjadi sebelum Islam tersiar luas.
596. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu malam Nabi saw. lambat keluar untuk shalat 'Isya, sehingga sebagian malam telah berlalu dan jama'ah masjid sudah tertidur. Sesudah itu barulah Nabi saw. keluar untuk shalat. Beliau bersabda:" Kalaulah tidak akan membebani bagi umat ku , maka inilah waktu (yangbaik) untuk shalat 'Isya. "
597. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Pada suatu malam kami selalu menunggu-nunggu Rasulullah saw. Hendak shalat 'Isya. Dia baru keluar kepada kami setelah berlalu sepertiga malam atau lebih. Kami tidak tahu kesibukan apa yang terjadi dalam keluarga beliau atau mungkin barangkali karenasebab-sebab lain. Ketika ia keluar, ia berkata: "Anda semua menunggu-nunggu waktu shalat; sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh penganut agama lain selain Anda semua. Kalau tidak akan membebani bagi umat ku, sungguh-sungguh aku akan shalat bersama mereka pada waktu seperti ini. " Berikutnyabeliau perintahkan muadzin supaya adzan, sesudah itu qamat, lalu shalat. "
598. Dari Tsabit ra, katanya jamaah bertanya kepada Anas tentang cincin Rasulullah saw. Kata Anas, "Pada suatu malam Rasulullah saw. Mengundurkan shalat 'Isya sampai seperdua malam atau lebih. Sesudah itu barulah Nabi saw. Shalat. Beliau bersabda," Orang-orang sudah shalat dan mereka sudah tidur. TapiAnda semua selalu seperti berada dalam shalat selama Anda dalam menunggu-nunggu waktu shalat. "Kata Anas," Seolah-olah masih terlihat oleh ku bagaimana berkilaunya cincin Nabi saw. yang dibuat dari Perak sambil ia mengangkat jari manisnya yang kiri. "599. Dari Abu Musa ra, katanya: Aku dan para sahabatyang serombongan dengan ku dalam suatu perjalanan, berhenti di lembah Baqi '. Sedangkan ketika itu Rasulullah saw. berada di Madinah. Karena itu bergilir beberapa orang menggantikan Rasulullah saw. jadi imam ketika itu untuk shalat 'Isya setiap malam. Ketika Rasulullah saw. mengunjungi kami, beliau sedangsibuk dengan urusannya sehingga terlambat shalat 'Isya sampai larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat bersama-sama dengan mereka. Setelah selesai shalat beliau bersabda kepada yang hadir, "Perhatikanlah! Aku beritahukan dan aku gembirakan Anda semua! Sesungguhnya adalah suatu karunia Allah kepadaAnda semua, karena tidak ada orang shalat pada saat seperti ini selain Anda semua. "Sesudah itu kami pulang dengan gembira, setelah mendengar sabda Rasulullah saw. tersebut.
600. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Sesungguhnya para wanita mu'minah ikut shalat Subuh bersama-sama dengan Nabi saw. Kemudian mereka pulang dengan berselubung kain dan tidak ada yang mengenal mereka."
601. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Para wanita mu'minah ikut shalat Subuh bersama Rasulullah saw. Dengan cara berselubung kain ketika pergi dan pulang dari masjid, seorang pun tidak mengenal mereka, karena Rasulullah saw. solat ketika hari masih gelap. "
602. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat Zhuhur setelah tergelincir matahari. Shalat' Ashar ketika matahari masih bersih (belum berubah warnanya). Shalat Maghrib saat matahari sudah terbenam. Shalat 'Isya kadang-kadang diundurkannya dan kadang -kadang disegerakannya. Ketika dilihatnyajama'ah telah berkumpul, disegerakannya dan ketika mereka lambat berkumpul, diundurkannya. Dan beliau shalat Subuh ketika hari masih gelap. "603. Dari Abu Barzah Al Aslami ra, katanya:" Rasulullah saw. biasa mengundurkan shalat 'Isya sampai sepertiga malam, dan ia tidak suka tidur sebelumnya danberbicara sesudahnya. Dalam shalat Subuh, beliau baca sekitar seratus atau enam puluh ayat, dan kami selesai shalat ketika masing-masing kami telah mengenali wajah yang satu dengan yang lain. "
604. Dari Abu Dzar r.a., katanya Rasulullah saw. bertanya: "Apa yang Anda lakukan, jika semua pembesar atau kantor negeri telah sama-sama mengundurkan shalat dari waktunya? Jawab ku," Apa perintah Anda kepadaku? "Jawab Rasulullah saw.," Shalatlah kamu sendirian pada waktunya! Jika kemudian engkau dapatpula berjamaah bersama mereka, shalat pulalah, dan shalatmu itu adalah sunat (keuntungan) bagimu. "
605. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda kepada ku: Bakal terjadi sesudahku, dimana para pembesar melalaikan shalat. Karena itu shalatlah kamu tepat pada waktunya. Jika kamu shalat kembali bersama mereka, maka itu adalah suatu keuntungan (sunat) untuk mu. Jika tidak maka sesungguhnyakamu sudah menjaga shalatmu. "(pada awal waktunya).
606. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bertanya kepada ku, sambil menepuk pahaku: Apa yang engkau lakukan jika engkau berada dalam lingkungan kaum yang suka melalaikan shalat dari waktunya ?: Jawab ku," Apa perintah Anda kepadaku? "Sabda beliau, "Shalatlah pada waktunya (sekalipun sendirian).Sesudah itu selesaikanlah segala urusanmu. Jika kebetulan orang shalat berjamaah dan engkau masih berada dalam masjid, maka shalat (pulalah bersama mereka). "
607. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dua puluh lima derajat."
608. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Pahala shalat berjamaah melebihi pahala shalat sendirian dua puluh lima derajat. Malaikat malam dan siang bertemu pada waktu Subuh." Kata Abu Hurairah selanjutnya, "Karena itu bacalah Qur'an pada waktu Subuh, karena membacanya waktu Subuh disaksikanpara malaikat. "
609. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Melihat sangat sedikit orang shalat berjamaah. Karena itu beliau bersabda:" inginlah aku rasanya menyuruh seseorang mengimami shalat berjamaah (menggantikan ku), kemudian aku pergi mencari orang-orang yang tidak datang berjamaah, sesudahitu ku suruh bakar rumah-rumah mereka dengan ikatan-ikatan kayu bakar. Kalaulah mereka tahu betapa besarnya pahala yang akan mereka peroleh, niscaya mereka akan mendatanginya. "610. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat'Isya dan shalat Subuh. Kalaulah mereka tahu pahala keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Inginlah aku rasanya menyuruh seseorang menggantikan ku mengimami shalat, sesudah itu aku pergi dengan beberapa orang membawa ikatan-ikatan kayu bakar ke rumah-rumah orang yang tidakdatang shalat berjamaah, lalu dibakar rumah-rumah mereka. "
611. Dari Abu Hurairah ra, katanya seorang pria buta datang kepada Rasulullah saw., Lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Aku ini buta. Tidak ada orang yang akan menuntun ku pergi ke masjid (untuk shalat berjamaah) .Lalu dia minta agar Nabi saw. memungkinkannya shalat di rumahnya. Mula-mula Nabi saw.membolehkannya. Tetapi setelah orang itu pergi belum begitu jauh, dia dipanggil beliau kembali, seraya bertanya, "Apakah azan shalat terdengar sampai ke rumah Anda?" Jawab orang buta itu, "Terdengar, ya Rasulullah!" Sabda Nabi saw., "Kalau begitu, penuhilah panggilan azan itu!"
612. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Menurut pengamatan kami, tidak ada orang yang tertinggal shalat berjamaah, kecuali orang munafik yang jelas nifaknya, atau orang sakit yang ketika pergi shalat harus dipapah oleh dua orang ke tempat shalat. Sesungguhnya Rasulullah saw. Telah mengajarkan ajaran-ajaranagama (sunanal huda). Di antara ajaran agama
itu adalah shalat berjamaah ke masjid, bila mendengar azan. "
613. Dari Abdullah ra, katanya: "Siapa yang ingin bertemu dengan Allah kelak sebagai seorang muslim yang sempurna, maka hendaklah dia selalu shalat berjamaah setiap mendengar azan. Karena Allah telah memperkuat hukum-hukum agama kepada Nabi-Nya, di antaranya adalah shalat berjamaah itu. Andaikata Andashalat sendirian di rumah Anda, tidak datang ke masjid seperti halnya orang-orang yang tidak datang ini, berarti Anda meninggalkan "sunnah nabi" Anda. Ketika Anda meninggalkan sunnah Nabi, berarti Anda sesat. Siapa berwudhu dengan sebaik-baiknya, kemudian dia pergi ke salah satu masjid, maka dituliskanAllah baginya untuk setiap langkah yang dilangkahkannya ke masjid itu, pahala satu kebajikan dan diangkat derajatnya satu derajat, serta dihapus darinya dosa satu kejahatan. Menurut pendapat kami, orang yang tidak suka shalat berjamaah ke masjid, adalah orang-orang munafik. Namun begitu, masih ada orangyang pergi shalat berjamaah ke masjid, dipapah oleh dua orang pria sampai ia ditegakkan dalam shaf. "614. Dari 'Abdur Rahman Ibnu Abi' Amrah ra, katanya:" Pada suatu ketika 'Utsman bin' Affan masuk ke masjid sesudah shalat Maghrib, lalu dia duduk sendirian. Karena itu aku duduk dekatnya. Katanya, "Mai,anak saudaraku! Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang shalat 'Isya berjamaah, nilainya sama dengan shalat seperdua malam. Dan siapa yang shalat Subuh berjamaah, nilainya sama dengan shalat sepanjang malam." 615. Dari Jundab Al Qasri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menunaikanshalat Subuh, maka dia berada dalam perlindungan Allah. Karena itu janganlah hendaknya Allah sampai menuntut
apa-apa terhadap mu tentang perlindungan-Nya itu, karena siapa yang dituntut-Nya, akan dilemparkan-Nya ke neraka dengan muka tertelungkup. "
616. Dari 'Itban bin Malik ra, yaitu seorang sahabat Nabi saw. dari golongan Anshar yang turut dalam perang Badar, dia datang kepada Nabi saw. lalu berkata: "Ya, Rasulullah! Aku sudah buta. Sedangkan aku menjadi imam shalat bagi wargaku. Bila hari hujan, air mengalir di lembah antara rumahkudengan rumah-rumah mereka, sehingga aku tak dapat datang ke masjid mengimami mereka shalat berjamaah. Karena itu aku berharap semoga Anda sudi datang ke rumahku, lalu di sana Anda shalat di tempat ku solat dan kemudian menjadikannya Mushalla. Jawab Rasulullah saw. "Baiklah! Insya Allah aku akan datang.Besok, ketika hari telah agak siang, Rasulullah saw. dan Abu Bakar Siddiq datang. Dia minta izin masuk. Lalu ku persilakan. Tanpa duduk lebih dahulu ia langsung menanyakan. "Di manakah Anda sukai aku shalat di rumah mu ini?" Aku menunjuk ke salah satu pujok rumah. Rasulullah berdiri di sana lalubeliau takbir. Kami berdiri di belakang beliau, mengikuti beliau shalat dua rakaat. Kemudian memberi salam. Sesudah itu kami jamu beliau dengan hidangan sup daging yang telah kami sediakan untuk beliau. Penduduk desa berkumpul semuanya ke rumah ku. Seorang di antaranya bertanya, "Mana Malik bin Dukhsyun?"Yang lain menjawab, "Dia itu munafik! Dia tidak suka kepada Allah dan Rasul-Nya." Maka bersabda Rasulullah saw., "Jangan berkata begitu terhadapnya. Bukankah Anda telah menyaksikannya mengucapkan kalimah" La ilaha illallah "dengan ikhlas karena Allah?" Jawab mereka, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebihtahu. "Kami mendapat kesan, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan nasihatnya itu kepada orang-orang munafik. Sabda beliau," Sesungguhnya Allah mengharamkan api neraka bagi orang-orang yang telah mengucapkan kalimat "La ilaha illallah" dengan ikhlas karena Allah. "
617. Dari Anas bin Malik ra, katanya neneknya Mulaikah mengundang Rasulullah saw. menyantap hidangan yang disediakannya untuk beliau. Setelah selesai makan, Rasulullah saw. bersabda: "Berdirilah! Aku akan mengimami Anda semua shalat berjamaah." Kata Anas, "Aku mengambil sehelai tikar yang telah menghitamkarena telah lama dipakai, lalu ku perciki dengan air. Kemudian Rasulullah shalat di tikar itu. Aku dan seorang anak yatim berbaris di belakang beliau, dan nenek di belakang kami telah shalat mengimami kami dua rakaat, sesudah itu selesai. "618. Dari Anas bin Malik ra, katanya:" Rasulullah saw. adalahseorang yang berakhlak paling baik. Dia sering datang ke rumah kami, lalu beliau shalat di rumah itu. Dia suruh bentangkan tikar, beliau suruh sapu, kemudian diperciki air, sesudah itu beliau shalat mengimami kami, dan kami mengikutinya di belakang. Tikar kami terbuat dari pelepah kurma, "
619. Dari Tsabit ra, dari Anas bin Malik, katanya: "Nabi saw. Datang ke rumah kami, sedangkan di rumah yang ada hanya aku, ibu ku, dan bibiku. Kata beliau," Berdirilah! Aku akan mengimami, Anda shalat bukan shalat wajib "Lalu beliau shalat berjamaah dengan kami. Seorang pria bertanya kepada Tsabit,"Ketika itu di mana Anas berdiri?" Jawab Tsabit, "Di sebelah kanan Rasulullah saw." Kata Anas, "Setelah selesai shalat, beliau mendoakan kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat bagi kami seisi rumah." Kemudian ibu ku berkata kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Doakan pulalah server kecil Anda ini! (MaksudnyaAnas yang ketika itu masih anak-anak). "Lalu beliau mendoakan bagi ku kebaikan dunia dan akhirat. Akhir doa beliau itu adalah:" Allahumma aktsir maalahu wa walauahu, wa harik lahu fihiri.
620. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. shalat berjamaah bersama-sama dengannya, dengan ibunya, dan dengan bibinya. Kata Anas, "Rasulullah menyuruh ku berdiri sebelah kanan beliau, dan para wanita di belakang kami (pria)."
621. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat berjamaah pahalanya melebihi shalat sendirian yang dilakukan di rumah atau di toko dua puluh sembilan derajat. Yang demikian itu adalah ketika seseorang berwudhu sebaiknya, kemudian dia pergi ke masjid tanpa maksud lain yangmendorongnya kecuali hanya shalat. Maka setiap langkah yang dilangkahkannya meningkatkan derajatnya satu derajat, serta menghapus satu dosa darinya sampai dia masuk ke dalam masjid. Setelah berada dalam masjid, dia dipandang seperti dalam shalat selama menunggu waktu shalat tiba. Sedangkan malaikat selalumendoakannya. selama dia masih berada di tempatnya shalat, dan wudhuknya belum batal. Katanya, "Wahai, Allah! Berilah dia rahmat. Ampunilah dia dan terimalah taubatnya."
622. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya malaikat selalu mendoakan seseorang kamu, selama
dia masih berada di tempatnya shalat, dan wudhuknya belum batal. Katanya: "Wahai, Allah! Ampunilah dia, dan berilah dia rahmat." Dan dia dianggap seperti dalam shalat selama dia menunggu-nunggu waktu shalat. "623. Dari Abu Musa ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Orang yang paling besar mendapat pahalasolat, adalah orang yang paling jauh berjalan ke tempatnya shalat berjamaah. Dan orang yang menunggu-nunggu waktu shalat berjamaah pahalanya lebih besar dari orang yang shalat sendirian, sesudah itu dia tidur. "
624. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya: "Ada seorang pria, yang setahuku dialah yang paling jauh tempat tinggalnya dari masjid. Meskipun begitu dia tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah. Kata orang kepadanya," Alangkah baiknya Anda beli seekor keledai untuk tunggangan Anda, di malam gelap atau dipanas terik. "Jawabnya," Aku tidak suka tinggal dekat masjid, karena aku ingin supaya setiap langkahku pergi dan pulang dari masjid ditulis Allah pahalanya bagiku. "Sabda Rasulullah saw.," Allah mengumpulkan pahala semuanya itu bagi Anda. "625. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya: "Ada seorangpria Anshar tinggal paling jauh dari masjid Madinah. Meskipun begitu dia tidak pernah terlambat sholat berjamaah bersama-sama dengan Nabi saw. Karena itu kami merasa kasihan kepadanya. Lalu kuanjurkan kepadanya, "Hai, Fulan! Alangkah baiknya kamu beli seekor keledai untuk melindungi mu dari terik panasdan dari ular-ular tanah yang berbisa. "Jawabnya," Ketahuilah! Aku tidak senang rumahku diikatkan ke rumah Nabi Muhammad saw. "Kata Ka'ab," Aku merasa keberatan dengan ucapannya itu. Karena itu aku datang kepada Nabi saw., Lalu ku sampaikan kepada beliau keberatanku terhadap ucapan orang itu. "SahutNabi saw., "Panggillah dia!" Setelah berhadapan dengan beliau, orang itu bahkan mengulang ucapannya dan menambahkan harapannya pahala bagi setiap langkah yang dilangkahkannya pulang pergi ke masjid. Maka bersabda Nabi saw. kepadanya, "Anda pasti mendapatkan apa yang Anda harapkan."
626. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rumah kami jauh dari masjid. Karena itu kami ingin membeli rumah yang dekat ke masjid. Tetapi Rasulullah saw. Melarang kami, sabdanya:" Untuk setiap langkah yang kamu langkahkan ke masjid, kamu mendapat imbalan satu derajat. "
627. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia pergi ke masjid menunaikan shalat wajib, maka setiap dia melangkah dua langkah, langkahnya yang pertama menghapus satu dosa, sedangkan langkah yang kedua mengangkat derajat antara satu derajat."
628. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: (tetapi di dalam hadis B disebutkan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda): "Bagaimana pendapat Anda, jikalau sebuah sungai mengalir di depan rumah Anda, di mana Anda mandi setiap hari lima kali, masih adakah kotoran yang melekatdi tubuh Anda? "Jawab mereka," Tidak, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Seperti itulah shalat yang lima Waktulah menghapus dengannya segala dosa-dosa kecil. "629. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Siapa yang datang ke masjid pagi-pagi atau setelah matahari tergelincir (maksudnya lebih awaldari waktu shalat), maka disediakan Allah baginya tempat di surga setiap kali dia datang. "
630. Dari Simak bin Harb, dia bertanya kepada Jabir bin Samurah ra, katanya: "Pernahkah Anda duduk bersama Rasulullah saw.?" Jawab Jabir, "Ya, seringkali! Sesudah shalat Subuh, ia belum berdiri dari tempatnya shalat hingga matahari terbit. Ketika matahari telah terbit, barulah beliau berdiri.Sedangkan para sahabat berbicara sesama mereka, membicarakan urusan mereka saat jahiliyah, lalu mereka tertawa, dan Nabi saw. ikut tersenyum. "
631. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda "Yang paling disukai Allah dalam suatu negeri adalah masjidnya. Dan yang paling dibenci Allah adalah pasarnya." 632. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu bertiga, angkatlah seorang jadi imam. Dan yangpaling baik jadi imam adalah yang paling pandai membaca. "
633. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang pantas jadi imam (shalat berjamaah) adalah yang paling pandai membaca Kitabullah. Jika ternyata mereka sama pandai, maka yang paling alim tentang sunnah. Jika ternyata mereka sama alim, maka yang paling dahulu hijrah.Jika ternyata mereka bersamaan pula hijrah, maka yang paling dahulu masuk Islam. Janganlah kamu menjadi imam dalam wilayah kekuasaan orang lain, dan jangan pula duduk di tempat yang disediakan khusus untuk kemuliaan seseorang, kecuali dengan izinnya. "
634. Dari Malik bin Huwairits ra, katanya: "Kami datang kepada Rasulullah saw., Sedangkan kami adalah pemuda-pemuda yang hampir sebaya semuanya. Kami menetap di samping Rasulullah saw. Selama dua puluh malam. Dia seorang yang penyantun dan lemah lembut. Mungkin ia menyangka, kami sudah merindukankeluarga kami, lalu dia bertanya tentang keluarga kami itu. Setelah kami jelaskan, maka beliau menyuruh kami pulang. Sabda beliau, "Pulanglah ke keluargamu masing-masing. Tetaplah di samping mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka shalat. Ketika waktu shalat telah tiba, maka azanlah salahseorang kamu, kemudian jadikan imam yang tertua di antara kamu. "
635. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pernah setelah Rasulullah saw. Selesai membaca" Sami'allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu, "kemudian ia masih sedang berdiri membaca doa 'sebagai berikut:" Allahumma anjil Walid Ibnal Walid, wa Salamah bin Hisyam, wa iyasy bin Abi Rahi'ah, wal mustadh'afinaminal mukminin. Allahummasydud wathataka 'ala'Mudhar, waj'alha' alaihim kasini Yusuf AIlahummal'an Lihyana, wa Ri'lalla, wa Dzakwana, wa 'Ushayyata,' ashatillaha wa rasulahu. "Kemudian kami dapat kabar bahwa beliau meninggalkan doa itu setelah turun ayat: "Laisa laka minal amri syaiun au yatuba 'alaihimau yu'adz dzibahum fainnahum zhalimun. (Al 'Imran: 128)
636. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Demi Allah! Akan kuajarkan kepada mu cara shalat Rasulullah saw. Maka Abu Hurairah qunut saat shalat Zhuhur, 'Isya dan Subuh, mendoakan kebaikan bagi orang-orang mukmin dan mengutuk orang-orang kafir."
637. Dari Muhammad ra, dia bertanya kepada Anas ra, katanya: "Apakah Rasulullah saw. Qunut dalam shalat subuh?" Jawab Anas, "Ada! Artinya sesudah ruku '."
638. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah qunut sebulan lamanya dalam shalat subuh sesudah ruku ', yaitu mengutuk kabilah-kabilah Ri'il, Dzakwan dan' Ushliyyah, karena mereka mendurhakai Allah dan Rasul-Nya."
639. Dari Al Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah qunut dalam shalat Subuh dan Maghrib."
640. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Kembali dari perang Khaibar, beliau berjalan tengah malam, sehingga dia mengantuk, lalu ia berhenti dan duduk untuk tidur. Beliau bersabda kepada Bilal," Bangunkan kami bila waktu Subuh tiba. " Sementara itu Bilal shalat seberapadapat dilakukannya, sedangkan Nabi saw. dan sahabat-sahabat yang lain tidur. Ketika fajar hampir terbit, Bilal bersandar ke mobilnya menunggu fajar terbit. Tapi dia sangat mengantuk dan tertidur ketika sedang bersandar itu, sehingga dia tidak dapat mengembangkan Rasulullah saw. dan para sahabatyang lain,
sampai sinar matahari mengenai mereka. Yang pertama terbangun
ialah Rasulullah saw. Ketika ia terbangun, ia bertanya, "Mana Bilal?" Jawab Bilal, "Demi Allah! Aku tertidur, ya Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Bersiaplah semua!" Lalu mereka siapkan kendaraan mereka. Kemudian Rasulullah saw. mengambil wudhuk dan menyuruh Bilal qamat. Setelah Bilal qamat,Nabi saw. mengimami mereka shalat Subuh. Setelah selesai shalat, beliau bersabda: "Siapa yang lupa shalat, maka hendaklah dia shalat ketika ingat. Sesunguhnya Allah berfirman:" Tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku. "
641. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Rasulullah saw. Berpidato di hadapan kami. Antara lain beliau bersabda: Kamu akan berjalan sejak sore dan sepanjang malam. Insya Allah baru akan bertemu air esok." Tim terus berjalan tanpa menoleh satu sama lain. Kata Abu Qatadah, "Ketika hari sudah larutmalam, aku berada di samping beliau - Rasulullah saw. mengantuk, sehingga duduknya di atas kendaraan jadi miring. Aku mendekati dia, dan menopang beliau tanpa membangunkannya, sehingga duduk beliau di atas kendaraan lurus kembali. Kemudian beliau miring pula kembali, lalu kuluruskan pula. Demikianlahkulakukan sepanjang jalan pada malam itu, sehingga akhirnya ketika waktu sahur tiba, beliau sangat miring dari sebelumnya dan hampir jatuh. Aku mendekati dia dan menopangnya. Dia terbangun dan mengangkat kepalanya seraya berkata, "Siapa ini?" Jawab ku, "Abu Qatadah!" Tanya dia, "Sejak bilaengkau berjalan seperti ini di sampingku? "Jawab ku," Sudah sejak sepanjang malam. "Kata beliau," Semoga Allah selalu menjagamu karena kamu telah menjaga Nabi-Nya. Apakah kita telah ketinggalan? Masih adakah orang sekitar kita? "Jawab ku," Ini ada beberapa orang pengendara. "Ternyata kami semua adatujuh orang. Tiba-tiba Rasulullah saw. menyimpang dari jalan, lalu merebahkan diri seraya bersabda: "Jaga waktu shalat!" Yang pertama terbangun adalah Rasulullah saw., Yaitu ketika sinar matahari telah mengenai punggungnya. Kami pun bangun dengan terkejut. Beliau bersabda, "Mari berangkat!" Kami berangkatdan terus berjalan. Ketika matahari telah agak meninggi, ia berhenti dan meminta air yang kubawa untuk berwudhu. Dia berwudhuk tidak seperti biasanya, tapi agak ringan, namun melengkapi semua anggota wudhu. Setelah beliau berwudhu, air masih bersisa di ember sedikit. Sabda beliau, "Simpanair ini baik-baik, nanti akan ada gunanya bagi kita. "Kemudian Bilal azan. Sesudah itu Rasulullah saw. shalat dua rakaat (sunat fajar), kemudian shalat Subuh, seperti yang biasa dilakukan beliau setiap hari. Kata Abu Qatadah," Sesudah solat , Rasulullah saw. mengendarai kendaraannya. Kami melanjutkan perjalanansambil berbisik-bisik satu sama lain, apakah kiranya tebusan perbuatan kita karena kita telah menyia-nyiakan shalat? "Sabda Rasulullah saw." Bukankah peristiwa itu suatu contoh bagimu? Ketahuilah, bahwa karena ketiduran tidak berarti menyia-nyiakan shalat. Yang termasuk menyia-nyiakan shalat adalah orang yangtidak shalat sampai datang waktu shalat yang berikutnya. Sedangkan orang yang ketiduran, hendaklah dia shalat bila dia terbangun. Selanjutnya, hendaklah dia shalat tepat pada waktunya. "Kemudian beliau bertanya," Bagaimana pendapat Anda tentang orang-orang yang telah dahulu dari kita? Mereka berjalanlebih dahulu tanpa Nabi mereka. Abu Bakar dan 'Umar menduga bahwa kita berada di belakang mereka. Tapi yang lain-lain mengatakan, ia telah dahulu- Kalaulah mereka mengikuti Abu Bakar dan 'Umar, tentulah mereka benar. Kata Abu Qatadah, "Kami dapat menyusul mereka ketika hari telah tinggi dan panastelah terik. "Kata mereka," Ya, Rasulullah! Celaka kami-kami kehausan! "Jawab Rasulullah saw.," Tidak! Kalian tidak akan celaka. "Kemudian beliau meminta gelas dan bejana wudhuknya yang berisi sisa air wudhu beliau tadi, lalu ia tuang ke dalam gelas. Sedangkan Abu Qatadah membagi-bagikannya kepadamereka. Karena air yang tersedia dalam bejana hanya sedikit, mereka berebut-rebutan. Maka bersabda Rasulullah saw., "Jangan berebut! Setiap kamu akan dapat minum sepuas-puasnya." Mereka patuh akan perintah Nabi saw. tersebut. Dia terus menuangkan air ke gelas sedangkan aku membagi-bagikannya kepadamereka, sehingga akhirnya tidak ada lagi yang tertinggal selain aku dan Rasulullah saw. Rasulullah saw. menuangkannya pula dan mengatakan kepada ku, "Sekarang giliran kamu yang minum." Jawab ku, "Aku tidak akan minum sebelum Rasulullah saw. Minum." Sabda beliau. "Si pemberi minum orang banyak harusnyaminum penghabisan kali. "Karena itu aku minum lebih dahulu dan sesudah itu barulah Rasulullah saw. Dengan sisa air wudhu yang sedikit itu, seluruh tim jadi segar dan puas."
642. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya: "Aku pernah berjalan sepanjang malam bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanan. Ketika hari hampir Subuh, kami berhenti, lalu kami tertidur sampai matahari terbit. Yang pertama terbangun adalah Abu Bakar . Dan kami tidak berani mengembangkan Nabisaw.dari tidurnya, sehingga ia bangun sendiri. Kemudian bangun pula 'Umar, lalu dia berdiri dekat Nabi saw. dan takbir keras-keras, sehingga Rasulullah saw. terbangun karenanya. Ketika ia mengangkat kepala, dilihatnya matahari sudah terbit. Beliau bersabda, "Ayo, berangkat!" Kami melanjutkanperjalanan, sehingga saat matahari telah tinggi, Rasulullah saw. berhenti, kemudian shalat Subuh bersama kami. Kecuali seorang pria, dia tidak ikut shalat dan memencilkan diri dari kami. Setelah selesai shalat Rasulullah saw. bertanya kepadanya, "Hai, Fulan! Apa sebab engkau tidak ikut solatbersama kami? "Jawabnya," Aku junub, ya, Nabiyallah. "Lalu Nabi saw. menyuruhnya tayammum dengan tanah, dan sesudah itu dia shalat. Kemudian, setelah kami melanjutkan perjalanan kami kembali,
Rasulullah saw. menyuruh ku berjalan lebih dahulu untuk mencari air karena kami telah kehausan. Sekonyong-konyong kami bertemu dengan seorang wanita menjuntaikan kakinya antara dua buah mazadah (tempat air atau qirbah besar). Lalu kami bertanya, "Di mana kami bisa mendapatkan air?" Jawabwanita itu, "Jauh, jauh sekali. Anda tidak akan dapat menemukannya." Tanya kami, "Berapa jauhnya antara desa dengan tempat air itu?" Jawabnya, "Sehari semalam perjalanan." Kata kami, "Mari kita menemui Rasulullah saw." Jawabnya; "Rasulullah? Apa itu Rasulullah?" Sejak itu kami tidak membiarkannyalagi, sehingga dia kami giring sampai ke hadapan Rasulullah saw. Dia bertanya seperti apa yang kami tanyakan, dan dia menjawab seperti jawabannya kepada kami. Selanjutnya dia menceritakan bahwa dia memiliki beberapa orang anak yatim yang masih kecil. Kemudian Nabi saw. menyuruh dudukkanuntanya. Lalu Nabi menyedot air dari kedua qirbah itu dengan mulutnya, kemudian disemburkannya kembali. Sesudah itu unta disuruhnya berdiri. Lalu tim kami yang kehausan sejumlah empat puluh orang minum sepuas-puasnya. Bahkan kami mengisi semua qirbah kami, serta segala tempat air yang ada pada kami,kami isi sampai penuh. Begitu pula teman kami yang junub kami suruh mandi. Hanya kamilah yang tidak dibeli minum. Meskipun begitu, kedua tempat air wanita itu masih penuh seperti sedia kala, bahkan melebihi semula. Kemudian Nabi saw. bersabda, "Kumpulkan makanan yang ada pada kamu semuanya." Lalu kamikumpulkan sisa-sisa makanan yang ada pada kami, kemudian diserahkan Nabi saw. kepada wanita itu, seraya berkata: "Pulanglah Anda! Berikan makanan ini kepada keluargamu. Dan ketahuilah, bahwa aku tidak mengurangi sedikit jua pun air yang kamu bawa." Ketika wanita itu sampai di kampungnya, dia berceritakepada mereka peristiwa air yang dialaminya bersama Nabi saw. dan para sahabat beliau. Katanya, "Tadi aku bertemu dengan tukang sihir yang sangat pandai, atau mungkin sesungguhnya dia itu Nabi sebagaimana dia katakan." Setelah itu penduduk kampung itu masuk Islam semuanya, termasuk wanita itu, olehpetunjuk dari Allah berkat peristiwa yang dialami wanita tersebut. "
643. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang lupa shalat, maka hendaklah ia tunaikan segera ketika dia ingat. Tidak ada denda baginya kecuali hanya itu."
644. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang lupa shalat atau tertidur, maka dendanya adalah menunaikannya segera ketika ingat." 645. Dari Anas bin Malik r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu tertidur sebelum shalat, atau lalai daripadanya, maka hendaklah kamutunaikan ketika ingat. Sesungguhnya Allah berfirman: Tegakkanlah shalat untuk mengingat Ku. "
646. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Pada mulanya shalat diwajibkan dua-dua rakaat bagi orang yang menetap dan bagi musafir. Kemudian jumlah itu ditetapkan bagi musafir khusus, sedangkan bagi orang yang menetap (muqim) ditambahkan."
647. Dari Ya'la bin Umayyah ra, bahwasanya dia pernah bertanya kepada 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang ayat:" La i' aillikum an taqshuru minash shalati in khiftum an yaftinakumul llidzina kafaru "(AnNisa: 101 ) bukankah sekarang telah aman? " Jawab 'Umar, "Aku jugapernah memikirkan apa yang engkau pertanyakan itu. Lalu kutanyakan langsung kepada Rasulullah saw. Jawab beliau: Hal itu adalah suatu kelapangan dari Allah yang diberikan-Nya kepada mu. Maka terimalah karunia itu. "
648. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Allah mewajibkan shalat melalui lidah Nabi saw., Empat rakaat ketika muqim (menetap), dua rakaat ketika bepergian, dan satu rakaat ketika takut."
649. Dari 'Isa bin Hafash bin' Ashim bin 'Umar bin Khaththab ra, dari ayahnya, katanya: "Aku pernah berjalan bersama Ibnu' Umar dalam suatu perjalanan menuju Makkah. Dalam perjalanan itu dia mengimami kami shalat Zhuhur dua rakaat. Setelah selesai shalat dia pergi, dan kami mengikutinya sampaike tempatnya dan duduk bersama-sama dengan dia. Sebentar kemudian dia menoleh ke tempat shalat dan dilihatnya masih banyak orang yang shalat. Lalu dia bertanya, "Apa yang diperbuat orang-orang itu?" Jawab ku, "Mereka shalat sunat." Kata Ibnu 'Umar, "Kalaulah aku harus shalat sunat pula (sesudah qashar),lebih baik Kucukupkan solat ku. Hai, anak saudaraku! Aku sering menyertai Rasulullah saw. dalam perjalanan. Beliau shalat (dalam setiap perjalanan itu) tidak pernah lebih dari dua rakaat, sampai beliau meninggal. Aku juga sering menemani Abu Bakar dalam perjalanan. Dia juga shalat (dalam perjalananitu) tidak pernah lebih dari dua rakaat, sampai dia meninggal. Aku juga sering menemani 'Umar dan' Usman, mereka shalat (dalam perjalanan itu) tidak lebih dari dua rakaat, sampai mereka meninggal. Kemudian beliau membaca firman Allah: "Laqad kana lakum fi Rasulutlahi uswatun hasanatun" (Al Ahzab: 21)
650. Dari Anas bin Malik r .a., Katanya: "Aku shalat Zhuhur beserta Rasulullah saw. Di Madinah empat rakaat dan shalat 'Ashar di Dzulhulaifah dua rakaat."
651. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami pergi bersama Rasulullah saw. Dari Madinah ke Makkah. Selama dalam perjalanan beliau shalat dua-dua rakaat sampai tiba kembali di Madinah. Tanya ku," Berapa lama dia tinggal di Makkah? "Jawabnya," Sepuluh hari. "
652. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat di Mina dua rakaat. Begitu pula Abu Bakar sepeninggal beliau, 'Umar sepeninggal Abu Bakar, dan' Usman pada awal pemerintahannya. Kemudian 'Usman shalat empat rakaat. Pada waktu pemerintah' Usman itu, ketika Ibnu 'Umar shalat mengikuti Imam,dia shalat empat rakaat, dan ketika dia shalat sendirian, dia shalat dua rakaat.
653. Dari Nafi 'ra, katanya: "Pada suatu malam yang dingin dan berangin, Ibnu' Umar azan untuk shalat. Lalu dia membaca:" Ala Shalla fir rihal "(Silakan shalat di tempat masing-masing). Setelah selesai azan dia berkata , "Dalam suatu perjalanan di malam yang dingin dan hujan, Rasulullah saw. memerintahkansehingga membaca dalam azan: 'Ini shallu fir rlIuzl "(Silakan shalat di tempat masing-masing).
654. Dari Jabir ra, katanya: "Kami pergi bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanan. Tiba-tiba hari hujan lebat. Maka bersabda beliau," Silakan bagi yang ingin shalat di tempat masing-masing. "
655. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya: "Ketika hari hujan dia memerintahkan kepada muadzinnya sesudah membaca" Asyhadu Anla la, ilaha illallah, asyhadu onna Muhammadar Rasulullah "jangan baca" Hayya 'alash shalah "tetapi membaca" Shallu li buyutikum " (Silakan shalat di rumah masing-masmg). Mendengarbacaan itu, orang banyak menyalahkannya. Kata Ibnu 'Abbas, "Mengapa Anda sekalian menyalahkannya? Orang yang lebih baik dari ku (yakni Rasulullah saw.) Bahkan melakukannya. Berjamaah memang penting. Tapi aku tidak ingin memaksa Anda sekalian berjalan di tanah becek dan licin."
656. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya, "Rasulullah saw. Pernah shalat sunat dalam perjalanan di atas untanya. Dia menghadap ke arah mana saja unta itu menghadap."
657. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah, Rasulullah saw. Shalat di atas kendaraannya. Dia menghadap ke mana saja unta itu menghadap." Tentang hal itu beliau bersabda: "Allah telah berfirman:" Fa ainama tuwallu fatsamma wajhullah "(Al Baqarah: 115)
658. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Shalat di atas himar (keledai). Dan ketika itu ia sedang menuju Khaibar."
659. Dari Sa'id bin Yasar ra, katanya: "Aku berjalan bersama Ibnu 'Umar dalam suatu perjalanan ke Makkah Ketika hari hampir Subuh, aku turun dari kendaraan ku lalu aku shalat witir. Sesudah itu ku susul dia. Ibnu' Umar bertanya kepada ku, "Ke mana saja Anda?" Jawab ku, "Hari hampir Subuh, karenaitu aku
turun lalu shalat witir. "Kata 'Abdullah," Bukankah Rasulullah itu ikutan Anda? "Jawab ku," Ya, benar! "Katanya, Rasulullah saw. shalat witir di atas unta."
660. Dari Salim bin 'Abdullah ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Shalat sunnah (nafilah) dan witir di atas kendaraan, dan beliau menghadap ke mana saja kendaraan itu menghadap. Tapi beliau tidak pernah shalat wajib di atas kendaraan."
661. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Bergegas dalam perjalanan, ia jama '(himpun) shalat Maghrib dengan' Isya."
662. Dari Nafi 'ra, katanya: "Bahwasanya Ibnu Umar, bila dia terburu-buru dalam perjalanan, maka dijama'kannya shalat Maghrib dengan shalat Isya' setelah hilang mega merah. Katanya," Bahwasanya Rasulullah saw. pernah menjama 'Maghrib dengan Isya', ketika ia bergegas dalam perjalanan. "
663. Dari Salim bin 'Abdullah ra, bahwasanya ayahnya berkata: "Aku melihat Rasulullah saw. Terburu-buru dalam suatu perjalanan, beliau mengundurkan shalat Maghrib dan menjama'nya dengan shalat Isya'."
664. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Bila Rasulullah saw. Berangkat memulai suatu perjalanan sebelum matahari tergelincir, beliau undurkan shalat Zhuhur sampai 'Ashar kemudian beliau jama' keduanya. Bila matahari telah tergelincir sebelum beliau berangkat, beliau shalat Zhuhur lebih dahulu, sesudah itubaru berangkat. "
665. Dari Anas r.a., dari Nabi saw. katanya: "Ketika beliau tergesa dalam suatu perjalanan, maka diundurkannya shalat Zhuhur ke waktu 'Ashar, kemudian dijama'nya keduanya. Dan diundurkannya solat Maghrib ke waktu' Isya, kemudian dijama'nya keduanya ketika telah hilang mega merah."
666. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pemah menjama 'shalat Zhuhur dan' Ashar, Maghrib dan Isya 'tidak ketika takut dan tidak pula dalam perjalanan."
667. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah menjama' shalat Zhuhur dan 'Ashar di Madinah, tidak pada waktu takut (perang atau dalam keadaan bahaya) dan tidak pula dalam perjalanan. Kata Abu
Zubair, dia menanyakan hal itu kepada Sa'id, katanya: "Kenapa Rasulullah saw. Sampai berbuat demikian?". Jawab Sa'id, "Aku pun pernah bertanya seperti itu kepada Ibnu 'Abbas, maka jawa Ibnu' Abbas:" Dia ingin untuk tidak menyulitkan umatnya. "
668. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: Dalam suatu perjalanan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam perang Tabuk, Rasulullah saw. menjama 'shalat-shalat Zhuhur,' Ashar, Maghrib dan 'Isya. Kata Sa'id, dia pernah menanyakan hal itu kepada Ibnu 'Abbas, apa sebab Nabi saw. melakukan demikian. Jawab Ibnu 'Abbas,"Dia ingin untuk tidak menyulitkan umatnya."
669. Dan Mu'adz bin Jabal ra, katanya: "Ketika terjadi perang Tabuk, Rasulullah saw. Menjama 'shalat Zhuhur dengan' Ashar, dan shalat Maghrib dengan shalat 'Isya. Lalu kutanyakan kenapa dia melakukan itu. Jawabnya, karena ia tidak ingin menyulitkan umatnya. "
670. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berada di Madinah, beliau pernah menjama' shalat Zhuhur dengan 'Ashar, dan shalat Maghrib dengan Isya', tidak pada saat perang dan tidak pula ketika hujan. Wakil bertanya kepada Ibnu 'Abbas, "Apa sebabnya Nabi saw. melakukannya? "Jawab Ibnu'Abbas, "Supaya tidak menyulitkan umatnya."
671. Dari 'Abdullah bin Syaqjq ra, katanya: "Pada suatu hari sesudah' Ashar, Ibnu 'Abbas memberikan pengajian di depan kami sampai terbenam matahari dan bintang-bintang sudah terbit. Lalu jamaah berteriak," Solat! Solat! "Bahkan seorang pria Bani Tamim langsung berdiri ke depan Ibnu 'Abbas,beliau berkata, "Solat! Solat" Kata Ibnu 'Abbas, "Apakah engkau hendak mengajari ku tentang Sunnah Nabi, yang
engkau belum tahu? Aku melihat Rasulullah saw. menjama 'shalat Zhuhur dan' Ashar, dan Maghrib dengan Isya '. "Kata Abdullah bin Syaqiq," Aku ragu kebenaran ucapan Ibnu' Abbas itu. Karena itu aku bertanya kepada Abu Hurairah. Ternyata Abu Hurairah membenarkan ucapan Ibnu 'Abbas itu. "672. Dari As Suddira, dia bertanya kepada Anas ra, katanya: "Ke mana seharusnya aku berpaling sesudah shalat?" Jawab Anas, "Kalau aku ke kanan; karena kulihat Rasulullah saw. Selalu berpaling ke kanan sesudah shalat."
673. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Ketika kami shalat di belakang Rasulullah saw., Kami lebih suka berada di sebelah kanan beliau, karena sesudah shalat beliau menghadapkan wajahnya ke kami (ke kanan). Bahkan aku pernah mendengar beliau membaca doa: 'Rabbi qini' adzalku Yawrifil tab'atsu aw tajrna'u'Ibadalea. 674. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila shalat telah diqamatkan, maka tidak ada lagi shalat sesudah itu kecuali shalat wajib."
675. Dari Ibnu Buhainah ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika shalat Subuh telah diqamatkan, Rasullullah saw. Melihat seseorang pria shalat sunnah. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepadanya," Apakah Anda salat Subuh empat rakaat? "
676. Dari Abu Usaid r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu masuk masjid, maka ucapkanlah: 'Allahummahftah li abwaba ralunatika'.Dan bila keluar, ucapkan:" Allahumma ini asaluka min fadhlika. "
677. Dari Abu Qatadah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu masuk masjid shalatlah lebih dahulu dua raka'at sebelum kamu duduk."
678. Dari Abu Qatadah ra, yaitu sahabat Rasulullah saw., Katanya: "Pada suatu ketika, aku masuk masjid ketika Rasulullah sedang memberikan pengajian kepada orang banyak. Lalu aku langsung saja duduk di antara mereka". Maka bersabda Rasulullah saw., "Apa yang menghalangi Anda untuk shalat dua rakaatsebelum Anda duduk? "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Karena kulihat Anda sama-sama duduk bersama orang banyak. Sabda beliau, "Bila masing-masing kamu masuk masjid, maka jangan duduk sebelum shalat lebih dahulu dua raka'at."
679. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Aku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ketika
pulang, aku terlambat karena untaku letih. Rasulullah saw. tiba lebih dahulu dari ku, sedangkan aku tiba esok pagi. Aku langsung menuju masjid, dan ku temukan beliau sedang berada di pintu masjid. Beliau bertanya, "Apakah Anda baru tiba!" Jawab ku, "Ya." Sabda beliau, "Tinggalkan untamu, masuk kemasjid, lalu shalatlah dua rakaat! "Kata Jabir," Aku masuk ke masjid, lalu shalat dua rakaat, sesudah itu baru aku pulang rumahku. "
680. Dari Ka'ab bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa tiba dari perjalanannya, siang hari waktu dhuha. Ketika ia tiba, pertama kali ia pergi ke masjid, lalu shalat di situ dua rakaat, dan sesudah itu ia duduk -duduk beristirahat di dalam. "
681. Dari 'Abdullah bin Syaqiq ra, katanya: "Aku pernah bertanya kepada' Aisyah ra," Apakah Nabi saw. shalat sunnah Dhuha? "Jawab 'Aisyah," Tidak! Beliau shalat sunnah (ketika Dhuha) karena baru tiba dari perjalanan jauh. "682. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Aku tidak pernah melihatNabi saw. solat sunat Dhuha, sekali-kali tidak! Tapi aku selalu mengerjakannya, sekalipun ia tidak. Sesungguhnya ia menyukai amal
tersebut, tetapi ia khawatir umat selalu mengamalkannya, lalu dianggap wajib. "683. Dari Mu'adzah ra, dia bertanya kepada 'Aisyah ra, katanya:" Berapa rakaat Rasulullah saw. shalat dhuha? "Jawab 'Aisyah," Empat rakaat, dan sesudah itu ia tambah berapa disanggupinya. "684. Dari Ummu Hanira, katanya: "Pada hari penaklukan Makkah, Nabi saw. masuk ke rumahnya lalu dia shalat delapan rakaat, yang belum pernah dilihatnya beliau shalat sependek itu, tetapi cukup sempurna ruku 'dan sujudnya." 685. Dari 'Abdullah bin Harits bin Naufal ra, katanya dia mencari-cari orang yang dapat mengajarkankepadanya tentang shalat Dhuha Rasulullah saw. Tapi tiada yang ditemukannya selain Ummu Hani bin Abu Thalib. Katanya: "Dia mengabarkan kepada ku, bahwa Rasulullah saw. Datang ke rumahnya setelah hari agak tinggi pada hari penaklukan Makkah, lalu dia minta sehelai kain untuk menutup tempatnya mandi.Setelah mandi, beliau shalat delapan rakaat, yang aku tidak tahu manakah di antaranya yang lama, berdirinya, rukuknya, atau sujudnya, karena semuanya hampir sama saja lamanya. Kata Ummu Hani ', "Aku belum pernah melihat beliau mengerjakan shalat seperti itu sebelum dan sesudahnya."
686. Dari Ummu Hani 'ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah shalat delapan rakaat di rumahnya pada tahun penaklukan Mekah, dengan berselimut sehelai kain."
687. Dari Abu Dzar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Setiap orang memiliki sumber sedekah. Setiap tasbih, tahmid, tahlil dan takbir adalah sedekah. Amar Ma'ruf sedekah, nahi mungkar sedekah. Dan semuanya itu sama nilainya dengan dua rakaat shalat Dhuha. " 688. Dari Abu Hurairah r .a., Katanya: "Sahabatku(Yaitu Rasulullah saw.) Berwasiat kepadaku tiga hal: (a) puasa tiga hari setiap bulan. (B) shalat dhuha dua raka'at. (C) shalat witir sebelum tidur. "
689. Dari Abu Darda 'ra, katanya: "Sahabatku yang tercinta (Rasulullah saw.) Mewasiatkan kepadaku tiga macam amal yang tidak pernah kutinggalkan selama hidupku: (a) Puasa tiga hari setiap bulan. (B) Solat Dhuha. (C) shalat witir sebelum tidur. "
690. Dari Ibnu 'Umar, Hafshah Ummul Mukminin mengabarkan kepadanya, bahwa ketika muadzin telah selesai azan Subuh. Rasulullah saw. solat lebih dahulu dua raka'at sebelum qamat.
691. Dari Hafshah ra, katanya: "Ketika fajar telah terbit, biasanya Rasulullah saw. Tidak mengerjakan shalat yang lain-lain, kecuali shalat pendek dua raka'at (yaitu sunat fajar)."
692. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Apabila telah terdengar azan Subuh, biasanya Rasulullah saw. Shalat singkat dua raka'at (yaitu sunat fajar)."
693. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Biasanya Nabi saw. Selalu mengerjakan shalat singkat dua raka'at antara adzan dan qamat Subuh."
694. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Selalu shalat sunnah fajar dua rakaat dengan singkat, sehingga aku berucap, apakah beliau membaca surat Al-Fatihah?"
695. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Di antara segala solat sunat, yang sangat dijaga oleh Rasulullah saw. Adalah shalat sunat dua rakaat sebelum Subuh."
696. Dari 'Aisyah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Dua rakaat sunat fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya." 697. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Biasanya dalam dua rakaat sunat Fajar, pada raka'at pertama Rasulullah saw. Membaca:" Qui ya ayyuhal kafirun. "(Surat Al Kafirun), dan pada rakaatkedua, "Qul huwallahu ahad." (Surat Al Ikhlash). "
698. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Biasanya dalam raka'at pertama sunat fajar, Rasulullah saw. Membaca ayat:" Qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina "(Al Baqarah: 136) pada raka'at kedua, ayat:" Amanna billahi wasyhad bianna musmun. "(Al Maidah: 111)
699. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Dalam raka'at pertama sunat fajar, Rasulullah saw. Pernah membaca ayat:" Qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina (Al Baqarah: 136) dan pada raka'at kedua, ayat: ta 'alau ila kalimatin sawain bainana wa bainakum "(Al' Imran: 64) 700. Dari Ummu Habibah r .a., katanyadia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengerjakan shalat (sunnah rawatib) dua belas rakaat sehari semalam, dibuatkan Allah baginya rumah di surga. Kata Ummu Habibah," Semenjak aku mendengar hadis itu diucapkan Rasulullah saw. aku tidak pernah meninggalkannya. "
701. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku pernah sholat (sunnah rawatib) bersama Rasulullah saw., Dua raka'at sebelum Zhuhur, dan dua raka'at sesudahnya. Dua rakaat sesudah Maghrib, dua raka'at sesudah Isya, dan dua rakaat sesudah Jum'at. Adapun pada Maghrib, Isya 'dan Jum'at, aku shalat bersama-samadengan dia di rumahnya. "
702. Dari 'Abdullah bin Syaqiq r.a. katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra, tentang shalat sunat
rawatib yang pernah dikerjakan Rasulullah saw. Katanya, "Beliau shalat di rumahku empat rakaat sebelum Zhuhur, kemudian ia pergi ke masjid mengimami shalat orang banyak. Sesudah itu ia pulang, lalu shalat pula di rumahku dua raka'at. Kemudian beliau pergi mengimami shalat, Maghrib orang banyak,sesudah itu beliau pulang, lalu shalat di rumah dua raka'at. Kemudian ia pergi mengimami shalat Isya '. Sesudah itu ia pulang, lalu shalat di rumah dua raka'at. Dan biasanya dia selalu shalat tengah malam sembilan raka'at, termasuk di dalamnya sunat witir. Kadang-kadang beliau shalat sepanjangmalam dengan berdiri dan kadang-kadang duduk. Ketika ia membaca sambil berdiri, maka dia ruku 'dan sujud sambil berdiri pula. Ketika ia membaca sambil duduk, maka dia ruku 'dan sujud sambil duduk pula. Dan kalau fajar sudah terbit, beliau shalat pula dua raka'at (sunat fajar). "
703. Dari 'Abdullah bin Syaqiq Al' Uqaily ra, katanya mereka bertanya kepada Aisyah ra tentang solat (sunat malam) Rasulullah saw. Jawab 'Aisyah ra, "Kadang-kadang beliau shalat berdiri dan kadang-kadang duduk. Ketika beliau memulai shalat dengan berdiri maka beliau ruku' sambil berdiri pula.Dan ketika beliau memulai shalat sambil duduk, maka beliau ruku 'sambil duduk pula. "704. Dari' Aisyah ra, katanya:" Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah shalat (sunat malam) sambil
duduk. Karena itu ia juga membaca sambil duduk. Kemudian, ketika bacaannya tinggal sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, ia berdiri sehingga bacaannya habis. Sesudah itu beliau ruku ', lalu sujud, dan setelah itu raka'at kedua beliau kerjakan seperti
itu pula. "
705. Dari 'Abdullah bin Syaqiq ra, bahwasanya dia bertanya kepada' Aisyah ra, katanya: "Apakah Nabi saw. Shalat sambil duduk?" Jawab 'Aisyah, "Ada! Yaitu di hari-hari tua beliau."
706. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sudah tua, dan badannya sudah terasa lemah, beliau shalat kebanyakan sambil duduk." 707. Dari Hafshah ra, katanya: "Aku tidak pernah melihat Nabi saw. Shalat sunat sambil duduk, melainkan sekitar setahun sebelum dia meninggal. Ketika itu beliausolat sunat sambil duduk dan membaca surat dengan tartil (bagus) sehingga bacaannya itu menjadi lebih lama. "
708. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Dikabarkan orang kepada ku bahwa Rasulullah saw. Bersabda:" Solat sambil duduk, pahalanya seperdua shalat berdiri. "Tidak berapa lama sesudah itu aku mendatangi beliau, dan ku temukan beliau sedang shalat sambil duduk lalu kuletakkan tanganku di kepala beliau.Dia bertanya, "Apa maksudmu hai 'Abdullah bin' Umar?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Ada orang mengabarkan kepada ku, bahwa Anda pernah bersabda: Solat sambil duduk pahalanya, seperdua shalat berdiri. Tapi kenapa Anda shalat sambil duduk?". Jawab beliau, "Aku tidak seperti kalian."
709 Dari 'Aisyah ra. Katanya: "Rasulullah saw. Shalat malam sebelas rakaat, termasuk di antaranya witir satu raka'at. Ketika beliau selesai sholat, beliau berbaring ke rusuknya yang kanan, sampai datang tukang adzan. Lalu beliau shalat dua raka'at dengan singkat. "
710. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah shalat, malam tiga belas raka'at, termasuk di dalamnya lima raka'at shalat witir, di mana ia tidak duduk melainkan pada raka'at yang akhir."
711. Dari 'Urwah r.a., katanya' Aisyah r.a. mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. shalat malam tiga belas raka'at, termasuk di dalamnya dua rakaat sunat fajar. "712, Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman ra, dia bertanya kepada' Aisyah ra, katanya:" Bagaimana caranya Nabi saw. solat dalam (malam)bulan Ramadhan? "Jawab 'Aisyah," Dia shalat tidak lebih dari sebelas rakaat, baik dalam bulan Ramadhan maupun lainnya. Mula-mula beliau shalat empat rakaat. Jangan tanya, alangkah bagus dan lamanya. Kemudian empat rakaat lagi, jangan tanya pula tentang bagus dan lamanya. Kemudian shalat witir tigaraka'at. "Kata 'Aisyah, ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., apakah dia tidur lebih dahulu sebelum witir. Jawab beliau," Wahai,' Aisyah! Kedua mata ku memang terlihat tidur, tetapi hatiku tidak. "
713. Dari Abu Salamah ra, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah ra tentang shalat malam Rasulullah
saw. Jawab 'Aisyah, "Dia pernah shalat tiga belas raka'at. Mula-mula beliau shalat delapan rakaat, kemudian shalat witir, kemudian shalat lagi dua raka'at sambil duduk. Ketika ia hendak ruku' beliau berdiri lebih dahulu, setelah itu baru beliau ruku '. Kemudian beliau shalat pula dua raka'at (sunatfajar), yaitu antara 5 azan dan qamat shalat Subuh. "
714. Dari Qasim bin Muhammad, katanya dia pernah mendengar 'Aisyah ra berkata: "Biasanya Rasulullah saw. shalat malam sepuluh raka'at. Kemudian beliau witir satu raka'at. Sesudah itu solat sunat fajar dua rakaat. Jadi jumlahnya tiga belas raka'at."
715. Dari Abu Ishaq, katanya dia pernah bertanya kepada Aswad bin Yazid, tentang berita yang didengarnya dari 'Aisyah tentang shalat malam Rasulullah saw. Kata 'Aisyah, "Dia tidur pada awal malam dan bangun pada akhirnya. Jika dia butuh kepada istrinya, maka dilaksanakannya hajatnya itu, sesudahitu dia tidur. Ketika azan pertama terdengar, ia bangun, lalu bersiram. Demi Allah! Meskipun 'Aisyah tidak mengatakan ia numdi, tetapi aku tahu maksudnya. Jika beliau tidak junub, maka dikatakannya, beliau wudhu seperti wudhu shalat kemudian beliau shalat dua raka'at (yaitu sunat fajar). "
716. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Selalu shalat malam, dan selalu mengakhiri shalatnya itu dengan shalat witir."
717. Dari Masruq ra, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah ra tentang amal ibadah Rasulullah saw. Jawab 'Aisyah, "Dia menyukai amal itu terus menerus." Tanya ku, "Bila beliau shalat malam?" Jawabnya, "Kalau ayam sudah berkokok, ia bangun lalu shalat."
718. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah shalat malam, sedang dia 'Aisyah tidur melintang di hadapan beliau. Ketika ia hendak shalat witir, dibangunkannya 'Aisyah, lalu dia shalat witir pula. "719. Dari' Aisyah ra, katanya:" Rasulullah saw. selalu shalat witir setiap malam, dan witirnyaselesai pada akhir malam. "
720. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Luput shalat malam, umpamanya karena tertidur dan sebagainya, maka beliau menggantinya siang hari dua belas raka'at."
721. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw," mengerjakan suatu amal ibadah, biasanya beliau menetapinya. Pernah bila ia tertidur atau sakit untuk shalat malam, maka beliau ganti siang hari dua belas raka'at. Kata 'Aisyah, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Shalat sepanjang malamsampai Subuh. Dan beliau tidak pernah puasa sebulan penuh secara berturut-turut, kecuali bulan Ramadhan. "
722. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang sholat malam. Jawab Rasulullah saw.," Shalat malam itu dua-dua raka'at. Bila kamu takut Subuh segera datang, shalatlah satu rakaat untuk witir (mengganjilkan) jumlah shalat yang telah kamu kerjakan. "
723. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Buatlah akhir shalat malammu dengan bilangan ganjil."
724. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat witir (shalat ganjil) itu satu raka'at pada akhir malam."
725. Dari Ibnu 'Umar, seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. dalam masjid, katanya: "Ya, Rasulullah! Bagaimana caranya witir (mengganjilkan) shalat malam?" Jawab Rasulullah saw., Siapa yang shalat malam, maka harus dikerjakannya dua-dua raka'at. Bila dia merasa Subuh segera tiba, makahendaklah dia shalat satu rakaat untuk witir (mengganjilkan) jumlah rakaat yang telah dikerjakannya. "
726. Rasulullah saw. bersabda: "Shalat Malam itu dua-dua raka'at." Ketika engkau merasa Subuh segera akan tiba, maka witirlah (tutuplah) dengan satu raka'at. Lalu ada yang bertanya, "Apa artinya dua-dua?" Jawab Ibnu 'Umar, "Artinya, memberi salam."
727. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Witirlah kamu sebelum Subuh."
728. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang takut tidak terbangun di akhir
malam, maka shalat witirlah di awalnya. Tapi siapa yang penuh harapannya akan terbangun tengah malam, sebaiknyalah dia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan para malaikat, dan itulah yang lebih baik. "729. Dari Jabir ra, katanya Rasulullah saw. Ditanya orang. Tanyanya:"Solat (malam) yang bagaimanakah yang lebih baik?" Jawab Rasulullah saw., "Yang lama berdirinya."
730. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya tengah malam ada suatu saat, ketika seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat pada saat itu, niscaya Allah memperkenankannya. Begitulah halnya setiap malam."
731. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Tabaralqi wa Ta'ala turun setiap malam ke langit dunia, yaitu sekitar sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman," Siapa yang memohon ke
padaKu, Aku perkenankan dan siapa yang meminta kepadaKu, Aku beri dan siapa yang Mohon ampun kepadaKu, Aku ampuni dia. "
732. Dari Abu Hurairah ra, katanya RasuluUah saw. bersabda .: "Allah turun ke langit dunia setiap malam, yaitu ketika telah lewat sepertiga malam pertama. Lalu Allah berfirman:" Akulah Tuhan! Akulah Tuhan! Siapa yang memohon kepada Ku, Ku perkenankan permohonannya.
Siapa yang meminta kepadaKu, Kuberi dia. Dan siapa yang mohon ampun kepada Ku, Ku ampuni dia. Begitulah seterusnya sampai terbit fajar. "
733. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menegakkan shalat pada malam Ramadhan karena iman dan karena Allah, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu."
734. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah saw. Shalat di masjid, lalu diikuti oleh beberapa orang sahabat. Kemudian pada malam kedua ia diikuti oleh lebih banyak orang, yaitu satu kabilah. Kemudian pada malam ketiga atau keempat mereka berkumpul lebih banyaklagi. Tapi Nabi saw. tidak keluar mendapatkan mereka. Setelah Subuh, beliau bersabda "Sesungguhnya aku tahu apa yang kalian lakukan kemarin. Tidak ada satu pun yang menghalangi ku untuk keluar kepada Anda sekalian, melainkan hanya karena aku takut kalau shalat Tarawih itu menjam wajib bagi mu.
735. Dari 'Urwah bin Zubair, katanya' Aisyah bercerita kepadanya: "Rasulullah saw. Pernah keluar tengah malam lalu beliau shalat di masjid. Mula-mula ia diikuti oleh beberapa orang sahabat. Tapi mereka kabar-mengabarkan bahwa Rasulullah saw. Shalat di masjid . Sehinga mengikuti beliau akhirnya jaditambah banyak. MaJani kedua beliau bluar pula, dan para sahabat bertambah banyak yang mengikuti beliau shalat. Pada malam ketiga masjid sudah penuh.Pada malam keempat masjid penuh sesak sehingga tidak bisa menampung jamaah yang ada. Tapi Nabi saw. keluar lagi kepada mereka. Karena itu beberapa orangpria di antara mereka berkata: "Solat!" Namun Nabi saw. tidak juga keluar mendapatkan mereka sampai Subuh. Setelah selesai shalat Subuh ia menghadap kepada orang banyak, kemudian beliau tasyahud, lalu bersabda: "Aku tahu apa yang Anda lakukan tadi malam. Tapi aku takut kalau shalat (tarawih) itumenjadi wajib atas Anda sekalian, sehingga Anda tidak sanggup mengerjakannya. "736. Dari 'Abdullah bin Mas'ad ra, katanya:" Siapa yang melakukan shalat malam sepanjang tahun niscaya dia bertemu dengan "Malam Qadar" Jawab Ubay, "Demi Allah! Malam itu sesungguhnya ada dalam bulan Ramadhan. Demi Allah!Aku tahu malam itu, di mana Rasulullah saw. menyuruh kami menegakkannya (beribadah pada malam itu), yaitu yang kedua puluh tujuh Ramadhan. Tanda-tandanya adalah, esok pagi matahari tampak putih tanpa sinar yang mencorot. "
737. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu malam aku bermalam di rumah bibi ku Maimunah, istri Nabi saw. Tengah malam Nabi saw. Bangun, lalu dia pergi buang hajat, kemudian mencuci tangan dan muka, sesudah itu beliau tidur. Kemudian beliau bangun pula pergi ke qirbah (tempat air), lalu dibukanyatutupnya. Dia berwudhu dengan sempurna, tanpa memakai banyak air tetapi memadai. Sesudah itu beliau shalat. Lalu aku bangun terus tegak, karena aku tidak ingin dia tahu bahwa aku memperhatikannya. Kemudian aku mengambil wudhuk dan setelah itu berdiri di sebelah kiri beliau mengikuti beliau shalat.Dia mengambil tangan ku, dan memindahkan ku ke sebelah kanannya. Malam itu Rasulullah saw. shalat tiga belas raka'at. Kemudian dia berbaring, lalu tertidur sampai ia mendengkur. Kemudian terdengar Bilal melantangkan adzan shalat Subuh. Ia bangun dan pergi shalat Subuh tanpa mengulang wudhulebih dahulu. Di dalam doanya beliau membaca: "Allhummaj'al fi qalbi Nuran, wafi bashari Nuran, wafi sam'i Nuran, wa 'QN yamini Nuran, wa' an yasari Nuran, wafauqi nwrm, wa tahti Nuran, wa amami Nuran, kuzlli Nuran, wa 'azhzhim li Nuran. "
Wahai Allah Berilah cahaya dalam hati ku, dalam penglihatan ku, dalam pendengaran ku, di IwIan dari diri ku, di atas dan di bawah ku, di depan dan di belakang ku, dan bermalam cahaya itu bagi ku.
738. Dari Kuraib, Maula Ibnu 'Abbas ra, katanya Ibnu' Abbu bercerita kepadanya: "Pada suatu malam dia tidur di rumah bibinya, Maimunah, Ummul Mu'minin. Dia tidur melintang kasur, sedangkan Rasulullah
saw. dan istrinya memanjang kasur. Dia tidur sampai sekitar sampai pertengahan malam. Setelah itu dia bangun sambil menyapu debu dari wajahnya. Kemudian beliau baca sepuluh ayat penghabisan Surat Al-Imran (ayat: 190 - 200). Sesudah itu ia pergi ke tempat air, lalu beliau berwudhu denganmembaguskan wudhuknya, dan sesudah itu beliau shalat. Kata Ibnu 'Abbas, "Aku pun bangun dan ku lakukan pula pekerjaan seperti yang dilakukan Nabi saw. Kemudian aku berdiri di samping kiri beliau. Tetapi beliau memindahkan ku ke sebelah kanannya. Mula-mula beliau shalat dua rakaat, kemudian dua raka' at,kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, dan kemudian witir (satu raka'at). Sesudah itu ia berbaring sampai terdengar muadzin melantangkan suaranya untuk azan Subuh. Rasulullah saw. bangun, lalu shalat singkat dua raka'at, sesudah itu dia pergi kemasjid shalat Subuh. "739. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Bila Rasulullah saw. bangun hendak shalat malam, biasanya ia mulai dengan dua raka'at shalat singkat (solat pendek atau ringan). "
740. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Bila kamu bangun hendak shalat malam, maka mulailah dengan dua raka'at yang singkat."
741. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Bangun hendak shalat malam, maka beliau membaca:" Allahumma lakal luzmdu, anta nwus samawati wal ardhi walakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi walakal hamdu anta rabbus samatti wal ardhi Waman fihinna antal haqqu, wawa'dukal haqqu,wa qaulukal haqqu, waliqauka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naru haqqun, wassa'atu haqqun. Allahumma lakaaslamtu, wa bika amantu, wa 'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khamtu, wa ilaika hakllm' tu, faghfirli ma qaddamtu wa akh khartu, wa asrartu wa a'lantu. Anta ilahi, ilaha illl anta. "
742. Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman bin' Auf ra, dia bertanya kepada 'Aisyah Ummul Mu'miDin ra, katanya: "Do'a iftitah apakah yang dibaca Nabi saw. Pada pembukaan shalat malam?" Jawab 'Aisyah, "Ketika Rasulullah saw. Shalat malam, beliau membaca do'a iftitah sebagai berikut:" Allahumma rabba Jibraila,wa Mikllila, Israfila, fathirrusamawati wal ardhi, 'aiimal ghaibi wasy syahadati, anta tahkumu bainp
badilaz fima kIlnu fihi yakhtalifunai ihdini lirnakhtalafa fihi minal Haqqi bi idznilaz, innakll talrdi man tasyau ila shirathim mustaqim. "
743. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Biasanya ketika Rasulullah saw. Shalat, beliau membaca
(Doa iftitah) sebagai berikut: "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawati wal ardhi hanifan musliman wama ana minal musyrikin. Inna sluzllzti wanu
sulci mahyaya wa mIl1IUlti lillQhi I rabbil 'alamin. La syarikizlllhu wa bi dzalikiz umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal maliku, Ia iiaha ill anta. Anta rabbi, wa ana 'abdukiz. zhalamtu nafs; wa'taraftu bidzanbi, faghfirli dzunubi Jami'an, innaha la yaghfi- 'rudzdzunuba ilia onto. Wahdiniliahsanil akhlaqi, Ia yahdi liahsaniha illa anta, washrif 'anni sayyiaha Ia yashrifu' anni sayyiaha ilia anto. Labbaika wa SQ'dfiika, wal khabu kulluha li yadai
ka, wasysyillTU law ilaika. Ana bika wa ilaika. Tabarakta wa ta 'alaito. Astaghfiruka wa atubu ilaika. "Kemudian ketika beliau ruku ', beliau membaca:" Allahumma laka raka'tu, wa bikJJ amantu, waJaka aslamtu, khaya'a laka sam'i, wa bashari, wa PrUlkh.khi, wa' azhmi, wa 'Ashabi. "Kemudian ketika beliaubangkit dari rukuk, maka beliau membaca:
"Allahumma rabbana lakal hamdu milussamawati, wa milulardhi, wa miluma bainahuma, wa miluma syi'ta min syai-in ba'du." Kemudian ketika ia sujud beliau membaca: "Allahumma laka sajadtu, wabika amantu, wa laka aslamtu. Sajad wajlU Ulladzi khalaqahu wa mawwarahu, ya syaqqa sam'ahu wa bashlITahu ,.taharakallahu ahsanuJ khaliqin. "Kemudian pada akhir tasyahhud sebelum memberi salam, beliau membaca:
"Allahummaghfirli rr qadclamtu wama akhkhartu, wama asrartu, wama a'lantu, wama asraftu, wama anta a '! Amu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, la ilaha ilia anta."
744. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Pada suatu malam, aku shalat mengikuti Nabi saw. Lalu beliau membaca surat Al Baqarah. Aku mengira beliau akan ruku 'setelah membaca sampai seratus ayat, tetapi ternyata beliau terus saja. Setelah itu kukira dia akan mencukupkan surat Al Baqarah itu saja untuk saturaka'at, ternyata ia meneruskannya dengan surat
An Nisa ', sesudah itu menyambungnya pula dengan surat Ali' Imran. Bita beliau membaca ayat tasbth, beliau tasbih, dan bila beliau membaca ayat yang memerintahkan supaya bermohon, beliau bermohon, dan ketika beliau membaca ayat ta'awwudz (ayat yang memerintahkan supaya berlindung dari bencana), beliaumemohon perlindungan. Kemudian beliau ruku '. Dalam
ruku 'beliau membaca: "Subhana rabbiyal' azhim." (Maha Suci Tuhan ku yang Maha Agung). Dan lama beliau ruku ', hampir sama lamanya dengan berdirinya. Kemudian beliau membaca: 'Sami'allahu liman hamidah. "(Maha mendengar Allah akan orang yang memuji-Nya). Kemudian beliau berdiri dan lamanya berdiri lebihkurang sama dengan lamanya ruku '. Sesudah itu beliau sujud, dan dalam sujud beliau membaca: "Subhana robbal a'ltJ." (Maha Sud Tuhan ku Yang Maha Tinggi). Lama ia sujud
hampir sama dengan lamanya berdiri. "
745. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Aku shalat bersama Rasulullah saw., Kebetulan beliau terlalu panjang bacaannya, sehingga aku berniat buruk. Ditanya orang dia," Apa niat burukmu itu? "Jawabnya," Rasanya aku ingin duduk dan meninggalkan beliau. "
746. Dad 'Abdullah ra, katanya: "Diceritakan orang kepada Rasulullah saw., Seorang laki-laki yang tidur sepanjang malam sampai Subuh. Maka bersabda Nabi. Saw.," Orang itu telah dikencingi setan kedua telinganya. "
747. Dari 'Ali bin Abi Thaiib r.a.,
Katanya: "Pada suatu malam '
Nabi saw. mendatangi rumah kami yakni shalat? "Jawab ku," Ya, Rasulullah!
Sesungguhnya diri kami di tangan Allah. Bila Dia menghendaki kami bangun, tentu kami bangun. "Mendengar jawab itu dia pergi. Kemudian terdengar oleh ku ia memukul pahanya sambil berkata:" Memang, manusia itu suka membantah. "(Al Kahfi: 5) 748. Dan Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. bersabda:
"Setan membuhul ujung rambutmu tiga buhul. Ketika kamu tidur dengan ketiga buhul itu, maka kamu akan ter
idur sepanjang malam. Jika kamu terbangun, lalu kamu menyebut nama Allah, maka terurailah satu buhul. Bila dia berwudhu, terurailah buhul kedua, dan bila dia shalat terurailah
semua buhul, lalu dia merasa segar
dan bersemangat. Jika tidak, dia selalu akan merasa ingin dan tidak bergairah. "749. Dari lbnu 'Umar ra, katanya A
Nabi saw. bersabda: "Kerjakan lah sebagian solat mu di rumah mu, dan jangan dijadikan rumah mu itu menjadi kuburan."
750. Dari Jabir r.a., katanya Rasu
.1u11ah Saw. bersabda: "Apabila kamu telab menunaikan ~ halat (wajib) di masjid, maka kerjakan pulalah shalat (sunat) di rumah, karena dengan itu Allah akan menjadikan rumah itu bahagia. ..
751. Dari Abu Musa r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya, dengan rumah yang tidak pernah disebut nama Allah di dalamnya, adalah seperti orang hidup dan orang mati."
752. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan kamu jadikan rumah mu menjadi kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah."
753. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya: "Rasulullah saw. Memasang tenda dari tikar pada sebuah tempat di masjid, sehingga merupakan sebuah kamar tempat beliau shalat (malam). Melihat hal itu, beberapa orang sahabat mendatangi tempat itu dan mereka shalat pula mengikuti Nabi saw. shalat. Pada suatu malammereka datang pula, tetapi Rasulullah saw. terlambat, sehingga beliau tidak keluar sama sekali menemui mereka. Oleh karena itu mereka mengeraskan suara,
dan melempari pintu dengan kerikil untuk memberi tahu Nabi saw., karena mereka menyangka kalau-kalau dia lupa. Karena itu Rasulullah saw. keluar (menemui mereka sambil berkata dengan marahnya: Janganlah selalu kamu melakukannya, karena aku mengira bahwa (sholat malam) itu akan diwajibkan kepadamu. Sebab itu shalatlah di rumah mu masing-masing, karena sebaik-baik shalat adalah di rumah masing-masing kecuali shalat wajib. "754. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Rasulullah saw. memiliki sehelai tikar yang dibentangkannya malam hari; sehingga merupakan tabir sebuah kamar tempat beliau shalat. Lalu orangbanyak shalat pula mengikuti beliau. Pada suatu malam mereka berkumpul pula. Maka bersabda Rasulullah saw. kepada mereka, "Hai, orang banyak! Kerjakanlah amal ibadat itu sekadar kemampuan mu, (agar kamu dapat melakukannya secara tetap, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan
memberi pahala, sehingga akhirnya kamulah yang bosan mengerjakan ibadah mu. Dan sesungguhnya amal ibadat
yang disukai Allah, ialah yang dikerjakan secara tetap (wirid, rutin), meskipun sedikit. Dan keluarga Muhammad saw., Bila mereka beramal mereka lakukan secara tetap. "
755. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah ditanya orang: "Amal yang bagaimanakah yang paling disukai Allah?" Jawab beliau, "Amal yang dikerjakan secara tetap walaupun sedikit."
756. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Masuk masjid lalu dilihatnya ada sebuah tali terbentang antara dua buah tiang, mah beliau bertanya:" Tali apa ini? "Jawab para sahabat," Tali yang disajikan Zainab untuk dia solat . "Bila dia malas atau letih berpegang di tali itu."Sabda Nabi saw., "Bukalah tali itu. Shalatlah sesuai dengan kemampuanmu masing-masing; bila kamu malas atau lelah, maka kamu dapat ibadat sambil duduk." 757. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Pulang ke rumahku, dan ketika itu di rumahku ada seorang tamu perempuan. Rasulullahsaw. bertanya: "Siapa ini?" Jawab ku, "Inilah perempuan yang tidak pernah tidur, karena dia shalat sepanjang malam." Sabda Nabi saw., "Sembahlah sesuai dengan kemampuanmu. Demi Allah! Dia tidak pernah bosan memberi pahala, sehingga kamu sendiri yang bosan mengerjakan amal ibadatmu. Dan amal yang palingdisukai Allah, ialah yang dikerjakan secara tetap oleh pelakunya. "
758. Dari 'Aisyah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah dahulu sampai hilang kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam solat, mungkin suatu ketika kamu
mohon ampun kepada Allah, tapi nyatanya kamu memaki-maki diri. "
759. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu shalat malam, hendaklah kamu kuasai bacaan Qur'an yang kamu baca. Bila kamu sudah tidak mengerti apa yang kamu baca, tidurlah dahulu." 760. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Pernah mendengar seorang priamembaca Qur'an malam hari, lalu beliau bersabda: "Semoga Allah memberinya rahmat. Dia telah mengingatkan ku ayat-ayat yang aku tinggalkan dari surah ini dan surat itu."
761. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan orang yang hafal Qur'an, adalah seperti unta yang ditambatkan. Jika ia tetap diawasi, dia akan tetap tertambat, tetapi jika di biarkan dia akan hilang."
762. Dari Ibnu Mas'ud. r.a., katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Alangkah janggalnya seseorang berkata: Aku lupa surah ini dan itu, atau aku lupa ayat ini dan itu. Jangan-jangan dia benar-benar dilupakan Allah."
763. Dari Abu Musa r.a., katanya Nabi saw. .bersabda: "Sering-seringlah membaca Qur'an, karena demi Allah, dia lebih cepat lepas dari unta di tambatannya."
764. Dari Abu Hurakah ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Allah tidak menaruh perhatian terhadap sesuatu seperti perhatian-Nya terhadap Nabi ketika beliau melagukan Al Qur'an dengan suaranya yang indah dan kamp." 765. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Ada seorang pria membaca surah Al Kahfi,dan didekatnya ada seekor kuda tertambat dengan tali panjana. Sekonyong-konyong datang awan menyelubungi tempat orang itu, sehingga kuda tersebut berputar-putar di tambatannya lalu lari. Ketika hari telah pagi, orang itu mendatangi Nabi saw., Lalu ku ceritakannya kepada beliau peristiwa yang dialaminyaitu. Sabda Nabi saw. "Itulah 'Iflkinllh' (para malaikat turun membawa ketenangan dan rahmat) bagi pembaca Al Qur'an."
766. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Qur'an adalah seperti jeruk manis. Baunya harum dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Qur'an, adalah seperti kurma, tidak berbau tapi rasanya manis. Dan perumpamaanorang munafik yang membaca Qur'an, adalah seperti kemangi, baunya harum tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Qur'an, adalah seperti peria, tidak berbau dan rasanya pahit. "
767. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang (mukmin) yang mahir membaca Qur'an, maka posisinya di akhirat di teman para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Qur'an, padahal dia gagap sesulit baginya membaca, maka dia mendapat pahala ganda."
768. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda kepada Ubay bin Ka'ab ra, sabdanya: "Sesungguhnya Allah menyuruh ku supaya membacakan kepadamu:" Lamyttkunil IIldzina kafaru "(Surat AI Bayyiliah). Tanya Ubay," Apakah Allah menyebut namaku kepada Anda? "Jawab Rasululiah saw.," Ya , Allah menyebutnamamu. "Lalu Ubay menangis karenanya.
Keutamaan menyimak bacaan Qur'an dan menghayatinya.
769. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, sabdanya: "Bacakanlah Quran kepadaku!" Jawab ku, "Bagaimana aku harus membacakannya kepada Anda, sedangkan Qur'an itu sendiri diturunkan kepada Anda." Sabda beliau, "Aku ingin mendengarkannya dari orang lain." Karena
itu, kubacakan kepada beliau Surat An Nisa. Ketika bacaanku sampai pada ayat: 'Pakaifa idza ji'na min kulli ummatin, Jjsyahidin wa ji'na bika haulIli syahidll. "(An Nisa': 41) ketika itu aku mengarahkan pandanganku kepada beliau, maka terlihat olehku airmata nya mengalir."
770. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sukakah kamu bila kamu pulang ke rumah mu lantas kamu menemukan tiga ekor unta yang sedang bunting dan gemuk-gemuk?" Jawab kami, "Tentu, ya, Rasulullah!" Sabda beliau, "Membaca tiga ayat dalam shalat lebih bagus nilainya dari ketiga untabunting itu. "
771. Dari Abu Umamah Al Bahili ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah Al Qur'an, karena ia akan datang memberi syafa'at kepada pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, sepertidua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak
membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya diberkati, dan dengan tidak membacanya beroleh penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (di kalahkan) oleh tukang-tukang sihir. "
772. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Jibril sedang duduk di samping Nabi saw., Sekonyong-konyong terdengar suara seperti pintu sedang dibukakan orang. Lalu diangkatnya kepalanya, seraya berkata:" Nah! Inilah pintu langit dibukakan hari ini, di mana sebelumnya tidakpernah dibuka melainkan baru hari ini. "Dari pintu itu turun malaikat. Kata Jibril," Inilah malaikat turun ke bumi, di mana dia tidak pernah turun sebelumnya, melainkan baru hari ini. "Setelah malaikat itu memberi salam, lalu dia berkata," gembirakanlah umatmu dengan dua cahaya yang keduanya hanyaditurunkan kepada mu, dan tidak pernah diturunkan kepada para Nabi sebelum kamu, yaitu: surat Al Fatihah dan ayat-ayat penutup surat Al Baqarah (ayat: 284 - 286). Tidak satu huruf pun yang Anda baca dari keduanya, melainkan akan diberikan pahalanya kepada Anda. "
773. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membaca kedua
ayat itu, yakni dari akhir surat Al Baqarah, niscaya keduanya akan memeliharanya dari bencana. "774. Dari Abu Darda 'ra, katanya Nabi saw. bersabda:" Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, dia dilindungi dari bencana kejahatan Dajjal . "775. Dari Abu Qatadah ra, dengan sanad yangsama: "Begitu pula ayat-ayat penghabisan surat Al Kahfi (ayat: 102 - 110)."
776. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, Abu Mundzir! Tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat Qur'an yang ada padamu yang paling utama?" Jawab Abu Mundzir, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Tanya beliau, "Hai, Abu Mundzir! Tahukah karib, ayat manakah diantara ayat-ayat Qur'an yang ada padamu utama? "Jawab ku," Allahu la ilaha ilia huwal hayyul qayyum "(Al Baqarah: 225). Lalu beliau menepuk dadaku sambil berkata," Demi Allah, semoga dadamu penuh dengan ilmu, hai Abu Mundzir. "
777. Dari Abu Darda 'ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak sanggupkah kamu membaca sepertiga Qur'an dalam semalam?" Mereka balik bertanya, "Bagaimana cara membaca sepertiganya?" Jawab Nabi saw., "Qui huwallahu ahad (Surat Al Ikhlas) sama dengan sepertiga Al Qur'an."
778. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Berkumpullah kamu semuanya! Karena aku akan membacakan kepada mu sepertiga Al Qur'an." Maka berkumpullah kami mana yang sempat berkumpul, kemudian Nabi saw. keluar, lalu dibacanya: "Qul huwallahu ahad." (Surat Al Ikhlas), sesudah ituia masuk kembali. Karena itu kami saling berkata satu sama lain, "Aku mengira, mungkin wahyu sedang turun dari langit. Karena itu Nabi saw. Masuk kembali kekamarnya." Tak berapa lama kemudian Nabi saw. keluar pula sambil berkata, "Tadi aku berjanji akan membacakan sepertiga Al Qur'an kepada Andasekalian. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya "Qul huwallahu ahad" itu sama nilainya dengan sepertiga Al Qur'an. "
779. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu bari ketika, Rasulullah saw. Keluar mendapatkan kami, beliau bersabda:" Aku akan membacakan kepada Anda semua sepertiga Al Qur'an. "Lalu dibaca oleh beliau:" Qul huwallahu ahad. Allahu samad. "Sampai habis (Al Ikhlas)." 780. Dari 'Aisyah r.a., katanya:Rasulullah saw. mengirim seorang pria dalam satu tim, lalu orang itu membaca dalam shalat dengan para sahabatnya "Qul huwallahu ahad" (Surah Ikhlas sampai tamat). Ketika mereka telah kembali, hal itu diceritakan orang
kepada Rasulullah saw. Maka sabda beliau, "Tanyakanlah kepadanya, apa alasannya berbuat seperti itu." Lalu mereka tanyakan kepada pria itu kenapa dia melakukannya. Jawabnya, "Karena di dalam surah Ikhlas
itu tersebut sifat-sifat Allah. Karena itu aku suka membacanya. "Sabda Rasulullah saw.," Sampaikan kepadanya, bahwa Allah menyukainya pula. "
781. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu beberapa ayat yang diturunkan Allah tadi malam, dan yang belum pernah ada bandingannya? Ayat-ayat itu adalah: Qul a'udzu birabbil falaq dan Qul a'udzu birabbinnas (Surat Al Falaq dan Surat An Nas)."
782. Dari Salim ra, dari ayahnya, dari Nabi saw. sabdanya: "Tidak dapat dengki melainkan kepada dua macam: Pertama, kepada orang yang dikaruniai Allah ilmu Al Qur'an, lalu diamalkannya siang malam. Kedua, kepada orang yang dikaruniai Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya siang dan malam (di jalanAllah). "783. Dari 'Amir bin Watsilah ra, katanya:" Bahwasanya Nafi' bin 'Abdul Harits, pada suatu ketika
bertemu dengan Khalifah 'Umar di' Usfan. Ketika itu Nafi 'bertugas sebagai kantor di kota Makkah. 'Umar bertanya kepada Nafi', "Siapa yang Anda angkat menjadi Kepala bagi penduduk Wadi?" Jawab Nafi ', "Ibnu Abza." Tanya Umar. "Siapa itu Ibnu Abza?" Jawab Nafi ', "Salah seorang maula (budak yang telahdimerdekakan) di antara beberapa maula kita. "Tanya 'Umar," Kenapa maula yang diangkat? "Jawab Nafi'," Karena dia seorang ahli tentang Kitabullah dan alim tentang Ilmu Faraidh (ilmu tentang pembagian pusaka). "Kata 'Umar,
"Benar! Nabi saw. Pernah bersabda, bahwasanya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan Kitab ini (Al Qur'an), dan menghinakan yang lain."
784. Dari 'Abdurrahman bin' Abdul Qari ra, katanya dia mendengar 'Umar bin Khaththab berkata: "Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surat Al Furqan, tidak seperti bacaan (qiraat) Nabi saw. Yang pernah dibacakan beliau kepada ku. Karena itu hampir saja aku bertindak kasar terhadapnya.Tapi kemudian kubiarkan saja dia sampai pergi. Namun kupegang bajunya, lalu kubawa dia ke hadapan Rasulullah saw. Ujarku, "Ya, Rasulullah! Aku mendengar orang ini membaca surat Al Furqan, tidak seperti yang Anda bacakan kepada ku. Bagaimana ini?" Jawab Rasulullah saw., "Lepaskanlah dia, suruh diamembacanya kembali. "Lalu Hisyam membacakan kembali bacaan seperti yang dibacanya tadi. Setelah itu Nabi saw. bersabda:" Ya, memang begitulah ayat itu diturunkan. "Kemudian Nabi saw. menyuruh ku pula yang membaca. Lalu kubaca seperti yang biasa kubaca. Maka sabda Nabi saw., "Ya, ayat itu memang diturunkanpula seperti itu. Sesungguhnya Qur'an itu diturunkan dengan tujuh macam qiraat (bacaan). Karena itu bacalah dengan bacaan yang mudah bagi mu membacanya. "
785. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mula-mula Jibril mengajarkan (membaca Qur'an) kepada ku satu macam bacaan (qiraat) saja. Lalu aku selalu minta diulangkannya kepada ku (sampai aku mudah membacanya). Maka Jibril mengulang-ulangnya hingga akhirnya bacaan itu menjaditujuh macam. "
786. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Melarang shalat sesudah shalat 'Ashar sampai matahari terbenam, dan sesudah shalat Subuh sampai matahari terbit."
787. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak bisa shalat sesudah 'Ashar sampai terbenam matahari, dan tidak bisa pula sesudah shalat Subuh sampai terbit matahari."
788. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu menunggu-nunggu waktu (shalat), karena sengaja hendak shalat tepat pada waktu matahari terbit, dan jangan pula pada waktu matahari terbenam."
789. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila pinggiran matahari telah mulai nampak, maka undurkanlah shalat sampai matahari itu dapat meninggi dari tepi langit. Dan bila pinggir matahari itu telah mulai hilang, maka undurkanlah shalat sampai dia hilang sama sekali." 790. Dari AbuBashrah Al Ghifari ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Mengimami kami shalat 'Ashar di Mukhammash. Maka bersabda beliau," Sesungguhnya shalat' Ashar itu pernah juga diwajibkan kepada orang-orang yang sebelum kamu tetapi mereka sia. Karena itu siapa yang memelihara shalat ini. Wa mendapatpahala ganda. Dan tidak bisa shalat sesudahnya, sampai terbit bintang. "
791. Dari 'Uqbah bin' Amir Al Jubani ra. Katanya: "Ada tiga macam waktu, di mana Rasulullah saw. Melarang kita shalat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut. Pertama, saat matahari terbit sampai dia aplt meninggi. Kedua, saat matahari tepat berada di pertengahan langit (tengah batas tepat)sampai dia telah condong ke Barat. Ketiga, saat matahari hampir terbenam sehingga dia telah tenggelam sama sekali. "
792. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengimami kami shalat takut. Mula-mula satu rombongan (tim) menurut beliau shalat satu raka'at, sedang rombongan yang lain berjaga-jaga menghadapi musuh. Setelah selesai satu raka 'at, rombongan pertama pergi pencegahan menggantikan rombongankedua, sedang rombongan kedua solat
bersama Rasulullah saw: Kemudian, setelah Rasulullah saw. selesai shalat, masing-masing rombongan menyempurnakan shalat mereka satu rakaat lagi. "
793. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengimami shalat takut beberapa bulan. Mula-mula ia shalat satu raka'at dengan satu tim, sedangkan tim yang lain berjaga-jaga menghadapi musuh. Setelah satu raka'at, rombongan pertama pencegahan, dan rombongan kedua shalat mengikutiRasulullah saw. satu raka'at. Sesudah itu masing-masing rombongan mencukupkan shalat mereka satu rakaat lagi. Kata Ibnu 'Umar, "Ketika perang telah berkecamuk, maka beliau shalat di atas kendaraan atau sambil berdiri. Sedangkan ruku', sujud dan sebagainya dilakukan dengan sinyal (kepala atau mata)."
794. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku pernah ikut beserta Rasulullah saw. Shalat takut. Kami berbaris dua baris di belakang Rasulullah saw., Sedangkan musuh berada antara kami dengan kiblat (di depan). Mula-mula Nabi saw. takbir, lalu kami semua takbir pula. Kemudian beliau ruku ', lalukami ruku 'pula semuanya. Sesudah itu beliau i'tidal (bangkit) dari ruku ', maka kami bangkit pula semuanya. Sesudah itu ia turun untuk sujud bersama-sama dengan shaf pertama, sedangkan shaf kedua tetap berdiri untuk pencegahan Ketika Nabi saw. bersama shaf pertama telah selesai sujud dan telahberdiri, barulah shaf kedua turun untuk sujud, dan mereka terus bangun kembali. Sesudah itu shaf kedua maju ke depan, sedangkan shaf pertama mundur (tukar tempat). Kemudian Nabi saw. ruku 'dan kami ruku' pula semuanya. Kemudian ia bangkit dari ruku ', lalu kami bangkit pula semuanya. Kemudian beliauturun untuk sujud, diikuti oleh shaf yang di belakang beliau. Sedangkan shaf yang sesudah itu (tadinya shaf pertama) tetap berdiri untuk berjaga-jaga terhadap musuh. Ketika Nabi saw. dan shaf
yang dibelakangnya telah selesai sujud, barulah shaf yang kedua turun untuk sujud. Kemudian Nabi saw. memberi salam, dan kami memberi salam pula semuanya. "
795. Dari Jabir ra, katanya dia pernah shalat takut bersama Nabi saw. Mula-mula ia shalat dengan salah satu dari dua tim dua raka'at. Kemudian beliau shalat pula dengan tim yang lain dua raka'at pula. Karena itu Nabi saw. shalat empat rakaat, di mana beliau shalat dengan masing-masing timdua rakaat. "
796. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu hendak shalat Jum'at, maka mandilah lebih dahulu."
797. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Omar bin Khathtbab sedang berkhotbah di hadapan jama'ah pada bari Jum'at, masuk seorang pria sahabat Rasulullah saw., Lalu dia di panggil oleh 'Umar, katanya : "Sudah jam berapa ini?" Orang itu menjawab, "Aku sangat sibuk hari ini.Aku tidak sempat pulang, sehingga ketika terdengar adzan, tidak ada yang bisa kulakukan selain wudhuk. "Kata
'Umar, "Wudhu juga perlu. Tapi bukankah Anda tahu bahwasanya Rasulullah saw. Memerintahkan pula agar mandi?"
798. Dari Abu Sa'id AI Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mandi hari Jum'at wajib atas setiap orang (muslim) yang telah dewasa." 799. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ada orang-orang yang bergiliran datang ke Jum'at dari rumah-rumah mereka di pegunungan. Mereka datang pakai mantel penuh debu,sehingga mereka berbau (kurang sedap). Beberapa orang di antara mereka mendatangi Rasulullah saw., Yang ketika itu dia berada di dekatku. Rasulullah bersabda kepada mereka. "Alangkah baiknya kalau pada hari ini Anda mandi yang bersih."
800. Dari 'Abdurrahman bin Abu Sa'id Al Khudri r, a., Dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mandi hari Jum'at wajib atas tiap-tiap orang (mus1im) yang telah dewasa. Begitu pula menggosok gigi berharum-haruman sekadar yang dapat ia lakukan."
801. Dan Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Adalah suatu (kewajiban) bagi setiap orang muslim terhadap Allah, mandi sekali seminggu, yaitu mencuci kepala dan seluruh tubuhnya."
802. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mandi seperti mandi janabah pada hari Jum'at, kemudian dia pergi ke masjid pada kesempatan pertama, maka pahalanya seperti pahala berkurban seekor unta. Siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan kedua, maka pahalanya sepertiberkurban seekor sapi. Dan siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan ketiga, maka pahalanya seperti berkurban seekor kambing. Dan siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan keempat, maka pahalanya seperti berkurban seekor ayam. Dan siapa yang tiba di masjid pada kesempatan kefuqa, maka pahalanya sepertiberkurban sebuah telur. Apabila imam telah keluar, para malaikat hadir mendengarkan khutbah, (dan tidak ada lagi mencatat siapa yang datang mulai saat itu).
803. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda: "Bila engkau berkata kepada sahabatmu: Diam!" padahal imam sedang berkhutbah, maka sesungguhnya gratis sajalah Jum'at kamu. "804. Dari Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. bersabda:" Sesungguhnya pada hari Jum'at itu ada suatu saat, ketikaseseorang muslim memohon kebajikan kepada Allah pada saat itu, niscaya Allah akan mengabulkan permohonannya itu. Dan saat itu hanya sebentar. "
805. Dari Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya: "Abdullah bin 'Umar pernah bertanya kepada ku: Pernahkah Anda mendengar ayahmu menyampaikan hadis Rasulullah saw. Tentang suatu saat (yang makbul) di hari Jum'at?" Jawab ku, "Ya, aku pernah dengar dia mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullahsaw. bersabda: "Saat itu adalah di antara imam duduk sampai selesai shalat (Jum'at)."
806. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Sebaik-baiknya hari adalah hari Jum'at,
karena pada hari itu Adam dijadikan. Pada hari itu dia masuk surga, pada hari itu pula dia keluar darinya, dan tidak terjadi kiamat melainkan pada hari Jum'at. "807. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Kita (umat Muhammad), adalah yang terakhir (datang ke dunia), tetapi yangterdahulu (diadili) pada hari kiamat. Kita adalah yang paling dahulu masuk surga, padahal mereka diberi kitab lebih dahulu dari kita, sedangkan kita sesudah mereka. Kita diberikan petunjuk oleh Allah akan kebenaran yang mereka perselisihkan itu, yang Allah telah tunjukkan kepada kita, yaitu hari Jum'at.Maka hari ini (Jum'at) adalah untuk kita. Besok (Sabtu) untuk kaum Yahudi, dan lusa (Minggu) untuk kaum Nasrani. "
808. Dari Hudzaifah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah swt. menyesatkan orang-orang yang sebelum kita tentang hari berkumpul (Jum'at, atauhari besar). Bagi orang Yahudi jatuhnya pada hari Sabtu, dan bagi orang Nasrani jatuhnya pada hari Minggu. Lalu Allah tunjuki kita, yaitu pada hari Jum'at.Karena
itu terjadilah beturut-turut tiga hari berkumpul (hari besar), yaitu Jum'at, Sabtu dan Minggu. Hari kiamat kelak, mereka pun mengikuti kita juga. Kita yang terakhir ke dunia, tetapi kita yang lebih dahulu diadili sebelum umat-umat yang lain-lain. "
809. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila hari Jum'at telah tiba, para malaikat berdiri di setiap pintu masjid, mencatat orang yang pertama-tama datang dan seterusnya. Ketika imam telah datang (naik mimbar), mereka tutup buku mereka dan sesudah itu mereka pergi mendengarkankhutbah. Perumpamaan orang yang datang pertama-tama, adalah seperti orang yang bersedekah unta. Kemudian, orang yang datang sesudah itu seperti orang yang bersedekah sapi. Kemudian seperti orang yang bersedekah kibisy (kambing). Kemudian seperti orang yang bersedekah ayam, dan kemudian seperti orangyang bersedekah telur. "
810. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Siapa yang mandi hari Jum'at, kemudian dia datang ke masjid, lau dia solat (sunat) sebanyak yang dapat dikerjakannya, sesudah itu dia diam sampai imam (Khathib) selesai berkhutbah, sesudah itu dia shalat bersama-sama dengan imam itu , maka diampuniAllah dosa-dosanya yang terjadi sesudah itu sampai Jum'at yang akan datang, dan ditambah tiga hari. "811. Dan Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhuknya, sesudah itu dia pergi ke Jum ' at dan mendengarkan khutbah dengan tenang, maka diampuni Allahdosa-dosanya sampai Jum'at yang akan datang, tambah tiga hari. Dan siapa yang memegang-megang kerikil (meskipun untuk menghitung-hitung zikir yang dibacanya ketika imam berkhutbah) maka gratis sajalah Jum'atnya. "
812. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Kami pernah shalat (Jum'at) bersama Rasulullah saw. Setelah selesai shalat, kami pulang dan mengistirahatkan ternak kami. Kata Hasan, dia bertanya kepada Ja'far," Kira-kira jam berapa itu? "Jawab Ja ' far, "Ketika matahari tergelincir."
813. Dari Iyas bin Salamah bin Akwa ', dari ayahnya, katanya: "Kami shalat Jum'at bersama Rasulullah saw. Ketika matahari tergelincir. Sesudah itu kami pulang, dan kami masih harus mencari-cari naungan untuk tempat berlindung."
814. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Khutbah Jum'at sambil berdiri. Kemudian sesudah khutbah pertama beliau duduk (sebentar), sesudah itu berdiri pula (pada khutbah kedua), sebagaimana yang engkau perbuat sekarang."
815. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Melakukan khutbah Jum'at dua kali, di mana ia duduk antara keduanya. Dalam khutbahnya beliau membaca Qur'an, dan memberi pengajaran kepada orang banyak."
816. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Berkhotbah sambil berdiri. Kemudian beliau duduk, sesudah itu berdiri pula, lalu mengucapkan khutbah kedua. Nah, siapa yang mengabarkan kepada mu bahwa ia berkhotbah sambil duduk, sesungguhnya orang itu dusta . Demi Allah, akutelah shalat bersama-sama dengan dia, lebih dari 2000 kali. "
817. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Sedang berdiri mengucapkan khutbah Jum'at. Sekonyong-konyong tiba suatu kafilah dari Syam; maka jama'ah berlarian menyambut kedatangan kafilah itu, sehingga yang tinggal di masjid hanya dua belas orang saja lagi. Karena itu makaturunlah ayat: "Wa idz, ra-au tijaratan au lahwanin fadhdhu ilaiha wa tarakuka qaima" (Al Jumuah: 11)
818. Dari 'Abdullah bin' Umar dan Abu Hurairah ra, keduanya mengabarkan bahwa mereka mendengar dari Rasulullah saw ketika beliau sedang berkhutbah di atas mimbar, sabdanya: "Hendaklah orang-orang yang suka meninggalkan menghentikan perbuatan mereka itu, ataukah mereka ingin Allah membutakan hati mereka,dan sesudah itu mereka benar-benar menjadi orang yang lalai? "
819. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku pernah shalat Jum'at bersama Rasulullah saw., Maka (lama) shalat dan khutbah beliau sederhana saja (tidak panjang dan tidak pendek)."
820. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Biasanya, bila Rasulullah saw. Berkhotbah, kedua matanya merah (berapi-api), suaranya lantang, dan semangatnya berkobar tinggi, bagaikan seorang panglima perang sedang memberi komando kepada tentaranya. Sabda beliau antara lain, "Waspadalah selalu,pagi dan
petang. Waktu kebangkitanku dah hari kiamat seperti ini lalu ia perlihatkan telunjuk dan jari tengahnya
(Maksudnya sangat dekat). "Sesungguhnya sebaik-baik pengajaran adalah Kitabullah, dan sebaik-baik pemimpin ialah kepemimpinan Muhammad saw. Dan sejahat-jahat perbuatan adalah yang diada-adakan, sedangkan setiap yang diada-adakan itu adalah sesat. Agamaku lebih utama bagi setiap orang mukmin daridirinya sendiri. Karena itu bila seorang mukmin mati meninggalkan harta, maka harta itu untuk keluarganya. Tapi jika dia meninggalkan hutang atau keluarga yang terlantar, maka hal itu adalah tanggung jawab ku. "
821. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu ketika, Dhimad pernah datang ke Makkah. Dia berasal dari Azdi Syanu-ah, dan dia pandai mantera mengobati orang gila. Maka pada suatu hari dia mendengar orang-orang bodoh penduduk Makkah mengatakan bahwa Muhammad itu gila. Kata Dhimad, "Andai kata orangini berhadapan dengan ku, mudah-mudahan Allah menyembuhkannya dengan manteraku. Karena itu dia menemui Nabi Muhammad saw. lalu katanya kepada beliau: "Aku akan memanterai engkau dari penyakitmu ini. Sesungguhnya Allah menyembuhkan siapa yang dikehendaki dengan manteraku, maukah engkau?" Jawab Rasulullahsaw .: "Innal hamda lilklhi, Nahmaduhu wa nast'inuhu, manyahdihillizhu fakl mudhilla klhu. Waman yudhlil fakl hadiya lahu. Wa asyhadu anui iklhO.;
illal.lizhu wahdahu kl syarikizlohu wa anna Muhamntodan 'abduhu wa Ramluhu.' Aroma ba'du. Dhimad berkata, "Ulanglah kembali bagi ku kata-kata Anda itu semuanya." Nabi saw. mengulang kata-katanya itu kembali sampai tiga kali. Kata Dhimad, "Aku pernah mendengar kata-kata tukang tenung, kata-kata tukangsi, kata-kata tukang sya'ir, tetapi belum pernah mendengar kata-kata seperti yang Anda ucapkan itu. Aku juga pernah mengarungi lautan. Berikanlah tangan Anda kepada ku, aku akan bersumpah setia dengan Anda, untuk memeluk agama Islam. "Lalu orang itu bersumpah setia dengan Nabi saw. Sabda Rasulullahsaw., "Dan untuk kaum Anda juga?" Jawab Dhimad, "Ya, untuk kaum ku juga." Tidak berapa lama kemudian, Rasulullah saw. mengirim satu tim melewati kampung Dhimad
itu. Lalu komandan pasukan bertanya kepada para prajuritnya, "Apakah kalian mengambil sesuatu dari desa itu?" Jawab seseorang, "Ada. Saya mengambil ember mereka." Perintah komandan, "Kembalikan! Kaum ini adalah kaumnya Dhimad." Memperpanjang shalat, mempersingkat khutbah.
822. Dari Abu Wa'il ra, katanya: Ammar pernah berkhutbah (Jum'at) di hadapan kami, singkat tapi padat. Ketika dia sudah turun dari mimbar, kami berkata kepadanya, "Hai, Abu Yaqzhan! Khutbah Anda singkat dan padat. Alangkah baiknya kalau Anda panjangkan sedikit lagi." Jawab 'Ammar, "Aku mendengarRasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya siapa yang lama shalatnya, pendek khutbahnya, menandakan bahwa orang itu paham tentang agamanya. Karena itu panjangkanlah shalat dan pendekkan khutbah, karena sebagian dari khotbah itu adalah sihir (sugesti)." 823. Dari Sinti (anak perempuan) Haritsah bin Nu'manra, katanya: "Aku menghafal Surah Qaf dari mulut Rasulullah saw. sendiri, yakni ketika ia membacanya dalam beberapa kali khutbah Jum'at."
824. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu hari, ketika Nabi saw. Sedang berkhutbah, tiba-tiba datang seorang pria, lalu Nabi saw. Bertanya kepadanya," Apakah Anda sudah solat, hai Fulan? "Jawab orang itu , "Belum, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Berdirilah! Shalatlah lebih dahulu (duaraka'at). "
825. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Sulaik Al Ghathafani pernah datang ke Jum'at ketika Rasulullah saw. Sedang berkhutbah, lalu dia langsung saja duduk. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepadanya," Hai, Sulaik! Berdirilah, lalu shalatlah lebih dahulu dengan singkat dua raka'at. "Kemudian beliaumenambahkan, "Apabila kamu datang ke Jum'at, dan imam sedang berkhutbah, maka shalatlah lebih dahulu dengan singkat dua raka'at." 826. Dari Abu Rifa'ah ra, katanya: "Aku tiba di tempat Rasulullah saw. Berada, ketika ia sedang berkhotbah. Lalu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Aku seorangasing, sengaja datang hendak bertanya kepada Anda perihal agama yang aku belum tahu, apakah agama itu? "Rasulullah saw. mendatangi ku dan memutuskan khutbahnya. Ketika beliau telah sampai ke dekatku, diberikan orang sebuah kursi, yang seingatku kakinya terbuat dari besi, untuk tempat duduk beliau. Rasulullahsaw. duduk di kursi itu, lalu beliau ajarkan kepada ku perihal agama yang telah diajarkan Allah kepada beliau. Sesudah itu beliau melanjutkan khutbahnya sampai selesai. "
827. Dari Ibnu Abu Rafi 'ra, katanya: "Pada suatu ketika, Khalifah Marwan pernah meminta Abu Hurairah sehingga menggantinya di Madinah, sementara Marwan pergi ke Mekah. Maka pada suatu hari Jum'at, Abu Hurairah mengimami kami shalat Jum'at. Dia membaca surah Jumu'ah pada rakaat pertama, dan surahMunafiqun pada raka'at kedua. Setelah selesai shalat, ku temui Abu Hurairah lalu kukatakan kepadanya: Kedua
surah yang Anda baca tadi pernah dibaca oleh Ali bin Abi Thalib ketika dia berada di Kufah. Jawab Abu Hurairah, "Aku pernah mendengar Rasulullah saw. Membacanya dalam shalat Jum'at."
828. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa membaca dalam shalat dua hari raya dan shalat Jum'at, Surah Al A'w dan Surah Al Ghasyiyah. Bahkan bila shalat 'Id dan shalat Jum'at bertemu dalam satu hari, ia juga membaca kedua surah tersebut dalam kedua shalat itu. "
829. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Nabi saw. Biasa dalam shalat Subuh hari Jum'at membaca surat Alif lam mim Tanzil (surat As Sajadah) dan Hal ata' alai insani hinun minad dahri (surat Al Insan). Dan dalam shalat Jum'at beliau membaca surat Jumu'ah dan surat Munafiqun. "
830. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu shalat Jum'at, maka kerjakanlah sesudah itu solat (sunat) empat raka'at."
831. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Bila kamu shalat (sunat) sesudah Jum'at, shalatlah empat raka'at. Kemudian, Amr menambahkan dalam riwayatnya, yang diucapkan oleh Ibnu Idris dan Suhail, katanya," Jika kamu memiliki suatu urusan yang menyebabkan kamu terburu-buru, maka kerjakanlah dua raka'atdi masjid dan dua raka'at lagi di rumah. "
832. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, bila dia telah selesai shalat Jum'at, maka dia pulang ke rumahnya. Sampai di rumah dia shalat dua rakaat. Kemudian dia berkata, "Rasulullah saw. Biasa mengerjakannya seperti itu." 833. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Aku pernah menghadiri shalat Idulfitri bersamaRasulullah saw., Abu Bakar, Umar dan 'Usman, mereka semuanya shalat lebih dahulu sebelum khutbah. "834. Dari Ibnu' Abbas ra, katanya:" Aku menyaksikan Rasulullah saw., Beliau shalat lebih dahulu sebelum berkhotbah hari raya. Kemudian ia tahu bahwa suara beliau tidak sampai (terdengar) kepada kaumwanita. Lalu beliau mendatangi mereka, memberi mereka peringatan dan pengajaran, serta menyuruh mereka bersedekah, sedangkan Bilal membentangkan kainnya dan para wanita menyerahkan dndn, kalung dan perhiasan-perhiasan lainnya dengan meletakkannya ke kain Bilal itu. "
835. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku hadir shalat' Id bersama Rasulullah saw. Pada hari 'Id. Mula-mula beliau shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Dia berkhotbah sambil berdiri dan berpegangan kepada Bilal. Dia memerintahkan supaya taqwa kepada Allah dan mendorong supayamentaati-Nya. Selanjutnya beliau memberi peringatan dan pengajaran kepada mereka. Kemudian beliau berlalu sampai sampai ke tempat kaum wanita. Dia memberi pengajaran kepada para wanita, memperingatkan dan menyuruh mereka agar gemar bersedekah. Sabda beliau, "Bersedekahlah Anda semua, karena sesungguhnyakamulah saya lihat yang terbanyak menjadi kayu neraka. "Mendengar itu, maka berdiri seorang perempuan di antara para wanita yang banyak dengan wajah merah kehitam-hitaman. Dia bertanya," Kenapa begitu, ya, Rasulullah? "Jawab Rasulullah," Karena kamu banyak mengeluh dan suka membangkang kepada suami. "Karena itu mereka sedekahkan perhiasan mereka, seperti anting-anting dan cincin, yang mereka lemparkan ke kain yang dibentangkan Bilal. "
836. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku shalat 'Id bersama Rasulullah saw. Tidak hanya satu atau dua kali semuanya dikerjakan beliau tanpa azan dan iqamat."
837. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Menyuruh kami pada hari raya Idul Fitri dan
'Idul Adha supaya membawa wanita-wanita muda dan para gadis dan wanita haid sekalipun, sehingga keluar kelapangan untuk shalat' Id. Adapun wanita haid mereka tidak ikut shalat, tetapi ikut merayakan serta mendo'a bersama kaum muslimin. Katakan kepada Rasulullah saw., "Di antara mereka ada yang tidakpunya baju
untuk menghadirinya. "Jawab Rasulullah saw.," Suruh pinjam baju saudaranya. "
838. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada hari raya' Idul Adha dan Idul Fitri, Rasulullah shalat 'Id dua
raka'at, tanpa solat (sunat) sebelum dan sesudahnya. "
839. Dari 'Ubaidillah bin' Abdullah ra, katanya 'Umar bin Khaththab ra pernah bertanya kepada Abu Waqid Al Laitsi tentang bacaan yang dibaca Rasulullah saw. dalam shalat 'Idul Adha dan Idul Fitri. Jawab Abu
Waqid, "Dia pernah membaca dalam kedua shalat 'Id itu, surat Qaf' dan surat Al Qamar." 840. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Abu Bakar datang ke rumahku, dan ketika itu di rumahku ada dua orang gadis Anshar sedang menyanyikan lagu yang pernah dinyanyikan orang dalam peperangan Bu'ats. Dan keduanya bukanlahgadis penyanyi yang sesungguhnya. Maka berkata Abu Bakar, "Kenapa sampai ada suling setan di rumah Rasulullah saw.?" Hari itu adalah hari 'Id. Maka bersabda Rasulullah saw., "Hai, Abu Bakar! Setiap kaum memiliki hari raya ('Id). Dan hari ini adalah hari raya kita."
841. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu hari di hari Mina (Idul Adha), Abu Bakar ke rumahku, sedangkan di rumah ketika itu ada dua orang gadis sedang menyanyi dan memukul gendang. Dan Rasulullah saw. Sedang berselimut dengan kainnya . Lalu Abu Bakar membentak kedua penyanyi itu. Karena itu Rasulullahmenyingkapkan selimutnya sambil berkata: "Biarkanlah mereka, hai Abu Bakar! Bukankah hari ini hari raya?" 842. Dari 'Urwah bin Zubair r.a., katanya' Aisyah r.a. bercerita kepadanya: "Demi Allah! Aku melihat Rasulullah saw. berdiri di pintu kamar ku, ketika orang-orang Habsyi bermain tombak di masjidRasulullah saw. Dia menutupi ku dengan bajunya sehingga aku dapat melihat permainan mereka. Kemudian ia pergi karena aku sendiri yang ingin pergi. Kira-kirakanlah! Berapa lamanya seorang gadis remaja merasa bosan terhadap suatu permainan. "843. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Rasulullah saw. Akseske rumah ku, dan ketika itu dua gadis sedang menyanyikan nyanyian perang Bu'ats dalam rumah. Lalu ia berbaring di kasur dengan memalingkan mukanya. Tiba-tiba Abu Bakar masuk, lalu dia membentak ku sambil berkata: "Sejak kapan ada seruling setan di rumah Rasulullah saw.?" Mendengar itu Rasulullahsaw. mendatangi Abu Bakar, lalu ia berkata, "Biarkanlah mereka!" Setelah Abu Bakar melengah, aku melirik kedua gadis itu supaya mereka keluar, dan segera diikutinya. Hari itu adalah hari raya, di mana orang-orang Sudan mempertunjukkan permainan mereka dengan mempergunakan perisai dan tombak.Mungkin saat itu aku yang meminta kepada Rasulullah, atau mungkin juga dia yang bertanya kepada ku, apakah aku ingin menonton pertunjukan itu atau tidak. Jawab ku, "Ya, ingin!" Karena itu ia menyuruh ku berdiri di belakangnya, sedangkan pipi ku dekat ke pipi beliau. Dia turut mengelu-elukan,katanya: "Terus! Hai Bani Arqadah!" Setelah aku merasa puas, ia bertanya, "Sudah cukup?" Jawab ku, "Sudah!" Kata beliau, "Nah, pergilah!"
844. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika hari raya, orang-orang Habsyi datang ke masjid mempertunjukkan permainan pencak silat. Lalu Rasulullah saw. Memanggil ku, dan ku letakkan kepala ku di bahunya. Aku ikut menonton pertunjukan itu sampai aku puas melihatnya . "
845. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika orang-orang Habsyi mengadakan pertunjukan tombak dekat Rasulullah saw., Tiba-tiba 'Umar masuk, lalu dia merunduk mengambil batu-batu kerikil untuk melempar mereka. Kata Nabi saw. Kepadanya," Biarkanlah mereka bermain, hai 'Umar! "
846. Dari 'Abbad bin Tamitn ra, dari pamannya, katanya: "Nabi saw. Pergi ke mushalla hendak shalat istisqa (minta hujan). Mula-mula beliau menghadap ke kiblat, sesudah itu beliau balikkan jubahnya dan sesudah itu beliau shalat dua raka' at. "
847. Dari 'Abdullah bin Zaid Al Anshari ra, katanya: "Nabi saw. Pergi ke mushalla hendak shalat' istisqa (minta hujan). Sebelum mendoa lebih dahulu beliau menghadap ke kiblat dan membalikkan jubahnya."
848. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. Mengangkat tangannya (tinggi-tinggi) ketika mendoa (minta hujan), sehingga terlihat putih ketiaknya."
849. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Mendoa minta hujan, dia menadah dengan punggung tangannya menghadap ke langit."
850. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Nabi saw. Tidak pernah mengangkat tangan tinggi-tinggi ketika mendoa, melainkan ketika mendoa minta hujan, sehingga terlihat putih ketiaknya."
851. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu hari di hari Jum'at, seorang pria masuk ke masjid dari sebuah pintu di sebelah Darul Qadha. Orang itu langsung berhadapan dengan Rasulullah yang sedang berkhutbah, lalu dia berkata: Ya, Rasulullah ! Telah musnah segala harta benda dan penghidupanmenjadi sulit. Karena itu mohonlah kepada Allah, semoga Dia menurunkan hujan bagi kita. Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya, lalu ia mendoa: "Allahumma aghitsna! Allahumma aghitsna! Allahumma aghitsna" Kata Anas, "Demi Allah! Ketika itu tidak sedikit juga terlihat oleh kami awan atau mendungdi langit, atau di sekitar antara tempat kami dengan pegunungan, selain rumah-rumah dan desa. Tetapi tidak berapa lama kemudian, terlihat lah awan tebal muncul dari balik gunung bagaikan perisai. Ketika awan itu sampai di tengah langit, dia berkembang luas dan kemudian turunlah hujan. "KataAnas selanjutnya, "Demi Allah! Semenjak itu kami tidak melihat matahari selama seminggu. Jum'at berikutnya, seorang pria masuk pula ke masjid dari pintu yang sama, dan langsung menuju ke Rasulullah saw. Yang sedang berkhutbah. Pria itu berkata," Telah musnah segala harta benda, dan terputussemua jalan (perhubungan). Karena itu mohonlah kepada Allah, semoga Dia berkenan menghentikan hujan turun di atas kita. "Rasulullah mengangkat kedua tangannya, lalu ia mendoa: 'Allahumma hawlana wala' alaina. Allahumma 'alal akami wazh zhirabi wa buthunil awdiyati wa manabitisy syajari." Maka redalahhujan, dan semenjak itu kami dapat keluar dan berjalan di bawah cahaya matahari. Tanya Syuraik, "Apakah pria itu orang yang menghadap Rasulullah saw. Pada hari Jum'at yang lalu juga?" Jawab Anas, "Itu aku tidak tahu." 852. Dari 'Atha' bin Abu Rabah ra, katanya dia mendengar 'Aisyah istri Rasulullahsaw. bercerita: Bila angin bertiup kencang, dan langit mendung berawan banyak, tampak kegelisahan di wajah Rasulullah saw., sehingga beliau maju mundur. Ketika hujan telah turun wajah beliau berubah jadi gembira dan hilang kegelisahannya. Kata 'Aisyah, "Aku bertanya kepada beliau, apa yang menyebabkannyagelisah begitu rupa. "Jawab beliau," Aku khawatir, kalau-kalau angin dan mendung itu menjadi kutukan yang ditimpakan kepada umat ku. Tetapi bila hujan telah turun, maka hal itu adalah rahmat. "
853. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Bila angin bertiup kencang, maka Rasulullah saw. Membaca doa sebagai berikut:' Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma fiha, wa khaira ma ursilat bihi. Wa a ' udzubika min syarriha wa syarri ma fiha, wa syarri ma ursilat bihi '. Dan ketika langittelah
mendung dan warnanya berubah (hitam pekat disertai kilat dan guntur), ia tampak gelisah, sehingga beliau keluar masuk ke muka dan ke belakang. Tetapi bila hujan telah turun, ia senang, karenanya, dan tampak di wajah beliau. Karena itu aku bertanya kepada beliau, kenapa dia sampai begitu.Jawab beliau, "Mungkin, hai 'Aisyah, seperti apa yang dikatakan tentang kaum' Ad: Setelah mereka melihat awan itu membentang menuju ke lembah-lembah mereka lalu berkata: Inilah awan-awan itu datang hendak menurunkan hujan bagi kita ..." ( Ahqaf: 24) 854. Dari Ibnu 'Abbas r.a., dari Nabi saw. sabdanya:"Aku ditolong (Allah) dengan Angin Timur sedangkan kaum 'Ad dimusnahkan (Allah) dengan Angin Barat."
855. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu hari di masa Rasulullah saw. Masih hidup, terjadi gerhana matahari. Karena itu beliau berdiri mengerjakan shalat (gerhana) dan berdirinya itu sangat lama. Kemudian beliau ruku', dan ruku'nya itu sangat lama. Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal) dani'tidalnya itU sangat lama pula, tetapi tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian ruku 'pula lama-lama, tapi tidak selama yang pertama. Kemudian beliau sujud, dan sesudahnya langsung berdiri kembali lama-lama, tetapi tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku 'pula lama-lama tetapitidak selama ruku 'yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal) dan sesudah itu berdiri pula lama-lama, tetapi tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau sujud, dan sesudah itu selesai.
Sedangkan matahari telah terang kembali. Lalu beliau berkhotbah di hadapan orang banyak. Mula-mula ia memuji dan menyanjung Allah swt., Dan sesudah itu beliau bersabda, antara lain sabdanya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah suatu bukti di antara sekian banyak bukti kebesaran Allah. Keduanyatidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu jika kamu melihat gerhana matahari dan bulan, takbir dan mendoalah kepada Allah swt., Shalat dan bersedekahlah kamu banyak-banyak. "Hai, umat Muhammad! Tidak seorang pun yang sangat benci kepada perzinaan selain dari Allah.(Karena itu hindarilah!) Hai, umat Muhammad! Kalaulah kamu tahu apa yang ku ketahui, niscaya kamu akan banyak menangis, dan sedikit tertawa. Camkanlah! Bukankah telah kusampaikan. "
856. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Telah terjadi suatu gerhana matahari pada masa hidup Rasulullah saw., Lalu beliau pergi ke masjid. Di sana ia berdiri dan takbir (melakukan shalat gerhana). Sedangkan orang banyak berbaris di belakang beliau. Rasulullah saw. membaca bacaan (surat)yang panjang. Kemudian beliau takbir dan ruku 'lama-lama. Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal) sambil membaca 'Sami'allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu ..' Lalu beliau berdiri, dan sesudah itu membaca ayat yang panjang-panjang, tetapi tidak selama bacaan yang pertama. Kemudian beliauruku 'pula kembali lama-lama, tapi tidak selama yang pertama. Kemudian beliau i'tidal sambil membaca "Sami'allahu liman hamidah. Rabbana walakal hamdu," sesudah itu beliau langsung sujud. Kemudian pada
raka'at yang lain beliau lakukan pula seperti itu, sehingga jumlahnya empat kali ruku 'dan empat kali sujud. Dan matahari telah terang kembali sebelum ia selesai shalat. Kemudian beliau berdiri dan berkhotbah di depan orang banyak. Mula-mula ia memuji Allah menurut mestinya. Sesudah itu beliaubersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua bukti di antara sekian banyak bukti tentang kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu apabila kamu melihatnya gerhana, maka segeralah pergi shalat. Shalatlah sehingga Allah memberi kelapangan(Cahaya terang) kembali kepada mu. Sabda beliau selanjutnya, "Aku telah melihat di tempatku ini segala yang dijanjikan Allah kepada mu (tentang surga dan neraka). Sehingga aku bermaksud hendak memetik buah surga; ketika kamu lihat aku menjangkaukan tangan ke depan. Aku juga melihat nerakajahanam, di mana satu sama lain saling menghancurkan, yaitu ketika kamu lihat aku mundur ke belakang. Dan aku melihat juga di neraka itu Ibnu Luhay, yakni orang yang mula-mula mengadakan Sa-ibah (kurban unta untuk berhala).
857. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Masih hidup, pernah terjadi gerhana matahari. Maka Rasulullah saw. Menyuruh orang untuk memanggil orang sholat berjamaah. Setelah mereka berkumpul, Rasulullah saw. Datang, lalu beliau takbir dan shalat empat kali ruku 'dan empat kali sujuddalam dua raka'at. "
858. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Bahwasanya Nabi saw. Shalat (gerhana) empat kali ruku' dan empat kali sujud, dalam dua raka'at."
859. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bahwasanya Nabi saw. Pernah shalat gerhana, enam kali ruku' dan empat kali sujud (dalam dua raka'at)." Surga dan neraka diperlihatkan kepada Nabi saw. 860. Dan Jabir ra. Katanya: "Di masa hidup Rasulullah saw.,
bertepatan dengan batas wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah saw., telah terjadi gerhana matahari. Karena itu ada orang yang mengatakan, bahwa gerhana itu terjadi karena wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah itu. Rasulullah berdiri, lalu beliau shalat dengan orang banyak enam kali ruku 'dan empat kali sujud.Mula-mula ia takbir, kemudian membaca ayat dan memperpanjang bacaannya itu. Kemudian beliau ruku ', lamanya sekitar selama beliau berdiri itu. Kemudian beliau mengangkat kepala dari ruku '(i'tidal), lalu dia membaca ayat, tapi tidak sepanjang yang pertama. Kemudian beliau ruku ', lamanya sekitarselama dia berdiri. Kemudian i'tidal, lalu membaca ayat, tetapi panjangnya tidak sepanjang yang kedua. Kemudian beliau ruku ', lamanya lebih kurang selama ia berdiri. Kemudian beliau mengangkat kepala dari ruku ', sesudah itu langsung turun untuk sujud, dan ia sujud du kali. Kemudian beliau berdiri,dan sesudah itu ruku 'pula tiga kali; dan bacaannya setiap raka'at, yang dahulu lebih panjang dari yang sesudahnya. Begitu pula lama ruku 'hampir sama dengan lamanya sujud. Kemudian beliau mundur, maka mundur pula seluruh shaf di belakang beliau, hingga sampai ke dekat shaf kaum wanita. Berikutnyabeliau maju. maka maju pula seluruh jama'ah mengikuti beliau, hingga sampai ke tempatnya semula. Sesudah itu shalat gerhana selesai, dan matahari telah terang kembali. Di dalam khutbahnya antara lain beliau bersabda: "Hai manusia! Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua bukti diantara sekian banyakbukti kebesaran Allah. Dan keduanya tidak gerhana karena kematian seorang manusia. Karena itu ketika kamu melihat gerhana itu, maka shalatlah sehingga cuaca terang kembali. Segala yang dijanjikan Allah diperlihatkan-Nya kepada ku dalam solat ku sebentar ini. Diperlihatkannya kepada ku neraka; yaitu ketikakamu lihat aku mundur, karena aku takut akan terkena jilatannya, sehingga tampak olehku di dalamnya si pengait mengait mangsanya ke dalam neraka, karena dia mencopet orang haji dengan kaitannya. Jika ditanya orang kepadanya kenapa kamu mencopet? Jawabnya, Aku tak sengaja, karena hanya menyangkut padakaitanku. Tetapi jika orang lengah, dia kait (copet) lagi. Kulihat juga di neraka itu seorang wanita pemilik kucing. Dia mengikat kucing itu, tetapi tidak diberinya makan dan dia tidak pula melepaskannya, sehingga kucing itu dapat mencari makannya sendiri seperti rumput-rumput bumi, sehingga akhirnyakucing itu mati kelaparan. Kemudian diperlihatkan pula kepada ku surga; yaitu ketika kamu melihat ku maju, sehingga aku berdiri di tempatku ini. Kujangkaukan tangan ku untuk memetik buahnya, supaya kamu semua dapat melihatnya. Tapi ternyata aku tak dapat melakukannya. Tidak ada sesuatu yangtelah dijanjikan Allah, melainkan kulihat nyata dalam solat ku ini. "
861. Dari Asma 'ra, katanya: "Pada waktu (hidup) Rasulullah saw. Pernah terjadi gerhana matahari. Lalu aku pergi menemui' Aisyah, dan kudapati dia sedang shalat. Aku bertanya kepadanya," Kenapa orang banyak pada shalat? "Dia mengingatkan ku dengan kepalanya ke langit. Tanya ku, "Ayat? (Tandakebesaran Allah?) "Jawab 'Aisyah," Ya, tanda kebesaran Allah. "Rasulullah saw. lama sekali berdiri (dalam shalat), sehingga aku pusing. Lalu kuambil air satu qirbah dan ku bawa ke dekatku. Kemudian ku basahi kepala dan muka ku . Kata Asma 'selanjutnya, "Ketika Rasulullah saw. telah selesai shalat, danmatahari telah terang kembali, beliau berkhotbah di hadapan orang banyak. Mula-mula ia memuji dan menyanjung Allah. Sesudah itu beliau bersabda, antara lain: Tidak satu pun sesuatu yang belum pernah kulihat, melainkan telah kusaksikan dalam solat ku sebentar ini, sampai-sampai surga dan neraka.Sesungguhnya telah diwahyukan kepada ku, bahwa kamu segera akan ditanyai dalam kubur, atau seperti fitnah (bencana) Dajjal. Masing-masing kamu akan didatangi lalu ditanya: "Apa pengetahuanmu tentang orang (Muhammad) ini?" Adapun orang-orang yang beriman dan meyakini, akan menjawab, "Dia adalah Muhammad,Rasulullah. Dia datang kepada kami membawa keterangan-keterangan dan petunjuk, lalu kami terima dan kami patuhi. "Pertanyaan itu berulang-ulang sampai tiga kali. Sesudah itu dia disuruh tidur. Katanya," Kami sudah tahu bahwa kamu benar beriman dengannya. Karena itu tidurlah dengan nyenyak. "Adapun orang-orangyang munafik dan orang-orang yang ragu dalam kepercayaannya, maka jawabnya, "Aku tidak tahu apa-apa. Kudengar orang banyak mengatakan begini dan begitu, lalu kuucapkan pula."
862. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah saw. Shalat (gerhana) dengan delapan kali ruku' dan empat kali sujud (dalam dua raka'at). Kemudian 'Ali bin Abi Thalib ada pula meriwayatkan seperti itu. "
863. Dari Abdurrahman bin Samurah r.a., katanya; "Pada suatu waktu di masa Rasulullah, ketika aku sedang bermain panah, tiba-tiba terjadi gerhana matahari. Lalu kulemparkan semua alat permainanku itu. Pikirku," Aku hendak menengok apakah
gerangan yang dilakukan Rasulullah saw. bila terjadi gerhana matahari seperti itu. "Setelah aku sampai ke tempat beliau, kudapati dia sedang mengangkat tangan, medoa, takbir,
tahmid dan tahlil sampai matahari terang kembali, membaca dua surat dan shalat dua rakaat. "
864. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ajarkanlah kepada orang-orang kamu yang hampir meninggal membaca kalimah" La ilaha illallah ".
865. Dari Ummu Salamah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun di antara orang-orang muslim yang ditimpa mushibah, lalu dibacanya apa yang diperintahkan Allah:" Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allhumma ajurni li mushibati, wakhluf li khairan minha. "Melainkan Allahmengganti baginya dengan yang lebih baik. Ketika Abu Salamah telah meninggal, Ummu Salamah sering bertanya kepada dirinya sendiri, orang muslim manakah lagi yang lebih baik dari Abu Salamah? Dia orang yang pertama-tama hijrah kepada Rasulullah saw.! "Pertanyaan itu sering diulang-ulangnya. Lalu Allahmengganti baginya dengan Rasulullah saw sendiri. Kata Ummu Salamah menceritakan, "Dia mengutus Hathib bin Abu Balta'ah melamar ku untuk dia sendiri." Lalu jawab ku, "Bagaimana mungkin, aku telah memiliki seorang anak perempuan. Dan aku sendiri seorang wanita pencemburu." Jawab beliau, "Anaknyakita doakan kepada Allah, supaya dicukupkan Allah segala kebutuhannya, dan aku mendoakan pula semoga Allah menghilangkan rasa cemburunya itu. "866. Dari Ummu Salamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu menengok orang sakit atau orang meninggal, maka ucapkanlah ucapan ( doa) yang baik,karena malaikat mengaminkan ucapan kamu itu. "Selanjutnya Ummu Salamah bercerita," Ketika Abu Salamah meninggal, aku datang kepada Rasulullah saw. mengabarkannya. Kata ku: "Ya, Rasulullah! Abu Salamah telah meninggal." Jawab Rasulullah saw., "Mendoalah:" Allahummaghfirli walahu, wa a'qibni minhu 'Uqbahasanatan. "Apa yang diajarkan Rasulullah itu kulakukan sebaik-baiknya. Tidak berapa lama kemudian, Allah menukarnya dengan orang yang paling baik bagi ku, yaitu Muhammad saw. sendiri."
867. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Ketika Abu Salamah meninggal, Rasulullah saw. Datang ke rumah kami menengok jenazahnya. Kebetulan matanya terbelalak, lalu ditutupkan oleh beliau. Kemudian beliau bersabda:" Apabila ruh telah dicabut, maka penglihatan (orang yang dicabut ruhnya) mengikuti ruh itu(Pergi), dan keluarganya meratap histeris. Sekali-kali jangan mendoakan jenazah (saudara) mu, melainkan doakanlah dengan doa yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengaminkan doa mu itu. Kemudian beliau membaca doa: "Allahummaghfir li Abi Salamah, warfa 'darajatahu fil muhdiyyina, wakhlufhu fi' aqbihi,fil ghabirina, waghfir lana wa lahu ya rabbal 'alamina, wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu jihi. "
868. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidakkah kamu lihat ketika seorang manusia mati, matanya terbeliak ke atas?" Jawab mereka, "Ya, kami melihatnya, ya Rasulullah." Sabda beliau: "Hal itu terjadi, karena penglihatannya mengikuti ruhnya ketika sedang pergi."
869. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Ketika Abu Salamah meninggal, aku berujar:" Awak orang asing, meninggal pula di negeri asing. Akan ku ratapi dia sepuas-puasnya, sehingga menjadi buah bibir orang, "Ketika aku bersia-siap hendak meratapinya, tiba-tiba datang seorang perempuan dari dusun menawarkan
diri hendak menolong ku meratap. Lalu Rasulullah saw. mendatanginya seraya bersabda: "Apakah kamu ingin memasukkan setan kembali ke rumah ini, di mana Allah telah mengeluarkannya dari sini?" Sabda beliau itu disabdakannya sampai dua kali. Mendengar itu, aku sendiri pun tidak jadi pula meratap. "870.Dari Usamah bin Zaid ra, katanya: "Pada suatu hari, ketika kami sedang berada dekat Nabi saw., Tiba-tiba datang seorang suruhan dari puteri Rasulullah saw. (Zainab binti Muhammad saw.) Meminta Nabi saw. Datang dan mengabarkan kepada beliau bahwa anak puterinya itu (cucu Nabi saw.) meninggal. Rasulullahberpesan kepada suruhan itu, sabdanya: "Pulanglah kamu, sampaikan kepadanya (Zainab) bahwasanya kepunyaan Allah-lah yang telah diambil dan diberikan-Nya. Semuanya telah ditetapkan Allah ajalnya. Karena itu suruhlah dia bersabar dan menahan diri. Tidak berapa lama kemudian suruhan itu datangpula kembali seraya berkata, "Dia (Zainab) sangat mengharapkan benar semoga Rasulullah saw. sudi menjenguknya." Maka pergilah
beliau beserta para sahabatnya, antara lain: Sa'ad bin Ubadah dan Mu'adz bin Jabal, serta aku sendiri, ikut pula bersama mereka. Sesampai di tempat kematian (rumah Zainab), diberikan orang kepada beliau jenazah cucunya itu. Nafas beliau jadi deras tersendat-sendat seperti orang kepayahan, dan airmata dia meleleh karena menangis. Bertanya Sa'ad kepada beliau, "Mengapa ini, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Ini adalah rahmat yang dijadikan Allah dalam hati setiap hamba-Nya yang pengasih."
871. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Sa'ad bin Ubadah sakit, Rasulullah saw. Datang mengunjunginya bersama dengan 'Abdurrahman bin' Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash dan 'Abdullah bin Mas' ud: Ketika Nabi masuk ke rumahnya, didapatinya Sa'ad sedang pingsan. Nabi saw. bertanya, "Apakahsudah meninggal? "Jawab mereka," Belum, ya Rasulullah! "Rasulullah saw. menangis. Melihat dia menangis, maka orang banyak pun menangis pula. Kemudian beliau bersabda," Tahukah kamu, sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang karena menangis, dan tidak pula karena bersedih hati. Tetapi Allah menyiksakarena ini, sambil beliau menunjuk lidahnya - atau memberi rahmat karenanya. "
872. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Pada suatu ketika,
sedang kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba datang kepada beliau seorang lelaki Anshar memberi salam. Ketika dia hendak berlalu, dia ditanya oleh Rasulullah saw., "Hai, saudara Anshar! Bagaimana sakitnya saudara ku Sa'ad bin Ubadah?" Jawab orang itu, "Dia baik, ya Rasulullah." SabdaRasulullah saw.,
"Siapakah di antara Anda semua yang ingin ikut menjenguknya?" Lalu dia berdiri, dan kami berdiri pula semuanya. Kami berjumlah lebih dari sepuluh orang. Semuanya tanpa terompah, tanpa sepatu, tanpa kopiah, dan tanpa qamish (jubah dalam). Kami berjalan kaki di tanah gersang hingga sampai ke rumah Sa'ad.Orang-orang yang mengelilingi Sa'ad menghindar, memberi kesempatan kepada Nabi saw. dan para sahabat yang baru datang bersama-sama dengan dia untuk mendekat kepada Sa'ad. "
873. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Kesabaran yang sempurna, adalah pada pukulan pertama."
874. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Mendatangi seorang wanita yang sedang menangisi bayinya yang telah meninggal. Lalu beliau bersabda kepadanya:" Taqwalah kepada Allah dan sabarlah Anda. "Jawab wanita itu," Anda tidak merasakan bagaimana pedihnya mushibah yang kuderita ini. "Setelahia berlalu, dikatakan orang kepada wanita itu bahwa yang bicara kepadanya itu adalah Rasulullah saw. Mendengar hal itu, wanita tersebut setengah mati (ketakutan), lalu dia pergi menemui Rasulullah saw. Didapatinya pintu rumah beliau tidak dijaga (dikendalikan), lalu dia masuk. Katanya, "Tadi aku tidakmengenal Anda, ya Rasulullah (Maafkanlah aku!). "Sabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya kesabaran yang sempurna adalah pada pukulan pertama. "
875. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Hafshah menangisi (ayahnya) 'Umar bin Khaththab,' Umar berkata: Sabarlah anakku! Apakah engkau tidak tahu, bahwa Rasulullah saw. Pernah bersabda:" Sesungguhnya mayat merasa tersiksa karena diratapi keluarga. "
876. Dari 'Umar bin Khaththab ra, dari Nabi saw. sabdanya:
"Mayat merasa disiksa dalam kuburnya karena diratapi."
877. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Khalifah' Umar ditikam orang, ia jatuh pingsan dan orang meratapinya. Setelah dia sadar kembali, dia berkata:" Tidak tahukah kamu bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya mayat merasa tersiksa karena ratapan orang hidup."
878. Dari Abu Musa ra, katanya: "Ketika Khalifah 'Umar dapat mushibah (ditikam orang). Shuhaib datang ke rumahnya. Sampai di sana ia berdiri dekat' Umar sambil menangis. Kata 'Umar," Kenapa Anda menangis. Apakah Anda menangisi ku? "Jawab Shuhaib," Ya, demi Allah! Aku menangisi Anda, hai Amirul Mukminin. "Kata 'Umar, "Demi Allah! Aku ingat bahwa Rasulullah saw. Pernah bersabda:" Siapa yang diratapi, disiksa (dalam kuburnya). "Kemudian, ucapan' Umar itu ku sampaikan kepada Musa bin Thalhah. Kata Musa," Aisyah mengatakan, bahwa (orang-orang yang dimaksud Nabi dalam hadis itu) adalah orang ~ rang Yahudi. "
879. Dari 'Abdullah bin Abu Mulaikah ra, katanya: "Ketika putri' Usman bin 'Affan meninggal di Makkah, kami datang menengoknya. Hadir juga saat itu antara lain, Ibnu' Umar dan Ibnu 'Abbas. Dan aku duduk antara keduanya, atau dekat salah satu dari keduanya. Kemudian datang orang lain, lalu dia dudukdi samping ku. Kata 'Abdullah bin' Umar kepada 'Amru bin' Usman, yang duduk berhadapan dengan 'Abdullah, "Kenapa tidak Anda larang orang menangis? Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah bersabda: Sesungguhnya mayat tersiksa karena ditangisi keluarganya." Ibnu 'Abbas menyela, "Memang,' Umar memang pernahberkata demikian. "Kemudian Ibnu 'Abbas melanjutkan ceritanya:" Aku pernah datang
dari Makkah bersama 'Umar; maka ketika kami sampai di Baida ', sekonyong-konyong kami bertemu dengan suatu rombongan kendaraan sedang berhenti di bawah naungan pohon. Kata 'Umar, "Cobalah periksa, siapa kepala rombongan kendaraan itu!" Setelah ku lihat, ternyata rombongan itu dikepalai oleh Shuhaib.Lalu ku beritahukan kepada 'Umar. Kata 'Umar, "Panggillah dia kemari!" Aku kembali ke Shuhaib, dan ku perintahkan kepadanya, "Turunlah! Temukan Amirul Mukminin sekarang juga!" Ketika 'Umar mendapat mushibah
ditikam orang, Shuhaib datang melihat 'Umar sambil menangis dan berkata: "Wahai saudara ku! Wahai saudara ku!" Maka berkata 'Umar, "Shuhaib! Apakah engkau menangisi ku? Rasulullah saw. Telah bersabda: Bahwasanya mayat itu tersiksa karena ditangisi keluarganya." Kata Ibnu 'Abbas, "Ketika' Umar telahmeninggal, hadis yang disampaikan 'Umar itu ku ceritakan kepada' Aisyah. "Kata 'Aisyah," Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada' Umar. Tidak! Demi Allah, Rasulullah saw. tidak pernah mengatakan bahwa Allah menyiksa orang mukmin karena tangisan seseorang. Yang sebenarnya, beliau bersabda begini: SesungguhnyaAllah menambahkan siksaan terhadap orang kafir, karena tangisan keluarganya atasnya. "Kata 'Abdullah," Selanjutnya' Aisyah berkata: Camkanlah Al Qur'an: "Wala taziru waziratan wizra ukhra." (An'am. 164; Isra: 1; Fathir: 18; Zumar: 7; Najm: 38) Kata Ibnu 'Abbas, "Kalau demikian, Allah membuat engkautertawa dan menangis. "Kata Ibnu Mulaikah," Demi Allah! Ibnu 'Umar tidak mengatakan apa-apa (mendengar penjelasan' Aisyah itu). "880. Dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, katanya:" Diceritakan orang dekat' Aisyah perkataan Ibnu 'Umar tentang mayat tersiksa karena ditangisi keluarganya. Maka berkata 'Aisyah:Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Abu Abdurrahman (maksudnya 'Umar). Dia mendengar hadits dari Rasulullah saw., Tetapi tidak dihafalnya dengan baik. Peristiwanya begini: Pada suatu ketika lewat di hadapan Nabi saw. jenazah orang Yahudi, ditangisi oleh keluarganya. Maka bersabda Rasulullah saw.,"Kamu tangisi dia, sedangkan dia tersiksa karena tangismu itu."
881. Dari Hisyam ra, dari ayahnya, katanya: "Diceritakan
orang dekat 'Aisyah ra, riwayat dari Ibnu' Umar ra, bahwa Nabi saw. pernah bersabda, bahwa mayat tersiksa dalam kuburnya karena ditangisi keluarganya. "Kata 'Aisyah," Bukan begitu! Sesungguhnya yang diucapkan Nabi itu adalah: Bahwasanya mayat itu
disiksa karena kesalahan atau karena dosanya. Sedangkan keluarganya menangisinya baru sekarang. Hal itu sama kelirunya dengan ucapan yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. pernah
berdiri di pinggir sebuah lubang kecil ketika perang Badar, lalu dimasukkan orang ke dalam lubang itu mayat-mayat orang-orang musyrik yang terbunuh, lalu Nabi berkata kepada mereka, bahwa mereka (mayat) itu mendengar apa yang dikatakan beliau. Hal itu sungguh keliru! Yang benar adalah Nabi mengatakan:"Sesungguhnya mereka itu bakal mengetahui (di akhirat) bahwa apa yang kukatakan kepada mereka (saat mereka masih hidup) adalah benar!" Kemudian 'Aisyah membaca ayat:' innaka la tusmi'ul Mauta ... (Naml: 80) "Wama anta bi musmi'in man fil 'Qubur ..." (Fathir: 22).
882. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meratapi mayat, maka mayat itu akan disiksa hari kiamat karena diratapi itu." 883. Dari Abu Malik Al Asy'ari ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Ada empat macam kebiasaan jahiliyah ada di kalangan umatku, yang belum ditinggalkan mereka: (I) Membanggakan turunan, (2) Mencela turunan orang lain, (3) Percaya hujan turun karena bintang-bintang, (4) Meratapi mayat. Sabda beliau, "Jika wanita peratap itu tidak taubat sebelum dia mati, nanti di hari kiamat dia akan disuruh berdiri, lalu dipakaikankepadanya celana terbuat dari aspal mendidih, dan baju berpenyakit kulit. "
884. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika berita tentang tewasnya Ibnu Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan' Abdullah bin Rawahah sampai kepada Rasulullah saw., Beliau duduk dan terlihat tanda kesedihan di wajah beliau. Kata 'Aisyah selanjutnya, "Aku melihat dari celah-celah pintu, seorang pria datangkepada beliau seraya berkata: "Ya, Rasulullah! Istri Ja'far menangis!" Nabi saw. menyuruh orang itu supaya mendiamkannya. Lalu orang itu pergi. Tidak berapa lama kemudian orang datang kembali dan mengatakan kepada beliau, bahwa mereka tidak ingin di diamkan. Nabi menyuruhnya pula kembali, tetapi tidakbeberapa lama dia kembali pula seraya berkata: "Demi Allah! Mereka tidak mau didiamkan dan tidak mengindahkan ku, ya Rasulullah!" 'Aisyah mengira, bahwa Rasulullah menyuruh orang itu pergi dengan mengatakan: Pergilah! Sumpalkan tanah kedalam mulutnya! Maka berkata 'Aisyah kepada orang itu, "Celakaengkau! Demi Allah! Engkau belum melakukan dengan baik apa yang diperintahkan Rasulullah saw. kepada mu, sehingga engkau biarkan Rasulullah saw. dalam kesulitan. "
885. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Membai'at (mengambil sumpah) kami, bahwa kami tidak akan meratap. Yang memenuhi bai'at itu antara lain: Ummu Sulaim, Ummul' Ala, Putri Abu Sabrah, istri Mu'adz, (dan 'Ummu' Athiyah sendiri). "886. Dari Ummu 'Athiyah r.a., katanya: "Ketikaayat: "Yubayi '
naka 'ala Anla yusyrikna billahi syaian ... "(Mumtahanah: 12) turun di dalam perjanjian itu termasuk pula tidak bisa meratap. Kata ku kepada Rasulullah saw.," Kecuali terhadap keluarga si Fulan, ya Rasulullah. Karena mereka telah menolong ku meratap pada masa jahiliyah. Karena itu aku harus menolongnyapula meratap. Jawab Rasulullah saw., "Ya, kecuali terhadap keluarga si Fulan."
887. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Kami dilarang Rasulullah saw. Mengikuti jenazah, tetapi larangan itu tidak terlalu ketat terhadap kami." 888. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Nabi saw. Masuk ke tempat kami, ketika kami sedang memandikan putri beliau (Zainab binti Rasulullah saw.). Lalu beliaubersabda: "Mandikan (sampai bersih benar) tiga atau lima kali, atau lebih banyak dari itu sesuai dengan kebutuhannya, dengan air yang sudah dicampur daun Sidir, dan penghabisannya dengan air kapur. Bila telah selesai beritahulah aku!" Setelah selesai, lalu kami beritahukan kepada beliau. Dia memberikankainnya kepada kami, seraya berkata: "Pakaikanlah kain ini sebagai kafannya lapis pertama."
889. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mendatangi kami ketika kami sedang memandikan jenazah salah seorang putri beliau (Zainab), seraya katanya:" Mandikan dia dengan jumlah ganjil, lima kali atau lebih dari itu. "Sesudah mandi rambutnya kami kepang tiga, kemudian kami sanggul dikanan, di kiri dan di ubun-ubunnya. "
890. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Menyuruh ku memandikan jenazah putri beliau (Zainab), beliau menyuruh ku supaya mulai dengan anggota jenazah yang sebelah kanan dan anggota-anggota wudhu."
891. Dari Khabbab Ibnul Arat ra, katanya: "Kami hijrah bersama. Rasululllah saw. Karena mengharapkan ridha Allah belaka. Maka dari Allah jualah kami harapkan pahalanya. Di antara kami yang hijrah itu ada yang sudah meninggal dunia sebelum dia mengecap apa- apa sebagai upahnya, seperti Mush'abbin 'Umair yang tewas dalam perang Uhud. Dia tidak punya apa-apa untuk kafannya sendiri, selain sehelai selimut, bila kami tutupkan di kepalanya terbuka kakinya, dan bila kami tutupkan di kakinya terbuka kepalanya. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Letakkan selimut itu menutupi kepalanya, kemudian tutupkakinya dengan daun-daunan idzkhir. "Sedangkan yang lain, ada yang sudah mengecap buahnya di dunia ini, lalu dinikmatinya." 892. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Dikafani dengan tiga lapis kain putih dari katun, tidak termasuk di dalamnya jubah dan sorban. Orang ragu-ragu untuk memakaikansepasang pakaian yang dibeli untuk kafan beliau, lalu ditinggalkan saja, dan ia hanya dikafani dengan tiga lapis kain putih dari katun. Sedang pasang pakaian yang telah disiapkan tadi diambil oleh 'Abdullah bin Abu Bakar; katanya akan disimpannya untuk kafannya sendiri. Kemudian kata Abdullah,"Kalau Allah ridha untuk kafan Nabi-Nya, tentu telah dikafankan kepadanya." Akhirnya baju itu dijual oleh 'Abdullah, sedang uangnya disedekahkannya.
893. Dari Abu Salamah ra, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah
ra, istri Rasulullah saw., tanyanya: "Berapa lapiskah kafan Rasulullah saw.?" Jawab 'Aisyah, "Tiga lapis kain katun (putih)."
894. Dari 'Aisyah Ummul Mukminin ra, katanya: "Jenazah Rasulullah saw., Ditutup dengan sehelai kain tenunan negeri Yaman."
895. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu hari Nabi saw. Berkhotbah, lalu beliau menyebut nama salah seorang sahabatnya yang telah meninggal dan dikafani dengan kafan yang kurang panjang, serta dikuburkan malam hari. Nabi saw. Melarang menguburkan mayat malam hari, sehingga dapat disolatkan(Oleh jamaah yang lebih banyak), kecuali jika terpaksa. Sabda beliau, "Bila kamu mengkafani mayat saudara mu, maka kafanilah dengan sebaik-baiknya."
896. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Segerakanlah menguburkan jenazah! Jika dia orang baik, berarti kamu segera mengantarkannya kepada kebaikan. Jika dia orang jahat, berarti kamu segera menghindarkan bencana terhadap diri mu."
897. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengunjungi jenazah, kemudian menyolatkannya, maka orang itu dapat pahala satu qirath. Siapa yang mengunjungi sampai mengantarkan jenazah ke pekuburan, maka pahalanya dua qirath." Ditanyakan orang kepada beliau. "Berapakah dua qirathitu, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Dua qirath itu sekitar sebesar dua buah gunung yang besar. "
898. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Siapa
yang ikut menshalatkan jenazah, tetapi tidak ikut mengantarkannya ke pekuburan, maka dia dapat pahala satu qirath. Jika dia ikut mengantar ke kuburan, pahalanya dua qirath. "Lalu ditanyakan orang," Berapakah dua qirath itu? "Jawab beliau," Satu qirath paling sedikit sebesar bukit Uhud. "
899. Dari 'Aisyah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak satu pun mayatt yang disolatkan oleh seratus orang kaum muslimin, dan semuanya memohonkan syafa'at bagi mayat itu, melainkan Allah mengabulkan permohonan mereka itu."
900. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya anaknya meninggal di Qudaid atau di 'Usfan. Lalu dia berkata kepada sahayanya, "Hai, Kuraib! Coba kamu lihat, sudah banyakkah orang berkumpul untuk menshalatkan jenazah?" Kata Kuraib. "Aku pergi melihat, dan memang orang telah banyak berkumpul. Lalu keberitahukepada 'Abdullah. "Tanya' Abdullah," Apakah mereka empat puluh orang? "Jawab Kuraib," Ada! "Kata 'Abdullah," Keluarkanlah jenazah! Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang muslim meninggal dunia, lalu jenazahnya disolatkan oleh empat puluh orang muslim (yang tidak musyrik), maka Allahmenerima syafa'at mereka terhadap jenazah itu. "901. Dari Anas bin Malik ra, katanya:" Pada suatu hari, ada satu jenazah lewat. Lalu dikatakan orang, itu jenazah orang baik. Maka kata Nabi saw., "Pasti! Pasti! Pasti!" Kemudian lewat pula jenazah yang lain, maka kata orang, itu jenazah orang jahat.
Maka berkata pula Nabi saw., "Pasti! Pasti! Pasti!" Maka bertanya 'Umar. "Ya, Rasulullah! Bapa dari ibu ku menjadi sandera. Tadi lewat satu jenazah, lalu kata orang, itu jenazah orang baik. Maka Anda berkata:" Pasti! Pasti! Pasti! "Kemudian lewat pula jenazah yang lain, orang mengatakan, itu jenazah orangjahat. Maka Anda berkata pula: "Pasti! Pasti! Pasti! Apakah maksud Anda?" Jawab Rasulullah saw., "Jenazah yang Anda katakan baik, pasti dia masuk surga. Dan jenazah yang Anda katakan jahat, pasti pula dia masuk neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi. "
902. Dari Abu Qatadah bin Rabi 'ra, dia menceritakan bahwa
pada suatu ketika, satu jenazah lewat di hadapan Nabi saw., lalu beliau bersabda: "Senang dan menyenangkan." Para sahabat bertanya, "Apa maksud ucapan Anda itu, ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw., "Ketika seorang mukmin meninggal dunia, maka dia telah senang (duduk) dari kesusahan dunia. Dan bilaseorang jahat yang meninggal, maka dia memberikan (mengistirahatkan) seluruh hamba Allah, seluruh negeri, pohon-pohon dan binatang dari kejahatannya. "
903. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada hari kematian Najasyi (Raja Ethiopia), Rasulullah saw. Mengumumkannya kepada publik. Sesudah itu ia pergi ke mushalla, lalu beliau takbir empat kali (shalat ghaib)."
904. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada hari kematian Najasyi, Rasulullah saw. Bersabda:" Mohonkanlah ampun bagi, saudara mu itu! "Kata Ibnu Syihab, Sa'id bin Musayyab mengabarkan kepadanya bahwa Abu Hurairah berkata selanjutnya," Kemudian beliau menyuruh mereka berbaris di mushalla, lalu beliausolat (gaib) atasnya dengan empat kali takbir. "
905. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada seorang saudara mu meninggal dunia. Karena itu berdirilah kamu semua, kemudian shalat (ghaibkanlah) dia. Lalu kami berdiri dan berbaris dua baris."
906. Dari Ibnu Numair ra, katanya: "Rasulullah saw. Tiba di suatu kuburan yang masih basah (karena masih baru), lalu beliau shalat jenazah di atasnya. Maka kami pun berdiri pula di belakang beliau dan takbir empat kali." Aku bertanya kepada 'Amir, "Siapa yang menyampaikan hadis itu kepadamu?" Jawabnya,"Seorang yang dipercaya dan menyaksikannya sendiri, yaitu Ibnu 'Abbas." 907. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ada seorang wanita atau pemuda hitam bekerja sebagai tukang sapu masjid. Ketika Rasulullah saw. Tidak melihatnya, beliau tanya-tanyakan ke sana-sini. Mereka mengatakan bahwa orang itu telahmeninggal. Kata Nabi saw., "Kenapa tidak kalian beritahu aku?" Seolah-olah kata Nabi, mereka menganggap remeh kematian orang itu. Kata Nabi selanjutnya, "Tunjukkanlah kepada ku kuburannya." Maka ditunjukkan mereka kepada beliau kuburannya, lalu beliau shalat (ghaib) di atasnya. Kemudian beliau bersabda:"Kuburan ini sangat gelap bagi penghuninya. Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla akan meneranginya setelah aku shalat di atasnya."
908. Dari 'Amir bin Rabi'ah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu melihat jenazah (lewat), maka berdirilah sampai dia meninggalkan kamu atau diletakkan orang."
909. Dari 'Amir bin Rabi'ah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Apabila kamu melihat jenazah, jika kamu tidak sedang berjalan mengiringkannya, maka berdirilah seketika sampai jenazah meninggalkan kamu, atau diletakkan orang sebelum dia meninggalkan kamu." 910. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a., katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Apabila kamu melihat jenazah, maka berdirilah! Siapa yang turut mengiringkannya ke kuburan, jangan duduk sampai jenazah itu diletakkan orang."
911. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Satu jenazah lewat di hadapan Nabi saw., Lalu beliau berdiri. Kami pun berdiri pula mengikuti beliau. Kemudian kami berkata," Ya, Rasulullah! Itu jenazah orang Yahudi. "Sabda beliau," Kematian itu mengejutkan. Karena itu bila kamu melihat jenazah (lewat)berdirilah! "
912. Dari 'Auf bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Membaca doa dalam shalat jenazah, lalu kuhafal doanya itu. Adalah sebagai berikut:" Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa' afihi, wa'fu 'anhu, wakrim muzulahu, wa wassi 'madkhalahu, waghsilhu bilma-i wats tsalji, wal baradi, wa naqqihi minal khathayama naqqaitats tsaubal abyadha minad danasi, wabdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata, wa a'idzhu min 'azdabil qabri aw min' adzabin nar. "Kata 'Auf," Sehingga maulah aku rasanya menjadi mayat itu. "
913. Dari Samurah bin Jundab ra, katanya: "Aku shalat (jenazah) di belakang Nabi saw., Menshalatkan jenazah Ummu Ka'ab yang meninggal sesudah melahirkan. Rasulullah saw. Berdiri pada pinggangnya."
914. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Selesai penguburan
jenazah Ibnu Dahdah, diberikan orang kepada Nabi seekor kuda tanpa pelana lalu dikendarai oleh beliau. Sedangkan kami berjalan kaki sekitar beliau. "
915. Dari 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash sakit hampir meninggal, dia berkata:" Buatkan bagi ku lahad, dan susunkan batu-batu di atas kuburanku seperti kuburan Rasulullah saw. "
916. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang mengapur kuburan, duduk dan membuat bangunan di atasnya."
917. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Jika kamu duduk di atas bara api, lalu terbakar baju dan kulitmu, itu lebih baik bagimu daripada duduk di atas kuburan."
918. Dari Abu Murtsadi Al Ghanawi ra, katanya Rasulullah saw.
bersabda: "Janganlah kamu duduk di atas kuburan, dan jangan pula kamu shalat menghadap ke kuburan."
919. Dari 'Abbad bin' Abdullah bin Zubair ra, katanya: "Bahwasanya 'Aisyah menyuruh membawa jenazah Sa'ad bin Abi Waqqash ke masjid untuk disolatkannya di situ. Tetapi orang banyak mengingkari permintaannya itu. Lalu kata' Aisyah,
"Alangkah cepatnya orang lupa, bahwa Rasulullah saw. Pernah menshalatkan Suhail bin Baidha 'di masjid." 920. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash
meninggal, para isteri Nabi saw. meminta agar jenazahnya dibawa ke masjid untuk mereka sholatkan. Permintaan itu mereka penuhi, maka dibawalah jenazah itu ke muka kamar mereka untuk mereka sholatkan. Kemudian dibawa kembali keluar melalui pintu jenazah yang berhubungan dengan tempat duduk. Tidak berapalama kemudian sampai kepada mereka bahwa orang banyak mencela perbuatan mereka itu. Kata mereka, "Jenazah tidak dapat dibawa ke masjid." Ucapan orang itu sampai pula kepada 'Aisyah. Kata 'Aisyah, "Alangkah cepatnya orang mencela apa yang tidak mereka ketahui. Mereka mencela kami membawa jenazahke masjid. Padahal Rasulullah saw. menshalatkan Suhail Ibnu Baidha 'di dalam masjid. "921. Dari Abu Salamah bin' Abdurrahman ra, katanya:" Ketika
Sa'ad bin Abi Waqqash wafat, 'Aisyah berkata: "Bawalah jenazah itu ke dalam masjid, sehingga aku dapat menyolatkannya. Permintaan' Aisyah itu diingkari banyak orang. Lalu kata 'Aisyah.
"Demi Allah, Rasulullah saw. Pernah shalat jenazah dalam masjid, untuk dua orang putera Baidha ', yaitu Suhail dan saudaranya."
922. Dari Muhammad bin Qais bin Makhramah bin Muththalib bahwa pada suatu hari dia berkata, "Sukakah kamu ku ceritakan padamu suatu peristiwa tentang diri ku dan ibu ku ('Aisyah) - kami sangka ibu yang melahirkannya - katanya' Aisyah ra berkata:" Sukakah kamu ku ceritakan kepada mu suatu peristiwatentang aku dengan Rasulullah saw.? "Jawab kami," Tentu, tentu saja kami suka, ya Ummul Mukminin. "Katanya," Pada suatu malam ketika giliran Rasulullah saw. di rumah ku, setelah ia menanggalkan pakaiannya, dan menempatkan terompahnya dekat kaki, dan membentangkan pinggir jubahnya di atas kasur, laluia berbaring. Setelah beberapa lama kemudian, dan barangkali ia menyangka ku sudah tidur, lalu ia ambil baju dan terompahnya, dibukanya pintu perlahan dan kemudian ditutupnya kembali perlahan. Mengawasinya seperti itu, kU kenakan pula baju ku, dan ku tutup kepala ku dengankain. Kemudian ku
ikuti dia di belakang, hingga sampai ke Baqi '. Sampai di sana ia berdiri agak lama, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tiga kali, sesudah itu ia berbalik pulang. Aku pun balik pula (mendahului beliau). Kalau ia berjalan cepat, aku pun berjalan cepat-cepat. Bila dia berlari-Iarikecil, aku pun demikian pula. Ketika ia sampai, aku pun sampai lebih dahulu dari dia, masuk rumah dan langsung tidur. Setelah itu ia masuk, dan bertanya. "Kenapa engkau, hai 'Aisyah? Ku dengar nafasmu kembang kempis." Jawab ku, "Tidak kenapa-napa, ya Rasulullah!" Kata beliau, "Ceritakanlahkepada ku, ataukah Allah yang akan menceritakannya kepada ku! "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Demi ayah dan ibu ku! Lalu ku ceritakan padanya apa yang telah terjadi. "Kata beliau," Kalau begitu, engkaulah kiranya bayangan hitam yang ku lihat di hadapan ku tadi, "Jawab ku," Benar, ya Rasulullah! "Lalubeliau membukakan dada ku, sehingga terasa sakit bagi ku. Kemudian ia berkata, "Apakah engkau masih curiga, Allah dan RasulNya akan berbuat curang terhadapmu?" Jawab ku, "Setiap apa yang dirahasiakan manusia, pasti Allah mengetahuinya juga." (Kemudian Rasulullah menceritakan kenapa beliau sampaikeluar) .Katanya: "Tadi Jibril datang, tetapi karena dia melihat ada engkau, dia memanggil ku lembut sehingga tidak terdengar olehmu. Aku menjawab panggilannya tanpa terdengar pula olehmu. Dia tidak masuk kerumah karena engkau telah menanggalkan pakaianmu. Dan aku mengira engkau sudah tidur,karena itu aku segan membangunkanmu, khawatir engkau akan merasa sepi. Jibril berkata kepada ku, "Allah memerintahkan
sehingga Anda datang ke Baqi ', memohonkan ampun bagi para penghuninya. "" Lalu apa yang harus ku ucapkan sesampainya aku di sana? "tanya Rasulullah saw. kepada Jibril. Jawab Jibril," Ucapkanlah: Assalamu' ala ahlid diyari minal mu'minina wal muslimina, wa yarhamullahul mustaqdimina minna wal musta'khirina,wa inna in-sya Allahu bikum lalahiqun. "
923. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Aku mohon izin kepada Tuhan ku untuk memohonkan ampun bagi ibu ku, tetapi tidak diperkenankan-Nya. Kemudian aku mohon izin untuk menziarahi kuburnya, lalu diperkenankannya."
924. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Ziarah ke kubur ibunya, lalu beliau menangis, maka menangis pulalah orang sekelilingnya. Kemudian beliau bersabda:" Aku mohon izin kepada Tuhan ku untuk memintakan ampun bagi ibu ku, tetapi tidak diperkenankan-Nya. Kemudian kumohon izin untuk menziarahi kuburnya, maka diperkenankan-Nya bagi ku. Karena itu pergilah kalian ke kuburan, karena hal itu akan mengingatkan kalian kepada maut. "
925. Dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dahulu aku melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahlah. Dahulu aku melarang kamu menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, maka sekarang simpanlah selama jelas bagi mu manfaatnya. Dahulu aku melarang kamu membuatanggur selain dalam qirbah, maka sekarang minumlah dari segala tempat air, asal jangan kamu minum yang memabukkan. "
926. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Dibawa orang kepada Nabi saw. Jenazah seorang pria yang bunuh diri dengan panah. Tapi jenazah itu tidak disolatkan oleh beliau."
927. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak wajib dizakatkan bahan makanan pokok yang kurang dari lima wasq tidak pula binatang ternak yang kurang dari lima ekor; dan emas perak yang kurang dari lima uqiah."
928. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak wajib dizakatkan kurma dan biji-bijian yang kurang dari lima wasq."
929. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Tidak wajib zakat biji-bijian dan kurma yang tidak cukup lima wasq; dan tidak wajib pula zakat ternak yang kurang dari lima ekor; dan tidak wajib pula zakat perak yang kurang dari lima uqiah." 930. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a., dari Rasulullahsaw., sabdanya: "Tidak wajib zakat perak yang kurang dari lima uqiah, zakat unta yang kurang dari lima ekor, zakat kurma yang kurang dari lima wasq."
931. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Tanaman yang mendapatkan air sungai dan tadah hujan, zakatnya sepersepuluh. Dan tanaman yang mendapat air dengan jalan usaha, seperti dengan kincir air dan sebagainya, zakatnya seperduapuluh."
932. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak wajib bagi orang muslim menzakatkan hamba-sahaya dan kudanya."
933. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak wajib menzakatkan hamba sahaya melainkan zakat fithrahnya."
934. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Menugaskan 'Umar mengumpulkan zakat. Lalu ada yang melaporkan bahwa Ibnu Jamil, Khalid bin Walid dan' Abbas paman Rasulullah saw. Sendiri, enggan membayar zakat. Maka bersabda Rasulullah saw.," Ibnu Jamil enggan, karena sebelumnya dia orang miskin,kemudian dia diberi Allah kekayaan. Dan tuduhan terhadap Khalid tidak beralasan. Karena dia telah memberikan kekayaannya untuk perbekalan dan perlengkapan perang fi sabilillah. Adapun Abbas, zakatnya adalah tanggunganku; demikianlah selanjutnya. Bukankah engkau tahu, hai 'Umar, bahwa paman itu adalahbelahan tua kandung sendiri? "
935. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Mewajibkan zakat fithrah di bulan Ramadhan atas setiap orang muslim, biarpun dia merdeka atau hamba, lelaki atau perempuan, yaitu segantang kurma atau gandum."
936. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Mewajibkan zakat fithrah segantang kurma atau gandum atas setiap hamba sahaya atau orang merdeka, anak kecil maupun dewasa."
937. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami membayar zakat fithrah bahan makanan, berupa segantang gandum, atau segantang kurma, atau segantang keju, atau segantang anggur kering." 938. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Masih hidup, kami membayar zakat fithrahuntuk setiap orang, baik anak kecil maupun dewasa, merdeka maupun budak, yaitu satu gantang makanan berupa keju, atau gandum, atau kurma, atau anggur kering. Pada masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, dia berpidato di hadapan jama'ah haji atau 'umrah, katanya antara lain: "Dua mud gandum negeriSyam sama dengan segantang kurma. "Karena pidatonya itu maka orang banyak membayar zakat fithrahnya seperti itu. Kata Abu Sa'id," Tapi aku tetap saja membayar seperti apa yang telah kulakukan sejak zaman
Nabi sampai akhir hayatku. "
939. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintah
kan supaya membayar zakat fithrah sebelum orang pergi shalat 'Id. "940. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang memiliki emas perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, maka hari kiamat kelak dibuatkan untuknya setrika api yang dinyalakan dalam neraka jahanam, laludiseterikakan ke perut dan punggungnya. Setiap setrika itu dingin, dipanaskan kembali lalu di menyetrikanya pula kepadanya. Begitulah berulang-ulang setiap hari selama lima puluh tahun, sampai perkaranya diputuskan. Setelah itu barulah dia melihat jalannya keluar, adakalanya ke surga dan adakalanyake neraka. "Lalu beliau ditanya orang," Ya, Rasulullah! Unta bagaimana? "" Tidak ada kecualinya pemilik unta yang tidak membayar zakat untanya, "
jawab Rasulullah saw. "Termasuk juga di dalamnya kewajiban memerahnya ketika dia dibawa ke tempat minum. Maka pada hari kiamat kelak, orang itu ditelentangkan di tempat yang rata sehingga diinjak-injak oleh unta-unta yang paling besar dan gemuk-gemuk, sampai anak-anaknya yang paling kecil sekalipun.Semuanya menginjak-injak dengan kukunya serta menggigit dengan giginya yang tajam. Setiap yang pertama lewat, datang pula yang lain menginjak-injaknya. Demikianlah hal itu berlangsung setiap kali, sampai perkaranya selesai diadili. Satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Setelahitu barulah dia dapat melihat jalannya keluar, mungkin ke surga dan mungkin pula ke neraka. Lalu beliau ditanya orang pula, "Ya, Rasulullah! Kalau sapi dan kambing bagaimana?" Jawab beliau, "Ya,
tidak ketinggalan pula pemilik sapi dan kambing yang tidak membayar zakatnya. Niscaya pada hari kiamat kelak, dia akan ditelentangkan di suatu tempat yang rata, sehingga diinjak-injak oleh sapi dan kambing itu dengan kukunya yang tajam dan ditanduk dengan tanduknya. Ternak itu semuanya tidak ada yangbertanduk rebah ke belakang atau patah, bahkan tidak ada yang tidak bertanduk. Bila yang pertama telah lewat, lalu diikuti pula oleh yang kedua dan seterusnya, sampai perkaranya selesai diputuskan. Satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Setelah itu barulah dia dapat melihatjalannya keluar, apakah dia ke surga ataukah ke neraka. Maka ditanyakan orang pula kepada beliau, "Kalau kuda bagaimana, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Kuda itu ada tiga macam: (1) Kuda sebagai barang mewah, atau yang mendatangkan dosa. Yaitu ketika orang memeliharanya karena riya ', untukkemegahan dan kebanggaan serta untuk memusuhi umat Islam. Maka kuda bagi orang itu menjadi sumber dosa. (2) Kuda sebagai kebutuhan. Yaitu kuda yang dipelihara untuk agama Allah. Kemudian pemiliknya tidak lupa akan hak Allah dalam mempergunakannya sebagai angkutan dan kendaraan. Maka kuda bagi orangitu adalah pakaian atau kebutuhan. (3) Kuda sebagai sumber pahala. Yaitu kuda yang dipelihara untuk membela agama Allah, dan untuk membela kepentingan umat Islam di kebun-kebun atau di ladang-ladang mereka. Maka apa-apa yang dimakan kuda itu di dalam kebun tersebut, dituliskan bagi pemilik kebun, kebajikansebanyak apa yang dimakan kuda itu, dan bagi pemilik kuda dituliskan
pula kebajikan sebanyak kotoran dan kencing kuda itu. Bila tali kuda putus (lepas), kemudian kuda itu lari jauh, maka dituliskan untuk pemiliknya kebajikan sebanyak jejak dan kotoran kuda itu. Setiap kuda itu melewati sebuah sungai, lalu dia minum tanpa sengaja atau diberi minum oleh pemiliknya, maka Allahmenuliskan kebajikan bagi pemiliknya sebanyak air yang diminum kudanya itu. Lalu ditanyakan orang pula, "Bagaimana kalau himar (keledai), ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Allah tidak menurunkan wahyu apa-apa kepada ku tentang himar, selain ayat yang pendek tetapi mencakup, yaitu:" Barangsiapamengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (pahala) nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya pula: "(Zalzalah 7 - 8).
941. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Tidak seorang pun pemilik unta, pemilik sapi atau pemilik kambing yang tidak membayar haknya, melainkan nanti hari kiamat dia dibaringkan pada suatu tanah datar, lalu diinjak-injak oleh ternak dengan kukunya dan ditanduk dengan tanduknya.Pada hari itu tidak ada hewan bertanduk yang tidak ada tanduknya, dan tidak ada pula yang patah tanduk. Tanya kami, "Ya, Rasulullah! Apakah haknya?" Jawab beliau, "Membibitkan jantannya, menternakkan betinanya, memerahnya, membawanya ke air, dan mempergunakannya untuk Allah. Tidak seorang pun pemilikharta yang tidak membayar zakatnya, kecuali hartanya itu berubah menjadi ular besar berbisa, yang mengikuti pemiliknya kemana saja dia pergi, sedangkan dia sendiri selalu lari dari ular itu. Lalu dikatakan orang kepadanya, "Inilah harta mu yang engkau bakhil dengannya." Setelah dia tahu bahwa diatidak dapat lari
dari ular itu, maka dimasukkannya tangannya ke mulut ular itu, lalu ular itu menggigitnya seperti hewan jantan menggigit. "
942. Dari Jarir bin 'Abdullah ra, katanya: "Beberapa orang Arab dusun datang mengadu kepada Rasulullah saw., Kata mereka: Beberapa petugas zakat mendatangi kami, lalu mereka bertindak aniaya kepada kami." Jawab Rasulullah saw., "Layanilah para petugas zakat itu dengan baik!" Kata Jarir, "Semenjakitu aku tidak pernah lagi mendengar para petugas zakat pulang, melainkan dengan rasa puas dan senang. "
943. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku tiba dekat Rasulullah saw. Ketika beliau sedang duduk di bawah naungan Ka'bah. Ketika ia melihat ku, beliau bersabda:" Demi Tuhan Ka'bah, mereka itu adalah orang-orang yang merugi . "Lalu ku dekati beliau seraya aku duduk, dan bertanya kepada beliau," Ya,Rasulullah! Aku mohon bertanya, siapakah mereka? "Jawab Rasulullah saw.," Mereka adalah orang-orang hartawan. Kecuali mereka (yang menghitung-hitung amal kebaikan mereka dengan) mengatakan: Sebegini, sebegini, sebegini (sambil beliau memberi isyarat ke muka dan ke belakang, ke kanan dan ke kiri). Tapimereka ini hanya sedikit, tidak seorang pun pemilik unta, pemilik sapi, dan pemilik kambing yang tidak mau membayar zakat ternaknya, melainkan pada hari kiamat kelak hewan-hewan ternaknya dalam kondisi sangat besar dan gemuk datang kepadanya menanduk dengan tanduknya dan menginjak-injak orang itudengan kukunya. Setiap yang terakhir selesai menginjak-injaknya, yang pertama datang pula kembali. Demikianlah siksaan itu terjadi sampai perkaranya diputuskan. "
944. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidaklah menggembirakan ku, seandainya aku punya emas sebesar bukit Uhud, jika pada hari ketiga emas itu masih bersisa pada ku satu dinar selain yang telah ku sediakan untuk membayar hutangku."
945. Dari Abu Dzar r.a. katanya: "Pada suatu senja, aku berjalan beserta Rasulullah saw. di tanah berbatu-batu hitam sambil kami memandang ke bukit Uhud. Sekonyong-konyong Rasulullah saw. memanggil ku," Hai, Abu Dzar! "Jawab ku," Hamba, ya Rasulullah ! "Sabda beliau," Seandainya bukit Uhud itu menjadiemas bagi ku, maka hal itu tidaklah akan menggembirakan ku, jika hari ketiga emas itu masih ada di tangan ku satu dinar, di samping satu dinar yang ku sediakan untuk membayar utang. Tapi akan ku panggil para hamba Allah, lalu ku katakan kepada mereka: Ini! sambil ia meraih ke depan, ke kanandan ke kiri, seolah-olah dia sedang membagi-bagi. Sementara itu kami masih terus juga berjalan, lalu beliau memanggil ku pula, "Hai, Abu Dzar!" "Hamba, ya Rasulullah!" ujarku. Sabda beliau. "Orang-orang kaya yang menumpuk-numpuk harta, pada hari kiamat kelak mereka miskin. Kecuali orang-orang yangberkata: Ini! Ini! Ini! (Membagi-bagikan hartanya) seperti yang dilakukan Nabi saw. mula-mula. Kata Abu Dzar selanjutnya, "Sementara itu kami terus juga berjalan. Dan sekonyong-konyong dia memanggil ku pula:" Hai, Abu Dzar! Tetaplah engkau di sini sampai aku kembali! "Lalu ia pergi, sehinggahilang dari penglihatan ku. Tidak lama kemudian terdengar olehku suara gaduh. "Mungkin Rasulullah saw. Mendapat kesulitan," pikir ku. Dan aku bermaksud hendak menyusul beliau. Tapi aku ingat perintah beliau, jangan ke mana-mana sampai aku kembali. Karena itu ku tunggu saja beliau. Ketika ia tiba,ku ceritakan kepada beliau suara gaduh yang terdengar olehku. Kata beliau, "Itu adalah Jibril. Dia datang kepada ku." Kata Jibril, "Siapa saja di antara umatmu yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya dia masuk surga." Nabi saw. bertanya, "Sekalipun dia berzina danmencuri? "Jawab Jibril," Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri! "
946. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Pada suatu malam aku pergi berjalan-jalan ke luar rumah. Tiba-tiba terlihat oleh ku Rasulullah saw. Berjalan seorang diri, tanpa seorang pun yang mendampingi beliau. Aku mengira bahwa beliau menolak ditemani ketika itu oleh siapa pun. Karena itu aku berjalan di keredupancahaya bulan. Tiba-tiba ia melihat ku dan bertanya, "Siapa itu?" "Aku, Abu Dzar" jawab ku. "Semoga Allah menjadikan ku tebusan Anda." Sabda beliau, "Hai, Abu Dzar, kemarilah!" Lalu aku berjalan bersama-sama dengan dia. Sabda beliau, "Kaum hartawan itu di hari kiamat kelak mereka miskin. Kecualiorang-orang yang dikaruniai Allah kebajikan, lalu dibagi-bagikannya hartanya itu ke kanan dan ke kiri, ke muka dan ke belakang (kepada orang-orang di sekitarnya), dan dia beramal kebajikan dengan hartanya itu. "Kami terus juga berjalan, sampai sekonyong -konyong Rasulullah saw. bersabda kepada ku, "Duduklahkamu di sini sampai aku kembali! "Dia menyuruh ku duduk di suatu tempat berbatu-batu. Lalu ia pergi melewati tempat berbatu-batu hitam, sehingga ia hilang dari penglihatan ku. Setelah beberapa lama aku menunggu, ku dengar dia datang sambil berujar." Sekalipun dia mencuri dan berzina. "Setelah ia sampai ke dekat ku, aku tidak sabar lagi, lalu ku tanyakan, "Ya, Nabi Allah! Semoga diri ku jadi tebusan Anda. Siapakah yang berbicara dengan Anda di tempat berbatu-batu itu? Karena aku mendengar seseorang mengatakan sesuatu kepada Anda. " Jawab beliau, "Dia Jibril! Dia datang keku di tanah berbatu-batu hitam, lalu katanya: gembirakanlah umat Anda, bahwa siapa yang meninggal tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya dia masuk surga. "Lalu aku bertanya kepadanya," Sekalipun dia mencuri dan berzina? "Jawab Jibril," Ya, benar "Tanya ku," Sekalipun dia mencuri dan berzina? "Jawab Jibril, "Ya, benar! Bahkan sekalipun dia minum khamar."
947. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman kepada ku: Berinfaklah kamu, Aku akan berinfak kepada mu." Sabda Rasulullah saw., "Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang meskipun mengalir siang dan malam. Apakah terfikir olehmu, sudah berapabanyakkah yang dinafkahkan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang di dalam tangan Allah tidak pernah berkurang karenanya. 'Arasynya di atas air, sedangkan di tanganNya yang lain maut yang selalu naik turun. "
948. Dari Tsauban r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sebaik-baik dinar (uang atau harta) yang dinafkahkan seseorang, ialah yang dinafkahkannya untuk keluarganya, untuk ternak yang dipeliharanya, untuk kepentingan membela agama Allah (fi sabilillah) dan nafkah untuk para sahabatnya yang berperangfi sabilillah. "
949. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dinar (uang atau harta) yang Anda nafkahkan untuk membela agama Allah (fi sabiiillah), atau yang Anda nafkahkan untuk kesejahteraan (memerdekakan) budak, atau yang Anda sedekahkan untuk kesejahteraan orang-orang miskin, dan yang Anda nafkahkanuntuk keluarga Anda, maka yang paling besar pahalanya adalah yang Anda nafkahkan untuk keluarga Anda. "
950. Dari Khaitsamah ra, katanya: "Ketika kami sedang duduk
(Belajar) dengan 'Abdullah bin' Umar, tiba-tiba datang bendaharanya, lalu dia masuk ke dalam acara. Kata 'Abullah
kepadanya, "Sudah kamu beri makankah para budak?" Jawab bendahara, "Belum, tuan ku!" Kata 'Abdullah, "Pergilah, beri makan mereka segera!" Kata 'Abdullah selanjutnya, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Alangkah besar dosanya orang yang menahan-nahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjaditanggungjawabnya. "
951. Dari Jabir ra, katanya: "Seorang pria dari Bani 'Udzrah memerdekakan hamba sahayanya dengan tebusan. Berita itu sampai
kepada Rasulullah saw., lalu beliau bertanya kepada pemilik budak itu, "Masih adakah harta mu selain budak itu?" Jawab orang itu, "Tidak, ya Rasulullah." Maka sabda Nabi saw., "Siapa yang mau membeli budak itu dariku?" Akhirnya budak itu dibeli oleh Nu'aim bin 'Abdullah Al' Adawi, dengan hargadelapan ratus dirham yang diserahkannya kepada Rasulullah saw., dan ia meneruskannya kepada pemilik budak itu. Kemudian beliau bersabda kepadanya, "Manfaatkanlah uang ini untuk kebutuhan diri mu sendiri lebih dahulu. Jika ada sisanya, untuk keluargamu (anak istri); jika masih bersisa, makauntuk kerabatmu; jika masih bersisa lagi, maka untuk orang-orang di sekitarmu. "
952. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Abu Thalhah adalah orang Anshar terkaya di Madinah. Dan harta yang paling disukainya adalah sebuah taman yang dinamainya 'Bairaha' yang letaknya berhadapan dengan masjid. Rasulullah saw. Pernah masuk ke dalam taman itu dan meminum air yang ada di dalamnya,yang ternyata manis. Kata Anas selanjutnya, "Ketika turun ayat:" Sekali-kali kamu tidak dapat mencapai kebajikan (yang sempurna), sehingga kamu nafkahkan sebagian harta mu yang kamu cintai (Al Imran: 92). Maka Abu Thalhah pergi menemui Rasulullah saw. seraya berkata: "Sesungguhnya Allah telah berfirmandi dalam KitabNya: Sekali-kali kamu tidak dapat mencapai kebajikan (yang sempurna) sehingga kamu nafkahkan sebagian harta mu yang kamu cintai. Maka hartaku yang paling ku cintai adalah 'Taman Bairaha'. Mulai saat ini taman itu aku sedekahkan karena Allah, di mana aku mengharapkan pahala dan tabungandi sisi Allah. Karena itu manfaatkanlah taman itu sesuai dengan kepentingan Anda, ya Rasulullah. "Sabda RasuluUah saw.," Wah! Properti yang sangat menguntungkan. Properti yang betul-betul menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang kamu ucapkan tentang harta itu. Namun aku berpendapat, sebaiknyalah tamanitu kamu bagi-bagikan kepada familimu yang terdekat. "Lalu Abu Thalhah membagi-bagikan tamannya itu kepada famili-familinya yang dekat, termasuk anak-anak pamannya."
953. Dari Zainab ra, istri 'Abdullah, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bersedekahlah, hai kaum wanita! Bersedekahlah, sekalipun dengan perhiasanmu!" 'Kata Zainab, "Mendengar sabda Rasulullah saw. Tersebut, lalu aku pulang menemui' Abdullah - suamiku seraya aku berkata kepadanya:" Anda seorangpria yang cepat kaki ringan tangan. Rasulullah saw. memerintahkan kepada kami kaum wanita, sehingga kami bersedekah. Cobalah datangi beliau, tanyakan kepada beliau, apakah sudah cukup memadai sedekahku kepada keluarga? Jika tidak memadai, akan ku alihkan kepada orang lain. "Jawab 'Abdullah," Sebaiknyaengkau sajalah yang mendatangi beliau. "" Maka pergilah aku. "kata Zainab." Di sana, di pintu rumah Rasulullah saw., ku temukan seorang wanita Anshar yang berarti sama dengan ku. Sebagaimana biasa, orang-orang yang ingin bertemu dengan Rasulullah saw. selalu diliputi rasa gentar. Kebetulan Bilal keluarmendapatkan kami. Kata kami kepada Bilal, "Tolonglah kami menyampaikan kepada Rasulullah saw., Bahwa dua orang wanita sedang berdiri di pintu hendak bertanya: Apakah cukup memadai jikalau kami keduanya bersedekah kepada suami kami masing-masing dan kepada anak-anak yatim yang berada dalam pemeliharaankami? Dan sekali-kali janganlah ia diberitahu siapa kami. "Maka masuklah Bilal menanyakan kepada Rasulullah saw. Pertanyaan mereka itu. Tetapi Rasulullah saw. Balik bertanya," Siapa kedua wanita itu? "Jawab Bilal," Seorang wanita Anshar bersama dengan Zainab. "" Zainab yang mana? "tanya
Rasulullah lagi. Jawab Bilal, "Isteri 'Abdullah," Sabda Rasulullah saw., "Masing-masing mereka mendapat dua pahala. Yaitu pahala karena karib kerabat dan pahala karena sedekah."
954. Dari Ummu Salamah ra, dia bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya: "Mungkinkah aku mendapat pahala atas nafkah yang kubelanjakan untuk mengasuh anak-anak Abu Salamah (anak tiri bagi Ummu Salamah) sehingga mereka tidak tersia-sia, di mana mereka kuanggap seperti anak-anakku sendiri? " Jawab Rasulullahsaw., "Ya, kamu dapat pahala atas nafkah yang kamu keluarkan untuk
biaya mengasuh mereka. "
955. Dari Abu Mas'ud Al Badri ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya karena Allah, maka pahala nafkahnya itu sama dengan pahala sedekah."
956. Dari Asma 'binti Abu Bakar ra, katanya: "Ketika terjadi gencatan senjata dengan kaum Quraisy, ibu ku yang ketika itu masih musyrik mendatangi ku. Lalu aku minta izin kepada Rasulullah saw. Seraya berkata:" Ya, Rasulullah! Ibuku mendatangi ku, karena ia rindu kepada ku. Bisakah aku menemuinya? "Jawab Rasulullah saw "" Ya, bisa! Temuilah ibumu! "
957. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Seorang pria datang bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Ibuku meninggal dengan tiba-tiba dan ia tidak sempat berwasiat. Menurut dugaanku, Sendainya dia sempat berbicara, mungkin dia akan bersedekah. Dapatkah ia akan pahalanya jika aku bersedekahatas nama beliau? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, bisa! "958. Dari Abu Syaibah ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Setiap perbuatan baik (ma'ruf) adalah sedekah. "
959. Dari Abu Dzar ra, katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. pernah berkata kepada beliau, "Kaum hartawan dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka shalat seperti shalat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." Jawab Nabi saw., "Bukankah Allah telah menjadikanberbagai macam cara untuk kamu bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah; setiap kalimat takbir adalah sedekah; setiap kalimat tahmid adalah sedekah; setiap kalimat tahlil adalah sedekah; amar ma'ruf dan nahyi munkar (mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah;bahkan pada kemaluanmu pun ada pula unsur sedekah. "Tanya mereka," (Kalau begitu), dapat pahalakah kami bila kami memuaskan nafsu syahwat (sex) kami? "] awab Rasulullah saw.," Kalau kamu melakukannya dengan yang haram, tentu kamu berdosa . Sebaliknya bila kamu lakukan dengan yang halal, kamu dapatpahala. "960. Dari 'Aisyah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Manusia diciptakan Allah memiliki tiga ratus enam puluh ruas. Maka siapa yang membaca takbir, tahmid, tahlil, tasbih dan istighfar, menyingkirkan batu, duri, atau tulang dari jalanan umum, serta mengajak orang kepada kebajikan dan 'mencegah kepada yang mungkar sebanyak tiga ratus enam puluh kali itu, niscaya dia terhindar dari api neraka pada hari itu. "
961. Dari Sa'id bin Abi Burdah ra, dari ayahnya, dari kakaknya, dari Nabi saw., Sabdanya: "Setiap orang muslim wajib bersedekah." Lalu ada orang yang bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup?" Jawab Nabi saw., "Dia harus bekerja untuk dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, dan supaya diadapat bersedekah. "
Tanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup?" Jawab Nabi saw., "Menolong orang yang membutuhkan pertolongan." Tanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup juga?" Jawab: "Mengajak kepada kebajikan atau kebaikan." Tanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup juga?" Jawab: "Menahan diri dari berbuat kejahatan,itu pun adalah sedekah. "
962. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap anggota tubuh manusia memiliki kesempatan untuk bersedekah setiap hari. Artinya, seperti mendamaikan dua orang yang berselisih, adalah sedekah. Menolong orang naik kendaraan, atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan,itu pun
sedekah. Ucapan atau tutur kata yang baik, juga sedekah. Setiap langkah yang Anda langkahkan pergi shalat, sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum,
adalah sedekah. "
963. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap pagi dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoa:" Wahai, Allah! Berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. "Dan yang satu lagi berkata:" Wahai Allah! Musnahkanlah harta si bakhil! "
964. Dari Haritsah bin Wahab ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Bersedekahlah kamu segera! Karena dikhawatirkan akan terjadi kelak, seorang pria pergi ke mana-mana membawa sedekahnya, tetapi dijawab oleh orang yang akan diberinya sedekah," Kalaulah kemarin engkau datang, akuterima sedekahmu. Sekarang aku tidak butuh lagi kepada sedekahmu itu. Akhirnya orang itu benar-benar tidak mendapatkan orang yang bersedia menerima sedekahnya itu. "
965. Dari Abu Musa ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Kelak akan datang suatu masa, di mana seorang pria berkeliling membawa emas untuk disedekahkannya, tetapi dia tidak mendapatkan orang yang bersedia menerima sedekahnya itu. Akan terjadi pula kelak, seorang pria di kuntit oleh empat puluh orangwanita yang semuanya menginginkan pria itu untuk menjadi suaminya. Hal itu akan terjadi, karena jumlah pria jauh lebih sedikit dari perempuan. "
966. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat, sebelum harta kekayaan telah bertumpuk-tumpuk dan berlimpah; sehingga seorang pria pergi ke mana-mana sambil membawa-bawa hartanya untuk dizakatkannya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang jua pun yangbersedia menerima zakatnya itu; dan sampai tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai. "
967. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak akan terjadi kiamat, sebelum harta kekayaan 'telah bertumpuk-tumpuk dan berlimpah (kemakmuran telah
merata) sehingga si pemilik harta merasa sedih karena tidak ada orang yang bersedia menerima sedekahnya. Dan orang yang dimintanya untuk menerima sedekahnya menjawab: "Aku tidak membutuhkan sedekah Anda!" 968. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak bumi akan memuntahkan jantunghatinya berupa tiang-tiang emas dan perak. Maka datanglah seorang pembunuh seraya berkata: Karena inilah aku jadi pembunuh. Kemudian datang pula si perampok, lalu berkata: Karena inilah aku putuskan hubungan silaturahim. Kemudian datang pula si pencuri seraya berkata: Karena inilah tangan ku dipotong.Sesudah itu mereka tinggalkan saja harta kekayaan itu, tiada mereka ambil secuil pun. "
969. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun yang menyedekahkan hartanya yang halal - di mana Allah memang tidak menerima melainkan hanya yang halal - melainkan Allah menerimanya dengan kanan-Nya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurmaitu akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar dari sebuah gunung. Demikianlah Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan anak unta (yang semakin lama semakin besar). "970. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw.bersabda: "Siapa yang bersedekah dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, maka Allah akan menerimanya dengan baik, lalu dipelihara-Nya seperti kamu memelihara anak kambing atau anak unta, sehingga sedekahmu itu tambah besar menjadi sebesar gunung atau lebih besar dari itu."
971. Dari Abu Hurairah ra, katanya "Rasulullah saw. Bersabda:" Hai, manusia! Sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: "Wahai,para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "(Al Mu'minun: 51)" Wahai, orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu .. "(Al Baqarah: 172) Kemudian Nabi saw. Menceritakantentang seorang pria yang telah lama berjalan karena jauhnya perjalanan yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu. Orang itu menadahkan tangannya ke langit seraya mendoa: "Wahai, Tuhan ku! Wahai, Tuhanku!" Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannyadari yang
ilegal, dan dia diasuh dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya? "
972. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang sanggup mendinding dirinya dari api neraka, meskipun dengan (bersedekah) sebelah buah kurma, maka hendaklah dia lakukan (segera)."
973. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Pernah bercerita tentang mereka. Lalu ia berlindung kepada Allah darinya, dan memalingkan mukanya tiga kali. Kemudian beliau bersabda:" Peliharalah diri mu dari neraka, meskipun dengan (bersedekah) sebelah buah kurma. Jikakamu tidak sanggup, maka dengan tutur kata yang baik. "
974. Dari Mundzir bin Jarir ra, dari ayahnya, katanya: "Pada suatu pagi ketika kami berada dekat Rasulullah saw., Tiba-tiba datang serombongan orang tanpa sepatu, dan berpakaian selembar kain yang diselimutkan mereka ke tubuh mereka sambil menyandang pedang. Kebanyakan mereka bahkan mungkin seluruhnyaberasal dari suku Mudhar. Ketika melihat mereka, wajah Rasulullah saw. berubah karena terharu melihat kemiskinan mereka. Dia masuk ke rumahnya dan kemudian keluar pula. Maka disuruhnya Bilal azan dan qamat, sesudah itu beliau shalat. Sesudah shalat beliau berpidato. Beliau membacakan firman Allah:"Hai, manusia! Taqwalah kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu dari satu diri; dan darinya Allah menciptakan isterinya; kemudian dari keduanya Ailah mengembang biakkan laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan menyebut nama-Nya kamu saling meminta satu samalain; dan peliharalah hubungan silatulrahim; sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu. "(An Nisa ': 1)" Hai, orang-orang yang beriman! Taqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnyaAllah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "(Al Hasyar: 18) Mendengar khutbah Nabi saw. Itu, serta merta seorang pria menyedekahkan uangnya, pakaiannya, segantang gandum dan segantang kurma, sehingga Nabi saw. Bersabda:" Sekalipun sebelah buah kurma. " maka datang pula seorang lelaki Anshar membawasebuah kantong yang hampir tak tergenggam oleh tangannya, bahkan tidak terangkat. Demikianlah, akhirnya orang-orang lain pun mengikuti pula memberikan sedekah mereka, sehingga terlihat olehku sudah terkumpul dua tumpuk makanan dan pakaian, sehingga tampak olehku wajah Rasulullah saw. jadi cemerlangbagaikan bersepuh emas. Maka bersabda Rasulullah saw., "Barangsiapa mengerjakan pekerjaan baik dalam Islam, maka dia memperoleh pahalanya dari orang yang mencontoh perbuatannya itu, tanpa mengurangi pahala mereka masing-masing. Dan siapa yang melakukan pekerjaan jahat, maka dia akan mendapatdosanya, ditambah dengan dosa orang-orang yang mencontoh perbuatan buruknya itu, tanpa mengurangi dosa mereka masing-masing. "
975. Dari Abu Mas'ud ra, katanya: "Kami diperintahkan Rasulullah saw. Supaya bersedekah, sedangkan kami hanya sebagai pekerja kasar, atau kuli. Namun Abu 'Uqail bersedekah setengah gantang. Kemudian yang lain-lain mengikutinya dengan menyedekahkan apa saja, namun lebih banyak dari itu. Melihat kenyataanitu, orang-orang munafik berkata: Sesungguhnya Allah Maha Kaya. Dia tidak membutuhkan sedekah ini dan itu. Dan mereka melakukan ini semua, hanya karena riya 'semata-mata. "Karena ucapan mereka itu, maka turunlah ayat :," (Orang-orang munafik, yaitu) mereka yang mencela orang-orang mukmin yang memberikansedekah dengan sukarela, dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu untuk disedekahkan) selain hasil jerih payah mereka. Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu dengan siksa yang pedih. "(At-Taubah: 79) .976. Dari Abu Hurairah ra, katanyaRasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meminjamkan untanya kepada satu keluarga untuk diperah susunya pagi dan petang, maka pahalanya sungguh sangat besar."
977. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw .. sabdanya: "Perumpamaan orang yang suka bersedekah (dermawan) bagaikan orang yang memakai dua jubah atau dua perisai di atas kedua susunya sampai ke atas. Bila dia ingin bersedekah, maka dilakukannya dengan penuh kemurahan . Dan bila orang bakhil ingin bersedekah,baju besi itu terasa sempit baginya dan setiap lingkarannya terasa seperti menjepit jari-jarinya sehingga keinginannya untuk bersedekah menjadi hilang sama sekali. Kemudian, dia berusaha melapangkannya kembali, tetapi dia tidak berhasil. "
978. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada seorang pria berkata," Aku akan bersedekah malam ini. "Lalu dia keluar membawa sedekahnya dan disedekahkannya kepada perempuan lacur. Esok pagi orang banyak mempercakapkan bahwa tadi malam ada pelacur yang diberi orang sedekah. Orang ituberujar, "Wahai, Allah! Segala puji bagi-Mu yang telah mentakdirkan sedekahku jatuh ke pelacur. Aku akan bersedekah lagi." Dia pergi pula membawa sedekahnya, lalu diberikannya kepada orang kaya. Pagi-pagi orang banyak mempercakapkannya pula, bahwa tadi malam ada orang memberi sedekah kepada orangkaya. Lalu orang yang bersedekah itu berkata, "Wahai, Allah! Untuk-Mulah segala puji, karena Engkau telah menjadikan sedekahku jatuh kepada orang kaya. Aku akan bersedekah lagi." Dia pergi pula membawa sedekahnya, dan diberikannya kepada si pencuri. Pagi-pagi orang banyak mempercakapkannya pula, bahwatadi malam ada orang bersedekah kepada pencuri. Orang yang bersedekah itu pun berujar pula, "Segala puji bagi Allah yang telah mentakdirkan sedekahku jatuh ke pelacur, kepada orang kaya, dan kepada pencuri. ' Kemudian orang itu didatangi malaikat seraya katanya:
"Sedekah Anda sudah diterima baik oleh masing-masing orang yang Anda beri sedekah. Adapun perempuan lacur, semoga dia berhenti dari perbuatan melacur; kepada si kaya, semoga dia menyadari dirinya dan bersedekah pula; dan untuk si pencuri, semoga dia berhenti mencuri."
979. Dari Abu Musa ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Seorang bendaharawan muslim yang melaksanakan tugasnya dengan jujur, dan membayar (memberikan sedekah) kepada orang yang diperintahkan oleh majikannya dengan cukup, segera dan dengan pelayanan yang baik, maka dia mendapatkan pahala yang sama seperti orangyang bersedekah. "
980. Dari 'Aisyah r.a .. katanya Rasulullah aw. bersabda: "Apabila seorang istri menyedekahkan makanan dari persediaan yang ada di rumahnya tanpa mengurangi kebutuhan rumah tangganya, maka si istri itu mendapat pahala karena dia yang menyedekahkannya, dan si suami mendapat pahala karena dia berusaha(Menghasilkan), dan si bendahara mendapat pahala pula, tanpa mengurangi pahala masing-masing. "981. Dari 'Umair, maula Abu Laham, katanya:" Aku ini hamba sahaya. Pada suatu ketika aku bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah aku menyedekahkan harta majikanku ala kadarnya?" Jawab Nabi saw., "Ya, bisa!Pahalanya seorang setengah antara kamu dengan majikanmu. "
982. Dari 'Umair, maula Abu Laham, katanya: "Majikanku menyuruh ku membuat dendeng daging. Sekonyong-konyong datang seorang miskin meminta-minta, lalu kuberikan dendeng itu sedikit kepadanya. Kemudian majikanku tahu akan hal itu, lalu aku dipukulnya. Karena itu aku datang mengadu kepada Rasulullahsaw. Majikanku disebut oleh bellau, sabdanya: "Betulkah kamu pukul dia, dan kenapa?" Jawab majikanku, "makananku diberikannya kepada orang miskin tanpa perintahku." Sabda beliau, "Kamu mendapat pahala seorang setengah dengan hamba mu itu."
983.Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang wanita janganlah berpuasa (sunat) ketika suaminya ada, kecuali dengan izin suaminya; dan janganlah dia memungkinkan orang lain masuk ke rumahnya, melainkan dengan izin suaminya; dan sesuatu yang disedekahkan isteri dari hasil usaha suaminyatanpa perintah suami, pahalanya seperdua bagi suami.
984. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang bersedekah hewan ternak dengan berpasangan (jantan betina) untuk membela agama Allah (fisabilillah), maka dia akan dipanggil kelak dalam surga:" Hai, hamba Allah! Inilah pahala kebajikan mu! Siapa yang rajin shalat, dia akandisebut dari
pintu shalat; dan siapa yang ikut berjuang menegakkan agama Allah, dia akan dipanggil dari pintu jihad; dan siapa yang rajin bersedekah, dia akan dipanggil dari pintu sedekah; dan siapa yang rajin puasa, dia akan dipanggil dari pintu puasa. "Lalu bertanya Abu Bakar Siddiq," Ya, Rasulullah! Apakah orangyang dipanggil dari semua pintu itu sekaligus? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, ada! Aku berharap semoga Anda termasuk salah seorang dari mereka. "985. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bertanya:" Siapakah di antara Anda yang berpuasa hari ini? "Jawab Abu Bakar," Aku, ya Rasulullah! "TanyaRasulullah saw., "Siapa di antara Anda yang mengiringkan jenazah ke pekuburan hari ini?" Jawab Abu Dakar, "Aku, ya Rasulullah!" Tanya Rasulullah saw., "Siapa di antara Anda sekalian yang memberi makan orang miskin hari ini?" Jawab Abu Bakar, "Aku, ya Rasulullah!" Tanya Rasulullah saw., "Siapakahdi antara Anda yang mengunjungi orang sakit hari ini? "Jawab Abu Bakar," Aku, ya Rasulullah! "Maka bersabda Rasulullah saw.," Siapa yang dapat melakukan perbuatan-perbuatan itu semuanya, niscaya dia masuk surga. "986. Dari Asma ' binti Abu Bakar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bersedekahlahkamu dan jangan menghitung-hitung, karena Allah akan menghitung-hitung pula pemberian-Nya kepada mu, dan jangan kikir karena Allah akan kikir pula kepada mu. "
987. Dari Asma 'binti Abu Bakar Siddiq ra, katanya dia mendatangi Nabi saw., Lalu dia bertanya: "Ya, Nabi Allah! Aku tidak punya apa-apa untuk disedekahkan selain yang diberikan Zuber (suamiku) kepada ku (untuk belanja rumah tangga ). Berdosakah aku bila uang belanja itu kusedekahkan ala kadarnya? "
Jawab Nabi saw., "Sedekahkanlah ala kadarnya sesuai dengan kemampuanmu, dan jangan menghitung-hitung, karena Allah akan menghitung-hitung pula pemberian-Nya kepada mu, dan akan kikir kepada mu."
988. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Hai, wanita muslimat! Janganlah kamu remehkan pemberian tetanggamu, meskipun hanya berupa kuku kambing." 989. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah swt. Pada hari kiamat kelak, di mana tidak ada sama sekali naungan pada hari itu melainkannaungan dari Allah swt .: (I) Imam (raja atau penguasa) yang adil, (2) Pemuda yang menjadi dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) Orang yang hatinya tergantung di masjid. (4) Dua orang yang saling mencintai satu sama lain karena Allah. Mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah. (5) Seorangpria yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan yang cantik untuk berbuat mesum, lalu dia menolak dengan kata: "Aku takut kepada Allah." (6) Orang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya. (7) Orang yang mengalir air matanya ketikaberzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam keadaan bersunyi diri. "
990. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw., Lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah! Sedekah bagaimanakah yang besar pahalanya? "Jawab Rasulullah saw.," Sedekah ketika Anda sedang sehat, ketika Anda sedang kikir, takut miskin, ketika Anda sedang mengharap-harap akanmenjadi seorang hartawan yang kaya-raya; maka pada saat-saat seperti itu janganlah Anda lalai, bersedekahlah. Dan janganlah ditunda sehingganya nyawa Anda telah sampai di tenggorokan, barulah Anda bagi-bagikan sedekah anda, ini untuk si Fulan, ini untuk si Fulan. Dan ingatlah, sesungguhnya hartaitu memang untuk si Fulan. "
991. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang (berkhutbah) di atas mimbar, beliau menyebut perihal sedekah dan perihal mencegah diri dari meminta-minta. Sabdanya:" Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah tangan yang memberi,sedangkan tangan yang di bawah adalah tangan yang meminta. "
992. Dari Hakim bin Hizam ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sedekah yang paling utama atau yang baik, adalah sedekah ketika mampu. Dan tangan yang di atas (memberi) lebih baik dari tangan yang di bawah (meminta). Dan dahulukan pemberian itu kepada orang yang menjadi tanggungan Anda." 993. DariHakim bin Hizam ra, katanya dia meminta sedekah kepada Nabi saw., Lalu diberi oleh beliau. Kemudian dimintanya lagi lalu diberi pula oleh beliau. Kemudian dimintanya lagi, lalu diberi pula oleh beliau: Kemudian beliau bersabda: "Properti itu lezat dan manis. Maka siapa menerimanya dengan hati bersih(Tidak rakus atau serakah), dia akan mendapat berkat dengan harta itu. Tapi siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, dia tidak akan mendapat berkat dengan harta itu; dia akan seperti orang makan yang tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. "
994. Dari Abu Umamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, anak Adam, sesungguhnya jika engkau sedekahkan kelebihan harta mu, akan lebih baik bagi mu dari jika engkau tahan-tahan (simpan). Yang malah akan berbahaya bagi mu. Dan engkau tidak akan dicela jika menyimpan sekadar untuk kebutuhan.Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yang menjadi tanggunganmu. "
995. Dari Mu'awiyah ra, katanya: "Hindarilah hadis-hadis palsu, kecuali hadis-hadis pada masa Umar bin Khaththab. Sesungguhnya Umar sangat ditakuti orang tentang hukum-hukum Allah, apalagi tentang hadis-hadis palsu, (karena tindakannya tegas) . Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yangdiinginkan
Allah menjadi (orang) baik, maka diberi-Nya orang itu pengetahuan yang dalam tentang agama. "Dan aku mendengar pula Rasulullah saw. Bersabda:" Aku ini adalah seorang bendahara. Maka siapa yang kuberi (sedekah) dan diterimanya dengan hati bersih, maka
dia akan mendapat berkat dari harta itu. Tapi siapa yang kuberi karena meminta-minta dan rakus, maka dia seperti orang makan yang tak pernah kenyang. "
996. Dari Mu'awiyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu nyinyir meminta-minta. Demi Allah! Tidak seorang jua pun yang meminta kepada ku, yang tidak ku penuhi permintaannya. Tetapi, seorang yang kuberi dengan hati menolak, maka pemberian itu tidak berkat baginya."
997. Dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan r .a., Dia berkata dalam khutbahnya, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka diberi-Nya orang itu pengetahuan yang dalam dan luas tentang agama. Sesungguhnya aku ini hanya membagi-bagi, sedangkan yang memberiadalah Allah swt. "
998. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang dinamakan orang miskin bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada orang banyak, lalu peminta-minta itu diberi orang sesuap dua suap, atau sebutir dua butir kurma." Tanya para sahabat, "Kalau begitu, siapakah yang dinamakanmiskin itu ya Rasulullah? "Jawab beliau," Orang miskin sesungguhnya adalah orang yang tidak memiliki apa-apa untuk menutup kebutuhannya, namun keadaannya itu tidak diketahui orang supaya orang bersedekah kepadanya, dan tidak pula dia meminta-minta ke sana-sini. "
999. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw, bersabda:
"Yang disebut orang miskin itu bukanlah orang peminta-minta yang diberi orang satu atau dua biji kurma, atau sesuap dua suap makanan. Tapi orang miskin sesungguhnya, adalah orang yang tahu menjaga diri (dari meminta-minta). Jika kamu mau, bacalah firman Allah swt .: "... mereka tidak meminta-minta kepadaorang dengan nyinyir "(Al Baqarah: 273)
1000. Dari Hamzah bin 'Abdullah bin' Umar ra, dari ayahnya, katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang peminta-minta, kelak di hari kiamat dia akan datang menemui Allah dengan muka tanpa daging."
1001. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meminta-minta kepada orang banyak untuk menumpuk harta kekayaan, berarti dia meminta-minta bara api, sama saja halnya, apakah yang diterimanya sedikit atau banyak."
1002. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Berangkatlah kamu pagi-pagi, kemudian pulang memikul kayu api dipunggung mu, lalu kamu bersedekah dengan itu tanpa meminta-minta kepada orang banyak, itu lebih baik bagi mu dari meminta-minta kepada orang banyak biardiberi atau tidak. Sesungguhnya tangan yang memberi lebih mulia dari tangan yang menerima. Dan Dahulukanlah memberi kepada orang yang menjadi tanggungan mu. "
1003. Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'iy ra, katanya: "Kami pernah berada dekat Rasulullah saw. Selama sembilan atau delapan atau mungkin juga tujuh (hari). (Waktu kami akan berpisah dengan beliau), beliau bersabda:" Apakah Anda semua tidak bai'at (janji setia) lebih dahulu dengan Rasulullah? "Sebenarnyakami telah bai'at dengan beliau. Lalu kami jawab, "Sesungguhnya kami telah bai'at dengan Anda, ya Rasulullah." Nabi saw. mengulang pertanyaannya, "Apakah Anda semua tidak bai'at lebih dahulu dengan Rasulullah?" Jawab kami, "Sesungguhnya kami telah bai'at dengan Anda, ya Rasulullah." Nabi saw. mengulanglagi pertanyaannya, "Apakah Anda semua tidak bai'at lebih dahulu dengan Rasulullah? '" Maka kami ulurkan tangan kami seraya berujar, "Sesungguhnya kami telah bai'at dengan Anda, ya, Rasulullah! Maka tentang hal apakah kami akan bai'at dengan Anda, ya Rasulullah? " Jawab beliau, "Bahwa kalian akan menyembahAllah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; akan menegakkan shalat yang lima waktu; akan terjadi patuh; dan tidak akan meminta apa-apa kepada orang banyak. "Kata 'Auf," Memang, sampai aku pernah melihat seorang di antara mereka jatuh cambuknya, tetapi dia tidak minta tolong sedikit juapun kepada orang lain untuk mengambilkannya. "1004. Dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali ra, katanya," Aku pernah menanggung utang (untuk mendamaikan dua kabilah yang saling sengketa). Lalu aku datang kepada Rasulullah saw., Meminta bantuan kepada beliau untuk membayarnya. Jawab beliau, "Tunggulahsampai orang datang mengantarkan zakat, nanti kusuruh serahkan kepada mu. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya," Hai, Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta itu tidak bisa (tidak halal). Kecuali untuk tiga golongan: (1) Orang yang menanggung utang (gharim, untuk mendamaikan dua orang yang bersengketaatau sejenisnya). Maka orang itu bisa meminta-minta, sampai hutangnya lunas. Bila hutangnya telah lunas, maka tidak dapat lagi dia meminta-minta. (2) Orang yang kena bencana, sehingga harta-bendanya musnah. Orang itu bisa meminta-minta sampai dia memperoleh sumber kehidupan yang layak baginya.(3) Orang yang ditimpa kemiskinan, (disaksikan atau diketahui oleh tiga orang yang terpercaya bahwa dia memang miskin). Orang itu bisa meminta-minta, sampai dia memperoleh sumber penghidupan yang layak Selain tiga golongan itu, haram baginya meminta-minta, dan haram pula baginya memakan hasil meminta-mintaitu. "
1005. Dari Salim bin 'Abdullah ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memberikan (bagian zakat) kepada' Umar bin Khaththab ra, lalu ditolak oleh 'Umar. Katanya:" Ya, Rasulullah! Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya dari ku. "Sabda Rasulullah saw.," Ambillah dan pergunakanlahuntuk keperluanmu, atau sedekahkan! Bila engkau diberi orang suatu pemberian tanpa engkau idam-idamkan dan tanpa minta-minta, terimalah pemberian itu. Tetapi (ingat), sekali-kali jangan meminta. "Kata Salim," Oleh karena itu Ibnu 'Umar (ayah Salim) tidak pernah meminta apa saja kepada seseorang,dan tidak pernah pula menolak apa yang diberikan orang kepadanya. "
1006. Dari Ibnu Sa'idi Al Maliki ra, katanya: "Umar bin Khaththab pernah menugaskan ku sebagai 'amil zakat. Setelah tugas itu selesai ku laksanakan dan hasil zakat yang ku kumpulkan telah ku serahkan kepadanya, maka' Umar menyuruh ku mengambil bagian ' amil untuk ku. Lalu jawab ku, "Aku bekerja karenaAllah, karena itu upah ku pun ku serahkan kepada Allah. "Kata 'Umar," Ambillah apa yang diberikan kepada mu itu. Sesungguhnya aku pernah pula bertugas pada masa Rasulullah saw. sebagai 'amil zakat. Lalu aku diberi oleh beliau bagian 'amil zakat. Aku menolak pemberian itu seraya berujar seperti kamuitu pula. Maka bersabda Rasulullah saw., "Apabila kamu diberi orang suatu pemberian (zakat, sedekah, wakaf, infak dan sebagainya) tanpa kamu minta, makanlah dan atau sedekahkan."
1007. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Hati seorang orang tua tetap muda dalam hal mencintai dua hal. Yaitu: dalam hal mencintai hidup dan harta benda."
1008. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap manusia pasti akan menjadi tua. Namun jiwanya tetap muda tentang dua hal. Yaitu: Tamak akan harta benda dan selalu ingin panjang umur."
1009. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Andai kata manusia itu telah memiliki harta benda sebanyak dua lembah, mereka masih ingin untuk mendapatkan satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi perutnya sampai penuh melainkan hanya tanah (maut). Dan Allah menerima taubat orang yangtaubat kepada-Nya. "
1010. Dari Anas bin Malik ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Andai kata anak Adam itu memiliki emas satu lembah, niscaya dia ingin memiliki satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi penuh mulut (hawa nafsu) nya melainkan tanah (maut). Dan Allah menerima taubat siapa yang taubat kepada-Nya."
1011. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang disebut 'kaya', bukanlah kaya harta-benda duniawi, tetapi yang dikatakan 'kaya' adalah kaya jiwa."
1012. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. berdiri, lalu beliau berpidato kepada orang banyak. Sabda beliau: "Demi Allah! Tidak ada yang aku khawatirkan terhadap Anda sekalian, melainkan harta benda yang telah dikaruniakan Allah kepada mu sebagai perhiasan dunia." Lalu seorang priabertanya: "Ya, Rasulullah! Apakah mungkin sesuatu yang baik mendatangkan bencana?" Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah Saw. diam sejenak, kemudian ia balik bertanya, "Apa yang Anda tanyakan?" Orang itu mengulang pertanyaannya: "Apakah mungkin sesuatu yang baik mendatangkan bencana?" Jawab Rasulullahsaw., "Sesungguhnya sesuatu yang baik itu memang mendatangkan kebaikan. Tapi, apa yang terlihat baik, belum tentu selamanya baik. Rumput yang tumbuh di musim hujan, tempo-tempo dapat membunuh binatang ternak atau merusaknya. Kecuali bagi yang memakannya hanya sampai kenyang, sesudah itu diaberhenti, lalu menghadap ke matahari, buang air besar atau buang air kecil, sesudah itu baru dia makan kembali. Siapa yang beroleh harta dengan jalan halal, dia akan mendapat berkat dengan harta itu. Tapi siapa yang mengambilnya dengan jalan yang tak halal, maka misalnya seperti orang makan yangtidak pernah merasa kenyang. "
1013. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu ketika,
Nabi saw. duduk di atas mimbar, sedangkan kami duduk sekeliling beliau. "Sabda beliau," Yang aku takutkan terhadap kamu semua sepeninggal ku kelak, adalah karunia Allah terhadap kamu semua berupa harta benda perhiasan dunia. "Lalu seorang pria
bertanya, "Mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan bencana, ya Rasulullah?" Mendengar pertanyaan itu Rasulullah saw. terdiam. Lalu dikatakan orang kepada sahabat yang bertanya itu, "Bagaimana pendapatmu, Anda bertanya kepada Rasulullah saw., Tetapi ia tidak menjawab." Jawab orang itu, "Aku kiraia sedang kedatangan wahyu. "Setelah sadar kembali, ia hapus keringat beliau, lalu beliau bertanya," Apa gerangan pertanyaan orang yang bertanya tadi? "- dengan sikap seperti memuji. Sabda beliau," Kebaikan yang sungguh-sungguh baik tidak akan mendatangkan bencana. Tapi apa-apa yang ditumbuhkandi musim hujan, kadang
kadang dapat membunuh atau menyakitkan. Kecuali bagi pemakan hijau-hijauan yang memakan hanya sampai kenyang, kemudian dia menghadap ke matahari, lalu buang air besar atau kecil, sesudah itu barulah dia makan kembali. Sesungguhnya harta benda dunia itu kelihatannya hijau dan manis tetapi sebaik-baikharta seorang muslim, ialah yang disedekahkannya kepada orang miskin, atau kepada anak yatim, dan atau kepada pejuang-pejuang yang berjuang menegakkan agama Allah. "Atau seperti yang disabdakan Rasulullah saw.," Siapa yang memperoleh harta dengan tidak halal, maka dia seperti orang yang makan, tidakpernah merasa kenyang (puas). Sedangkan harta itu akan menjadi saksi bagi keserakahannya kelak di hari kiamat. "
1014. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Beberapa orang kaum Anshar sering meminta-minta sedekah kepada Rasulullah saw., Dan selalu diberi oleh beliau, sehingga pada suatu ketika Rasulullah kehabisan apa yang mereka minta. Lalu beliau bersabda:" Selama sesuatu yang baik masih ada pada ku, sekali-kalitidaklah akan kusembunyikan terhadap mu. Tapi siapa yang 'afif (dapat memelihara diri dari meminta-minta), maka Allah akan memeliharanya pula. Dan siapa yang merasa cukup dengan apa yang ada, Allah akan mencukupinya pula. Dan siapa yang sabar, Allah akan menambah kesabarannya. Tidak ada suatu pemberianyang diberikan orang, yang lebih baik dan lebih melapangi selain sabar. "
1015. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh amat beruntunglah orang yang Islam (berserah diri) dan merasa cukup dengan apa yang direzekikan Allah serta memadakan apa yang diberikanNya."
1016. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. pernah berkata dalam doanya: "Allahumaj'al Rizqa ala Muhammad qutan." (Wahai, Allah! Jadikanlah rezeki keluarga Muhammad menguatkan).
1017. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Membagi-bagikan sedekah. Lalu aku menyarankan kepada beliau, kata ku:" Demi Allah, ya Rasulullah! Bukan mereka ini yang lebih berhak diberi sedekah, tetapi adalah mereka itu. "Jawab Nabi saw ;," Mereka ini seolah-olah memaksakankepada ku untuk mengambil salah satu antara dua pilihan, yaitu apakah mereka akan meminta kepada ku dengan cara kasar, ataukah mereka akan menuduh ku orang bakhil. Padahal aku tidak bakhil. "
1018. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika aku berjalan bersama-sama dengan Rasulullah saw. Ketika itu ia memakai selendang buatan Najran yang tebal pinggirnya. Sekonyong-konyong seorang Arab dusun mendapatkan beliau, lalu ditariknya selendang Nabi itu sekuat- kuatnya, sehingga kulihatpinggiran selendang itu membekas di leher Rasulullah saw., karena kuatnya tarikat orang itu. Kemudian orang itu berkata, "Hai, Muhammad! Perintahkanlah (kepada bendahara Anda) supaya aku diberinya harta yang ada dalam pengawasanmu!" Rasulullah menoleh kepada orang itu sambil tertawa. Kemudian diperintahkanoleh beliau supaya orang itu diberi (sedekah). "
1019. Dari Miswar bin Makhramah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Membagi-bagikan beberapa baju jaket kepada beberapa orang sahabat. Tapi beliau tidak memberi apa-apa kepada Makhramah. Karena itu Makhramah berkata," Hai, anakku! Marilah kita pergi ke Rasulullah saw. "Lalu aku pergibersama ayahku menemui beliau. Kata ayahku, "Masuklah kamu lebih dahulu, dan sampaikan kepada beliau bahwa aku berada di sini mohon bertemu dengan beliau." Kata Miswar, "Aku pun masuk, dan menyampaikan kepada beliau bahwa ayahku berada di luar mohon bertemu dengan Rasulullah. Rasulullah keluar sambilmembawa sehelai baju jaket untuk Makhramah. Kata beliau, "Ini kusediakan untuk Anda," sambil Nabi saw. melihat kepadanya dan berkata: "Semoga Makhramah merasa puas."
1020. Dari Miswar bin Makhramah ra, katanya: "Rasulullah menerima beberapa helai jaket, lalu kata
ayahku (Makhramah) kepada ku, "Marilah kita pergi ke beliau, mudah-mudahan ada pembagian untuk kita." Setibanya kami di rumah Rasulullah saw., Ayahku berdiri di pintu seraya berbicara, Rasulullah saw. kenal suaranya, lalu beliau keluar membawa sebuah baju jaket dengan memperlihatkan keindahannyakepada ayahku seraya bersabda: "Ini kusediakan untuk Anda, ini kusediakan untuk Anda."
1021. Dari 'Amir bin Sa'ad ra, dari ayahnya Sa'ad ra, katanya: "Rasulullah saw. Membagi-bagikan sedekah kepada suatu kaum, dan aku duduk di antara mereka menyaksikannya, Kata Sa'ad," Rasulullah saw, meninggalkan seorang pria, tidak memberinya pembagian itu. Oleh karena itu, orang tersebut sangatmenjadi perhatian bagi ku, sehingga karenanya aku datangi Rasulullah saw. seraya bertanya kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan tidak Anda beri pembagian sedekah itu? Aku tahu benar bahwa dia seorang mukmin," Jawab Rasulullah saw., "Ataukah dia itu seorang muslim?" "Aku diam sebentar."kata Sa'ad, "Kemudian apa yang ku ketahui tentang orang itu sangat mempengaruhi ku. Lalu aku bertanya pula kepada Rasulullah saw." Ya, Rasulullah! Apa sebabnya si Fulan itu tidak Anda beri pembagian itu? Kenapa? Demi Allah! Aku tahu benar bahwa dia itu mukmin. "Jawab Nabi saw.," Ataukah dia itu muslim? "Kemudian Nabi saw. melanjutkan sabdanya, "Sesungguhnya aku memberi seseorang, padahal yang lain sebenarnya lebih aku cintai; ku lakukan yang demikian, karena aku khawatir muka orang (yang ku beri) itu akan ditengkurapkan Allah kelak di neraka."
1022. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika perang Hunain, Allah memberikan harta rampasan kepada Rasulullah saw. Dari harta kaum Hawazin. Lalu Rasulullah saw. Membagikannya kepada kaum Quraisy berupa seratus ekor unta. Oleh karena itu beberapa kaum Anshar berujar," Semoga Allah mengampuni Rasulullahsaw. yang telah memberi kaum Quraisy. Sedangkan kita dibiarkan saja oleh beliau, padahal pedang kita masih basah oleh darah musuh. "Kata Anas," Ucapan mereka itu disampaikan orang kepada Rasulullah saw. Karena itu Nabi memerintahkan kaum Anshar supaya berkumpul di tenda kulit. Setelah mereka berkumpul,Rasulullah mendatangi mereka, lalu bertanya:
"Benarkah berita yang sampai kepada ku tentang ucapan Anda itu?" Cerdik pandai kaum Anshar menjawab, "Kami tidak pernah mengatakan yang demikian, ya Rasulullah! Tapi pemuda-pemuda kamilah yang mengatakan:" Semoga Allah mengampuni Rasulullah yang telah memberi orang Quraisy. Sedangkan kita dibiarkannyasaja. Padahal pedang kita masih basah oleh darah musuh. "Sabda Rasulullah saw.," Sebenarnya aku hanya memberi orang-orang yang belum lama masuk Islam, sekadar untuk menghibur hati mereka. Apakah Anda semua tidak rela kalau mereka pergi dengan harta benda dunia, sedangkan Anda semua pulang ke rumah mumasing-masing bersama-sama dengan Rasulullah? Demi Allah! Apa yang Anda bawa pulang sesungguhnya lebih berharga dari apa yang mereka bawa. "Jawab mereka:" Benar, ya Rasulullah! Kami rela, ya Rasulullah! "Sabda beliau, Anda semua bakal mendapatkan orang-orang yang sangat mementingkan pribadinyamasing-masing; karena itu sabarlah, sehingga Anda berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya. Aku akan menunggu Anda kelak di sebuah sumur. "Jawab mereka," Kami akan sabar, ya Rasulullah! "
1023. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Mengumpulkan kaum Anshar, lalu beliau bertanya:" Apakah ada orang lain di antara kamu sekalian? "Jawab mereka," Tidak, ya Rasulullah! Kecuali hanya seorang anak saudara perempuan kami. "Sabda Rasulullah saw.," Keponakanperempuan suatu kaum, termasuk kaum itu sendiri. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya," Orang Quraisy itu belum lama keluar dari jahiliyah dan mushibah. Karena itu aku bermaksud hendak mendekati dan menghibur mereka. Apakah kamu tidak rela mereka pulang dengan harta benda dunia, sedangkan kamu pulangbersama Rasulullah ke rumah mu masing-masing? Kalaulah mereka melewati sebuah lembah, dan orang Anshar melewati jalan bukit, niscaya aku akan melewati jalan bukit bersama-sama dengan orang Anshar. "
1024. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Makkah telah ditaklukkan, Rasulullah saw. Membagi
bagikan harta rampasan kepada orang-orang Quraisy. Lalu orang-orang Anshar berujar, "Ini sungguh-sungguh membingungkan. Pedang kita masih basah oleh darah musuh, tetapi rampasan kita diberikan kepada mereka (orang-orang Quraisy)." Ucapan itu sampai kepada Rasulullah saw. Lalu mereka dikumpulkanoleh beliau. Tanya dia, "Benarkah berita yang sampai kepada ku tentang ucapan kamu sekalian?" Jawab mereka, "Apa yang mereka sampaikan itu benar, ya Rasulullah! Mereka tidak berdusta. Sabda Nabi saw.," Apakah kamu sekalian tidak rela kalau mereka (orang-orang Quraisy) pulang ke rumah mereka denganharta benda dunia, sedangkan kamu sekalian pulang ke rumah mu masing-masing dengan Rasulullah? Andai kata mereka melewati jalan lembah dan jalan bukit, sedangkan orang Anshar melewati jalan lembah dan jalan bukit pula, akan kutempuh lembah dan bukit yang dilewati kaum Anshar. "
1025. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Ketika Ali bin Abi Thalib berada di Yaman, dia pernah mengirimkan emas yang masih kotor kepada Rasulullah saw. Lalu emas itu dibagi-bagikan oleh Rasulullah saw. Kepada empat kelompok, yaitu: kelompok Aqra 'bin Habis Al Hanzhali,' Uyainah bin Badar Al Fazari,'Alqamah bin' Ulatsah Al 'Amiri, termasuk Bani Kilab dan Zaid Al Khair Ath Thai, dan salah satu Bani Nabhan. Kata Abu Sa'id, "Orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu." Kata mereka, "Mengapa para pemimpin Nejed yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibagi nya?" Jawab Rasulullahsaw., "Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu, untuk membujuk hati mereka."
Sementara itu datang seorang pria berjanggut tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Dia berkata, "Ya, Muhammad! Takutlah engkau kepada Allah!" Jawab Rasulullah saw., "Siapa pulakah lagi yang akan mentaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakainya? Allah memberikanketenangan bagi ku atas semua penduduk bumi maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku? "Kata Abu Sa'id," Setelah orang itu berlalu, maka seorang sahabat (yaitu Khalid bin Walid) minta izin kepada Rasulullah saw. untuk membunuh orang itu. Jawab Rasulullah saw., "Dari kelompok orang ini,akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Qur'an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala - mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang keluar dari busurnya. Seandainya aku masih menemukan mereka,akan kemusnahkan mereka seperti musnahnya kaum 'Ad. "
1026. Dari Suwaid bin Ghafalah ra, katanya 'Ali bin Abi Thalib pernah berkata, "Berbicara tentang hadis Rasulullah saw., Aku lebih suka tersungkur dari langit, dari aku mengucapkan hadis yang tidak pernah diucapkan oleh beliau. Lain halnya
bila aku berbicara denganmu membicarakan persoalanku dengan kamu; maka sesungguhnya perang itu adalah tipu muslihat. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Nanti bakal muncul di akhir zaman, pemuda-pemuda berpikiran bodoh, pandai mengucapkan kata yang muluk-muluk dan berbicara manis, pandaimembaca Qur'an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka (hanya sekedar baca-baca saja). Mereka keluar dari agama Islam bagaikan anak panah yang keluar dari busurnya (tidak pernah kembali). Apabila kamu bertemu dengan mereka, bunuhlah mereka! Karena sesungguhnya membunuh mereka itu dapat pahala di sisiAllah kelak di hari kiamat. "
1027. Dari Abu Dzar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sepeninggal ku kelak, akan muncul suatu kaum yang pandai membaca Qur'an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka (hanya sekedar baca saja). Mereka keluar dari agama, seperti anak panah keluar dari busurnya, di mana mereka tidak pernah lagikembali ke dalam agama itu. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk dan perilaku mereka. "
1028. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Hasan bin Ali masih kecil, dia pernah mengambil kurma dari tumpukan kurma sedekah (zakat), lalu diletakkannya ke mulutnya. Maka bersabda Rasulullah saw.," Jijik, jijik, buang ! Tidak tahukah kamu, bahwa kita (keluarga Muhammad) tidak bisamemakan sedekah (zakat)? "1029. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Pada suatu hari aku pulang ke rumah istriku, ku temukan sebuah kurma jatuh di lantai. Kurma itu kuambil hendak kumakan. Tapi tiba.tiba aku ingat kalau-kalau kurma itu kurma sedekah, maka kuletakkan saja kembali. "
1030. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Menemukan kurma di jalan. Lalu sabda beliau," Kalaulah kurma itu bukan kurma sedekah, kumakan dia. "
1031. Dari Juwairiyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Pulang ke rumahnya
(Juwairiyah), lalu beliau bertanya, "Apakah engkau siap makanan?" Jawab Juwairiyah, "Tidak! Demi Allah! Kita tidak punya makanan apa-apa, selain tulang kambing yang disedekahkan orang ke maulaku." Sabda Nabi saw., "Bawalah ke sini! Bukankah sedekah itu sudah sampai ke tujuannya?" 1032. Dari Anasbin Malik ra, katanya: "Barirah menghadiahkan daging kepada Rasulullah saw., yang disedekahkan orang-orang kepada Barirah. Lalu Nabi saw. bersabda:" Untuk Barirah daging itu sedekah, tetapi untuk kita hadiah dari Barirah. "
1033. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Dikirim orang daging sapi, seraya berkata:" Daging ini sedekah untuk Barirah. "Lalu kata Nabi saw.," Untuk Barirah sedekah, dan untuk kami hadiah. "
1034. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Telah terjadi tiga peristiwa yang berhubungan dengan Barirah.
Banyak orang bersedekah kepadanya, dan memberi hadiah kepada kami. Lalu hal itu ku sampaikan kepada Rasulullah saw. Sabda beliau, "Untuk Barirah adalah sedekah, dan untuk kamu adalah hadiah. Makanlah!"
1035. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengirimi ku daging kambing bagian sedekah. Lalu aku kirimkan kembali sebagiannya kepada' Aisyah. Ketika Rasulullah saw. Pulang ke rumah 'Aisyah, beliau bertanya," Apakah kamu siap makanan? " Jawab 'Aisyah, "Tidak! Kecuali daging kambing yangdikirimkan Nusaibah (Ummu 'Athiyah) kepada kita, yaitu sebagian dari daging sedekah yang Anda kirimkan kepadanya. "Sabda Nabi saw.," Sedekah itu sudah sampai ke tujuannya. "
1036.Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Diantara orang makanan, beliau selalu bertanya tentang pengiriman itu. Bila dikatakan orang hadiah, beliau makan, dan bila dikatakan orang sedekah, tidak dimakannya."
1037. Dari 'Abdullah bin Abi Aufa ra, katanya: "Apabila di antarkan orang kepada Rasulullah saw. Sedekah mereka, beliau mendo'a:" Allahumma shalli' alaihim "(Wahai Allah! Berilah mereka rahmat). Maka pada suatu hari Abu Aufa datang mengantarkan sedekahnya kepada beliau. Lalu beliau mendoa: "Allahummashalli 'ala ali Abi Aufa. "(Wahai, Allah! Berilah rahmat kepada keluarga Abu Aufa)."
1038. Dari Jarir bin Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketika 'amil zakat mendatangi mu untuk mengumpulkan zakat dari mu, maka hendaklah dia pulang kembali dengan rasa puas terhadap mu."
1039. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila Ramadhan telah datang, maka dibukakan pintu surga, dikunci pintu neraka, dan dibelenggu semua setan."
1040. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila Ramadhan telah datang, maka dibukakan pintu rahmat, terkunci neraka jahannam, dan dirantai semua setan."
1041. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Nabi saw. bersabda tentang Ramadhan, sabdanya: "Janganlah kamu puasa sebelum melihat bulan (terbit) dan janganlah berbuka sebelum melihatnya (terbit kembali). Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka hitunglah (jumlah harinya tiga puluh hari)." 1042. Dari Ibnu'Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda tentang Ramadhan, sambil beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya, sabdanya: "Sebulan itu sebegini, sebegini, dan sebegini, - ia menekuk salah satu jempolnya kali yang ketiga. Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka hitunglah tiga puluh hari."
1043. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kita umat yang ummi; tidak pandai menulis dan berhitung. Sebulan adalah sebegini, sebegini dan sebegini. Dia menekuk sebuah jempolnya kali yang ketiga. Dari sebulan adalah begini, begini, begini. Yakni cukup tiga puluh hari."
1044. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu telah melihat bulan (terbit), maka puasalah, dan bila kamu telah melihatnya (terbit kembali), maka berbukalah. Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka puasalah tiga puluh hari."
1045. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Puasalah kamu bila telah melihat bulan (terbit) dan berbukalah bila telah melihatnya (terbit). Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka genapkanlah bilangannya."
1046. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Puasalah kamu bila telah melihat bulan (terbit) dan berbukalah bila telah melihatnya (terbit). Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka hitunglah tiga puluh hari."
1047. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Tatkala telah lewat dua puluh sembilan malam yang aku menghitungnya sendiri, Rasulullah saw. Mulai masuk ke rumahku. Karena itu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Bukankah Anda telah bersumpah tidak akan masuk ke rumah kami selama sebulan? Menurut Hitunganku,sekarang baru dua puluh sembilan hari. "Jawab Nabi saw.," Sesungguhnya sebulan itu adakalanya dua puluh sembilan hari. "1048. Dari Ummu Salamah ra, katanya:" Pada suatu ketika Nabi saw. bersumpah tidak akan pulang ke rumah istrinya selama sebulan. Setelah berlalu dua puluh sembilan hari, esok pagi-pagiia datang ke rumah mereka. Lalu diingatkan mereka kepada beliau, "Ya, Nabi Allah! Bukankah Anda telah bersumpah tidak akan masuk ke rumah kami selama sebulan?" Jawab beliau, "Sebulan itu adakalanya dua puluh sembilan hari."
1049. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu dahului puasa Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi orang yang mempuasakan puasa tertentu, maka dia bisa meneruskannya."
1050. Dari Kuraib ra, katanya dia diutus oleh Ummul Fadhal binti Harits menemui Mu'awiyah di Syam. Kata Kuraib, "Setelah aku tiba di sana dan tugasku telah selesai, bulan Ramadhan pun tiba. Aku melihat bulan terbit pada malam Jum'at. Kemudian aku tiba kembali di Madinah pada akhir bulan. Lalu 'Abdullahbin 'Abbas r.a. bertanya kepada ku: Kapan Anda mulai melihat bulan? "Jawab ku," Kami melihatnya pada malam Jum'at. "Tanya," Apakah Anda menyaksikannya sendiri? "Jawab ku," Ya! Aku menyaksikannya sendiri, bersama orang banyak. Karena itu mereka mulai puasa, begitu pula Mu'awiyah. "Kata Ibnu 'Abbas,"Tapi kami melihatnya malam Sabtu. Karena itu kami akan mencukupkan puasa kami tiga puluh, atau kami melihat bulan." Tanya ku, "Apakah tidak cukup dengan penglihatan Mu'awiyah dan sesuai puasanya saja?" Jawab Ibnu 'Abbas. "Tidak! Karena begitulah perintah Rasulullah saw. Kepada kami."
1051. Dari Abu Al Bakhtari ra, katanya: "Pada suatu ketika kami pergi 'umrah. Ketika berhenti di Nakhlah, kami saling menunjuk bulan. Setengah kami mengatakan, bulan sudah tiga hari. Sedangkan yang lain mengatakan bulan baru dua hari." Tanya Ibnu 'Abbas ra, "Malam apa kamu melihatnya?" Jawab kami,"Malam anu!" Kata Ibnu 'Abbas, "Bahwasanya Rasulullah saw. Pernah bersabda: Sesungguhnya Allah swt. Telah membentangkannya untuk dapat dilihat. Karena itu mulailah pada malam kamu melihatnya." 1052. Dari Abu Al Bakhtari ra, katanya: "Ketika kami berada di Dzat 'IRQ, bulan Ramadhan pun tiba. Lalu kamiutus seorang pria kepada Ibnu 'Abbas untuk menanyakannya. Jawab Ibnu 'Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah membentangkannya untuk dilihat. Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka sempurnakanlah bilangannya (tiga puluh)."
1053. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya: "Setelah turun ayat:" ..hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar .. "(Al Baqarah: 187), maka berkata' Adi bin Hatim kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Aku meletakkan benang putih dan benang hitam di bawah bantalku untuk membedakanmalam
dan siang. "Sabda Rasulullah saw.," Bantalmu terlalu lebar. Yang dimaksud (dengan benang hitam) adalah gelap malam, dan (benang putih) adalah cahaya siang. "
1054. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya: "Ketika turun ayat:" .. dan makan minumlah kamu sehingga nyata bagi mu perbedaan benang putih dari benang hitam (Al Baqarah: 187) maka ada seorang pria mengambil benang putih dan benang hitam , lalu dia makan sehingga jelas baginya perbedaan keduanya. BerikutnyaAllah swt. menurunkan kata "minal fajri" (yaitu ketika fajar). Maka jelaslah apa yang dimaksud dengan benang putih dan benang hitam. "
1055. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya:
"Rasulullah saw. Memiliki dua orang muadzin (tukang adzan). Yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Maka bersabda Rasulullah saw.," Bilal azan tengah malam karena itu makanlah dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. "
1056. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu terhalang makan sahur
karena azan Bilal; karena dia azan tengah malam, untuk memanggil pulang orang-orang yang shalat, dan mengembangkan yang sedang tidur. "
1057. Dari Samurah bin Jundub ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu terperdaya (untuk tidak makan sahur) oleh azan Bilal waktu sahur, dan jangan pula karena cahaya putih ini (fajar kadzib) sampai dia tersebar."
1058. Dari Samurah bin Jundub ra, dia berkhutbah menyampaikan hadis Rasulullah saw. yang menyabdakan: "Janganlah kamu terhalang makan sahur oleh adzan Bilal, dan jangan pula oleh cahaya putih ini, sehingga terbit fajar (Siddik)."
1059. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Makan sahurlah kamu, karena makan sahur itu mengandung berkat!" 1060. Dari 'Amru bin' Ash r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perbedaan puasa kita dengan puasa Ahli Kitab, adalah makan sahur."
1061. Dari Anas ra, dari Zaid bin Tsabit ra, katanya: "Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah saw. Tidak berapa lama kemudian kami pergi shalat. Tanya Anas," Kira-kira berapa lama jaraknya antara waktu makan sahur dengan shalat? "Jawab Zaid," Kira-kira selama membaca lima puluh ayat. "
1062. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Berbahagialah selalu orang-orang yang menyegerakan berbuka."
1063. Dari Abu 'Athiyah ra, katanya: "Aku dan Masruq pernah datang menemui' Aisyah ra ke rumahnya, lalu kami bertanya:" Ya, Ummul Mukminin! Ada dua orang sahabat Rasulullah saw. yang satu menyegerakan berbuka dan shalat, dan yang satu lagi melambatkannya. Bagaimana itu? "Tanya 'Aisyah r.a.," Siapayang menyegerakan berbuka dan shalat? "Jawab kami," Abdullah Ibnu Mas'ud. "Kata 'Aisyah," Menyegerakan itulah yang dilakukan Rasulullah saw. "1064. Dari' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila malam telah datang, siang telah hilang, dan matahari telah terbenam, maka orang yang puasa sudahbisa berbuka. "
1065. Dari 'Abdullah bin Abi Aufa ra, katanya: "Kami bepergian bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanan di bulan Ramadhan. Ketika matahari telah terbenam beliau bersabda:" Hai, Fulan! Turunlah, dan siapkan makan kita! "Jawab orang itu," Hari masih siang, ya Rasulullah! "Sabda Rasulullah,"Turunlah dan siapkan makan kita!" Kata 'Abdullah, "Orang itu pun segera turun, lalu dia menyiapkan makanan dan menyajikannya kepada Rasulullah saw., Dan beliau langsung minum. Kemudian beliau bersabda sambil menunjuk dengan tangannya:" Ketika matahari telah terbenam di sana, dan malam telah datangdi sini, maka orang puasa sudah bisa berbuka. "1066. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Bahwasanya Nabi saw. melarang orang melakukan puasa wishal (yakni puasa berturut-turut dua hari atau lebih tanpa berbuka). Lalu kata para sahabat kepada beliau: "Bukankah Anda sendiri melakukannya?" Jawab Nabi saw .:"Aku tidak seperti kamu semua. Aku diberi makan dan minum oleh Tuhan ku."
1067. Dari Abu Hurairah r, a., Katanya: "Rasulullah saw. Melarang orang melakukan puasa wishal. Maka berkata seorang pria muslim kepada beliau:" Bukankah Anda sendiri melakukan puasa secara wishal, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw .:" Tidak seorang pun di antara kamu yang menyamai ku. Bila haritelah malam, aku diberi makan dan minum oleh Tuhan ku. "Ketika ternyata mereka menolak akan berhenti puasa wishal, Nabi saw. puasa pula secara wishal bersama mereka dua hari berturut-turut. Sesudah itu bulan (Syawal) datang. Lalu beliau bersabda : "Seandainya bulan (Syawal) belum terbit niscayakuteruskan puasa wishal bersama kamu semua - Rasulullah mengucapkan sabdanya itu dengan nada marah,
karena mereka menolak dilarangnya puasa wishal. "
1068. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu puasa secara wishal!" Jawab para sahabat, "Bukankah Anda sendiri melakukan puasa wishal?" Jawab Rasulullah saw., "Kamu tidak akan sanggup melakukannya seperti aku. Bila hari telah. Malam, aku diberi makan dan minum olehTuhan ku. Karena itu beramal-ibadatlah sesuai dengan kemampuanmu. "
1069. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah saw. Shalat. Aku datang dan berdiri di samping beliau. Kemudian datang pula sahabat yang lain, lalu dia berdiri pula, sehingga akhirnya kami menjadi satu rombongan. Tatkala Nabi saw. merasa bahwa kami shalat di belakang beliau,maka beliau pendekkan shalatnya, kemudian ia masuk ke rumahnya, dan di sana ia shalat sendirian. "Kata Anas," Pagi-pagi kami bertanya kepada beliau: Apakah Anda tahu perbuatan kami semalam? "Jawab beliau," Ya, aku tahu. Itulah yang menyebabkan aku masuk ke rumah dan di sana aku shalat sendirian. "Kata Anas selanjutnya, "Beberapa hari di akhir bulan (Ramadhan) Rasulullah melakukan puasa wishal. Karena itu beberapa orang sahabat melakukannya pula. Maka bersabda Rasulullah saw .: Mengapalah orang-orang ini ikut-ikutan berpuasa wishal. Kamu semua tidak seperti aku. Ketahuilah ! Demi Allah! Kalaulahbulan ini bertambah panjang, aku akan terus puasa wishal sehingga orang-orang yang membebani dirinya dalam melakukan suatu amal ibadah kewalahan sendiri. "
1070. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Melarang mereka puasa wishal, adalah rahmat bagi mereka. Mereka berkata kepada Rasulullah saw.," Bukankah Anda sendiri melakukan puasa wishal? "Jawab Nabi saw.," Aku tidak seperti kamu. Aku diberi makan dan minum oleh Tuhan ku. "
1071. Dari Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mencium salah seorang istri beliau, padahal beliau puasa." Kemudian 'Aisyah tertawa.1072. Dari 'Aisyah ra, katanya, "Rasulullah saw. Pernah mencium ku, padahal beliau puasa. Siapakah di antara tuan-tuan yang sanggup mengendalikan nafsu sepertiRasulullah saw.? "
1073. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mencium dan mencumbu ku ramah ketika ia sedang puasa. Tapi beliau sanggup mengendalikan nafsunya."
1074. Dari Hafshah ra, katanya, "Rasulullah saw. Pernah berciuman, padahal beliau sedang puasa."
1075. Dari 'Amru bin Abi Salamah ra, dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya: "Bisakah orang yang puasa berciuman?" Jawab Rasulullah saw., "Tanyakan kepada Ummu Salamah!" Lalu Ummu Salamah menceritakan kepada 'Amru, bahwa Rasulullah saw. pernah melakukannya. Kata 'Amar, "Ya, Rasulullah!Allah telah mengampuni dosa Anda yang telah lalu dan yang akan datang. "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah! Sesungguhnya akulah yang paling taqwa dan yang paling takut kepada Allah dari kamu sekalian. "1076. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya:" Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah menemukanfajar (kesiangan) di bulan Ramadhan, padahal beliau dalam keadaan junub karena jima '. Lalu beliau mandi dan terus puasa. "
1077. Dari 'Abdullah bin Ka'ab Al Himyari, Abu Bakar mengabarkan kepadanya bahwa Marwan pernah mengutusnya kepada Ummu Salamah ra, menanyakan perihal seorang pria yang mendapatkan Subuh dalam keadaan junub, apakah bisa dia melanjutkan puasanya? Jawab Ummu
Salamah, "Rasulullah saw. Pernah mendapatkan Subuh (kesiangan) dalam keadaan junub karena jima ', bukan karena mimpi. Kemudian beliau tidak membukai puasanya dan tidak pula mengqadha." 1078. Dari 'Aisyah dan Ummu Salamah ra, dua orang istri Rasulullah saw., Keduanya berkata: "Sesungguhnya Nabi saw.pernah mendapatkan Subuh (kesiangan) dalam keadaan junub karena jima ', tidak karena mimpi dan ia terus saja puasa. "
1079. Dari 'Aisyah ra, katanya ada seorang pria datang minta fatwa kepada Nabi saw., Sedangkan' Aisyah mendengarkannya di belakang pintu. Tanyanya, "Ya Rasulullah! Waktu shalat telah tiba, sedangkan aku dalam keadaan junub. Bisakah aku melanjutkan puasaku?" Jawab Rasulullah saw., "Aku pun pernahmendapatkan waktu shalat Subuh dalam keadaan junub, lalu aku terus saja puasa. "Kata orang itu," Anda tidak sama dengan kami. Allah telah mengampuni dosa Anda yang lama dan yang baru. "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah!
Sesungguhnya aku berharap, semoga akulah orang yang paling takut kepada Allah, dan lebih tahu dari kamu sekalian tentang bagaimana cara taqwa. "
1080. Dari Abu Hurairah ra, katanya ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw., Lalu dia berkata: "Telah celaka aku, ya Rasulullah!" Jawab Nabi saw., "Apa sebabnya engkau celaka?" Jawab orang itu, "Aku menyetubuhi istri ku (siang hari) di bulan Ramadhan." Tanya Nabi saw., "Sanggupkah engkau memerdekakanseorang budak? "Jawabnya," Tidak! "Tanya Nabi saw.," Sanggupkah engkau puasa dua bulan berturut-turut? "Jawabnya," Tidak! "Tanya," Sanggupkah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? "Jawabnya," Tidak! "Kata Abu Hurairah ra," Kemudian, sementara orang itu duduk, dibawa orang kepada Nabi saw.sebuah keranjang berisi kurma. Sabda Nabi saw. kepada orang itu, "Bersedekahlah kamu dengan ini!" Jawab orang itu, "Tentu kepada orang yang lebih miskin dari kami. Agaknya tidak ada penduduk di sekitar sini yang lebih membutuhkannya daripada kami." Mendengar ucapannya itu Nabi saw. tertawa sehinggaterlihat taring beliau. Kemudian Nabi saw. bersabda kepada orang itu. "Bawalah pulang, beri makanlah keluargamu dengannya."
1081. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw.
ketika ia sedang berada dalam masjid di bulan Ramadhan, lalu orang itu berkata: "Ya, Rasulullah! Celaka aku! Celaka aku!" Karena itu Rasulullah saw. bertanya, apa sebabnya? Lalu jawabnya, "Aku telah menyetubuhi istri ku siang hari bulan Ramadhan." Sabda Rasulullah saw., "Bersedekahlah!" Jawab orangitu, "Ya Nabiyallah! Demi Allah! Aku tidak punya apa-apa. Karena itu aku tidak sanggup melaksanakannya." Sabda Nabi saw. "Tunggulah di sini sebentar!" Sementara dia duduk menunggu, datang seorang pria mengendarai seekor keledai membawa makanan. Maka bertanya Rasulullah saw., "Mana orang yang dapat celakatadi? "Maka berdirilah orang itu, lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya," Bersedekahlah Anda dengah ini. "Jawab orang itu," Ya, Rasulullah! Tentu harus kusedekahkan kepada orang yang lebih miskin dari kami. Demi Allah, sesungguhnya kami lapar, sedangkan kami tidak punya apa-apa. "Jawab Nabi saw.,"Kalau begitu, bisa kamu makan."
1082. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada tahun penaklukan Makkah, Rasulullah saw. Berangkat melakukan suatu perjalanan dalam bulan Ramadhan dengan berpuasa. Setelah sampai di Kadid, beliau berbuka. Kata Ibnu' Abbas," Para sahabat mengikuti segala perbuatan beliau ketika itu. "1083. Dari Ibnu 'Abbasra, katanya: "Rasulullah saw. melakukan suatu perjalanan jauh dalam bulan Ramadhan, sedangkan beliau puasa. Setelah sampai di 'Usfan, beliau minta bejana berisi minuman lalu diminumnya di siang hari itu supaya dilihat orang banyak. Selanjutnya beliau berbuka sampai masuk kota Makkah. " Kata Ibnu 'Abbasra, "Dalam perjalanan itu Rasulullah saw. puasa dan berbuka. Maka siapa yang suka puasa bisa puasa dan siapa yang suka berbuka ia dapat tidak puasa."
1084. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Janganlah engkau mencela orang yang puasa dan orang yang tidak
puasa dalam perjalanan. Karena Rasulullah saw. pernah puasa dan tidak puasa dalam perjalanan. "1085. Dari Jabir bin 'AbduUah ra, katanya:" Dalam suatu perjalanan, Rasulullah saw. melihat seorang pria dikerumuni orang banyak, lalu orang itu dilindungi oleh beliau seraya bertanya, "Mengapa dia?" Jawabmereka, "Dia puasa." Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidaklah termasuk kebajikan puasa dalam perjalanan, apabila dengan puasa itu ia mendapat kesulitan karena perjalanannya jauh dan berat." 1086. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami ikut berperang bersama Rasulullah saw. Pada tanggal enambelas Ramadhan. Di antara kami ada yang puasa dan ada pula yang berbuka. Namun tidak ada orang puasa mencela orang berbuka, atau sebaliknya orang berbuka mencela orang puasa. "
1087. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami pernah pergi berperang bersama Rasulullah saw. Dalam bulan Ramadhan. Sebagian kami ada yang puasa dan sebagian lagi tidak puasa. Orang yang puasa tidak keberatan terhadap orang yang tidak puasa, dan sebaliknya orang yang tidak puasa tidak keberatanterhadap yang puasa. Mereka berpendapat, siapa yang kuat puasa sebaiknyalah dia puasa, dan siapa yang tidak kuat sebaiknyalah dia berbuka. "1088. Dari Anas ra, katanya:" Kamu pernah mengadakan suatu perjalanan bersama Rasulullah saw.
Sebagian kami puasa dan sebagian lagi tidak puasa. Ketika hari bersangatan panas, kami berhenti di suatu tempat, di mana kebanyakan kami membuat naungan dengan kain-kain pakaian yang dibawanya dan sebagian lagi dengan tangannya. "Kata Anas selanjutnya," Orang-orang yang puasa berjatuhan, sedang orangyang tidak puasa dapat tegak, lalu mereka buat tempat-tempat berteduh dan mereka beri minum hewan-hewan kendaraan. Maka bersabda Rasulullah saw., "Orang-orang yang berbuka hari ini dapat pahala."
1089. Dari Quzatah ra, katanya: "Aku mendatangi Abu Sa'id Al Khudri ra, tetapi dia sedang banyak tamu. Ketika para tamu itu sudah pergi, aku berkata kepadanya: Aku tidak akan menanyakan masalah yang ditanyakan mereka itu, tetapi aku akan
menanyakan perihal puasa dalam perjalanan. "Jawab Abu Sa'id," Kami pernah melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedangkan kami puasa. Lalu kami berhenti pada suatu perhentian. Maka bersabda Rasulullah saw., "Kamu semua sudah dekat ke tempat musuh; berbuka akan lebih menguatkantubuhmu. Dan itU adalah suatu keringanan. "Sebagian kami ada yang puasa sedang sebagian lagi berbuka. Kemudian kami berhenti pula di tempat perhentian yang lain. Maka bersabda pula Rasulullah saw.," Besok pagi kamu akan menyerang musuh; dengan berbuka akan lebih memperkuat fizikmu; karena itu berbukalahkamu semuanya! "Sabda beliau itu adalah perintah. Karena itu berbukalah kami semuanya." Kata Abu Sa'id selanjutnya., "Saya pikir, sesudah itu kami selalu puasa bersama Rasulullah saw. Dalam setiap perjalanan."
1090. Dari Hamzah bin 'Amru Al Aslami ra, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya: "Aku kuat puasa dalam perjalanan. Berdosakah jika aku puasa?"
Jawab Rasulullah saw., "Berbuka puasa dalam perjalanan adalah suatu keringanan dari Allah. Maka karena itu, siapa yang mempergunakan keringanan itu baik, dan siapa yang lebih suka puasa tidak berdosa." 1091. Dari Abu Darda 'ra, katanya: "Kami bepergian bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanandalam bulan Ramadhan di bawah terik matahari yang sangat panas, sehingga masing-masing kami meletakkan tangannya di kepala karena sangat panasnya. Ketika itu tidak seorang jua pun kami yang puasa, melainkan Rasulullah saw. dan 'Abdullah bin Rawahah. "
1092. Dari Ummul Fadhal binti Harits ra, dia mengatakan bahwa orang banyak bertengkar di dekatnya tentang puasa Rasulullah saw. di hari 'Arafah. Sebagian mereka mengatakan beliau puasa, dan sebagian lagi mengatakan tidak, lalu kukirimkan kepada beliau secangkir susu. Ketika itu beliau sedang beradadi atas untanya di Arafah, lalu beliau minum. "
1093. Dari Maimunah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Orang banyak ragu tentang puasa Rasulullah saw. Pada hari 'Arafah. Lalu kukirim kepada beliau secangkir susu ketika itu ia sedang berdiri di tempatnya lalu diminumnya susu itu, sedangkan orang banyak melihatnya. "
1094. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Di zaman jahiliyah, orang-orang Quraisy melakukan puasa pada hari' Asyura. Dan Rasulullah saw. Pernah pula mempuasakannya. Tatkala beliau hijrah ke Madinah beliau mempuasakannya bahkan memerintahkan umatnya mempuasakannya pula. Maka tatkala puasa Ramadhan diwajibkan,beliau bersabda: "Siapa yang suka puasa di hari 'Asyura silakan, dan siapa yang tidak suka, tidak mengapa."
1095. Dari 'Abdullah Ibnu' Umar ra, katanya: "Kaum Jahiliyah puasa pada hari 'Asyura. Sedangkan Rasulullah saw. Dan kaum muslimin pernah juga mempuasakannya sebelum perintah wajib puasa Ramadhan diturunkan. Maka ketika puasa Ramadhan telah diwajibkan, Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya hari'Asyura itu suatu hari di antara hari-hari kebesaran Allah. Karena itu siapa yang mau puasa hari itu silakan dan siapa yang tidak ingin bisa meninggalkannya. "
1096. Dari Abdurrahman Ibnu Yazid ra, dia menceritakan bahwa Asy'ab bin Qais ra, pernah datang ke rumah 'Abdullah ketika dia sedang makan. Lalu kata 'Abdullah, "Ya, Abu Muhammad! Mari silakan makan!" Jawab Asy'ats, "Bukankah hari ini hari Asyura?" Jawab Abdullah, "Tahukah engkau, apakah hari 'Asyuraitu? "Kemudian dia melanjutkan," Hari Asyura adalah suatu hari di mana Rasulullah saw. pernah puasa sebelum perintah wajib puasa Ramadhan diturunkan. Tatkala perintah kewajiban puasa Ramadhan telah turun, maka puasa 'Asyura itu ditinggalkan beliau. "
1097. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Menyuruh kami puasa pada hari 'Asyura, dan ia mendorong kami serta memperhatikan kami melaksanakannya. Tetapi ketika puasa Ramadhan telah diwajibkan, kami tidak lagi disuruh beliau, tetapi tidak pula dilarang dan tidak lagi diperhatikannyaapakah kami puasa atau tidak. "
1098. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Belum lama tiba di Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi puasa pada hari' Asyura. Lalu mereka ditanya perihal itu (apa sebabnya mereka puasa pada hari itu). Jawab mereka, "Hari ini adalah hari kemenangan Musa dan Bani Israil atas Fir'aun.Karena itu kami puasa pada hari ini untuk menghormati Musa. "Maka bersabda Nabi saw.," Kami lebih cepat memuliakan Musa dari kamu. "Lalu beliau perintahkan supaya kaum muslimin puasa pada hari 'Asyura.
1099. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Belum lama tiba di Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi puasa pada hari' Asyura. Maka bertanya beliau kepada mereka," Hari apakah ini, sehingga Anda semua mempuasakannya? "Jawab mereka, "Hari ini hari besar, di mana Allah telah memenangkanMusa serta kaumnya, dan menenggelamkan Firaun serta kaumnya. Karena itu Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, lalu kami mempuasa
kannya pula. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Kami lebih berhak dan lebih pantas memuliakan Musa dari kamu semua. "Lalu Rasulullah saw. puasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan kaum muslimin puasa pada hari itu.
1100. Dari Abu Musa ra, katanya: "Hari 'Asyura adalah hari yang dimuliakan orang-orang Yahudi dan dijadikannya hari raya. Maka bersabda Rasulullah saw.," Puasalah kamu di hari' Asyura itu! "
1101. Dari Abu Musa ra, katanya: "Penduduk Khaibar puasa pada hari 'Asyura dan menjadikannya sebagai hari raya, di mana wanita-wanita mereka memakai perhiasan dan pakaian-pakaian yang indah pada hari itu. Lalu bersabda Rasulullah saw.," Puasalah kamu (pada hari itu)! "
1102. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya dia ditanya orang tentang puasa hari' Asyura. Lalu jawabnya, "Aku tidak tahu kalau Rasulullah saw. Mempuasakannya untuk mendapatkan keutamaannya atas seluruh hari, selain hari ini ('Asyura) dan bulan ini (Ramadhan)." 1103. Dari 'Abdullah bin' Abbas r.a., dia menceritakanbahwa ketika Rasulullah saw. puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram) dan memerintahkan kaum Muslimin agar puasa, para sahabat berkata, "Hari ini adalah hari raya orang-orang Yahudi dan Nasrani." Lalu Rasulullah saw. bersabda: "Apabila masih menyaksikan tahun yang akan datang, insya Allah kita puasapada tanggal sembilan Muharram. "Kata 'Abdullah selanjutnya," Ternyata tahun depan itu, beliau sudah wafat. "
1104. Dari Salamah bin Akwa 'r.a.,
dia menceritakan bahwa Rasulullah saw. mengutus seorang pria suku Aslam pada hari 'Asyura dan memerintahkan kepadanya agar mengumumkan kepada orang banyak: "Siapa yang belum puasa hari ini harus dia puasa, dan siapa yang telah terlanjur makan, hendaklah dia puasa juga sejak mendengar pengumumanini sampai malam. "1105. Dari Rubayyi 'binti Mu'awwidz
bin 'Afra' ra, katanya: "Suatu pagi hari 'Asyura, Rasulullah saw. mengirim petugas ke perkampungan orang Anshar yang berada di sekitar Madinah, untuk menyampaikan pengumuman:" Siapa yang puasa sejak pagi harus disempurnakannya puasanya, dan siapa yang tidak puasa harus dia puasa sejak mendengarpengumuman ini. Semenjak itu kami puasa pada hari 'Asyura, dan kami suruh pula anak-anak kecil kami, insya Allah. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka main-mainan dari bulu. Bila ada yang menangis minta makan, kami berikan setelah waktu berbuka tiba. "
1106. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang puasa pada dua macam hari. Yaitu pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal)."
1107. Dari Ziyad Ibnu Jubair ra, katanya ada seorang pria bertanya kepada Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku bernazar akan puasa satu hari. Kebetulan harinya bertepatan dengan hari raya Adha atau Fitri. Bagaimana itu?" Jawab Ibnu 'Umar ra, "Allah memerintahkan supaya membayar nazar. Dan RasuluUahsaw. melarang puasa pada hari ini. "
1108. Dari Nubaisyah Al Hudzali ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hari-hari Tasyriq (11,12 dan 13 Zulhijjah) adalah hari-hari makan minum."
1109. Dari Muhammad bin 'Abbad bin Ja'far ra, katanya dia bertanya kepada Jabir bin' Abdullah ra ketika thawaf di Baitullah, tanyanya, "Apakah Rasulullah saw. melarang puasa pada hari Jum'at?" Jawabnya, "Ya, ada! Demi Tuhan Bait ini!"
1110. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu puasa pada hari Jum'at, kecuali jika kamu puasa sebelum dan sesudahnya."
1111. Dari Abu Salamah ra, katanya dia mendengar 'Aisyah ra bercerita: "Aku masih punya hutang puasa Ramadhan. Tapi aku belum membayarnya hingga tiba bulan Sya'ban barulah kubayar, berhubungan dengan kesibukanku bersama Rasulullah saw."
1112. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meninggal, sedangkan dia memiliki hutang puasa, maka harus dibayar oleh walinya."
1113. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang wanita datang bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya:" Ibuku meninggal. Sedangkan dia punya utang puasa selama sebulan. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah
saw., "Bagaimana pendapatmu, andaikan dia memiliki utang kepada seseorang, apakah engkau bayar?" Jawab wanita itu, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Hutang kepada Allah lebih pantas dibayar?"
1114. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya ada seorang wanita datang kepada Rasulullah saw., Lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Ibuku sudah meninggal. Sedangkan dia punya utang puasa nazar. Dapatkah aku membayarnya?" Jawab Nabi saw., "Bagaimana pendapatmu kalau dia memiliki utang kepada seseorang, lalukamu bayar, lunaskah hutangnya? "Jawab wanita itu," Tentu lunas! "Sabda Nabi saw.," Nah, puasalah untuk membayar utang ibumu! "
1115. Dari 'Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, katanya: "Ketika aku sedang duduk dekat Rasulullah saw., Sekonyong-konyong datang seorang wanita lalu dia bertanya:" Aku pernah memberikan seorang hamba sahaya perempuan kepada ibu ku dan kini ibu ku telah meninggal . Bagaimana itu? "Jawab beliau," Engkautentu mendapat pahala dari pemberianmu itu, dan sekarang pemberianmu itu kembali kepada mu sebagai pusaka. "Tanya wanita itu," Ibuku punya utang sebulan puasa. Dapatkah aku puasa untuk membayarnya? "Jawab beliau," Ya, bisa! Puasalah untuknya! "Tanyanya lagi," Ibuku belum pernah haji. Dapatkah akuyang menghajikannya? Jawab beliau, "Ya, bisa! Hajikanlah dia!"
1116. Dari Zuhari r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu diundang orang makan, padahal kamu puasa, jawablah:" Aku puasa! "
1117. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman:" Setiap amal anak Adam teruntuk baginya kecuali puasa; puasa itu adalah untukku dan aku akan memberinya pahala. Puasa itu adalah perisai. Ketika kamu puasa janganlah kamu rusak puasamu itu dengan sanggama,dan jangan menghina orang. Ketika kamu yang dihina atau dipukul orang, maka katakanlah: "Aku puasa." Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak dari bau kasturi. Dan bagi orang puasa ada dua kegembiraan.Ketika dia berbuka dia gembira dengan bukaannya dan ketika dia menemui Tuhannya (meninggal) dia gembira dengan puasanya. "1118. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh sampai tujuh ratus kali.Allah Azza wa Jalla berfirman: "Selain puasa karena puasa itu untuk-Ku. Aku akan memberi pahala bagi orang yang puasa, karena dia meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya keranaKu, Dan bagi orang yang puasa ada dua macam kegembiraan: pertama ketika dia berbuka dan kedua ketika dia bertemu denganTuhannya. Sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah dari bau kesturi. "
1119. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut Ar Rayyan. Orang-orang yang diperkenankan masuk ke surga melalui pintu itu pada hari kiamat kelai hanyalah orang-orang puasa, sedangkan yang lainnya tidak diperkenankan. Mereka akan dipanggil,"Hai, orang puasa! Maka masuklah mereka melalui pintu itu. Setelah orang yang terakhir masuk, pintu itu segera ditutup dan dikunci, sehingga yang lain-lain tidak dapat lagi melaluinya." 1120. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap orang yang puasa satu hari karena Allah,maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejuah 70000 musim. "
1121. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, 'Aisyah! Apakah engkau siap makanan?" Jawab 'Aisyah, "Tidak, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Kalau begitu aku puasa." Kemudian Rasulullah saw. pergi, lalu ada orang datang memberikan makanan untuk kami. Setelah Rasulullah saw. kembali,kukatakan kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Tadi ada orang datang memberi kita makanan dan kusimpan untuk Anda." Tanya Rasulullah saw., "Makanan apa?" Jawab ku, "Kue hais." Sabda beliau, "Bawalah kemari!" Kue itu kusajikan untuk beliau, lalu beliau makan.
1122. Dari 'Aisyah, Ummul Mukminin ra, katanya: "Pada suatu hari Nabi saw. Masuk ke rumahku, lalu dia bertanya: Apakah engkau siap makanan?" Jawab ku, "Tidak!" Sabda beliau, "Kebetulan aku puasa." Kemudian pada hari yang lain ia datang pula, lalu kukatakan kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Kitadiberi orang kue hais. "Sabda beliau," Bawalah kemari. Sesungguhnya dari pagi aku puasa. "Lalu dimakannya kue itu."
1123. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang makan minum karena lupa sedangkan dia puasa, maka harus diteruskannya puasanya, karena sesungguhnya Allah yang telah memberinya makan dan minum."
1124. Dari 'Abdullah bin Syaqiq ra, katanya dia pernah bertanya kepada' Aisyah ra tentang puasa Nabi
saw. Jawab 'Aisyah, "Beliau puasa beberapa hari sampai kami mengira bahwa ia akan puasa terus. Dan beliau berbuka beberapa hari sehingga kami mengira bahwa beliau akan berbuka terus. Sejak ia tiba di Madinah, aku tidak pernah melihat beliau puasa sebulan penuh, kecuali bulan Ramadhan . "1125.Dari 'Aisyah, Ummul Mukminin ra, katanya: "Rasulullah saw. Sering puasa sehinga kami mengira bahwa ia akan puasa berikutnya. Dan beliau sering berbuka sampai kami mengira beliau akan berbuka terus. Dan aku tidak pernah melihat beliau puasa terus sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan . Dan aku jugatidak pernah melihat beliau puasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak dari puasanya di bulan Sya'ban. "
1126. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah puasa sunat tiap bulan dalam setahun,
lebih banyak dari puasanya di bulan Sya'aban. Beliau bersabda, "Bekerjalah kamu sesuai dengan kemampuanmu. Sesungguhnya Allah tidak pernah bosan (memberi pahala) sehingga kamu sendiri yang bosan beramal. Sedangkan amal yang paling disukai Allah adalah amal yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit."1127. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya dia dilaporkan orang kepada Rasulullah saw. bahwa dia pernah berkata: "Sesungguhnya aku akan shalat sepanjang
malam dan puasa setiap hari selama hidupku. "Lalu Rasulullah saw. bertanya kepada ku," Betulkah engkau berkata demikian? "Jawab ku," Benar, ya Rasulullah! "Maka bersabda Rasulullah saw.," Engkau tidak akan sanggup melakukannya. Puasalah satu hari, esok jangan. Tidurlah lebih dahulu sebelum shalat malam,sesudah itu baru bangun. Dan puasalah tiga hari dalam sebulan, karena tiap-tiap satu kebajikan akan diberi imbalan sepuluh lipat, dan itulah contoh puasa sepanjang masa. "Jawab Abdullah," Sesunguhnya aku sanggup lebih dari itu. "Jawab Rasulullah saw.," Kalau begitu puasalah satu hari , berbuka dua hari. "Kata Abdullah, "Aku sanggup lebih dari itu, ya Rasulullah!" Jawab Rasulullah saw., "Puasalah satu hari, berbuka satu hari. Yang demikian itu adalah puasa Nabi Daud 'alaihissalam. Dan itulah puasa yang paling seimbang." Kata Abdullah, "Aku sanggup lebih dari itu." Jawab Rasulullah saw., "Tidak ada lagiyang lebih utama dari itu. "Setelah Abdullah berusia lanjut, dia mengatakan:" Kalaulah kuterima puasa tiga hari seperti yang dianjurkan Rasulullah saw. kepada ku, tentulah akan lebih kusukai dari keluarga dan hartaku. "
1128. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash ra, katanya: "Aku puasa sepanjang masa dan mengakhiri Qur'an setiap malam. Mungkin perbuatanku itu dilaporkan orang kepada Nabi saw. Atau mungkin juga ia menyuruh orang memanggil ku supaya aku datang kepada beliau. " Setelah beliau ku datangi, maka beliaubertanya kepada ku, "Betulkah apa yang diceritakan orang kepada ku bahwa engkau puasa sepanjang masa dan mengakhiri bacaan Qur'an sepanjang malam?" Jawab ku, "Benar, ya Nabiyallah. Tidak ada maksudku melakukannya melainkan hanya untuk kebaikan." Sabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya sudah cukup jikaengkau puasa tiga hari dalam sebulan. "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Sesungguhnya aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," Engkau punya kewajiban terhadap istri mu, terhadap tamu-tamu mu, dan terhadap diri mu sendiri. Karena itu puasalah seperti puasa Nabi Daud ra, karena ia adalah orang yangpaling taat beribadat. "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Bagaimana puasa Nabi Daud itu? "Jawab beliau," Dia puasa sehari dan berbuka sehari. "Dan sabda beliau selanjutnya," Dan tamatkanlah Qur'an sekali sebulan. "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," tamatkanlah dua puluhhari sekali! "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," tamatkanlah sepuluh hari sekali! "Jawab ku," Aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," tamatkanlah sekali seminggu dan jangan lebih dari itu karena engkau punya kewajiban terhadap istri mu, terhadap tamu -tamu mu,dan terhadap diri mu sendiri. "Aku merasa keberatan. Lalu bersabda Nabi saw. kepada ku," Engkau belum tahu mudah-mudahan engkau panjang umur! "Kata Abdullah," Ketika aku telah mencapai usia lanjut seperti yang dikatakan Rasulullah saw., aku menyesal kenapa tidak kuamalkan kelapangan yang diberikan Nabiyallahsaw. "
1129. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud as Dia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya dan tidur lagi seperenamnya. Dan beliau puasa satu hari, berbukasatu hari. "
1130. Dari Mu'adzah Al 'Adawiyah ra, dia bertanya kepada' Aisyah istri Rasulullah saw., Katanya:
"Betulkah Rasulullah saw. Puasa tiga hari setiap bulan?" Jawab 'Aisyah, "Ya, benar" Aku bertanya pula kepadanya, "Hari apa sajakah beliau puasa setiap bulan itu?" Jawab 'Aisyah ra, "Dia tidak menentukan hari apa beliau puasa setiap bulan itu."
1131. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang puasa hari Arafah. Jawab beliau. "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang." Kemudian dia ditanya pula tentang puasa hari 'Asyura. Jawab beliau, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu."1132. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang puasa hari Senin. Jawab beliau, "Hari Senin itu hari kelahiranku, dan hari Senin itu Qur'an diturunkan kepada ku."
1133. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seutama-utama puasa sesudah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu adalah shalat malam."
1134. Dari Abu Ayyub Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang puasa bulan Ramadhan, kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu tampaknya berpuasa sepanjang masa. '"
1135. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. bermimpi melihat malam qadar dalam tidur mereka pada tujuh hari yang terakhir bulan Ramadhan. Maka bersabda Rasulullah saw., "Aku juga bermimpi seperti mimpimu itu, melihat malam qadar jatuh bertepatan pada tujuh yang terakhir bulan Ramadhan.Maka siapa yang mencarinya, carilah di tujuh yang terakhir itu. "
1136. Dari Salim, dari ayahnya ra, katanya seorang pria bermimpi bahwa malam qadar ada pada malam kedua puluh tujuh bulan Ramadhan. Maka bersabda Nabi saw., "Aku bermimpi seperti mimpimu, yaitu pada sepuluh yang terakhir. Karena itu carilah dia pada malam-malam yang ganjil."
1137. Dari Salim bin 'Abdullah bin' Amru ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda perihal malam qadar. Sabdanya: "Beberapa orang di antara kamu telah bermimpi bahwa malam qadar ita ada pada tujuh malam yang awal, sedangkan yang lain bermimpi ada pada tujuh malam yang akhir dariRamadhan. Maka carilah dia pada sepuluh yang terakhir. "1138. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan. Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal. "
1139. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. I'tikaf pada sepuluh awal bulan Ramadhan, kemudian dilanjutkannya pada sepuluh pertengahan, dalam sebuah gobah kecil yang pintunya ditutup dengan tikar. Lalu dia ambil tikar itu dan diletakkannya di sudut gobah. Kemudian diulurkannyakepalanya seraya berujar memanggil orang banyak.
Maka mendekatlah mereka kepada beliau, lalu beliau bersabda: "Aku telah i'tikaf sejak sepuluh awal bulan
untuk mendapatkan Malam qadar, kemudian sepuluh yang pertengahan. Kemudian dikatakan kepada ku bahwa malam qadar itu ada pada sepuluh yang terakhir. Maka siapa yang suka i'tikaf, silakan! "Lalu orang banyak i'tikaf bersama-sama dengan dia. Sabda beliau pula," Aku bermimpi melihat malam qadar dimalam yang ganjil, di mana pagi-pagi aku sujud di tanah basah. Memang, pagi-pagi malam kedua puluh satu beliau shalat Subuh sedangkan hari hujan sehingga masjid tergenang air. Aku melihat tanah dan air. Setelah selesai shalat Subuh, Nabi saw. keluar sedangkan di kening dan di hidungnya ada tanah basah.Malam itu adalah malam kedua puluh satu dari sepuluh yang akhir bulan Ramadhan. "
1140. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bahwasanya Nabi saw. I'tikaf pada tiap-tiap sepuluh yang akhir bulan Ramadhan."
1141. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. I'tikaf pada tiap-tiap sepuluh yang akhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat. Kemudian para istri beliau melanjutkan i'tikaf seperti itu sesudah beliau wafat."
1142. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Hendak i'tikaf pada sepuluh yang akhir bulan Ramadhan, beliau shalat Subuh lebih dahulu, sesudah itu barulah ia masuk ke tempatnya i'tikaf, yaitu
sebuah kamar kecil yang dibuatkan khusus untuknya. Dia bermaksud hendak i'tikaf selama sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadhan. Tapi Zainab minta dibuatkan pula kamar kecil untuknya, begitu pula para istri beliau yang lain, maka dibuatkan orang semuanya. Ketika Rasulullah saw. shalat Subuh, dilihatnyabanyak kamar-kamar kecil berjejer lalu beliau bersabda: "Kebajikan macam manakah yang kalian inginkan?" Lalu beliau perintahkan supaya kamar-kamar itu dibongkar semuanya. Sedangkan ia mengurungkan i'tikafnya pada Ramadhan itu dan menggantinya dengan i'tikaf pada sepuluh awal bulan Syawal. "
1143. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bila telah masuk sepuluh yang akhir bulan Ramadhan, Nabi saw. Lebih giat beribadah malam-malamnya; ia bangunkan keluarganya, beliau lebih tekun, dan beliau kencangkan ikat sarungnya (menjauhi istrinya untuk lebih banyak mendekati Allah swt.) "
1144. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada sepuluh yang akhir bulan Ramadhan, Nabi saw. Lebih giat beribadah melebihi hari-hari lainnya." 1145. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Puasa pada sepuluh Dzulhijjah, sekali-kali tidak."
1146. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya ada seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. perihal pakaian ihram. Maka bersabda beliau, "Tidak bisa pakai kemeja, serban, celana, peci dan sepatu. Kecuali bagi orang yang tidak punya terompah, dia bisa memakai sepatu pendek yang tidak menutupi kedua matakaki. Dan tidak bisa memakai pakaian yang dicelup dengan za'faran dan wars. "
1147. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya dia mendengar Rasulullah berkhutbah, sabdanya: "Orang yang ihram bisa pakai celana ketika dia tidak punya izar (sarung); dan bisa pakai sepatu pendek ketika dia tidak punya terompah." 1148. Dari Ya'la bin Umayyah, dari ayahnya ra, katanya: "Seorang pria mendatangiRasulullah saw. di Ja'ranah, ketika beliau sedang umrah. Jenggot dan rambut pria itu dicatnya kuning (pakai pacar) dan dia memakai jubah. Lalu dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah aku umrah dalam kondisi dan pakaianku seperti sekarang?" Jawab Rasulullah saw., "Lepaskan jubahmu, cuci catjenggot dan rambutmu. Lalu apa yang diperbuat dalam haji lakukan pula dalam umrah. "
1149. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Menetapkan miqat (tempat memulai ihram) bagi penduduk Madinah di Zulhulaifah, bagi penduduk Syam di Juhfah, bagi penduduk Nejed di Qarnalmanazil, dan bagi penduduk Yaman, Yalamlam. Tempat-tempat itu berlaku pula bagi orang-orang yang bukan penduduknegeri-negeri tersebut, tetapi dia bermaksud menunaikan ibadah haji dan umrah melalui tempat-tempat itu bagi orang yang lebih dekat ke Mekah dari tempat-tempat tersebut atau bagi penduduk Mekah sendiri, miqatnya adalah di mana mereka berada. "
1150. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Bahwasanya talbiyah Rasulullah saw. Adalah:" Labbaika Allahuma Labbaika. Labbaika la syarika laka Labbaika. Innalhamda wan ni'mata laka, wal mulka la syarika laka. "1151. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya:" Ketika Rasulullah hendak berangkat, dan telahsiap di atas kendaraannya yang berdiri di samping masjid Zulhulaifah, beliau mengucapkan talbiyah seperti ini: "Labbaika Allahumma Labbaika. Labbaika la syarika laka Labbaika. Innalhamda wan ni'mata laka, wal mulka la syarika laka." 1152. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Sebelum berangkat dariZulhulaifah, lebih dahulu Rasulullah saw. shalat dua raka'at. Ketika ia telah siap di atas kendaraannya yang berdiri di samping masjid Zulhulaifah, beliau membaca talbiyah seperti kalimat di atas. "
1153. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bermalam di Zulhulaifah, di mana ia memulai ihram dan beliau shalat di masjidnya."
1154. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku pernah memakaikan harum-haruman ke baju ihram Rasulullah saw. Tatkala beliau hendak berihram dan sesudah tahallul sebelum thawaf di Baitullah." 1155. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku pernah memakaikan harum-haruman Zarirah (sejenis harum-haruman dari India) dengantangan ku kepada Rasulullah saw. untuk tahallul dan ihram ketika haji wada '. "
1156. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kupakaikan kepada Rasulullah saw. Harum-haruman terbaik yang ada pada ku sebelum ihram, kemudian beliau ihram."
1157. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku seolah-olah masih melihat kemilau harum-haruman di kepala Rasulullah saw. Ketika beliau sedang membaca talbiyah."
1158. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Hendak melakukan ihram, ia memakai harum-haruman terbaik yang ada pada kami, sehingga terlihat olehku kemilau minyak di rambut dan janggut beliau sesudah itu."
1159. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ku pakaikan harum-haruman kepada Nabi saw. Sebelum beliau ihram pada hari Nahar, dan sebelum thawaf di Baitullah dengan harum-haruman mengandung kesturi." 1160. Dari 'Aisyah ra, katanya "Kupakaikan harum-haruman kepada Rasulullah saw. Sesudah itu beliau berkelilingkepada para istrinya, kemudian beliau ihram dengan menyebarkan bau harum. "
1161. Dari Ash Sha'bi bin Jatstsamah Al Laitsi ra, katanya dia memberikan daging keledai liar kepada Rasulullah saw. ketika dia berada di Abwa 'atau di Waddan, lalu pemberian itu ditolak oleh beliau. Ketika Rasulullah saw. melihat wajahnya agak kecewa, maka bersabda beliau, "Kami harus menolak pemberianmuitu karena kami sedang ihram. "
1162. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ash Sha'bi bin Jatstsamah menghadiahkan daging himar liar kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang ihram, lalu ditolak oleh beliau seraya bersabda:" Kalaulah kami tidak sedang ihram, niscaya pemberianmu itu kami terima. "
1163. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Zaid bin Arqam datang, lalu dia ditanya oleh' Abdullah bin 'Abbas tentang daging buruan yang dihadiahkan orang kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang ihram. Jawab Zaid," Pemberian itu ditolak oleh beliau dengan ucapannya: Kami tidak dapat memakannya ketikakami sedang ihram. "
1164. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Pada suatu ketika kami berpergian bersama Rasulullah saw. Setelah sampai di Qahah sebagian kami ada yang ihram dan ada pula yang tidak ihram. Sementara itu aku melihat kawan-kawanku sedang memperhatikan sesuatu, lalu aku ikut pula melihatnya bersama-sama dengan
mereka. Kiranya seekor himar liar. Aku segera memasang pelana kuda ku dan ku ambil tombak ku, lalu ku naiki kuda ku. Tapi sayang cemetiku jatuh. Aku minta tolong kepada teman-teman ku untuk mengambilkannya, sedangkan mereka orang-orang yang ihram. Jawab mereka, "Kami tidak dapat menolongmu sedikitjua pun. "Lalu aku turun untuk mengambilnya sendiri. Sesudah itu ku naiki kudaku kembali dan kukejar himar itu. Ku temukan dia sedang berada di belakang gundukan pasir, lalu ku tusuk lambungnya dengan lembingku, dan dagingnya ku bawakan untuk teman ku. Setengah mereka mengatakan bisa memakan dagingitu dan yang setengah lagi mengatakan tidak bisa. Sedangkan Nabi saw. telah dahulu dari kami. Lalu ku pacu kuda ku sehingga dia tersusul oleh ku. Beliau bersabda, "Halal, makanlah!" 1165. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya ra, dia menceritakan bahwa mereka (para sahabat) bepergian bersama-samaRasulullah saw., Padahal mereka sedang ihram, tetapi Abu Qatadah tidak. Lalu diceritakannya cerita seperti di atas. Dia menambahkan bahwa Rasulullah saw. bertanya, "Apakah yang kamu bawa kemari?" Jawab mereka, "Ada, kakinya." Rasulullah saw. mengambil dan memakannya.
1166. Dari 'Aisyah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Ada lima macam binatang berbahaya yang dapat dibunuh di luar tanah haram maupun di dalam tanah haram, yaitu: ular, gagak, tikus, anjing gila, dan elang."
1167. Dari Salim ra, dari ayahnya, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada lima macam binatang berbahaya, tidak berdosa membunuhnya walau di tanah haram sekalipun ketika ihram, yaitu: tikus, kalajengking, gagak, elang, dan anjing gila."
1168. Dari Zaid Ibnu Jubair ra, katanya ada seorang pria bertanya kepada Ibnu 'Umar, tanyanya: "Binatang apa sajakah yang dapat dibunuh ketika sedang ihram?" Jawab Ibnu 'Umar, "Salah seorang istri Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing gila, tikus, kalajengking, elang, gagak, danular, walau dalam shalat sekalipun. "
1169. Dari Ka'ab bin 'Ujrah ra, katanya: "Pada suatu waktu ketika dia sedang ihram, Rasulullah saw. Berdiri di dekatnya, sedangkan kutu berjatuhan dari kepalanya." Rasulullah saw. bertanya, "Apakah kutumu itu tidak mengganggumu?" Jawab ku, "Benar! Ya, Rasulullah!" Sabda beliau, "Cukurlah rambutmu!"Kata Ka'ab, "Ketika itu turunlah ayat: Jika ada di antara kamu yang sakit, atau mendapat gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah ia membayar denda, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban" (Al: Baqarah: 136) . Maka bersabda Rasulullah saw. kepada ku, "Puasalah kamu tiga hari, ataubersedekah satu faraq (tiga sha 'atau lebih kurang 10 liter), bagi-bagikan kepada enam orang miskin, atau menyembelih hewan. Kerjakanlah mana yang mudah bagimu. "
1170. Dari Ka'ab bin 'Ujrah ra, katanya dia bertemu dengan Rasulullah saw. pada saat berlangsungnya perjanjian Hudaibiyah, lalu beliau bertanya, "Apakah kutu kepalamu itu tidak mengganggumu?" Jawab Ka'ab, "Benar, ya Rasulullah?" Bersabda Nabi saw., "Cukurlah rambutmu, kemudian bayar denda, yaitu menyembelihseekor kambing sebagai kurban, atau puasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin dengan tiga sha 'kurma. "
1171. Dari Ka'ab bin 'Ujrah ra, katanya dia pergi haji bersama-sama dengan Nabi saw., Sedangkan kepala dan janggutnya penuh kutu. Hal itu disampaikan orang kepada Nabi saw., Lalu beliau memerintahkan supaya Ka'ab datang kepadanya. Kemudian beliau panggil tukang cukur, maka di suruhnya cukur kepalaKa'ab. Kemudian Rasulullah saw. bertanya, "Sanggupkah engkau berkurban?" Jawab Ka'ab, "Tidak!" Lalu diperintahkannya puasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin, satu sha 'setiap dua orang. Allah menurunkan ayat khusus berkenaan dengan itu: "Jika ada di antara kamu yang sakit, atau dia mendapatgangguan di kepalanya, (Al Baqarah: 196). Kemudian ayat itu ditujukan kepada segenap kaum Muslimin.
1172. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Nabi saw. pernah berbekam padahal beliau sedang ihram.
1173. Dari Ibnu BUhainah ra, katanya: "Nabi saw. Pernah berbekam di tengah-tengah kepalanya dalam perjalanan ke Makkah, padahal beliau sedang ihram."
1174. Dari Nubaihi bin Wahab r.a. katanya: "Kami naik haji bersama-sama dengan Aban bin 'Usman. Setelah sampai di Malal.' Umar bin 'Ubaidillah sakit kedua matanya, dan sampai di Rauha' matanya tambah sakit. Lalu ditanyakannya obatnya ke Aban bin 'Usman. Aban menyarankan supaya mengobatinya dengandaun Sabir, karena dia ingat bahwa 'Usman ra, pernah mengabarkan dari Rasulullah saw. perihal seorang pria yang sakit mata ketika ihram, lalu diubatinya dengan daun Sabir.
1175. Dari Abdullah bin 'Abbas dan Miswar bin Makhramah ra, keduanya berselisih pendapat di Abwa' tentang membasuh kepala ketika ihram. Kata 'Abdullah bin' Abbas, dapat mencuci kepala ketika ihram.
Kata Miswar tidak bisa. Karena itu Ibnu 'Abbas menyuruh ku kepada Abu Ayyub Al Anshari menanyakan hukum masalah itu. Kudapati Abu Ayyub sedang mandi bertutupkan sehelai kain yang direntangkannya
antara dua tiang. Aku memberi salam kepadanya, lalu dia menyahut, "Siapa itu? Jawab ku," Aku, 'Abdullah bin
Hunain, disuruh Abdullah bin 'Abbas menanyakan kepada Anda perihal membasuh kepala ketika ihram, bagaimanakah Rasulullah saw. melakukannya? "Abu Ayyub lalu merendahkan kain tabir, sehingga terlihat kepalanya. Kemudian disuruhnya orang menyiram kepalanya, lalu dia menggosok kepalanya dengan kedua tangannyake muka dan ke belakang. Kemudian katanya, "Begitulah kulihat terbuat Rasulullah saw."
1176. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya, "Seorang pria jatuh dari unta ketika dia ihram lalu patah lehernya dan meninggal. Maka bersabda Rasulullah saw.," Mandikan dia dengan air yang dicampur daun Sidir (bidara), kemudian kafan dengan kedua kain ihramnya , dan jangan ditutup kepalanya; karena sesungguhnyaAllah akan membangkitkannya kelak di hari kiamat dalam keadaan membaca talbiyah (sedang mengerjakan haji). "
1177. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang pria patah lehernya karena jatuh dari unta ketika ihram bersama dengan Rasulullah saw. Lalu beliau perintahkan agar jenazahnya dimandikan dengan air
campuran daun sidir (bidara), jangan pakai harum-haruman dan jangan ditutup kepalanya, karena dia akan dibangkitkan kelak di hari kiamat dalam keadaan ihram. "
1178. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah datang ke rumah Dhuba'ah binti Zubair, lalu beliau bertanya," Apakah engkau bermaksud hendak naik haji? "Jawab Dhuba'ah," Aku sakit, ya Rasulullah! "Sabda beliau, "hajilah dengan niat bersyarat. Ucapkan: Wahai Allah, aku akan tahallul (berhenti)jika Engkau menahan ku (jika tambah sakit dan tak sanggup meneruskannya). "Dhuba'ah itu adalah istri Miqdad.
1179. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Rasulullah saw. datang ke rumah Dhuba'ah binti Zubair bin Abdul Muththalib, lalu kata Dhuba'ah," Ya, Rasulullah! Aku bermaksud hendak menunaikan ibadah haji, tetapi aku
sakit. Bagaimana itu? "Maka bersabda Nabi saw.," Hajilah dan syaratkan dalam niatmu akan tahallul (berhenti) jika tak sanggup meneruskannya karena tambah sakit. "
1180. Dari 'Aisyah ra, katanya' Asma 'binti' Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar dekat pohon di Zulhulaifah. Lalu Rasulullah saw. memerintahkan Abu Bakar supaya menyuruhnya mandi dan ihram. "
1181. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullah saw. Pada tahun haji wada', lalu kami ihram untuk 'umrah. Kemudian beliau bersabda," Siapa yang membawa hadiah (hewan kurban) dapat ihram untuk haji dan 'umrah, dan tak bisa tahallul sebelum keduanya selesai. "Kata Aisyah,"Setibanya aku di Makkah, kebetulan aku haid, sehingga aku tidak thawaf di Baitullah dan tidak sa'i antara Shafa dan Marwa. Hal itu kulaporkan kepada Rasulullah saw." Sabda beliau, "Lepas sanggulmu dan bersisirlah. Kemudian, lanjutkan ihrammu untuk haji dan tinggalkan 'umrah." Apa yang diperintahkanbeliau kulaksanakan semuanya. Setelah kami selesai mengerjakan haji, Rasulullah saw. menyuruh ku bersama Abdur rahman bin Abu Bakar pergi ke Tan'im untuk melakukan 'umrah. Sabda beliau, "Itulah ganti 'umrahmu yang gagal." Orang-orang yang tadinya ihram untuk 'umrah, setibanya di Makkah mereka terusthawaf di Bait dan sa'i di Shafa dan Marwa. Kemudian sekembalinya mereka dari Mina, mereka thawaf kembali selaku thawaf akhir. Adapun orang-orang yang menggabungkan niat haji dan 'umrah, mereka thawaf satu kali saja. "
1182. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullah saw. Pada tahun haji wada'. Di antara kami ada yang ihram untuk 'umrah dan ada pula yang untUk haji. Setelah kami tiba di Makkah, Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang ihram untuk 'umrah tetapi tidakmembawa hadiah (hewan kurban), dia bisa tahallul. Dan siapa yang ihram untuk 'umrah sedangkan dia membawa hadya, dia
belum bisa tahallul sampai dia menyembelih hadiahnya. Dan apa yang ihram untuk haji harus disempurnakannya hajinya. Kata 'Aisyah ra, "Tiba-tiba aku haid dan masih haid sampai sampai hari' Arafah, sedangkan aku ihram hanya untuk 'umrah. Lalu Rasulullah menyuruh ku melepaskan sanggul dan menyisirrambut, disuruhnya pula aku ihram untuk haji dan meninggalkan 'umrah. "Kata' Aisyah selanjutnya," Perintah Rasulullah itu ku laksanakan semuanya. Ketika aku telah selesai mengerjakan haji, Rasulullah saw. menyuruh Abdurrahman bin Abu Bakar agar menemani ku 'umrah dari Ta'im sebagai ganti' umrah kuyang gagal dan ditukar dengan haji padahal aku belum tahallul darinya. "
1183. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda:" Siapa yang ingin ihram untuk haji dan' umrah sekaligus, silakan, dan siapa yang ingin ihram untuk haji saja silakan pula; dan siapa yang ingin ihram untuk 'umrah saja silakan juga! "Kata' Aisyah ra," Rasulullahsendiri beserta sekelompok sahabat ihram untuk haji, kelompok yang lain ihram untuk 'umrah dan haji, sekelompok lagi ihram untuk' umrah saja. Sedangkan aku sendiri ihram untuk 'umrah saja. "1184. Dari' Aisyah ra, katanya:" Kami pergi bersama Nabi saw., Tiada lain niat kami selain haji. Setelahkami sampai dekat Sarif, tiba-tiba aku haid. Ketika Nabi saw. masuk ke dalam khemahku, didapatinya aku sedang menangis. Lalu beliau bertanya, "Apakah kamu haid?" Jawab ku, "Benar, ya Rasulullah." Sabda beliau, "Haid adalah hal yang lumrah bagi putri-putri Adam. Karena itu kerjakanlah apa yang seharusnyadikerjakan oleh orang haji, kecuali thawaf di Baitullah sampai engkau mandi (suci) lebih dahulu. "Kata 'Aisyah," Kemudian beliau menyembelih sapi untuk kurban para istrinya. "
1185. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Diantara kamu ada yang ihram untuk haji ifrad (mendahulukan haji dari 'umrah), ada yang ihram untuk haji Qiran (mengerjakan haji digabung dengan' umrah sekaligus) dan ada pula yang ihram untuk haji Tamattu '(mendahulukan' umrah dari haji) . "1186. Dari Jabir bin 'Abdullahra, katanya: "Kami pergi haji dengan Rasulullah saw., bersama-sama dengan wanita-wanita dan anak-anak. Setelah sampai di Makkah, kami thawaf di Baitullah, sa'i antara Shafa qan Marwa. Sesudah itu Rasulullah saw. bersabda kepada kami, "Siapa yang tidak membawa hadiah (hewan kurban), dia bisa tahallul."Lalu kami bertanya, "Tahallul yang bagaimana ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Kamu sudah halal berbuat segalanya seperti sebelum ihram." Kata Jabir, "Artinya kami sudah dapat sanggama dengan istri kami, memakai pakaian biasa (bukan pakaian ihram), dan memakai minyak harum. Ketika hari Tarwiyah(8 Zulhijah) tiba, barulah kami ihram untuk haji, tetapi kami tidak sa'i lagi di Shafa dan Marwa, memadakan saja sa'i yang pertama.
Kemudian, Rasulullah saw. memerintahkan kami setiap tujuh orang bersama-sama menyembelih seekor Badanah (unta atau sapi yang gemuk) untuk kurban. "
1187. Dari Jabir bin 'Abdullah Al Anshari ra, katanya dia pergi haji bersama-sama dengan Rasulullah saw. pada tahun di mana ia membawa hadiah (hewan kurban). Mereka ihram dengan niat mengerjakan haji Ifrad. Bersabda Rasulullah saw., "Tahallul (berhentilah) kamu ihram, sesudah itu thawaflah diBait, sa'i di Shafa dan Marwa, dan kemudian cukur rambutmu. Sementara ini kamu bisa tahallul sampai tiba hari Tarwiyah (8 Zulhijah). Bila hari Tarwiyah tiba, ihramlah kembali untuk mengerjakan haji. Sedangkan apa yang telah kamu kerjakan sebelumnya menjadi mut'ah ('umrah atau haji tamattu'). Tanyamereka, "Bagaimana caranya kami menjadikannya 'umrah sedangkan kami telah meniatkannya haji?" Jawab beliau, "Lakukanlah apa yang kuperintahkan. Seandainya aku tidak membawa hewan kurban, akan kulakukan apa yang
telah kuperintahkan kepada mu itu. Tetapi yang demikian tidak halal bagi ku sebelum hewan kurban yang kubawa sampai ke tempatnya. "Lalu mereka lakukan apa yang diperintahkan Nabi saw. Itu.
1188. Dari Ja'far bin Muhammad ra, dari ayahnya, katanya: "Kami datang ke rumah Jabir bin 'Abdullah ra, lalu dia menanyai kami satu persatu, siapa nama kami masing-masing. Sampai giliranku ku sebutkan nama ku Muhammad bin Ali bin Husein. Lalu dibukanya kancing baju ku yang atas dan yang bawah.Kemudian diletakkannya telapak tangannya antara kedua susu ku. Ketika itu aku masih muda belia. Lalu dia berkata, "Selamat datang wahai anak saudara ku! Tanyakanlah apa yang hendak engkau tanyakan. Lalu aku bertanya kepadanya. Dia telah buta. Ketika waktu shalat tiba, dia berdiri di atas sehelai sajadahyang selalu dibawanya. Tiap kali sejadah itu diletakkannya ke bahunya, pinggirnya selalu lekat padanya karena kecilnya sejadah itu. Aku bertanya kepadanya, "Terangkanlah kepadaku bagaimana caranya Rasulullah saw. Melakukan ibadah haji." Lalu dia bicara dengan isyarat tangannya sambil memegang sembilanbuah anak jarinya. Katanya, "Sembilan tahun lamanya dia menetap di Madinah, namun beliau belum haji. Kemudian beliau memberitahukan bahwa tahun kesepuluh ia akan naik haji. Karena itu berbondong-bondonglah orang datang ke Madinah, akan ikut bersama Rasulullah saw. Untuk beramal sepertipraktek beliau. Lalu kami berangkat bersama-sama dengan dia. Ketika sampai di Zulhulaifah, Asma 'binti' Umais melahirkan putranya, Muhammad bin Abu Bakar. Dia menyuruh tanyakan kepada Rasulullah saw. apa yang harus dilakukannya (karena melahirkan itu). Sabda Rasulullah saw. "Mandi dan pakai kainpembalut mu. Kemudian pakai pakaian ihram mu kembali. "Rasulullah saw. Shalat dua rakaat di masjid Zulhulaifah, kemudian ia naiki untanya yang bernama Qashwa. Setelah sampai di Baida ', ku lihat sekeliling ku, alangkah banyaknya orang yang mengiringkan dia, yang berkendaraan dan yang berjalan kaki ,di kanan kiri dan di belakang beliau. Ketika itu seluruh Al-Qur'an (wahyu), di mana Rasulullah saw. mengerti maksudnya, yaitu sebagai petunjuk amal yang harus kami amalkan. Lalu ia teriakkan bacaan talbiyah: "Labbaika Allahumma Labbaika, Labbaika la syarika laka Labbaika; innal hamda wan ni'mata laka,wal mulka la syarika laka Labbaika. "Maka talbiyah pula orang banyak seperti talbiyah Nabi saw. itu. Rasulullah saw. tidak melarang mereka membacanya, bahkan selalu membacanya terus menerus. Niat kami hanya untuk mengerjakan haji, dan kami belum mengenal 'umrah. Setelah sampai di Bait Allah, beliaucium salah satu sudutnya (hajar aswad), kemudian beliau thawaf, lari-lari kecil tiga kali dan berjalan biasa empat kali. Kemudian beliau terus menuju ke maqam Ibrahim 'alaihis salam. Lalu beliau baca ayat: "Jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat .." (Al Baqarah: 125). Lalu ditempatkannya maqamitu di antaranya dengan Bait. Sementara itu ayah ku berkata bahwa Nabi saw. membaca dalam shalatnya "Qul huwallahu ahad ..." (Al Ikhlas: 1-4) dan
"Qul ya ayyuhal kafirun" (Al Kafirun: 1-6). Kemudian ia kembali ke sudut Bait (hajar aswad) lalu di ciumnya pula. Kemudian melalui pintu dia pergi ke Shafa. Setelah dekat ke bukit Shafa beliau membaca ayat: "Sesungguhnya sa'i antara Shafa dan Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran agama Allah."(Al
Baqarah: 158). Kemudian mulailah dia melaksanakan perintah Allah. Maka dinaikinya bukit Shafa. Setelah terlihat Baitullah, lalu dia menghadap ke kiblat seraya mentauhidkan Allah dan mengagungkan-Nya. Ujarnya: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa
'Ala kulli syaiin qadir. La ilaha illallahu wahdahu, anjaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaba wahdahu. "Kemudian beliau mendoa. Ucapan tahlil itu diulangnya sampai tiga kali. Kemudian beliau turun ke Marwa. Ketika sampai di lembah, ia berlari-lari kecil. Dan sesudah itu beliau menujubukit Marwa, sambil berjalan kembali. Setelah sampai di puncak bukit Marwa, beliau perbuat apa yang diperbuatnya di bukit Shafa. Tatkala beliau mengakhiri sa'inya di bukit Marwa, ia berujar: "Kalau aku belum lakukan apa yang telah ku perbuat, niscaya aku tidak membawa hadiah, dan menjadikannya umrah."Lalu bertanya Suraqah bin Malik bin Ju'syum, katanya: "Ya, Rasulullah! Apakah untuk tahun ini saja ataukah untuk selamanya?" Rasulullah saw. memperpancakan jari-jari tangannya yang satu ke jari-jari tangannya yang lain seraya berkata: Memasukkan 'umrah ke dalam haji? (2x) Tidak! Bahkan untuk selama-lamanya. "Sementara itu 'Ali datang dari Yaman membawa hewan korban Nabi saw. didapatinya Fathimah termasuk orang yang tahallul; dia mengenakan
pakaian bercelup dan bercelak mata. Ali melarangnya melakukannya. Jawab Fathimah, "Ayahku sendiri yang menyuruh ku berbuat begini." Kata 'Ali, "Aku pergi menemui Rasulullah saw. Minta fatwa beliau terhadap perbuatan Fathimah itu. Kujelaskan kepada beliau bahwa aku mencegahnya berbuat demikian."Sabda beliau, "Fathimah benar! Fathimah benar!" Kemudian tanya beliau, "Apa
yang engkau baca ketika hendak melakukan haji? "Jawab 'Ali, aku membaca" Wahai Allah! Aku niat menunaikan ibadah haji seperti yang dicontohkan Rasul Engkau. "Tanya 'Ali," Tapi aku membawa hewan korban, bagaimana itu? "Jawab beliau," Engkau jangan tahallul. "Kata Ja'far," Total hadiah yang dibawaAli dari yaman dan yang dibawa Nabi saw., Ada seratus ekor. Para jamaah telah tahallul dan bercukur semuanya, melainkan Nabi saw. dan orang-orang yang
membawa hadiah beserta dia. Ketika hari Tarwiyah (8 Zulhijah) tiba, mereka berangkat menuju Mina untuk melakukan ibadah haji. Rasulullah saw. mengendarai kendaraannya. Di sana beliau shalat Zhuhur, 'Ashar,
Maghrib, 'Isya, dan Subuh. Kemudian ia menunggu sebentar sampai terbit matahari; sementara itu ia menyuruh orang lebih dahulu ke Namirah untuk mendirikan tenda di sana. Sedangkan orang Quraisy mengira bahwa ia tentu akan berhenti di Masy'aril Haram (sebuah bukit di Muzdalifah). sebagaimanabiasanya orang-orang jahiliyah. Tapi ternyata beliau terus saja menuju 'Arafah. Sampai ke Namirah didapatinya tenda-tenda telah didirikan orang. Lalu ia berhenti untuk duduk di situ. Ketika matahari telah condong, dia menaiki untanya melanjutkan perjalanan. Sampai di tengah-tengah lembah beliauberpidato. Sabdanya: "Sesungguhnya menumpahkan darah dan merampas harta sesama mu haram, sebagaimana haramnya berperang pada hari ini, Pada bulan ini, dan di negeri ini. Ketahuilah! Semua yang berbau jahiliyah telah dihapus di bawah hukum ku, termasuk tebusan darah masa jahiliyah. Tebusandarah
yang pertama-tama ku hapuskan adalah tebusan darah Ibnu Rabi'ah bin Harits yang disusukan oleh Bani Sa'ad, lalu ia dibunuh oleh Huzail. Begitu pula telah ku hapuskan riba jahiliyah; yang mula-mula ku hapuskan adalah riba yang ditetapkan 'Abbas bin Abdul Muththalib. Sesungguhnya riba itu kuhapuskan semuanya.Kemudian jagalah diri mu terhadap wanita. Kamu dapat mengambil mereka sebagai amanah Allah dan mereka halal bagi mu dengan mematuhi peraturan Allah. Setelah itu kamu punya hak atas mereka, yaitu supaya mereka tidak memungkinkan orang lain menempati tikar mu. Jika mereka melanggar, pukullahmereka dengan cara yang tidak membahayakan. Sebaliknya mereka punya
hak terhadap mu. Yaitu nafkah dan pakaian yang pantas. Ku wariskan kepada mu sekalian suatu hukum
yang jika kamu pegang teguh, kamu tidak akan tersesat sepeninggal ku, yaitu Kitabullah! Kamu semua akan ditanya tentang diri ku. Apakah akan jawab mu? "Jawab mereka," Kami menjadi saksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah ini kepada kami, telah menunaikan tugas mu dan telah menyarankankami. "Lalu beliau bersabda sambil mengangkat telunjuknya ke langit, dan menunjuk kepada orang banyak." Wahai Allah! Saksikanlah! "(3x). Sesudah itu dia azan, kemudian qamat lalu shalat Zhuhur, kemudian qamat lagi, lalu shalat 'Ashar tanpa solat sunat antara
keduanya. Sesudah itu beliau melanjutkan perjalanan menuju ke tempat wukuf. Sampai di sana, dihentikannya unta Qashwa di tempat berbatu-batu dan orang-orang yang berjalan di depannya. Dia menghadap ke kiblat dan selalu wukuf
sampai matahari terbenam dan mega merah hilang. Kemudian ia melanjutkan pula perjalanan dengan membonceng Usamah di belakangnya, sedang ia sendiri memegang kendali. Dia tarik tali kekang unta Qashwa, sehingga kepalanya hampir menyentuh bantal palana. Beliau bersabda dengan isyarat tangannya,"Hai, orang banyak! Tenang! Tenang!" Setiap beliau sampai ke pinggang bukit dikendurkannya tali unta sedikit untuk memudahkannya mendaki. Sampai di Muzdalifah beliau shalat Maghrib dan 'Isya dengan satu kali adzan dan dua qamat, tanpa solat sunat antara keduanya. Kemudian dia tidur sampai terbitfajar. Setelah tiba waktu Subuh, beliau shalat Subuh dengan satu adzan dan satu qamat. Kemudian ia tunggangi pula Qashwa melanjutkan perjalanan sampai ke Masy'aril Haram. Sampai di sana beliau menghadap ke kiblat, mendoa, takbir, tahlil dan
membaca kalimah tauhid. Dia wukuf di sana sampai langit kekuning-kuningan dan berangkat sebelum matahari terbit sambil membonceng Fadhal Ibnu 'Abbas. Fadhal seorang pria berambut indah dan berwajah putih. Ketika ia berangkat, berangkat pulalah orang-orang besertanya. Fadhal menengok kemereka, lalu mukanya ditutup Rasulullah dengan tangannya. Tapi Fadhal menoleh ke arah lain untuk melihat. Rasulullah saw. menutup pula mukanya dengan tangan yang lain, sehingga Fadhal mengarahkan pandangannya ke tempat lain. Sampai di tengah lembah Muhassir, dipercepatnya untanya melalui jalan tengahyang langsung menembus ke jumratul Kubra. Sampai di Jumrah yang dekat dengan sebatang pohon, beliau melempar dengan tujuh buah kerikil sambil membaca takbir pada setiap lemparan. Kemudian beliau terus ke tempat penyembelihan korban. Di sana beliau menyembelih enam puluh tiga hewan korban dengantangannya dan sisanya diserahkannya kepada 'Ali untuk menyembelihnya,
yaitu sebagai hewan korban bersama-sama dengan anggota jamaah yang lain. Kemudian beliau suruh ambil dari setiap hewan kurban itu sepotong kecil, lalu disuruhnya masak dan kemudian beliau makan dagingnya serta beliau minum kuahnya. Sesudah itu ia naiki kendaraan beliau menuju ke Baitullah untukthawaf. Beliau shalat Zhuhur di Makkah. Sesudah itu ia datangi Bani 'Abdul Muththalib yang sedang menimba sumur Zamzam. Beliau bersabda kepada mereka, "Hai Bani Abdul Muththalib! Berilah kami minum! Kalaulah masyarakat tidak akan salah tanggap, tentu akan ku tolong kamu menimba bersama-sama. Lalumereka timbakan seember, dan ia minum darinya. "
1189. Dari Jabir ra, dia menceritakan dalam hadisnya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Aku menyembelih kurban di sini, dan Mina seluruhnya adalah tempat menyembelih. Karena itu berkorbanlah mu di tempat kendaraan mu berhenti. Dan wukuf di 'Arafah, maka' Arafah seluruhnya adalah tempat wukuf.Dan aku wukuf pula di Muzdalifah, maka Muzdalifah seluruhnya adalah tempat wukuf. "
1190. Dari Jabir bin 'Abdullah r, a., Katanya: "Tatkala Rasulullah saw. Tiba di Makkah, mula-mula ia
datangi hajar aswad lalu ia cium. Kemudian ia berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran, dan berjalan kaki empat kali putaran. "
1191. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Orang-orang Quraisy dan orang-orang yang seagama dengan mereka, sebelumnya mereka wukuf di Muzdalifah dan mereka bernama" Al Hums "(pemberani). Tapi orang-orang Arab lainnya wukuf di' Arafah. Ketika Islam datang Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan kepada Nabi-Nya
supaya datang ke 'Arafah dan wukuf di sana. Setelah itu berangkat dari sana bersama-sama. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah swt .: "Kemudian berangkatlah kamu semua dari tempat
berangkatnya orang banyak. "(Al Baqarah: 199)
1192. Dari Hisyam ra, dari ayahnya, katanya: "Orang-orang Arab zaman dahulu thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang bulat, kecuali Al Hums. Al Hums adalah orang-orang Quraisy dan turunannya. Orang-orang Arab itu thawaf dalam keadaan telanjang, kecuali ketika mereka diberi pakaian oleh orang Quraisy,yang pria memberi pakaian kepada pria dan perempuan ke perempuan. Orang Quraisy tidak berangkat dari Muzdalifah, tetapi orang banyak semuanya pergi ke 'Arafah. Kata Hisyam, dari ayahnya, dari 'Aisyah ra, "Orang-orang Quraisy (Al Hums) inilah yang telah menyebabkan Allah' Azza wa Jalla menurunkanayat pada mereka, "Kemudian berangkatlah kamu dari tempat berangkatnya orang banyak" (Al Baqarah: 199) Kata 'Aisyah, "Orang banyak berangkat dari' Arafah, sedangkan mereka (Al Hums) berangkat dari Muzdalifah." Kata mereka, "Kami tidak akan berangkat melainkan dari Tanah Haram." Maka ketika ayat di atasturun, mereka sama-sama pergi ke 'Arafah. "1193. Dari Abu Musa ra, katanya:" Aku mendatangi Rasulullah saw. ketika ia menambatkan kendaraannya di Bathha. Dia bertanya kepada ku, "Kamu ihram dengan niat apa?" Jawab ku: "Aku ihram dengan apa yang diniatkan Rasulullah saw." Tanya beliau, "Apakahengkau membawa hadiah (hewan kurban)? "Jawab ku," Tidak. "Sabda beliau," Pergilah thawaf di Baitullah, sesudah itu sa'yi di Shafa dan Marwa, dan sesudah itu engkau dapat tahallul (berhenti ihram). Lalu aku thawaf di Bait, kemudian di Shafa 'dan Marwa, dan sesudah itu ku datangi wanita kaum ku laludisisirkannya rambut ku dan dicucinya kepala ku: Yang demikian itu kufatwakan kepada orang banyak selama pemerintahan Abu Bakar. Ketika musim haji dalam pemerintahan 'Umar, seorang pria bertanya kepada ku. "Tidak tahukah engkau peraturan baru yang di buat Amirul Mukminin tentang ibadah haji?" Laluku umumkan, "Hai, manusia! Siapa yang pernah minta fatwa kepada ku tentang haji harus ditunda pelaksanaannya, karena Amirul Mukminin telah membuat suatu aturan tentang itu. Karena itu patuhilah Amirul Mukminin!" Ketika Amirul Mukminin datang, aku bertanya kepada beliau. "Peraturan barubagaimanakah yang Anda buat tentang ibadah haji? "Jawabnya," Kita ambil dari Kitabullah. Allah berfirman: "Sempurnakanlah haji dan 'umrahmu karena Allah." (Al Baqarah: 196). Dan kita ambil dari Sunnah Nabi kita 'alaihish shalatu wassalam, karena sesungguhnya ia tidak tahallul (berhenti ihram)sebelum menyembelih hewan kurban yang dibawanya. "
1194. Dari Abu Musa ra, katanya: "Rasulullah saw. Menugaskan ku ke negeri Yaman. Kemudian, aku bertemu kembali dengan dia pada musim haji. Dia bertanya kepada ku," Hai, Abu Musa! Apa niatmu ketika ihram (untuk haji atau untuk 'umrah?) "Jawab ku," Aku ihram seperti ihram Nabi saw. "Tanya beliau,"Apakah kamu membawa hadiah (hewan kurban)?" Jawab ku, "Tidak, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Kalau begitu pergilah thawaf di Bait, kemudian di Shafa dan Marwa, sesudah itu engkau tahallul (berhenti ihram).
1195. Dari Qatadah ra, katanya Abdullah bin Syaqiq bercerita: 'Usman bin' Affan pernah melarang mengerjakan haji tamattu '(' umrah sebelum haji), sedangkan 'Ali menyuruh melakukannya. Karena itu 'Usman menegur' Ali. Jawab 'Ali "Bukankah Anda tahu, bahwa kita pernah mengerjakan haji tamattu' bersama-samadengan Rasulullah saw.? "Kata 'Usman," Benar! Tapi ketika itu kita dalam kondisi tidak aman. "1196. Dari Sa'id bin Musayyab ra, katanya:" Pada suatu ketika, 'Ali dan' Usman ra, bertemu di 'Usfan. 'Usman melarang melakukan haji tamattu' atau 'umrah. Kata 'Ali, "Apa maksud Anda melarang orang mengerjakanibadah yang pernah diperbuat oleh Rasulullah saw.? "Jawab 'Usman," Biarkan kami dengan urusan kami! "Kata' Ali," Aku tidak dapat membiarkan Anda begitu saja. "Setelah 'Ali melihat yang demikian, lalu ia ihram untuk keduanya (haji dan 'umrah) sekaligus. " 1197. Dari Mutharrif r.a., bahwasanya 'Imran binHushain berkata kepadanya, "Akan ku sampaikan kepada mu sebuah hadis, semoga ia bermanfaat bagi mu. Yaitu, bahwasanya Rasulullah saw. Pernah menggabungkan 'umrah dengan haji dan mengerjakannya sekaligus. Kemudian beliau tidak pernah melarang yang demikian sampai beliau meninggal. Sedangkan ayat yangmelarang demikian pun tidak pernah turun. "
1198. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengerjakan haji tamattu 'ketika beliau haji wada', yaitu dengan mengerjakan 'umrah sebelum haji. Kemudian beliau bayar denda dengan hewan korban yang dibawanya dari Zulhulaifah, tempat ia memulai ihram untuk 'umrahnya itu. Sesudahitu barulah beliau ihram pula untuk haji, dan orang banyak 'umrah pula bersama-sama dengan dia. Di antara orang banyak itu ada yang membawa hadiah, dan ada pula yang tidak membawa hadiah. Setibanya Rasulullah saw. di Makkah. beliau bersabda kepada orang banyak, "Siapa-siapa yang membawa hadiah, diatidak bisa tahallul (berhenti ihram) sampai selesai haji. Dan siapa yang tidak membawa hadiah, harus thawaf di Bait, kemudian di Shafa dan Marwa, sesudah itu dia bisa bercukur dan tahallul. Kemudian dia harus ihram kembali untuk haji, dan harus membayar denda dengan menyembelih kurban. Siapa yangtidak membawa hewan kurban, dia harus puasa tiga hari di tempat haji dan tujuh hari ketika dia telah tiba di kampungnya. Sesampainya di Makkah lebih dahulu ia jamah hajar aswad, kemudian ia berlari-lari keci1 tiga kali rotasi keliling Ka'bah dan berjalan biasa empat kali putaran. Selesaithawaf keliling Ka'bah, beliau shalat
dua rakaat di Maqam Ibrahim. Selesai shalat, beliau pergi ke Shafa dan Marwa lalu sa'i antara Shafa dan Marwa tujuh kali. Dia tidak tahallul sampai selesai haji dan menyembelih korbannya di hari Nahar (10 Dzulhijjah). Sesudah itu ia kembali ke Makkah, lalu thawaf di Bait, kemudian tahallul ataumenghalalkan segala sesuatu yang tadinya haram dikerjakan selama ibadah haji. Apa yang diperbuat beliau itu dicontoh pula oleh orang-orang yang membawa hewan kurban.
1199. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Hafshah ra, istri Nabi saw. Pernah bertanya kepada beliau, tanya nya:" Ya, Rasulullah! Kenapa orang telah tahallul dari 'umrah, sedangkan Anda belum? "Jawab beliau," Aku telah menggulung rambut ku dan memberikan kalung pada hewan korban. Karenaitu aku tidak bisa tahallul sampai aku menyembelih korban ku itu. "
1200. Dari Hafshah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Nabi saw., Kenapa orang banyak sudah dapat tahalul (berhenti 'umrah), sedangkan Anda belum juga tahallul?" Jawab beliau, "Aku telah mengalungi hewan korban ku dan menggulung rambutku. Karena itu aku tidak bisa tahallul sampai ibadah haji selesai."
1201. Dari Nafi 'ra, katanya' Abdullah bin 'Abdullah serta Salim bin' Abdullah, keduanya pernah terlibat dalam suatu pembicaraan dengan 'Abdullah bin' Umar ketika Hajjaj hendak memerangi Ibnu Zubair. Keduanya mengatakan kepada 'Abdullah,
"Tidaklah mengapa agaknya jika Anda tidak pergi haji tahun ini, karena kami khawatir akan terjadi peperangan sehingga Anda terhalang mengerjakannya." Jawab 'Abdullah, "Jika aku terhalang, akan kulakukan seperti apa yang pernah diperbuat Rasulullah Saw. Aku ikut bersama-sama dengan dia ketika iadihalangi oleh kafir Quraisy mengerjakan haji. Dapat kukatakan kepada mu, bahwa ketika itu aku sempat mengerjakan 'umrah. "Lalu dia pergi. Sesampainya di Zulhulaifah, dia membaca talbiyah untuk' umrah. Jika aku dibiarkan akan kulaksanakan 'umrah ku, tetapi jika aku dihalangi, akan kulakukan sepertiyang dilakukan Rasulullah saw. di mana aku ikut menyaksikannya ketika itu. Kemudian dibacanya sebuah ayat: "Sesungguhnya Rasulullah itu adalah contoh teladan yang baik bagimu .. (Al Ahzab: 21). Kemudian beliau melanjutkan perjalanannya sampai ke Baida '. Lalu dia berkata: Sesungguhnya ibadah haji dan'Umrah itu satu. Jika aku terhalang mengerjakan 'umrah berarti aku terhalang pula mengerjakan haji. Akan ku perlihatkan padamu bagaimana caranya menunaikan haji sekaligus dengan 'umrah. Lalu diteruskannya perjalanannya. Sampai di Qudaid dibelinya hadiah (hewan kurban). Kemudian dia thawaf di Baitsatu kali, sa'i di Shafa dan Marwa sekali. Dan beliau tidak tahallul melainkan pada hari Nahar (10 Dzulhijjah).
1202. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya "Kami pernah ihram bersama Rasulullah saw. Untuk haji Ifrad."
1203. Dari Bakar bin 'Abdullah, dari Anas ra, katanya dia pernah melihat Nabi saw. menggabungkan ibadah haji dengan 'umrah. Kata Bakar, lalu hal itu kutanyakan kepada Ibnu 'Umar. Jawab Ibnu 'Umar, "Kami hanya ihram untuk haji saja." Kemudian aku kembali ke Anas, lalu ku sampaikan kepadanya ucapanIbnu 'Umar itu. Jawab Anas, "Kita seperti anak kecil saja."
1204. Dari Wabarah ra, katanya: "Ketika aku duduk dekat Ibnu 'Umar, datang seorang pria bertanya," Dapatkah aku thawaf di Bait sebelum wukuf di' Arafah? "Jawab Ibnu 'Umar," Ya, bisa! Rasulullah saw. mengerjakan ibadah haji, beliau thawaf lebih dahulu di Bait sebelum pergi ke tempat wukuf di 'Arafah. "
1205. Dari 'Amru bin Dinar ra, katanya: "Kami pernah bertanya kepada Ibnu' Umar tentang seorang pria yang mengerjakan ibadah 'umrah, lalu dia thawaf di Baitullah tetapi belum sa'i antara Shafa dan Marwa. Bisakah dia campur dengan istrinya (tahallul )? " Jawab Ibnu 'Umar, "Rasulullah saw. Mengerjakan'Umrah, pertama beliau thawaf di Baitullah tujuh kali; kemudian shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, kemudian sa'i antara Shafa dan Marwa tujuh kali. "Kata Ibnu 'Umar selanjutnya," Sesungguhnya Rasulullah saw. adalah ikutan yang baik. "
1206. Dari Asma 'binti Abu Bakar ra, katanya: "Ketika kami ihram Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang membawa hadiah (hewan kurban), hendaklah dia tetap dalam keadaan ihram. Dan siapa yang tidak membawa hadiah, dia bisa tahallul (berhenti ihram). Ketika itu Zubair (suami Asma ') membawa hadiah.Karena itu dia tidak tahallul. Tapi aku memakai pakaianku, lalu keluar dan duduk dekat Zubair. Kata Zubair, "Jauh-jauhlah kau dariku!" Jawab ku, "Khuatirkah engkau akan batal keranaku?"
1207. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Ihram untuk haji dan tiba di Makkah pada tanggal 4 Dzulhijjah. Setelah selesai shalat subuh, beliau bersabda:" Siapa yang akan membuat haji ini' umrah, silakan! "
1208. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat Subuh di Dzi Thuwa, dan tiba di Makkah tanggal 4 Dzulhijjah. Lalu beliau menyuruh para sahabatnya agar mengganti niat mereka dengan' umrah, kecuali bagi orang yang membawa hadiah (hewan kurban ). "1209. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Rasulullahsaw. bersabda: 'Umrah ini kita kerjakan sebelum haji. Siapa tidak membawa hadiah, dia bisa tahallul seluruhnya, namun 'umrah itu termasuk ibadah haji sampai hari kiamat. "
1210. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat Zhuhur di Zulhulaifah. Sesudah shalat di mintanya unta (hewan kurban), lalu diberinya tanda di punuk kanan unta itu sampai berdarah, kemudian dikalungkannya sepasang terompah di kuduknya; dan setelah beliau naik di mobilnya, sampai diBaida 'barulah beliau ihram untuk haji. "
1211. Dari Ibnu 'Abbas ra, bahwasanya Mu'awiyah bin Abi Sufyan mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah memangkas rambut Rasulullah saw. ketika ia sedang berada di Marwa.
1212. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengerjakan 'umrah empat kali. Semuanya itu dikerjakan beliau di bulan Zulkaedah, selain yang dikerjakannya bersama-sama dengan haji. Artinya,' umrah yang dilakukan beliau dari Hudaibiyah, ketika
terjadinya perdamaian Hudaibiyah dalam bulan Zulkaedah, dan 'umrah tahun sesudah itu juga dalam bulan Zulkaedah, dan' umrah yang dilakukan beliau dari Ji'ranah ketika membagi-bagi harta rampasan perang Hunain, jUga di bulan Zulkaedah, dan sesudah itu 'umrah yang dilakukan beliau sama-sama dengan haji.
1213. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengajukan seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan, katanya:" Apa keberatanmu untuk pergi haji bersama-sama dengan kami? "Jawab wanita itu," Kami hanya memiliki dua ekor unta. Yang satu dipakai suami ku pergi haji bersama anaknya, sedang yangsatu lagi dipakai pembantu kami untuk menyiram kebun. "Sabda Nabi saw.," Kalau begitu, 'umrahlah nanti di bulan Ramadhan, nilainya sama dengan haji bersama ku. "
1214. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bila Nabi saw. Datang ke Makkah, beliau masuk kota dari tempat ketinggian dan keluar dari tempat kerendahan."
1215. Dari Nafi 'ra, katanya' Abdullah mengabarkan kepadanya,
bahwasanya Rasulullah saw. berhenti bermalam di Dzi Thuwa, sehingga beliau shalat Subuh lebih dahulu di situ sebelum masuk kota Makkah. Tempat beliau shalat itu bukanlah di masjid yang telah dibangun kemudian, tapi agak ke bawah sedikit, di sebuah bukit kecil yang ditutupi tanah. "
1216. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Melakukan thawaf awal (thawaf qudum:
thawaf selamat datang), ia berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran. Ketika sa'i, ia berlari pula bila melalui bekas banjir antara Shafa dan Marwa.
1217. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Melakukan thawaf qudum untuk haji dan' umrah, berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan empat kali putaran. Kemudian beliau soat dua rakaat (di Maqam Ibrahim) dan sesudah itu sa 'i antara Shafa dan Marwa. "
1218. Dari Ibnu 'Abbu ra, katanya: "Rasulullah saw. Dan juga sahabat beliau datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dalam kondisi lemah oleh penyakit Madinah. Lalu orang-orang musyrik Makkah berkata sesama mereka," Besok akan datang ke sini suatu kaum yang lemah karena mereka diserang penyakitpanas yang memayahkan. Oleh karena itu mereka duduk di dekat Hijir memperhatikan kaum muslimin thawaf. Nabi saw. memerintahkan mereka agar berlari tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran antara dua sudut supaya dilihat kaum musyrikin ketangkasan mereka. Maka berkata kaum musyrikinsesama mereka, "Inikah orang-orang yang kamu katakan lemah karena sakit panas, ternyata mereka lebih kuat dari golongan ini dan itu." 1219. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Berlari-lari kecil thawaf di Bait, untuk memperlihatkan kekuatan kaum muslimin kepada kaum musyrikin."
1220. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Aku tidak melihat Rasulullah saw. Menyentuh Baitullah melainkan pada dua sudut, yaitu sudut Hajar Aswad dan sudut Yamani."
1221. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku tidak pernah meninggalkan meraba kedua sudut ini, yaitu sudut Yamani dan sudut Hajar Aswad, semenjak ku lihat Rasulullah saw. Merabanya, baik dalam keadaan sempit maupun dalam kondisi lapang." 1222. Dari Salim ra, katanya bapaknya menceritakan kepadanya, bahwa'Umar bin Khaththab mencium hajar-aswad. Kemudian 'Umar berkata, "Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah saw. Menciummu, aku tidak akan menciummu."
1223 Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Ketika haji wada ', Rasulullah saw. thawaf di atas unta. Lalu dia menyentuh hajar aswad dengan tongkatnya."
1224. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Aku melapor kepada Rasulullah saw. Bahwa aku sakit. Maka bersabda Rasulullah saw.," Thawaflah di belakang kerumunan sambil berkendaraan, "Kata Ummu Salamah," Ketika Rasulullah saw. solat dekat Bait, beliau membaca surah Ath Thur. "1225. Dari 'Urwah ra, dariayahnya, dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku berpendapat, jika seseorang tidak sa'i antara Shafa dan Marwa tidak membatalkan hajinya." Tanya 'Aisyah, "Apa alasanmu?" Jawab ku, "Firman Allah Ta'ala yang berbunyi:" Sesungguhnya Shafa dan Marwa sebagian dari syi'ar agama Allah. "(Al Baqarah: 158). Kata 'Aisyah,"Tidak sempurna haji dan 'umrah seseorang tanpa sa'i antara Shafa dan Marwa. Kalau benarlah apa yang kamu katakan, tentu firman Allah Ta'ala itu seharusnya berbunyi: Tidaklah berdosa orang yang tidak sa'i antara keduanya. Tahukah kamu mengapa? Alasannya adalah: Di zaman jahiliyah, orang-orang Ansharmenyembah dua berhala yang terletak di tepi pantai, yaitu berhala yang disebut Isaf dan Nailah. Sesudah mereka mendatangi kedua berhala itu, mereka sa'i antara Shafa dan Marwa, dan sesudah itu mereka bercukur. Setelah Islam datang, mereka enggan sa'i antara keduanya, karena mereka tak ingin mengingatperbuatan mereka saat jahiliyah. Kata 'Aisyah, lalu Allah menurunkan ayat: "Sesungguhnya Shafa dan Marwa sebagian dari syi'ar agama Allah." (Al Baqarah: 158). Maka sejak itu, mereka sa'i antara keduanya. "
1226. Dari 'Urwah bin Zubair ra, katanya dia berujar kepada' Aisyah ra, istri Rasulullah saw., "Aku berpendapat, tidaklah membatalkan jika seseorang tidak sa'i antara Shafa dan Marwa. Dan aku sendiri tidak peduli untuk tidak sa'i antara keduanya. Jawab 'Aisyah ra, "pendirianmu itu salah, haianak saudara perempuanku! Rasulullah saw. dan kaum muslimin semuanya sa'i antara Shafa dan Marwa. Dan yang demikian itu adalah sunnah. Dahulu, para penyembah berhala Manat yang berada di Mutsailal, mereka memang tidak sa'i antara Shafa dan Marwa. Maka ketika Islam datang, hal itu kami tanyakan padaNabi saw. Lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat: "Sesungguhnya Shafa dan Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran agama Allah. Maka siapa yang haji ke Bait, atau' umrah tidaklah berdosa mereka sa'i antara keduanya. (Al Baqarah: 158)
1227. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Dan para sahabatnya, sa'i dari Shafa ke Marwa dihitung satu kali putaran." 1228. Dari Fadhal ra, katanya: "Rasulullah saw. Selalu membaca talbiyah hingga tiba waktu melontar Jumrah."
1229. Dari 'Abdullah bin' Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya, katanya, "Kami berangkat pagi-pagi bersama Rasulullah saw. Dari Mina ke Arafah. Sementara itu, dalam rombongan kami ada yang membaca talbiyah, dan ada pula yang membaca takbir. "
1230. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya: "Rasulullah saw. Berangkat dari Arafah. Ketika sampai di
suatu bukit, beliau turun hendak buang air kecil dan sesudah itu beliau wudhuk dengan sederhana. Lalu aku bertanya kepada beliau, "Apakah akan shalat sekarang?" Jawab beliau, "Belum. Nanti saja pada perhentian yang berikut." Lalu ia naik kendaraan kembali. Setelah sampai di Muzdalifah beliau turun,lalu wudhuk
dengan sempurna. Kemudian diqamatkan orang shalat Maghrib dan semua orang berhenti di situ. Lalu diqamatkan pula shalat 'Isya, tanpa solat
sunat antara keduanya. "
1231. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya; "Rasulullah saw. Shalat Maghrib dan 'Isya di Muzdalifah dengan cara menjama'kan keduanya."
1232. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya "Rasulullah saw. Menjama' shalat Maghrib dan 'Isya, dengan cara shalat Maghrib tiga rakaat dan shalat' Isya dua raka'at dengan satu kali qamat."
1233. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada malam Muzdalifah. Saudah (istri Rasulullah saw.) minta izin kepada Rasulullah saw. untuk berangkat lebih dahulu ke Mina sebelum orang banyak berdesak-desakan ke sana, karena Saudah orangnya lambat. Setelah mendapat izin dari Rasulullah saw., maka berangkatlahdia malam itu, sedangkan kami menunggu sampai besok pagi, berangkat bersama-sama dengan Rasulullah saw. "1234. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Aku ingin pula minta izin kepada Rasulullah saw. seperti halnya Saudah minta izin kepada beliau, supaya aku bisa shalat Subuh di Mina, lalu melontar Jumrah sebelumorang datang. Ditanya orang 'Aisyah. "Pernahkah Saudah minta izin seperti itu kepada Rasulullah saw.?" Jawab 'Aisyah, "Ya, pernah. Karena Saudah seorang wanita gemuk yang menyebabkan gerakannya lambat. Lalu dia minta izin kepada Rasulullah saw. Maka diizinkan oleh beliau."
1235. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Aku termasuk orang yang di suruh Rasulullah saw. Berangkat lebih dahulu ke Mina bersama keluarga beliau yang lemah atau lambat berjalan."
1236. Dad Ibnu Syihab ra, katanya Salim bin 'Abdullah mengabarkan kepadanya bahwa' Abdullah bin 'Umar memberangkatkan keluarganya yang lemah lebih dahulu, lalu mereka berhenti dekat Masy'aril Haram di Muzdalifah. Sepanjang malam mereka selalu zikir dengan membaca zikir yang mudah bagi mereka. Berikutnyamereka berangkat sebelum Imam sampai dan ada pula yang sebelum Imam berangkat. Sebagian mereka sampai di Mina tepat pada waktu shalat Subuh dan sebagian lagi sesudahnya. Sampai di Mina mereka langsung melontar Jumrah. Kata Ibnu 'Umar, Mereka telah mendapat kelonggaran dari Rasulullah saw. "
1237. Dari 'Abdur rahman bin Yazid ra, katanya, ditanyakan orang kepada Abdullah bin Mas'ud, kenapa orang banyak melontar Jumrah dari ketinggian sedangkan Abdullah melempari dari dalam lembah? Maka dijawabnya, "Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia. Di sini (dalam lembah) orang yang diturunkankepadanya Surah Al Baqarah (Nabi Muhammad saw.) melempari. "
1238. Dari Jabir ra, katanya: "Aku melihat Nabi saw. Melontar dari atas kendaraannya pada hari Nahar (hari menyembelih kurban, yaitu 10 Zulhijjah). Lalu beliau bersabda:" Hendaklah kamu sekalian pelajari sungguh-sungguh bagaimana caranya aku mengerjakan haji, karena aku tidak tahu, barangkali akutidak akan sempat lagi mengerjakan haji sesudah hajiku ini. "
1239. Dari Ummul Hushain ra, katanya: "Aku ikut menunaikan ibadah haji bersama-sama dengan Rasulullah saw. Ketika haji wada '. Aku melibat ketika ia melontar Jumrah' Aqabah. Sesudah itu ia pergi dengan mobilnya bersama Bilal dan Usamah; yang satu memegang kendali unta, dan yang satulagi memayungi Rasulullah saw. dengan bajunya dari terik matahari. Kata Ummul Hushain, "Ketika itu Rasulullah saw. Banyak berbicara. Yang aku dapat mendengarnya, beliau bersabda:" Sekalipun yang memegang kekuasaan seorang budak hitam, tetapi dia memerintah dengan Kitabullah, dengarkan dan patuhilahdia! "
1240. Dari Jabir bin AbduUah ra, katanya: "Aku melihat Nabi saw. Melontar Jumrah dengan batu kerikil sebesar gundut."
1241. Dari Jabir ra. Katanya: "Rasulullah saw. Melontar Jumrah pada hari Nahar (10 Zulhijjah) di waktu Dhuha, dan sesudah itu (yaitu tanggal 11, 12, dan 13) sesudah matahari tergelincir."
1242. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bersuci dengan batu (istinja 'atau istijmar) harus ganjil, melontar jumlah ganjil, sa'i antara Shafa dan Marwa ganjil, thawaf aneh. Ketika kamu istijmar harus istijmar dengan jumlah ganjil."
1243. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mencukur rambut, lalu mencukur pula sebagian para sahabat, sedang yang sebagian lagi menggunting rambut saja. Kata Abdullah selanjutnya," Rasulullah saw. mendoakan satu atau dua kali orang yang mencukur rambut, kemudian beliau doakan pula orang yangmemangkas rambut. "1244. Dari Abu Burakah ra, katanya Rasulullah saw. mendoa:" Allahummafir lil muhalliqinll "lalu kata mereka," Dan bagi orang-orang yang menggunting rambut, ya Rasulullah. "Jawab beliau." Allahum maghfir lil muhalliqinll "Kata mereka. "Dan bagi orang-orang yang menggunting rambut,ya Rasulullah. "Jawab beliau," Wa lilmuqalluhirin. "
1245. Dari Yahya bin Bushain ra, dari neneknya, bahwasanya dia mendengar Nabi saw. ketika haji wada ', mendoakan orang-orang yang mencukur rambut tiga kali, sedangkan orang yang menggunting rambut satu kali. "
1246. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Mencukur rambut ketika beliau haji wada'."
1247. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Setelah Rasulullah saw. Sampai di Mina, beliau datang ke Jamratul 'Aqabah lalu melempari. Kemudian dia pergi ke tempatnya di Mina, di sana beliau menyembelih kurban. Sesudah itu beliau bersabda kepada tukang cukur, "Cukurlah rambutku, sambil beliau memberisinyal ke kepalanya sebelah kanan dan kiri; sesudah bercukur, diberikannya rambutnya kepada orang banyak. "
1248. Dari 'Abdullah bin' Amru bin
'Ash ra., Katanya: "Ketika haji wada', Rasulullah saw. Pernah berhenti di Mina untuk menunggu orang banyak agar bertanya kepada beliau. Maka tampillah seorang pria, lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah. Aku sudah terlanjur mencukur sebelum menyembelih kurban, bagaimana itu? "Jawab beliau," Sembelihlah,tidak mengapa! "Kemudian datang pula pria yang katanya:" Ya, Rasulullah! Aku sudah terlanjur menyembelih lebih dahulu sebelum melontar, bagaimana itu? "Jawab beliau," Lontarlah. Tidak mengapa! "Kata 'Abdullah," Segala sesuatu yang ditanyakan kepada beliau, adalah hal-hal yang urutannya tidak tertibkarena terlanjur atau lupa. Dijawab oleh beliau, "Teruskanlah, tidak berdosa."
1249. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Langsung melakukan thawaf fadhah pada hari Nahar (10 Zulhijah), sesudah itu beliau kembali ke Mina lalu shalat Zhuhur di situ."
1250. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya' Abbas bin 'Abdul Muththalib pernah minta izin kepada Rasulullah saw. Untuk bermalam di Mekah pada waktu harus bermalam di Mina, karena tugasnya memberi minum orang-orang haji. Lalu dia diizinkan oleh beliau . "1251. Dari Bakar bin 'Abdullah Al Muzanira, katanya: "Aku duduk bersama Ibnu 'Abbas dekat Ka'bah. Tiba-tiba datang seorang Arab dusun bertanya:" Aku lihat anak-anak paman Anda minum madu dan susu, sedangkan Anda minum anggur. Apakah hal itu karena suatu maksud ataukah karena bakhil? "Jawab Ibnu 'Abbas," Segala puji bagi Allah. Tidak adasuatu maksud bagi kami dan tidak pula karena bakhil. Rasulullah saw. pernah datang berkendaraan dan di belakangnya membonceng Usamah. Dia minta minum, lalu kami beri minum dengan anggur. Setelah ia minum, sisanya diberikan kepada Usamah. Sabda beliau, "perbuatanmu ini sangat baik dan bagus; teruskanlahseperti itu! "Aku tidak ingin merubah apa yang diperintahkan oleh Rasulullah saw." 1252. Dari 'Ali ra, katanya: "Aku disuruh Rasulullah saw. Mengurus penyembelihan hewan kurban, menyedekahkan daging dan kulitnya, dan mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kesempurnaan kurban. Tapi dilarangbeliau mengambilkan upah untuk tukang potong dari hewan kurban itu. Kata 'Ali, untuk upahnya kamu ambilkan dari uang kami sendiri. "
1253. Dari Abu Zubair dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Kami pernah menyembelih kurban bersama Rasulullah saw. Di tahun perjanjian Hudaibiyah, untuk kurban seekor unta atau kurban seekor sapi, kami bersekutu tujuh orang." 1254. Dari Jabir ra, katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullahsaw. Lalu dia menyuruh kami bersekutu tujuh orang untuk kurban seekor unta atau seekor sapi bersekutu tujuh orang. "1255. Dari Jabir r.a., katanya:" Rasulullah saw. menyembelih seekor sapi pada hari Nathar untuk kurban 'Aisyah (seorang saja). "
1256. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku masih ingat ketika aku mengalungkan tanda hewan kurban kepada kambing kurban Rasulullah saw., Lalu hewan itu dikirimkan, sedangkan dia sendiri tetap bersama kami dalam kondisi halal."
1257. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami pernah mengalungkan tanda hewan kurban kepada kambing kurban Rasulullah saw., Lalu kambing itu dikirimkan ke Tanah Haram. Sedangkan Rasulullah saw. Tetap halal, tidak mengharamkan sesuatu apa pun, kepada beliau."
1258. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. pernah melihat orang menggiring unta korbannya (sedangkan orang itu berjalan kaki), lalu sabda Rasulullah saw. kepadanya, "Kendarailah!" Jawab orang itu, "Ya, Rasulullah! Unta ini hewan kurban!"
Sabda beliau, "Kenderailah!" Kali yang kedua atau ketiga dia ucapkan, "Rugi kamu!"
1259. Dari Abu Zubair ra, katanya dia mendengar Jabir bin 'Abdullah ditanya orang tentang mengenderai hewan kurban. Jawab Jabir, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Kendarailah dengan wajar jika engkau membutuhkannya sampai engkau memperoleh kendaraan yang lain. "
1260. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Bahwasanya Dzuaiba Abu Qabishah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. Pernah mengirimkan hewan kurban kepadanya, lalu beliau bersabda," Jika ada di antara hewan-hewan itu sakit, yang engkau khawatirkan akan mati, sembelihlah. Kemudian rendam terompahnyake darahnya lalu sapukan ke badannya. Engkau atau siapa pun yang bergabung mu tidak bisa memakannya. "
1261. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Orang telah pulang ke negerinya masing-masing. Maka bersabda Rasulullah saw.," Janganlah seseorang pulang sebelum dia thawaf wada' (akhir) di Baitullah. "
1262. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Orang diperintahkan Rasulullah saw. Supaya melakukan thawaf terakhir di Baitullah sebelum pulang, kecuali yang diberi keringanan perempuan haid."
1263. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Shafiyah binti Huyay haid setelah dia melakukan thawaf ifadhah. Lalu hal itu kuceritakan kepada Rasulullah saw. Sabda beliau," Apakah dia akan menunda kita berangkat (pulang ke Madinah)? "Jawab ku," Dia telah melakukan thawaf ifadhah dan thawaf di Bait. Sesudahthawaf ifadhah barulah dia haid. "Sabda Rasulullah saw.," Kalau begitu, dia berangkat sama-sama dengan kita. "
1164. Dari ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Masuk ke Ka'bah bersama dengan Usamah, Bilal, dan Usman bin Thalhah Al Hajabi, lalu dikuncinya pintu dan mereka tinggal di dalam beberapa saat lamanya. Kata Ibnu' Umar , "Aku bertanya kepada Bilal ketika dia keluar," Apa yang diperbuat Rasulullahsaw. di dalam? "Jawab Bilal," Dia berdiri shalat antara dua tiang, sebuah sebelah kiri, sebuah sebelah kanan, dan tiga tiang di belakangnya. Ketika itu Baitullah memiliki enam tiang, lalu beliau shalat di situ. "
1265. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Tiba di Makkah di hari penaklukan, ia turun di halaman Ka'bah dan menyuruh' Usman bin Thalhah mengambil kunef. Setelah dia datang membawa kunef, lalu dibukanya pintu Ka'bah . Nabi saw. masuk ke dalam diiringkan Bilal, Usamah bin Zaid serta'Usman bin Thalhah. Kemudian beliau suruh kunci pintu, dan mereka tinggal di dalam beberapa saat lamanya. Kata Abdullah selanjutnya, sesudah pintu terbuka kembali aku segera mendahului orang banyak menemui Rasulullah saw. Dia keluar mengiringkan Bilal. Aku bertanya kepada Bilal, "Apakah Allah saw.shalat di dalam? "Jawab Bilal," Ya! "Tanya ku," Di mana? "Jawab Bilal," Antara dua tiang. "Kata Ibnu 'Dinar," Aku lupa menanyakan berapa rakaat dia shalat. "
1266. Dari Ibnu Juraij ra, katanya: "Aku pernah bertanya kepada 'Atha', apakah Anda mendengar Ibnu 'Abbas berujar:" Sesungguhnya kamu hanya disuruh thawaf dan tidak disuruh memasukinya, meskipun ia tidak melarang memasukinya. Bahkan aku mendengarnya berujar, Usamah bin Zaid mengabarkan kepadaku, bahwa Nabi saw. mendoa disetiap sudut, ketika dia memasuki Bait dan beliau tidak shalat di dalam sampai ia keluar kembali. Setelah berada di luar, lalu beliau shalat dua rakaat di hadapannya. Kemudian beliau bersabda: "Inilah kiblat." Aku bertanya, "Salah satu sisinya ataukah seluruh sisinya?"Jawab beliau, "Bahkan setiap sisi Bait."
1267. Dari Ismail bin Abi Khalid, dia bertanya kepada 'Abdullah bin Abi Aufa, seorang sahabat Rasulullah saw., Katanya, "Apakah Nabi saw., Masuk ke Baitullah ketika' umrah?" Jawab Abdullah, "Tidak!"
1268. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya: "Tahukah kamu bahwa ketika kaum Quraisy membangunan Ka'bah, mereka mengubahnya lebih kecil dari situs yang dibuat Nabi Ibrahim as" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Kenapa Anda tidak mengubahnya kembali sesuai dengansitus yang dibuat Nabi Ibrahim? "Jawab Rasulullah saw.," Kalau bukan karena kaum mu baru saja meninggalkan kekafiran, tentu ku ubah kembali! "
1269. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kalau
bukanlah karena kaummu baru saja meninggalkan masa jahiliyah (atau kekafiran), akan kupakai dana Ka'bah untuk memperbaikinya; pintunya akan kubuat sampai ke tanah, dan Hijir kumasukkan ke dalamnya. "1270. Dari 'Aisyah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Ya,' Aisyah! Kalau bukan karena kaummubaru saja keluar dari syirik, akan kupugar Ka'bah kembali. Kubuat pintunya dua buah, satu menghadap ke Timur dan satu lagi ke Barat. Kemudian kutambah lebarnya enam hasta dari Hijir. Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah memperkecilnya ketika dahulu mereka memugarnya. "
1271. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. Perihal dinding (Ka'bah), apakah termasuk Bait atau tidak?" Dia mengatakan, "Termasuk!" Kataku, "Kenapa tidak dimasukkan mereka?" Jawab beliau, "kaummu kekurangan dana." Tanya ku, "Kenapa pintunya tinggi begitu?" Jawab beliau,
"Itu siasat bangsamu, sehingga mereka dapat memasukkan orang yang disukainya dan melarang orang yang tidak disukainya. Kalau bukan karena bangsamu baru saja meninggalkan masa jahiliyah, yang menyebabkan kekhuatiranku hati mereka akan berbalik menjadi ingkar, aku telah berpikir akan memasukkan dindingitu ke Bait dan membuat pintu sampai ke tanah. "
1272. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya: "Fadhal bin 'Abbas pernah membonceng kendaraan di belakang Rasulullah saw., Tiba-tiba datang seorang perempuan dari Khats'am minta fatwa kepada beliau. Fadhal menengok ke perempuan itu dan perempuan itu menengok kepada Fadhal. Lalu Rasulullah saw. memalingkanmuka Fadhal ke arah lain. Kata perempuan itu, "Ya, Rasulullah! Kewajiban untuk menunaikan haji terpikul kepada bapaku yang sudah tua. Dia sudah tak sanggup lagi duduk di kendaraan lama-lama. Dapatkah aku menggantikannya?" Jawab Nabi saw., "Ya, bisa!" Tanya jawab itu terjadi ketika haji wada '.
1273. Dari Fadhal ra, katanya: "Seorang perempuan dari Khats'am bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya:" Ya, Rasulullah! Bapaku sudah tua bangka; kepadanya terpikul kewajiban menunaikan ibadah haji; sedangkan dia sudah tak sanggup duduk di punggung untanya, bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw.,"Hajikanlah dia olehmu!"
1274. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Nabi saw. Bertemu dengan serombongan pengendara di Rauha', lalu
beliau bertanya: "Rombongan apakah anda semua?" Jawab mereka, "Kami rombongan kaum muslimin; dan Anda siapa?" Jawab beliau, "Aku Rasulullah!" Tiba-tiba seorang perempuan datang ke hadapan beliau sambil mengangkat seorang anak kecil; lalu dia bertanya: "Sudah sahkah haji anak ini?" Jawab beliau, "Sah,dan engkau mendapat pahala pula. "
1275. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda kepada kami dalam suatu studi, sabdanya:" Hai manusia! Allah telah mewajibkan kepada mu ibadah haji; karena itu hajilah kamu semua. "Lalu bertanya seorang pria," Apakah setiap tahun, ya Rasulullah? "Beliau diam beberapa saat,sehingga orang itu bertanya sampai tiga kali. Kemudian beliau menjawab, "Seandainya kukatakan ya, tentulah wajib kamu tunaikan setiap tahun; niscaya kau tidak akan sanggup melaksanakannya. Karena itu biarkanlah untuk sementara masalah yang belum kujelaskan. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum engkaumendapat celaka karena mereka banyak tanya dan suka mendebat para Nabi mereka. Karena itu bila kuperintahkan kamu mengerjakan sesuatu, laksanakanlah sebisa-bisanya, dan ketika kularang kamu mengerjakan sesuatu, hentikanlah segera. "
1276. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita tidak dapat melakukan perjalanan selama tiga hari, melainkan harus dengan muhrimnya."
1277. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang wanita yang iman kepada Allah dan hari kiamat, tidak dapat melakukan perjalanan selama tiga malam, melainkan harus disertai muhrimnya." 1278. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang wanita tidak dapatmelakukan perjalanan lebih dari tiga malam, melainkan harus bersama muhrimnya. "
1279. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita yang iman kepada Allah dan hari kiamat tidak dapat melakukan perjalanan sehari semalam, melainkan harus bersama muhrim."
1280. Dari Abu Sa'id al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak dapat melakukan perjalanan lebih dari tiga hari, melainkan harus disertai ayahnya, atau anaknya, atau suaminya, atau saudara lelaki, atau salah seorang muhrimnya."
1281. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya dia mendengar Nabi saw. berkhotbah, sabdanya: "Seorang pria tidak bisa berada di tempat sunyi dengan seorang perempuan, melainkan harus disertai muhrim. Begitu pula seorang perempuan tidak bisa berjalan sendirian, melainkan harus bersama muhrim." Tiba-tibaberdiri seorang pria, lalu dia bertanya: "Isteriku hendak menunaikan ibadah haji, sedangkan aku ditugaskan pergi berperang ke sana dan ke situ; bagaimana itu ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw. "Pergilah kamu haji bersama istrimu!"
1282. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Telah berada di atas kendaraan akan melakukan suatu perjalanan, lebih dahulu ia takbir tiga kali. Kemudian beliau membaca doa sebagai berikut." Subhanal ladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinina , wa inna ila rabbina lamunqalibun.Allahumma inna nas-aluka fi safarina hadzal birra wat taqwa wa minal 'amali ma tardha. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza wathwi'anna bu'dahu. Allahumma antash shahibu fis safari wal khalifatu fil anggota. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsa-is safari wa kaabatil manzhari wa su-il munqalabi fil maliwal anggota. "Ketika pulang ia baca pula doa itu semuanya, dengan tambahan:" Aayibuna, taaibuna, 'aabiduna, lirabbina hamidun. "1283. Dari Abdullah bin Sarjis ra, katanya:" Ketika Rasulullah saw. melakukan suatu perjalanan, beliau berlindung kepada Allah dari kesulitan perjalanan, dari kesedihanbila kembali, dari kesempitan setelah berkecukupan, dari doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan buruk terhadap keluarga dan harta. "
1284. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Kembali dari peperangan besar
atau kecil, atau kembali dari haji dan 'umrah, atau bila ia berada di puncak sebuah bukit atau tempat yang tinggi, beliau takbir tiga kali, sesudah itu beliau baca: "Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa' ala kulli syai-in qadir, Aayibuuna, taaibuuna,'Aabiduuna, saajiduuna lirabbinaa, haamiduuna. Shadaqallaahu wa'dah, wa nashara 'Abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah. "1285. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Abu Bakar Sidik menugaskan ku ikut dalam suatu rombongan pada musim haji, di mana dia diperintahkan Rasulullah saw. sebelum haji wada 'untuk mengumumkankepada publik pada hari Nahar, bahwa: Orang musyrik tidak diperkenankan haji mulai tahun yang akan datang, dan tidak dapat thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang. "
1286. Dan 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada suatu hari di mana Allah Ta'ala paling banyak membebaskan hambaNya dari neraka selain hari 'Arafah."
1287. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Masa dari satu 'umrah ke' umrah berikutnya adalah masa Penghapusan dosa. Dan ganjaran haji yang mabrur tiada lain hanya surga."
1288. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mendatangi rumah ini (menunaikan ibadah haji atau 'umrah) tanpa merusaknya dengan perbuatan dan perkataan kotor, serta tidak membuat maksiat, maka dia kembali pada keadaannya seperti baru lahir (bersih dari dosa)."
1289. Dari Al 'Ala bin Al Hadhrami ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Orang-orang Muhajirin dapat tinggal di Makkah setelah selesai mengerjakan ibadah haji tiga hari." 1290. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada hari penaklukan Makkah, Rasulullah saw. Bersabda:" Makkah telah ditaklukkan.Mulai sekarang tidak ada lagi hijrah. Yang ada hanyalah jihad dan niat menegakkan agama Allah. Bila kamu diperintahkan berangkat, maka berangkatlah! Makkah telah ditaklukkan. Sesungguhnya tanah ini diharamkan Allah sejak terciptanya langit dan bumi. Maka negeri ini negeri ilegal, karena diharamkan Allahsampai hari kiamat. Siapa pun tidak dapat berperang di negeri ini, baik orang yang sebelumku maupun aku sendiri, kecuali hanya satu detik di siang hari bagi ku. Negeri ini negeri haram karena diharamkan Allah sampai hari kiamat. Di negeri ini tidak bisa memotong pohon berduri, tidak bisa berburu binatang-binatangnya,tidak dapat memungut barang hilang karena tercecer, kecuali untuk diumumkan, dan tidak dapat memotong rumputnya. Maka berkata 'Abbas, "Ya, Rasulullah! Selain izkhir, karena izkhir diperlukan tukang besi dan pembangun rumah." Maka sabda Nabi saw., "Melainkan izkhir."
1291. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Setelah Allah Ta'ala memenangkan Rasulullah saw. Atas penaklukan kota Makkah, beliau berpidato di hadapan orang banyak. Setelah memuji dan menyanjung Allah, beliau bersabda:" Sesungguhnya Alah telah melindungi kota Makkah dari serangan tentara gajah serta memberikekuatan kepada RasulNya dan orang-orang yang beriman untuk mempertahankannya. Tidak seorang pun dapat berperang di negeri ini. Larangan itu telah ada sejak dahulu. Dan hanya dibebaskan kepada ku untuk sesaat di siang hari. Dan juga tidak dibolehkan bagi orang-orang yang sesudahku. Jangan dibunuhhewan-hewan buruannya, jangan dipotong pohon berdurinya, dan jangan dipungut barang-barang yang hilang tercecer kecuali untuk diumumkan. Siapa yang anggota keluarganya terbunuh, dia memiliki dua pilihan yang baik, yaitu: menerima uang tebusan atau membunuh si pembunuh. "Maka berujar Al 'Abbas," Selainizkhir, ya Rasulullah. Karena kami membutuhkannya untuk kuburan dan rumah-rumah kami. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Melainkan izkhir. "
1292. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Tidak halal bagi mu membawa-bawa senjata dalam kota Makkah."
1293. Dari Jabir Ibnu 'Abdullah Al Anshari ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Masuk kota Makkah Kata Qutaibah beliau masuk kota Makkah pada hari penaklukan, dengan memakai serban hitam tanpa (pakaian) ihram."
1294. Dari Abdullah bin Zaid Ibnu 'Ashim ra, katanya Rasulullah saw bersabda: "Nabi Ibrahim as membangun kota Makkah menjadi Tanah Haram dan mendoakan bagi kemakmuran penduduknya. Aku membangun kota Madinah menjadi Tanah Haram sebagaimana Nabi Ibrahim mengharamkan kota Makkah, dan mendoakan kemakmuranbagi penduduknya seperti Nabi Ibrahim mendoakan penduduk Makkah. "
1295. Dari Jabir r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Bahwasanya Nabi Ibrahim as, membuat kota Makkah sebagai Tanah Haram, dan aku pun membuat kota Madinah sebagai Tanah Haram, yaitu antara kedua bukitnya yang berbatu-batu hitam itu. Karena itu jangan dipotong pohon-pohonnya dan jangan dibunuhhewan buruannya. "1296. Dari 'Amir bin Sa'ad, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Madinah kujadikan tanah Haram antara kedua bukitnya yang berbatu-batu. Jangan dipotong pohonnya dan jangan dibunuh hewan buruannya. Sesungguhnya kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengerti. Orangyang meninggalkan kota itu karena tidak senang kepadanya, maka Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik darinya. Seorang yang betah tinggal di kota itu dalam kesusahan dan kesulitan hidup, maka aku akan memberi syafa'at atau menjadi saksi baginya di hari kiamat nanti. "
1297. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepada Abu Thalhah: "Hai, Abu Thalhah! Beri aku seorang pemuda di antara pemuda-PemudaMU untuk melayani ku!" Akulah yang beruntung dibawanya kepada Rasulullah saw., Dengan membonceng di belakang Abu Thalhah, untuk melayani dia. Demikianlahsetiap dia turun dari kendaraannya aku segera datang melayani. Kemudian, tatkala kami sampai ke bukit Uhud beliau bersabda: "Bukit ini mencintai kita dan kita mencintainya." Tatkala sudah dekat akan sampai ke kota Madinah, beliau mendoa: "Wahai, Allah! Ku jadikan negeri ini, yaitu antara kedua bukitnyayang berbatu-batu hitam sebagai Tanah Haram, seperti Ibrahim menjadikan Makkah sebagai Tanah Haram. Wahai Allah! Berikanlah kemakmuran bagi penduduknya dalam soal pangan dan sandang mereka. "
1298. Dari 'Ashim, katanya dia bertanya kepada Anas bin Malik ra: "Apakah Rasulullah saw. Menjadikan Madinah Tanah Haram?" Jawab Anas, "Ya, ada! Artinya dalam batas ini sampai ke sana. Siapa yang berbuat dosa di dalamnya - Anas berbicara dengan sungguh-sungguh maka dia mendapat kutuk Allah, kutuk malaikat,dan manusia seluruhnya. Allah tidak akan menerima pembayaran denda darinya sampai hari kiamat. "
1299. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Madinah adalah Tanah Haram. Maka siapa yang mengada-ada di dalamnya, dia mendapat kutuk Allah, kutuk malaikat dan kutuk manusia seluruhnya, tidak akan diterima pembayaran denda darinya di hari kiamat kelak." 1300. Dari Abu Hurairahra, katanya: "Adalah suatu kebiasaan orang, ketika mereka menampak buah yang pertama-tama keluar, lalu mereka bawa kepada Nabi saw. Buah itu diterima oleh beliau, lalu beliau doakan:" Allaahumma barik lana fi tsamarina wa barik lana fi madinatina, wa barik lana fi shaa'ina, wa barik lana fiMuddina. Allaahumma inna Ibrahima 'abduka wa khaliluka, wa nabiyyuka, wa inni' abduka wa nabiyyuka, wa innahu da'aaka li Makkata, wa inni ad'uuka lil Madinati bi mit sli maa da'aaka li Makkata wa mitslihi ma'ahu. "Kata Abu Hurairah, "Kemudian beliau panggil seorang bocah, lalu diberikannya buah itukepadanya. "
1301. Dari Sahal bin Hunaif ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah menunjuk dengan tangannya ke Madinah, sambil beliau bersabda:" Sesungguhnya Madinah itu sebuah Tanah Haram yang aman. "
1302. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika kami baru tiba di Madinah, ternyata kota itu sebuah kota banyak penyakit, sehingga Abu Bakar sakit dan Bilal pun sakit. Tatkala Rasulullah saw. Melihat sahabat-sahabatnya banyak yang sakit, maka beliau mendoa: "Allaahumma habbib ilainal Madinata kama habbabtaMakkata au asyadda, wa shahhihha, wa baarik lana shaa'iha wa muddiha, wa hawwil hummaaha ilal Juhfah. "
1303. Dari Yuhannas, maula Zubair ra, katanya dia pernah duduk dekat 'Abdullah bin' Umar pada masa
kacau, lalu datang maulanya yang perempuan kepadanya. Setelah memberi salam, perempuan itu berkata: "Aku ingin pergi dari kota ini, hai Abu 'Abdurrahman, karena keadaan terasa semakin sulit." Jawab 'Abdullah, "Bodoh kamu! Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang sabar menahankesusahan dan kesulitan yang dideritanya di kota ini, maka aku akan menjadi saksi atau pembelanya nanti di hari kiamat. "1304. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Di jalan-jalan masuk ke kota Madinah ada malaikat penjaga, sehingga bahaya wabah dan bahaya Dajjal tidak dapat masukke kota itu. "
1305. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dajjal Al Masih datang dari arah Timur menuju ke Madinah dan berhenti di belakang bukit Uhud. Kemudian malaikat memalingkan mukanya ke arah Syam dan di sana dia binasa." 1306. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Akandatang suatu masa, di mana seseorang memanggil anak pamannya atau kerabatnya, katanya: "Marilah ke sini - keluar dari Madinah - menuju kemakmuran. Marilah ke sini - keluar dari Madinah - menuju kemakmuran. Sedangkan kota Madinah sesungguhnya lebih baik bagi mereka, sayang mereka tidak tahu. Demi Allahyang jiwaku di tangan-Nya, tidak seorang pun yang keluar dari Madinah itu karena benci, melainkan Allah mengganti mereka dengan orang-orang yang lebih baik darinya. Ketahuilah! Sesungguhnya Madinah itu bagaikan dapur tukang besi, yaitu tempat membuang kotoran-kotoran besi. Belum akan terjadi kiamat,sebelum Madinah mengeluarkan penjahat-penjahat yang ada di dalamnya, seperti dapur tukang besi membuang kotoran-kotoran besi. "
1307. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menamai kota Madinah dengan Thabah (baik)."
1308. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memiliki rencana jahat terhadap penduduk Madinah, Allah akan menghancurkannya seperti garam dalam air."
1309. Dari Sufyan bin Abu Zuhair ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Ketika negeri Yaman ditaklukkan, berbondong-bondonglah penduduk Madinah datang ke sana membawa keluarga dan anak buah mereka. Padahal Madinah lebih baik bagi mereka; sayang mereka tidak tahu. Kemudian ditaklukkanpula negeri Syam, maka berbondong-bondong pula orang Madinah datang ke sana membawa keluarga dan anak buah mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka, sayang mereka tidak tahu. Kemudian ditaklukkan pula Irak, maka berbondong-bondong pulalah orang datang ke sana membawa keluarga dan anak buahmereka. Padahal Madinah lebih baik bagi mereka, sayang mereka tidak mengerti. "
1310. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti mereka bakal
meninggalkan Madinah dalam kondisi baik sebagaimana adanya; kemudian kota itu akan penuh dengan binatang liar dan burung-burung pencari makanan (burung bangkai). Kemudian datang ke Madinah dua orang gembala dari Muzainah mencari kambingnya yang hilang. Didapatinya Madinah telah menjadi kota liar. Ketikakedua gembala itu sampai di Tsaniyatul Wada ', keduanya jatuh tersungkur di atas muka mereka. "
1311. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku."
1312. Dari Abu Humaid ra, katanya: "Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. Dalam perang Tabuk. Ketika kami sampai di Wadil Qura. Rasulullah saw. Bersabda:" Aku ingin cepat-cepat. Siapa yang ingin cepat ikutlah bersama ku,
dan siapa yang ingin lambat dapat tinggal. Lalu kami pergi lebih dahulu. Tatkala kami telah dekat akan sampai ke Madinah, beliau bersabda: "Itulah kota Thabah dan ini bukit Uhud. Yaitu sebuah bukit yang mencintai kita dan kita mencintainya."
1313. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat di masjidku ini, lebih baik dari seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram."
1314. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan susah-susah melakukan perjalanan jauh melainkan untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu: Masjidku ini (masjid Madinah), Masjidil Haram (Makkah), dan Masjidil Aqsha (di Yerusalem -Palestina)."
1315. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ziarah dapat dilakukan untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu: pertama, Masjid Ka'bah, kedua, Masjidku (masjid Madinah); dan ketiga, masjid Iliya (Masjidil Aqaba di Yerusalem)."
1316. Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman ra, katanya dia bertemu' Abdurrahman bin Abu Sa'id Al Khudri ra, lalu dia bertanya: "Apa yang kamu dengar dari bapamu tentang masjid yang dibangun atas dasar taqwa?" Jawab: "Bapa ku menceritakan bahwa dia pergi menemui Rasulullah saw. Di rumah seorang isteribeliau, lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Masjid manakah di antara dua masjid (Makkah dan Madinah) yang dibangun atas dasar taqwa?" Dia mengambil segenggam pasir lalu dibuangnya kembali ke tanah, dan kemudian beliau bersabda: "Masjid kamu ini (masjid Madinah)!"
1317. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Sering mengunjungi masjid Quba dengan berkendaraan atau berjalan kaki. Sampai di situ beliau shalat dua rakaat."
1318. Dari 'Abdullah bin Dinar ra, katanya: "Bahwasanya Ibnu' Umar ra sering mengunjungi masjid
Quba setiap hari Sabtu. "Dia berujar," Aku melihat Nabi saw. sering mengunjunginya tiap hari Sabtu. "1319. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Hai, para pemuda! Siapa-siapa di antara kamu yang telah sanggup memikul tanggung jawab berumah tangga, maka kahwinlah! Karena pernikahanitu dapat menundukkan mata dan kemaluan (dari dosa). Siapa yang belum sanggup, hendaklah dia puasa, karena puasa itu dapat menundukkan nafsu birahi. "
1320. Dari Anas ra, katanya: "Beberapa orang sahabat Nabi saw. Bertanya kepada para istri beliau tentang amal ibadah beliau ketika sedang bersunyi diri. Setelah mendapat jawaban, maka di antara para sahabat itu ada yang berkata," Aku tidak akan pernah menikah! "Sebagian lagi mengatakan," Aku tidak akanmakan daging. "Yang lain berkata," Aku tidak akan tidur di atas kasur. "Mendengar ucapan-ucapan para sahabat itu, Nabi saw. segera memuji dan menyanjung Allah swt. lalu beliau bersabda:" Bagaimanalah cara berpikir mereka, sehingga mereka berujar begini dan begitu. Padahal aku sendiri salat,tidur, puasa, berbuka, dan bahkan aku menikah. Siapa yang benci kepada cara hidup (sunnah) ku maka dia tidak termasuk golonganku. "1321. Dari Sa'ad bin Abi Waqash ra, katanya:" Rasulullah saw. pernah melarang 'Usman bin Mazh'un untuk membujang selamanya, karena semata-mata hendak melakukan ibadah kepadaAllah. Andaikan Rasulullah saw, mengizinkannya, tentulah kami sudah mengebiri diri kami. "
1322. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah terlihat pada seorang wanita, lalu ia segera mendatangi istrinya Zainab yang sedang menyamak kulit, guna melepaskan rasa rindunya. Sesudah itu ia pergi menemui para sahabatnya, lalu beliau bersabda," Sesungguhnya wanita itu datangdan pergi bagaikan setan. Maka bila kamu terlihat pada wanita, datangilah istri mu, karena yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatimu. "
1323. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Apabila ada di antara kamu yang tergoda hatinya kepada seorang wanita, maka hendaklah dia pulang ke istrinya untuk melepaskan rasa rindunya. Sesungguhnya yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatinya."
1324. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Kami pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Tanpa wanita bergabung kami. Lalu kami bertanya kepada beliau," Dapatkah kami melakukan pengebirian? "Beliau melarang kami melakukannya, tetapi memungkinkan kami menikahi perempuan untuk masa tertentu denganmahar sehelai baju. Kemudian 'Abdullah membaca ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan sesuatu yang baik yang telah dihalalkan Allah bagi mu, dan jangan pula kamu melampaui batas; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al Maidah: 87)
1325. Dari Jabir bin 'Abdullah dan Salamah bin Akwa' ra, keduanya berkata: "Suruhan Rasulullah saw. Datang kepada kami, lalu dia berkata:" Rasulullah saw. telah memungkinkan kamu nikah mut'ah. "
1326. Dari Abu Salamah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memungkinkan nikah mut'ah pada tahun Authas (tahun penaklukan Makkah) selama tiga hari. Kemudian beliau melarangnya."
1327. Dari Rabi 'bin Sabrah ra, katanya ayahnya pergi berperang bersama Rasulullah saw., Menaklukkan Makkah. Katanya: "Kami tinggal di sana selama lima belas hari. Rasulullah saw. Memberi izin kepada kami melakukan nikah mut'ah. Lalu aku dan seorang sepupuku pergi mencari wanita untuk kami nikahisecara mut'ah. Aku lebih tampan dari sepupuku yang memang agak lebih jelek dari ku. Masing-masing kami membawa sehelai baju untuk mas kawin; tetapi bajuku telah usang, sedangkan baju sepupuku masih baru dan halus. Setelah kami sampai di bawah atau di atas kota Makkah, kami bertemu dengan seorangwanita muda, cantik dan berleher jenjang. Lalu kami bertanya, "Sudikah Anda menerima salah seorang dari kami berdua kawin mut'ah denganmu?" Jawab wanita itu, "Apa mas kawin yang bakal Anda berikan?" Lalu masing-masing kami memperlihatkan baju yang telah kami sediakan untuk itu. Sementarawanita itu sedang memperhatikan kami, sepupuku melihat kepadanya sambil berkata, "Baju ini sudah usang, sedangkan bajuku masih baru dan halus." Jawab wanita itu, "Baju usang ini juga tak apa-apa." Dia mengatakannya sampai tiga atau dua kali. Kemudian aku nikah mut'ah dengannya, dan hampir saja aku tidakpulang, seandainya setelah berlangsung tiga hari, Rasulullah saw. tidak mengharamkannya. "
1328. Dari Rabi 'bin Sabrah Al Juhani ra, ayahnya mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah pergi bersama Rasulullah saw. (Dalam peperangan menaklukkan Makkah). Rasulullah saw. bersabda: "Aku telah memungkinkan kamu nikah mut'ah. Sesungguhnya (mulai saat ini) Allah telah mengharamkannya sampai harikiamat nanti. Maka siapa yang masih punya istri mut'ah, ceraikanlah dia dan jangan kamu ambil kembali darinya apa-apa yang telah kamu berikan kepadanya. "1329. Dari Khalid bin Muhajir bin Saifullah ra, katanya:" Ketika dia sedang duduk dengan seorang pria, tiba -tiba datang seorang pria mintafatwa kepadanya tentang nikah mut'ah. Lalu Khalid membolehkannya. Maka berkata Ibnu Abi 'Amrah Al Anshari, "Tunggu dulu. Tidak begitu!" Kata Khalid, "Kenapa? Demi Allah, hal itu pernah dilakukan pada masa Rasulullah saw." Kata Ibnu Abi 'Amrah, "Memang, nikah mut'ah pernah dibolehkan pada saat awalIslam karena terpaksa, seperti halnya dapat memakan bangkai, darah, dan daging babi. Sesungguhnya Allah telah menetapkan hukumnya dalam agama, dan melarang melakukannya. "
1330. Dari Rabi 'bin Sabrah AI Juhani ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang melakukan nikah mut'ah." Sabdanya: "Ketahuilah! Nikah mut'ah haram mulai hari ini sampai hari kiamat. Siapa yang telah memberi sesuatu kepada perempuan yang dinikahinya secara mut'ah, janganlah mengambilnyakembali. "1331. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya:" Ketika terjadi perang Khaibar, Rasulullah saw. melarang melakukan nikah mut'ah dan memakan daging keledai jinak. "1332. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Jangan menikahi perempuan sekaligus dengan bibinya (saudara tuaatau saudara ibu). "1333. Dari Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. bersabda:" Jangan meminang wanita yang sedang
dipinang orang lain, jangan menawar barang yang sedang ditawar orang, jangan menikahi seorang wanita sekaligus dengan bibinya (saudara ibu atau saudara bapaknya), dan janganlah seorang wanita menuntut suaminya agar menceraikan madunya agar segala kebutuhannya terpenuhi; tetapi biarkanlah sang suamimenikah (sesuai dengan kemampuannya), karena sesungguhnya bagian seorang istri adalah apa yang telah ditentukan Allah jua. "
1334. Dari 'Utsman bin' Affan ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang sedang ihram tidak bisa menikahkan, dinikahkan dan meminang."
1335. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan kamu beli barang yang sedang ditawar
saudaramu; jangan kamu pinang wanita yang sedang dipinang saudara mu, melainkan ketika telah diizinkannya. "
1336. Dari 'Abdurrahman bin Syumamah ra, katanya dia mendengar' Uqbah bin 'Amir berpidato di mimbar, mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Seorang mukmin adalah saudara bagi seorang mu'min. Karena itu tidaklah halal bagi seorang mu'min membeli pesanan saudaranya, dan tidak halal pula meminangpinang saudaranya sebelum ditinggalkannya. "
1337. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang melakukan nikah syighar. Yaitu
seorang ayah menikahkan putrinya dengan seorang pria, dengan ketentuan si ayah itu akan dinikahkan pula dengan anak perempuan si pria tersebut, keduanya tanpa mas kawin. "
1338. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang melakukan nikah syighar: Kemudian Ibnu Numair menambahkan, Syighar adalah: Seorang pria mengatakan kepada pria lain, kahwinkanlah anak gadismu dengan ku, kukahwinkan pula anak gadisku dengan kamu; atau kahwinkanlah saudara perempuanmudengan ku, kukahwinkan pula saudara perempuanku denganmu. "
1339. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya syarat yang paling penting dipenuhi, adalah syarat untuk melegalkan kamu bersanggama."
1340. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita janda tidak bisa dikawinkan begitu saja sebelum diminta persetujuannya; dan seorang gadis tidak bisa dikawinkan sebelum diminta izinnya." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Bagaimana caranya kami memperoleh izinnya?"Jawab Rasulullah, "izinnya adalah jika ia diam."
1341. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang seorang sahaya perempuan yang hendak dikawinkan oleh keluarganya. Perlukah diminta persetujuannya atau tidak?" Jawab Rasulullah saw., "Ya, harus!" Tanya 'Aisyah r.a., "Dia pemalu, bagaimana itu?" Jawab Rasulullah saw., "Itulahtandanya setuju, yaitu ketika dia diam. "
1342. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang janda lebih berhak atas dirinya dari walinya. Dan seorang gadis harus diminta persetujuan darinya, persetujuannya itu adalah jika ia diam." 1343. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengawini ku ketika aku berusia enamtahun. Mulai serumah tangga ketika aku berusia sembilan tahun. Lalu kami hijrah ke Madinah. Sampai di Madinah aku sakit
sebulan lamanya sehingga rambut ku rontok karenanya. Setelah rambut ku tumbuh dan panjang kembali, Ummu
Ruman mendatangi ku ketika aku sedang bermain-main jungkat-jungkit dengan teman ku. Ummu Ruman memanggil ku, lalu aku datang kepadanya, sedangkan aku tidak tahu apa maksudnya. Dia memegang tangan ku dan membawa ku sampai ke pintu rumah. Aku terengah-engah sambil menarik nafas, "Hah, hah," sehingganafas ku lega kembali. Kemudian aku dibawanya masuk ke dalam rumah. Ku temukan di sana telah menunggu beberapa wanita Anshar. Mereka sama berujar, "Selamat dan berkat! Serba nasib baik." Ummu Ruman menyerahkan ku kepada mereka, lalu mereka bersihkan kepala ku dan mendandani ku. Setelah dhuha, alangkahterkejutnya aku ketika kulihat Rasulullah saw. muncul di tempat kami, dan kemudian aku diserahkan mereka kepada beliau. "
1344. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. mengawininya ketika dia berusia enam tahun; dan serumah tangga dengan dia ketika berusia sembilan tahun. Kemudian Rasulullah saw. wafat ketika 'Aisyah berusia delapan belas tahun.
1345. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengawini ku pada bulan Syawal, dan serumah tangga dengan ku pada bulan Syawal. Maka istri Rasulullah saw. Mana yang lebih dicintainya dari ku?"
1346. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika aku sedang berada dekat Nabi saw., Tiba-tiba datang kepada beliau seorang pria minta nasihat, lalu dia berkata:" Aku akan menikahi seorang wanita Anshar. Bagaimana pendapat Anda? "Rasulullah saw. Balik bertanya," SudahkahAnda lihat wanita itu? "Jawabnya," Belum. "Sabda beliau," Lihatlah dia dahulu, karena dalam mata orang Anshar ada sesuatu. "
1347. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw., Lalu dia bertanya:" Aku akan menikahi seorang wanita Anshar; bagaimana saran Anda? "Jawab Rasulullah saw.," Tentu engkau lihatkah wanita itu? Karena dalam mata orang Anshar ada sesuatu. "Jawab pria itu," Sudah!Aku sudah melihatnya. "Tanya Nabi saw.," Berapa mas kawinnya? "Jawab:" Empat auqiyah. "Tanya:" Empat auqiyah? Seakan-akan engkau memungut saja perak di punggung bukit ini. Sedangkan kami tidak punya apa-apa yang dapat kami sumbangkan kepada mu. Tetapi engkau akan kami kirim dalam suatu rombongan yangakan bergabung mu. Kemudian Nabi saw. mengirim suatu tim kepada Bani Absi, di mana pria itu termasuk di dalamnya. "
1348. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya: "Seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia berkata:" Aku datang untuk menyerahkan diri ku kepada Anda. "Karena itu Rasulullah saw. Lihat kepada perempuan itu sejak dari atas sampai ke bawah. Kemudian beliau diam sambil menundukkan kepalanya.
Tatkala dilihat oleh perempuan itu Rasulullah saw. tidak memberikan tanggapan apa-apa, lalu dia duduk. Maka berdirilah seorang sahabat sambil berkata: "Ya, Rasulullah! Jika Anda tidak membutuhkan wanita itu, kahwinkanlah dia dengan ku. Rasulullah saw. Bertanya," Apakah engkau punya sesuatu untuk maskawinnya? "Jawab orang itu," Tidak! Demi Allah, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Pergilah kepada keluarga mu, lalu cari-cari, mungkin engkau bisa mendapatkan sesuatu. "Maka pergilah orang itu. Setelah kembali, dia berkata," Demi Allah! Tidak ada satu pun yang ku peroleh untuk mas kawinnya. "Maka bersabdapula Rasulullah saw., "Cobalah engkau cari-cari, meskipun hanya sebuah cincin besi." Lalu pergilah orang itu, dan setelah kembali dia berkata, "Tidak ada yang Rasulullah. Tidak ada meskipun hanya sebuah cincin besi. Yang ada hanya sarungku ini. Kata Sahal, dia tidak punya sarung selain yangdipakainya.
Kuberikan untuknya setengah. "Jawab Rasulullah saw.," Apa yang dapat engkau perbuat dengan sarungmu itu: jika engkau pakai, dia tak bisa memakainya, dan jika dia yang memakai, engkau tak punya apa-apa. "Karenanya, maka duduklah si pria. Setelah agak lama dia duduk, lalu dia berdiri. Rasulullah saw.melihat dia pergi, lalu disuruh panggil oleh beliau.
Setelah dia datang, beliau bersabda: "Surah apa sajakah yang dapat engkau hafal di antara surah-surah Al Qur'an?" Jawabnya, "Aku hafal surat ini dan surat itu dia menghitung. Tanya Rasulullah saw.," Dapatkah engkau hafal di luar kepala? "Jawab:" Ya! "Sabda Rasulullah saw.," Engkau bawalah dia! Akukawinkan engkau dengannya, dengan mahar mengajarkan Al Qur'an yang engkau hafal kepadanya. "
1349. Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman ra, katanya: "Aku bertanya kepada' Aisyah ra, istri Nabi saw.," Berapa mahar Rasulullah saw.? "Jawabnya," Mahar Rasulullah saw. untuk para istri beliau dua belah uqiyah dan satu nasy. Tahukah Anda berapa satu nasy itu? "Jawab ku," Tidak! "Kata beliau,"Setengah uqiyah. Maka jumlahnya sama dengan lima ratus dirham. Sekianlah mahar Rasulullah saw. Bagi masing-masing istri beliau."
1350. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Nabi saw. Melihat bekas kuning pada 'Abdur Rahman bin' Auf. Lalu dia tanya," Apa ini? "Jawabnya," Ya, Rasulullah. Aku baru menikahi seorang wanita dengan maharnya emas seberat biji kurma. "Sabda beliau," Semoga Allah memberkati perkahwinanmu. Adakanlahjamuan bagi perkahwinanmu itu, meskipun hanya dengan seekor kambing. "
1351. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Abdur Rahman bin 'Auf menikah pada masa Rasulullah saw. Dengan maharnya emas seberat biji kurma. Lalu bersabda Rasulullah saw. Kepadanya," Adakanlah jamuan makan untuk merayakan perkahwinanmu meskipun hanya dengan seekor kambing. "
1352 Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Memerangi Khaibar, kami shalat Subuh dekat negeri itu pagi-pagi sekali. Setelah selesai shalat Nabi saw. Mengendarai kendaraannya, lalu diikuti oleh Abu Thalhah, sedangkan aku membonceng kepada Abu Thalhah. Ketika melalui jalan-jalan sempitKhaibar, Rasulullah saw. memacu kendaraannya hingga lutut ku bersentuhan dengan paha Nabi saw. dan kainnya
tersingkap sehingga terlihat olehku putih paha Nabi saw. Tatkala memasuki desa, beliau membaca: "Allahu Akbar! Allahu Akbar! Takluklah Khaibar! Ketika kami menempati suatu kampung, maka bertekuk lututlah penduduknya." Dia mengulangi ucapannya itu sampai tiga kali. Kata Anas selanjutnya, "Pendudukmulai keluar ke tempat-tempat mereka bekerja. Lalu mereka berteriak: "Muhammad dan pasukannya!" Mereka kami taklukkan dengan kekerasan, dan seluruh tawanan telah kami kumpulkan. Maka datanglah Dihyah kepada Rasulullah saw., Lalu katanya, "Ya, Rasulullah! Berilah aku seorang sahaya perempuan dari tawananitu. "Jawab Rasulullah saw.," Pergilah ambil! "Lalu di ambilnya Shafiyah binti Huyay. Kemudian datang seorang pria kepada Rasulullah saw., lalu katanya:" Ya, Nabiyallah! Kenapa Shafiyah yang Anda berikan kepada Dihyah, padahal Shafiyah itu adalah putri Huyay,
pemimpin Bani Quraizhah dan Bani Nadhir. Shafiyah tidak pantas bagi orang lain selain untuk Anda sendiri. "Sabda Nabi saw.," Panggil Dihyah, suruh bawa Shafiyah ke sini! "Dihyah datang ke hadapan Rasulullah saw. Sambil membawa Shafiyah. Setelah Shafiyah nampak oleh Rasulullah saw. Beliau bersabda kepadaDihyah, "Ambil olehmu sahaya yang lain di antara tawanan itu." Kemudian Rasulullah saw. memerdekakan Shafiyah, lalu beliau menikahinya. Tsabit bertanya kepada Anas, "Ya, Abu Hamzah! Apakah mahar Rasulullah kepada Shafiyah?" Kata Anas, "Diri Shafiyah sendiri. Dia memerdekakannya dan menikahinya."Dalam perjalanan pulang, Ummu Sulaim mempersiapkan Shafiyah dan menyerahkannya malam itu kepada Rasulullah saw. Esok pagi Nabi saw. mengadakan jamuan pernikahannya. Sabda beliau, "Siapa yang punya makanan bawalah ke sini!" Lalu ia bentangkan tikar kulit. Ada orang yang membawa susu kering, adayang membawa kurma, ada yang membawa minyak samin. Semuanya dikumpulkan jadi satu, dan itulah jamuan pernikahan Rasulullah saw. dengan
Shafiyah binti Huyay. "
1353. Dari Abu Musa r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang memerdekakan hamba sahaya, kemudian menikah dengannya, maka dia mendapat dua pahala."
1354. Dari Anas ra, hadis ini diriwayatkan pula oleh Bahzi ra, katanya: "Ketika iddah Zainab (mantan isteri Zaid) telah habis, maka bersabda Rasulullah saw. Kepada Zaid (anak angkat Nabi saw.)," Hai, Zaid!
Pergilah engkau melamar Zainab untukku! "Maka pergilah zaid menemui Zainab; didapatinya Zainab sedang mengaduk adonan kue. Kata Zaid," Ketika aku melihat Zainab, hatiku berdebar, sehingga tak kuasalah aku
rasanya ingin melihatnya, untuk menyampaikan pesan Rasulullah saw. kepadanya. Oleh karena itu ku belakangi dia sambil mundur dan berkata kepadanya, "Ya, Zainab! Aku diutus Rasulullah saw. Melamarmu untuk beliau. Bagaimana tanggapanmu?" Jawab Zainab, "Aku belum dapat membuat suatu putusan sebelum berolehpetunjuk dari Tuhan ku. "Lalu dia pergi ke tempatnya shalat, melakukan
solat istikharah. Sementara itu Qur'an turun kepada Nabi saw. (Memerintahkan beliau agar mengawini Zainab, surat Al Ahzab, ayat 37). Lalu ia langsung masuk ke rumah Zainab tanpa izin lebih dahulu, (karena ia dinikahkan Allah seperti dinyatakan dalam ayat 37 surat Al Ahzab) Kata Anas,"Aku masih ingat, ketika itu kami dijamu dengan roti dan daging. Ketika hari telah cukup tinggi, para tamu sudah banyak yang pulang, hanya tinggal beberapa orang berbicara dalam rumah sesudah makan. Rasulullah keluar menuju ke rumah para istrinya yang lain dan aku mengikutinya dari belakang.Beliau memberi salam kepada mereka dan mereka menjawab salam beliau sambil bertanya, "Bagaimana halnya istri baru Anda?" Kata Anas, "Aku tidak ingat, apakah aku yang mengabarkan kepada Nabi saw., Atau barangkali dia yang memberitahukan kepada ku, bahwa tamu-tamu telah pulang semuanya. Maka Rasulullahsaw. pulang kembali ke rumah Zainab, dan aku masuk pula bersama beliau. Sampai di rumah dia tutupkan tirai antara aku dengan dia. Maka turun ayat hijab memberi pelajaran kepada kaum muslimin. Ibnu Rati 'menambahkan dalam haditsnya: "Janganlah kamu masuk ke rumah Nabi, kecuali bila kamu telahdiizinkan masuk untuk makan,
tanpa menunggu lama makanan terhidang sampai firman-Nya Allah tidak malu mengatakan yang benar. "(Al Ahzab: 53).
1355. Dari Anas ra, katanya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Mengadakan jamuan makan bagi perkawinan beliau dengan para istrinya seperti jamuan yang diadakannya waktu menikahi Zainab- Ketika
itu beliau menyembelih kambing. "
1356. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah mengadakan pesta pernikahan beliau dengan para istrinya seramai dan semeriah pesta yang diadakannya ketika pernikahannya dengan Zainab." Tanya Tsabit Al Bunani, "Dengan apa ia menjamu ketika itu?" Jawab Anas, "Tamu-tamu diberimakan roti dengan daging, dan ternyata makanan itu masih banyak bersisa. "
1357. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Setelah Rasulullah saw. Menikah dengan Zainab, dia pergi ke
rumah para istrinya. Sementara itu ibu ku, Ummu Sulaim membuat kue yang diletakkannya dalam mangkuk untuk hadiah bagi beliau. Ibu ku menyuruh ku, "Hai, Anas! Pergilah antar kue ini kepada Rasulullah saw. Katakan bahwa ini sedikit kiriman dari ibu untuk beliau, dan sampaikan salam ibu kepada beliau."Aku segera mengantar kue itu kepada Rasulullah saw., Dan berujar, "Ibu ku menyuruh antar sedikit kue yang dibuatnya sendiri untuk Anda, dan mengirim salam kepada Anda." Jawab beliau, "Letakkanlah di situ. Sesudah itu pergilah engkau mengundang orang datang ke sini, si Fulan, si Fulan, si Fulan - nyamenyebutkan beberapa nama dan siapa saja yang bertemu denganmu. "Lalu aku pergi mengundang orang yang disebutkan beliau dan siapa saja yang bertemu dengan ku. Kata Abi 'Usman," Aku bertanya kepada Anas, berapa kira-kira jumlah undangan itu? "Kata Anas, "Sekitar tiga ratus orang." Kata Anas selanjutnya,Rasulullah saw. bersabda kepada ku, "Bawa kemari kue tadi!" Sementara itu para tamu telah banyak datang, sehingga memenuhi pelataran dan ruang dalam. Rasulullah saw. bersabda: "Buatlah kelompok-kelompok sepuluh orang dan masing-masing kelompok menyantap hidangan yang di dekatnya." Para tamu makansampai kenyang. Kelompok yang telah selesai makan lalu keluar, digantikan oleh kelompok yang lain, sehingga semuanya tidak ada yang ketinggalan. Setelah selesai, Rasulullah saw. bersabda, "Hai, Anas! Angkatlah!" Lalu ku angkat sisa hidangan itu. Aku tidak tahu, apakah hidangan itu memang banyak ketikadisajikan, atau mungkin bertambah ketika ku angkat. Kata Anas selanjutnya, "Beberapa orang di antara para tamu ternyata masih ada yang duduk bercakap-cakap di rumah Rasulullah saw., Sehingga Zainab istri baru ia memalingkan mukanya ke dinding. Hal itu sesungguhnya sangat menyusahkan Rasulullahsaw. Lalu beliau keluar menuju ke rumah para istrinya yang lain. Kemudian, setelah beberapa saat lamanya, dia kembali. Ternyata para tamu itu masih berada di sana. Tatkala mereka melihat Rasulullah saw. telah kembali, barulah mereka merasa bahwa mereka telah menyusahkan beliau. Lalu mereka segerakeluar. Dia masuk dan menutup tabir. Tidak lama kemudian, ketika aku masih duduk di mangan, Rasulullah saw. keluar menemui ku, dan ketika itu turun ayat ini: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masuk ke rumah Nabi, kecuali bila kamu telah disilakan masuk untuk makan, tanpa menunggu lamamakanan terhidang. Tetapi jika kamu diundang, maka masuklah. Dan bila kamu telah selesai makan, keluarlah tanpa memperpanjang percakapan, karena yang demikian itu sesungguhnya mengganggu Nabi sampai akhir ayat (Al Ahzab: 53). Setelah ayat itu selesai download, Rasulullah saw. keluar, lalu membacakannyakepada orang banyak.
1358. Dari Anas ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Kahwin dengan Zainab, Ummu Sulaim memberikan sebuah kue dalam mangkuk batu kepada beliau. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepada Anas," Undang ke sini atas namaku siapa saja umat Islam yang berjumpa denganmu! "Maka ku undanglah siapa saja yang berjumpadengan ku, sehingga tidak ada yang ketinggalan. Mereka datang ke rumah Nabi, keluar masuk bergantian. Nabi saw. meletakkan tangannya di atas makanan, lalu beliau doakan makanan itu seperti yang diajarkan Allah swt. kepada beliau. Para tamu makan semuanya sampai kenyang, dan setelah itu mereka pergi.Kecuali beberapa orang di antara mereka masih tetap berbicara dan memanjang-manjangkan percakapan mereka. Nabi saw. malu akan menegur mereka, lalu ia keluar dan meninggalkan mereka dalam rumah. Karena itu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masukke rumah Nabi, kecuali bila kamu telah disilakan untuk makan, tanpa menunggu-nunggu makanan terhidang. "(Al Ahzab: 53).
1359. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu diundang ke suatu jamuan makan, hendaklah kamu penuhi undangan itu."
1360. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apa bila kamu diundang ke suatu pesta pernikahan, hendaklah kamu perkenankan undangan itu."
1361. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seorang saudara mu mengundang kamu menghadiri suatu jamuan, harus diperkenankan, baik undangan itu jamuan pernikahan atau sebagainya."
1362. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Penuhilah suatu undangan ketika kamu memang diundang menghadirinya. Kata Nafi ',' Abdullah bin 'Umar memang selalu mendatangi setiap undangan, baik undangan pesta pernikahan atau tidak; bahkan sekalipun dia sedang puasa."
1363. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu diundang ke suatu jamuan makan, hendaklah kamu perkenankan. Jika kamu ingin makan silakan, dan jika tidak, tidak apa-apa."
1364. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu diundang menghadiri suatu jamuan, harus diperkenankan. Jika kamu sedang puasa shalatlah dan jika kamu tidak puasa makanlah."
1365. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seburuk-buruk makanan adalah makanan pesta, ketika yang diundang ke pesta itu hanya orang-orang kaya saja, tanpa mengikut-sertakan orang-orang miskin. Siapa yang tidak mendatangi suatu undangan, sesungguhnya dia mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. "
1366. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seburuk-buruk makanan adalah makanan pesta, di mana orang yang seharusnya datang tidak diundang, sedangkan orang yang enggan datang malah diudang. Dan siapa yang tidak memenuhi suatu undangan sesungguhnya dia durhaka kepada Allah dan RasulNya." 1367.Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu ketika istri Rifa'ah datang kepada Nabi saw. lalu dia berujar:" Aku mantan istri Rifa'ah, yang telah ditalak tiga oleh Rifa'ah. Kini aku kahwin dengan 'Abdur Rahman bin Zabir. Tapi anunya seperti jumbai kain (impotent). Rasulullah saw. tersenyum mendengarkannya,lalu dia bertanya: "Apakah kamu ingin kembali kepada Rifa'ah? Itu tidak bisa sebelum engkau merasakan I madunya Abdur Rahman, dan 'Abdur Rahman merasakan madumu (kamu sanggama dengan' Abdur Rahman)."
1368. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah ditanya orang tentang seorang perempuan yang telah menikah, lalu ditalak oleh suaminya, kemudian dia menikah dengan pria lain, lalu ditalak pula oleh suaminya yang kedua ini sebelum mereka melakukan sanggama. Ditanyakan, "Apakah bisa wanitaitu kahwin kembali dengan suaminya yang pertama? "Sabda Rasulullah saw.," Tidak bisa, sebelum suaminya yang kedua itu merasakan madunya masing-masing (keduanya bersanggama). "
1369. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalaulah mereka bila hendak bersetubuh membaca doa, Bismillahi Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana ma Razaq tana, maka jika ditakdirkan Allah mereka mendapat anak dari persetubuhan itu, setan tidak kuasa mengganggu anakitu selama-lamanya. "
1370. Dari Jabir ra, katanya: "Orang-orang Yahudi mengatakan, ketika seseorang suami mendatangi isterinya dari arah belakang, anaknya jereng. Karena itu turunlah ayat:" Isterimu adalah kebun bagimu; maka datangilah kebunmu dari arah yang kamu inginkan. "(Al Baqarah: 223).
1371. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seorang istri tidur memisah dari
ranjang suaminya, maka si istri itu dikutuk malaikat sampai pagi. "1372. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Demi Allah, yang jiwaku di tanganNya, ketika seorang pria memanggil istrinya tidur ke ranjang, tetapi si istri menolak, maka penduduk langit marah kepadanya sampaisuaminya memaafkannya. "
1373. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang, tetapi tidak diperkenankan oleh istrinya, lalu semalam itu suaminya marah kepadanya, maka si istri itu mendapat kutuk malaikat sampai Subuh."
1374. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seburuk-buruk tempat manusia di sisi Allah kelak hari kiamat, adalah tempat suami yang telah saling percaya-percaya dengan istrinya, tetapi kemudian si suami membuka rahasia pribadi istrinya sendiri." 1375. Dari Ibnu Muhairizra, katanya dia dan Abu Shirmah ra, datang kepada Abu Sa'id Al Khudri ra, lalu dia bertanya: "Ya, Abu Said Apakah Anda mendengar Rasulullah saw. menjelaskan perihal 'azal."
Jawab Abu Sa'id, "Ya, ada. Yaitu ketika kami berperang bersama Rasulullah saw. Memerangi Bani Mushthaliq, kami berhasil menawan wanita-wanita Arab yang cantik-cantik. Kami telah lama kesepian. Sedangkan kami menginginkan tebusan dari tawanan-tawanan itu. Karena itu kami bermaksud hendak menyetubuhimereka tetapi dengan 'azal. Lalu kami tanyakan hukumnya kepada Rasulullah saw. Jawab beliau, "Tidak ada gunanya kamu melakukan 'azal, karena sejumput roh yang telah ditetapkan Allah harus tercipta, akan tetap ada sampai hari kiamat."
1376. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Masalah 'azal pernah dibicarakan orang dekat Nabi saw. Lalu beliau bertanya:" Apa itu' azal? "Jawab para sahabat," Seorang pria menyetubuhi istrinya yang sedang menyusui anaknya, tetapi dia tidak ingin istrinya itu hamil. Atau seorang pria menyetubuhihamba
sahayanya, tetapi dia tidak ingin sahaya itu hamil karenanya. "Jawab Nabi saw.," Tidak ada gunanya kalian berbuat seperti itu. Karena kehamilan itu termasuk qadar. "Kata Ibnu 'Aun." Setelah hal itu ku kabarkan kepada Hasan, maka kata Hasan, "Demi Allah. Sesungguhnya yang demikian itu adalah tegurandari Allah. "
1377. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. Ditanya orang perihal 'azal. Jawab beliau," Tidak semua air mani langsung menjadi anak. Tetapi apabila Allah menghendaki membuat sesuatu, tidak satu pun yang dapat menghalangi-Nya. "1378. Dari Jabir ra, katanya:" Seorang pria datangkepada Rasulullah saw. lalu dia bertanya: "Aku memiliki seorang sahaya perempuan yang bekerja melayani dan menyiram tanaman kami. Aku sering seketiduran dengannya, tetapi aku tidak ingin kalau dia hamil. Bagaimana itu, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Jika engkau mau, lakukanlah 'azal. Namunbegitu sekalipun, apa yang telah ditetapkan Allah pasti akan datang jua. "Tidak berapa lama kemudian, pria itu datang pula kepada Nabi saw., katanya:" sahaya perempuan yang kuceritakan dulu telah hamil. "Jawab Rasulullah saw.," Bukankah aku telah mengatakan kepada Anda, bahwa apa yang telah ditetapkanAllah pasti akan datang jua. "
1379. Dari Jabir ra, katanya: "Kami pernah melakukan 'azal, padahal pada saat itu Qur'an selalu turun. Ishak menambahkan ucapan Sufyan," Kalau perbuatan' azal itu terlarang, tentu Qur'an telah melarang perbuatan kami itu. "
1380. Dari Jabir ra. Katanya "Kamu pernah melakukan 'azal pada masa Rasulullah saw., Dan berita perbuatan kami itu sampai pula kepada Rasulullah saw., Tetapi beliau tidak melarang kami melakukannya." 1381. Dari Judzamah binti Wahab Al Asadiyah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw, bersabda: "Sesungguhnyaaku telah bertekad akan melarang ghilah (menyetubuhi istri pada masa menyusui anak). Kemudian aku ingat bangsa Rumawi dan Persia melakukan hal itu, tetapi tidak menyebabkan anak mereka cacat. "
1382. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw., Lalu dia
bertanya: "Aku melakukan 'azal terhadap istri ku (yang sedang dalam masa menyusui bayi). Bagaimana itu hukumnya, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Apa yang mendorongmu melakukannya?" Jawab pria itu, "Aku kasihan terhadap anak-anaknya (takut kalau menjadi cacat)." Sabda Rasulullah saw., "Seandainyahal itu
menyebabkan anak-anak cacat, sudah cacatlah orang-orang Persia dan Rumawi. "
1383. Dari 'Amrah ra, katanya' Aisyah ra, menceritakan kepadanya bahwa ketika Rasulullah saw. berada di sisi 'Aisyah, dia pernah mendengar suara seorang pria minta izin masuk ke rumah Hafshah. Lalu dia mengatakannya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Ada seorang pria minta izin masuk ke rumahistri Anda (Hafshah), "Jawab Rasulullah saw.,
"Kukira orang itu paman sesusuan dengan Hafshah." Tanya 'Aisyah, "Seandainya paman Susuanku masih hidup, bisakah dia masuk ke rumahku?" Jawab Nabi saw., "Tentu saja bisa! Sesusuan menyebabkan haram
dikawini seperti ilegal karena sekandungan. "
1384. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah bersabda kepadanya, "Haram kahwin karena sesusuan, semua yang diharamkan karena sekandungan." 1385. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Atlah, saudara Abu Qu'ais, yaitu paman sesusuan' Aisyah, pernah datang ke rumahku setelah ayat hijab (ayat yang memerintahkansehingga wanita memakai tabir) turun, dan dia minta izin hendak masuk, tetapi aku tidak memungkinkannya. Setelah Rasulullah saw. datang, kuceritakan hal itu kepada beliau, lalu beliau menyuruh ku sehingga memungkinkan masuk. "
1386. Dari 'Urwah ra, katanya' Aisyah menceritakan kepadanya, bahwa Atlah saudara Abu Qu'ais pernah minta izin kepadanya hendak masuk ke rumahnya, sesudah turun ayat hijab. Sedangkan Abu Qu'ais adalah tua 'Aisyah karena susuan. Kata 'Aisyah, "Demi Allah, aku tidak memungkinkan Aflah itu masuk, sehinggaada izin Rasulullah saw. lebih dahulu. Sesungguhnya bukan Abu Qu'ais yang menyusukan ku, tetapi adalah istrinya. - (Jadi Abu Qu'ais adalah ayah susuan 'Aisyah dan Aflah paman susuannya) - Kata' Aisyah, "Setelah Rasulullah saw. Pulang, ku ceritakan peristiwa itu kepada beliau. Yaitu bahwa Aflah, saudaraAbu Qu'ais datang kepada ku dan dia minta dibolehkan masuk. Aku tidak memungkinkannya sebelum ada izin dari Rasulullah saw. "Sabda Nabi saw.," Izinkanlah dia masuk! "Kata 'Urwah," Karena itu Aisyah berkata: "haramkanlah karena sesusuan apa yang diharamkan karena seturunan."
1387. Dari Aisyah ra, katanya: "Paman susuan ku datang dan dia minta izin masuk ke rumah ku. Aku menolak memberinya izin sebelum ada perintah Rasulullah saw. Tatkala Rasulullah saw. Datang, lalu ku ceritakan kepada beliau bahwa paman susuan ku minta izin masuk ke rumah ku, tapi aku menolak mengizinkannya.Lalu bersabda Rasulullah saw., "Biarkanlah pamanmu masuk ke rumahmu!" Jawab ku, "Bukankah yang menyusukan ku wanita, bukan pria." Jawab Rasulullah saw., "Dia pamanmu. Biarkanlah dia masuk ke rumahmu!"
1388. Dari 'Urwah ra, katanya' Aisyah mengabarkan kepadanya bahwa paman susuannya bernama Aflah, minta izin hendak masuk ke rumahnya. Tapi 'Aisyah menutup pintu atau tabir. Lalu 'Aisyah menceritakannya kepada Rasulullah saw. Sabda Rasulullah kepada Aisyah, "Jangan menutup pintu terhadapnya. Diharamkankarena sesusuan apa yang diharamkan karena turunan. "
1389. Dari Ali ra, katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Mengapa Anda sangat mengutamakan pilihan kepada wanita-wanita Quraisy, sehingga mengesampingkan kami?" Jawab Rasulullah saw., "Apakah kamu mengenal wanita yang pantas bagiku?" Jawab Ali, "Ya, ada! Yaitu puteri Hamzah."Maka bersabda Rasulullah saw., "Dia tidak halal bagi ku, karena dia puteri saudara ku sesusuan."
1390. Dari Umnu Habibah ra, istri Nabi saw., Katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulullah! Nikahilah saudara ku 'Azzah. Jawab Rasulullah saw.," Betulkah begitu keinginanmu? "Jawab Ummu Habibah," Benar, ya, Rasulullah! Karena aku tidak tega Anda beristeri kepada yang lain. Tapi akuingin yang menjadi sekutu dalam kebajikan (maduku) saudara ku sendiri. "Jawab Rasulullah saw.," Dia ('Azzah) tidak halal bagi ku (karena ia saudaramu. Tidak bisa menikahi dua saudara sekaligus). "Kata Ummu Habibah," Aku mendengar berita bahwa Anda akan menikah dengan Durrah binti Abu Salamah (yaknianak tiri Nabi saw. dengan istrinya Ummu Salamah). Tanya Rasulullah saw. (Agak terkejut), "Dengan anak gadis Ummu Salamah?" Jawab Ummu Habibah, "Ya." Sabda Rasulullah saw., "Seandainya dia bukan anak tiriku yang kubesarkan di rumahku (yang halal ku, dia tetap tidak halal bagiku; karena dia anak saudaraSusuanku, karena aku dan Abu Salamah sama-sama menyusu kepada Tsuwaibah. Karena itu janganlah engkau tawar-tawarkan lagi kepada ku anak-anakmu dan saudara-saudaramu. "
1391. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Satu atau dua kali menyusu tidak mengharamkan (pernikahan)."
1392. Dari Ummul Fadhal ra, katanya: "Seorang Arab dusun datang kepada Nabi saw. Ketika beliau sedang berada di rumahku, lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah! Aku telah beristri, lalu aku kahwin pula dengan wanita lain. Kemudian, istri pertamaku mengatakan bahwa dia pernah menyusui istri ku yangmuda itu satu atau dua kali susuan. Bagaimana itu, ya Rasulullah? "Jawab Nabi saw.," Satu atau dua kali susuan tidak mengharamkan pernikahan. "
1394. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bahwasanya Salim, maula Abu Hudzaifah, masih tetap tinggal bersama Abu Hudzaifah dan keluarganya di rumah mereka, meskipun Salim telah dimerdekakan. Maka datanglah istri Abu Hudzaifah kepada Nabi saw. Menanyakan hal itu kepada beliau. Katanya : "Salim telah balighdan berpikir dewasa. Tapi dia masih bebas saja keluar masuk rumah kami sebagai biasa. Aku khawatir kalau-kalau dalam diri Abu Hudzaifah timbul pikiran yang bukan-bukan. "Maka bersabda Nabi saw.," Susukan dia (Salim) supaya engkau jadi muhrimnya. Dan dengan
begitu hilang pulalah pikiran yang bukan-bukan dari diri Abu Hudzaifah. "Pada waktu yang lain, istri Abu Hudzaifah datang pula kepada beliau, katanya:" Aku telah menyusui,
dan telah hilang pula pikiran yang bukan-bukan dari diri Abu Hudzaifah. "
1395. Dari Zainab binti Ummu Salamah ra, katanya Ummu Salamah pernah berkata kepada 'Aisyah ra, "Kenapa anak lelaki yang sudah baligh itu bebas saja keluar masuk rumahmu. Kalau aku, tidak senang dia masuk ke rumahku." Jawab 'Aisyah, "Kenapa kamu tidak mengambil teladan kepada Rasulullah saw.? Sesungguhnyaistri Abu Hudzaifah pernah melapor kepada Rasulullah saw. bahwa Salim bebas saja keluar masuk rumahnya. Padahal Salim itu telah dewasa, sehingga timbul sesuatu dalam diri Abu Hudzaifah. Lalu sabda Rasulullah saw. kepada istri Abu Hudzaifah, "Susukanlah dia (Salim) sehingga dia menjadi muhrimmu." 1396.Dari Ummu Salamah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Para istri Nabi saw. Menolak memberi kebebasan untuk keluar masuk rumah mereka, bagi anak yang telah dijadikan muhrim,
karena susuan. Dan kami berkata kepada 'Aisyah, "Demi Allah, kami berpendapat bahwa kasus seperti itu adalah suatu keringanan yang diberikan Rasulullah saw. Khusus bagi Salim. Karena itu tidak seorang jua pun muhrim susuan yang dapat masuk ke rumah kami dan melihat kami tanpa hijab."
1397. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. masuk ke rumahku, kebetulan saat itu seorang pria duduk di dekatku. Rasulullah saw. keberatan atas hal itu dan tampak di wajahnya dia marah. Lalu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Sesungguhnya dia ini saudara Susuanku. "Sabda beliau, "Telitilah saudara susuanmu, karena menyusu adalah karena kelaparan." 1398. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Setelah selesai perang Hunain, Rasulullah saw. Mengirim pasukan ke Authas. Mereka bertemu dengan musuh dan segera bertempur. Mereka dapat memenangkan pertempuran itudan berhasil menawan musuh, termasuk di antaranya tawanan-tawanan wanita. Para sahabat Rasulullah saw. berkeberatan menggauli wanita tawanan (sahaya) mereka, karena mereka punya suami orang-orang musyrik. Sehubungan dengan kasus tersebut Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat sebagai berikut: "Dan diharamkan bagi kamu menikahi wanita-wanita bersuami, kecuali sahaya-sahaya yang kamu miliki. (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu (An Nisa ': 24). Artinya, mereka halal bagi mu setelah 'iddah mereka habis. "
1399. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Sa'ad bin Abi Waqqash bersengketa dengan' Abdu bin Zam'ah tentang seorang anak lelaki. Kata Sa'ad," Ya, Rasulullah! Anak ini adalah anak saudara ku 'Utbah bin Abi Waqqash. Dia berpesan kepada ku bahwa ini memang anaknya. Tengoklah bukankah diamirip benar dengan 'Utbah? "Kata Abdu bin Zam'ah," Anak ini adalah saudara ku. Dia lahir di tikar ayahku, dari sahaya perempuan ayahku. "Rasulullah saw. Memperhatikan anak itu dengan teliti, ternyata awaknya memang serupa benar dengan 'Utbah bin Abi Waqqash. Lalu beliau bersabda:" Anak ini untukmu,hai 'Abdu. Yaitu untuk orang yang punya tikar, di mana anak itu dilahirkan. Sedangkan pria yang menzinai ibunya tidak punya hak apa-apa terhadapnya. Karena itu tetaplah kamu menutupkan tabirmu terhadapnya, hai Saudah binti Zam'ah. "
1400. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Anak yang lahir dari hubungan gelap ibunya, menjadi milik orang yang punya tikar (suami ibunya atau majikan ibunya jika ibunya itu sahaya). Sedangkan pria yang menzinai ibunya tidak punya hak apa-apa terhadap anak itu . "
1401. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah
saw. memasuki rumahku dengan gembira, lalu ia berkata: "Hai, 'Aisyah! Engkau dengarkah tadi Mujazziz Mudliji (anggota identifikasi) masuk ke rumahku? Dia melihat Usamah dan Zaid dalam selimut beludru dengan kepala mereka tertutup dan telapak kaki terbuka. Mujazziz itu berkata, "Telapak kakiini mirip satu sama lain (artinya mereka memiliki hubungan darah / turunan). "
1402. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Baru kahwin dengannya (Ummu Salamah), dia tinggal di rumah Ummu Salamah hanya tiga hari. Rasulullah saw. Bersabda:" Ini tidak berarti aku menghina keluargamu. Jika engkau menghendaki, aku dapat tinggal di rumah mu tujuh hari. Jika begitu,tentu di rumah istri ku yang lain tujuh hari pula. "
1403. Dari Abu Bakar bin 'Abdur Rahman ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Baru kahwin dengan Ummu Salamah, beliau tinggal di rumahnya (tiga malam). Ketika ia hendak pergi ke rumah istrinya yang lain, baju beliau ditarik oleh Ummu Salamah. Lalu sabda beliau, "Jika engkau menghendaki, akan kutambahmalam pengantinmu, dan tentu saja akan ku perhitungkan. Untuk gadis tujuh malam dan untuk janda tiga malam. "
1404. Dari Anas r.a., katanya; "Nabi saw. Memiliki sembilan orang istri. Bila beliau menggilir mereka, baru kembali ke istri pertama setelah hari kesembilan. Biasanya mereka berkumpul setiap malam di rumah istri yang sedang ia datangi. Pada suatu waktu, ketika ia sedang giliran di rumah'Aisyah, Zainab datang. Rasulullah saw. mengulurkan tangannya kepada Zainab, lalu kata 'Aisyah, "Ini Zainab!" Karena itu Nabi saw. menarik tangannya kembali. Maka terjadilah pertengkaran antara 'Aisyah dan Zainab, padahal shalat sudah diqamatkan orang. Kebetulan Abu Bakar lewat dekat situ dan dia mendengarsuara keduanya bertengkar. Lalu kata Abu Bakar, "Ya, Rasulullah!
Keluarlah shalat. Tutup mulut mereka dengan tanah. "Rasulullah saw. Keluar pergi shalat. Kata 'Aisyah," Setelah selesai shalat, tentu Abu Bakar akan datang memarahi ku. "Benar juga, setelah selesai shalat, Abu Bakar mendatangi' Aisyah dan memarahinya. Katanya," Begini kiranya perbuatanmu! "1405. Dari 'Aisyahra, katanya: "Tidak seorang jua pun wanita yang kusukai menjadi contoh teladan bagi ku selain Saudah binti Zam'ah, yaitu seorang wanita yang berpikiran tajam." Kata 'Aisyah selanjutnya, "Tatkala Saudah berangsur tua juga, dia memberikan hari gilirannya di samping Rasulullah saw. Kepada' Aisyah." Katanya,"Ya, Rasulullah! Hari giliranku bersama Anda kuberikan kepada 'Aisyah." Karena itu giliran 'Aisyah bersama Nabi saw. menjadi dua hari. Satu hari adalah hari gilirannya sendiri, sedang yang satu hari lagi adalah hari giliran Saudah. "
1406. Dari 'Aisyah ra, katanya, "Aku selalu mencela wanita yang menyerahkan dirinya kepada Rasulullah saw., Dan berujar:" Apakah wanita menyerahkan dirinya? "Tatkala Allah' Azza wa Jalla menurunkan ayat:" Kamu dapat menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara para istri mu, dan dapatpula menggauli siapa yang kamu kehendaki .. "(Al Ahzab: 51), lalu kata
'Aisyah kepada Nabi saw., "Kulihat Tuhan Anda sangat cepat memenuhi keinginan Anda."
1407. Dari Abu Hurairah ra, katanya, "Wanita itu dikawini karena empat hal: Karena hartanya, karena turunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka Prioritaskanlah karena agamanya, niscaya engkau bahagia."
1408. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku menikah pada masa Rasulullah saw., Sesudah itu aku bertemu dengan Nabi saw., Lalu beliau bertanya:" Ya, Jabir! Sudah kahwinkah engkau? "Jawab ku," Sudah, ya Rasulullah! "Tanya beliau:" Dengan gadis
atau dengan janda? "Jawab ku," Dengan janda. "Sabda beliau," Kenapa tidak dengan gadis? Engkau akan senang bersenda-gurau dengannya. "Jawab ku," Aku punya saudara-saudara perempuan, ya Rasulullah. Aku khawatir istri ku akan turut mengatur urusanku dengan adik-adikku. "Sabda Rasulullah saw.," Oh !, begitu.Karena itulah justru wanita itu dikawini karena agamanya, karena hartanya, dan karena kecantikannya. Rupanya engkau telah memilih yang beragama. Semoga engkau bahagia! "
1409. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Bapaku' Abdullah meninggal dunia, meninggalkan sembilan orang anak perempuan. Lalu aku menikah dengan seorang janda. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepada ku," Ya, Jabir! Kudengar engkau sudah kawin. Benarkah itu? "Jawab ku," Benar, ya Rasulullah. "Tanyabeliau, "Dengan gadis atau janda?" Jawab ku, "Dengan janda, ya Rasulullah." Sabda Nabi saw., "Kenapa tidak dengan gadis, meskipun gadis itu sahaya, engkau akan senang bercumbu atau gelak tertawa dengannya." Jawab ku, "Ayahku, 'Abdullah meninggal dunia dan meninggalkan sembilan orang anak perempuan.Aku tidak ingin menikah dengan perempuan yang sebaya dengan saudara-saudaraku, tetapi lebih suka membawa kepada mereka perempuan yang dapat mengurus kemaslahatan mereka. "Sabda Nabi saw.," Semoga Allah memberkati mu. "
1410. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dunia adalah kesenangan. Sebaik-baik kesenangan dunia adalah perempuan yang saleh."
1411. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Wanita itu bagaikan tulang rusuk (bengkok). Bila engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia patah. Tetapi jika engkau biarkan, engkau dapat bersenang-senang dengannya sekalipun dia tetap bengkok."
1412. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kaum wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan tak dapat engkau luruskan walau dengan cara bagaimanapun. Jika engkau merasa senang kepadanya bersenang-senanglah, namun dia tetap saja
bengkok. Jika engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia patah. Mematahkannya adalah menceraikannya. "1413. Dari Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. Bersabda:" Siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, maka ketika dia menyaksikan suatu peristiwa, hendaklah dia menanggapinya dengan baik atau diam.Bijaksanalah membimbing wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagiannya yang paling bengkok adalah yang sebelah atas. Jika engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia patah. Tetapi jika engkau biarkan, dia akan selalu bengkok. Karena itu bijaksanalah membimbing wanita denganbaik. "
1414. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan memarahi wanita mu'minah. Jika kamu benci akan perangainya, niscaya ada pula yang menyenangkan darinya." 1415. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Kalau bukan karena pengkhianatan Hawa, niscaya wanita tidak akan khianat selamanya kepada suaminya." 1416. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalau bukan karena kesalahan Bani Israil, niscaya makanan dan daging kita tidak basi dan busuk. Dan kalau bukan karenapengkhianatan Hawa, niscaya kaum wanita tidak akan berkhianat kepada suaminya selama-lamanya. "
1417. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya dia pernah mentalak istrinya di masa Rasulullah saw., Ketika istrinya sedang haid. Lalu Umar bin Khaththab menanyakan hukum kasus tersebut kepada Rasulullah saw. Sabda beliau, "Suruh dia ruju '(kembali kepada istrinya) kemudian tunggulah sampai dia suci, sesudahitu dia haid lagi, kemudian suci kembali. Pada saat suci kedua itulah dia bisa memilih apakah dia akan tetap berpasangan atau bercerai, yaitu sebelum melakukan persetubuhan lagi. Dan itulah yang dimaksud dengan 'iddah, yang diperintahkan Allah' Azza wa Jalla menerapkannya. "
1418. Dari Nafi 'ra, katanya: "Bahwasanya Ibnu' Umar ra pernah mentalak istrinya ketika sedang haid. Lalu ditanyakan hukumnya oleh 'Umar kepada Nabi saw Rasulullah saw. Memerintahkan Ibnu' Umar ruju ', kemudian menunggunya sampai haid lagi, dan setelah itu suci kembali. Sesudah itu barulahdia bisa mentalaknya sebelum menyetubuhinya. Itulah yang disebut 'iddah yang diperintahkan Allah supaya mentalak perempuan pada waktu suci. Kata Nafi ', "Ketika Ibnu' Umar ditanya tentang seorang pria yang mentalak istrinya ketika haid, Ibnu 'Umar menjawab, jika engkau mentalaknya satu atau duakali, Rasulullah saw. memerintahkan supaya ruju ', kemudian harus menunggu perempuan itu haid lagi sampai dia suci kembali. Sesudah itu barulah dia bisa mentalaknya sebelum mereka bersetubuh kembali. Jika dia engkau talak tiga, berarti engkau mendurhakai Tuhan mu tentang perintah talak. Dan engkaubenar-benar telah putus hubunganmu dengan mantan istri mu (talak bain). "
1419. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya dia mentalak istrinya ketika
haid. Lalu ditanyakan hukumnya oleh 'Umar kepada Nabi saw. Sabda beliau, "Suruhlah dia ruju '. Sesudah itu talaklah ketika suci atau hamil." 1420. Dari Ibnu Thawus ra, dari ayahnya, katanya Abu Shahba 'bertanya kepada Ibnu' Abbas ra, "Tahukah Anda bahwa talak tiga yang diucapkan sekaligus, pada saatRasulullah saw. dihukumkan hanya jatuh satu kali, begitu pula pada masa pemerintahan Abu Bakar. Kemudian pada masa pemerintahan 'Umar dinyatakan jatuh tiga kali? "Jawab Ibnu' Abbas ra," Ya, benar begitu! "
1421. Dari Thawus ra, katanya Abu Shahba 'bertanya kepada Ibnu' Abbas ra, "Inilah suatu masalah di antara beberapa masalah yang aneh. Bukankah talak tiga (yang diucapkan sekaligus) pada masa Rasulullah saw., Dan pada masa Abu Bakar dinyatakan hanya jatuh satu kali? " Jawab Ibnu 'Abbas, "Soalnyapada masa pemerintahan 'Umar, orang banyak telah terlalu mempermudah-mudah talak. Karena itu 'Umar memberlakukan hukum menurut apa yang diucapkan. "
1422. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Apabila seorang suami melarang (persetubuhan dengan) istrinya, maka hal itu merupakan sumpah yang harus dibayar dendanya. Kemudian dia membaca ayat:" Sesungguhnya Rasulullah saw. itu adalah ikutan yang baik bagimu. "(Al Ahzab: 21). 1423. Dari 'Aisyah ra,katanya: "Rasulullah saw. suka makan manis-manisan dan madu. Bila ia selesai shalat 'Ashar, biasanya ia berkeliling ke rumah para istri beliau dan mampir sebentar. Pada suatu kali ia mampir di rumah Hafshah tetapi beliau agak lebih lama tinggal di situ dari biasa. Lalu kU tanyakan kepadabeliau kenapa begitu. Jawab beliau, "Hafshah diberi oleh seorang wanita familinya semangkok madu, lalu aku disuguhinya seteguk." Kata 'Aisyah, "Kami akan memperdayakan dia. Lalu hal itu ku ceritakan kepada Saudah, dan kukatakan kepadanya, nanti bila Rasulullah saw datang ke rumah mu, maka ketikaia mendekati mu, katakanlah kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Apakah Anda baru habis minum maghafir?" Tentu ia akan menjawab, "Tidak!" Lalu tanyakan lagi, "Ini bau apa?" Rasulullah saw. sangat benci kalau dia tercium bau minuman terlarang - Nanti ia akan mengatakan kepada mu, "Aku disuguhiHafshah madu seteguk. "Lalu jawablah," Barangkali lebahnya makan bunga 'urfuth, "Kata' Aisyah," Aku akan mengatakannya begitu kepada beliau. Maka kamu katakan pulalah begitu, hai Saudah! Dan nanti kau suruh pula Shafiyah mengatakannya begitu. "Maka tatkala Rasulullah saw. Datang ke rumah Saudah, hampirsaja, dia mengucapkan kata-kata itu ketika ia masih berada di ambang pintu, karena takutnya kepada 'Aisyah. Setelah beliau mendekatinya, barulah Saudah berujar, "Ya, Rasulullah! Apakah Anda baru habis minum maghafir?" Jawab Nabi saw. "Tidak!" Tanya Saudah, "Mulut Anda bau apa ini?" Jawab beliau,"Hafshah menyuguhi ku seteguk madu." Kata Saudah, "Kalau begitu, mungkin lebahnya makan bunga 'urfuth." Kata 'Aisyah, "Ketika ia datang ke rumah ku, aku mengatakan pula kepada beliau seperti itu." Kemudian, ketika ia datang ke rumah Shafiyah, lalu Shafiyah mengatakan pula begitu. Maka tatkalaia datang ke rumah Hafshah, dia bertanya: "Apakah Anda ingin minum madu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Aku tidak membutuhkannya;" Kata 'Aisyah selanjutnya, "Kemudian Saudah mengatakan, -Maha Suci Allah! Akibatnya Allah benar-benar mengharamkannya bagi kita' (gara-gara perbuatan kita)." Lalu kujawab, "Tenanglah Saudah!"
1424. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Tatkala Rasulullah saw. Diperintahkan Allah supaya menyuruh para istrinya memilih cerai atau tetap, ia mulai dengan ku. Sabda beliau," Aku ingin memberitahukan kepada mu sesuatu yang penting. Karena itu janganlah engkau terburu-buru menjawabnya sebelum engkaumusyawarahkan dengan kedua orang tua mu. "Kata Aisyah," Dia tahu benar, bahwa kedua orang tua ku tidak akan mengizinkan ku bercerai dengan beliau. "Lalu beliau bersabda," Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman: "Hai, Nabi! Katakanlah kepada para isteri mu, jika engkau menghendaki kehidupandunia beserta perhiasannya, marilah ku berikan kepada mu suatu pemberian, kemudian ku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu menghendaki Allah dan RasulNya serta kampung akhirat, sesungguhnya Allah memberikan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat kebajikan di an tara kamu. "(Al Ahzab- 28:29). Kata Aisyah, "Apa pula yang harus ku musyawarahkan dengan kedua orang tua ku. Tentu saja aku memilih Allah dan Rasul-Nya serta kampung akhirat." Kemudian kata 'Aisyah melanjutkan ceritanya, "Ternyata para istri Rasulullah saw. Semuanya berbuat seperti yang ku lakukan."
1425. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami para istri Rasulullah saw. Pernah diberi pilihan oleh beliau, bercerai atau tetap bersama beliau. Kami semua memilih tetap bersama beliau. Maka hal itu tidak dihitung talak."
1426. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika
Abu Bakar minta izin hendak masuk ke rumah Nabi saw. Didapatinya di depan pintu telah banyak orang duduk, tetapi tidak seorang jua pun yang diizinkan beliau masuk, kecuali bagi Abu Bakar dan 'Umar. Didapatinya Nabi saw. sedang duduk dikelilingi para isteri beliau dalam keadaan diam karena marah. KataAbu Bakar, "Aku sengaja mengatakan sesuatu untuk memancing ketawa dia. Kata
ku, "Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda, istri ku Binti Kharijah minta belanja kepada ku, lalu ku tampar dia." Rasulullah tertawa mendengarnya dan berkata, "Inilah mereka mengelilingi ku minta uang belanja." Maka berdiri Abu Bakar mendatangi 'Aisyah, lalu dipukulnya kuduk' Aisyah. Begitu pula'Umar, dia berdiri lalu dipukulnya pula kuduk Hafshah, sambil keduanya berkata: "Berani-beranian kamu meminta sesuatu yang tidak dipunyai Rasulullah." Jawab mereka, "Demi Allah! Kami tidak pernah meminta kepada Rasulullah saw. Apa yang tidak ada pada beliau." Sesudah kejadian itu Rasulullah saw.mengasingkan diri dari para istri beliau sebulan lamanya. Sesudah itu turun ayat: "Wahai, Nabi! Katakanlah kepada para isterimu ... dst." (Al Ahzab: 28 - 29). Kata Jabir, Rasulullah saw. memulai pertanyaannya dengan 'Aisyah. Sabda beliau, "Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada mu, karenaitu aku lebih suka engkau jangan terburu-buru menjawabnya sebelum engkau musyawarahkan dengan kedua orang tua mu. "Tanya 'Aisyah," Masalah apa itu, ya Rasulullah? "Lalu ia bacakan ayat tersebut di atas (QS Al Ahzab: 28 - 29). tanya 'Aisyah, "Apakah tentang masalah rumah tangga Anda aku harusmusyawarah juga dengan kedua orang tua ku? Tentu saja aku memilih Allah dan RasulNya serta hari akhirat. Ku mohon kepada Anda supaya tidak mengabarkan putusan ku ini kepada para istri Anda yang lain. "Jawab beliau," Tidak satu pun yang ditanyakan mereka kepada ku, yang tidak ku jawab. SesungguhnyaAllah mengutus ku, bukanlah untuk mencari-cari kesulitan, tetapi Allah mengutus ku untuk mengajar dan memfasilitasi. "
1427. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Ketika Nabi saw.
mengasingkan diri dari para istri beliau, aku masuk ke masjid dan ku lihat orang sedang memain-mainkan kerikil. Mereka semua sama berkata, "Rasulullah saw. Menceraikan para istri beliau." Kata 'Umar, "Aku ingin tahu kepastiannya sekarang juga." Lalu aku masuk ke rumah 'Aisyah dan berkata kepadanya,"Hai puteri Abu Bakar! Belum puas jugakah hati mu menyakiti hati Rasulullah saw.?" 'Aisyah menjawab dengan ketus, "Aku tidak ada urusan dengan Anda, hai anak Khaththab. Uruslah putri Anda sendiri!" Lalu aku masuk ke rumah Hafshah binti Umar, seraya berkata: "Hai, Hafshah! Belum puas jugakah hatimu menyakiti hati Rasulullah saw.? Engkaukan tahu, sesungguhnya Rasulullah saw. tidak mencintai mu. Kalau bukan karena aku engkau telah diceraikan oleh beliau. "Karena itu Hafshah menangis sejadi-jadinya, lalu kutanya dia," Dimana Rasulullah? "" Dia di gudang. "Jawab Hafshah. Lalu aku pergi kegudang. Kebetulan aku bertemu dengan Rabah, pelayan Rasulullah saw. sedang duduk di pintu gudang menyelonjorkan kakinya ke sebuah kayu yang dijadikan tangga tempat Rasulullah saw. naik turun Kupanggil dia, "Hai Rabah! mintakanlah aku izin untuk bertemu dengan Rasulullah saw.!" Rabah menengok ke dalam dankemudian kepada ku tanpa mengatakan sesuatu. Lalu kupanggil lagi dia, "Hai Rabah! Mintakanlah aku izin untuk bertemu dengan Rasulullah saw." Rabah menengok ke dalam kemudian kepada ku tanpa berkata apa-apa. Kemudian kukeraskan suaraku memanggil Rabah, "Hai Rabah! Mintakan aku izin untuk bertemu denganRasulullah saw.! "Aku telah menduga, tentu Rasulullah saw. Telah tahu bahwa kedatanganku adalah karena Hafshah." Demi Allah! Seandainya Rasulullah saw. menyuruh ku supaya memenggal leher Hafshah, niscaya kupenggal dia. "kata itu kuucapkan dengan suara keras. Lalu Rabah memberi isyarat supaya akunaik. Aku langsung masuk menemui Rasulullah saw. Dia sedang berbaring di tikar lalu aku duduk dekat beliau. Selagi ia membetulkan sarungnya, aku melihat bekas tikar efektif di rusuk beliau. Kuperhatikan sekeliling gudang itu. aku tidak melihat berisi apa-apa, kecuali seonggok gandum sekitarsegantang dan qarazh sebanyak itu pula terletak di sudut dinding dan sehelai kulit sedang tergantung. Itulah hanya isi gudang penyimpanan beliau. Melihat kondisi seperti itu, air mata ku mengalir bercucuran. lalu beliau bertanya: "Kenapa Anda menangis hai anak Khaththab?" Jawab ku. "Ya, Nabiyallah! Akumenangis karena melihat tikar ini membekas di rusuk Anda. Dan gudang ini tidak ada apa-apa yang tersimpan di dalamnya. Padahal gudang Kaisar Rumawi dan Kisra Persia berlimpah dengan buah-buahan dan serba cukup adanya. Sedangkan Anda adalah Rasulullah dan pilihan Nya. Beginilah hanya kondisi gudangpenyimpanan Anda. "Sabda Nabi saw.," Hai anak Khaththab! Tidak sukakah engkau, akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka? "Jawab ku," Aku suka, ya Rasulullah! "Ketika aku baru masuk, tampak di wajah beliau bahwa beliau sedang marah. Lalu aku bertanya," Ya, Rasulullah! Apakah yang menyulitkan Anda perihalpara istri Anda? Jika Anda menceraikan mereka,
Allah dan sekalian malaikat-Nya, Jibril, Mikail, aku sendiri dan Abu Bakar, serta sekalian orang yang beriman, akan tetap bersama Anda. "Belum pernah aku berkata begitu padanya, sambil memuji Allah dengan ucapan-ucapan, kecuali aku berharap semoga Allah membenarkan segala ucapanku itu. Maka turunlahayat takhyir (pilihan) berikut ini: dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya, begitu pula Jibril dan orang-orang mukmin yang saleh serta segala malaikat adalah penolongnya pula. Jika Nabi menceraikan kamu, mungkin Tuhannya akan mengganti baginyadengan istri yang lebih baik dari kamu semua. (At Tahrim: 4-5). 'Aisyah binti Abu Bakar dan Hafshah binti Umar, justru bekerja menentang para istri Nabi yang lain-lain. Lalu kataku, "Ya, Rasulullah! Apakah Anda akan menceraikan mereka berdua?" Jawab beliau, "Tidak!" Kataku, "Ya, Rasulullah!Aku baru masuk ke masjid, kulihat kaum muslimin mempermainkan kerikil, sambil mereka berkata, "Rasulullah menceraikan para isterinya. Apakah aku harus turun menjelaskan kepada mereka bahwa Anda tidak menceraikan mereka?" Jawab Rasulullah saw., "Silakan, jika engkau mau!" Aku selalu berbicara denganbeliau, sehingga hilang efek marah dari wajahnya, berganti dengan senyuman. Dan dia memiliki deretan gigi yang sangat bagus sehingga menambah indah senyumannya. Kemudian Nabi saw. turun, dan aku pun turun berpegangan melalui tangga pohon kurma. Sedangkan beliau turun seperti berjalan di bumi sajalayaknya tanpa berpegangan. Aku berujar kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Anda mengisolasi diri di kamar gudang itu telah dua puluh sembilan hari." Jawab beliau, "Memang bulan ini hanya 29 hari." Sesudah itu aku berdiri di pintu masjid menyiarkan pengumuman sekeras-kerasnya, bahwa Rasulullah saw. tidakpernah menceraikan para istri beliau.
Maka turunlah ayat sebagai berikut: "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita yang menyenangkan dan menakutkan, mereka langsung menyiarkannya. Padahal bila mereka menyerahkan kepada Allah dan kantor-kantor yang berwenang di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin suatu kepastian tentangkebenarannya akan mengetahuinya dari mereka (An Nisa ': 83). Justru akulah yang mencek kepastian berita itu. Kemudian Allah menurunkan pula ayat takhyir (Al Ahzab: 28-29).
1428. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya: "Telah setahun lamanya aku hendak bertanya kepada 'Umar bin Khaththab tentang makna sebuah ayat, tetapi aku tak berani menanyakan karena hormat ku kepadanya. Setelah musim haji tiba, beliau pergi haji dan aku pun pergi pula bersama-sama dengannya. Ketikakami dalam perjalanan pulang, beliau pernah menyimpang jalan untuk buang hajat dan aku menunggunya sampai ia selesai. Kemudian aku berjalan pula kembali bersamanya. Ketika itulah aku
bertanya kepada beliau, "Ya, Amirul Mukminan! Siapakah dua orang wanita di antara para isteri Rasulullah saw. yang bekerja sama menentang kebijaksanaan beliau?" Jawab beliau, "Mereka adalah Hafshah dan 'Aisyah." Lalu kata ku, "Demi Allah! Aku bermaksud
menanyakan masalah ini kepada Anda sejak setahun yang lalu. Tapi aku tidak berani karena menghormati kehebatan Anda. "Jawab Umar," Jangan begitu! Apa yang engkau duga bahwa aku mengetahuinya, tanyalah langsung kepada ku; jika ternyata aku memang mengetahuinya, akan ku jelaskan padamu. "Kata 'Umarselanjutnya, "Di masa jahiliyah, kami tidak pernah mengikut sertakan wanita dalam suatu urusan, sampai tiba waktunya Allah menentukan posisi dan peran mereka, seperti tersebut dalam firmanNya. Maka pada suatu waktu, ketika aku sedang memikirkan suatu urusan, tiba-tiba istri ku berkata , "Bagaimanakalau Anda buat begini dan begitu? "Lalu kata ku kepadanya," Mana engkau tahu. Engkau tidak usah ikut campur dan jangan susah-susah memikirkan urusan ku. "Jawabnya," Kamu ini
sangat aneh, hai anak Khaththab! Anda tidak ingin bertukar pikiran dengan ku, padahal putrimu (Hafshah) selalu bertukar pikiran dengan Rasulullah saw., Sehingga pernah sehari semalam dia bermarahan. "Mendengarkan hal itu, lalu ku kenakan pakaian ku, sesudah itu aku pergi ke rumah Hafshah. Sesampaidi rumah Hafshah aku berkata kepadanya, "Hai, putri ku! Betulkah engkau suka membantah Rasulullah saw. sampai sehari semalam bermarahan?" Jawab Hafshah, "Demi Allah! Kami hanya bertukar pikiran." Lalu kata ku, "Ketahuilah hai anakku! Aku peringatkan kepada mu siksa Allah dan kemarahan Rasul-Nya.Sekali-kali janganlah engkau terpengaruh dengan kebanggaan seseorang karena kecantikannya dan karena cinta Rasulullah kepadanya. "Kemudian aku pergi dan singgah di rumah Ummu Salamah, karena Ummu Salamah itu kerabat ku. Kepadanya ku ceritakan kasus tersebut di atas. Jawab Ummu Salamah, Anda amat anakhai anak Khaththab! Anda masuki segala urusan, sampai-sampai kepada urusan rumah tangga Rasulullah saw. dengan para istri beliau. "Ucapan Ummu Salamah itu menyinggung ku, sehingga sangat efektif di hati ku. Karena itu aku pergi meninggalkannya. Dan aku memiliki seorang sahabat dari kalanganAnshar, yang selalu saling memberi informasi satu sama lain antara kami berdua. Saat itu kami sedang berjaga-jaga terhadap seorang raja di antara raja-raja Ghassan, yang berarti akan menyerang kami. Hati dan pikiran kami ketika itu sesungguhnya banyak terpusat pada masalah serangan Bani Ghassanini. Sekonyong-konyong sahabat Anshar ku datang mengetuk pintu seraya katanya, "Buka pintu, buka!" Aku bertanya, "Apakah tim Bani Ghassan telah datang?" Jawabnya, "Lebih hebat dari serangan tim Ghassan. Rasulullah saw. Menjauhkan diri dari para isteri beliau." "Celaka si Hafshah dan 'Aisyah,"bisik ku. Kemudian ku kenakan baju ku, lalu aku pergi menemui Rasulullah saw. Kiranya beliau berada di gudang penyimpanan barang-barang yang dapat dinaiki dengan tangga. Seorang pelayan Nabi saw. berkulit hitam sedang berada di kepala tangga. Aku berkata kepadanya, "Aku ini 'Umar!" Lalu aku diizinkannyamasuk, dan ku ceritakan kepada Rasulullah saw. kasus yang baru ku dengar dan ku alami. Ketika aku menceritakan pertemuan ku dengan Ummu Salamah. Rasulullah saw. tersenyum. Dia tidur di tikar tanpa alas, pakai bantal kulit berisi sabut. Dekat kaki beliau terletak seonggok biji qarazh dan di dekatkepalanya tergantung kulit yang baru disamak. Aku melihat bekas tikar efektif di rusuk beliau. Karena itu
aku menangis sambil berkata, "Ya, Rasulullah Kisra Persia dan Kaisar Rumawi bermewah-mewah di istana mereka dengan apa yang dimilikinya. Anda adalah Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Apakah engkau tidak rela keduanya memiliki dunia, sedangkan engkau memiliki akhirat?"
1429. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Aku selalu menunggu kesempatan untuk bertanya kepada' Umar bin Khaththab tentang dua orang istri Nabi saw., Yang keduanya disebut Allah dalam firman-Nya:" Jika kamu berdua taubat kepada Allah, maka sesungguhnya hatimu berdua telah condong untuk menerima kebaikan"(At Tahrim: 4). Ketika 'Umar pergi haji, aku pun haji pula bersama dengannya. Dalam perjalanan, tiba-tiba' Umar menyimpang (untuk buang hajat) dan aku menyimpang pula mengikutinya dengan membawa sebuah ember. Setelah selesai, ku tuangkan air ke tangannya, lalu dia berwudhu. Sesudah itu aku bertanya,"Ya, Amirul Mukminin! Siapakah dua orang istri Nabi saw. Yang disebut Allah dalam firman-Nya," Jika kamu berdua taubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong menerima kebaikan "(At Tahrim: 4) Jawab 'Umar," Engkau ini aneh, hai Ibnu 'Abbas! Keduanya adalah Hafshah dan 'Aisyah. "Kemudian 'Umar melanjutkan ceritanya: "Dahulu, kami suku Quraisy adalah suku yang berkuasa atas wanita. Setelah kami datang ke Madinah, kami temukan di sana kaum wanitanya yang kuat. Tentu saja wanita-wanita kami belajar kepada mereka. Ketika itu
rumah ku berada di perbukitan di perkampungan Bani Umayyah Ibnu Zaid. Pada suatu hari, aku memarahi istri ku, tapi dia tidak ingin lagi dimarahi lalu melawan kemarahan ku itu. Namun aku tidak ingin dibantah. Lalu katanya, "Kenapa engkau tidak ingin dibantah? Sedangkan para istri Nabi saw. Membantahbeliau, bahkan salah seorang di antaranya ada yang menjauhkan diri sehari-harian. "Lalu aku pergi ke rumah Hafshah dan bertanya kepadanya," Betulkah engkau suka membantah Rasulullah saw.? "Jawabnya." Ya, benar! "Betulkah engkau sampai menjauhkan diri dari Rasulullah saw. sampai malam? " Jawab Hafshah."Ya, betu !!" Kataku, "Sungguh sia-sia dan merugilah orang yang melakukannya. Apakah engkau merasa aman terhadap murka Allah tersebab murka Rasulullah saw.? Dia pasti binasa. Karena itu janganlah engkau membantah Rasulullah saw. Dan jangan pula minta apa-apa darinya.
Mintalah kepada ku apa yang kau butuhkan, dan janganlah kau terpengaruh karena tetanggamu lebih cantik dan lebih dicintai Rasulullah saw. dari diri mu sendiri. "Kata 'Umar selanjutnya," Aku memiliki seorang tetangga Anshar, di mana kami berganti-gantian menunggu berita dekat Rasulullah saw., kalau-kalauada wahyu turun. Sehari dia yang menunggu, kemudian mengabarkannya kepada ku jika ada wahyu yang turun. Besok hari aku yang menunggu dan mengabarkan pula kepadanya. "Kami pernah berbicara bahwa Bani Ghassan telah bersiap-siap hendak menyerang kami. Sahabat ku pergi menemui Nabi saw. Seperti biasa,dan baru kembali setelah 'Isya. Dia mengetuk pintu dan memanggil ku. Aku segera keluar menemuinya. Lalu dia berkata, "Telah terjadi suatu peristiwa yang sangat besar." Tanya ku, "Apakah Bani Ghassan telah menyerang?" Jawabnya, "Bahkan lebih besar dari itu dan lebih panjang. Nabi saw. Menceraikan semuaistri beliau. "Kata ku," Sungguh malang dan merugilah Hafshah. Aku telah menduga bahwa kasus ini akan terjadi. "Setelah shalat Subuh ku kenakan baju ku lalu aku pergi ke rumah Hafshah. Ku temukan dia sedang menangis. Lalu kutanya," Betulkah kamu semua diceraikan Rasulullah saw.? "Jawab Hafshah," Akutidak tahu, tapi yang pasti ia mengasingkan diri di gudang tempat penyimpanan barang-barang "Lalu ku temui pelayan beliau, seorang berkulit hitam, seraya kata ku," Mintakan izin kepada Rasulullah saw., 'Umar mohon bertemu dengan beliau. "Pelayan itu masuk lalu keluar lagi menemui ku. Katanya,"Aku telah menyampaikan kepada beliau, tapi beliau diam saja." Karena itu aku pergi. Setelah aku sampai ke dekat mimbar, aku duduk. Di sana telah banyak orang duduk, bahkan sebagian mereka ada yang menangis. Setelah duduk sebentar, perasaan ku (untuk bertemu Rasulullah saw.) Sangat mempengaruhi ku.Maka ku datangi lagi si pelayan, seraya kata ku, "Mintakan izin bagi 'Umar." Si pelayan masuk, lalu keluar lagi menemui ku. Katanya, "Pesan Anda telah ku sampaikan, tetapi ia diam saja." Ketika aku telah beranjak hendak pergi, tiba-tiba si pelayan memanggil ku. Katanya, "Silakan Anda masuk! Diatelah mengizinkan. "Aku segera masuk sambil memberi salam kepada Rasulullah saw. Ketika itu ku lihat dia sedang berbaring di tikar anyaman, dan tikarnya membekas di rusuk beliau. Aku bertanya," Betulkah Anda menceraikan para istri Anda. ya Rasulullah? "Beliau lalu menegakkan kepalanya kepada kuseraya berkata, "Tidak!" Kata ku, "Allahu Akbar! Anda tentu telah saran, ya Rasulullah, bahwa kita kaum Quraisy adalah suatu kaum yang berkuasa atas wanita. Maka tatkala kita hijrah ke Madinah kita temukan di sana kaum wanitanya yang menguasai pria. Tentu saja wanita-wanita kita belajar dari mereka.Pada suatu hari aku marah-marah kepada istri ku, tapi dia membantah ku. Aku menyalahkannya karena dia membantah ku. Lalu dia menjawab, "Anda tidak dapat menyalahkan ku. Demi Allah! Sesungguhnya para isteri Nabi saw. Sering membantah beliau; bahkan salah seorang di antaranya menjauhi beliau sampaimalam. "Maka jawab ku," Sungguh malang dan merugilah siapa yang melakukannya. Apakah dia merasa aman dari murka Aliah, tersebab murka Rasulullah kepadanya? "Mendengar ucapan ku itu Rasulullah saw. Tersenyum. Kata ku selanjutnya," Ya, Rasulullah! Aku baru datang ke rumah Hafshah. Lalu aku berkatakepadanya, "Janganlah engkau terpengaruh jika ada tetanggamu yang lebih cantik dan lebih dicintai Rasulullah saw. daripadamu." Rasulullah tersenyum pula mendengarnya. Aku berkata, "Aku mohon izin ya Rasulullah, untuk tinggal lebih lama di sini." Jawab beliau, "Ya, bisa!" Lalu aku duduk sambilmendongakkan kepala melihat kondisi di sekitar ku. Demi Allah! Tidak ada sesuatu pun yang terlihat selain tiga onggokan. Lalu kata ku, "mendoalah kepada Allah, ya Rasulullah, semoga Dia melapangkan penghidupan umat Anda. Allah Ta'ala telah melapangkan penghidupan di Persia dan Rumawi, sedangkan merekatidak menyembah Allah. "Mendengar itu Rasulullah saw. duduk bersila, kemudian dia bersabda:" Apakah engkau masih ragu, hai anak Khaththab! Mereka memang disegerakan untuk menerima segala kebaikan dalam hidup di dunia ini (tetapi mereka tidak akan memperoleh apa-apa dalam kehidupan di akhirat selainderita). Kata ku, "Mohonkanlah ampun bagi ku, ya Rasulullah, (aku terlanjur)." Rasulullah telah bersumpah tidak akan pulang ke rumah para istrinya selama sebulan, karena sangat tersinggung oleh ulah mereka, sehingga ia dapat teguran dari Allah 'Azza wa lalla. Kata Az Zubri 'Urwah mengabarkan kepadaku dari 'Aisyah, "Setelah cukup dua puluh sembilan malam, Rasulullah saw. pulang ke rumah ku. Dia mulai giliran dengan ku. Aku bertanya kepada beliau," Ya, Rasulullah! Anda telah bersumpah tidak akan pulang ke rumah kami selama sebulan. Sekarang baru tanggal 29, Anda telah pulang. Aku menghitungsendiri, ya Rasulullah! "Jawab beliau," Sebulan itu kadang-kadang dua puluh sembilan hari. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya," Ya, 'Aisyah! Aku akan mengatakan kepada mu suatu yang penting; karena itu hendaknya engkau jangan terburu-buru menjawabnya sekarang, sebelum engkau musyawarahkan dengankedua orang tuamu. Lalu dibacakan beliau ayat: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada para istri mu sampai sampai pahala yang besar." (Al Ahzab: 28 - 29). Kata 'Aisyah, dia yakin bahwa orangtuanya tidak mungkin akan menyuruhnya cerai dengan Nabi saw. Karena itu dia menjawab kepada Rasululah saw.,
"Apakah untuk masalah ini Anda menyuruh ku musyawarah dengan orang tua ku? Aku hanya menginginkan Allah dan Rasul-Nya serta kampung akhirat." Kata Ma'mar, Ayyub mengabarkan bahwa 'Aisyah berkata, "Ku mohon kepada Anda, sudilah kiranya putusan ku ini jangan Anda sampaikan kepada para istri Anda yanglain. "Jawab Nabi saw.," Allah mengutus ku untuk menyampaikan dan tidak mengutus ku untuk menyusahkan. "
1430. Dari Fathimah binti Qais ra, katanya Abu 'Amru bin Hafash menceraikannya untuk kali ketiga. Sedangkan dia jauh di wilayah. Lalu Fathimah dikiriminya jagung melalui wakilnya, tetapi Fathimah menolaknya. Wakil 'Amru berkata, "Demi Allah! Kami tidak punya kewajiban apa-apa lagi terhadap Anda." Karenaitu Fathimah datang kepada Rasulullah saw. menanyakannya. Jawab beliau, "Memang, dia tidak wajib lagi memberi mu nafkah." Sesudah itu Rasulullah saw. menyuruh Fathimah menghabiskan masa 'iddahnya di rumah Ummu Syuraik. Tetapi kemudian ia berkata, "Ummu Syuraik banyak tamu, banyak dikunjungi parasahabat ku. Karena itu pindahlah ke rumah Ibnu Ummi Maktum. Dia seorang buta. Engkau bisa bebas di sana. Setelah 'iddah mu habis, beritahukanlah kepada ku. "Kata Fathimah," Setelah' iddah ku habis, lalu ku beritahukan kepada beliau bahwa Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jaham melamar ku. "Jawab Rasulullahsaw., "Abu Jaham tidak pernah meninggalkan tongkatnya (suka memukul). Sedang Mu'awiyah bin Abi Sufyan miskin. Karena itu sebaiknya kamu kahwin dengan Usamah bin Zaid." Aku tidak menyukainya, ya Rasulullah! "jawab Fathimah. Sabda Nabi saw. , "Kahwinlah dengan Usamah!" Lalu aku nikah dengan Usamah. MakaAllah melimpahkan keberkahan bagi pernikahan kami, sehingga aku merasa bahagia di samping Usamah. "1431. Dari Fathimah binti Qais ra, katanya dia ditalak (tiga) oleh suaminya pada masa Rasulullah saw., Tapi suaminya masih memberinya nafkah dengan tidak memadai. Setelah ku pertimbangkan baik-baik,aku bertekad akan memberitahukannya kepada Rasulullah saw. Jika sekiranya aku masih berhak untuk mendapatkan nafkah dari mantan suamiku itu, akan kuambil yang pantas, dan jika aku tidak berhak lagi, aku tidak akan mengambil apa-apa darinya. Lalu hal itu kukatakan kepada Rasulullah saw. Jawab beliau,"Engkau tidak berhak lagi mendapatkan nafkah dan tempat tinggal dari itu."
1432. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Bibiku dicerai (talak) oleh suaminya, lalu dia bermaksud hendak memetik buah kurma (untuk penghidupannya). Tapi dia di larang keluar oleh pria lain. Karena itu dia datang kepada Nabi saw. Bertanya . Jawab Nabi saw., "Ya, bisa! Petiklah buah kurma Anda!Mudah-mudahan Anda dapat bersedekah dan melakukan amal kebajikan. "1433. Dari 'Abdullah bin' Utbah ra, katanya Subai'ah mengabarkan kepadanya, bahwa dia (Subai'ah) adalah istri Sa'ad bin Khaulah dari suku 'Amir bin Luai. dan Sa'ad adalah salah seorang sahabat yang ikut berperang dalam peperanganBadar. Dia meninggal ketika Haji Wada ', di saat istrinya Subai'ah sedang hamil tua. Beberapa hari setelah dia wafat, istrinya pun melahirkan. Setelah dia suci dari nifas, dia pun berhias karena mengharap supaya dia dilamar orang. Lalu datang kepadanya Abu Sanabil bin Ba'kak (seorang dari suku AbdudDar), katanya: "Aku melihatmu berhias diri; barangkali kamu berharap untuk menikah lagi. Demi Allah, kamu belum bisa nikah sebelum lewat empat bulan sepuluh hari." Kata Subai'ah, "Setelah ia berkata demikian, kukenakan bajuku, kemudian aku pergi menemui Rasulullah saw. Lalu kutanyakan kepada beliaumasalah itu. Rasulullah saw. berfatwa kepada ku, bahwa aku sudah halal kawin setelah melahirkan anakku, bahkan ia menyuruh ku kahwin jika aku mau. "
1434. Dari Zainab binti Abi Salamah ra, katanya dia datang ke rumah Ummu Habibah, istri Nabi saw., Ketika ayah Ummu Habibah, Abu Sufyan, wafat. Ummu Habibah minta parfum berwarna kuning atau lainnya, lalu dioleskannya ke sahaya perempuannya, kemudian diusapkannya ke pelipisnya sendiri.Sesudah itu dia berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak butuh parfum; kalau tidaklah karena aku mendengar sabda Rasulullah saw. Ketika beliau berkhotbah di mimbar, katanya: Tidak halal bagi wanita yang iman dengan Allah dan hari akhirat berkabung karena kematian lebih dari tiga hari, kecualikarena kematian suaminya; untuk itu dia harus berkabung empat bulan sepuluh hari. "Kata Zainab," Kemudian aku datang pula ke rumah Zainab binti Jahsyin ketika dia kematian saudaranya. Dia minta minyak wangi, lalu dipakainya sendiri. Kemudian dia berkata, "Sebenarnya aku tidak butuh wewangian; kalautidaklah karena aku mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar, katanya: Tidak halal bagi wanita yang iman dengan Allah dan hari akhirat, berkabung karena kematian lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya; nuntuk itu ia dapat berkabung empat bulan sepuluh hari (selama masa iddah). "Kata Zainab selanjutnya, "Aku mendengar Ummu Salamah menceritakan bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah! Anak perempuanku kematian suami, sedangkan matanya sakit. Dapatkah dia ku obati dengan eyeliner? "Jawab Rasulullah saw.," Jangan! "Beliau mengulangi larangannyaitu dua atau tiga kali dengan mengatakan, "Jangan!" Kemudian beliau bersabda, "Masa 'iddah dan berkabungnya empat bulan sepuluh hari." 1435. Dari Hafshah, atau dari 'Aisyah ra, atau dari keduanya, katanya Rasulullah Saw. bersabda: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat- Atau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya - berkabung karena kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya (bisa empat bulan sepuluh hari). "1436. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya:" Kami dilarang berkabung karena kematian, lebih dari tiga hari; kecuali karena kematian suami,dapat empat bulan sepuluh hari. Selama masa berkabung itu, kami tidak dibolehkan memakai eyeliner (kosmetik), wewangian, dan memakai pakaian yang bercorak (warna-warni). Tetapi hal seperti itu dibolehkan bagi perempuan yang baru suci dari haid sekedar untuk kebersihan, kesehatan, dan menghilangkanbau amis. "
1437. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya, 'Uwaimir Al' Ajlani datang ke 'Ashim bin Adi Al Anshari, lalu dia bertanya: "Bagaimana pendapat Anda hai' Ashim, seandainya seorang pria menemukan istrinya berbuat serong dengan pria lain, bisakah dia membunuh pria itu? Kalau si suamiitu membunuh, mungkin pula dia akan terbunuh; apa yang barus dilakukan si suami
itu? Tolonglah tanyakan masalah itu kepada Rasulullah saw., Hai 'Ashim! "Lalu' Ashim menanyakannya kepada Rasulullah saw. Tetapi ia benci mendengar pertanyaan seperti itu, bahkan dia mencelanya, sehingga 'Ashim merasa kurang senang terhadap celaan beliau itu, Ketika' Ashim pulang kembali , 'Uwaimirtiba pula di rumah 'Ashim, lalu dia bertanya, "Hai,' Asrum! Bagaimana sabda Rasulullah saw. kepadamu?" Jawab 'Ashim kepada' Uwaimir, "Hal itu tidak mendatangkan kebaikan bagi ku. Rasulullah saw. Benci mendengar pertanyaanku." Kata 'Uwaimir, "Demi Allah! Aku tidak akan berhenti sebelum masalah itu kutanyakanlangsung kepada Rasulullah saw. "Lalu 'Uwaimir pergi menemui Rasulullah saw. didapatinya ia sedang (mengadakan da'wah) di tengah-tengah orang banyak. Kata' Uwaimir," Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jika seorang suami menemukan istrinya berbuat serong dengan lelaki lain; bisakah dia membunuhpria itu, sedangkan dia mungkin pula terbunuh. Apa yang harus diperbuatnya? "Jawab Rasulullah saw.," Memang, telah turun ayat tentang kasus istri mu itu. Jemputlah dia dan bawa ke sini. "Di tengah-tengah orang banyak, di hadapan Rasulullah saw., Keduanya saling menuduh dan mengutuk. Setelahkeduanya selesai saling tuduh dan mengutuk, maka berkata 'Uwaimir, "Jika aku masih tetap bersama dia, berarti aku memfitnahnya." Karena itu 'Uwaimir menceraikan istrinya tiga kali (talak tiga), sebelum disuruh Rasulullah saw. "Kata Ibnu Syihab," Begitulah caranya menyelesaikan kasus suami istri yangsaling tuduh. "
1438. Dari Sa'id bin Jubair ra, katanya dia ditanya orang tentang suami istri yang saling tuduh, yaitu tentang istri Mush'ab, apakah keduanya diceraikan? Kata Ibnu Jubair, "Karena aku tidak tahu hukumnya masalah tersebut, aku tidak menjawabnya. Tapi sesudah itu aku langsung datang ke rumahIbnu 'Umar di Makkah. Aku minta izin melalui pelayannya untuk bertemu dengan beliau. Tapi rupanya Ibnu 'Umar mendengar dan mengenal suaraku. Lalu katanya, "Ibnu Jubairkah itu?" Jawab ku, "Betul, ya Ibnu 'Umar!" Kata Ibnu 'Umar, "Silakan masuk! Demi Allah, Anda tentu tidak akan datang ke sini padasaat-saat seperti ini kecuali untuk urusan penting. "setelah aku masuk lalu diberikannya tempat duduk pelana kuda dengan bantal berisi sabut. Kataku," Ya, Abu 'Abdur Rahman! Aku hendak bertanya perihal suami istri yang saling tuduh menuduh. Diceraikankah keduanya? "Jawab Ibnu 'Umar," Subhanallah !,Ya, diceraikan. Sesungguhnya orang yang pertama-tama bertanya masalah itu adalah si Fulan bin Fulan. Katanya, "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jikalau salah seorang kami menemukan istrinya berbuat serong, apakah yang harus dilakukannya? Jika dia berbicara maka dia membicarakan suatu masalahbesar dan jika diam, adalah karena masalah besar pula. Kata Thnu 'Umar, Justru Nabi saw. diam saja, tidak menjawab. Kemudian orang itu datang lagi ke dia, katanya: "Sesungguhnya masalah yang pernah kutanyakan pada Anda tempuh hari, adalah masalahku sendiri di mana aku dicubai dengannya." LaluAllah Ta'ala menurunkan ayat: "Dan orang-orang yang menuduh isterinya berzina, (An Nur: 6). Rasulullah saw. Membacakan ayat itu kepadanya, memberinya pelajaran, memperingati, dan mengabarkan bahwa siksa dunia lebih ringan daripada siksa akhirat. Kata pria . "Demi Allah yang mengutus Anda dengan kebenaranaku tidak bohong. "Kemudian beliau panggil istrinya. Lalu diberinya pengajaran, peringatan, serta dikhabarkannya bahwa siksa dunia lebih ringan daripada siksa akhirat. Jawab perempuan itu." Demi Allah yang mengutus Anda dengan kebenaran. sesungguhnya pria itu dusta. Nabi saw. memulai dengan yangpria, menyuruh suami itu bersumpah dengan nama Allah empat kali, bahwa sesungguhnya dia benar; kali yang kelima mengucapkan: jika dia dusta maka kutuk Allah atasnya. Kemudian disuruhnya pula yang perempuan bersumpah empat kali, bahwa sesunguhnya suaminya itu dusta. Kali yang kelima disuruhnya mengucapkan:Sesungguhnya murka Allah atasnya jika sekiranya suaminya yang benar. Sesudah itu Rasulullah saw. menceraikan kedua suami istri itu.
1439. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepada sepasang suami istri yang saling tuduh menuduh, "Allah sajalah yang tahu jika salah satu di antaramu berdua berdusta. Tidak ada jalan lain bagi mu untuk menuntut isterimu: Kata si suami," Bagaimana hartaku, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullahsaw., "Engkau tidak dapat menuntutnya lagi, karena engkau telah bersumpah." Jika sumpahmu itu benar maka harta itu sebagai imbalan bagi kehormatannya, dan jika engkau dusta maka harta itu akan semakin menjauh darimu dari dia sendiri. "
1440 .. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw., Ada seorang pria menuduh istrinya berbuat serong, lalu Rasulullah saw. Menceraikan keduanya, dan memutuskan bahwa anak yang lahir dari perbuatan serong yang dituduhkan itu menjadi pewaris ibunya."
1441. Dari Muhammad r.a. katanya, dia bertanya kepada Anas bin
Malik karena dia tahu bahwa Anas adalah seorang yang pandai. Katanya: "Hilal bin Umayyah menuduh istrinya berbuat serong dengan Syarik bin Sahma '. Hilal adalah saudara seibu dengan Al Barra' bin Malik, dan orang yang pertama-tama melakukan sumpah li'an dalam Islam. Kata Anas," Sesudah Hilal melakukansumpah li'an di hadapan Rasulullah saw., beliau bersabda: "Cobalah perhatikan perempuan itu, jika nanti anaknya putih, berambut lurus, dan mata agak merah, tandanya bayi itu anak Hilal bin Umayyah. Tetapi jika matanya agak hitam, rambutnya keriting, dan betisnya ramping, maka anak itu adalah anaknyaSyarik bin Sahma '. "Kata Anas," Kemudian aku diberitahu orang bahwa anak itu bermata hitam, berambut keriting dan berbetis ramping (yaitu anak Syarik). "1442. Dari Abu Hurairah ra, katanya Sa'ad bin Ubadah bertanya kepada Rasulullah saw ., "Ya, Rasulullah! Jikalau aku menemukan istri ku berduaandengan pria lain, tidak bisakah aku memukul laki-laki itu sebelum ada saksi empat orang? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, benar! "Kata Sa'ad," Demi Allah yang mengutus Anda dengan yang hak, jika akulah yang memergokinya, kupenggal dia lebih dahulu sebelum empat orang saksi datang. "Sabda Rasulullah saw:"Dengarlah kata pemimpin mu! Sa'ad ini sungguh cemburu; tetapi aku lebih cemburu darinya; dan Allah Ta'ala lebih cemburu pula dari ku."
1443. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, katanya Sa'ad bin Ubadah berkata: "Seandainya aku melihat pria lain berduaan dengan isteriku, sungguh kupenggal dia dengan pedang tanpa maaf baginya." Maka sampailah berita itu kepada Rasulullah saw. Lalu sabda beliau, "Alangkah anehnya cemburu Sa'ad itu. DemiAllah, aku lebih cemburu darinya; dan Allah lebih cemburu pula dari ku: Karena cemburunya Allah, maka diharamkannya segala perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi. Tidak seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah. Tidak seorang pun yang lebih meresapkan dariAllah. Karena itulah Dia mengutus para rasul untuk memberi kabar suka dan duka. Dan tidak seorang pun yang lebih menyukai pujian dari Allah, karena itulah Dia membuat surga. "
1444. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria dari
Bani Fazarah datang kepada Nabi saw., Lalu katanya: "Isteriku melahirkan bayi hitam, bagaimana itu ya Rasulullah?" Sabda Nabi saw., "Apakah kamu punya unta?" Jawabnya, "Ya, ada!" Tanya, "Apa warnanya?" Jawab, "Merah." Tanya, "Apakah yang abu-abu?" Jawab, "Ya, ada pula" Sabda beliau, "Nah, dari manadatangnya itu? "Jawab," Mungkin begitu asli turunannya. "Sabda Nabi saw.," Ini begitu pula, mungkin asal turunannya sudah begitu. "1445. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang akan membebaskan ( memerdekakan) budak yang disekutuinya dengan orang lain, hendaklah dia menyediakanuang seharga budak itu seutuhnya, untuk dibayarkan sebagian kepada sekutunya. Jika dia tidak sanggup, maka budak itu merdeka separuh. "1446. Dad Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. Bersabda:" Seorang hamba yang dimiliki oleh dua orang, lalu salah saw di antaranya akan membebaskan budak itu, maka hendaklahdia mengganti pula kerugian sekutunya. "
1447. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Dia bermaksud hendak membeli seorang sahaya perempuan untuk dimerdekakannya." Kata keluarganya, "Kami bersedia menjualnya pada Anda, dengan syarat kewaliannya tetap di pihak kami." Lalu 'Aisyah menanyakan hal itu kepada Nabi saw. Sabda beliau, "Tidak ada yang dapatmenghalangi mu memerdekakannya. Kewalian berada di pihak yang memerdekakan. "1448. Dari 'Urwah ra katanya,' Aisyah pernah bercerita:" Bahwasanya Barirah (seorang sahaya perempuan) datang kepadanya minta tolong bagi kemerdekaannya, karena dia sedang dalam proses kemerdekaan dengan jalan menebus dirinya;padahal Barirah tidak punya apa-apa untuk menebus kemerdekaannya itu. Lalu kata 'Aisyah kepadanya, "Pergilah temui majikanmu, tanyakan kepadanya apakah dia setuju kalau aku yang membayar tebusan kemerdekaanmu dengan ketentuan, kewalianmu berada di pihakku sesudah itu." Maka pergilah Barirah mengatakannyakepada majikannya, dan ternyata mereka enggan melepas kewalian Barirah. Kata mereka, "Kami tidak keberatan 'Aisyah menebus kemerdekaanmu, tetapi kewalianmu tetap di pihak kami." Lalu hal itu dibicarakan oleh 'Aisyah dengan Nabi saw. Beliau bersabda: "Tebuslah Barirah, kemudian merdekakan! Kewaliansesungguhnya berada di pihak yang memerdekakan. "Kemudian ia berdiri sambil berkata:" Ada-ada saja orang membuat-buat syarat yang tidak diatur dalam Kitabullah. Tentu saja syarat mereka tidak terjadi sekalipun mereka membuat syarat seratus macam. Tapi syarat yang ditetapkan Allah lebih benar
dan lebih kuat. "1449. Dari Ibnu 'Umar ra. katanya Rasulullah saw. melarang jual
beli kewalian dan menghibahkannya.
1450. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menguasai satu kaum tanpa izin walinya, maka dia mendapat kutuk Allah dan malaikat, serta tidak diterima darinya pembelaan."
1451. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa
yang memerdekakan seorang hamba mukmin. Allah akan membebaskan pula segala anggota tubuhnya dari neraka, seperti setiap anggota tubuh sahaya itu merdeka dari perbudakan. "
1452. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda, "Belum cukup bakti seorang anak terhadap ayahnya, kecuali bila didapatinya ayahnya dalam genggaman perbudakan, lalu dibelinya dan dimerdekakannya." 1453. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Melarang melakukan jualbeli karena sentuhan dan lemparan. "
1454. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang dua macam cara jual beli. Artinya, mulamasah dan munabadzah. Mulamasah, adalah menjual dengan cara menyentuh barang dagangan tanpa diteliti oleh pembeli. Munabadzah adalah menjual dengan cara melemparkan barang dagangan kepada si pembeli tanpameneliti barang itu. "
1455. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a., katanya; "Rasulullah saw. Melarang kami jual beli dengan dua malam cara. Yaitu jual beli mulamasah dan munabadzah. Mulamasah adalah si pembeli hanya menyentuh kain dagangan si penjual, malam atau siang, tanpa membalik-baliknya dengan teliti. Munabadzah adalah si penjualmelemparkan kain dagangannya kepada si pembeli, maka dengan begitu terjadilah jual beli tanpa diberi kesempatan
kepada pembeli untuk meneliti dan tanpa disetujuinya. "
1456. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang jual beli dengan cara melemparkan kerikil, dan cara-cara lain yang mengandung unsur tipuan."
1457. Dari 'Abdullah ra, katanya, "Sesungguhnya Rasulullah saw. Melarang jual beli" Habali' l habalah "(yaitu jual beli anak unta atau hewan ternak lainnya yang masih dalam kandungan).
1458. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Orang-orang jahiliyah mengadakan jual beli daging dengan menjanjikan habali' l habalah, yaitu ketika anak unta yang dalam kandungan telah lahir, kemudian anak unta itu mengandung pula. Maka Rasulullah saw. Melarang mereka melakukan jual beli seperti itu. "1459.Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu menawar / membeli barang yang sedang ditawar / dibeli orang lain."
1460. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Janganlah kamu menawar / membeli barang yang sedang ditawar / dibeli saudara mu (sesama Islam), dan jangan pula kamu lamar perempuan yang sedang dilamar saudara mu, melainkan setelah diizinkannya. "
1461. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim tidak bisa menawar barang yang sedang ditawar saudaranya (sesama muslim)." 1462. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan menyongsong (mencegat) pedagang untuk memborong barang-barangnya (sebelumsampai ke pasar) jangan membeli barang yang sedang dibeli orang lain: jangan menipu; orang kota jangan memborong dagangan orang dusun (dengan maksud monopoli dan menaikkan harga); jangan menahan susu unta atau susu kambing yang akan dijual sehingga terlihat susunya banyak. Lebih baik si pembeli memilihsesudah diperahnya, jika dia suka membeli maka ditahannya dan jika dia tidak suka dapat dikembalikannya berikut satu gantang kurma (pengganti susu yang diperahnya). "
1463. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang perbuatan-perbuatan: (1) Menyongsong (mencegat) pedagang (sebelum tiba di pasar untuk memborong barang-barangnya sehingga dapat monopoli dan menaikkan harga; (2) memborong dagangan orang dusun (untuk mendapatkan untung lebih besar); (3) seorangwanita mendesak suami agar menceraikan madunya; (4) membayar dengan harga lebih tinggi dari pasar; (5) menahan susu ternak yang akan dijual sehingga terlihat air susunya banyak; (6) menawar barang yang sedang ditawar orang lain. "1464. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Rasulullah saw. melarang mencegat(Menyongsong) barang dagang sebelum sampai di pasar. "
1465. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan mencegat pedagang (sebelum sampai di pasar). Barangsiapa mencegatnya, lalu dia membeli barang dagangan pedagang itu, maka ketika ia telah sampai di pasar, harus pedagang itu diberinya kebebasan untuk meneruskan jual beli ataumembatalkannya. "
1466. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang menyongsong (mencegat) pedagang (sebelum tiba di pasar), dan melarang orang kota membeli dagangan orang desa. Tanya Thawus kepada Ibnu' Abbas," Mengapa orang kota dilarang membeli dagangan orang desa? "Jawab Ibnu Abbas," Dilarang menjadiperantara (tengkulak). "
1467. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak bisa orang kota menjadi perantara dagang bagi orang desa. Biarkanlah orang-orang memperoleh rezeki Allah satu dari yang lainnya."
1468. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membeli kambing yang air susunya ditahan. Maka dia diberi kesempatan berpikir selama tiga hari, apakah dia akan meneruskan jual beli atau mengembalikannya. Jika dia mengembalikan harus diikutinya dengan segantang kurma." 1469.Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu membeli unta atau kambing yang ditahan air susunya, maka dia memiliki dua pilihan setelah memerahnya; yaitu meneruskan jual beli atau mengembalikannya beserta segantang kurma sebagai ganti susu yang telah diperas."
1470. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membeli bahan makanan, maka janganlah langsung menjualnya sebelum menerimanya deogan cukup."
1471. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda; "Siapa membeli (bahan) makanan, maka janganlah langsung menjualnya sebelum barang itu betu-betul dikuasainya."
Kata Ibnu 'Abbas selanjutnya, "Setiap barang yang dibeli sama halnya dengan bahan makanan itu." 1472. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membeli bahan makanan, maka janganlah menjualnya sebelum ditakar."
1473. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Kami pernah berdagang (bahan) makanan. Lalu ia mengirim orang ke kami dan memerintahkan kami agar memindahkan barang yang telah kami beli ke tempat lain sebelum menjualnya."
1474. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda; "Siapa membeli (bahan) makanan, maka janganlah langsung menjualnya sebelum menerimanya dengan cukup." Kata Ibnu 'Umar selanjutnya, "Kami pernah membeli (bahan) makanan dari pedagang dengan taksiran. Lalu Rasulullah saw. Melarang kami menjualnyasebelum memindahkan barang-barang itu dari tempat membeli. "1475. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya mereka pernah dipukul pada masa Rasulullah saw., ketika mereka memborong (bahan) makanan secara taksiran, kemudian menjualnya di tempat membeli sebelum dipindahkan ke tempat lain. "
1476. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang jual beli tumpukan kurma yang belum diketahui takarannya sesuai dengan takaran kurma yang dikenal (standar)."
1477. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Rasulullah saw. sabdanya: "Dua orang yang berjual beli, masing-masing memiliki hak pilih (diteruskan atau tidak jual beli itu) selama keduanya belum berpisah. Kecuali bila dalam jual beli itu telah ditentukan sebelumnya satu pilihan tertentu."
1478. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang melakukan jual beli (untuk satu partai barang), masing-masing memiliki hak pilih (untuk melanjutkan jual beli atau tidak) selama keduanya belum berpisah, atau keduanya telah menetapkan suatu pilihan tertentu. Jika merekatelah membuat suatu pilihan (perjanjian), maka pilihan itu wajib dilaksanakan. "1479. Dari Hakim bin Hizam ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Dua
orang yang berjual beli, masing-masing memiliki hak pilih (untuk melanjutkan jual beli atau tidak) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya berlaku jujur dan terus-terang menjelaskan (kondisi barang yang diperjual belikan), maka mereka diberi berkat dengan jual beli mereka; tetapi jika mereka berdustadan menyembunyikan (cacat masing-masing), hilanglah berkat jual beli mereka. "
1480. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Seorang pria mengadu kepada Rasulullah saw. Bahwa dia ditipu orang dalam jual beli. Maka bersabda Rasulullah saw.," Katakan kepada si penjual: Jangan menipu! "Maka sejak itu, ketika dia melakukan jual beli, selalu diingatkannya, "Jangan menipu!"
1481. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang melakukan jual beli buah-buahan sebelum nyata benar baiknya (bebas hama, tidak busuk, dan sudah matang untuk buah-buahan yang hanya dapat dimanfaatkan bila telah matang, dan sebagainya) . "
1482. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang melakukan jual beli kurma, sebelum nyata benar baiknya; dan melarang jual beli buah-buahan yang masih di tangkai (masih berputik) sebelum matang dan bebas hama."
1483. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan jual beli buah-buahan, sebelum nyata benar baiknya; yaitu bebas hama (tidak busuk), dan tampak merah dan kuning (karena sudah matang)."
1484. Dari Abu Al Bakhtari ra, katanya: "Aku bertanya kepada Ibnu 'Abbas ra tentang jual beli kurma. Maka jawabnya, Rasulullah saw. Melarang jual beli kurma sebelum dapat di makan, ditakar atau ditimbang." Lalu tanyaku, "ditimbang bagaimana?"
Jawab seseorang yang berada di sampingnya, "ditakar."
1485. Dari Sa'id bin Musayyab ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang jual beli secara 'muzabanah' dan 'muhaqalah'. Muzabanah ialah mengganti kurma basah dengan kurma kering. Muhaqalah ialah mengganti gandum yang masih di tangkai dengan gandum yang sudah dipanen (dibersihkan). "
1486. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya Rasulullah saw. memberi keringanan bagi pinjaman untuk membayarnya dengan kurma basah atau kurma kering. "
1487. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya Rasulullah saw. memberi keringanan bagi jual beli 'ariyah, dengan cara menaksirnya dengan kurma kering. Kata Yahya, "'Ariyah adalah membeli buah kurma yang masih di pohon dalam kondisi basah setengah matang untuk makanan keluarga, dengan harga kurma kering yangditaksirkan seimbang. "1488. Dari Sahal bin Abu Hatsmah ra, katanya Rasulullah saw. melarang jual beli, kurma basah dengan kurma kering. Sabda beliau," Jual beli seperti itu adalah riba. "
1489. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa menjual pohon kurma yang telah berputik, maka buahnya untuk si penjual, kecuali bila ditentukan (dalam jual beli) untuk si pembeli."
1490. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa menjual pohon kurma yang telah berputik, maka buahnya untuk si penjual; kecuali bila ditentukan (dalam jual beli) untuk si pembeli. Dan siapa menjual budak, maka hartanya bagi yang menjual, kecuali biladitentukan untuk si pembeli. "
1491. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang sewa-menyewa secara mukhabarah, muhaqalah, dan muzabanah; dan beliau melarang menjual buah-buahan sebelum dapat dimakan (sebelum tua atau masak) dan melarang melakukan jual beli kecuali dengan dinar atau dirham (uang tunai), kecualijual-beli 'ariyah (lihat hadits no. 1487). Kata 'Atha', "Jabir menjelaskan kepada kami, adapun mukhabarah adalah menyewakan tanah gersang dengan hasil tanaman dari tanah itu; muzabanah adalah jual-beli kurma basah dengan kurma kering dengan takaran yang sama; muhaqalah adalah jual beli tanam-tanaman yangmasih di pohon dengan buah / biji yang ditakar. "
1492. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang melakukan jual beli secara muhaqalah, muzabanah, mu'awamah, dan mukhabarah - kata mereka, menjual-belikan hasil pohonan untuk beberapa tahun adalah mu'awamah - dan dari tsun-ya, (yaitu penjualan dengan pengecualian yang tidak ditentukan.Contoh, saya jual rumah ini kepada mu kecuali sebagiannya) dan beliau memungkinkan penjualan secara 'ariyah. "
1493. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang menyewakan tanah dan mengontrakkannya beberapa tahun, serta melarang menjual buah-buahan sebelum nyata benar baiknya.
1494. Dari Jahir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang memiliki tanah maka harus ditanaminya. Jika dia tidak sanggup menanami sendiri, maka harus disuruhnya saudaranya menanami." 1495. Dari Jabir hin 'Abdullah ra, katanya: "Beberapa orang sahabat Rasulullah saw.memiliki kelebihan tanah. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa memiliki kelebihan tanah harus ditanaminya atau dipinjamkannya kepada saudaranya (sesama muslim). Jika dia menolak (menanami atau meminjamkan), harus dibiarkannya saja."
1496. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang menyewakan tanah atau memungut hasil (sebagai sewa) .1497. Dari Jabir bin'Abullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memiliki tanah maka harus ditanaminya. Jika dia tidak sanggup menanami, harus dipinjamkannyakepada saudaranya sesama muslim tanpa menyewakan kepadanya. "
1498. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang menyewakan tanah dengan memungut hasil tanamannya.
1499. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Di masa Rasulullah saw. Kami pernah (menyewakan tanah) dengan mengambil sepertiga atau seperempat hasil tanaman yang di sepanjang parit. Maka bersabda Rasulullah saw. Dalam kasus demikian," Siapa memiliki tanah harus ditanaminya sendiri; jika dia tidaksanggup harus dipinjamkannya kepada saudaranya (sesama muslim), dan jika tidak dipinjamkan harus dibiarkannya saja. "
1500. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a., katanya; "Rasulullah saw. Melarang mengadakan kontrak sewa tanah gersang dua atau tiga tahun." 1501. Dari Yazid bin Nu'aim ra, katanya Jabir bin 'Abdullah ra mengatakan kepadanya bahwa Jabir mendengar Rasulullah saw. melarang berjual-beli secara muzabanah danhuqul. Kata Jabir menjelaskan, "Muzabanah adalah menjual kurma basah dengan kurma kering. Sedangkan huqul adalah menyewakan tanah (dengan memungut hasil-hasil tanaman yang ditanam si penyewa)."
1502. Dari Abu Sa'id Al Khudii ra, katanya Rasulullah saw. melarang jual beli muzabanah dan muhaqalah. Muzabanah adalah jual beli buah-buahan yang masih di pohon. Muhaqalah adalah menyewakan tanah.
1503. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Awalnya kami berpendapat bahwa mukhabarah (menyewakan tanah dengan memungut hasil tanamannya) dibolehkan. Tapi setelah berlalu setahun, Rafi' mengatakan bahwa cara seperti itu dilarang oleh Rasulullah saw." 1504. Dari Nafi 'ra, katanya: "Ibnu' Umar menyewakankebun pada masa Rasulullah saw., sampai kepada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar dan Usman, sampai pada awal pemerintahan Mu'awiyah. Kemudian, pada akhir pemerintahan Mu'awiyah, Rafi 'bin Khadij mengabarkan larangan Rasulullah saw. akan perbuatan seperti itu. Lalu Ibnu 'Umar pergi bersama ku (Nafi')kepada Rafi 'menanyakan kebenaran hadis itu. Jawab Rafi 'ra, "Memang, Rasulullah saw. Melarang menyewakan tanah perkebunan." Maka sejak itu Ibnu 'Umar menghentikan usahanya menyewakan lahan perkebunannya. Dan ketika dia ditanya orang kenapa dia berhenti, maka dijawabnya, Rafi 'bin Khadij mengatakanbahwa Rasulullah saw. melarang perbuatan seperti itu.
1505. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Kami pernah berusaha menyewakan tanah. Kami sewakan dengan memungut seperti atau seperempat dari hasil tanamannya tertentu. Pada suatu hari datang salah seorang paman ku, lalu dia berkata:" Rasulullah saw. melarang kita melakukanusaha yang menguntungkan ini. Tapi mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya lebih bermanfaat bagi kita. Dia melarang kita menyewakan tanah dengan memungut sepertiga atau seperempat hasil tanaman atau makanan tertentu. Allah memerintahkan kita agar menanaminya sendiri atau ditanami orang lain tanpamemungut sewa atau yang sejenisnya. "
1506. Dari Hanzhalah bin Qais ra, katanya dia pernah bertanya kepada Rafi 'bin Khadij ra tentang menyewakan tanah dengan memungut hasil tanaman. Jawab Rafi ', "Rasulullah saw. Melarang melakukan yang demikian." Lalu kutanyakan ,. "Bagaimana kalau disewakan dengan emas atau perak?" Jawab Rafi ', "Denganemas atau perak, bisa! "
1507. Dari 'Abdullah bin Saib ra, katanya: "Kami pernah datang kepada' Abdullah Ibnu Ma'qil, lalu kami bertanya kepadanya tentang hukum muzara'ah (yaitu menyerahkan sebidang tanah kepada seseorang untuk ditanami dengan upah sebagian dari hasil tanamannya). Jawab 'Abdullah Ibnu Ma'qil, "Tsabit mengatakanbahwa Rasulullah saw. melarang melakukan muzara'ah dan memerintahkan dengan cara muajarah (menyewa). "Kata Ma'qil selanjutnya," Mempekerjakan tidak apa-apa. "
1508. Dari Ibnu Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang pemilik tanah lebih baik meminjamkan tanahnya kepada saudaranya (sesama muslim) dari memungut imbalan tertentu."
1509. Dari Thawus ra, katanya dia adalah seorang petani yang mengusahakan tanahnya dan memungut sebagian dari hasil tanaman yang ditanamnya. Lalu kata 'Amar kepadanya, "Hai, Abu Abdurrahman! Hentikanlah usahamu melakukan mukhabarah itu, karena sesungguhnya mereka (para sahabat) memberitakan bahwaNabi saw. melarang pekerjaan mukhabarah itu. Jawab Thawus, "Hai, 'Amar! Telah memberitakan kepada ku orang yang lebih tahu dari mereka perihal itu - yakni Ibnu' Abbas - bahwa Nabi saw. Tidak melarangnya. Hanyalah beliau bersabda," Jika salah seorang kamu meminjamkan kepada saudaranya, itu lebihbaik dari memungut imbalan tertentu. "
1510. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan (upah) sebagian dari hasil buah-buahan atau tanam-tanaman yang mereka tanam." 1511. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memberi (upah) kepada penduduk Khaibar dengansebagian dari buah atau tanam-tanaman yans dihasilkan mereka. Kemudian ia bagi-bagikan setiap tahun untuk para istri beliau sebanyak seratus wasq (gantang), berupa delapan puluh wasq kurma dan dua puluh wasq gandum. Ketika 'Umar bin Khathtbab berwenang (pemerintah), dibagi-baginya tanah Khaibaritu. 'Umar memberikan pilihan kepada para istri Nabi saw., Apakah mereka menghendaki pembagian tanah dan air, atau akan tetap menerima pangan beberapa wasq seperti biasa setiap tahun. Di antara mereka ada yang memilih pembagian tanah dan air dan yang lain memilih jatah pangan seperti biasa setiap tahun.Dalam hal ini, 'Aisyah dan Hafshah memilih pembagian tanah dan air. "
1512. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Setelah Khaibar ditaklukkan, maka orang-orang Yahudi meminta kepada Rasulullah saw. Sehingga mereka dibolehkan tetap tinggal di sana mengerjakan sawah ladang dengan (upah) seperdua dari buah atau tanam-tanaman yang dihasilkan. " Jawab Rasulullahsaw., "Aku dapatkah kalian menetap sampai batas waktu tertentu."
1513. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw., "Bahwasanya beliau pernah menyerahkan kebun kurma Khaibar kepada orang-orang Yahudi untuk mereka garap dengan duit mereka sendiri, dengan ketentuan: separuh dari hasil buah yang dikerjakan mereka untuk Rasulullah saw. "
1514. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya' Umar bin Khaththab mengusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari tanah Hijaz. Sesunguhnya setelah penaklukan Khaibar Rasulullah saw. Telah bermaksud hendak mengusir orang-orang Yahudi dari negeri itu. Karena setelah dikuasai negara itu menjadi milikAllah dan
Rasul-Nya, serta menjadi milik kaum muslimin seluruhnya. Karena itulah Rasulullah berarti akan mengusir orang-orang Yahudi dari negeri itu. Tetapi orang-orang Yahudi memohon kepada Rasulullah saw. agar beliau memungkinkan mereka tetap tinggal di sana untuk melanjutkan usaha (pertanian) mereka, denganketentuan: bagi mereka seperdua dari buah yang dihasilkannya. Jawab Rasulullah saw., "Kami izinkan kalian menetap dengan ketentuan seperti itu sampai batas waktu kami inginkan." Maka
menetaplah mereka di situ hingga datang waktunya. 'Umar mengusir mereka ke Taima' dan Ariha '.
1515. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun orang muslim yang bercocok-tanam, melainkan setiap tanamannya yang dimakan atau dicuri orang, atau dimakan binatang liar, atau dimakan burung, atau hilang, niscaya itu menjadi sedekah baginya."
1516. Dari Jabir ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Masuk ke kebun Ummu Mubasysyir Al Anshari. Maka bertanya Nabi saw. Kepadanya," Siapa yang menanam pohon kurma ini, orang Islam atau kafir? "Jawab Ummu Mubasysyir," Orang Islam! "Maka bersabda Rasulullah saw.," Tidak seorang pun orangmuslim yang bercocok-tanam atau bertani, kemudian hasil tanamannya itu dimakan orang atau binatang, niscaya itu menjadi sedekah baginya. "
1517. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun orang muslim yang bercocok tanam atau bertani, lalu tanamannya dimakan
binatang buas, atau dimakan burung dan lain-lain, niscaya orang itu mendapat pahala karenanya. "
1518. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jikalau engkau menjual buah-buahan (yang masih di pohon / kebun), lalu buah itu binasa dimakan hama, maka tidak halal bagi mu menerima pembayaran, karena berarti engkau mengambil harta saudara mu tanpa hak."
1519. Dari Humaid, dari Anas ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi
saw. melarang jual-beli kurma (yang masih di pohon), sebelum nyata benar baiknya. "Lalu kami bertanya kepada Anas," Apa yang dimaksud dengan baiknya itu? "Jawab Anas," Bila buah itu sudah merah dan kuning. Bagaimana pendapatmu, jika Allah tidak jadi menghasilkan buah itu, apa alasan bagi mu untuk menghalalkanharta saudaramu? "
1520. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw., Ada seorang pria mendapat musibah, karena buah yang dibelinya rusak binasa, sehingga dia ditimpa banyak utang." Maka bersabda Rasulullah saw., "Bersedekahlah Anda semua kepadanya!" Maka bersedekahlah masyarakat kepadanya,tetapi masih belum cukup untuk melunasi hutangnya. Karena itu Rasulullah bersabda kepada orang yang menerima piutang- (kreditor), "Ambillah seberapa yang dapat kamu terima. Tidak ada lagi yang dapat kamu terima kecuali hanya itu."
1521. Dari Abdullah bin Ka'ab bin Malik, dari ayahnya, katanya pada masa Rasulullah saw. dia menagih piutangnya kepada Ibnu Abu Hadrad di dalam masjid. Keduanya sama-sama bersuara keras, sehingga terdengar oleh Rasulullah saw., Yang ketika itu sedang berada di rumah beliau. Lalu beliau keluar hendakmendapatkan keduanya. Ketika gorden kamar beliau terbuka, dia panggil Ka'ab bin Malik. Sabdanya, "Hai, Ka'ab!" Sahut Ka'ab, "Hamba, ya Rasulullah!" Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya kepada Ka'ab supaya dia mengurangi piutangnya seperdua. Jawab Ka'ab, "Aku laksanakan, ya Rasulullah!" Berikutnyabeliau bersabda kepada Hadrad, "Berdirilah! Bayar hutangmu kepadanya."
1522. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mendapatkan hartanya di tangan orang yang telah pailit, maka dia lebih berhak mengambil barang itu dari diambil orang lain."
1523. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seseorang jatuh pailit, lalu si penjual (kreditor) mendapatkan barangnya pada si pailit itu, maka si kreditor berhak mengambil barangnya kembali."
1524. Dari Hudzaifah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Beberapa orang malaikat bertemu dengan roh seseorang yang sebelum kamu, lalu mereka bertanya," Kebajikan apa sajakah yang pernah Anda lakukan? "Jawab orang (roh) itu," Tidak ada! "Kata para malaikat," Coba Anda ingat-ingat ! "Jawab orangitu, "Memang, aku pernah memberikan piutang kepada orang banyak, lalu kuperintahkan kepada pegawai-pegawaiku supaya memberi tangguh kepada orang-orang yang kesulitan, serta memberi kelonggaran bagi orang-orang yang berkecukupan." Lalu Allah 'Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, "Beri kelapanganpula dia! "
1525. Dari Hudzaifah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada seorang pria meningal, lalu dia masuk surga. Dia ditanya," Apa amalmu (di dunia)? "Jawabnya," Aku pedagang. Aku biasa memberi tangguh kepada orang-orang yang sedang dalam kesulitan, dan memberi fasilitas bagi orang yang mampu. "Maka orangitu diampuni dosa-dosanya.1526. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Dihadapkan kepada Allah swt. Seorang di antara hamba-hamba-Nya yang diberiNya harta kekayaan. Lalu Allah bertanya kepadanya," Apa kerjamu di dunia? "Jawab orang itu," Tuhan memberi hamba harta kekayaan. Karena itu hamba berdagang denganorang banyak. Sifat hamba adalah suka melapangi. Karena itu hamba beri fasilitas orang yang mampu, dan hamba beri tangguh orang yang dalam kesulitan. "Maka berfirman Allah swt.," Aku lebih berhak daripadamu tentang hal itu. (Hai, para malaikat!). Beri kelapangan hambaku itu! "
1527. Dari Abu Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang pria yang sebelum kamu diperiksa di hadapan Allah Rabbul Jalil. Setelah diperiksa, ternyata dia tidak pernah berbuat kebajikan sedikit jua pun selain hanya bergaul (perdagangan) dengan orang, sedang dia seorang kaya. diperintahkannyapara hamba sahayanya supaya mereka memberikan kelapangan bagi orang-orang miskin. Maka berfirman Allah 'Azza wa Jalla. "Kami lebih berhak darinya tentang hal itu. Karena itu (hai, para malaikat!), Beri kelapangan pula orang itu!"
1528. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah ra, katanya: "Abu Qatadah
menemukan seorang yang berhutang kepadanya dan menghilang, kemudian
orang itu bertemu. Dia berkata kepada Abu Qatadah, "Aku sedang dalam kesulitan." Maka kata Abu Qatadah, "Demi Allah! Demi Allah! Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang ingin dibebaskan Allah dari kesulitan pada hari kiamat, maka hendaklah dia memberikan kelapangan bagi orang-orang yang dalamkesulitan atau membebaskannya dari utang. "
1529. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mengulur-ngulur waktu pembayaran hutang bagi yang mampu, adalah suatu kezaliman; dan ketika piutangmu dialihkan kepada orang kaya, terimalah."
1530. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang menjual sisa air." 1531. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang menyewakan unta jantan untuk bibit, menjual air dan tanah untuk ditanami. Rasulullah saw. Melarang melakukan yang demikian." 1532. Dari AbuHurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada larangan memakai sisa air untuk menyiram rumput supaya jangan kering."
1533. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Melarang (menerima atau membayar) uang harga jual-beli anjing, usaha pelacuran, dan usaha tenung."
1534. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Seburuk-buruk usaha adalah usaha pelacuran, jual beli anjing, dan usaha tukang bekam."
1535. Dari Rafi 'bin Khadij ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Uang hasil jual-beli anjing najis, penghasilan pelacur najis, dan usaha tukang bekam najis."
1536. Dari Abu Zubair ra, katanya: "Aku bertanya kepada Jabir ra tentang uang hasil jual beli anjing dan kucing. Jawab Jabir," Nabi saw. melarang perbuatan demikian. "
1537. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Lalu dia kirim orang keseluruh pelosok kota Madinah untuk melaksanakannya."
1538. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Lalu kami pergi ke seluruh pelosok kota melaksanakannya, sehingga tidak seekor pun anjing yang ketinggalan kami bunuh semuanya. Bahkan seekor anjing yang selalu mengikuti tuannya, yaitu searang wanita dusun , kamibunuh pula. "1539. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Sesungguhnya Rasulullah saw. memerintahkan kami membunuh anjing. Kecuali anjing pemburu, atau anjing penjaga ternak gembalaan. "
1540. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Lalu kami laksanakan perintah itu, sehingga seekor anjing milik seorang wanita yang selalu mengontrol tuannya dari dusun kami bunuh pula. Kemudian Rasulullah saw. Melarang membunuh anjing seperti itu . Tetapisabda beliau,
"Bunuhlah (kapan dan di mana saja) anjing yang seluruh bulunya berwarna hitam dengan dua titik putih di keningnya, karena anjing seperti itu adalah setan."
1541. Dari Ibnu Mughaffal ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Kemudian beliau bersabda:" Kenapa semuanya? "Lalu beliau kecualikan anjing pemburu dan anjing penjaga ternak."
1542. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memelihara anjing selain anjing penjaga ternak atau anjing pemburu, maka berkurang pahala amalnya setiap hari sebesar dua qirath."
1543. Dari Abul Hakam ra, katanya dia mendengar Ibnu 'Umar menyampaikan hadis Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa memelihara anjing selain untuk penjaga tanaman (kebun atau sawah ladang), penjaga ternak, atau anjing pemburu, berkurang pahala amalnya setiap hari sebesar satu qirath. "
1544. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memelihara anjing selain untuk penjaga ternak, atau untuk berburu, atau untuk penjaga kebun, berkurang pahala amalnya setiap hari satu qirath." Kata Az Zuhri, "Kemudian hadis Abu Hurairah itu disampaikan orang kepada Ibnu 'Umar.Lalu kata Ibnu 'Umar, "Semoga Allah memberi rahmat bagi Abu Hurairah. Mudah-mudahan dia punya kebun."
1545. Dari Humaid ra, katanya: "Anas bin Malik ditanya orang tentang tukang bekam. Jawab Anas," Rasulullah saw. pernah berbekam. Yang membekamnya adalah Abu Thaibah. Setelah selesai berbekam, Rasulullah saw. memerintahkan supaya memberi Abu Thaibah dua gantang makanan, dan beliau menganjurkan kepadamajikan Abu Thaibah sehingga meringankan tugas yang dibebankan kepadanya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya berbekam itu termasuk cara pengobatan yang utama, atau termasuk obat yang baik."
1546. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Nabi saw. Pernah berbekam kepada seorang hamba sahaya milik Bani Bayadhah. Lalu dia memberi upah kepadanya, dan menganjurkan kepada majikan sahaya (tukang bekam) itu sehingga meringankan tugas kewajibannya. Andaikata usaha bekam itu haram , tentu Nabi saw.tidak akan memberi upah kepadanya. "
1547. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. berkhutbah di Madinah, sabdanya: "Hai, manusia!" Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menghalang-halangi minum (belum ada larangan yang tegas). Tetapi Allah tentu akan menurunkan perintah yang tegas tentang hal itu. Oleh karena itu,siapa memiliki khamar (walaupun sedikit), harus dijualnya cepat atau dimanfaatkannya. "Kata Abu Sa'id selanjutnya," Memang, tidak berapa lama kemudian Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengharamkan khamar. Karena itu, siapa yang mendengar ayat ini, sedangkan dia memiliki persediaankhamar, tidak bisa lagi diminum atau dijualnya. "Maka pergilah orang ke jalanan membawa persediaan khamar yang ada pada mereka, lalu mereka tumpahkan di sana." 1548. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang pria menghadiahkan sekantong khamar kepada Rasulullah saw. Maka bersabda beliau kepadanya,"Belum tahukah Anda bahwa Allah Ta'ala telah mengharamkannya?" Jawab orang itu, "Belum, ya Rasulullah!" Lalu pria itu berbisik kepada seseorang (di dekatnya). Maka bertanyalah Rasulullah saw., "Apa yang Anda bisikkan kepadanya?" Jawab pria itu, "Aku menyuruhnya menjual khamar itu." Bersabda Rasulullahsaw., "Sesungguhnya yang diharamkan Allah ialah meminum dan menjualnya." Kata Abu Sa'id selanjutnya, "Lalu pria itu membuka kantong khamar tersebut, dan menumpahkan isinya semua." 1549. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika ayat-ayat akhir surah Al Baqarah turun, Rasulullah saw. Segera keluar, lalu dibacakannyaayat-ayat itu kepada orang banyak. Kemudian beliau larang melakukan perdagangan (jual-beli) khamar. "
1550. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda di tahun penaklukan (Makkah), dan ketika itu dia berada di Makkah, sabdanya: "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah melarang menjual khamar, bangkai, babi, dan berhala." Lalu ditanya orang beliau, "Ya, Rasulullah!Bagaimana hukumnya lemak yang ada dalam bangkai ?. Karena lemak bangkai itu digunakan orang untuk gemuk perahu, untuk meminyaki kulit. dan untuk menyalakan lampu. "Maka bersabda beliau," Tidak bisa! Itu haram! "Kemudian bersabda pula beliau," Karena lemak itulah Allah Ta'ala mengutuk orang-orangYahudi. Allah telah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, tetapi mereka mengolahnya jua. Kemudian mereka jual, dan hasil penjualannya itu mereka makan. "1551. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Jangan mengganti (jual-beli) emas dengan emas, kecuali sama berat, dan janganmelebihkan yang satu atas yang lain. Dan jangan menakar (jual-beli) perak dengan perak, kecuali sama berat. Dan jangan menjual yang satu dengan hutang sedangkan yang lain dengan tunai (tetapi keduanya harus tunai). "
1552. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak bisa jual beli emas dengan emas, dan perak dengan perak kecuali sama berat."
1553. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mengubah perak dengan emas riba, kecuali tunai. Gandum dengan gandum riba, kecuali tunai. Jelai dengan jelai
riba, kecuali tunai, dan kurma dengan kurma riba, kecuali tunai. "
1554. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Melarang jual beli emas dengan emas, perak dengan perak, beras dengan beras, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma dan garam dengan garam, kecuali bila sama berat dan sama -sama tunai. Maka siapa yang melebih-lebihkan, berartidia
melakukan pekerjaan riba. "Mendengar hadis itu, maka orang-orang yang telah terlanjur melakukannya, segera mengembalikan apa yang telah mereka ambil. Khabar tentang peristiwa itu sampai kepada Mu'awiyah. Lalu dia berkhotbah. Katanya," Bagaimana pikiran orang-orang yang mengaku -aku menyampaikan hadisdari Rasulullah saw., padahal kami menyaksikan dan selalu mendampingi beliau, tetapi tidak pernah mendengar hadis itu dari beliau. Segera 'Ubadah bin Shamit berdiri, lalu diulangnya menceritakan kisah hadis itu. Kemudian dia berkata, "Kami akan selalu menyampaikan hadis-hadis yang kami dengardari Rasulullah saw., sekalipun Mu'awiyah membencinya. Aku tidak peduli, bahkan aku akan dipecatnya dari militer pada waktu malam yang gelap gulita. "1555. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Mengubah emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelaidengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, harus setimbang, serupa, dan tunai. Bila barang yang dikonversi itu wajar, maka lakukanlah sesuka hatimu asal tunai. "
1556. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda, "Mengubah emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, harus sama berat dan tunai. Maka siapa yang melebih-lebihkan, sesungguhnya dia berbuat riba. Yang mengambil maupunyang memberi sama-sama berdosa. "1557. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Mengubah kurma dengan kurma, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, dan garam dengan garam, bisa dilakukan asal sama berat dan tunai. Siapa yang melebih-lebihkan, sesungguhnya dia melakukan riba, kecualibila barang-barang itu berbeda warnanya (jenisnya). "
1558. Dari Habib ra, katanya dia mendengar Abu Minhal berkata: "Aku pernah bertanya kepada Al Bara 'bin' Azib perihal mengganti uang. Kata Al Bara '," Tanyakan kepada Zaid bin Arqam. Dia lebih tahu dari ku. "Maka kutanyakan kepada Zaid, lalu katanya, tanyakan kepada Al Bara ', karena dia lebih tahudari ku. Akhirnya keduanya sama berkata, "Rasulullah saw. Melarang mengganti perak dengan emas secara utang."
1559. Dari Fadhalah bin 'Ubaid Al Anshari ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berada di Khaibar, beliau pernah ditawari orang sebuah kalung emas pakai permata, yang berasal dari harta rampasan. Rasulullah saw. Memerintahkan supaya menjual emasnya saja. Karena itu dicabut permatanya. Kemudian beliaubersabda kepada mereka, "Jual beli emas dengan emas, harus sama berat."
1560. Dari Fadhalah bin 'Ubaid ra, katanya: "Pada hari penaklukan Khaibar, aku membeli sebuah kalung emas pakai permata seharga dua belas dinar. Setelah ku pisahkan permatanya, ku peroleh lebih dari dua belas dinar. Kejadian ini kuceritakan kepada Nabi saw., lalu beliau bersabda: "Jangan dijual sebelumdipisahkan permatanya. "
1561. Dari Fadhalah bin 'Ubaid ra, katanya: "Pada hari penaklukan Khaibar, kami bersama-sama dengan Rasulullah saw. Membeli dari seorang Yahudi satu uqiyah emas seharga dua
atau tiga dinar. Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidak bisa jual beli emas, kecuali sama berat."
1562. Dari Ma'mar bin 'Abdullah ra, bahwasanya dia menyuruh pelayannya menjual segantang gandum (qamh), kemudian dengan hasil penjualan itu disuruhnya pula membeli jelai (sya'ir). Maka pergilah server itu. Ternyata dia tidak melakukan sebagai yang diperintahkan majikannya. Tapi segantang gandumyang dibawanya, langsung ditukarnya dengan satu setengah gantang jelai (sya'ir). Setelah dia pulang menemui Ma'mar, lalu diceritakannya perbuatannya itu kepada Ma'mar. Maka berkata Ma'mar kepada pelayannya itu, "Mengapa engkau perbuat begitu? Pergi kembalikan kepada si penjual, dan sekali-kali janganmengubahnya, kecuali sama banyak. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Mengubah pangan dengan pangan harus sama banyak." Sekarang pangan kita adalah jelai (sya'ir). Lalu ditanyakan orang
kepadanya, "Bukankah jelai tidak sama dengan gandum?" Jawab Ma'mar, "Aku khawatir jelai ini sejenis dengan gandum." 1563. Dari Sa'id Ibnul Musaiyyah ra, dia mengabarkan bahwa Abu Hurairah dan Abu Sa'id (Al Khudri) ra, keduanya menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah saw. mengangkat seorang pegawaidari Bani Adiy untuk bekerja di Khaibar. Maka pada suatu ketika petugas itu datang menghadap Rasulullah saw. sambil membawa kurma Janib. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, "Apakah semua kurma Khaibar seperti ini?" Jawab orang itu, "Tidak, ya Rasulullah! Kurma ini satu gantang, kutukar dengan dua gantangkurma jenis campuran. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Jangan lakukan lagi perbuatan seperti itu. Jika mengganti harus sama banyak. Atau jual lebih dahulu kurma campuranmu, kemudian dengan uang penjualannya itu, dapat engkau beli kurma yang lebih bagus. Itulah yang seimbang. "
1564. Dari Abu Sa'id ra, katanya: "Pada suatu ketika, Bilal datang kepada Rasulullah saw. Membawa kurma Barni. Lalu Rasulullah saw. Bertanya," Kurma dari mana ini? "Jawab Bilal," Kurma kita rendah mutunya. Karena itu kutukar dua gantang dengan satu gantang kurma ini untuk pangan Nabi saw. "Maka bersabda Rasulullah saw., "Ini1ah yang disebut riba. Jangan sekali-kali engkau lakukan lagi. Bila engkau ingin membeli kurma (yang bagus), jual lebih dahulu kurmamu (yang kurang bagus) itu, kemudian dengan uang penjualan itu beli kurma yang lebih
bagus. "
1565. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya riba itu bisa terjadi pada jual beli secara hutang (kredit)."
1566. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Riba tidak mungkin terjadi pada jual beli secara tunai."
1567. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengutuk pemakan riba, yang menyuruh memakan riba, juru tulis pembuat akta riba dan saksi-saksinya. Sabda beliau," Mereka itu sama saja (dosanya). "
1568. Dari Nu'man bin Dasyir ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya yang halal telah nyata (jelas) dan yang haram telah nyata. Antara keduanya ada hal yang diragukan (mutasyabihat - syubhat) yang tidak diketahui banyak orang. Maka siapa yang menjaga dirinyauntuk tidak mengerjakan hal yang diragukan, selamatlah agama dan pribadinya. Tapi siapa yang jatuh ke dalam syubuhat, berarti dia jatuh kepada yang haram. Tak ubahnya seperti gembala yang menggembala di tepi tanah larangan. Dikhawatirkan dia akan jatuh ke dalam. Ketahuilah, bahwa setiap pemerintahitu memiliki larangan, dan larangan Allah Ta'ala adalah segala yang dilarang-Nya. Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Ketika gumpalan darah itu baik, maka baik pulalah tubuh itu seluruhnya. Tetapi ketika gumpalan darah itu rusak, maka rusak pulalah tubuh seluruhnya.Ketahuilah, gumpalan darah itu adalah hati. "
1569. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Dalam perjalanan ia menemui ku karena aku menunggang unta yang kelelahan sehingga hampir tak dapat berjalan. Rasulullah saw. Bertanya kepada ku,
"Bagaimana untamu?" Jawab ku, "Sakit, ya Rasulullah!" Dia mundur ke belakang, lalu dibentaknya unta itu dan dido'akannya. Semenjak itu unta ku selalu berjalan di muka sekali. Rasulullah saw. bertanya pula kepada ku, "Sekarang bagaimana untamu?" Jawab ku, "Selalu dalam kondisi baik, semenjak berolehberkat dari Anda! "Tanya beliau," Maukah engkau menjualnya kepada ku? "Sebenarnya aku malu, di samping aku tidak punya uang yang lain selain hanya unta itu. Jawab ku," Baiklah, ya Rasulullah! "Unta itu ku jual kepada beliau dengan ketentuan, aku dapat mengenderainya hingga sampai ke Madinah. Kemudianaku minta izin kepada beliau untuk berangkat lebih dahulu ke Madinah, karena aku akan jadi pengantin. Setelah sampai di Madinah, aku bertemu dengan paman ku, lalu dia menanyakan kepada ku perihal unta. Maka ku kabarkan kepadanya apa yang terjadi, tetapi dia mencela tindakan ku. Ketika aku minta izinkepada Rasulullah saw. untuk berangkat lebih dahulu karena akan menikah, beliau bertanya kepada ku, "Dengan siapa engkau hendak kahwin? Dengan gadis atau janda?" Jawab ku, "Dengan janda, ya Rasulullah." Tanya beliau pula, "Mengapa tidak dengan gadis? Engkau dapat bersenda gurau dengannya, dandia dapat pula bersenda gurau denganmu. "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Orang tua ku telah meninggal (syahid) sedangkan aku memiliki adik-adik perempuan yang masih perawan-perawan. Sebab itu aku tidak suka kawin dengan perempuan seusia mereka, karena tidak akan dapat mendidik dan mengurus mereka. Itulahsebabnya aku kahwin dengan janda, sehingga dapat mengurus dan mendidik adik-adik ku. "Setelah Rasulullah saw. tiba di Madinah, pagi-pagi ku kirim unta itu kepada beliau, lalu beliau memberikan uang harganya kepada ku, dan memberikan unta itu kembali kepada ku . "
1570. Dari Jabir ra, katanya: "Kami berangkat dari Makkah ke Madinah bersama dengan Rasulullah saw. Di tengah jalan untaku sakit. Lalu diceritakannya kisah di atas, yang antara lain: Kemudian Rasulullah saw. Bersabda kepada ku," Juallah untamu ini kepadaku! "Jawab ku," Tidak kujual, ya Rasulullah!Tapi kuhadiahkan kepada Anda. "Sabda beliau," Jangan! Juallah kepada ku. "Jawab ku," Jangan, tetapi kuberikan saja untuk Anda. "Sabda beliau," Tidak! Juallah kepadaku! "Jawab ku," Aku punya hutang kepada seseorang satu uqiyah emas, sebanyak itu sajalah Anda bayar. "Sabda beliau," Baiklah! Bawalahunta itu sampai ke Madinah. "Setelah tiba di Madinah, Rasulullah saw. memerintahkan kepada Bilal," Hai, Bilal! Bayar kepada Jabir uang harga untanya satu uqiyah emas, dan menambahnya. "Lalu Bilal memberikan kepada ku satu uqiyah emas, ditambahnya dengan beberapa qirath."
1571. Dari Abu Rafi 'ra, katanya Rasulullah saw. pernah meminjam unta muda usia kepada seseorang. Setelah itu, ada orang mengantarkan unta sedekah kepada beliau. Lalu Nabi saw. menyuruh Abu Rafi 'membayar unta muda yang dipinjamnya. Abu Rafi 'mengatakan kepada beliau. "Ya, Rasulullah, belum ada untamuda yang ada hanyalah unta pilihan yang telah dewasa. Sabda beliau, "Berikanlah itu! Sebaik-baik manusia, adalah yang mengutamakan pelunasan suatu utang."
1572. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria berpiutang kepada Rasulullah saw., Lalu ditagihnya dengan cara kasar. Karena itu para sahabat tidak senang terhadap orang itu. Maka bersabda Nabi saw.," Orang yang berpiutang berhak menagih. Belikan dia seekor unta muda, kemudian berikan kepadanya! "Kata para sahabat, "Tidak ada unta muda, ya Rasulullah. Yang ada hanya unta dewasa dan lebih bagus dari untanya." Sabda beliau, "Belilah! Kemudian berikan kepadanya. Sesungguhnya sebaik-baik kamu, adalah yang paling baik membayar hutang." 1573. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Seorang hamba-sahayadatang kepada Rasulullah saw., lalu dia bersumpah setia (baiat) akan turut hijrah. Sedangkan dia tidak tahu bahwa dia seorang budak. Tidak lama kemudian datang majikan sahaya itu mencarinya. Maka berkata Nabi saw. kepada majikannya itu, "Juallah dia kepada ku. Aku ganti dengan dua orang sahaya hitam."Sejak itu Rasulullah saw. tidak pernah membai'at seseorang, sebelum ditanya apakah dia budak atau tidak. "
1574. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah membeli pangan dari seorang Yahudi dengan cara berutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu beliau menggadaikan baju besinya."
1575. Dari Ibnu 'Abbas r: a., Katanya: "Tatkala Nabi saw. Tiba di Madinah, penduduk Madinah menjual buah dengan pembayaran di muka, sedangkan buah yang dijualnya dijanjikan mereka dalam waktu setahun atau dua tahun kemudian. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang menjual kurma denganberjanji, harus dengan takaran tertentu, timbangan tertentu, dan jangka waktu tertentu. "1576. Dari Ma'mar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang menimbun barang, maka dia salah (berdosa). "
1577. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Sumpah yang diucapkan untuk melariskan barang bisnis, dapat merusak keuntungan. "
1578. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Jauhilah banyak bersumpah dalam berjual-beli (berdagang). Karena sumpah itu dapat melariskan dagangan, tetapi kemudian menghabiskan semua keuntungan."
1579. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa bersekutu (berserikat) memiliki sebuah rumah atau sebidang kebun masing-masing mereka tidak dapat menjual sebelum diizinkan rekan serikatnya. Jika rekan serikatnya setuju membeli. silakan dia membeli, dan jika dia tidak setuju, bisadijual kepada orang lain. "
1580. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah menetapkan suatu ketetapan tentang adanya hak syufah tentang harta milik bersama (serikat) yang belum atau tidak dapat dibagi, seperti rumah dan kebun. Seorang anggota serikat tidak dapat menjualnya sebelum diizinkan oleh rekannya berserikat . Jikarekannya suka membeli, maka silakan (lebih dabulu) dia membeli, tetapi jika dia tidak akan membeli, maka rekan pertama tadi berhak menjualnya kepada orang lain, sekalipun tidak diizinkan oleh rekan kedua. "
1581. Dari Sa'id bin Zaid bin 'Amr bin Nufail ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang merampas tanah orang lain dengan cara zalim, meskipun hanya sejengkal, maka Allah akan mengalunginya kelak di hari kiamat dengan tujuh lapis bumi." 1582. Dari Sa'id bin Zaid bin 'Amr bin Nufail ra, katanyadia didakwa oleh Arwa (seorang wanita) tentang sebagian tanah pekarangannya. Lalu kata Sa'id, "Biarlah diambilnya! Karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Siapa mengambil tanah orang lain tanpa hak meskipun sejengkal, di hari kiamat kelak, Allah mengalungkan kepadanya tujuh lapis bumi."Lalu Sa'id mendo'a; "Wahai Allah! Jika wanita itu dusta; butakanlah matanya dan jadikanlah rumahnya menjadi kuburan baginya." Tidak berapa lama kemudian kulihat dia berjalan meraba-raba dinding dalam keadaan buta sambil berkata, "Aku terkena kutukan Sa'id bin Zaid." Sedang berjalan dalam rumah menujusumur, ia terjatuh ke dalam, sehingga sumur itu menjadi kuburannya. "
1583. Dari Hisyam Ibnu 'Urwah ra, dari ayahnya katanya: "Bahwasanya Arwa binti Uwais mengklaim Sa'id bin Zaid, bahwa Sa'id mengambil sebagian tanahnya. Lalu diadukannya ke Marwan bin Hakam (penguasa saat itu). Maka kata Sa'id , "Mungkinkah aku mengambil tanahnya sesudah kudengar Rasulullah saw.bersabda? "Tanya Marwan," Apa yang telah engkau dengar dari Rasulullah saw.? "Jawab Sa'id," Aku mendengar beliau bersabda: "Siapa mengambil tanah orang lain dengan cara paksa (zalim), meskipun hanya sejengkal, kelak di hari kiamat dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi. " Kata Marwan, "Aku tidak mintadeskripsi darimu selain ini. "Lalu Sa'id mendo'a," Allahumma in kanat kadzibatan, fa 'ammi basharaha wa qtulha fi ardhiha. "Kata Sa'id," Memang, tidak berapa lama kemudian, wanita itu buta. Setelah itu, ketika ia sedang berjalan di pekarangannya, dia terjatuh ke dalam sebuah lubang lalu dia mati disitu. "
1584. Dari Muhammad bin Ibrahim ra, katanya Abu Salamah bercerita kepadanya bahwa Abu Salamah bersengketa dengan kaumnya perihal tanah. Lalu dia pergi ke 'Aisyah ra, mengadukan hal itu kepadanya. Kata 'Aisyah, "Hai, Abu Salamah! Jauhilah hal (sengketa tentang) tanah. Karena Rasulullah saw.pernah bersabda: "Siapa merampas sejengkal tanah, dikalungkan Allah kepadanya kelak di hari kiamat, tujuh lapis bumi."
1585. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Orang muslim tidak dapat mewarisi orang kafir, dan orang kafir tidak dapat mewarisi orang muslim."
1586. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bagikan harta warisan kepada ahli waris (yang berhak, dzawil furuudh) sedang sisanya untuk keluarga pria yang terdekat ('ashabah)."
1587. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bagikan harta warisan kepada ahli waris (ashhaabul furuudh) sesuai dengan ketetapan Kitabullah, sedang sisanya ke keluarga pria yang terdekat ('ashabah)."
1588. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika, aku jatuh sakit. Lalu Rasulullah saw. Datang menjenguk ku bersama dengan Abu Bakar, dengan berjalan kaki. Ketika itu aku sedang pingsan. Rasulullah saw. Mengambil air wudhuk , kemudian dipercikkannya kepada ku sisa air wudhuknyasehingga aku sadar. Aku bertanya kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Bagaimana caranya aku harus mengatur hartaku?" Dia tidak menjawab sedikit jua pun kepada ku, sehingga turun ayat warisan yang berbunyi: "Mereka minta fatwa kepada mu tentang kalalah. Katakanlah! Allah memberi fatwa kepada mu tentangkalah .. "(An-Nisa ', 4: 176)
1589. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Dan Abu Bakar mengunjungi ku dengan berjalan kaki ketika aku sakit di kampung Bani Salamah. Dia temukan aku sedang tidak sadar. Lalu beliau meminta air untuk berwudhu, kemudian sisa air mukanya dipercikkannya kepada ku, sehingga aku sadarkarenanya. Lalu aku bertanya kepada beliau, "Apa yang harus ku lakukan terhadap harta ku, ya Rasulullah?" Maka turunlah ayat yang berbunyi: "Allah menetapkan bagi mu tentang warisan untuk anak-anakmu, bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan" (An Nisa '4: 11).
1590. Dari Al Bara 'ra, katanya: "Ayat Al-Qur'an yang terakhir sekali diturunkan, adalah ayat yang berbunyi:" Mereka minta fatwa kepada mu (tentang kalalah). Katakanlah! Allah memberi fatwa kepada mu tentang kalalah. "(An Nisa ', 4: 176)
1591. Dari Al Bara 'bin' Azib ra, katanya: "Ayat yang terakhir sekali turun, adalah ayat kalalah, dan surah yang terakhir sekali turun adalah surat Baraah."
1592. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Dibawa orang kepada Rasulullah saw. Mayat seorang pria yang punya utang. Lalu beliau bertanya," Apakah dia memiliki harta untuk
pembayar hutangnya? "Jika dijawab dia memiliki harta, ia sholatkan jenazahnya, dan jika dijawab dia tidak memiliki harta, maka beliau bersabda, sholatkan lah sahabatmu ini. Setelah Allah swt. memberikan kemenangan demi kemenangan kepada beliau, beliau bersabda," Akulah yang lebih bertanggung jawabterhadap kaum
muslimin dari diri mereka sendiri. Maka siapa yang meninggal, sedangkan dia memiliki hutang, maka kewajiban ku lah membayarnya. Dan siapa yang meninggalkan harta warisan, harta itu untuk ahli warisnya. "
1593. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang jua pun orang mukmin di muka bumi, melainkan akulah orang yang lebih bertanggung jawab terhadapnya. Maka siapa-siapa di antara kamu sekalian yang mati meninggalkan hutang atau anakyang mungkin tersia-sia; akulah walinya. Dan siapa yang meninggalkan harta, bagi-bagikanlah kepada ahli waris yang ada. "
1594. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Siapa yang meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya; dan siapa yang meninggalkan keluarga yang tersia-sia, maka itu menjadi tanggung jawab kita."
1595. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Aku pernah menghibahkan (menyumbangkan) seekor kuda bagus kepada seorang prajurit yang berjuang fi sabilillah, tapi disia-siakan oleh prajurit itu. Aku menduga, mungkin dia ingin menjualnya kembali dengan harga murah. Lalu aku bertanya kepada Rasulullahsaw., "Apakah aku bisa membelinya kembali?" Sabda beliau, "Jangan engkau beli, dan jangan engkau utik-utik kembali sedekah yang telah engkau berikan. Siapa yang mengambil sedekahnya kembali, tak ubahnya seperti anjing yang menjilat muntahnya."
1596. Dari 'Umar ra, katanya dia pernah menyumbangkan seekor kuda untuk perjuangan fi sabilillah. Kemudian didapatinya kuda itu tersia-sia oleh penunggangnya, karena pengendara itu miskin. Karena itu 'Umar berniat hendak membelinya kembali. Lalu ia datang kepada Rasulullah saw., Maka dikatakannyakepada beliau niatnya itu. Beliau bersabda, "Jangan dibeli meskipun hanya satu dirham. Perumpamaan orang yang mengambil sedekahnya kembali, tak ubahnya seperti anjing yang menjilat muntahnya." 1597. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Perumpamaan orang yang mengambil sedekah (pemberian) nyakembali, tak ubahnya seperti anjing muntah, kemudian di makannya kembali muntahnya itu. "
1598. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Pada suatu hari ayahku membawa ku ke hadapan Rasulullah saw., Lalu kata bapa kepada beliau," Sesungguhnya aku telah memberi anakku ini seorang hamba kepunyaanku. "Tanya Rasulullah saw.," Apakah setiap anakmu kamu beri seorang hamba seperti itu? "Jawab bapaku,"Tidak!" Maka bersabda Rasulullah saw., "Kalau begitu, mintalah kembali!"
1599. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Bapaku memberikan kepada ku sebagian dari hartanya. Lalu ibu ku, 'Amrah binti Rawahah, mengatakan kepada ayah," Jangan, aku tidak rela
dengan pemberianmu itu sebelum disaksikan Rasulullah saw. "Maka pergilah bapaku kepada Nabi saw. untuk mempersaksikan pemberiannya itu kepada ku. Rasulullah saw. bertanya kepada bapaku," Apakah Anda memberikan juga pemberian seperti ini kepada setiap anak Anda? "Jawab bapaku," Tidak! "Sabda beliau,"Takutlah kepada Allah sebenar-benar takut, dan berlaku adillah terhadap semua anak Anda!" Bapaku pulang, lalu diambilnya kembali pemberiannya itu. "
1600. Dari Asy Sya'bi ra, katanya Nu'man bin Basyir bercerita kepadanya, bahwa Ibu Nu'man binti Rawahah, meminta kepada ayah Nu'man sebagian pemberian dari hartanya, untuk anaknya. Bapa menangguhkannya sampai setahun, sesudah itu barulah diberikannya. Kata ibu, "Aku tidak suka sebelum pemberian itudisaksikan Rasulullah saw. Lalu ayah membawa ku ke depan Rasulullah saw., Sedangkan aku ketika itu masih anak-anak. Bapa berkata kepada beliau, "Ibu anak ini, yaitu binti Rawahah, memandang perlu untuk mempersaksikan kepada Anda pemberian yang kuberikan kepada anaknya." Rasulullah saw. bertanya, "Apakahengkau punya anak selain anakmu ini? "Jawab tua," Ya, ada! "Tanya beliau," Apakah semua mereka engkau beri pemberian seperti ini? "Jawab tua," Tidak! "Sabda beliau," Kalau begitu aku tidak mau menjadi saksi suatu perbuatan zalim. "
1601. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa memberi (hibah) Kepada seseorang dengan menegaskan ucapan untuk Anda dan turunan Anda selama kalian hidup, maka harta itu tidak dapat diminta kembali oleh si pemberi, karena telah menjadi milik yang diberibeserta turunannya. "
1602. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memungkinkan memberi (hibah) dengan ucapan," Ini untuk Anda dan turunan Anda (maka pemberian itu tidak dapat diminta kembali untuk selama-lamanya). Apabila si pemberi mengatakan, ini untuk Anda selama Anda masih hidup ", maka buta pemberian itukembali ke si pemberi (bila orang diberi sudah wafat). "1603. Dari Jabir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Peliharalah harta mu baik-baik dan jangan dirusak. Karena setiap orang yang diberi suatu pemberian, maka harta itu menjadi milik yang diberi selama hidupnya, dan ketika dia meninggalmenjadi milik turunannya. "
1604. Dari Jabir ra, katanya: "Seorang wanita yang tinggal di Madinah memberikan sebidang kebun kepada seorang anak lelaki. Kemudian anaknya itu wafat dan sesudah itu wafat pula ibunya. Sedangkan wanita itu meninggalkan pula anak-anaknya yang lain, yaitu saudara bagi anaknya yang meningal yang diberinyakebun. Mengatakan anak-anaknya yang masih hidup, "Sekarang kebun itu harus kembali kepada kami." Kata anak-anak dari anaknya yang diberinya kebun, tapi telah meninggal, "Tidak mungkin! Kebun itu adalah milik ayah kami selama hidupnya dan kini menjadi harta warisan bagi kami setelah ia meninggal." Makaterjadilah sengketa antara mereka, lalu mereka mengadu kepada Thariq, maula Utsman. Thariq memanggil Jabir ra, untuk memberi kesaksian bagaimana putusan itu. Rasulullah saw. tentang kasus yang sama, karena Jabir pernah menyaksikan putusan itu. Kemudian Thariq memutuskan hal itu sesuai denganputusan Rasulullah saw. tersebut di atas. Sesudah itu Thariq menulis surat kepada Khalifah Abdul Malik mengabarkan putusannya itu, dan mengabarkan kesaksian Jabir. Jawab Abdul Malik, "Kesaksian Jabir, benar!" Karena itu Thariq melaksanakan putusan tersebut, yaitu kebun yang dipersengketakan itu tetapmenjadi milik anak-anak dari anak yang diberi wanita itu sampai sekarang. "
1605. Dari Jabir ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Harta yang sudah diberikan (dihibahkan), menjadi harta warisan bagi ahli warisnya."
1606. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim yang memiliki harta dan ingin diwasiatkannya, harus wasiat itu telah selesai ditulisnya dua malam sesudah itu."
1607. Dari Salim ra, dari ayahnya (Abdullah bin 'Umar), katanya ayahnya, pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita yang memiliki harta dan ingin diwasiatkannya, harus wasiat itu telah selesai ditulisnya tiga malam sesudah itu. Kata 'Abdullah bin' Umar," Sejak aku mendengar sabdaRasulullah saw. tersebut, tidak satu malam pun yang ku lalui, tetapi surat wasiatku telah ada pada ku. "
1608. Dari 'Amir bin Sa'ad ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Mengunjungi ku ketika Haji Wada', karena aku sakit keras hampir meninggal. Lalu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Sebagaimana Anda lihat sendiri, sekarang aku sedang terbaring sakit keras. Sedangkan aku memiliki harta,tetapi tidak ada yang akan mewarisinya selain hanya seorang anak perempuan ku. Bisakah ku sedekahkan dua pertiga dari harta ku itu? "Jawab Rasulullah saw.," Jangan! "Tanya ku," Bagaimana kalau ku sedekahkan seperduanya, bisakah itu? "Jawab beliau," Tidak! "" Sepertiga? "" Sepertiga pun terlalu banyak .Sesungguhnya, adalah lebih baik engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, dari mereka engkau tinggalkan dalam keadaan miskin, menengadahkan tangannya meminta-minta kepada orang banyak. Dan apa yang engkau nafkahkan karena Allah, maka engkau diberi pahala karenanya, sampai sesuap nasi sekalipunyang engkau berikan untuk makan istri mu. "Tanya ku," Aku masih tertinggal di Makkah setelah teman ku kembali ke Madinah, bagaimana itu? "Jawab beliau," Sesungguhnya engkau tidak tertinggal. Setiap amal yang engkau lakukan karena Allah, selalu mengangkat derajatmu ke tingkat yang lebih mulia.Mudah-mudahan engkau panjang umur, sehingga bermanfaat bagi kaum muslimin, dan mencelakakan bagi kaum kafir. Wahai Allah! Lanjutkanlah hijrah sahabat-sahabat ku, dan janganlah engkau biarkan mereka mundur kembali. Tapi sayang bagi Sa'ad bin Khaulah, dia wafat di Makkah, dan Rasulullah saw. menangisinya. "
1609. Dari Mush'ab bin Sa'id, dari ayahnya, katanya: "Nabi saw. Mengunjungi ku (ketika aku sakit). Lalu aku bertanya kepada beliau," Dapatkah aku berwasiat dengan seluruh harta ku? "Jawab beliau," Tidak bisa ! "Tanya ku," Kalau seperdua? "Jawab beliau," Tidak bisa! "Tanyaku selanjutnya," Kalau sepertiga? "Jawab beliau, "Sepertiga bisa, itu masih terlalu banyak."
1610. Dari Humaid bin 'Abdurrahman al Himyari ra, dari tiga orang anak Sa'ad, yang semuanya menceritakan kepada Huma'id tentang ayah mereka, bahwa Nabi saw. datang mengunjungi Sa'ad ke rumahnya di Makkah, lalu Sa'ad menangis. Nabi saw. bertanya, "Mengapa engkau menangis?" Jawab Sa'ad, "Aku khawatir
akan meningal di negeri (Makkah) yang aku telah hijrah darinya, sebagaimana halnya kematian Sa'ad bin Khaulah. "Lalu Nabi saw. mendoa," Allahumma isyfi Sa'dan! "(3 X) Kemudian Sa'ad bertanya," Ya, Rasulullah! Aku memiliki harta cukup banyak. Sedangkan yang akan mewarisi hartaku itu hanya dua oranganak perempuanku. Dapatkah aku mewasiatkan seluruh hartaku itu? "Jawab beliau," Tidak bisa! "Lalu tanyaku," Kalau seperdua? "Jawab beliau," Tidak bisa! "Lalu tanyaku lagi," Kalau sepertiga? "Jawab beliau," Sepertiga pun masih terlalu banyak . Sesungguhnya harta yang engkau sedekahkan pasti mendapatpahala. Sekalipun yang engkau belanjakan untuk famili dan yang dimakan isterimu. Jika engkau tinggalkan keluargamu dalam keadaan baik (kaya), itu lebih bagus daripada engkau tinggalkan mereka menadahkan tangan meminta-minta kepada orang banyak. "
1611. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Kalaulah orang mengurangi dari sepertiga harta yang diwasiatkan mereka menjadi seperempat alangkah baiknya, karena Rasulullah saw. Pernah bersabda." Sepertiga itu sudah cukup banyak. "1612. Dari Abu Hurairah ra. Katanya: "Seorang pria bertanya kepadaNabi saw., "Ya, Rasulullah! Bapaku sudah meninggal, beliau meninggalkan harta tetapi tidak memberi wasiat tentang harta peninggalan beliau itu. Dapatkah harta itu menghapus dosa-dosa beliau, jikalau kusedekahkan atas namanya?" Jawab Nabi saw., "Ya, bisa!"
1613. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Nabi saw., Katanya:" Ibuku mendadak meninggalnya. Aku menduga, kalau dia masih bisa bicara (masih hidup), tentu dia akan bersedekah. Dapatkah dia pahala sedekah, jikalau aku bersedekah atas namanya? "Jawab Nabi saw.," Dapat! "
1614. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang manusia meninggal, maka putuslah (terhenti) segala amalnya, kecuali tiga hal: (1) Sedekah
jariyah. (2) Ilmu yang diambil orang manfaatnya, dan (3) Anak yang saleh yang selalu mendoakannya. "1615. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Umar bin Khaththab mendapat pembagian kebun di Khaibar. Lalu dia datang kepada Nabi saw. meminta saran beliau tentang kebun pembagian itu. Katanya kepada Rasulullahsaw., "Ya, Rasulullah! Aku mendapat pembagian kebun di Khaibar. Belum pernah aku mendapat harta yang sangat kubanggakan keindahannya seperti kebun itu. Apa perintah Anda kepada ku tentang harta itu?" Jawab Rasulullah saw., "Jika engkau mau, peliharalah pohon-pohonnya (tanamilah), lalu sedekahkan hasilnya.Kata Ibnu 'Umar, "Memang Umar (bapaku) tidak pernah menjual pohon-pohonnya (hasil tanamannya) bahkan tidak pernah menawar-nawarkannya, tidak diwariskannya, dan tidak pula diubahkannya. Umar selalu menyedekahkan hasil tanamannya untuk membantu orang-orang fakir, membantu karib -kerabat, untuk memerdekakanbudak, untuk membantu dana perjuangan fi sabilillah, untuk pejuang-pejuang dan untuk menyuguhi tamu. Dan dia memungkinkan orang yang mengolah (menggarap) kebun itu untuk memakan hasil tanamannya dengan sepantasnya, dan sekadarnya untuk dimakan para sahabat beliau. "
1616. Dari Thalhah bin Musharrif ra, katanya: "Aku bertanya kepada 'Abdullah bin Abi Aufa," Apakah Rasulullah saw. berwasiat? "Jawabnya," Tidak! "Tanya ku," Kenapa kaum muslimin diwajibkan berwasiat? "Jawab," Beliau berwasiat dengan Kitabullah 'Azza wa Jalla (Al Qur'an). "
1617. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak meninggalkan harta warisan, meskipun agak sedinar, atau sedirham; tidak pula kambing, tidak pula unta, dan beliau tidak pula berwasiat sesuatu apa pun."
1618. Dari Aswad bin Yazid ra, katanya: "Banyak orang berbicara dekat 'Aisyah ra, bahwa' Ali menerima wasiat dari Rasulullah saw. Lalu kata 'Aisyah," Kapan beliau berwasiat kepadanya? Padahal waktu sakit, ia bersandar ke badanku. Pada suatu ketika (sewaktu beliau sakit itu), beliau minta sebuahbejana, sesudah itu ia rebah, dan aku tidak sadar bahwa dia telah tiada. Nah, kapan beliau berwasiat kepadanya? "1619. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya:" Ketika sakit Nabi saw. bertambah keras sewaktu dia akan meninggal, banyak orang berada di rumah beliau; di antaranya ada 'Umar
bin Khaththab. Nabi saw. bersabda, "Kemarilah, aku bacakan kepada kalian suatu wasiat, harus kalian tulis agar kalian tidak sesat sepeninggal ku." Lalu kata 'Umar, "Tampaknya sakit beliau tambah keras. Bukankah kita telah memiliki Al Qur'an? Cukuplah bagi kita Kitab Allah itu." Orang-orang yangberada sekitar beliau ketika itu berbeda pendapat, lalu mereka bertengkar. Ada yang mengatakan, "Mendekatlah kepada beliau, supaya dibacakan beliau wasiat yang harus kamu tulis." Dan ada pula yang sependapat dengan Umar, sehingga mereka menjadi ribut dekat Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda, "Pergilahkalian dari sini "Kata 'Ubaidillah, Ibnu' Abbas mengatakan bahwa: kerugian yang sangat besar (bagi kaum muslimin), mereka gagal menuliskan pesan terakhir Rasulullah saw. tersebut, karena mereka bertengkar dan ribut di dekat Nabi saw. yang sedang sakit keras." 1620. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: "Sa'adbin Ubadah pernah minta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang nazar ibunya yang telah meninggal, tetapi belum sempat ditunaikannya. Maka bersabda Rasulullah saw., "Bayarlah olehmu atas namanya."
1621. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Pernah melarang kami bernazar. Kata beliau," Nazar itu tidak dapat menolak bahaya. Hanya saja dengan nazar itu dapat dipungut pembayaran dari orang-orang bakhil. "
1622. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Nazar itu tidak dapat mempercepat datangnya suatu keuntungan, dan tidak dapat pula melambatkannya. Hanya saja dengan nazar itu dapat dipungut pembayaran dari orang-orang yang bakhil." 1623. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:"Tidak usahlah kamu bernazar, karena nazar itu tidak akan dapat mengubah taqdir. Hanya saja dengan nazar itu dapat dipungut pembayaran dari orang-orang bakhil."
1624. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda "Sesungguhnya nazar itu tidak dapat mendekatkan seseorang kepada sesuatu yang ditaqdirkan Allah belum akan menjadi miliknya. Tetapi nazar cocok dengan qadar. Dengan nazar dapat dipungut pembayaran dari orang-orang bakhil yang tadinya tidak siapmembayar. "
1625. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak dapat melaksanakan nazar berupa maksiat, dan tidak bisa pula orang melaksanakannya." Dan menurut riwayat Ibnu Hujr, "Tidak bisa bernazar berupa maksiat kepada Allah." 1626. Dari Anas r.a., katanya Nabi saw. pernah melihatseorang orang tua berjalan dituntun oleh dua orang anaknya. Lalu beliau bertanya, "Bagaimana orang tua ini?" Jawab mereka, "Dia bernazar akan melakukan (ibadah haji) dengan berjalan kaki." Sabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah swt. Maha Kaya untuk menyuruh seseorang menyiksa diri." Lalu orangtua itu diperintahkan beliau supaya naik kendaraan.
1627. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bertemu di jalan dengan seorang tua yang berjalan dengan menggelantung kepada dua orang anaknya. Maka bertanya beliau, "Bagaimana bapak tua ini?" Jawab kedua anaknya, "Ya, Rasulullah! Dia memenuhi nazarnya." Lalu bersabda Nabi saw., "Hai Bapa Tua! Naikkenderaanlah! Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak butuh) akan nazar Anda yang seperti itu. "1628. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya:" Saudaraku yang perempuan bernazar akan pergi ke Baitullah dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Lalu dia menyuruh ku minta fatwa kepada Rasulullah saw. perihal itu.Beliau bersabda, "Dia bisa berjalan kaki dan dapat pula berkendaraan."
1629. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Denda nazar sama dengan denda sumpah."
1630. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melarang kamu bersumpah dengan menyebut nama ayahmu." Kata 'Umar, "Demi Allah, semenjak aku mendengar sabda Rasulullah saw. Tersebut aku tidak pernah lagi bersumpah dengan menyebut nama ayah, baikuntuk orang lain, maupun untuk diri sendiri. "
1631. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu kali, Rasulullah saw. Menemukan' Umar bin Khaththab berkendaraan, dan 'Umar sedang bersumpah dengan menyebut nama ayahnya. Lalu mereka disebut oleh beliau, seraya bersabda:" Ketahuilah! Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melarang kamu bersumpah denganmenyebut nama ayah kalian. Siapa yang bersumpah, maka hendaklah dia bersumpah dengan menyebut nama Allah, atau diam. "1632. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang bersumpah, maka janganlah dia bersumpah melainkan dengan menyebut nama Allah. Orang-orang kafir Quraisy biasanyabersumpah dengan menyebut nama ayah mereka. Karena itu, kamu sekalian (sebagai muslim), sekali-kali jangan bersumpah dengan menyebut nama ayah kalian. "
1633. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa di antara kamu bersumpah dengan menyebut nama" Lata ", maka hendaklah dia segera menyebut" Laa ilaaha illalah ". Dan siapa yang mengajak temannya berjudi," Hai, mari kita berjudi "hendaklah dia segera bersedekah."
1634. Dari Abdurrahman bin Samurah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan menyebut nama-nama Thaghuth (berhala), dan jangan pula dengan menyebut nama ayah kalian."
1635. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya: "Aku datang kepada Nabi saw. Serombongan dengan orang-orang suku Asy'ari, untuk menerapkan biaya perang kepada beliau. Maka bersabda beliau," Wallah (demi Allah), aku tak sanggup membelanjai tuan karena aku tidak punya apa-apa. Karena itu aku tidakakan menanggung belanja tuan. "Kata Abu Musa," Setelah itu kami terdiam beberapa saat lamanya, yaitu selama dikehendaki Allah. Kemudian datang orang membawa unta kepada beliau, lalu beliau suruh berikan kepada kami tiga ekor unta berpunuk putih. Setelah kami pergi, kami berkata sesama kami, "AgaknyaAllah tidak memberkati kita. Kita datang kepada Rasulullah saw. minta biaya perang. Lalu ia bersumpah tidak akan menanggung biaya kita. Tapi kemudian kita diberinya juga. Karena itu mereka kembali kepada Rasulullah saw., Lalu mereka ceritakan kepada beliau apa yang terfikir olehmereka. Maka bersabda beliau, "Memang, sesungguhnya bukan aku yang menanggung belanja tuan, tetapi Allah swt. Yang menanggungnya. Wallah (demi Allah) sesungguhnya aku, insya Allah, tidak akan mengucapkan suatu sumpah, bila kemudian aku melihat sesuatu yang lebih baik dari sumpahku itu, melainkankulanggar sumpahku, lalu kubayar denda, dan sesudah itu aku laksanakan yang lebih baik itu. "1636. Dari Abu Musa ra, katanya:" Kawan-kawanku mengutus ku supaya menemui Rasulullah saw., memintakan kepada beliau kendaraan untuk mereka, karena mereka ikut bersama -sama dengan beliau dalam pasukan tentara;yang sedang dalam kesulitan (yaitu menghadapi perang Tabuk). Aku berkata kepada beliau, "Ya, Nabi Allah! Kawan-kawanku mengutus ku menemui Anda untuk memohonkan bagi mereka, sehingga Anda dapat menanggung perlengkapan perang mereka." Jawab beliau, "Wallah (demi Allah)! Aku tidak bisa menanggung apa-apabagi kamu sekalian. "Justru ketika itu beliau sedang dalam keadaan marah, dan aku tidak mengetahuinya. Karena penolakan beliau itu aku kembali dengan perasaan sedih, sebab aku khawatir kalau-kalau dia tidak senang kepada ku. Setelah aku bertemu dengan kawan-kawanku, lalu kuceritakan kepada merekajawaban Rasulullah saw. kepada ku. Tetapi tidak lama kemudian, hanya seketika, tiba-tiba terdengar Bilal memanggil ku. "Hai, 'Abdullah bin Qaus!" Lalu ku sahuti
dia. Kata Bilal, "Datangilah Rasulullah saw., Beliau memanggil Anda!" Ketika aku sampai ke hadapan Rasulullah saw., Beliau bersabda: "Ambillah ini yang dua sepasang, dua sepasang, dua sepasang (sambil beliau menunjuk ke enam ekor unta yang baru ia beli dari Sa'ad). Bawalah unta ini semuanyakepada kawan-kawanmu, dan katakan kepada mereka, "Sesungguhnya Allah jualah yang menanggung penyediaan kendaraan ini untuk kamu semua. Kendarailah mereka!" Kata Abu Musa, "Unta-unta itu kubawa semuanya kepada kawan-kawanku, seraya berkata kepada mereka," Rasulullah saw. menyuruh bawa kendaraan ini semuanyauntuk kamu sekalian. Tetapi, demi Allah, aku tidak
akan meninggalkan kamu sekalian sebelum beberapa orang di antara kalian pergi bersama-sama dengan ku menemui orang-orang yang mendengarkan ucapan jawaban Rasulullah saw. ketika aku meminta kendaraan ini untuk kalian dan penolakan beliau pada awalnya, tetapi kemudian ia berikan juga kepada ku, sehinggakalian jangan menyangka bahwa aku mengada-ada apa yang tidak pernah dikatakan beliau. "Jawab mereka kepada ku," Wallah (demi Allah)! Sesungguhnya engkau orang yang kami percayai. Kendatipun begitu, akan kami lakukan juga apa yang kau inginkan. "Lalu pergilah Abu Musa beserta beberapa orang kawan-kawannyaitu, sehingga mereka bertemu dengan orang-orang yang mendengar ucapan dan penolakan Rasulullah saw. kepada mereka, tetapi kemudian ia penuhi juga permintaan mereka. Orang-orang itu bercerita kepada mereka seperti cerita Abu Musa.
1637. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria berada di sisi Rasulullah saw. Sampai larut malam, sehingga dia terlambat pulang ke rumah istrinya. Sampai di rumah didapatinya anaknya sudah tidur. Istrinya menyajikan makan malam untuknya, tetapi dia menolak dan bersumpah tidak akan makan,karena dia tidak bertemu dengan anaknya. Kemudian terasa lapar baginya dan dia harus makan, lalu dia makan. Sesudah itu dia datang kepada Rasulullah saw. menceritakan sumpahnya itu, tetapi kemudian dilanggarnya sendiri. Jawab Rasulullah saw., "Siapa bersumpah dengan sumpah, kemudian dilihatnyaada sesuatu yang lebih baik dari sumpahnya itu, maka harus diperbuatnya yang lebih baik itu dan dibayarnya denda sumpah. "
1638. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa bersumpah dengan sumpah, kemudian dia melihat suatu yang lebih baik dari sumpahnya itu, maka harus diperbuatnya yang lebih baik itu dan ditinggalkannya (dilanggar) sumpahnya."
1639. Dari Abdurrahman bin Samurah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Hai, Abdurrahman
bin Samurah! Janganlah kamu meminta-minta jadi kantor pemerintahan. Sebab jika engkau diserahi suatu jabatan karena meminta, risikonya akan menjadi sangat berat. Tetapi jika engkau diserahi suatu jabatan tanpa meminta, engkau akan ditolong dalam jabatanmu itu. Dan ketika engkau bersumpah dengan suatusumpah, kemudian engkau lihat suatu yang lebih baik dari sumpah itu, maka bayarlah denda sumpahmu sesudah itu lakukanlah pekerjaan yang lebih baik dari sumpah itu. "1640. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Sumpah itu terjadi menurut apa yang diniatkan oleh yang menyumpah. "
1641. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Nabi Sulaiman bin Daud as, berkata:" Aku akan menggilir tujuh puluh orang istri ku malam ini, di mana masing-masing mereka akan melahirkan seorang anak laki-laki untuk berperang fi sabilillah . Sahabatnya (malaikat) menyarankan kepadanya, "UcapkanlahInsya Allah! "Tetapi Nabi Sulaiman as lupa mengucapkannya. Ternyata tidak seorang pun isteri beliau yang melahirkan, kecuali hanya seorang yang melahirkan setengah anak lelaki. Maka bersabda Rasulullah saw.," Seandainya Nabi Sulaiman as mengucapkan 'Insya Allah !, tentu dia tidak akan melanggar sumpah,dan apa yang dihajatkannya mungkin terkabul. "
1642. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berkeras hati melaksanakan sumpahnya, padahal membahayakan bagi keluarganya, maka tindakan orang itu lebih besar dosanya di sisi Allah dari dia membayar denda yang diwajibkan Allah."
1643. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Umar bin Khaththab pernah bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya:" Aku pernah bernazar pada masa jahiliyah (sebelum masuk Islam) akan i'tikaf satu hari di Masjidil Haram. Bagaimana pendapat Anda? "Jawab Rasulullah saw.," Tunaikan nazarmu itu, i'tikaflahsatu hari! "
1644. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa menampar
hamba sahaya atau memukulnya, maka dendanya adalah memerdekakan budak itu. "
1645. Dari Mu'awiyah bin Suwaid r.a. katanya; "Pada suatu ketika aku pernah menampar sahaya kami, lalu aku pergi. Kemudian aku kembali sebelum Zhuhur dan sesudah itu aku shalat Zhuhur di belakang (berjamaah dengan) bapaku. Kemudian Bapa memanggil sahaya kami itu dan memanggil ku juga. Bapa berkata kepadasahaya itu, "patuhlah kepadanya, lalu saling memaafkan lah kalian!" Kemudian ia berkata, "Pada masa Rasulullah saw., Kami Bani Muqarrin tidak ada memiliki server selainnya seorang sahaya perempuan. Suatu ketika dia ditampar oleh salah seorang kami, lalu kabar tentang pemukulan itu sampai kepadaRasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Bebaskan dia!" Kata kami, "Kami tidak memiliki server selain dia." Sabda beliau, "Bisa kalian pakai dia untuk sementara, tetapi bila kalian tidak membutuhkannya lagi (sudah ada gantinya), maka bebaskanlah dia!"
1646. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Aku pernah memukul hamba sahayaku, lalu tiba-tiba kudengar suara dari belakangku," Ketahuilah, hai Abu Mas'ud! Sesungguhnya Allab saw. lebih berkuasa atas diri mu dari kuasamu terhadap hamba mu itu. "Aku menoleh ke belakang, kiranya Rasulullah saw.Lalu kataku, "Ya, Rasulullah! Dia kubebaskan karena Allah." Sabda Rasulullah saw., "Seandainya engkau tidak membebaskannya, engkau akan dimakan api neraka."
1647. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menuduh hamba sahayanya berzina, dia akan dihukum kelak di hari kiamat, kecuali bila tuduhannya itu benar."
1648. Dari Ma'rur bin Suwaid ra, katanya: "Aku pernah melihat Abu Dzar memakai pakaian mirip dengan sahayanya. Lalu aku bertanya kepadanya perihal itu. Dia menceritakan bahwa dahulu pada masa Rasulullah saw. Dia pernah memaki seorang pria dengan menghinakan orang orang itu . Orang itu datang mengadu
kepada Nabi saw. Maka bersabda Rasulullah saw. kepada Abu Dzar, "Ternyata tingkah lakumu masih seperti perilaku jahiliyah. sahayamu itu adalah saudara atau pamanmu yang dititipkan Allah swt. dalam pengurusanmu. Karena itu siapa yang memiliki saudara yang berada dalam manajemennya, harus diberinyamakan mirip dengan yang dimakannya sendiri, dan diberinya pakaian serupa dengan yang dipakainya sendiri. Dan janganlah mereka kamu beri tugas melebihi batas kemampuan mereka; jika akan kamu tugaskan juga, hendaklah kamu bantu dia. "1649. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya:" Hambasahaya itu berhak mendapat makan dan pakaian (dari majikannya). Dan janganlah dia ditugasi suatu pekerjaan melainkan sesuai dengan kemampuannya. "
1650. Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasulullah saw. bersabda: "Bila hamba sahayamu membuat makanan bagi mu, kemudian makanan itu dibawanya ke hadapanmu dalam kondisi panas dan berasap, suruhlah dia duduk dan makanlah bersama-sama dengannya. Jika makanan itu hanya sedikit, letakkan di tangannyasesuap atau dua suap. "
1651. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya, Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang hamba memberi nasihat kepada majikannya, sedang hamba sahaya itu seorang yang bagus ibadatnya terhadap Allah swt., maka hamba sahaya itu mendapat pahala ganda (dari Allah)."
1652. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang hamba-sahaya membayar hak Allah dan hak majikannya, maka sahaya itu mendapat dua pahala."
1653. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Seorang lelaki Anshar menjanjikan kemerdekaan bagi hamba-hambanya bila si majikan itu meninggal. Padahal orang itu tidak memiliki harta yang lain selain sahayanya itu. Kabar tentang sahaya itu sampai kepada Nabi saw. Maka bersabda beliau, "Siapa inginmembeli sahaya itu dari padaku? "Lalu sahaya itu dibeli oleh Nu'aim bin Abdullah seharga delapan ratus dirham, yang kemudian diserahkan beliau kepada orang Anshar itu."
1654. Dari Sahal bin Abu Hatsmah dan dari Rafi 'bin Khadij ra, keduanya menceritakan sebagai berikut: "Pada suatu ketika, Abdullah bin Sahal bin Zaid dan Muhaishah bin Mas'ud bin Zaid, keduanya bepergian bersama-sama. Setelah keduanya sampai di suatu tempat di Khaibar, mereka berpisah. Tiba-tibaMuhaishah menemukan 'Abdullah bin Sahal terbunuh, lalu dikuburkannya. Sesudah itu dia datang menghadap Rasulullah saw., Bersama-sama dengan Huwaishah bin Mas'ud (adik Muhaishah) dan 'Abdurrahman bin Sahal (adik' Abdullah bin Sahal), sedangkan 'Abdurrahman adalah yang paling muda di antara mereka. Tapi'Abdurrahman yang lebih dahulu berbicara dari kedua saudara sepupunya itu. Maka bersabda
Rasulullah saw., "Berbicaralah yang tertua di antara kalian!" Maka berbicaralah kedua saudara-saudaranya itu, dan 'Abdurrahman diam. Mereka ceritakan kepada beliau bahwa Abdullah bin Sahal terbunuh. Lalu Rasulullah saw. bertanya kepada mereka, "Maukah kalian bersumpah lima puluh kali? Jika kalian inginbersumpah, maka kalian berhak menuntut bela atas kematian saudara kalian. "Jawab mereka," Bagaimana mungkin kami bersumpah, sedangkan kami tidak menyaksikan terjadinya pembunuhan itu. "Sabda Rasulullah saw.," Kalau begitu, orang Yahudi yang kalian curigai membunuh saudara kalian itu, bebas dari tuduhankelian kalau dia
mau bersumpah lima puluh kali. "Jawab mereka," Bagaimana mungkin kami bisa menerima sumpah orang kafir itu? "Melihat kondisi yang demikian itu, maka Rasulullah saw. memberikan diyatnya (tebusannya)."
1655. Dari seorang pria Ansbar, sahabat Rasulullah saw., Katanya; "Rasulullah saw. Pernah memperlakukan qasamah (sumpah atas tuduhan pembunuhan) seperti yang pernah terjadi pada masa jahiliyah. Dia menetapkan putusannya itu antara orang-orang Anshar, yaitu pada kasus pembunuhan, yang mereka tuduhkankepada orang Yahudi sebagai pelakunya. "
1656. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Orang-orang dari qabilah 'Urainah mendatangi Rasulullah saw. Di Madinah. Setibanya di Madinah mereka sakit karena udara Madinah tidak sesuai dengan kesehatan mereka. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepada mereka," Jika kalian mau, pergilah kepada unta-unta sedekah(Unta zakat), lalu minum susu dan kencingnya. "Apa yang dianjurkan Nabi saw. Itu mereka laksanakan, sehingga mereka sehat kembali. Tapi kemudian mereka serang penggembala-penggembala unta dan mereka bunuh. Sesudah itu mereka murtad dari agama Islam, lalu mereka rampas unta-unta Rasulullah saw. Peristiwaitu dilaporkan orang kepada Rasulullah saw., lalu beliau perintahkan supaya mengejar mereka sampai dapat. Setelah mereka dihadapkan kepada Rasulullah saw., Beliau perintahkan supaya tangan dan kaki mereka dipotong, lalu mata mereka dicungkil, sesudah itu mereka dibiarkan diterik panas matahari sampaimereka mati. "
1657. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Menyuruh cukil mata mereka, karena mereka telah mencukil mata para pengembala yang mereka bunuh."
1658. Dari Anas ra, katanya: "Seorang pria Yahudi membunuh seorang sahaya perempuan dari golongan Anshar, karena dia hendak merampas perhiasannya. Kemudian mayat sahaya itu dilemparkannya ke dalam sumur. Dia membunuh perempuan itu memukulnya dengan batu. Kemudian Yahudi itu ditangkap lalu dibawakehadapan Rasulullah saw. Beliau memerintahkan supaya merajam orang itu sampai mati. Maka direjamlah dia sampai mati. "
1659. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Seorang gadis ditemukan kepalanya luka parah, bekas dibenturkan orang ke antara dua batu. Orang banyak bertanya kepadanya," Siapa yang membuat kau begini? Si Fulan? Si Fulan? "Sampai akhirnya mereka menyebut nama seorang Yahudi, lalu dia memberi isyarat dengankepalanya. Kemudian Yahudi itu ditangkap, dan dia mengakui perbuatannya. Rasulullah saw. memerintahkan supaya kepala Yahudi itu dipukul pula dengan batu. "
1660. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya: "Ya'la bin Munabbih (atau bin Ummayyah) berkelahi dengan seorang pria, lalu salah satu dari keduanya dapat menggigit tangan lawannya. Ketika yang kena gigit berusaha melepaskan tangannya dari gigitan, taring si penggigit tanggal satu. Kemudian keduanyamengadu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, "Mengapa kamu menggigitnya seperti kuda jantan? Tidak ada diyat (ganti rugi) bagi gigimu itu."
1661. Dari Anas ra, katanya: "Saudara perempuan Rubayy'i Ummu Haritsah melukai seseorang, lalu mereka mengadu kepada Nabi saw. Maka bersabda beliau," Qishash! Qishash! "Tanya Ummu Rubayy'i," Apakah dia harus di-qishash? Wallah (demi Allah)! Dia tidak perlu di-qishash karena itu. "Maka bersabda Nabisaw., "Subhanallah! Hai, Ummu Rubayy'i! Hukum qishash itu ada dalam Kitabullah!" Jawab Ummu Rubayy'i, "Tidak! Wallah! Dia tidak harus diqishash karena itu!" Dia selalu berkata begitu, sampai akhirnya mereka menerima hukuman diyat (denda). "Maka bersabda Rasulullah saw.," Barangsiapa hamba Allahyang
bersumpah dengan menyebut nama Allah, tentu Allah membenarkannya. "1662. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Tidak halal darah seorang muslim yang mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mengakui saya Rasulullah, melainkan dengan tiga hal: (1 ) Seorang janda yang berzina,(2) Seorang pembunuh yang harus dibunuh, (3) Seorang yang keluar dari agamanya (Islam), lalu dia memisah dari jamaah muslimin. "
1663. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada suatu pembunuhan yang terjadi karena aniaya, tetapi anak Adam yang pertama (Qabil) ikut bertanggung jawab, karena dialah orang yang mula-mula melakukan pembunuhan."
1664. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hal yang pertama diadili antara umat manusia kelak di hari kiamat, adalah hal penumpahan darah (pembunuhan)."
1665. Dari Abu Bakrah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya waktu beredar, sama keadaannya ketika Allah Ta'ala menjadikan langit dan bumi. Artinya setahun dua belas bulan. Empat di antaranya adalah bulan haram, di mana tiga di antaranya berturut -turut, yaitu: Dzul Qaidah, Dzul hijah, dan Muharram.Sedangkan bulan Rajab, adalah bulan kaum Mudhar yang terletak antara dua bulan Jumadi dan Sya'ban. Kemudian beliau bertanya, "Sekarang bulan apa ini?" Jawab kami, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Dia terdiam, sehingga kami menyangka kalau-kalau ia akan menamainya dengan nama yang lain.Lalu ia bertanya pula, "Bukankah bulan ini bulan Dzul Hijjah?" Jawab kami, "Betul!" Tanya beliau pula, "Negeri apa ini?" Jawab kami, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Dia diam sejenak, sehingga kami menyangka mungkin ia akan memberinya nama dengan nama lain. Tanya dia, "Bukankahnegeri ini negeri (Haram)? "Jawab kami," Betul! "Tanya beliau," Hari apa ini? "Jawab kami," Allah dan Rasul-Nya sajalah yang lebih tahu. "Dia diam sejenak, sehingga kami menyangka kalau-kalau dia akan memberinya nama lain. Lalu beliau bertanya pula, "Bukankah hari ini hari Nahar?" Jawab kami,"Betul, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Sesungguhnya darahmu, harta mu, dan kehormatanmu adalah haram (dilindungi) atas kamu, seperti haramnya hari ini, di negeri ini dan di bulan ini. Dan kamu semua akan menemukan Tuhan mu kelak, lalu Dia akan mengajukan segala perbuatanmu. Karena itu janganlah kamu kafirsepeninggal ku nanti, di mana sebagian kamu memotong leher yang lain. Perhatikan! Harus yang hadir sekarang ini menyampaikan kepada yang tidak hadir. Mudah-mudahan orang yang disampaikan kepadanya amanatku ini lebih pandai mengamalkannya dari yang mendengarkannya sendiri. Kemudian beliau bertanya,"Ketahuilah! Bukankan telah kusampaikan?"
1666. Dari 'Alqamah bin Wail ra, katanya ayahnya bercerita: "Pada suatu waktu, ketika aku sedang duduk bersama-sama dengan Nabi saw., Tiba-tiba datang seorang pria menarik orang lain dengan seutas tali, lalu dia berkata," Orang ini telah membunuh saudara ku! "Maka bertanya Rasulullah saw.," Betulkahengkau bunuh saudaranya? "Jawabnya," Ya, ku bunuh dia! "Tanya Nabi saw.," Mengapa engkau bunuh dia? "Jawabnya," Aku dan dia sedang memetik daun dari sebatang pohon, lalu dia memaki ku. Aku marah, lalu ku pukul kuduknya dengan kapak, sampai dia mati, "Rasulullah saw. Bertanya kepadanya," Apakah engkaumemiliki harta untuk membayar tebusan dirimu? "Jawabnya," Aku tidak punya harta selain pakaian dan kapak ku ini. "Kata Nabi saw.," Coba pikir-pikir, barangkali familimu dapat menebusmu. "Jawabnya," Aku lebih hina bagi keluarga ku dari ini, "Rasulullah saw. melemparkan talinya kepada saudarakurban dan berkata, "Sekarang, kawanmu ini terserah kepada mu (kamu bunuh dia atau kamu bebaskan)." Maka pergilah dia membawa pembunuh itu. Ketika dia telah pergi, Rasulullah saw. bersabda: "Jika dibunuhnya, maka dia serupa dengan si pembunuh itu." Orang itu kembali dan berkata kepada Rasulullah saw.,"Terdengar oleh ku Anda bersabda, Jika dibunuhnya, maka dia serupa dengan si pembunuh itu. Karena itu ku serahkan urusannya kepada Anda." Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidakkah engkau ingin dia memikul dosa mu dan dosa saudaramu?" Jawabnya, "Tentu aku ingin, ya Nabiyallah!" Kalau begitu, bukalah talinyadan bebaskanlah dia! "
1667. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memutuskan suatu hal yang berhubungan dengan keguguran, sehingga janinnya mati, yaitu hukuman denda dengan seorang sahaya pria atau sahaya perempuan. Tapi perempuan yang dijatuhi hukuman denda itu tiba-tiba meninggal. Maka Rasulullah saw.memutuskan harta warisan perempuan itu supaya dibagikan kepada ahli warisnya, yaitu anak dan suaminya, sedang pembayaran denda dibebankan kepada 'ashabah (keluarga terdekat) si pembunuh. "1668. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Dua orang wanita Bani Hudzail berkelahi. Yang satu melempar yang lain denganbatu sehingga menyebabkan kematiannya dan kematian anak yang sedang dikandungnya. Mereka
mengadukan peristiwa itu kepada Rasulullah saw. Dia memutuskan hukuman bagi si pembunuh, membayar diyat janin dengan seorang hamba lelaki atau perempuan, dan diyat ibu yang terbunuh dibayar oleh famili
si pembunuh. "1669. Dari Miswar bin Makhmmah ra, katanya:" Pada suatu hari 'Umar bin Khaththab mengajak orang bermusyawarah tentang hukuman bagi perempuan yang menggugurkan kandungannya. Maka berkata Mughirah bin Syu'bah, "Aku menyaksikan Nabi saw. Memutuskan hal itu berupa hukuman dendadengan seorang hamba lelaki atau perempuan. Kata 'Umar, "Bawa ke ku orang-orang yang sama menyaksikan denganmu putusan Rasulullah saw. Tersebut." Kata Mughirah. "Muhammad bin Maslamah ikut menyaksikannya."
1670. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Hanya memotong tangan pencuri jika mencuri seperempat dinar atau lebih."
1671. Dari 'Aisyah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Jangan dipotong tangan pencuri, melainkan jika ia mencuri seperempat dinar atau lebih."
1672. Dari 'Aisyah r.a. istri Nabi saw., katanya: "Orang-orang Quraisy mendapat kesulitan karena kasus seorang wanita bangsawan yang melakukan pencurian pada masa Rasulullah saw., yaitu ketika terjadi perang penaklukan Makkah. Kata mereka," Siapa yang dapat berbicara dengan Rasulullah saw. memintakankebebasan bagi wanita itu dari hukuman potong tangan? "Jawab mereka," Tidak ada yang dapat memintakan kebebasan baginya selain Usamah bin Zaid, anak kesayangan Rasulullah saw. "Lalu Usamah berbicara dengan Rasulullah saw. memintakan kebebasan bagi wanita itu. Mendengar permintaan Usamah, muka Rasulullahsaw. berubah warnanya, lalu beliau bersabda, "Sanggupkah kamu membela seseorang dari hukum yang telah ditetapkan Allah?" Jawab Usamah, "Mohonkanlah aku ampun kepada Allah, ya Rasulullah." Setelah malam tiba beliau berpidato. Mula-mula ia memuji Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Berikutnyabeliau bersabda, "Aroma ba'du, sesungguhnya orang-orang yang Sebelum kamu mengalami kehancuran, karena ketika orang-orang besar yang mencuri, mereka diamkan saja. Dan bila yang mencuri itu rakyat biasa, mereka
tegakkan hukum. Sesungguhnya aku, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, andaikata Fatimah binti
Muhammad yang mencuri, sungguh kupotong tangannya. "Kemudian beliau perintahkan supaya wanita yang
mencuri itu dipotong tangannya. Maka dilaksanakanlah hukuman itu. "1673. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Laksanakanlah hukumku! Laksanakanlah hukumku! Sesunguhnya Allah telah menetapkan hukum bagi mereka yang berzina. Bila bujang gadis (sama-sama belum menikah), hukumannyadera 100 kali dan penjara satu tahun. Ketika janda dan duda (sama-sama sudah menikah) yang berzina, hukumannya dera seratus kali dan rajam sampai mati. "1674. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya:" Ketika' Umar bin Khaththab pada suatu ketika sedang berada di mimbar Rasulullah saw. , ia berkata: "SesungguhnyaAllah Ta'ala mengutus Nabi Muhammad saw. dengan kebenaran dan Allah menurunkan Kitab kepadanya. Di antara ayat yang diturunkan kepadanya, yang kita semua telah membaca, telah mempelajari dan telah memahamkannya, adalah ayat rajam. Rasulullah saw. telah melaksanakan hukuman rajam tersebut, begitu pulakita yang masih hidup sesudah beliau. Aku khawatir, jika semakin lama ada orang yang berkata, "Di dalam Qur'an tidak ada kita temukan ayat tentang hukuman rajam." Lantal mereka sesat-karena meninggalkan hukum wajib yang diturunkan Allah Ta'ala. Sesungguhnya hukuman rajam yang ada dalam Kitab Allah,wajib dilakukan atas orang pria dan perempuan yang berzina, ketika ada saksi, ada bukti seperti hamil, atau pengakuan. "1675. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Seorang pria muslim datang kepada Rasulullah saw. ketika ia sedang berada di masjid. Lalu pria itu berkata, "Ya, Rasulullah! Akuberzina. "Rasulullah memalingkan mukanya dari orang itu, lalu pria itu pindah ke tempat beliau menghadapkan wajahnya, seraya berkata," Ya, Rasulullah! Aku berzina. "Rasulullah saw. Memalingkan pula mukanya ke arah lain, sehingga hal seperti itu terjadi berulang sampai empat kali. Setelah priaitu mengakui sampai empat kali bahwa dirinya berbuat zina, Rasulullah saw. bertanya, "Apakah engkau gila?" Jawab orang itu, "Tidak!" Tanya Nabi saw. pula, "Apakah engkau beristeri (sudah menikah)?" Jawab orang itu, "Ya! Aku beristri." Lalu Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, "Bawa orang ini,kemudian rajamlah dia. "
1676. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku melihat Ma'iz bin Malik ketika dia datang kepada Nabi saw. Tampak olehku dia seorang yang pendek betisnya, tidak memakai mantel atau cadar, lalu dia mengakui sampai empat kali bahwa dirinya berbuat zina. Maka berkata Rasulullah saw. kepadanya, "Ah,waktu! Tak mungkin engkau berzina. Hanya sekedar ciuman saja barangkali? "Tapi pria itu memperkuat pengakuan dengan sumpah, bahwa dia memang telah melakukan zina. Kata Jabir selanjutnya," Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan supaya pria itu dihukum rajam. "1677. Dari Sulaiman bin Buraidah ra,dari ayahnya, katanya: "Pada suatu ketika, Ma'iz bin Malik datang kepada Nabi saw., lalu dia berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku! "Jawab Rasulullah saw.," Amboi, kasihan! Pulanglah, lalu minta ampun kepada Allah dan taubatlah kepada-Nya. "Ma'iz pergi, tapi belum begitu jauh diakembali lagi seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah saw., "Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan taubatlah kepada-Nya!" Ma'iz pergi, tapi belum begitu jauh dia kembali lagi dan berkata kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku!" Nabi saw.menjawab seperti semula dan hal seperti itu berulang sampai empat kali. Pada kali yang keempat Rasulullah saw. bertanya, "Dari hal apakah engkau harus Kusucikan?" Jawab Ma'iz, "Dari dosa berzina." Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat yang ada di sekitarnya saat itu, "Apakah si Ma'iz ini mengidappenyakit gila? "Jawab para sahabat," Tidak, ya Rasulullah! Dia tidak gila! "Tanya Nabi saw. Berikutnya," Apakah dia baru habis minum khamar? "Seorang sahabat berdiri, lalu membaui Ma'iz, tetapi tidak mencium bau khamar di mulut Ma'iz. Maka bertanya Rasulullah saw. Kepada Ma'iz , "Betulkah engkau berzina?"Jawab Ma'iz, "Benar, ya Rasulullah!"
Rasulullah memerintahkan agar dilaksanakan hukuman rajam terhadap Ma'iz, lalu dia dirajam. Ada dua pendapat dalam masalah ini. Yang pertama mengatakan bahwa Ma'iz tewas, dan dosanya hapus karena hukuman yang dijalaninya secara ikhlas. Yang kedua mengatakan, bahwa Ma'iz taubat sebenar-benar taubat.Tidak ada taubat yang melebihi taubat Ma'iz. Dia datang menghadap Nabi saw., Lalu diletakkannya tangannya di tangan Nabi, kemudian katanya, "Ya, Rasulullah! Hukum mati1ah aku dengan batu! (Rajamlah aku)!" Mereka selalu dalam perbedaan pendapat seperti itu selama dua atau tiga hari. Kemudian Rasulullahsaw. datang. Setelah memberi salam, lalu beliau duduk bersama-sama dengan mereka. Maka bersabda Rasulullah saw., "Mintakanlah ampun bagi
Ma'iz bin Malik. "Lalu mereka memohon semuanya," Semoga Allah mengampuni Ma'iz bin Malik. "Rasulullah saw. Bersabda," Ma'iz. betul-betul telah taubat dengan sempurna taubat. Seandainya taubat Ma'iz dapat dibagi di antara satu kaum, pasti cukup untuk mereka semua. "Kemudian datang pula seorang perempuandari desa Ghamid, suku Azdi, lalu dia berkata, "Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah saw., "Amboi, kasihan! Pulanglah engkau, lalu minta ampun kepada Allah dan taubatlah kepada-Nya!" Kata perempuan itu, "Kulihat Anda sengaja menyuruh ku pulang, seperti yang Anda lakukan terhadap Ma'iz binMalik, "Tanya Nabi saw.," Mengapa begitu? "Perempuan itu mengatakan bahwa dia telah hamil akibat berzina. Tanya Nabi saw.," Engkau sendiri yang berbuat? "Jawabnya," Betul, ya Rasulullah! "Nabi saw. Bersabda kepadanya, tunggulah dulu sampai engkau melahirkan. " Lalu perempuan itu ditanggung kehidupannyaoleh seorang pria Anshar sampai dia melahirkan. Setelah dia melahirkan, maka diberitahukannya kepada Rasulullah saw., Katanya, "Ya, Rasulullah! Perempuan desa Ghamid itu sudah melahirkan." Jawab Rasulullah saw., "Biarkanlah dahulu karena anaknya masih kecil, sedang orang yang akan menyusui tidakada. "Maka berdiri seorang pria Anshar lalu dia berkata," Aku yang menanggung susunya! "Kata Buraidah," Setelah itu maka dilaksanakanlah hukuman rajam terhadap perempuan desa Ghamid itu. "
1678 Dari Imran bin Hushain ra, katanya: "Seorang perempuan dari suku Juhainah datang menghadap kepada Nabi saw. Padahal dia sedang hamil akibat melakukan zina. Lalu katanya," Ya, Nabiyallah! Aku telah melanggar hukum; maka tegakkanlah hukum itu atas diriku! "Karena itu Rasulullah saw. memanggilwali perempuan itu, lalu beliau bersabda kepadanya, "Rawatlah perempuan ini sebaik-baiknya. Apabila dia telah melahirkan, bawalah dia ke hadapanku!" Perintah Nabi saw. itu dilakukan oleh walinya
sesuai dengan yang diperintahkan beliau. Setelah perempuan itu melahirkan, maka dia dihadapkan kepada Rasulullah saw. Lalu dikenakan pakaiannya dengan erat. Kemudian Nabi saw. memerintahkan agar dia dihukum rajam, lalu ia dirajam. Setelah
dia tewas, Nabi saw. melakukan shalat jenazah baginya. Maka bertanya 'Umar kepada beliau, "Perlukah dia disolatkan, ya Nabiyallah? Bukankah dia berzina?" Jawab beliau, "Dia telah taubat sebenar-benarnya taubat. Andaikata taubatnya itu dibagi kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, pasti cukup untukmereka. Manakah lagi taubat yang lebih utama daripada menyerahkan nyawa kepada Allah Ta'ala secara ikhlas? "1679. Dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al Juhani ra, keduanya berkata:" Seorang pria desa datang menghadap kepada Rasulullah saw., Seraya berkata, "Ya , Rasulullah! Aku mohon supaya Andabersumpah dengan Allah, bahwa tidak akan menjatuhkan hukuman kepada ku, melainkan sesuai dengan Kitabullah! "Lawan hal pria itu lebih pintar berkata darinya," Ya, benar! Putuskanlah hal kami sesuai dengan hukum Kitabullah, dan izinkanlah saya lebih dahulu berbicara. "Jawab Nabi saw.," Bicaralah! "Katanya, "Anak lelakiku bekerja menjadi pegawai kepada orang ini, lalu dia menuduh anakku berzina dengan istrinya. Sesungguhnya aku telah tahu bahwa anakku harus dihukum rajam. Lalu kutebus dia dengan seratus ekor kambing dan seorang sahaya perempuan. Kemudian aku bertanya kepada orang-orang pandai(Ulama), mereka mengatakan bahwa anakku harus dihukum dera seratus kali dan dibuang (penjara) satu tahun, sedangkan yang perempuan mendapat hukuman rajam (sampai tewas). "Maka bersabda Rasulullah saw.," Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, aku menjatuhkan hukuman bagi kedua belah pihak niscaya sesuaidengan Kitabullah. Hamba sahaya dan kambing ditolak. Anakmu harus didera seratus kali dan dibuang (penjara) satu tahun! Hai, Unais! Esok pagi pergilah engkau kepada istri orang ini, lalu periksa apakah dia memang berzina. Jika dia mengaku berzina, rajamlah dia! "Kata Abu Hurairah," Esok pagi Unaispergi memeriksa perempuan itu, ternyata dia mengaku telah berzina. "Rasulullah memerintahkan agar dia dihukum rajam, maka dirajam oranglah dia.
1680. Dari Nafi 'ra, katanya' Abdullah bin 'Umar mengabarkan kepadanya bahwa seorang pria dan seorang perempuan Yahudi dihadapkan orang kepada Rasulullah saw. karena keduanya dituduh berzina. Rasulullah saw. pergi menemui orang-orang Yahudi itu dan melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Tanya beliau,"Apa yang kalian ketahui dalam Taurat tentang hukuman bagi orang yang berzina?" Jawab mereka, "Kami lumuri wajah mereka dengan arang, kemudian kami naikkan keduanya ke atas kendaraan dengan posisi berbelakang-belakangan lalu diarak keliling kota." Jika kalian benar, coba perlihatkan kepada ku Kitab Tauratmu itu. Lalu mereka bawa Kitab Taurat dan mereka baca di hadapan beliau. Ketika bacaannya sampai pada ayat rajam, pemuda yang membaca meletakkan tangannya menutupi ayat rajam, dan lewat ke bacaan ayat berikutnya. Tetapi 'Abdullah bin Salam yang ketika itu mendampingi Rasulullah saw. berkata, "Ya,Rasulullah! Suruhlah dia mengangkat tangannya. Ketika pemuda itu mengangkat tangannya, ternyata di bawah tangannya itu ada ayat rajam. Rasulullah saw. memerintahkan supaya keduanya
dihukum rajam. Maka direjamlah keduanya. Kata 'Abdullah bin' Umar, "Aku ikut merajam keduanya. Ku lihat yang pria bersikap melindungi yang perempuan dari lemparan-lemparan batu dengan tubuhnya."
1681. Dari Bara 'bin' Azib ra, katanya: "Pada suatu ketika, lewat di hadapan Nabi saw. Seorang Yahudi yang dicat hitam dan didera (selaku hukuman berzina baginya). Lalu beliau panggil mereka seraya bertanya," Beginikah hukuman zina yang kalian dapat dalam kitab Taurat kalian? "Jawab mereka," Ya,benar! "Lalu Nabi saw. memanggil beberapa orang pria yang tergolong pendeta mereka. Nabi saw. berkata kepada" Kuharap engkau mau bersumpah dengan Allah yang telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa, betulkah begini caranya hukuman zina yang kamu temukan dalam Kitab Taurat-mu itu ? "Jawabnya," Tidak!Seandainya Anda tidak menyumpah ku dengan nama Allah, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada Anda. Yang kami ketahui, dalam Kitab Taurat hukumannya adalah hukuman rajam. Tapi biasanya hukuman itu tidak berlaku bagi pembesar-pembesar kami. Jika yang tertangkap itu seorang pembesar, kami biarkansaja; tetapi bila yang tertangkap itu seorang rakyat kecil, kami tegakkan hukum sesuai dengan Taurat. Akhirnya kami bermusyawarah membicarakan hukum yang dapat kami tegakkan bagi pembesar dan rakyat biasa. Kami putuskan, menghitamkan tubuh dan mendera pelaku zina sebagai ganti hukuman rajam. "Selesaiorang itu berkata, maka Rasulullah saw. bermunajat kepada Allah swt., "Wahai Allah! Sesungguhnya akulah,
orang yang pertama-tama menghidupkan kembali perintah-Mu setelah mereka hapus perintah itu. "Lalu beliau perintahkan supaya Yahudi yang melakukan zina itu dihukum dengan hukuman rajam. Sesudah itu Allah 'Azza Wa Jalla menurunkan ayat," Hai, Rasul! Janganlah kamu sedih karena orang-orang yang segeramenjadi kafir.- sampai firman-Nya - Jika diberikan ini kepada mu, maka terimalah. "(Al Maidah, 5:41). Kata orang-orang Yahudi," Datanglah kalian kepada Nabi Muhammad saw., Jika ia memutuskan hukuman bagi mu
dengan menghitamkan tubuh dan didera, terimalah! Tapi jika dia berfatwa kepada mu dengan hukuman rajam, waspadalah! "Maka Allah Ta'ala turunkan pula ayat:" Barangsiapa menghukum tidak sesuai dengan perintah Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir. "(Al Maidah, 5:44). Kemudian ayat: "Barangsiapamenghukum tidak sesuai dengan perintah Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. "(Al Maidah, 5:45). Dan ayat:" Barangsiapa menghukum tidak sama; dengan perintah Allah, maka mereka itu adalah orang-orang fasik. "(Al Maidah, 5:47).
1682. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila sahaya perempuan berzina, maka hukumlah dia dengan hukuman dera, dan sekali-kali jangan kamu maki dia. Kemudian, jika dia berzina pula kembali, maka hukum pulalah dia dengan hukuman dera, dan sekali-kali jangan kamumaki dia. Kemudian, jika dia berzina pula kembali untuk ketiga kali, sedangkan tuduhan itu memang terbukti adanya, maka juallah dia sekalipun dengan seutas tali rambut (harga murah). "
1683. Dari Abu 'Abdurrahman ra, katanya: "Pada suatu ketika' Ali bin Abi Thahah berkata dalam khutbahnya," Hai, manusia! Tegakkanlah hukum kepada hamba sahayamu, baik yang telah menikah maupun yang belum.
Sesungguhnya pernah terjadi, seorang hamba perempuan milik Rasulullah saw. berzina, maka beliau menyuruh ku supaya menderanya. Ternyata ketika itu dia baru habis melahirkan. Karena itu aku khawatir dia akan tewas jika hukuman dera kulaksanakan. Hal itu ku sampaikan kepada Rasulullah saw., Maka beliauberkata, "Engkau telah berbuat baik (karena menunda pelaksanaan hukuman si terhukum sampai waktu yang baik bagi pelaksanaannya)."
1684. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Dihadapkan orang kepada nabi saw. Seorang pria yang terbukti minum khamar (mabuk). Lalu Nabi saw. Menderanya dengan dua buah pelepah kurma sebanyak empat puluh kali. Kemudian (pada masa pemerintahan) Abu Bakar , beliau melaksanakan pula hukuman seperti itu.Setelah 'Umar. berkuasa, beliau bermusyawarah dengan orang banyak. Kata Abdurrahman mengusulkan, "Hukuman dera dengan hukuman yang paling ringan delapan puluh kali." Lalu 'Umar memutuskannya seperti itu (delapan puluh kali hukuman dera).
1685. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Menghukum peminum khamar dengan hukuman dera yang dilakukan beliau dengan pelepah kurma dan terompa (sebanyak empat puluh kali). Kemudian, Khalifah Abu Bakar juga melakukan hukuman dera sebanyak empat puluh kali. Maka ketika pemerintahan 'Umar,orang bertambah banyak tinggal di pelosok-pelosok dan desa-desa. Karena itu 'Umar bertanya (musyawarah), "Bagaimana pendapat tuan tentang hukuman dera bagi peminum khamar?" Jawab 'Abdurrahman bin' Auf, "Aku berpendapat supaya disamakan dengan hukuman (seperti nash dalam Al Qur'an) yang palingringan (adalah delapan puluh kali). Lalu 'Umar melaksanakan hukuman dera bagi peminum khamar delapan puluh kali.1686. Dari 'Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Yang aku tidak senang menegakkan hukum kepada seseorang jika ialah sampai tewas, adalah hukuman dera bagi peminum khamar. Karena seandainya dia sampaimati, negara harus membayar diyat (denda). Sebab Rasulullah saw. sesungguhnya tidak pernah menentukan jumlah pukulan bagi mereka. "
1687. Dari Abu Burdah Al Anshari ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang tidak dapat didera lebih dari sepuluh kali, melainkan hukuman yang telah nyata ditetapkan Allah, seperti hukuman bagi orang berzina dan sebagainya."
1688. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya: "Kami berada dalam suatu acara bersama dengan Rasulullah saw., Lalu beliau bersabda," Berjanji setialah (bai'atlah) tuan-tuan sekalian dengan ku, bahwa tuan tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu; tidak akan membunuh seseorang yang diharamkanAllah melainkan dengan yang hak (dibenarkan agama). Maka siapa di antara tuan-tuan yang memenuhi janji itu, pahalanya terserah kepada Allah, dan siapa yang melanggar janji-janji tersebut, tetapi Allah menutupi kesalahannya (tidak diketahui orang), maka urusannya terserah kepada Allah; jika Dia menghendaki,diampuni-Nyalah dia, dan jika Dia menghendaki, akan disiksanya (kelak di akhirat). "
1689. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Hewan, sumur dan tempat penggalian logam
yang melukai atau membunuh, tidak ada ganti rugi karenanya. Dan barang galian, zakatnya seperlima. "1690. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Nabi saw. Bersabda:" Seandainya diterima setiap tuduhan orang, maka akan banyaklah tuduhan tentang darah (pembunuhan) manusia dan tuduhan (penyitaan) terhadap hartabenda mereka. Tapi si tertuduh harus disumpah. "
1691. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Memutuskan suatu hal dengan menyumpah terdakwa."
1692. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Memutuskan suatu hal dengan sumpah dan
saksi. "1693. Dari Ummu Salamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Tuan-tuan mengadukan hal tuan kepada ku (minta diadili); mungkin satu pihak lebih pintar memberikan alasannya dari yang lain; lalu kuputuskan perkaranya dengan mempertimbangkan alasan-alasan yang kuterima itu, makasiapa yang kumenangkan untuk memiliki hak saudaranya, janganlah diambilnya, karena sesungguhnya aku telah memenangkannya dengan sepotong api dari neraka. "
1694. Dari Ummu Salamah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Rasulullah saw. Mendengar orang heboh bertengkar di muka pintu kamar beliau. Lalu beliau keluar mendapatkan mereka, seraya berkata," Aku ini hanya seorang manusia. Banyak orang membawa perkaranya kepada ku, sedangkan satu pihak di antara merekaada yang lebih pintar berbicara sehingga aku mengira dialah yang benar. Lalu kuputuskan dialah yang menang. Oleh karena itu siapa yang kumenangkan perkaranya di atas hak seseorang muslim, sesungguhnya itu adalah sepotong api dari neraka. Bisa dibawanya atau ditinggalkannya. "
1695. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Hindun binti' Utbah, istri Abu Sufyan, pernah datang kepada Rasulullah saw., Lalu katanya:" Ya, Rasulullah! Sesungguhnya Abu Sufyan itu seorang pria yang bakhil. Dia tidak pernah memberi ku nafkah yang cukup bagi kebutuhanku dan kebutuhan anak-anakku, kecualibila kuambil hartanya tanpa setahunya. Berdosakah aku berbuat seperti itu? "Jawab Rasulullah saw.," Bisa kamu ambil sekadar perlu untuk mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu. "
1696. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai bagi mu tiga hal dan membenci tiga hal. Yang disukainya: (1) Hendaklah engkau sembah Dia dan jangan dipersekutukan dengan sesuatu apa pun; (2) Hendaklah kamu semua berpegang teguh dengan agama-Nya,dan (3) Hendaklah kamu jangan berpecah belah. Yang dibenci-Nya: (1) Banyak desas-desus; (2) Banyak bertanya; (3) Menyia-nyiakan harta (membelanjakan harta tidak sesuai dengan ketentuan agama, dan pemboros). "
1697. Dari Mugbirah bin Syu'bah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mengharamkan atasmu: (1) mendurhakai ibu; (2) mengubur anak perempuan hidup-hidup; (3) tidak suka memberi, tetapi suka meminta. Dan Allah membenci bagi mu tiga hal: (1) suka rumor; (2)banyak bertanya (pertanyaan-pertanyaan yang tidak berbobot bahkan bersifat mencemooh): (3) menyia-nyiakan harta (membelanjakannya tidak menurut kehendak syarak, dan pemboros). "
1698. Dari 'Amru bin' Ash ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang hakim memutuskan suatu hal dengan ijtihadnya, dan ijtihadnya itu ternyata benar, maka dia mendapat pahala ganda. Dan ketika ijtihadnya itu salah, maka dia mendapat pahala satu."
1699. Dari 'Abdurrahman bin Abu Bakrah ra, katanya: "Bapaku menulis surat kepada Ubaididah bin Abu Bakrah, seorang hakim di Sijistan, katanya:" Janganlah kamu memutuskan suatu perkara antara dua orang yang bersengketa ketika engkau sedang marah. Karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:"Janganlah
kamu menjatuhkan hukuman antara dua orang yang bersengketa ketika kamu sedang marah. "
1700. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda; "Siapa yang mengada-ada urusan agama kami yang kami tidak pernah mengadakannya, maka hal itu ditolak."
1701. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengamalkan suatu amal (ibadah) yang tidak pernah kami lakukan, maka amalnya itu ditolak."
1702. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Sukakah kamu kuberitahukan kepada mu saksi-saksi yang baik? Yaitu orang yang memberikan kesaksiannya sebelum diminta."
1703. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Pada suatu ketika, ada dua orang wanita sedang bermain-main bersama anak-anak mereka. Tiba-tiba datang seekor serigala, lalu diterkamnya anak salah seorang dari mereka, kemudian dibawanya lari. Si ibu yang punya anak itu mengatakan kepada temannya,"Anakmu ditangkapnya." Jawab temannya, "Bukan! Tapi anakmulah yang ditangkapnya."
Kemudian mereka pergi ke Dawud Dia memutuskan, anak (yang masih hidup) untuk wanita lebih tua. Kemudian keduanya pergi ke Sulaiman Lalu mereka menceritakan kepada beliau sengketa mereka berdua. Kata Nabi Sulaiman, "Bawa pisau kemari! Aku akan membelah dua anak ini, kemudianmembaginya untukmu berdua. "Jawab yang muda," Jangan! Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi Anda - Anak ini adalah anaknya (wanita yang tua). "Karena itu Nabi Sulaiman memutuskan, anak itu adalah anak wanita yang muda. 1704. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Seorang priamembeli sebidang tanah dari orang lain. Si pembeli mendapatkan sebuah tempayan berisi emas dalam tanah itu, lalu dikatakannya kepada si penjual, "Hai, Anu! Ambillah emasmu!" Jawab si penjual, "Aku telah menjual tanah itu kepada mu beserta segala isinya." Karena itu mereka pergi ke seorang hakimminta keadilan. Hakim bertanya, "Apakah Anda keduanya memiliki anak?" Jawab yang satu, "Ada, aku punya anak lelaki." Kata yang lain, "Ada, aku punya anak perempuan." Kata hakim, "kahwinkanlah kedua anak
kalian itu dan menghabiskan harta itu, untuk keperluanmu berdua dan sedekahkan sebagiannya. "
1705. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., Tentang penemuan barang tercecer. Maka bersabda beliau," Umumkan selama setahun. Kemudian tandai ikatan atau bungkusannya (karakteristiknya), sesudah itu dapat Anda pergunakan. Tetapi jika pemiliknya datangmeminta, berikanlah kepadanya. "Pria itu bertanya pula kepada beliau," Bagaimana kalau menemukan kambing hilang? "Jawab Nabi saw.," Ambil kambing itu untukmu atau untuk saudara mu (berikan kepada orang lain), atau untuk binatang buas (biarkan saja) . Tanyanya pula, "Bagaimana kalau menemukan unta hilang?"Rasulullah saw. marah mendengarnya, sehingga wajahnya menjadi merah. Kemudian beliau bersabda, "Apa pedulimu dengan unta itu? Bukankah dia punya sepatu, punya kantong air, biarkan saja unta itu sampai ditemukan oleh pemiliknya sendiri."
1706. Dari Suwaid bin Ghafalah ra, katanya: "Aku pernah pergi berperang bersama-sama dengan Zaid bin Shuhan dan Salman bin Rabi'ah. Di tengah jalan aku menemukan sebuah cambuk, lalu kuambil. Kata kedua kawanku," Jangan diambil! Biarkan saja! "Jawab ku," Tidak! Tapi aku akan mengumumkannya. Jikapemiliknya datang meminta akan kuberikan kepadanya. Jika tidak ada yang datang meminta, akan ku manfaatkan sendiri. "Aku tidak setuju dengan pendapat
kedua orang kawanku itu. Setelah kami kembali dari peperangan, ditakdirkan Allah bagi ku mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, lalu aku sampai ke Madinah. Di Madinah aku bertemu dengan Ubay bin Ka'ab. Kuceritakan padanya perihal aku menemukan cambuk itu serta bagaimana pendapat keduaorang kawanku. Jawab beliau, "Pada masa Rasulullah saw., Aku pernah pula menemukan pundi-pundi berisi seratus dinar emas. Pundi-pundi itu kubawa kepada Rasulullah saw. Sabda beliau," Umumkan selama setahun! "Lalu kuumumkan, tetapi tidak ada orang yang datang memintanya . Maka kubawa kembali pundi-pundiitu kepada Rasulullah saw. Sabda beliau, "Umumkan selama setahun!" Maka kuumumkan selama setahun, tetapi tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Kemudian kubawa pula kembali kepada Rasulullah saw., Maka bersabda beliau, "Umumkan selama setahun!" Lalu kuumumkan lagi, tapi tidak ada juga orang yangmemintanya. Maka bersabda beliau, "Catat jumlahnya, tandai bungkus dan ikatannya (karakteristiknya). Kalau pemiliknya datang meminta, berikan! Jika tidak ada yang datang meminta, dapat engkau pergunakan." Akhirnya emas itu ku pergunakan untuk kebutuhan ku.
1707. Dari 'Abdurrahman bin' Usman At Taimi ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang memungut barang-barang orang haji yang tercecer."
1708. Dari zaid bin Khalid Al Juhani ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang memungut barang hilang, maka dia itu bersalah selama dia tidak mengumumkannya."
1709. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu memeras susu ternak orang lain, kecuali dengan izin pemiliknya."
1710. Dari Ibnu Syuraih Al 'Adawi ra, katanya: "Kedua telinga ku mendengar dan kedua mata ku melihat ketika Rasulullah saw. Mengucapkan sabdanya," Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya, sisanya, "Para sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud dengansisanya, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Yaitu siang dan malamnya. Bertamu itu hanya tiga hari. Lebih dari itu adalah sedekah atas tamu itu. "Dan sabda beliau," Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata dengan perkataan yang baik-baik, atau diam! "
1711. Dari Abu Syuraih Al Khiza'iy ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bertetamu itu tiga hari; dan sisanya siang maupun malam. Tidak halal bagi seorang muslim menetap di rumah saudaranya, sehingga saudaranya itu berdosa karenanya. Tanya para sahabat," Bagaimana caranya dia berdosa? "Jawab beliau,"Orang itu menetap tinggal di rumah saudaranya, padahal saudaranya itu tidak punya apa-apa lagi yang akan disuguhkannya kepada tamunya."
1712. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya, "Kami pernah bertanya kepada Rasulullah saw." Ya, Rasulullah! Anda mengutus kami, lalu kami menumpang pada suatu kaum sebagai tamu, tetapi mereka tidak melayani kami sebagaimana layaknya. Bagaimana pendapat Anda? "Maka bersabda beliau kepada kami," Jika kamumenumpang pada suatu kaum, lalu mereka melayani kamu sebagaimana layaknya bagi seorang tamu, maka terimalah pelayanan mereka. Jika mereka tidak melayani kamu, bisa kamu ambil dari mereka hak tamu yang pantas mereka berikan. "
1713. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika kami sedang dalam perjalanan bersama-sama dengan Rasulullah saw., Tiba-tiba datang seorang pria mengendarai kendaraannya, sambil ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang memiliki kelebihan tempatdi kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak punya tempat. Dan siapa yang memiliki kelebihan perbekalan, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak punya perbekalan. "
1714. Dari Iyas bin Salamah ra, dari ayahnya, katanya: "Kami pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Dalam suatu peperangan. Dalam perjalanan kami ditimpa suatu kesulitan (yaitu kekurangan perbekalan), sehingga kami bermaksud akan menyembelih sebagian unta tunggangan kami. Nabi saw. memerintahkansehingga mengumpulkan seluruh sisa perbekalan kami. Lalu kami bentangkan di hadapan beliau sehelai tikar kulit, maka terkumpullah di atas tikar itu seluruh sisa perbekalan kami. "Kata Salamah," Aku berusaha menaksir jumlah anggota tim ketika itu, seperti halnya seorang penggembala menaksir jumlahkambingnya. Menurut taksiranku, semua anggota tim berjumlah sekitar 1.400 orang. Kami semuanya dapat makan (dari sisa perbekalan yang terkumpul itu) sampai kenyang, bahkan sesudah makan kami isi pula kantong-kantong perbekalan kami. Rasulullah saw. bertanya, "Masih adakah air untuk wudhu?" Makadatanglah seorang pria membawa kantong airnya, lalu dituangkan beliau ke dalam ember. Kemudian seluruh anggota tim yang berjumlah 1.400 orang itu dapat berwudhu dengan air itu. "1715. Dari Ibnu 'Aun ra, katanya:" Aku pernah menulis surat kepada Nafi', menanyakan perihal pernyataan perang sebelumperang itu dimulai. Dia membalas suratku itu, katanya: "Yang demikian itu terjadi pada awal Islam. Kemudian pernah terjadi, Rasulullah saw. Menyerang Bani Musthaliq secara mendadak di saat mereka sedang lengah, yaitu ketika mereka sedang memberi minum ternak mereka. Maka terjadilah perang,sehingga mereka banyak yang terbunuh dan tertawan. Dan pada bari itulah Juwairiyah binti Harits tertawan. Hadis ini disampaikan kepada ku oleh 'Abdullah bin Umar, di mana dia ikut berperang sebagai prajurit dalam pasukan Rasulullah saw. ketika itu. "
1716. Dari Sulaiman bin Buraidah ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mengangkat seorang panglima atau komandan pasukan perang, beliau selalu memberikan amanat kepadanya dan kepada seluruh anggota timnya. Pertama-tama, terutama ia wasiatkan supaya mereka semua taqwa kepadaAllah. Kemudian beliau perintahkan. "Berperanglah kalian dengan nama Allah dan Fi Sabilillah (di jalan Allah untuk menegakkan agama Allah). Perangilah orang-orang yang kafir terhadap Allah. Berperanglah kalian, jangan menipu dan jangan berkhianat, jangan kejam dan jangan membunuh anak-anak. Apabilakamu bertemu dengan orang-orang musyrik yang menjadi musuhmu, tawarkanlah kepada mereka tiga macam hal. Mana saja di antara ketiganya yang disetujui mereka, terimalah persetujuan mereka dan jangan mereka diserang lagi. Ajaklah mereka masuk Islam. Jika ajakanmu itu mereka terima dengan baik, terimalahkesiapan mereka itu dan jangan mereka diserang lagi. Kemudian, ajaklah mereka pindah dari rumah mereka ke rumah-rumah orang muhajirin. Dan beritahu mereka, jika mereka ingin pindah, mereka akan diperlakukan sama seperti orang-orang muhajirin dalam hak dan kewajiban mereka. Tetapi jika mereka engganpindah, beritahukan kepada mereka bahwa status mereka sama dengan kaum muslimin di desa-desa, di mana diperlakukan kepada mereka hukum Allah seperti yang dilakukan kepada orang-orang mukmin. Mereka tidak mendapat pembagian harta rampasan baik yang diperoleh dengan perang atau bukan (fay-i), kecualijika mereka turut berperang bersama-sama dengan kaum muslimin. Jika mereka menolak masuk Islam, kenakan pajak ke mereka, dan jika mereka bersedia membayar pajak, terimalah pajak mereka dan jangan diserang lagi mereka. Jika mereka menolak pula membayar pajak, maka mohonlah pertolongan kepada Allahdan perangilah mereka. Ketika kamu kepung penghuni sebuah benteng, lalu mereka ingin memperoleh perlindungan serta jaminan Allah dan Rasul-Nya, jangan engkau terima permintaannya itu, tetapi berikanlah jaminanmu (pribadi) beserta sahabat-sahabatmu, karena jaminan kamu dan para sahabatmu lebih ringanrisikonya dari jaminan Allah dan Rasul-Nya. Dan apabila engkau kepung penghuni suatu benteng, lalu mereka ingin supaya mereka diperlakukan hukum Allah, jangan engkau terima permintaannya itu, tetapi lakukan hukummu (pribadi) dan sahabat-sahabatmu, karena kamu belum mengerti apakah sudahtepat hukum Allah yang engkau jatuhkan kepada mereka atau belum. "
1717. Dari Abu Musa ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mengangkat salah seorang sahabatnya memegang suatu jabatan, beliau bersabda," Berilah mereka kabar gembira agar mereka tidak menjauhkan diri, mudahkanlah segala urusan mereka dan jangan dipersulit. "1718. Dari Sa ' id bin Abu Burdah ra, dariayahnya, dari kakaknya, katanya; "Bahwasanya Rasulullah saw. Pernah mengutus kakaknya bersama Mu'adz ke negeri Yaman, maka bersabda beliau: Mudahkanlah kamu berdua, jangan mempersulit; dan gembirakanlah, dan jangan menjauhi; saling patuhlah kamu berdua, dan jangan jangan saling sengketa!"
1719. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila Allah Ta'ala telah mengumpulkan orang-orang dahulu dan orang-orang yang terakhir kelak di hari kiamat, maka dikibarkan bendera bagi setiap pengkhianat serta diteriakkan," Inilah bendera si Fulan bin Fulan. "
1720. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat, setiap pengkhianat membawa benderanya masing-masing."
1721. Dari Abu Sa'id ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat, setiap pengkhianat membawa sebuah bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar dari pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya."
1722. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perang itu adalah tipu muslihat."
1723. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Janganlah kamu minta-minta bertemu dengan musuh. Tapi bila kamu bertemu dengan mereka, maka teguhkanlah hatimu!"
1724. Dari 'Abdullah bin Abi Aufa ra, dia menulis surat kepada' Umar bin 'Ubaidillah, ketika dia sedang melakukan perjalanan ke Haruriyah, mengabarkan bahwa Rasulullah saw. pada suatu hari akan bertemu dengan musuh, maka ia menunggu sampai matahari tergelincir. Dia berpidato di hadapan tentaranya,sabdanya: "Hai, manusia janganlah kamu meminta-minta supaya bertemu dengan musuh. Tapi mintalah kepada Allah keamanan, dan apabila kamu bertemu dengan musuh, teguhkanlah hatimu. Ketahuilah sesungguhnya surga itu di bawah kilatan pedang. Kemudian beliau mendoa:" Allahumma munzilal kitab, wa mujiryas,sahab, wa hazimal ahzab, ahzimhum wan shurna 'alaihim. "1725. Dari' Abdullah bin Abi Aula ra, katanya:" Rasulullah saw. mendoakan kehancuran bagi tim gabungan musuh, "Allahumma munzilal kitab, sari'al hisab, ahzimil ahzab. Allahumma ahzimhum wa zalzilhum." 1726. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya: "Seorangwanita kedapatan mati terbunuh dalam suatu peperangan. Lalu Rasulullah saw. melarang membunuh wanita dan anak-anak. "1727. Dari Ash Sha'bi bin Jatsuiamah ra, katanya:" Nabi saw. ditanya orang tentang anak-anak orang musyrikin yang terbunuh ketika terjadi serangan malam. Maka terbunuh di antaranyawanita-wanita dan anak-anak mereka. Jawab beliau, "Mereka itu termasuk musuh."
1728. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Membakar dan menebang pohon kurma Bani Nadhir di Buwairah. Lalu Allah menurunkan ayat:" Setiap pohon kurma yang kamu tebang, atau kamu biarkan tegak di atas pokoknya, semuanya itu adalah dengan izin Allah , karena Allah akan memberikan pembalasankepada orang-orang yang jahat. "(Al Hasyr, 59: 5).
1729. Dari Mush'ab ibnu Sa'ad ra, dari ayahnya, katanya: "Bapaku, Sa'ad, mengambil sebuah pedang dari seperlima bagian harta rampasan perang (yang telah dikhususkan untuk Nabi saw. Lalu pedang itu dibawanya ke hadapan Nabi saw. ), seraya berkata, "Berilah aku pedang ini, ya Rasulullah!" Tapi Nabisaw. menolak akan memberikannya kepada Sa'ad. Maka diturunkan Allah ayat: "Mereka meminta kepada mu, hai Muhammad, harta rampasan perang. Katakanlah kepada mereka, rampasan perang itu untuk Allah dan Rasul-Nya." (Al Anfal, 8: 1).
1730. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Nabi saw. Mengirim satu tim ke Nejed, di mana aku sendiri termasuk di dalamnya. Mereka mendapat jarahan berupa unta banyak sekali, sehingga masing-masing mereka mendapat pembagian dua belas atau sebelas ekor unta . Kemudian Rasulullah saw. menambahkan pulauntuk mereka masing-masing satu ekor unta (yaitu dari pembagian beliau sendiri). "
1731. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memberikan tambahan pembagian harta rampasan kepada para anggota tim yang dikirimnya berperang selain pembagian umum, yang diambilkan beliau dari bagian khusus untuk beliau, yaitu seperlima bagian dari seluruh harta rampasan wajib dibagikanuntuk dia. "
1732. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Ketika perang Hunain, kami pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Tatkala kami telah berhadapan dengan musuh, maka sebagian kaum muslimin mundur. Aku melihat seorang pria musyrik sedang menguasai seorang muslim. Lalu aku berbalik sehingga aku dapatmendatangi dari belakangnya, maka ku pukul batang lehernya. Tapi si musyrik itu berbalik kepada ku dan merangkul ku dengan kuat. Aku tahu dia hampir mati. Setelah dia tewas, barulah aku dilepaskannya. Kemudian aku bertemu dengan 'Umar bin Khaththab. Dia mengajukan kepada ku, "Bagaimana keadaan tim?"Jawab ku, "Urusan Allah." Kemudian tim pulang kembali semuanya. Rasulullah saw. duduk seraya bersabda, "Siapa yang membunuh tewas seorang musuh, dan dia punya saksi, maka segenap perlengkapan si terbunuh dapat dimilikinya." Aku berdiri seraya berkata, "Siapa yang ingin menjadi saksi bagiku?" Berikutnyaaku duduk kembali dan Rasulullah berkata seperti tadi. Aku berdiri pula kembali sambil berkata, "Siapa yang ingin menjadi saksi bagi ku?" Kemudian aku duduk pula kembali dan Nabi saw. bersabda pula untuk ketiga kalinya. Aku berdiri pula. Maka bertanya Rasulullah saw. kepada ku, "Ada apa dengan engkau,hai Abu Qatadah? "Lalu ku ceritakan kepada beliau kisah bagaimana aku telah mengalahkan seorang musuh. Berkata seorang anggota tim," Abu Qatadah benar, ya Rasulullah. Sedangkan perlengkapan orang yang dibunuhnya itu ada di tangan ku. Karena itu suruhlah dia merelakan haknya untukku. "Kata Abu Bakar,"Jangan! Demi Allah, Nabi saw. Tidak berarti terhadap seorang pahlawan di antara pahlawan-pahlawan Allah yang berperang untuk Allah dan Rasul-Nya, akan memberikan kepada mu harta rampasannya. Maka bersabda Rasulullah saw.," Itu memang benar. Karena itu berikanlah kepada Abu Qatadah apa yang menjadihaknya. "Kemudian baju besinya kujual, lalu ku belikan sebidang kebun di perkebunan Bani Salamah. Itulah harta yang pertama ku jadikan modal dalam Islam."
1733. Dari 'Abdurrahman Ibnu' Auf ra, katanya: "Ketika aku berada dalam barisan perang Badar, aku menengok ke kanan dan ke kiriku, kiranya aku berdiri di antara dua pemuda Anshar yang keduanya masih berusia muda. Rasa hatiku, inginlah aku supaya tetap berada di antara keduanya. Seorang di antaranyamengedipkan mata kepada ku seraya bertanya, "Paman! Kenalkah Paman dengan Abu Jahil?" Jawab ku, "Kenal, apa kebutuhan mu kepadanya kemenakan?" Jawab anak muda, "Aku mendengar kabar, dia tukang maki Rasulullah saw. Seandainya aku melihatnya, maka aku tak akan berpisah dengannya sebelum salah satu diantara kami mati lebih dahulu. "Kata Ibnu 'Auf," Aku takjub mendengar ucapan pemuda itu. Lalu mengedip pula yang seorang lagi kepada ku, seraya berkata seperti ucapan temannya. Tidak lama antaranya, aku melihat Abu Jahil bergerak dengan tangkasnya di tengah-tengah orang banyak. Aku berkata kepada keduapemuda itu, "Tidakkah kalian lihat dia? Teman kalian yang kalian tanyakan itu?" Keduanya segera mengejar Abu Jahil, lalu mereka penggal dengan pedang mereka sehingga
Abu Jahil tewas oleh keduanya. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah saw., Lalu mereka ceritakan kepada beliau bahwa mereka berdua telah menewaskan Abu Jahil. Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian berdua yang membunuhnya?" Masing-masing menjawab, "Aku membunuhnya." Tanya beliau, "Apakah pedangkalian sudah dibersihkan? "Jawab mereka," Belum! "Rasulullah melihat pedang keduanya, lalu beliau bersabda," Ya, benar! Kalian berdua telah menewaskannya. Dia memutuskan, supaya perlengkapan Abu Jahil diberikan kepada mereka berdua sebagai rampasan perang bagi mereka, kerna menewaskan pemiliknya. "(Kedua pemuda itu
adalah: Mu'adz bin 'Amr bin Jamuh, dan Mu'adz bin Afra').
1734. Dari 'Auf bin Malik ra, katanya dia mengalahkan seorang pria pihak musuh dari suku Himyar, dan' Auf ingin memperoleh perlengkapan lawannya itu, tetapi dicegah oleh Khalid bin Walid yang menjadi komandan mereka ketika itu, 'Auf datang kepada Nabi saw., mengabarkan kepada beliau kasusnya tersebut.Kata Nabi saw. kepada Khalid, "Apa alasanmu untuk tidak memberikan rampasannya?" Jawab Khalid, "Dia telah banyak kuberi, ya Rasulullah." Khalid bertemu dengan 'Auf, lalu' Auf menarik seprai Khalid dengan kasar seraya berkata, "Bukankah telah ku sampaikan kepada mu putusan dari Rasulullah saw.?" Rasulullahsaw. mendengar ucapan 'Auf tersebut. Dia marah kepadanya, lalu beliau bersabda, "Jangan diberikan kepadanya, hai Khalid! Jangan diberikan!" Kemudian beliau bersabda pula kepada 'Auf, "Mengapa tidak engaku serahkan saja kepada ku urusan dengan panglima-panglima yang kuangkat? Perumpamaan kamu denganmereka adalah seperti penggembala unta atau kambing dengan hewan-hewan gembalaannya. Hewan-hewan itu digembalakannya, bila waktu minum telah tiba, hewan-hewan itu dibawanya ke permeabel. Maka hewan-hewan itu masuk ke dalam permeabel meminum air yang bersih, dan tinggallah air yang kotor. Air bersih untukkalian, sedangkan yang kotor untuk mereka. "
1735. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Setiap negara yang engkau taklukkan tanpa pertempuran, maka engkau mendapat bagian atas harta rampasannya, dan setiap negara yang engkau taklukkan dengan pertempuran, maka seperlima harta rampasannya untuk Allah dan Rasul-Nya , kemudian sisanyauntuk kamu selain. "
1736. Dari 'Umar ra, katanya: "Harta rampasan dari Bani Nadhir termasuk harta yang ditemukan tanpa pertempuran. Maka karena itu harta tersebut khusus untuk Nabi saw., Untuk nafkah keluarganya setahun, sedang sisanya dimanfaatkan untuk perlengkapan perang dan alat senjata persiapan perang fi sabilillah. "
1737. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Kami (para Nabi) tidak diwarisi; harta yang kami tinggalkan adalah sedekah."
1738. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Membagi harta rampasan perang untuk tentara berkuda dua bagian, sedang untuk tentara berjalan kaki satu bagian."
1739. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Pada hari terjadinya perang Badar, Rasulullah saw. Melihat kaum musyrikin, semuanya berjumlah seribu orang, sedangkan para sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus sembilan belas orang. Nabi saw. Menghadap ke kiblat, kemudian ia tadahkan kedua tangannyake langit lalu beliau mendo'a kepada Tuhannya, "Allahumma anjiz li ma wa'adtani; Allahumma aati ma wa'adtani; Allahumma ir tuhlika hadzihil 'ishabata min ahlil Islam, la tu'bad fil ardhi." Demikianlah, beliau selalu mendoa kepada Tuhannya, mengangkat kedua tangannya sambil menghadap ke kiblat, sehinggaselendang beliau terlepas dari bahunya. Abu Bakar mendatangi Nabi saw., Lalu diambilnya selendang beliau dan diletakkannya kembali ke bahu beliau, kemudian dia selalu berada di belakang beliau. Kata Abu Bakar, "Ya, Nabiyallah! Cukuplah kiranya Anda munajat dengan Allah, karena Dia pasti akan menepatijanjiNya kepada Anda. Lalu Allah menurunkan ayat: "Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada mu, seribu
malaikat yang datang beriring-iring. "(Al Anfal, 8: 9). Jadi Allah membantu Nabi saw. dengan seribu orang pasukan malaikat. Kata Abu Zumail, Ibnu Aboas mengabarkan kepadanya bahwa pada hari itu, ketika seorang tentara Islam mengejar tentara musyrikin yang berada di hadapannya, tiba-tiba terdengar olehnyabunyi suara cambuk di atas (kepala si musyrik) dan suara seorang penunggang kuda berkata, "Ayo, maju Haizum!" Tiba-tiba dilihatnya musyrik yang berada di hadapannya telah jatuh, tewas tertelentang dengan hidungnya bengkak, mukanya terbelah seperti bekas pukulan cambuk, dan seluruh tubuhnya menghijau.Tentara muslim Anshar itu datang melaporkan peristiwa itu kepada Nabi saw. Kata beliau, "Ceritamu itu benar belaka. Itu adalah pertolongan Allah dari langit ketiga." Pada hari itu tentara muslim dapat menewaskan tujuh puluh orng tentara musyrikin, dan menawan mereka tujuh puluh orang. Kata Abu Zumailselanjutnya, Ibnu 'Abbas mengatakan, bahwa tatkala tawanan telah mereka tahan, Rasulullah saw. bertanya kepada Abu Bakar dan 'Umar, "Bagaimana pendapat kalian tentang para tawanan ini?" Jawab Abu Bakar, "Ya, Nabiyallah! Mereka itu adalah anak-anak paman dan famlli kita. Aku berpendapat sebaiknya kitapungut tebusan dari mereka. Dengan begitu kita akan bertambah kuat atas orang-orang kafir, semoga Allah menunjuki mereka untuk masuk Islam. "Kemudian Rasulullah bertanya pula kepada 'Umar," Bagaimana pendapatmu, hari Ibnu Khaththab? "Jawab ku," Tidak! Demi Allah, ya Rasulullah, aku tidak setuju denganpendapat Abu Bakar. Aku berpendapat, sehingga Anda memberi kesempatan kepada kami untuk memenggal leher mereka. Berilah
kesempatan kepada 'Ali untuk memenggal leher si' Uqail, berilah kesempatan kepada ku untuk memenggal leher sifulan (maksudnya keluarga 'Umar sendiri). Karena mereka ini adalah para pemimpin kaum kafir dan pembesar-pembesar mereka. Rasulullah menyetujui pendapat Abu Bakar, tidak menyetujui pendapatku.Esok aku datang menemui Rasulullah saw. Aku temukan beliau sedang duduk menangis berdua dengan Abu Bakar. Lalu kataku, "Ceritakanlah kepada ku, apa sebabnya Anda berdua menangis. Jika aku merasa terharu aku akan turut menangis. Jika aku tidak terharu, aku akan menangis juga karena tangis Anda berdua:"jawab Rasulullah saw., "Aku menangis, karena tebusan yang dipungut sahabatmu terhadap para tawanan itu, terasa bagi ku lebih murah dari harga kayu ini (sambil dia menunjukkan sebuah kayu di dekat beliau). Lalu Allah menurunkan ayat:" Tidak pantas bagi seorang Nabi memiliki tawanan sebelum diamelumpuhkan musuhnya di muka bumi sampai firman-Nya maka makanlah olehmu sebagian jarahan "(Al Anfal, 8: 67-69). Karena itu Allah Ta'ala menghalalkan jarahan bagi mereka."
1740. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Mengirim pasukan berkuda ke arah Nejed. Mereka dapat menawan dan membawa seorang pria dari Bani Hanifah, yaitu Tsumamah bin Utsal, pemimpin penduduk Yamamah. Tawanan itu mereka ikatkan di sebuah tiang di antara tiang-tiangmasjid.
Rasulullah saw. keluar mendapatkannya seraya berkata, "Apa kabarmu, hai Tsumamah?" Jawab Tsumamah, "Khabar ku baik-baik saja hai Muhammad. Jika engkau membunuh ku, berarti engkau menumpahkan darah; jika engkau membebaskan ku, engkau membebaskan seorang yang pandai bersyukur. Jika engkau menginginiharta, mintalah, akan ku berikan berapa engkau kehendaki. Kemudian dia ditinggal oleh Rasulullah saw. Esok ia bertanya pula kepadanya, "Apa kabarmu, hai Tsumamah?" Jawab Tsumamah, "Seperti telah ku katakan kepada mu, jika engkau membebaskan ku, maka engkau membebaskan orang yang tahu berterimakasih. Dan jika engkau membunuh ku, berarti engkau menumpahkan darah. Jika engkau ingin harta, mintalah berapa engkau kehendaki, akan ku berikan. Rasulullah saw. meninggalkannya pula sampai esok, kemudian ia bertanya pula, "Apa kabarmu, hai Tsumamah? Jawab Tsumamah," Khabar ku seperti yang telahku katakan kepada mu. Jika engkau bebaskan aku, engkau membebaskan orang yang tahu berterima kasih, jika engkau membunuh ku, berarti engkau menumpahkan darah. Jika engkau ingin harta, mintalah, akan ku beri berapa engkau inginkan. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Bebaskan Tsumamah! "Kemudian Tsumamahpergi ke sebatang pohon kurma dekat masjid, lalu dia mandi. Setelah itu dia masuk ke dalam masjid, dan mengucapkan dua kalimat syahadat: Asyhadu anlaa ilaaha illallah, asyhadu anna Muhammadan 'abduhu Rasuluh. (Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan aku mengaku bahwa Muhammad hamba Allah dan RasulNya).Ya, Muhammad! Demi Allah, tadinya tidak ada seraut wajah yang paling ku benci di muka bumi ini selain wajahmu. Tapi kini, wajahmulah yang paling ku cintai di antara seluruh wajah. Demi Allah, tadinya tidak ada agama yang paling ku benci selain agamamu. Tapi kini, agamamulah yang paling ku cintaidari sekalian agama. Tidak ada negara yang paling kubenci selain dari negerimu ini. Tapi kini, negara inilah yang paling ku cintai dari sekalian negeri. Ketika kavaleri mu menangkap ku, aku bermaksud hendak pergi 'umrah. Sekarang bagaimana pendapatmu? "Rasulullah menyampaikan beritasenang kepadanya, sesudah itu beliau menyuruhnya pergi 'umrah. Sesampainya di Makkah orang bertanya kepadanya, "Apakah engkau pindah agama?" Jawabnya, "Tidak! Tapi saya memeluk agama Islam bersama Rasulullah saw. Demi Allah! Janganlah kamu harap, sebiji gandum pun tidak akan datang kepada mudari Yamamah, sebelum mendapat izin dari Rasulullah saw. "
1741. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika kami berada dalam masjid, tiba-tiba Rasulullah saw. Keluar mendapatkan kami dan beliau bersabda," Mari kita pergi ke tempat orang-orang Yahudi! "Kami pergi bersama-sama dengan dia. Setelah kami sampai ke tempat mereka, Rasulullah saw. berdiri di depanmereka dan ia berseru kepada mereka, "Hai, kaum Yahudi! Islamlah kamu sekalian, niscaya kalian selamat!" Jawab mereka, "Hai, Abu Qasim! Engkau telah menyampaikan seruanmu kepada kami," Sabda Rasulullah saw., "Begini! Aku ingin kalian masuk Islam agar kalian selamat." Jawab mereka, "Engkau telahmenyampaikan seruanmu kepada kami, hai Abu Qasim. "Sabda Rasulullah saw.," Begitulah yang kuinginkan. "Beliau mengulang seruannya itu sampai tiga kali. Sesudah itu beliau bersabda," Ketahuilah! Sesungguhnya bumi ini milik Allah dan Rasul-Nya. Aku mengusir kalian dari negeri ini. Siapa yang memilikiharta di antara kamu sekalian, akan dijualnya. Jika tidak, maka ketahuilah, sesungguhnya bumi ini milik Allah dan Rasul-Nya. "
1742. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraizhah memerangi Rasulullah saw. Karena itu beliau mengusir Bani Nadhir tetapi membiarkan Bani Quraizhah menetap, serta memberikan kelapangan bagi mereka sampai mereka memerangi Rasulullah saw. Pula kembali. Sesudah itu, setiap priamereka dibunuh, sedangkan wanita-wanita, anak-anak, dan harta kekayaan mereka dibagi-bagikan kepada kaum muslimin, kecuali sebagian mereka yang menemui Rasulullah saw., lalu mereka beriman dan masuk Islam. Rasulullah saw. mengusir pula orang-orang Yahudi Madinah, semuanya terdiri dari Bani Qainuqa '(Yaitu sukunya 'Abdullah bin Salam), Bani Haritsah, dan setiap Yahudi yang ada di Madinah. "1743. Dari' Umar bin Khaththab ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Akan kuusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah ' Arab, sehingga tidak ada yang tertinggal selain orang-orang muslim. "
1744. Dari 'Aisyah r.a., katanya; "Ketika terjadi perang Khandaq,
Sa'ad kena dipanah oleh seorang pria Quraisy bernama Ibnu 'Ariqah. Dia kena panah pada urat nadi di lengannya. Karena itu Rasulullah saw. membuat sebuah tenda untuk Sa'ad di masjid, sehingga ia dekat menjenguknya. Tatkala Rasulullah saw. pulang dari perang Khandaq, dia letakkan senjata beliau,sesudah itu dia pergi mandi. Ketika ia sedang membersihkan kepalanya dari debu, tiba-tiba Jibril datang kepadanya seraya berkata, "Mengapa Anda sudah meletakkan senjata? Demi Allah, kita belum bisa meletakkannya. Keluarlah! Pergi perangi mereka!" Rasulullah saw. bertanya, "Ke mana?" Jibril menunjukmenuju perkampungan Bani Quraizhah. Maka Rasulullah saw. segera pergi memerangi mereka, sehingga mereka menyerah kepada putusan Rasulullah saw. Tapi dia menyerahkan urusannya kepada Sa'ad. Kata Sa'ad, "Aku memutuskan orang-orang yang ikut berperang dihukum mati, anak-anak dan perempuan ditawan,dan harta mereka dirampas lalu dibagi-bagikan kepada kaum muslimin. "
1745. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Abu Sufyan mengisahkan kepadanya dari mulut Abu Sufyan sendiri cerita berikut: "Pada saat berlangsungnya perjanjian damai antara aku dengan Rasulullah saw., Aku pergi berdagang ke Syam. Ketika aku sedang berada di sana, disampaikan orang sepucuk surat dari Rasulullahsaw. kepada Kaisar Heraclius, Penguasa Agung Rumawi. Yang membawa surat itu adalah Dihyah Al Kalbi kepada pembesar Bushra, kemudian pembesar Bushra ini menyampaikannya kepada Heraclius. Tanya Heraclius, "Apakah di sini, orang-orang dari ras pria yang mendakwakan dirinya menjadi Nabi itu?" Jawabmereka, "Ada!" Lalu aku dipanggil mereka menghadap Heraclius bersama beberapa orang Quraisy kawan-kawanku. Kami masuk dan duduk di hadapan beliau. Tanya Heraclius, "Siapakah di antara kalian yang dekat hubungan darahnya dengan orang yang mendakwakan dirinya menjadi Nabi itu?" Jawab ku, "Aku!" Merekamenyuruh ku duduk ke depan, sedang kawan-kawanku duduk di belakangku. Sesudah itu dipanggilnya penerjemah sambil berkata, "Katakan kepada mereka, bahwa aku menanyakan kepada mereka perihal pria yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi. Jika dia berdusta, katakan dia dusta." Kata Abu Sufyan, "Demi Allah!Kalaulah aku tidak takut akan dicap pendusta, sungguh telah ku dustai dia. "Kemudian Heraclius berkata kepada penerjemah," Tanyakan kepadanya, bagaimana kebangsaan orang itu di kalanganmu? "Jawab ku," Dia seorang bangsawan di kalangan kami. "Tanya," Apakah dia turunan raja? "Jawab ku:" Tidak! "Tanya,"Pernahkah kalian mengatakannya pembohong sebelum ia mengaku jadi Nabi?" Jawab ku, "Tidak!" Tanya, "Siapakah yang jadi pengikutnya, orang-orang besar atau rakyat kecil?" Jawab ku, "Hanya rakyat kecil." Tanya, "Apakah pengikutnya selalu bertambah atau berkurang?" Jawab, "Mereka selalu bertambah." Tanya,"Apakah di antara pengikutnya itu yang murtad karena benci kepada agama yang dikembangkannya itu?" Jawab, "Tidak!" Tanya, "Pernahkah kamu berperang dengannya?" Jawab, "Ya, pernah!" Tanya, "Bagaimana jalannya peperanganmu dengannya?" Jawab, "Peperangan kami berjalan silih berganti antara menang dan kalah.Kadang-kadang kami yang menang, dia kalah; kadang-kadang kami yang kalah, dia menang. "Tanya," Pernahkah dia mungkir janji? "Jawab," Tidak! Bahkan kami sedang dalam masa perjanjian damai, yaitu tidak akan serang menyerang dengannya. Aku tidak tahu apa yang akan dibuatnya terhadap perjanjian itu. "KataAbu Sufyan selanjutnya, "Demi Allah, tidak ada kalimat lain yang dapat kuucapkan selain dari itu." Tanya, "Apakah ada orang lain sebelum dia, yang mengaku menjadi Nabi seperti dia pula?" Jawab, "Tidak!" Kemudian dia berkata kepada penerjemahnya, "Katakan kepadanya, kutanyakan kepada mu tentangbangsanya (status sosialnya), maka engkau katakan dia bangsawan. Memang demikianlah halnya semua Rasul-rasul; mereka dibangkitkan dari kalangan bangsawan kaumnya. "Kutanyakan pula kepada mu," Apakah dia turunan raja? "Jawabmu," Tidak! "Kataku," Kalau ayah atau kakaknya yang menjadi raja, tentukarena dia ingin mengembalikan kekuasaan nenek moyangnya. "Kutanyakan pula tentang pengikutnya, apakah terdiri dari rakyat kecil atau dari orang-orang besar? Kamu jawab, hanya terdiri dari rakyat kecil. Memang merekalah pengikut para rasul. Kutanyakan pula, pernahkah kamu menuduhnya sebagai pembohongsebelumnya? "Jawabmu," Tidak! "Aku tahu, dia tidak akan pernah berdusta terhadap manusia, apalagi berdusta terhadap Allah. Saya tanyakan kepada mu," Apakah pengikutnya yang murtad, karena setelah dipeluknya agama baru itu lalu dia membenci agama itu. Jawabmu, "Tidak!" Memang begitulah halnya ketikaiman telah tertanam dalam hati seseorang. Kutanya pula, "Apakah pengikutnya berkurang?" Jawabmu, "Bahkan mereka selalu bertambah." Ya, seperti itulah iman sampai sempurna. Kutanya pula, "Pernahkah kamu memeranginya?" Jawabmu, "Memang, kamu memeranginya. Dan peperangan arah bergantian, kadang-kadangmenang, dan kadang kalah. "Memang demikianlah halnya, para Rasul itu selalu diuji. Namun demikian, kemenangan terakhir selalu berada di pihak mereka. Kutanyakan pula," Pernahkah dia mungkir janji? "Jawabmu," Tidak pernah! "Memang demikian, para Rasul tidak pernah mungkir janji. Kutanya pula engkau,"Apakah orang lain sebelum dia yang mengaku menjadi Nabi seperti dia?" Jawabmu, "Tidak!" Kataku, "Kalau ada orang lain sebelumnya yang mengaku jadi Nabi seperti dia, mungkin dia hanya ikut-ikutan dengan orang yang sebelumnya itu." Kemudian dia bertanya, "Apa saja yang diperintahkannya kepadamu?" Jawabku, "Dia menyuruh kami shalat, membayar zakat, menghubungkan silaturahim, dan hidup suci." Katanya, "Jika yang kamu katakan itu benar semuanya, maka tak salah lagi orang itu sesungguhnya Nabi. Aku telah tahu bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menduga bahwa dia akan muncul di antara kalian. Kalaulahaku yakin bahwa aku dapat bertemu dengannya, aku memang ingin benar bertemu dengannya. Dan kalau aku telah berada di dekatnya, akan kubasuh kedua telapak kakinya. Dan daerah kekuasaannya kelak, akan sampai ke daerah kekuasaanku ini. "Kata Abu Sufyan," Kemudian dimintanya surat Rasulullah saw. tersebut,lalu dibacanya. Di dalamnya tertulis: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad Rasulullah, kepada Heraclius, Pembesar Rumawi. Berbahagialah orang yang mengikuti petunjuk. Kemudian, aku mengajak Anda masuk Islam. Islamlah Anda, niscaya Anda aman. Islamlah Anda, niscayaAllah akan memberi Anda pahala berlipat ganda. Jika Anda menolak, maka Anda akan memikul dosa seluruh rakyat Anda. Hai, Ahli Kitab! Marilah kita bersatu dalam kalimat yang sama antara kita semua. Yaitu, bahwa kita tidak akan menyembah selain hanya kepada Allah semata-mata; tidak akan menyekutukan-Nyadengan sesuatu yang lain, dan tidak membuat sebagian kita menjadi Tuhan sebagian yang lain, kecuali hanya Allah semata-mata. Jika mereka menolak, maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim." Setelah Heraclius selesai membaca surat itu, terdengar suara heboh disekitarnya. Dia memerintahkan kami supaya keluar. Sampai di luar aku berkata kepada kawan-kawanku, "Sungguh luar biasa urusan Ibnu AbiKabsyah! Sehingga dia ditakuti oleh raja bangsa kulit kuning. Karena itu aku selalu yakin, bahwa agama Rasulullah saw. Ini pasti menang, sehingga akhirnya Allah memasukkanIslam ke dalam hati sanubari ku. "
1746. Dari Anas ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. Telah menulis surat ke Kisra (Raja Persia), kepada para Kaisar (Raja-raja Rumawi), Kepada Najasyi (Raja Ethiopia / Ethiopia) dan kepada sekalian penguasa, mengajak mereka supaya menyembah Allah Ta'ala. "
1747. Dari Ibnu 'Abbas bin' Abdul Muththalib ra, katanya 'Abbas bercerita: "Aku ikut berperang bersama Rasulullah saw. Dalam perang Hunain, maka aku dan Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muththalib, selalu mendampingi Rasulullah saw., Tidak pernah berpisah dengan beliau. Ketika itu Rasulullah saw.mengendarai bagal putih milik beliau, hadiah dari Farwah bin Nufatsah Al Judzamiy. Tatkala pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum kuffar telah berhadap-hadapan, pasukan kaum muslimin mundur ke belakang. Karena itu Rasulullah saw. mulai bertindak; ia memacu baghalnya ke arah kaum kuffar. Kata'Abbas, "Tapi kupegang kekang baghal beliau, menahannya supaya jangan berlari kencang, dan Abu Sufyan memegangi pula pelananya. Maka bersabda beliau," Hai, Abbas! Panggil regu Samurah! "Kata 'Abbas (dia seorang yang memiliki suara keras)," Lalu kupanggil mereka dengan sekeras-keras suaraku. Manaregu Samurah. "Maka demi Allah, alangkah cepatnya mereka datang setelah mendengar panggilanku, bagaikan lari sapi mendengar suara anaknya." Kata mereka, "Ya, kami datang! Kami datang !." Lalu mereka berperang melawan kaum kafir. Kemudian panggilan terhadap kaum Anshar, "Hai, kaum Anshar! Hai, kaum Ansharl"Kata 'Abbas, "Kemudian panggilan di
tujukan kepada Bani Harits bin Khazraj. Rasulullah memperhatikan jalannya pertempuran dari alas baghal beliau seperti menggelorakan semangat timnya yang sedang bertempur. Kata beliau. "Beginilah kalau pertempuran sudah berkecamuk. Lalu beliau ambit beberapa buah kerikil, kemudian dilemparkannyaterhadap orang kafir sambil berkata. "Kamu kalah!" Kata 'Abbas. "Demi Allah! Aku menyaksikan jalannya pertempuran. Mereka hanya dilempar oleh Rasulullah dengan beberapa kerikil saja. Tapi bertahap mereka jadi lemah sehingga akhirnya mereka lari kocar-kacir." 1748. Dari Abu Ishaq r.a., katanyaseorang pria bertanya kepada Al Bara ', tanyanya: "Hai, Abu' Umarah! Apakah kamu pernah lari dalam peperangan Hunain?" Jawab Abu 'Umarah, "Tidak! Demi Allah! Tim Rasulullah saw. Tidak pernah lari. Tapi ketika itu, ada beberapa orang pemuda sahabat Rasulullah saw. Dan orang-orang yang pergi berperangdengan tergesa-gesa, tanpa persenjataan dan perlengkapan yang sempurna. Kebetulan mereka bertemu dengan pasukan pemanah pihak musuh, yang kalau mereka memanah hampir tidak meleset sedikit jua pun dari sasaran. Yaitu tim gabungan Bani Hawazin dengan Bani Nashar. Pasukan pemanah itu segera menggasakpemuda-pemuda ini dengan panah mereka, sehingga pemuda-pemuda itu terpaksa berbalik kepada Rasulullah saw., yang ketika itu ia sedang berada di atas bagal putihnya, dikendalikan oleh Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muththalib. Dia turun dari baghal, lalu mohon pertolongan kepada Allah, katanya:"Aku Nabi, bukan dusta, Aku anak 'Abdul Muththalib. Wahai Allah, turunkanlah bala bantuan-Mu!" Kemudian beliau letak barisan mereka. "1749. Dari Iyas bin Salamah ra, katanya ayahnya bercerita:" Kami berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. di Hunain. Ketika berhadapan dengan musuh, aku maju lebihdahulu menaiki bukit. Aku bertemu dengan seorang musuh, lalu kupanah dia dengan panahku, tapi dia hilang seketika sehingga aku tidak tahu apa yang sedang dibuatnya. Aku melihat musuh, kiranya mereka telah sampai ke bukit yang lain. Mereka bertemu dengan Nabi saw. dan para sahabat. Parasahabat mundurdan aku pun mundur pula kalau balau. Aku memakai dua burdah, yang satu kusarungkan dan yang satu lagi kuselempangkan. Sarungku lepas, lalu kuikatkan menjadi satu. Aku lewat di depan Rasulullah saw. sambil lari, dan ia sedang berada di atas bagal putihnya. Sabda Rasulullah saw., "Rupanya IbnuAkwa 'melihat sesuatu yang menakutkan. "Tatkala Rasulullah saw. Terkepung, ia turun dari baghal, kemudian diambilnya segenggam tanah, lalu dilemparkannya ke muka mereka sambil berkata," Muka-muka buruk! "Dengan begitu, maka setiap orang yang menyerang ketika itu, matanya penuh dengan tanah. Lalumereka lari kocar-kacir. Allah 'Azza wa Jalla telah mengalahkan mereka. Kemudian Rasulullah saw. membagi-bagikan rampasan perang kepada kaum muslimin. "
1750. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengadakan musyawarah dengan para sahabat, ketika sampai kepada beliau kabar tentang kedatangan tentara Abu Sufyan akan menyerang ke Madinah. Pertama Abu Bakar yang berbicara, tetapi Nabi saw. Tidak mempedulikannya. Kemudian berbicara pula 'Umar,Nabi saw. melengah pula darinya. Kemudian berdiri Sa'ad bin Ubadah (orang Anshar). Katanya. "Kamikah yang Anda kehendaki, ya Rasulullah? Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Anda memerintahkan kami mengarungi lautan, pasti kami harungi; dan seandainya Anda memerintahkan kamipergi ke ujung bumi, pasti kami pergi. "Rasulullah mengajak masyarakat untuk berkumpul, kemudian mereka berangkat hingga sampai ke Badal. Di sana mereka bertemu dengan para pencari air untuk orang-orang Quraisy. Di antara mereka ada seorang budak hitam milik Bani Hajjaj, lalu mereka tangkapdia. Para sahabat Rasulullah saw. menanyakan kepada anak itu tentang Abu Sufyan dan pasukannya. Jawab si Budak, "Aku tidak tahu tentang Abu Sufyan; tetapi yang aku tahu adalah Abu Jahil, 'Utbah, Syaibah, dan Umayyah bin Khalaf." Lalu mereka Pukuli budak itu. Kemudian kata si Budak, "Ya, baiklah! Kuberitahutentang Abu Sufyan. Dia juga
ada! "Lalu mereka biarkan budak itu. Kemudian mereka tanya pula kembali," Di mana Abu Sufyan? "Jawab budak itu," Aku tidak tahu tentang Abu Sufyan! Yang ada ialah Abu Jahil, 'Utbah, Syaibah dan Umayyah bin Khalaf, mereka ada bersama rombongan tentara. "Karena itu mereka Pukuli pula si budak itu. Ketikaitu Rasulullah saw. sedang shalat. Maka setelah ia selesai shalat dan melihat budak
itu mereka Pukuli, beliau bersabda, "Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, mengapa kalian pukul dia ketika dia berkata benar, dan kalian biarkan dia ketika berdusta?" Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, "Di situlah tempat terbunuhnya di Anu, sambil
ia menunjuk ke tanah, di sana, di sana! "Kata Anas," Tidak satu pun tempat-tempat yang ditunjukkan beliau itu, yang berjauhan dengan tempat tewasnya orang-orang yang disebutkan beliau. "
1751. Dari 'Abdullah bin Rabah, dari Abu Hurairah ra, katanya: "Suatu perutusan (delegasi) datang kepada Mu'awiyah di bulan Ramadhan. Maka karena itu sebagian kami sibuk membuat makanan untuk yang lain-lain. Di antaranya ada Abu Hurairah yang sering mengajak kami ke tempatnya. Aku berkata kepadanya,"Tidak seyogyanyakah ku buat makanan, lalu ku undang mereka makan ke rumah ku? Lalu ku suruh buatkan makanan, kemudian ku temui Abu Hurairah untuk mengundangnya makan malam. Kata ku," Sekarang makan malam di rumahku. "Jawab Abu Hurairah," Engkau mendahului ku? "Jawab ku," Ya, aku mengundang mereka juga. "Kata Abu Hurairah, "Sukakah kalian ku ceritakan kepada kalian suatu peristiwa tentang diri kalian sendiri, hai kaum Anshar?" Lalu diceritakannya peristiwa sekitar penaklukan Makkah. Katanya, "Rasulullah saw. Berangkat hingga sampai di Makkah. Dia mengangkat Zubair mengepalai satu di antara dua sayap,dan mengangkat Khalid mengepalai sayap yang lain, dan mengangkat Abu 'Ubaidah mengepalai tim tanpa baju besi. Mereka masuk ke dalam lembah, sedangkan Rasulullah saw. dalam suatu regu. Kata Abu Hurairah, "Dia langsung memperhatikan situasi medan, lalu beliau terlihat kepada ku. Kata beliau," Kamu,hai Abu Hurairah! "Jawab ku," Ya, hamba, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Jangan dibolehkan mendekat kepada ku selain orang-orang Anshar, kecuali Syaiban. Suruh orang-orang Anshar berkumpul ke dekat ku! "Mereka segera berkumpul sekeliling beliau. Sedangkan orang-orang Quraisy telah menyusun barisan merekapula dalam beberapa tim. Kata orang-orang Quraisy, "Biarkan mereka mendahului kita; jika mereka beruntung, kita sama-sama dengan mereka, dan jika mereka dapat bahaya, kita berikan kepada mereka apa yang dimintanya." Sabda Rasulullah saw., "Kalian lihatkah pasukan Quraisy dan pengikut-pengikut mereka?Kemudian beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya, yang satu di atas yang lain, (maksudnya supaya waspada dan saling melindungi). Kemudian ia berkata pula, "Sampai berjumpa di Shafa." Kata Abu Hurairah, "Kami terus berjalan. Tidak seorang pun di antara kami yang membunuh kecuali jika orangQuraisy itu membunuh. Ternyata tidak ada satu pun pertandingan ditujukan kepada kami. Kemudian Abu Sufyan datang menghadap Rasulullah saw. Dia mengatakan, "Ya, Rasulullah! Jikalau orang-orang Quraisy dibunuhi, maka tidak akan ada lagi orang-orang Quraisy sesudah ini. (Artinya orang-orang Quraisy menyerahkalah tanpa pertumpahan darah). Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman." Mendengar sabda Rasulullah seperti itu, maka orang-orang Anshar berkata sesama mereka, "Agaknya Rasulullah saw. Telah rindu ke kampung halamannya, sehingga timbul rasa kasih sayangnyaberfamili. "Kata Abu Hamid," Ketika itu wahyu turun. Kami tahu kalau wahyu sedang turun. Kalau wahyu sedang turun, tidak seorang pun yang berani memandang Rasulullah saw. sampai wahyu selesai download. Setelah selesai, Rasulullah saw. bersabda, "Hai, kaum Anshar!" Jawab mereka, "Kami, ya Rasulullah!"Tanya dia, "Kaliankah yang mengatakan bahwa aku telah rindu kampung halaman?" Jawab mereka, "Betul, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Tidak! Sekali-kali tidak! Aku adalah hamba Allah dan RasulNya. Aku telah hijrah kepada Allah dan kepada kalian semua. Hidup dan mati ku bersama-sama dengan kalian." Mendengarucapan beliau seperti itu, mereka datang menghampiri sambil menangis dan berkata, "Ya, Rasulullah! Kami mengatakan demikian itu sesungguhnya, karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya." Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya membenarkan pengakuan kalian dan memaafkannya." Kata Abu Hurairah,"Maka berdatanganlah orang (penduduk Makkah) ke rumah Abu Sufyan. Dan meteka tutup pintu rumah mereka. Sedang Rasulullah saw. Terus menuju Hajarul Aswad, lalu ia cium batu, kemudian beliau thawaf mengelilingi Ka'bah. Kemudian ia datangi berhala-berhala sembahan orang-orang Quraisy yangterletak di sekitar Ka'bah, lalu beliau tusuk matanya dengan busur panah yang ada di tangan beliau, sambil berkata, "Telah datang kebenaran, maka lenyaplah kebathilan." Setelah selesai thawaf, beliau dadatang ke bukit Shafa lalu naik ke puncaknya. Sampai di atas beliau memandang ke Ka'bah, kemudianbeliau mengangkat kedua tangannya, lalu dia memuji Allah dan mendo'a apa yang akan didoakannya. "
1751. Dari 'Abdullah bin Rabah ra, katanya: "Kami datang sebagai utusan kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Di antara kami ada Abu Hurairah ra Kami bergilir memasak masakan, masing-masing satu hari. Ketika giliranku memasak, aku berkata kepada Abu Hurairah. "Hari ini adalah giliranku yang memasak.Mereka telah datang ke tempatku, tapi makanan belum tersedia. Maka alangkah baiknya kalau Anda bercerita kepada kami tentang Rasulullah saw., Sampai makanan kita terhidang? "Abu Hurairah bercerita," Kami pergi bersama Rasulullah saw. pada hari penaklukan Makkah. Dia mengangkat Khalid bin Walidselaku komandan pasukan sayap kanan, dan mengangkat Zubair menjadi komandan sayap kiri, serta mengangkat Abu 'Ubaidah mengepalai tim berjalan kaki yang ditempatkan di lembah. Rasulullah saw. bersabda, "Hai Abu Hurairah! Panggil ke dekatku orang-orang Anshar!" Lalu kupanggil mereka dan mereka segeradatang ke dekat beliau. Rasulullah saw. bersabda, "Hai, kaum Anshar! Apakah kalian lihat pasukan Quraisy?" Jawab mereka, "Ada,
ya Rasulullah! "Sabda beliau," Perhatikan baik-baik! Apabila kamu bertemu dengan mereka besok, harus mereka kalian habiskan, sambil beliau memberi isyarat dengan tangannya, menempatkan yang kanan atas yang kiri. Kemudian beliau mengatakan, sampai bertemu di Shafa. Maka siapa saja yang mendekati merekapada hari itu mereka bunuh semua. Kata Abu Hurairah, "Rasulullah saw. Naik ke bukit Shafa, dan orang-orang Anshar datang pula mengelilingi beliau. Kemudian datang Abu Sufyan, katanya," Ya Rasulullah! Kalau orang Quraisy dibunuh habis, tidak ada lagi Quraisy sesudah hari ini. "Kemudian, Abu Sufyan menceritakanbahwa Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman. Siapa yang meletakkan senjata, dia aman. Siapa yang mengunci pintu rumahnya, dia aman." Lalu mengatakan orang-orang Anshar, "Agaknya orang ini (Rasulullah) telah dipengaruhi rasa kasih sayang terhadap famili dan rindu kampunghalamannya. "Maka turunlah wahyu kepada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda:" Kalian mengatakan bahwa aku telah dipengaruhi rasa kasih sayang terhadap famili dan rindu kampung halaman. Lupakah kalian siapa aku? "Dia mengulangi ucapannya itu sampai tiga kali." Aku Muhammad, hamba Allah dan RasulNya.Aku telah hijrah kepada Allah dan kepada kalian. Maka karena itu aku akan hidup dan mati bersama-sama dengan kalian. "Jawab mereka," Demi Allah, kata-kata itu kami ucapkan tidak lain hanya karena cinta kami kepada Allah dan Rasul-Nya. "Jawab
Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah swt. Membenarkan pengakuan kalian dan telah memaafkan kalian."
1753. Dari 'Abdullah r.a., katanya; "Ketika Nabi saw. Memasuki kota Makkah, di sekitar Ka'bah ada tiga ratus enam puluh berhala. Dia menusuknya dengan tongkat yang ada di tangan beliau, sambil berkata:" Apabila telah datang kebenaran, maka lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya yang bathil itupasti lenyap. Apabila telah datang kebenaran, tidak akan lahir kebathilan dan tidak akan kembali. "1754. Dari Abu Ishaq ra, katanya dia mendengar Al Bara 'bin Azib berkata:" Ali bin Abi Thalib menuliskan surat perjanjian damai antara Nabi saw. dengan orang-orang musyrik Makkah ketika perdamaian Hudaibiyahakan ditandatangani. Ali menuliskan kata-kata: "Inilah perjanjian yang ditulis oleh Muhammad Rasulullah." Lalu orang-orang musyrik memprotes, "Jangan ditulis Rasulullah! Jikalau kami tahu bahwa engkau ini Rasulullah, tentu kami tidak akan memerangi engkau. Maka berkata Nabi saw. Kepada Ali," Hapuskata-kata itu! "Jawab Ali," Aku tidak ingin yang menghapusnya. "Lalu dihapus oleh Nabi saw. dengan tangannya sendiri. Kata Al Bara '," Isi perjanjian itu antara lain mengatur bahwa kaum muslimin bisa masuk dan tinggal di kota Makkah selama tiga hari. Tidak bisa membawa senjata, kecuali dalam sarungnya(Dibungkus). "
1755. Dari Anas r.a., katanya. "Orang-orang Quraisy membuat perjanjian damai dengan Nabi saw. Di antara mereka ada Suhail Ibnu 'Amr. Berkata Nabi saw. Kepada Ali" Tuliskan Bismillahirrahmanirrahim. "Kata Suhail," Kami tidak mengerti apa itu Bismillahirrahmanirrahim. Tuliskanlah apa yang kamiketahui, yaitu Bismikallahumma. "Sabda Nabi saw.," Tulis, Dari Muhammad Rasulullah. "Kata mereka." Kalau kami tahu bahwa engkau Rasulullah, tentu kami ikuti engkau. Tulis saja namamu dan nama ayahmu. "Sabda Nabi saw.," Tulis Dari Muhammad bin 'Abdullah. "Kemudian, di antara isi surat perjanjianitu, mereka menetapkan atas Nabi saw., bahwa setiap orang Makkah yang telah Islam, ketika dia datang ke Makkah, mereka tidak wajib mengembalikannya kepada Nabi Muhammad saw. Tetapi setiap orang kafir Makkah yang datang kepada Nabi Muhammad saw., Ia harus mengembalikannya kepada mereka. Lalu parasahabat bertanya. "Akan kita tuliskah ini?" Jawab Nabi saw., "Ya, tuliskan! Karena orang-orang kita yang pergi ke mereka, berarti Allah menjauhkannya, dan sebaliknya orang-orang mereka yang datang kepada kita, diharapkan mudah-mudahan Allah memberinya jalan keluar dari kemusyrikan."
1756. Dari Abu Wa-il ra, katanya: "Ketika terjadi perang Shiffin, Suhail bin Hunaif berdiri, lalu dia berkata," Hai, manusia! Koreksilah diri mu masing-masing! Pada hari terjadinya perjanjian Hudaibiyah, kami ada bersama Rasulullah saw. Seandainya saat itu kami melihat suatu pembunuhan pastikami perang. Ini terjadi ketika dibuat perjanjian damai antara Rasulullah saw. dengan kaum musyrikin Makkah. 'Umar bin Khaththab datang, lalu dia menghampiri Rasulullah saw. seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Bukankah kita yang benar sedangkan mereka salah?" Jawab beliau, "Ya, benar!" Tanya 'Umar, "Bukankahjika kita terbunuh masuk surga, sedangkan jika mereka yang terbunuh masuk neraka? "Jawab Nabi saw.," Ya, benar "Tanya" 'Umar, "Mengapa kita harus mengalah tentang agama kita dan kembali pulang begitu saja, padahal Allah Ta'ala sendiri tidak memberi putusan apa-apa antara kita dengan mereka? " JawabNabi saw., "Hai, Ibnu Khaththab! Aku ini Rasulullah! Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan aku selamanya." Umar lalu pergi dalam keadaan tidak puas, bahkan dia marah. Didatanginya Abu Bakar, lalu katanya, "Hai, Abu Bakar! Bukankah kita ini benar, dan mereka yang salah?" Jawab Abu Bakar, "Betul,hai 'Umar! "Tanya' Umar," Bukankah jika kita terbunuh kita masuk surga, dan jika mereka terbunuh, mereka masuk neraka? "Jawab Abu Bakar," Ya, benar! "Kata 'Umar," Nah, mengapa kita harus mengalah tentang agama kita, dan kembali pulang begitu saja, padahal Allah belum memberikan putusan (kalah ataumenang) antara kita dengan mereka? Jawab Abu Bakar, "Hai, Ibnu Khaththab! Dia adalah Rasulullah. Allah tidak akan menyia-nyiakan dia selamanya." Kata Suhail, "Maka turunlah Qur'an kepada Rasulullah saw., Yaitu surah Al Fath (ayat 1). Lalu disuruh beliau seseorang sahabat kepada 'Umar membacakanayat itu kepadanya. Tanya 'Umar, "Ya, Rasulullah! Apakah itu suatu kemenangan? Jawab beliau," Ya, barulah terubat hati' Umar, lalu dia kembali. "
1757. Dari Hudzaifah bin Yamani ra, katanya: "Tidak ada yang menghalangi ku untuk turut bertempur di Badar, kecuali karena aku dan ayah ku Husail tertangkap oleh kaum kafir Quraisy ketika kami keluar dari Makkah. Tanya mereka," Apakah kalian hendak pergi menemui Muhammad ? "Jawab kami," Tidak! Kamihanya akan berjalan-jalan ke Madinah. "Lalu mereka membuat kesepakatan dengan kami, bahwa kami dapat pergi ke Madinah tetapi tidak bisa ikut berperang mendukung Nabi saw. Lalu kami datangi Rasulullah saw., dan melaporkan kepada beliau peristiwa kami itu. Sabda beliau," Pergilah kalian, pegang teguh janjikalian dengan mereka. Kita akan mohon pertolongan kepada Allah swt. untuk mengalahkan mereka. "1758. Dari Ibrahim Al Taimiy ra, dari ayahnya, katanya:" Pada suatu ketika kami berada dekat Hudzaifah, maka berkata seorang pria. "Seandainya aku mendapatkan Rasulullah saw., Niscaya aku ikut berperangbersama-sama dengan dia, dan aku akan sungguh-sungguh. "Kata Hudzaifah," Betulkah engkau akan melakukannya? Aku sendiri pernah mengalami perang bersama Rasulullah saw. Pada suatu malam ketika perang Ahzab, kami diserang angin kencang dan udara dingin. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapakahyang sanggup mencari berita tentang musuh? Allah akan menempatkannya bersama ku kelak di hari kiamat. "Semuanya diam, tidak seorang pun yang menjawab. Kemudian ia bertanya pula," Siapa yang sanggup mencari berita tentang musuh? Allah akan menempatkannya bersama ku kelak di hari kiamat. "Kami diamsemuanya, tidak seorang pun yang menjawab. Kemudian beliau bertanya pula. "Siapa yang sanggup mencari berita tentang musuh? Allah akan menempatkannya kelak bersama ku di hari kiamat." Kami diam semuanya, tidak seorang pun yang menyahut. Lalu kata beliau. "Hudzaifah! Berdiri! Pergilah 'cari kabar tentangmusuh! "Tidak bisa tidak aku harus berdiri, karena ia jelas memanggil namaku. Sabda beliau," Pergilah! Cari kabar mengenai kondisi musuh! "
1759. Dari Sahal bin Sa'ad ra, dia ditanya orang tentang luka Rasulullah saw. dalam pertempuran Uhud. Jawab Sahal, "Muka Rasulullah saw. Luka, taring nya patah, dan topi baja yang dipakainya pecah. Lalu Fatimah binti Rasulullah yang membersihkan darahnya, Ali bin Thalib yang menyiramkan air dariperisai. Ketika dilihat Fathimah darah bertambah banyak keluar, diambilnya potongan pelepah kurma, lalu dibakarnya sampai jadi abu. Kemudian abu itu diletakkannya di atas luka beliau sehingga darahnya berhenti keluar. "
1760. Dari Anas r, a., Katanya: "Dalam perang Uhud, Rasulullah saw. Terluka, taring beliau patah dan luka dikepala sehingga darah mengalir dari lukanya itu. Dia berkata." Bagaimana suatu kaum akan menang, sedangkan mereka melukai Nabi mereka dan memecahkan taringnya. Karena itu beliau mendo'akan kutukanbagi mereka kepada Allah, lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat: "Engkau tidak punya wewenang apa-apa terhadap urusan itu ....." (Ali' Imran, 3: 128). 1761. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Aku seakan-akan masih nampak Rasulullah saw. Kelika beliau menghikayatkan seorang Nabi di antara nabi-nabi yangdipukul kaumnya, lalu disapunya darah dari wajahnya sambil berkata, "Wahai Tuhan ku, ampunilah kaum ku karena mereka belum mengerti."
1762. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah sangat marah terhadap kaum yang melakukan perbuatan ini kepada RasulNya, sambil beliau menunjuk taringnya yang patah. Dan sabda beliau," Allah sangat marah kepada orang yang dibunuh Rasulullah saw. dalam perang fi sabilillah 'Azzawa Jalla. "1763. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya:" Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. solat dekat Ka'bah, Abu Jahil dan teman-temannya duduk-duduk pula dekat situ. Baru kemarin orang menyembelih unta di sana. Kata Abu Jahil, "Siapa di antara kalian yang sanggup mengambil perut unta sembelihan BaniFulan itu, lalu letakkan di bahu si Muhammad ketika dia sujud. "Orang yang paling jahat di antara mereka pergi mengambil perut unta itu, lalu ketika Nabi saw. Sujud diletakkannya di bahu beliau. Kata Ibnu Mas'ud," Setelah itu mereka tertawa terbahak -bahak dan dorong mendorong satu sama lain. Aku berdirisaja melihatnya. Kalaulah aku sanggup, tentu kubuangkan perut unta itu dari punggung Rasulullah saw. Nabi saw. terus saja sujud, beliau tidak mengangkat kepalanya sampai ada orang lewat, lalu dia memberi tahukannya kepada Fathimah - yang ketika itu masih gadis kecil - Fathimah datang, lalu dibuangkannyaperut unta itu dari punggung Nabi saw. Sesudah itu dihampirinya mereka, lalu dimakinya mereka.
Setelah Nabi saw. selesai shalat, ia mengeraskan suaranya mendo'akan kutukan atas mereka. Ketika Nabi saw. mendo'a, beliau baca tiga kali dan ketika ia meminta, ia minta tiga kali. Katanya, "Allahumma 'alaika bi Quraisy. Tatkala mereka mendengar suara Nabi mendo'a, mereka berhenti tertawadan takut akan do'a beliau. Kemudian Nabi saw. berkata, "Allahumma 'alaika bi Abi Jahil bin Hasyim, wa' Utbah bin Rabi'ah, wa Syaibah bin Rabi'ah, wal Walid bin 'Uqbah, wa Umayyah bin Khalaf, wa' Uqbah bin Abi Mu'ith." - Ibnu Mas'ud ada menyebutkan yang ketujuh, tetapi perawi lupa namanya. Maka demiAllah yang telah mengutus
Muhammad saw. dengan yang hak, sesungguhnya aku melihat orang-orang yang nama mereka disebut Nabi itu mati tergeletak dalam perang Badar, kemudian diseret orang ke dalam lubang di Badar itu. "
1764. Dari 'Abdullah ra. Katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah
saw. sedang sujud, dan di sekitarnya ada beberapa orang kafir Quraisy. Tiba-tiba datang 'Uqbah bin Abi Mu'ith membawa karung sembelihan anak unta yang telah membusuk lalu dilemparkannya ke punggung Rasulullah saw. Karena itu ia tidak mengangkat kepalanya sebelum Fathimah datang. Setelah Fathimahdatang, maka diambilnya karung busuk itu dari punggung Nabi, lalu dibuangnya, dan dia mendo'akan kebinasaan bagi orang-orang yang melakukan perbuatan itu. Kemudian Nabi saw. mendo'a, "Wahai, Allah binasakanlah orang-orang Quraisy ini, yaitu Abu Jahil bin Hisyam, 'Utbah bin Rabi'ah,' Uqbah bin Abi Mu'ith,Syaibah bin Rabi'ah, Umayyah bin Khalaf, dan Ubaiya bin Khalaf. "Kata 'Abdullah," Maka dalam perang Badar, aku sungguh-sungguh melihat mereka terbunuh, lalu dilemparkan orang ke dalam sebuah sumur, selain Umaiyah atau mungkin Ubaiya, karena persendiannya putus-putus, maka tidak dilemparkan orang kesumur. "1765. Dari 'Urwah bin Zubair ra, katanya' Aisyah istri Nabi saw. mengabarkan kepadanya, bahwa Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah, pernahkah Anda mengalami kesulitan yang paling sulit dari hari perang Uhud? "Jawab beliau, "Aku pernah mengalami kesulitan darikaum mu, dan itulah kesulitan yang paling sulit yang pernah ku alami dari mereka, yaitu peristiwa di hari 'Aqabah. Ketika itu, aku secara pribadi mendatangi Ibnu Abdi Yalil bin 'Abdi Kulal, tetapi dia tidak memenuhi harapan ku. Karena itu aku pergi dengan perasaan sedih yang dalam, sehingga aku barusadar setelah sampai di Qarnits Tsa'alib. Ketika itu aku mengangkat kepala ku, lalu terlihat oleh ku setumpuk awan melindungi ku. Setelah ku perhatikan
kiranya Jibril. Dia memanggil ku. katanya, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mendengar ucapan kaum mu kepada mu dan penolakan mereka terhadap ajakan mu. Dan Allah mengirimkan malaikat penjaga bukit kepada mu untuk kamu suruh-suruh sekehendak hati mu." Lalu malaikat penjaga bukit memanggil ku dan memberisalam kepada ku. Kemudian dia berkata. "Ya Muhammad! Allah telah mendengar ucapan kaum mu terhadap mu. Aku adalah malaikat penjaga bukit. Tuhan mu mengutus ku kepada mu untuk melayani setiap perintah apa saja yang
kamu kehendaki. Bahkan jika engkau inginkan, akan ku pertemukan kedua bukit ini (Jabal Qubais dan bukit yang di hadapannya) untuk ditimpakan kepada mereka. "Jawab Rasulullah saw.," Bahkan yang ku harapkan semoga Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka orang-orang yang menyembah kepada Allahsatu-satunya, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
"1766. Dari Jundub bin Sufyan ra, katanya:" Jari Rasulullah saw. berdarah karena luka dalam suatu peperangan. Maka bersabda Rasulullah saw .: "Bukankah engkau hanya sebatang jari yang berdarah. Dan ini terjadi ketika engkau ikut berjihad fi sabilillah."
1767. Dari Jundub ra, katanya: "Jibril terlambat datang kepada Rasulullah saw., Lalu orang-orang musyrik berkata," Muhammad telah ditinggalkannya. "Maka diturunkan Allah ayat:" Demi waktu Dhuha; dan demi malam apabila telah sunyi; Tuhan mu tidak meninggalkanmu dan tidak pula benci kepada mu. "(AdhDhuha, 93: 1-3).
1768. Dari Jundub bin Sufyan ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Sakit, karena itu dia tidak kuat bangun untuk shalat malam, selama dua atau tiga malam. Maka datang kepada beliau seorang perempuan, lalu dia berkata." Ya, Muhammad ! Aku berharap mudah-mudahan setan mu tepat telahmeninggalkan mu. Telah dua malam aku tidak melihatnya menghampiri mu. Maka diturunkan Allah ayat: "Demi waktu Dhuha; dan demi malam apabila telah sunyi; Tuhan mu tidak meninggalkan mu dan tiada pula benci kepada mu." (Ad Dhuha, 93: 1-3).
1769. Dari 'Urwah ra, katanya Usamah bin Zaid menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu ketika Nabi saw. pernah mengendarai seekor keledai berpelana, yang dilengkapi dengan bordir buatan Fadak. Sedangkan di belakang beliau membonceng Usamah. Ketika itu ia bepergian hendak menengok Sa'ad bin Ubadahdi perkampungan Bani Harits bin Khazraj, sebelum terjadi perang Badar. Dia melewati suatu upacara, di mana orang-orang muslim dan orang-orang musyrik penyembah berhala serta orang-orang Yahudi kedapatan bercampur-baur di situ. Antara lain ada 'Abdullah bin Ubay dan' Abdullah bin Rawahah. Tatkalamereka diselubungi debu ketika kendaraan kami lewat, maka Abdullah bin Ubay menutup hidungnya dengan cedar sambil berkata, "Janganlah kami diberi abu!" Maka
Nabi saw. memberi salam kepada mereka, kemudian berhenti, lalu turun. Kemudian beliau ajak mereka kepada Allah, dan ia bacakan kepada mereka Al-Qur'an. Maka berkata 'Abdullah bin Ubay, "Hai, Buyung! Tidak adakah yang lebih baik dari ini? Jika apa yang engkau katakan itu benar, maka kami jangandiganggu dalam acara kami. Pulanglah kamu ke rumahmu! Siapa yang datang kepada mu, dapat engkau cerita kepadanya. "Maka berkata 'Abdullah bin Rawahah." Datanglah ke acara kami! Kami suka itu! "Kata Usamah," Maka terjadilah perang mulut antara orang-orang muslim dengan orang-orang musyrik dan Yahudi,sehingga hampir mereka berkelahi. Tapi Nabi saw. dapat menenangkan mereka, kemudian ia naiki kendaraannya, lalu pergi ke rumah Sa'ad bin Ubadah. Maka bersabda Rasulullah saw., "Hai, Sa'ad! Tahukah kamu apa yang telah diucapkan oleh Abu Hubab ('Abdullah bin Ubay)? Dia mengatakan begini-begini."Kata 'Abdullah bin Rawahah, "Maafkan sajalah dia ya Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya Allah telah memberi Anda apa yang diberi-Nya. Sebelum kedatangan Anda, penduduk negeri ini telah sepakat akan memakaikan mahkota dan melilitkan sorban kepadanya. Tetapi Allah menggagalkannya dengan kebenaran yangdiberikan-Nya kepada Anda. Karena itu dia merasa iri terhadap Anda. Itulah sebabnya dia banyak membuat ulah seperti yang Anda saksikan. "Lalu Nabi saw. Memaafkannya.
1770. Dari Anas bin Malik ra, katanya ada orang mengusulkan kepada Nabi saw., "Alangkah baiknya seandainya Anda datang menjenguk Abdullah bin Ubay." Kata Anas, "Nabi saw. Pergi menjenguknya dengan mengendarai seekor keledai, bersama beberapa orang muslim. Dia tinggal di tanah gersang. Ketika Nabisaw. mendatanginya dia berkata, "Jauh-jauhlah engkau dari ku! Demi Allah! Bau keldaimu sungguh menyakiti ku." Menyahut seorang pria Anshar, "Demi Allah! Bau keledai Rasulullah saw.lebih harum dari bau mu sendiri." Kata Anas, "Seorang pria dari kaum 'Abdullah bin Ubay marah, untuk membela Abdullah.Akhirnya masing-masing pihak sama-sama marah, sehingga terjadilah perkelahian antara mereka, pukul memukul dengan pelepah kurma, dengan tangan dan dengan sepatu atau sandal, sehingga turun kepada mereka ayat: "Jika dua golongan orang-orang mukmin berkelahi, maka, damaikanlah mereka ... "(Al Hujurat,49: 9).
1771. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang sanggup mencari berita tentang kegiatan Abu Jahil?" Maka berangkatlah Ibnu Mas'ud. Didapatinya Abu Jahil telah dipukul rubuh oleh dua orang anak 'Afra (orang Anshar, anak petani kurma), sehingga dia tidak berdaya. Lalu kupegang janggutnya, sambil berkata, "Engkaukah Abu Jahil?" Jawabnya, "Tidaklah menjadi kehinaan bagi ku jika engkau yang membunuh ku, atau dibunuh oleh kaum ku sendiri." Kata Abu Mijlaz, "Abu Jahil mengatakan: Asal aku jangan dibunuh anak petani." 1772. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Berangkatdengan tujuan menyerang Khaibar. Lalu kami shalat Subuh sudah dekat ke kota itu, dan hari masih gelap. Sesudah shalat, Nabi saw. menaiki kendaraannya, kemudian diikuti oleh Abu Thalhah, dan aku sendiri membonceng dengan Abu Thalhah. Nabi saw. terus berjalan memasuki jalan-jalan kecil di Khaibar, sehinggalutut ku bersentuhan dengan paha Nabi. Bahkan pernah kain beliau tersingkap, sehingga terlihat olehku putih paha Nabi saw. Ketika memasuki desa, ia berkata, "Allahu Akbar! Kharibat Khaibar! Inna idza nazalna bi sahati qaumin. Fasaa-a shabahul mundzarin." Dia mengulang kata-katanya itu sampaitiga kali. Kata Anas, "Ketika orang-orang kampung keluar menuju tempat-tempat pekerjaan mereka, lalu mereka berteriak," Muhammad! "Kata Abdul 'Aziz dan sebagian sahabat kami," Muhammad dan pasukannya! "Kata Anas," Khaibar kami rebut dengan kekerasan. "
1773. Dari Salamah bin Akwa 'ra, katanya, "Kami pergi berperang ke Khaibar bersama dengan Rasulullah saw, Kami berjalan di waktu malam. Seorang anggota tim mengatakan kepada' Amir bin Akwa '," Bacakanlah kepada kami sajak-sajakmu, hai 'Amir! "' Amir memang seorang penyair. Maka turunlah dia menghalauunta
sambil bersyair. Katanya: "Wahai Allah! Kalau bukan karena pimpinan Engkau, tidaklah kami terpimpin, tidak kami bersedekah, dan tidaklah kami shalat. Karena itu ampunilah kami, selaku tebusan bagi Engkau atas kesalahan kami. Dan teguhkanlah pendirian kami jika bertemu dengan musuh. Tanamkanlah ketenangandi hati ksmi, ketika diteriaki kami datang. Dan dengan teriakan mereka menangis kepada kami. Maka bertanya Rasulullah saw .. "Siapa yang mengusir unta sambil berdendang itu?" Jawab mereka, "'Amid." Kata beliau, "Semoga Allah memberinya rahmat." Lalu bertanya seorang anggota tim, "Betulkah begituya Rasulullah? Alangkah baiknya kalau Anda suruh saja dia supaya menghibur kami terus? "Kiranya kami telah sampai di Khaibar. Lalu kami kepung mereka, sehingga perut kami terasa kempis karena kami merasa sangat lapar. Maka bersabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya Allah menaklukkan negeri itu kepada kalian . "Kata Salamah, "Setelah hari petang di hari penaklukan Khaibar itu, mereka banyak menyalakan api. Maka bertanya Rasulullah saw.," Nyala api,
apa itu? Untuk apa mereka nyalakan? "Jawab mereka," Untuk membakar daging. "Tanya beliau," Daging apa? "Jawab mereka," Daging keledai jinak. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Tumpahkan dan pecahkan! "Tanya seorang pria," Atau ditumpahkan, lalu dicuci? "Jawab beliau," Ya, atau begitu. "Tatkala dua timtelah berhadap-hadapan, ternyata 'Amir hanya memiliki pedang pendek. Dengan pedang itu ditetaknya betis orang Yahudi. Tapi malang baginya, ujung pedang itu terus meluncur sehingga berbalik mengenai lutut 'Amir, dan' Amir tewas karenanya. Kata Salamah. "Tatkala mereka telah pulang kembali, Rasulullahsaw. memegang tangan ku ketika dia melihat aku diam. "Tanya beliau," Mengapa engkau? "Jawab ku." Bapa dan ibu ku menjadi tebusan Anda. Mereka mengatakan, "Pahala amal si 'Amir lupus." Tanya beliau. "Siapa yang mengatakannya?" Jawab. ku, "Si Fulan, si Fulan, dan si Usaid bin Hudhair Al Anshari." Sabdabeliau, "Dusta orang yang mengatakannya. sesungguhnya dia memperoleh pahala ganda; sambil beliau memberi isyarat dengan anak jarinya - Dialah pejuang yang sesungguhnya. Tidak seberapa orang Arab yang pergi berperang seperti dia."
1774. Dari Abu Ishaq ra, katanya dia mendengar Al Bani 'berkata: "Di hari-hari terjadinya perang Ahzab, Rasulullah saw. Turut bersama-sama dengan kami mengangkut tanah, sehingga
perutnya yang putih itu kotor bergelimang tanah. Dia bersenandung: "Wahai Allah, seandainya bukan karena Engkau, tidaklah kami dapat bimbingan, tidaklah kami bersedekah, dan tidaklah kami shalat. Tanamkan ketenangan di hati kami, karena sesungguhnya para pemuka tidak menyukai kami." Kata AlBara ', ia sering pula bersajak: "Sesungguhnya para pemuka tidak menyukai kami, namun bila mereka hendak membencanai kami, kami tidak mau. Dan ia mengeraskan suaranya membaca senandung itu.1775. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya:" Rasulullah saw . mendatangi kami ketika kami sedang menggali paritdan mengangkut tanah di bahu kami. Maka mendoa beliau, "Wahai Allah! Tidak ada kehidupan yang abadi, melainkan hanya kehidupan akhirat. Karena itu ampunilah kaum Muhajirin dan kaum Anshar."
1776. Dari Anas bin Malik ra, katanya mereka bersenandung bersama dengan Rasulullah saw., Katanya: "Wahai Allah, tidak ada kebaikan yang abadi kecuali kebaikan akhirat. Karena itu menangkanlah kaum Anshar dan kaum Muhajirin." 1777. Dari Anas ra, katanya: "Ketika perang Hunain, Ummu Sulaimselalu membawa sebuah parang (Khanjar), lalu tampak oleh Abu Thalhah. Abu Thalhah mengadu kepada Rasulullah saw., Katanya: "Ya, Rasulullah! Ummu Sulaim selalu membawa parang." Dia bertanya kepada Ummu Sulaim, "Hai, Ummu Sulaim! Untuk apa Anda membawa parang?" Jawab Ummu Sulaim, "Aku membawanya, karenajika ada orang musyrik (musuh) yang mendekat kepada ku, akan kubelah perutnya. "Rasulullah saw. tertawa mendengar ucapan Ummu Sulaim. Kata Ummu Sulaim," Ya, Rasulullah! Bunuhlah orang-orang yang Anda bebaskan di hari penaklukan Makkah. Kini mereka telah lari meninggalkan Anda. "Jawab Rasulullah saw.,"Ya, Ummu Sulaim! Sesungguhnya Allah telah cukup dan memperbaiki."
1778. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah pergi berperang bersama-sama dengan Ummu Sulaim dan beberapa wanita Anshar. Dalam peperangan mereka bertugas memberi minum tentara yang bertempur dan mengobati yang luka-luka." 1779. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika terjadi perangUhud, beberapa orang dari tim Islam lari meninggalkan Nabi saw. Sedangkan Abu Thalhah tetap bertahan di samping beliau, mengawalnya dengan perisai. Dan Abu Thalhah adalah seorang pemanah tepat yang terampil. Pada hari itu dia mematahkan dua atau tiga busur panah. Ketika itu lewat di hadapannya seoranglaki-laki membawa panah. Katanya, "Berikanlah itu kepada Abu Thalhah." Kata Anas, "Nabi saw. Berdiri tegak memperhatikan seluruh tim." Maka berkata Abu Thalhah, "Ya, Nabiyallah! Kumohon atas nama ayah dan ibu ku, semoga Anda tidak berdiri supaya jangan kena panah musuh. Biarlah leher ku yang kena,asal jangan leher Anda. "
Kata Anas selanjutnya. "Sungguh, aku melihat 'Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim, keduanya menyingsingkan baju, sehingga aku menampak gelang kaki mereka; keduanya membawa ghirbah di punggung mereka, kemudian dituangkannya ke mulut pasukan kaum muslimin. Sesudah itu mereka pergi lagi mengisi ghirbahmereka dan datang lagi menuangkannya ke mulut anggota tim. Seusai pertempuran, pedang terjatuh dari tangan Abu Thalhah dua atau tiga kali karena sangat mengantuknya. "
1780. Dari Yazid bin Hurmuz ra, katanya najdah pernah menulis surat kepada Ibnu 'Abbas, menanyakan lima masalah. Kata Ibnu 'Abbas, "Kalaulah aku tidak khawatir akan dianggap menyembunyikan ilmu, tidak kubalas suratnya." Surat najdah itu begini, "Aroma ba'du (kemudian dari itu), tolonglah kabarkankepada ku, apakah kaum perempuan yang pergi berperang bersama Rasulullah saw.? Apakah mereka diberi pembagian rampasan perang? Apakah dia membunuh anak-anak? Kapan habisnya masa keyatiman seorang anak yatim? Dan untuk siapakah diberikan seperlima pembagian rampasan perang? "Ibnu 'Abbas membalassurat
tersebut sebagai berikut: Anda menanyakan kepadaku, apakah perempuan pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. "Memang, sesungguhnya lah ia pergi berperang bersama-sama dengan kaum perempuan. Mereka bertugas mengobati yang luka-luka, dan mereka menerima pemberian (ala kadarnya) dari hartarampasan perang, tetapi tidak diberi pembagian jumlah tertentu. Dan sesungguhnya ia tidak pernah membunuh anak-anak, karena itu janganlah kamu bunuh anak-anak. Engkau menanyakan kepada ku kapan habis masa keyatiman seorang anak yatim? Maka demi seumur hidupku, ada orang yang telah tumbuh janggutnya,tetapi dia masih lemah mengurus dirinya sendiri, mengambil atau memberi. Maka ketika dia telah sanggup mengurus dirinya sendiri, mengambil apa yang baik untuk dirinya seperti halnya orang-orang lain. Maka ketika itu dia telah habis masa keyatimannya. Dan Anda menanyakan pula tentang seperlima hartarampasan untuk siapa? Sesungguhnya kami pernah mengatakan itu untuk kami; tetapi keluarga kami keberatan terhadap kami! "
1781. Dari Ummu Athiyah Al Anshali ra. Katanya: "Aku pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Tujuh kali peperangan. Aku tinggal di kendaraan mereka, memasak makanan untuk mereka, mengobati yang luka-luka dan mengobati orang-orang sakit."
1782. Dari Abu Ishaq ra, katanya 'Abdullah bin Yazid melakukan shalat Istisqa (shalat minta hujan) bersama-sama dengan orang banyak. Mula-mula dia shalat dua rakaat, sesudah itu dia mendo'a minta hujan. Kata Abu Ishaq, "Hari ini aku bertemu dengan Zaid bin Arqam, di mana tidak ada orang lain di sampingkami, selain seorang pria. Lalu aku bertanya, "Berapa kali Rasulullah saw. Berperang?" Jawabnya, "Sembilan belas kali." Tanya ku, "Berapa kali Anda ikut berperang bersama-sama dengan dia?" Jawabnya, "Tujuh belas kali peperangan." Tanya ku, "Dalam perang apa anda ikut berperang pertamakali? Jawabnya, "Dalam perang Dzatul 'Usairi atau' Usyairi."
1783. Dari Zaid bin Arqam ra, katanya: "Rasulullah saw. Berperang sembilan belas kali perang, dan ia naik haji sesudah hijrah satu kali, di mana ia tidak pergi haji lagi sesudah itu, selain haji Wada '."
1784. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku ikut berperang bersama Rasulullah saw. Sembilan belas kali peperangan." Kata Jabir, "Aku tidak ikut dalam perang Badar dan perang Uhud, karena tua ku melarang ku. Maka ketika Abdullah (ayah ku) terbunuh di Uhud, aku tidak pernah lagi ketinggalan ikutberperang bersama Rasulullah saw. "1785. Dari Salamah ra, katanya:" Aku ikut berperang bersama Rasulullah saw., tujuh kali peperangan. Kemudian aku ikut dalam tim yang dikirim Rasulullah saw., Sembilan kali peperangan; satu kali dipimpin Abu Bakar, dan satu kali di bawah pimpinan Usamah bin Zaid. "
1786. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Ketika Rasulullah saw. Pergi ke Badar, maka tatkala beliau sampai di Harratil Wabarah, ia ditemukan oleh seorang lelakii yang terkenal gagah berani. Para sahabat Rasulullah saw. Merasa senang ketika melihat kedatangannya. Dia berkata kepada Rasulullahsaw., "Aku sengaja mengikuti Anda, karena ingin berperang di pihak Anda dan bersama-sama dengan Anda." Tanya Rasulullah saw., "Apakah Anda sudah iman dengan Allah dan Rasul-Nya?" Jawab orang itu, "Tidak!" Sabda Nabi saw., "Kembalilah Anda! Aku sekali-kali tidak membutuhkan pertolongan orang musyrik."Kata 'Aisyah, "Maka pergilah orang itu." Tapi setelah kami sampai dekat sebatang pohon, orang
itu datang kembali menemui Rasulullah saw., lalu dia berkata pula seperti semula. Maka bertanya pula Rasulullah saw. kepadanya seperti semula. Sabda beliau, "Pergilah Anda! Aku sekali-kali tidak membutuhkan pertolongan orang musyrik." Maka pergilah dia. Kemudian, tatkala kami sampai di Baida ', dia datangkembali. Rasulullah bertanya pula kepadanya seperti semula, "Apakah Anda sudah beriman dengan Allah dan Rasul-Nya?" Jawab orang itu, "Ya, aku percaya!" Maka bersabda Rasulullah saw., "Mari, Teruslah jalan!"
1787. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku datang bersama
bapaku ke rumah Nabi saw., lalu kudengar beliau bersabda: "Pemerintahan ini tidak akan roboh sampai selesai memerintah dua belas orang khalifah." Kemudian ia mengucapkan kata-kata yang kurang jelas bagi ku, lalu kutanyakan kepada bapaku apa yang diucapkan beliau. Jawab bapaku, "Semuanya dari bangsaQuraisy. "
1788. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Islam selalu kuat dan berkuasa sampai dua belas khalifah." Kemudian ia mengucapkan sebuah kalimat yang aku tidak mengerti, lalu kutanyakan kepada bapaku, "Apa katanya?" Jawab tua, "Khalifah yang dua belasitu semuanya dari bangsa Quraisy. "
1789. Dari 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Aku berkirim surat kepada Jabir bin Samurah melalui server ku Nafi', meminta kepadanya supaya dia dapat mengabarkan kepada ku hadis yang pernah didengarnya dari Rasulullah saw. Dia membalas surat ku sebagai berikut: Aku mendengar Rasulullahsaw. bersabda pada hari Jumat sore, yaitu ketika seorang suku Aslam dirajam, sabdanya: Agama ini (Islam) akan selalu tegak sampai hari kiamat, atau sampai habis dua belas orang khalifah memerintah, yang semuanya dari Quraisy. Aku mendengarnya pula bersabda, "Satu kelompok kaum muslimin akanmenaklukkan Istana Putih Kisra (Raja Persia). "Dan aku mendengar pula beliau bersabda," Sebelum terjadi hari kiamat akan muncul para pembohong besar (Dajjal), maka waspadalah terhadap mereka. "Aku mendengar pula beliau bersabda," Jika Allah mengurniai kamu suatu kebaikan (kekayaan), pertama-tama manfaatkanlahuntuk diri mu sendiri, dan untuk keluarga mu. "Aku mendengar juga beliau bersabda," Aku lebih dahulu dan menunggu di sumur. "
1790. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku hadir ketika bapaku (' Umar bin Khaththab) kena musibah ditikam orang. Para sahabat beliau yang hadir ketika itu memujinya. Kata mereka," Semoga Allah membalasi Anda dengan balasan yang baik. "Jawab 'Umar, "Aku penuh harap dan juga merasa cemas." Kata mereka,"Tunjuklah pengganti Anda (untuk menjadi khalifah)!" Jawab 'Umar, "Apakah aku arus memikul urusan pemerintahan waktu hidup dan matiku? Aku ingin tugasku sudah selesai, tidak kurang dan tidak lebih. Jika aku menunjuk penggantiku, memang orang yang lebih baik dari ku yakni Abu Bakar Shiddiq - pernahmenunjuk penggantinya. Tetapi jika aku membiarkan kamu memilih sendiri siapa yang akan menjadi khalifah, maka orang yang paling baik dari ku, yakni Rasulullah saw. pernah membiarkan kamu memilih sendiri penggantinya menjadi khalifah. "Kata Abdullah." Dengan ucapannya itu tahulah aku bahwa beliautidak akan menunjuk penggantinya untuk menjadi khalifah. "
1791. Dari 'Abdurrahman bin Samurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda kepada ku," Hai,' Abdurrahman! Janganlah engkau meminta-minta akan jadi pembesar negara. Karena jika engkau jadi pembesar karena permintaan, tanggung jawabmu akan besar sekali. Dan jika engkau di angkat tanpa permintaan,engkau akan ditolong orang dalam tugasmu. "
1792. Dari Abu Musa ra, katanya: "Aku datang menemui Nabi bersama dua orang pria anak paman ku. Yang seorang berkata," Ya, Rasulullah! Angkatlah aku jadi Amir (pembesar) di salah satu daerah yang telah didukung Allah kepada Anda. "Dan yang seorang lagi berkata seperti itu. Jawab Rasulullahsaw., "Demi Allah! Aku tidak akan mengangkat seseorang untuk memangku suatu jabatan, orang yang meminta-minta supaya dia diangkat, bahkan tidak pula orang yang mengharap-harap (berambisi) untuk itu."
1793. Dari Abu Dzar ra, katanya dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Apakah Anda tidak ingin mengangkat ku untuk memegang suatu jabatan pemerintahan?" Lalu beliau menepuk bahu ku dengan tangan beliau seraya berkata, "Hai, Abu Dzar! Engkau ini lemah. Sedangkan pekerjaan ituadalah amanah, yang pada hari kiamat kelak dipertanggung-jawabkan dengan risiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik. "1794. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnyaorang-orang yang berlaku adil akan berada di atas panggung cahaya di sebelah kanan Allah 'Azza wa Jalla - kedua sisi tersebut sesungguhnya baik keadaannya dan tinggi derajatnya - yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil terhadap keluarga, dan adil dalam melaksanakan tugas yang didukungkepada mereka. "
1795. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Mendoa di rumahku, katanya:" Wahai, Allah! Siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umat ku, lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulit pulalah dia, dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umat ku,lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia. "
1796. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Ketahuilah! Setiap kamu adalah penggembala (pemimpin), dan setiap kamu akan ditanya tentang gembalaanmu (kepemimpinan mu). Seorang Amir (raja, penguasa, pembesar atau pemimpin) yang kuat terhadap rakyat, akan ditanya tentang kepemimpinannya.Seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya. Dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah tangga suami dan anak-anaknya. Dia akan di tanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin atas harta kekayaan majikannya yang dipercayakan kepadanya.Dia juga akan ditanya tentang kepemimpinannya. Ketahuilah setiap kamu adalah
pemimpin, dan setiap kamu akan tanya tentang kepemimpinannya. "
1797. Dari Al Hasan ra, katanya: "Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar Al Muzani ketika dia sakit hampir meninggal. Kata Ma'qil kepada 'Ubaidullah," Aku akan menyampaikan kepada mu sebuah hadis yang kudengar sendiri dari Rasulullah saw. , yang kalau aku yakin bahwa usiaku akan panjang,hadis ini belum akan ku sampaikan kepada mu. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda. "Tidak ada seorang hamba yang dipercayakan Allah kepadanya memimpin rakyatnya, kemudian dia mati, sedangkan pada hari kematiannya dia (masih) menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan surga baginya."
1798. Dari Abul Malih ra, katanya: "Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar ketika dia sakit. Kata Ma'qil kepada 'Ubaidullah," Aku akan menyampaikan sebuah hadis kepada mu, seandainya aku tidak hampir mati, niscaya hadis ini belum akan ku sampaikan kepada mu. Aku mendengar Rasulullahsaw. bersabda, "Tidak seorang pun Amir (pembesar, penguasa, atau pemimpin) yang menguasai atau memerintah kaum muslimin, tetapi dia tidak berjuang dengan sungguh-sungguh dan tidak memberikan pengarahan untuk kemakmuran mereka, niscaya Allah tidak memungkinkannya masuk syurga bersama-sama dengan mereka. "
1799. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Berpidato di hadapan kamu tentang penggelapan (pencurian atau korupsi). Dia mengatakan, penggelapan itu suatu hal besar dan memiliki konsekuensi yang besar pula. Kelak di hari kiamat, janganlah ku temukan salah seorang kamu (yangmenggelapkan atau korup) datang memikul di kuduknya unta yang sedang melenguh-lenguh. Lalu dia berkata, "Ya Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tidak kuasa sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?" Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamuyang menggelapkan atau korup) memikul di kuduknya kuda yang meringik-ringik. Lalu dia berkata. "Ya, Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tak kuasa sedikit jua pun menolong kamu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?" Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamu memikuldi kuduknya kambing yang mengembek-ngembek. Lalu dia berkata, "Ya, Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tidak kuasa sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu!" Kelak di hari kiamat janganlah ku dapati salah seorang kamu memikul orang berteriak-teriak di kuduknya.Lalu katanya, '"Ya, Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tidak dapat sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?" Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamu datang kepada ku membawa selembar kain berkibar di kuduknya, lalu dia berkata, "Ya,Rasulullah! Tolonglah aku! "Lalu jawab ku," Aku tidak dapat sedikit jua pun menolongmu. Bukankah dahulu telah ku sampaikan kepadamu? "Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamu memikul harta kekayaan berupa emas dan perak di kuduknya, lalu dia berkata," Ya Rasulullah! Tolonglah aku! "Lalu jawab ku, "Aku tidak dapat sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?"
1800. Dari Abu Humaid As Sa'idi ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengangkat seorang pria bernama Lutbiyah, dari Asd, suatu daerah di Yaman - kata 'Amru dan Ibnu Abi' Umar - ditugaskan beliau mengumpulkan zakat. Ketika datang menyetorkan zakat yang dipungutnya, dia berkata kepada Rasulullah saw., "Inizakat yang ku pungut ku simpan kepada Anda, dan ini hadiah (pemberian) orang kepada ku. "Kata Abu Humaid," Sesudah itu Rasulullah saw. berpidato di mimbar. Mula-mula ia memuji dan menyanjung Allah Ta'ala, kemudian beliau bersabda, "Ada seorang petugas yang kutugaskan memungut zakat, dia berkata,"Ini zakat yang kupungut ku simpan kepada Anda, dan ini pemberian orang kepada ku." Mengapa dia tidak duduk saja di rumah orangtuanya menunggu orang mengantarkan hadiah kepadanya? Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, tidak seorang jua pun di antara kalian yang menggelapkan zakat yang ditugaskankepadanya memungutnya, kecuali pada hari kiamat kelak dia akan memikul unta yang digelapkannya itu melenguh-lenguh di kuduknya, atau sapi yang menguak-nguak, atau kambing yang mengembek-ngembek. "Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, sehingga terlihat oleh kami putih kedua ketiaknya.Kemudian ia berkata, "Wahai, Allah! Telah kusampaikan!" Dia mengatakannya dua kali.
1801. Dari 'Adi Ibnu' Amirah Al Kindi r.a. katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Barangsiapa yang kami angkat di antara kamu memangku suatu jabatan, lalu disembunyikannya terhadap kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka perbuatannya itu adalah penggelapan. Dia akan datangpada hari kiamat membawa barang yang digelapkannya itu. "
1802. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang taat kepada ku berarti dia taat kepada Allah. Siapa yang durhaka kepada ku berarti dia durhaka kepada Allah. Siapa yang taat kepada Amirku (kantor yang kuangkat) berarti dia taat kepada ku. Siapa yang durhaka kepada kantoryang ku angkat berarti dia durhaka kepada ku. "
1803. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Anda wajib patuh dan setia, baik dalam keadaan susah maupun senang, disukai atau dibenci, dan biarpun merugikan kepentinganmu."
1804. Dari Yahya bin Hushain ra, katanya: "Aku mendengar nenekku mengabarkan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda dalam khutbah beliau ketika Haji Wada '," Sekali pun kantor yang diangkat dalam pemerintahanmu seorang hamba sahaya tetapi dia memerintah (memimpin) dengan Kitabullah, haruskamu patuh dan setia kepadanya. "1805. Dari Yahya bin Hushain ra, dari neneknya Ummul Hushain, katanya dia mendengar neneknya bercerita:" Aku pergi menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah saw. ketika Haji Wada 'Ketika itu beliau berkhotbah panjang lebar. Antara lain aku mendengar beliau bersabda:"Seandainya kantor yang ku angkat dalam pemerintahan seorang budak pontong hidung - mungkin yang dimaksud nenek, budak hitam - tetapi dia memerintah kamu dengan Kitabullah, maka hendaklah kamu patuh dan setia kepadanya."
1806. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Setiap muslim wajib patuh dan setia terhadap pemerintah, disukai atau tidak disukainya, kecuali bila dia diperintah melakukan maksiat. Jika dia diperintah melakukan maksiat dia tidak perlu patuh dan setia."
1807. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Mengirim sepasukan tentara (ke medan perang) dan mengangkat seorang pria menjadi komandan mereka. (Sampai di suatu tempat), sang komandan menyalakan api (unggun) dan memerintahkan anak buahnya melompat ke dalam api ungguntersebut. Sebagian anak buahnya telah siap hendak melompat ke dalam api tersebut, tetapi yang lain mengatakan, "Kita harus lari dari api itu." Peristiwa itu mereka laporkan kepada Rasulullah saw. Maka beliau bersabda, "Seandainya kamu melompat ke dalam api itu, kamu akan selalu berada di dalamnya sampaihari kiamat nanti. "Kemudian beliau berkata pula kepada yang lain dengan lemah lembut," Tidak wajib taat terhadap perintah untuk mendurhakai Allah. Taat itu hanya wajib dalam rangka menegakkan kebajikan. "1808. Dari Junadah bin Umayyah ra, katanya:" Kami datang ke rumah 'Ubadah bin Shamit ketika diasakit. Kami mengatakan kepadanya, "Semoga Allah menyembuhkan Anda segera. Ajarkanlah kepada kami hadis yang pernah Anda dengar dari Rasulullah saw., Semoga Allah memberikan manfaat kepada kami." Katanya, "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Memanggil kami, lalu kami bai'at (berjanji setia) dengan beliau.Dia membai'at kami akan patuh dan setia dalam segala hal, baik yang kami senangi dan tidak kami senangi, dalam kesulitan dan kelapangan, dan dalam hal yang mungkin merugikan kami. Dan tidak akan melawan pejabat yang berwenang. "Kata beliau," Kecuali jika kalian telah mempelajarinya dari Kitab Allah. "
1809. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya Imam (pemimpin, pembesar, atau penguasa) itu adalah bagaikan perisai, di mana orang berperang memakai perisai dan menjaga diri dengannya. Jika Imam memerintahkan supaya taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla dan berlaku adil, dia mendapatpahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka dia mendapat siksa. "
1810. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi. Tiap-tiap seorang Nabi meninggal, lalu digantikan oleh nabi yang lain sesudahnya. Namun begitu, tidak ada lagi nabi sesudahku. Yang bakal ada adalah para khalifah (kepala-kepala pemerintahan). Tetapimereka akan banyak membuat kesalahan. "Para sahabat bertanya," Bagaimana petunjuk Anda kepada kami tentang hal itu? "Jawab Nabi saw.," tepatilah bai'at yang pertama, kemudian yang sesudah itu. Dan penuhilah hak mereka, karena Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka tentang pemerintah mereka. "1811.Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sepeninggal ku nanti akan ada pembesar-pembesar negara yang mementingkan diri sendiri dan bertindak dengan tindakan-tindakan / kebijaksanaan yang tidak kamu sukai (tentang kekayaan negara). Tanya para sahabat," Bagaimana petunjuk Anda kepada kamibila kami bersua dengan pembesar-pembesar seperti itu? "Jawab beliau," Penuhi kewajiban mu dan mohonlah hak mu kepada Allah Ta'ala. "
1812. Dari 'Abdur Rahman bin' Abdu Rabbil Ka'bah ra, katanya: "Aku masuk ke dalam masjid maka terlihat oleh ku 'Abdullah bin Amru bin' Ash duduk dibawah naungan Ka'bah dikelilingi orang banyak. Lalu ku datangi mereka dan duduk ke dekat 'Abdullah. Katanya, "Kami pernah mengadakan suatu perjalananbersama Rasulullah saw., lalu pada suatu tempat perhentian kami berhenti. Sebagian kami ada yang memperbaiki tempat tidur, sebagian lagi berlatih memanah, sebagian lagi memberi makan hewan dan sebagainya. Tiba-tiba terdengar Maudzdzin Rasulullah saw. memanggil kami shalat berjama'ah, lalukami berkumpul ke dekat beliau. Beliau bersabda, "Para Nabi sebelum aku bertugas menuntun umatnya kepada kebaikan yang diajarkan Allah kepada mereka dan mengingatkan bahaya yang mengancam mereka. Umat ku yang sempurna dan aman adalah angkatan pertama-tama. Angkatan sesudah itu akan ditimpa berbagaicobaan berupa hal-hal yang tidak disenanginya, seperti timbulnya fitnah. Di mana-mana sebagian mereka menghina bagian yang lain, maka karena itu timbullah bencana. Orang-orang mukmin berkata, "Inilah kiranya yang membinasakan ku. Setelah hilang suatu bencana timbul pula bencana yang lain. Dan orangmukmin berkata, "Ini ....! Ini!" Siapa yang ingin bebas dari neraka ingin masuk ke surga, hendaklah dia menemui kematiannya dalam beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah dia berjasa kepada umat manusia sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat itu. Siapa yang bai'at dengan seorang Imam,(Pembesar atau penguasa) lalu dia memenuhi janji setianya dengan sepenuh hati, hendaklah dia mematuhi Imam itu sehabis daya. Jika yang lain datang memberontak, penggallah lehernya. Kata 'Abdur Rahman, "Aku lebih mendekat kepada' Amru, lalu kata ku, aku bertanya kepada Anda dengan nama Allah, apakahAnda mendengar sendiri hadis ini dari Rasulullah saw. Dia menunjuk dengan tangannya ke telinga dan hatinya seraya berkata, "Aku dengar dengan kedua telinga ku, dan ku simpan dalam hatiku." Lalu ku katakan kepadanya, "Ini anak-anak paman mu, Mu'awiyah. Dia menyuruh kita memakan harta sesama kita dengancara yang haram serta membunuh sesama kita. Padahal Allah Ta'ala telah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang haram, kecuali berjual-beli dengan cara suka sama suka sesamamu, dan janganlah kamu membunuh saudara mu (sesama muslim); sesungguhnyaAllah Maha sayang kepada mu. "Amru diam sebentar kemudian dia berkata," Patuhilah perintahnya bila sesuai dengan perintah Allah dan langgarlah perintahnya bila melanggar perintah Allah! "
1813. Dari Usaid Ibnu Hudhair ra, katanya: "Seorang lelaki Anshar berpencil dengan Rasulullah saw. Lalu dia berkata:" Ya, Rasulullah! Angkatlah aku menjadi pegawai (pembesar) negeri seperti si Fulan. "Jawab Nabi Saw.," Sepeninggal ku, kamu akan menemukan sifat egois. Karena itu sabarlahkamu sampai aku menemukan mu di telaga. "
1814. Dari Hudzaifah Ibnu Al Yamani ra, katanya: "Biasanya orang bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang kebajikan. Tapi aku bertanya kepada beliau tentang kejahatan. Karena aku takut kejahatan itu menimpa ku. Lalu aku bertanya," Ya, Rasulullah! Kami dahulu berada dalam kebodohan dan kejahatan.Karena itu Allah Ta'ala menurunkan kebaikan (agama) ini kepada kami. Mungkinkah sesudah ini muncul lagi kejahatan? "Jawab Rasulullah saw.," Tentu! "Tanya ku," Sesudah itu mungkin pulakah datang lagi kebaikan? "Jawab Nabi saw.," Ya, tetapi sudah cacat! "Tanya ku," Apa cacatnya? "Jawab Nabi saw.," Suatukaum (bangsa) membuat aturan (hukum) di luar sunnah ku dan memimpin tanpa hidayah ku. Engkau mengerti tentang kebijaksanaan mereka dan tidak menyukainya. "Tanya ku," Sesudah kebaikan itu, timbul lagikah kejahatan? "Jawab beliau." Ada. Yaitu orang-orang yang selalu memanggil-manggil di pintuneraka, lalu siapa yang memenuhi panggilannya dilemparkannya ke dalam neraka itu. "
Tanya ku. "Ya, Rasulullah! Tunjukkanlah kepada kami fitur mereka." Jawab Nabi saw., "Baik! Yaitu orang-orang yang kulitnya sama dengan kita (mengaku beragama Islam) dan mereka berbicara memakai lidah (hadis) kami." Tanya ku, "Bagaimana petunjuk Anda seandainya aku menemukan hal yang demikian?" JawabNabi saw., "Tetaplah kamu bersama jama'ah kaum muslimin dan Imam (pemimpin atau pembesar) mereka!" Tanya ku, "Jika tidak ada jama'ah dan Imam?" Jawab beliau, "Tinggalkanlah partai-partai itu semuanya. Sekalipun engkau akan memakan akar-akar kayu, namun engkau tetaplah pada pendirianmu itu."
1815. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang tidak mematuhi Imam dan memencil dari jama'ah, lalu dia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Siapa yang mati terbunuh di bawah bendera kefanatikan, bermusuhan, dan berperang karena fanatik kesukuan (nasional), dia bukanlahumat ku. Dan siapa keluar dari umat ku lalu menyerang umat ku, membunuh orang-orang baik dan orang-orang jahat tanpa mempedulikan apakah dia orang mukmin atau tidak, dan tanpa mengindahkan janji yang telah dibuatnya, orang itu juga bukan umatku. "
1816. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa melihat Amir (pembesar negeri) melakukan suatu tindakan yang tidak disukainya harus dia bersabar, karena siapa memisahkan diri dari jama'ah meskipun hanya sejengkal, lalu dia mati, maka matinya sama dengan mati jahiliyah."
1817. Dari 'Arfajah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti akan terjadi bencana dan kekacauan. Maka siapa yang memecah belah persatuan umat ini penggallah dengan pedangmu, bahkan siapa dia."
1818. Dari 'Arfajah ra, katanya dia mendengar Rasulullah bersabda: "Bila datang kepada mu seorang yang hendak mematahkan tongkatmu atau memecah belah persatuan kamu, padahal kamu bersatu di bawah satu pimpinan (yang baik), maka bunuhlah dia!"
1819. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila dibai'at (diangkat) orang khalifah tandingan (sehingga ada dua khalifah), maka bunuhlah yang terakhir."
1820. Dari Ummu Salamah ra, istri Nabi saw., Dari Nabi saw. sabdanya: "Kelak akan memerintah pembesar-pembesar yang kebijaksanaannya ada yang kamu kenal baik dan yang tidak baik. Maka siapa membenci yang tidak baik lepaslah ia dari dosa, bahkan siapa yang mengingkarinya (memprotes) selamatlah dia.Tapi siapa yang rela bahkan mengikuti yang tidak baik, berdosalah dia. "Para sahabat bertanya," Dapatkah kita bunuh mereka? "Jawab Nabi saw.," Tidak! Selama mereka masih melakukan shalat! "
1821. Dari 'Auf bin Malik ra, dari Rasulullah saw., Katanya: "Imam (pemimpin atau pembesar) yang terbaik adalah mereka yang mencintai mu dan kamu mencintai mereka; mereka mendoakan kamu dan kamu mendoakan mereka. Imam yang paling buruk (jahat) adalah yang kamu benci dan mereka membenci mu; kamu mengutukmereka dan mereka mengutuk mu. "Bertanya seseorang," Ya, Rasulullah! Dapatkah kami menyingkirkannya dengan pedang? "Jawab Rasulullah saw.," Tidak, selama mereka masih shalat bersama-sama kamu. Apabila kamu melihat suatu tindakan (kebijaksanaan) yang tidak baik dari pembesar mu, proteslah tindakannya, danjangan lepas tangan untuk tidak taat (terhadap tindakannya yang baik). "
1822. Dari Jabir r.a. katanya: "Di hari pengukuhan perjanjian Hudaibiyah, kami semuanya berjumlah seribu empat ratus orang. Kami bai'at dengan Rasulullah saw., dan Umar memegang tangan Nabi saw. di bawah pohon Samurah. Kata Jabir," Kami bai'at dengan Nabi saw. bahwa kami tidak akan lari dari perjuangandan bukan untuk mati. "
1823. Dari Mujasyi 'bin Mas'ud As Sulami ra, katanya: "Aku datang bersama saudara ku Abu Ma'bad kepada Rasulullah saw. Sesudah penaklukan Makkah. Aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Bai'atlah dia untuk hijrah. "Jawab Nabi saw.," Hijrah kependudukan sudah selesai. "Tanya ku," Lalu untuk apadia harus dibai'at? "Jawab beliau," Untuk Islam, Jihad, dan Kesejahteraan. "
1824. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang hijrah. Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidak ada lagi hijrah sesudah penaklukan Makkah. Yang ada adalah Jihad dan Niat yang shalih. Apabila kamu diperintahkan berjihad (berjuang atau berperang) maka patuhilah!"
1825. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya seorang Arab dusun bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hijrah. Jawab Nabi saw., "Sayang sekali, hijrah itu sangat berat. Apakah engkau memiliki unta?" Jawab orang itu, "Ada!" Tanya, "Apakah engkau membayar zakatnya?" Jawab, "Ada!" Sabda Nabi saw., "Kalaubegitu beramallah di negerimu, sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan pahala amalmu sedikit jua pun. "
1826. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Ketika para wanita yang beriman hijrah ke Rasulullah saw., Mereka selalu diuji sesuai dengan firman Allah' Azza wa Jalla," Wahai Nabi! Ketika datang ke mu wanita-wanita yang beriman untuk mengadakan janji setia bahwa mereka tidakakan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, sampai akhir hayat, (Al Mumtahanah, 60: 12). Kata 'Aisyah selanjutnya. "Siapa yang memegang teguh janji tersebut dengan setia, berarti mereka lulus dari ujian. Dan ketika mereka telah mengikrarkan janjitersebut dengan ucapan mereka: Rasulullah menyuruh mereka pergi. Sabdanya, "Pergilah kalian! Aku telah membai'at kalian!" Kata 'Aisyah, "Demi Allah! Rasulullah saw. Sekali-kali tidak memegang tangan seorang perempuan pun, sekali-kali tidak, selain hanya membai'at mereka dengan kata-kata."
1827. Dari 'Urwah ra, bahwasanya Aisyah ra, mengabarkan kepadanya tentang cara membai'at kaum wanita, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah memegang tangan seorang perempuan pun, sekali-kali tidak ketika membai'at mereka, ia hanya membai'at dengan ucapan, lalu kaum wanita memberikan janjinyadengan ucapan pula. Sesudah itu ia menyuruh mereka pergi, sabdanya, "Pergilah Anda, aku telah membai'at Anda semua!" 1828. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya: "Kami melakukan bai'at dengan Rasulullah saw. untuk patuh dan setia. Lalu Nabi saw. bersabda," Ucapkanlah! "Lalu aku berbai'at sesuai dengankesanggupanku.
1829. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Rasulullah saw. memeriksa ku ketika hendak berangkat perang Uhud. Ketika itu aku baru berusia empat belas tahun. Dia tidak memungkinkan pergi berperang. Ketika hendak
berangkat ke medan perang Khandaq, dia memeriksa ku pula. Ketika itu aku telah berusia lima belas tahun dan ia memungkinkan ku ikut berperang. "Kata Nafi '," Maka ku datangi' Umar bin 'Abdul' Am, - ketika itu dia telah menjadi Khalifah - lalu ku sampaikan kepadanya hadis tersebut. Katanya, "Sesungguhnyaitu adalah batas antara usia kecil dan usia dewasa. Lalu dia tulis surat kepada seluruh pegawainya supaya mereka mewajibkan pelaksanaan tugas-tugas agama (mukallaf) bagi setiap anak yang telah mencapai usia lima belas tahun. Anak yang kurang dari usia tersebut menjadi tanggungan keluarganya. "
1830. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw., Bahwasanya beliau melarang membawa mashhaf Qur'an ke daerah musuh, karena ia khawatir kalau-kalau nanti diambil musuh (lalu dirusak mereka keagungan dan kesuciannya). "
1831. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengadakan lomba (pacuan) kuda yang dikurung, dari Haifa sampai ke Tsaniyatul Wada' (5 atau 6 mil dari luar kota Madinah), dan balap kuda yang tidak disegel, dari Tsaniyah sampai Masjid Bani Zuraiq. Ibnu 'Umar sendiri turut dalam perlombaanitu. "
1832. Dari Jarir Ibnu 'Abdullah ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Mengusap-usap kening kuda dengan tangan beliau, lalu berkata," Kuda yang diikat (disediakan untuk perang) dahinya membawa berkah sampai hari kiamat, berupa pahala dan penyitaan . "1833. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Rasulullahsaw. tidak menyukai kuda syakal (kuda yang putih kaki kanan dan tangan kiri, atau putih tangan kanan dan kaki kirinya). "
1834. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala telah menjamin bagi orang yang pergi berperang fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah) dengan firman-Nya," Siapa yang pergi jihad (berperang atau berjuang) hanya semata-mata untuk menegakkan atau membela agamaku, dankarena iman dengan Aku, serta percaya kepada diri-Ku, maka Aku menjamin bahwa Aku akan memasukkannya ke surga, atau mengembalikannya pulang ke rumahnya membawa kemenangan, berupa pahala dan rampasan. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, tidak ada seorang pun yang terluka dalamperang fi sabilillah, melainkan dia akan datang kelak di hari kiamat dalam keadaan luka seperti semula. Warna darahnya merah, dan baunya harum seperti kasturi. Demi Allah yang jiwa Muhammad dalam kuasaNya, seandainya tidaklah akan menyulitkan bagi kaum muslimin, tidaklah aku sampai hati untuk membiarkansebagian mereka untuk tidak ikut berperang menegakkan agama Allah. Tapi aku tidak mendapat kelapangan untuk menanggung biaya mereka, sedangkan mereka tidak pula memiliki kelapangan, padahal mereka merasa kecewa tidak ikut berperang bersama ku. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam kuasaNya,sesungguhnya aku ingin sekali berperang fi sabilillah lalu aku tewas, kemudian aku berperang lagi, lalu tewas pula, kemudian aku berperang kembali lalu tewas pula. "
1835. Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak satu pun orang yang telah mati, pada hal dia telah memperoleh pahala yang menggembirakan di sisi Allah, yang ingin kembali ke dunia sekalipun dunia dan seluruh isinya diberikan kepadanya, kecuali orang yang mati syahid. Orang mati syahiditu ingin kembali ke dunia, karena dia ingin sekali lagi sebagai syuhada karena dia telah melihat bagaimana mulianya mati syahid. "1836. Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw. sabdanya:" Tidak satu pun orang yang telah masuk surga ingin hendak kembali ke dunia, bahkan seluruh isi bumi ini diberikankepadanya, kecuali orang-orang mati syahid. Orang yang mati syahid itu ingin kembali ke dunia, lalu dia tewas (syahid) di dunia sampai sepuluh kali, karena dia telah menyaksikan bagaimana mulianya orang mati syahid. "
1837. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ditanyakan orang kepada Nabi saw., amal apakah yang sebanding dengan jihad fi sabilillah?" Jawab Nabi saw., "Engkau tidak akan sanggup mengamalkannya!" Orang itu bertanya kembali sampai dua atau tiga kali, namun Nabi saw. tetap menjawab seperti itu. Terakhir beliaumenjawab, "Perbandingan seorang mujahid fi sabilillah (pejuang yang menegakkan agama Allah) sebanding dengan orang yang puasa, shalat, patuh menjalankan ayat-ayat Allah, tidak berhenti puasa dan shalat, sampai si mujahid pulang dari medan perjuangan."
1838. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Pada suatu ketika aku berada dekat mimbar Rasulullah saw. Lalu mengatakan seorang pria," Aku tidak mementingkan suatu amal sesudah aku masuk Islam kecuali memberi minum orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. "Berkata pula yang lain," Aku tidak mementingkansuatu amal sesudah aku masuk Islam melainkan memakmurkan Masjidil Haram. "Berkata pula yang lain," Jihad fi sabilillah lebih utama dari semua yang kamu katakan itu. "Lalu mereka ditegur oleh 'Umar, katanya," Janganlah kalian meninggikan suara kalian dekat mimbar Rasulullah saw ., bukankah sekarang hariJumat? "Tapi setelah selesai shalat Jumat aku datang menemuinya minta fatwa tentang apa yang diperselisihkan mereka. Maka turunlah ayat:" Apakah orang-orang yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepadaAllah dan hari kemudian serta berjihad fi sabilillah? "(At Taubah, 9: 19)
1839. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jihad fi sabilillah (berjuang atau berperang menegakkan agama Allah) pagi dan sore lebih baik dari dunia dan seluruh isinya." 1840. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, Abu Sa'id! Siapa yang relaAllah menjadi Tuhannya, Muhammad menjadi Nabinya, dan Islam menjadi agamanya, dia wajib masuk surga. "Abu Sa'id kagum mendengar sabda Nabi saw. Tersebut, lalu dia meminta agar Nabi mengulang sabdanya itu. Maka diulang oleh beliau. Kemudian bersabda pula beliau, "Ada lagi yang lain. Yaitu seoranghamba dinaikkan derajatnya seratus derajat di surga. Jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. "Tanya," Apa itu, ya Rasulullah? "Jawab beliau." Jihad fi sabilillah! Jihad fi sabilillah! (Berjuang atau berperang menegakkan agama Allah!) "
1841. Dari Abu Qatadah r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. berdiri di hadapan para sahabat, lalu bersabda:" Sesungguhnya Jihad fi sabilillah serta iman kepada Allah, adalah amal yang paling utama. "Maka berdiri seorang pria seraya bertanya," Ya, Rasulullah! Bagaimana jika aku tewas dalamjihad fi sabilillah, hapuskah dosa-dosaku? "Jawab Rasulullah saw.," Hapus, jika engkau tewas, sedangkan engkau seorang yang sabar dan ikhlas karena Allah, engkau tewas karena maju bertempur tidak karena lari dari pertempuran, "Kemudian beliau bertanya," Apa tanyamu tadi? Maka diulangnya pertanyaannya,"Bagaimana jika aku tewas dalam jihad fi sabilillah, hapuskah dosa-dosaku?" Jawab Rasulullah, "Ya, hapus, jika engkau seorang pejuang yang sabar, ikhlas karena Allah semata-mata, tewas karena maju bertempur, tidak karena lari dari pertempuran. Kecuali yang tidak hapus adalah utang. Begitulah kata Jibrilkepada ku. "
1842. Dari Abu Sa'id ra, katanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., "Siapakah manusia yang paling utama, ya, Rasulullah?" Jawab beliau, "Orang mukmin yang berjuang dengan diri dan hartanya fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah)." Tanya, "Kemudian siapa lagi?" Jawab Rasulullah saw.,"Orang yang mengasingkan diri ke hutan-hutan untuk menyembah Tuhannya, sehingga mereka terhindar dari kejahatan."
1843. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Termasuk kehidupan yang terbaik, yaitu orang-orang yang menyiagakan hidupnya untuk jihad fi sabilillah (berjuang atau berperang untuk menegakkan agama Allah). Ia segera melompat ke punggung kuda tatkala mendengar terompet perang dan menunggukomando. Ia segera memacu kudanya ke medan perang menemukan kematian (syahid) yang didambakannya. Atau seorang yang tinggal di puncak-puncak bukit dan di lembah-lembah, dengan hidup sederhana, ditegakkannya shalat, dibayarnya zakat, disembahnya Tuhan terus menerus sampai meninggal, dan tidak pernah merugikanumat manusia, bahkan dia selalu berbuat kebajikan terhadap sesamanya. "1844. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Allah Ta'ala tertawa (rela) kepada dua orang pria, di mana seorang di antaranya membunuh yang lain, lalu keduanya masuk surga. Tanya para sahabat, "Bagaimana bisabegitu, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Pria yang terbunuh itu tewas dalam jihad fi sabilillah, maka dia itu mati syahid. Kemudian si pembunuh taubat kepada Allah Ta'ala, lalu Allah menerima taubatnya. Sesudah itu dia tewas pula dalam perang fi sabilillah, maka dia itu mati syahid. "
1845. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Mempersembahkan seekor unta betina yang telah diberi kekang (siap pakai) seraya katanya," Unta ini ku persembahkan untuk perjuangan fi sabilillah. "Maka sabda Rasulullah saw., "Kelak di hari kiamat kamu akanmemperoleh gantinya sebanyak tujuh ratus ekor unta yang telah diberi kekang pula. "
1846. Dari Abu Mas'ud al Anshari ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia berkata," Aku kehilangan unta kenderaanku, sudilah Anda menunjukkan ke mana perginya! "Jawab Rasulullah saw.," Aku tidak tahu ke mana dia! "Maka berkata seorang pria," Aku dapat menunjukkan orangyang membawanya. "Sabda Rasulullah saw.," Siapa menunjukkan suatu kebaikan, maka pahalanya sama dengan pahala membuatnya. "
1847. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Seorang pemuda dari suku Aslam berkata kepada Rasulullah saw.,
"Ya, Rasulullah! Sesungguhnya aku ingin hendak turut berperang tetapi aku tidak memiliki perlengkapan." Sabda Nabi saw., "Datangilah si Fulan karena dia telah berlengkap tetapi dia sakit." Maka datanglah pemuda itu ke si Fulan lalu katanya, "Rasulullah saw. Berkirim salam untuk Anda dan menyuruhAnda memberikan perlengkapan perang Anda kepada ku. "Kata si Fulan kepada istrinya." Hai Fulanah! Berikan perlengkapan perangku kepada pemuda ini semuanya satu pun jangan ada yang ketinggalan. Demi Allah! Satu pun jangan ada yang ketinggalan! Allah Ta'ala akan memberi berkat kepada mu karenanya! "
1848. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Orang-orang yang bekerja menyiapkan perlengkapan perang fi sabilillah, berarti dia ikut berperang dan orang-orang yang mengurus keluarga yang ditinggalkan orang yang pergi perang berarti dia ikut berperang."
1849. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengirim utusan kepada Bani Lahyan memerintahkan satu di antara dua pria supaya pergi berperang. Kemudian beliau bersabda," Orang tinggal harus menjaga dengan baik kesejahteraan / keamanan keluarga dan harta orang yang berangkat. Diamendapat pahala seperdua pahala orang-orang yang pergi perang. "1850. Dari Sulaiman bin Buraidah ra, ayahnya menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:" Kehormatan istri para pejuang, bagi orang-orang yang tidak ikut berperang, sama dengan kehormatan ibu mereka sendiri. Bila orang yang mengurus / menjagakeselamatan dan keamanan keluarga para pejuang mengkhianati mereka, dia akan diadili nanti di hari kiamat, lalu pahala amalnya diambil oleh orang yang dikhianatinya sesuka hatinya. Bagaimana tanggapanmu? "
1851. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Sehubungan dengan turunnya ayat:" Tidak sama antara orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) dengan orang-orang yang turut berperang fi sabilillah: lalu Rasulullah saw. memerintahkan Zaid bin Tsabit agar menuliskan ayat tersebut. Zaid membawa sepotongtulang, lalu menulis ayat tersebut pada tulang itu. Tiba-tiba datang Ibnu Ummi Maktum mengadukan kesulitannya tidak dapat turut berperang karena ia buta. Maka turunlah ayat: "Tidak sama antara orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) yang tidak memiliki uzur dengan orang-orang yang berjihad(Berperang) fi sabilillah. "(An Nisa ', 4: 95).
1852. Dari Jabir r.a. katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw.," Di mana tempatku, ya Rasulullah? "Jawab Nabi saw.," Di surga! "Orang itu segera membuang kurma yang dipegangnya, kemudian maju bertempur hingga dia tewas." Dalam hadis Suwaid dinyatakan bahwa peristiwa orang itu terjadidalam perang Uhud.
1853. Dari Al Bara 'ra, katanya: "Seorang pria Bani Nabit dari kabilah Anshar datang kepada Nabi saw. Lalu dia mengucapkan tasyahhud, Asyhadu an la ilaaha illallah wa annaka' abduhu wa rasuluh (aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Anda adalah hamba Allah dan Rasul-Nya), kemudiandia maju ke medan perang lalu bertempur sampai dia tewas terbunuh. Maka bersabda Nabi saw., "Meskipun amalnya baru sedikit, tetapi pahalanya banyak."
1854. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Menugaskan Busaisah memata-matai kekuatan dan gerak-gerik pasukan Abu Sufyan. Ketika Busaisah datang melapor, di rumah tidak ada seorang pun selain aku dan Rasulullah saw. Mungkin kalau aku tidak tahu barangkali ia mengistimewakan sebagianistri beliau (dapat mendengar berita rahasia). Lalu Busaisah menyampaikan laporannya. Kata Anas, kemudian Rasulullah keluar dan bersabda, "Kita berangkat sekarang untuk suatu tujuan. Siapa yang telah siap kendaraannya, berangkatlah bersama kami!" Seorang pria minta izin kepada beliau hendak mengambilkendaraannya di luar kota. Sabda beliau, "Tidak usah! Cukup orang-orang yang kendaraannya telah siap saja!" Maka berangkatlah Rasulullah saw. beserta para sahabatnya sehingga mereka lebih dahulu tiba di Badar dari kaum musyrikin. Setelah kaum musyrikin tiba, Rasulullah saw. bersabda kepada parasahabat, "Kalian tidak bisa bertindak sebelum ada perintah dariku!" Setelah kaum musyrikin tambah dekat maka bersabda beliau, "Majulah kalian ke surga, yang lebarnya selebar langit dan bumi!" Lalu bertanya 'Umair bin Humam Al Anshari, "Ya, Rasulullah! Surga lebarnya selebar langit dan bumi?"Jawab beliau, "Ya!" Kata 'Umair, "Wah, wah!" Tanya Rasulullah saw., "Mengapa, wah..wah, katamu?" Jawab 'Umair, "Tidak, demi Allah, ya Rasulullah! Aku hanya berharap semoga aku menjadi penghuninya." Jawab Nabi saw., "Ya, sesungguhnya engkau jadi penghuninya!" Kemudian dikeluarkannya kurma dan kantongperbekalannya lalu dimakannya sebagian. Sesudah itu dia berkata, "Seandainya aku masih hidup sampai kurmaku ini habis kumakan, sungguh lama sekali." Maka dilemparkannya kurmanya yang masih tersisa di tangannya, lalu dia maju bertempur melawan musuh hingga dia tewas terbunuh. "1855. Dari Abu Bakarbin Abdullah bin Qais ra, dari ayahnya, katanya dia mendengar ayahnya bercerita, bahwa ketika ayahnya sedang berhadapan dengan musuh, Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah naungan (kilatan) pedang." Lalu berdiri seorang pria sambil menangis, katanya: "Hai, AbuMusa! Apakah Anda pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda seperti itu? "Jawab Abu Musa," Ada! "Orang itu pergi menemui teman-temannya seraya katanya," Aku mengatur salam kepada Anda semua! "Kemudian dibukanya sarung pedangnya lalu dilemparkannya. Sesudah itu, dengan pedang terhunus dia pergi menyerbumusuh, memukul tewas dengan pedangnya, setiap musuh yang ditemuinya sehingga akhirnya dia sendiri tewas pula terbunuh sebagai syahid. "
1856. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Serombongan orang datang kepada Nabi saw. lalu mereka berkata," Kirimlah bersama kami beberapa orang guru untuk mengajar Qur'an dan Sunnah kepada kami. "Maka dikirim beliau kepada mereka tujuh puluh orang dari golongan Anshar. Mereka disebut Al Qurra '(Anggota baca), semuanya menjauhi segala yang haram, dan siang hari mereka bekerja mengangkut air ke masjid untuk kebutuhan orang-orang yang hendak bersuci, atau mereka pergi mencari kayu api, lalu mereka jual. Dengan hasil penjualannya mereka membeli makanan, dan mereka berikan kepada Ahlus Shuffahdan orang-orang fakir. Mereka itulah yang dikirim Nabi saw. kepada mereka. Di tengah jalan, sebelum mereka sampai ke tempat yang dituju, mereka diserang oleh orang-orang tersebut dan semuanya tewas terbunuh. Mereka mendoa ', "Wahai Allah! Sampaikanlah kepada Nabi kami berita tentang mushibah yang menimpakami, bahwa kami telah menunaikan tugas yang diperintahkannya kepada kami, dan semoga beliau meridhai kami. "1857. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya:" Seorang pria Arab dusun mendatangi Nabi saw. lalu dia berkata: "Ya, Rasulullah! Ada orang berperang untuk mendapatkan harta rampasan. Ada pulasehingga dia terkenal sebagai pahlawan. Dan ada pula sehingga posisinya dihormati. Siapakah sebenarnya yang berperang fi Sabilillah? "Jawab Rasulullah saw.," Yaitu orang yang berperang menegakkan kalimah Allah setinggi-tingginya. Itulah yang disebut fi Sabilillah. "
1858. Dari Abu Musa ra, katanya: "Rasulullah saw. Ditanya tentang orang-orang yang berperang karena hendak memperlihatkan keberaniannya, berperang karena hendak membela kesukuannya, dan berperang karena ingin dipuji. Maka manakah yang disebut fisabilillah?" Jawab Rasulullah saw., "Yaitu orang yangberperang menegakkan kalimat (agama) Allah setinggi-tingginya. Itulah yang disebut fi sabilillah. "1859. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Natil (bin ODIs Al Hazami), seorang penduduk Syam, bertanya kepadanya, "Wahai, Tuan Guru! Ajarkanlah kepada kami hadis yang Anda dengar dari Rasulullah saw." JawabAbu Humirah, "Baik! Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Orang yang pertama-tama diadili kelak di hari kiamat, adalah orang mati syahid. Orang itu dihadapkan ke pengadilan, lalu diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diperolehnya, maka dia mengakuinya. Tanya, "Apakah yang engkau perbuat dengannikmat itu? "Jawab," Aku berperang untuk agama Allah sehingga aku mati syahid. "Firman Allah," Engkau dusta! Sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan gagah berani. Dan gelar itu telah engkau peroleh. "Kemudian dia disuruh seret dengan muka tertutup lalu dilemparkan ke neraka. Kemudian dihadapkanpula orang 'alim yang belajar dan mengajarkan ilmunya serta membaca Al Qur'an. Dihadapkannya kepadanya nikmat yang telah diperolehnya, semua diakuinya. Tanya, "Apa yang engkau perbuat dengan nikmat itu?" Jawab, "Aku belajar, mengajar, dan membaca Qur'an karena Engkau." Firman Allah, "Engkau dusta! Sesungguhnyaengkau belajar dan mengajar sehingga disebut orang Alim, dan engkau membaca Al Qur'an supaya dikatakan sebagai Qari (ahli baca). Semua itu telah dipanggilkan orang kepada mu. "Kemudian dia disuruh seret dengan muka menghadap ke tanah lalu di lemparkan ke neraka. Sesudah itu dihadap pula orang yang diberikekayaan oleh Allah dengan berbagai macam harta. Semua kekayaannya dihadapkan kepadanya lalu diingatkan segala nikmat yang telah diperolehnya, ia pun mengakui. Tanya, "Apa yang telah engkau perbuat dengan harta sebanyak itu?" Jawab, "Setiap bidang yang Engkau sukai tidak ada yang kutinggalkan, melainkanaku sumbang semuanya karena Engkau. "Firman Allah," Engkau dusta! Sesungguhnya engkau melakukan semuanya itu supaya engkau disebut orang yang pemurah, dan gelar itu telah engkau peroleh. "Kemudian dia disuruh seret dengan muka menghadap ke tanah lalu dilemparkan ke neraka.
1860. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap tim, besar atau kecil yang berperang fi Sabilillah, lalu mereka beroleh harta rampasan, berarti pahala mereka untuk akhirat telah diberi ganjar lebih dahulu di dunia dua pertiga, dan sisanya tinggal sepertiga untuk merekadi akhirat. Jika mereka tidak beroleh harta rampasan, maka pahala mereka tetap utuh semuanya. "
1861. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niat. Dan pahala bagi setiap orang yang beramal diberikan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Siapa yang hijrah dengan niat karena hendak memperoleh keridhaan Allah dan RasulNya, makapahalanya ada di sisi Allah dan RasulNya. Dan siapa yang hijrah dengan niat hendak memperoleh harta kekayaan (kebanggaan duniawi) atau dengan niat hendak menikahi seorang perempuan yang dicintainya, maka pahala hijrahnya sesuai dengan niatnya pula.
1862. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang sungguh-sungguh ingin ingin mati syahid, dia akan diberi pahala seperti pahala orang mati syahid, sekalipun dia tidak mengalami mati syahid yang sesungguhnya."
1863. Dari Sahal bin Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif, dari ayahnya, dari kakaknya, katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh ingin mati syahid, maka Allah menaikkannya ke tingkatan para syuhada sekalipun kenyataannya dia mati biasa di tempat tidur." 1864. DariAbu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mati tanpa pernah berperang bahkan jiwanya tidak pernah terarah akan turut berperang, maka matinya sama dengan mati munafik."
1865. Dari Jabir r.a. katanya: "Kami turut berperang bersama Nabi saw. dalam suatu peperangan, di mana beliau pernah bersabda:" Di Madinah ada beberapa orang pria tidak turut berperang yang biasanya bila kamu pergi berperang dan kamu melintasi lembah, mereka tetap turut bersama-sama kamu . Tapisekarang mereka terhalang karena sakit. "
1866. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. datang ke rumah Ummu Haram binti Milhan, istri 'Ubadah bin Shamit. Lalu beliau disuguhi makan oleh Ummu Haram. Sesudah makan, Ummu Haram duduk menyisir rambut Rasulullah saw., lalu beliau tertidur. Ketika terbangun dia tertawa."Mengapa Anda tertawa, ya Rasulullah?" tanya Ummu Haram. Jawab Nabi saw., "Serombongan umat ku diperlihatkan Allah Ta'ala kepada ku, mereka berperang fi Sabilillah mengarungi lautan dengan kapal, bagaikan raja-raja di atas tahta." Kata Ummu Haram, "Doakanlah semoga aku termasuk dalam rombongan mereka."Dia merebahkan kepalanya kembali lalu tertidur. Setelah terbangun ia tertawa pula. "Mengapa Anda tertawa, ya Rasulullah?" tanya Ummu Haram. Jawab Nabi saw., "Serombongan umat ku diperlihatkan Allah Ta'ala kepada ku sedang berperang fi Sabilillah," kata beliau menceritakan seperti ceritanya yangpertama. Kata Ummu Haram, "Doakanlah semoga aku termasuk rombongan mereka." Sabda Rasulullah saw., "Engkau dalam rombongan yang pertama." Memang pada masa pemerintahan Mu'awiyah, Ummu Haram turut dalam tim Islam berlayar ke medan perang. Ketika mendarat dia jatuh dari untanya lalu tewas. "
1867. Dari Salman r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Bekerja atau berusaha siang malam menyiapkan perlengkapan perang lebih baik dari puasa dan solat sebulan. Jika ia mati, pahala amalnya tetap mengalir kepadanya, begitu pula rezekinya dan dia aman dari fitnah."
1868. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang pria berjalan di sebuah jalan lalu dia menemukan sebuah ranting berduri di tengah jalan maka disingkirkannya ranting itu dengan bersyukur kepada Allah Ta'ala. Allah mengampuni dosanya karena perbuatannya itu." Beliau bersabdapula, "Para syuhada (orang-orang yang mati syahid) lima macam: (1) Al Math'un, orang-orang yang tewas karena penyakit kolera (penyakit menular atau wabah). (2) Al Mabthun, orang-orang yang tewas karena sakit perut atau melahirkan. (3) Orang yang tewas karena tenggelam. (4) Orang yang tewas karena ditimpatanah longsor atau pohon tumbang dan sebagainya. (5) Orang yang tewas dalam perang fi Sabilillah. "1869. Dari 'Uqbah bin Amir ra katanya dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda di atas mimbar:" Siapkanlah untuk menghadapi (musuh) kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah! Sesungguhnya kekuatanitu adalah ketrampilan memanah. Ketahuilah! Sesungguhnya kekuatan itu adalah ketrampilan memanah. Ketahuilah! Sesungguhnya kekuatan itu adalah ketrampilan memanah. "
1870. Dari 'Uqbah bin Amir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah
saw. bersabda: "Banyak negara bakal takluk dan Allah akan menyempurnakan janji-Nya itu kepada mu. Karena itu janganlah kamu bosan berlatih memanah."
1871. Dari Tsauban r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Selalu ada segolongan umat ku yang berjuang memenangkan yang hak. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang memusuhinya sampai kiamat."
1872. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Selalu ada segolongan umat ku yang selalu memperjuangkan yang hak. Mereka selalu menang sampai hari kiamat."
1873. Dari Mu'awiyah ra, dia mengatakan dalam pidatonya di atas
mimbar bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Senantiasa ada segolongan umat ku yang selalu berjuang menegakkan agama Allah Ta'ala. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang menghina atau menentang mereka sampai hari kiamat. Bahkan mereka tetap menang atas semua manusia."
1874. Dari 'Abdur Rahman bin Syumasah At Mahrl ra katanya: "Pada suatu ketika, aku berada dekat Maslamah bin Mukhallad, di dekatnya ada pula Abdullah bin 'Amr bin' Ash." Kata 'Abdullah, "Belum akan terjadi kiamat kecuali bila kejahatan manusia telah meningkat. Mereka lebih jahat dari orang-orangjahiliyah. Setiap mereka diajak kepada agama Allah selalu ditolaknya. "Ketika mereka sedang berbicara demikian, tiba-tiba datang 'Uqbah bin' Amir. Kata Maslamah," Hai, 'Uqbah! Aku mendengar 'Abdullah berkata begitu. "Bagaimana pendapatmu?" Jawab 'Uqbah, "Dia memang lebih tahu. Adapun yang kudengardari Rasulullah saw. adalah: Selalu ada segolongan umat ku yang berjuang menegakkan agama Allah, di mana mereka selalu menang terhadap musuh-musuhnya. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang menentangnya sampai hari kiamat. Dan mereka akan tetap ada. "Maka berkata 'Abdullah," Itu memang benar!Kemudian Allah Ta'ala mengirim angin seperti angin kesturi yang sentuhannya halus bagaikan sutra. Tidak ada iman yang tinggal dalam hati seseorang walau seberat biji pun melainkan dicabutnya. Maka tinggallah orang-orang jahat belaka, lalu terjadilah kiamat. "
1875. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu melalui padang rumput yang subur lepaslah untamu memakan makanannya di bumi, dan bila kamu berjalan di musim kemarau percepatlah perjalanan (cepat sampai di tujuan). Dan bila kamu duduk dalam perjalanan malam hari, jauhilahjalan raya karena jalan raya itu tempat lewat serangga-serangga malam hari. "
1876. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perjalanan itu merupakan setengah siksaan. Tidurmu berkurang, begitu pula makan dan minum. Karena itu bila urusanmu telah selesai, segeralah pulang ke keluargamu."
1877. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Kami turut berperang bersama Rasulullah saw. dalam suatu peperangan. Setelah kami tiba kembali di Madinah, kami bermaksud ingin segera pulang ke rumah kami masing-masing. Maka bersabda Rasulullah saw.," Tunggulah dahulu sampai hari agak senja. Sisirlahdahulu rambut kalian yang kusut, berilah kesempatan kepada keluarga kalian untuk bersiap-siap dan berhias menyambut kedatangan kalian. "1878. Dari Jabir ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila
kamu tiba malam hari dari perjalanan, janganlah kamu pulang ke rumah keluargamu tengah malam, sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat bersiap-siap dan menyisir rambut (menyambut kedatanganmu).
1879. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. melarang orang yang telah lama berjalan meninggalkan keluarganya untuk pulang (dengan tiba-tiba) ke rumahnya pada tengah malam. "
1880. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang orang pulang (dengan tiba-tiba) ke rumah keluarganya pada tengah malam, dengan maksud hendak memergoki atau untuk mencari-cari kesalahan mereka."
1881. Dari 'Adi bin Hatim r.a. katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Aku melepas anjing pemburu yang terlatih lalu ditangkapnya buruan untukku dan aku telah menyebut nama Allah ketika melepasnya. Bagaimana itu?" Jawab Rasulullah saw., "Apabila kamu melepas anjing pemburu yangterlatih dan Kamu menyebut nama Allah ketika melepaskannya, makanlah tangkapannya. "Tanya ku," Bagaimana jika buronan itu mati ditangkapnya? "Jawab beliau," Meskipun mati, selama tidak ada anjing lain yang menyertainya menangkap. "Tanya ku," Aku melempar buruan dengan mi'radh) lalu kena. Bagaimana itu? "Jawab beliau, "Bila kamu melempar dengan mi'radh lalu kena, niatkanlah buruanmu itu. Tapi jika yang mengena lintangnya, jangan dimakan.
1882. Dari 'Adi bin Hatim r.a. katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Kami ini suatu kaum yang biasa hidup berburu dengan mempergunakan anjing-anjing ini. Bagaimana itu?" Jawab Nabi saw., "Apabila kamu melepas anjingmu yang terlatih dengan menyebut nama Allah, makanlah tangkapannya sekalipunburuan itu mati ditangkapnya. Kecuali jika anjing-anjing itu memakan tangkapannya maka janganlah kamu makan pula, karena aku khawatir dia menangkap buronan itu untuknya sendiri. Atau jika ada anjing lain yang menyertainya menangkap, jangan pula kamu makan. "1883. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya dia bertanyakepada Rasulullah saw. tentang buronan yang mati terbunuh kena mi'radh. Sabda Nabi saw., "Jika yang mengena ujungnya yang runcing (tajam), makanlah. Jika yang mengena lintangnya, berarti buruan itu mati kena pukul."
1884. Dari 'Adi bin Hatim ra, "Aku melepas anjingku berburu, tetapi kudapati ada pula anjing lain bersama anjingku dekat buronan yang tertangkap itu. Aku tak tahu anjing mana sesungguhnya yang menangkap. Bagaimana itu?" Jawab Nabi saw., "Jangan dimakan buruan itu karena kamu hanya membacakan Basmalahuntuk anjingmu saja dan tidak membacakannya untuk anjing-anjing yang lain. "
1885. Dari 'Adi bin Hatim r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya. "Apabila kamu melepas anjingmu maka sebutlah nama Allah (Bismillahirrahmanirrahim). Jika anjing itu menangkap buruan dan engkau temukan masih hidup, sembelihlah! Jika engkau dapati telah mati dan tidak dimakan oleh anjingmu, makanlaholehmu. Dan jika engkau temukan anjingmu bersama anjing lainnya, sedangkan buruannya telah mati jangan dimakan buruan itu, karena engkau tidak tahu anjing mana sesungguhnya yang membunuh buruan itu. Jika engkau memanah buruan dengan panahmu, maka makanlah buruan itu jika engkau mau. Tetapi jika engkau temukanburuan itu mati tenggelam (jatuh ke air) jangan dimakan. "
1886. Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani r.a. katanya dia datang kepada Rasulullah saw. lalu bertanya: "Ya, Rasulullah! Kami tinggal di negeri Ahli Kitab. Kami makan di piring mereka, sedangkan penghidupan di negeri itu adalah berburu. Aku berburu menggunakan panah dan anjing-anjingku yang terlatih dantidak terlatih. Ajarkanlah kepada ku, apakah halal bagi kami yang demikian itu? "Jawab Rasulullah saw.," Adapun engkau tinggal di negeri Ahli Kitab dan engkau makan di piring mereka, seandainya engkau masih bisa mendapatkan piring selain piring mereka, janganlah makan di piring mereka. Tetapi jika engkautidak mendapatkan piring lain, basuhlah dahulu piring mereka itu dan makanlah di piring itu. Adapun engkau tinggal di negeri yang penghidupannya berburu, bila engkau memanah buruan dengan panahmu, sebutlah nama Allah, kemudian makanlah hasil buruan itu. Bila engkau menangkap buruan dengan mempergunakananjing yang terlatih, sebutlah nama Allah kemudian makanlah. Dan bila engkau menangkap buruan dengan mempergunakan anjing yang tidak terlatih dan engkau masih sempat menyembelihnya, makanlah. "
1887. Dari Abu Tsalabah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila buruan yang kamu panah hilang, kemudian kamu temukan kembali, makanlah jika belum busuk."
1888. Dari Abu Tsa'labah r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang memakan binatang bertaring dari jenis binatang buas."
1889. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas haram memakannya."
1890. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang memakan setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas dan setiap jenis burung yang memiliki kuku untuk tumbuh."
1891. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. menugaskan kami menghadang kafilah Quraisy dan mengangkat Abu 'Ubaidah menjadi komandan kami. Kami hanya dibekali dengan sekarung kurma, tidak ada lagi selain itu. Karena itu Abu' Ubaidah membagi-bagikannya kepada kami sebuah demi sebuah." Apa yang dapatkamu perbuat dengan kurma sebuah itu? "Jawab," Kami menghisap-hisapnya seperti bayi. Kemudian kami minum air. Itu sudah cukup bagi kami untuk sehari sampai malam. Pernah juga kami gugurkan daun-daun dengan tongkat, kemudian kami siram dengan air lalu kami makan. Setelah kami sampai di pantai lautan,kami dihadapkan kepada suatu pemandangan yang tampaknya seperti gundukan pasir. Ketika kami hampiri, kiranya yang terlihat itu adalah hewan laut yang disebut 'anbar (sejenis ikan panjang yang besar dan lebar kepalanya). Lalu kata Abu 'Ubaidah, "Itu bangkai! Tapi tidak mengapa. Kita adalah utusanRasulullah saw. yang mengemban tugas fi sabilillah. Kalian dalam keadaan terpaksa, karena itu dapat kalian makan. "Kami tinggal di tempat itu selama sebulan, dan jumlah kami semuanya tiga ratus orang. Kami menjadi gemuk semuanya (karena memakan ikan tersebut). Kami ambil minyaknya dari rongga matanyadan menampungnya dengan tempayan besar. Kemudian kami potong-potong dagingnya seperti memotong-motong sapi. Abu 'Ubaidah memanggil tiga belas orang prajurit di antara kami lalu disuruhnya masuk ke rongga mata ikan
itu (ternyata mereka muat di dalam). Sesudah itu diambilnya kerangka ikan tersebut lalu ditegakkannya. Kemudian disuruhnya unta kami yang paling besar berjalan di bawah kerangka ikan tersebut. Kami ambil daging ikan itu sebagai perbekalan kami dan untuk kami masak. Setelah kami tiba kembali di Madinah,kami datangi Rasulullah saw. lalu kami laporkan peristiwa itu kepada beliau. Sabda beliau, "Itu rezeki diberikan Allah Ta'ala untuk kalian. Apakah kalian bawa dagingnya agak sedikit untuk kami?" Maka kami berikan daging yang kami bawa kepada beliau lalu beliau makan. "1892. Dari Ali bin Abi Thalib rakatanya: "Rasulullah saw. telah melarang melakukan nikah mut'ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu terjadi perang Khaibar."
1893. Dari Salamah bin Akwa 'r.a. katanya: "Kami berangkat bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Kemudian Allah Ta'ala menaklukkannya untuk kemenangan mereka (kaum muslimin). Ketika hari telah sore pada hari penaklukan itu, para prajurit banyak menyalakan api, maka bertanya Rasulullah saw.,"Api apa itu, untuk apa kamu nyalakan?" Jawab mereka, "Untuk memasak daging." Tanya dia, daging apa? "Jawab mereka," Daging keledai jinak. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Tumpahkan daging itu dan pecahkan periuknya! "Tanya seorang pria," Bagaimana kalau kami tumpahkan isinya lalu kami cuci periuknya? "Jawab beliau, "Atau begitu bisa juga." 1894. Dari Anas r.a. katanya: "Tatkala Rasulullah saw. menaklukkan Khaibar, kami menangkap keledai di luar kota, lalu kami masak. Tiba-tiba datang utusan Rasulullah saw. berseru," Perhatian! Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian semua memasak dagingkeledai karena daging keledai itu najis (dan memasaknya) termasuk perbuatan setan. "Maka dibalikkan orang panci sehingga isinya tumpah semuanya.
1895. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Telah melarang ketika terjadi perang Khaibar memakan daging keledai jinak dan memungkinkan memakan daging kuda."
1896. Dari Asma 'r.a. katanya, "Kami pernah menyembelih kuda pada masa Rasulullah saw. lalu kami makan."
1897. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. ketika beliau sedang berpidato di mimbar tentang memakan daging biawak (sejenis biawak, tidak ada di Indonesia). Jawab beliau," Aku tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya. "
1898. Dari 'Abdullah bin Abbas r.a. katanya: "Aku dan Khalid bersama dengan Rasulullah saw. datang ke rumah Maimunah (istri Rasulullah saw.) lalu dihidangkan orang daging biawak (biawak) dibakar. Rasulullah mengulurkan tangannya ke hidangan itu, tiba-tiba mengatakan seorang wanita yang berada di rumahMaimunah, katanya: "Beritahulah Rasulullah saw. Tentang hidangan yang akan dimakan beliau itu." Karena itu ia menarik tangannya kembali. Tanya ku, "Apakah itu haram, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Tidak! Tapi karena tidak ada di negeriku, maka aku merasa jijik memakannya." Kata Khalid, "Lalukuambil daging itu dan kumakan, sedangkan Rasulullah saw. melihat saja. "
1899. Dari Abu Sa'id r.a. katanya seorang Arab dusun datang kepada Nabi saw. seraya berkata: "Aku tinggal di negeri yang banyak biawak dan binatang itu adalah makanan umum penduduk negeri." Rasulullah saw. tidak menjawab perkataannya lalu kami suruh dia mengulangi. Maka diulanginya bertanya. TapiRasulullah belum juga menjawab sampai diulangnya bertanya sampai tiga kali. Setelah kali yang ketiga, ia memanggilnya, "Hai, Arab! Sesungguhnya Allah Ta'ala pernah mengutuk sebuah suku dari Bani Israil dan mengubah bentuknya seperti binatang. Aku tidak tahu apakah binatang itu biawak. Karena ituaku tidak suka memakannya. Namun begitu aku tidak pula melarang memakannya. "
1900. Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. katanya: "Kami berperang bersama Rasulullah saw. dalam tujuh peperangan di mana kami pernah memakan belalang."
1901. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Pada suatu ketika kami lewat di Marruzh Zhahran (suatu tempat dekat Makkah), tiba-tiba kami di kejutkan oleh kelinci. Lalu mereka kejar kelinci itu sampai mereka kelelahan karenanya. Aku mengejarnya sampai dapat, lalu kubawa ke Abu Thalhah. Abu Thalhah menyembelihkelinci itu dan mengirimkan kedua pahanya kepada Rasulullah saw. Aku mengantarkannya kepada beliau dan beliau menerimanya. "
1902. Dari Ibnu Buraidah r.a. katanya: "Pada suatu ketika, Abdullah bin Mughaffal melihat seorang pria sahabatnya sedang melempar. Lalu kata Abdullah," Jangan melempar! Rasulullah saw. telah melarang perbuatan itu, karena tidak akan mematikan buruan dan tidak pula mengalahkan musuh. Kendatipun begitudapat memecahkan gigi orang atau membutakan mata. "1903. Dari Syaddad bin Aus ra katanya:" Ada dua pesan Rasulullah saw. yang selalu kuingat dengan baik, yaitu sabda beliau, "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mewajibkan agar selalu bersikap baik terhadap segala sesuatu. Jika kamu membunuh (buruan)lakukanlah dengan cara yang baik. Dan jika kamu menyembelih sembelihan, lakukanlah dengan cara yang baik, tajamkan mata pisaumu, sehingga tidak terlalu menyakiti hewan sembelihanmu. "
1904. Dari Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik ra katanya: "Aku datang bersama kakakku Anas bin Malik ke rumah Hakam bin Ayyub. Di sana kami menemukan beberapa orang sedang memanah, membuat ayam betina sebagai sasaran. Lalu kata Anas," Rasulullah saw. telah melarang menjadikan binatang sebagai sasaranmemanah. "
1905. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan mengambil makhluk bernyawa menjadi sasaran!"
1906. Dari Sa'id bin Jubair r.a. katanya: "Pada suatu hari Ibnu
'Umar lewat dekat beberapa orang pemuda Quraisy mengurung seekor burung menjadi sasaran memanah. Mereka membayar kepada pemilik burung setiap panahan yang tidak mengena. Tatkala mereka melihat Ibnu 'Umar, mereka lari berpencar. Kata Ibnu 'Umar, "Siapa yang melakukan perbuatan ini? Allah Ta'ala mengutuksetiap orang yang melakukannya. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengutuk setiap orang yang mengambil makhluk bernyawa menjadi sasaran. "
1907. Dari Jundab bin Sufyan r.a. katanya: "Aku hadir shalat 'Idul Adha bersama Rasulullah saw. Tidak lama setelah selesai shalat, beliau terlihat daging kurban yang telah disembelih sebelum shalat. Maka bersabda beliau," Siapa menyembelih kurban sebelum shalat, maka hendaklah disembelihnya yang lainsebagai pengganti. Dan siapa yang belum menyembelih hendaknya menyembelihnya dengan menyebut nama Allah. "
1908. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Pamanku Abu Burdah menyembelih korbannya sebelum shalat 'Id. Maka bersabda Rasulullah saw.," Itu hanya kambing untuk daging makanan (bukan kurban). "Jawab Paman," Ya, Rasulullah! Kambingku hanya tinggal seekor kambing muda. "Sabda Nabi saw.," (Kali ini) engkau dapatberkurban dengan itu, tetapi tidak cukup bagi yang lain-lain. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya" Siapa menyembelih kurban sebelum shalat 'Id, dia hanya menyembelih untuk dirinya sendiri (tidak menyembelih kurban), dan siapa menyembelih sesudah shalat' Id maka sempurnalah ibadahnya dan dia telahmelaksanakan sunnah kaum muslimin dengan tepat. "
1909. Dari Al Bara 'bin' Azib r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Pekerjaan yang pertama kali kita lakukan hari ini adalah shalat. Sesudah shalat kita pulang lalu menyembelih kurban. Siapa melakukan seperti itu, sesungguhnya dia melaksanakan sunnah ku dengan tepat. Siapa menyembelih kurban sebelum shalat'Id, itu hanya merupakan daging yang biasa diberikannya kepada keluarganya, tidak merupakan ibadah kurban sama sekali. "
1910. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu sembelih hewan untuk kurban, melainkan hewan yang telah dewasa (musinnah). Jika itu sunat kamu peroleh, sembelihlah hewan yang berusia muda dari adh dh'an (domba)."
1911. Dari 'Uqbah bin' Amir Al Juhani r.a. katanya: "Rasulullah saw. membagi-bagikan hewan kurban kepada kami. Aku mendapat seekor kambing muda. Lalu kukatakan kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Aku mendapat kambing muda. "Sabda beliau," Berkurbanlah dengan itu! "1912. Dari Anas ra, katanyaRasulullah saw. menyembelih kurban dua ekor kibasy (domba) putih yang telah bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca Basmalah dan Takbir dan dengan menginjakkan kaki beliau di pangkal leher domba itu. "
1913. Dari Rafi 'bin Khadij r.a. katanya dia berkata kepada Rasulullah saw., "Esok kita tidak mungkin menghadapi musuh (menyembelih hewan kurban) karena kita tidak memiliki pisau untuk menyembelih." Sabda Rasulullah saw., "Segeralah cari sekarang apa saja yang dapat mengalirkan darah. Sembelihan yangdisebut padanya nama Allah makanlah, asal tidak disembelih dengan gigi atau dengan kuku. "
1914. Dari Abu Zubaid maula Ibnu Azhar r.a. katanya dia pernah menghadiri shalat 'Idul Qurban bersama' Umar bin Khaththab, kemudian bersama Ali bin Abi Thalib. Beliau mengimami kami shalat 'Id sebelum berkhotbah. Sesudah solat barulah beliau berkhotbah. Antara lain ia berkata, "Rasulullah saw.melarang kalian memakan daging kurban setelah tiga hari. Lebih dari tiga hari jangan kalian makan lagi. "1915. Dari Jabir bin Abdullah ra katanya:" Sedianya kami tidak akan memakan daging kurban kami sesudah tiga hari di Mina. Tapi kemudian Rasulullah saw. memungkinkan kami memakan, sabdanya: "Makanlahdan simpanlah untuk perbekalan kalian! "
1916. Dari Salamah bin Akwa 'r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa-siapa di antara kamu yang menyembelih kurban, maka janganlah dia menyimpan daging kurban itu di rumahnya lebih dari tiga hari meskipun agak sedikit." Tahun berikutnya para sahabat bertanya, "Tetapkah kami tidak dapat menyimpandi rumah lebih dari tiga hari? "Jawab beliau," Tidak! Tahun yang lalu kita sedang berperang. Aku ingin supaya daging kurban itu lebih luas tersebar. "1917. Dari 'Abdullah bin Buraidah ra, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Dahulu aku pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarangziarahilah. Aku pernah melarang kamu memakan daging korban mu lebih dari tiga hari, sekarang simpanlah sekadar kamu membutuhkan. Aku pernah melarang kamu minum anggur kecuali di gelas biasa, sekarang, minumlah di segala tempat minum. Tapi sekali-kali jangan kamu minum yang memabukkan. "
1918. Dari Ummu Salamah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu melihat bulan Zulhijjah telah terbit, dan kamu berarti tidak menyembelih kurban, maka janganlah kamu mencukur rambut dan jangan memotong kuku (sampai selesai menyembelih)."
1919. Dari Abu Thufail r.a. katanya 'Ali (bin Abi Thalib) ditanya orang: "Apakah Rasulullah saw. mengistimewakan Anda dengan sesuatu?" Jawab Ali, "Rasulullah saw. Tidak pernah mengistimewakan ku dengan sesuatu yang tidak diumumkannya kepada publik, kecuali tentang yang ada dalam kotak isian pedangku ini. "Kemudian dia mengeluarkan sebuah catatan, di mana tertulis di dalamnya: Allah mengutuk orang yang menyembelih dengan menyebut selain nama Allah, dan mengutuk orang yang mencuri (memindahkan) tanda-tanda batas tanah, dan mengutuk orang yang mencaci ibu-bapaknya, dan mengutuk orang yang melindungitindak kejahatan. "
1920. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Aku bertugas menjadi pelayan menuangkan minuman kepada para tamu di rumah, Abu Thalhah pada hari minuman khamar (minuman keras) diharamkan Allah Ta'ala. Minuman mereka terbuat dari campuran kurma muda (al Busr) dan kurma kering (at tamr). Tiba-tiba terdengarorang meneriakkan suatu pengumuman. "Keluarlah dan dengarkan!" kata Abu Thalhah. Lalu aku pergi ke luar, kiranya orang mengumumkan suatu pengumuman: "Perhatian! Sesungguhnya khamar telah diharamkan!" Kulihat di jalan-jalan mengalir minuman keras. Kata Abu Thalhah kepada ku, "Keluarlah! Tumpahkan minumanitu! "Lalu kutumpahkan minuman itu semuanya.
1921. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengharamkan khamar. Ketika itu di Madinah tidak ada khamar (minuman keras) kecuali yang terbuat dari kurma (kurma)."
1922. Dari Anas r.a. katanya Nabi saw. ditanya orang tentang khamar yang telah menjadi cuka. Jawab beliau, "Tidak mengapa!"
1923. Dari Thariq bin Suwaid Al Ja'fi r.a. katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw. tentang masalah khamar. Maka Rasulullah saw. melarang membuatnya. Tanya Thariq, "Aku membuatnya hanya untuk obat." Sabda Nabi saw., "Khamar itu bukan obat tetapi penyakit."
1924. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Khamar terbuat dari dua macam (buah) pohon ini, yaitu kurma dan anggur."
1925. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang mencampur anggur kering dengan kurma, dan kurma muda dengan kurma kering."
1926. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa-siapa di antara kamu yang minum nabidz (perahan dari buah anggur atau buah kurma) maka harus diminumnya anggur saja, atau kurma saja, atau kurma muda saja."
1927. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang bit'i (minuman keras terbuat dari madu). Jawab beliau, "Setiap minuman yang memabukkan, haram."
1928. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Nabi saw. mengutus ku ke negeri Yaman bersama dengan Mu'adz bin Jabal. Aku bertanya kepada beliau," Ya, Rasulullah! Di negeri (tempat kami bertugas) ada dua macam minuman yang disebut "mizr" terbuat dari gandum, dan "bit'i" terbuat dari madu. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw., "Setiap minuman yang memabukkan, haram."
1929. Dari Jabir r.a. katanya: "Seorang pria dari Jaisyan, sebuah negeri di wilayah Yaman datang kepada Nabi saw. lalu dia bertanya tentang jenis minuman yang dibuat orang di negerinya yang disebut" mizr "terbuat dari jagung. Tanya Nabi saw." Apakah minuman itu memabukkan? "Jawabnya , "Ya, memabukkan."Sabda Rasulullah saw., "Setiap minuman yang memabukkan haram. Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menjanjikan bagi orang yang meminum minuman memabukkan akan diberiNya (kelak di akhirat) sejenis minuman terbuat dari" thinatil khabal ". Lalu para sahabat bertanya." Ya, Rasulullah! Apa itu thinalilkhabal? "Jawab beliau," Keringat penduduk neraka. "
1930. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram. Siapa yang minum khamar di dunia lalu dia mati, sedangkan dia telah terbiasa dan belum taubat, maka dia tidak dapat meminumnya nanti di akhirat."
1931. Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah dibuatkan anggur oleh seseorang pada awal malam (waktu senja), lalu beliau minum esok paginya, kemudian malam harinya, kemudian esok paginya lagi sampai 'Ashar. Sesudah itu bila masih ada sisanya disuruh ia tumpahkan oleh khadamnya." 1932.Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Tatkala Rasulullah saw. berangkat dari Makkah hijrah ke Madinah, beliau diikuti oleh Suraqah bin Malik bin Ju'syum. Rasulullah saw. mendoa supaya Suraqah dihalangi Allah (agar ia lolos dari kejarannya). Maka dengan seketika kaki kuda Suraqah terbenam ke dalam tanah (sehinggaSuraqah terguling dan kudanya tidak dapat bergerak apalagi lari kencang). Kata Suraqah, "Doakanlah aku kepada Allah (supaya aku dan kudaku bebas), Aku berjanji tidak akan mencelakai Anda." Lalu dia didoakan beliau, maka bebaslah dia seketika itu juga. Ketika Nabi saw. melanjutkan perjalanannya berduadengan Abu Bakar ia merasa haus. Namun mereka bertemu dengan penggembala domba. Kata Abu Bakar Shiddiq, "Maka kuambil mangkok lalu kuperah susu sedikit, kemudian kuberikan padanya. Dia meminum susu itu, sehingga aku merasa lega karenanya."
1933. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada malam terjadinya Isra 'dan Mikraj, di Baitul Maqdis (Illiya) beliau disuruhi dua gelas minuman masing-masing berisi khamar dan susu. Setelah beliau meneliti kedua gelas itu. Maka beliau ambil gelas berisi susu. Kata Jibril," Segala puji bagi Allah yang menunjukiAnda memilih yang suci. Seandainya Anda mengambil khamar, niscaya sesat umatmu. "
1934. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tutuplah bejanamu, tutup tempayan, kunci pintu dan padamkan lampu (ketika hendak tidur), karena setan tidak pandai membuka tutup tempayan, tidak pandai membuka pintu, dan tidak pandai membuka tutup bejana. Jika kamu tidak memiliki tutup segalanya,dapat bentangkan pada bejananya sepotong kayu sambil menyebut nama Allah. Lakukanlah yang demikian karena si penjahat kecil (tikus, kecoak dan sebagainya) dapat menyalakan api sehingga membakar rumah mereka. "
1935. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tutuplah bejana, tutup tempayan, karena pada suatu malam dalam setahun penyakit menular menular. Setiap bejana atau tempayan yang didapatinya tidak tertutup, niscaya bibit penyakit itu akan hinggap ke dalam bejana itu."
1936. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila hari telah senja, laranglah anak-anak keluar rumah, karena ketika itu setan berkeliaran. Satu jam sesudah itu bila telah malam biarkanlah mereka. kuncilah pintu dan sebut nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintuyang terkunci (dengan menyebut nama Allah). Tutup tempayanmu dengan menyebut nama Allah. Tutup semua bejanamu dengan menyebut nama Allah, sekalipun dengan menyajikan sesuatu di atasnya, dan padamkan lampu (ketika hendak tidur). "
1937. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan biarkan ternak dan anak-anakmu lepas berkeliaran ketika matahari terbenam sampai hilangnya cahaya senja. Karena setan keluar ketika matahari terbenam sampai hilang cahaya senja." 1938. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Pada suatu malam sebuahrumah penduduk Madinah terbakar. Ketika peristiwa itu dikabarkan orang kepada Rasulullah saw., Beliau berkata: "Api itu sesungguhnya musuh bagi mu karena itu apabila kamu hendak tidur padamkanlah lebih dahulu!"
1939. Dari Hudzaifah r.a. katanya: "Ketika kami makan bersama Rasulullah saw., kami belum mengulurkan tangan (mengambil makanan yang disajikan sebelum Rasululah saw. memulainya. Pada suatu hari kami akan bersama-sama beliau tiba-tiba datang seorang gadis kecil. Seperti didorong dia menjangkaukantangannya hendak mengambil makanan, tetapi segera ditangkap Rasulullah saw. Kemudian datang pula seorang Arab dusun, dia seperti didorong mengulurkan tangannya. Lalu ditangkap pula oleh beliau. Maka bersabda Rasulullah saw .. "Hanya setan yang menghalalkan makanan tanpa menyebut nama Allah memakannya.Dia datang bersama gadis dan orang dusun ini akan turut makan bersama-sama mereka. Demi Allah yang jiwaku dalam kuasa-Nya. sesungguhnya tangan setan itu ada di kedua tangan orang dusun dan gadis itu. "1940. Dari Jabir bin 'Abdullah ra katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Apabila seseorangmembaca Basmalah ketika hendak masuk rumah dan ketika hendak makan, maka kata setan kepada temannya. "Malam ini tidak ada tempat kalian bermalam dan tidak ada pula makan malam. Ketika orang itu tidak menyebut basmalah ketika hendak masuk rumahnya, maka berkata setan (teman-temannya),"Malam ini kalian mendapatkan tempat bermalam." Dan ketika dia tidak menyebut basmalah ketika hendak makan, mengatakan pula setan kepada teman-temannya, "Sekarang kamu dapat tempat serta makan malam."
1941. Dari Jabir r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Janganlah kamu makan dengan tangan kiri, karena hanya setan yang makan dengan tangan kiri."
1942. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu makan dan minum, makan dan minumlah dengan tangan kanan, karena hanya setan yang makan minum dengan tangan kiri." 1943. Dari Iyas bin Salamah bin Akwa 'ra, dia mengatakan bahwa ayahnya menceritakan kepadanya, "Seorang priamakan dekat Rasulullah saw. dengan tangan kiri. Maka bersabda beliau kepadanya, "Makanlah dengan tangan kanan!" Jawab orang itu, "Aku tidak bisa!" Sabda Nabi saw., "Tidak bisa? Tidak ada orang yang melarangmu melainkan perasaan sombongmu." Kata Iyas, "Orang itu benar-benar menjadi tidak dapat mengangkattangan ke mulutnya. "
1944. Dari 'Umar bin Abu Salamah r.a. katanya: "Aku pernah tinggal di rumah Rasulullah saw., (kalau makan) tangan ku bergelak kian-kemari (mengambil makanan). Maka bersabda beliau kepada ku." Hai anak muda! Bila kamu hendak makan sebutlah nama Allah lebih dahulu. Gunakanlah tangan kananmu dan ambillahmakanan yang terhidang di dekatmu! "
1945. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. melarang menunggingkan teko, kemudian minum dari mulut teko tersebut. "
1946. Dari Anas ra, dari Nabi saw., Bahwasanya beliau pernah melarang seorang lelaki minum sambil berdiri. Kata Qatadah, lalu kami bertanya: "Kalau makan?" Jawab Anas, "Itu lebih buruk dan lebih keji."
1947. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Aku pernah menuangkan air
untuk Rasulullah saw. di sumur Zam-zam, lalu beliau minum. Padahal ia sedang berdiri. "1948. Dari Abdullah bin Abi Qatadah ra, dari ayahnya katanya:" Bahwasanya Nabi saw. pernah melarang meniupkan napas ke dalam bejana. "
1949. Dari Anas r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. pernah meniup ke dalam bejana tiga kali." 1950. Dari Anas r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. pernah meniup ke dalam minuman tiga kali. Kata beliau." Itu lebih elok, lebih baik dan lebih bagus. "Kata Anas," Karena itu aku meniup tiga kalisetiap minum. "
1951. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. disuguhi orang susu campur air. Di sebelah kanan beliau ada seorang Arab dusun di kirinya Abu Bakar Shiddiq. Setelah ia minum lalu beliau berikan (sisanya) kepada orang Arab dusun sambil berkata," Tolong edarkan ke kanan! "1952 . Dari Sahalbin Sa'ad As Sa'idi r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah diberi minuman oleh seseorang, lalu diminumnya sebagian. Di sebelah kanan beliau ada seorang anak muda remaja sedang di kiri beliau beberapa orang tua. Dia bertanya kepada anak muda tersebut." Engkau izinkankah aku memberikan minuman ini kepadaorang-orang tua itu. "Jawab anak muda," Tidak! Demi Allah, aku tidak akan mengalah kepada siapa pun terhadap bagianku dari pemberian Anda. "Lalu beliau berikan minuman itu kepada anak muda tersebut."
1953. Dari Ka'ab Ibnu Malik r.a. katanya: "Aku pernah melihat Nabi saw. mengulum jari-jari beliau tiga kali sesudah makan."
1954. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila suapanmu jatuh, ambillah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan dia dimakan setan, dan jangan kamu sapu tanganmu dengan lap sebelum kamu kulum jarimu. Karena kamu tidak tahu makananmana yang membawa berkah. "1955. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra katanya:" Ada seorang lelaki Anshar bernama Abu Syu'aib, dia memiliki seorang pelayan tukang daging. Pada suatu hari Abu Syu'aib melihat Rasulullah saw. Dia tahu dari wajah beliau bahwa beliau sedang lapar. Maka berkata Abu Syu'aib kepadapelayannya. "Kasihan! Siapkan hidangan untuk lima orang. Aku akan mengundang Rasulullah saw. Beserta empat orang lainnya. Setelah hidangan tersedia, Nabi saw. Pun tiba beserta empat orang lainnya dan seorang lagi mengikuti mereka. Tatkala sampai di pintu Nabi saw. Berkata," Teman ini mengikuti kami.Jika engkau izinkan dia turut makan, silakan. Jika tidak, biarkan dia kembali, "Jawab Abu Syuaib," Jangan, tentu aku izinkan, ya Rasulullah! "
1956. Dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. memiliki tetangga
seorang bangsa Persia pandai masak. Pada suatu hari dia memasak hidangan untuk Rasulullah saw. Setelah tersedia maka dia datang mengundangnya. Tanya beliau. "Aisyah bagaimana?" Jawab orang itu. "Dia tidak!" Kata Rasulullah saw. "Kalau begitu aku juga tidak!" Orang itu mengulangi undangannya kembali.Kata Rasulullah saw. "Aisyah bagaimana?" Jawab orang itu. "Dia tidak!" Kata Rasulullah saw., "Kalau begitu aku juga tidak!" Kemudian orang itu mengulangi undangannya pula. Tanya Nabi saw., "Aisyah bagaimana?" Jawab orang itu pada kali ketiga, "Ya, Aisyah juga." Maka pergilah mereka berdua beriringanke rumah tetangga yang orang Persia itu. "
1957. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada suatu malam Rasulullah saw. pergi keluar rumah, tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan Umar. Lalu bertanya beliau," Mengapa Anda keduanya keluar rumah malam-malam begini? "Jawab mereka," Kami lapar, ya Rasulullah! "Kata Rasulullah saw.," Demi Allahyang jiwaku dalam kuasa-Nya, aku juga keluar karena lapar seperti Anda. Marilah! "Mereka pergi mengikutkan dia ke rumah seorang pria Anshar (Abu Haitsam Malik bin Taihan). Sayang dia sedang tidak ada di rumah. Tetapi tatkala istrinya melihat Rasulullah saw. Datang, dia mengucapkan Marhaban waAhlan (Selamat datang). Maka bertanya Rasulullah saw. "Kemana si Fulan (Abu Haitsam)?" Jawab istrinya. "Dia sedang mengambil air tawar untuk kami." Tiba-tiba suaminya datang dan melihat Rasulullah saw. beserta dua sahabat beliau, maka dia berkata, "Alhamdulillah, tidak ada orang yang lebih bahagiadari ku hari ini karena kedatangan tamu yang mulia. "Lalu dia pergi mengambil setandan kurma, di antaranya ada yang masih muda, yang mulai masak dan yang sudah masak betul. Katanya," Silakan dimakan ini, "sambil dia mengambil pisau. Nabi saw. berkata. "Jangan dipotong yang memiliki susu." Maka dipotongnyaseekor kambing lalu mereka makan kambing, makan kurma setandan, dan minum susu. Setelah semuanya kenyang dan puas makan minum. Rasulullah saw. berkata kepada Abu Bakar dan Umar, "Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, kamu akan ditanya kelak pada hari kiamat tentang nikmat yang kamu perolehini. Kamu keluar dari rumah karena lapar dan pulang sesudah memperoleh nikmat ini. "
1958. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Tatkala membolos pertahanan Khandaq sedang dilaksanakan, aku melihat Rasulullah saw. lapar. Karena itu aku kembali ke istri ku, menanyakan kepadanya," Apakah engkau memiliki makanan? Aku melihat Rasulullah saw. telah lapar. "Maka dikeluarkannyasebuah karung, di dalamnya terdapat segantang gandum. Selain itu kami memiliki seekor kambing muda. Maka ku sembelih kambing itu dan istri ku menggiling tepung. Setelah istri ku selesai pekerjaannya, aku pun telah selesai dari pekerjaan ku. Lalu ku potong-potong kambing itu dan ku masukkan kedalam kuali. Kemudian aku pergi ke Rasulullah saw. (Mengundangnya datang untuk makan ke rumah). Sementara itu istri ku mengatakan kepada ku, "Engkau jangan memalukan aku kepada Rasulullah saw. Dan para sahabat beliau." Maka ku temui beliau seraya berbisik kepadanya, "Ya, Rasulullah! Aku menyembelihseekor kambing muda milik kami, dan istri ku telah menggiling segantang gandum yang ada pada kami. Karena itu sudilah Anda datang makan bersama-sama dengan beberapa orang sahabat. "Maka berteriak Rasulullah saw.," Hai orang-orang Khandaq! Jabir membuat hidangan untuk kamu semua. Marilah kita makanbersama-sama! "Sementara itu Rasulullah saw. berkata kepada Jabir," Jangan kamu turunkan kualimu dan jangan dimasak dulu adonan rotimu sebelum aku datang. "Lalu aku pulang. Tidak lama kemudian Rasulullah pun datang diikuti orang banyak. Ketika ku temui istri ku dia menyesali ku, katanya, "Bagaimanaengkau! Bagaimana engkau! "Jawab ku," Aku telah lakukan apa yang engkau pesankan kepada ku. "Maka kukeluarkan adonan roti kami, lalu diberkati oleh Rasulullah saw. Kemudian beliau menuju ke kuali (tempat memasak kambing), maka diberkati pula oleh beliau. Sesudah itu beliau berkata kepada istri ku."Panggillah tukang roti untuk membantumu memasak. Nanti masukkan gulai ke mangkok langsung dari panci dan sekali-kali jangan diturunkan kualimu itu." Mereka semuanya berjumlah seribu orang. Aku bersumpah dengan menyebut nama Allah, semuanya turut makan dan setelah itu mereka pergi. Tapi kuali kami masihtetap penuh berisi seperti semula. Sedangkan adonan masih tersedia pula sebanyak semula. "
1959. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Abu Thalhah menyuruh ku mendatangi Rasulullah saw. untuk mengundangnya makan ke rumahnya, dan Abu Thalhah telah menyediakan hidangan. Lalu aku pergi mengundangnya. Kudapati beliau sedang bersama orang banyak. Dia menengok kepada ku sehingga akumalu karenanya. Lalu kataku, "Abu Thalhah mengundang Anda makan ke rumahnya, sudilah Anda memperkenankan!" Maka katanya kepada orang banyak, "Berdirilah semuanya!" Kata Abu Thalhah, "Ya, Rasulullah! Aku hanya menyediakan makanan untuk Anda seorang." Lalu ia jamah makanan yang tersedia itudan mendoakan berkat bagi makanan tersebut. Kemudian ia berkata, "Suruh masuk kawan-kawan itu sepuluh orang." Kata dia, "Makanlah Tuan-tuan!" Dari sela-sela jari beliau keluar sesuatu (berupa makanan), maka makanlah mereka sampai kenyang, sesudah itu mereka keluar. Kata beliau. "Suruh masuk sepuluhorang lagi. "Mereka makan pula sampai kenyang. Begitulah seterusnya secara bergantian mereka masuk sepuluh orang dan keluar sepuluh orang, sehingga tidak seorang pun yang tertinggal. Semuanya masuk dan makan sampai kenyang. Kemudian ternyata makanan masih bersisa sebanyak semula."
1960. Dari Abdullah bin Ja'far ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Memakan mentimun dengan kurma yang baru masak."
1961. Dari 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash, dari ayahnya ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memakan tujuh buah kurma yang tumbuh di tanah berbatu-batu hitam (di Madinah) pagi-pagi, dia tidak akan celaka oleh racun sampai sore."
1962. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya kurma (dari jenis yang baik) yang tumbuh di dataran tinggi Madinah mengandung obat."
1963. Dari Sa'id bin Yalid bin 'Amru bin Nufail ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Al Kam-at (jamur) adalah sejenis manna (sejenis makanan) yang diturunkan Allah Ta'ala kepada Bani Israil, airnya mengandung obat untuk penyakit mata."
1964. Dari Jabir Ibnu Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu ketika aku sedang duduk di rumah ku, tiba-tiba lewat Rasulullah saw. Beliau mengingatkan ku lalu aku berdiri menemui beliau. Beliau memegang tangan ku (mengajak ku pergi bersama beliau). Kami berjalan hingga sampai ke rumah salah seorangistri beliau. Dia masuk dan menyilakan ku pula masuk. Karena aku masuk sampai ruang dalam. Dia bertanya kepada istrinya. "Apakah kamu siap makanan?" Jawab mereka, "Ada." Maka dibawanya tiga buah roti lalu dihidangkannya ke hadapan Rasulullah saw. Dia ambil sebuah lagi lalu diletakkannyake tangan ku. Sesudah itu dipatahkan yang ketiga, separuhnya diambil oleh beliau dan separuhnya lagi diletakkannya ke tangan ku. Kemudian beliau bertanya. "Tidak ada sambal?" Jawab mereka. "Tidak ada apa-apa selain cuka." Kata beliau, "Bawalah kemari! Sambal cuka juga enak!"
1965. Dari Abu Ayyub Al Anshari r.a. katanya: "Bila ia diberi makanan oleh seseorang, ia makan dan sebagian lagi diberikannya kepada ku. Pada suatu hari ia memberikan makanan yang tidak dimakannya kepada ku karena di dalamnya ada bawang putih. Lalu kutanya," Apakah bawang putih ituharam? "Jawab beliau." Tidak! Tapi aku tidak suka karena baunya. "Kata Abu Ayyub," Kalau begitu aku juga tidak suka apa yang Anda tidak sukai. "
1966. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata," Aku dalam kesulitan susah hidup dan lapar. "Maka beliau bawa pulang itu ke rumah istri beliau satu persatu menanyakan kalau-kalau mereka ada tersedia makanan. Para istri beliau menjawab." Demi Allahyang mengutus Anda dengan yang hak, aku tidak siap apa-apa selain air. Begitulah jawaban mereka masing-masing. Lalu bersabda beliau kepada para sahabat. "Siapa bersedia menerima tamu malam ini niscaya di beri rahmat oleh Allah Ta'ala." Maka berdirilah seorang pria Anshar seraya berkata, "Aku, yaRasulullah! "Maka dibawanya lah orang itu ke rumahnya. Dia bertanya kepada istrinya," Apakah engkau siap makanan? "Jawab istrinya," Tidak ada, kecuali makanan anak-anak. "Katanya," Pujuklah mereka dengan apa saja. Bila tamu kita dah masuk tunjukkan kepadanya bahwa kita makan bersamanya. Bila diatelah mulai makan, berdirilah ke dekat lampu lalu padamkan. Maka duduklah mereka dan sang tamu pun makanlah. Setelah Subuh, sahabat tersebut bertemu dengan Nabi saw. lalu kata beliau, "Allah kagum dengan cara kamu berdua melayani tamu kalian tadi malam."
1967. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Seorang lelaki Anshar kedatangan tamu dan bermalam di rumahnya. Padahal dia tidak memiliki makanan selain makanan anak-anaknya. Maka berkata dia kepada istrinya." Tidurkan anak-anak dan padamkan lampu. Sesudah itu suguhkan kepada tamu kita apa adanya. "Kata AbuHurairah. "Karena peristiwa itu maka turunlah ayat:" Dan mereka lebih mementingkan tamu dari diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan. (Al Hasyar. 59: 9)
1968. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Makanan seorang cukup untuk dua orang makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang."
1969. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Orang-orang kafir makan dengan tujuh perut, dan orang mukmin makan dengan sebuah perut."
1970. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah saw. kedatangan seorang tamu orang kafir. Rasulullah saw. menyuruh perah seekor kambing untuk sang tamu lalu diminum habis oleh tamu tersebut. Kemudian dia suruh perah seekor lagi lalu diminumnya habis pula. Kemudian disuruhnya perah seekor lagihabis pula diminumnya sehingga akhirnya dia meminum habis susu tujuh ekor kambing. Besok pagi dia masuk Islam. Rasulullah memerintahkan supaya diperas seekor kambing untuknya. Susu itu diminumnya habis. Kemudian disuruh Nabi supaya diperas seekor lagi lalu diberikan pula kepadanya tetapi dia tidak sanggupmenghabiskannya. Maka bersabda Rasulullah saw., "Orang mukmin minum dengan satu perut dan orang kafir minum dengan tujuh perut."
1971. Dari Abu Hurairah ra. Katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah mencela makanan apa saja pun sekali-kali tidak. Ketika ia mengingini menyukai suatu makanan, dimakannya. Dan ketika ia tidak menyukainya dibiarkannya saja."
1972. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. mencela suatu makanan sekali-kali tidak. Bila ia memang ingininya dimakannya dan apabila ia tidak menginginkannya ia diam saja." 1973. Dari Ummu Salamah r.a. katanya Rasulullah bersabda: "Barangsiapa minum dibejana emas atau perak, niscaya kelak api neraka jahanam mencurahi didalam perutnya. "
1974. Dari Al Bara 'bin' Ab ra, katanya, "Rasulullah saw. Memerintahkan kepada kami tujuh hal yang melarang kami dari tujuh hal. Dia memerintahkan: (1) Mengunjungi orang sakit. (2) Menziarah jenazah. (3) Mendoakan orang bersin. (4) Menepati sumpah. (5) Menolong orang yang teraniaya. (6)Memenuhi undangan. (7) Menyebarluaskan salam. Dia melarang: (1) Memakai cincin emas, (2) Minum dari bejana perak, (3) Memakai seperai sutra, (4) Memakai sutra campur katun, (5) Memakai sutra biasa. (6) Memakai sutra tebal, (7) Memakai sutra kembang. "1975. Dari Abdullah bin 'Ukaim ra katanya:"Kami berada di Madain bersama Hudzaifah. Hudzaifah minta minum lalu diberi minum oleh pembesar negeri itu dalam bejana perak. Maka dilemparkan bejana itu oleh Hudzaifah seraya katanya," Kukhabarkan kepada mu bahwa aku telah memerintahkan kepadanya untuk tidak memberi ku minum dalam bejana perak. Karenasesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: "Jangan minum dalam bejana emas atau perak dan jangan memakai sutera kembang atau sutera biasa, karena sesungguhnya barang-barang itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia, dan untuk kamu kelak di akhirat."
1976. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Umar (bin Khaththab) melihat 'Utharid At Tamimi berdiri di pasar menunjukkan sebuah baju sutra.' Utharid adalah seorang pria yang dekat dengan para raja dan memperoleh baju itu dari mereka. Kata 'Umar." Aku melihat si' Utharid berdiri di pasar memamerkansebuah baju sutra. Alangkah bagusnya seandainya Anda beli untuk memakainya di saat menerima para utusan Arab yang datang menghadap Anda, agaknya ia mengatakan pula, dan untuk Anda pakai berkhotbah hari Jum'at - Jawab Rasulullah saw., "Yang memakai sutra di dunia hanyalah orang yang tidak dapatbagian di akhirat. "Tidak berapa lama sesudah itu Rasulullah saw. diberi orang beberapa helai pakaian sutra. Lalu ia kirimkan kepada Umar sehelai kepada Usamah bin Zaid sehelai, dan beliau berikan kepada Ali bin Abi Thalib sehelai seraya katanya kepada Ali," Potong baju itu untuk selendangistrimu! "Umar datang kepada beliau membawa baju sutra yang dikirimkan Nabi saw. untuknya. Kata 'Umar," Ya, Rasulullah! Untuk apa Anda kirimi aku baju sutra ini? Bukankah kemarin Anda telah mengatakan kepada ku tentang baju yang dipamerkan si 'Utharid? "Jawab Rasulullah saw.," Aku tidak mengirimkannyakepada mu untuk kamu pakai, tapi ku kirimkan supaya engkau manfaatkan dalam memenuhi kebutuhanmu. "Adapun Usamah, dengan gembira dipakainya baju itu. Karena itu Rasulullah saw. memandang kepadanya dengan pandangan yang menunjukkan ia tidak setuju dengan perbuatan Usamah itu. Kata Usamah," Ya ,Rasulullah! Mengapa Anda memandang ku seperti itu, bukankah Anda yang mengirimi ku baju ini? "Jawab Rasulullah saw.," Aku tidak mengirimkannya untuk kamu pakai sendiri tetapi supaya engkau potong menjadi selendang istri mu. "
1977. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. memungkinkan Zubair bin 'Awwam dan' Abdurrahman bin 'Auf memakai pakaian sutra karena keduanya menderita penyakit kulit (exceem). "1978. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya Rasulullah saw. telah melarang berpakaian seperti pendeta dan memakai pakaiantercelup dengan warna kuning, memakai cincin emas dan membaca Qur'an dalam ruku '.
1979. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memakai pakaian yang berjela-jela (terlalu panjang), maka Allah Ta'ala tidak memandangnya kelak di akhirat."
1980. Dari Muhammad yaitu Ibnu Ziyad r.a. katanya dia mendengar Abu Hurairah r.a. mengatakan ketika dia melihat seorang pria menghela izar (sarung) nya yang menyapu tanah, yaitu seorang Amir (pembesar) dari Bahrain, sambil berkata, "Pembesar lewat! Pembesar lewat!" Sabda Rasulullah saw., "SesungguhnyaAllah tidak menengok ke orang yang menghela sarungnya, karena sombong. "1981. Dari Anas bin Malik ra katanya:" Ketika Rasulullah saw. akan mengirim surat kepada Raja Rum, para sahabat mengatakan bahwa mereka (orang-orang Rum) tidak ingin membaca surat tanpa setempel. Karena itu Rasulullah saw.membuat sebuah cincin dari perak. Aku tampaknya masih melihat bagaimana cemerlangnya cincin itu di tangan beliau, berinitial 'Muhammad Rasulullah'. "1982. Dari Anas bin Malik ra katanya:" Rasulullah saw. memakai cincin perak bermata 'Aqiq hitam yang diletakkan nya di sebelah telapak tangan. "1983.Dari Jabir r.a. katanya: "Aku mendengar Nabi saw. bersabda dalam suatu peperangan yang kami hadapi bersama, sabdanya:" Biasakanlah memakai terompah, karena terompah itu sama fungsinya dengan kendaraan (memelihara kaki). "
1984. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu memakai terompah mulailah dengan yang kanan dan bila kamu membukanya mulai dengan yang kiri. Pakailah keduanya sekaligus dan lepaskan keduanya sekaligus."
1985. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan berjalan dengan memakai terompah sebelah. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali."
1986. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang makan dengan tangan kiri, berjalan dengan terompah sebelah, berpakaian seperti karung (tanpa tangan dan tanpa baju dalam), dan duduk mencangkung (duduk dengan meninggikan lutut) dengan pakaian selapis (tanpa celana dalam) sehingga aurat terbuka. "1987.Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan tidur telentang dengan meletakkan kaki yang sebelah atas yang lain (tanpa pakaian dalam sehingga aurat terbuka)."
1988. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Di hari penaklukan Makkah dibawa orang ke hadapan Rasulullah saw. Abu Quhafah, dengan rambut dan janggutnya memutih seperti garam. Maka bersabda Rasulullah saw.," Celuplah (rambut dan janggut Anda) selain dengan warna hitam. "
1989. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mencelup (rambut dan janggut mereka). Karena itu lainilah mereka."
1990. Dari Aisyah r.a. katanya: "Jibril berjanji akan datang berkunjung kepada Rasulullah saw. pada suatu waktu yang ditentukan. Ketika waktu itu telah tiba, ternyata Jibril belum datang. Di tangan beliau ada sebuah tongkat. Maka diletakkannya tongkat itu sambil berkata," Allah dan Rasulnya tidak menyalahijanji. "Dia menoleh, maka terlihat olehnya seekor anak anjing kecil di bawah tempat tidur. Tanya beliau," Hai. 'Aisyah! Sejak bila anak anjing itu masuk ke sana? "Jawab Aisyah." Wallah! Aku tidak tahu! "Rasulullah menyuruh keluarkan anak anjing itu lalu dikeluarkan. Maka datanglah Jibril. Rasulullahsaw. bertanya, "Anda berjanji akan datang pada waktu yang telah ditentukan. Aku telah menunggu-nunggu tetapi Anda tak kunjung tiba." Jawab Jibril, "Aku terhalang oleh anjing dalam rumah Anda. Kami (bangsa Malaikat) tidak ingin masuk ke dalam rumah yang di situ ada anjing dan gambar-gambar (hewan)." 1991.Dari Abdullah Ibnu 'Abbas r.a. katanya Maimunah menceritakan kepadanya bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw. terlihat diam karena susah dan sedih. Kata Maimunah, "Ya, Rasulullah! Aku heran melihat sikap Anda sehari ini. Apa yang terjadi?" Jawab Rasulullah saw., "Jibril berjanji akan datang menemuiku malam tadi, ternyata dia tidak datang. Ketahuilah dia pasti tidak menyalahi janji dengan ku! "Rasulullah saw. Selalu terlihat susah dan sedih sehari ini. Kemudian ia melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur kami, lalu dia suruh keluarkan anak anjing itu. Kemudian diambilnya airlalu dipercikinya bekas-bekas tempat anak anjing itu. Ketika hari sudah petang. Jibril datang mendahului beliau. Kata beliau kepada Jibril, "Anda berjanji akan datang pagi-pagi." Jawab Jibril, "Benar! Tapi kami tidak dapat masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar (hewan)." Esokpagi Rasulullah saw. memerintahkan supaya membunuh semua anjing sampai anjing penjaga kebun kecil sekalipun tetapi membiarkan anjing penjaga kebun yang luas. "
1992. Dari Aisyah r.a. katanya dia membeli bantal-bantal kecil bergambar-gambar. Maka tatkala Rasulullah saw. melihat bantal-bantal tersebut ia berhenti di pintu dan tidak langsung masuk. Aku segera tahu dari wajah beliau bahwa beliau tidak senang. Kata Aisyah, Rasulullah! Aku taubat kepada Allah,dan Rasul-Nya. Apakah kiranya salahku? "Rasulullah saw. Balik bertanya." Gambar-gambar apa itu? ""
Jawab Aisyah. "Aku beu untuk tempat duduk Anda, atau tempat Anda bersandar: 'Sabda Rasulullah saw .." Pelukis gambar-gambar ini akan disiksa kelak di hari kiamat seraya dikatakan kepada mereka, "Hidupkanlah gambar-gambar yang kamu lukis itu!"
Kemudian sabda beliau. "Sebuah rumah yang ada di dalamnya gambar-gambar (hewan). Malaikat tidak mau masuk ke rumah itu."
1993. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya ada patung-patung atau gambar-gambar (hewan)."
1994. Dari Abu Hurairah r.a. .katanya Rasulullah saw. bersabda: "Malaikat tidak ingin menemani orang-orang yang di rumah mereka ada anjing dan lonceng."
1995. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Lonceng itu adalah seruling setan."
1996. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang memukul dan membuat merek (menggambari dengan besi panas atau dengan tatto pada luka." 1997. Dari Jabir ra katanya: "Rasulullah saw. bertemu dengan seekor keledai yang dicap mukanya. Maka bersabda beliau," Allah mengutuk orang yang mencapnya. "1998.Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Aku pernah melihat di tangan Rasulullah saw. alat cap, dan ketika itu ia sedang memberi cap (memberi tanda) unta-unta sedekah (zakat)"
1999. Dari Ibnu Umar r.a. katanya Rasulullah saw. telah melarang melakukan qaza '. Tanya Abdullah kepada Nafi ', "Apa itu qaza'?" Jawab Nafi ', "Mencukur sebagian rambut kepala anak dan membiarkannya sebagian." 2000. Dari Abu Said Al Khudri r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Hindarilah olehmu duduk-dudukdi pinggir jalan! "Jawab para sahabat," Kami terpaksa duduk-duduk di situ memperbincangkan hal-hal yang perlu. "Sabda RasuluUah saw.," Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, berikan hak jalanan. "Tanya mereka," Apa haknya, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Picingkan mata, jangan mengganggu, jawabsalam (orang lalu), menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar. "
2001. Dari Asma 'binti Abu Bakar ra, katanya ada seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata kepada beliau, "Aku memiliki seorang anak gadis yang akan menjadi mempelai. Dia terkena penyakit campak sehinga rambutnya rontok. Dapatkah kusambung rambutnya?" Sabda Rasulullah saw., "AllahTaala mengutuk orang yang menyambung rambut dan yang meminta supaya rambutnya terhubung. "
2002. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Nabi saw. melarang keras menyambung rambut kepala wanita dengan sesuatu yang lain."
2003. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. mengutuk orang yang menyambung rambut dan yang meminta rambutnya disambung. Dan menguluk pembuat tato dan yang meminta tato."
2004. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua macam penduduk neraka yang keduanya belum terlihat olehku. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi. yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-Wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (karena pakaiannyaterlalu mini, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), dan wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapatmencium bau surga. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. "
2005. Dari Asma (binti Abu Bakar Shiddiq) r.a. katanya: "Seorang wanita datang kepada nabi saw. seraya berkata." Aku memiliki kebutuhan. Berdosakah kalau aku berdandan dengan harta suami ku yang belum diberikannya kepada ku? "Jawab Rasulullah saw.," Orang yang berdandan dengan apa yang belum diberikansuaminya, sama dengan memakai dua helai baju palsu (penuh dosa): "
2006.Dari Anas r.a. katanya: "Ada seseorang memanggil-manggil (orang lain) di Baqil, katanya." Ya, Abal Qasim! "Lalu menoleh kepadanya Rasulullah saw. Kata orang itu," Ya, Rasulullah! Bukan Anda yang kumaksud. Sesungguhnya aku memanggil si Fulan. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Bisa memberi nama dengannamaku, tapi jangan memberi gelar dengan Gelaranku! "
2007. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "(Isteri) seseorang melahirkan seorang anak laki-Iaki, lalu di- berinya nama 'Muhammad" Maka berkata keluarga orang itu, "Kami tidak memungkinkan Anda menamai anakmu dengan nama Rasulullah saw." Maka digendongnya anaknya menemui Nabi saw., Seraya katanya,"Ya Rasulullah! Anakku lahir seorang laki-laki, lalu kuberi nama 'Muhammad'. Keluargaku mengatakan tidak bisa memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Bagaimana itu?" Sabda Rasulullah saw .. "Namailah dengan namaku. Tapi jangan menggelari dengan gelarku. Aku bergelar 'Qasim' (tukang bagi) karena akumembagi-bagikan rahmat Allah di antara kamu sekalian. "2008.Dari Ibnu Umar ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Sesungguhnya nama-nama yang paling disukai Allah Taala adalah nama-nama seperti: 'Abdullah, Abdurrahman (dan sebagainya). "
2009. Dari 'Ibnu' Umar r.a. katanya:
"Anak perempuan 'Umar bernama' Ashiyah '(si Durhaka). Maka dikonversi oleh Rasulullah saw. Dengan' Jamilah '(si Cantik)."
2010. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Juwairiyah pertama benama 'Barrah' (si Baik atau si Suci). Kemudian nama itu diubah oleh Rasulullah saw. dengan 'Juwairiyah', karena ia tidak suka (ketika ia keluar dari rumah Juwairiyah) dikatakan keluar dari Barrah (keluar dari kebaikan atau keluardari kesucian).
2011.Dari Muhammad bin 'Amar bin' Atba 'r.a. katanya: "Aku menamai anak perempuanku 'Barrah'. Maka berkata kepada ku Zainab binti Abi Salamah," Rasulullah saw. telah melarang memberi nama anak dengan nama ini. Dahulu namaku pun Barrah. Lalu Sabda Rasulullah saw., "Janganlah kamu menganggap diri mutelah suci. Allah Taala-Iah yang lebih tahu siapa-siapa sesungguhnya orang yang baik atau suci di antara kamu. "Tanya para sahabat," Lalu nama apakah kami berikan kepadanya? "Jawab beliau." Namai dia 'Zainab' "
2012. Dari Abu Hurairah r.a. dari nabi saw. sabdanya: "Sesungguhnya nama yang terburuk di sisi Allah Ta'ala adalah nama" Malikul Amlak "(Maha Raja Diraja); karena tidak ada Raja selain Allah." 2013. Dari Asma '(binti Abu Bakar Shiddiq) r.a. katanya: "Ketika dia mengandung anaknya 'Abdullah bia Zubair,dia masih berada di Makkah. Kemudian dia hijrah ke Madinah, padahal dia sudah hamil tua. Sesampainya di Quba 'dia melahirkan. Lalu dia membawa anaknya kepada Rasulullah dan meletakkannya di pangkuan nya. Rasulullah meminta kurma sebuah lalu dikunyahnya. Sesudah itu, disuapkannya ke mulut bayi tersebut.Itulah makanan yang pertama-tama masuk ke mulut bayi itu, kurma yang telah bercampur dengan air ludah beliau. Kemudian Nabi saw. mendoakan berkat baginya. Itulah bayi yang pertama-tama lahir dalam Islam. "2014. Dari Mughirah bin Syubah ra katanya:" Tidak ada orang bertanya kepada Rasulullah saw. perihaldajal yang lebih banyak dari pertanyaanku. "Karena itu Rasulullah saw. bersabda kepada ku," Hai, anakku! Engkau tak usah terlalu risau memikirkannya. Dia tidak akan mencelakakanmu! '.' Kataku, "Orang-orang mengatakan bahwa Dajjal itu memiliki sungai yang mengalir dan bukit roti." Sabda beliau. "Itu sangatmudah bagi Allah Taala menciptakannya. "
2015. Dari Abu Said AI Khudri r.a. katanya: "Ketika aku duduk dalam suatu acara Anshar di Madinah, tiba-tiba datang Abu Musa tergopoh-gopoh. Lalu kami tanyai dia," Apa kabar Anda? "Jawab Abu Musa, 'Umar (bin Khathab) memanggil ku supaya aku datang menemuinya . Setelah aku tiba di muka pintunya, akumemberi salam sampai tiga kali, tetapi tidak ada jawaban. Karena itu aku pulang saja kembali. Kemudian 'Umar menanyai ku,' Mengapa engkau tidak datang, apa halanganmu? "Jawab ku," Aku telah mendatangi Anda dan memberi salam di muka pintu rumah Anda tiga kali tetapi tidak ada jawaban. Karena itu akupulang saja kembali. Rasulullah saw. telah bersabda. "Apabila kamu telah minta izin (memberi salam) tiga kali tidak dijawab. Pulang sajalah kembali. Kata 'Umar." Adakan saksi atas keteranganmu itu. Kalau tidak ku hukum engkau! "
2016. Dari Abu Musa AI Asy'ari r.a. katanya dia datang menemui 'Umar bin Khathab .. Lalu dia memberi salam. "Assalamualaikum, saya Abdullah bin Qais (nama Abu Musa).", Tapi tidak ada yang menyahuti salamnya. Kemudian diulangnya memberi salam sampai tiga kali, tapi tetap tidak ada yang menyahut. Karenaitu dia pulang saja kembali. Kata 'Umar sesudah itu, "Panggil, panggil dia ke mari." Setelah Abu Musa datang. 'Umar berkata. "Wahai Abu Musa kenapa Anda pulang? Kan kami sedang sibuk." Kata Abu Musa. "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda," Minta izin (memberi salam) tiga kali. Jika diizinkan silakanmasuk. Jika tidak, pulang saja kembali. "Kata 'Umar," Engkau harus mendatangkan saksi ke hadapanku kaitannya dengan hadis itu. Jika tidak, ku hukum kamu. "Lalu pergilah Abu Musa. Kata 'Umar," Jika mendapatkan saksi, kalian akan menemukannya petang nanti dekat mimbar. Jika tidak, kalian tidak akan menemukannya,'Tatkala hari telah petang, mereka mendatangi Umar. Kata 'Umar. "Bagaimana. Hai Abu Musa? Apakah kamu telah mendapatkan saksi?" Kata Abu Musa. "Sudah! Yaitu Ubaiya bin Kaab!" kata Umar, "Bisa! Dia saksi yang adil (memenuhi syarat). Hai. Abu Thufail! Bagaimana pendapatmu (kesaksianmu) tentang masalahini? "Jawab Ubaiya bin Kaab." Memang. aku telah mendengar pula Rasulullah saw. bersabda seperti yang dikatakan Abu Musa. Karena itu janganlah Anda gegabah menjatuhkan hukuman terhadap para sahabat RasuluIlah! "Jawab 'Umar." Subhanallah! Sekarang aku telah mendengar hadis darimu. Karena itu aku lebihsuka menyelidiki akan kebenarannya. "2017.Dari Jabir bin 'Abdullah ra katanya:" Aku datang ke rumah "Nabi saw. lalu kupanggil dia. Rasulullah menyahut sambil bertanya," Siapa itu? "Jawab ku," Saya! "Lalu beliau keluar sambil berkata, "Saya ...! Saya. . . '"
2018. Dari Ibnu Syihab ra, katanya Sahal bin Saad As Saidi mengabarkan kepadanya bahwa seorang laki-laki mengintip ke kamar Rasulullah saw melalui pintu. Ketika itu Rasulullah saw. sedang menyisir rambut dengan sebuah sisir besi. Tatkala ia mengetahui ada orang mengintip, katanya. "Jikaaku tahu engkau mengintip, kukorek matamu. Izin (yaitu memberi salam) telah disyariatkan Allah Taala supaya jangan mengintip "2019. Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Sabdanya" Siapa menengok ke dalam rumah seseorang tanpa izin pemiliknya, mereka dapat mencungkil mata orang itu. "
2020. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. kalau aku terlihat tanpa sengaja. Maka beliau memerintahkan supaya memalingkan penglihatan secepatnya."
2021. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang berkendaraan hendaklah memberi salam kepada pejalan kaki, orang yang berjalan kepada orang duduk. dan orang sedikit kepada orang banyak"
2022. Dari Thalhah ra, katanya: "Pada suatu ketika. Kami sedang duduk-duduk dan berbicara di jalanan. Rasulullah saw. Mendatangi kami seraya bersabda:" Apa kerja kalian duduk-duduk di jalanan? Jauhilah duduk-duduk di jalanan! "Jawab kami." Kami hanya sekadar duduk-duduk dan berbicara. "Sabdabeliau. "Kalau begitu, bayar hak jalanan. Yaitu picingkan mata. Jawab salam dan berbicaralah yang berguna (baik)!"
2023.Dari Abu Said Al Khudri ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Jauhilah duduk-duduk di jalanan!" Jawab para sahabat "Kami tidak mengapa-ngapa ya Rasulullah. Hanya sekadar berbicara." 'Sabda Rasulullah saw ". Jika kalian keberatan meninggalkan acara jalanan itu, penuhilah hak jalanan!" Tanya parasahabat "Apakah hak jalanan itu '!" Sabda beliau. "Picingkan matamu, jangan kurang ajar. Jawab salam (orang yang lewat). Mengerjakan yang maaruf dan mencegah yang mungkar." 2024. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw bersabda: "Kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim adalah:(1) Menjawab salam. (2) Mendoakan yang bersin. (3) Memenuhi undangan. (4) Mengunjungi yang sakit dan (5) Ikuti mengantar jenazah. "
2025. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hak seorang muslim terhadap seorang muslim enam hal." Lalu beliau ditanya orang, "Apa yang enam hal itu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, (1) Bila engkau bertemu dengannya, ucapkanlah Salam kepadanya. (2) Bila dia mengundangmu, penuhilahundangannya. (3) Bila dia minta nasihat, berilah dia nasihat. (4) Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia mendapat rahmat. (5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. (6) Dan bila dia meninggal, ikutlah mengantar jenazahnya ke kuburan. "2026. Dari Anas ra, katanya:" Para sahabat Nabi saw.bertanya kepada beliau, "Jika Ahli Kitab memberi salam kepada kami bagaimana kami menjawabnya?" Jawab beliau, "Ucapkan: Wa 'alaikum"
2027. Dari 'Abdullah bin Dinar ra, bahwasanya dia mendengar Ibnu' Umar bertanya kepada Rasulullah saw., Maka jawab beliau, 'Orang-orang Yahudi, bila mereka memberi salam kepada mu, maka ada salah seorang di antara mereka yang mengucapkan: As saamu 'alaikum. Maka jawablah, 'Alaika'
2028. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Se rombongan orang-orang Yahudi minta izin bertetamu kepada Rasulullah saw, lalu mereka ucapkan: Assaamu' alaiku" 'Jawab' Aisyah. "Bal'alaikunnus Saan wal lanah. Maka bersabda Rasulullah saw." Ya, Aisyah! Sesungguhnya Allah swt. senang keramah-tamahan dalam segalaurusan 'Kata' Aisyah, "Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka" Jawab beliau. "Ya aku mendengarnya bahkan telah kujawab, wa 'alaikum."
2029.Dari Abu Hurairah ra .. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah kamu mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam '
2030. Dari Anas bin Malik ra, katanya: Rasulullah saw. bertemu dengan beberapa orang anak. lalu beliau memberi salam kepada mereka: '
2031.Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya. "Tanda izin masuk bagi mu ialah bila tirai telah diangkat. Dan engkau dapat mendengarkan pembicaraan yang ku rahasiakan, kecuali bila ku larang"
2032. Dari 'Aisyah ra. Katanya: "Para istri Rasulullah saw. Keluar waktu malam ketika mereka hendak buang hajat ke tempat yang telah disediakan di lapangan. Lalu' Umar bin Khathab mengusulkan kepada Rasulullah saw. Sehingga para istri beliau memakai hijab. Tetapi Rasulullah saw. diam saja, tidakmelakukan apa yang diusulkan 'Umar. Maka pada suatu malam keluar istri beliau, Saudah binti Zamah, lalu ditegur oleh 'Umar. "Hai, Saudah! Kami mengenali engkau!" kata 'Umar. Sesungguhnya 'Umar menegurnya hanya karena dia ingin semoga Allah swt. menurunkan ayat yang memerintahkan hijab. Kata 'Aisyah."Memang, tidak lama kemudian maka turunlah ayat hijab."
2033. Dari Jabir r.a .. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketahuilah! Seorang laki-Iaki bukan muhrim tidak bisa bermalam di rumah perempuan janda. kecuali jika dia telah menikah dan suaminya ada di rumah, atau ada muhrimnya.2034. Dari Uqbah bin 'Amir ra. katanya RasuluIlah saw. bersabda:" Hindarilaholehmu masuk ke rumah-rumah wanita! "Lalu bertanya seorang Anshar." Ya. RasuluIlah! Bagaimana pendapat Anda tentang Al Hamwu (keluarga dekat bagi suaminya). "Jawab Rasulullah saw.," Bahkan itu lebih berbahaya. "
2035. Dari 'Abdullah bin' Amru bin Ash ra, katanya: "Beberapa orang Bani Hasyim datang ke rumah Asma 'binti' Umais, istri Abu Bakar Shiddiq (ketika Abu Bakar sedang tidak di rumah). Tiba-tiba Abu Bakar pulang dan bertemu dengan mereka. Abu Bakar merasa kurang senang atas kedatangan mereka yang demikian.Lalu diceritakannya hal itu kepada Rasulullah saw. Jawab beliau, "Aku tidak melihat sesuatu yang buruk atas kedatangan mereka. Sesungguhnya Allah swt. Telah menyucikan Asma 'binti' Umais dari hal-hal yang demikian." Kemudian ia naik ke mimbar lalu beliau bersabda: "Sesudah hari ini, seorang laki-Iakitidak bisa masuk ke rumah seorang wanita yang suaminya sedang pergi, kecuali bila laki-laki itu disertai seorang atau dua orang teman laki-laki. "
2036. Dan Anas r.a. kalanya: '' Pada suatu ketika. Nabi saw. sedang berdua dengan salah seorang istri beliau. Kebetulan lewat ke dekat beliau seorang laki-laki. Orang itu disebut oieh Nabi saw., Maka dia datang menemui beliau. Lalu Nabi saw. berkata kepadanya, "Hai, Fulan! Ini isteriku. si Fulanah."Jawab orang itu, "Ya, Rasulullah! Aku tidak menduga apa-apa dengan Anda." Sabda beliau, "Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah."
2037. Dan Shafiyah binti Huyay r.a. katanya: "Pada suatu ketika, Nabi saw. sedang i'tikaf. Aku mendatangi beliau malam hari, lalu aku berbicara kepadanya. Sesudah itu aku berdiri hendak pulang dan ia berdiri pula mengirim ku - ketika itu Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid -. Tiba- tiba lewatdua orang laki-laki Anshar, Tatkala mereka melihat Nabi
saw, mereka mempercepat jalan mereka, Nabi saw. berkata kepada mereka, "Hai, pelan-pelan sajalah kalian. Ini adalah isteriku, Shafiyah binti Huyay" Jawab mereka, "Subhanallah, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Aku khawatir kalau-kalausetan membisikkan sesuatu yang jahat ke dalam hati kalian. "2038. Dari Abu Waqid AI Laitsi ra katanya:" Pada suatu waktu ketika Rasulullah saw. sedang duduk di masjid beserta orang banyak (memberikan pengajian). tiba-tiba datang tiga orang serombongan. Yang dua orang mendatangi Rasulullah saw sedangyang seorang lagi langsung pergi begitu saja. Seorang di antara yang berdua mencari-cari tempat lowong dalam halaqah, lalu dia duduk di situ. Dan yang seorang lagi mencari-cari tempat dan duduk di bagian belakang. Dan orang yang ketiga pergi saja kembali. Setelah Rasulullah saw. selesai memberikan pengajianbeliau bersabda, "Perhatikanlah, kuberitahukan kepada Anda sekalian tentang orang yang bertiga itu. Satu di antaranya mencari tempat di sisi Allah, maka Allah melapangkan tempat baginya. Orang yang kedua malu-malu, maka Allah malu pula kepadanya. Dan orang yang ketiga jelas berpaling , maka Allah berpalingpula darinya. "
2039. Dari Ibnu 'Umar r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Janganlah kamu menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya. kemudian kamu duduki tempatnya itu. Tetapi hendaklah kamu saling lapang-melapangi '2040. Dari Salim ra dia menceritakan dari Ibnu' Umar ra. bahwa Nabi saw. bersabda" Janganlah kamumembiarkan saudara mu berdiri dari tempat duduknya. kemudian kamu duduki tempatnya itu. "Kata Salim selanjutnya. Karena itu ketika seseorang berdiri untuk memberikan tempat duduknya kepada Ibnu 'Umar dia tidak ingin menempatinya."
2041. Dari Jabir r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Janganlah kamu menyuruh saudara mu berdiri pada hari Jumat dari tempat duduknya untuk kamu gantikan tempatnya itu, tetapi katakanlah kepadanya." Marilah berlapang-lapang! "
2042. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda "Apabila salah seorang kamu berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia kembali lagi ke tempatnya itu, maka dia
lebih berhak dengan tempatnya. "
2043. Dari Ummu Salamah r .a .. katanya seorang banci datang ketika Rasulullah saw. sedang berada di rumahnya (Ummu Salamah). Maka berkata si Banci kepada saudara laki-laki Ummu Salamah, "Hai Abdullah bin Abi Umayyah! Jika Allah memperlihatkan bagi mu satu golongan besok. Maka aku akan menunjukkan bagimu anak Perempuan Ghailan. Kalau dia menghadap, dia menghadap dengan empat anggota tubuhnya dan kalau dia membelakang, dia membelakang dengan delapan anggota tubuhnya, "Rasulullah saw. Mendengar ucapan si Banci itu, lalu beliau bersabda. Jangan izinkan lagi dia masuk ke rumah mu!"
2044. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Seorang banci masuk ke tempat para isteri Nabi saw. Lalu mereka menganggapnya seperti orang yang tidak memiliki berahi terhadap perempuan. Pada suatu hari Nabi saw. datang, dan si Banci itu sedang berada di antara mereka. Dia menggambarkan perempuan dengan katanya:"Wanita bila menghadap dia menghadap dengan empat anggota tubuhnya dan bila membelakang, dia membelakang dengan delapan anggota tubuhnya." Maka bersabda Nabi saw., "Perhatikanlah, bukankah dia mengerti apa yang ada di sini! Karena itu janganlah kalian izinkan lagi dia masuk ke rumah kalian 'Kata' Aisyah,"Sejak itu rumah kami tertutup bagi si banci."
2045. Dari Asma 'binti Abu Dakar rakatanya: Aku kahwin dengan Zubair. sedangkan dia tidak memiliki apa-apa. Tidak punya server dan sebagainya. selain hanya. seekor kuda. Karena itu akulah yang memberi makan kuda dan merawat serta melatihnya. Aku pula yang menumbuk biji kurma untuk makan. menyediakanmakan dan minumnya. dan aku pula yang menjahit dan memasak. Tapi aku tidak pandai membuat roti. Karena itu roti kami dibuatkan oleh tetangga kami orang-orang Anshar. Mereka adalah wanita-wanita yang baik. Kata Asma 'selanjutnya. "Aku juga menjunjung buah kurma dikepala ku dari kebun yang dijatahkanRasulullah saw. kepada Zubair. membawanya sejauh dua farsakh. Pada suatu hari aku membawa buah kurma yang ku junjung di kepala ku. Di tengah jalan aku bertemu dengan Rasulullah saw. beserta beberapa orang sahabatnya. "LKH! Ikh!" kata beliau menghentikan dan menyuruh untanya berlutut untuk memboncengku di belakangnya. "Tapi aku malu, dan aku tahu bahwa engkau pencemburu." kata Asma 'kepada Zubair suaminya. Jawab Zubair, "Demi Allah, sesungguhnya bebanmu menjunjung buah kurma di kepalamu, bagi ku terasa lebih berat daripada engkau membonceng dengan beliau."
Kata Asma 'selanjutnya, Akhirnya, sesudah kejadian itu Abu Bakar. ayah ku, mengirim seorang pelayan untuk kami. Dia mengambil alih pemeliharaan kuda menggantikan ku. Rasanya seolah-olah aku terbebas dari beban dan pekerjaan berat. "
2046. dari 'AbdulIah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu bertiga, maka janganlah yang dua orang berbisik tanpa yang ketiga sebelum dia berbaur dengan orang-orang lain. Karena hal itu dapat menyinggung perasaan."
2047, Dari 'Aisyah r.a. istri Rasulullah saw., katanya: "Bila Rasulullah saw sakit, Jibril datang memanterainya. Ucap Jibril," Bismillaahi yubriika, wa mill kulli daa-in yusyfiika, wa min syari hasidin idza hasad, wa syarri kulli dzi 'ainin. "2048. Dari Abu Sa'id ra., Katanya:" Jibril datang kepadaNabi saw., Lalu dia bertanya. "Ya, Muhammad! Apa kah engkau sakit? '" Jawab beliau, "Ya!" Lalu Jibril membaca mantera, "Bismillalli arqiika min kulli syai-in yu'dziika, min syarri Nafsin au 'ainin hasidin. Allaahu yasyfiika, bismilahi arqiika. (Dengan nama Allah ku menterai engkau dari segala yang menyakiti,tersebab kejahatan manusia atau pengaruh jahat pandangan mata di pendengki. Allah akan menyembuhkan dengan nama Allah ku manterai engkau) 2049. Dari Ibnu 'Abbas r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Penyakit yang timbul dari pengaruh jahat pandangan mata memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar,tentulah itu pengaruh pandangan mata. Karena itu ketika kamu disuruh mencuci mata, maka cucilah! "
2050. Dari Aisyah ra. katanya: "Seorang Yahudi dari Bani Zuraiq, bernama Labid bin Asham, menyihir Rasulullah saw. sehingga beliau mengigau karenanya. Yaitu bahwa beliau rasanya melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak dilakukannya. Karena itu pada suatu hari atau suatu malam ia mendoa, kemudianmendoa dan mendoa. Sesudah itu ia bertanya kepada 'Aisyah. "Ya. 'Aisyah! Ingatkah engkau bahwa Allah swt. Pernah memberitakan kepada ku tentang kedatangan dua orang laki-Iaki. Yang satu duduk dekat kepala ku dan yang satu lagi dekat kedua kaki ku. Lalu orang yang dekat kepala ku bertanya kepadaorang yang dekat kaki ku atau sebaliknya. "Apakah sakit orang ini?"
Jawabnya. "Kena sihir!" Tanya. "Siapa yang menyihirnya? ' Jawab, "Labid bin Asham!" Tanya. "Dengan apa disihirnya?" Jawab. "Pakai sisir dan rambut yang rontok bersama sisir itu serta mayang kurma kering." Tanya, "Di mana sekarang?" Jawab, "Di sumur Dzi Arwan. "Kata 'Aisyah," Rasulullah saw. pergi mencaribarang-barang itu ditemani beberapa orang sahabat. Kemudian beliau bersabda, "Ya Aisyah. Ku lihat air sumur itu kemerahan warnanya, sedang pohon kurmanya terlihat bagaikan kepala setan." Lalu aku bertanya, "Apakah Anda tidak membakarnya?" Jawab Nabi saw., "Tidak! Karena Allah swt. Telah menyembuhkanku dan aku tidak ingin membalas kejahatan orang; oleh sebab itu ku suruh kuburkan saja! "
2051. Dari Anas ra, katanya: '' Seorang perempuan Yahudi mengantarkan daging yang telah dibubuhinya racun kepada Nabi saw lalu beliau makan sebagian. Kemudian perempuan itu dibawa orang ke hadapan Rasulullah saw. lalu beliau mengajukan kepadanya tentang racun itu. Jawabnya, "Aku sengaja hendak membunuhAnda, "Sabda Nabi saw" "Tidak mungkin Allah swt. Akan memberi sewenang kepada mu untuk melakukannya." Kemudian AII bertanya, "Dapatkah kami bunuh perempuan itu?" Jawab beliau, "Jangan!" Kata Anas selanjutnya. "Kami melihat bekas racun itu jelas terlihat di leher Rasulullah saw."
2052. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Apabila salah seorang di antara kami sakit, Rasulullah saw. memegangnya dengan tangan kanan, lalu beliau ucapan" Idzhabil ba'sa Rabban naas, wasyfi, antasy syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiru saqaman. " (Hilangkanlah penyakit si sakit ini, wahaiTuhan manusia, sembuhkanlah dia, sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan daripadaMu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas rasa sakit)
Maka tatkala beliau sakit dan sakitnya bertambah berat kupegang tangan beliau hendak membacakan mantera seperti yang pernah ia lakukan kepada kami. Tapi ia menarik tangannya dari tangan ku, kemudian dia ucapkan, "Allaummagh Firli. Waj'alni ma 'arrafiiqil a'la" (Wahai Allah, ampunilah akudan tempatkanlah aku bersama teman di tempat yang tertinggi) Lalu kutengok beliau, kiranya beliau telah tiada. "
2053. Dari 'Aisyah ra. katanya: Apabila salah seorang istri Rasulullah saw. sakit beliau tiupkan kepadanya surat-surat Mu'awwidzaat. (Yaitu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas) Maka tatkala beliau sakit hampir meninggal kutiupkan pula kepadanya dan kusapukan tangannya ke tubuhnya, karena tanganbeliau lebih besar barakahnya dari tangan ku. "
2054. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Nabi saw. sakit lalu dia baca untuk dirinya sendiri surah mu'awwidzaat. Kemudian beliau tiupkan. Tatkala sakit beliau bertambah keras, kubacakan surah-surah itu atasnya kemudian kusapukan dengan tangannya sambil mengharapkan barakah darinya." 2055. Dari 'AbdurrahmanAI Aswad, dari bapaknya r.a. katanya: "Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah tentang mantera. Jawabnya," Rasulullah saw. pernah memungkinkan suatu keluarga Anshar melakukan mantera untuk setiap penyakit deman. "
2056. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Ketika seseorang mengadukan suatu penyakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw, seperti sakit bisuI, kudis, atau Iuka, maka Nabi saw. berucap sambil menggerakkan anak jarinya seperti ini - Sufyan meletakkan telunjuknya ke tanah, kemudian mengangkatnya - Bismillaahiturbatu ardhina biriiqati ba'dhina liyusyfaa bihi saqiimuna bi idzni rabbina (Dengan nama Allah, tanah bumi kami, dengan air ludah setengah kami, semoga sembuhlah penyakit kami dengan izin Tuhan kami.)
2057.Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Rasulullh saw. menyuruh ku supaya memanterai penyakit dari pengaruh pandangan mata."
2058. dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. memungkinkan memanterai penyakit karena pengaruh pandangan mata, penyakit demam dan karena gigitan serangga."
2059. Dari Ummu Salamah r.a. isteri Nabi saw. katanya Rasulullah saw. pernah bersabda tentang seorang sahaya perempuan yang tinggal di rumah Ummu Salamah, karena wajahnya terlihat pucat oleh beliau. Sabdanya: "Dia terkena penyakit pengaruh pandangan mata karena itu manterailah dia"
2060. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Rasulullah saw. memungkinkan keluarga Hazm memanterai bekas gigitan ular." Dan ia bertanya kepada Asma 'binti' Umais, "Kelihatannya tubuh anak saudara ku ini kurus kering. Apakah mereka kurang makan?" Jawab Asma ', "Tidak! Mereka terkena penyakit pengarunpandangan mata. "Sabda Nabi saw.," Manterailah mereka! "lalu kuminta agar beliau sudi memanterai mereka. Tapi ia mengatakan, '' Manterai mereka oleh kalian!"
2061. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Seorang laki-laki dari keluarga kami digigit kala ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah saw. lalu berkata seorang laki-Iaki," Ya Rasulullah! Dapatkah aku memanterainya? "Jawab beliau," Siapa yang sanggup di antara kalian menolong saudaranya, hendaklahdilakukannya. "2062.Dari Jabir ra katanya:" Rasulullah saw. pernah melarang melakukan mantera. Lalu datang keluarga 'Amru bin Bazm kepada beliau seraya kata mereka, "Ya Rasulullah! Kami
memiliki mantera untuk gigitan kala. Tapi Anda melarang melakukan mantera. Bagaimana itu? "Lalu mereka peragakan mantera mereka di hadapan beliau. Sabda beliau," Tidak ada jeleknya. Siapa yang sanggup di antara kamu memanfaatkan mantera untuk menolong saudaranya, hendaklah dimanfaatkannya. "2063.Dari Auf bin Malik AI Asyja'i r.a. katanya: "Kami biasa melakukan mantera pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang mantera? "Jawab beliau," Peragakanlah manteramu itu di hadapanku. Mantera tidak ada salahnya selama tidak mengandungsyirik. "2064. Dari Abu Sa'id AI Khuuri ra. katanya:" Beberapa orang sahabat melakukan perjalanan jauh dan berhenti untuk istirahat di salah satu perkampungan 'Arab, lalu mereka minta dijamu oleh penduduk desa itu.Tetapi penduduk enggan menjamu mereka. Penduduk bertanya kepada para sahabat, 'Apakahdi antara Tuan-tuan yang pandai mantera? Kepala desa kami digigit serangga. "Menjawab seorang sahabat," Ya, ada! Kemudian dia mendatangi kepala desa itu dan memanterainya dengan membacakan surah AI-Fatihah. Maka, kepala desa itu pun sembuh. Kemudian sahabat itu diberi upah sekitar tigapuluh ekor kambing. Tapi dia menolak menerima seraya mengatakan, "Tunggu! Aku akan menanyakannya lebih dulu kepada Nabi saw., Apakah aku bisa menerimanya." Lalu dia datang kepada Nabi saw. menanyakan hal itu, katanya, "Ya, Rasulullah! Demi Allah, aku telah memanterai seseorang dengan membacakan suratAI Fatihah. "Dia tersenyum mendengar cerita sahabatnya dan bertanya," Bagaimana engkau tahu Al-Fatihah itu mantera? "Kemudian sabda beliau pula" Terimalah pemberian mereka itu dan masukkan sahamku bersama denganmu. "2065. Dari 'Usman bin Abi' Ash Ats Tsaqafi ra katanya dia menceritakan kepadaRasulullah saw. suatu penyakit yang dideritanya sejak ia masuk Islam. Maka bersabda Rasulullah saw. kepadanya, "Letakkan tangan mu di tubuh mu yang terasa sakit, kemudian ucapkan Bismillah tiga kali, sesudah itu baca tujuh kali: A 'udzu billahi wa qudratihi min syarri majidu wa uhadziru. (Aku berlindungdengan Allah dan dengan kodratnya dari penyakit yang ku derita dan ku cemaskan)
2066.Dari 'Usman bin Abi' Ash rakatanya dia datang kepada Nabi saw. lalu bertanya, "Ya, Rasulullah! Aku sering diganggu setan dalam shalat, sehingga bacaanku menjadi kacau karenanya. Bagaimana itu?" Maka bersabda Rasulullab saw., "Ya yang demikian itu memang gangguan setan yang dinamakan Khinzab.Karena itu bila engkau diganggunya, maka segeralah mohon perlindungan kepada Allah dari godaannya, sesudah itu meludah ke sebelah kirimu tiga kali! "Kata 'Usman," Setelah kulakukan yang demikian, maka dengan izin Allah godaan seperti itu hilang. "2067. Dari Jabir ra dari Rasulullah saw., sabdanya:"Setiap penyakit ada obatnya. Apabila tepat obat suatu penyakit, tentu penyakit itu sembuh dengan izin Allah 'Azza wa Jalla." 2068. Dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwasanya dia pergi mengunjungi Al Muqanna 'yang sedang sakit. Kemudian dia berkata, "Aku tidak akan meninggalkan tempat ini sehingga engkauberbekam. Karena aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya berbekam itu adalah suatu cara pengobatan."
2069. Dari Jabir r.a. katanya: "Ummu Salamah pernah minta izin kepada Rasulullah saw. untuk berbekam lalu Nabi saw. menyuruh Abu Thaibah membekamnya." Kata Jabir selanjutnya, "Menurut dugaanku, Abu Thaibah tentulah saudara susuan Ummu Salamah, atau mungkin seorang anak yang belum dewasa." 2070. DariJabir bin Abdullah r.a. katanya: "Ubay kena panah pada urat nadinya dalam perang Ahzab. Lalu Rasulullah saw. menyundut lukanya dengan besi panas."
2071. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. pernah berbekam dan memberi upah kepada tukang bekam, dan beliau pernah pula memakai obat tetes hidung."
2072. Dari Ibnu Umar ra, dari Nabi saw sabdanya: "Penyakit demam panas itu berasal dari panas neraka jahanam. Karena itu dinginkanlah (kompres) dengan air."
2073. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata," Saudaraku sakit perut sehingga dia buang-buang air. "Sabda Rasulullah saw.," minumkan madu kepadanya. "Lalu diminumkan madu kepadanya. Kemudian dia datang pula kepada Nabi saw. lalu katanya,"Telah kuminumkan madu kepadanya, tetapi sakitnya bertambah." Nabi saw. menyuruhnya pula meminumkan madu sampai berulang tiga kali. Dia datang untuk keempat kalinya, Nabi saw. tetap menyuruhnya supaya meminumkan madu. Kata orang itu, "Aku telah meminumkannya, ya Rasulullah, namun sakitnya bertambahjuga. "Sabda Rasulullah saw.," Allah Maha Besar! Perut saudara mu itulah yang dusta. "Lalu diminumkannya pula madu, maka sembuhlah saudaranya.
2074. Dari Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash, dari ayahnya ra, bahwa Amir mendengar ayahnya (Sa'ad bin Abi Waqqash) bertanya kepada Usamah bin Zaid, katanya: "Apa yang engkau dengar dari Rasulullah saw. Tentang penyakit tha'un ? " Jawab Usamah, "Rasulullah saw. Bersabda: tha'un (wabah kolera) adalah semacamazab (siksaan) yang diturunkan Allah kepada Bani Israil atau kepada umat yang sebelum kamu. Maka apabila kamu, mendengar penyakit tha'un menular di suatu negeri, janganlah kamu datang ke negeri itu. Dan ketika penyakit itu menular di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeriitu untuk melarikan diri darinya. "
2075. Dari Usamah bin Zaid r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "tha'un (penyakit menular / wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah swt. untuk menguji hamba-hamba-Nya umat manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan ketikawabah itu menular di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya. "
2076. Dari Abdullah bin Abbas r.a. katanya: "Pada suatu ketika 'Umar bin Khaththab pergi ke Syam. Setelah sampai di Sargila, pimpinan tentara datang menyambutnya. Antara lain ada Abu' Ubaidah bin Jarrah dan kawan-kawannya. Mereka mengabarkan kepada 'Umar bahwa wabah penyakit sedang berjangkitdi Syam. Kata 'Umar, "Panggil ke sini orang-orang Muhajirin yang pertama-tama!" Maka kupanggil mereka, lalu 'Umar bermusyawarat dengan mereka. Kata 'Umar, "Wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Bagaimana pendapat tuan?" Mereka berbeda pendapat. Sebagian mengatakan kepada 'Umar, "Anda telahkeluar untuk suatu urusan penting. Karena itu kami berpendapat, tidak selayaknya Anda akan pulang begitu saja. "Sebagian yang lain mengatakan," Anda datang membawa suatu rombongan besar, di mana ada para sahabat Rasulullah saw. Kami tidak sependapat jika Anda menghadapkan mereka kepada wabah ini. "Kata 'Umar, "Pergilah kalian dari sini!" Kemudian berkata pula 'Umar, "Panggil ke sini orang-orang Anshar!" Maka kupanggil pula mereka, dan 'Umar bermusyawarat dengannya. Ternyata kebijaksanaan mereka sama dengan orang-orang Muhajirin. Mereka berbeda pendapat seperti orang-orang Muhajirin. Maka kata'Umar, "Pergilah kalian dari sini!" Kata 'Umar selanjutnya, "Panggil ke sini pemimpin-pemimpin Quraisy yang hijrah sebelum penaklukan Makkah!" Maka kupanggil pula mereka. Ternyata mereka sependapat semuanya, tidak ada perbedaan. Kata mereka, "Kami berpendapat, sebaiknya Anda pulang saja kembali bersamarombongan Anda dan jangan menghadapkan mereka kepada wabah ini. Lalu 'Umar memberitahu rombongannya, "Besok pagi-pagi aku akan kembali pulang. Karena itu bersiap-siaplah kalian!" Maka bertanya Abu 'Ubaidah bin Jarrah, "Apakah kita akan lari dari qadar Allah?" Jawab 'Umar, "Mengapa bukan kamuyang bertanya, hai Abu 'Ubaidah agaknya Umar tidak mau berbantah dengannya - Ya, kita lari dari qadar Allah kepada qadar Allah. Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau memiliki seekor unta, lalu engkau turun ke lembah yang memiliki dua sisi. Yang satu subur dan yang lain tandus. Bukankah jika engkaumengembalakannya di tempat yang subur, engkau menggembala dengan qadar Allah, dan jika engkau menggembala di tempat tandus engkau menggembala dengan qadar Allah? "Tiba-tiba datang Abdurrahman bin 'Auf, yang sejak tadi belum hadir karena suatu urusan. Lalu dia berkata," Aku mengerti masalah ini Aku mendengarRasulullah saw. bersabda, "Apabila kamu mendengar wabah menular di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan ketika wabah itu menular di negeri tempat kamu berada, jangan keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri." Kata Ibnu 'Abbas,' Umar bin Khaththab mengucapkan puji kepadaAllah, setelah itu dia berangkat. "
2077. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ketika Rasulullah menyabdakan:" Tidak ada penularan, tidak ada yang tahu di bulan Shafar, dan tidak ada hantu mayat gentayangan, maka bertanya seorang Arab dusun, "Ya, Rasulullah! Bagaimana seandainya sekelompok unta yang sehat di padang pasir, kemudian didatangioleh seekor unta kudisan, kemudian unta yang sehat itu kudisan pula semuanya? "Jawab RasuluIlah saw," Siapakah penular yang pertama-tama? "
2078. Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman r.a. katanya dia mendengar Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada penularan kemudian ditambahkannya pula," Jangan mendekatkan yang sakit ke yang sehat. "2079. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Tidak adapenularan tidak ada mayat gentayangan menjadi hantu kuburan, tidak ada binatang tertentu muncul menyebabkan hujan, dan tidak ada tabu di bulan Shafar. "
2080. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada penularan tidak ada pengaruh atau tanda bahaya suara burung dan tidak ada hantu."
2081. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada pengaruh jahat suara burung. Dan yang paling baik ialah Al Fa'l. Lalu beliau ditanya orang," Apa itu Al Fa'l, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Kalimah solehah (baik) yang diucapkan salah seorang kamu. "2082. Dari Anasr.a. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Tidak ada penularan, tidak ada pengaruh jahat suara burung. Tapi yang mengagumkan ku ialah Al Fa'l yaitu kalimah hasanah atau kalimah thayyibah."
2083. Dari Abdullah bin 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada penularan, tidak ada pengaruh atau alamat jahat pada suara burung. Sesungguhnya pengaruh jahat (kecelakaan atau kesialan) itu ada pada tiga hal dalam diri wanita, pada kuda, dan dalam rumah tangga."
2084. Dari Mu'awiyah bin Hakam As Sulami ra, katanya dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Pada masa jahiliyah kami biasa mendatangi tukang tenung. Bagaimana itu?" Jawab beliau, "Jangan! Jangan datangi lagi tukang tenung itu." Tanya Mu'awiyah, "Kami percaya kepada suara burungsebagai pertanda jahat atau baik. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw.," Yang demikian itu hanyalah dugaan belaka. Maka janganlah hal itu sampai menghalangi urusanmu. "2085. Dari 'Aisyah ra katanya:" Aku pernah bercerita kepada Rasulullah saw., Bahwa para tukang tenung berkata begini dan begitu.Kami lihat kenyataannya memang benar. "Sabda Nabi saw.," Kata-kata yang benar itu tertangkap oleh sebangsa Jin, lalu di bisikkannya ke telinga tukang tenung dan ditambah-tambah dengan seratus kebohongan. "
2086. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw. tentang taktik tukang-tukang tenung. Jawab beliau," Mereka itu tidak benar! "Tanya mereka pula," Kadang-kadang apa yang mereka katakan itu memang benar terjadi. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw.," Ucapan yang benar (darilangit) terdengar oleh sebangsa Jin, lalu dibisikkannya ke telinga tukang-tukang tenung seperti ayam betina dan mereka campur dengan seratus kebohongan, bahkan lebih. "
2087. Dari Abdullah bin Abbas r.a. katanya: "Seorang sahabat Nabi saw. dari kalangan Anshar bercerita kepada ku bahwa pada suatu malam ketika mereka sedang duduk mengaji dengan Rasulullah saw., tiba-tiba mereka dijatuhi bintang (meteor) yang bersinar. Maka bertanya Rasulullah saw. kepada mereka." Apayang kalian baca pada masa jahiliyah ketika dijatuhi bintang seperti ini? "Jawab mereka," Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya lebih tahu. Kami mengatakan: Malam ini lahir seorang besar dan meninggal seorang besar pula. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya bintang (meteor) itu tidak jatuh karenameninggalnya seseorang dan tidak pula karena lahirnya seseorang. Tapi Tuhan kita, yang nama-Nya penuh berkat dan Maha Tinggi, ketika Dia memutuskan suatu urusan, maka tasbihlah pemikul 'Arasy, kemudian tasbih pula penduduk langit seperti mereka, sehingga tasbih mereka terdengar pula oleh penduduklangit dunia ini. Kemudian berkata orang-orang yang dekat pemikul 'Arasy kepada mereka, "Apa yang telah difirmankan Tuhan?" Lalu mereka ceritakan apa yang telah difirmankan Tuhan. Maka kabar mengkhabarkanlah penduduk langit sesama mereka, sehingga berita itu sampai pula kepada penduduk langit duniaini. Berita itu tertangkap oleh ban jin, lalu dibisikkannya kepada pemimpin-pemimpin mereka, tetapi mereka dilempar karenanya. Maka apa yang disampaikannya menurut cerita yang sebenarnya, itu benar. Tapi biasanya mereka bohong dan mereka tambah-tambah. "
2088. Dari Shafiyah ra, dari sebagian para isteri Nabi saw., Dari Nabi saw. sabdanya: "Siapa mendatangi tukang tenung, lalu dia mengajukan sesuatu kepada tukang tenung itu, tidak diterima Allah shalatnya selama 40 malam."
2089. Dari Amar bin Syarid, dari ayahnya r.a. katanya: "Dalam delegasi Tsaqif (yang akan dibai'at Rasulullah saw.) ada seorang pria berpenyakit kusta. Lalu Rasulullah saw. mengirim seseorang utusan supaya mengatakan kepadanya," Kami telah menerima bai'at Anda. Karena itu Anda telah bisa pulang. "
2090. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Rasulullah saw. memerintahkan supaya membunuh ular bergaris dua putih di punggungnya, karena ular itu dapat membutakan mata dan mencelakakan kandungan perempuan hamil."
2091. Dari Salim ra, dari ayahnya, dari Nabi saw. sabdanya: "Bunuhlah semua ular, terutama ular bergaris dua putih di punggungnya dan ular pontong ekor, karena keduanya dapat menggugurkan kandungan perempuan hamil dan membutakan mata." Kata Salim, "Karena itu Ibnu Umar membunuh setiap ular yang ditemuinya.Pada suatu ketika Abu Lubabah bin 'Abdul Mundzir - atau Zaid bin Khaththab melihatnya sedang mengejar ular akan dibunuhnya. Lalu kata Abu Lubabah, "Sesungguhnya telah dilarang Rasulullah membunuh ular-ular kecil yang bersarang di rumah-rumah."
2092. Dari 'Abdullah r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah menyuruh orang yang sedang ihram membunuh seekor ular ketika di Mina."
2093. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya di Madinah ada sekelompok jin yang telah Islam. Maka siapa yang melihat jin-jin ini, beri izinlah dia tinggal selama tiga hari. Jika sesudah tiga hari telah diperingatkan supaya pergi, tetapi dia masih terlihat,bunuhlah. Karena dia itu adalah setan. "
2094. Dari Amir bin Sa'ad, dari bapaknya (Sa'ad bin Abi Waqqash) ra katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. telah memerintahkan supaya membunuh cicak, dan beliau menamakannya 'Si Penjahat Kecil."
2095. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Siapa yang membunuh cicak satu kali pukul, dituliskan baginya pahala seratus. Siapa yang membunuhnya dua kali pukul. Pahalanya kurang dari itu. Pada siapa yang membunuhnya tiga kali pukul, pahalanya kurang lagi dari itu."
2096. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Seekor semut menggigit seorang Nabi di antara para nabi-nabi, lalu Nabi tersebut menyuruh bakar sarang semut itu, lalu dibakarlah. Kemudian Allah swt. mewahyukan kepadanya," Hanya seekor semut yang menggigitmu, lalu engkau musnahkan suatuumat yang selalu membaca tasbih. "
2097. Dari Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita disiksa Allah pada hari kiamat lantaran dia mengurung seekor kucing sehingga kucing itu mati. Karena itu Allah swt. memasukkannya ke neraka. Kucing itu dikurungnya tanpa diberi makan dan minum dan tidak pula dilepaskannya sehinggaia dapat menangkap makanannya yang ada di bumi. "
2098. Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah saw. pernah bercerita: "Pada suatu ketika, ada seorang pria sedang berjalan melalui sebuah jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihatseekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah ketika kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya. "Alangkah hausnya anjing itu seperti yang baru ku alami." Lalu dia turun kembali ke sumur diceduknya air dengan sepatunya dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah berterimakasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya dosanya. "Para sahabat bertanya." Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami menyayangi hewan-hewan ini? "Jawab Rasulullah saw." Menyayangi setiap makhluk hidup berpahala. "2099. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bercerita:" Padasuatu ketika ada seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. Anjing itu hampir mati kehausan. Tiba-tiba dia terlihat oleh seorang wanita pelacur bangsa Yahudi. Maka dibukanya sepatu botnya, kemudian diceduknya air dengan sepatunya, lalu diberinya minum anjing yang hampir mati itu. Maka Allah swt. mengampunidosa-dosa wanita itu. "
2100. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa lalla berfirman: Anak Adam suka mengutuk waktu. Padahal Aku pencipta waktu. Dengan kuasaku terjadi pergantian siang dan maIam'"
2101. Dari Abu Hwairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa lalla beriman: Anak Adam suka mencela Ku. Katanya," Alangkah sialnya waktu. "Karena itu janganlah kamu berkata demikian. Karena sesungguhnya Akulah pencipta waktu. Akulah yang menggilir siang dan malamnya. Jika Aku mau, Akukuasa menghentikan pergantian keduanya '"
2102. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekali-kali janganlah seseorang kamu berkata: 'Abdi (hai anak ku) atau Amati (hai budak perempuan ku / sahaya ku), karena semua kamu adalah' Abiidullah (budak atau hamba Allah) dan kaum wanita mu adalah Imaaullah (sahaya Allah). Tapi katakanlah:Ghulaami (server ku) dan Jariyati (pelayan perempuan ku) atau Fataaya (pemuda ku) dan Fataati (pemudi ku). "2103. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Janganlah seseorang kamu berkata: 'Abdi (budak ku atau hamba ku) karena kamu semuanya adalah 'Abiidullah (budak atau hamba Allah).Tapi katakanlah: Fataaya (pemuda ku atau server ku). Dan jangan pula seorang pelayan memanggil majikannya: Rabbi (Tuhan ku), tetapi ucapkanlah: Sayyidi (majikan ku atau tuan ku). "
2104. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah seseorang kamu berkata: 'Khabusat nafsi' (diriku buruk), tetapi katakanlah: 'Laqisat nafsi' (diriku kurang)." 2105. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sya'ir (atau Sajak) pagi indah yang pernah digubah orang Arabadalah sajak gubahan Labid. Labid bersajak: Alaa, kullu syai-in maa khalallaha bathil (Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah pasti binasa). "2106. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra katanya:" Ketika kami sedang berjalan bersama Rasulullah saw. di 'Arj (suatu tempat sekitar 78 mil dari Madinah) tiba-tibadatang seorang penyair bersenandung. Maka bersabda Rasulullah saw., "Tangkap setan itu! Sesungguhnya perut seseorang yang penuh nanah lebih baik dari perut yang penuh sya'ir (sajak)."
2107. Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya ra katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang memainkan permainan Nardasyir (sejenis catur), maka seolah-olah dia melumuri tangannya dengan daging dan darah babi."
2108. Dari Abu Qatadah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi buruk dari setan. Maka bila kamu bermimpi buruk, meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindung kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya dia tidak membahayakan."
2109. Dari Abu Qatadah r.a., dari Rasulullah saw. sabdanya: "Mimpi yang baik datang dari Allah, dan mimpi yang buruk dari setan. Maka siapa bermimpi yang dibencinya, hendaklah dia meludah ke kiri, kemudian berlindung kepada Allah dari kejahatan setan, niscaya tidak akan membahayakannya. Dan janganmenceritakan mimpi itu kepada siapa pun. Maka siapa bermimpi dengan mimpi yang buruk, bergembiralah dan jangan mencerita-ceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi. "
2110. Dari Jabir r.a., dari Rasulullah saw. sabdanya: "Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah dia meludah ke kiri tiga kali, kemudian berlindung kepada Allah dari gangguan setan tiga kali, sesudah itu merubah posisi tidur dari posisinya semula."
2111. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Apabila hari kiamat telah dekat, jarang mimpi seorang muslim yang tidak benar. Mimpi yang paling benar adalah mimpi yang selalu berbicara benar. Dan mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam:(1) Mimpi yang baik adalah kabar suka dari Allah. (2) Mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari setan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Maka karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalat, dan jangan menceritakannyakepada orang lain. "
2112. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa bermimpi melihat ku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihat ku; karena setan tidak sanggup mengubah bentuknya seperti bentuk ku."
2113. Dari Jabir, katanya seorang Arab dusun datang bertanya kepada Nabi saw .: "Ya, Rasulullah! Aku bermimpi dalam tidurku, kepala ku dipenggal orang sehingga menggelinding. Lalu ku ikuti dia ke mana perginya. Bagaimana itu?" Jawab Rasulullah saw., "Jangan kamu ceritakan kepada orang lain permainansetan denganmu ketika kamu tidur. "Kata Jabir," Kemudian kudengar Nabi saw. berkhutbah sesudah itu, sabdanya: "Janganlah salah seorang kamu menceritakan permainan setan dengannya ketika tidur."
2114. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Seorang pria mendatangi Rasulullah saw. lalu dia berkata:" Ya, Rasulullah! Semalam aku bermimpi dalam tidurku melihat setumpuk awan meneteskan minyak samin dan madu. Dan kulihat orang banyak menadahkan telapak tangan mereka. Ada yang mendapat banyak dan adayang sedikit. Kemudian kulihat seutas tali terhulur dari langit ke bumi. Kulihat Anda berpegang dengan tali itu, lalu Anda naik. Kemudian seorang pria memegang tali itu lalu dia naik pula mengikuti Anda. Kemudian seorang pria lain naik pula. Kemudian seorang pria yang lain lagi, tapi tali ituputus. Setelah tali disambungkannya maka dia terus naik. "Kata Abu Bakar," Ya, Rasulullah! Kumohon kepada Anda, berilah aku kesempatan mentabirkan mimpi itu. "Jawab Rasulullah saw.," Silakan Anda mentabirnya! "Kata Abu Bakar," Setumpuk awan artinya agama Islam. Adapun minyak samin dan madu yang menetesadalah kitab Quran, manis dan lembut. Adapun Al Quran yang ditadah orang, ada yang memperoleh banyak dan ada yang sedikit. Sedangkan tali yang terhulur dari langit ke bumi, itulah kebenaran yang Anda bawa, lalu Anda ditinggikan Allah karenanya. Kemudian tali itu dipegang orang yang sesudah Anda, makadia ditinggikan Allah pula. Kemudian orang yang sesudah itu. Kemudian oleh orang sesudah itu, sayang tali putus, tetapi dapat disambungnya kembali dan dia pun ditinggikan Allah. Maka tunjukkanlah kepada ku, ya Rasulullah, apakah tabirku itu benar atau salah? "Jawab Rasulullah saw.," Sebagian tepatdan sebagian salah. "Tanya Abu Bakar," Demi Allah! Tunjukkanlah mana yang salah? "Jawab Rasulullah saw." Jangan bersumpah! "
2115. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Semalam aku bermimpi sebagaimana lazimnya orang bermimpi. Rasanya kami seperti berada di rumah 'Uqbah bin Rafi', lalu kami diberi orang sejenis kurma yang disebutnya 'Kurma Ibnu Thab'. Maka kutakwilkan arti mimpi itu, adalah bahwa kitaakan mendapat kemuliaan di dunia dan di akhirat, dan bahwa agama kita sesungguhnya agama yang benar. "
2116. Dari Nafi r.a. katanya 'Abdullah bin' Umar bercerita kepadanya, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: "Aku bermimpi dalam tidurku, bahwa aku sedang menggosok gigi dengan siwak (sejenis kayu). Lalu siwak (Sugi) itu diminta oleh dua orang pria, yang satu lebih tua dari yang lain. Maka kuberikankepada yang muda. Tapi ada orang berkata kepada ku, "Berikan kepada yang tua!" katanya. Lalu kuberikan kepada yang tua. "
2117. Dari Abu Musa r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Aku bermimpi dalam tidurku bahwa aku hijrah dari Makkah ke suatu negeri yang berpohon kurma. Aku menduga bahwa negeri itu adalah Yamamah atau Hajar. Kiranya adalah kota Yatsrib. Dan ku lihat pula dalam mimpi ku itu bahwa aku menghunus sebuah pedanglalu pedang itu patah di tengah. Kiranya itu adalah musibah yang menimpa kaum mukmin dalam perang Uhud. Kemudian ku hunus sekali lagi, ternyata pedang itu bagus seperti seperti semula. Rupanya itu adalah kemenangan yang dikaruniakan Allah, serta persatuan kaum mukmin. Ku lihat pula dalam mimpi kuitu seekor sapi, dan Allah Maha Baik. Rupanya sejumlah orang-orang mukmin yang syahid dalam medan perang Uhud dan pahala yang diberikan Allah sesudah itu berupa kebaikan, serta pahala kejujuran yang diberikan Allah sesudah perang Badar. "2118. Dari Ibnu 'Abbas ra katanya:" Musailimah Al Kadzdzab(Musailimah si Pembohong) pernah datang ke Madinah pada masa Rasulullah saw., Lalu dia berkata: "Jika Muhammad mewariskan kenabiannya kepada ku sepeninggalnya, aku ikuti dia." Dia datang ke Madinah dengan rombongan besar terdiri dari kaumnya. Lalu Nabi saw. datang menghadapinya berdua dengan Tsabitbin Qais bin Syammas. Ketika itu Nabi saw. memegang sepotong pelepah kurma. Setelah berhadapan dengan Musailimah dan pengikutnya, beliau bersabda: "Seandainya engkau meminta pelepah kurma ini kepada ku, itu pun tidak akan ku berikan kepada mu. Apalagi akan menyerahkan urusan Allah. Jika engkau tidakmematuhi ku, Allah akan menghancurkan mu. Sesungguhnya aku telah bermimpi bagimu yang ku saksikan dalam mimpi ku itu. Inilah Tsabit yang akan menjawab (menentang) mu menggantikan ku! "Kemudian ia pergi meninggalkan Musailimah si pembohong. Kata Ibnu 'Abbas selanjutnya" Aku bertanya (kepada AbuHurairah) tentang ucapan Nabi saw. tentang mimpi beliau itu. Jawab Abu Hurairah, Nabi saw. pernah berkata, "Ketika aku tidur, aku bermimpi kedua belah tangan ku memakai gelang emas, dan aku mencemaskan keduanya. Lalu diwahyukan Allah kepada ku dalam tidur itu, sehingga aku meniup keduanya. Maka kutiup kedua duanya sampai lenyap. Aku mentakwilkan mimpi itu, bahwa nanti sepeninggal ku akan muncul dua orang pembohong (Nabi palsu), yang seorang adalah AI 'Ansi, pemimpin dari Shan'a, dan yang seorang lagi adalah Musailimah, pemimpin Yamamah. "
2119. Dari Samurah bin Jundab r.a. katanya: "Ketika Nabi saw. selesai soIat Subuh, beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak dan pernah bertanya:" Apakah di antara tuan-tuan yang bermimpi indah semalam "
2120. Dari Watsilah bin Asqa 'r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilih ku dari Bani Hasyim."
2121. Dari Jabir bin Samurah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya akulah yang paling mengenal batu di Makkah. Batu-batu itu memberi salam kepada ku sebelum aku diutus menjadi Rasul. Kini aku ingat peristiwa itu. (peristiwa tersebut termasuk salah satu mukjizat Nabi saw)
2122 Dari Anas r.a. katanya: "Nabi saw. pernah meminta air, lalu diberikan orang kepada beliau sebaskom dangkal. Maka Berwudhuklah kaum muslimin dengan air itu. Aku memperkirakan jumlah mereka berkisar antara enam puluh sampai delapan puluh orang. Dan aku menyaksikan sendiri air itu keluar dari sela-selajari beliau. "
2123. Dari Jabir r .a. katanya: "Ummu Malik pernah memberikan minyak samin kepada Nabi saw. dalam sebuah bejana. Kemudian anak-anak Ummu Malik datang minta makan, tapi dia tidak punya ikan atau sambai apa-apa. Lalu dia teringat tempat minyak samin yang diberikannya kepada Nabi saw. didapatinya disitu masih ada minyak seperti semula. Ummu Malik selalu membuat sambal dengan minyak itu di rumahnya setiap hari. Setelah tempat minyak itu dibersihkannya, dia datang kepada Nabi saw., Maka bertanya beliau, "Engkau habiskan minyak itu?" Jawab Ummu Malik, "Ya." Sabda beliau, "Andaikata engkau tinggalkansedikit, tentu masih dapat engkau pergunakan berikutnya. "
2124. Dari Jabir r.a. katanya: "Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. minta makanan, lalu diberi beliau setengah gantang gandum. Maka orang tersebut makan setiap hari dari gandum itu bersama-sama dengan istri dan tamu-tamunya, sehingga pada suatu ketika dia menakar gandum itu .Lalu dia datangkepada Nabi saw. Maka bersabda beliau, "Seandainya engkau tidak menakarnya, engkau akan dapat makan gandum itu selama mungkin." 2l25.Dari Mu'adz bin Jabal ra katanya: "Kami bepergian bersama-sama dengan Rasulullah saw. pada tahun perang Tabuk. Dalam perjalanan itu ia menjama 'shalat Zuhur dengan'Ashar dan Maghrib dengan' Isya, sehingga pada suatu hari beliau menjama 'takhir. Dia pergi untuk sholat jama 'Zuhur dengan' Ashar. Kemudian ia pulang dan sesudah itu pergi lagi lalu beliau shalat jama 'Maghrib dengan'! Sya. Setelah itu beliau bersabda: "Insya Allah besok kalian akan sampai ke sebuahmata air di Tabuk. Dan kalian belum akan sampai ke sana sebelum tengah hari. Maka siapa yang sampai ke sana lebih dahulu, sekali-kali jangan menyentuh airnya sebelum aku datang. Justru dua orang laki-laki telah mendahului kami, dan didapatinya mata air itu mengeluarkan air sedikit sekali, sekitarsebesar tali terompah. Kata Muadz, Rasulullah saw. bertanya kepada kedua orang itu. . Apakah kalian telah menyentuh air itu? "Jawab mereka, 'Ya, sudah!" Rasulullah saw. memarahi dan mencela perbuatan mereka. Kemudian para sahabat menceduk air sedikit demi sedikit dari mata air tersebut dengan tanganmereka sehingga terakumulasi pada suatu bejana. Rasulullah membasuh muka dan tangannya dengan air itu, kemudian mengembalikannya ke mata air. Maka menyembur di sana mata air, menyemburkan air yang berlimpah-limpah sehingga orang banyak dapat minum. Kemudian beliau bersabda, "Hai, Muadz! Tidak lama,jika umurmu panjang, nanti kamu akan melihat tempat ini penuh dengan taman "2126. Dari Jabir bin 'Abdullah ra. katanya:" Kami berperang bersama Rasulullah saw. dalam suatu peperangan di daerah Nejed. Kami jumpai Rasulullah saw. di sebuah lembah yang banyak tumbuh di situ pohon-pohon berduri. Rasulullahsaw berhenti di bawah sebatang pohon lalu digantungkannya pedangnya pada sebatang dahan. Orang banyak berpencar di lembah itu. Masing-masing mencari tempat bernaung di bawah pohon.
Kata Jabir. "Rasulullah mengatakan Seorang laki-Iaki telah mendatangi ku ketika aku sedang tidur dan ia mengambil pedang ku. Aku terbangun tetapi dalam kondisi belum begitu sadar, dia telah berada dekat dengan kepala ku dengan pedang terhunus mengancam ku. Katanya," Siapa yang dapat melindungi mudari ku! "Jawab ku." Allah! "Kemudian dia bertanya lagi." Siapa yang dapat melindungi mu dari ku? "Jawab ku" Allah! "Kata Nabi saw. selanjutnya." Maka disarungkannya kembali pedang itu. Dan inilah dia orangnya sedang duduk. "Tetapi Nabi saw tidak membalas serangan orang itu.
2127.Dari Abu Musa ra., Dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaan agama yang aku diutus Allah 'Azza wa lalla dengannya yaitu berupa petunjuk dan ilmu. adalah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Di antaranya ada yang jatuh ke tanah subur yang dapat menyerap air maka tumbuhlah padang rumput yang subur. Diantaranya pula ada yang jatuh ke tanah keras sehingga air tergenang karenanya. Lalu air itu dimanfaatkan orang banyak untuk minum, menyiram kebun dan berternak. Dan ada pula yang jatuh ke tanah tandus, tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Seperti itulah perumpamaan orangyang mempelajari agama Allah dan mengambil manfaat darinya, belajar dan mengajarkan, dan perumpamaan orang yang tidak mau tahu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya. "
2128. Dari Jabir ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaanku dengan kamu sekalian adalah bagaikan seorang yang menyalakan api. Maka serangga-serangga beterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Padahal orang tersebut telah berusaha menghalaunya. Dan aku, telah mencegah kamu semua agar tidakjatuh ke api, tetapi kamu meloloskan diri dari tangan ku. "
2129.Dari Jabir r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaanku dengan Nabi-nabi yang sebelumku adalah seperti orang membangun rumah, lalu sempurnakan dan dibaguskannya buatannya, kecuali sebuah sudut (belum terpasang) dengan sebuah bata. Maka masuklah orang banyak ke rumah itu melihat dan meninjau,Mereka kagum akan keindahannya dan bertanya. "Kenapa batu di tempat ini belum dipasang?" Kata tuan rumah, "Yang akan memasangnya adalah Muhammad Rasulullah saw." Maka akulah yang meletakkan atau memasang bata itu dan aku datang sebagai Nabi terakhir. "
2130. Dari Abu Musa ra ,. dari Nabi saw, sabdanya. "Sesungguhnya apabila Allah Azza wa Jalla akan memberikan rahmat kepada suatu umat di antara hamba-hamba-Nya. Dia mematikan nabinya lebih dahulu maka jadilah nabi itu sebagai perintis dan pendahulu mempersiapkan kebutuhan umat itu, Dan ketika Allahhendak membinasakan suatu umat disiksa-Nya umat itu, sedangkan nabinya masih hidup. Lalu umat itu binasa disaksikan nabinya dengan mata kepala nya, ketika mereka mendustakan dan mengingkari perintahnya. "
2131. Dari Sahal r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Aku mendahului kamu ke telaga. Siapa yang datang ke sumur itu dia bisa minum, dan siapa yang minum tidak akan haus selama-Iamanya. Akan datang kepada ku orang banyak, yang aku mengenal mereka dan mereka mengenal ku. Sesudah itu diadakandinding yang membatasi antara ku dengan mereka "
2132. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash r.a. katanya Rasulullah saw bersabda: "Luas telagaku sejauh sebuIan perjalanan. Setiap sisinya sama panjangnya. Airnya lebih putih dari perak. Baunya lebih harum dari kesturi Gemerlapan cahayanya bagaikan sinar bintang di langit. Siapa yang minum dari sumur itutidak akan haus selama-Iamanya sesudah itu "2133. Dari 'Uqbah bin' Amir ra katanya Nabi saw pernah bersabda tentang para korban perang Uhud. Dia naik ke mimbar tampaknya memberi amanat kepada yang masih hidup dan yang telah syahid. Sabda beliau. "Aku mendahului kalian ke sumur, Lebar telagaitu sejauh antara Ailah ke Juhtah. Aku tidak menyangsikan bahwa kamu akan kembali musyrik sepeninggal ku. Tapi yang aku takutkan adalah kamu terpengaruh oleh dunia.
Kemudian kamu-bunuhan dan akhirnya kalian musnah seperti kehancuran umat yang sebelum kalian. "Kata 'Uqbah," Itulah yang terakhir kali aku melihat Rasulullah saw. berpidato di mimbar. "
2134.Dari Saad r.a. katanya: "Di hari terjadinya perang Uhud, aku melihat dua orang berpakaian putih-putih. Masing-masing berada di kanan dan di kiri Rasulullah saw. Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudah itu. Mereka adalah Jibril dan Mikail 'alaihimas salam."
2135. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra. katanya: "Aku sungguh-sungguh melihat di hari terjadinya perang Uhud dua orang laki-Iaki. Masing-masing berada di kanan dan di kiri beliau. Keduanya ikut berperang dengan gagah berani. Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudah itu"
2136.Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik, paling dermawan, dan paling berani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oieh suatu suara, lalu orang banyak keluar ke arah datangnya suara itu. Di tengah jalan mereka bertemu dengan Rasulullah saw. akanpulang. Rupanya dia telah mendahului mereka pergi ke tempat datangnya suara itu. Dia mengendarai kuda yang dipinjamnya dari Abu Thalhah, sambil menyandang pedang. Sabda beliau, "Jangan panik! Jangan panik!" Kata Anas, "Kami dapati beliau memang santai-santai saja, dan berkuda perlahan."
2137. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Adalah orang yang paling pemurah berbuat kebajikan, terutama di bulan Ramadhan. Karena setiap tahun Jibril tetap menemui beliau setiap malam, sampai habis Ramadhan Rasulullah saw. Memperdengarkan bacaan Quran kepadanya ( dan Jibril memeriksa).Di hari-hari Jibril mendatanginya, dia tambah giat berbuat kebajikan melebihi angin lalu. "
2138. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Aku menjadi pelayan Rasulullah saw. Selama sepuluh tahun. Demi Allah, selama itu beliau tidak pernah berkata" Uff "(Husy) kepada ku, dan tidak pernah membentak ku dengan kata:" Hai, kenapa engkau perbuat begitu! "
2139. Dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah orang yang paling indah budi pekertinya. Pada suatu hari ia menyuruh ku untuk suatu kebutuhan. Demi Allah, aku tidak pernah bepergian untuk keperluanku sendiri, tetapi selamanya aku pergi untuk melaksanakan perintah yang diperintahkan Nabi saw.kepada ku. Pada suatu ketika aku pergi dan kebetulan bertemu dengan beberapa orang anak sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba Rasulullah saw. meraba kuduk ku dari belakang. Aku menengok ke beliau, dan beliau tersenyum. Lalu kata beliau. "Hai, Anas kecil! Sudahkah engkau laksanakan apa yang kusuruhkan? "Jawab ku," Sudah. ya Rasulullah! Aku sudah pergi. "Kata Anas selanjutnya." Aku menjadi pelayan Nabi saw. selama sembilan tahun. Dia tidak pernah (memarahi ku jika aku salah dengan) berkata: "Mengapa engkau berbuat begitu!" Atau jika aku lupa, "Kenapa tidak engkau kerjakan begini atau begitu!"
2140. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan kata:" Tidak ada! "
2141. Dari Musa bin Anas, dari ayahnya ra, katanya: "Tidak pernah Rasulullah saw. Dimintai sesuatu atas nama Islam, melainkan selalu dipenuhinya. Pada suatu hari datang kepada beliau seorang pria, lalu diberinya kambing sepenuh lembah antara dua bukit (banyak sekali) . Kemudian orang itu pulangke kampungnya dan berseru kepada kaumnya. "Hai, kaumku Islamlah kalian semuanya! Muhammad memberi ku suatu pemberian (yang banyak), sehingga dia tidak takut miskin."
2142. Dari Anas ra, katanya: "Ada seorang pria meminta kambing kepada Nabi saw. Sepenuh lembah antara dua bukit, lalu diberi oleh beliau. Kemudian orang itu datang ke kaumnya seraya berkata." Hai, kaumku! Islamlah kalian semuanya! Demi Allah, sesungguhnya Muhammad telah memberi ku suatu pemberianyang banyak sekali tanpa dia takut miskin. "Maka berkata Anas," Jika ada seseorang masuk Islam karena menginginkan harta dunia, dia itu bukan Islam, sehingga Islam itu sendiri lebih dicintainya dari harta benda dunia dan segala yang ada di atasnya. "
2143. Dari Ibnu Syihab ra, katanya: "Setelah Rasulullah saw. Berhasil menaklukkan kota Makkah, beliau pergi dengan pasukannya dan berperang di Hunain. Dalam perang itu Allah swt. Memenangkan agama-Nya dan kaum muslimin. Pada hari itu Rasulullah saw. Memberi Shafwan bin Umaiyah seratus ekor ternak,kemudian ditambahnya pula seratus ekor lagi. "
2144. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. pernah menjanjikan kepadanya. "Jikalau kita beroleh harta (rampasan) dari Bahrain, nanti kuberi engkau sebegini, sebegini. Sambil ia memberi isyarat dengan kedua belah tangannya bersamaan. Tetapi sebelum memperoleh harta itu ia telahwafat. Sesudah itu Abu Bakar menggantikan beliau memerintah. Dia memerintahkan supaya mengumumkan suatu pengumuman: "Siapa yang pernah dijanjikan sesuatu oleh Rasulullah saw. Atau dia memiliki hutang kepadanya, hendaklah dia datang kepada ku menagihnya!" Lalu aku datang kepada Abu Bakar seraya berkata:"Sesungguhnya Nabi saw. Pernah berkata kepada ku," Jika kita beroleh harta dari Bahrain, nanti kuberi engkau sebegini, sebegini dan sebegini. "Abu Bakar meraup satu kali. Lalu diberikannya kepada ku. Kemudian katanya." Hitunglah! "Setelah kuhitung ternyata ada lima ratus. Kemudian dia berkata pula,"Ambillah dua kali sebanyak itu lagi."
2145. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. pernah berkata: "Pada suatu malam anakku lahir, seorang bayi lelaki, lalu kuberi nama dia dengan nama bapakku, Ibrahim.
Kemudian anak itu kukirim kepada Ummu Saif, istri seorang pandai besi, bernama Abu Saif, Rasulullah saw. mendatanginya dan aku ikut mengiringkan dia. Ketika kami sampai di rumah Abu Saif, dia sedang meniup api di bengkelnya sehingga rumah itu penuh dengan asap. Aku berjalan duluan di depan Rasulullahsaw., lalu kuberitahu Abu Saif. "Hai Abu Saif! Berhentilah! Rasulullah saw. Datang!" Maka berhenti dia. Kemudian Nabi saw. menanyakan bayinya, lalu diserahkannya ke pangkuan beliau. Nabi saw. mengucapkan kata-kata sayang apa saja yang diucapkannya. Kata Anas. "Kulihat bayi itu rela dengan sakit yangdiderita, senang dalam pangkuan Rasulullah saw. "Maka Rasulullah saw. menangis mengucurkan air mata. Kata beliau." Air mata bisa mengalir, hati bisa sedih, tetapi kita tidak bisa berkata-kata kecuali yang diridhai Tuhan kita. Demi Allah, wahai Ibrahim, kami sungguh sedih karenamu! "
2146. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Tidak ada kulihat orang yang lebih peduli terhadap keluarganya melebihi Rasulullah saw. Ibrahim (anak beliau) disusukan pada suatu keluarga di sebuah desa di perbukitan Madinah. Pada suatu hari ia pergi menengoknya, dan kami ikut bersama-sama denganbeliau. Setelah ia masuk ke rumah orang tua susuan Ibrahim, didapatinya rumah itu penuh asap, karena orang tua susuan anak itu adalah seorang pandai besi. Nabi saw. menggendong bayinya lalu diciumnya, kemudian beliau pulang. Kata 'Amru, "Tatkala Ibrahim wafat, Rasulullah saw. Bersabda:" SesungguhnyaIbrahim adalah anakku. Dia meninggal dalam usia menyusu. Kedua orang tua susunya akan menyempurnakan susuannya nanti di surga. "
2147. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Aqra 'bin Habis pernah melihat Rasulullah saw. mencium cucunya, Hasan. Kata Aqra'," Aku punya anak sepuluh orang. Namun tidak satu pun di antara mereka pernah ku cium. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Siapa yang tidak peduli, tidak di sayangi. "
2148. Dari Jarir bin 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang tidak menyayangi manusia, dia tidak disayangi Allah 'Azza wa Jalla."
2149. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari gadis pingitan. Bila ia tidak menyenangi sesuatu, kami dapat mengetahuinya di wajah beliau."
2150. Dari 'Abdullah bin' Amr r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang-orang pilihan di antara kamu adalah yang paling indah budi pekertinya."
2151. Dari Samak bin Harb r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah ra," Pernahkah kamu duduk bersama Rasulullah saw.? "Jawab Jabir." Bahkan sering. Dia biasanya belum berdiri dari tempatnya shalat (di mana beliau shalat) Subuh, sebelum terbit matahari. Ketika matahari telah terbitbarulah beliau berdiri. Selama duduk-duduk itu para sahahat ada yang berbicara mempercakapkan urusan masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau tersenyum. "2152. Dari Anas bin Malik ra katanya:" Pada suatu ketika, Ummu Sulaim bepergian bersama-sama dengan para istri Nabi saw., diiringkanseorang pendamping (budak hitam yang bagus suaranya bernama Anjasyah). Lalu Nabi saw. bersabda, "Hai, Anjasyah, perlahan-lahanlah kamu mengiringkan botol-botol kaca."
2153. Dari 'Aisyah r.a., istri Nabi saw. katanya: "Ketika Rasulullah saw. diberi pilihan dua urusan atau pekerjaan, ia memilih yang termudah, selama yang termudah itu tidak mengandung dosa, jika pekerjaan itu mengandung dosa, maka ia menjauhkan diri darinya sejauh-jauhnya. Dan beliau tidakpernah mencela seseorang, melainkan apabila orang itu melanggar larangan Allah 'Azza wa Jalla. "
2154. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Sekalipun wahyu turun kepada Nabi saw. pada pagi hari yang dingin, namun keringat memancar jua di kening beliau." 2155. Dari 'Aisyah r.a. katanya Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Nabi saw., "Bagaimana caranya wahyu datang kepada Anda?" Jawab beliau, "Kadang-kadangwahyu datang kepada ku seperti bunyi lonceng. Itulah yang paling berat bagi ku. Kemudian suara terputus, namun aku telah hafal dan paham maksudnya. Terkadang malaikat datang menyerupai bentuk seseorang pria, lalu aku hafal dan paham apa yang dikatakannya. "
2156. Dari 'Ubadah bin Shamit r.a. katanya: "Ketika wahyu sedang turun kepada Nabi saw., beliau kesusahan karenanya dan wajahnya berubah menjadi keabu-abuan."
2157. Dari 'Ubadah bin Shamit r.a. katanya: "Ketika wahyu sedang
turun kepada Nabi saw., beliau menundukkan kepalanya, dan para sahabat menundukkan kepala pula. Maka ketika wahyu telah selesai turun, ia mengangkat kepala kembali. "2158. Dari Ibnu 'Abbas ra katanya:" Para Ahli Kitab biasanya menguraikan rambut mereka, tetapi orang-orang musyrik membelah duarambut mereka. Rasulullah saw. lebih suka mencontoh para Ahli Kitab, sebelum ada perintah tertentu tentang urusan itu. Karena itu Rasulullah saw, menguraikan rambut kepalanya, tetapi kemudian beliau belah dua. "
2159. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih tampan berpakaian merah dari Rasulullah saw. Rambut beliau terutai ke bahunya yang bidang, perawakannya tidak tinggi kurus dan tidak pula gemuk pendek."
2160. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah seorang yang berwajah paling tampan, berakhlak paling indah, perawakannya tidak tinggi kurus dan tidak pula gemuk pendek." 2161. Dari Ibnu Sirin r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Anas bin Malik ra," Apakah Rasulullah saw. mencelup rambut beliau? "Jawab Anas, "Dia tidak tampak beruban, kecuali di janggutnya tampak beberapa helai rambut putih." Kata Ibnu Sirin, "Aku bertanya pula kepadanya. Apakah Abu Bakar mencelup rambutnya?" Jawab Anas, "Ada, dengan inai."
2162. Dari Anas bin Malik ra. "Makruh seorang pria mencabut rambut putih di kepala dan di janggutnya." Katanya. "Sedangkan Rasulullah saw. Ada rambut putih di bawah bibir beliau sebelah bawah, dan antara mata dengan telinga, dan yang tumbuh jarang di kepalanya."
2163. Dari Jabir bin Samurah r.a. katanya: "Rambut Nabi saw. tampak bercampur putih di kepala bagian muka dan di jenggot beliau, tetapi ketika telah beliau minyaki tidak nyala terlihat. Ketika rambutnya kusut barulah jelas terlihat. dan jenggot beliau tebal." Lalu bertanya seseorang. "Apakahwajah beliau seperti pedang? "Jawab Jabir." Tidak! Bahkan bundar seperti matahari dan bulan. Dan aku melihat sebuah merek di bahunya sekitar sebesar telur merpati. "Dia mirip dengan warna tubuh beliau." 2164. Dari Jabir bin Samurah r.a. katanya: "Aku melihat sebuah cap (stempel) di punggung Rasulullahsaw. kira-kira sebesar telur merpati. "2165. Dari Saib bin Yazid ra katanya:" Bibiku pergi bersama-sama dengan ku kepada Rasulullah saw., lalu bibi mengatakan kepada beliau. "Anak lelaki saudara ku sakit." Maka beliau pegang kepala ku, kemudian beliau mendoakan keberkahan bagi ku. Sesudah itu beliauberwudhuk lalu kuminum sisa air wudhuknya. Kemudian aku berdiri (shalat) di belakang beliau. Aku terlihat cap beliau terletak antara kedua bahu sekitar sebesar telur burung. "'
2166. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. wafat pada usia enam puluh tiga tahun, Abu Bakar pada usia enam puluh tiga tahun, dan 'Umar pada usia enam puluh tiga tahun."
2167. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Rasulullah saw. menetap di Makkah setelah menjadi Nabi tiga belas tahun, dan di Madinah sepuluh tahun. Dan beliau meninggal ketika berusia enam puluh tiga tahun."
2168. Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im, dari ayahnya ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku memiliki beberapa nama: (1) Aku bernama Muhammad. (2) Aku bernama Ahmad (3) Aku bernama Al Mahi (penumpas), di mana Allah menumpas kekafiran keranaku. (4) Aku bernama Al Hasyir (pengumpul) di mana Allahswt. mengumpulkan manusia atas risalahku. (5) Dan aku bernama Al 'Aqib (penutup), di mana tidak ada seorang jua pun lagi Nabi sesudahku. Dan sesungguhnya, juga aku oleh Allah diberi nama Ra'uf (penyantun) dan Rahim (penyayang). "2169. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra katanya:" Rasulullah saw. menyebutkanbeberapa nama kepada kami sebagai nama beliau pribadi, sabdanya: "Aku bernama Muhammad, Ahmad, Al Muqaffa (sama dengan Al 'Aqib, penutup), Al Hasyir, Nabiyyut-Taubah dan Nabiyyur-Rahmah." 2170. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apa yang telah kularang kamu mengerjakannyahentikanlah. Dan apa yang kuperintahkan kamu mengerjakannya, lakukanlah sehabis dayamu. Sesungguhnya umat yang sebelum kamu binasa karena mereka banyak tanya, dan banyak debat terhadap nabi-nabi mereka. "
2171. Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapaknya r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya dosa terbesar di antara kaum muslimin adalah dosa orang yang menanyakan sesuatu yang tidak diharamkan Allah, lalu Allah mengharamkannya karena pertanyaan orang itu."
2172. Dari Anas bin Malik ra, katanya, "Ada seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. Katanya:" Ya, Rasulullah, siapa ayahku? "Jawab Nabi saw.," Bapamu si Fulan. "Kemudian turun ayat:" Hai, orang- orang yang beriman! Janganlah kamu bertanya sesuatu, jika jelas pertanyaan itu akan melukai hatimu ... "sampai akhir ayat - (Al Maidah. 5: 101).
2173. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika matahari telah tergelincir, Rasulullah saw. Pergi mengimami shalat Zhuhur. Setelah selesai shalat, beliau naik ke mimbar lalu mengingatkan jama'ah perihal hari kiamat dan mengingatkan pula bahwa sebelumnya akan terjadi beberapa peristiwa besar . Kemudianbeliau bersabda: "Siapa yang ingin bertanya kepada ku tentang sesuatu, tanyakanlah. Demi Allah, jika ada pertanyaan yang tuan tanyakan kepada ku, niscaya akan kujawab selama aku masih berdiri di tempatku ini." Kata Anas bin Malik, "Maka banyaklah orang menangis mendengar ucapan Rasulullah saw.tersebut. Kemudian ia mengulang-ulang ucapannya itu, "Bertanyalah kepadaku!" Maka berdirilah Abdullah bin Hudzafah lalu dia bertanya: "Siapa bapakku, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Bapamu Hudzafah!" Maka tatkala Rasulullah saw. mengulang ucapannya, "Bertanyalah kepadaku!" Umar menyela. Katanya:"Kami rela Allah menjadi Tuhan kami, Islam menjadi agama kami, dan Muhammad menjadi Rasulullah." Kata Anas, "Setelah Umar mengucapkan kata-katanya itu, Nabi saw. Diam sejenak, kemudian beliau bersabda:" Perhatikanlah! Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan, sebentar ini diperlihatkanAllah kepada ku syurga dan neraka, tepat di sisi dinding ini. Suatu pemandangan yang belum pernah kulihat seperti hari ini tentang kebaikan dan kejahatan. "Kata Ibnu Syihab," Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah mengatakan, bahwa Ummu' Abdullah bin Hudzafah berkata kepada anaknya, Abdullah bin Hudzafah,"Aku tidak pernah mendengar seorang jua pun anak yang lebih sial darimu. Percayakah engkau bahwa ibumu telah melacur seperti halnya wanita-wanita jahiliyah, lalu 'aibnya terbuka di kalangan orang banyak?" Kata Abdullah bin Hudzafah, "Demi Allah, seandainya aku dibangsakan kepada budak hitam sekalipun,maulah aku rasanya. "
2174. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Nabi saw. ditanya orang tentang beberapa soal, yang sesungguhnya pertanyaan itu tidak disukai beliau. Maka tatkala pertanyaan-pertanyaan itu bertambah banyak, Rasulullah saw. marah. Kemudian ia berkata kepada orang banyak," Tanyakan kepada ku apa yang kalian hendaktanyakan! "Maka bertanya seorang pria." Siapa bapaku? "Jawab beliau." Bapamu Hudzafah! "Dan bertanya pula yang lain," Siapa bapakku, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Bapamu, Salim maula Syaibah! "Tatkala 'Umar melihat wajah Rasulullah saw. menunjukkan kemarahan, maka berkata 'Umar, "Ya, Rasulullah! Kamitaubat kepada Allah. "
2175. Dari Musa bin Thalhah, dari ayahnya ra, katanya: "Aku berjalan bersama Rasulullah saw., Maka di tengah jalan kami bertemu dengan sekelompok orang sedang di atas pohon kurma. Dia bertanya," Apa yang sedang kalian perbuat? "
Jawab mereka, "Kami sedang transplantasi pohon kurma." Kata Rasulullah saw., "Menurut dugaanku, pekerjaan itu tidak ada gunanya." Lalu mereka hentikan pekerjaan mereka. Tapi kemudian dikabarkan orang kepada beliau bahwa pekerjaan mereka itu berhasil baik. Maka bersabda Rasulullah saw., "Jika pekerjaanitu ternyata bermanfaat bagi mereka, teruskanlah! Aku hanya menduga-duga. Maka janganlah diambil peduli duga-dugaan itu. Tetapi jika aku berbicara tentang Agama Allah, maka pegang teguhlah itu, karena aku sekali-kali tidak akan berdusta terhadap Allah. "2176. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya:" Rasulullahsaw. tiba di Madinah, dan orang-orang Madinah sedang transplantasi pohon-pohon kurma. Dia bertanya, "Apa yang tuan kerjakan?" Jawab mereka, "transplantasi pohon kurma." Kata beliau, "Barangkali ada baiknya kalau pekerjaan itu tidak diteruskan." Maka berhentilah mereka transplantasi. Tapi kemudian,ternyata usaha mereka berhasil dengan berlimpah, lalu mereka kabarkan kepada Rasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Sesungguhnya aku hanya seorang manusia. Bila kuperintahkan kamu tentang urusan agamamu, maka laksanakanlah perintahku itu. Dan ketika kuperintahkan kepada mu sesuatu berdasarkanbuah pikiranku semata-mata, maka sesungguhnya aku hanya seorang manusia. "
2177. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia bertanya," Siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku? "Jawab Rasulullah saw.," Ibumu! "Tanya," Kemudian siapa? "Jawab, "Ibumu!" Tanya, "Kemudian siapa?" Jawab, "Kemudian ibumu!" Tanya,"Kemudian siapa?" Jawab, "Kemudian ayahmu!"
2178. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah, siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku yang terindah? "Jawab beliau," Ibumu! Kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu, kemudian yang terdekat kepada mu, yang terdekat. "
2179. Dari Abdullah bin Amru ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. Minta izin hendak ikut jihad (berperang). Tanya Nabi saw. Kepadanya," Apakah kedua orang tua mu masih hidup? "Jawab orang itu," Masih! "Sabda beliau," Berbakti kepada keduanya adalah jihad. "
2180. Dari Abdullah bin Amru bin Ash r.a. katanya: "Seorang pria datang menghadap Rasulullah saw. lalu dia berkata: Aku bai'at (berjanji setia) dengan Anda akan ikut hijrah dan jihad, karena aku mengingini pahala dari Allah." Tanya Nabi saw., "Apakah orang tua mu masih hidup?" Jawab orang itu, "Bahkankeduanya masih hidup. "Tanya Nabi saw.," Apakah kamu mengharapkan pahala dari Allah? "Jawabnya," Ya! "Sabda Nabi saw.," Pulanglah kamu kepada kedua orang tua mu, lalu berbaktilah pada keduanya sebaik-baiknya! "
2181. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" Lalu beliau ditanya orang, "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw., "Siapa yang menemukan kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuksurga (dengan merawat orang tuanya sebaik-baiknya). "
2182. Dari Abdullah bin Umar ra, katanya: "Seorang pria desa bertemu dengannya di salah satu jalan di kota Makkah. Lalu Abdullah memberi salam kepadanya dan menaikkannya ke atas himar yang dikenderainya, dan diberinya serban yang sedang dipakainya di kepala." Kata Ibnu Dinar, "Maka kami berkatakepada Abdullah bin Umar, semoga Allah Ta'ala membalasi kebaikan Anda. Sesungguhnya orang desa itu lebih suka yang sederhana. "Jawab Abdullah." Bapa orang ini adalah sahabat baik Umar bin Khaththab. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya amal yang utama adalah ketika seorang anakmelanjutkan hubungan (silaturahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya. "2183. Dari Nawwas bin Sam'an Al Anshari ra, katanya:" Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang arti kebajikan dan dosa. "Sabda beliau," Kebajikan itu adalah budi pekerti yang indah. Sedangkan dosa adalah perbuatan atautindakan yang menyesakkan dada, padahal engkau sendiri segan perbuatanmu itu akan diketahui orang lain. "
2184. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah (Qur'an): 'Seandainya kamu berkuasa, apakah kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (kasih sayang)? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNyapenglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Quran, ataukah hati mereka telah terkunci? "(Muhammad, 47: 22-24)
2185. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Rahim (kasih sayang) itu tergantung di 'Arasy." Katanya, "Siapa yang menghubungkan ku, menghubungi pula Allah akan dia dan siapa memutusi ku, memutusi pula Allah akan dia."
2186. Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im ra, katanya ayahnya menghabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturrahim."
2187. Dari Anas bin Malik ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang ingin rezekinya dilapangkan Allah, atau ingin usianya diperpanjang, maka hendaklah dia menghubungkan silaturrahim."
2188. Dari Abu Hurairah katanya "Seorang pria berkata kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Sesungguhnya aku memiliki karib kerabat. Aku selalu menghubungkan silaturrahim kepada mereka, tetapi mereka memutusnya. Aku selalu baik kepada mereka tetapi mereka jahat kepada ku. Aku selalu santunkepada mereka tetapi mereka jahat kepada ku. Bagaimana itu? "Jawab Nabi saw.," Jika benar engkau berbuat seperti yang engkau katakan seolah-olah engkau telah menyebabkan mereka menjadi bosan. Tapi Allah selalu akan menolong terhadap mereka selama kamu tetap berlaku demikian. "
2189. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw, bersabda: "Janganlah kamu saling marah, jangan saling dengki, dan jangan pula saling tak acuh satu sama lain. Tapi jadilah kamu semua bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya (sesama muslim ) lebih dari tiga hari. "
2190. Dari Abu Ayyub Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim tidak bersapaan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga malam. Keduanya saling bertemu juga, tetapi mereka saling tak acuh satu sama lain. Yang paling baik di antara keduanya adalah yanglebih dahulu memberi salam (menyapa). "2191. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Hindarilah prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong. Jangan saling mencari-cari keburukan orang. Jangan saling mengorek rahasia orang dan saling menyaingi. Jangan saling mendengki.Jangan saling marah dan jangan saling tak acuh. Tapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah. "
2192. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu saling menjauhi (tidak bersapaan). Jangan saling tak acuh. Jangan saling mencari-cari cela masing-masing. Dan jangan sebagian kamu menawar barang yang sedang ditawar orang lain. Tapi jadilah kamu semua bersaudara selakuhamba-hamba Allah. "
2193. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya, jangan membiarkannya teraniaya, dan jangan menghinanya." Taqwa tempatnya di sini! Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. "Alangkah besar dosanyamenghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah saudaranya sesama muslim. Ilegal merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan atau nama baiknya. "2194. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta mu,tetapi Allah melihat kepada hati dan amalmu. "
2195. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Maka diampuni Allah dosa setiap hamba-Nya yang tidak musyrik, kecuali orang yang bermusuhan dengan saudaranya (sesama muslim). Maka dikatakan, tunggulah dahulu kedua orang ini berdamai!Tunggulah kedua orang ini berdamai! Tunggulah kedua orang ini berdamai! "
2196. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda, "Seluruh amal manusia dihadapkan kepada Allah swt. dalam sepekan (se Jumat) dua kali. Yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka diampuni Allah juga setiap hamba-Nya yang mukmin, kecuali orang yang bermusuhan. Maka dikatakan tunggukanlah keduaorang ini sebelumnya, sampai mereka berdamai. "
2197. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman pada hari kiamat kelak," Mana orang-orang yang saling mencinta karena keagungan-Ku? Hari ini Ku naungi mereka, di mana tidak ada naungan yang lain selain naungan-Ku. "
2198. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang pria pergi mengunjungi saudaranya yang bermukim di negeri asing (jauh dari tempatnya bermukim). Maka Allah Ta'ala mengirim seorang malaikat untuk menemaninya dalam perjalanan. Setelah malaikat bertemu dengan orang itu, maka bertanyamalaikat, "Hendak kemana Anda?" Jawab orang itu, "Aku hendak mengunjungi saudara ku di negeri Anu." Tanya malaikat, "Apakah Anda berkunjung ini karena Anda berutang budi kepadanya?" Jawab orang itu, "Tidak!" Aku mencintainya hanya semata-mata karena Allah Ta'ala. "Kata malaikat," Sesungguhnya aku (malaikat)diutus Allah Ta'ala menemani Anda, sebab Anda mencintai saudara mu karena Allah semata-mata. "
2199. Dari Tsauban ra, maula Rasulullah saw., Katanya beliau bersabda: "Siapa mengunjungi orang sakit, maka dia selalu berada dalam sebuah taman syurga penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetik sampai dia pulang kembali."
2200. Dari Tsauban r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila seorang muslim mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka orang itu selalu berada dalam suatu taman surga yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetik sampai dia pulang."
2201. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Pada hari kiamat kelak Allah Azza wa Jalla berfirman: Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa tidak engkau kunjungi Aku?" Jawab anak Adam, "Wahai Tuhan ku. Bagaimana mungkin aku mengunjungi Engkau padahal Engkau Tuhan semesta alam?" FirmanAllah Ta'ala, "Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba Ku si Fulan sakit, mengapa kamu tidak mengunjunginya? Apakah kamu tidak tahu seandainya kamu kunjungi dia, kamu akan menemukan Ku di sisinya?" "Hai, anak Adam! Aku minta makan kepada mu, mengapa kamu tidak memberi Ku makan?" Jawab anak Adam, "Wahai Tuhan.Bagaimana mungkin aku memberi Engkau makan, padahal Engkau Tuhan semesta alam? "Firman Allah Ta'ala," Apakah kamu tidak tahu, bahwa hamba Ku si Fulan minta makan kepada mu tapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak tahu, seandainya kamu memberinya makan niscaya engkau mendapatkannya di sisiKu? "" Hai, anak Adam! Aku minta minum kepada mu, mengapa kamu tidak memberi Ku minum? "Jawab anak Adam," Wahai Tuhan, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam? "Firman Allah Ta'ala," Hamba Ku si Fulan minta minum ke mu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Ketahuilah,seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku. "
2202. Dari Abdullah ra, katanya: "Aku datang mengunjungi Rasulullah saw. Ketika beliau sedang sakit, lalu kuraba beliau seraya berkata," Ya, Rasulullah! Demam Anda bertambah keras. "Jawab beliau," Memang, demamku sama dengan demam dua orang kamu. "Kataku pula," Semoga Anda mendapat pahala gandapula. "Jawab beliau," Semoga! "Kemudian sabda beliau pula," Tidak ada seorang muslim yang ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, melainkan dihapuskan Allah Taala dosa-dosanya, seperti pohon kayu menggugurkan daunnya. "2203. Dari Al Aswad ra : "Beberapa orang pemuda Quraisy datang mengunjungiAisyah ketika dia di Mina, dan mereka tertawa-tawa. Maka bertanya Aisyah, "Mengapa kalian tertawa?" Jawab mereka, "Si Fulan tersandung kakinya pada sebuah tali tenda, lalu dia jatuh tersungkur, hampir saja lehernya patah atau matanya buta." Lalu kata Aisyah, "Jangan kalian tertawakan! Sesungguhnyaaku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang jua pun orang muslim yang tertusuk duri atau lebih dari itu, melainkan dinaikkan Allah Ta'ala derajatnya satu tingkat, dan dihapus darinya satu kesalahan (dosa)."
2204. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada satu pun mushibah (cobaan) yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah Ta'ala karenanya, sekalipun mushibah itu hanya karena tertusuk duri."
220S. Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah ra. Keduanya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada suatu cobaan yang menimpa orang mukmin seperti sakit biasa, kesusahan, sakit berat, kesedihan dan kecemasan, melainkan Allah Ta'ala menghapus dosa-dosanya karenanya."
2206. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Tatkala telah turun ayat yang mengatakan:" Siapa melakukan suatu kejahatan, niscaya dia akan dibalas karenanya. "(An Nisa ', 4: 123), maka kaum muslimin sangat gusar karenanya. Oleh karena itu Rasulullah saw. bersabda: "sederhanalah kamu dalam segala urusan (janganpemborosan dan jangan pula default). Perbuatlah yang benar sesempurna mungkin, karena setiap cobaan yang ditimpakan kepada kaum muslimin, akan menghapus dosa, bahkan cobaan itu hanya berupa kaki tersandung atau tertusuk duri. "
2207. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Datang berkunjung ke rumah. Ummu Saib, maka bertanya beliau," Sakit apa kamu sampai menggigil begitu? "Jawab Ummu Saib," Demam! Allah Ta'ala tidak memberi berkat dengannya. "Sabda Nabi saw.," Janganlah kamu menyalahkan penyakit, karena penyakititu dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya dapur tukang besi membersihkan karat-karat besi. "
2208. Dari Abu Dzar r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda bahwa Allah Ta'ala telah berfirman: "Hai hamba ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Ku haramkan pula atas diri mu. Karena itu janganlah kamu menganiaya! Hai hamba-Ku! Kamu sekalian sesat, melainkan orang yang dapatpetunjuk dari-Ku. Karena itu mohonlah petunjuk kepada-Ku, Ku tunjuki kamu. Hai, hamba-Ku! Kamu sekalian lapar, melainkan orang yang Ku beri makan. karena itu mintalah makan kepada Ku, Ku beri kamu makan. Hai, hamba Ku! Kamu sekalian telanjang, melainkan orang yang Ku beri pakaian, karena itu mintalahpakaian kepada-Ku, Ku beri kamu pakaian. Hai, hamba-Ku! Kamu sekalian banyak bersalah siang dan malam. Padahal Aku bersedia mengampuni segala dosa semuanya. Karena itu minta ampunlah kepada Ku, Ku ampuni kamu. Hai, hamba-Ku! Kamu tidak akan dapat memberikan mudarat kepada-Ku. Seandainya kamu dapat.tentulah kamu telah memudarati-Ku. Dan kamu tidak dapat memberikan manfaat kepada-Ku. Seandainya kamu bisa saja kamu telah memanfaati Ku. Hai, hamba-Ku! Seandainya orang-orang yang sebelum dan sesudah kamu. manusia maupun jin, lebih taqwa dari orang yang paling taqwa di antara kamu. maka hal itutidak akan menambahkan sesuatu apa bagi kekuasaan-Ku. Hai, hamba-Ku! Seandainya orang-orang yang sebelum dan sesudah kamu, manusia maupun jin, lebih durhaka dari orang yang paling durhaka di antara kamu sekalian, maka hal itu tidaklah mengurangi sesuatu apa bagi kekuasaan-Ku. Hai, hambaKu! Seandainyaorang yang sebelum dan sesudahmu, manusia maupun jin, mereka berkumpul di suatu tempat yang luas, lalu mereka meminta kepada-Ku dan Ku penuhi permintaan mereka itu semuanya, maka hal itu tidak akan mengurangi sesuatu apa dalam perbendaharaan-Ku. Melainkan hanya seperti berkurangnya sebuah jarum biladimasukkan ke dalam laut. Hai, hamba-Ku! Hanya amal kamu sajalah yang ku perhitungkan untukmu, laIu ku bayar penuh pahalanya. Maka siapa yang memperoleh kebaikan, hendaklah dia memuji Allah Ta'ala, dan siapa yang beroleh lain dari kebaikan, maka janganlah dia mencela siapa-siapa kecuali akan dirinya sendiri(Karena dia yang bersalah). "2209. Dari Jabir bin 'Abdullah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:' Takutlah kamu akan berbuat zalim. Karena perbuatan zalim itu menyebabkan kegelapan kelak di hari kiamat. Dan takutlah kamu akan kikir. Karena kikir itu telah membinasakan orang-orangyang sebelum kamu karena telah menyebabkan mereka saling menumpahkan darah dan menyebabkan mereka melanggar larangan (segala yang diharamkan) Allah: '
2210. Dari Salim r.a. dari bapaknya katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Dia tidak bisa menganiaya saudaranya dan tidak bisa pula membiarkan saudaranya (teraniaya). Siapa yang membantu (mencukupkan) kebutuhan saudaranya maka Allah Taala membantunya pula(Mencukupkan) kebutuhannya. Siapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim. maka Allah Ta'ala melapangkan pula kesulitannya kelak di hari kiamat. Dan siapa yang menutup kesalahan (rahasia.) Orang muslim, maka Allah menutupi pula kesalahannya kelak di hari kiamat. "
2211. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu apa arti 'muftis' (bangkrut atau pailit)?" Jawab para sahabat. "Bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta." Sabda Rasulullah saw., "Bangkrut dari umat ku akan datang kelak di hari kiamat membawashalat, puasa dan zakat; dan membawa dosa karena dia pernah memaki orang, pernah menuduh-nuduh orang, pernah memakan harta orang, pernah membunuh orang, dan pernah memukul orang, maka diberikan pahala kebaikannya kepada orang-orang yang dizaliminya. Jika pahala kebaikannya habis sebelum terbayar lunaskepada orang-orang yang dizaliminya, maka diambil dosa-dosa mereka yang dizaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia di lemparkan ke neraka. "
2212. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Di hari kiamat kelak, setiap hak akan diberikan kepada ahlinya (orang yang punya hak), sampai hak seekor kambing yang tidak bertanduk diambilkan dari kambing yang bertanduk."
2213. Dari Jabir r.a. katanya: "Dua orang pemuda berkelahi. Yang satu pemuda Muhajirin dan satu lagi pemuda Anshar. Maka orang-orang Muhajirin berteriak mengelukan pemuda muhajirin." Ayuh Muhajirin, "dan orang-orang Anshar berteriak mengelukan pemuda Anshar. Ayo Anshar! Mendengar teriakan-teriakan ituRasulullah saw. keluar lalu beliau berkata. "Mengapa ini, berteriak-teriak seperti orang-orang jahiliyah!" Jawab mereka. "Tidak apa-apa, ya Rasulullah! Dua orang pemuda berkelahi, mereka saling memukul." Sabda Nabi saw., "Tidak mengapa. Seseorang harus menolong saudaranya yang zalim maupun yangdizalimi. Jika dia zalim lengahlah dia, dan jika dizalimi bantulah dia! "2214. Dari Jabir bin Abdullah ra katanya:" Kami berada bersama Nabi saw. dalam suatu peperangan. Tiba-tiba seorang pria Muhajirin memukul seorang pria Anshar. Maka berkata orang-orang Anshar mengelukan. "Ayo, Anshar!"dan orang-orang Muhajirin mengelukan pria Muhajirin, "Ayuh, Muhajirin!" Maka bersabda Rasulullah saw .. "Mengapa berteriak-teriak seperti orang jahiliyah!" Jawab mereka. "Ya, Rasulullah! Seorang pria Muhajirin memukul pria." Sabda Nabi saw., "Jangan berteriak-teriak! Karena berteriak itu keji!"Abdullah bin Ubay mendengar peristiwa tersebut lalu dia berkata. "Mereka telah melakukan hal itu. Demi Allah, jika kita kembali ke Madinah, niscaya orang-orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah." Kata Umar, "Izinkanlah aku memukul tengkuk si munafik itu!" Sabda Nabi saw., "Jangan! Nantiorang akan mengatakan bahwa Muhammad membunuh saudaranya. "2215. Dari Abu Musa ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Orang mukmin sesama orang mukmin bagaikan sebuah rumah. Satu sama lain harus saling menguatkan. "
2216. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencinta, saling mengasihi dan saling menyayang, bagaikan sebuah tubuh. Bila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh merasa sakit, tidak bisa tidur dan terasademam. "
2217. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Dua orang yang saling memaki, dosanya atas orang yang mulai memaki, selama yang dimaki tidak membalas berlebihan."
2218. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Seseorang yang pemaaf, Allah menambahkan kemuliaan baginya. Dan seorang yang tawadhu '(merendahkan diri) kepada Allah, maka Allah mengangkat derajatnya."
2219. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu apa yang dikatakan Ghibah (gunjingan)?" Jawab para sahabat, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Sabda Rasulullah saw., "Ghibah, yaitu mempercakapkan saudara mu tentang hal yang tidak disukainya." Ditanya orang beliau, "Bagaimanakalau yang kami percakapkan itu ternyata memang benar? "Jawab beliau," Jika yang kamu ucapkan ternyata benar, berarti engkau menggunjing. Dan Jika tidak benar, berarti engkau melakukan suatu kebohongan tentang dirinya. "
2220. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Orang yang menutup 'aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup' aibnya pula kelak di hari kiamat."
2221. Dari 'Aisyah ra, katanya ada seorang pria minta izin masuk ke rumah Rasulullah saw., Maka bersabda beliau, "Biarkanlah dia masuk, justru karena dia jahat." Setelah orang itu masuk, ternyata Rasulullah saw. bersikap sangat lemah lembut kepadanya. Karena itu aku bertanya kepada beliau. "Ya,Rasulullah! Tadi Anda mengatakan bahwa orang itu sangat jahat, ternyata Anda bersikap sangat lemah lembut kepadanya. "Jawab beliau," Sesungguhnya seburuk-buruk manusia di sisi Allah pada hari kiamat, adalah orang yang dibiarkan saja oleh orang banyak (berbuat sesukanya) karena takut kejahatannya. "
2222. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang tidak memiliki keramah-tamahan. berarti dia tidak memiliki kebaikan."
2223. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, 'Aisyah! Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Ramah Tamah dan menyukai keramah-tamahan. Dan Allah Ta'ala memberi karena keramah-tamahan akan karunia yang tidak pernah diberikan bukan karena kekerasan atau karena lain-lainsebagainya. "
2224. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Dari Nabi saw. sabdanya: "Sesungguhnya ramah tamah dalam segala urusan membuat urusan itu indah (sukses). Tanpa ramah-tamah niscaya setiap urusan menjadi buruk."
2225. Dari 'Imran bin Hushain r.a. katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. sedang dalam perjalanan, seorang perempuan Anshar yang mengenderai unta merasa kesal terhadap untanya, lalu dia mengutuk unta itu. Rasulullah saw. mendengar kutukannya itu, maka bersabdalah beliau:" Turunkan perempuanitu dan tinggalkan dia, karena sebenarnya dialah yang terkutuk. "Kata 'Imran," Sekarang masih segar dalam ingatanku, seolah-olah aku melihat perempuan itu berjalan tanpa seorang pun yang membantunya. "
2226. Dari Abu Hunlirah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidaklah pantas seorang sahabat jika ia suka mengutuk."
2227. Dari Abu Darda 'r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda "Orang-orang yang suka mengutuk tidak dapat memberi syafaat dan memberi kesaksian pada hari kiamat"
2228. Dari Abu Hurairah r.a. katanya seseorang berkata kepada Rasulullah saw., '' Ya, Rasulullah! Mendoalah kepada Allah Ta'ala supaya Allah menurunkan bencana kepada orang-orang musyrik. "Jawab beliau," Aku diutus Allah Taala tidak untuk menjadi tukang kutuk, tetapi untuk menjadi rahmat "
2229. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. pernah mendoa: "Wahai Allah, sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia. Maka siapa-siapa di antara kaum muslimin yang pemah terlanjur aku maki atau ku kutuk atau kupukul, maka jadikanlah semuanya itu menjadi pembersih dosa dan rahmat baginya."
2230. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. pernah mendoa: Sesungguhnya aku telah berjanji dengan Engkau, wahai Allah bahwa Engkau tidak akan mungkir janji dengan ku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia. Maka siapa-siapa di antara orang-orang yang beriman pernah terlanjur ku sakiti, ku cela,ku kutuk atau ku pukul, maka jadikanlah semuanya pahala shalat dan zakat baginya, serta pendekat yang mendekatkannya kepada Engkau pada hari kiamat kelak. "
2231. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tergolong manusia yang sangat jahat, orang yang bermuka dua. Dia datang ke suatu golongan dengan wajah tertentu dan datang ke golongan lain dengan wajah yang lain pula."
2232 Dari Ummu Kaltsum binti 'Uqbah bin Abi Muaith - dia termasuk muhajirat yang pertama-tama berbaiat dengan Nabi saw. mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Tidak termasuk pendusta orang yang memperdamaikan dua orang yang berselisih, dia mengatakan yang baik lalu dia berhasil denganbaik. "Kata Ibnu Syihab," Aku tidak pernah mendengar Rasulullah saw memungkinkan orang berdusta,
kecuali dalam tiga hal: (1) Dalam perang. (2) Dalam mendamaikan dua orang yang berselisih. (3) Berita suami kepada istrinya dan berita istri kepada suaminya. "2233. Dari 'Abdullah bin Masud ra katanya:" Sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah bersabda: "Perhatikanlah! Kuberitahukan kepada kamu sekalianapa arti 'Adh (sesuatu yang sangat keji dan ilegal). Yaitu, gunjingan yang meluas di kalangan orang banyak (sehingga masyarakat jadi kacau). "
2234. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah kamu selalu berlaku jujur. Karena berlaku jujur membimbing kepada kebajikan, dan kebajikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu berlaku jujur dan berusaha mempertahankan / menemukan kejujuran, maka dia dicatat Allah sebagai" Sadiq "(Orang yang jujur). Dan hindarilah olehmu dusta, karena sesungguhnya dusta itu membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka. Seseorang yang selalu berdusta dan mempertahankan kedustaan, maka dia dicatat Allah Taala sebagai "Kadzdzab" (si Pendusta atau si Pembohong). "
2235. Dari Abu Hurairah r.a. katanya "Yang bernama pendekar bukanlah orang yang banyak menjatuhkan lawan. Tapi pendekar sejati adalah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika sedang marah."
2236. Dari Sulaiman bin Shurad rakatanya: "Dua orang laki-Iaki saling memaki di dekat Rasulullah saw, sehingga seorang dari mereka merah matanya dan menggembung urat-urat lehernya. Maka bersabda Rasulullah saw," Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang kalau dia membacanya niscaya hilang marahnya.Kalimat itu adalah: A 'udzubillahi minas syaitannir rajim. (Aku berlindung dengan Allah dari kejahatan setan yang terkutuk). "
2237. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketika Allah Ta'ala membentuk tubuh Adam di dalam surga, Allah meninggalkannya beberapa lama. Sementara itu iblis datang mengelilingi dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan Allah. Ketika dilihat iblis tubuh itu berongga, tahulah dia bahwa Adamdiciptakan sebagai makhluk yang tak dapat menguasai diri. "2238. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu berkelahi (berperang), maka hindarilah (memukul) wajah saudara mu (lawanmu)! "
2239. Dari Hisyam bin Hakim bin Hizam r.a. katanya dia pernah lewat di Syam, lalu bertemu dengan beberapa orang yang sedang dijemur di panas matahari dan kepala mereka dituangkan dengan minyak. Maka bertanya Hisyam, "Apa ini yang terjadi?" Dijawab orang, "Mereka disiksa karena tidak membayar pajak." KataHisyam, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala pasti akan menyiksa pula orang-orang yang melakukan penyiksaan di dunia."
2240. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Seorang pria lewat
di masjid membawa panah dengan mata panah terbuka. Lalu diperintahkan oleh Rasulullah saw. sehingga orang itu memegang mata panahnya agar tidak melukai kaum muslimin. "
2241. Dari Abu Musa r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila kamu
lewat di masjid atau di pasar, padahal kamu membawa panah, harus kamu pegang mata panahmu dengan telapak tangan, sehingga tidak melukai orang-orang muslim. "2242. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang menakut-nakuti saudaranya dengan mengacung-acungkan senjata makasesungguhnya malaikat mengutuknya sehingga dia berhenti menakut-nakuti, sekalipun saudaranya itu saudara sekandung. "
2243. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Janganlah seseorang kamu mengacung-acungkan senjata kepada saudaranya (untuk menakut-nakuti atau mengancam). Karena kamu tidak tahu kalau-kalau setan mencabut senjata itu dari tanganmu (lalu tentang saudaranya), kemudian kamu jatuh kelubang neraka. "
2244. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu melalui sebuah jalan, tiba-tiba dia menemukan sebuah ranting berduri lalu disingkirkannya ranting itu. Maka Allah Ta'ala berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya." 2245. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Bila seseorang bertemu dengan sebuah ranting di tengah jalan, lalu dia berkata: Demi Allah, kusingkirkan ranting ini sehingga tidak menyakiti kaum muslimin. Niscaya Allah Ta'ala memasukkannya ke surga."
2246. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia pernah berkata kepada Nabi saw., "Ya, Nabiyallah! Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang bermanfaat bagiku." Sabda Rasulullah saw., "Singkirkanlah penghalang di jalanan yang dapat menyakiti kaum muslimin."
2247. Dari Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita menyiksa seekor kucing dengan jalan mengurungnya sampai mati. Karena itu wanita tersebut dimasukkan ke neraka. Kucing itu tidak diberinya makan dan minum selama dalam kurungan dan tidak pula dilepaskannya sehingga dia dapat menemukanmakan sendiri berupa rumput yang tumbuh di bumi. "2248. Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah ra, keduanya mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:" Angkuh dan sombong adalah pakaian Allah Ta'ala. Maka siapa yang menyaingi pakaian-Nya, Allah Ta'ala akan menyiksanya. "
2249. Dari Jundab r.a. katanya Rasulullah saw. bercerita bahwa seorang pria pernah berkata: "Wallah! (Demi Allah) Allah Ta'ala tidak akan mengampuni dosa si Fulan." Maka sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, "Siapa itu yang bersumpah atas namaKu, bahwa Aku tidak akan mengampuni dosa si Fulan? SesungguhnyaAku mengampuninya. Maka hapuslah amalmu (karena ucapanmu itu). "
2250. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Berapa banyaknya orang-orang (miskin) yang kusut-masai diusir dari muka pintu rumah orang (ketika mereka meminta-minta). Seandainya si miskin itu mendoa kepada Allah Ta'ala, niscaya Allah mengabulkan doanya." 2251. Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang berkata. Celakalah mereka." Maka orang yang berkata itulah yang paling celaka. "
2252. Dari Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Jibril selalu berwasiat kepada ku agar selalu baik dengan tetangga. Sehingga aku menduga bahwa Jibril akan menjadi pewaris."
2253. Dari Abu Dzar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila engkau memasak gulai perbanyaklah kuahnya dan sisihkan untuk tetanggamu."
2254. Dari Abu Dzar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Janganlah engkau pandang ringan perbuatan baik sekalipun kecil. Meskipun hanya dengan menunjukkan wajah manis ketika engkau bertemu dengan saudara mu."
2255. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Bila orang minta-minta datang kepada Nabi saw., beliau menghadap kepada orang-orang yang duduk beserta beliau lalu beliau bersabda: Tolonglah mereka, niscaya tuan akan mendapat pahala. Dan semoga
melalui ucapan Nabi-Nya terkabullah apa yang diinginkannya. "
2256. Dari Abu Musa r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaan berkawan dengan orang baik dan berteman dengan orang jahat tak ubahnya seperti berteman dengan penjual minyak harum atau dengan tukang tiup api di bengkel tukang besi. Jika berteman dengan penjual minyak harum adakalanya engkau dinlesi minyakharum atau engkau membeli kepadanya atau setidak-tidaknya engkau dapat tercium bau harum. Dan jika berkawan dengan peniup api di bengkel tukang besi adakalanya pakaianmu bisa terbakar atau setidak-tidaknya engkau tercium bau busuk. "
2257. Dari Aisyah r.a., istri Nabi saw. katanya: "Pada suatu hari seorang perempuan beserta dua orang anak perempuannya datang lalu dia meminta kepada ku. Sayang sekali aku tidak memiliki apa-apa kecuali hanya sebuah kurma, lalu kuberikan kepadanya. Dia mengambil pemberianku itu dan membaginya duauntuk kedua anaknya. Sedang dia sendiri tidak makan apa-apa. Kemudian perempuan itu berdiri lalu pergi dengan kedua anaknya. Setelah Nabi saw. tiba, kuceritakan kepada beliau peristiwa kedatangan perempuan itu. Beliau bersabda, "Siapa mendapat cobaan (kesulitan, kesusahan, kemiskinan, dan sebagainya)dalam memelihara / merawat anak-anaknya, tapi dia tetap berusaha merawat mereka sebaik-baiknya, maka semua cobaan itu menjadi dinding baginya dari neraka. "
2258. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu hari seorang perempuan miskin datang kepada ku membawa dua orang anak perempuannya. Maka kuberi dia kurma tiga buah. Lalu perempuan itu memberi anaknya masing-masing sebuah. Sedang yang satu lagi diangkat ke mulutnya hendak dimakannya sendiri, tetapi dimintaoleh kedua anaknya. Maka dibelahnya kurma yang akan dimakannya itu lalu diberikannya kepada kedua anaknya, seorang sebelah. Aku kagum menyaksikan perempuan itu, lalu kuceritakan apa yang telah diperbuatnya itu kepada Rasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mewajibkan surgabaginya, atau Allah Ta'ala membebaskannya dari siksa neraka. "
2259. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah Saw. bersabda: "Siapa yang memelihara dua anak gadis kecil (membelanjai dan mendidiknya seperti anak sendiri) sampai keduanya dewasa maka aku akan datang bersama-sama dengan dia pada hari kiamat kelak, seraya beliau menggenggamkan jari-jarinya."
2260. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda kepada wanita-wanita Anshar, sabdanya: "Tidak seorang jua pun di antara kamu sekalian yang kematian anak sampai tiga orang, lalu dia menerima musibah itu dengan sabar, melainkan dia masuk surga." Maka bertanya seorang di antara mereka, "Bagaimanakalau dua orang, ya Rasulullah? "Jawab beliau." Atau dua orang. "
2261. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Seorang perempuan datang kepada Nabi saw. lalu dia berkata: Kaum pria telah belajar mengaji kepada Anda. Sediakan pula waktu bagi kami satu hari, sehingga kami dapat mendatangi Anda pada hari itu, mempelajari ilmu yang diajarkan Allah kepada Anda." JawabNabi saw., "Berkumpullah pada hari-hari itu dan itu!" Maka berkumpullah mereka pada hari-hari yang ditentukan beliau, lalu beliau datang mengajar mereka ilmu-ilmu yang telah diajarkan Allah kepadanya (ilmu agama). Antara lain beliau bersabda: "Tidak seorang jua pun para wanita di antara kamu sekalianyang anaknya lebih dahulu meninggal sampai tiga orang, melainkan anak-anak itu menjadi dinding baginya dari api neraka. "Lalu bertanya seorang wanita," Bagaimana kalau dua orang, dua orang, dua orang? "Maka jawab Rasulullah saw.," Ya, dua orang, dua orang, dua orang. "
2262. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Yang dimaksud, adalah tiga orang anak yang belum mencapai usia baligh (yang belum berdosa)."
2263. Dari Abu Hassan r.a. katanya dia bertanya kepada Abu Hurairah r.a. "Aku kematian dua orang anakku. Dapatkah Anda menceritakan kepada ku hadis Rasulullah saw. Yang dapat mengobati hati kami atas kematian anak-anak kami itu?" Jawab Abu Hurairah. Nabi saw. pernah bersabda: "Ya, anak-anak tersebutselamanya menjadi penghuni surga. Salah seorang dari mereka datang menemui ayahnya, atau kedua orang tuanya lalu dipegangnya baju atau tangan orang tuanya seperti aku memegang ujung bajumu ini. Maka tidak dilepaskannya, atau dia tidak berhenti memegang, sehingga Allah Ta'ala memasukkannya bersama ayahnyake surga. "
2264. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Seorang perempuan datang kepada Nabi saw. membawa anaknya yang masih kecil. Lalu dia berkata kepada beliau," Ya, Nabiyallah! Doakanlah anakku ini (semoga dia panjang umur). Aku telah kematian anak tiga orang. "Tanya Nabi saw.," Engkau telah kematian anak tigaorang? "Jawab perempuan itu," Betul, ya, Nabiyallah! "Sabda beliau," Sesungguhnya engkau telah didinding dari neraka dengan dinding yang kuat. "
2265. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila Allah Ta'ala mencintai seseorang hamba, maka dipanggil-Nya Jibril seraya berfirman:" Hai, Jibril! Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan. Maka kasihi pulalah dia. "Lalu Jibril mengasihi orang itu. Kemudian dia berseru kepada penduduklangit, katanya, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mencintai si Fulan. Maka kasihi pulalah dia oleh, kalian semuanya!" Lalu penduduk langit mengasihi orang itu. Kemudian cinta kasih itu sampai kepada penduduk bumi. Dan ketika Allah Ta'ala membenci seseorang hamba, maka dipanggil-Nya Jibril seraya berfirman: "Hai, Jibril! Aku benci kepada si Fulan. Maka benci pulalah kepadanya!" Lalu Jibril membenci orang itu. Kemudian dia berseru kepada penduduk langit, katanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala membenci si Fulan. Maka benci pulalah kamu semua kepadanya." Kata Nabi saw., "Lalu penduduk langit membenci orangitu, sehingga penduduk bumi membencinya pula. "2266. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Ruh (jiwa) bagaikan para prajurit yang aneka ragam. Bila saling mengenal, mereka akan bersatu. Bila tidak saling mengenal, mereka akan terfragmentasi. "
2267. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Manusia itu seperti tambang emas dan perak. Mereka yang pilihan di zaman jahiliyah, pilihan juga di dalam Islam, selama mereka memahami ajaran Islam itu. Dan ruh (jiwa) adalah bagaikan prajurit yang aneka ragam. Bila saling mengenal bersatulah mereka, danbila tidak saling mengenal, mereka terpecah belah. "
2268. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Seorang Arab dusun bertanya kepada Nabi saw.," Kapan terjadi hari kiamat? "Rasulullah saw. balik bertanya," Apakah yang telah Anda persiapkan untuk itu? "Jawabnya," Mengasihi Allah dan Rasul-Nya. "Sabda beliau, "Engkau selalu bersama kekasih muitu kelak. "
2269. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Ketika aku dan Rasulullah saw. pada suatu ketika keluar dari masjid, tiba-tiba kami ditemukan oleh seorang pria di pintu masjid, lalu dia bertanya," Ya, Rasulullah! Kapan terjadi hari kiamat? "Jawab Rasulullah saw.," Apakah yang telah engkau persiapkan untukitu? "Lelaki itu tampak seperti menunduk, kemudian dia berkata," Tidak banyak yang telah kusiapkan; baik itu berupa sholat (sunat), puasa, dan sedekah (zakat). Tapi aku sungguh-sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya. "Maka bersabda Nabi saw.," Engkau akan selalu bersama-sama kecintaanmu itu kelak. "
2270. Dari Abdullah r.a. katanya: "Seorang pria datang ke
Rasulullah saw., Lalu dia bertanya, "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang seorang pria yang mencintai suatu kaum, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan kaum itu?" Jawab Rasulullah saw., "Setiap orang bersama kekasihnya." 2271. Dari Abu Dzar r.a. katanya: "Seseorang bertanya kepada Rasulullahsaw., "Bagaimana pendapat Anda, ya Rasulullah, tentang seorang pria yang melakukan amal kebajikan, lalu dia dipuji orang banyak." Jawab Rasulullah saw., "Pujian seperti itu adalah pendahuluan berita gembira bagi orang mukmin."
2272. Dari Abdullah r.a. katanya: "Rasulullah saw. yang mutlak benar menceritakan kepada kami, sesungguhnya proses penciptaan seseorang kamu setelah berada dalam perut ibunya selama 40 hari. kemudian dari menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama 40 hari. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) selama40 hari. Kemudian diutus malaikat meniupkan ruh (jiwa) kepadanya. Kemudian diperintahkan kepada malaikat menuliskan empat ketetapan. Yaitu tentang rezekinya, ajalnya, 'amalnya dan celaka atau bahagia. Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang yang beramal dengan amalan anggotasurga sehingga jaraknya ke surga hanya tinggal sehasta tetapi suratan taqdirnya menetapkan dia menjadi anggota neraka lalu dia beramal (pada usia umurnya) dengan praktek ahli neraka maka dia akan masuk neraka. Sebaliknya seseorang yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jaraknya ke neraka hanyatinggal sehasta tetapi suratan taqdirnya telah ditulis menjadi ahli surga lalu (pada sisa umurnya) dia beramal dengan amalan ahli surga, maka dia akan masuk surga. "2273. Dari Hudzaifah bin Asid ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Setelah nutfah berada dalam rathim 40 atau 45 malam, maka datanglahmalaikat kepadanya, seraya bertanya kepada Allah Ta'ala, "Ya, Tuhan! Apakah dia ini celaka atau bahagia?" Maka ditulisnya salah satu di antara keduanya. Tanya, "Apakah dia pria atau perempuan?" Maka ditulisnya salah satu di antara keduanya. Kemudian ditulisnya pula praktek serta hasil amalannya, ajalnyadan rezekinya. Kemudian bukunya dilipat, tidak ditambah dan tidak dikurangi. "
2274. Dari Ali r.a. katanya: "Pada suatu hari kami mengantarkan jenazah ke pekuburan Baqi 'Al Gharqad. Rasulullah saw. mendatangi kami, lalu beliau duduk. Maka kami pun duduk pula di sekitar beliau. Beliau memegang sepotong ranting, menunduk, dan menggaris-garis pasir dengan ranting itu . Kemudian beliaubersabda: "Tidak seorang jua pun di antara kamu melainkan tempatnya telah ditentukan Allah Ta'ala di surga atau di neraka. Telah ditetapkan Allah apakah dia celaka atau bahagia. Maka bertanya seorang sahabat." Ya. Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak lebih baik kita diam saja menunggu suratan taqdir
nasib kita tanpa beramal? "Jawab beliau," Orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang yang bahagia, adalah karena dia beramal dengan amalan orang yang bahagia, dan orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang celaka adalah karena dia beramal dengan amalan orang celaka. Karena itu beramallah!Semua sarana selesai. Adapun orang-orang bahagia, mereka dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan orang-orang bahagia. Dan orang-orang celaka, mereka dimudahkan untuk beramal dengan amal orang-orang celaka. "Kemudian beliau membaca ayat:" Adapun orang-orang yang suka memberi dan bertaqwa makaKami siapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik,
maka akan Kami siapkan baginya jalan yang sulit. "(Al Lail, 92: 510).
2275. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya ada orang beramal dengan amalan ahli surga sepanjang penglihatan orang banyak, tetapi sebenarnya dia adalah ahli neraka. Dan ada pula orang yang beramal dengan amalan ahli neraka menurut pandangan manusia, tetapi sebenarnyadia ahli surga. "
2276. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah saw. bercerita bahwa Adam dan Musa pernah berbantahan. Kata Musa." Hai, Adam! Engkau adalah ayah kami. Tetapi engkau telah mengecewakan kami karena menyebabkan kami keluar dari surga. "Jawab Adam," Engkau, hai Musa! Engkau telah dipilih dan diistimewakanAllah Ta'ala. Dengan kehendakNya engkau dapat berbicara dengan-Nya. Apakah kamu menyesali ku karena urusan yang telah ditaqdirkan Allah atas ku sejak 40 tahun sebelum aku diciptakan-Nya? "Sabda Nabi saw.," Demikianlah Adam dan Musa saling berbantah. "
2277. Dari Abdullah bin 'Amru bin Ash r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala telah mengatur segala ketetapan (taqdir) bagi seluruh makhluq, lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi dan (ketika itu) Allah Ta'ala berada di atas air."
2278. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash r.a. katanya dia mendengar
Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya hati anak Adam seluruhnya berada di antara dua jari Allah Ta'ala, bagikan hanya sebuah saja. Allah Ta'ala sanggup memindahkannya bagaimana menurut kehendak-Nya. Lalu Rasulullah saw. mendoa," Allahumma musluurifa qulub, shiurlf quluubana 'ajaa thaa'atim. "
2279. Dari Abdullah bin Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Semuanya telah diatur dengan suatu ketetapan (taqdir yang tak dapat diubah lagi), hingga sampai kepada kelemahan dan ketrampilan."
2280. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Orang-orang musyrik Quraisy datang kepada Nabi saw. memprotes ia memiliki masalah Qadar." Maka turun ayat: (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, (dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api neraka." Sesungguhnya Kami menciptakansegala sesuatu dengan ukuran. "(Al Qamar 54:48 49).
2281. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menetapkan nasib anak Adam tentang zina. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Zina mata ialah memandang. Zina lidah adalah berkata. Zina hati adalah keinginan dan syahwat, sedangkan vagina (kemaluan) hanya menurutiatau tidak menuruti. "
2282. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Nasib anak Adam tentang zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin danrindu, sedangkan vagina (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti. "
2283. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang jua pun anak yang baru lahir kecuali dia dalam keadaan suci dan dua orang tuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi." Kemudian beliau bersabda: "Bacalah ayat:" Fitrah Allah yang telah menciptakanmanusia menurut fitrah itu tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus. "(Ar Rum 30: 30)
2284. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang jua pun bayi yang baru lahir melainkan dalam keadaan suci. Maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, dan musyrik. Lalu bertanya seorang pria," Ya, Rasulullah! Bagaimana kalau anak itumati sebelumnya (sebelum disesatkan orang tuanya)? "Jawab beliau," Allah-lah yang Maha Tahu apa yang telah mereka lakukan. "
2285. Dari Aisyah, Ummul Mukminin r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. diminta orang datang menziarahi jenazah bayi orang Anshar. Lalu aku berkata," Berbahagialah bayi itu, seekor burung di antara burung-burung surga, yang belum pernah berbuat dosa atau ditimpa dosa. "Jawab Nabi saw. , "Mungkintidak begitu. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah menyediakan bagi surga siapa-siapa penghuninya semenjak mereka masih dalam sulbi tua mereka, dan telah menyediakan bagi neraka siapa-siapa penghuninya, semenjak mereka masih dalam sulbi ayah mereka. "2286. Dari Abdullah ra katanya:" Pada suatuwaktu Ummu Habibah, istri Nabi saw. mendoa: "Wahai, Allah !. Panjangkanlah usiaku bersama dengan suamiku Rasulullah saw., dan dengan bapaku Abu Sufyan, dan dengan saudara ku Mu'awiyah." Maka bersabda Nabi saw., "Engkau memohon ajal yang sudah pasti (tak dapat diubah), memohon juaah hari yang sudahditetapkan hitungnya, serta rezeki yang sudah dibagi-bagi, yang tak dapat disegerakan sebelum tiba waktunya, dan tak dapat diundur sedikit jua pun dari waktu yang telah ditetapkan semula. Seandainya engkau Mohon kepada Allah Ta'ala perlindungan dari siksa neraka atau dari siksa kubur, itu lebih baikdan lebih bagus. "
2287. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Orang mukmin yang kuat (jasmani din rohani) lebih disukai Allah Ta'ala dari orang mukmin yang lemah. Namun begitu, keduanya sama. Cuma memiliki kelebihan. Jagalah agar kamu selalu dalam keadaan (situasi) yang bermanfaat bagi dirimu dan mohonlah selalu pertolongan kepada Allah Ta'ala, dan jangan bosan. Jika engkau mendapat cobaan. jangan berkata. "Seandainya (tadi) aku perbuat begini dan begitu (tentu tidak akan begini jadinya)." Tetapi ucapkanlah: "Allah Maha Kuasa berbuat sekehendak-Nya." Karena kata-kata 'Lalu' (seandainya)memberi peluang bagi setan. "
2288. Dari Aisyah r.a. katanya, Rasulullah saw. membaca ayat: "Dialah yang menurunkan Kitab (Al Qur'an) kepada mu. Di antara isinya ada ayat-ayat informasi (yang jelas dan tegas maksudnya), dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat (ambigu). Adapun orang -orang yang hatinya condong kepada kesesatan,maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat, untuk menimbulkan fitnah (bencana) dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan hanya Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semuanya itu turun dariTuhan kami "Dan tidak dapat memahaminya kecuali orang-orang yang cerdas." (Ali 'Imran, 3: 7). Kata 'Aisyah, maka bersabda Rasulullah saw., Bila tuan melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat itulah orang-orang yang dimaksud Allah dalam ayat itu. Maka jauhilah mereka: '
2289. Dari Abdullah bin Amr r.a. katanya: "Pada suatu hari aku bangun pagi-pagi pergi ke tempat Rasulullah saw. Maka terdengar suara dua orang pria berdebat tentang sebuah ayat. Karena itu Rasulullah saw. keluar mendatangi kami. Di wajah beliau terlihat tanda kemarahan. Lalu beliau bersabda:" Sesungguhnyaumat yang sebelum kamu mendapat celaka karena mereka berselisih tentang Kitab Allah. "
2290. Dari Jundab bin Abdullah Al Bajali r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah Al Quran selama perhatianmu terpusat padanya. Bila kamu khawatir maka berhentilah." 2291. Dari Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang paling dibenci Allah, adalah para penentangyang sangat keras dan licik. "2292. Dari Abdullah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan (melampaui batas) dalam perbuatan dan perkataan mereka. "Beliau mengucapkannya tiga kali.
2293. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sebagian di antara tanda-tanda hari kiamat adalah hapusnya ilmu (agama), berjangkitnya kejahilan, melimpahnya minuman keras, dan meraja lelanya perzinaan (pelacuran)."
2294. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sebagian di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: hapusnya ilmu (agama), berjangkitnya kebodohan, merajalelanya perzinaan (pelacuran), melimpahnya minuman keras, habis kaum pria dan yang tinggal hanya wanita, dengan perbandingan seorangpria berdiri di tengah-tengah lima puluh wanita. "
2295. Dari Abdullah dan Abu Musa ra, keduanya berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sebelum terjadi hari kiamat terlebih dahulu membongkar ilmu (agama) dan menular ketidaktahuan (maksiat, kejahatan dan sebagainya), dan banyak terjadi pembunuhan." 2296. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda:"Tanda hari kiamat semakin dekat, dihapus (dicabut) ilmu (agama), lalu timbul fitnah (cobaan / kekacauan). Di mana-mana ditemukan kebakhilan, serta banyak pembunuhan."
2297. Dari Abdullah bin 'Amru bin Ash katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah tidak menghilangkan ilmu (agama) dengan cara mencabutnya dari dada seluruh manusia tetapi dengan jalan mewafatkan para ulama. Ketika ulama sudah habis, umat manusia mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpinmereka. Lalu mereka bertanya kepada para pemimpin yang bodoh. Si pemimpin memberi fatwa tanpa pengetahuan, menyesatkan orang banyak, maka sesatlah mereka semuanya. "
2298. Dari Jarir bin Abdullah r.a. katanya: "Serombongan orang rab dusun datang kepada Nabi saw. berpakaian bulu kibasy (orangan). Setelah melihat kondisi mereka yang menyedihkan itu, Rasulullah saran bahwa mereka ditimpa musibah dan membutuhkan bantuan. Lalu beliau menganjurkan agar orangbanyak memberi sedekah kepada mereka. Tetapi anjuran beliau itu agak lambat mendapat tanggapan, sehingga tampak di wajah beliau bahwa beliau agak kecewa. Kemudian datang seorang pria Anshar memberikan uang pundi-pundi. Kemudian datang pula yang lain, yang lain, dan seterusnya, sehingga wajah beliauberubah jadi gembira kembali. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa memberi contoh (mengajak) melakukan perbuatan baik dalam Islam, kemudian perbuatannya itu diikuti orang, maka dia mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. Begitu pula siapa yang mengajakmelakukan kejahatan, kemudian dikerjakan orang pula karena mengikuti dia, maka dituliskan dosanya sebanyak dosa orang-orang yang mengikutinya tidak kurang sedikit jua pun. "
2299. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mengajak ke jalan kebenaran maka dia mendapat pahala sebanyak pahala yang diterima oleh orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. Dan siapa mengajak ke jalan ke
sesatan, maka dia mendapat dosa sama banyak dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. "2300. Dari Ahu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku selalu menurut sangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya ketika diamenyebut nama-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam hatinya, maka Aku menyebutnya pula dalam hati-Ku. Dan jika dia menyebut Ku dalam acara banyak, maka Aku menyebutnya dalam acara banyak yang lebih baik. Jika dia mendekati-Ku sejengkal, Aku mendekatinya sehasta.
Dan jika dia mendekati-Ku sehasta. Aku mendekatinya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku mendatanginya dengan berlari. "
2301. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Ta'ala memiliki 99 nama. Siapa menghafalnya masuk surga. Dan sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Tunggal, mencintai ketunggalan." 2302. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki 99 nama. Yaitu 100kurang satu. Siapa menghitungnya masuk surga. "
2303. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw: bersabda: "Apabila kamu mendoa, hendaklah kamu sungguh-sungguh yakin dalam do'a (bahwa Allah Ta'ala mendengar dan mengabulkan). Janganlah kamu mendoa dengan kalimat:" Allah, jika Engkau mulia berilah aku! "Karena sesungguhnya Allah Ta'ala tidak dipaksa memenuhisuatu doa. "2304. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu mendoa, maka janganlah mendoa dengan menggunakan kalimat: Wahai Allah! Ampunilah aku jika Engkau mau. Tetapi hendaklah kamu mempergunakan kalimat yang sungguh-sungguh meyakinkan aplikasi, serta besar jawaban (bahwaAllah Ta'ala mendengar dan mengabulkan permohonanmu). Karena sesunguhnya Allah Ta'ala tidak pernah memberatkan-Nya memberikan sesuatu. "
2305. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekali-kali janganlah kamu meminta-minta mati karena suatu musibah yang menimpa. Jika kamu ingin meminta juga, maka mendoalah sebagai berikut:" Allahumma ahyini mall kaanatil Hayatu khairan Ii, wa tawaffani idza kaanatil wafaatu khairan li. "(Wahai Allah! Panjangkanlah umurku jika umur panjang itu yang lebih baik bagi ku, dan matikanlah aku jika mati itu yang lebih baik bagiku).
2306. Dari Qais bin Abu Hazim r.a. katanya: "Kami datang mengunjungi Khabbab ketika dia sedang sakit. Dia berobat dengan tusukan besi panas di perutnya sampai tujuh kali. Kata Khabbab," Seandainya Rasulullah saw. tidak melarang kita mendoa minta mati, tentu aku telah memintanya. "
2307. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekali-kali janganlah kamu meminta-minta mati, dan jangan pula mendoakannya sebelum mati itu datang sendiri. Karena ketika kamu telah mati maka berhentilah kamu beramal. Sesungguhnya bertambah panjang umur seorang mukmin bertambah pulakebaikan yang dapat diperbuatnya. "2308. Dari 'Aisyah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang ingin bertemu dengan Allah niscaya Allah ingin pula bertemu dengannya. Dan siapa benci bertemu dengan Allah, niscaya Allah benci pula bertemu dengannya. "Lalu aku bertanya:" Apakah yang dimaksudmembenci mati? Karena kami semua benci akan mati. "Jawab beliau," Bukan begitu! Tetapi setiap orang mukmin ketika diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, dengan keridhaan-Nya dan dengan surga-Nya, niscaya dia ingin bertemu dengan Allah. Maka Allah ingin pula bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir,ketika diberi kahbar dengan 'azab Allah dan dengan kemarahan-Nya, dia benci bertemu dengan Allah dan Allah benci pula bertemu dengannya. "2309. Dari Aisyah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang ingin bertemu dengan Allah, niscaya Allah ingin pula bertemu dengannya. Dan siapa yang bencibertemu dengan Allah, niscaya Allah benci pula bertemu dengannya. Sedangkan mati itu terjadi sebelum bertemu dengan Allah. "2310. Dari Anas ra katanya:" Rasulullah saw. pergi mengunjungi seorang muslim yang sakit letih, sehingga dia telah seperti anak burung yang baru menetas (lemah tidak berdaya).Rasulullah saw. bertanya kepadanya: "Apakah engkau pernah mendoa atau meminta sesuatu kepada Allah Ta'ala?" Jawab orang itu, "Ada! Aku mendoa, Allahumma maakunta mu 'aqibii bihi fil akhirati, fa' ajjilhu lii fid dunya." Maka bersabda Rasulullah saw., "Maha Suci Allah! Engkau tidak akan sanggup menanggungkannya.Sebaiknya engkau mendoa: Allahumma aatina fid dunya hasanah wafil aakhirati hosanah, waqina 'adzabannar. "Kata Anas," Rasulullah saw. mendoakan kesembuhan bagi orang itu, maka sembuhlah dia. "
2311. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Tabaraka wa Ta'ala memiliki para malaikat yang bertugas keliling mencari-cari acara zikir. Bila mereka telah menemukannya, lalu mereka duduk bersama-sama dengan orang-orang yang sedang zikir, memanggil teman-temannya, berkerumun mengitariorang-orang yang sedang zikir itu dengan sayap-sayap mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia. Ketika acara telah bubar, para malaikat naik kembali ke langit. Lalu Allah Ta'ala bertanya kepada mereka, - padahal Allah Maha Tahu perbuatan mereka - "Kalian datang dari mana?"Jawab mereka, "Kami baru kembali memeriksa hamba-hamba-Mu di bumi. Mereka tasbih, takbir, tahlil, tahmid dan memohon kepada-Mu." Tanya: "Apa yang dimohon mereka kepadaKu?" Jawab: "Mereka memohon surga kepada-Mu." Tanya: "Pernahkah mereka menampak surga-Ku?" Jawab: "Tidak '" Firman Allah, "Apalagikalau mereka menampak surga-Ku! "Kata para malaikat," Mereka juga memohon kebebasan. "Tanya:" Mohon bebas dari apa? "Jawab:" Mohon bebas dari neraka. "Tanya:" Pernahkah mereka menampak neraka-Ku? "Jawab: "Tidak." Firman Allah Ta'ala: "Apalagi kalau mereka nampak neraka-Ku!" Kata para malaikat: "Merekajuga memohon ampun kepada-Mu. "Jawab:" Aku mengampuni mereka dan memberikan apa yang mereka minta serta membebaskan mereka dari apa yang mereka takuti. "Kemudian para malaikat berkata:" Di antara mereka ada seorang hamba yang penuh dosa. Dia lewat di acara itu lalu duduk bersama-sama dengan orang-orangyang zikir. "Firman Allah:" Orang itu pun Ku-ampuni, begitu pula setiap orang yang terlibat dalam majlis zikir itu tidak ada yang celaka. "
2312. Dari 'Abdul' Aziz r.a. yaitu Ibnu Shuhaib katanya: "Qatadah bertanya kepada Anas ra, Doa apakah yang sering dibaca Nabi saw.?" Kata Anas, "Doa yang paling banyak dibaca Nabi saw. Adalah: Allahumma aatina fid dunya hasanah. Wa fil aakhirati hasanah, Wa qinaa 'adzaban nar." (Wahai Allah, berilahkami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka)
2313. Dari Abu Hurairah r.a. katanya RasuluUah saw. bersabda: "Siapa membaca kalimat tahlil: Loa ilaaha iIlallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in Qadiir, (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNyalah pemerintah (kekuasaan)dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) seratus kali dalam sehari, maka dia mendapat pahala sebanyak pahala memerdekakan sepuluh orang hudak, dan dicatat untuknya seratus kebajikan, serta dihapus darinya seratus kesalahan (dosa), dan pada hari itu dia terpelihara dari godaan setan sampaipetang. Dan tidak seorang pun yang melebihi amalnya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari seratus kali. Dan siapa membaca: Subhanallaahi wa bihamdih (Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia) seratus kali dalam sehari, dihapus segala kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan. "2314. Dari AbuHurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membaca waktu pagi dan waktu petang: Subhanallaahi wa bihamdih '(Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia) seratus kali, tidak ada orang datang yang melebihi amalnya, kecuali orang yang membaca sebanyak itu pula atau lebih." 2315. Dari 'Amru bin Maimunr.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Siapa membaca: 'Laa illaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa alaa kulli syaiin Qadiir' (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNyalah pemerintah (kekuasaan) dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu),sepuluh kali, maka dia mendapat pahala sebanyak pahala orang yang memerdekakan empat orang keturunan Ismail. "
2316. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lidah (mengucapkannya) tetapi berat timbangan (pahala) nya, dan keduanya disukai Allah swt. adalah: Subhanallahi wa bi hamdih, subhaanallaahil 'azhiim. (Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia, Maha Suci Allah YangMaha Agung) 2317. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Membaca 'Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar', (Maha Suci Allah, Maha terpuji Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar) lebih kusukai dari matahari terbit di pagi hari." 2318.Dari Mush'ab bin Sa'ad, dari bapaknya r.a. katanya: "Seorang 'Arab dusun datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata:" Ya, Rasulullah! ajarkanlah kepada ku kalimat (zikir) untuk kubaca. "Sabda beliau," Bacalah: 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, Allahu akbar kabiiran wal hamdu lillaahikatsiiran wa subhaanallaahi rabbil 'alamin, laa Hawla Ku laa quwata illabillaahil' azizil hakim '(Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Tunggal Ia, tidak ada sekutu bagiNya; Allah Maha Besar sempurna besar, dan segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah Tuhan semesta alam, tiada daya dan tiadakekuatan melainkan dengan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.), lalu kata-orang itu, "Kalimat ini semuanya untuk Tuhan semata; yang mana untukku?" Sabda beliau, "Bacalah: Allahummaghfir li, Warhamni, wahdini, warzuqni." (Wahai Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, pimpinlah aku, dan berilahaku rezeki).
2319. Dari Abu Malik Al Asyjai, dari ayahnya r.a. katanya: "Ketika seorang pria masuk Islam, Nabi saw. mengajarinya shalat, kemudian beliau menyuruhnya mendoa dengan kalimat ini: Allahummaghfir li warham ni, wahdini wa 'aafini, warzuqni." (Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, pimpinlah aku, 'afiatkanlahaku dan berilah aku rezeki) 2320. Dari Abu Malik, dari bapaknya ra., Bahwasanya dia mendengar Nabi saw bersabda ketika seorang laki-laki datang bertanya kepada beliau, katanya: "Ya, Rasulullah! Bagaimana caranya aku mengucapkan doa, bila memohon kepada Tuhanku?" Sabda beliau, "Bacalah: AllahummaghfirIi. lVarhomni, wa 'aafini, warzuqni (Wahai Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, sihatkanlah aku dan beri rezekilah aku) lalu ia mengumpulkan anak jari beliau selain ibu jari - Dalam (keempat) kata-kata ini sudah terkumpul urusan dunia dan akhirat mu. "
2321.Dari Mushab bin Saad. dari bapaknya ra katanya: Ketika kami berada dekat Rasulullah saw. beliau pernah berkata: "Sanggupkah kalian mengerjakan seribu kebajikan setiap hari?" Maka bertanya salah seorang yang duduk dalam dewan, "Bagaimana caranya kami mengerjakan seribu kebajikan (setiap hari)?"Sabda beliau, "Bacalah tasbih seratus kali, niscaya Allah Taala mencatat bagi mu seribu kebajikan atau dihapus darinya seribu kesalahan (dosa) '
2322. Dari Abu Hurairah ra. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menolong menghilangkan kesusahan orang mukmin, Allah Taala menghilangkan pula kesusahannya di hari kiamat kelak. Siapa yang membantu memudahkan orang yang dalam kesulitan, Allah memudahkannya pula di dunia dan akhirat. Aliahselalu menolong hambanya selama hamba itu ingin menolong saudaranya. Siapa berusaha mencari ilmu, Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Bila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid lalu mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya sesama mereka, diturunkan kepada mereka ketenangandan diselubungi mereka dengan rahmat. Mereka dikerumuni oleh para malaikat dan Allah menyebut-nyebut dengan bangga kepada orang-orang yang di dekat-Nya. Sedangkan orang yang lalai beramal, ia tidak akan dapat mengejar ketinggalannya dengan gelar kebangsawanan nya '
2323. Dari Ibnu Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, manusia! Taubatlah kamu semua kepada Allah. Sesungguhnya aku taubat kepada-Nya seratus kali setiap hari."
2324.Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang taubat kepada Allah Taala sebelum matahari terbit di barat (sebelum matahari terbit dari barat atau sebelum sakaratul maut), Allah menerima taubatnya."
2325.Dari Abu Musa r.a. katanya "Kami bepergian bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan. Tiba-tiba terdengar orang banyak mengeraskan suara membaca takbir. Maka bersabda Nabi saw.," Hai, manusia! Rendahkanlah hati dan suaramu! Sesungguhnya kamu tidak memanggil orang tuli dan orang jauh. Tapikamu memanggil Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, bahkan Dia bersama kamu. "Ketika itu aku berada di belakang beliau membaca" Laa haula la wa la quwwata illa billah "Maka bersabda beliau, 'Ya,' Abdallah bin Qais! Maukah engkau kutunjukkan kepada mu suatu perbendaharaan dari perbendaharaan surga? "Jawab ku, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Bacalah: Laa haula wa laa quwwata illa billah"
2326. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, dari Abu Bakar Shiddiq ra, bahwasanya Abu Bakar berkata kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepada ku suatu doa untuk kubaca dalam shalat." Sabda beliau, "Bacalah: Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman kabiiran, - menurut Qutaibah, katsiiran- Wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirli maghfiratan min 'Indika, warhllmni innaka an tal ghafuurur rahim. "(Wahai Allah! Sesungguhnya aku zalim terhadap diri ku sempurna zalim besar, menurut Qutaidah, zalim banyak, Tidak ada yang berwenang mengampuni segala dosa melainkan hanya Engkau. Karenaitu ampunilah aku dengan ampunan Mu yang sempurna dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih)
2327. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. sering mendoa dengan doa-doa sebagai berikut: "Allahumma, fainni a'udzu bika min fitnatin naari wa 'adzabin naari, wafitnatil qabri wa' adzabil qabri, wa min sharri filnatil ghina, min syarri fitnatil faqri, wa a'udzu bika min syarr fitnatil Masihiddajjal. Allahummaghsil khathaayaaya bi maa-its tsalji wal baradi, wa naqqi qalbi 'minal khathaaya kama naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa baa'id baini wa baina khathaayaaya kama baa'adta bainal masyriqi wal Maroko. Allahumma, fainni a'udzu bika minal Kasali wal harami wal ma'tsami wal maghrami (Wahai Allah! Sesungguhnya aku berlindung denganMu dari bencana dan siksa neraka, dari bencana dan siksa kubur, dari kejahatan bencana kaya, dan dari kejahatan bencana melarat. Dan aku berlindung dengan Engkau dari bencana kejahatan Al Masih Dajjal. Wahai Allah! Bersihkanlah segala kesalahanku denganair salju dan air es, bersihkanlah hatiku dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antaraku dengan kesalahan (dosa-dosaku) sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Wahai Allah! aku berlindung dengan Engkau dari kemalasan, dari kepikunan, darisegala dosa dan dari utang.) 2328. Dari Anas bin Malik ra. katanya Rasulullah saw. sering membaca doa sebagai berikut: Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi, al Kasali, wal jubuni, wal harami. wal bukhli; wa a 'udzu bika min' azabil qabri. wa min fitnatil mahyaa wal mamaati (Wahai Allah! Aku berlindungdengan Engkau dari kelemahan, dari kemalasan, dari penakut, dari kepikulan dan dari kebakhilan; dan aku berlindung dengan Engkau dari siksa kubur dan dari bencana hidup dan mati) 2329. Dari Anas r.a. katanya Nabi saw. sering mendoa sebagai berikut: "Allahumma inni a'udzu bika minal bukhli, wal Kasali,wa ardzalil 'umuri. wa 'adzabil qabri, wa fitnatil mahyaa wal mamaati. (Wahai Allah! aku berlindung dengan Engkau dari kebakhilan, kemalasa, umur yang tersia-sia dan dari siksa kubur serta bencana hidup dan mati)
2330. Dari Abu Hurairah ra. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. sering mendoa minta perlindungan kepada Allah Taala dari suratan takdir yang buruk, dari mendapat celaka, dari kegembiraan musuh (karena penderitaan), dan tekanan cobaan."
2331. Dari Khaulah binti Hakim As Sulamiyah r.a. katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila kamu berhenti (bermalam) di suatu tempat (negara), maka mohonlah
perlindungan kepada Allah: A 'udzu bikalimatillaahit taammati min syarri maa khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari segala macam kejahatan yang mungkin terjadi) niscaya dia terhindar dari segala bahaya yang mengancam, sampai dia berangkat dari tempat itu. "
2332. Dari AI Bara 'bin' Azib r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila engkau hendak tidur, maka Berwudhuklah lebih dahulu seperti wudhu mu untuk shalat, kemudian berbaringlah atas rusuk mu yang kanan, kemudian baca doa:" AlIalhumma inni aslamtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika. wa alja'tuzhahri ilaika. raghbatan wa rahbatan ilaika. laa maljaa wa laa manjaa minka illa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzi anzalta. wa binabiyyikalladzi arsalta. (Wahai Allah! Aku tundukkan wajahku di hadapan Engkau, kuserahkan) Dan jangan berkata-kata lagi sesudah itu. Jika engkau mati malam itu, maka engkaumati dalam keadaan suei. "
2333. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. ketika ia hendak tidur beliau membaca doa:" Allahumma bismika ahyaa wa bismika amutu. (Dengan nama Mu aku hidup dan dengan nama Mu aku mati) Dan bila dia bangun beliau membaca: "Alhamdulillahiilladzi ahyaana ba'da maa amaatana wa itaihinnusyuur "(Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan dan kepadaNya tempat kembali)
2334. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, bahwasanya dia menyuruh seorang laki-laki ketika hendak tidur supaya membaca doa: Allahumma khalaqta nafsi. wa anta tawaffaaha. laka mamaatuha wa mahyaaha, in ahyaytaha fahfazhha wa in amattaha faghfirlaha. Allahumma inni asalukal 'aafiyah (Wahai Allah! Engkaulahyang telah membuat diri ku, dan Engkau pulalah yang mematikannya, dalam kuasaMu lah mati dan hidupnya. Karena itu, jika engkau menghidupinya peliharalah dia, dan jika Engkau mematikannya ampunilah dia. Wahai Allah! ku pohon kepada Mu kesehatan yang sempurna) Lalu bertanya seorang laki-laki, "ApakahAnda mendengar doa itu dari 'Umar (bin Khathab)? Jawab Abdullah "Bahkan dari orang yang Iebih baik dari 'Umar, yaitu Rasulullah saw'"
2335.Dari Suhail r.a. katanya: "Abu Shalih menyuruh kami ketika kami hendak tidur supaya berbaring ke rusuk kanan, kemudian membaca doa:" AIlahumma rabbas samaawaati wa rabbal ardhi wa rabbal 'arsyil' azhim, rabbanaa wa rabba kulli syai-in, faaliqal habbi wan nawaa, wa munzilat Tauraati wal Injiiliwal Furqaan. A 'udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzu binaashiyatihi. AIlahumma antal awwallu falaisa qablaka syai-un, wa antal aakhiru falaisa ba'daka syai-un, wa antazh zhaahiru falaisa fauqaka syaiun, wa antal baathinu falaisa duunaka syai-un. aqdhi 'Annað dayna wa aghnina minal faqri. "(Wahai Allah! Tuhan langit dan bumi, Tuhan Arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang membelah biji-bijian dan bibit-bibitan, Tuhan yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Quran. Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan segala sesuatu, Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya.
Wakai Allah! Engkaulah yang pertama-tama ada, tidak ada sesuatu sebelum Engkau. dan Engkaulah yang akhir, tanpa ada sesuatu sesudah Engkau. Engkaulah yang lahir, tanpa ada sesuatu di atas Engkau, Dan Engkau lah yang batin, tanpa ada sesuatu di bawah Engkau. Tolonglah lunaskan segala utang-utang kamidan cukupkan segala kebutuhan kami) Kata Suhail, hadis ini diriwayatkannya dari Abu Hurairah yang menerimanya dari Nabi saw.
2336. Dari Abu Hurairah r.a. kalanya Rasulullah saw. bersabda: 'Apabila seseorang kamu hendak tidur harus dikirapnya tempat tidurnya lebih dahulu dengan ujung kainnya sambil menyebut nama Allah. Karena kamu tidak tahu apa yang telah terjadi di tempat tidurmu selama kamu tinggalkan. Dan ketikahendak berbaring, maka berbaringlah ke rusuk kanan sambil membaca doa: Subhaallakallaahumma rabbi, bika wadha'tu janbi, wa
bika arf'a'uhu. in amsakta naf'si faghfirlaha, wa in ansaltaha fah-fazhha bima tahfazhu bihi 'ibadakash shaalihi (Maha Suci Engkau wahai Allah, Tuhan ku! Dengan menyebut namaMu ku baringkan tubuhku, dan dengan menyebut namaMu aku bangun. jika Engkau hendak menahan nyawaku, ampunilah dia, dan jika Engkaulepaskan dia, lepaskanlah seperti Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih)
2337. Dari Anas r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. ketika hendak merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, ia menyebut: Alhamdulillahilladzi ath'amanaa wa saqaanaa wa kafaanaa wa aawaanaa." (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita makan dan minum, mencukupkan segala kebutuhan kita, danmemberi kita tinggal)
2338. Dari Farwah bin Naufal r.a. katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra tentang doa yang dibaca Rasulullah saw. Maka jawab' Aisyah, beliau sering membaca: Allahumma inni a'udzu bikal min syarri ma 'amiltu wa syarri ma lam a'mal" (Wahai Allah! Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan amal yangkulakukan dan yang tidak kulakukan)
2339. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya Rasulullah saw. sering membaca doa: Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa 'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khashamtu. Allahumma inni a'udzu biizzatika, laa illaaha illa anta an tudhillani, antal hayyul ladzi laa yamuutu, wal jinnu, wal insu yamuutuuna."(Wahai Allah! Kepada Mu aku tunduk, dengan Mu aku beriman, atasmu aku tawakkal, kepada Mu aku kembali, karena Mu aku berkesumat (bermusuhan). Wahai Allah! Aku berlindung dengan keperkasaan Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, janganlah disesatkan aku . Engkau Maha hidup dan tidak mungkin mati, sedangkanjin dan manusia semuanya mengalami mati)
2340. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada suatu ketika, waktu Nabi saw. sedang dalam perjalanan, beliau shalat di waktu sahur dan membaca doa:" Sami'a Saami'un bihamdillahi wa husni balaa-ihi 'alaina. rabballaa shahibnaa wa afdhil 'alainaa' aa-idzan billaahi minan naari (Telah mendengar Allah yangMaha Mendengar akan puji-pujian kami kepada Allah terhadap nikmat Nya dan cobaan Nya yang membawa kebaikan bagi kami. Wahai Allah Tuhan kami! Lindungi lah kami selalu, terutama dari siksa neraka)
2341. Dari Abu Musa AI Asy'ari ra, dari Nabi saw. katanya Nabi saw. mendoa dengan doa ini: "Allahummaghfirli khathiati, wa jahli, wa israafi fi amri, wa maa anta a'lamu bihi minni Allahummaghfirli jiddi wa hazli, wa khatha-i, wa 'AMDI, wa kullu dzalika' indi. Allahummaghfirli maa qaddamtu, wa maaakhkhartu, wa maa asrartu, wa maa a'lantu, wa maa anta a'lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, wa anta 'ala kulli syai-in
qadir (Wahai Allah! Ampunilah kesalahan ku, kebodohan ku, keterlaluan ku dalam tindak-tanduk dan segala apa yang Engkau lebih tahu dari ku. Wahai Allah! Ampunilah aku jika bersungguh-sungguh atau main-main, jika aku salah atau sengaja dan segala salahku . Wahai Allah! Ampunilah aku dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang ku simpan maupun yang terang-terangan dan segala dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari ku. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkau pula yang mengemudiankan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu)
2342 Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. sering membaca doa sebagai berikut: Allahummashlih Ii diiniyalladzi huwa 'ishmatu amri. washlih Ii dun-yaayallati fiha ma'aasyi, washlih Ii aakhiratil Lati fiha ma'aadi. waj'alil hayaata ziyadatan Ii fi kulli khairin. waj'alil Mauta raahatan Ii minkulli syarrin (Wahai Allah! Perbaikilah agamaku yang menjadi pedoman bagi ku dalam setiap urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat penghidupanku, perbaikilah akhiratku tempat aku kembali, jadikanlah hidup untuk menambahkan segala amal kebajikanku, dan jadikanlah mati pemberhenti dari segala kejahatan)
2343. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. sering mendoa: "Allhumma inni as-alukalhuda, wat Tuqa, wal 'afafa. wal ghina." (Wahai Allah! aku memohon kepada Mu petunjuk, taqwa, dilindungi dari segala dosa dan hidup berkecukupan)
2344. Dari Zaid bin Arqam rakatanya: "Aku tidak akan mengatakan kepada mu kecuali apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Beliau sering berdoa:" Allahumma inni a'uzubika minal 'ajzi, wal Kasali, wal jubni, wal bukhli, wal harami, wa 'adzabil qabri. Allahumma aati nafsi taqwaaha, wa zakkiha antakhairu man zakkaaha, anta waliyyuha wa maulaaha. Allahumma inni a'udzu bika miln 'ilmin laa yallfa', wa min qalbin laa yakhsya ', wa min Nafsin laa tasyba', wa mill da'watin laa yustajaabu laha. "(Wahai Allah! Aku berlindung dengan Engkau dari kelemahan, kemalasan dan ketakutan, kepikunan dan darisiksa kubur. Wahai Allah! Isilah jiwa aku dengan sifat taqwa dan bersihkanlah dia, Engkaulah yang terbaik membersihkannya, karena Engkaulah pelindung dan pemeliharanya. Wahai Allah! aku berlindung dengan Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak kusyuk, dari nafsu yang tidak inginpuas dan dari doa yang tidak terjawab)
2345. Dari 'Abdullah r.a. katanya 'ketika hari telah sore. maka Rasulullah saw. mendoa: Amsaina wa amsal mulku lillahi wal hamdu lillah. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa shariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. Rabbi as-aluka khaira maa fi hadzihil Lailati wa khairamaa ba'daha, wa a'udzu bika in syarii maa fi hadzihil Lailati wa syarii ma ba'daha. Rabbi a'uzubika minal Kasali, wa suu-il kibari.Rabbi a'uzu bika min 'adzabin fil qabri. (Hari telah sore dan petang pulalah seluruh kerajaan Allah. Pujian bagi Allah yang tiada Tuhan selain Dia seorang, tiada sekutubagiNya, MilikNyalah seluruh pemerintah dan pujian dan Dia berkuasa atas segala-galanya. Wahai Allah! Tuhan ku! aku memohon kepada Engkau kebajikan pada malam ini dan kesejahteraan sesudahnya, dan aku berlindung dengan Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan ku! aku berlindung denganMudari kemalasan dan keburukan tua bangka).
Dan ketika hari telah pagi, beliau mendoa pula seperti itu, mengganti kata amsaina (sore hari) dengan kata ashbahna (pagi hari). "
2346. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. membaca do'a:
"Laa ilaaha illallahu wahdah, a-'azza junndah, wa nashara 'Abdah, wa qhalabah ahzaaba wahdah, falaa syai-a ba'-dah.") Tidak ada tuhan selain Allah, Maha tunggal dia, yang mengatur tentara-Nya kuat perkasa , yang memenangkan hamba-hamba-Nya, dan mengalahkan semua musuh sendiri saja tampa bantuan siapapun.
2347. Dari 'Ali (bin Abi Thalib) r .a. katanya: "Rasulullah saw. bersabda kepada ku, mendoalah: Alahummahdini wa saddini.") Wahai Allah! Tunjukilah aku dan luruskanlah (pendirianku). 2348. Dari Juwairiyah (binti Al Harits. Istri Nabi saw.) R, a. katanya: Nabi saw keluar dari rumahnya pagi-pagi setelahselesai shalat Subuh. dan Juwairiyah masih berada di tempatnya shalat. Setelah waktu Dhuha Rasulullah saw. pulang sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempatnya semula. Rasulullah bertanya kepadanya. "Apakah engkau selalu duduk (berzikir) seperti itu sejak kutinggalkan tadi?" Jawab Juwairiyah. "Betul,ya Rasulullah! "Sabda Nabi saw.," Aku hanya mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali semenjak itu yang kalau ditimbang dengan apa yang kau baca dalam zikinnu sejak tadi niscaya sama berat. Kalimat itu adalah: Subhanallahi wa bihamdihi 'Adada khalqihi, wa ridha Nafsihi. wa zinata 'arsyihi, wa midadikalimaatihi "(Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia sebanyak jumlah makhlukNya, seredha diriNya seberat arasyNya dan sebanyak kalimatNya)
2349. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Fatimah datang kepada Nabi saw. meminta seorang khadam (pelayan pemhantu) dan mengadukan bahwa dia terlalu payah bekerja '. Jawab Nabi saw .. "Engkau tidak akan mendapatkannya dari kami. Maukah engkau kutunjukkan sesuatu yang lebih baik dari seorang khadam? Yaitu.tasbih 33 kali. tahmid 33 kali. dan takbir 34 kali. ketika engkau hendak tidur. "2350. Dari Ahu Hurairah ra katanya Nabi saw. bersabda:" Apabila kamu mendengar kokok ayam. maka mohonlah karunia kepada Allah, karena ayam itu (berkokok) melihat malaikat. Dan apabila kamu mendengar teriakan keledai, makaberlindunglah kepada Allah dari gangguan setan karena keledai itu melihat setan. "
2351. Dari Ibnu Abbas ra. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. mendo'a ketika beliau susah: Laa ilaaha ilIallahul 'azhimul halim, laa ilaaha illallahu rabbul' arsyil 'azhim, laa ilaaha ilialla
hu rabbussamaawaati warabbul ardhi, wa rabbul 'arsyil karim. (Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tidak ada Tuhan selain Tuhan Arasy yang Agung, Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi dan Tuhan Arasy yang mulia) 2352 . Dari Abu Dzar r.a. katanya Rasulullah saw.pernah ditanya orang: "Apakah ucapan zikir yang paling afdhal (utama), ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Yaitu ucapan zikir yang dipilihkan Allah bagi para malaikat-Nya dan hamba-hamba-Nya, ialah: Subhanallahi wa bihamdih. (Maha Suci Allah Maha Terpuji Dia)
2353. Dari Abu Darda 'r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "tidak seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan. melainkan malaikat mendo'akannya pula:" Mudah-mudahan engkau memperoleh kebaikan pula. "
2354. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Taala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan minum." 2355. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Allah selalu memperkenankan doa seorang hamba, selamadoa itu tidak mengandung dosa, atau memutus silaturrahim dan selama tidak minta cepat-cepat diperkenankan. "Lalu beliau ditanya orang," Apa maksudnya minta cepat-cepat? "Jawab beliau," Umpamanya seorang berkata dalam doanya, Aku telah mendoa, Aku telah mendoa tapi aku belum melihat doaku diperkenankan.Lalu dia putus asa dan berhenti mendoa. "
2356. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya: "Di antara doa Rasulullah saw., adalah: Allahumma inni a'udzubika min zawaali ni'matika wa 'afiyatika, wa fujaati niqmatika wa jami'i sakhatika." (Wahai Allah! Aku berlindung dengan Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan dari menurunkan kesehatan,dari siksaan yang mendadak dan dari setiap kemarahanmu) 2357. Dari Usamah bin Zaid ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku berdiri di pintu surga maka kulihat orang-orang yang masuk ke dalam sebagian besar adalah orang miskin. Sedangkan orang-orang yang beruntung di dunia ditahan di luar. Kecualipenduduk neraka mereka langsung di perintahkan masuk ke neraka. Dan aku berdiri pula di pintu neraka, kulihat orang yang masuk ke dalam sebagian besar adalah kaum wanita. "
2358. Dari Ibnu Abbas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku melihat ke surga, maka terlihat olehku kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan aku menengok pula ke neraka, maka terlihat olehku kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita."
2359. Dari Usamah bin Zaid r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda "Sepeninggal ku, tidak ada (sumber) bencana yang lebih besar bagi pria selain wanita." 2360. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kekamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah wanita. "2361. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw .. sabdanya:" Pada suatu ketika, adatiga orang sedang dalam perjalanan, tiba-tiba mereka ditimpa hujan lebat. Karena itu mereka masuk ke dalam gua sebuah bukit. Tiba-tiba dari puncak bukit jatuh sebuah batu besar menutup rapat pintu gua itu sehingga mereka terkurung di dalam (tidak dapat keluar). Maka berkata mereka sesamanya, "Marilahkita ingat-ingat amal shalih yang pernah kita lakukan karena mencari ridha Allah. Mendo'alah kepada Allah Ta'ala mudah-mudahan karena amal shalih kita itu Allah membukakan pintu bagi kita. Maka mendo'alah orang pertama: "Wahai Allah! Aku memiliki orang tua yang keduanya sudah tua, seorang istri danbeberapa anak yang masih kecil-kecil yang semuanya menjadi tanggungan ku. Bila aku pulang dari gembala ku perah susu untuk mereka dan yang pertama-tama ku beri minum adalah orang tua ku yang sudah tua itu, setelah itu baru anak-anak ku. Pada suatu hari aku terlambat pulang dari mencari kayu api. Sampaidi rumah hari sudah petang dan kudapati kedua orang tua ku sudah tidur. Seperti biasa lebih dahulu ku perah susu lalu ku bawa untuk orang tua ku. Aku berdiri dekat kepala beliau-beliau dan tak sampai hati membangunkan keduanya dari tidur mereka yang lelap. Dan aku tidak mau memberikan susu itu kepadaahak-anak ku sebelum kedua orang tua ku meminumnya lebih dahulu. Padahal anak-anak ku yang masih kecil-kecil itu menangis di kaki ku minta susu. Demikianlah, aku dan anak istri ku selalu dalam keadaan demikian sampai terbit fajar (menunggu kedua orang tua ku bangun). Wahai Allah! Engkau tahu bahwaaku melakukannya karena mencari keridhaan Engkau. Maka tolonglah bukakan pintu gua ini bagi kami sehingga kami dapat melihat langit. "Lalu dibukakan Allah pintu gua itu sedikit sehingga mereka dapat melihat langit. Kemudian mendo'a orang kedua:" Wahai Allah! Aku memiliki seorang paman dan paman kuitu memiliki seorang anak gadis. Aku sangat mencintai anak gadis paman ku seperti lazimnya cinta seorang pemuda kepada seorang dara. Lalu ku minta dia menjadi istri ku, tapi dia menolak permintaan ku sebelum aku menyerahkan kepadanya seratus dinar. Maka dengan susah payah aku kumpulkan uang seratusdinar, lalu ku berikan kepadanya. Ketika aku ingin menyetubuhinya dia berkata kepada ku, "Hai, Abdullah! Takutlah kepada Allah! Jangan engkau buka cincin (kegadisan) melainkan dengan cara yang sah (nikah)," Mendengar kata-katanya itu aku langsung berdiri dan pergi meninggalkannya. Wahai Allah! Engkautentu tahu aku melakukan yang demikian itu karena menghendaki ridha-Mu. Karena itu tolonglah bukakan pintu gua ini bagi kami. "Maka terbukalah pintu gua sedikit. Kemudian orang ketiga mendo'a pula:" Aku pernah mempekerjakan seseorang membuat lemari tempat padi. Ketika pekerjaannya sudah selesai, dia mintaupahnya kepada ku. Lalu ku berikan kepadanya semacam padi. Tapi dia menolak menerimanya. Namun begitu, padi untuk upahnya itu ku tanam untuknya, dan hasilnya ku kumpulkan, kemudian ku belikan sapi dan ku gembalakan. Kemudian dia datang kembali kepada ku, lalu katanya: Takutlah kamu kepada Allah! Janganmengambil hak ku! "Jawab ku," Pergilah ke padang rumput tempat gembala sapi-sapi itu, laluu ambillah sapi-sapi itu semuanya! "Kata orang itu," Takutlah kepada Allah, dan jangan memperolokkan ku! "Jawab ku," Aku tidak memperolokkan mu! Ambillah sapi-sapi itu semuanya dan gembalakanlah untukmu! "Laludiambilnya sapi itu kemudian dia pergi. "Wahai, Allah! Tentu engkau tahu aku berbuat demikian karena mencari keredhaan Mu juga. Maka tolonglah bukakan pintu gua ini bagi kami." Maka terbukalah pintu gua seluruhnya. "
2362. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang."
2363. Dari Abu Ayyub Al Anshari r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Seandainya kamu sekalian tidak memiliki dosa sedikit jua pun yang patut diampuni Allah, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang penuh dosa untuk diberikan-Nya ampunan bagi mereka."
2364. Dari Hanzhalah Al Usaidi r.a. salah seorang juru tulis Rasulullah saw. - Katanya: "Abu Bakar menemui ku lalu bertanya: Bagaimana engkau, hai Hanzhalah?" Jawab ku, "Hanzhalah munafik." Kata Abu Bakar, "Subhanallah! Apa katamu?" Jawab ku, "Kami baru saja belajar dengan RasuluUah saw. Di mana iamenjelaskan kepala kami tentang neraka dan surga sehingga kami seolah-olah melihatnya. Setelah selesai studi, kami pulang lalu kami berhadapan dengan istri, anak-anak, dan kepentingan-kepentingan hidup sehingga kami banyak lupa (akan pengajian itu). "Kata Abu Bakar," Demi Allah! Kami juga seringmengalami hal yang demikian. "Lalu aku dan Abu Bakar pergi menemui Rasulullah saw. Aku berkata," Telah munafik si Hanzhalah, ya Rasulullah! "Tanya Rasulullah saw.," Mengapa begitu? "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Kami belajar kepada Anda tentang neraka dan surga sehingga kami seolah-olah melihatnya. Setelahkami pulang, kami berhadapan
dengan istri, anak-anak dan kepentingan hidup sehingga kami banyak lupa (pengajian itu). "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah, yang jiwa ku dalam kekuasaan-Nya! Seandainya engkau terus menerus berada dalam kondisi seperti ketika mendengarkan pengajian dari ku, yaitu selalu ingat (zikir) kepada Allah,niscaya malaikat menjabat tanganmu, biar di tempat tidur atau di jalan-jalan sekalipun. Tetapi, hai Hanzhalah! Kondisi itu memang demikian, sewaktu-waktu begini. dan sewaktu-waktu begini. Dia mengatakannya sampai tiga kali. "
2365. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Tatkala menciptakan makhluk, Allah Ta'ala telah menulis dalam buku yang tersimpan di 'Arasy," Sesungguhnya rahmat (kasing-sayang) Ku lebih besar dari murkaKu. "
2366. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala menjadikan sifat rahmat seratus bagian (persen). Maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan Dia menurunkan satu bagian ke bumi. Maka dengan yang satu bagian inilah seluruh makhlukberkasih-sayang sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya. "
2367. Dari Salman Al Farisi r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah memiliki rahmat (sifat pengasih) seratus (pertus). Maka satu (persen rahmat di antaranya untuk seluruh makhluk agar berkasih-kasihan sesama mereka (di dunia) sedang yang sembilan puluh sembilan (persen) untuk hari kiamat kelak." 2368 .Dari Abu Musa r.a., dari Nabi saw. katanya: "Allah 'Azza wa Jalla membentangkan tanganNya malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tanganNya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari, sehingga matahari terbit di Barat."
2369. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada yang lebih suka dipuji selain dari Allah swt. Karena itu Dia memuji diriNya sendiri. Dan tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah. Karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji."
2370. Dari 'Abdullah r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata," Ya, Rasulullah! Aku telah berdosa, karena aku bermesraan dengan seorang perempuan di pinggir kota Madinah. Aku telah berbuat dosa dengannya selain bersetubuh. Inilah aku datang, hukumlah aku dengan hukumanapa saja yang hendak Anda jatuhkan. Maka berkata 'Umar (bin Khaththab) kepadanya, "Seandainya engkau menutup rahasia diri mu itu, niscaya Allah tidak akan menghukummu." Kata 'Abdullah, "Nabi saw. Tidak membantah sedikit jua pun ucapan' Umar tersebut." Maka berdirilah pria itu kemudian dia pergi. BerikutnyaNabi saw. menyuruh seseorang menyusul dan memanggilnya kembali. Lalu ia bacakan kepadanya ayat ini: "Dan dirikanlah shalat pada kedua tengah siang (pagi dan sore) dan pada bagian startup dari malam. Sesungguhnya segala perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk.Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. "(Hud, 114). Maka bertanya seorang anggota jama'ah yang hadir." Ya, Nabiyallah! Apakah ayat itu ditujukan khusus untuk dia saja? "Jawab Nabi saw.," Bahkan untuk seluruh umat manusia! "
2371. Dari Anas r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. lalu berkata:" Ya, Rasulullah! Aku telah melanggar hukum. Maka tegakkanlah hukum atas diri ku (hukumlah aku)! "Kata Anas," Ketika itu telah masuk waktu shalat, maka shalatlah ia berjama'ah bersama-sama dengan Rasulullah saw. Setelahselesai solat dia berkata lagi kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Aku telah melanggar hukum, maka tegakkanlah hukum atas diri ku sesuai dengan Kitab Allah." Tanya Nabi saw., "Apakah engkau tadi shalat berjama'ah bersama kami?" Jawabnya. "Ya!" Sabda Nabi saw., "Niscaya Allah mengampuni engkau."
2372. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Zaman dahulu ada seorang pembunuh yang telah membunuh korbannya sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya kepada penduduk negeri," Siapa ulama yang paling alim di negeri ini? "Maka ditunjukkan orang seorang rahib (pendeta Yahudi).Lalu didatangi rahib itu seraya mengatakan bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian dia bertanya apakah pintu taubat masih terbuka baginya atau tidak? Jawab Rahib: "Tidak!" Maka dibunuhnya rahib itu, dan genaplah kurban pembunuhannya seratus orang. Kemudian dia bertanya pulakepada penduduk; "Siapa ulama di negeri ini?" Maka ditunjukkan orang kepadanya seorang ulama yang alim. Dia menceritakan kepada orang alim itu bahwa dia telah membunuh korbannya seratus orang. Kemudian bertanya apakah pintu taubat masih terbuka baginya atau tidak? Jawab ulama, "Ya, tentu saja. Pintutaubat selamanya tidak pernah tertutup. Siapa yang sanggup menutup pintu taubat bagi Anda. Pergilah Anda ke negeri Anu, karena di sana penduduknya menyembah Allah. Sembahlah Allah bersama-sama dengan mereka dan jangan kembali lagi ke negeri Anda, karena negara Anda telah rusak. "Maka pergilah orangitu ke negeri yang ditunjuk sang ulama. Setengah perjalanan tiba-tiba orang itu meninggal. Maka bertengkarlah malaikat rahmat dengan malaikat 'adzab. Kata malaikat rahmat, "Orang ini telah taubat dan dia sedang menghadap dengan hati yang taubat itu kepada Allah Ta'ala." Kata malaikat 'adzab, "Dia belumpernah melakukan kebaikan sedikit jua pun. "Tiba-tiba datang seorang malaikat dengan rupa manusia, lalu dia berdiri di tengah-tengah mereka seraya berkata," Ukurlah jarak kedua negeri itu, ke mana yang lebih dekat bawalah dia ke situ. "Setelah diukur ternyata yang lebih dekat adalah negeri yang di tujunya.Maka dibawalah dia oleh malaikat rahmat. "
2373. Dari Abu Musa r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat, Allah Ta'ala mendorong orang Yahudi Nasrani kehadapan setiap orang muslim, lalu firman-Nya: Inilah tebusanmu dari api neraka."
2374. Dari Abu Burdah, dari ayahnya r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Di hari kiamat kelak, manusia muslim akan datang membawa dosa mereka sebesar gunung. Lalu diampuni Allah dosa-dosanya, kemudian dibebankanNya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani."
2375. Dari Shafwan bin Muhriz r.a. katanya seorang pria bertanya kepada Ibnu 'Umar, "Bagaimana yang Anda dengar sabda Rasulullah saw. tentang" An Najwa "(suatu rahasia)?" Jawab Ibnu 'Umar, "Aku mendengar dia mengatakan, bahwa nanti pada hari kiamat orang-orang mukmin didekatkan kepada Tuhannya,Allah azza wa Jalla, sehingga dia terdinding. Lalu Allah mengingatkannya akan dosa-dosanya seraya bertanya, "Ingatkah kamu akan dosa-dosamu itu?" Jawab orang mukmin, "Kami ingat, wahai Tuhan!" Firman Allah, "Aku telah menutupnya (merahasiakan atau menyembunyikan) selama kamu di dunia, dan sekarang padahari kiamat Ku ampuni pula dosa-dosa mu itu. "Lalu diberikan-Nya surat keterangan kelakuan baik. Adapun orang-orang kafir dan munafik, mereka diteriakkan (diumumkan) di tengah-tengah kerumunan," Inilah orang-orang yang mendustakan Allah. "
2376. Dari Ka'ab bin Malik ra. Dia menceritakan tentang dirinya ketika dia tertinggal (tidak ikut berperang) dari Rasulullah saw. dalam perang Tabuk. Kata Ka'ab bin Malik. "Aku tidak pernah tertinggal dari Rasulullah saw. Dalam setiap perang yang dipimpin sendiri oleh beliau, kecuali dalamperang Tabuk. Selain dari itu, aku memang tertinggal pula dalam perang Badar. Tetapi tidak seorang pun dapat disalahkan bila tertinggal ketika itu, karena Rasulullah saw. pergi dengan maksud hendak mencegat kafilah Quraisy. Namun Allah Ta'ala telah menghadapkan mereka dengan musuh tanpa didugalebih dahulu. Dan aku telah bai'at bersama Rasulullah saw. pada malam Aqabah di mana kami telah bersumpah setia untuk Islam. Dan aku tidak suka seandainya malam Bai'at Aqabah itu ditukar dengan perang Badar. Sekalipun Badar lebih terkenal dari Aqabah di kalangan orang banyak. Cerita tentang sebabnyaaku tertinggal dari Rasulullah saw. dalam perang Tabuk ialah: "Sesungguhnya aku belum pernah sedikit jua pun merasa diri ku lebih kuat dan lebih senang dan kondisi ku ketika tertinggal dalam peperangan itu. Demi Allah, aku belum pernah menyiapkan dua kendaraan kecuali untuk perang itu. Rasulullahsaw. merencanakan penyerangan pada musim panas yang terik, menempuh perjalanan jauh serta memenuhi jumlah musuh yang banyak. Karena itu Rasulullah saw. menjelaskan kepada kaum muslimin tugas berat yang bakal mereka hadapi, agar mereka bersiap-siap dengan sungguh-sungguh menghadapi peperangan tersebutdan Rasulullah memberitahukan sasaran yang dituju. Kaum muslimin di bawah pimpinan Rasulullah saw. ketika itu cukup banyak, tetapi tidak ada suatu daftar yang mencatat nama-nama dan jumlah mereka. Karena itu, bila sewaktu waktu seseorang ingin menghilang (tidak ikut berperang), hal itu bisa saja terjadi.Karena dia mengira bahwa Rasulullah saw. tidak akan mengetahuinya, selama tidak ada wahyu memberitahu beliau. Rasulullah saw. mengadakan penyerangan dalam perang itu dalam musim buah dan cuaca berawan. Sebenarnya hati ku lebih condong akan turut berperang. Rasulullah saw. dan kaum muslimintelah siap-siap hendak berangkat. Aku berencana akan berkemas bersama mereka besok pagi. Setelah aku pulang ternyata aku tidak berbuat apa-apa, sambil berkata dalam hati ku, "Aku sanggup menyelesaikannya sewaktu-waktu." Ternyata hal itu berkelanjutan sedemikian rupa, sedangkan orang banyak sungguh-sungguhtelah siap. Besok Subuh Rasulullah dan kaum muslimin berangkat pagi-pagi sekali, sedangkan aku belum berkemas juga. Karena itu aku segera pulang hendak berkemas, tetapi sampai di rumah aku tidak berbuat apa-apa, sehingga tim berangkat seluruhnya menuju medan perang. Aku bermaksud hendak menyusulmereka, tapi apa boleh buat yang demikian tidak ditakdirkan Allah bagi ku. Ketika aku mulai berkemas dan keluar hendak menyusul Rasulullah saw. alangkah sedihnya hati ku, karena tidak seorang jua pun teman yang terlihat oleh ku kecuali orang-orang munafik atau orang-orang lemah yang telah dimaafkanAllah Ta'ala tidak ikut berperang. Rasulullah saw. tidak menyebut-nyebut nama ku sampai sampai di Tabuk. Setelah sampai, ketika ia duduk di tengah-tengah kaum muslimin, barulah beliau menanyakan, "Apa kerja Ka'ab bin Malik?" Seorang pria dari Bani Salamah menjawab, "Ya, Rasulullah! Dia terhalangkarena merasa sayang pada selimutnya. "Maka berkata Mu'adz bin Jabal," Jahat sekali ucapan mu itu! Demi Allah, ya Rasulullah! Setahu kami selama ini dia adalah orang baik. "Rasulullah saw. Diam saja. Dia melihat samar-samar bayangan seseorang berpakaian putih lalu hilang ditelan fatamorgana. Makaberkata Rasulullah saw., "Engkau Abu Khaitsamah!" Kiranya dia memang Abu Khitsamah Al Anshari yang pernah bersedekah segantang kurma, lalu diejek oleh orang-orang munafik. Cerita Ka'ab bin Malik selanjutnya: "Tatkala aku mendengar berita bahwa Rasulullah saw. Telah berangkat dari Tabuk hendak pulangke Madinah, timbullah rasa takut ku karena kesalahan ku tidak turut berperang. Oleh sebab itu aku berusaha mencari jalan agar aku terhindar dari kemarahannya. Lalu aku minta pendapat-pendapat keluarga ku. Tetapi tatkala aku mendengar bahwa ia telah tiba, maka hilanglah dari ingatan ku segalapikiran buruk itu. Aku mengerti benar bahwa aku tidak akan lepas sedikit jua pun dari hukuman, meskipun dengan berbagai alasan. Karena itu aku bertekad akan mengaku terus terang atas kesalahan ku. Pagi-pagi waktu Subuh, Rasulullah tiba. Seperti biasa, ketika ia tiba dari suatu perjalanan, beliaulangsung ke masjid lalu shalat dua rakaat, kemudian duduk di tengah-tengah orang banyak. Maka ketika itu berdatanganlah orang-orang yang tidak ikut berperang mengemukakan alasan-alasan (uzur) mereka kepada beliau dan bersumpah kepadanya. Semuanya berjumlah sekitar delapan puluh orang. Rasulullahsaw. menerima alasan atau sumpah-sumpah mereka yang nampak nyata dan memohonkan ampun bagi mereka. Sedangkan hal-hal yang tersembunyi atau yang mereka rahasiakan, ia serahkan kepada Allah Ta'ala. Kini tibalah giliran ku. Ketika aku memberi salam kepada beliau, beliau menyambut salam ku dengan senyumkecut, senyum kemarahan. Lalu ia berkata, "Kemari!" Aku datang menghampiri lalu duduk di depan beliau. Tanya beliau, "Mengapa kamu tidak ikut berperang. Bukankah kamu telah membeli kendaraan?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Demi Allah, seandainya aku berhadapan dengan orang selain Anda dari pendudukdunia ini, niscaya aku akan menemukan jalan keluar dari kemarahannya dengan berbagai alasan. Tapi demi Allah! Aku tahu benar, jika aku berdusta kepada Anda sekarang, mungkin Anda menerimanya. Tapi aku sungguh takut Allah akan sangat murka kepada ku. Dan jika aku berkata benar kepada Anda, tentu Andaakan marah kepada ku. Namun aku masih dapat mengharapkan kemaafan dari Allah Ta'ala. Demi Allah! Aku tidak memiliki uzur (alasan) suatu apa pun. Bahkan aku belum pernah sesihat dan selapang seperti sekarang ini di mana aku tidak turut berperang bersama Anda. "Sabda Rasulullah saw.," Betulbegitu? Nah, pergilah sampai Allah memutuskan hal mu. "Beberapa orang dari Bani Salamah turut bangkit bersama-sama dengan ku dan mengikuti ku. Kata mereka kepada ku," Demi Allah! Kami tahu benar bahwa engkau belum pernah salah sekali jua pun sebelum ini. Mengapa engkau tidak minta maaf saja keRasulullah saw. seperti orang-orang lain yang tidak ikut berperang itu? Niscaya dosa mu diampuni Allah berkat permohonan ampun dari Rasulullah saw. bagi mu. "Kata Ka'ab." Demi Allah! Mereka selalu menyalahkan ku seperti itu sehingga aku berniat hendak kembali kepada Rasulullah saw. dan menarik pengakuanku kembali. "Aku bertanya kepada mereka," Apakah orang lain yang menerima hukuman seperti aku? "Jawab mereka," Ada! Yaitu dua orang yang mengaku bersalah seperti engkau, lalu keduanya mendapat putusan seperti yang diputuskan kepada mu. "Tanya ku," Siapa mereka? "Jawab mereka," Murrah bin
Rabi'ah Al 'Amid dan Hilal bin Umayyah Al Waqifi. "Mereka mengatakan
kepada ku bahwa mereka berdua adalah orang-orang saleh yang turut dalam perang Badar, dan orang-orang yang pantas dijadikan teladan. Setelah mereka menjelaskan hal kedua orang itu, aku pun berlalu. Kata Ka'ab, "Rasulullah saw. Melarang kaum muslimin berbicara dengan kami bertiga yang tidakikut berperang. Karena itu orang banyak menjauhi (memboikot) kami. Sikap mereka berubah terhadap kami sehingga aku merasa seperti orang asing di negeri yang ku diami, di mana penduduknya aku kenal selama ini. Hukuman seperti itu ku alami selama lima puluh hari. Kedua orang teman yang senasib denganku tetap saja tinggal di rumah mereka dan menangis selalu. Tapi aku lebih muda dan lebih kuat dari mereka. Aku tetap keluar seperti biasa, menghadiri shalat berjamaah dan pergi ke pasar walau tidak seorang jua pun yang ingin berbicara dengan ku. Bahkan aku tetap mendatangi Rasulullah saw. dan memberisalam kepada beliau ketika beliau berada dalam majlis ta'lim sesudah shalat. Aku bertanya dalam hati ku, "Apakah beliau menggerakkan bibir beliau untuk menjawab salam ku, atau tidak?" Aku pun solat ke dekat beliau sambil melirik kepada beliau. Setelah selesai shalat beliau menengok kepada ku, tetapi bilaaku menoleh kepadanya ia membuang muka dari ku. Setelah suasana diboikot kaum muslimin seperti itu berjalan agak lama, pada suatu hari aku pergi ke rumah Abu Qatadah, anak paman (saudara sepupu) ku, dan orang yang sangat sayang kepada ku. Aku memberi salam kepadanya. Tapi demi Allah, dia tidakmenjawab salam ku. Lalu aku berkata kepadanya, "Ya, Abu Qatadah! Aku bertanya kepada mu, tidak tahukah kamu bahwa aku tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya?" Dia diam saja. Aku tanya lagi, tetapi dia tetap membisu. Lalu kutanya lagi. Maka jawabnya, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Air mata ku mengalirmendengar jawabannya, lalu aku berpaling dan terus pulang. Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan di pasar, seorang petani penduduk Syam yang sering menjual makanan di Madinah bertanya, "Siapa yang dapat menunjukkan Ka'ab bin Malik kepada ku?" katanya. Orang banyak menunjuk kepada ku. Petani itumendatangi ku dan memberikan sepucuk surat berasal dari Raja Ghassan. Aku memang pandai membaca dan menulis. Lalu ku baca surat itu, yang isinya antara lain sebagai berikut: "Amma ba'du. Kami mendengar kabar bahwa Anda diboikot oleh teman-teman Anda. Allah tidak akan membuat Anda terhina dalam negeridan tidak pula tersia-sia. Temuilah kami, niscaya kami akan membantu Anda dengan segala daya dan yang ada pada kami. "Selesai membaca surat itu lalu kata ku," Ini suatu tes juga! "Maka ku dekat api lalu ku bakar surat itu. Setelah berlalu empat puluh hari dan wahyu turun kepada Rasulullah saw. makadatanglah seorang utusan beliau kepada ku seraya berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan kamu supaya menjauhi istri mu!" Tanya ku, "Apakah aku harus meceraikannya atau bagaimana?" Jawabnya, "Tidak! Hanya menjauhinya. Karena itu jangan kamu dekati dia!" Beliau juga mengutus orang kepada kedua temanyang senasib dengan ku, dengan perintah yang sama. Maka ku katakan kepada istri ku, "Pulanglah kamu ke rumah orang tua mu dan tinggallah bersama mereka sampai Allah memberikan keputusan terhadap hal ku ini." Kata Ka'ab, "Isteri Hilal bin Umayyah datang kepada Rasulullah saw. Memohon keringanan kepadaia, katanya: Ya Rasulullah! Hilal bin Umaiyah sudah tua. Dia akan tersia-sia tanpa khadam (pelayan). Apakah Anda keberatan kalau aku menjadi pelayannya? "Jawab beliau," Tidak mengapa, asal dia tidak mendekati mu. "Kata istri Hilal," Demi Allah! Dia tidak memiliki keinginan apa-apa. Bahkan demiAllah, dia selalu menangis saja sejak menerima hukuman sampai hari ini. "Karena itu sebagian keluarga ku menyarankan pula kepada ku," Seandainya engkau minta izin kepada Rasulullah saw. tentang istri mu, mungkin ia memberi izin kepada mu seperti halnya istri Hilal bin Umaiyah diberi izin oiehbeliau melayani Hilal. "Jawab ku," Aku tidak akan memintakan izin kepada beliau untuk istri ku. Aku tidak tahu pasti apakah Rasulullah saw. akan memberi izin atau tidak. Aku masih muda dan sanggup mengurus diri sendiri. "Kondisi membujang seperti itu telah berlalu pula sepuluh hari. Jadi sudah limapuluh hari sejak hari pertama kami mulai diboikot. Kemudian, sesudah aku shalat Subuh di atas loteng rumah kami, pagi-pagi sesudah malam yang kelima puluh, ketika aku memikirkan nasib kami sesuai dengan apa yang diperingatkan Allah kepada kami, di mana bumi ini terasa sangat sempit dengan segala kelapanganyang ada, tiba-tiba terdengar oleh ku suara memanggil dengan sekuat-kuatnya, "Ya, Ka'ab bin Malik! Gembiralah, Aku segera sujud, karena aku yakin kelapangan telah tiba. Rasulullah saw. telah memberi tahu orang banyak, bahwa Allah swt . telah menerima taubat kami ketika shalat Subuh. Karena itu orang banyakberdatangan mengucapkan selamat kepada ku dan sesudah itu mereka pergi pula kepada kedua orang teman ku. Di antara mereka ada yang berlari dan ada pula yang berkendaraan. Bahkan ada seorang teman dari suku Aslam sengaja menemui ku melewati bukit. Suara-suara mengelu-elukan ku lebih cepat sampai ke telingaku dari kuda mereka. Ketika suara ucapan selamat untuk menggembirakan ku dari orang yang pertama-tama sampai ke telinga ku, dengan spontan ku buka baju ku lalu ku berikan kepadanya karena sangat gembira. Padahal demi Allah, ketika itu aku tidak memiliki baju selain baju tersebut, sehingga aku terpaksameminjam (ketika menghadap Rasulullah saw. Aku pergi menghadap Rasulullah saw. Setiap orang yang bertemu dengan ku mengucapkan selamat karena taubat ku telah diterima Allah. Kata mereka, "Bahagialah Anda karena taubat Anda telah diterima Allah swt." Aku masuk ke masjid. Ku temukan Rasulullah saw.sedang duduk dikelilingi para sahabat. Thalhah bin 'Ubaidillah segera bangkit dan berlari menyambut ku serta menyalami ku sambil mengucapkan selamat. Demi Allah, tidak ada orang Quraisy yang berdiri selain dia. Karena itu pula aku tidak melupakan Thalhah. Setelah aku memberi salam kepada Rasulullahsaw., maka dengm muka berseri-seri karena senang dia berkata, "Gembiralah kamu dengan kebaikan yang kamu terima hari ini, yang belum pernah kamu terima sejak kamu lahir." Tanya ku, "Apakah kebaikan itu datang dari Anda atau dari Allah Ta'ala?" Jawab beliau, "Bahkan dari Allah Ta'ala!" Biasanya ketikaRasulullah saw. gembira, wajah beliau bersinar-sinar bagaikan bulan. Kami tahu benar akan hal itu. Setelah aku duduk di hadapan beliau, aku berkata kepadanya, "Ya, Rasulullah! Karena taubat ku diterima Allah, maka aku akan menyedekahkan harta ku kepada Allah dan Rasul-Nya." Jawab Rasulullah saw.,"Tahanlah sebagian harta mu itu. Itulah yang baik!" Jawab ku, "Aku akan menahan harta yang ku peroleh di Khaibar." Kata ku selanjutnya, "Ya, Rasulullah! Allah telah melepaskan ku karena berkata benar. Maka untuk kesempurnaan taubat ku, aku tidak akan berkata-kata selamanya kecuali yang benar." KataKa'ab selanjutnya, "Aku tidak tahu seorang muslim yang pernah diuji Allah karena berkata benar, semenjak aku berkata demikian kepada Rasulullah saw. Sampai sekarang. Itulah upaya terbaik yang dilakukan Allah Ta'ala kepada ku. Demi Allah, aku berjanji tidak akan pernah berdusta. Aku berharap kepadaAllah semoga Dia memelihara ku sampai akhir hayat ku, Maka turunlah ayat-ayat surat Taubah, 9: 117 - 119, sebagai berikut: "Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin, dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan mereka hampir berpaling,kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. "(9: 117)," Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (permintaan taubat mereka) sampai saat bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu sebenarnya tetap luas, dan jiwa pun telahsempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka, agar tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima Taubat
lagi Maha Penyayang. "(9: 118)." Hai, orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. "(9: 119). Cerita Ka'ab selanjutnya," Demi Allah! Belum pernah aku merasakan nikmat pada diri ku sejak aku masuk Islam yang lebih besar daripada ketika aku berkatabenar terhadap Rasulullah saw. Seandainya aku berdusta kepada beliau niscaya celakalah aku seperti orang-orang yang pernah berdusta, sebagai dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala: "Kelak mereka akan bersumpah kepada mu dengan nama Allah ketika kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka.Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. "(9: 95)" Mereka akan bersumpah kepada mu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allahtidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu. "(9:96). Cerita Ka'ab selanjutnya," Kami bertiga tertinggal, maksudnya tertinggal bertaubat dari mereka-mereka yang telah diterima taubatnya oleh Rasulullah saw. secara lahir (sedang batinnya terserah kepada Allah swt.), serta dimohonkan ampun oleh beliaukepada Allah Ta'ala. Sedangkan terhadap kami bertiga Rasulullah menangguhkannya sampai datang keputusan Allah swt. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah Ta'ala: Dan tiga orang yang tertinggal (9: 118), bukan tertinggal tidak ikut berperang, tetapi penerimaan taubat kami ditunda. "
2377. Dari 'Aisyah r.a., istri Nabi saw. katanya: "Biasanya ketika Rasulullah saw. akan melakukan suatu perjalanan jauh, beliau mengadakan undian di antara para istri beliau. Siapa yang menang undiannya dialah yang berhak ikut mendampingi Rasulullah saw. dalam perjalanan itu. Pada suatu ketikaRasulullah saw. memilih kami untuk ikut mendampingi beliau dalam suatu peperangan yang dipimpin beliau sendiri. Aku beruntung, karena dinilai ku lah yang keluar sebagai pemenang. Karena itu akulah yang berhak pergi bersama beliau. Peristiwa ini terjadi sesudah turunnya Ayat Hijab (lihat surat Ahzab,33: 53-59). Lalu aku dinaikkan ke dalam sebuah sekedup dan diturunkan dalam setiap perhentian (tanpa aku keluar tetapi sekedupnya yang diturun naikkan). Setelah selesai perang, Rasulullah saw. serta rombongan pulang kembali ke Madinah (membawa kemenangan). Hampir sampai ke Madinah, beliau memberi izinseluruh tim istirahat malam. Ketika duduk itu, aku keluar dari sekedup dan berjalan menjauhi tim untuk buang hajat. Setelah selesai buang hajat aku segera kembali ke tim. Ketika aku menyentuh dada ku terasa kalung ku yang terbuat dari permata zhafar buatan Yaman telah putus. Karena ituaku kembali menemukan kalung ku sehingga aku terlambat kembali ke tim. Sedangkan para penjaga yang bertugas menjaga ku selama dalam perjalanan telah mengangkat sekedup ku dan menaikkannya ke punggung unta yang ku kendarai (tanpa memeriksa lebih dahulu apakah aku ada di dalam atau tidak) lalu merekaberangkat. Mereka menyangka bahwa aku berada dalam sekedup. Ketika itu berat badan ku sangat ringan. Sehingga kalaupun aku berada dalam sekedup, para penjaga tidak akan merasa lebih berat bila mereka mengangkat sekedup itu. Dan ketika itu aku masih merupakan wanita muda usia. Mereka terus berjalanmenggiring unta ku (tanpa aku). Aku mendapatkan kalung ku
kembali setelah tim berjalan agak jauh. Ketika aku sampai di tempat peristirahatan, ku temukan di sana telah sepi. Aku memutuskan untuk tetap menunggu di tempat semula. Karena aku berpendapat, bila rombongan tidak menemukan ku tentu mereka akan kembali menemukan ku. Ketika aku duduk menunggu merekadi tempat itu, aku mengantuk dan tertidur. Kebetulan Shafwan bin Mu'aththal As Sulami ketinggalan pula oleh rombongan karena dia tertidur. Ketika terbangun dia segera menyusul mereka dan lewat di
dekat tempat ku menunggu. Ketika dia terlihat sesosok tubuh sedang tidur, dia menghampiri dan mengenali ku, dia memang sudah pernah melihat ku sebelum ayat hijab turun. Aku terbangun ketika dia dengan terkejut mengucapkan kalimat istirja '(inna lillaahi wa inna ilaihi raji'un) setelah dia mengenaliku. Dan aku segera menutup muka ku dengan jilbab (kain penutup wajah). Demi Allah! Dia tidak pernah mengucapkan sepatah kalimat pun kepada ku selain kalimat istirja 'yang menyebabkan aku terbangun. Dia segera menyuruh untanya merunduk, dan aku disilakannya menaiki kendaraan itu. Sedangkan dia sendiriberjalan menuntun unta sampai induk pasukan tersusul oleh kami sesudah mereka berhenti beristirahat dari terik panas siang. Tapi sungguh celakalah orang yang sengaja membuat fitnah terhadap diri ku tentang peristiwa itu, yang diprakarsai oleh pemimpin mereka 'Abdullah bin Ubay bin Salul. Setelahkami sampai di Madinah aku jatuh sakit sebulan lamanya. Sementara itu dalam masyarakat telah meluas kabar bohong tentang diri ku. Sedangkan aku tidak tahu berita itu telah meluas sedemikian rupa karena aku sedang sakit. Tapi ada suatu hal yang mengkhawatirkan ku, adalah sikap Rasulullah saw. yang tidakmemperlihatkan kasih sayang seperti biasanya kalau aku sedang sakit. Dia pernah datang menengok ku sekali, setelah memberi salam beliau bertanya, "Bagaimana keadaan mu?" Itulah yang mengkhawatirkan ku. Aku tidak mengetahui sama sekali heboh tentang diri ku, sampai pada suatu hari setelah aku agaksembuh, aku pergi bersama Ummu Misthah ke lapangan di pinggiran kota untuk buang hajat. Karena memang di sanalah tempat kami buang hajat. Dan kami tidak pergi ke sana kecuali hanya pada malam hari saja. Yang demikian itu adalah sebelum kami membuat tempat tertutup di sekitar rumah kami. Memang sudah menjadikebiasaan orang Arab pada masa dahulu, kalau buang hajat pergi ke lapangan di pinggiran kota. Karena mereka merasa jijik membuat tempat tertutup di sekitar rumah mereka. Ummu Misthah (nama aslinya Salma), adalah anak perempuan Abu Ruhma bin Muththalib bin Abdu Manaf. Sedangkan ibunya adalah anak perempuanShakhar bin Amir bibi Abu Bakar Siddiq. Anak lelakinya adalah Misthah Ibnu Utsatsah bin Abbad bin Muththalib. Ketika kami pulang setelah selesai buang hajat, Ummu Misthah tersandung sandalnya lalu dia menyumpah: "Celaka si Misthah." katanya. Maka ku tegur dia, "Tidak baik berkata begitu. Bukanlah engkaumemaki orang yang ikut dalam perang Badar? "Jawab Ummu Misthah," Alangkah bodohnya engkau! Apakah engkau tidak mendengar apa yang dikatakannya? "Tanya ku," Apa yang dikatakannya? "Dia menghabarkan kepada ku omongan tukang-tukang fitnah (yang mengolesi diri mu)." Semenjak aku mendengar beritaUmmu Misthah itu, sakit ku semakin menjadi-jadi. Ketika Rasulullah saw. datang ke rumah ku, ia memberi salam, lalu dia bertanya, "Bagaimana keadaan sakit mu?" Lalu aku bertanya kepada beliau, "Sudikah Tuan mengizinkan aku pulang ke rumah orang tua ku?" Kata 'Aisyah, "Sebenarnya aku ingin hendakmenanyakan kepada orang tua ku kebenaran berita yang disampaikan Ummu Misthah kepada ku. "Ternyata Rasulullah saw. mengizinkan ku, lalu aku pulang ke rumah orang tua ku dah bertanya kepada ibu ku," Wahai ibu! Benarkah ada berita buruk yang dipercakapkan orang tentang diri ku? "Jawab ibu," Wahai anakku sayang! Jangan engkau hiraukan. Demi Allah, jarang sekali wanita cantik yang dicintai suaminya, padahal dia memiliki banyak madu yang tidak diomongi orang. "" Subhanallah! "Kata ku." Kalau begitu, memang benarlah kiranya orang banyak mempercakapkan ku. "Malam itu aku menangis semalam-malaman sampaiSubuh. Air mata ku mengalir tak dapat ditahan dan aku tak bisa tidur karenanya. Sementara itu Rasulullah saw. memanggil Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid untuk bermusyawarah dengan mereka - karena waktu itu wahyu terhenti - Dia bermusyawarah dengan keduanya apakah ia harus menceraikan kuatau tidak. Usamah bin Zaid menyatakan pendapatnya, bahwa dia tahu benar para istri Rasulullah saw. semuanya suci (setia) dan dia tahu benar mereka semuanya mencintai Rasulullah saw. Katanya, "Mereka adalah para istri Anda. Aku yakin benar bahwa semuanya adalah para istri yang setia." Adapun 'Alibin Thalib berkata, "Allah Ta'ala tidak akan mempersulit Anda. Masih banyak wanita selain dia ('Aisyah). Tika Anda menghendaki seorang gadis, tidak seorang pun yang akan menolak Anda." Kemudian beliau panggil pula Barirah (pembantu rumah tangga 'Aisyah), lalu beliau bertanya, "Hai Barirah! Apakah engkaumelihat sesuatu yang mencurigakan tentang diri 'Aisyah? "Jawab Barirah," Demi Allah yang mengutus Anda dengan agama yang benar. Sungguh, aku tidak melihat sedikit pun yang mencemarkan dirinya, selain hanya dia itu seorang wanita muda yang manja, yang pergi tidur meninggalkan adonan kue, lalu datanghewan peliharaan (kucing atau kambing) memakan adonan itu. "Kemudian Rasulullah saw. berpidato di mimbar, menyatakan keberatannya atas tuduhan yang diprarasai Abdullah bin Ubay bin Salul." Sabda beliau di mimbar, "Hai kaum muslimin! Siapakah di antara tuan-tuan yang setuju dengan penolakan ku atastuduhan yang telah mencemarkan nama baik keluarga ku? Demi Allah, aku yakin keluarga ku bersih dari tuduhan kotor yang tidak benar itu. Mereka juga telah menyebut-nyebut seorang pria (Shafwan bin Mu'aththai As Sulami) yang aku yakin bahwa dia itu orang baik. Dia tidak pernah masuk ke rumah ku kecualibersama ku. "Maka berdirilah Sa'ad bin Mu'adz Al Anshari, lalu dia berkata," Aku membela Anda dalam masalah ini, ya Rasulullah! Jika tuduhan itu datang dari suku Aus, kami penggal lehernya. Dan jika datangnya dari saudara-saudara kami suku Khazraj, kami menunggu perintah Anda. Apa yang Anda perintahkansegera kami laksanakan. "Maka berdiri pula Sa'ad bin Ubadah, pemimpin suku Khazraj dan seorang yang shalih tetapi diperdayakan oleh rasa kesukuan. Lalu dia berkata kepada Sa'ad bin Mu'adz," Engkau bohong! Demi Allah, engkau tidak dapat membunuhnya dan memang engkau tidak sanggup melakukannya. "Makabangun pula Usaid bin Hudhair, anak paman Sa'ad bin Mu'adz. Katanya kepada Sa'ad bin Ubadah, "Engkaulah yang bohong! Demi Allah! Kapan saja dan di mana saja kami sanggup membunuhnya! Engkau munafik, karena engkau membela orang-orang munafik!" Bentrokan antara suku Aus dan Khazraj itu menjadi hangat,sehingga hampir terjadi perkelahian antara mereka. Tetapi Rasulullah saw. yang masih berdiri di mimbar dapat menenangkan mereka sehingga mereka diam. Kata Aisyah selanjutnya, "Sehari-harian kerja ku hanya menangis dan menangis siang malam. Sehingga kedua orang tua ku cemas, kalau-kalau jantung ku pecahkarena menangis. Selama aku menangis, kedua orang tua ku selalu berada di samping ku. Tiba-tiba seorang perempuan Anshar minta izin hendak bertemu dengan ku, lalu ku izinkan dia masuk. Setelah dia masuk, dia pun menangisi ku (menambah kesedihan ku). Sementara itu Rasulullah saw. pun datang. Dia memberisalam, lalu duduk di samping ku. Sejak berita bohong itu tersiar, dia tidak pernah duduk di samping ku. Dan sudah sebulan wahyu tidak turun kepada beliau. Yaitu semenjak peristiwa ku ini. Ketika ia duduk di samping ku, mula-mula ia membaca tasyahhud. Kemudian beliau bersabda: "Hai 'Aisyah!Telah sampai kepada ku berita tentang diri mu begini dan begitu. Jika engkau bersih dari tuduhan itu maka Allah Ta'ala akan membebaskanmu. Jika engkau memang berdosa, Minta ampunlah kepada Allah Ta'ala dan taubatlah kepadaNya. Karena ketika seorang hamba sadar bahwa dia telah berdosa, kemudian diataubat, niscaya Allah menerima taubatnya. "Setelah ucapan beliau itu selesai diucapkannya, air mata ku mengambang dan tak tertahankan oleh ku dia jatuh berderai. Aku mengatakan kepada ayah ku." Pak, tolonglah aku menjawab sabda Rasulullah. "Jawab tua ku," Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus ku ucapkankepada Rasulullah. "Kemudian ku minta ibu ku," Ibu, tolonglah aku menjawab sabda Rasulullah sebentar ini. "Jawab ibu ku," Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan kepada Rasulullah. "Maka terpaksalah aku sendiri yang harus menjawabnya. Kata ku," Aku ini adalah seorang wanita muda usia yangbelum banyak mengetahui isi Al Qur'an. Demi Allah! Sekarang aku telah tahu bahwa Anda telah mendengar berita tentang tuduhan terhadap diri ku, sehingga tuduhan itu tertanam dalam diri Anda dan tampaknya Anda seperti membenarkan berita itu. Meskipun aku mengatakan kepada Anda aku bersih dari tuduhanitu - demi Allah, hanya Allah sajalah yang maha tahu bahwa aku memang bersih Anda tentu tidak akan mempercayai ku juga. Dan seandainya aku mengatakan bahwa aku telah bersalah dan berbuat dosa, - demi Allah, Dia jugalah yang Maha Tahu bahwa aku bersih lentil Anda akan mempercayainya. Demi Allah! Akutidak memperoleh sebuah contoh pun yang paling tepat mengenai peristiwa ini, selain ucapan yang diucapkan Nabi Ya'qub, ayah Nabi Yusuf, katanya: Sabar lah yang paling indah, dan hanya Allah sajalah tempat minta tolong atas segala tuduhan yang dituduhkan mereka. "Kemudian aku berpaling dan berbaringdi tempat tidur ku. Kata 'Aisyah selanjutnya, "Demi Allah! Aku benar-benar bersih dari tuduhan itu, dan aku yakin bahwa Allah Ta'ala akan membersihkan nama baik ku dari tuduhan itu. Namun sejauh itu demi Allah, aku tidak menduga sama sekali bahwa Allah akan menurunkan wahyu dalam kaitannya dengan kasusyang sedang ku hadapi ini. Sampai akhirnya wahyu itu selalu kita baca. Karena kasus itu sangat cemar terasa oleh ku dibanding dengan keagungan firman Allah Ta'ala yang selalu kita baca. Tapi aku berharap semoga Rasulullah saw. dapat melihat dalam mimpi beliau, di mana Allah Ta'ala memperlihatkankepada beliau bahwa aku sungguh-sungguh bersih. Maka demi Allah, belum lagi Rasulullah saw. meninggalkan tempat duduknya, dan belum seorang jua pun yang keluar dari rumah kami, Allah Ta'ala menurunkan wahyu kepada Nabinya. Terlihat Nabi saw. seperti orang yang keberatan memikul beban berat, sebagaibiasanya bila wahyu sedang diturunkan kepada beliau, sehingga beliau bersimbah peluh. Ketika Wahyu telah selesai download, Rasulullah saw. tertawa. Kalimat yang pertama diucapkannya adalah: "Gembiralah, wahai 'Aisyah! Allah Ta'ala telah mengatakan bahwa engkau sungguh-sungguh bersih dari tuduhan itu."Lalu berkata ibu ku kepada ku, "Bangunlah engkau, nak! Mintalah maaf kepada beliau!" Jawab ku, "Demi Allah! Aku tidak perlu minta maaf kepada beliau. Aku hanya wajib memuji Allah, karena Dialah yang menurunkan wahyu yang menyatakan bahwa aku memang bersih dari tuduhan kotor itu. Wahyu itu tersebut turundalam Al Qur'an, surat An Nur sebanyak sepuluh ayat: "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong ini adalah dari golongan kamu juga (lihat An Nur, 24: 11 20). Kata 'Aisyah selanjutnya," Selama ini Misthah dibelanjai oleh (tua ku) Abu 'Bakar Siddiq sebagai keluarga dekat ayah. Semenjak kasusitu terjadi, ayah ku bersumpah akan menghentikan bantuannya kepada Misthah untuk selama-lamanya. Maka turun pula wahyu yang melarang penghentian bantuan itu: "Dan janganlah orang-orang yang memiliki kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaumkerabatnya .... sampai dengan ... Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampuni mu? "(An Nur, 24:22). Berkata Hibhan bin Musa, kata Abdullah bin Muharak." Inilah ayat yang istimewa di dalam kitab Allah. " Maka berkata Abu Bakar, "Demi Allah! Aku lebih suka mendapat ampunan Allah Ta'ala. "Maka nafkah untukMisthah diteruskannya kembali. Dan aku tidak pernah menghentikan nafkah untuk Misthah sepeninggal beliau. "
2378. Dari Zaid bin Arqam r.a. katanya: "Kami bepergian bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan di mana rombongan kami ditimpa kesulitan (berupa kelaparan). Maka berkata Abdullah bin Ubay (seorang tokoh munafik) kepada teman-temannya," Jangan dibantu orang-orang yang setia kepada Rasulullahagar mereka lari daripadanya. "Selanjutnya dia berkata pula." Jika kita kembali ke Madinah, orang yang kuat akan mengusir orang yang lemah. "Kata Zaid," Aku datang kepada Rasulullah saw. melaporkan ucapan-ucapan Abdullah bin Ubay tersebut. "Dia mengirim orang ke Abdullah untuk memeriksa kebenaranlaporan ku itu. Setelah ditanyakan, ternyata Abdullah tidak mengaku bahwa dia telah mengucapkan kata-katanya itu, bahkan dia bersumpah-sumpah. Katanya, "Si Zaid itu telah mendustai Rasulullah saw." Kata Zaid, "Aku mendapat
kesulitan sendiri karena pengakuan Abdullah yang bohong itu. Tapi akhirnya turun wahyu yang mengizinkan ku, yaitu ayat: "Apabila datang kepada mu orang-orang munafik .." (Al Munafiqun, 63: 1) Kata Zaid, "Kemudian mereka dipanggil oleh Nabi saw. Untuk dimintakan ampun bagi mereka. Mereka menundukkankepala bagaikan kayu-kayu tersandar. "Kata Zaid," Padahal mereka sebenarnya adalah para pemimpin terkemuka orang-orang munafik yang tampan. "
2379. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Ketika 'Abdullah bin Ubay bin Salul wafat, anaknya Abdullah bin Abdullah (bin Ubay) dayang kepada Rasulullah saw. meminta jubah beliau untuk kafan ayahnya. Rasulullah memenuhi permintaan anaknya itu. Kemudian dimintanya pula sehingga Rasulullah saw. menyolatkan jenazahayahnya. Ketika ia berdiri hendak shalat jenazah, maka ditarik baju beliau oleh 'Umar (bin Khaththab) seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Akan Anda solatkankah dia? Bukankah Allah telah melarang Anda menyolatkannya." Jawab beliau, "Aku diberi pilihan oleh Allah Ta'ala menyolatkan atau tidak. Lalu dibacanyaayat, "Kamu mohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja); sekalipun bagi mereka tujuh puluh kali (Taubah, 9:80). Dan aku akan lebih dari tujuh puluh kali." Kata 'Umar, "Dia munafik!" Tetapi Rasulullah saw. menyolatkannya juga. Kemudian Allah Ta'ala menurunkanayat: "Dan sekali-kali janganlah kamu sholatkan jenazah salah seorang mereka yang mati, dan jangan pula kamu berdiri di kuburannya .." (At Taubah, 9:84)
2380. Dari Ibnu Mas'ud r.a. katanya: "Ada tiga orang berkumpul dekat Ka'bah, dua orang dari suku Quraisy dan seorang lagi dari suku Tsaqafi atau sebaliknya. Ketiganya kurang terpelajar tetapi mereka gemuk-gemuk. Salah seorang di antara mereka bertanya kepada temannya," Tahukah kamu bahwa Allahmendengar apa yang kita ucapkan? "Jawab yang lain," Dia mendengar kalau kita bicara keras, dan tidak mendengarkan bila kita berbicara perlahan. "Kata orang yang ketiga, Maka Dia mendengar bila kita berbicara keras tentu Dia mendengar juga bila kita berbicara perlahan." Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkanayat: "Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu .." (Fushshilat, 41: 22) .2381. Dari Zaid bin Tsabit r.a. katanya: "Ketika Nabi saw. berangkat ke medan perang Uhud, beberapa orang yang ikut berangkat bersama beliau pulang kembali di tengah perjalanan.Karena itu para sahabat Nabi saw. berbeda pendapat tentang mereka menjadi dua golongan: Sebagian mengatakan mereka harus diperangi dan sebagian lagi mengatakan jangan diperangi. Karena itu turunlah ayat: "Mengapa kamu menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik .." (An Nisaa ', 4:88).
2382. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw., ketika ia pergi berperang mereka tidak turut berperang dan merasa bangga dengan taktik mereka itu (untuk melemahkan kekuatan kaum muslimin). Ketika Rasulullah saw. telah kembali (membawa kemenangandan harta rampasan perang), mereka mengemukakan alasan mereka masing-masing, mengapa mereka tidak turut berperang dan memperkuat alasannya dengan sumpah. Kemudian mereka ingin dipuji (seolah-olah merekalah yang pahlawan) padahal mereka tidak berbuat apa-apa. Karena itu turunlah ayat: "Janganlah sekali-kalikamu mengaku bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka ingin dipuji terhadap perbuatan yang tidak mereka kerjakan, janganlah kamu mengira bahwa mereka akan terlepas dari siksa. "(Al Imran, 3: 188).
2383. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mendaki bukit Murar hapus dosanya seperti Bani Israil." Kata Jabir, "Yang pertama-tama mendaki adalah kami dengan kuda Bani Khazraj, kemudian barulah semuanya habis mendaki." Sabda Rasulullah saw., "Kamu diampuni semuanya,kecuali penunggang unta merah. "Maka kami datangi orang itu seraya berkata kepadanya," Pergilah minta ampun kepada Rasulullah saw. "Jawabnya," Wallah! Mendapatkan untaku yang hilang lebih berharga bagi ku dari minta ampun kepada kawanmu itu. "Kata Jabir," Orang itu memang sedang mencari untanyayang hilang. "
2384. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaan orang munafik, seperti seekor kambing betina yang bingung mengikuti dua ekor kambing jantan. Sekali dia akan mengikuti yang ini, kali yang lain akan mengikuti yang itu."
2385. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya seorang pendeta datang kepada Nabi saw. lalu dia berkata, "Ya, Muhammad! Kelak di hari kiamat Allah Ta'ala memegang langit, bumi, bukit / gunung-gunung, pohon-pohon, air, binatang-binatang, dan seluruh makhluk dengan anak jari-Nya (dengan mudahnya) . KemudianDia goncang seluruhnya seraya berkata:
"Akulah Raja (penguasa)! Akulah Raja!" Rasulullah saw. tertawa mendengar kata pendeta itu dan membenarkannya. Kemudian beliau membaca ayat: "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung-Nyadengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. "(Az Zumar, 39:67)
2386. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat Allah Tabaraka wa Ta'ala akan menggenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya." Kemudian Dia berfirman: "Akulah Raja (penguasa)! Mana dia raja-raja di bumi?"
2387. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak hari kiamat Allah 'Azza wa Jalla akan menggulung langit, kemudian dipegang-Nya dengan tangan kanan seraya berkata," Akulah Kaisar Maha Kuasa! Ke mana orang-orang yang sewenang-wenang, ke mana orang-orang yang sombong? Berikutnyadigulung-Nya bumi dengan tangan kiri-Nya seraya berkata, "Akulah Kaisar Maha Kuasa! Kemana orang-orang yang sewenang-wenang, kemana orang-orang yang sombong?"
2388. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. memegang tangannya, lalu beliau bersabda: "Allah Azza wa Jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menancapkan gunung pada hari Ahad, menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin, membuat bahan-bahan mineral pada hari Selasa, membuat cahaya pada hariRabu, menebarkan binatang pada hari Kamis, dan menciptakan Adam Alaihissalam sesudah 'Ashar pada hari Jum'at setelah selesai tercipta seluruh makhluk dan pada saat terakhir di hari Jum'at antara' Ashar dan malam. "2389. Dari Sahal bin Sa'ad ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamatumat manusia di kumpulkan di suatu lapangan tanah yang putih mengkilat bagaikan seloka tanpa tanda-tanda penunjuk. "
2390. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang firman Allah 'Azza wa Jalla:" Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (begitu pula langit) ... "(Ibrahim, 14:48), maka di manakah umat manusia saat itu, ya Rasulullah? " Jawab beliau, "Di Titian!" 2391. DariAbu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Seandainya ada sepuluh orang Pendeta Yahudi yang sungguh-sungguh iman dengan ku, tidak seorang jua pun orang-orang Yahudi yang tinggal, melainkan mereka masuk Islam semuanya."
2392. Dari Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu ketika aku berjalan-jalan bersama Nabi saw. di sebidang kebun, beliau bertongkat pelepah kurma. Tiba-tiba lewat serombongan orang-orang Yahudi. Setengah mereka berkata kepada yang lain," Tanyakanlah kepadanya (Nabi saw.) masalah ruh ! "Kata yang lain," Tidakada faedahnya ditanya kepadanya. Niscaya jawabannya akan menjengkelkanmu. "Kata yang lain pula," Tanya sajalah! "Maka datanglah sebagian mereka kepada beliau menanyakan perihal ruh.
Kata Abdullah, (Setelah mendengar pertanyaan mereka) Rasulullah saw. terdiam, tidak langsung menjawab apa-apa. Aku tahu ketika itu beliau sedang mendapatkan wahyu. Karena itu aku tetap saja di tempatku. Setelah wahyu selesai download, beliau membaca ayat: "Dan mereka bertanya kepada mu perihal ruh. Katakanlahruh itu urusan Tuhan ku dan kamu tidak diberi pengetahuan tentang masalah itu melainkan hanya sedikit. "(Al Isra, 7: 85).
2393. Dari Khabbab r.a. katanya: "Aku memiliki piutang pada Ash bin Wail. Karena itu aku mendatanginya untuk menagih." Jawab 'Ash kepada ku, "Aku tidak akan membayar sebelum engkau kafir dengan Muhammad." Jawab ku, "Aku sekali-kali tidak akan kafir kepadanya sampai mati, kemudian sampai berbangkit."Kata 'Ash bin Wail, "Aku juga akan dibangkit kembali sesudah mati, karena itu akan kubayar kelak kepada mu bila aku telah menemukan harta dan anak-anakku." Sesudah itu turunlah ayat ini: "Sudah tahukah kamu bahwa orang-orang yang kafir dengan ayat-ayat Kami berkata, pasti aku akan diberi harta dananak "(Maryam, 19: 77).
2394. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Abu Jahil bertanya kepada teman-temannya," Betulkah Muhammad menyentuhkan mukanya (ke tanah ketika sujud) di depan kalian? "Jawab temannya," Betul. "Kata Abu Jahil," Demi Lata dan 'Uzza. Jika kulihat dia berbuat seperti itu di hadapanku, akan kuinjak kuduknya,atau Kutempelkan mukanya ke tanah. "Kemudian didatanginya Rasulullah saw. ketika beliau sedang shalat dengan maksud hendak menginjak kuduk beliau. Setelah dihampirinya, ternyata dia tidak sanggup melakukannya. Bahkan dia mundur sambil menutup wajah dengan tangannya. Lalu dia ditanya oleh teman-temannya,"Mengapa engkau?" Jawab Abu Jahil, "Mengerikan! Ada dinding api menjilat-jilat." Sabda Rasulullah saw., "Seandainya dia tambah mendekat kepada ku, niscaya tubuhnya dicopoti satu demi satu oleh malaikat." Maka turunlah ayat: "Ketahuilah, (Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena melihatdirinya cukup. Sesungguhnya kepada Tuhan mu sajalah kamu kembali Bagaimana pendapatmu tentang orang-orang yang melarang seorang hamba bila dia shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh taqwa; dan bagaimana pendapatmu jika dia (yakni Abu Jahil)mendustakan atau berpaling? Tidakkah dia tahu bahwa sesungguhnya jika dia tidak berhenti (dari melakukannya) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk memenangkannya); Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah.Sekali-kali janganlah kamu mematuhinya (takut kepadanya). Tetapi haruslah sujud dan mendekatkan diri kepada Tuhan mu! "(Al 'Alaq, 96: 6-9).
2395. Dari Masruq r.a. katanya: "Ketika kami duduk-duduk di rumah
Abdullah, dia sendiri duduk berbaring di antara kami. Tiba-tiba datang seorang pria lalu berkata, "Ya Abu 'Abdurrahman! Seorang pembawa berita yang berada di pintu Kindah mengatakan bahwa ayat Dukhan (ayat kabut) turun menyesakkan nafas orang-orang kafir dan menyiksa orang-orang mukmin seperti terkenapilek. Maka duduklah 'Abdullah dan dengan marah dia berkata, "Hai, manusia! Taqwalah kepada Allah! Siapa-siapa di antara kamu yang mengetahui sesuatu, katakanlah apa yang kamu ketahui, dan siapa yang tidak tahu, katakanlah Allah Yang Maha Tahu. Karena sesungguhnya Allah -lah Yang Maha Tahu apa-apayang tidak kamu ketahui. Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman kepada Nabinya: "Katakanlah, hai Muhammad! Aku tidak meminta upah kepada mu atas dakwah ku, dan aku tidak pula termasuk orang yang mengada-ada." (Shaad, 38:86). Ketika Rasulullah saw. melihat orang-orang membelakanginya, dia mendoa: "WahaiAllah! Cubailah mereka dengan cobaan seperti yang Engkau timpakan kepada umat Nabi Yusuf as (Yaitu masa paceklik). "Maka ditimpakan Allah kepada mereka tahun paceklik (kelaparan), sehingga mereka terpaksa memakan kulit dan bangkai karena kelaparan. Seseorang menengok ke langit lalu dia melihat sesuatuseperti kabut. Maka datanglah Abu Sufyan kepada Nabi saw. katanya, "Ya, Muhammad! Anda datang menyuruh orang taat kepada Allah dan menghubungkan silaturrahim. Kaum Anda sedang ditimpa celaka. Karena itu berdoalah kepada Allah agar mereka memperoleh kebaikan. Firman Allah Ta'ala," Maka tunggulah suatu hariketika langit membawa kabut yang nyata, yang menyelubungi manusia. Inilah siksa yang pedih sampai dengan sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar) (Ad Dukhan, 44: 10 - 15).
2396. Dari 'Abdullah Ibnu Mas'ud r.a. katanya: "Ketika kami duduk bersama Rasulullah saw. di Mina, tiba-tiba bulan belah dua. Sebelah terletak di belakang bukit dan sebelah lagi di depannya. Maka berkata Rasulullah saw. kepada kami," Saksikanlah itu! "
2397. Dari Anas r.a. katanya: "Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah saw. sehingga memperlihatkan bukti (mu'jizat) atas ke-Nabiannya. Lalu ia perlihatkan kepada mereka dua kali bulan belah dua." 2398. Dari 'Abdullah bin Qais r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada yang lebih sabar mendengarejekan, selain Allah Ta'ala. Orang-orang kafir mengatakan-Nya multi (banyak atau bersekutu), atau mereka mengangkat anak bagi-Nya. Namun begitu Allah Ta'ala tetap memberi mereka rezeki, memaafkan mereka, dan memberikan apa yang mereka minta. "
2399. Dari Anas bin Malik r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Tabaraka wa Ta'ala bertanya kepada penduduk neraka yang siksaannya lebih ringan," Seandainya dunia dan seluruh isinya menjadi milikmu, maukah kamu menebus dosa mu dengan semua milikmu itu? "Jawabnya," Mau! "Firman Allah," Aku telah memintatebusan yang lebih ringan dari itu kepada mu ketika kamu masih dalam sulbi Adam, yaitu supaya engkau jangan menyekutukan-Ku, itu telah memadai. Tetapi engkau menolak. Telah kukatakan, engkau tidak akan kumasukkan ke neraka, tetapi engkau tetap saja musyrik (menyekutukan-Ku). "
2400. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak akan ditanyakan kcpada orang-orang kafir pada hari kiamat, bagaimana pendapatmu seandainya seluruh isi bumi ini menjadi emas dan menjadi milikmu, maukah engkau menebus dosa mu dengannya?" Jawab orang itu, "Mau!" Maka dikatakankepadanya. "Dulu telah diminta kepada mu (tebusan) yang lebih ringan dari itu."
2401. Dari Anas bin Malik r.a. katanya ada seorang lelaki bertanya: "Ya Rasulullah! Bagaimana mungkin orang kafir dikumpulkan pada hari kiamat (dan mereka berjalan) di atas muka mereka?" Jawab Rasulullah saw., "Bukankah orang yang memperjalankannya di atas kakinya sanggup pula memperjalankannya diatas wajahnya pada hari kiamat? "Kata Qatadah," Benar, demi kekuasaan Tuhan kita. "
2402. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di akhirat, penduduk neraka yang hidup serba nikmat di dunia, dia akan
dibenamkan ke dalam api kemudian di tanya, "Hai anak Adam! Apakah kamu menerima kebaikan dan merasa kenikmatan?" Jawabnya, "Tidak, demi Allah, ya Tuhan!" Kemudian dihadapkan pula penduduk surga yang hidup di dunia serba susah. Dia dimasukkan ke surga kemudian ditanya, "Apakah kamu mengalami kesengsaraandan merasakan kesusahan? "Jawabnya," Tidak, demi Allah, ya Tuhan! Aku tidak mengalami sengsara dan tidak merasa susah. "2403. Dari Anas bin Malik ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan mengurangi kesejahteraan orang-orang mukmin. Dia diberi upah di dunia dan pahala diakhirat. Adapun orang kafir, dia diberi rezeki dengan kebajikan yang dikerjakannya di dunia. Setelah sampai di akhirat tidak ada lagi kebajikan yang akan diberi pahala baginya. "
2404. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya ketika orang-orang kafir mengerjakan kebajikan di dunia, dia diberi upah dengan amalnya itu berupa rezeki di dunia. Adapun orang-orang mukmin, maka pahala kebajikannya disimpan Allah Ta'ala untuknya di akhirat serta diberinyarezeki di dunia sehubungan dengan taatnya. "2405. Dari Ka'ab (bin Malik) ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Perumpamaan hidup orang mukmin bagaikan pohon yang lemah, ditiup angin ke kanan dan ke kiri. Pada suatu ketika dia terbanting bungkuk, tapi pada kali yang lain dia tegak lurus kembali. Demikianlahkeadaannya (ia dapat bertahan hidup) sampai pohon itu mati. Dan perumpamaan hidup orang kafir (dan orang munafik) seperti pohon yang keras berdiri di atas pokoknya, tidak terombang-ambing ditiup angin. Tapi ketika dia tumbang, tamatlah riwayatnya. "
2406. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Diantara bermacam-macam jenis pohon ada sejenis pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon itu adalah perumpamaan orang mukmin. Cobalah sebutkan, pohon apa itu?" Para sahabat menduga pohon itu adalah sejenis pohon yang tumbuh di hutan-hutan.Kata 'Abdullah, "Aku berpendapat pohon itu adalah pohon kurma. Tapi aku malu untuk mengatakannya. Kemudian para sahabat berkata," Ajarkanlah kepada kami, pohon apa itu, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Pohon kurma! "Kata' Abdullah," Kemudian kuceritakan kepada 'Umar (bin Khaththab, ayah Abdullah) tentangpendapatku itu. "Kata 'Umar," Aku lebih suka kalau engkau jawab pohon kurma dari jawaban kami menyerahkannya kepada Rasulullah saw. "2407. Dari Jabir ra katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Sesungguhnya setan telah putus asa mengharapkan orang-orang yang shalat akan menyembahkepadanya di Jazirah Arab. Karena itu dia berusaha mengadu-domba sesama mereka agar selalu bermusuhan. "
2408. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:
"Singahsana iblis berada di lautan. Dari sana dia mengirim pasukannya untuk membuat fitnah (mengacau atau membencanai) umat manusia. Maka siapa yang lebih besar membuat bencana, dialah yang lebih besar jasanya (terhormat) di antara mereka." 2409. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Iblismembuat pusat kegiatannya di permukaan air (di laut). Dari sana dikirimnya tim-tim untuk mengacau umat manusia. Maka yang paling berjasa di antara mereka adalah yang paling besar membuat kekacauan. Salah seorang di antara mereka datang melapor, "Aku telah berbuat begini dan begitu." Lalu dijawaboleh pemimpinnya, "Engkau belum berbuat apa-apa." Kemudian datang pula yang lain, lalu berkata, "Tidak kutinggalkan dia sampai aku berhasil memisahkannya dari istrinya." Lalu dijawab oleh pemimpinnya, "Engkaulah yang paling hebat."
2410. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun di antara kamu melainkan telah ada jin yang di tugaskan pemimpinnya untuk selalu menggodanya." Tanya para sahabat, "Anda juga, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Ya, aku juga. Tapi Allah selalu melindungi ku darigodaan mereka, sehingga mereka yang menggoda ku akhirnya Islam (menyerah). Karena itu mereka tidak berani menyuruh ku melainkan untuk kebaikan. "
2411. Dari 'Aisyah r.a. istri Rasulullah saw., dia menceritakan bahwa pada suatu malam Rasulullah saw. pergi dari rumahnya (dari rumah Aisyah). Kata 'Aisyah, "Karena itu aku cemburu kepada beliau. Setelah dia kembali, dia memperhatikan tingkah lakuku lalu beliau bertanya," Mengapa engkau, hai' Aisyah,cemburukah? "Jawab ku," Bagaimana wanita seperti aku tidak akan cemburu terhadap pria seperti Anda? "Tanya beliau," Apakah syaitanmu telah datang pula menggodamu? "Jawab 'Aisyah," Ya, Rasulullah, apakah aku bersama setan? "Jawab beliau, "Ya!" Tanya ku, "Apakah setiap orang begitu?" Jawab, "Ya!" Tanya,"Anda sendiri juga?" Jawab, "Ya! Tapi aku dilindungi Tuhan ku sehingga aku selamat."
2412. Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya, "Tidak seorang pun di antara kamu, yang amalnya akan dapat menyelamatkannya." Tanya seorang pria, "Amal Anda juga begitu, ya Rasulullah." Jawab beliau, "Ya, aku juga. Tapi Allah melindungi ku dengan rahmatNya. Karena itu tambah giatlahkamu meluruskan amalmu! "
2413. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Tidak seorang pun amalnya dapat memasukkannya ke surga." Lalu beliau ditanya orang, "Anda juga, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Aku juga tidak. Tapi Allah melimpahi ku dengan rahmatNya."
2414. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi adalah murni rahmat Allah swt. belaka." 2415. Dari 'Aisyah r.a. istri Rasulullah saw., dia mengabarkan bahwa
Rasulullah saw. bersabda: "Tingkatkan amalmu dengan baik, atau lebih dekatlah kepada kebaikan, dan bergembiralah, karena amal seseorang tidak dapat memasukkannya ke surga." Tanya para sahabat, "Amal Anda juga begitu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Amal ku juga begitu. Tapi Allah Ta'ala melimpahiku dengan rahmat-Nya. Dan ketahuilah, bahwa amal yang paling disukai Allah Ta'ala adalah amal yang dikerjakan secara terus-menerus (kontinyu) meskipun sedikit. "2416. Dari Mughirah bin Syu'bah ra katanya:" Nabi saw. pernah melakukan shalat sampai bengkak kedua tumit beliau. Lalu beliau ditanya orang,"Mengapa Anda memaksa diri begini? Padahal Allah Ta'ala telah mengampuni segala dosa Anda, baik yang telah lalu maupun yang akan datang." Jawab Rasulullah saw., "Tidak bisakah aku menjadi seorang hamba Allah yang tahu bersyukur?"
2417. Dari Syaqiq Abi Wail r.a. katanya: 'Abdullah (bin' Umar) mengajar kami setiap hari Kamis. Maka berkata kepadanya seorang pria, "Ya Abu Abdurrahman! Kami sangat senang mendengarkan pengajian Anda dan ingin semoga Anda dapat mengajarkan kami setiap hari." Jawab Abdullah, "Aku tidak keberatan mengajarAnda setiap hari. Hanya yang kukhuatirkan kalau-kalau kamu sekalian menjadi bosan. Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah juga memilih beberapa hari tertentu untuk mengajar kami di Majlis Ta'lim untuk menjaga supaya kami jangan bosan belajar. "2418. Dari Anas bin Malik ra katanya Rasulullah saw. bersabda:"Surga dikelilingi dengan segala yang tidak disenangi hawa nafsu dan neraka dikelilingi oleh segala yang disukai hawa nafsu."
2419. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Ta'ala telah berfirman: "Kusediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh segala kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, bahkan belum pernah tergambar dalam hati sanubari manusia. Sesuai dengan firmanAllah Ta'ala di dalam Kitab-Nya yang mulia, "Tidak seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (yaitu segala macam kenikmatan) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As Sajdah, 32: 17 )
2420. Dari Sahal bin Sa'ad r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Di dalam surga ada sebatang pohon yang naungannya tidak terlewati oleh seorang pengendara selama seratus tahun." 2421. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman kepada penduduk surga." Haipenduduk surga! "
Maka menjawab penduduk surga. "Kami siap memenuhi panggilan dan perintah-Mu, wahai Tuhan kami. Segala kebaikan berada di tangan Engkau." Lalu bertanya Allah Ta'ala, "Apakah kamu merasa puas?" Jawab mereka, "Bagaimana kami tidak akan puas, bukankah Engkau telah memberi kami segala kenikmatan yang belumpernah Engkau berikan kepada makhluk lain? "Tanya," Maukah kalian Aku beri nikmat yang lebih istimewa dari itu? "Jawab mereka," Wahai Tuhan, nikmat apa pulakah yang lebih istimewa dari itu? "Jawab Allah Ta'ala," Akan Kucurahkan ke mu keridhaan-Ku, di mana Aku tidak akan pernah marah kepada mu sesudahitu untuk selama-lamanya. "
2422. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak penduduk surga akan melihat sebuah kamar di atas mereka, terlihat seperti bintang bercahaya gemerlapan jauh di ufuk Timur atau di Barat karena perbedaan posisi mereka." Tanya para sahabat, "Ya, Rasulullah! Apakah itu tempatpara Nabi yang tidak tercapai oleh orang lain selain mereka? "Jawab beliau," Demi Allah yang diri ku dalam kuasa-Nya, bahkan itu tempat orang-orang yang beriman kepada Allah dan mempercayai para Rasul. "
2423. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Di dalam surga ada sebuah pasar yang didatangi penduduk surga setiap hari Jumat. Angin bertiup dari sebelah kanan menyentuh wajah dan pakaian mereka, menyebabkan wajah dan pakaiannya bertambah cantik / tampan dan indah. Ketika merekapulang ke rumah, didapatinya istri mereka bertambah cantik dan indah. Kata mereka kepada istrinya, "Engkau sungguh-sungguh tambah cantik dan pakaian mu tambah indah sepeninggal ku." Jawab istrinya, "Engkau, demi Allah, sungguh tambah tampan dan pakaianmu tambah indah pula sekembalimu."
2424. Dari Muhammad r.a. katanya: "Pada suatu ketika para sahabat berlomba cepat saling mengingatkan (berdiskusi): Manakah penduduk surga yang lebih banyak pria atau perempuan?" Kala Abu Hurairah. "Bukankah Rasulullah saw. Telah menyabdakan bahwa rombongan yang pertama-tama masuk surga mereka bercahaya-cahayabagaikan bulan purnama. Sesudah itu (rombongan) yang menyusul bagaikan bintang gemerlapan di langit. Setiap pria memiliki dua istri yang keduanya memiliki betis tembus pandang sehingga terlihat jantung betisnya bagian dalam. Dan di dalam surga tidak ada pria yang membujang. "
2425. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Rombongan yang pertama masuk surga bersinar-sinar bagaikan bulan purnama. (Rombongan) sesudah itu lebih cemerlang dari bintang-bintang yang gemerlapan. Mereka tidak buang air kecil dan tidak buang air besar. Tidak membuang ingus dantidak meludah. Sisir mereka dari emas dan keringat mereka kasturi. Pedupaan mereka kayu gaharu yang harus. Istri mereka bidadari, akhlak mereka sama. Bentuk mereka seperti nenek moyang mereka Adam, tinggi enam puluh hasta. "2426. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Rombongan yangpertama-tama masuk surga wajahnya seperti bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak. Pedupaan mereka memakai kayu gaharu yang harum. Keringat mereka harum bagaikan kasturi. Setiap pria memiliki dua istri yangkedua betisnya tembus pandang sehingga terlihat sumsumnya di bawah kulit karena sangat indahnya. Mereka tidak pernah bertengkar atau saling marah. Hati mereka selalu bersatu dalam bertasbih kepada Allah Ta'ala sepanjang pagi dan petang. "
2427. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum di dalamnya. Tapi mereka tidak meludah, tidak kencing, tidak berak, dan tidak membuang ingus." Tanya para sahabat, "Bagaimana makanan yang mereka makan?" Jawab beliau, "Keluar dari sendawayang baunya harum seperti bau kasturi. Mereka selalu membaca tasbih dan tahmid sebanyak tarikan nafas kalian. "2428. Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw. Sabdanya:" Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah. Pakaiannya tidak pernah bercacat. Mudanya tidak pernah sirna. "
2429. Dari Abu Sa'id Al Khudri dan Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang penyeru menyerukan: Kamu selalu sehat, tidak akan pernah sakit selama-lamanya. Selalu hidup tidak pernah mati selamanya. Selalu muda, tidak akan pernah tua selamanya. Selalu merasa nikmat, tidak pernahsusah selamanya. Demikianlah tujuan firman Allah Azza wa Jalla, "Itulah surga yang diwariskan kepada mu, sebagai balasan bagi amalmu yang dahulu." (Al A'raf, 7:34).
2430. Dari Abdullah bin Qais, dari ayahnya ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Bagi seorang mukmin disediakan di surga sebuah Khaimah dari sebuah mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh mil. Bagi mereka disediakan pula beberapa orang isteri yang didatanginya secara bergiliran di mana istri yangsatu dengan yang lain tidak saling menampak. "
2431. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala menciptakan Adam pada awal kejadiannya adalah seperti rupanya di bumi, tingginya enam puluh hasta. Setelah dia selesai tercipta, Allah Ta'ala berfirman kepadanya, pergilah ke kelompok malaikat yang sedang duduk. Dengarkanjawaban mereka menjawab salammu. Begitulah cara kamu dan cara anak cucumu nanti memberi salam (penghormatan). Maka pergilah Adam kepada kelompok malaikat itu, lalu diucapkannya salam:
"Assalamu 'alaikum" (Semoga Anda bahagia). Jawab para malaikat, 'Assalamu' alaika wa rahmatullah "(Semoga kamu bahagia pula dan mendapat rahmat Allah). Firman Allah," Setiap orang yang masuk surga tentunya seperti Adam. Tingginya enam puluh hasta, sekalipun makhluk kemudian semakin pendek sampai sekarang. "2432.Dari Samurah bin Jundab r.a. katanya Nabi saw. bersabda "Di antara para penghuni neraka ada yang dibakar sampai kedua mata kakinya. Ada yang dibakar sampai kedua lutut. Ada yang dibakar sampai pinggang. Dan ada yang dibakar sampai lehernya."
2433. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Neraka dan surga saling bertengkar. Kata neraka, aku diistimewakan Allah dengan penghuni-penghuniku orang-orang sombong dan sewenang-wenang." Kata surga, "Apakah penghuni-penghuniku hanya terdiri dari orang-orang dha'if, orang-orang terdampar,dan orang-orang lemah. "Maka berfirman Allah ke surga," Engkau adalah rahmatKu. Aku rahmati dengan engkau orang-orang yang Ku kehendaki di antara hamba-hamba-Ku. "Dan beauman pula Allah ke neraka," Engkau adalah azab (siksa) -Ku. Aku siksa dengan engkau orang yang Ku kehendaki di antara hamba-hamba-Ku.Masing-masing kamu mendapat penghuni sampai penuh. "Ketika ternyata neraka belum penuh, maka Allah memenuhinya dengan orang-orang yang harus disiksa. Setelah lengkap, neraka berkata," Cukup, cukup! "Lalu mereka dicampur aduk satu sama lain.2434. Dari Anas bin Malik ra katanya Nabi saw. bersabda: "Nerakajahanam selalu meminta tambahan penghuni. Katanya, "Masih adakah tambahannya?" Sampai akhirnya Allah Rabbul 'Izzati Tabaraka wa Ta'ala mendatangkan orang-orang yang harus disiksa, sampai dia berkata, "Cukup, cukup, demi keperkasaanMu." Lalu mereka dicampur aduk satu sama lain. "
2435. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setelah penduduk surga dimasukkan Allah ke surga dan penduduk neraka dimasukkan ke neraka, maka diumumkan kepada mereka masing-masing," Hai, penduduk surga! Tidak ada lagi kematian! Hai, penduduk neraka! Tidak ada lagi kematian! Semuanyatetap di mana mereka berada. "2436. Dari Haritsah bin Wahab ra katanya dia mendengar Nabi saw.
bersabda: "Maukah kamu sekalian kuberitahukan siapa penduduk surga?" Jawab para sahabat, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Orang-orang dha'if bila dihina orang, lalu dia bersumpah dengan menyebut nama Allah (dan mendoa kepada-Nya), maka doanya sungguh diperkenankan Allah." Kemudian beliau bertanyapula, "Maukah kamu kuberitahukan siapa penduduk neraka?" Jawab mereka, "Tentu!" Sabda beliau, "Setiap orang yang kasar, besar mulut, angkuh, mewah namun kikir dan sombong." 2437. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua macam penghuni neraka yang belum terlihat olehku dewasaini: Pertama, orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, digunakannya untuk memukul man usia. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian seperti bertelanjang dan pandai merayu. Rambut mereka disasak seperti punuk unta miring. Mereka tidak dapat masuk surga, bahkan tidak akan dapat mencium bau surga.Sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh. "
2438. Dari Abu Hurairah r.a. katanya mendengar Rasulullah saw.
bersabda: "Tidak lama, jika umurmu panjang engkau akan melihat suatu kaum memegang cemeti seperti ekor sapi di tangannya. Mereka itu selalu berada dalam kemarahan Allah Ta'ala sepanjang pagi dan petang." 2439. Dari 'Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kelak hari kiamat manusiaakan dikumpulkan tanpa alas kaki (sepatu atau sendal), tanpa busana, dan tanpa dikhitan. "Maka bertanya 'Aisyah," Ya Rasulullah! Apakah wanita dan pria bercampur baur, sehingga satu sama lain saling memandang? "Sabda beliau," Kondisi saat itu sangat sulit, sehingga mereka tidak menghiraukan lagi satusama lain. "
2440. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. berkhotbah memberi pengajaran kepada kami. Sabda beliau," Hai, sekalian manusia! Kamu semuanya akan dikumpulkan ke hadapan Allah tanpa alas kaki, tanpa busana, dan tanpa dikhitan. (Bacalah firman Allah): "Seperti Kami ciptakanpada awal penciptaan, begitulah Kami kembalikan dia, itulah janji Kami yang pasti Kami tepati. "(Al Anbiyit, 21: 104). Ketahuilah! Makhluk yang mula-mula diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim 'alaihissalam. Dan ketahuilah, bahwa beberapa umat -Ku akan dihadapkan lalu mereka ditarik ke kiri. Kataku,Wahai Tuhan ku! Mereka itu adalah sahabat-sahabatku! "Lalu dijawab oleh Allah," Engkau tidak tahu apa-apa yang mereka perbuat sepeninggal mu. "Maka kujawab seperti jawaban hamba Allah yang saleh (Isa)," ... aku menjadi saksi bagi mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah aku wafat,Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu. Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Mu, dan jika Engkau ampuni mereka, sesungguhnya Engkau
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(Al Maidah, 5: 117 118), lalu dikatakan kepada ku," Mereka telah murtad semenjak engkau tinggalkan. "
2441. Dari Miqdad bin Aswad r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Pada hari kiamat kelak, matahari didekatkan kepada manusia, sehingga jaraknya dengan mereka hanya sekitar satu mil. Ketika itu manusia berada dalam genangan keringat, terbenam sesuai dengan amal mereka. Di antara merekaada yang terbenam sampai mata kaki, ada yang
sampai lutut, ada yang sampai pinggang, dan ada pula yang megap-megap, terbenam sampai ke mulutnya, sambil Rasulullah saw. menunjuk ke mulutnya. "2442. Dari 'Iyadh bin Himar Al Mujasyi'iy ra katanya:" Pada suatu hari Rasulullah saw. bersabda dalam khutbah sebagai berikut: "Ketahuilah! SesungguhnyaTuhan ku memerintahkan kepada ku agar mengajarkan kepada kamu sekalian apa-apa yang belum kamu ketahui. Yaitu pengajaran yang diajarkan Allah kepada ku hari ini. Firman Allah: Setiap harta yang Aku (Allah) berikan kepada seseorang hamba adalah halal. Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Kusemuanya berada dalam agama yang lurus. Tapi mereka kemudian didatangi oleh setan-setan lalu setan membelokkan mereka dari agama mereka dan melarang apa-apa yang telah Kuhalalkan bagi mereka, dan menyuruh mereka supaya mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak diberi kekuasaan apa-apa.Sesungguhnya Allah mengawasi penduduk bumi dengan kemarahan, baik bangsa Arab maupun bangsa Ajam, kecuali sisa-sisa Ahli Kitab. Firman
Allah Ta'ala, "Sesungguhnya Aku mengutus engkau untuk mengujimu dan menguji orang lain dengan engkau. Aku turunkan kepada mu Kitab yang tidak sirna kena air, yang dapat engkau baca di waktu tidur dan bangun. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada ku sehingga membangkitkan kemarahan orang -orang Quraisy. "Jawab ku, "Ya, Tuhan ku! Nanti mereka pecah kepala ku dan mereka tinggalkan seperti (pecahan) roti." Firman Allah, "Usir mereka seperti mereka mengusirmu. Perangi mereka, nanti Kami bantu kamu memerangi mereka. Keluarkan segala dana, nanti Kami beri dana engkau. Kirim pasukan, nanti Kami kirimpula tentara membantumu lima kali lipat. Perangilah olehmu bersama orang yang taat kepada mu, mereka yang durhaka kepada mu. Firman Allah Ta'ala, "Penduduk surga ada tiga macam: (1) Penguasa yang adil, pemurah, dan bertindak sesuai dengan hukum. (2) Orang yang berhati pengasih dan berhati lembutterhadap karib kerabat dan kaum muslimin. (3) Orang dha'if yang tidak terkendalikan otaknya, mereka di samping kamu hanyalah ikut-ikutan, mereka tidak ingin berkeluarga dan tidak menghendaki kekayaan. Penduduk neraka ada lima macam: (1) Orang dha'if yang tidak mempergunakan otaknya, mereka hanya menjadipengikut, tidak berusaha mencari nafkah untuk diri dan keluarganya. (2) Pengkhianat yang tidak tahu malu, sampai hal-hal kecil dikhianatinya juga. (3) Orang yang pagi petang berusaha hendak menipumu, tentang keluargamu, dan harta mu, (4) Orang bakhil atau pendusta. (5) Orang yang bermulut kotor (orangyang berperangai buruk dan suka menggunjing).
2443. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang kamu telah meninggal dunia, maka diperlihatkan Allah Ta'ala kepadanya pagi dan petang tempatnya di surga jika dia akan menjadi penduduk surga, atau tempat di neraka jika dia akan menjadi penduduk neraka. Seraya dikatakankepadanya, inilah tempatmu. Begitulah seterusnya sampai Allah membangkitkanmu pada hari kiamat. "
2444. Dari Zaid bin Tsabit r.a. katanya: "Ketika Nabi saw. berada di sebidang kebun Bani Najjar mengendarai keledai, kami ada bersama-sama beliau. Tiba-tiba keledai itu membelok sehingga ia hampir jatuh. Kiranya di sana ada empat atau enam kuburan. Tanya beliau," Siapakah di antara kalian yangtahu, kuburan-kuburan ini milik siapa? "Seorang pria berkata:" Aku! "Tanya Nabi saw.," Bila mereka meninggal? "Jawab," Mereka mati dalam syirik. "Sabda Rasulullah saw.," Mereka sedang disiksa dalam kubur. Seandainya aku tidak khawatir yang kamu semua akan takut menguburkan mayat, akan ku mohon kepadaAllah Ta'ala supaya Dia memperdengarkan kepada mu sekalian bagaimana dahsyatnya siksa kubur seperti yang terdengar olehku. "Kemudian beliau hadapkan mukanya ke kami seraya bersabda," Berlindunglah kamu dengan Allah dari siksa neraka! "Kata para sahabat," Kami berlindung
dengan Allah dari siksa neraka. "Sabda beliau," Berlindunglah kamu semua dengan Allah dari siksa kubur! "Kata para sahabat," Kami berlindung dengan Allah dari siksa kubur. "Sabda beliau," Berlindunglah kamu semua dengan Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. "Kata para sahabat,"Kami berlindung dengan Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi." Sabda beliau, "Berlindunglah kamu semua dari fitnah (bencana) Dajjal!" Kata para sahabat, "Kami berlindung dengan Allah dari fitnah Dajjal."
2445. Dari Abu Ayyub r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah keluar
rumah sesudah maghrib, maka terdengar olehnya suatu suara. Kata beliau, "Itu suara orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburannya." 2446. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seseorang hamba telah ditempatkan dalam kuburannya, para sahabatnya yang mengantar telah pulang, sesungguhnyadia mendengar bunyi terompah mereka, ketika itu datanglah kepadanya dua malaikat mendudukkannya. Lalu kedua bertanya, "Tahukah kamu, siapakah pria (Nabi Muhammad saw.) Ini?" Kata Rasulullah saw., "Kalau mayat itu mayat seorang mukmin, dia akan menjawab, aku menjadi saksi bahwa dia itu seorang hambaAllah dan Rasul-Nya. "Maka dikatakan kepadanya," Lihatlah tempatmu yang sedianya di neraka, tetapi Allah Ta'ala telah menggantinya dengan tempat di surga. "Kata Nabi saw.," Maka diperlihatkan kepadanya tempat itu keduanya sekaligus. "
2447. Dari Al Bara 'bin' Azib r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Ta'ala meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang mantap" Kata beliau ayat itu diturunkan mengenai azab (siksa) kubur. Si mayat ditanya, "Siapa Tuhanmu?" Jawabnya, "Tuhanku Allah, dan nabiku, Nabi Muhammad saw." Begitulahfirman Allah 'Azza wa Jalla, "Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang mantap dalam kehidupan dunia dan akhirat .." (Ibrahim, 4: 27).
2448. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ketika ruh orang-orang mukmin keluar dari tubuhnya, dua orang malaikat menyambutnya dan menaikkannya ke langit." Kata Hammad, "Karena baunya harum seperti kasturi." Kata penduduk langit, "Ruh yang baik datang dari bumi. Shallallahu 'alaika (Semoga Allah melimpahkankebahagiaan kepadamu) dan ke tubuh tempat engkau bersemayam. "Lalu ruh itu dibawa ke hadapan Tuhannya Azza wa Jalla. Kemudian Allah berfirman," Bawalah dia ke sidratul muntaha, dan biarkan di sana sampai hari kiamat. "Kata Abu Hurairah selanjutnya," Ketika ruh orang orang kafir keluar dari tubuhnya,kata Hammad, berbau busuk dan mendapat makian, maka berkata penduduk langit, "Ruh jahat datang dari bumi." Lalu diperintahkan, "Bawalah dia ke penjara dan biarkan di sana sampai hari kiamat."
2449. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. pergi ke tempat-tempat bekas pertempuran di Badar setelah tiga hari perang usai. Dia mendatangi pula tempat-tempat musuh tewas dan memanggil mereka. Kata beliau," Hai Abu Jahil bin Hisyam! Hai, Umayyah bin Khalaf! Hai, 'Utbah bin Rabi'ah!Hai, Syaibah bin Rabi'ah! Bukankah kalian telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan mu sungguh-sungguh terjadi? Dan aku sendiri menyaksikan apa yang dijanjikan Tuhan ku sungguh-sungguh terjadi. "Ucapan Nabi saw. Tersebut terdengar oleh 'Umar. Kata' Umar," Ya, Rasulullah! Bagaimana mungkin mereka dapatmendengarkan dan menjawab, padahal mereka telah menjadi bangkai? "
Jawab Nabi saw., "Demi Allah yang jiwaku dalam kuasa-Nya. Pendengaranmu tidak setajam pendengaran mereka. Hanya saja mereka tidak dapat menjawab." Kemudian diperintahkan beliau supaya mayat musuh-musuh tersebut dikumpulkan lalu dilemparkan ke sumur Badar. "
2450. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang dihisab (diperiksa) pada hari kiamat, dia akan tersiksa." Tanya Aisyah,
"Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berfirman," Mereka akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. "(Al Insyiqaq, 84: 8). Jawab beliau," Itu belum pemeriksaan, tetapi baru sekadar mengajukan bukti-bukti. "Orang yang diperiksa dengan teliti niscaya tersiksa. "2451. Dari Jabir bin 'Abdullah Al Ansharir.a. katanya tiga hari sebelum Rasulullah saw. wafat beliau bersabda: "Janganlah kamu mati melainkan baik sangka terhadap Allah 'Azza wa Jalla."
2452. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Setiap orang akan dibangkitkan kelak (hari kiamat) menurut kondisi (aqidah atau iman) nya ketika dia mati."
2453. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila Allah akan menyiksa suatu kaum, maka orang-orang yang (tidak bersalah) berada bersama mereka, akan terkena mushibah itu. Kemudian mereka akan dibangkitkan menurut amal mereka (baik atau buruk)." 2454. DariZainab binti Jahsy r.a. katanya: "Nabi saw. bangun dari tidur sambil mengucapkan: Laa Ilaaha illallah, celaka orang Arab karena bencana telah dekat. Hal ini terbuka dinding penutup Ya'juj dan Ma'juj selebar ini, Abu Sufyan merapatkan sepuluh jarinya." Tanya Zainab, "Ya, Rasulullah! Akan binasakah kitasemua, padahal di antara kita ada orang-orang saleh? "Jawab beliau," Ya, kalau kejahatan telah banyak terjadi. "
2455. Dari Hafshah r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Rumah ini (Ka'bah) akan tetap aman dari serangan militer yang hendak menyerbunya. Setelah mereka sampai di Baida ', tim tengah mereka lenyap. Lalu tim depan memanggil tim belakang. Kemudian mereka
lenyap semuanya, sehingga yang tinggal hanyalah yang lari ketakutan menceritakan kondisi mereka. "Maka berkata seorang pria," Aku percaya engkau tidak berdusta atas berita dari Hafshah itu dan percaya pula Hafshah tidak berdusta bahwa berita itu datang dari Nabi saw.? "2456. Dari Usamah bin Zaid rakatanya Nabi saw. mendaki sebuah benteng di antara benteng-benteng yang ada di Madinah, kemudian beliau bersabda: "Tahukah kamu apa yang terlihat olehku? Aku melihat fitnah (kekacauan) terjadi di celah-celah rumah-rumah kamu (merata) seperti
ditimpa hujan. "2457. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Kelak akan terjadi banyak fitnah (kekacauan). Orang yang duduk ketika itu lebih baik dari yang berdiri. Yang berdiri lebih baik dari yang berjalan. Yang berjalan lebih baik dari yang berlari. Siapa berusaha memadamkan kekacauanitu dia akan ditelannya. Dan siapa mendapat tempat berlindung sebaiknya dia berlindung. "2458. Dari Abu Bakrah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Nanti bakal terjadi banyak kekacauan (fitnah). Orang yang duduk ketika itu lebih baik dari yang berjalan. Yang berjalan lebih baik dari yang berlarikepadanya (turut aktif dalam kekacauan). Ketika kekacauan itu telah terjadi, maka siapa yang memiliki unta sebaiknyalah dia menggembalakan untanya. Siapa memiliki kambing sebaiknyalah dia menggembalakan kambingnya. Dan siapa memiliki tanah sebaiknyalah dia menggarap tanahnya. "Tanya seorang pria,"Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang tidak memiliki unta, kambing, atau tanah?" Jawab beliau, "Hendaklah dia mengambil pedangnya, lalu memukulkan mata pedangnya itu ke batu, sesudah itu harus dia menghindar sehabis daya. Wahai Allah, Telah kusampaikan! Wahai Allah, telahkusampaikan! Wahai Allah, telah kusampaikan! "Bertanya pula seorang pria," Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jika aku dipaksa masuk salah satu partai lalu aku terbunuh dengan pedang atau dengan panah? "Jawab Rasulullah saw.," Si pembunuh akan kembali ke akhirat memikul dosanya dan dosa mu, kemudiandia masuk neraka. "
2459. Dari Ahnaf bin Qais r.a. katanya: "Aku keluar bermaksud hendak menolong orang ini. Tetapi Abu Bakrah menyusui ku lalu katanya," Hai, Ahnaf! Hendak ke mana engkau? "Jawab ku," Aku ingin membantu anak paman Rasulullah saw. (Yakni 'Ali). "Kata Abu Bakrah," Hai, Almaf! Pulanglah kembali! Sesungguhnyaaku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang muslim bekelahi dengan mempergunakan pedang masing-masing maka yang terbunuh dan membunuh masuk neraka." Aku bertanya, "Ya, Rasulullah! Si pembunuh (wajar masuk neraka), tetapi mengapa yang terbunuh (masuk neraka pula)?" Jawab beliau,"Karena dia sengaja pula hendak membunuh sahabatnya."
2460. Dari Abu Bakrah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang muslim berkelahi dengan mempergunakan pedang masing-masing, maka si pembunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka." 2461. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat sebelumdua golongan besar saling memerangi satu sama lain, sedangkan kurban di kedua pihak sangat besar pula. Dan alasan keduanya hanya satu. "
2462. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat sebelum banyak 'haraj'. Tanya para sahabat," Apa itu haraj, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Pembunuhan! Pembunuhan! "
2463. Dari Tsauban r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memperlihatkan kepada ku (peta) bumi secara keseluruhan, sehingga aku dapat melihat bumi sebelah Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummat ku akan sampai ke seluruh tempat yang telah diperlihatkan AllahTa'ala kepada ku. Kepada ku diberikan dua
macam perbendaharaan, yaitu merah dan putih. Aku memohon kepada Tuhan untuk membantu ummat ku, agar mereka tidak dibinasakan dengan musim susah yang panjang, dan agar mereka tidak dijajah oleh kekuasaan asing selain oleh mereka sendiri, sehingga kekuasaan mereka menjadi hancur luluh. Tuhan ku berfirman,"Ya, Muhammad! Bila Aku telah memutuskan suatu putusan, maka putusanKu tidak dapat diubah lagi. Aku memperkenankan doa mu untuk umat mu, bahwa mereka tidak akan binasa dengan musim susah yang panjang. Dan bahwa Aku tidak akan menjajahkan kepada mereka suatu kekuatan musuh selain diri mereka sehingga
kekuatan mereka hancur luluh, sekalipun musuh-musuh mereka bersatu mengelilingi, kecuali bila sebagian mereka membinasakan yang sebagian dan mereka saling tawan-menawan. "
2464. Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapaknya r.a. katanya, "Pada suatu hari Rasulullah saw. datang dari daerah perbukitan. Ketika ia sampai di Masjid Bani Mu'awiyah beliau masuk ke masjid lalu shalat dua rakaat. Kami pun solat pula bersama-sama dengan dia. Dia mendoa kepada Tuhan panjang sekali .Setelah mendoa ia berpaling kepada kami lalu bersabda, "Aku memohon kepada Tuhan ku tiga hal. Dia memperkenankan dua hal dan menolak satu hal. Aku memohon kepada Tuhan ku supaya jangan membinasakan ummat ku dengan musim susah yang panjang, maka diperkenankan. Aku memohon supaya ummatku jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang melanda ummat Nuh, atau seperti militer dan Raja Fir'aun yang ditenggelamkan di laut), permohonanku itu diperkenankan-Nya juga. Aku memohon supaya ummat ku jangan dibinasakan karena pertentangan sesama mereka. Permohonanini tidak diperkenankan. "
2465. Dari Hudzaifah r.a. katanya: "Pada suatu ketika kami berada bersama 'Umar lalu dia bertanya:" Siapakah di antara saudara-saudara yang hafal hadits Rasulullah saw. tentang fitnah (bencana) sebagaimana pernah disabdakan beliau? "Jawab ku," Aku! "Kata 'Umar," Engkau sungguh pemberani! Nah, bagaimanasabda beliau? "Jawab ku," Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Fitnah (bencana atau kekacauan) seorang pria bersumber atau terletak pada istrinya, pada hartanya, pada dirinya, pada anaknya, pada tetangganya. Semuanya tidak melakukan puasa, tidak shalat, tidak bersedekah (zakat), tidak ingin menganjurkanyang ma'ruf dan mencegah yang mungkar. "Kata 'Umar," Bukan itu yang kumaksud. Tetapi adalah kekacauan yang menggelora bagaikan gelombang lautan. "Jawab ku," Anda tidak terlibat dalam peristiwa itu, ya Amirul Mukminin! Karena antara Anda dengan bencana itu ada suatu pintu yang terkunci rapat. "Tanya 'Umar,"Apakah pintu dipecah atau dibuka orang?" Jawab ku, "Tidak terbuka, tetapi dipecahkan orang." Kata 'Umar, "Kalau begitu cepat pintu itu tak dapat lagi terkunci untuk selama-lamanya." Kami bertanya kepada Hudzaifah, "Tahukah 'Umar, pintu itu pintu yang mana?" Jawab Hudzaifah, "Ya, seperti apa yang diketahuiUmar malam ini, lepas dari besok. "
2466. Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghiffari r.a. katanya: "Rasulullah saw. menengok kami ketika kami sedang berbincang-bincang seraya bertanya:" Apa yang sedang kalian perbincangkan? "Jawab para sahabat,
"Kami berbincang-bincang tentang hari kiamat." Sabda beliau, "Kiamat tidak akan terjadi sebelum terlihat sepuluh macam tanda: (1) Ad Dukhan (asap atau kabut), (2) Dajjal (si penipu besar), (3) Dabbah (binatang melata). (4) Matahari terbit di barat. (5) 'Isa anak Maryam as turun (6) Ya'juj dan Ma'juj.(7) Gerhana di timur. (8) Gerhana di barat. (9) Gerhana di Jazirah Arab. (10) Api menyala di Yaman menghalau ummat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul). "2467. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw.bersabda:" Belum terjadi kiamat sebelum api menyala di Humi Hijaz sehingga menyinari leher unta-untadi Bushra. "
2468. Dari 'Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan pergi malam dan siang (terjadi kiamat) sebelum disembah orang kembali Latta dan 'Uzza." Tanya 'Aisyah, "Ya, Rasulullah! Bagaimana dengan firman Allah yang mengatakan:" Dia (Allah) telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk(Al Qur'an) dan dengan agama yang benar (Islam) untuk dimenangkannya atas segala agama meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai. "(At Taubah, 33). Aku menduga bahwa ketika ayat itu diturunkan, perihal orang-orang menyembah berhala telah selesai. " Jawab Rasulullah saw., "Yang demikian bakal terjadidengan kuasa Allah. Allah akan meniupkan angin yang baik, maka wafatlah setiap orang yang ada iman dalam dadanya, meskipun iman yang hanya seberat biji sawi. Sehingga yang tinggal hanyalah orang-orang yang tidak baik belaka. Lalu mereka kembali memeluk agama nenek moyang mereka. "
2469. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Demi Allah yang nyawaku dalam kuasaNya, kelak akan datang suatu masa di mana seorang pembunuh tidak tahu untuk apa dia membunuh sedang korban yang tewas tidak tahu pula karena apa dia dibunuh."
2470. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ka'bah akan dihancurkan oleh orang-orang berbetis (kaki) kecil dari Ethiopia."
2471. Dari Abu Sa'id dan Jabir bin Abdullah ra, keduanya berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Akan muncul di akhir zaman, Khalifah yang membagi-bagi harta tanpa menghitungnya."
2472. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kisra (Raja Persia) akan binasa, maka tidak ada lagi Kisra sesudah itu. Kaisar (Raja Rum) akan binasa, maka tidak ada lagi Kaisar sesudah itu. Perbendaharaan keduanya akan dibagi-bagi untuk menegakkan agama Allah (fi sabilillah ). "
2473. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik-balik batu atau pohon. Lalu kata batu atau pohon," Hai, muslim! Hai Abdullah! ini orang-orang Yahudi bersembunyidi belakangku. Ke sinilah, bunuh dia. Kecuali pohon gharqad karena pohon itu berasal dari Yahudi. "
2474. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Belum terjadi kiamat sebelum dibangkitkan para Dajjal, pembohong besar yang jumlahnya hampir 30 orang. Semuanya mengatakan bahwa mereka adalah Rasulullah."
2475. Dari 'Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu ketika kami berjalan bersama Rasulullah saw. lalu kami bertemu dengan beberapa orang anak, di antara mereka ada Ibnu Shayyad. Anak-anak lari semuanya kecuali Ibnu Shayyad, dia duduk saja. Agaknya Rasulullah saw. tidak menyukai hal itu . Maka berkataNabi saw. kepadanya, "Semoga engkau beruntung. Apakah engkau mengakui bahwa aku Rasulullah?" Jawab Ibnu Shayyad, "Tidak! Bahkan Andalah yang harus mengakui bahwa aku Rasulullah." Maka berkata 'Umar bin Khaththab, "Biarkan aku, ya Rasulullah! Kubunuh dia!" Sabda Rasulullah saw., "Jika benar apa yangdikatakannya, engkau tidak akan sanggup membunuhnya (karena mungkin dia Dajjal). "
2476. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. berbicara tentang
Dajjal di hadapan orang banyak. Sabda beliau, "Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak picek (buta matanya sebelah). Ketahuilah, sesungguhnya Al Masih Dajjal yang picek mata kanannya seperti sebuah anggur mengembang." 2477. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada seorang Nabi melainkandia mengingatkan ummatnya supaya waspada terhadap si picek pembohong besar. Ketahuilah! Dia picek, sedangkan Tuhan mu tidak picek. Antara kedua matanya tertulis 'kufu' (kafir). "
2478. Dari Hudzaifah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku lebih tahu tentang Dajjal dari Dajjal itu sendiri. Dia memiliki dua sungai yang mengalir. Yang satu terlihat oleh mata mengalirkan air putih bersih, sedang yang satu lagi terlihat bagaikan api bergejolak yang sedang mengalir. Siapayang menemukannya, harus didatanginya sungai yang tampak seperti api menyala, lalu picingkan mata, tundukkan kepala dan minumlah airnya. Maka sesungguhnya itulah air dingin. Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara kedua matanya terdapat tulisan 'kafir', yang dapat dibaca olehsetiap orang mukmin, baik yang tahu tulis baca atau tidak. "2479. Dari Hudzaifah ra, dari Nabi saw. sabdanya:" Dajjal selalu membawa air dan api. Api itu sebenarnya adalah air dingin, sedangkan air sebenarnya adalah api. Karena itu waspadalah kamu agar tidak celaka. "2480. Dari Nawas bin Sam'an rakatanya: "Pada suatu pagi Rasulullah saw. berbicara tentang Dajjal. Tempo-tempo ia merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam kelompok lebah. Petang hari kami mendatangi beliau. Beliau sudah tahu persoalan kami. Tanya beliau , "Apa kabar kalian?"Jawab kami, "Ya, Rasulullah! Tadi pagi Anda berbicara tentang Dajjal. Kadang-kadang Anda merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam kelompok lebah." Jawab Rasulullah saw., "Bukan Dajjal yang mengkhawatirkan ku terhadap kamu sekalian. Jika dia muncul,dan aku masih berada di antara kamu, tentu aku akan membelamu terhadapnya. Dan jika dia muncul, sedangkan aku sudah tidak berada di sampingmu, maka ummat manusia akan menjadi pembela atas dirinya sendiri, dan Allah Ta'ala pengganti ku menjadi pembela atas setiap orang muslim. Dajjal pemuda berambutkeriting, matanya picek. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul 'Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kamu bertemu dengannya, bacakan kepadanya awal surat Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat sunyi antara Syam dan Irak. Lalu dia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah!Karena itu teguhkan pendirianmu! "Tanya kami," Ya, Rasulullah! Berapa lama dia tinggal di bumi? "Jawab Rasulullah saw.," Empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan selebihnya seperti hari-hari kamu sekarang. "Tanya kami," Ya, Rasulullah! Ketikasehari seperti setahun, cukupkah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang? "Jawab beliau," Tidak! Tapi hitunglah bagaimana pantasnya. "Tanya kami," Berapa kecepatannya (berjalan) di bumi? "Jawab beliau," Seperti hujan ditiup angin. Dia mendatangi suatu kaum, maka diajaknya kaum itu supaya imankepadanya, lalu mereka iman dan mematuhi segala perintahnya. Diperintahkannya langit supaya hujan maka turunlah hujan. Diperintahkannya bumi supaya subur, maka tumbuhlah tanaman. Bila hari telah petang, ternak mereka pulang ke kandang dalam keadaan lebih gemuk dan dengan susu lebih besar karenacukup makan. Kemudian didatanginya kaum yang lain dan diajaknya mereka supaya iman kepadanya. Tapi mereka menolak ajakannya. Maka dia berlalu dari mereka. Besok pagi negeri mereka menjadi kering kerontang dan kekayaan mereka habis ludes. Kemudian dia lewat di suatu negeri yang telah rusak binasa. Katanya,"Keluarkan perbendaharaanmu!" Maka keluarlah seluruh kekayaan negeri itu dan pergi mengikuti Dajjal seperti pemimpin lebah diikuti rakyatnya. Kemudian dipanggilnya seorang muda remaja lalu dipukulnya dengan pedang sehingga anak muda itu belah dua dan belahannya terlempar sejauh panah dipanahkan.Dajjal memanggil tubuh yang telah terbelah itu kembali. Dia datang seutuhnya dan dengan wajah berseri-seri sambil tertawa. Sementara Dajjal asyik dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak, Allah Ta'ala membangkitkan Isa Al Masih Ibnu Maryam. Dia diturunkan Allah dekat menara putih sebelah timur Damsyiq,memakai dua pakaian berwarna, berpegang pada sayap dua malaikat. Ketika dia menundukkan kepala hujan turun, dan ketika dia mengangkat kepala berjatuhan darinya biji-biji perak bagaikan mutiara. Orang kafir tidak diperkenankan mencium bau nafasnya. Siapa yang menciumnya dia langsung mati. Bau nafasnyatercium sejauh mata memandang. Maka dicarinya Dajjal bertemu olehnya di pintu gerbang kota Lud (sebuah kota dekat Baitul Maqdis), lalu dibunuhnya Dajjal. Kemudian didatanginya kaum yang dipelihara Allah dari kejahatan Dajjal. Maka diusapnya mereka dan dikhabarkannya kepada mereka kedudukannya di surga.Allah mewahyukan kepada 'Isa as, Aku akan mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tak terkalahkan oleh siapa pun. Karena itu selamatkanlah hamba-hamba-Ku (yang saleh) ke bukit. "Lalu Allah Ta'ala membangkitkan Ya'juj dan Ma'juj. Mereka turun melanda dari tempat yang tinggi. Gelombang pertama melewati telagaThiber, lalu mereka minum habis air telaga tersebut. Kemudian lewat pula rombongan yang lain. Kata mereka, "Sesungguhnya dahulu di sini ada air." Nabi 'Isa dan para sahabat beliau terkepung sehingga sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka dari seratus dinar bagi seorang kamu hari ini (karenakekurangan makanan). Nabiyallah 'Isa dan para sahabat beliau mendoa semoga Allah Ta'ala menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj. Maka dikirim Allah kepada mereka penyakit hidung seperti pada hewan-hewan sehingga mereka mati semuanya. Kemudian Nabi 'Isa dan para sahabatnya turun ke bumi. Tapi tidak sejengkaltanah pun didapatinya melainkan penuh dengan bangkai-bangkai busuk. Nabiyallah 'Isa dan para sahabatnya mendoa semoga Allah sum menyinskan bangkai-bangkai busuk itu. Maka dikirim Allah burung-burung sebesar unta lalu diangkatnya bangkai-bangkai tersebut dan melemparkannya ke tempat yang diinginkanAllah. Kemudian diturunkan Allah hujan, sehingga meskipun rumah tanah liat dan rumah-rumah bulu dibersihkannya sehingga bumi tampak seperti kaca. Kemudian diperintahkan Allah kepada bumi, "Tumbuhkan tumbuh-tumbuhanmu dan kembalikan keberkatanMU!" Ketika itu sekelompok keluarga kenyang memakan sebuahdelima dan mereka dapat berteduh di bawah kulitnya. Rezeki mereka sangat berkah, sehingga susu seekor unta cukup untuk orang sekampung. Susu seekor sapi cukup untuk orang satu qabilah. Susu seekor domba cukup untuk sekelompok keluarga dekat. Ketika mereka sedang berada dalam keredhaan Tuhan yangdemikian, tiba-tiba Allah mengirim angin baik melewati ketiak mereka, maka tercabut ruh setiap orang mukmin dan orang muslim. Maka tinggal orang-orang jahat belaka, bercampur-baur seperti keledai. Maka ketika itu terjadilah kiamat. "2481. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra katanya:" Rasulullah saw. menceritakankepada kami suatu cerita yang panjang mengenai Dajjal. Antara lain ia menceritakan Dajjal itu datang. Dia terlarang masuk ke Madinah. Karena itu dia berhenti di sebuah kebun di pinggir kota. Pada hari itu datang kepadanya seorang pria elok. Kata pria itu, "Aku memastikan bahwa engkau adalahDajjal yang diceritakan Rasulullah saw. ke pada kami. "Kata Dajjal kepada para pengikutnya," Bagaimana pendapat kalian, jika kubunuh orang ini, aku bisa menghidupkannya kembali. Ragukah kalian akan hal itu? "Jawab mereka," Tidak! "Maka dibunuhnya orang itu, kemudian dihidupkannya kembali. Setelah hidupkembali pria itu berkata kepada Dajjal, "Demi Allah! Sekarang aku tambah yakin engkau sesungguhnya Dajjal." Dajjal hendak membunuhnya kembali, tetapi dia tidak sanggup lagi melakukannya. Kata Abu Ishaq, "Pria itu adalah Nabi Khidhir 'alaihissalam." 2482. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Tidak sebuah jua pun negeri, melainkan semua diinjak oleh Dajjal. Kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju ke sana, dijaga Malaikat dengan berbaris. Maka berhentilah Dajjal di sebuah kebun (di pinggir kota Madinah). Madinah bergoyang (gempa) tiga kali. Orang-orang kafir danorang-orang munafik keluar semuanya dari kota Madinah menemui Dajjal. "2483. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Segeralah kamu beramal sebelum terjadi enam hal: (1) Sebelum matahari terbit dari Barat. (2) Keluar asap atau kabut. (3) Keluar Dajjal. (4) Keluar Dabbah (binatangmelata). (5) Peristiwa yang menimpa diri mu sendiri (maut). (6) Peristiwa yang menimpa orang banyak (kiamat). "
2484. Dari Ma'qil bin Yasar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "beribadat masa-masa sulit sama dengan hijrah ke ku."
2485. Dari 'Abdullah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Tidak terjadi kiamat melainkan karena kejahatan manusia." 2486. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jarak waktu aku diutus dan hari kiamat seperti ini." Dia memberi isyarat dengan merapatkan telunjuk dengan jari tengah. "2487. DariAbu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Kiamat itu akan terjadi sebelum penuh bejana seseorang yang sedang memeras susu. Atau sebelum selesai dua orang yang sedang berjual-beli pakaian. Atau sebelum selesai pekerjaan seseorang yang sedang memperbaiki sumur."
2488. Dati Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dunia penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir."
2489. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. lewat di pasar melalui bagian atas. Orang banyak mengikuti dia di kiri dan di kanan. Dia bertemu dengan bangkai seekor anak kambing yang kecil kedua telinganya. Lalu dihampiri dan diambilnya anak kambing pada telinganya.Kata beliau, "Siapakah di antara kamu yang suka membeli ini dengan satu dirham?" Jawab mereka, "Kami tidak suka sedikit jua pun. Untuk apa bagi kami." Tanya dia, "Sukakah kamu diberi dengan cuma-cuma?" Jawab mereka, "Sekalipun dia hidup kami tidak akan mau, karena anak kambing itu bercacat. Keduatelinganya kecil. Apalagi dia sudah menjadi bangkai. "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah Taala dari anggapanmu terhadap bangkai ini. "2490.Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Seorang hamba (manusia) mengatakan , 'Real. ku! Hartaku! 'Padahal hartanya yang sesungguhnya hanya tiga macam: (1) Apa yang dimakannya lalu habis. (2) Apa yang dipakainya lalu lusuh. (3) Apa yang disedekahkannya lalu tersimpan (untuk akhirat). Selain dari yang tiga macam itu lenyap atau ditinggalkannya bagi orang lain. "
2491. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang mengantar jenazah ada tiga macam. Yang dua kembali, satu tinggal menemaninya. Yang mengantar adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarga dan hartanya kembali pulang dan yang tinggal menemaninya adalah amalnya. 2492. Dari 'Amrubin 'Auf ra, seorang kepercayaan Bani' Amir bin Lu-ai yang ikut perang Badar bersama Rasulullah saw. menceritakan bahwa Rasulullah saw. mengutus Abu 'Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk memungut pajak. Rasulullh saw telah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Bahrain dan mengangkat AI 'Alabin AI Hadhrami sebagai kepala pemerintahan mereka. Abu 'Ubaidah datang membawa harta dari Bahrain, dan orang-orang Anshar mendengar tentang kedatangan Abu' Ubaidah tersebut. Lalu mereka ramai-ramai mendatangi shalat Subuh bersama Rasulullah saw. Setelah selesai shalat beliau berpaling ke belakanglalu mereka berdatangan ke hadapan beliau. Rasulullah tersenyum melihat mereka, kemudian beliau bersabda, "Aku menduga tentu kamu sekalian telah mendengar bahwa Abu 'Ubaidah telah datang dari Bahrain membawa sesuatu." Jawab mereka, "Benar, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Bergembiralah dan renungkanlahapa sesungguhnya yang menggembirakan kamu. Demi Allah! Aku tidak mengkhawatirkan ke. melaratan menimpa kamu. Tetapi yang aku khawatirkan adalah bila kemewahan dunia menimpamu sebagaimana orang-orang yang sebelum kamu ditimpa kemewahan dunia. Lalu kamu berlomba-lomba (dengan kemewahan) dan kamu binasa sepertimereka. "2493. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, dari Rasulullah saw. sabdanya:" Apabila Persia dan Rum ditaklukkan, kamu akan menjadi ummat yang mana? "Kata' Abdurrahman bin 'Auf, kami menjawab:" Menjadi ummat sebagai yang diperintahkan Allah! "Sabda Rasulullah saw.," Atau mungkin tidak begitu,di mana kamu berlomba dengan kemewahan dunia, kemudian iri mengiri, kemudian saling tidak ingin tahu, kemudian saling memusuhi dan sebagainya. Kemudian kamu pergi kepada orang-orang Muhajirin yang serba melarat. Lalu kamu perbudak sebagian mereka atas sebagian yang lain. "2494. Dari Abu Hurairahr.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu melihat seseorang dikaruniai kelebihan dengan harta berlimpah dan dengan kecantikan, maka menengok pulalah kepada orang-orang yang serba kekurangan."
2495. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Menengoklah kepada orang yang lebih rendah darimu, dan jangan menengok orang yang lebih tinggi. Itulah tembok yang kokoh supaya kamu tidak menghina pemberian Allah kepada mu."
2496. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bercerita: "Ada tiga orang Bani Israil penderita cacat, masing-masing penderita kusta, berkepala botak, dan buta. Allah Ta'ala bermaksud hendak menguji mereka. Lalu Allah mengirim seorang malaikat kepada mereka. Mula-mula didatanginyapenderita kusta seraya berkata kepadanya. "Apakah yang paling engkau sukai?" Jawabnya, "Warna dan kulit yang bagus, serta kesembuhan dari penyakit yang menyebabkan orang merasa jijik kepada ku." Maka diusapnya orang itu, lalu sembuh penyakitnya. Kemudian diberinya dia warna dan kulit yang bagus. Katamalaikat, "Harta apa yang paling engkau sukai?" Jawab orang itu, "Unta!" Lalu diberinya unta bunting yang hampir beranak. Malaikat mendoakannya, "Semoga Allah memberi berkat bagi mu dengan pemberian ini." Sesudah itu malaikat mendatangi orang berkepala botak. Katanya, "Apa yang paling engkau sukai?"Jawab orang itu, "Rambut indah dan hilangnya 'aib yang menyebabkan orang benci kepada ku." Maka diusapnya orang itu, lalu hilanglah 'aib dirinya. Kemudian diberinya pula rambut yang indah. Tanya malaikat, "Harta apa yang paling engkau sukai?" Jawab orang itu, "Sapi!" Maka diberinya orang itu sapi buntingseraya berkata, "Semoga Allah memberkati kamu dengan pemberian ini." Kemudian malaikat mendatangi orang buta seraya berkata, "Apakah yang paling engkau sukai?" Jawab orang buta, "Semoga Allah mengembalikan penglihatan ku supaya aku dapat melihat orang banyak." Maka diusapnya orang buta itu, lalu diadapat melihat. Kata malaikat, "Harta apa yang paling engkau sukai?" Jawab orang buta, "Kambing." Lalu diberinya orang itu kambing serta anaknya. Maka berkembang biaklah ternak-ternak pemberian malaikat itu. Unta menjadi satu lembah penuh, sapi menjadi satu lembah penuh, dan kambing penuh satu lembah.Beberapa waktu kemudian, malaikat mendatangi si penderita kusta, dengan rupa dan kondisi seperti dia sebelumnya. Kata malaikat, "Aku seorang miskin. Dan aku kehabisan perbekalan dalam perjalanan ku yang masih jauh. Sekarang tidak ada yang dapat memberikan ku ke tujuan melainkan hanya pertolongan Allahmelalui pertolongan Anda. Karena itu ku mohon kepada Anda dengan nama Allah yang telah memberi Anda warna dan kulit yang bagus serta ternak unta. Sudilah Anda memberi ku sekadar perbekalan untuk sampai ke tujuan ku. "Jawab orang itu," Aku banyak tanggungan. "Kata malaikat," Aku seolah-olah masih ingatkepada mu. Bukankah engkau si Penderita Kusta yang dijijiki orang dahulu? Tadinya engkau miskin, lalu diberi Allah rezeki. "Jawab orang itu," Properti ini ku warisi dari nenek moyangku orang terhormat. "Kata malaikat," Jika engkau dusta, maka Allah mengembalikan mu ke kondisi mu kembali. "Kemudian didatanginyapula orang botak dengan rupa seperti rupanya dahulu seraya berkata kepadanya seperti yang dikatakan malaikat kepada penderita kusta. Orang ini menolak permintaan malaikat seperti halnya penderita kusta. Kata malaikat, "Jika engkau dusta, Allah mengembalikan mu ke kondisi mu kembali." Kemudian didatanginyapula orang buta dengan rupa dan kondisi seperti orang itu sebelumnya. Kata malaikat, "Aku miskin dan aku Ibnu Sabil. Aku kehabisan perbekalan dalam perjalanan. Tidak ada yang dapat menolong menyampaikan ke tujuan, melainkan hanya Allah, kemudian Anda. Maka ku mohon pada Anda atas nama Allah yang telah mengembalikanpenglihatan Anda, semoga Anda sudi memberikan seekor kambing supaya aku sampai ke tujuanku. "Jawab orang buta," Dahulu aku buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku dan diberi-Nya aku ternak ini. Ambillah seberapa engkau butuhkan dan tinggalkan sisanya menurut kehendak mu. Demi Allah aku tidakkeberatan sedikit jua pun terhadap apa yang Anda
ambil karena Allah. "Jawab malaikat." Tidak! Tahanlah harta Anda. Sesungguhnya aku hanya menguji Anda. Anda sungguh diridhai Allah, sedangkan kedua sahahat Anda dimurkai Allah. "
2497. Dari 'Amir bin Sa'ad r.a. katanya: "Sa'ad bin Abi Waqqash berada di peternakannya, lalu dia didatangi oleh anaknya 'Umar. Tatkala Sa'ad melihat anaknya datang dia berkata," Aku berlindung dengan Allah dari kejahatan pengendara ini. "Lalu dia turun dari untanya. Kata' Umar, "Mengapa ayah tinggaldi peternakan ini dengan unta-unta dan kambing-kambing, padahal orang berebut kekuasaan? "Maka Ditepuknya dada anaknya seraya berkata," Diamlah kamu! Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang taqwa, mencukupkan apa adanya, dan mengasingkan diri untuk lebihmemantapkan ibadah terhadap Allah Ta'ala. "
2498. Dari Abu Hurairah r.a. katanya para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah kita melihat Tuhan kelak di hari kiamat?" Tanya Rasulullah saw., "Sulitkah bagi mu melihat matahari di siang yang cerah?" Jawab mereka, "Tidak!" Tanya Rasulullah saw. "Sulitkah bagi mu melihat bulan dimalam purnama tidak berawan! "Jawab mereka," Tidak '"Sabda beliau," Maka demi Allah yang jiwaku dalam kuasanya, kamu tidak akan mendapat kesulitan sedikit jua pun melihat Tuhan mu sebagaimana tidak sulitnya bagimu melihat matahari dan bulan tersebut. "
2499. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. mendoa, "Wahai Allah! Jadikanlah rezeki keluarga Muhammad dapat memperkuat tubuh dan memadai."
2500. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Keluarga Muhammad saw. tidak pernah kenyang dari roti gandum selama dua hari berturut-turut sampai Rasulullah saw. meninggal."
2501. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Kami keluarga Muhammad saw. pernah selama sebulan tidak menyalakan api (untuk memasak) selain hanya makan kurma dengan air."
2502. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Orang-orang yang berusaha mencari nafkah untuk perempuan-perempuan yang tidak (belum) bersuami dan untuk orang-orang miskin, sama dengan orang-orang yang berperang fi sabilillah." 2503. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang-orangyang bertanggung jawab mengurus anak yatim, baik dari keluarga sendiri atau tidak, maka aku dan dia seperti dua ini kelak di surga. "Dan beliau memberi isyarat dengan merapatkan jari telunjuk dan jari tengah (artinya dekat)."
2504. Dari Muhammad bin Labid r.a. katanya: "Ketika 'Usman bin' Affan bermaksud hendak merombak masjid (Madinah), orang banyak tidak setuju. Mereka lebih suka membiarkannya sebagaimana adanya. Maka berkata 'Usman, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Siapa membangun masjid karena Allah, makaAllah membuat pula baginya rumah seperti itu di surga. "
2505. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: "Aku tidak butuh sekutu dalam segala sesuatu. Karena itu siapa yang mengamalkan suatu amalan, lalu dia menyekutukan-Ku dalam amalnya itu dengan selain-Ku, maka Kutinggalkan amalnya itu padanya danpada sekutunya. "2506. Dari Ibnu 'Abbas ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa beramal karena ingin didengar (ingin porpular), maka Allah akan memperdengarkannya. Dan siapa beramal karena ingin dilihat (dipuji), maka Allah akan memperlihatkannya. "
2507. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang hamba (manusia) yang berbicara dengan pembicaraan yang belum jelas baginya (fakta dan akibatnya), maka dia akan terlempar ke neraka sejauh antara timur dan barat."
2508. Dari Usamah bin Zaid r.a. katanya dia ditanya orang: "Mengapa Anda tidak menghadap kepada Usman sehingga Anda dapat berbicara dengannya?" Jawab Usamah, "Apakah kamu mengira bahwa aku tidak berani berbicara dengannya kecuali bila kamu dengar? Demi Allah, aku telah berbicara empat mata dengannya tanpamenyebut-nyebut hal yang tidak kusukai, yaitu supaya aku sebagai orang satu yang memulainya, dan aku tidak pernah mengatakan kepada seseorang bahwa dia sebagai Amir (penguasa). Sesungguhnya dia adalah orang yang terbaik. Yaitu setelah aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamatseseorang akan dihadapkan, lalu dia dilemparkan ke neraka. Yang tersebar isi perutnya out, lalu diputar-putar seperti keledai memutar kilangan. Maka berkumpul ke dekatnya penduduk neraka, lalu mereka bertanya, "Hai Fulan! Apa dosamu? Tidakkah engkau menyuruh dengan yang ma'ruf (baik) dan mencegahyang mungkar? "Jawabnya," Ada! Aku menyuruh yang ma'ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakan. Dan aku melarang yang mungkar tapi aku sendiri melanggarnya. "
2509. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Dua orang lelaki bersin dekat Nabi saw. lalu yang satu ditasymitkan oleh beliau sedangkan yang satu lagi tidak. Maka bertanya orang yang tidak ditasymitkan beliau," Si Fulan bersin Anda tasymitkan, tetapi aku bersin tidak Anda tasymitkan. Mengapa begitu, ya Rasulullah? "Jawab beliau, "Yang ini sesudah bersin dia memuji Allah, sedangkan kamu tidak." 2510. Dari Abu Sa'id Al Khudri, dari bapaknya r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu menguap, maka hendaklah dia menutup mulutnya karena setan bisa masuk."
2511. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu menguap dalam shalat, maka harus ditahannya sedapat mungkin, karena setan bisa masuk."
2512. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Jin dijadikan dari marij (api). Dan Adam telah dijelaskan kepada mu (yaitu dari tanah)."
2513. Dari Abu Hurailah ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Suatu ummat dari Bani Israil lenyap. Tidak diketahui apa yang terjadi dan tidak terlihat bekas yang tertinggal selain tikus. Tahukah kamu, jika diberikan kepadanya susu unta tidak diminumnya. Dan ketika diberikan kepadanya susu kambingdiminumnya. "
2514.Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang mukmin tidak digigit ular dua kali dari satu lubang."
2515. Dari Shubaib r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh menakjubkan orang-orang mukmin, karena pekerjaannya semuanya baik. Yang demikian akan ada pada orang lain kecuali hanya pada orang mukmin. Karena ketika dia berhasil (sukses) dia bersyukur. Dan ketika dia ditimpa kesulitandia sabar. Itulah (rahasia) kebaikannya. "2516. Dui. Abdurrahman bin Abu Bakrah dan bapaknya ra. Katanya seorang laki-Iaki memuji orang lain dekat Nabi saw., Lalu Nabi saw. Berkata kepadanya," Celaka kamu. Berarti kamu memenggal leher saudaramu. Kata-kata itu diucapkan beliau berulang kali. Apabilaseseorang kamu memuji saudaranya, seharusnya dia berkata, 'Cukuplah bagi si Fulan Allah saja yang menilainya. Tidak ada yang lebih pantas menilainya selain Allah Taala, sekalipun temannya tahu dia begini dan begitu. "2517. Dari Hammam bin Harits ra katanya ada seorang laki-Iaki memuji 'Usman. Laluberdiri Miqdad ke dekat orang itu. Sedangkan orang tersebut tinggi besar. Maka diserakkannya tanah ke wajah orang itu. Kata 'Usman, "Mengapa engkau lakukan itu, hai Miqdad?" Jawab Miqdad, "Rasulullah saw. Telah bersabda:" Apabila kamu melihat sese orang memuji-muji temannya, serakkan tanah ke mukanya. "
2518. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan ditulis kata-kataku. Siapa yang menulis kata-Kataku selain Al Qur'an, harus dihapusnya. Sampaikanlah ucapan-ucapanku, tidak mengapa- Tapi siapa yang sengaja berdusta atas kata-kataku dia telah memilih tempatnya di neraka."
2519. Dari Shuhaib r.a. katanya Rasulullah saw. bercerita: "Pada zaman dahulu ada seorang raja memiliki seorang tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu bertambah lanjut, dia mengatakan kepada raja," Aku sudah tua. Karena itu kirimlah kepadaku seorang pemuda supaya ku ajari dia ilmu sihir. "Maka dikirimlahkepadanya oleh raja seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir. Di jalan yang dilalui si pemuda setiap hari akan pergi belajar sihir ada seorang pendeta. Si pemuda selalu singah ke tempat pendeta tersebut dan menyimak ajaran-ajarannya. Ternyata ajaran pendeta tersebut sangat dikagumi si pemuda. Apabiladia terlambat sampai ke tukang sihir, dia dipukul oleh tukang sihir. Hal itu diadukannya kepada pendeta. Kata pendeta, "Jika engkau takut dimarahi tukang sihir katakan kepadanya bahwa engkau terlambat karena hambatan keluarga. Dan jika engkau takut dimarahi keluargamu, katakan bahwa engkau terlambatpulang karena tukang sihir. "Sementara kondisi berjalan demikian rupa, pada suatu hari muncul seekor binatang besar menghambat orang banyak lalu lintas di jalan raya. Kata si pemuda," Hari ini aku harus tahu, mana yang lebih ampuh ilmu tukang sihir dengan ilmu pendeta. "Maka mencuri batu lalu diamendoa, "Wahai Allah! Jika ilmu pendeta yang lebih Engkau sukai dari ilmu tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini agar masyarakat dapat lalu." Lalu dilemparnya binatang itu dan mati seketika itu juga, sehingga orang dapat lalu. Si pemuda datang ke pendeta menceritakan peristiwa yang barudialaminya. Kata pendeta, "Hai anak ku! Mulai hari ini ternyata engkau lebih unggul dari ku. Engkau telah mencapai target yang ku duga. Tetapi engkau akan mendapat ujian. Jika engkau diuji, janganlah engkau mengatakan bahwa aku gurumu. Si pemuda sudah pandai mengobati orang bisu , mengobati penyakitkusta, dan mengobati berbagai penyakit orang banyak. Hal itu terdengar oleh seorang Menteri Raja yang buta matanya. Yang didatanginya si pemuda dengan membawa berbagai hadiah yang banyak. Katanya, "Jika engkau dapat menyembuhkan dari kebutaan, maka kado ini ku berikan kepada mu." Jawab pemuda,Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang. Yang menyembuhkan sesungguhnya hanya Allah. Anda ingin iman kepada Allah, aku akan mendoa semoga Dia berkenan menyembuhkan Anda. "Maka imanlah dia kepada Allah, lalu Allah Ta'ala menyembuhkannya. Kemudian Menteri Raja datang ke acara raja sebagaimana biasa. SangRaja bertanya, "Siapa yang mengembalikan penglihatanmu?" Jawab Menteri, "Tuhan ku!" Titah Raja, "Engkau punya Tuhan selain aku?" Jawab Menteri, "Tuhan ku dan Tuhan Anda adalah Allah!" Maka disiksanya Menteri tersebut sehingga dia terpaksa menunjukkan pemuda yang mengobatinya. Maka digiringlahsi pemuda ke hadapan raja. Titah Raja, "Hai anak ku! Sungguh hebat ilmu sihirmu. Engkau dapat menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penderita kusta, dan engkau telah berjasa begini dan begitu." Jawab pemuda "Aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Sesungguhnya yang menyembuhkan hanya Allah Ta'ala semata."Maka disiksanya lah si pemuda sehingga dia terpaksa menunjukkan pendeta. Maka digiring pula pendeta ke hadapan raja. Titah Raja, "Keluarlah (murtadlah) dari agamamu. Pendeta menolak perintah raja tersebut. Raja memerintahkan supaya mengambil gergaji dan diletakkan di tengah-tengah kepala pendeta. Laludibelah kepalanya sehingga kedua belahannya jatuh. Kemudian dihadapkan pula Menteri Raja. Maka diperintahkan kepadanya, "Keluarlah (murtadlah) kamu dari agamamu!" Menteri Raja menolak. Maka diletakkan gergaji di tengah-tengah kepalanya, lalu dibelah sehingga kepalanya jatuh. Kemudian dihadapkan si pemuda.Maka diperintahkan pula kepadanya, "Keluarlah kalian dari agamamu!" Tapi si pemuda menolak lalu dia diserahkan kepada para pengawal raja. Titah Raja, "Bawa dia ke puncak-puncak gunung. Sampai di sana, jika dia ingin keluar dari agamanya, jangan diapa-apakan. Tapi jika dia menolak, lemparkan ke jurangyang dalam. Maka berangkatlah mereka membawa si pemuda ke puncak gunung. Sementara itu si pemuda mendoa, "Wahai Allah, selamatkanlah aku dari kejahatan mereka dengan cara apa saja yang Engkau kehendaki." Maka Bergoncanglah (gempa) gunung, sehingga para pengawal raja jatuh semuanya ke jurang. Dan sipemuda pulang kembali ke istana raja dengan berjalan kaki. Raja bertanya, "Mana para pengawal, apa yang terjadi dengan mereka?" Jawab pemuda, "Allah menyelamatkan dari kejahatan mereka." Maka diserahkannya si pemuda kepada para pengawal yang lain dengan titahnya, "Bawa dia dengan perahu ke tengah-tengahsamudra. Jika dia ingin keluar dari agamanya, biarkan dia. Tapi jika dia menolak, lemparkan dia di laut. Maka berangkatlah mereka membawa si pemuda. Si Pemuda mendoa, "Wahai Allah! Selamatkanlah aku dari kejahatan mereka dengan cara bagaimanapun Engkau kehendaki." Maka terbaliklah perahu mereka sehinggapara penjaga tenggelam semuanya. Si pemuda pulang kembali ke istana raja dengan berjalan kaki. Tanya Raja, "Ke mana para pengawal, apa yang terjadi?" Jawab pemuda, "Allah melindungi ku dari kejahatan mereka." Kata pemuda kepada raja, "Anda tidak akan dapat membunuh ku sebelum Anda lakukan perintahku. "Tanya Raja," Apa itu? "Jawab pemuda," Kumpulkan sisa orang di suatu bandara. Lalu salib aku di situ pada sebatang pohon. Kemudian ambil panah dari tempat panah ku dan letakkan di busur dengan membaca: Bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, Tuhan Pemuda ini). Sesudah itu panahlahaku. Bila Anda lakukan seperti itu maka Anda akan berhasil membunuh ku. "Maka dikumpulkannya lah seluruh rakyat di suatu lapangan. Lalu disalibnya si pemuda pada sebatang pohon. Kemudian di ambilnya panah lalu dipasangnya pada busur dengan membaca: Bismillahi rabbil ghulam. Maka dipanahnya lah si pemuda ,kena pelipisnya. Si pemuda menempatkan tangannya di tempat yang kena panah lalu dia tewas. Maka berkata orang banyak, "Kami iman dengan Tuhan si pemuda! Kami iman dengan Tuhan si pemuda! Kami iman dengan Tuhan si pemuda!" Pernyataan rakyat tersebut dikabarkan orang kepada raja. Kata mereka, "TahukahAnda, bahwa apa yang Anda takutkan selama ini sungguh telah terjadi. Rakyat telah menyatakan iman kepada Allah. "Maka diperintahkan oleh Raja sehingga membuat parit di pintu-pintu jalan utama, lalu dibuat orang parit yang di dalamnya dinyalakan api. Titah raja," Siapa tidak keluar dari agamanya, lemparkandan bakar mereka dalam parit. "Maka dilaksanakanlah perintah raja tersebut. Pada giliran seorang wanita yang sedang menggendong bayi, wanita itu mundur maju akan masuk ke dalam parit. Maka berkata bayinya," Wahai ibu! Tabahkanlah hati ibu karena ibu berada dalam kebenaran. "
2520. Dari Thariq bin Syihab r.a. katanya seorang pria Yahudi datang kepada Khalifah 'Umar seraya berkata, "Ada sebuah ayat dalam Kitab Anda (Al Quran) yang selalu Anda baca, seandainya ayat itu turun kepada kami kaum Yahudi, niscaya kami jadikan hari turun ayat itu sebagai hari besar kami." Tanya'Umar, "Ayat apa itu?" Jawabnya, "Hari ini Ku-sempurnakan bagimu agamamu dan Ku-sempurnakan atasmu nikmatKu dan Aku rela Islam menjadi agamamu." (Al Maidah, 5: 3). Kata 'Umar, "Aku tahu hari dan tempat ayat itu diturunkan. Ayat itu diturunkan kepada Raaulullah saw. Di' Arafah pada hari Jumat."
2521. Dari Ubaidillah bin 'Abdullah bin' Utbah ra katanya Ibnu 'Abbas bertanya kepadanya, "Tahukah kamu sebuah surah dalam Al Quran yang di turunkan seutuhnya satu surah dan terakhir sekali?" Jawab 'Ubaid, "Tahu! Yaitu surat Idza jaa anashrullahi wal fath (Surat An Nashr)." Kata Ibnu 'Abbas, "Engkaubetul. "
2521. Dari Ubaidillah bin 'Abdullah bin' Utbah ra katanya Ibnu 'Abbas bertanya kepadanya, "Tahukah kamu sebuah surat dalam Al Quran yang di turunkan seutuhnya satu surat dan terakhir sekali?" Jawab 'Ubaid, "Tahu! Yaitu surat Idza jaa anashrullahi wal fath (Surat An Nashr)." Kata Ibnu 'Abbas, "Engkaubetul. "
1. Dari Yahya bin Ya'mar ra, katanya: "Orang yang pertama kali bicara di Bashrah menentang adanya 'Qadar, adalah Ma'bad Al Juhani. Maka pada suatu ketika, aku dan Humaid bin Abdurrahman Al Hamairi, sama-sama pergi haji atau 'umrah. Kami berdua sepakat, jikalau bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullahsaw., kami akan menanyakan kepada mereka masalah 'Qadar' itu. Justru kami bertemu di dalam masjid, dengan 'Abdullah bin' Umar bin Khaththab. Kami langsung mendekati dan mengapitnya di kanan-kiri beliau. Dalam pada itu aku telah menduga, bahwa sahabatku Humaid akan menyerahkan pembicaraan kepada ku.Kataku kepada Abu 'Abdurrahman, "Telah muncul di hadapan kita para pembaca Al Qur'an dan para ilmuwan. Mereka mendakwakan bahwa' Qadar itu tidak ada. Segala sesuatu terjadi menurut kodratnya, tanpa didahului Qadar 'dan Ilmu Allah." Jawab 'Abdullah bin' Umar, "Bila engkau bertemu dengan mereka, katakanbahwa aku tidak sependapat dengan mereka. Demi Allah! Kalaulah mereka memiliki sebungkal emas, kemudian emas itu dinafkahkannya, maka Allah swt. tidak akan menerima nafkah mereka itu sehingga mereka iman dengan 'Qadar'. "Kemudian dilanjutkannya,
"Ayahku 'Umar bin Khaththab, menceritakan kepada ku sebagai berikut:
Pada suatu hari ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah saw., Sekonyong-konyong muncul di hadapan kami seorang pria berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk ke dekat Nabisaw., lalu disandarkannya lututnya ke lutut Nabi, dan diletakkannya kedua telapak tangannya ke pahanya. "Dia berujar," Ya, Muhammad! Terangkanlah kepadaku tentang Islam. "Jawab Nabi saw.," Islam adalah: (1) Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; (2) Mendirikan shalat; (3)Membayar zakat; (4) Puasa Ramadhan; dan (5) Haji ke Baitullah, jika engkau sanggup melaksanakannya. "" Engkau benar! "kata orang itu. Kata ayahku," Kami heran terhadap orang itu; dia yang bertanya tapi dia pula yang mengatakan benar. "Kemudian orang itu berkata pula," Terangkanlah kepadaku tentangIman! "Jawab Nabi saw.," Iman adalah: (1) Iman dengan Allah; (2) Iman dengan para malaikat-Nya; (3) Iman dengan
Kitab-kitab-Nya; (4) Iman dengan para Rasul-Nya; (5) Iman dengan
qadar baik maupun buruk. "Kata orang itu," Engkau benar! "Kemudian dia berkata pula," Terangkanlah kepadaku tentang Ihsan! ". Jawab Nabi saw.," Ihsan adalah: menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu. "Katanya pula," Terangkanlah kepadaku tentang Kiamat! "Jawab Nabi saw.," Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. "Katanya," Terangkanlah kepadaku tanda-tandanya! "Jawab Nabi saw.," Apabila hamba-sahaya perempuan telah melahirkan majikannya, dan ketika orang-orang dusun yang melarat telah bermewah-mewah di gedung-gedungnan indah. "Kata ayahku," Kemudian orang itu berlalu. Tapi tidak berapa lama antaranya, Rasulullah saw. bertanya kepada ku, "Tahukah engkau, siapakah gerangan yang bertanya itu?" Jawab ku, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Sabda Rasulullah saw., "Dia adalah Jibril. Dia datang kepada mu mengajarkanagamamu. "
2. Dari Abu Hurairah ra, kata nya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Tampak sedang berkumpul dengan orang banyak. Sekonyong-konyong datang kepadanya seorang laki-laki, lalu dia bertanya: Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Iman?" Jawab Nabi saw., "Iman adalah: (1) Iman dengan Allah; (2) Iman denganpara malaikat-Nya; (3) Iman dengan Kitab-kitab-Nya; (4) Iman akan menemui-Nya; (5) Iman dengan para Rasul-Nya; dan (6) Iman dengan konsekuensi di akhirat. "Dia bertanya pula," Apakah yang dikatakan Islam? "Jawab Rasulullah saw.," Islam adalah: (1) Menyembah Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya denganyang lain-lain; (2) Menegakkan shalat fardhu; (3) Membayar zakat wajib; (4) Puasa Ramadhan. "Tanyanya pula," Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Ihsan? "Jawab Nabi saw.," Menyembah Allah seolah-olah engkau melihatNya. Sekalipun engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. "Tanyanya pula,"Kapan terjadi hari Kiamat?" Jawab Nabi saw., "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi akan kuterangkan kepada mu tanda-tandanya: (1) Apabila hamba-sahaya perempuan telah melahirkan majikannya, itu adalah salah satu tandanya; (2) Apabila orang miskin yang hina-dina telahmenjadi pemimpin, itu juga termasuk tanda-tandanya. (3) Apabila gembala ternak yang hina, telah bermewah-mewah di gedung nan indah, itu pun termasuk tanda-tandanya. Selanjutnya, ada lima hal yang tidak seorang pun dapat mengetahuinya selain Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat: "SesungguhnyaAllah, hanya Dia sajalah yang mengetahui tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok; dan tidak ada seorang pun pula yang dapat mengetahui di bumi mana iaakan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. "(Luqman: 34) Kemudian orang itu berlalu. Maka bersabda Rasulullah saw.," Panggil orang itu kembali! "Para sahabat berusaha mencari orang itu untuk memanggilnya kembali, tetapi mereka tidak melihatnya lagi. Maka bersabda Rasulullah saw.,"Itulah Jibril. Dia datang mengajarkan agama kepada orang banyak."
3. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw, bersabda: "Bertanyalah kepadaku!" Karena itu para sahabat berebut hendak bertanya. Tapi sekonyong.konyong muncul seorang laki-laki, lalu dia duduk dekat lutut Nabi saw. dan bertanya, "Apakah yang dikatakan Islam?" Jawab Nabi saw., "(1) Jangan mempersekutukanAllah dengan sesuatu; (2) Tegakkan shalat; (3) Bayarkan zakat; dan (4) Puasa bulan Ramadhan, "Kata orang itu," Engkau benar! "Lalu dia bertanya pula," Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Iman? "Jawab Nabi saw.," (1) Iman dengan Allah; (2) Iman dengan para malaikat-Nya; (3) Iman dengan kitab-kitab-Nya;(4) Iman akan bertemu dengan-Nya; (5) Iman dengan para Rasul-Nya; (6) Iman dengan berbangkit; dan (7) Iman dengan harga semuanya. "" Engkau benar! "ujar orang itu. Tanyanya pula," Ya, Rasulullah! Apakah yang dikatakan Ihsan? "Jawab Rasulullah saw.," Hendaklah engkau takut kepada Allah seolah-olah engkaumelihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu. "" Engkau benar! "Katanya. Tanyanya pula," Ya, Rasulullah! Bilakah terjadi Kiamat? "Jawab Rasulullah saw.," Orang yang ditanya tentang hal itu, tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tetapi akan kuterangkan kepada mu tanda-tandanya:(1) Apabila engkau lihat budak perempuan,
melahirkan majikannya, itu salah satu dari tanda-tandanya; (2) Apabila engkau lihat orang-orang bodoh yang miskin menjadi raja di bumi, itu pun termasuk tanda-tandanya; (3) Apabila engkau lihat gembala-gembala ternak telah bermewah-mewah di gedung-gedung nan indah, yang demikian itu juga termasuktanda-tandanya. "Kemudian, ada lima hal ghaib yang tidak dapat diketahui orang selain Allah. Lalu Rasulullah membaca ayat:" Sesungguhnya Allah, hanya Dia sajalah yang mengetahui tentang hari kiamat; Dialah yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui apa yang dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yangdapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok; dan tidak ada seorang pun pula yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. "(Luqman: 34) Kemudian orang itu pergi. Maka bersabda Rasulullah saw.," Panggillah orang itu kembali! "Parasahabat berusaha mencarinya, tetapi mereka tidak mendapatkannya lagi. Maka bersabda Rasulullah saw., "Itulah Jibril! Dia sengaja datang hendak mengajarkan agama kepada Anda sekalian, karena Anda tidak menanyakannya."
4. Dari Thalhah bin Ubaidillah ra, katanya: "Seorang pria penduduk Nejed datang kepada Rasulullah saw. Dengan rambut kusut. Kami mendengar suaranya, tetapi tidak jelas bagi kami apa yang dikatakannya. Akhirnya dia mendekat kepada Rasulullah saw., Kiranya dia menanyakan perihal Islam . Jawab Rasulullahsaw., "Shalat lima kali sehari semalam." Tanya orang itu, "Apakah kewajiban kami selain itu?" Jawab Nabi saw., "Tidak! Kecuali jika engkau mau shalat sunnah." Kata beliau selanjutnya, "Puasa bulan Ramadhan." Tanya orang itu, "Apakah kewajiban kami selain itu?" Jawab Nabi saw., "Tidak! Kecualijika engkau ingin puasa sunat. "Nabi saw. melanjutkan pula," Zakat. "Tanya orang itu," Apakah kewajiban kami selain itu? "jawab Nabi saw.," Tidak! Kecuali jika engkau ingin bersedekah sunat. "Kata Thalhah," Kemudian orang itu berlalu sambil berkata: "Demi Allah! Apa yang diajarkan Rasulullah itu tidakakan kutambah dan tidak akan ku kurangi. "Sabda Rasulullah saw.," Beruntunglah dia, jika apa yang diucapkannya itu benar-benar ditepatinya. "
5. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami dilarang Rasulullah
saw. bertanya sesuatu kepadanya. Karena itu kami mengharapkan kedatangan orang dusun yang cerdas yang akan bertanya kepada beliau, sehingga kami dapat mendengarkannya. Lantas, pada suatu ketika datang
seorang pria penduduk dusun. Dia berujar, "Ya, Muhammad telah datang kepada kami utusan Anda. Dia mengatakan kepada kami, bahwa Anda utusan Allah." Jawab Nabi saw., "Ya, benar!" Tanya orang itu, "Siapa yang membuat langit?" Jawab Nabi saw., "Allah!" Dia bertanya pula, "Siapa yang membuat bumi?"Jawab Nabi saw., "Allah!" Tanyanya lagi, "Siapakah yang menancapkan gunung-gunung ini, dan yang membuat segala isinya?" Jawab Nabi saw., "Allah!" Ujar orang itu, "Demi Yang menjadikan langit dan bumi, dan Yang menancapkan gunung-gunung ini, sungguhkah Allah yang mengutus Anda?" Jawab Nabi saw., "Ya,benar! "Kata orang itu pula," Utusan Anda mengatakan, kami wajib shalat lima kali sehari semalam. "Jawab Nabi saw.," Ya, benar! "Ujar orang
itu, "Demi Yang telah mengutus Anda, sungguhkah Allah yang memerintahkan kepada Anda?" Jawab Nabi saw., "Ya, benar!" Kata orang itu pula, "Utusan Anda mengatakan, bahwa kami wajib membayar Zakat harta kami." Jawab Nabi saw., "Ya, benar!" Kata orang itu, "Demi Yang telah mengutus Anda, sungguhkah Allahyang memerintahkan kepada Anda? "Jawab Nabi saw.," Ya, benar! "Ujar orang itu pula," Utusan Anda mengatakan, bahwa kami wajib puasa sebulan Ramadhan setiap tahun. "
Jawab Nabi saw. "Ya, benar!" Kata orang itu, "Demi Yang mengutus Anda, sungguhkah Allah yang memerintahkannya kepada Anda?" Jawab Nabi saw., "Ya, benar" Kata orang itu pula, "Utusan Anda juga mengatakan, bahwa kami wajib Haji ke Baitullah, ketika kami sanggup melaksanakannya." Jawab Nabi saw., "Ya, benar!"Kata Anas, "Sesudah itu, orang itu pun berlalu sambil berujar: Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi semuanya." Maka bersabda Nabi saw., "Jika apa yang dikatakannya itu benar-benar ditepatinya, niscaya dia masuk surga."
6. Dari Abu Ayyub ra, katanya: "Seorang Arab dari pedalaman datang kepada Rasulullah saw., Ketika ia sedang dalam perjalanan; lalu orang itu memegang tali kekang unta yang dikendarai Nabi saw. Kata
nya, "Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang dapat mendekatkan ku ke surga, dan menjauhkan ku dari neraka." Kata Abu Ayyub,
"Karena itu Nabi saw. Berhenti, kemudian ia memandang kepada para sahabatnya dan berkata:" Sesungguhnya dia telah diberi taufik. ' Kemudian Nabi saw. berkata kepada orang itu, "Apa kata Anda?" Orang itu pun mengulang permintaannya. Maka sabda Nabi saw., "Sembahlah Allah dan
jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu; tegakkan shalat, membayar zakat dan hubungkan silaturrahim. Nah, sekarang tinggalkanlah unta ku! "
7. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang Arab dusun datang kepada Rasulullah saw., Lalu berujar:" Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang bila kuamalkan maka aku masuk surga karenanya. "Jawab Nabi saw.," Sembahlah Allah, jangan dipersekutukan dengan -nya sesuatu. Dirikan shalat wajib, bayar zakatfardhu dan puasalah bulan Ramadhan. "Kata orang itu," Demi Allah, yang diri ku di tangan-Nya, tidak akan kutambah dan tidak akan ku kurangi. "Ketika orang itu telah pergi, Nabi saw. bersabda," Siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah orang itu. "
8. Dari Jabir ra, katanya Nu'man bin Qawqal datang bertanya
kepada Rasulullah saw., katanya: "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda, ketika aku telah melakukan shalat wajib, telah mengharamkan yang haram serta menghalalkan yang halal, dapatkah aku masuk surga?"
Jawab Nabi saw., "Ya, benar!"
9. Dari Jabir ra, katanya seorang pria bertanya kepada
Rasulullah saw., "Ketika aku telah melakukan semua shalat wajib, dan berpuasa Ramadhan, aku halalkan yang halal dan aku haramkan yang haram,
dan tidak kutambah yang demikian itu dengan yang lain, dapatkah aku masuk surga? "Jawab Nabi saw.," Ya, bisa! "Kata orang itu," Demi Allah! Tidak akan kutambah yang demikian dengan yang lain. "
10. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Islam dibangun
atas lima hal: Mengesakan Allah, Mendirikan shalat, membayar zakat, Puasa Ramadhan, dan haji. Bertanya seorang pria, "Bukankah haji dan
puasa Ramadhan? "Jawab Ibnu 'Umar," Tidak! Tetapi puasa Ramadhan dan Haji. Begitulah yang aku dengar dari Rasulullah saw. "
11. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Islam dibangun
atas lima hal: Menyembah Allah dan mengkafiri lain-Nya; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Haji ke Bait; dan Puasa Ramadhan. "
12. Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Islam dibangun atas lima hal:" Pengakuan (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Haji ke Bait; Puasa Ramadhan. "
13. 'Ikrimah bin Khalid mengabarkan kepada Thawus, bahwa
seorang pria berkata kepada 'Abdullah bin Umar ra, katanya: "Kenapa Anda tidak pergi berperang?" Jawab 'Abdullah, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, bahwa Islam dibangun atas lima hal: Pengakuan (syahadat) tidak ada Tuhan selain Allah; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Puasa Ramadhan; Hajike Bait. "
14. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Utusan' Abdul Qais datang
menghadap kepada Rasulullah saw., lalu mereka berkata: "Ya, Rasulullah! Kami ini utusan suku Rabi'ah. Antara desa kami dan tempat tinggal Anda (Madinah) terdapat perkampungan suku Mudhar yang masih kafir. Karena itu kami tidak leluasa menemukan Anda kecuali pada bulan haram. Oleh sebab itu berilahkami tugas untuk kami laksanakan, dan agar warga kami dapat pula kami ajak melaksanakannya. "Jawab Nabi saw.," Kuperintahkan kepada Anda sekalian empat hal, dan kularang empat hal. Kuperintahkan kepada Anda sekalian supaya Iman dengan Allah. "Kemudian Nabi saw. Menjelaskan Perincian Iman itukepada mereka. Sabda beliau: Mengakui (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Menyerahkan seperlima harta rampasan (ke Raitul Mal). Aku larang Anda sekalian dari pembuatan arak di dalam labu, guci dari tanah, pot kayu, dan di dalambelanga yang dicat dengan plinkut. "
15. Dari Abu Jamrah ra, katanya: "Aku bertugas menjadi penerjemah Ibnu 'Abbas dengan orang banyak. Pada suatu ketika datang kepadanya seorang wanita bertanya perihal" nabidzil jarri "(minuman keras). Jawab Ibnu' Abbas," Sesungguhnya para utusan 'Abdul Qais pernah datang kepada Rasulullah saw., laluia bertanya kepada mereka. Dari manakah Anda sekalian? "Jawab mereka," Kami utusan suku Rabi'ah. "" Selamat datang para utusan; jangan merasa malu-malu, "ujar Nabi. Kata mereka," Ya, Rasulullah! Kami datang dari tempat yang jauh. Antara tempat kami dan tempat Anda ini terdapat perkampungan suku Mudharyang masih kafir. Kami tidak dapat mendatangi Anda kecuali pada bulan-bulan haram. Karena itu berilah kami suatu tugas nyata yang akan kami sampaikan kepada orang-orang desa kami sehingga kami masuk surga. "Kata Ibnu 'Abbas," Rasulullah saw. memerintahkan kepada mereka empat hal, dan melarangmereka dari empat hal. "Katanya," Rasulullah memerintahkan mereka supaya iman dengan Allah, satu-satu-Nya. "Rasulullah saw. bertanya," Tahukah Anda sekalian, apakah yang dimaksud dengan Iman? "Jawab mereka," Allah dan Rasul-Nya -lah yang lebih tahu. "Sabda Rasulullah saw .: Syahadat (pengakuan) bahwatidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; Mendirikan shalat; Puasa Ramadhan; Menyerahkan seperlima harta rampasan (ke Baitul Mal). Rasulullah saw. melarang mereka membuat anggur di dalam labu, di dalam guci, di dalam pot kayu dan di dalam belanga yang dicat dengan plinkut. "Nah, ingatlahdan sampaikan kepada angkatan sesudah Anda! "16. Dari Mu'adz ra, katanya:" Rasulullah saw. mengutus ku (ke negeri Yaman Sabda beliau, "Engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab. Ajaklah mereka mengakui (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain
Allah, dan bahwa aku Rasulullah. Jika mereka telah mematuhi yang demikian, maka ajarkanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka salat lima kali sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi yang demikian, ajarkanlah bahwa Allah mewajibkan kepada mereka membayar zakat, diambil dari orang-orang kayamereka lalu diberikan kepada orang-orang fakir. Jika mereka telah mematuhi yang demikian, maka hati-hatilah engkau terhadap harta mereka yang terbaik. Dan jagalah diri mu dari doa orang-orang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada dinding.
17. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Tatkala Rasulullah saw. Mengutus Mu'adz ke negeri Yaman, beliau bersabda: Engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab. Pertama-tama, ajaklah mereka menyembah Allah' Azza wa Jalla. Ketika mereka telah mengenal Allah, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkankepada mereka shalat lima kali sehari semalam. Bila yang demikian telah mereka lakukan, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka membayar zakat, diambil dari orang-orang kaya, lalu diberikan kepada orang-orang fakir. Bila mereka telah mematuhinya, maka laksanakanlah itu dan jauhilahharta mereka yang paling baik.
18. Dari Abu Hurairah r.a., kata. nya: "Setelah Rasulullah saw.
wafat, dan Abu Bakar r.a. telah diangkat jadi Khalifah (pengganti), sebagian bangsa Arab kafir kembali (murtad). 'Umar bin Khaththab r.a. berkata kepada Abu Bakar, "Kenapa Anda akan perangi orang-orang itu, padahal Rasulullah saw. telah bersabda: Aku diperintahkan memerangi manusia sehingga merekamengucapkan "La ilaha illallah". Karena itu, siapa yang telah mengucapkan "La ilaha illallah" harus dilindungi harta dan jiwanya, kecuali ketika dia melanggar hukum; dan perhitungannya terserah pada Allah. "Jawab Abu Bakar," Demi Allah! Akan ku perangi orang-orang yang membeda-bedakan perintahshalat dan zakat. Sesungguhnya zakat itu adalah kewajiban tentang harta. "Demi Allah! Sekalipun mereka hanya menolak memberikan tali unta yang pernah mereka berikan kepada Rasulullah saw., Akan ku perangi juga mereka." Jawab 'Umar ra, "Demi Allah! Kini barulah aku tahu, sesungguhnya Allah' Azza walalla memberi petunjuk kepada Abu Bakar untuk berperang. Dan sekarang aku yakin, dialah yang benar. "
19. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Aku diperintahkan memerangi manusia, sehingga mereka mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, percaya kepada ku, dan dengan agama yang ku bawa. Ketika mereka telah berlaku demikian, darah dan harta mereka harus dilindungi, kecuali apabila mereka melanggar hukum; sedangkan perhitungan mereka terserahpada Allah. "
20. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Bila yang demikian itu telah mereka
lakukan, terpeliharalah darah dan harta mereka olehku, kecuali karena alasan-alasan hukum; sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah. "
21. Dari Abu Malik La., Dari ayahnya, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengucapkan La ilaha illallah, dan dia kafir dengan sembahan selain Allah, haram harta dan darahnya, sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah."
22. Dari Sa'id bin Musayyab ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Abu Thalib hampir meninggal, Rasulullah saw. Datang mengunjunginya. Tersedia beliau di sana telah berada Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah. Sabda Rasulullah saw.," Wahai, Paman! Ucapkanlah La Ilaha Illallah. Yaitu sebuahkalimat, yang aku akan menjadi saksi bagi Paman nanti di hadapan Allah. "Karena itu Abu Jahl dan 'Abdullah bin Abi Umayyah berkata," Hai, Abu Thalib! Bencikah Anda kepada agama 'Abdul Muththalib? "Rasulullah terus saja mengajarkan dan mengulang-ulang ucapannya itu, tapi akhirnya Abu Thalib mengatakankepada mereka, bahwa dia tetap memeluk agama Abdul Muththalib, dan enggan mengucapkan La ilaha illallah. Sabda Rasulullah saw., "Demi Allah! Akan kumohonkan ampun bagi Paman selama aku tidak dilarang melakukannya." Lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat, "Tidak layak bagi Nabi dan bagi orang-orangyang beriman, memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu kaum kerabatnya, setelah nyata bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka. "(Taubah: 113) Kemudian Allah 'Azza wa Jalla menurunkan pula ayat yang bertalian dengan peristiwa Abu Thalib.Firman Allah kepada Rasulullah saw., "Sesungguhnya engkau tidak berwenang menunjuki orang yang paling engkau cintai itu, tetapi Allah yang berwenang menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dia lebih tahu siapa yang pantas mendapat petunjuk." (Al Qashah: 56).
23. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepada pamannya, "Ucapkanlah La ilaha Illallah, aku menjadi saksi bagi Paman nanti di hari kiamat terhadap ucapan Paman itu." Jawab Abu Thalib, "Kalaulah orang-orang Quraisy tidak akan menghina ku, sesungguhnya ku ucapkan kalimat itu di hadapanmu,agar tercapai apa yang engkau ingin
kan. "Lalu Allah swt. menurunkan ayat:" Sesungguhnya engkau tidak berwenang menunjuki orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang berwenang menunjuki orang yang dikehendaki-Nya. "(Al Qashah: 56).
24. Dari 'Usman r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mati dalam keadaan dia yakin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka dia masuk surga."
25. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika terjadi perang
Tabuk, pasukan Rasulullah saw. ditimpa mushibah kekurangan bahan makanan. Karena itu mereka memohon kepada Rasulullah saw., "Kalaulah Anda izinkan, akan kami sembelih unta-unta pembawa beban, untuk kita makan dan kita manfaatkan lemaknya." Jawab Rasulullah saw., "Lakukanlah!" Kata Abu Hurairah r.a.,"Sementara itu 'Umar datang, lalu katanya:" Ya, Rasulullah! Jika unta-unta itu disembelih, kendaraan kita akan berkurang. Tapi, bagaimanakah kiranya kalau mereka diperintahkan mengumpulkan sisa perbekalan mereka, kemudian Anda mendo'a kepada Allah, semoga Allah memberikan berkat bagi makananitu, mudah-mudahan Dia akan mengabulkannya. "Jawab Rasulullah saw:" Baiklah! "Dia meminta sehelai tikar kulit, lalu dibentangkannya. Kemudian beliau suruh kumpulkan semua sisa perbekalan mereka. Ada yang membawa segenggam kurma, dan ada pula yang membawa sisa-sisa roti; sehingga semua yang terkumpulitu tampak hanya sangat sedikit di atas tikar itu. Lalu Rasulullah saw. mendoa semoga perbekalan yang ada itu diberkati "Isilah kantong perbekalan Anda masing-masing!" Lalu mereka mengisi semua kantong perbekalan mereka, sehingga tidak ada satu kantong pun yang tertinggal; bahkan semuanya terisipenuh. Sesudah itu mereka makan bersama-sama sampai kenyang. Ternyata sesudah makan, makanan itu masih bersisa. Maka bersabda Rasulullah saw., "Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan aku Rasulullah. Tidak ada seorang jua pun yang meninggal dengan meyakini kedua pengakuan itu tanpa ragu, yang dihalangimasuk surga. "
26. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengucapkan pengakuan (syahadat): Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad Rasulullah, dan bahwa 'Isa hamba Allah, anak wanita budak-Nya, dan Kalimah -nyayang ditujukan-Nya kepada Maryam, dan Ruh dari-Nya, dan bahwa surga dan neraka itu sebenarnya ada, Allah akan memasukkannya ke surga melalui salah satu pintu dari delapan
pintu yang dikehendaki-Nya. "
27. Dari Mu'adz bin Jabal ra, katanya: "Aku membonceng
Rasulullah saw. mengendarai seekor keledai yang diberi nama 'UfaiL Rasulullah saw. mengajukan kepada ku, "Hai, Mu'adz! Tahukah engkau, apakah hak Allah atas hamba, dan apakah hak hamba atas Allah?" Jawabku, "Allah
dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu. "Sabda beliau," Hak Allah atas hamba ialah supaya mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan
yang lain. Dan hak hamba atas Allah 'Azza wa Jalla adalah, tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. "Tanya ku," Ya, Rasulullah! Apakah aku harus menyampaikannya kepada orang banyak? "Jawab beliau," Tak usah! Karena dapat menyebabkan mereka berpangku tangan saja nantinya. "
28. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi
saw. berada dalam suatu perjalanan bersama Mu'adz bin Jabal, sedangkan Mu'adz membonceng di kendaraan beliau. Sabda Rasulullah saw., "Hai, Mu'adz!" Jawab Mu'adz, "Hamba, ya Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Hai, Mu'adz!" Jawab Mu'adz, "Hamba, ya Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Hai, Mu'adz!"Jawab Mu'adz, "Hamba, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Tidak seorang jua pun hamba yang mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad hamba-Nya dan
Rasul-Nya, melainkan Allah mengharamkannya atas neraka, "Kata Mu'adz," Apakah harus ku sampaikan kepada orang banyak, sehingga mereka senang? "Jawab Nabi saw.," Kalau-kalau nanti mereka berpangku tangan saja, "Tetapi Mu'adz menyampaikannya juga ketika dia hampir meninggal, karena dia takut berdosa tidakmenyampaikan hadis, "
29. Dari 'Itban bin Malik ra, katanya: "Aku ditimpa musibah,
yaitu mata ku buta. Karena itu aku mengutus seseorang mengundang Rasulullah saw., Semoga beliau sudi shalat di rumah ku: di mana kemudian tempat shalat beliau itu ku jadikan tempat shalat ku. Kata 'Itban melanjutkan, "Nabi saw. Datang beserta beberapa orang sahabat. Dia masuk ke rumah ku lalu shalat;sedangkan para sahabat berbicara sesama mereka, yang akhirnya sampai ke perihal Malik bin Dukhsyum. Kata mereka, "Alangkah besar dosanya Malik bin Dukhsyum." Mereka ingin kiranya Rasulullah saw. mendoakannya supaya dia celaka ditimpa suatu malapetaka. "Setelah Rasulullah saw. selesai shalat,ia bertanya, "Bukankah dia telah mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa aku Rasulullah?" Jawab mereka, "Dia mengucapkannya tidak dari hatinya." Sabda Rasulullah saw., "Tidak seorang jua pun yang mengucapkan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa akuRasulullah, yang masuk neraka atau dimakan api neraka. "Kata Anas," Hadis ini sangat mengagumkan ku. Karena itu ku suruh anak ku menuliskannya, lalu dituliskannya. "
30. Dari Abu Hurairah r.a .; katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang utama mengucapkan" La ilaha illallah ", dan yang paling rendah menyingkirkan bahaya dari jalan: dan malu adalah salah satu cabang dari Iman." 31. Dari Sufyan bin 'Abdullah Ats Tsaqafi r, a., Katanya dia berkata kepada Rasulullahsaw., "Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepada ku
suatu kata, yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain. "Jawab Nabi saw.," Ucapkanlah: Aku Iman dengan Allah: Kemudian teguhkan pendirianmu itu! "
32. Dari 'Abdullah bin' Amr ra, katanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., "Islam yang bagaimanakah yang baik?" Jawab Rasulullah saw., "Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang Anda temui, baik yang Anda kenal atau tidak Anda kenal."
33. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang bagaimanakah yang
paling baik? "Jawab Rasulullah saw.," Adalah orang-orang yang menjaga orang-orang Islam lainnya dari bencana lidah dan perbuatannya: '
34. Dari Anas ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada tiga hal, bila ada dalam diri seseorang maka dia akan merasakan bagaimana
manisnya Iman: Mencintai Allah dan Rasul-Nya, melebihi dari yang lain-lain. Mencintai orang lain karena Allah semata-mata. Benci menjadi kafir kembali, setelah Allah melepaskannya dari kekafiran itu, sebagaimana bencinya akan dilemparkan ke neraka. "
35. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Belum sempurna iman seseorang kamu, sebelum ia mencintai ku, melebihi dari cintanya kepada anaknya, kepada ayahnya dan kepada manusia semuanya."
36. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum sempurna iman seseorang, sebelum dia mencintai bagi saudaranya
atau bagi tetangganya, apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri. "
37. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda: "Tidak akan dapat masuk surga, orang yang tidak membuat tetangganya merasa aman dari fi'il-perangainya yang tidak senonoh."
38. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:.
"Siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Dan siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam. "
39. Dari Abu Syuraih Al Khuza'iy ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang iman dengan Allah, dan hari kiamat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, hendaklahdia berkata yang baik atau diam. "
40. Dari Thariq bin Syihab ra, dari Abu Dakar ra, katanya:
"Orang yang pertama mendahulukan khutbah dari shalat hari raya, adalah Marwan. Tiba-tiba seorang pria berdiri, lalu memprotes. Katanya," Solat lebih dahulu, sesudah itu baru khuthbah. "Jawab Marwan," Cara seperti itu sudah ditinggalkan, dan tidak dipakai lagi. "Kata Abu Sa'id," Terhadap kasusini terjadi apa yang kudengar dari Rasulullah saw., sabdanya: "Barangsiapa di antaramu melihat sesuatu yang mungkar, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika dia tidak sanggup, maka dengan lidahnya; jika tidak sanggup juga, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah yang selemah-lemahiman. "
41. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun di antara Nabi-nabi yang telah diutus Allah sebelumku, pasti di dalam umatnya ada golongan Hawariyun dan para sahabat yang terbina dengan pimpinannya serta patuh pada perintahnya. Setelah berlalu beberapa waktu,mereka digantikan oleh angkatan baru
yang pandai berkata tetapi tidak berbuat, bahkan mengerjakan apa yang
tidak diperintahkan kepada mereka. Maka siapa yang berjuang melawan mereka dengan tangannya, itulah orang mukmin. Dan siapa yang berjuang melawan mereka dengan lidahnya, dia juga mukmin, dan siapa yang
menentang mereka dengan hatinya, dia itu orang mukmin. Sesudah itu, tidak ada lagi iman meskipun agak seberat biji bayam. "
42. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda:
"Kamu tidak dapat masuk surga, sebelum kamu beriman. Dan kamu belum dapat dikatakan mukmin, sebelum kamu kasih mengasihi satu sama lain. Sukakah kamu aku tunjukkan jalan untuk berkasih-kasihan? Galakkanlah salam antara sesamamu!"
43. Dari Tamim Ad Dariy, katanya Nabi saw. bersabda: "Agama itu adalah nasihat." Tanya kami: "Nasihat untuk siapa, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Bagi Allah, bagi KitabNya, untuk RasulNya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi orang banyak."
44. Dari Jarir ra, katanya: "Aku berjanji setia kepada Rasulullah saw. Akan menegakkan shalat, membayar zakat dan memberi nasihat bagi setiap orang muslim."
45. Dari Jarir ra, katanya: "Aku berjanji kepada Rasulullah saw.
akan setia dan patuh, dan memberi nasihat kepada setiap orang muslim.
Lalu beliau bersabda kepada ku, "Lakukanlah sekuasamu!"
46. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tidak sempurna iman seorang penzina di kala ia berzina, dan tidak sempurna pula iman seorang pencuri di kala ia mencuri, dan tidak sempurna pula iman seorang pemabuk di kala ia minum khamar; sedangkan pintu taubat selalu terbuka sesudah itu."
47. Dari 'Abdullah bin' Amr ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada empat sifat bila ada pada diri seseorang, maka dia adalah munafik, sehingga ditinggalkannya sifat-sifat itu: (1) Ketika berbicara, dia dusta; (2) Apabila bersumpah setia, dia khianat; (3) Bila berjanji, dia default; (4)Bila bermusuhan, dia kejam. "
48. Dari Abu Hurairhh ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga: (1) Ketika berbicara, dia dusta; (2) Apabila berjanji, dia mungkir; (3) Apabila terpercaya, ia khianat."
49. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang mengatakan kepada saudaranya," Hai Kafir! ", Maka ucapan itu kembali kepada salah satu di antara keduanya. Jika apa yang diucapkannya itu benar, maka ucapan itu tertuju kepada orang yang disebut. Jika tidak, maka ucapan itu tertuju kepada yang mengucapkan . "
50. Dari Abu Dzar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengklaim orang lain sebagai bapaknya, padahal dia tahu bahwa itu bukan bapaknya, maka dia itu kafir. Dan siapa yang mengklaim sesuatu yang bukan miliknya, maka orang itu tidak termasuk golongan kita (muslim); maka tempatnyaadalah di neraka. Dan siapa yang memanggil seseorang dengan panggilan "kafir" atau "musuh Allah", padahal orang yang dipanggilnya itu bukan demikian, maka ucapannya itu kembali kepada dirinya sendiri. "
51. Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu membenci ayahmu. Siapa yang benci kepada ayahnya,
maka dia kafir. "
52. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengaku" Bapa "kepada orang lain padahal dia sadar bahwa orang itu bukan bapaknya, maka haram surga baginya." Kata Abu Bakrah ra, "Aku mendengar pula Rasulullah berkata demikian."
53. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mencaci-maki orang muslim hukumnya fasik, dan membunuhnya hukumnya kafir."
54. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Nabi saw. bersabda ketika haji wada ': "Hati-hatilah kamu! Janganlah kamu kafir kembali sepeninggal ku. Di mana sebagian kamu membunuh sebagian yang lain (perang saudara)."
55. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua hal pada manusia, yang keduanya dapat menyebabkan mereka kafir: (1) Mencela turunan (orang lain). (2) Meratapi mayat."
56. Dari Jarir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang hamba sahaya lari dari majikannya, lepaslah tanggung jawab majikan darinya."
57. Dari Jarir bin 'Abdullah ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seorang hamba sahaya lari dari majikannya, maka shalatnya tidak diterima."
58. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengimami kami shalat Subuh di Hudaibiyah, sesudah tadi malam hujan turun. Setelah selesai shalat, Nabi saw. Menghadap kepada orang banyak, lalu bersabda:" Tahukah Anda sekalian, apa yang telah difirmankan Tuhan
Anda? "Jawab mereka," Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu. "Sabda Nabi saw.," Allah berfirman: Ketika hamba-hambaKu bangun pagi-pagi, di
antaranya ada mukmin, dan ada pula yang kafir. Siapa yang berkata, "Hari hujan karena karunia dan rahmat Allah, maka dia itu mukmin (iman)
dengan-Ku, kafir dengan bintang-bintang. Dan siapa yang berkata, "Hari
hujan karena bintang ini dan bintang itu, maka dia kafir dengan-Ku, iman dengan bintang-bintang. "
59. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu ketika di masa Nabi saw. Pernah turun hujan. Maka bersabda Nabi saw.," Sebagian manusia ada yang bangun pagi dalam keadaan syukur, yaitu orang-orang yang mengatakan, "Hujan ini rahmat Allah. " Dan ada pula yang kafir, yaitu mereka yang berkata, "Hujanini karena bintang ini dan itu. "Kata Ibnu 'Abbas," Lalu diturunkan Allah ayat berikut: "Aku bersumpah dengan tempat turunnya bintang-bintang ... sampai kepada ayat:" Sedangkan kebohongan kamu jadikan rezeki bagi kamu. "(Al Waqi' ah: 75-82)
60. Dari Anas r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Mencintai kaum Anshar termasuk tanda iman, dan membenci mereka tanda munafik."
61. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan banyak-banyaklah istighfar
(Mohon ampun). Karena aku melihat kebanyakan isi neraka adalah kaum wanita. "Seorang wanita yang cerdas lantas bertanya:" Apa kesalahan kami, ya Rasulullah, makanya kami kebanyakan penghuni neraka? "Jawab Rasulullah saw.," Kaum wanita suka memaki dan memungkiri jasa suami. Aku tidak melihat orang yangkurang akal dan kurang agamanya, yang melebihi dari kamu sekalian (kaum wanita). "Wanita tadi bertanya pula," Kurang bagaimanakah akal dan agama kami, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw.," Adapun kurang akal, karena kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang pria. Nah, ini buktikurang akal. Tidak dapat shalat beberapa malam dan tidak puasa (beberapa hari) bulan Ramadhan, bukti kurang agama. "62. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:
"Apabila anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan jatuh sambil menangis. Katanya," Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat surga. Aku disuruh sujud, tapi aku menolak, maka untukku neraka. "
63. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya tali penghubung antara seseorang dengan syirik dan kafir, adalah meninggalkan shalat."
64. Dari Abu Hurairah ra, katanya seseorang bertanya kepada Rasulullah saw .: "Amal yang bagaimanakah yang paling utama?" Jawab
Nabi saw., "Iman dengan Allah." Tanyanya pula, "Kemudian apa?" Jawab Rasulullah saw., "Jihad fi-Sabilillah." Tanyanya pula, "Kemudian apa lagi?" Jawab Rasulullah saw., "Haji yang mabrur."
65. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw.," Amal yang bagaimanakah yang paling utama? "Jawab beliau:" Iman dengan Allah dan jihad di jalanNya. "Tanya ku," Budak yang bagaimanakah yang paling utama? "Jawab Rasulullah saw.," Yang disenangi majikannya, dan yang paling mahalharganya. "Tanya ku," Jika aku tidak sanggup? "Jawab Rasulullah saw.," Menolong orang bertukang, atau menyudahkan bengkalai orang yang tak sanggup menyelesaikannya. "Tanya ku," Bagaimana pendapat Anda, jika aku tak sanggup melakukan sesuatu? "Jawab Nabi saw., "Jagalah jangan sampai engkau berbuat jahatkepada orang lain. Maka yang demikian itu merupakan sedekah darimu untuk diri mu sendiri. "
66. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya dia bertanya kepada
Rasulullah saw .: "Amal yang bagaimanakah yang paling utama?" Jawabnya, "Shalat pada waktunya." "Kemudian itu apa?" tanyaku. Jawab beliau, "Berbuat kebajikan pada orang tua." "Kemudian itu apa?" tanyaku lagi. Jawab beliau, "Jihad fi-Sabilillah!" Aku sebenarnya ingin bertanya lagi, tetapi aku cukupkansedemikian. "
67. Dari 'Abdullah ra, Katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw .: "Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?" Jawab Rasulullah saw., "Menyekutukan Allah, padahal Dia sendiri yang menjadikanmu." "Yang demikian itu sangat besar dosanya," kataku. "Kemudian apa lagi?" Jawab
Rasulullah saw., "Membunuh anakmu sendiri karena takut melarat." "Kemudian apa lagi" tanyaku pula. Jawab beliau, "Berzina dengan istri tetanggamu."
68. Dari 'Abdurrahman bin Abu Bakrah ra, dari ayahnya,
katanya: "Kami berada di sisi Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: Perhatikanlah! kuberitahukan kepada kamu sekalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar: (Rasulullah mengucapkannya tiga kali) (1) mempersekutukan Allah; (2) Durhaka kepada orangtua ; (3) Sumpah palsu. "
69. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah Saw. bersabda: "Jauhilah tujuh hal yang membinasakan: (1) mempersekutukan Allah; (2) Sihir; (3) Membunuh orang yang telah dilarang membunuhnya; kecuali karena alasan yang dibenarkan Allah (seperti kisas); (4) Memakan harta anak yatim; ( 5) Memakan riba;(6) Lari dari medan pertempuran; dan (7) Menuduh wanita mu'minah yang baik dan tahu memelihara diri, berbuat jahat (zina). "
70. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya Rasulullah
saw. bersabda: "Mencaci orang-tua, termasuk dosa besar." Para sahabat bertanya, "Apakah orang yang mencaci ibu-bapaknya?" Jawab Rasulullah
saw., "Ya, ada! Dicacinya tua orang lain, lantas orang itu mencaci ayahnya pula. Dicacinya ibu orang lain, lalu orang itu mencaci ibunya pula."
71. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, dari Nabi saw., Sabdanya:
"Tidak dapat masuk surga orang yang dalam hatinya ada rasa sombong meskipun hanya seberat debu." Seorang laki-laki bertanya, "Bagaimana kalau seseorang suka memakai baju dan sepatu bagus?" Jawab Rasulullah saw., "Allah itu indah (jamil). Dia menyukai yang indah. Sedangkan sombong itu menolak kebenarandan menganggap remeh orang lain. "
72. Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tidak dapat masuk neraka seseorang yang ada iman di dalam hatinya meskipun hanya seberat biji bayam; dan tidak akan masuk surga seorang yang ada di dalam hatinya kesombongan meskipun hanya seberat biji bayam."
73. Dari Jabir ra, katanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. lalu bertanya: "Ya, Rasulullah! Apakah itu dua masalah wajib?" Jawab Rasulullah saw., "Siapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, dia masuk surga. Dan siapa yang mati menyekutukan Allah dengan sesuatuyang lain, dia masuk neraka. "
74. Dari Abu Dzar r.a, dari Nabi saw. sabdanya: "Jibril 'alaihissalam datang kepada ku, lalu dia menyampaikan berita gembira kepada ku:" Siapa saja dari umatmu yang mati, sedangkan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, dia masuk surga. "Tanya ku," Sekalipun dia berzina dan mencuri ? "Jawabnya, "Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri."
75. Dari Abul Aswad Addili, dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku datang kepada Nabi saw., Ku dapati beliau sedang tidur memakai baju putih. Kemudian aku datang lagi, dia masih tidur. Kemudian aku datang lagi, kudapati dia telah bangun . Lalu aku duduk di dekatnya, dan beliau bersabda: "Tidak seorangpun orang yang telah mengucapkan kalimat La ilaha illallah, kemudian dia mati dalam pengakuannya itu, melainkan dia masuk surga. "Aku bertanya," Sekalipun dia berzina dan mencuri? "Jawab Rasulullah," Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri. "Pertanyaan itu kutanyakan sampai tiga kali. Kali yang keempatia menjawab, "Tidak
dapat tidak, hai, Abu Dzar! "Kata Abul Aswad melanjutkan," Sesudah itu Abu Dzar keluar sambil mengulang-ulang kata Nabi saw. itu, "Tidak bisa tidak, hai Abu Dzar!"
76. Dari Miqdad bin Aswad ra, katanya: "Ya, Rasulullah, bagaimanakah pendapat Anda, jika aku bertemu dengan seorang kafir yang hendak membunuh ku, dia dapat memukul sebelah tangan ku dengan pedang sehingga putus. Kemudian dia dapat melindungkan diri dari kejaranku pada sebatang pohon, lalu dia berkata:"Aku Islam kepada Allah". Apakah bisa aku membunuhnya setelah ia mengucapkan kata-katanya itu? "
Jawab Rasulullah saw., "Tidak! Jangan engkau bunuh lagi dia!" Tanya ku, "Ya, Rasulullah! Dia telah memotong tangan ku. Sesudah itu barulah dia mengucapkan kata-katanya itu. Dapatkah aku membunuhnya?" Jawab Rasulullah saw., "Jangan engkau bunuh dia. Kalau engkau membunuhnya, maka kedudukannya sama dengankedudukanmu sebelum engkau membunuhnya; dan kedudukanmu sama dengan posisinya sebelum dia mengucapkan kalimatnya itu. "
77. Dari Usamah bin Zaid bin Haritsah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan kami pergi berperang ke Huraqah, termasuk desa Juhainah. Kami menyerang mereka pada waktu Subuh dan dapat memukul mundur mereka. Aku dan seorang sahabat dari kalangan Anshar dapat mengejar seorang prajurit mereka.Ketika prajurit itu kami todong, tiba-tiba dia mengucapkan kalimat "La ilaha illallah." Sahabatku orang Anshar segera menarik senjatanya, sedangkan aku terus menikamkan panahku kepada prajurit itu hingga dia tewas. Kata Usamah melanjutkan, "Ketika kami tiba kembali di Madinah, berita tentangperistiwa itu telah sampai kepada Nabi saw. "Rasulullah saw. bersabda kepada ku," Hai, Usamah! Kenapa engkau bunuh prajurit itu padahal dia telah mengucapkan "La ilaha illallah?" Jawab ku, "Dia mengucapkannya karena hendak melindungkan diri dari senjataku." Tanya Nabi, "Kenapa engkau bunuh dia setelahdia mengucapkan kalimat "La ilaha illallah?" Rasulullah saw. selalu mengulang-ulang pertanyaannya itu sehingga aku merasa bahwa aku belum masuk Islam sebelum hari itu. "
78. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menodongkan senjata ke kita, mereka itu tidak termasuk golongan kita. Dan siapa yang menipu kita, tidak termasuk golongan kita juga."
79. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Melewati setumpuk makanan (di pasar), lalu ia memasukkan tangannya ke dalam tumpukan itu. Setelah diangkatnya kembali, ternyata jari-jarinya basah. Lalu beliau bertanya," Kenapa begini, hai penjual makanan? "Jawabnya," Kenahujan, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Mengapa tidak ditaruh sebelah atas (yang basah) supaya dilihat orang! Siapa yang menipu tidak termasuk golonganku. "80. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Tidak termasuk golongan kami, orang yang suka memukul-mukul pipi, atau merobek-robek bajuatau meratap dengan ratapan jahiliyah (melulung histeris). "
81. Dari 'Abdurrahman bin Yazid dan Abu Burdah bin Abu Musa, keduanya berkata: "Abu Musa sakit keras sehingga dia pingsan. Istrinya, Ummu' Abdullah menangis melolong-lolong. Kemudian, setelah Abu Musa sadar kembali, dia berkata kepada istrinya," Tidak tahukah kamu bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:"Aku berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap orang yang meratap mencukur rambut, meratap melolong-lolong, dan meratap merobek-robek baju."
82. Dari Hudzaifah ra, katanya, Rasulullah saw., Bersabda: "Tidak dapat masuk surga, orang-orang yang menyiar-nyiarkan berita
untuk mengacau. "
83. Dari Abu Dzar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat. Mereka itu adalah: (1) Orang yang suka memberi, tetapi suka menyebut-nyebut pemberiannya itu . (2) Orang yang menawar-nawarkan dagangannya dengan sumpah palsu. (3) Orangyang suka berpakaian berjela-jela karena sangat luasnya.
84. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak membersihkan mereka dari dosa, Kata Mu'awiyah, juga tidak akan menengok kepada mereka, bahkan mereka mendapat siksa yang pedih: (1) Orang tua pezina; (2 ) Raja(Penguasa) pembohong; (3) Si miskin yang sombong. "
85. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan berbicara dengan mereka di hari kiamat, tidak menengok kepada mereka dan tidak membersihkan mereka dari dosa, bahkan mereka mendapat siksa yang pedih: (1) Orang yang memiliki kelebihan air di tengah padang pasir, tetapi dia tidak ingin memberi orang yangkehausan dalam perjalanan; (2) Orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu sesudah 'Ashar, dengan mengatakan modalnya sebegini atau sebegitu. Pembelinya percaya saja, padahal yang sebenarnya tidak begitu. (3) Orang yang bersumpah setia kepada pemimpin untuk mengharapkan keuntungan dunia.Ketika dia beroleh keuntungan dipenuhinya janjinya, tetapi ketika tidak, tidak dipenuhinya.
86. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukkannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama -lamanya; dan siapa yangbunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya. "87. Dari Tsabit bin Dhahhak ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Tidak wajib bagi seseorang melaksanakan nazar ketika dia tidak sanggup melaksanakannya. "" Mengutukorang mu'min sama halnya dengan membunuhnya. "" Mengadakan tuduhan bohong atau sumpah palsu untuk menambah kekayaannya dengan menguasai harta orang lain, maka Allah tidak akan menambahkan baginya, bahkan akan mengurangi hartanya. "
88. Dari Tsabit bin Dhahhak ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain Islam, baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja, maka orang itu akan mengalami sumpahnya sendiri." Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara, Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengancara itu pula. "
89. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami ikut perang bersama Rasulullah saw. Dalam perang Hunain. Rasulullah berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam," Orang ini penghuni neraka. ",
Ketika kami berperang, orang itu pun ikut berperang dengan gagah berani, sehingga dia terluka. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw., Katanya: "Orang yang tadi Anda katakan penghuni neraka, ternyata dia berperang dengan gagah berani, dan sekarang dia tewas." Jawab Nabi saw., "Dia ke nereka."Hampir saja sebagian kaum muslimin menjadi ragu-ragu. Ketika mereka sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati, tetapi luka parah. Bila malam telah tiba, orang itu tidak sabar menahan sakit
karena lukanya itu. Lalu dia bunuh diri. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. Nabi saw. bersabda, "Allahu Akbar! Aku mengaku bahwa aku hamba Allah dan Rasul-Nya." Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak, bahwa tidak akan dapat masuk surga kecuali orangmuslim (orang yang tunduk patuh). Sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan orang jahat. "
90. Dari Syaiban ra, katanya dia mendengar Hasan ra bercerita: "Waktu dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhan mu berfirman: Aku haramkan baginyasurga. Kemudian Hasan menunjuk ke masjid sambil berkata, "Demi Allah! Jundab menyampaikan hadis itu kepada ku dari Rasulullah saw. Di dalam masjid ini."
91. Dari Umar bin Khaththab ra, katanya: "Ketika perang Khaibar sedang berkecamuk, sekelompok sahabat datang kepada Rasulullah saw. Kata mereka," Si Fulan syahid. Si Fulan syahid! Ketika mereka melewati mayat seorang laki-laki mereka mengatakan pula, "Si Fulan syahid." Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnyaaku melihatnya berada dalam nereka,
memakai pakaian yang dicurinya dari jarahan yang belum dibagi. "Kemudian Rasulullah bersabda," Hai, anak Khaththab! Beritahukan kepada orang banyak: "Tidak dapat masuk surga kecuali orang-orang yang
beriman. "Kata Umar," Aku keluar, lalu kuserukan kepada orang banyak: "Ketahuilah! Sesungguhnya tidak dapat masuk surga kecuali orang-orang yang beriman."
92. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami ikut perang Khaibar bersama Rasulullah saw., Dan Allah swt. Memenangkan kami. Kami tidak merebut emas dan perak. Yang kami rampas adalah harta benda yang
lain, seperti barang-barang rumah-tangga, makanan dan pakaian. Kemudian kami pergi ke sebuah lembah. Rasulullah saw. membawa serta seorang hamba-sahaya pemberian seorang laki-laki dari Judzam, bernama Rifa'ah bin Zaid, berasal dari suku Dhubaib. Ketika kami berhenti di lembah itu, hamba sahaya itu berdirimembuka pelana. Tiba-tiba ia dipanah musuh dan mati seketika. Kami berujar, "Alangkah bahagianya dia mati syahid!" Sabda Rasulullah saw., "Tidak! Sekali-kali tidak! Demi Allah, yang diri Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya api menyala pada baju yang dipakainya, yang dicurinya dari jarahanyang belum dibagi. "Kata Abu Hurairah melanjutkan," Kami semua terperanjat mendengar sabda Rasulullah itu. Sementara itu, seorang prajurit datang
membawa sepotong tali (yang diambilnya dari harta rampasan yang belum
dibagi, lalu menyerahkannya kepada Nabi saw.) "Sabda Nabi saw., '" Tali
dari neraka! "
93. Dari Jabir ra, katanya: "Thufail bin 'Amar Ad Dausi datang kepada Nabi saw., Lalu katanya:" berkenankah Anda tinggal di benteng kami yang kuat tangguh, yaitu benteng suku Dausi masa Jahiliyah "Rasulullah saw. Tidak berkenan memenuhi permintaan itu , karena beliau yakin
terhadap ketangguhan yang telah ditanamkan Allah di hati kaum Anshar di Madinah. Ketika RasuluUah saw. hijrah ke Madinah, Thufail bin 'Amar
ikut pula hijrah. Dia membawa serta seorang laki-laki warganya. Tapi
udara Madinah tidak cocok bagi mereka, sehingga teman Thufail sakit
dan tak sabar menahan derita itu. Karena itu diambilnya senjatanya, lalu memotong tangannya sehingga darah mengucur dengan derasnya dan
menyebabkan kematiannya. Pada suatu malam Thufail bin 'Amru bermimpi melihat temannya itu segar bugar dengan tangan terbungkus. Thufail bertanya kepadanya, "Apakah yang diperbuat Tuhan terhadapmu?"
Jawabnya, "Allah mengampuni dosa-dosaku, karena aku telah ikut hijrah mengikuti Nabi saw." Tanya Thufail, "Kulihat tanganmu dibungkus, kenapa?" Jawabnya, "Dikatakan (Tuhan) kepada ku, Kami tidak akan memperbaiki apa yang telah kamu rusak sendiri." Mimpi Thufail itu diceritakannya kepada Nabi saw.,lalu beliau mendo'a, "Ampunilah dia ya Allah, karena dia telah memotong tangannya."
94. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya Allah akan meniupkan angin dari Yaman, lebih lembut dari sutra. Namun tidak seorang pun yang tertinggal (iman) di dalam hatinya." Abu 'Alqamah mengatakan; "Meskipun agak seberat biji bayam?" Kata Abdul 'Aziz, "Iman yang seberat debu pun akan tercabut olehnya."
95. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Segerakanlah berbuat amal kebajikan, sebelum datang bencana yang bagaikan malam gelap gulita. Pagi-pagi seseorang masih mukmin, tetapi bila hari petang dia kafir. Atau sore hari dia masih mukmin, pagi hari dia kafir. Dijualnya agamanya karena mengharapkan keuntungan dunia."
96. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Setelah turun ayat:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, maka Tsabit bin Qais tinggal diam di rumah beberapa lamanya, dan ia berkata: "Aku ini penghuni neraka." Karena itu ia takut bertemu dengan Nabi saw. Nabi saw. bertanya kepada Sa'ad bin
Mu'adz, katanya: "Hai, Abu 'Amar! Kenapa Tsabit tidak pernah terlihat, bagaimanakah dia, apakah dia sakit?" Jawab Sa'ad, "Tsabit itu tetanggaku, setahuku dia tidak sakit!" Kata Anas, "Karena itu Sa'ad mendatangi Tsabit, lalu mengabarkan bahwa Rasulullah saw. Menanyakannya." Kata Tsabit kepada Sa'ad,"Ayat itu turun. Anda semua tahu bahwa aku orang yang paling tinggi suaranya di hadapan Nabi. Karena itu aku merasa diri ku ini penghuni neraka." Sa'ad menyampaikan ucapan Tsabit itu kepada Nabi saw., Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya dia penghuni surga!"
97. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw .:" Ya, Rasulullah! Apakah kami akan disiksa karena perbuatan kami pada masa jahiliyah? "Jawab Nabi saw .:" Siapa yang baik Islamnya, dia tidak akan disiksa karena amalnya masa jahiliyah. Akan tetapi siapa yang buruk Islamnya,maka dia akan disiksa karena amalnya pada masa jahiliyah dan masa Islam. "
98. Dari Ibnu Syumamah Al Mahri ra, katanya: "Kami menyaksikan 'Amru bin' Ash ketika dia akan meninggal." Dia lama menangis sambil
menghadapkan wajahnya ke dinding. Karena itu anaknya berujar, "Wahai Ayahku! Bukankah Rasulullah saw. Telah menyampaikan berita gembira
bagi Ayah, begini dan begitu. (Kenapa Ayah masih menangis?) "Lalu 'Amru bin' Ash menengok kepada anaknya seraya berkata," Sesungguhnya perbekalan kita yang paling utama adalah syahadat: Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah. Aku ini telah mengalami tiga zaman. Pertama, aku menyadari,tidak ada orang yang paling benci kepada Rasulullah saw. melebihi benci ku. Ketika itu tidak ada yang lebih ku inginkan kecuali menangkapnya lalu membunuhnya. Kalaulah aku meninggal ketika itu, tentu aku masuk neraka. Kedua, tatkala Allah menanamkan Islam ke dalam dada ku, aku datangi Nabi saw., Laluaku berujar, "Ulurkanlah tangan Anda, aku akan berjanji setia (baiat) dengan Anda." Dia mengulurkan tangannya dan menjabat tangan ku sambil berkata, "Apa maksud mu hai 'Amru?" Jawab ku, "Aku ingin masuk Islam dengan syarat." Tanya beliau, "Apa syarat yang engkau minta?" Jawab ku, "Supaya segaladosa ku diampuni. "Kata beliau," Apakah engkau belum tahu, bahwa Islam menghapus segala dosa yang sebelumnya? Hijrah dan Haji juga menghapus dosa-dosa yang sebelumnya? "Semenjak itu aku merasakan, tidak ada orang paling cinta kepada ku melebihi cinta Rasulullah saw. Dan tidak ada orang yang paling terhormat
di mata ku melebihi beliau. Sebab itu, aku tak kuasa menatapnya demi untuk memuliakannya. Sehingga andaikan aku diminta orang untuk menggambarkan bentuk beliau, aku tak sanggup, karena aku tak pernah mengangkat pandanganku kepada beliau. Kalaulah aku mati ketika itu, sungguh besar harapan ku bahwaaku masuk surga. Ketiga, Kemudian aku menjabat berbagai jabatan pemerintahan, di mana aku sendiri tidak tahu bagaimana sesungguhnya kondisi ku selama dalam departemen itu. Karena itu jika aku mati, janganlah jenazah ku dikirim para wanita peratap dan jangan pula membawa api. Ketika aku telahdikubur, timbunlah jenazahku dengan tanah sampai rata, kemudian tunggulah sekitar selama orang menyembelih korban dan membagi-bagikan
dagingnya, supaya aku tidak kesepian bersama mu, tatkala aku memikirkan jawaban terhadap malaikat yang dikirim Tuhan mu untuk menanyai ku. "
99. Hakim bin Hizam r.a. bertanya kepada Rasulullah saw., katanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang perbuatan-perbuatan baik yang pernah kulakukan pada masa Jahiliyah, seperti sedekah, memerdekakan budak dan menghubungkan silaturrahim, apakah semuanya itu mendapat pahala atau tidak?" Jawab Rasulullahsaw., "Anda masuk Islam
berkat kebajikan-kebajikan yang telah Anda lakukan sebelumnya. "
100. Dari Abdullah ra, katanya: "Setelah turun ayat: Orang
orang yang beriman, dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan penganiayaan (sampai akhir ayat) maka para sahabat merasa sulit
memahami maksud ayat itu. Karena itu mereka bertanya kepada Rasulullah saw., "Siapakah di antara kami yang tidak pernah menganiaya dirinya?"
Jawab Rasulullah saw., "Bukan begitu! Maksudnya adalah sebagaimana diajarkan Luqman kepada anaknya, katanya: Hai, anakku, janganlah kamu syirik (menyekutukan Allah), karena syirik itu adalah aniaya besar.
101. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak akan ambil peduli terhadap umat ku, selama yang berbicara hanya hatinya, tetapi belum diucapkannya atau belum dilaksanakannya."
102. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman (kepada malaikat-Nya): Apabila hambaku berniat hendak melakukan kejahatan, janganlah kamu tuliskan. Bila telah dilakukannya, tulislah baginya satu kejahatan. Apabila dia berniat hendak berbuat kebajikan,tetapi belum dilaksanakannya, tulislah baginya satu kebajikan. Setelah dilaksanakannya tulislah untuknya sepuluh kebajikan. "103. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. Sabdanya:" Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Apabila hamba-Ku berniat hendak
melakukan suatu kebajikan tetapi belum dilaksanakannya, Aku tulis untuknya sepuluh sampai tujuh ratus lipat kebajikan. Apabila dia berniat hendak melakukan suatu kejahatan tetapi belum dilaksanakannya, tidak Ku-tulis apa-apa baginya. Jika dilaksanakannya, Ku-tulis untuknya satu kejahatan. "
104. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda "Allah Azza wa Jalla berfirman: Apabila hamba-Ku mengatakan akan berbuat kebajikan, Aku tulis baginya (pahala) satu kebajikan, sekalipun belum dilaksanakannya. Tapi ketika dilaksanakannya, Aku tulis untuknya (pahala) sepuluh kebajikan. Apabiladia berujar akan berbuat kejahatan,
Aku ampuni dia selama belum dilaksanakannya. Setelah dilaksanakannya, Kutulis untuknya balasan satu kejahatan. Sabda Rasulullah saw. selanjutnya: "Malaikat berkata: Wahai Tuhan! Inilah hamba-Mu, dia bermaksud hendak berbuat kejahatan (padahal Allah melihat)." Jawab Allah, "Amatilah dia! Jika dilaksanakannya,tuliskan baginya balasan yang setimpal. Tapi jika tidak dilaksanakannya, tuliskan baginya pahala satu kebajikan, karena dia takut kepada-Ku. "Rasulullah saw. Melanjutkan pula sabdanya," Apabila keislaman kamu lebih meningkat, maka tiap-tiap kebajikan yang dilakukannya ditulis (pahalanya) sepuluh sampaitujuh ratus lipat. Dan setiap dia melakukan kejahatan ditulis (balasannya) setimpal dengan kejahatannya itu sampai dia mati, "
105. Dari Ibnu 'Abbas ra, dari Rasulullah saw., Sebagaimana diriwayatkannya dari Tuhannya Tabaraka wa Ta'ala, sabdanya: "Allah menulis setiap kebajikan dan kejahatan." Kemudian Rasulullah menjelaskannya: "Siapa berniat berbuat kebajikan tetapi tidak dilaksanakannya, Allah menuliskan baginya (pahala)satu kebajikan yang sempurna. Jika dia berniat melakukannya lalu dilaksanakannya, maka Allah menuliskan baginya (pahala) sepuluh sampai tujuh ratus lipat kebajikan, atau lebih banyak. Jika dia berniat melakukan kejahatan tetapi tidak dilaksanakannya, Allah menuliskan baginya pahala satu kebajikan yangsempurna. Jika dia berniat melakukannya lalu dilaksanakannya, Allah menuliskan baginya balasan satu kejahatan. "106. Dari Abu Hurairah ra, katanya para sahabat datang kepada Rasulullah saw. Lalu mereka bertanya:" Kami merasakan di dalam hati kami suatu waswas yang sangat berat bagi kami menuturkannya. "Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnyakah itu?" Kata mereka, "Ya, sesungguhnya." Jawab Rasulullah saw., "Yang demikian itu adalah suatu tanda bagi iman yang sempurna."
107. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Orang banyak selalu bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang hal waswas. Jawab beliau," Itu adalah suatu tanda bagi iman yang bersih. "
108. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang banyak selalu tanya-bertanya (tentang ini dan itu), sehingga akhirnya mereka bertanya:" Alam ini ciptaan Allah; maka siapakah yang menciptakan Allah? "Sabda Rasulullah saw.," Hendaklah kamu jawab: Aku
iman dengan Allah! "
109. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setan akan datang kepada Anda bertanya, Siapakah yang menciptakan
ini dan itu? Sampai akhirnya dia bertanya, Siapa pula yang menciptakan Tuhan mu itu? "Ketika sudah sampai ke situ, maka berlindunglah dengan Allah (mengucapkan: A'udzubillahi minasy syaithanirrajim), dan sudahilah."
110. Dari Abu Umamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang merampas hak orang muslim dengan sumpah, dia wajib masuk neraka dan haram baginya surga." Lantas seorang laki-laki bertanya: "Sekalipun hanya sedikit, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Sekalipun
hanya seujung sikat gigi dari kayu arak. "
111. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang bersumpah dengan sumpah palsu untuk menguasai harta orang lain, kemudian dia mati dalam sumpahnya itu, maka dia itu mati dalam murka Allah. "Kata Abdullah , "Kemudian Rasulullah saw.
membacakan kepada kami ayat Quran untuk memperkuat sabda beliau itu:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengganti janji Allah dan Sumpah mereka dengan harga murah, orang-orang itu tidak mendapat bagian di akhirat;
dan Allah tidak akan berbicara kata dengan mereka, tidak melihat kepada
mereka dan tidak membersihkan mereka dari dosa, sedangkan mereka mendapat siksa yang pedih. "(Ali 'Imran: 77)
112. Dari 'Alqamah bin Wail, dari bapaknya, katanya: "Ada seorang laki-laki dari Hadhramaut dan seorang lagi dari Kindah, keduanya datang kepada Nabi saw. Orang Hadhramaut berkata," Orang ini merampas tanah ku yang ku warisi dari ayahku. " Kata orang Kindah, "Tanah itu adalah milikku yang ku tanamidengan tangan ku. Dia tidak berhak atas tanah itu. "Tanya Rasulullah saw. Kepada orang Hadhramaut," Apakah Anda
memiliki bukti? "Jawabnya," Tidak! "Sabda Rasulullah saw.," Kalau begitu orang Kindah ini (terdakwa) harus disumpah. Anda dapat pegang sumpahnya. "Kata orang Hadhramaut," Orang Kindah ini jahat. Dia tidak
peduli meskipun dia disumpah. Bahkan dia tidak tahu malu. "Jawab Rasullullah saw.," Tidak ada jalan lain bagi Anda kecuali memegang sumpahnya. "Setelah bersumpah, orang Kindah itu pergi. Setelah itu Rasulullah saw. Bersabda:" Jika dia bersumpah dengan sumpah palsu karena ingin menguasai harta milikorang lain (merampas), maka dia mati dalam murka Allah. "
113. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu bertanya:" Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jika seseorang datang hendak merampas harta ku? "Jawab Rasulullah saw.," Jangan diberikan, pertahankan! "Tanya:" Jika dia ingin membunuh ku? "Jawab Rasulullah,"Bunuh pula dia!" Tanya, "Bagaimana kalau aku yang terbunuh?" Jawab: "Engkau mati syahid!" Tanya: "Bagaimana kalau dia yang terbunuh?" Jawab Nabi saw., "Dia masuk neraka!"
114. Dari Al Hasan ra, katanya: "Pada suatu hari, 'Ubaidullah
bin Ziyad datang berkunjung ke rumah Ma'qil bin Yasar, ketika Ma'qil sedang sakit yang menyebabkan kematiannya. Kata Ma'qil kepada 'Ubaidullah, "Akan ku sampaikan kepada Anda sebuah hadis yang kudengar sendiri dari Rasullullah saw. Kalaulah aku yakin bahwa aku akan lama hidup, hadis itu belum akanku sampaikan pada Anda. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seorang hamba yang dipercayakan Allah memimpin rakyatnya, tetapi dia menipu rakyat, maka jika dia mati, Allah mengharamkan surga baginya."
115. Dari Abi Malih ra, katanya: "Pada suatu hari 'Ubaidullah
bin Ziyad datang mengunjungi Ma'qil bin Yasar yang sedang sakit., Kata
Ma'qil kepada 'Ubaidullah, "Kusampaikan kepada Anda sebuah hadis, yang kalau aku tidak sakit seperti hadis itu belum akan ku sampaikan
kepada Anda. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seorang Amir
(Penguasa) yang menjabat urusan-urusan kaum muslimin, ketika dia tidak bersungguh-sungguh berjuang bagi kepentingan mereka, dan tidak memberikan nasihat, dia tidak akan masuk surga bersama-sama dengan mereka. "
116. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Kami menerima dua buah hadits dari Rasulullah saw., Yang satu telah kulihat kenyataannya, sedangkan
yang satu lagi masih kutunggu-tunggu. Rasulullah saw. bersabda kepada kami, "Sesungguhnya amanah itu bertempat di hati sanubari seseorang. Kemudian Al Qur'an turun, lalu mereka belajar dari Al Qur'an dan Sunnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda pula tentang hilangnya kepercayaan. Sabda beliau," Seorangsedang tidur, lalu dicabut amanah dari hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti noktah. Kemudian ia tidur lagi, lalu dicabut pula amanah dari hatinya maka kini tinggallah bekasnya seperti lepuh yang membengkak di tangan atau di kaki yang terkena bara panas, dan lepuh itu mengandung air sedikit. Ketikaitu, amanah hampir saja hilang sehingga orang mencarinya ke mana-mana.
Ketika dikatakan orang: Di sana ada amanah! Mereka sama berkata: alangkah sabarnya dia; atau alangkah baiknya dia; dan atau alangkah cerdiknya dia. Tapi yang sebenarnya batin orang itu kosong dari iman. Kata Hudzaifah, "Dahulu, ketika amanah masih dipegang orang erat-erat, aku bisa berdagang dengansiapa pun. Jika dengan orang muslim, ia berlaku jujur karena agamanya, dan jika dengan orang Nasrani atau dengan orang Yahudi, kejujuran itu pun ada pada majikannya. Tapi sekarang, aku tak hendak berdagang lagi melainkan dengan orang-orang tertentu, seperti si Anu dan si Anu yang masih memegangamanah erat-erat.
117. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Pada suatu hari kami berada bersama 'Umar bin Khaththab, lalu dia bertanya:" Siapakah di antara Anda semua yang pemah mendengar Rasulullah saw. membicarakan perihal fitnah (bencana)? "Jawab hadirin," Kami pernah mendengar. "Kata 'Umar," Barangkali yang Anda maksudkan,bencana yang terjadi dalam keluarga atau tetangga seseorang. "Jawab mereka," Ya, benar! "Kata 'Umar," Bencana yang demikian dapat dihapus dengan shalat, puasa dan sedekah. Tapi siapa di antara Anda sekalian yang pernah mendengar Nabi saw. berbicara tentang bencana besar yang terjadi seperti gelombanglaut? "Kata Hudzaifah," Orang banyak diam saja. Karena itu aku berkata: "Aku pernah dengar!" Kata 'Umar, "Bagus, silakan bicara!" Kata Hudzaifah, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Fitnah membentang dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanyaakan mendapat bercak hitam, sedangkan hati yang menolak fitnah itu akan tetap putih cemerlang selama langit dan bumi masih ada. Hati yang telah kena bercak hitam, lama-lama akan menjadi sangat hitam bagaikan belanga tertelungkup. Dia tidak lagi mengenal baik dan buruk, tetapi hanya mengikuti kehendakhawa nafsunya semata-mata. "Kata Hudzaifah melanjutkan," Antara Anda dengan berkecamuknya bencana besar itu ada sebuah pintu yang terkunci rapat, namun dikhawatirkan pintu itu akan dipecahkan orang. "Tanya Umar," Akan rusak orang? Bagaimana kiranya kalau pintu itu dibuka saja, barangkalidapat ditutup kembali dengan baik. "Kata Hudzaifah," Pintu itu adalah seorang pemimpin utama yang kemudian tewas dibunuh orang. Dan hadis ini bukanlah sekedar dongeng belaka. "
118. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Islam pada awalnya asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah kiranya yang terasing."
119. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya Islam itu mula-mulanya asing dan akan kembali asing bagai kembali. Dia akan kembali ke dua masjid sebagaimana ular kembali ke sarangnya."
120. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya iman itu akan kembali ke Madinah, seperti ular kembali ke sarangnya."
121. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat, selama masih ada orang yang iman kepada Allah di muka bumi ini."
122. Dari Hudzaifah ra, katanya "Pada suatu ketika kami berada bersama Rasulullah saw., Beliau bersabda:" Coba Anda hitung untukku berapa jumlahnya orang-orang Islam! "Jawab kami," Ya,
Rasulullah! Apakah Anda kuatir terhadap kami? Kami berjumlah sekitar
600 sampai 700 orang. "Sabda Rasulullah saw.," Anda semua belum tahu,
kalau pada suatu ketika akan terjadi cobaan. "Kata Hudzaifah," Benar juga sabda Rasulullah saw. Nyatanya kami benar-benar mendapat cobaan, sehingga kami tidak dapat shalat melainkan dengan cara sembunyi-sembunyi. "
123. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Membagi-bagikan suatu pembagian kepada sekelompok orang (ketika itu Sa'ad duduk di antara mereka). Ternyata Rasulullah saw. Tidak memberikan pembagian itu kepada seseorang di antara mereka. Kejadian itu sangat mengherankanku. Karena itu aku bertanya, "Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan tidak Anda beri pembagian itu? Demi Allah!"
Aku tahu benar bahwa dia itu mukmin. "Jawab Rasulullah saw.," Bukankah dia itu muslim? "Kata Sa'ad. Selanjutnya," Aku diam sebentar. Sementara itu apa yang ku ketahui tentang orang itu mendesak ku untuk bertanya lagi. "Lalu ujar ku," Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan itu
tidak Anda beri pembagian itu? Demi Allah! Aku tahu benar bahwa dia itu
mukmin. "Jawab Rasulullah saw." Bukankah dia itu muslim? Kata Sa'ad, "Aku terdiam sebentar, dan hal itu sangat mempengaruhi ku." Karena itu aku berujar pula, "Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan itu tidak
Anda beri? Demi Allah! Aku tahu benar yang dia itu mukmin. "Akhirnya Rasulullah saw. Menjawab," Bukankah dia itu muslim? Sesungguhnya aku lebih suka memberi orang-orang itu karena aku kuatir mereka akan kafir kembali, sedangkan yang lain-lain itu lebih ku cintai dari mereka. "
124. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap Nabi yang diutus Allah dibekali dengan bukti-bukti, sebagai mu'jizat bagi mereka agar umat manusia beriman kepada mereka. Sedangkan aku dibekali dengan wahyu yang diwahyukan Allah kepada ku (Al Qur'an). Karena itu aku penuh harapbahwa umatkulah nanti yang terbanyak di
hari kiamat. "
125. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Katanya:
"Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangannya, setiap orang yang telah mendengar risalahku, baik itu Yahudi atau Nasrani, kemudian dia mati tanpa iman dengan risalahku itu maka dia pasti masuk neraka." 126. Dari Sya'bi ra, dari Abu Burdah bin Abu Musa, dari ayahnya katanya Rasulullah saw. bersabda:"Ada tiga golongan, di mana mereka diberi pahala ganda: (1) Ahli Kitab yang iman dengan nabinya, kemudian dia bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Lalu dia beriman dengannya, mengikutinya, dan membenarkannya, maka orang itu mendapat pahala dua kali. (2 ) Hamba sahaya yang melaksanakan kewajibannya terhadapAllah Ta'ala dan terhadap majikannya, hamba sahaya itu mendapat pahala dua kali. (3) Pria yang memiliki hamba sahaya wanita, lalu diberinya makan, dididiknya baik-baik, dimerdekakannya lalu menikah dengannya, maka orang itu mendapat pahala dua kali. "
127. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda: "Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan kekayaan akanmelimpah ruah, sehingga tidak seorang pun lagi yang bersedia menerima pemberian. "
128. Jabir bin Abdullah r.a. mendengar Nabi saw. bersabda: Akan selalu ada sampai hari kiamat, segolongan umat ku yang berjuang
menegakkan kebenaran dan mereka pasti menang. "Kata Nabi saw. selanjutnya," Sementara itu Nabi Isa as akan turun ke tengah-tengah umat. Lalu pemimpin-pemimpin mereka berkata kepadanya: Sudilah Anda shalat dan menjadi pemimpin kami. "Jawab Nabi Isa as," Tidak! Masing-masing kamu bisa menjadi pemimpinbagi yang lain, selaku suatu kehormatan yang dilimpahkan Allah kepada umat ini. "
129. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat, sampai matahari terbit di Barat. Ketika matahari telah terbit di Barat, manusia akan iman semuanya. Tapi ketika itu imannya tidak berguna lagi, ketika sebelumnya dia tidak beriman, atau tidak berbuat kebajikandengan imannya itu. "
130. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Ada tiga hal, bila ketiganya terwujud, maka iman seseorang tidak berguna lagi, ketika dia belum iman sebelumnya, atau tidak berbuat kebajikan dengan imannya itu. Yaitu: (1) Ketika matahari terbit di Barat. (2) Dajjal keluar (3) Dabbah (binatang melata) berkeliaran di muka bumi.
131. Dari Abu Dzar r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Tahukah Anda semua, ke manakah matahari itu pergi?" Jawab mereka, "Allah dan RasulNya lah yang lebih tahu." Sabda Nabi saw., "Dia berjalan sampai ke perhentiannya di bawah 'Arasy, lalu di sana dia sujud. Dia selalu sujud sampai datang perintah:Bangkitlah dan kembali ke tempatmu kembali! Dia pun pergi dan muncul lagi di tempatnya semula. Kemudian dia berjalan sampai sampai pula di tempatnya di bawah 'Arasy, lalu di sana dia sujud sampai datang pula perintah: Bangkitlah dan kembali ke tempatmu semula. Dia pun pergi dan terbit di tempatnya semula.Kemudian ia menggulir pula, tidak pernah default sedikit jua pun sampai ia sampai pula kembali di tempatnya di bawah 'Arasy. Sekonyong-konyong ia mendapat perintah: Bangkitlah, dan muncullah di tempat engkau biasa tenggelam. Maka terbitlah itu di Barat. "Sabda Rasulullah saw.," Tahukah Anda semua, Kapanitu akan terjadi? Adalah pada hari, di mana iman seseorang tidak berguna lagi, jika sebelumnya dia tidak iman, atau tidak melakukan suatu kebajikan dengan imannya itu. "132. Dari 'Urwah bin Zubair, katanya' Aisyah ra, istri Rasulullah saw. Bercerita kepadanya:" Wahyu yang pertama turun kepada Nabi
saw. adalah berupa mimpi-nyata waktu tidur, yang terlihat jelas oleh beliau bagaikan cahaya Subuh. Semenjak itu timbul keinginan di hati beliau hendak bersunyi diri. Karena itu ia pergi mengasingkan diri ke Gua Hira '. Di sana beliau beribadah beberapa malam sampai perbekalannya habis. Bila perbekalannyatelah habis, ia pulang ke rumah Khadijah untuk mengambilnya lagi dan setelah itu ia kembali pula ke sana. Kondisi itu berlangsung beberapa lama, sampai pada suatu ketika ia dikejutkan oleh kedatangan malaikat Jibril ke Gua Hira 'itu. Malaikat berkata kepadanya, "Bacalah!" Jawab Nabi saw.,"Aku tidak pandai membaca." Kata Nabi, "Malaikat itu segera merangkul ku, sehingga aku kepayahan karenanya. Kemudian aku dilepaskannya, lalu katanya:" Bacalah! "Jawab ku," Aku tidak pandai membaca. "Karena itu aku dirangkulnya untuk kedua dan ketiga kali, sampai aku kepayahan . Kemudian aku dilepaskannya,lalu katanya: "Bacalah nama Tuhan mu yang menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan, Tuhan mu itu Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) menulis. Yang mengajar manusia apa yang belum diketahuinya." (AI 'Alaq: 1-5). Setelah itu Rasulullah saw. kembali pulang, membawa ayat-ayatdan pengalaman yang baru dialaminya itu dengan tubuh
menggigil gemetaran. Sampai di rumah Khadijah, beliau berkata, "Selimuti aku! Selimuti aku!" Khadijah segera menyelimutinya. sehingga hilang rasa keterkejutannya. Kemudian ia berkata kepada Khadijah, "Wahai, Khadijah!" Bagaimana aku ini? "Lalu diceritakannya kepada Khadijah segala peristiwa yang barusaja dialaminya. Setelah itu ia berkata: Aku cemas terhadap diri ku ini. "Jawab Khadijah," Jangan! Jangan cemas! Gembirakanlah hati Anda! Percayalah, Allah tidak akan
menimpakan kehinaan pada diri Anda selamanya. Bukankah Anda selalu bersikap ramah tamah, menghubungkan silaturrahim, selalu berbicara
benar, selalu menunaikan tugas kewajiban, menyediakan yang belum ada, memuliakan tamu, dan membela orang-orang yang kesusahan demi menegakkan kebenaran! "Kemudian Khadijah membawa beliau mendatangi Waraqah bin Naufal bin Asad bin 'Abdul' Uzza, yaitu anak paman Khadijah, yang telah memeluk agama Nasranisejak masa Jahiliyah. Dia pandai menyalin buku-buku ke bahasa Arab. Antara lain dia menyalin Alkitab ke bahasa Arab seberapa yang dapat ditulisnya. Dia pun sudah tua dan matanya telah buta. Khadijah berkata kepadanya, "Wahai anak paman ku! Dengarkanlah anak saudara mu ini (Muhammad) bercerita!"Jawab Waraqah bin Naufal, "Hai, anak saudara ku! Apakah gerangan yang telah engkau alami? Ceritakanlah!" Rasulullah saw. lalu menceritakan pengalaman yang baru dialaminya. Kata Waraqah, "Itu adalah malaikat (Namus) Jibril as yang pernah datang kepada Nabi Musa as, Wahai, diri ku! Kalaulah aku
masih muda, Wahai, kiranya diri ku! Kalaulah aku masih hidup ketika engkau diusir oleh wargamu "Tanya Rasulullah saw.," Apakah mereka akan mengusir ku? "Jawab Waraqah," Ya, benar! Tidak seorang pun yang datang membawa apa (ayat-ayat) yang engkau bawa itu yang tidak dimusuhi. Jika aku masih menemukanhari itu, pasti aku akan membelamu sekuat-kuatnya. "
133. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari r.a. (Seorang sahabat Rasulullah saw.), Katanya Rasulullah pernah menceritakan tentang putusnya wahyu. Sabda beliau, "Pada suatu ketika, sedang aku berjalan tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Karena itu ku angkat pandangan ku (ke arah suara tersebut), makanampak oleh ku malaikat yang pernah datang kepada ku di Gua Hira 'duduk di kursi antara langit dan bumi. "Sabda Rasulullah saw. selanjutnya," Dengan perasaan terkejut bercampur takut, aku segera pulang. Sesampai di rumah, aku berkata kepada Khadijah, "Selimuti aku! Selimuti aku!" Khadijah punsegera menyelimuti ku. Sedang aku berselimut itu, Allah Tabaraka wa Ta'ala
menurunkan ayat: "Hai, orang yang berselimut! Bangunlah, dan berikan
peringatan! Dan Tuhan engkau agungkanlah! Dan pakaian engkau bersihkanlah (sucikanlah)! Dan perbuatan dosa jauhilah! "(Al Muddatstsir: 1-5). Sesudah itu wahyu turun berturut-turut.
134. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jibril membawakan kepada ku seekor Buraq ', yaitu sejenis hewan berwarna putih, lebih panjang dari keledai dan lebih pendek dari baghal. Ia dapat melompat sejauh mata memandang. Hewan itu lalu ku tunggangi sampai ke Baitul Makdis.Sampai di sana hewan itu kutambatkan di tambatan yang biasa digunakan para Nabi. Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan shalat di situ dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa dua buah bejana, yang satu berisi khamar dan yang satu lagi berisi susu. Aku memilih susu. Kata Jibril, "Anda
memilih yang benar. "Kemudian kami dibawa ke langit. Lalu Jibril minta supaya dibukakan pintu. Jibril ditanya," Anda siapa? "Sahut Jibril," Aku Jibril! "Tanya:" Siapa bersama Anda? "Jawab:" Muhammad! "Tanya: "Sudah diutuskah dia (menjadi Rasul)?" Jawab: "Ya, benar! Dia sudah diutus! "Setelah itu barulahpintu di bukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Adam. Dia mengucapkan 'Selamat datang kepada ku serta mendo'akanku semoga beroleh kebaikan. Kemudian kami naik ke langit kedua. Jibril A.S. minta dibukakan pula pintu. Lalu dia ditanya, "Siapa Anda?" Jibril menjawab, "Aku Jibril!"Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad!" Tanya: "Apakah dia sudah diutusi?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus!" Setelah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan dua orang anak dan paman, yaitu Isa anak Maryam dan Yahya bin Zakaria 'alaihimas salam. Keduanya mengucapkan'Selamat datang kepada ku, serta mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan pula pintu. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab: "Aku Jibril!" Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw.!" Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya,dia sudah diutus "Lalu pintu dibukakan bagi kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Yusuf as, yang kecantikannya seperdua dari seluruh kecantikan yang ada. Dia mengucapkan selamat datang kepada ku, dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Sesudah itu kami dibawa naik ke langit keempat . JibrilA.S. minta supaya dibukakan pula. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab, "Aku Jibril!" Tanya, "Siapa bersama Anda?" Jawab, "Muhammad saw." Tanya, "Apakah dia sudah diutus?" Jawab, "Ya, dia sudah diutus." Setelah itu, barulah pintu dibukakan untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Idris A.S. Dia mengucapkanselamat datang kepada ku, serta mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Firman Allah:
"Kami naikkan dia (Idris) ke tempat yang tinggi" (Maryam: 57). Kemudian kami naik ke langit kelima. Jibril A.S. minta dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab, "Aku Jibril." Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw." Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus."Setelah itu pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Harun A.S. Dia mengucapkan selamat datang kepada ku dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian kami naik ke langit ke enam. Lalu Jibril minta dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapakah Anda?" Jawab: "Aku Jibril." Tanya:"Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad." Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus." Sesudah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Musa A.S. Dia mengucapkan selamat datang kepada ku dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian kaminaik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapa Anda?" Jawab: "Aku Jibril." Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw." Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, dia sudah diutus." Sesudah itu, lalu pintu dibuka untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Ibrahim assedang bersandar ke Baitul Ma'mur, di mana 70.000 malaikat setiap hari masuk ke dalamnya dan mereka tidak pernah kembali lagi dari situ. Kemudian Jibril membawa ku ke Sidratul Muntaha, mendapatkan sebatang pohon yang daunnya seperti telinga gajah, dan buahnya sebesar kendi. Setiap kali ia tertutup dengankehendak Allah, ia berubah sehingga tidak satu pun makhluk Allah yang sanggup mengungkapkan keindahannya. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada ku, mewajibkan shalat 50 kali sehari semalam. Sesudah itu aku turun ke tempat Musa A.S. Musa bertanya, "Apa yang telah diwajibkan Tuhan mu kepada umatmu?" Jawabku, "Solat 50 kali." Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Aku sendiri telah mencoba terhadap Bani Israil." Kata Nabi saw., "Aku kembali kepada Tuhan ku, lalu aku memohon, Ya Tuhan! Berilah umat ku keringanan! ' Maka Allah menguranginyalima. "Sesudah itu aku kembali ke Musa. Kataku," Allah menguranginya lima. "Kata Musa," Umatmu tidak akan sanggup menunaikannya sebanyak itu. Karena itu
kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan. "Kata 'Nabi saw. selanjutnya," Aku jadi berulang pulang pergi antara Tuhan ku Tabaraka wa Ta'ala dengan Musa, sehingga akhirnya Allah berfirman: "Kesimpulannya adalah shalat lima kali sehari semalam. Bagi setiap satu kali shalat, sama nilainyadengan sepuluh shalat; maka jumlah nilainya 50 juga. Dan siapa bermaksud hendak berbuat kebajikan, tapi tidak dilaksanakannya, dituliskan untuknya (pahala) satu kebajikan. Setelah dilaksanakannya, ditulis baginya (pahala) sepuluh kebajikan.
Dan siapa bermaksud hendak berbuat kejahatan, tetapi tidak jadi dilaksanakannya, tidak akan ditulis apa-apa baginya. Tetapi jika dilaksanakannya, maka ditulis baginya balasan satu kejahatan. Sesudah itu aku turun kembali ke tempat Musa as, lalu kuceritakan kepadanya apa yang difirmankan Tuhan kuitu. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, dan mintalah keringanan." Jawab Rasulullah saw., "Aku telah berulang kali kembali kepada Tuhan ku meminta keringanan, sehingga aku malu kepadaNya.
135. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku dibawa orang (Jibril) ke sumur zamzam; di sana dadaku dibelah,
kemudian dibersihkan dengan air zamzam sesudah itu aku diantarkannya kembali ke tempatku semula. "
136. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Jibril mendatangi Rasulullah saw. Ketika beliau sedang bermain-main dengan beberapa orang
anak (di masa kecil). Tiba-tiba Jibril memegang dan membaringkan dia, lalu membelah dan mengeluarkan jantung beliau, kemudian
dibuangnya segumpal darah dari jantung itu seraya berkata: Ini
menguntungkan setan dari diri mu. Kemudian dibersihkannya dalam sebuah bejana emas dengan air zamzam. Sesudah itu diletakkannya ditempatnya dan dijahitkannya kembali. Anak-anak yang menyaksikan peristiwa itu
segera lari ke ibu susu beliau, mengabarkan bahwa Muhammad dibunuh orang. Mereka segera mencarinya, dan didapatinya Muhammad masih dalam kondisi pucat. "Kata Anas," Aku melihat bekas jahitan itu di dada Nabi saw. "
137. Abu Dzar r.a. mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bercerita: "Pada suatu ketika, waktu aku masih di Makkah, atap rumah ku tiba-tiba terbuka. Lalu Jibril as turun dan membelah dada ku, kemudian dibersihkannya dengan zamzam. Sesudah itu diambilnya sebuah bejana emas penuh berisi hikmah dan iman,lalu dituangkannya ke dada ku, dan setelah itu dada ku dipertautkannya. Kemudian dipegangnya tangan ku, dan ia membawa ku naik ke langit. Ketika kami sampai di langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit, "Buka pintu!" Tanya penjaga, "Siapa itu?" Jawabnya, "Aku Jibril! Tanya: Apakah orang lainbersama Anda? "Jawab:" Ya, ada! Bersama ku Muhammad saw. "Tanya:" Apakah dia sudah diutus menjadi Rasul? "Jawab:" Ya, dia sudah diutus. "Maka terbukalah pintu untuk kami. Ketika kami telah sampai di langit dunia, tiba-tiba kami melihat seorang pria, yang di kanan kirinya tampak menghitam. Apabiladia melihat ke sebelah kanannya dia tertawa, dan ketika dia melihat ke sebelah kirinya dia menangis. Dia berujar kepada ku, "Selamat datang, hai Nabi dan anak yang saleh." Aku bertanya, "Siapa ini hai Jibril?" Jawab Jibril, "Ini Adam 'alaihissalam. Yang terlihat menghitam di kanan kirinya itu adalahruh anak-cucunya.
Yang sebelah kanan penduduk surga dan yang sebelah kirinya penduduk neraka. Karena itu, kalau dia menengok ke kanan, dia tertawa dan ketika dia menengok ke kiri dia menangis. "Kata Nabi saw. Selanjutnya." Kemudian Jibril membawa ku naik ke langit kedua. Kata Jibril kepada penjaga, "Buka pintu!" Penjagabertanya seperti pertanyaan penjaga langit dunia. Sesudah itu barulah pintu terbuka. Kata Anas bin Malik, "Nabi saw. Menceritakan bahwa di beberapa
langit beliau bertemu berturut-turut dengan para Nabi: Adam, Idris, Isa, Musa dan Ibrahim shalawatullahi 'alaihim ajma'in. Beliau tidak meceritakan selengkapnya bagaimana pertemuan beliau dengan para Nabi itu selain hanya menceritakan pertemuannya dengan Adam as di langit dunia, dan dengan Ibrahimdi langit keenam. "Katanya," Ketika Jibril A.S. bersama Rasulullah saw. lewat di tempat Idris as, Idris mengatakan: Selamat datang wahai Nabi dan anak yang saleh. "Aku bertanya kepada Jibril." Siapa ini? "Jawab Jibril," Ini Idris! "Kata Nabi saw. selanjutnya," Kemudian aku bertemu dengan Musa as "KataMusa kepada ku, "Selamat datang wahai Nabi dan anak yang saleh." Aku bertanya, "Siapa ini?" Jawab Ibril, "Ini Musa!" Kemudian aku bertemu dengan Isa A.S. Kata Yesus, "Selamat datang Nabi dan anak yang saleh." Tanya ku, "Siapa ini?" J awab Jibril, "Ini 'Isa Ibnu Maryam." Cerita Nabi saw. selanjutnya, "Kemudianaku bertemu dengan Ibrahim as "Katanya," Selamat datang wahai Nabi dan anak yang saleh. "Aku bertanya," Siapa ini? "Jawab," Ini Ibrahim! "Kata Ibnu Syihab, Ibnu Hazm mengatakan bahwa Ibnu 'Abbas dan Abu Habbah Al Anshari ra, keduanya berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bercerita: "Kemudianaku dibawa naik ke Mustawa, di mana aku mendengar bunyi coretan kalam. "Kata Ibnu Hazm dan Anas bin Malik, Rasulullah saw. menceritakan: Lalu Allah mewajibkan atas umat ku solat 50 kali sehari semalam. Setelah itu aku kembali membawa perintah itu, dan bertemu dengan Musa as Kata Musa, "Kewajiban apayang diperintahkan Tuhan mu atas umatmu? "Jawab ku,
"Allah memerintahkan solat wajib 50 kali." Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukan sebanyak itu." Karena itu aku kembali kepada Tuhan ku, lalu Tuhan mengurangi sebagian. Sesudah itu aku kembali kepada Musa dan ku ceritakan kepadanya bahwa Tuhan mengurangisebagian. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukan sebanyak itu." Kata Nabi saw., "Aku kembali kepada Tuhan ku (sampai berulang kali) sehingga akhirnya Allah berfirman:" Hanya lima, namun nilainya sama dengan lima puluh; dan putusan ini tidak dapat diubahlagi. "Sesudah itu aku kembali pula kepada Musa. Dia menyuruh ku lagi agar aku kembali kepada Tuhan ku, lantas ku jawab," Aku malu terhadap Tuhan ku. "Kata Nabi saw. selanjutnya," Kemudian aku melanjutkan perjalanan bersama Jibril, sampai sampai ke Sidratul Muntaha. Tempat itu dipelintir dengan anekawarna yang aku tak tahu warna apa namanya. Sesudah itu aku dimasukkan ke surga, yang di dalamnya terdapat kubah-kubah dari permata dan tanahnya dari kasturi. "
138. Dari Malik bin Sha'sha'ah ra, seorang pemimpin dalam kaumnya, katanya Nabi saw. bersabda: "Ketika aku sedang berbaring di tempat tidur dalam keadaan antara tidur dan bangun, tiba-tiba aku mendengar seseorang berbicara, lalu dia mendatangi dan membawa ku pergi. Kemudian aku dibawakannya sebuahbejana emas berisi air zamzam, lalu dibelahnya dadaku dari sini sampai ke sini. Tanya Qatadah, "Hingga mana dibelahnya?" Jawabnya, "Hingga bawah perutnya." Lalu dikeluarkannya hatiku, dan dibersihkannya dengan air zamzam. Sesudah itu diisinya dengan iman dan hikmah. Kemudian aku dibawakannya seekorbinatang berwarna putih yang disebut Buraq ', lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal. Ketika binatang itu melompat, maka lompatannya sejauh mata memandang. Lalu aku dinaikkannya ke punggung binatang itu, dan sesudah itu kami pergi hingga sampai ke langit dunia. Lalu Jibril A.S. mintasupaya dibukakan pintu. Dia ditanya, "Siapa itu?" Jawab Jibril, "Aku Jibril!" Tanya: "Siapa bersama Anda?" Jawab: "Muhammad saw.!" Tanya: "Apakah dia sudah diutus?" Jawab: "Ya, sudah!" Sesudah itu barulah penjaga membukakan pintu untuk kami seraya berkata, "Selamat datang tamu agung!" Kata Nabi saw.selanjutnya, "Kemudian kami bertemu dengan Adam as, sesudah itu di langit kedua dengan Isa dan Yahya as, di langit ketiga dengan Yusuf, keempat dengan Idris, dan di langit kelima dengan Harun as Kami terus juga pergi, hingga sampai ke langit keenam. Di sana kami bertemu dengan Musa as Aku memberisalam kepadanya, dan dia menjawab salamku pula. "Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh," ujarnya. Ketika aku telah berlalu darinya, dia menangis. Lalu dia ditanya oleh suara yang didengar, "Kenapa Anda menangis?" Jawab Musa, "Ya Allah, Engkau mengutus anak ini menjadi Rasulsesudahku. Tapi umatnya lebih banyak yang masuk surga dari umatku. "Kemudian kami pergi pula, hingga sampai ke langit ketujuh. Di sana aku bertemu dengan Ibrahim as, dan melihat empat buah sungai yang dua sumbernya terlihat dan yang dua lagi tidak terlihat. Aku bertanya," Ya, Jibril! Sungaiapakah ini? "Jawab Jibril," Dua sungai yang tidak terlihat sumbernya adalah dari surga, sedangkan dua lagi yang terlihat sumbernya, adalah sungai Nil dan sungai Furat. "Kemudian aku dibawa naik ke Baitul Ma'mur. Aku bertanya kepada Jibril," Apa ini? "Jawab Jibril," Ini Baitul Ma'mur. Setiap hari tujuhpuluh ribu malaikat masuk ke dalam, dan ketika mereka keluar mereka tidak akan kembali lagi ke dalam untuk selama-lamanya. "Kemudian aku diberi dua buah bejana, yang satu berisi khamar dan satu lagi berisi susu. Tapi aku justru memilih susu. Katanya," Pilihan Anda sungguh tepat! "Kemudian diwajibkankepada ku solat 50 kali sehari semalam sebagaimana telah diceritakan.
139. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Kami berjalan bersama-sama dengan Rasulullah saw. Antara Makkah dan Madinah, melewati sebuah lembah. Nabi saw. Bertanya," Lembah apa ini? "Jawab para sahabat," Lembah Azraq. "Sabda Nabi saw., "Aku seperti menampak Musa as (Nabi menyebutkan warna kulit Musa,rambutnya, yang kesemuanya tidak hafal
oleh Dawud yang menyampaikan hadis ini). Dia meletakkan dua buah anak jarinya di kedua telinganya, sedang meninggikan suara membaca talbiyah,
ketika dia melalui lembah ini. Kata Ibnu 'Abbas selanjutnya, "Kami terus berjalan hingga sampai ke suatu puncak, lalu Nabi saw. Bertanya:" Puncak apa ini? "Jawab para sahabat," Puncak Harsya' atau puncak Laft '. "Kata Nabi saw.," Aku seolah -olah menampak Yunus sedang mengenderai unta merah. Dia memakaijubah bulu, tali kekang untanya dari serat-serat serabut. Dia melalui lembah sambil membaca talbiyah. 140. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah memperlihatkan kepada ku para Nabi-nabi. Musa terlihat olehku seorang
yang berperawakan mirip dengan kebanyakan pria suku Syanuah. Dan Isa Ibnu Maryam A.S. kulihat mirip dengan 'Urwah bin Mas'ud, dan Ibrahim as mirip dengan sahabatmu ini, yakni diri Nabi saw. sendiri- Kepadaku diperlihatkan juga Jibril A.S. Ketika itu dia kulihat mirip dengan Dihyah (Ibnu Khalifah). "
141. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Menceritakan tentang fitur Al Masih Dajjal. Sabda beliau," Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak picek. Yang picek itu ialah Al Masih Dajjal; matanya yang sebelah kanan picek seperti anggur kering. "Sabda beliau selanjutnya,"Tadi malam aku bermipi dalam tidurku seolah-olah aku berada dekat Ka'bah. Sekonyong-konyong aku melihat seorang pria berkulit putih kemerah-merahan, lebih cantik dari orang-orang cantik yang pernah kulihat. Rambutnya terurai mencapai kedua bahunya, licin bagai meneteskan air layaknya. Dia letakkandua tangannya di atas bahu dua orang pria yang mengiringnya, padahal dia sedang melakukan thawaf di Ka'bah. Lalu aku bertanya, "Siapa ini?" Jawab mereka, "Al Masih Ibnu Maryam!" Kemudian, kulihat pula dibelakangnya seorang pria berambut keriting. Matanya yang sebelah kanan picek seperti Ibnu Qathanyang pernah Anda lihat. Dua orang pria meletakkan tangan di kedua bahunya, dan dia sedang thawaf. Aku bertanya, "Siapa itu?" Jawab mereka, "Al Masih Dajjal!"
142.Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketika aku sedang berada di Hijir, orang-orang Quraisy bertanya kepada ku tentang peristiwa Isra'dan Mikraj. Antara lain mereka menanyakan data-data tentang Baitul Makdis. Aku sangat merasa kesulitan, karena aku tidak bisa menerangkannyadengan baik. Lalu Allah memperlihatkan masjid itu kepada ku dengan jelas, sehingga aku dapat menjawab segala pertanyaan mereka dengan tepat. Aku teringat pula ketika aku berada diantara para nabi. Ketika itu Nabi Musa A.S. sedang shalat. Dia seorang pria yang gagah perkasa, bagai kebanyakan priaSyanuah. Begitu pula Isa Ibnu Maryam sedang shalat. Dia terlihat mirip dengan Urwah bin Mas'ud Ats Tsaqafi. Ibrahim juga shalat. Dia lebih mirip dengan sahabatmu ini-yakni diri dari Nabi saw. sendiri. Ketika waktu shalat tiba, akulah yang mengimami mereka. Setelah selesai shalat, lantas ada yang berkata,"Ya, Muhammad! Ini adalah malaikat penjaga neraka. Ucapkanlah salam kepadanya." Aku menoleh kepadanya. Tapi dia telah mendahului ku mengucapkan salam. "
143. Dari Masruq ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika aku duduk dekat 'Aisyah ra, dia berkata kepada ku," Hai, Abu' Aisyah! Ada tiga hal, barangsiapa mengatakan salah satu di antaranya, maka berarti orang itu mengatakan suatu kebohongan besar terhadap Allah. "Aku bertanya," Apakah itu? "Jawabnya,(1) Siapa yang mengatakan bahwa Muhammad saw. pernah melihat Tuhannya, maka dia itu sesungguhnya
telah mengadakan kebohongan besar terhadap Allah. Kata Masruq, "Ketika itu aku sedang bersandar, lalu aku duduk seraya berkata:" Ya, Ummul
Mukminin! Tunggu sebentar, dan jangan terburu-buru. Bukankah Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman: "Sesungguhnya dia telah melihatnya ditepi langit yang terang". (Takwir: 23) "Sesungguhnya dia telah melihatnya di waktu yang lain". (An Najm: 13) Jawab 'Aisyah, "Akulah orang yang pertama-tama dari umatini yang menanyakan masalah itu kepada Rasulullah saw. "Beliau bersabda," Sesungguhnya yang terlihat itu adalah Jibril. Aku belum pernah melihatnya dalam bentuknya yang asli selain dua kali itu. Ketika ia turun dari langit, sebagian tubuhnya tertutup antara langit dan bumi. "Kata 'Aisyah selanjutnya,"Belum Anda dengarkah firman Allah yang mengatakan:" Penglihatan tidak sampai kepada-Nya, tetapi Dia mengetahui segala penglihatan. Dia itu lemah-lembut dan Maha Tahu ". (An'am: 103)" Dan tidak ada seorang pun akan dapat berkata-kata dengan Allah, melainkan dengan wahyu, atau di balik tabir, atau dikirim-Nyautusan, lalu dengan izin-Nya diwahyukan-Nya apa yang dikehendaki-Nya: sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana ". (Syura: 51) Kata 'Aisyah melanjutkan: (2) Orang yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. menyembunyikan sesuatu ayat dari Kitab Allah (tidak disampaikannya). Maka orang itu sesungguhnyatelah melakukan kebohongan besar terhadap Allah. Firman Allah: "Hai, Rasul! Sampaikanlah apa yang diwahyukan kepada mu dari Tuhanmu! Ketika itu tidak engkau lakukan, berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya (tidak menjalankan tugas dari-Nya".) (Al Maidah: 67) (3) Orang yang mengatakan bahwa Rasulullahsaw. tahu apa yang akan terjadi esok. Orang itu sungguh-sungguh telah mengadakan suatu kebohongan besar terhadap Allah. Firman Allah: "Katakanlah: Tidak seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui apa yang tersembunyi, melainkan Allah." (Naml: 65)
144. Dari Masruq ra, katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra," Bagaimana pendapat Anda tentang firman Allah: Kemudian dia mendekat dan bertambah dekat. Maka jaraknya kini hanya antara dua anak panah, atau lebih dekat. Lalu Dia mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang akan diwahyukan-Nya. "(An Najm:8:10) Jawab 'Aisyah, "Itu adalah Jibril' alaihis salam. Dia biasanya datang dalam bentuk seorang pria, tetapi kali ini dalam bentuknya yang asli, sehingga menutupi ufuk langit." 145. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw.," Apakah Anda melihat Allah? "Jawab beliau," Dia MahaCahaya, bagaimana aku bisa melihat-Nya? "
146. Dari Abu Musa ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami empat hal: (1) Allah 'azza wa jalla tidak pernah tidur, dan mustahil Dia tidur. (2) Allah yang menentukan tinggi atau rendahnya nilai amal seseorang. (3) Allah menerima amal yang diperbuat seseorang di waktumalam pada siang hari, dan menerima amal siang di waktu malam. (4) Tirai-Nya adalah cahaya. (Didalam riwayat Abu Bakar perawi lain - disebutkannya api). Jikalau tirai itu dibuka, maka terbakarlah segala yang ada, di mana penglihatan Allah sampai kepada-Nya.
147. Dari Qais ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada dua surga, bejana dan furnitur-furnitur di dalamnya terbuat dari perak, dan dua surga,
bejana dan furnitur-furnitur di dalamnya terbuat dari emas. Penghalang
pandangan antara orang banyak dengan Tuhan mereka adalah tabir kebesaran yang menutup pemandangan memandang ke wajahNya di surga 'Adan. "
148. Dari Shuhaib ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman kepada mereka:" Apakah kamu semua membutuhkan sesuatu yang perlu
Aku tambah untukmu? "Jawab mereka," Bukankah muka kami telah putih megah? Bukankah kami telah Engkau masukkan ke surga dan Engkau bebaskan dari neraka? "Kata Rasulullah saw. Selanjutnya," Lalu Allah membukakan tabir yang menutupinya. Sekonyong-konyong penduduk surga merasakan nikmat yangtiada taranya, selain memandang Allah 'azza wa jalla. "
149. Dari 'Atha' bin Yazid Al Laytsi ra, katanya Abu Hurairah ra,
mengabarkan kepadanya, bahwa orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah kami melihat Tuhan kami nanti di hari kiamat?" Jawab Rasullullah saw., "Apakah kamu mendapatkan kesulitan melihat bulan purnama di malam empat belas?" Jawab mereka "Tidak, ya Rasulullah!" Tanya, "Apakah kamu merasa sulitmelihat matahari di langit tak berawan? "Jawab mereka," Tidak, ya Rasulullah! "Sabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya Anda semua akan melihatNya nanti seperti itu. Di hari kiamat kelak, Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Dia berfirman: "Siapa yang menyembah selain Aku, hendaklah dia mengikutinya! 'Maka siapa yang menyembah matahari, diikutinya matahari, siapa yang menyembah bulan diikutinya bulan, dan siapa yang menyembah berbagai berhala, diikutinya pula berhala-berhala itu. Maka tinggallah umat ini (orang-orang mukmin), yang di dalamnya termasuk pula orang-orang munafik. Allah Tabaraka wa Ta'alamendatangi mereka dalam bentuk lain yang tidak mereka kenal. Lalu Allah berfirman, "Akulah Tuhanmu! (Ikutilah aku!)" Jawab mereka, "Kami berlindung dengan Allah dari tipu-dayamu. Kami akan tetap di tempat kami ini sampai Tuhan kami datang menjemput kami. Bila Tuhan kami telah datang, kami akan mengenal -nya. "Maka datanglah Allah Ta'ala dalam bentuk yang mereka kenal, seraya berfirman, "Akulah Tuhanmu!" Jawab mereka, "Ya, Engkaulah Tuhan kami!" Kata Nabi saw. melanjutkan, "Lalu disajikan titian pada kedua sisi neraka jahanam. Aku dan umatkulah yang pertama-tama melewati titian itu. Pada hari itu tidakada yang diperkenankan berbicara kecuali para Rasul. Do'a mereka itu, "Wahai, Allah! Selamatkanlah! Selamatkanlah!" Di dalam neraka jahanam ada semacam kaitan seperti pancing, runcing bagaikan duri sa'dan. Pernahkah Anda semua melihat duri Sa'dan? Jawab mereka, "Pernah, ya Rasulullah!" Sabda Nabi saw.,"Nah! Seperti duri Sa'dan itu tetapi tidak terkira-kirakan besarnya, selain hanya Allah yang dapat mengetahuinya. Kaitan itu akan mengait setiap umat man usia yang lewat di jembatan itu tersebab amal perbuatan mereka. Orang-orang yang beriman akan terlepas dari bahaya itu sesuai dengan amal mereka, danada pula yang dihukum beberapa lama, sampai ia bebas dari hukuman itu. Setelah Allah selesai mengadili perkara para hamba-Nya, Ia ingin mengeluarkan dengan rahmat-Nya penduduk neraka yang dikehendaki-Nya, lalu Dia memerintahkan para malaikat agar mengeluarkan orang-orang yang tidak mempersekutukan-Nyadengan yang lain-lain. Yaitu orang yang mengakui tidak ada Tuhan selain Allah. Para malaikat mengenal mereka yang di neraka itu dengan tanda-tanda bekas sujud. Sesungguhnya api memakan tubuh anak Adam di neraka, selain bekas sujud. Karena Allah mengharamkan bagi api memakan tanda bekas sujud itu. Lalumereka dikeluarkan dari neraka dalam kondisi hangus. Kemudian mereka disiram dengan air kehidupan, dan mereka dapat hidup bagaikan bibit tanaman yang tumbuh di atas lumpur yang dibawa banjir. Setelah semuanya selesai dirilis, ternyata masih ada ketinggalan seorang pria yang menghadapkan mukanyake neraka. Itulah penduduk surga yang
terakhir sekali masuk surga. Orang itu berkata, "Wahai Tuhan! Palingkanlah wajah ku dari neraka ini, karena anginnya terasa bagaikan racun dan nyalanya serasa membakar diriku." Dia selalu mendo'a kepada Allah. Kemudian Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: "Jika Aku kabulkan permintaanmu itu, apakahkamu akan meminta pula yang lain-lain? "" Tidak! Aku tidak akan meminta lagi yang lain-lain, "katanya berjanji. Lalu dengan kehendak Allah, mukanya terpaling dari neraka. Setelah dia menghadap dan melihat ke surga, dia terdiam beberapa lamanya, lalu berkata," Wahai Tuhanku! Bawalah aku ke pintu surga.Maka berfirman Allah kepadanya, "Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta lagi pada-Ku selain apa yang telah Kuberi? Celaka engkau, hai anak Adam. Engkau tepat penipu." Tetapi orang itu terus mendoa dan mendoa, sehingga akhirnya Allah berfirman kepadanya, "Berjanjilah, jika permintaanmuitu Aku kabulkan, kamu tidak akan meminta lagi yang lain-lain. "" Tidak! Demi kebesaran-Mu, "kata orang itu berjanji. Lalu dia dibawa ke pintu surga. Setelah ia sampai di sana, pintu itu terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas segala isinya berupa kenikmatan dan kebahagiaan. Karenaitu dia terdiam pula seketika, kemudian dia mendoa pula, "Wahai, Tuhan ku! Masukkanlah aku ke surga!" Firman Allah Tabaraka wa Ta'ala, "Bukankah engkau sudah berjanji tidak akan meminta lagi selain apa yang telah Kuberikan?
Celaka engkau hai anak Adam! Alangkah penipunya kamu! "Jawab orang itu,
"Wahai, Tuhan ku! Janganlah aku dijadikan makhluk-Mu yang celaka!" Dia
selalu mendo'a dan mendo'a seperti itu, sehingga Allah tertawa karena gembira-Nya. Maka berfirman Allah, "Masuklah kamu ke surga!". Setelah dia berada di surga, Allah berfirman pula kepadanya, "Mintalah apa yang kau inginkan!" Lalu dia memohon segala yang diinginkannya, sehingga Allah mengingatkannya(Membatasi) ini dan itu. Setelah permintaannya terkabul semuanya, Allah Ta'ala berfirman pula kepadanya, "Semua permintaanmu telah Kukabulkan, bahkan akan Ku-tambah sebanyak itu lagi (menurut hadis Abu Sa'id ra bahkan Allah menambahkan sepuluh kali lipat permintaannya)."
150. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekurang-kurang posisi seseorang di surga, adalah firman Allah
kepadanya: Mintalah apa yang kamu inginkan! "Maka dimintanya apa yang diinginkannya. Kemudian Allah berfirman pula," Apakah permintaan mu yang lain? "" Ya, ada! "jawabnya. Maka berfirman Allah kepadanya," Untuk mu segala yang kamu inginkan dan ku tambah sebanyak itu pula. "
151. Dari Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku tahu penduduk neraka yang terakhir keluar dari neraka, dan penduduk surga yang terakhir masuk surga. Yaitu orang yang keluar dari neraka sambil merangkak. Allah Ta'ala berfirman kepadanya," Pergilah dan masuklah ke surga! "Lalu dia pergi ke surga. Tapi terbayang kepadanya surga telah penuh. Karena itu dia kembali kepada Tuhan dan berkata, "Ya, Tuhan ku! Kudapati surga telah penuh." Firman Allah swt., "Pergilah dan masuklah ke surga!" Dia pun pergi ke surga. Sementara itu terbayang pula kepadanya surga telah penuh.Karena itu dia kembali pula kepada Tuhannya seraya berkata, "Ya, Tuhan ku. Kudapati surga telah penuh." Allah berfirman pula kepadanya, "Pergilah, dan masuklah ke surga!" Kemudian dia pergi. Tapi tetap terbayang olehnya
surga telah penuh. Maka dia kembali lagi seraya berkata, "Ya, Tuhan ku!
Kudapati surga telah penuh. "Allah berfirman kembali," Pergilah, dan masuklah ke surga. Untukmu tersedia tempat sepuluh kali luas dunia. "Kata orang itu," Apakah Engkau tidak mengolok-olokku? Engkau adalah Maha Raja. "Kata Abdullah menambahkan," Aku melihat Rasulullah saw. tertawa, sehingga tampakgigi beliau. "Beliau bersabda," Dikatakan kepadaku, itulah tempat penduduk surga yang paling rendah, "
152. Jabir bin Abdullah r.a. mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengeluarkan suatu kaum dari neraka karena syafa'at (pembelaan)."
153. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Nanti pada hari kiamat, Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia. Ketika itu mereka saling berkata satu sama lain." Bagaimana kalau kita mohon syafa'at kepada Tuhan kita, semoga Dia membebaskan kita dari tempat ini? "Lalu mereka pergikepada Adam A.S. dan berkata, "Anda adalah Adam, bapa seluruh umat manusia. Anda diciptakan Allah dengan tanganNya sendiri, kemudian ditiupkan-Nya ruh ke tubuh Anda, dan disuruhnya malaikat sujud kepada Anda, lalu mereka sujud. Tolonglah kami memohonkan kelapangan kepada Allah, semoga kami dibebaskandari kesengsaraan yang kami derita ini. "Jawab Adam as," Aku tidak sanggup menolong kamu semua. "Lalu Adam menceritakan kesalahannya, yang menyebabkan dia malu kepada Allah." Namun begitu, "kata Adam," Cobalah datang kepada Nuh as, Rasul pertama yang pernah diutus Allah. "Mereka pergi ke Nuhas, tetapi Nuh juga mengatakan tidak sanggup membela mereka karena dia malu kepada Tuhannya sehubungan dengan kesalahannya. Namun dia menganjurkan supaya mereka datang kepada Ibrahim as, yang dijuluki dengan 'Khalilullah' (Kekasih Allah). Mereka pergi ke Ibrahim as, tetapi Ibrahim juga mengatakan,"Aku tidak sanggup menolong mu, karena aku malu kepada Tuhan ku karena kesalahan ku.
Cobalah datang ke Musa as "Nabi Musa juga menyesal tidak sanggup menolong mereka, karena dia malu kepada Tuhannya sehubungan dengan kesalahannya. Dia menganjurkan supaya mereka datang kepada 'Isa
Ruhullah wa kalimatuhu (ruh Allah dan kalimat). Lalu mereka pergi ke Nabi 'Isa as, tetapi ia berkata pula, "Aku tidak berwenang menolong kamu semua. Pergilah kepada Muhammad saw., Seorang hamba Allah yang telah diampuni dosa-dosanya baik yang lama maupun yang baru." Kata Nabi saw. selanjutnya,"Karena itu mereka mendatangi ku. Lalu aku mohon izin kepada Allah, dan Allah memberi izin kepada ku. Karena itu aku langsung sujud kepadaNya, sedangkan Allah membiarkan ku sujud sampai lama sekali. Kemudian Dia berfirman," Hai, Muhammad! Angkatlah kepala mu! Berbicaralah! Bicara mu akan didengar. Mintalah!Permintaan mu akan dikabulkan. Tolonglah! Pembelaan mu akan diterima. "Maka ku angkat kepala ku, seraya memuji Tuhan ku dengan puji-pujian yang diajarkannya kepada ku. Kemudian ku mohonkan pembelaan bagi umat manusia, sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah bagi ku. Sesudah itu aku keluarkanmereka dari neraka lalu ku masukkan ke surga. Sesudah itu aku sujud kembali, dan Allah membiarkan ku sujud sampai lama. Setelah itu Dia berfirman, "Hai, Muhammad! Angkatlah kepala mu! Berbicaralah! Bicara mu akan didengar. Mintalah! Permintaan mu akan dikabulkan. Belalah! Pembelaan mu akan diterima,"Lalu ku angkat kepala ku seraya memuji Tuhan ku dengan puji-pujian yang diajarkan Allah kepada ku. Sesudah itu barulah ku mohonkan pembelaan bagi umat manusia, sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah bagi ku. Lalu aku keluarkan mereka dari neraka dan ku masukkan ke surga. Kata Nabi saw.
melanjutkan, "Aku lupa, apakah kali yang ketiga atau yang keempat, di mana sesudah itu aku berkata:" Ya, Allah! Tidak ada lagi yang tinggal dalam neraka, kecuali orang-orang yang memang ditentukan Al Qur'an harus tetap tinggal di dalamnya. "
154. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Akan dikeluarkan dari neraka, orang yang mengucapkan 'La ilaaha illallah', sedangkan dalam hatinya ada iman seberat biji gandum. Kemudian orang yang mengucapkan 'La ilaaha illallah', dan di dalam hatinya ada iman seberat beras. Kemudian yang mengucapkan 'La ilaaha illallah 'dan di dalam hatinyaada iman seberat debu. "
155. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu hari dibawa orang kepada Rasulullah saw. Masakan daging kesukaan beliau, lalu dimakannya. Sesudah makan beliau bersabda," Aku adalah pemimpin umat manusia di hari kiamat. Tahukah Anda, mengapa Allah mengumpulkan semua umat sejak yang pertama-tama sampaiyang terakhir di dalam satu lapangan? Di sana diperdengarkan kepada mereka teriak orang memanggil-manggil, yang menyebabkan segala pemandangan tertuju kepada mereka; matahari dekat sekali kepada mereka, sehingga mereka keluh-kesah karena tak sanggup menanggung derita. Mereka berkata sesamanya, "Tidakkahkamu pikirkan derita yang kamu alami, mengapa tidak kamu cari orang yang dapat membelamu di hadapan Tuhanmu? "Berkata yang lain," Datanglah kepada Adam! "Mereka pergi ke Adam, lalu kata mereka," Wahai, Adam! Anda adalah Bapa manusia yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya sendiri. Kemudian ditiupkan-Nyaruhnya di tubuh Anda, dan diperintahkan-Nya malaikat supaya sujud kepada Anda, lalu mereka sujud. Belalah kami di hadapan Tuhan mu. Bukankah Anda telah menyaksikan bagaimana pedihnya penderitaan yang kami alami ini. "Jawab Adam," Sesungguhnya pada hari ini Tuhan sangat marah kepada ku. Tidak pernahDia marah semarah ini. Dia melarang ku mendekati sebatang pohon, tetapi aku mendurhakai-Nya. Wahai, aku salah! Aku salah! Karena itu pergilah ke yang lain. Pergilah kepada Nuh! "Mereka pergi ke Nuh, seraya berkata," Anda adalah Rasul yang pertama-tama dikirim ke bumi. Dan Allah menjuluki Andadengan 'Abdan Syakuran' (hamba yang bersyukur). Belalah kami di hadapan Tuhan Anda. Bukankah Anda telah melihat bagaimana pedihnya derita kami? "Jawab Nuh kepada mereka," Sesungguhnya Tuhan ku sangat marah hari ini. Tidak pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. Aku mengemban tugas memanggil umatku (ke dalam agama Allah). Tapi apalah daya ku, aku berdoa agar umat ku dimusnahkan. Karena itu pergilah kepada Ibrahim as! "Karena itu mereka datang kepada Ibrahim, lalu berkata," Anda adalah 'Nabiyullah wa Khaliluhu' (Nabi Allah dan kekasih-Nya) dari penduduk bumi. Karena itu tolonglah kami di hadapanTuhan Anda. Bukankah Anda telah melihat penderitaan kami sudah sampai di puncaknya? "Ibrahim menjawab kepada mereka," Sesungguhnya Tuhan ku sangat marah pada ku hari ini. Tidak pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. "Lalu dia menyebutkan beberapa kebohongannya dan sesudah
itu dia berkata, "Wahai, malang diri ku! Malang diri ku! pergilah kamu sekalian kepada Musa as!" Mereka pun pergi mendatangi Musa A.S. dan berkata kepadanya, "Hai, Musa! Anda adalah Rasulullah wa Kalimatuhu (Rasul Allah dan kawan-Nya berbicara). Belalah kami di hadapan Tuhan mu. Bukankah Anda telahmenyaksikan derita kami sudah sampai dipuncaknya? "Jawab Musa as," Sesungguhnya Tuhan ku sedang marah hari ini. Belum pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. Aku pernah membunuh orang yang tidak diperintahkan membunuhnya. Wahai, malang kiranya aku, malang kiranya aku! Karena itu temuilah 'Isaas "Mereka pergi ke 'Isa lalu berkata," Hai,' Isa! Anda adalah Rasulullah. Dan Anda bersedia berbicara dengan manusia selagi Anda masih dalam ayunan. Dan Anda Kalimah Allah yang ditujukan-Nya kepada Maryam serta setiup ruh dari-Nya. Belalah kami di hadapan Tuhan Anda. Bukankah Anda telah melihatpenderitaan kami sudah sampai di puncaknya? "Jawab 'Isa kepada mereka," Sesungguhnya Tuhan ku sedang marah hari ini. Tidak pernah Dia semarah ini sebelum dan sesudahnya. "Tetapi 'Isa tidak menyebutkan dosanya. Dia berkata," Wahai, malang kiranya aku. Karena itu pergilah ke yang lain. Pergilah keMuhammad saw. "Lantas mereka datang kepada ku, lalu berkata," Ya, Muhammad! Anda adalah Rasulullah dan penutup segala Nabi. Allah telah mengampuni dosa Anda yang lama dan yang baru. Karena itu tolonglah kami di hadapan Tuhan anda.Bukankah Anda telah melihat penderitaan kami sudah sampai di puncaknya? "Mendengar permintaan mereka itu, maka aku pergi sampai tiba di bawah 'Arasy. Di sana aku sujud kepada Tuhan ku. Lalu Allah membukakan hijab bagi ku serta mengilhamkan kepada ku kalimah-kalimah pujian dan sanjungan-sanjungan yang indah terhadap-Nya, yang belum pernah diajarkan-Nya kepada orang lainsebelum ku. Kemudian Allah berfirman, "Ya, Muhammad! Angkatlah kepalamu! Mintalah! Permintaanmu akan dikabulkan. Belalah! Pembelaanmu akan diterima." Maka ku angkat kepala ku seraya berkata, "Wahai, Tuhan ku! Umat ku! Umat ku!" Lalu difirmankan Allah kepada ku, "Ya, Muhammad! Masukkanlah ke surga umatmuyang tidak perlu lagi dihisab (diadili), melalui pintu-pintu sebelah kanan, sedangkan yang lain, secara bersama-sama dari pintu-pintu yang lain. "Demi Allah, yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga itu adalah sekitar sejauh antara Makkah denganHajar atau antara Makkah dengan Bushra. "
156. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama-tama jadi pembela di surga kelak. Dan aku adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya dari para nabi."
157. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama-tama menjadi pembela di surga. Tidak seorang pun di antara para Nabi yang memiliki pengikut sebanyak umat ku. Bahkan ada Nabi yang pengikutnya hanya seorang."
158. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku akan datang nanti ke surga, lalu kuminta agar pintu dibukakan. Penjaga bertanya," Siapa Anda? "Jawab ku," Muhammad! "Lalu kata penjaga," Aku diperintahkan untuk tidak membuka pintu ini sebelum Anda datang. "
159. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Setiap Nabi memiliki do'a mustajab (do'a yang pasti diperkenankan).
Karena itu, para Nabi segera memanfaatkan doanya itu, tetapi aku akan
kumanfaatkan nanti untuk membela umat ku di hari kiamat. Insya Allah doaku itu akan mencapai setiap umat ku yang mati dengan tidak menyekutukan Allah. "
160. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Setiap Nabi memiliki doa yang segera didoakannya untuk menolong
umatnya, lalu doanya itu diperkenankan Allah. Tapi aku, Insya Allah akan mengundurkan doaku itu untuk membela umat ku kelak di hari kiamat. "
161. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash ra, katanya: "Nabi saw. Membaca firman Allah yang menyebutkan doa Ibrahim as:" Ya, Tuhan ku! Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan manusia maka siapa yang mengikuti ku, sesungguhnya orang itu termasuk golongan ku "(Ibrahim: 36) Dan doaIsa A.S. "Jika Engkau siksa
mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu, dan jika Engkau ampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(Maidah: 118). Lalu Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya seraya berkata," Allahuma, ummati, ummati! " (Wahai Allah! umat ku! umat ku!) Dan sesudahitu Nabi saw. menangis. Maka berfirman Allah Azza wa Jalla kepada Jibril as, "Hai, Jibril! Pergilah kepada Muhammad! Dan sesungguhnya Tuhanmu Maha Tahu, Tanyakan kepadanya
kenapa dia menangis. "Maka pergilah Jibril kepada Nabi saw. menanyakan kenapa dia menangis. Rasulullah saw. lalu menceritakan kepada Jibril kenapa dia menangis dan mengatakan: Padahal Allah Maha Tahu. Maka firman Allah," Hai, Jibril! Pergilah kepada Muhammad, katakan kepadanya: "Aku akan memungkinkanmu membela umatmu dan tidak akan mengecewakanmu. "
162. Dari Anas ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Di mana tempat ayahku? "Jawab Nabi saw.," Di neraka! "Ketika orang itu berlalu, Nabi saw. Memanggilnya kembali seraya bersabda," Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka! "
163. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Allah menurunkan ayat:" Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat "(Syu'ara: 214)
Karena itu Rasulullah saw. memanggil orang-orang Quraisy. Setelah mereka berkumpul, ternyata mereka ada dua kelompok, yaitu umum dan khusus. Karena itu Nabi saw. bersabda: "Hai, Bani Ka'ab bin Luay! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Bani Murrah bin Ka'ab! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai,Bani 'Abdu Syams! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai Bani 'Abdu Manaf! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Bani Hasyim! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Bani Abdul Muththalib! Selamatkanlah diri mu dari neraka! Hai, Fathimah! Selamatkanlah diri mu dari neraka! "Sesungguhnya aku tidakkekuasaan
apa-apa untuk membelamu di hadapan Allah kelak, selain hubungan keluarga yang hanya dapat ku penuhi sebaiknya di dunia ini saja. "
164. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Tatkala ayat: Wa andzir' asyiratakal aqrabin '(Syu'ara: 214) diturunkan Allah swt., Rasulullah saw. Berdiri di atas bukit Shafa, lalu beliau bersabda:" Hai, Fathimah binti Muhammad ! Hai Shafiyah binti Abdul Muththalib! Hai, Bani 'Abdul Muththalib! Aku tidak kuasaapa-apa untuk membelamu sekalian di hadapan Allah kelak. Karena itu, kecuali sedikit harta yang kumiliki mintalah kepada ku jika kamu membutuhkan! "
165. Dari Ibnu 'Abbas ra., Katanya: "Ketika diturunkan Allah ayat:' Wa andzir 'asyiratakal aqrabin' (Dan berilah peringatan keluargamu yang terdekat), maka Rasulullah saw. Naik ke puncak bukit Shafa, lalu di sana ia berteriak," Hai, kemarilah segera! "Kata mereka," Siapa yang berteriak memanggil-manggilitu? "Jawab mereka," Muhammad! "Lalu mereka berkumpul ke dekatnya. Setelah mereka berkumpul di dekat Nabi saw., beliau berpidato:" Hai, Bani Fulan! Hai, Bani Fulan! Hai, Bani Fulan! Hai, Bani 'Abdu Manaf! Hai, Bani Abdul Muththalib! Bagaimana pendapat anda semua, kalau aku memberitahukan pada anda semuasekarang ini, bahwa seekor kuda bakal muncul dari kaki bukit itu. Apakah Anda semua percaya atau tidak? "Jawab mereka," Setahu kami, Anda tidak pernah dusta! "Sabda Nabi saw.," Maka sekarang aku akan mengingatkan Anda semua, bahwa di depan kita menunggu siksa-derita yang amat dahsyat. "Kata AbuLahab ,"Biar celaka kamu, hai Muhammad! Apakah untuk ini kamu mengumpulkan kami?" Sesudah itu dia pergi. Lalu turun ayat Al Lahab: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta-bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yangbergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. "(Lahab: 1 - 5)
166. Dari 'Abbas bin' Abdul Muthalib ra, katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw .: "Ya, Rasulullah! Apakah bermanfaat kepada Abu Thalib kasih-sayang dan pembelaannya terhadap Anda?" Jawab Rasulullah saw., "Ada! Dia berada dalam neraka dengan kedalaman sebatas mata kail. Kalaulah bukan karena pembelaankukepadanya, dia berada di tingkat yang paling bawah dalam neraka. "
167. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Paling kurang siksa penduduk neraka adalah siksa yang diderita Abu Thalib. Dia memakai sepasang terompah yang membuat otaknya mendidih."
168. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw." Ya. Rasulullah! Ibnu Jud'ad di masa jahiliyah gemar menghubungkan silaturrahim dan memberi makan orang-orang miskin. Dapatkah amalnya itu bermanfaat kepadanya? "Jawab beliau," Tidak! Karena dia tidak pernah mengucapkan selama hidupnya:'Wahai, Allah! Ampunilah segala dosaku di hari kiamat kelak. "169. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Ada tujuh puluh ribu orang umat ku yang akan masuk surga tanpa dihisab (diadili). "Mendengar sabda Nabi itu, lalu seorang pria mengatakan , "Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allahsemoga aku termasuk di antara mereka. "Maka Nabi saw. lalu mendoakannya," Wahai, Allah! Masukkanlah dia diantara mereka! "Pria yang lain meminta pula," Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah, semoga aku termasuk di antara mereka. "Jawab Rasulullah saw.," Engkau telah didahului 'Ukasyah. "
170. Dari Sa'id bin Musayyab, Abu Hurairah r .a. mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti akan masuk surga satu rombongan umat ku, terdiri dari tujuh puluh ribu orang. Muka mereka bersinar-sinar bagaikan cahaya bulan purnama. Kata Abu Hurairah selanjutnya," Mendengar sabdaNabi itu, 'Ukasyah bin Mihshan Al Asadi langsung berdiri sambil mengacungkan tangannya dan berkata: "Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah, semoga aku termasuk dalam rombongan mereka." Lalu Rasulullah saw. mendoakannya, "Wahai, Allah! Masukkan dia di antara mereka." Kemudian berdiri pula seorangpria Anshar, katanya, "Ya, Rasulullah! Doakan pulalah kepada Allah, semoga aku termasuk di antara mereka." Sabda Rasulullah saw., "Ukasyah telah mendahului Anda."
171. Dari 'Imran Ibnu Hushain ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak, akan masuk surga tujuh puluh ribu orang umat ku tanpa diperiksa. Para sahabat bertanya," Siapa mereka itu ya, Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw.," Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat memakai mantra, tidak mempercayaisuara burung (tathayyur), tidak berobat dengan tusukan besi panas (Kai) tetapi mereka tawakal kepada Tuhan mereka. "
172. Dari Abu Hazim, dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya Rasulullah
saw. bersabda: "Kelak, akan masuk surga tujuh puluh ribu orang umat ku,
sambil berpegang-pegangan tangan satu sama lain. Mereka masuk bersamaan, tidak dahulu mendahului; wajah mereka bercahaya-cahaya bagaikan bulan purnama. "
173. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda
kepada kami, "Sukakah Anda semua menjadi seperempat penduduk surga?" Kami menjawab dengan takbir, "Allahu akbar!" Nabi saw. bersabda, "Aku berharap supaya Anda menjadi seperdua penduduk surga. Perlukah aku terangkan sebabnya? Alasannya adalah, karena orang muslim dibandingkan dengan orang kafir adalahbagaikan bulu hitam di tubuh sapi putih. "
.
174. Dari Abu Malik Al Asy'ari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kebersihan itu sebagian dari iman. Membaca 'Alhamdulillah' pahalanya sepenuh timbangan. Membaca 'Subhanallah wal hamdulillah', pahalanya sepenuh ruang antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah
itu adalah bukti sabar itu adalah sinar Qur'an akan menjadi hujjah (alasan) bagi mu atau alasan yang ditujukan kepada mu. Setiap orang pagi-pagi menjual dirinya, ada yang menyelamatkannya dan ada pula yang merusaknya. "
175. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah
saw. bersabda: "Tidak diterima shalat seseorang tanpa suci, dan tidak diterima sedekah yang berasal dari kejahatan (seperti mencuri, menipu, menggelapkan atau korupsi, rompak, judi dan sebagainya).
176. Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasulullah saw, bersabda: "Tidak diterima shalat seseorang kamu, bila berhadas, sebelum dia berwudhu lebih dahulu."
177. Humran, hamba sahaya 'Usman bin Affan r.a. menceritakan, bahwa 'Usman minta air untuk berwudhu. Mula-mula dicucinya kedua telapak tangannya tiga kali. Sesudah itu dia berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian dia mencuci muka tiga kali. Sesudah itu mencuci tangan kanan sampai sikutiga kali. Sesudah itu mencuci tangan kiri seperti yang kanan. Kemudian menyapu kepala. Kemudian mencuci kaki
kanan sampai dua mata kaki tiga kali. Kemudian mencuci kaki kiri seperti yang kanan. Sesudah itu dia berkata, "Seperti itulah ku lihat Rasulullah saw. Berwudhuk. Sesudah itu Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa berwudhu seperti wudhu ku ini, dan kemudian dia shalat dua rakaat tanpa berbicara dengan dirinyasendiri (tanpa berangan-angan), diampuni Allah dosa-dosanya yang terdahulu. "
178. Dari 'Utsman bin' Affan ra, ketika itu dia sedang berada di
halaman masjid, maka terdengar azan 'Ashar, lalu dia berwudhu.
Sesudah wudhuk dia berkata: "Demi Allah Akan ku sampaikan kepada Anda
sebuah hadis; yang kalau bukan karena suatu ayat dalam Al Qur'an
yang memerintahkan agar menyampaikannya, tidak akan ku sampaikan
kepada Anda. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada seorang pun pria muslim yang berwudhu, lalu dibagus-baguskannya wudhuknya itu, sesudah itu dia shalat, niscaya di ampuni Allah dosa-dosanya yang terjadi antara sholatnya itu dengan shalat berikutnya."
179. Dari 'Usman ra, katanya, mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Setiap orang muslim, ketika tiba waktu shalat wajib, lalu dia wudhu sesempurna mungkin, sesudah itu dia shalat sekhusyu 'mungkin, niscaya Allah menghapus dosa-dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar. Demikianlahhalnya sepanjang masa. "
180. Dari Humran, maula 'Usman bin' Affan r.a. katanya: "Pada
suatu hari 'Usman bin' Affan berwudhu dengan sempurna. Kemudian dia berkata, "Aku melihat Rasulullah saw. Berwudhuk, maka disempurnakannya wudhuknya itu sebagus-bagusnya, kemudian beliau bersabda:" Siapa yang berwudhu seperti itu, kemudian dia pergi ke masjid tanpa ada yang mendorongnya selain shalat,niscaya diampuni Allah dosanya yang telah lalu. "
181. Dari 'Utsman bin' Affan ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berwudhu untuk shalat, dan disempurnakannya wudhuknya itu sebagus-bagusnya, sesudah itu dia pergi shalat wajib berjama'ah dengan orang di masjid, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya."
182. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat yang lima, begitu pula shalat Juma'at ke Juma'at berikutnya, dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi antara semuanya selama tidak terbuat dosa-dosa besar!"
183. Dari 'Uqbah Ibnu' Amir ra, katanya: "Pada suatu ketika kami bertugas menggembalakan unta. Ketika giliranku jaga, senja hari unta-unta ku halau pulang ke kandang. Kudapati Rasulullah saw. Sedang berbicara dengan orang banyak. Di antara kata- kata beliau yang dapat ku tangkap ketika itu, ialah: "Setiaporang muslim yang berwudhu, lalu disempurnakannya wudhuknya sebagus mungkin, sesudah itu dia shalat dua raka'at sekhusyu 'mungkin, maka orang itu pasti masuk surga. "Kata' Uqbah," Alangkah bagusnya itu. Sekonyong-konyong ada orang menyahut di dekatku, "Yang sebelumnya lebih bagus lagi." Setelah kutengok,kiranya dia 'Umar bin Khaththab. Katanya, "Kulihat Anda baru datang. Tadi Rasulullah saw. Bersabda" Siapa yang berwudhu, lalu disempurnakannya wudhuknya itu sebagus-bagusnya, sesudah itu dia berucap: 'Asyhadu an la ilaha illallah, waanna Muhammadan' Abdullahi wa rasuluhu ', pasti dibukakan baginya delapanpintu surga yang dapat dimasukinya mana saja menurut kehendaknya. "
184. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila kamu istinja '(cebok dengan batu), maka intinja'lah dengan jumlah ganjil. Dan apabila kamu wudhuk, whudukkanlah air ke hidungmu kemudian taburkan kembali."
185. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Bila kamu bangun dari tidurmu, hendaklah kamu istintsar (membersihkan lubang hidungmu) tiga kali, karena setan tidur di dalamnya."
186. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu istinja ', maka intinja'lah dengan jumlah ganjil."
187. Dari Salim, hamba sahaya Syaddad, katanya: "Aku datang ke rumah 'Aisyah, istri Nabi saw., Pada hari Sa'ad bin Abu Waqqash wafat. Tiba-tiba' Abdur Rahman bin Abu Bakar datang, dan dia berwudhu dekat ' Aisyah. Kata 'Aisyah ra, "Hai,' Abdur Rahman. Sempurnakanlah wudhu mu sebagus-bagusnya, karenaaku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Celakalah tumit-tumit (yang tidak basah) itu dimakan api neraka."
188. Dari 'Abdullah bin' Amar ra, katanya: "Kami kembali dari Makkah ke Madinah bersama dengan Rasulullah saw. Ketika kami sampai di suatu tempat yang berair, rombongan yang dahulu dari kami segera mengambil wudhu untuk 'Ashar. Dan mereka berwudhuk dengan terburu-buru. Tatkala kami dapat menyusuldan sampai ke dekat mereka, ternyata tumit-tumit mereka tidak basah kena air. Karena itu Rasulullah saw. bersabda, "Celakalah tumit-tumit (yang tidak basah) itu dimakan api neraka. Sempurnakan wudhu mu sebagus-bagusnya."
189. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya "Ada seorang pria
berwudhuk, tetapi ada kakinya yang tidak kena air selebar kuku. Dan hal itu terlihat oleh Nabi saw. Karena itu beliau bersabda, "Ulang kembali
wudhuk Anda dengan sempurna dan bagus-sebagusnya! '"Orang itu berwudhuk kembali dan sesudah itu dia shalat." 190. Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasulullah saw., Bersabda: "Apabila seseorang muslim atau mukmin berwudhu, maka ketika dia mencuci muka hilanglah segala dosa matanya hanyut bersama airsampai tetes yang penghabisan. Ketika dia mencuci tangan, maka hilang pulalah segala dosa yang diperbuat tangannya, hanyut bersama air sampai tetes yang terakhir. Ketika dia mencuci kaki, hapus pulalah dosa-dosa yang dilakukan kakinya, hanyut bersama air sampai tetes yang terakhir. Sampai akhirnyadia bersih dari segala dosa. "
191. Dari 'Utsman bin' Affan ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berwudhu dengan sempurna, maka keluarlah segala dosa dari tubuhnya, sehingga dari bawah kukunya juga."
192. Dari Nu'aim bin 'Abdullah Al Mujmir ra, katanya: "Aku melihat Abu Hurairah mengambil wudhuk. Mula-mula dicucinya mukanya melebihi batas wajib dengan sempurna bagus. Kemudian dicucinya tangannya yang kanan sampai masuk ke lengan, kemudian tangannya yang kiri sampai Akses lengan juga. Sesudah itudisapunya kepalanya. Kemudian dicucinya kaki kanannya sampai masuk ke betis. Setelah itu dia berkata, "Begitulah kulihat Rasulullah saw. Berwudhuk." Lalu disampaikannya sabda Rasulullah saw., "Pada hari kiamat kelak, Anda semua akan tampak bercahaya-cahaya megah karena Anda menyempurnakanwudhuk Anda
sebagus-bagusnya. Karena itu lebihilah batas-batas tertentu yang diwajibkan mencucinya ketika berwudhu. "
193. Dari Nu'aim bin Abdullah ra, katanya dia melihat Abu Hurairah berwudhu. Dia mencuci muka dan tangannya hingga sampai ke batas bahu. Kemudian dicucinya kedua kakinya sampai setinggi betis. Sesudah itu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda," Sesungguhnya umat ku akan datang kelakdi hari kiamat bercahaya-cahaya megah karena bekas wudhuknya. Maka siapa yang dapat melebihi batas-batas yang wajib, lebihkanlah. "
194. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kemudian, telagaku lebih luas dari jarak antara Ailah dan Aden. Airnya lebih jernih dari salju, lebih manis dari madu
dicampur susu. Bejana-bejananya lebih banyak dari bintang-bintang di langit. Aku melarang orang mendekat ke telagaku itu, sebagaimana orang menghalau unta orang lain ketika datang ke telaganya. "Tanya mereka," Ya, Rasulullah! Apakah Anda mengenali kami ketika itu? "Jawab Rasulullah saw.," Ya!Ketika itu Anda memiliki tanda yang tidak dimiliki umat-umat lain. Anda akan datang kepada ku bercahaya-cahaya megah karena bekas wudhu. "
195. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Berkunjung ke suatu pekuburan, lalu beliau mengucapkan salam: 'Assalamu'alaikum daara qaumi" mu'minin. Wa inna insya Allahu bikum
laahiquun. "(Selamatlah kamu wahai penduduk kampung orang-orang
mu'min. Insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian). Setelah itu beliau bersabda, "Aku ingin benar, kalaulah kita dapat melihat saudara-saudara kita." Jawab para sahabat, "Bukankah kami ini saudara-saudara Anda, ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw., "Anda semua adalah para sahabatku. Saudara-saudara kitayang kumaksudkan adalah orang-orang yang belum datang, tetapi akan datang kelak di hari kiamat. "Tanya mereka," Bagaimana Anda dapat mengenal umat Anda yang belum datang tetapi akan datang di hari kemudian, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw.," Bagaimana pendapat Anda, jika seseorang memiliki kudaputih kening, putih kaki dan putih tangannya, kemudian kuda itu berada di tengah-tengah kuda banyak tetapi hitam semuanya, dapatkah orang mengenali kudanya? "Jawab mereka," Tentu, ya Rasulullah. Tentu bisa! "Sabda Nabi saw.," Nah! Mereka itu akan datang nanti dalam kondisi putih bercahaya-cahaya wajahnya,tangan dan kakinya,
karena dari bekas wudhu. Dan aku mendahului mereka datang ke telagaku. Ketahuilah! Ada orang-orang yang kularang mendekat ke telagaku itu, seperti halnya seekor unta sesat. Lalu kupanggil mereka, "Hai, kemarilah!" Tapi nanti ada yang mengatakan "Mereka itu telah bertukar agama sepeninggal Anda!"Karena itu kuusir mereka, "Pergilah jauh-jauh!" kataku.
196. Dari Abu Hazim ra, katanya: "Aku berdiri di belakang Abu Hurairah ketika dia sedang berwudhu untuk shalat. Aku melihatnya mencuci tangan sampai ketiak, karena itu aku bertanya kepadanya," Wudhu cara bagaimana itu, hai Abu Hurairah? "Jawab Abu Hurairah , "Ya, Bani Farruh! Andakah itu? Kalau akutahu Anda berada di sana, aku tidak akan berwudhu seperti ini. Aku mendengar sahabatku Rasulullah saw. bersabda: "Orang mukmin akan beroleh cahaya sesuai dengan cara dia berwudhu."
197. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda:
"Sukakah Anda aku ajarkan suatu amal yang dapat menghapus segala dosa dan sekaligus mengangkat derajat?" Jawab mereka, "Tentu, ya
Rasulullah! "Sabda Beliau," Menyempurnakan wudhu di saat-saat segan, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu waktu shalat. Itulah cara menguasai diri yang efektif. "
198. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Jikalau tidaklah akan menyulitkan bagi umat ku, sungguh aku perintahkan mereka menggosok gigi setiap akan shalat."
199. Dari Miqdam bin Syuraih ra, dari ayahnya, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah ra: "Pekerjaan apakah yang pertama-tama dilakukan Nabi saw. Kalau dia masuk rumah?" Jawab 'Aisyah ra, "Pertama-tama ia menggosok gigi." 200. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Bangun untukshalat tahajjud tengah malam, ia menggosok gigi dengan siwak. "
201. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya pada suatu malam dia bermalam di rumah Nabi saw. Tengah malam ia bangun dan pergi ke luar rumah. Dia memandang ke langit, lalu beliau baca ayat dalam surat Ali 'Imran:' Inna fi khalqis samawati wal ardhi wakhtilafil laili wan nahari 'sampai sampai' faqina adzaabannaar '(Ali' Imran: 190 - 191). Kemudian ia kembali ke rumah, lalu menggosok gigi, mengambil wudhu, dan sesudah itu beliau shalat: Sesudah shalat beliau berbaring, kemudian bangun, keluar rumah, menengok ke langit sambil membaca ayat, kemudian masuk kembali, menggosok gigi, wudhu lalu shalat. "
202. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Fithrah ada lima macam: 1. Khitan. 2. Mencukur bulu ari-ari. 3. Memotong kuku 4. Mencabut bulu ketiak 5. Memotong kumis." 203. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Potonglah kumis Anda dan rawatlah jenggotnya."
204. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan menyamai orang-orang musyrik, potonglah kumismu, dan rawatlah jenggot."
205. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Potonglah kumis dan rawatIah jenggot, jangan menyamai orang Majusi."
206. Dan 'Aisyah r.a :, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada sepuluh macam fithrah: 1. Memotong kumis 2. Merawat jenggot 3. Menggosok gigi 4. istinsyaq dengan air 5. Memotong kuku 6. Membersihkan buku-buku jari 7. Mencabut bulu ketiak 8. Mencukur rambut kemaluan 9. istinja '. Kata Zakariya, "Mush'abmengatakan bahwa dia lupa yang kesepuluh. Tapi agaknya berkumur-kumur. "Kata Waki ',' Intiqashul ma ', artinya: istinja' (cebok dengan batu)."
207. Dari Salman ra, katanya dia ditanya orang, "Bukankah Rasulullah saw. Telah mengajarkan kepada Anda segala sesuatu, sampai masalah buang air juga?" Jawabnya, "Benar! Dia melarang kita menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil. Dia melarang juga istinja 'dengan tangan kanan, istinja'kurang dari tiga buah batu, dan istinja 'dengan kotoran ternak yang telah mengeras atau dengan tulang. "
208. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila kamu jongkok hendak buang air, jangan menghadap kiblat atau membelakanginya." 209. Dari Wasi 'bin Habban ra, katanya: "Aku sedang shalat di masjid, dan Abdullah bin' Umar bersandar membelakangi kiblat. Setelah selesai shalat, aku berpaling kepadanya dari arah samping." Maka berkata Abdullah,"Orang-orang mengatakan, ketika jongkok hendak buang air,
jangan menghadap kiblat (Ka'bah) dan jangan pula menghadap ke Baitul. Makdis. "Kata Abdullah melanjutkan," Aku pernah naik ke loteng rumahku, sekonyong-konyong aku terlihat kepada Rasulullah saw. sedang jongkok buang air, dalam keadaan menghadap arah ke Baitul Makdis. "
210. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada suatu kali, aku naik ke rumah saudara ku Hafshah. Sekonyong-konyong aku terlihat kepada Rasulullah saw. Sedang jongkok buang air, dalam keadaannya menghadap arah ke Syam, membelakangi kiblat."
211. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah ra, dan ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: (1) Jangan memegang penis dengan tangan kanan saat kencing. (2) Jangan cebok dengan tangan kanan, dan (3) Jangan bernapas ke dalam bejana (waktu minum) .212. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Lebih sukamendahulukan yang kanan ketika berwudhu atau mandi, ketika bersisir, dan memakai terompah. "
213. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Lebih suka mendahulukan yang kanan dalam segala kondisi (perbuatan). Seperti memakai terompah, bersisir, berwudhu dan mandi."
214. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Takutilah (jauhilah) dua perbuatan terkutuk." Para sahabat bertanya, "Apakah keduanya itu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Orang yang berak
di jalan tempat orang banyak lalu lintas, atau di tempat mereka berteduh (seperti di bawah pohon dan sebagainya). "
215. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Pergi ke jamban, diikutkan seorang anak membawa tempat air." Anak itu adalah yang paling kecil di antara kami. Lalu diletakkannya tempat air itu dekat sebatang pohon sidir. Setelah dia selesai buang hajat, beliau mendapatkankami dan ternyata dia cebok dengan air. "
216. Dan Hammam ra, katanya: "Jarir kencing, kemudian dia berwudhu dengan menyapu sepatu." Lalu dia ditanya orang, "Mengapa Anda berbuat seperti itu?" Jawabnya, "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Kencing, kemudian beliau berwudhu dengan menyapu saja kedua sepatu beliau."
217. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Aku berjalan bersama-sama dengan Nabi saw. Sampai sampai ke tempat pembuangan sampah suatu kaum. Di situ kami berhenti dan Nabi saw. Kencing sambil berdiri. Karena itu aku agak menjauh. Kemudian dia memanggil ku, "Kemarilah!" katanya. Aku mendekati beliau sehinggadekat sekali dengannya. Dia berwudhu dengan menyapu saja kedua sepatunya.
218. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, dari Nabi saw., Bahwa pada suatu ketika Nabi saw. keluar untuk buang hajat, lalu diikuti oleh Mughirah dengan membawa sebuah ember berisi air. Setelah dia selesai buang hajat, Mughirah membantu beliau menuangkan air untuk wudhu. Lalu beliau berwudhu denganmenyapu kedua sepatunya. "
219. Dari 'Urwah bin Mughirah ra, dari bapaknya, katanya: "Pada
suatu malam aku bepergian bersama Nabi saw. Di tengah perjalanan dia
bertanya, "Apakah engkau membawa air?" Jawab ku, "Ada, ya, Rasulullah!" Lalu ia turun dari mobilnya, dan berjalan ke dalam gelap malam
sehingga tak terlihat lagi olehku. Kemudian ia datang kembali. Aku menuangkan air dari ember untuk beliau wudhu, lalu ia mencuci mukanya. Ketika itu ia memakai jubah bulu. Ketika ia akan mencuci tangan, ia tidak dapat mengeluarkan tangannya sehingga terpaksa ia keluarkan daribawah jubah. Lalu beliau mencuci tangan dan menyapu kepalanya. Kemudian aku menunduk hendak membuka sepatu
beliau. Kata beliau, "Biarkan sajalah kedua sepatu itu! Aku memakainya tadi dalam kondisi bersih. Kemudian beliau sapu saja keduanya."
220. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, katanya: "Pada suatu ketika
dalam suatu perjalanan Rasulullah saw. tertinggal, dan aku tertinggal pula bersama-sama dengan dia. Ketika ia hendak buang hajat, beliau bertanya kepada ku, "Apakah engkau membawa air?" Lalu aku membawakan air seember untuk beliau. Maka dicucinya tangan dan wajahnya. Ketika hendak mencuci tangan,beliau mendapat kesulitan karena lengan bajunya sempit. Sebab itu dikeluarkannya tanganNya dari bawah jubah, dan ia letakkan jubah itu ke bahunya. Sesudah itu beliau mencuci kedua tanganNya, menyapu kepala di atas serbannya dan menyapu kaki di atas kedua sepatunya. Kemudian ia naik ke atas kendaraannya,dan aku pun ikut pula naik. Ketika rombongan yang mendahului kami tersusul oleh kami, kami menemukan mereka sedang shalat, diimami 'Abdur Rahman bin' Auf, dan mereka telah ruku 'satu raka'at. Ketika dia mengetahui kedatangan Nabi saw. 'Abdur Rahman berusaha hendak mundur, tetapi Nabi saw. memberi sinyalsehingga dia terus mengimami. Lalu Nabi saw. shalat bersama-sama dengan mereka. Setelah mereka selesai shalat (memberi salam), Rasulullah berdiri dan kami mencukupkan sholat kami yang ketinggalan satu rakaat lagi.
221. Dari Syuraih bin Hani 'ra, katanya: "Aku datang kepada' Aisyah ra menanyakan perihal menyapu sepatu." Jawab 'Aisyah, "Ada baiknya masalah itu Anda tanyakan kepada anak Abu Thalib (Ali bin Abi Thalib), karena dia pernah bepergian bersama Rasulullah saw." Lalu kami bertanya kepada Ali. JawabAli, "Rasulullah saw. Memungkinkan menyapu sepatu tiga hari tiga malam bagi orang musafir dan sehari semalam bagi
orang muqim (tidak bepergian). "
222. Dari Buraidah ca, katanya: "Pada hari penaklukan Makkah, Nabi saw. Melakukan shalat beberapa kali dengan satu kali wudhu. Dan beliau mencuci kaki dengan menyapu sepatunya saja." Lalu 'Umar bertanya kepada beliau, "Aku melihat Anda melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan selama ini."Jawab Nabi saw., "Aku memang sengaja melakukannya, hai 'Umar!"
223. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu bangun dari tidur, jangan mencelupkan tangan ke dalam bejana, sebelum dicuci lebih dahulu tiga kali, karena kamu tidak tahu di mana tanganmu itu adalah waktu tidur."
224. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu bangun tidur, maka harus tanganmu dituangkan lebih dahulu tiga kali (membersihkannya), sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Karena kamu tidak tahu di mana tanganmu itu adalah selama tidur."
225. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila ada anjing minum ke dalam bejanamu, tumpahkanlah isinya, dan sesudah itu cuci bejana itu tujuh kali."
226. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bejana yang dijilat anjing jadi suci, ketika dicuci tujuh kali, pertama-tama dengan tanah."
227. Dari Jabir ra, dari Rasulullah saw., Beliau melarang orang kencing di air tenang. "
228. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan kamu kencing di air tenang, di mana kamu mandi pula di situ."
229. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu kencing di air tenang yang tidak mengalir, di mana kamu mandi pula di situ."
230. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu mandi di air tenang, sedangkan kamu junub."
231. Dari Anas ra, katanya: "Seorang Arab dusun kencing di masjid. Lalu beberapa orang berdiri hendak menangkapnya. Lantas Nabi saw. Bersabda:" Biarkan dia! Jangan diganggu! "Kata Anas selanjutnya," Ketika orang itu telah selesai kencing, Nabi saw. menyuruh ambilkan seember air, lalu dituangkannyadi bekas kencing orang itu. "
232. Dari Anas bin Malik ra, yaitu paman Ishak, katanya: "Ketika kami sedang berada di dalam masjid bersama Rasulullah saw., Sekonyong-konyong datang seorang Arab dusun, lalu dia kencing di masjid. Maka berkata para sahabat," Mah , mah! "Sabda Nabi saw.," Jangan kalian ganggu dia. Biarkan! "Karena itu para sahabat membiarkannya sampai dia selesai kencing. Kemudian orang itu disebut oleh Rasulullah saw. lalu beliau bersabda kepadanya, "Tempat ini adalah masjid. Tidak pantas Anda kencing di sini atau mencemari tempat ini. Masjid adalah tempat shalat, tempat mengingat Allah 'azza wa jalladari membaca Qur'an. Sesudah itu Rasulullah saw. menyuruh seseorang mengambil air seember, lalu disiramkannya di atas kencing itu. "
233. Dari Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Dibawa orang kepada Rasulullah saw. Beberapa orang bayi, lalu Nabi saw. Memohonkan berkah untuk mereka dan membelai mereka. Kemudian dibawa orang pula seorang bayi dan dia kencing di pangkuan Nabi. Beliau meminta air dan memercikkannya di pakaian beliauyang kena kencing, dan tidak mencucinya lagi sesudah itu. "
234. Dari Ummu Qois binti Mihshan ra, katanya dia datang ke
Nabi saw. membawa bayinya yang belum memakan makanan selain ASI. Bayi itu diletakkannya di pangkuan Nabi, dan ia kencing (tentang
pakaian Nabi). Kemudian Nabi memercikkan air ke bagian pakaian beliau yang kena kencing, tidak lebih dari itu. "
235. Dari 'Aisyah ra, dia berkata perihal mani, katanya: "Aku hanya menggarutnya dari kain Nabi saw. (Tanpa dicuci)."
236. Dari 'Amar Ibnu Maimun ra, katanya: "Aku bertanya kepada Sulaiman bin Yasar perihal mani apabila tentang pakaian seseorang;
apakah cukup dengan membersihkan yang terkena mani itu saja, ataukah harus mencuci kain itu seluruhnya? "Jawabnya," Aisyah pernah mengabarkan kepada ku, bahwa Rasulullah saw. hanya membersihkan bagian yang kena mani itu saja; kemudian beliau pergi shalat dengan memakai kain itu. Aku memang melihatbekas cucian di kain itu. "
237. Dari Abdullah bin Syihab Al Khaulani ra, katanya: "Aku pernah bermalam di rumah 'Aisyah ra Kebetulan aku bermimpi, sehingga dua helai pakaianku basah karenanya, lalu keduanya kurendam dalam air. Perbuatanku itu dilihat oleh pelayan perempuan' Aisyah lalu diceritakannya kepada ' Aisyah, 'Aisyahmemanggil ku dan bertanya, "Mengapa kamu rendam pakaianmu?" Jawab ku, "Aku bermimpi seperti biasanya orang tidur bermimpi." Tanya 'Aisyah, "Apakah engkau melihat apa-apa (mani) di kain itu?" Jawab ku, "Tidak!" Kata 'Aisyah, "Kalau ada terlihat apa-apa, cucilah. Aku teringat ketika aku pernah melihatmani yang telah kering di pakaian Nabi saw., aku hanya menggarutnya dengan kukuku. "
238. Dari Asma ra, katanya: Seorang datang kepada Nabi saw. bertanya: "Ketika kain kami kena darah haid, apa yang harus kami lakukan?" Jawab Nabi saw., "Mula-mula buang darahnya, kemudian gosok-gosok kainnya dengan air, setelah itu pakailah shalat." 239. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: "Pada suatuketika Nabi saw. lewat dekat dua buah kuburan, lalu beliau bersabda, 'Tahukah kamu bahwa kedua orang yang berada dalam kuburan ini sedang disiksa karena kesalahannya berat. Yang satu kerjanya tukang fitnah, sehingga menimbulkan permusuhan di mana-mana. Yang satu lagi tidak cebok sesudah kencing. "
Kata lbnu 'Abbas, "Kemudian Nabi meminta pelepah kurma yang masih basah, lalu dibelahnya dua. Sesudah itu ditancapkannya di atas kedua kuburan itu masing-masing sisi." Kemudian beliau bersabda. "Semoga siksaan mereka diringankan Allah, selama pelepah kurma itu masih basah."
240. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Apabila salah seorang kami haid, maka Rasulullah saw. Menyuruhnya supaya memakai kain haid, sesudah itu beliau bercumbuan dengannya." Kata 'Aisyah selanjutnya, "Tetapi, agaknya tidak ada di antara kalian yang sanggup mengendalikan nafsunya seperti Rasulullah saw."
241. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Rasulullah saw. Pernah mencumbu istrinya ketika sedang haid, tetapi mereka pakai kain haid (tidak sampai bersetubuh)."
242. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Rasulullah saw. Pernah berbaring bersama ku, padahal ketika itu aku sedang haid. Tapi kami di halang oleh sehelai kain."
243. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Pada suatu ketika sedang
aku berbaring bersama Rasulullah saw. dalam satu selimut, sekonyong-konyong aku haid. Karena itu aku menghindarkan diri diam-diam, lalu aku mengenakan kain haidku. "Beliau bertanya," Haidkah engkau? "Jawab ku," Ya, aku haid, ya, Rasulullah. "Aku dipanggilnya kembali, lalu tidur-tiduran pula bersamabeliau dalam satu selimut. Selanjutnya Maimunah menceritakan, bahwa dia pernah mandi jinabah berdua dengan Nabi saw. dalam satu bak mandi. "
244. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Sedang i'tikaf. Sekonyong-konyong dia mendekatkan kepalanya ke ku, maka kusisirkan rambutnya. Selama i'tikaf beliau tidak pernah masuk ke rumah, kecuali untuk buang hajat. "
245. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Mengeluarkan kepalanya dari masjid, padahal beliau sedang i'tikaf. Lalu kucucikan kepalanya, padahal aku sedang haid." 246. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Menyuruh ku mengambilkan sajadah daridalam masjid. "Lalu kujawab," Aku sedang haid, ya Rasulullah! "Sabda beliau," haidmu bukankah tidak di tanganmu? "
247. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang berada dalam masjid, beliau pernah menyuruh 'Aisyah," Hai,' Aisyah! Ambilkan bajuku! "Jawab 'Aisyah," Aku sedang haid, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Bukankah haidmu itu tidak di tanganmu? "Karena itu' Aisyah mengambilkannya.
248. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu waktu ketika aku sedang haid, aku minum. Kemudian gelasku kuberikan kepada Nabi saw., Maka beliau meletakkan bibirnya di bekas mulut ku lalu beliau minum pula.
Pernah ketika aku sedang haid, aku makan sepotong daging. Setelah kugigit, daging itu kuberikan kepada Nabi saw. lalu ia menggigitnya pula di bekas gigitanku. "
249. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Duduk menyandar kepada ku, lalu dia membaca qur'an, padahal aku sedang haid."
250. Dari Anas bin Malik ra, katanya: Suatu kebiasaan bagi bangsa Yahudi, ketika wanita-wanita mereka sedang menstruasi, mereka tidak ingin makan bersama-sama, bahkan tidak tinggal serumah. Maka para sahabat bertanya kepada Nabi saw. perihal itu, lalu turun ayat: "Mereka bertanya kepada mu tentang haid.Katakanlah, haid itu kotor. Karena itu jauhilah wanita-wanita itu selama masa haid (Al Baqarah: 222). Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Kamu bisa melakukan segala sesuatu selain sanggama." Berita itu sampai kepada orang Yahudi. Mereka berkata, "Orang ini (Nabi saw.) Memang selalu ingin meremehkandan menentang kita. "Mendengar itu maka datanglah Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyir kepada Rasulullah saw. lalu kata mereka," Orang-orang Yahudi mengatakan begini dan begitu. Apakah tidak lebih baik kita sanggama saja dengan wanita haid? "Wajah Rasulullah saw. Segera berubah, sehingga kamimenyangka beliau sangat marah kepada mereka berdua, lalu mereka pergi. Kemudian Nabi saw. menyuruh orang menyusul mereka untuk diberi susu. Dengan begitu mereka tahu bahwa Nabi saw. tidak marah kepada mereka.
251. Dari 'Ali bin Abi Thalib r.a. katanya: "Aku sering keluar madzi. Tapi aku malu menanyakan hukumnya kepada Rasulullah saw. karena hubunganku dengan puteri beliau. Karena itu kusuruh Miqdad bin Al Aswad menanyakannya. Jawab Rasulullah saw.," Suruh dia mencuci penisnya, dan sesudah itu suruh diaberwudhuk. "
252. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Bangun tengah malam, maka setelah dia selesai buang hajat, beliau cuci muka dan
tangannya, sesudah itu barulah beliau tidur. "253. Dari 'Aisyah ra katanya:" Ketika Rasulullah saw. hendak tidur, padahal beliau junub, maka beliau wudhuk lebih dahulu seperti wudhu shalat, sesudah itu barulah beliau tidur. "
254. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang dalam keadaan junub, padahal ia ingin makan atau tidur, maka beliau wudhuk lebih dahulu seperti wudhu shalat."
255. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya' Umar bertanya kepada Rasulullah saw .: "Ya, Rasulullah! Dapatkah kami tidur dalam keadaan junub?"
Jawab Nabi saw., "Bisa, tetapi wudhuk lebih dahulu!"
256. Dari 'Abdullah bin Abu Qais r.a. katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra tentang shalat witir Rasulullah saw., lalu dia menjawab dengan menyebutkan hadis tentang witir." Kemudian aku bertanya pula,
"Apakah yang dilakukan Nabi saw. Dalam kondisi jinabah (junub); apakah
beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur lebih dahulu sebelum mandi? "
Jawab 'Aisyah ra, "Keduanya pernah dilakukan Nabi saw. Kadang-kadang ia mandi lebih dahulu, sesudah itu baru beliau tidur. Kadang-kadang ia wudhuk lebih dahulu, lalu tidur." Kataku, "Segala puji bagi Allah yang telah membuat segala urusan menjadi lapang."
257. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu bersanggama, kemudian ingin ingin mengulangnya kembali, maka harus wudhuk lebih dahulu."
258. Dari Anas bin Malik r.a., katanya; "Rasulullah saw. Pernah mendatangi beberapa istri beliau bergantian, hanya dengan satu kali mandi."
259. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ummu Sulaim datang bertanya kepada Rasulullah saw., Dan ketika itu 'Aisyah sedang berada di dekat beliau. Katanya," Ya, Rasulullah! Bagaimana kalau seorang perempuan bermimpi seperti halnya orang pria bermimpi, lalu dia melihat sesuatu (mani) keluar dari dirinya? "Aisyah menyela, "Hai, Ummu Sulaim! Pertanyaan Anda memalukan kaum wanita. Celaka!" Kata Nabi saw. kepada Aisyah, "Bahkan engkaulah yang celaka!" Dan selanjutnya Nabi saw. mengatakan, "Ya, perempuan yang bermimpi itu hendaknya mandi, kalau dia memang melihat mani itu keluar dari dirinya." 260. Dari Anasbin Malik r.a., katanya Ummu Sulaim bercerita
bahwa dia bertanya kepada Nabi saw. tentang perempuan yang bermimpi ketika tidur seperti pria bermimpi, keluar mani. Jawab Rasulullah saw., "Ketika perempuan itu memang keluar mani, maka hendaklah dia mandi." Kata Ummu Sulaim, "Aku sebenarnya malu menanyakan masalah ini kepada beliau. Apakah maniitu memang ada? "Jawab Nabi saw.," Ya, ada! Mani pria kental berwarna putih dan mani perempuan agak encer berwarna kekuning-kuningan. Kalau tidak ada, kenapa seorang anak bisa mirip dengan orang tuanya. Siapa yang maninya lebih unggul (dominan), maka anaknya mirip dengan dia. "
261. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Umu Sulaim datang bertanya kepada Nabi saw.," Ya, Rasulullah! Allah swt. sekali-kali tidak malu mengatakan yang hak. Apakah perempuan wajib pula mandi ketika dia bermimpi? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, wajib kalau dia keluar mani! "" Tanya Ummu Sulaim, "Apakah perempuanmemang keluar mani pula? "
Jawab Rasulullah saw., "Masakan tidak! Kalau tidak kenapa anak-anaknya
bisa mirip dengan ibunya. "262. Dari Tsauban, maula Rasulullah saw., katanya:" Pada suatu waktu, ketika aku sedang berdiri dekat Rasulullah saw., tiba-tiba datang seorang pendeta Yahudi, seraya ia mengucapkan salam: Assalamu'alaika ya, Muhammad! "Lalu pendeta itu aku dorong, sehingga dia hampir jatuh.
Katanya, "Kenapa engkau dorong aku?" Jawab ku, "Apa keberatanmu untuk menyebutkan 'Ya, Rasulullah'?" Kata Yahudi itu, "Bukankah aku telah
memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya? "Kata Rasulullah
saw., "Ya, namaku Muhammad! Dan itulah nama yang diberikan keluargaku
kepada ku. "Kata Yahudi," Aku sengaja datang hendak bertanya kepada
Anda. "Jawab Rasulullah saw.," Akan adakah gunanya jika kujawab pertanyaanmu itu? "Yahudi:" Akan kudengar dengan kedua telingaku. "Rasulullah saw .: (menggaris-garis tanah dengan tongkatnya - agaknya dia sedang berpikir atau menunggu wahyu lalu beliau berkata ) "Silakan bertanya Yahudi:" Di mana manusiaberada pada hari pergantian bumi dan langit dengan bumi dan langit yang lain? "Rasulullah saw .:" Mereka berada dalam kegelapan, dekat suatu jembatan. "Yahudi:" Siapa orang yang pertama-tama melewati jembatan itu? "Rasulullah saw .:" Kaum Muhajirin yang miskin-miskin. "Yahudi:" Apa yang mereka makan ketikamula-mula masuk surga? "Rasulullah saw .:" Ujung hati ikan! "Yahudi:" Apa yang mereka makan sesudah itu? "Rasulullah saw .:" disembelihkan untuk mereka sapi surga yang digembalakan di pinggir-pinggir surga itu. "Yahudi: "Apa minuman mereka di sana? '; Rasulullah saw .: "Air mata air yang disebut 'Salsabila'."Yahudi: "Jawaban Anda benar belaka! Kata Yahudi itu selanjutnya," Aku datang hendak bertanya kepada Anda, sesuatu yang tidak seorang pun penduduk bumi mengetahuinya, kecuali para Nabi atau seorang pria. "Rasulullah saw.,:" Akan adakah gunanya jika pertanyaan itu kujawab? "Yahudi:" Akan kudengardengan kedua telingaku. "Kata Yahudi itu melanjutkan," Aku datang hendak menanyakan (masalah kelahiran) anak. "Rasulullah saw .:" Air mani pria berwarna putih dan air mani perempuan berwarna kekuning-kuningan. Ketika keduanya bertemu, maka jika mani pria yang lebih unggul
dari mani perempuan, akan lahir dari perempuan itu anak lelaki. Dan jika mani perempuan yang lebih unggul dari mani pria, akan lahirlah anak perempuan dengan izin Allah. "Yahudi:" Jawaban Anda benar belaka. Dan Anda memang sesungguhnya Nabi! "Kemudian dia pergi. Maka bersabda Rasulullah saw." Sesungguhnyaaku pernah ditanya orang seperti apa yang ditanyakan Yahudi itu. Mulanya aku belum tahu apa-apa tentang masalah itu, tetapi Allah mengajarkannya kepada ku. "
263. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mandi junub, mula-mula dicucinya tangannya. Kemudian dituangkannya air dengan tangan kanan ke tangan kiri, lalu dicucinya kemaluannya. Sesudah itu beliau mengambil wudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian diambilnya air , lalu dimasukkannyadengan anak-anak jarinya ke akar-akar rambut, sehingga ketika dirasanya telah merata, maka disiramkannya air ke kepalanya tiga kali. Kemudian disiramnya seluruh tubuhnya, dan sesudah itu dicucinya kedua kakinya. "
264. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mandi junub, mula-mula dicucinya tangannya sebelum dimasukkannya ke dalam bejana. Sesudah itu beliau mengambil wudhu seperti wudhu shalat."
265. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Maimunah, bibiku, pernah
bercerita kepada ku, 'Aku membawakan air untuk Rasulullah saw. untuk kebutuhan beliau mandi junub. Mula-mula ia mencuci tangan dua atau
tiga kali. Kemudian dimasukkannya tangannya ke dalam bejana, lalu disiramnya kemaluannya dan dicucinya dengan tangan kiri. Sesudah itu diletakkannya tangannya yang kiri itu ke tanah, lalu digosok-gosok agak keras. Kemudian beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Sesudah itu disiramnya kepalanyadengan air sepenuh telapak tangan tiga kali, dan sesudah itu seluruh tubuhnya. Kemudian beliau beranjak sedikit dari tempatnya, lalu dicucinya kakinya. Sesudah itu aku berikan kepada beliau handuk, tetapi ia menolak. "
266. Dari 'Aisyah r.a., katanya: Rasulullah saw. mandi junub dengan air satu bejana, yang disebut bejana'Al Faraq '. "
267. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mandi berdua dengan Rasulullah saw. Dari satu bejana yang isinya lebih kurang tiga mud (gantang)."
268. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mandi berdua dengan Rasulullah saw. Dari satu bejana, sehingga tangan kami bergantian masuk ke dalam bejana itu. Padahal ketika itu kami sama-sama mandi junub."
269. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mandi berdua dengan Rasulullah saw. Dari satu bejana. Dia lebih cepat dari ku, sehingga aku berkata,' Tinggalkan untukku! Tinggalkan untukku 'Padahal ketika
itu kami sama-sama mandi junub. "
270. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Maimunah menceritakan kepada ku bahwa dia dan Nabi saw. pernah mandi berdua dalam satu bejana."
271. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mandi
dengan sisa air mandi Maimunah. "
272. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mandi dengan air lima mangkok dan berwudhu dengan satu mangkok."
273. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw pernah wudhuk dengan air satu mud, dan mandi dengan air satu sha 'sampai sampai lama mud."
274. Dari Safinah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mandi junub dengan air satu sha ', dan wudhuk dengan air satu mud."
275. Dari Jubair bin Muth'im ra, katanya: "Para sahabat bertengkar di dekat Rasulullah saw. Perihal mandi. Setengahnya mengatakan, aku menyiram kepala begini dan begitu. Maka bersabda Rasulullah saw.," Aku menyiram kepala ku dengan air tiga kali sauk . "
276. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Utusan Bani Tsaqif
pernah bertanya kepada Rasulullah saw., katanya: Negeri kami kering, ya
Rasulullah. Bagaimana caranya kami harus mandi? "Jawab Rasulullah saw.," Kalau aku, kusiram kepala ku tiga kali. "
277. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mandi junub, beliau tuang kepalanya dengan air tiga kali sauk." Lalu Al Hasan bin Muhammad bertanya, "Rambutku tebal, bagaimana itu!" Jawab Jabir, "Hai, anak saudaraku! Rambut Rasulullah saw. Lebih tebal dan lebih bagus."
278. Dari Ummu Salamah La., Katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw .: "Ya, Rasulullah! Aku seorang perempuan yang suka menggulung (menyanggul) rambut agar rapi. Apakah harus kulepas sanggulku setiap kali mandi junub?" Jawab Rasulullah saw., "Tidak perlu! Cukuplah Anda tuangkan air di kepada Andatiga kali sauk. "
279. Dari 'Ubaid bin' Umair ra, katanya: "Dilaporkan orang kepada 'Aisyah ra, bahwa' Abdullah bin 'Umar menyuruh kaum wanita, sehingga melepas gulungan rambutnya ketika mereka mandi. Kata' Aisyah ra," Hai, aneh anak si ' Umar itu! Disuruhnya kaum wanita melepas
gulungan rambut mereka ketika mandi. Mengapa tidak disuruhnya saja
mereka mencukur kepala mereka. Aku pribadi, pernah mandi bersama-sama dengan Rasulullah saw. dari satu bejana. Ketika itu aku menuangkan kepala ku tidak lebih dari tiga kali. "
280. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Seorang wanita bertanya kepada Nabi saw., Bagaimana caranya mandi haid." Lalu 'Aisyah menceritakan bagaimana Nabi saw. mengajarkan kepada wanita itu caranya mandi. Kemudian Nabi menyuruh ambil sepotong kain katun yang diberi harum-haruman dan menyuruh wanita itu bersucidengan kain itu. Wanita itu bertanya, "Bagaimana caranya aku bersuci dengan kain itu '!" Jawab Nabi saw., "Bersihkan dengannya! Subhanallah!" Sesudah berkata begitu beliau menyingkir. Lalu Sufyan bin 'Uyaynah mengingatkan kami dengan tangannya ke wajahnya. Kemudian wanita itu kutarik ke dekatku,dan aku mengerti apa yang dimaksud Rasulullah saw. itu. Lalu kujelaskan kepadanya. Kataku, "Gosokkan kain itu di tempat bekas keluar darah!"
281. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Asma' bertanya kepada Nabi
saw. tentang cara mandi haid. "Sabda Nabi saw.," Ambil air dan daun Sidr (sejenis daun yang berbusa banyak), maka bersihkan bekas-bekas darah kotor yang melekat di tubuh Anda sampai bersih benar. Kemudian tuangkan air di kepalamu lalu gosok-gosok sehingga air rata
membasahi akar-akar rambut. Sesudah itu tuang kembali dengan air. Kemudian, ambil sepotong kain katun yang telah diberi harum-haruman, bersihkan dengan kain itu. "Tanya Asma '," Bagaimana caranya aku membersihkannya dengan kain itu! "Jawab Nabi saw.," Subhanallah! Ya, bersihkan dengannya! "Lalu 'Aisyahmenjelaskan dengan berbisik, "Gosokkan kain itu di tempat-tempat bekas kena darah!" Kemudian Asma 'bertanya pula perihal mandi junub. Jawab Rasulullah saw., "Ambil air, lalu bersihkan bagian tubuh yang kotor sampai bersih benar. Sesudah itu tuangkan air ke kepala sambit mengosok-gosoknya, sehingga
air merata sampai ke akar-akar rambut. Kemudian tuang kembali dengan air sampai ke seluruh tubuh. "Kata 'Aisyah ra," Wanita yang paling baik adalah wanita Anshar. Mereka tidak malu-malu bertanya kalau untuk mendalami agama. "
282. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Fathimah binti Hubaisy datang kepada Nabi saw. bertanya: Katanya," Aku ini seorang wanita yang selalu istihadhah. Apakah aku dapat meninggalkan shalat? "Jawab Nabi saw.," Tidak! Istihadhah itu sustu penyakit, bukan haid! Kalau datang saat haidmu bisa tinggalkan solatselama masa haid itu, dan bila sudah habis haidnya, mandi dan shalatlah kembali. "283. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., katanya:" Ummu Habibah binti Jahsy, ipar Rasulullah saw. dan istri 'Abdur Rahman bin' Auf, dapat istihadhah sudah tujuh tahun lamanya. Karena itu dia minta fatwa kepada Rasulullahsaw. tentang hal itu (apakah membatalkan shalat atau tidak, dsb). "Sabda Rasulullah saw.," Istihadhah tidak sama dengan haid. Istihadhah itu penyakit. Karena itu hendaknya Anda mandi dan
sesudah itu teruslah shalat. "Kata 'Aisyah," Dia mencuci kainnya di
kamar mandi saudaranya Zainab binti Jahsy, sehingga terlihat penuh darah. "
284. Dari 'Aisyah ra, katanya:' Ummu Habibah bertanya kepada Rasulullah saw. masalah darah. "Kata 'Aisyah," Aku melihat baskom tempatnya mencuci kain penuh darah. "Maka sabda Nabi saw. kepadanya," Tetaplah menjaga masa haidmu. Bila telah habis masa haidmu itu. harus Anda mandi, sesudah itushalat. "285. Dari Mu'adzah itu, katanya:" Seorang wanita bertanya kepada 'Aisyah, "Apakah kita kaum wanita ini wajib mengqadha shalat; yang tertinggal selama masa haid?" Jawab 'Aisyah, "Apakah Anda ini orang Haruriyah? Kami juga haid pada masa Rasulullah saw. Masih hidup. Dia tidak pernah menyuruhkami mengqadha shalat. "
286. Dari Mu'adzah ra, katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah
ra, 'Mengapa orang haid wajib mengqadha puasa, tetapi tidak wajib mengqadha shalat? "Jawab' Aisyah," Apakah Anda orang Haruriyah? "Jawab ku," Bukan! Aku bukan orang Haruriyah! Tapi aku bertanya. "Jawab 'Aisyah," Itulah suatu keuntungan bagi kita (wanita). Kita diwajibkan mengqadha puasa tetapi tidakdiwajibkan mengqadha shalat. "
287. Dari Ummu Hani binti Abu Thalib ra, katanya: "Pada suatu ketika di tahun penaklukan Makkah, aku datang ke rumah Rasulullah saw. Ketika itu ia tinggal di pinggir kota Mekkah. Kudapati ia akan mandi, dan Fathimah (putri beliau) membuat dinding untuk menutupinya. Setelah selesai mandi,ia mengambil bajunya dan berselimut dengan baju itu. Sesudah itu beliau shalat sunat dhuha delapan rakaat. "
288. Dari Maimunah ra, katanya: "Aku membawakan air untuk mandi Nabi saw., Lalu kuletakkan air itu dan kubuatkan dinding untuk menutupinya mandi. Setelah itu barulah ia mandi." 289. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: Rasulullah saw. bersabda: Pria tidak bisa melihat aurat lelaki, dan perempuantidak dapat melihat aurat perempuan. Pria tidak bisa berselimut sesama pria dalam satu selimut tanpa busana, dan perempuan tidak bisa berselimut sesama perempuan dalam satu selimut tanpa busana. "
290. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bani Israil biasa mandi telanjang (di tempat terbuka), sehingga mereka bebas melihat aurat mereka sesamanya. Tetapi Nabi Musa as mandi
memencil seorang diri. Karena itu mereka berkata, "Musa tidak mau mandi bersama-sama dengan kita, karena dia berpenyakit 'Adar' (besar buah zakar). Pada suatu ketika Musa as pergi mandi, lalu diletakkannya pakaiannya di atas batu. Tiba-tiba batu itu hanyut, dan membawa lari pakaian Musa yang terletakdi atasnya. Musa berusaha mengejarnya sambil berteriak-teriak, "bajuku, hai batu! Bajuku, hai batu!" Karena itu Bani
Israil sempat melihat aurat Musa A.S. Kata mereka, "Demi Allah! Kiranya Musa tidak berpenyakit apa-apa." Kemudian batu itu berhenti, lalu diambilnya bajunya dan dipukulnya batu itu. Tapi tubuh Musa telah terlihat jelas bagi mereka. "Kata Abu Hurairah," Bekas pukulan Musa di batu itu jelas terlihatenam atau tujuh bekas pukulan. "
291. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Tatkala Ka'bah diperbaiki, Rasulullah saw. Ikut mengangkat batu bersama-sama dengan
'Abbas. (Ketika itu ia masih muda belia dan belum jadi Rasul). Kata 'Abbas kepada Nabi saw. "Tempatkan sarungmu di kudukmu untuk alas." Anjuran 'Abbas itu dilakukan oleh beliau. Tapi ia terjatuh, sehingga matanya terbelalak ke langit (pingsan). Setelah ia sadar, ia segera bangun kembalisambil berkata, "sarungku! sarungku!" Lalu dipakainya sarungnya kembali.
292. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, kalanya: "Rasulullah saw. Turut bersama masyarakat mengangkut batu untuk memperbaiki Ka'bah. Ketika itu ia memakai' izar '(sarung). Lalu kata' Abbas, paman beliau, Hai, anak buah ku! Alangkah baiknya sarung mu itu engkau letakkan di kuduk mu untuk alas batu. "Anjuran pamannya itu dituruti oleh beliau. Tapi sekonyong-konyong ia terjatuh sampai pingsan. Kata Jabir, "Semenjak itu tidak pernah lagi ia tampak bertelanjang."
293. Dari Miswar bin Makhramah ra, katanya: "Pada suatu ketika aku bekerja mengangkut batu berat, dan aku memakai sarung yang tipis. Sekonyong-konyong sarungku tanggal. Karena aku sedang membawa beban batu yang berat, aku tidak memakainya kembali, sehingga aku terus saja sampai ke tempat yang dituju.Lalu Rasulullah saw, bersabda kepada ku, "Ambil sarungmu kembali! Dan sekali-kali jangan berjalan dengan
keadaan telanjang. "
294. Dari 'Abdullah bin Ja'far ra, katanya: "Pada suatu hari aku dibonceng Rasulullah saw. Pada kendaraannya. Lalu ia membisikkan kepada ku sebuah hadis yang belum pernah ku sampaikan kepada orang lain. Itu paling disukai beliau, kalau buang hajat hendaknya di tempat tertutup dengan dindingyang tinggi, atau dinding dari pohon-pohon kurma, "
295. Dari 'Abdur Rahman bin Abu Sa'id Al Khudri, dari ayahnya, katanya: "Aku pergi bersama Rasulullah saw. Pada hari Senin ke Quba'. Setelah kami sampai ke perkampungan Bani Salim, dia berhenti di muka rumah 'Itban , lalu ia berteriak memanggilnya. Karena itu 'Itban keluar tergesa-gesa sambilmenghela sarungnya. Sabda Rasulullah saw., "Wah, kita telah mengganggu orang sehingga dia jadi terburu-buru,"
Kata 'Itban,' "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda, jika seseorang bergegas menyudahi sanggama dengan istrinya sehingga dia belum
keluar mani. Wajibkah dia mandi? "Jawab Rasulullah saw.," Sesungguhnya air dengan air. "(Wajib mandi ketika keluar mani).
296. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Lewat di muka rumah seorang Anshar, maka dipanggilnya orang itu. Orang itu keluar dengan kepalanya basah-basah menetaskan air. Kata Rasulullah saw.," Agaknya kami telah mengganggu Anda sehingga Anda terburu-buru. "Jawaborang itu, "Benar, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Bila Anda kaget, sehingga Anda menyudahi sanggama tanpa keluar mani, Anda tidak wajib mandi, tetapi berwudhuk."
297. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang seorang pria yang bersanggama dengan istrinya, lalu dia lemas (tanpa keluar mani). Jawab Rasulullah saw., Dia wajib mandi, kemudian wudhu dan sesudah itu baru shalat. "
298. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw. perihal seorang pria yang sanggama dengan istrinya, tetapi tidak sampai keluar mani. Sabda Rasulullah saw., "Dia harus mencuci penisnya, dan sesudah itu berwudhuk." 299. Dari. Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda:"Bila kamu duduk di antara empat cabang tubuh perempuan (di depan kemaluannya), kemudian kamu sanggama dengannya, maka kamu wajib mandi."
300. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya: Kaum Muhajirin dan kaum Anshar berbeda pendapat tentang mandi junub. Kaum Anshar mengatakan, "Tidak wajib mandi kecuali ketika keluar mani." Kaum Muhajirin berpendapat, "Bahwa ketika orang telah sanggama (setubuh), sesungguhnya sudah wajib mandi." KataAbu Musa, "Aku meredakan kamu dari ketegangan itu. Lalu aku pergi ke 'Aisyah dan mohon izin untuk bertemu dengannya. Setelah diberi izin, aku berujar kepadanya." Wahai, ibu segala orang yang beriman! Aku sengaja datang hendak menanyakan suatu masalah, yang aku merasa malu menanyakan kepada ibu. "Jawab 'Aisyah ra, "Jangan malu-malu menanyakan sesuatu yang memang harus Anda tanyakan. Bukankah aku ini ibumu?" Ujarku ', "Apakah yang mewajibkan mandi?" Jawab, "Sungguh tepat tempat Anda bertanya. Rasulullah saw. Bersabda," Apabila Anda duduk di antara empat cabang tubuh perempuan, kemudian Andabersanggama, maka sesungguhnya telah wajib mandi. "
301. Dari 'Aisyah ra. Istri Nabi saw., Katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang orang yang sanggama dengan istrinya tetapi tidak keluar mani, wajibkah keduanya mandi? Padahal Aisyah ketika itu duduk di situ. Maka Sabda Rasulullah saw. "Aku
pernah pula mengalami seperti itu. Yaitu aku dan istri ku ini. Namun
kami mandi sesudah itu. "
302. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya dia mendengar Rasululullah saw. bersabda: "Berwudhuklah sesudah makan yang disentuh api (dimasak)."
303. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah makan
(Masakan) daging kambing, kemudian beliau shalat tanpa mengulang wudhu dahulu. "
304. Dari 'Amr bin Umayyah Adh Dhamri, dari ayahnya, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw., Memotong masakan daging kambing lalu beliau makan. Sekonyong-konyong terdengar azan; segera ia berdiri dan meletakan pisau, kemudian beliau shalat tanpa mengulang wudhuk lebih dahulu. "
305. Dari Abu Rafi 'ra, katanya: "Memang, akulah yang memasak isi perut kambing untuk Rasulullah. Sesudah (makan) beliau shalat tanpa mengulang wudhu lebih dahulu."
306. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw .. minum susu, kemudian beliau meminta air lalu kumur-kumur. Sabda beliau," Susu itu berminyak (mengandung gemuk). "307. Dari lbnu' Abbas ra, katanya: "Pada suatu kali Rasulullah saw. mengenakan pakaiannya, lalu dia pergi shalat. Tiba-tiba adaorang
menghadiahkan roti dan daging untuk beliau, maka beliau makan tiga suap. Kemudian beliau mengimami shalat orang banyak tanpa menyentuh air lebih dulu. "
308. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Wajibkah aku wudhuk sesudah makan daging kambing?" Jawab Rasulullah saw, "Jika Anda mau, Berwudhuklah! Jika tidak, tidak apa-apa." Tanyanya, "Wajibkah aku wudhuk sesudah makan daging unta?" Jawab, "Ya, Berwudhuklah sesudah makan daging unta!" Tanyanya, "Dapatkahaku shalat di tempat-tempat kambing bersimpuh? "Jawab Nabi," Tidak bisa! "309. Dari 'Abbad bin Tamim, dari pamannya, katanya:" Ditanyakan orang kepada Nabi saw. perihal orang yang ragu-ragu dalam shalatnya, apakah dia keluar hadas (kentut dll) atau tidak. Jawab Nabi saw., "Jangan memutuskan shalat,kecuali bila jelas terdengar kentut atau mencium bau. "
310. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Ketika kamu merasa ada angin dalam perutmu, kemudian kamu ragu apakah angin itu keluar atau tidak, maka janganlah keluar dari masjid sebelum jelas terdengar suara (kentut) atau mencium bau."
311. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Maula Maimunah disedekahi
orang kambing, lalu kambing itu mati. Kebetulan Rasulullah saw. lewat dekat bangkai kambing itu. Maka sabda beliau, "Mengapa tidak kamu ambil
kulitnya, lalu disamak agar dapat dimanfaatkan? "Jawab mereka," Bukankah kambing itu sudah mati? "Sabda Rasulullah saw.," Yang haram adalah memakannya! "
312. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Menemukan kambing mati, yaitu kambing yang disedekahkan orang ke maula Maimunah. Maka bersabda Rasulullah," Mengapa tidak kamu manfaatkan kulitnya?' Jawab mereka, "Kambing itu sudah mati!" Sabda Rasulullah saw., "Yang haram adalah memakannya."Kulit binatang suci, ketika disamak! "
313. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Saya dengar Rasulullah saw. Bersabda: Kulit binatang menjadi suci ketika disamak."
314. Dari Ibnu Wa'lah As Sabaiy ra, katanya: "Aku bertanya
kepada 'Abdullah bin' Abbas: Ketika kami sedang berada di Maroko, lalu orang-orang Majusi membawakan sebuah Geriba (tempat air dari kulit) berisi susu. Kata mereka, "Silakan minum! Nah! Bagaimana pendapat Anda?" Jawab Ibnu 'Abbas, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Kulit yang telah disamak,suci. "Kata Safi'iy," Kecuali kulit anjing dan babi. "(Syarah An-Nawawi, 1: 661)
315. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami bepergian bersama-sama dengan Rasulullah saw. Dalam satu perjalanan. Ketika kami sampai di Baida', atau Dzatul Jaisy, kalung ku putus dan hilang. Karena itu Rasulullah berhenti untuk mencarinya. Begitu pula seluruh rombongan turut berhenti sama-sama dengan dia.Sedangkan di tempat itu tidak ada air dan mereka tidak pula membawa air. Karena itu mereka mendatangi (ayah ku) Abu Bakar, lalu kata mereka, "Tidakkah Anda perhatikan 'Aisyah? Karena ulahnya Rasulullah dan seluruh rombongan terpaksa berhenti. Padahal di sini tidak ada air dan rombongan tidak pula membawaair. "Oleh sebab itu Abu Bakar mendatangi ku, dan saat itu Rasulullah saw. sedang tidur, dengan kepalanya di atas paha ku. Kata Abu Bakar," Kau hentikan Rasulullah dan seluruh rombongan di tempat yang tidak berair ini. Sedangkan mereka tidak pula membawa air. "Selanjutnya Abu Bakar mengata-ngatai kusepuas hatinya, sehingga ditusuknya rusuk ku dengan tangannya. Aku tak bisa bergerak, karena Rasulullah tidur di paha ku, dan ia tertidur sampai Subuh tanpa air. Maka ketika itu Allah menurunkan ayat tayammum (surat Al Maidah, 5: 6). Lalu kata Usaid bin Hudhair, "Ini bukanlah berkat yang pertamadari mu, hai keluarga Abu Bakar! "Kata" Aisyah selanjutnya, "Ketika unta kami suruh berdiri, kami menemukan kalung ku berada di bawah unta itu."
316. Dari 'Aisyah ra, katanya dia meminjam kalung kepada Asma', namun malang baginya kalung itu hilang. Lalu Rasulullah saw. menyuruh
beberapa orang sahabat mencarinya. Ketika tiba waktu shalat, mereka shalat tanpa wudhu. Setelah mereka bertemu kembali dengan Nabi saw.,
mereka melaporkan kepadanya peristiwa yang mereka alami demikian itu. Lalu Allah swt. menurunkan ayat tayammum (Al Maidah, 5: 6). USAID
bin Hudhair berkata, "Semoga Allah membalasi Anda dengan penuh kebaikan. Demi Allah! Tidak ada suatu kesulitan pun yang menimpa diri Anda, melainkan Allah selalu memberikan jalan keluar bagi Anda dan menjadi berkat bagi kaum muslimin."
317. Dari Syaqiq ra, katanya: "Aku duduk bersama-sama dengan 'Abdullah dan Abu Musa. Maka berkata Abu Musa," Hai, Abu' Abddurrahman! Bagaimana pendapat Anda jika seorang pria junub, tetapi dia tidak mendapat air selama sebulan, bagaimana dia shalat? "Jawab 'Abdullah,
"Dia tidak bisa tayammum, bahkan sebulan lamanya: 'Kata Abu
Musa, "Nah, bagaimana dengan ayat 'falam tajiduu maa-an fatayammamuu sha'idan thayyibaa' (Al Maidah: 6). (Lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang bersih.)". Jawab 'Abdullah, "Jikalau mereka dibolehkan memakai ayat ini, dikhawatirkan mereka pada musim dingin aku selalu tayammumdengan tanah. "Kata Abu Musa," Apakah Anda belum mendengar cerita 'Ammar? "Katanya begini," Aku diutus Rasulullah saw. untuk suatu urusan. Dalam perjalanan aku junub, tetapi
aku tidak mendapatkan air. Karena itu aku berguling-guling di tanah seperti hewan. Kemudian, setelah aku bertemu dengan Nabi saw., Kuceritakan kepada beliau peristiwa yang ku alami itu. "Sabda beliau," Sesungguhnya sudah cukup kalau engkau melakukan seperti ini. Lalu beliau memukulkan kedua telapaktangannya ke tanah satu kali, sesudah itu disapukannya tangannya yang kiri ke tangan kanan, ke punggung tangan dan mukanya, "Kata 'Abdullah," Tidak tahukah Anda,' Umar tidak menanggapi (meragukan) cerita 'Ammar itu? "
318. Dari Sa'id bin 'Abdur Rahman bin Abza dari ayahnya ,. katanya: "Seorang lelaki datang kepada 'Umar bertanya:" Aku junub, tapi aku tidak mendapatkan air. (Bagaimana aku shalat?). Jawab 'Umar, "Jangan shalat!" Kata 'Ammar, "Ya, Amirul Mukminin! Tidak ingatkah Anda, ketika aku dan bersama-sama dalamsuatu perjalanan? Lalu kita sama-sama
junub dan tidak mendapatkan air. Adap'im.: Anda tidak shalat, tetapi aku berguling-guling di tanah lalu aku shalat. "Sesudah itu Nabi saw. Bersabda, 'Sesungguhnya sudah cukup kalau Anda memukulkan kedua telapak tangan Anda ke tanah, sesudah itu ditiup, lalu di oleskan keduanya ke muka dan ke tangan. " Kata'Umar, "Takutlah kepada Allah, hai' Ammar!" Kata 'Ammar, "Jika Anda inginkan, aku tidak akan menceritakan hadis ini."
319. Dari Abul Jahrn bin Harits bin Shimmah Al Anshari, katanya: "Rasulullah saw. Datang dari arab sumur Jamal, lalu bertemu dengan seorang pria. Orang itu memberi salam kepada Nabi, tetapi ia belum menyahut, sehingga beliau menghadap ke dinding, lalu menyapu muka dan kedua tangannya. Sesudahitu barulah beliau menjawab salam orang itu. "
320. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia bertemu dengan Rasulullah saw. di sebuah jalan di kota Madinah, padahal Abu Hurairah ketika itu sedang junub. Lalu dia menghilang dan pergi mandi; sedangkan Rasulullah saw. mencari-carinya. Tatkala dia bertemu kembali dengan Nabi saw., Beliau
bertanya kepadanya, "Kemana saja engkau, hai Abu Hurairah?" Jawab Abu Hurairah, "Aku sedang junub, karena itu aku segan terdekat dengan Anda sebelum aku mandi." Sabda Nabi saw., "Subhanallah! Sesungguhnya orang-orang mukmin itu tidak najis."
321. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Selalu mengingat Allah pada setiap waktu."
322. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu kali Nabi.saw. Keluar dari jamban. Lalu disodorkan orang kepada beliau makanan. Tetapi mereka mengingatkan beliau apakah tidak wudhuk lebih dahulu. Maka jawab Nabi saw.," Aku wudhuk kalau hendak shalat. "
323. Dari Anas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Hendak masuk jamban, biasanya beliau membaca: 'Allahumma inni a'udzubika minal khubutsi wal khabaaits.' (Wahai Allah! Aku berlindung kepada mu dari segala macam kejahatan). "
324. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika shalat telah diqamatkan. Waktu itu Nabi saw. Berbicara dengan seorang pria dan
dia terus saja bicara dengannya sehingga para sahabat ada yang tertidur. Setelah beberapa lama, barulah Nabi datang mengimami shalat berjamaah dengan mereka. "
325. Dari Anas ra, katanya: "Shalat 'Isya telah diqamatkan. Sekonyong-konyong seorang pria berkata kepada Nabi saw.," Ya, Rasulullah! Aku memiliki suatu kepentingan untuk bicara dengan Anda. "Rasulullah saw. Berdiri, lalu berbicara lama sekali dengan orang itu, sehingga beberapa jamaah tertidur menunggunya.Setelah beberapa lama barulah mereka shalat. "
326. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Tatkala kaum muslimin belum beberapa lama tiba di Madinah, mereka berkumpul bersama untuk shalat. Mereka kira-kirakan saja kalau-kalau waktu shalat telah tiba, karena belum ada suatu cara untuk memanggil orang banyak berkumpul ke tempat shalat. Maka padasuatu hari mereka bermusyawarah membicarakan hal itu. Setengah mereka mengusulkan, "Bunyikan saja lonceng seperti halnya orang Nasrani!" Yang lain mengatakan, "Tiup seruling tanduk seperti orang Yahudi!" Tapi 'Umar mengusulkan, "Mengapa iidak kita suruh saja seseorang untuk memanggil orang shalat?"Maka bersabda Rasulullah saw., "Hai, Bilal! Berdirilah! Panggil orang untuk shalat!"
327. Dari Anas ra, katanya: "Bilal diperintahkan oleh Nabi saw. Sehingga azan dua-dua kali, dan qamat sekali."
328. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Para sahabat mengusulkan untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba, sehingga dinyalakan api, atau dibunyikan lonceng. Lalu Rasulullah saw. Memerintahkan Bilal supaya adzan dua kali, dan qamat sekali."
329. Dari Abu Mahdzurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengajarkan azan kepadanya sebagai beriku:" Allahu Akbar Allahu Akbar.
Asyhadu alla ilaaha illallah. Asyhadu alla ilaaha illallah. Asyahdu anna Muhammadar Rasulullah. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Hayya 'alash shalah.Hayya' alash shalah. Hayya 'alal falah. Hayya 'alai falah.Allahu Akbar. Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaah "(Allah Maha Besar (2x). Aku mengaku tidakada Tuhan selain Allah (2x). Aku mengaku Muhammad Rasul Allah (2x). Marilah solat (2x). Marilah merebut
kemenangan (2x). Allah Maha Besar (2x). Tidak ada Tuhan selain Allah (1x) .330. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin. Yaitu Bilal bin Rabah dan' Abdullah bin Ummi Maktum yang buta." 331. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ibnu Ummi Maktum biasa azan untuk Rasulullah saw.,padahal dia buta. "
332. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Biasanya Rasulullah saw.
menyerang (musuh dalam peperangan) ketika terbit fajar, sambil beliau mendengar-dengarkan azan. Jika terdengar azan beliau berhenti, dan jika tidak terdengar ia terus menyerang. Maka pada suatu pagi beliau
mendengar orang mengucapkan "Allahu Akbar, Allahu Akbar" Lalu Rasulullah menjawab, "'Alal fithrah." Kemudian orang itu membaca, "Asyhadu alla ilaaha illallah." Jawab Rasulullah, "Kharajta minan naar." (Engkau bebas dari neraka). Setelah mereka tengok, ternyata yang azan itu seorang gembala kambing.
333. Dari Abu Sa'id al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu mendengar azan, maka ucapkan pulalah apa yang dibaca muadzin itu."
334. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash ra, katanya dia Mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu mendengar muadzin menyerukan adzan, maka ucapkan pulalah apa yang dibaca muadzin itu. Kemudian bacalah shalawat untuk ku, karena sesungguhnya orang yang berselawat bagi ku, Allah memberi berkat kepadanyasepuluh kali. Sesudah itu mohonkanlah untuk ku kepada Allah 'Alwasilah', yaitu suatu tempat di surga yang hanya pantas ditempati oleh seorang hamba Allah. Aku berharap, akulah yang akan menempatinya. Maka siapa yang memintakan 'Alwasilah' itu untukku, dia akan beroleh syafa'at (pembelaan) dariku. "
335. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila muadzin menyerukan adzan, maka jawablah sebagai berikut:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar", jawabnya: "Allahu Akbar, Allahu Akbar."
"Asyhadu alla iillaha illallah", jawabnya: "Asyhadu alla ilaaha illallah." "Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah", jawabnya: "Asyhadu anna Muhhammadar Rasulullah." "Hayya 'aillsh shalah" jawabnya: "La Hawla wala quwwala illa billah." "Hayya 'alal falah", jawabnya: "La Hawla wala quwwata ilia billah."'' Allahu Akbar, Allahu Akbar ", jawabnya:" Allahu Akbar, Allahu Akbar. "La iillaha illallah", jawabnya: "La ilaaha illallah." Jika kamu jawab seperti itu dengan sepenuh hatimu, maka kamu masuk surga. "
336. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang mendengar muadzin menyerukan azan, lalu dia mengucapkan: 'Asyhadu alill ilaaha illallah wahdahu la syarikalah, wa anna
Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, radhitu billahi Rabban, wa bi Muham
mad in rasulan, wa bil Islami Dinan (Aku mengaku tidak ada Tuhan selain
Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya, aku suka Allah menjadi Tuhan ku, Muhammad sebagai- Rasul dan Islam jadi agamaku), maka diampuni Allah dosa-dosanya. "
337. Dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan ra, katanya: "Seorang muadzin datang kepadanya memanggilnya shalat. Maka jawab Mu'awiyah," Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Muadzin itu paling panjang kuduknya (jadi pemimpin) kelak di hari kiamat."
338. Dari Jabir ra, katanya: "Aku mendengar Nabi saw. Bersabda:," Sesungguhnya ketika setan mendengar azan, dia lari hingga sampai ke Rauha '. "
339. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya, setan ketika mendengar azan, dia lari terkentut-kentut, sampai tidak terdengar lagi olehnya. Tetapi ketika azan selesai dia kembali lagi untuk mengganggu. Kemudian, ketika dia mendengar qamat, dia pergi pula sehinggatidak terdengar lagi olehnya. Ketika qamat telah selesai pula, dia kembali lagi dan mengganggu pula. "
340. Dari Suhail ra, katanya: "Bapa ku menyuruh ku pergi ke kampung Bani Haritsah. Aku membawa seorang pelayan untuk menemani ku dalam perjalanan itu. Di tengah perjalanan, sekonyong-konyong dia mendengar suara orang memanggil namanya dari balik dinding; Kata suara itu , "Bahagialah orang yang besertaku di balik dinding. "Tapi ternyata si pelayan tidak melihat apa-apa. Lalu peristiwa itu ku ceritakan kepada ayah ku. Kata ayah ku," Kalaulah aku tahu engkau akan mengalami peristiwa itu, aku tidak akan menyuruhmu. Tapi ketika lain kali engkau mendengar suara seperti itu, maka azanlah! Karena akumendengar Abu
Hurairah menyampaikan hadis Rasulullah saw., Sabdanya: "Sesungguhnya, bila setan mendengar azan, dia lari sampai terkentut-kentut."
341. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila muadzin menyerukan adzan, maka setan lari terkentut-kentut, sehingga tidak terdengar lagi olehnya suara azan itu. Ketika azan selesai, dia datang pula kembali. Ketika orang qamat, dia pergi pula. Bila qamat telah selesai, diadatang pula mengganggu orang (shalat), katanya: "Ingatlah ini dan itu '. Yaitu soal-soal yang tidak perlu diingat, sehingga orang itu lupa telah berapa rakaat dia shalat."
342. Dari Salim ra, dari ayahnya, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. Ketika beliau memulai shalat; diangkatnya kedua tangannya sampai setentang dengan kedua bahunya. Begitu pula sebelum ruku 'dan ketika bangkit dari ruku'. Tapi dia tidak mengangkatnya ketika duduk antara dua sujud. "
343. Dari Salim bin 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berdiri hendak shalat, maka diangkatnya kedua tangannya sampai setentang dengan kedua bahunya sambil membaca takbir. Ketika ia hendak ruku ', dilakukannya pula seperti itu, begitu pula ketika
bangkit dari ruku '. Tapi ia tidak melakukannya ketika mengangkat kepala dari sujud. "
344. Dari Malik bin Huwairits ra, katanya: "Bila Rasulullah saw. Takbir (untuk sholat), ia mengangkat kedua tangannya sampai setentang dengan kedua telinganya. Dan bila ia hendak ruku ', diangkatnya pula kedua tangannya setentang dengan kedua telinganya. Dan bila ia mengangkat kepala dariruku ', beliau membaca' Sami'allahu liman hamidah ', sambil mengangkat tangan seperti itu pula. "
345. Dari Abu Bakar bin 'Abdur Rahman ra, katanya dia mendengar Abu Hurairah berkata: "Ketika Rasulullah saw. Shalat, pertama beliau takbir. Ketika hendak ruku', beliau takbir pula. Ketika bangkit dari ruku ', beliau membaca' Sami 'allahu liman hamidah'. Ketika telah sempurna berdiri dari ruku ',beliau membaca 'Rabbana wa lakal hamd'. Ketika menunduk hendak sujud, beliau takbir pula. Ketika mengangkat kepala dari sujud, takbir pula. Ketika hendak sujud lagi, takbir lagi. Ketika mengangkat kepala hendak berdiri untuk raka'at kedua begitu pula sesudah tasyahhud pertama, membaca takbir pula. Demikianlahberikutnya pada setiap rakaat sampai selesai. Akhirnya Abu Hurairah berkata, "Begitulah cara Rasulullah saw. Shalat."
346. Dari Abu Salamah ra, katanya Abu Hurairah ra takbir dalam shalat setiap dia bangkit dan runduk. Lalu kami tanya, "Ya, Abu Hurairah! Takbir bagaimana pula itu?" Jawab Abu Hurairah, "Begitulah cara Rasulullah saw. Shalat."
347. Dari Mutharrif ra, katanya: "Aku dan 'Imran bin Hushain shalat di belakang' Ali bin Abi Thalib. Ketika sujud, dia takbir, dan ketika mengangkat kepala dia takbir. Dan ketika bangun dari rakaat kedua dia takbir pula. Setelah kami selesai shalat, 'Imran memegang tangan ku seraya berkata, "Akuingat benar, begitulah cara Rasulullah saw. shalat. "
348. Dari 'Ubbadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat Al Fatihah."
349. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang tidak membaca Ummul Qur'an (Fatihah) dalam shalat, maka shalatnya tidak sempurna (Nabi mengulangnya sampai tiga kali). Lalu ditanyakan
orang kepada Abu Hurairah, "Bagaimana kalau kami shalat menurut Imam?" Jawabnya, "Bacalah perlahan! Karena aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, bahwa Allah Ta'ala berfirman:" Solat itu Ku bagi dua antara-Ku dan hamba-Ku. Untuk hamba Ku adalah apa yang dimintanya. Ketika dia mengucapkan 'Alhamdulillahi rabhil 'alamin', maka Allah Ta'ala menjawab, 'Hamadani' abdi '(Hamba Ku memuji-Ku). Ketika dia mengucapkan 'Arrahmanirrahim' (yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), maka Allah Ta'ala menjawab, 'Atsna' alayya 'abdi' (Hamba-Ku menyanjung Ku). Ketika dia mengucapkan 'Maliki yawmiddin' (MahaPenguasa hari kemudian), maka Allah Ta'ala menjawab, 'Majjadani' abdi '(Hamba-Ku mengagungkan-Ku), atau' Fawwadha ilayya 'abdi. (Hamba-Ku berserah diri kepada Ku). Ketika dia mengucapkan 'Iyyaka na'budu wa iyyaka nasla'in' (kepada Engkau saja kami menyembah dan kepada Engkau saja kami meminta tolong),maka Allah ta'ala menjawab, 'Hadza bayni wa bayna' abdi, wa li 'abdi ma Saala' (inilah bagian-Ku dan bagian Hamba-Ku, Untuk hamba-Ku apa yang dimintanya). Ketika dia mengucapkan 'Ihdinash shirathal mustaqim, shirathalladzina an' amta 'alaihim ghairil maghdhubi' alaihim waladhdhaallin '(Pimpinlah kamike jalan yang lurus, yakni jalan orang yang tidak Engkau murkai dan tidak pula jalan orang yang sesat), maka jawab Allah ta'ala, 'Hadza li' abdi, wa li 'abdi ma Saala' (inilah bagian hamba-Ku, untuknya apa yang dimintanya).
350. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak sempurna shalat, melainkan dengan membaca bacaan (ayat)." Kata Abu Hurairah, "Karena itu, apa yang dibacanya nyaring, kami baca pula nyaring kepada mu. Dan apa yang dibacanya perlahan, kami baca pula perlahan kepada mu."
351. Dari 'Atha' ra, katanya Abu Hurairah berujar: "Dalam setiap shalat, Rasulullah saw. Selalu membaca bacaan (ayat). Karena itu, bacaan yang dinyaringkannya kepada kami, kami nyaringkan pula, dan bacaan yang lembut dibacanya kami perlahankan pula kepada mu. " Lalu seorang pria bertanya,"Bagaimana kalau tidak kutambah lagi bacaanku selain membaca Al Fatihah?" Jawabnya, "Jika Anda menambahkan lebih baik, jika tidak, maka Al Fatihah sudah cukup."
352. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. masuk ke dalam masjid. Tidak lama kemudian, masuk pula seorang pria lalu dia shalat. Sesudah solat dia datang kepada Rasulullah saw. sambil memberi salam. Rasulullah menjawab salamnya sambil bersabda:" Ulanglah shalatmu, karenasesungguhnya kamu belum shalat. "Lalu orang
itu mengulang shalatnya seperti shalat yang pertama tadi. Kemudian dia
datang pula kepada Nabi saw. sambil memberi salam. Jawab Rasulullah,
"Wa, 'alaikassalam." Kemudian beliau bersabda pula, "Ulangi shalatmu!" Sesungguhnya engkau belum shalat. "Akhirnya orang itu mengulang shalatnya sampai tiga kali. Kemudian dia berkata," Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan agama ini, sesungguhnya aku belum tahu bagaimana caranya solat yang bagus.Karena itu ajarilah aku. "Sabda Nabi saw.," Bila engkau berdiri hendak shalat, bacalah takbir lebih dahulu. Sesudah itu baca ayat-ayat Qur'an yang mudah bagi mu. Sesudah itu ruku 'sehingga ruku'mu itu sempurna sekali. Sesudah itu bangkit dari ruku 'sampai engkau kembali berdiri dengan sempurna.Kemudian sujud dengan sempurna sekali. Kemudian duduk sehingga dudukmu sempurna sekali. Perbuatlah berikutnya seperti itu setiap kamu shalat. "
353. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya: "Pada suatu kali Rasulullah saw. Mengimami kami shalat Zhuhur atau' Ashar. Setelah selesai shalat beliau bersabda;" Siapa tadi di belakangku yang menjaharkan bacaan 'Sabbihisma rabbikal a'la? "Jawab seorang sahahat, "Aku. Maksudku hanya semata-mata untuk kebaikan. "Sabda Rasulullah saw., Aku tahu maksudmu baik. Tapi kamu mengganggu orang lain: '354. Dari Anas r.a. katanya: "Aku biasa shalat bersama-sama dengan Rasulullah saw., dengan Abu Bakar, dengan 'Umar dan dengan' Usman, tetapi aku tidak pernah mendengar mereka membaca 'Bismillahirrahmanirrahim." 355. DariAnas bin Malik ra, katanya: "Aku biasa shalat di belakang Nabi saw., Di belakang Abu Bakar, 'Umar dan' Usman. Mereka hanya memulai bacaan dengan 'Alhamdulillahi rabbil' alamin ', dan tidak pernah kudengar mereka membaca' Bismillahirrahmanirrahim 'pada awal bacaan (Al Fatihah) dan tidak pula penghabisannya. "
356. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu hari, ketika kami bersama-sama dengan Rasulullah saw., Tiba-tiba ia tertidur sebentar. Kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Karena itu kami bertanya," Mengapa Anda tersenyum, ya, Rasulullah ? "Jawab beliau," Sebentar ini turun kepada kusebuah surat. "Lalu dibacakan oleh beliau:" Bismillahirrahmanirrahim. Inna a'thainakal Kautsar. Fashalli librabbika wanhar. Inna syaniaka huwal abtar. "(Al Kautsar: 1-3). (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada mu nikmat yang banyak. Makategakkanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya musuh-musuh mu akan
habis binasa). Kemudian beliau bertanya, "Tahukah Anda sekalian apakah
Kautsar itu? "Jawab kami," Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. "Sabda
beliau, "Kautsar itu adalah sebuah sungai yang dijanjikan Allah 'Azza wa Jalla bagi ku. Sungai itu melimpahkan banyak kebaikan. Dia merupakan sumur, di mana umat ku akan datang ke situ kelak di hari kiamat. bejananya sebanyak bintang di langit." Sekonyong-konyong dikucilkan seseorang di antara mereka.Lalu kataku, "Wahai, Tuhan ku! Orang itu adalah umatku." Jawab Allah Ta'ala, "Engkau tidak tahu apa yang telah diperbuatnya sepeninggal mu."
357. Dari Wa-il bin Hujr ra, katanya dia melihat Nabi saw. mengangkat kedua tangan pada awal solat setentang dengan kedua telinganya sambil membaca takbir. Kemudian dilipatkannya bajunya lalu diletakkannya tangan kanan di atas yang kiri. Ketika ia hendak ruku ', dikeluarkannya kedua tangannyadari lipatan bajunya, kemudian diangkatnya sambil membaca takbir, lalu beliau ruku '. Ketika ia membaca 'sami'allahu liman hamidah', diangkatnya pula kedua tangannya. Ketika sujud, beliau sujud antara kedua telapak tangannya.
358. Dari 'Abdullah u., Katanya: "Kami pernah membaca ketika shalat di belakang Nabi saw.,' Assalamu 'alallahi, assalamu' ala fulanin '(Keselamatan bagi Allah dan keselamatan bagi si Fulan)." Maka pada suatu hari Rasulullah saw. bersabda kepada kami, "Allah itu sendiri bernama 'As Salam'. Karena ituketika kamu duduk (tasyahhud) dalam shalat, maka bacalah: 'Attahiyyatu lillahi, wash shalawatu wath thayyibatu. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa iahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu 'alaina wa' ala 'ibadillahish shalihin. Ucapan ini meliputi bagi semua orang saleh, baik di langit maupun di bumi.'Asyhadu alla ilaaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa
Rasuluhu '. (Segala kehormatan hanya untuk Allah semata-mata, begitu pula segala do'a dan ucapan-ucapan yang baik. Keamanan untukmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkat Nya. Keamanan bagi kami dan bagi semua orang yang saleh. Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku mengakubahwa Muhammad itu hambaNya dan RasulNya.) Sesudah itu kamu bisa menyambungnya dengan do'a yang kamu sukai. "
359. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengajarkan
tasyahhud kepada kami, seperti mengajarkan surah Al Qur'an. Sabda beliau: "Attahiyyatul mubarakatush shalawatut thayyibatu lillahi. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu' alaina wa 'ala' ibadillahis shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah Wa asyhadu anna MuhammadarRasulullah. "(Segala kehormatan, segala keberkahan, segala do'a dan segala ucapan yang baik-baik hanya teruntuk bagi Allah semata-mata. Keamanan bagi mu wahai Nabi, serta rahmat Allah dan berkatnya. Keamanan bagi kami dan bagi para hamba Allah yang saleh. Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhanselain Allah. Dan aku mengaku bahwa Muhammad itu Rasulullah).
360. Dari Hiththan bin Abdullah Al Raqayi La., Katanya: "Pada suatu ketika, aku shalat bersama Abu Musa Al Asy'ari. Ketika shalat telah sampai ke duduk (tasyahhud), seorang pria yang ikut berjamaah membaca 'Uqirratish shalatu tagihan Birri waz zakati '(Solat digabung dengan amal-amal baik dan denganzakat). "Setelah selesai sholat, Abu Musa menghadap ke belakang lalu bertanya," Siapakah yang membaca kata-kata itu tadi? "Jamaah diam saja. Abu Musa bertanya kembali," Siapakah di antara kamu yang membaca kata-kata itu tadi? " Jamaah diam juga. Lalu Abu Musa berkata. "Engkau barangkali, ya Hiththan?"Jawab ku, "Tidak! Aku tidak membacanya. Aku takut kalau Anda memarahi ku karenanya." Lalu seorang pria anggota jamaah berkata, "Akulah yang membacanya. Maksud ku hanya untuk kebaikan semata-mata." Kata Abu Musa, "Apakah kamu belum tahu bacaan-bacaan yang harus dibaca dalam shalat?" Sesungguhnya Rasulullahsaw. telah berkhuthbah di hadapan kami, di mana
ia menjelaskan kepada kami perihal agama kita, dan mengajarkan
kepada kami tentang cara kita shalat. Beliau bersabda, "Apabila kamu shalat (berjamaah), buatlah shaf (barisan). Kemudian pilihlah salah seorang di antara kamu menjadi imam. Ketika imam itu takbir, maka takbir pulalah kamu semua. Dan ketika imam itu membaca 'ghairil maghdhubi' alaihim waladh dhallin ',maka bacalah bersama-sama 'Amin'. "Dengan begitu kamu akan dikasihi Allah. Apabila imam itu takbir dan ruku ', maka hendaklah kamu takbir dan ruku' pula, dan seharusnya lah imam itu ruku dan mengangkat kepala lebih dahulu dari kamu. Begitulah sabda Rasulullah saw. Kemudian, ketika imam membaca 'Sami'allahuliman hamidah ', maka bacalah' Allahumma rabbana lakal hamdu '. Pasti Allah mendengar pujianmu itu. Begitulah Allah telah berfirman melalui lidah
NabiNya. Ketika imam itu takbir dan sujud, maka takbir dan sujud pulalah kamu. Sesungguhnya imam itu harus sujud dan mengangkat kepala sebelum kamu. Demikianlah Rasulullah saw. bersabda begini dan begitu. Dan ketika duduk (tasyahhud), harus dibaca: "Attahiyyatuth thayyibatush shalawatu lillah.Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu 'alaina wa' ala 'ibadillahish shalihin. Asyhadu alla ilaaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu. (Segala kehormatan, kebaikan dan do'a, hanya tertuju kepada Allah semata-mata. Keamanan bagi mu wahai Nabi,beserta rahmat dan berkat dari Allah. Keamanan atas kami dan atas para hamba yang saleh. Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu hamba dan Rasul Allah. '"
361. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Ketika kami sedang berada di dalam majlis Sa'ad bin 'Ubbadah, sekonyong-konyong Nabi saw. Datang. Basyir bin Sa'ad bertanya kepada beliau," Allah Ta'ala memerintahkan kami supaya berselawat kepada Anda. Bagaimana caranya kami berselawat itu, ya Rasulullah? ", Kata Abu Mas'ud, "Rasulullah saw. Diam saja tidak segera menjawab. Sehingga kami mengira, mungkin dia tidak menyukai pertanyaan kami itu." Kemudian beliau bersabda, "Ucapkanlah: 'Allahumma shalli' ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad.
Kama shallaita 'ala aali Ibrahim. Wa baarik 'ala Muhammad wa' ala aali Muhammad. Kama barakta 'ala aali Ibrahim. Fil 'alamina innaka hamidun majid.' (Wahai Allah! Limpahkanlah rahmatMu kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlahberkatMu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Di alam semesta ini sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Agung). Kemudian memberi salam, dan caranya adalah sebagaimana Anda semua telah mengetahui. "
362. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila imam telah membaca 'Amin', maka baca pulalah olehmu. Siapa yang bacaan 'Amin'nya bersamaan dengan' Amin 'malaikat, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu." 363. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabilaimam selesai membaca 'ghairil maghdhubi' alaihim waladh dhallin ', lalu orang di belakangnya membaca' Amin ', dan bacaannya itu bersamaan dengan amin penduduk langit, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. "
364. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika, Nabi saw. Jatuh dari kuda, menyebabkan rusuk kanan beliau luka. Karena itu kami datang menjenguk beliau dan kebetulan ketika kami tiba di sana waktu shalat pun tiba. Dia shalat mengimami kami sambil duduk, dan kami shalat menurut beliau sambilduduk pula. Setelah selesai shalat beliau bersabda, "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Karena itu,
ketika imam takbir, takbir pulalah kamu. Ketika imam sujud, sujud pulalah kamu. Bila iman bangkit, bangkit pulalah kamu. Dan ketika imam membaca 'Sami'allahu liman hamidah', maka ucapkanlah 'Rabbana
walakal hamdu '. Ketika imam itu shalat sambil duduk, maka shalat pulalah kamu sekalian sambil duduk. "
365. Dari 'Aisyah La., Katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Sakit. Karena itu para sahabat berdatangan menjenguk beliau. Beliau shalat sambil duduk, dan para sahabat shalat menurut beliau sambiI berdiri. Lalu Rasulullah memberi isyarat supaya mereka duduk, maka duduklah mereka semuanya. Setelahselesai shalat, beliau bersabda, "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Ketika imam 'itu ruku', ruku 'pulalah kamu sekalian. Ketika imam itu bangkit, bangkit pulalah kamu. Dan ketika imam itu shalat sambil duduk, maka duduk pulalah kamu semuanya. "
366. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Sakit. Karena itu beliau shalat sambil duduk, dan kami shalat di belakang beliau sambil berdiri, sedangkan Abu Bakar mengeraskan suaranya takbir menghubungkan
suara Nabi, sehingga terdengar oleh orang banyak. Sekonyong-konyong
ia menoleh kepada kami, maka dilihatnya kami berdiri. Lalu beliau
memberi sinyal supaya kami duduk, maka duduklah kami semuanya. Setelah shalat, beliau bersabda: "Hampir saja Anda sekalian berbuat seperti orang Persia dan Rum. Mereka berdiri ketika menghadap raja-raja mereka,
sedangkan raja-raja itu duduk. Maka janganlah sekali-kali Anda berbuat seperti itu. Ikutilah imam Anda! Jika imam itu sholat berdiri, maka shalat pulalah kamu sambil berdiri. Jika dia shalat sambil duduk, maka duduk pulalah kamu. "
367. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Karena itu janganlah kamu menyalahinya. Apabila dia takbir, bertakbirlah kamu. Ketika dia rukuk, rukuklah kamu. Ketika dia membaca 'Sami'allahu liman hamidah' bacalah 'Rabbana lakal hamdu'. Ketika dia sujud, sujudlah kamu . Dan ketika dia shalat sambil duduk, makasolat pulalah kamu sambil duduk. "
368. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita, "Jangan mendahului imam! Ketika imam takbir, bertakbirlah. Dan ketika imam membaca" waladh dhallin ', maka bacalah' Amin! '. Ketika dia ruku ', ruku'lah. Dan ketika dia membaca 'Sami'allahu limanhamidah', maka ucapkanlah 'Allahummarabbana lakalhamdu. '
369. Dari Ya'la, yaitu Ibnu 'Atha', dia mendengar dari Abu 'Alqamah, dari Abu Hurairah ra, katanya; Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya imam itu perisai. Karena itu ketika dia shalat sambil duduk, maka shalat pulalah kamu sambil duduk. Dan ketika imam membaca 'Sami'allahu liman hamidah' ucapkanlah'Allahumma rabbana lakal hamdu' Apabila ucapan penduduk bumi berbarengan dengan ucapan penduduk langit, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. "
370. Dari 'Ubaidillah bin Abdullah ra, katanya dia datang ke rumah Aisyah hendak bertanya. "Dapatkah ibu menceritakan kepada ku tentang sakit Rasulullah saw.?" katanya. Jawab 'Aisyah, "Baiklah! Ketika sakit Rasulullah saw. Bertambah berat, beliau bertanya," Sudah solatkah orang banyak? "Jawab kami,"Belum!" Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah. "Sabda beliau," Tolong sediakan air untukku di ember! "Setelah kami sediakan, maka ia pun mandi. Kemudian ia berusaha sedapat-dapatnya hendak pergi shalat (berjamaah), tetapi tiba-tiba ia jatuh pingsan. Setelah siuman beliau bertanya, "Sudah shalatlahorang banyak? "Jawab kami," Belum! Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah. "Lalu beliau bersabda," Tolong sediakan untukku air di ember "Setelah kami sediakan, ia pun mandi, dan sesudah itu ia berusaha sedapat-dapatnya hendak pergi shalat, tetapi tiba-tiba dia pingsan lagi. Setelah siuman diabertanya pula, "Sudah solatkah orang banyak?" Jawab kami, "Belum! Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah." Sabda beliau, "Tolong sediakan untukku air di ember!" Setelah kami sediakan, maka ia pun mandi, kemudian ia berusaha sedapat-dapatnya hendak pergi shalat, tetapi dia pingsan lagi. Setelahsiuman beliau
bertanya pula, "Sudah solatkah orang banyak?" Jawab kami, "Belum! Mereka menunggu Anda, ya Rasulullah '" Kata' Aisyah, "Ketika itu jamaah tetap diam di masjid menunggu Rasulullah saw. Hendak shalat 'Isya. Kemudian Rasulullah menyuruh seseorang kepada Abu Bakar, sehingga menyuruhnya mengimami shalat orangbanyak. Jawab Abu Bakar, dia seorang yang lemah lembut. "Hai, 'Umar! Andalah yang lebih pantas menjadi imam!" Kata 'Aisyah, "Akhirnya Abu Bakarlah yang mengimami mereka shalat, sehingga beberapa hari lamanya. Kemudian, setelah sakit Rasulullah saw. Berangsur ringan, dia pergi shalat Zhuhur di papah olehdua orang pria, salah seorang di antaranya adalah 'Abbas, saat ia tiba, ternyata Abu Bakar telah mulai shalat mengimami orang banyak. Tatkala Abu Bakar menyadari bahwa Rasulullah datang, dia berusaha hendak mundur dan memberi kesempatan kepada Nabi menjadi imam. Tapi Nabi saw. memberi sinyalkepadanya agar tetap berada di tempat dan jangan mundur. Sementara itu Nabi berkata kepada kedua orang yang memapah beliau, "dudukkan aku di samping Abu Bakar!" Lalu keduanya mendudukkan
beliau disamping Abu Bakar. Abu Bakar shalat sambil berdiri mengikuti shalat Rasulullah saw., Sedangkan orang shalat mengikuti Abu
Bakar, padahal Nabi sendiri shalat sambil duduk. Kata 'Ubaidillah, "Kemudian aku datang ke rumah' Abdullah bin 'Abbas lalu kataku kepadanya," Apakah Anda belum tahu hadis yang diriwayatkan' Aisyah tentang sakit Rasulullah saw.? "Jawab 'Abdullah," Ceritakanlah! "Lalu kuceritakan hadis itu kepadanya,tetapi dia tidak membantah apa-apa selain katanya, "Apakah 'Aisyah tidak menyebutkan kepada mu orang yang satu lagi?" Jawab ku, "Tidak '" Kata' Abdullah bin 'Abbas, "Orang itu adalah' Ali!"
371. Dari 'Ubaidillah bin' Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud ra, katanya' Aisyah istri Nabi saw. berkata: "Ketika sakit Rasulullah saw. bertambah berat, ia minta izin kepada para istri beliau, kiranya ia bisa dirawat di rumahku. Maka beliau diizinkan oleh mereka. Lalu beliau dipapah olehdua orang pria hingga kaki beliau terjulai membuat garis di tanah. Salah seorang di antara kedua pria itu adalah
Abbas. Kata 'Ubaidillah, "Cerita' Aisyah itu ku sampaikan kepada 'Abdullah." Lalu tanya 'Abdullah bin' Abbas, "Tahukah kamu siapa pria yang satu lagi, yang tidak disebutkan 'Aisyah?" Jawab ku, "Tidak!" Kata
Ibnu 'Abbas, "Orang itu adalah' Ali."
372. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika sakit Rasulullah saw.
bertambah berat, Bilal datang seperti biasa memberitahukan waktu shalat telah tiba. Lalu beliau bersabda, "Suruhlah Abu Bakar mengimami shalat berjamaah dengan orang banyak." "Ya, Rasulullah!" Kata 'Aisyah, "Abu Bakar itu seorang pria penyedih. Kalau dia yang menggantikan Anda menjadi imam suaranyatidak terdengar oleh orang banyak. Bagaimana kalau 'Umar saja yang disuruh'? "Sabda Rasulullah saw.," Suruhlah Abu Bakar mengimami shalat berjamaah dengan orang banyak! "Kata 'Aisyah selanjutnya," Lalu hal itu kukatakan kepada Hafshah, sehingga dia menyampaikan kepada Nabi saw. bahwa Abu Bakar seorang penyedih.Kalau dia yang disuruh menjadi imam menggantikan Nabi, suaranya tidak terdengar oleh orang banyak. Karena itu alangkah baiknya kalau 'Umar yang disuruh. "Lalu Hafshah mengatakannya kepada Nabi saw. Sabda Rasulullah saw.," Anda semua termasuk kelompok Yusuf. Suruhlah Abu Bakar mengimami shalat berjamaahdengan orang banyak. "Karena itu, akhirnya Abu Bakarlah yang menjadi imam. Pada suatu ketika, sewaktu Abu Bakar sedang mengimami shalat berjamaah dengan orang banyak, kebetulan Rasulullah saw. merasa sakitnya agak ringan. Lalu dia pergi shalat berjamaah di papah dua orang pria, dan kedua kaki beliauterjulai ke tanah. Sesampainya di masjid, Abu Bakar mendengar desah nafas beliau datang. Lalu dia berusaha hendak mundur, tetapi Rasulullah saw. memberi isyarat kepadanya agar dia tetap di tempatnya, dan ia didudukkan orang di sebelah kiri Abu Bakar, setentang dengannya. Kata 'Aisyah, "Ketikaitu Rasulullah saw. shalat berjamaah mengimami orang banyak sambil duduk, sedangkan Abu Bakar berdiri. Abu Bakar menurut Nabi saw., Sedangkan jama'ah yang banyak mengikuti Abu Bakar. "
373. Dari Ibnu Syihab La., Katanya: "Anas bin Malik mengatakan kepada ku, bahwa Abu Bakar mengimami shalat berjamaah pada hari-hari Rasulullah sakit akan meninggal. Pada hari Senin, ketika jamaah sedang
solat bershaf-shaf, Rasulullah saw. menyingkapkan tabir kamarnya, sehingga ia terlihat oleh kami berdiri dengan wajah pucat seperti kertas. Lalu ia tersenyum dan tertawa. "Kata Anas selanjutnya," Tiba-tiba dia mendatangi kami, dan kami yang sedang shalat merasa gembira dengan kedatangan beliauitu. Abu Bakar yang menjadi imam ketika itu mundur sampai ke shaf; karena dia menyangka Rasulullah keluar hendak shalat. Tapi beliau memberi isyarat dengan tangannya, sehingga mereka melanjutkan shalat mereka sampai selesai. Kemudian ia masuk kembali ke kamar dan menurunkan tirainya. "
374. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya: "Rasulullah saw.
pergi ke kampung Bani 'Umar bin' Auf untuk mengadakan perdamaian sesama mereka. Kebetulan waktu shalat tiba. Muadzin datang kepada Abu Bakar dan
berkata, "Maukah Anda mengimami shalat? Biarlah aku yang qamat." "Baiklah!" jawab Abu Bakar. Ketika Abu Bakar sedang shalat, sekonyong-konyong Rasulullah saw. datang dan terus maju hingga sampai ke shaf pertama). Orang-orang bertepuk, tetapi Abu Bakar tidak menoleh. Ketika tepukan tangan bertambah banyakbarulah dia menoleh, dan terlihat kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi sinyal kepada Abu Bakar agar dia tetap di tempatnya. Tetapi Abu Bakar mengangkat tangannya dari memuji Allah 'Azza wa Jalla atas suruhan Rasulullah saw. itu. Kemudian dia mundur sampai sejajar dengan shaf, sedangkanRasulullah saw. maju ke depan mengimami shalat selanjutnya. Setelah selesai shalat beliau bertanya kepada Abu Bakar, "Hai, Abu Bakar! Apa sebabnya Anda tidak ingin kusuruh tetap di tempatmu menjadi imam?" Jawab Abu Bakar, "Tidaklah pantas bagi anak Abu Quhafah untuk shalat mengimami Rasulullah saw." Berikutnyaia bertanya kepada jamaah, "Aku lihat semua ramai bertepuk tangan, mengapa? Siapa yang akan mengingatkan sesuatu dalam shalat harus dia tasbih (membaca 'subhanallah'), karena ketika dia tasbih orang akan melihat kepadanya. Sedangkan bagi kaum wanita bertepuk tangan."
375. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tasbih untuk pria dan bertepuk tangan bagi perempuan."
376. Dari Abu Hurairah ra, katanya: Pada suatu hari Rasulullah saw. shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat beliau menghadap kepada jamaah lalu bersabda: "Hai Fulan: Mengapa Anda tidak membaguskan shalat Anda? Tidakkah Anda lihat orang lain bagaimana dia shalat? Sesunguhnya dia shalat untuk dirinya.Demi Allah! Sesungguhnya aku dapat melihat ke belakang seperti aku melihat ke muka. "
377.Dari Anas bin Malik r.a., katanya Nabi saw. bersabda:
"Sempurnakanlah ruku 'dan sujud Anda! Demi Allah! Sesungguhnya aku dapat melihat Anda di belakangku, bagaimana caranya Anda ruku' dan
sujud. "
378. Dari Anas .ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat beliau menghadapkan wajahnya ke kami lalu bersabda:" Wahai manusia! Aku ini imam Anda semua. Karena itu janganlah mendahului ku ketika ruku ', ketika sujud, ketika berdiri dan ketika menyudahisolat. Sesungguhnya aku melihat Anda ketika di hadapanku dan di belakangku. Demi Allah yang diri Muhammad berada di tanganNya, kalaulah Anda melihat apa yang kulihat, Anda akan sedikit tertawa, tetapi akan banyak menangis. "Tanya mereka," Apakah yang Anda lihat, wahai Rasulullah? "Jawab Rasulullah,"Aku melihat surga dan neraka."
379. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Tidak takutkah orang-orang yang mengangkat kepalanya lebih dahulu dari imam, bahwa kepala mereka akan dikonversi Allah dengan kepala keledai?"
380. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak percayakah orang-orang yang mengangkat kepalanya mendahului imam, bahwa Allah akan mengganti rupanya dengan rupa keledai?" 381. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah orang-orang itu berhenti memandangke langit ketika shalat ataukah mereka akan dibutakan Allah? "
382. Dari Abu Hurairah. r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah orang-orang itu berhenti melihat ke langit ketika mendo'a dalam shalat, ataukah mereka akan dibutakan?"
383. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mendatangi kami lalu beliau bersabda:" Apa sebabnya Anda mengangkat kedua tangan Anda (dalam shalat), sehingga kulihat bagaikan ekor kuda binal? Bersikap tenanglah dalam shalat! "Kemudian beliau mendatangi kami pula, dan melihat kami berkelompok-kelompok.Lalu beliau bersabda: "Mengapa kulihat Anda berpisah-pisah?" Kemudian beliau mendatangi kami pula lalu bersabda: "Mengapa Anda tidak membuat shaf (berbaris) seperti shaf malaikat di hadapan Tuhannya?" Tanya kami, "Bagaimana caranya shaf malaikat di hadapan Tuhannya?" Jawab beliau, "Mereka penuhi lebihdahulu shaf pertama, dan mereka rapatkan barisan mereka. "
384. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Kami pernah menyudahi solat kami ketika shalat bersama Rasulullah saw. Dengan mengucapkan salam 'Assalamu'alaikum warahmatullahi', sambil memberi isyarat dengan tangan ke kanan dan ke kiri. Maka bersabda Rasulullah saw. , "Mengapa Anda
memberi isyarat dengan tangan (ketika mengucapkan salam) seperti ekor kuda binal? Sesungguhnya sudah cukup kalau Anda letakkan tangan Anda di atas paha, lalu Anda ucapkan salam kepada saudara Anda yang di kanan dan kiri Anda. "385. Dari Abu Mas'ud ra, katanya:" Rasulullah saw. menyentuh bahu kami sebelumsolat sambil berkata: "Luruskan barisanmu, jangan bengkok-bengkok. Karena barisan yang bengkok, niscaya akan menyebabkan hatimu terpecah-belah. Orang dewasa yang cerdik dan pandai harus berdiri dekat di belakangku, kemudian yang pandai dan seterusnya." 386. Dari 'Abdullah bin Mas'ud r.a., katanyaRasulullah saw. bersabda: "Hendaklah berdiri dekat dengan ku orang-orang dewasa yang cerdik dan pandai, kemudian yang pandai (beliau ucapkan sampai tiga kali), dan jauhilah hiruk-pikuk seperti di pasar!"
387. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Luruskan shaf kalian, karena shaf yang lurus termasuk shalat yang sempurna."
388. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Buatlah shaf (barisan), karena dengan membuat shaf itu sesungguhnya termasuk shalat yang bagus."
389. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah meluruskan shaf kami, sehingga tampak seolah-olah sedang meluruskan anak panah sampai lurus benar. Pada suatu hari ketika beliau hendak sholat dan hampir takbir, sekonyong-konyong terlihat oleh beliau seorang pria menyorotidadanya dari shaf. Maka bersabda beliau, "Wahai hamba Allah! Luruskanlah shaf Anda! Kalau tidak, niscaya Allah akan mencerai-beraikan hati Anda."
390. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalaulah manusia itu tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, tetapi mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan jalan diundi, niscaya mahulah mereka diundi. Dan kalaulah mereka tahu prioritas segera pergi shalat, niscaya mereka akanberlomba ke sana. Dan kalaulah mereka tahu keutamaan shalat 'Isya dan Subuh berjamaah, niscaya mereka akan mendatanginya, sekalipun mereka akan merangkak. "
391. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memperhatikan para sahabatnya yang suka berada di shaf belakang. Lalu beliau bersabda kepada mereka," Majulah ke depan dan ikutilah aku supaya orang yang dibelakanag mu dapat pula menurut mu . Memang ada saja orang-orang yang sukadi belakang-belakang, sehingga Allah membelakangi mereka benar-benar. "
392. Dari Abu Hurairah ra, katanya RasuluUah saw. bersabda: "Shaf yang paling baik bagi pria adalah shaf pertama, dan yang paling buruk adalah shaf terakhir sedangkan shaf yang paling baik bagi perempuan adalah shaf yang terakhir dan yang paling buruk adalah shaf yang pertama."
393. Dari Sahal bin Sa'id ra, katanya: "Aku melihat beberapa orang pria shalat di belakang Nabi saw. Dengan hanya mengikatkan kain mereka dileher seperti anak-anak, karena kain mereka sempit, lalu Nabi saw. Bersabda:" Hai, kaum wanita! Janganlah Anda mengangkat kepala lebih dahulu dari pria!(Maksudnya supaya mereka tidak terlihat kepada aurat pria).
394. Dari Salim ra, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila istri mu minta izin hendak pergi ke masjid, janganlah mereka dilarang."
395. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu halangi istri mu pergi ke mesjid, ketika ia minta izin kepada mu!" Kata Abdullah, "Mendengar hadis itu lalu Bilal bin Abdullah menjawab: Demi Allah! Akan kami larang mereka!" Karena itu Abdullah marahkepadanya, dan mengatakan dengan kata-kata
yang belum pernah didengar selama ini. Akhirnya dia berkata, "Ku sampaikan kepada mu hadis Rasulullah, tetapi kamu bahkan bersumpah akan melarang mereka."
396. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah Anda larang kaum wanita pergi ke masjid waktu malam."
397. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari bapaknya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu halang; kaum wanita merebut keuntungan di masjid ketika dia minta izin kepada mu."
398. Dari Zainab Ats Tsaqafiay ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu (para wanita) mengikuti shalat 'Isya berjamaah di masjid, maka janganlah memakai harum-haruman ketika itu."
399. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa-siapa di antara para wanita yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia ikut shalat 'Isya yang akhir bersama-sama dengan kami."
400. Dari 'Amrah binti' Abdur Rahman ra, katanya dia mendengar 'Aisyah istri Nabi saw. berkata: "Andaikata Rasulullah tahu apa yang terjadi di kalangan wanita, niscaya beliau melarang mereka pergi ke
masjid, seperti halnya wanita-wanita Bani Israil dilarang ke masjid. "Kemudian aku tanyakan kepada Amrah," Apakah wanita-wanita Bani Israil dilarang ke masjid? ' Dia menjawab, "Ya!"
401. Ibnu 'Abbas r.a. berkata tentang turunnya ayat: "Wa la tajhar bishalatika wa la tukhafit biha" (Isra: 110) (dan janganlah kamu mengeraskan suara di dalam shalat, dan jangan pula merendahkannya) katanya ayat itu turun ketika Rasulullah saw. berada di Makkah. Biasanya beliau membaca ayat Qur'andalam shalat berjamaah dengan para sahabat, adalah dengan mengeraskan suara. Karena itu bila terdengar oleh kaum musyrikin, mereka mencemooh Al Qur'an, mencemooh Allah yang menurunkannya, dan mencemooh Rasulullah yang membawanya. Maka berfirman Allah Ta'ala kepada Nabi-Nya, "Wa La tajhar hi shalatika" Janganlahkamu mengeraskan suara ketika membaca ayat dalam shalat, sehingga terdengar oleh orang-orang musyrik itu, dan jangan pula terlalu direndahkan ketika membacanya di hadapan para sahabatmu sehingga
tidak terdengar oleh mereka, tetapi perdengarkanlah kepada mereka dengan suara sedang, sekadar terdengar oleh para sahabatmu itu.402. Ibnu 'Abbas r.a. berkata tentang firman Allah 'Azza wa Jalla, "La tuharrik bihi lisanaka" (Janganlah kamu gerakkan lidahmu) (Al Qiyamah
: 16), katanya: Bila Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Nabi saw., Biasanya beliau menggerakkan lidah dan bibirnya, sehingga ia mendapat kesulitan karenanya. Hal itu jelas terlihat dari wajah dan kondisi beliau. Karena itu Allah Ta'ala berfirman. "La tuharrik
bihi lasanaka lita'jal bihi Inna 'alaina jam'ahu wa qu'anahu. '(Al Qiyamah 16 - 17). (Janganlah kamu gerakkan lidahmu karena hendak cepat-cepat membacanya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan mengajarmu pandai membacanya. (Karena itu Simaklah baik-baik!) Apabila Kami telahselesai membacakannya, maka ikutilah bacaan itu. Kemudian kewajiban Kamilah menjelaskannya (menjelaskan maksud ayat itu melalui lidahmu). Semenjak itu, kalau Jibril datang kepada Nabi saw., Beliau menundukkan kepala sambil berdiam diri. Setelah Jibril pergi, barulah ia baca kembali dengan lancarbacaan yang disampaikan Jibril itu sesuai dengan janji Allah Ta'ala kepadanya.
403. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah membacakan Qur'an kepada Jin, dan ia tidak pernah pula melihatnya.
Pada suatu ketika Rasulullah saw. pergi dengan beberapa orang sahabat ke pasar 'Ukazh. Ketika itu setan-setan, tidak dapat lagi mendengar berita dari langit, karena mereka dilontari dengan nyala api (meteor) sehingga mereka terpaksa kembali ke kaumnya. Kaumnya bertanya, "Mengapa kalian kembali,apa yang terjadi? "Jawab mereka," Berita dari langit tertutup untuk kita. Kami dilontari dengan nyala-nyala api. "Kata kaumnya," Tentu ada peristiwa yang menyebabkannya. Karena itu pergilah ke Timur dan ke Barat, carilah alasan kenapa berita langit tertutup untuk kita ketahui. "Lalu mereka berpencarke seluruh bumi, ke Timur dan ke Barat, menemukan alasan tertutupnya berita langit itu. Ketika rombongan yang menuju ke Tihamah sampai di Nakhlah, akan terus ke Pasar 'Ukazh, sekonyong-konyong mereka melihat
Rasulullah saw. sedang shalat Subuh berjamaah dengan para sahabat beliau. Tatkala mereka mendengar ayat-ayat Qur'an dibaca Nabi saw. dalam shalat, mereka dengarkan baik-baik, sehingga mereka berkesimpulan, inilah kiranya yang telah menutup kita untuk mengetahui berita-berita dari langit. Karena itu merekapulang ke kaumnya.Lalu mereka melapar, "Hai, kaum kami! Kami telah mendengar ayat-ayat Qur'an yang sangat mengagumkan, yang membimbing kami ke jalan yang lurus. Karena itu kami iman dengannya, dan kami tidak akan mempersekutukan Tuhan kami dengan yang lain-lain. " lalu diturunkan Allah 'Azza wa Jallakepada Nabi-Nya, Muhammad saw. ayat: "Qul uhiya ilayya annahustama'a nafarun minal Jinni" (Al Jinn: 1) (Katakanlah hai Muhammad! Telah diwahyukan kepadaku, bahwa sekelompok jin telah mendengarkan ayat-ayat Qur'an)
404. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa shalat mengimami kami. Pada dua raka'at pertama Zhuhur dan 'Ashar beliau membaca Fatihah dan surah yang kadang-kadang diperdengarkan beliau bacaannya kepada kami. Biasanya beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama shalat Zhuhur, dan memendekkannyapada rakaat kedua. "Demikian pula pada shalat Subuh."
405. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah ra, dari ayahnya, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. Membaca Fatihah dan surah pada dua raka'at pertama Zhuhur dan Ashar. Bahkan kadang-kadang ia perdengarkan kepada kami bacaannya. Pada dua raka'at yang akhir, ia hanya membaca Fatihah saja. "
406. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami pernah mengira-ngirakan berapa lama Rasulullah saw. Berdiri ketika shalat Zhuhur dan 'Ashar. Perkiraan kami adalah: pada dua rakaat pertama Zhuhur beliau berdiri selama membaca surah' Alif Lam Mim Tanzil ', sedang pada dua raka'at yang akhir, sekitarseperdua itu. Kemudian kami kira-kirakan pula lama beliau berdiri pada dua rakaat pertama shalat 'Ashar adalah sekitar selama berdirinya pada dua rakaat yang akhir shalat Zhuhur, sedang pada dua rakaat yang terakhir sekitar seperdua itu. "
407. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Biasanya Nabi saw.
membaca ayat pada shalat Zhuhur sekitar tiga puluh ayat pada tiap-tiap dua rakaat pertama, sedangkan pada dua rakaat yang terakhir sekitar lima belas ayat atau seperdua yang pertama. Dalam tiap-tiap dua rakaat pertama shalat 'Ashar beliau membaca sekitar lima belas ayat, sedang pada dua rakaat yangakhir sekitar seperdua itu. "
408. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Penduduk Kufah
mengadukan Sa'ad kepada Umar bin Khaththab tentang cara Sa'ad shalat.
Lalu 'Umar memanggil Sa'ad. dan Sa'ad pun datang menghadap memenuhi panggilan itu. 'Umar menyampaikan kepada Sa'ad perihal pengaduan
orang-orang Kufah itu. Jawab Sa'ad, "Sesungguhnya aku shalat mengimami
mereka sama dengan shalat Rasulullah saw. dan tidak kurang sedikit jua pun. Kupanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama, dan kupendekkan pada dua rakaat yang akhir. "Jawab 'Umar," Apakah itu bukan dugaanmu belaka, hai Abu Ishaq. "
409. Dari Qaz'ah ra, katanya: "Aku datang kepada Abu Sa'id Al Khudri, dan ketika itu dia sedang, dikerumuni orang banyak. Setelah orang itu usai, aku berkata kepadanya," Aku tidak akan menanyakan soal-soal yang telah ditanyakan mereka kepada Anda. Aku bertanya tentang shalat Rasulullah saw. "KataAbu Sa'id, "Apakah hal itu akan ada baiknya untukmu?" Qaz'ah mengulangi pertanyaannya. Lalu dijawab oleh Abu Sa'id, "Dia berdiri melakukan shalat Zhuhur selama perjalanan seseorang sampai ke Baqi ', lalu sampai di sana diselesaikannya urusannya, sesudah itu dia pulang ke rumahnya lalu berwudhu. Setelahitu dia kembali ke masjid, didapatinya Rasulullah saw. masih berdiri pada raka'at pertama. "
410. Dari 'Abdullah bin Saib ra, katanya: "Pada suatu waktu Rasulullah saw. Mengimami kami shalat Subuh di Makkah. Ketika itu beliau
membaca surat Al Mu'minun. Setelah sampai kepada ayat yang menyebutkan Musa dan Harun, atau barangkali menyebutkan 'Isa as (Perawinya ragu), sekonyong-konyong ia diserang batuk, lalu beliau ruku '. Dan 'Abdullah bin Saib hadir waktu itu.
411. Dari 'Amar bin Huraits ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. membaca dalam shalat Subuh 'wallaili idza' as'as '(surah Takwir).
412. Dari Quthbah bin Malik ra, katanya dia mendengar Nabi saw. membaca dalam shalat Subuh 'Wan Nakhla basiqatin laha Thal'un nadhid' (QS Qaf).
413. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Biasa membaca dalam shalat Subuh 'Qaf. Wal Qur'anil majid. Tapi sesudah itu
beliau membaca surah yang pendek saja. "
414. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Biasanya Nabi saw. Membaca dalam shalat Zhuhur 'Wal laili idza yaghsya', dalam shalat 'Ashar surah yang selama itu pula, dan di dalam shalat Subuh surat yang lebih
panjang dari itu, "
415. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Dalam shalat
Zhuhur membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la' (surah Al A'la), dan dalam shalat Subuh lebih panjang dari itu. "416. Dari Abu Barzah Al Aslami ra, katanya:" Nabi saw. dalam shalat Subuh membaca ayat sekitar enam puluh sampai seratus ayat. "
417. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Ummul Fadhal bintil Harits mendengarnya membaca' Wal Mursalati 'Urfa' (QS: Al Mursalat). Lalu Ummul Fadhal mengatakan kepadanya. "Hai, Anak ku! Ketika engkau membaca surah itu, seolah-olah engkau mengingatkan ku akan saat terakhir aku mendengar Rasulullah saw. Membacanyadalam shalat Maghrib. "
418. Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im ra, dari ayahnya, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Membaca surat Ath Thur dalam shalat Maghrib." 419. Dari Al Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Aku shalat Isya bersama Rasulullah saw .. ketika itu beliau membaca Surat At Tin."
420. Dari Jabir ra, katanya: "Pada suatu waktu Mu'adz bin Jabal Al Anshari mengimami para sahabatnya shalat 'Isya. Ketika itu dia membaca surah yang panjang sehingga melamakan mereka shalat. Karena itu seorang pria yang ikut berjamaah memutuskan shalatnya lalu dia shalat sendiri. Hal itu disampaikanorang kepada Mu'adz, lalu Mu'adz berkata, "Dia munafik!" Tatkala orang itu mendengar ucapan Mu'adz yang demikian disampaikan orang kepadanya, dia pun melapor kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda kepada Mu'adz, "Hai, Mu'adz! Apakah engkau ingin menjadi tukang fitnah? Bila engkau mengimamisolat orang banyak, bacalah 'Wasy Syamsi Wadh dhuhaha. (Surat Asy Syams), atau 'Sabbihisma rabbikal a'la' (Surat Al A'laa), atau 'Iqra' bismi rabbika '(Surat At' Alaq), atau 'Wal laili idza yaghsya' (Surat Al Lail). "
421. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia berkata," Aku sengaja lambat datang shalat Subuh, karena si Fulan suka memanjangkan shalat ketika mengimami kami. "Belum pernah kulihat Nabi saw. marah ketika memberikan pengajian seperti beliau marahketika itu, "ujar Abu Mas'ud. Lalu beliau bersabda," Hai, manusia! Di antara kamu sekalian ada yang bertindak
menjadi imam menyebabkan orang benci kepada agama ini. Karena itu, siapa saja di antara kamu yang menjadi imam, hendaklah dia memperpendek
bacaan shalat, karena di belakangnya ada orang tua, ada orang yang lemah, dan ada pula yang sedang memiliki kebutuhan. "
422. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu mengimami shalat orang banyak, harus kamu pendekkan (bacaan), karena di antara ma'mum ada pula anak-anak, orang tua, orang yang lemah, dan orang sakit. Bila kamu shalat sendiri, shalatlah berapa lama kamu suka . "
423. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang kamu mengimami shalat orang banyak, harus dia memendekkan (bacaan) shalatnya, karena di antara para makmum ada orang-orang tua dan orang yang lemah. Apabila dia shalat sendiri, panjangkanlah (bacaan) shalatnyaberapa dia sukai.
424. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pendek solatnya, tetapi sangat sempurna."
425. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Suatu waktu, aku baru mulai shalat dan bermaksud hendak memperpanjang (bacaan) -nya, sekonyong-konyong kudengar tangis bayi. Lalu kupendekkan solat ku karena aku khawatir ibunya jadi gelisah."
426. Dari Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Aku pernah memperhatikan shalat Rasulullah saw. Ketika aku shalat bersama-sama dengan dia.
Maka kulihat berdirinya, ruku'nya, i'tidalnya sesudah ruku ', sujudnya, duduknya antara doa sujud, kemudian sujudnya lagi, kemudian duduknya sebelum salam, semuanya hampir sama saja lamanya. "
427. Dari Anas ra, katanya: "Aku tidak pernah shalat di belakang sesearang yang shalatnya lebih ringkas dari shalat Rasulullah saw. Tetapi amat sempurna. Solat Rasulullah itu hampir sama saja panjangnya satu sama lain, begitu pula shalat Abu Bakar. Tapi 'Umar bin Khaththab lebih panjang shalatnya ketikadia shalat Subuh. Padahal bila Rasulullah saw. sudah membaca "Sami'allahu liman hamidah" ia berdiri sehingga kami mengira beliau ragu. Kemudian beliau sujud, duduk antara doa sujud, sehingga kami mengira beliau ragu.
428. Dari Al Barra 'ra, hadisnya tidak diragukan kebenarannya,
katanya: "Mereka shalat di belakang Rasulullah saw. Bila ia mengangkat kepala dari ruku ', tidak seorang pun yang tampak membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah saw. menempatkan jidatnya lebih dahulu di bumi. Sesudah itu barulah mereka sujud."
429. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Mereka (para sahabat) shalat berjamaah bersama Rasulullah saw." Bila beliau ruku', mereka ruku 'pula. Bila ia mengangkat kepala dari ruku ', beliau membaca "Sami'allahu liman hamidah" namun mereka masih tetap berdiri sampai dilihatnya Rasulullah saw. menempatkanmukanya di bumi. Sesudah itu barulah mereka mengikuti beliau sujud. "
430. Dari Ibnu Abu Awfa ra, katanya: "Bila Rasulullah saw. Bangkit dari ruku ', beliau membaca:" Sami'allahu liman hamidah. Allahum
ma rabbana lakal hamdu mil-ussamawati, wa mil-ul ardhi, wa mil-u ma syi'ta min sya-in ba'du. ' (Maha Mendengar Allah pujian orang yang memujiNya. Wahai Allah, Tuhan kami! Untuk-Mulah pujian sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu).
431. Dari Abdullah bin Abi Awfa, katanya Nabi saw. membaca:
"Allahumma lakal hamdu mil-us samawati wal ardhi, wa mil-u ma syi'ta min syai-in ba'du. Allahumma thahhirni bits tsalji wal barddi, wal ma-il baradi. Allahumma thahhirni minadz dzunubi wal khathaya kama yunaqqats tsawbul abyadhu minal waskhi. " (Wahai Allah! Sucikanlah aku dengan salju, air es, danair dingin. Wahai Allah! Sucikanlah aku dari segala dosa dan kesalahan, sebagaimana kain putih dicuci orang dari kotoran).
432. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Bila Rasulullah saw.
bangkit dari ruku ', beliau membaca: "Rabbana lakal hamdu mil-us samawati wal ardhi, wa mil-u ma syi'ta min syai-in ba'du. Ahlats Tsana-i wal majdi! Ahaqqu moa qalal' abdu wa kulluna laka 'Abdun. Allahumma la maani'a limaa a'thayta, wala mu'thiya limaa mana'ta, wala yanfa'u dzal jaddi, minkal jaddu. "
433. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Membuka tirai (kamarnya ketika beliau sakit akan meninggal), padahal ketika itu jamaah sedang salat berjamaah diimami Abu Bakar. Lalu beliau bersabda:" Sesungguhnya tidak ada lagi wahyu kenabian yang ketinggalan yang harus kusampaikan, kecuali mimpibaik seorang muslim. Ketahuilah! Aku dilarang membaca Qur'an dalam ruku 'dan sujud. Agungkanlah Allah 'Azza wa Jalla di dalam ruku', dan perbanyaklah doa di dalam sujud, pasti doamu diperkenankan Allah swt. "
434, Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Aku dilarang Rasulullah saw. Membaca (Qur'an) dalam ruku 'dan sujud."
435. Dari Abu Hurairah ra, katanya: Rasulullah saw. bersabda:
"Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya, adalah ketika dia sujud. Karena itu perbanyaklah doa (dalam sujud) .436. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Membaca dalam sujud:" Allahummaghfirli dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu, wa akhirahu, wa 'alaniyatahu, wa sirrahu. "(WahaiAllah! Ampunilah dosaku semuanya, yang kecil dan yang besar, yang lama dan yang baru, yang nyata dan yang tersembunyi).
437. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah sering membaca dalam ruku '
dan sujudnya: "Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli" (Maha Suci Engkau wahai Allah Tuhan kami, dan Maha Terpuji Engkau wahai Allah, ampunilah aku). Dia membaca doa itu karena mengamalkan perintah dalam Al Qur'an (Surah An Nashr: 3)
438. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Semenjak turun ayat: 'Idza ja-a
nashrullahi wal fath ', maka kulihat ia sering mendoa atau membaca
dalam ruku 'dan sujudnya: "Subhanaka rabbi wa bihamdika Allahummagh
Firli ': (Maha suci Engkau wahai Tuhan ku, lagi Maha Terpuji, Wahai Allah, ampunilah aku).
439. Dari Ibnu Juraij ra, katanya dia bertanya kepada 'Atha', "Apa saja yang Anda baca ketika ruku '?" Jawab 'Atha', "Subhanaka wa bihamdika la ilaaha illa anta." (Maha Suci Engkau lagi Maha Terpuji. Tidak ada Tuhan yang kusembah selain Engkau). Lalu Ibnu Abi Mulaikah mengabarkan kepada ku, yang katanyadari 'Aisyah ra, "Pada suatu malam aku kehilangan Nabi saw. Kukira beliau tentu pergi ke istrinya
yang lain. Lalu aku meraba-raba, kiranya beliau sedang ruku 'atau sujud barangkali, sedang membaca: "Subhanaka wa bihamdika la ilaaha ilia anta." (Maha Suci Engkau lagi Maha Terpuji. Tidak ada Tuhan yang kusembah melainkan hanya Engkau). Lalu kataku, "Demi Allah! Aku mengira Anda pergi ke istriAnda yang lain. "
440. Dari Abu Hurairah ra, dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu malam aku kehilangan Rasulullah saw. Di tempat tidur. Lalu aku meraba-raba, maka terabalah olehku kedua tumit beliau sedang ditegakkannya. Ketika itu ia berada dalam masjid, sedang membaca: "Allahumma a'udzu biriddhaka min sakhatikawa bimu'afatika min 'uqubatika, wa a'udzu bika minka. La uhshi Tsana-an 'alaika, anta kama atsnaita' ala Nafsika. "(Wahai Allah! Aku berlindung dengan ridha Mu dari murka Mu, dan dengan kemaafan Mu dari siksa Mu, dan aku berlindung dengan Mu dari Mu. Tidak kuhingga-hinggakan pujian atas Mu, sebagaimanaEngkau memuji diri Mu).
441. Dari Mutharrif bin 'Abdullah bin Syikhkhir ra, bahwa Aisyah mengabarkan kepadanya, katanya Rasulullah saw. membaca dalam ruku 'dan sujud: "Subbuhun quddu sun rabbul malaikati war ruh." (Maha Suci Allah, Tuhan segala malaikat dan ruh).
442. Dari Ma'dan bin.Abi Thalhah al Ya'muri ra, katanya: "Aku bertemu dengan Tsauban, maula Rasulullah saw., Lalu aku bertanya kepadanya:" Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang bila kuamalkan, aku masuk surga karenanya. " Dia tidak menanggapi, sehingga permintaanku itu ku ulang sampai tiga kali.Akhirnya dia menjawab, "Aku pernah pula menanyakan kepada Rasulullah saw. Seperti pertanyaan kamu itu. Maka jawab beliau," Perbanyakan lah sujud kepada Allah, karena sesungguhnya apabila engkau sujud satu kali, Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosa darimu. "Kata Ma 'dan, "Berikutnyaaku bertemu dengan Abu Darda ', lalu kutanyakan pula kepadanya. Maka jawabnya sama dengan jawaban Tsauban kepada ku. "
443. Dari Rabi'ah bin Ka'ab Al Aslami ra, katanya: "Pada suatu ketika aku bermalam bersama Rasulullah saw., Maka kubawakan untuk beliau air wudhu dan untuk kebutuhan lain-lainnya." Beliau bersabda kepada ku, "Tanyakanlah kepada ku apa yang hendak kamu tanyakan." Jawab ku, "Aku berharap semoga akudapat menemani Anda kelak di surga. (Apa yang harus kulakukan)? "Tanya beliau," Masih adakah yang lain? "Jawab ku," Hanya itu saja, ya Rasulullah. "Sabda beliau," Kalau begitu, tolonglah aku untuk diri mu memperbanyak sujud. "
444. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku diperintahkan sujud dengan tujuh anggota dan tidak dibolehkan melapisinya dengan rambut atau dengan pakaian, yaitu: (1) Kening dan hidung, (2) dua tangan, (3) dua lutut, dan (4) dua ujung kaki."
445. Dari 'Abbas bin Abdul Muththalib ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang hamba sujud, maka sujud pula besertanya tujuh anggota tubuhnya, yaitu: muka, dua telapak tangan, dua lutut dan dua tumitnya."
446. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sempurnakanlah sujudmu! Jangan membentangkan dua siku seperti anjing (tidur)."
447. Dari Al Barra 'r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila engkau sujud, letakkan telapak tanganmu, dan tinggikan kedua sikumu." 448. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sujud, direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga terlihat putih ketiaknya.Dan ketika ia duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal, ia duduk tenang di atas pahanya yang kiri. "
449. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memulai shalat beliau dengan takbir. Sesudah itu ia baca surat Al Fatihah. Ketika beliau ruku', kepalanya tidak mendongak dan tidak pula terlalu menunduk,
tetapi pertengahan (sehingga kepalanya terlihat rata dengan punggung). Ketika ia bangkit dari ruku ', beliau tidak sujud sebelum dia berdiri lurus lebih dahulu. Ketika ia mengangkat kepala dari sujud (pertama), beliau tidak sujud (kedua) sebelum duduknya antara kedua sujud itu tepat benarlebih dahulu. Setiap selesai dua rakaat, ia membaca Tahiyat sambil duduk menghimpit kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Dia melarang duduk seperti setan duduk atau seperti binatang buas duduk. Dan beliau menyudahi shalat dengan membaca salam. "
450. Dari Musa Ibnu Thalhah ra, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu telah menancapkan semacam paku (batas) di hadapanmu, maka kamu bisa shalat tanpa menghiraukan orang yang lalu-lintas di balik lonjakan itu."
451. Dari Musa bin Thalhah ra, dari ayahnya, katanya: "Kami shalat, sedangkan hewan-hewan lalu lintas di depan kami. Maka hal itu kami tanyakan kepada Rasulullah saw. Sabda beliau," Letakkanlah semacam
pancang (batas) di hadapanmu, maka apa yang lewat di balik lonjakan itu tidak akan mengganggu shalatmu. "452. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Ketika Rasulullah saw. pergi shalat 'Id, beliau menyuruh bawa sebuah tombak, lalu ditancapkannya di hadapannya. Kemudian beliau shalat menghadap ke arah tombak itusedangkan orang menurut beliau di belakang. "
453. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Nabi saw. Pernah menambatkan kendaraannya, kemudian beliau shalat menghadap ke arah kendaraan itu."
454. Dari Abu Juhaifah, dari ayahnya, katanya: "Aku mendatangi Nabi saw. Di Makkah, ketika itu beliau berada di Abthah, dalam jubah merah terbuat dari kulit. Sekonyong-konyong Bilal datang membawakan air wudhu untuk beliau. Dari sisa air itu ada orang yang mendapatkannya dan ada pula yang hanya mendapatpercikannya saja. Kemudian Nabi saw. keluar memakai pakaian merah. Tampaknya masih terlihat olehku bagaimana putihnya betis Nabi. Ketika Nabi saw. wudhuk, Bilal azan. Aku mengikuti gerak-gerik mulut Bilal berseru ke kanan dan ke kiri mengucapkan 'Hayya' alash shalah, hayya 'alal falah'. Kemudian,Bilal menancapkan sebuah tongkat berujung besi, lalu Nabi saw. maju ke depan mengimami solat qasar Zhuhur dan 'Ashar, masing-masing dua rakaat. Ketika Nabi sedang shalat, keledai dan anjing lewat di balik tongkat itu, tetapi Nabi saw. tidak mencegahnya. Selama dalam perjalanan itu Nabi selalu shalatqashar dua-dua rakaat sampai tiba kembali di Madinah. "
455. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika aku belum baligh, aku pernah datang kepada Rasulullah saw. Dengan mengendarai keledai betina.
Waktu itu Rasulullah saw. sedang mengimami shalat orang banyak di Mina. Aku lewat di muka shaf, lalu pergi merumput. Kemudian aku masuk ke dalam shaf; ternyata tidak ada seorang pun yang menegur ku atas tindakan ku yang demikian itu. "
456. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu sedang shalat, maka janganlah dibiarkan orang lewat
di hadapanmu. Tolakkanlah dia sedapat mungkin. Jika dia menolak, maka pukullah dia karena dia itu setan. "
457. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu sedang shalat, maka janganlah dibiarkan orang lewat di hadapanmu. Jika dia tidak mau dilarang, pukullah dia karena bersamanya ada (setan) yang menemaninya."
458. Dari Abu Juhaim ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalau tahulah orang yang lewat di depan orang shalat akan dosanya, niscaya maulah dia berdiri empat puluh (hari atau bulan atau tahun) dari lewat di depan orang yang sedang shalat."
459. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya: "Jarak antara tempat sujud Rasulullah saw. Dengan dinding, sekitar seekor kambing dapat lewat."
460. Dari 'Abdullah bin Shamit ra, dari Abu Dzar, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu hendak shalat, sebaiknyalah kamu membuat semacam paku di hadapanmu yang dapat mengaling-alingi kamu sedang shalat. Jika aling-aling itu tidak ada di hadapanmu, dikhawatirkan solat mu akan putus oleh himar,atau oleh wanita dan anjing hitam (yang lalu di hadapan mu). "Aku bertanya," Hai, Abu Dzar! Apakah bedanya anjing hitam dengan anjing merah atau anjing kuning? "Jawabnya," Aku pernah pula menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw., Maka jawab beliau, anjing hitam itu setan. "
461. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang memutuskan shalat adalah: wanita, himar dan anjing. Karena itu jagalah solatmu dengan menempatkan semacam paku (aling-aling)."
462. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa shalat malam, sedangkan aku tidur melintang di antara beliau dengan kiblat seperti jenazah melintang:'
463. Dari 'Urwah bin Zubair r, a., Katanya: "Aisyah bertanya," Apa yang memutuskan shalat? "Jawab kami," Wanita dan himar' "Kata 'Aisyah," Apakah wanita itu sama dengan hewan? Aku sendiri sering tidur melintang seperti jenazah di hadapan Rasulullah saw. ketika beliau sedang shalat. "
464. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku biasa tidur di hadapan Rasulullah saw., Sedangkan kedua kaki ku berada di arah kiblat beliau. Bila beliau sujud dicubitnya kaki ku lalu kutarik. Ketika ia berdiri,
kulunjurkan pula kaki ku kembali ketika itu di rumah sedang tidak ada lampu. "
465. Dari Maimunah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang shalat, aku biasa berada di dekat beliau, padahal aku sedang haid. Ketika beliau sujud, bajunya seringkali tentang ku."
466. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Nabi saw.," Dapatkah kami shalat memakai satu helai kain saja? "Jawab Nabi saw.," Apakah semua kamu memiliki dua helai kain? "467. Dari Abu Hurairah ra , katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Janganlah kamu shalat memakai sehelai kain saja, kalau kain itu tidak cukup menutupi kedua bahumu."
468. Dari 'Umar bin Abu Salamah ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Shalat di rumah Ummu Salamah memakai sehelai kain yang cukup lebar. Yaitu dengan cara menyelimutkan kedua ujung kain itu di atas kedua bahu beliau." 469. Dari Abu Dzar ra, dia bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya;"Ya, Rasulullah! Masjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini?" Jawab Rasulullah saw., "Masjidil Haram!" Tanya ku, "Sesudah itu masjid apa?" Jawab beliau, "Masjidil Aqsha!" Tanya ku, "Berapa lamanya jarak antara kedua masjid itu dibangun?" Jawab beliau, "Empat puluh tahun.Dan di mana sajakamu berada, jika waktu shalat telah tiba, maka shalatlah (cepat), karena bumi ini adalah masjid (tempat sujud). "
470. Dari Ibrahim bin Yazid At Taimi ra, katanya: "Pada suatu ketika aku membacakan Qur'an kepada bapaku di halaman masjid. Ketika aku membaca ayat sajadah, beliau sujud. Lalu aku bertanya kepada beliau," Mengapa ayah sujud di jalanan? " Jawab beliau, "Aku mendengar Abu Dzar bercerita, bahwa dia pernahbertanya kepada Rasulullah saw. tentang masjid yang pertama dibangun di muka bumi. Jawab Rasulullah saw., Masjidil Haram. Kemudian ditanyakannya pula, sesudah itu masjid apa lagi. Jawab beliau, Masjidil Aqsha. Kemudian ditanyakannya pula, berapa lama jarak antara keduanya di bangun. Jawab beliau,empat puluh tahun. Lalu ia melanjutkan bicaranya: Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagi mu. Karena itu di mana saja kamu berada, jika waktu shalat telah tiba, maka shalatlah segera. "
471. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku dikaruniai Allah lima macam karunia yang belum pernah dikaruniakan-Nya kepada siapa pun sebelumku: (1) Setiap Nabi selainku, di utus khusus kepada kaumnya masing-masing. Sedangkan aku diutus kepada seluruh bangsa, baikyang berwarna merah maupun yang hitam. (3) Bagiku bumi suci bersih dan menjadi tempat sujud. Karena itu di mana saja seseorang berada dan waktu shalat telah tiba, dia bisa shalat di situ. (4) Aku dimenangkan Allah dengan perasaan gentar di hati musuh-musuhku yang berada sejauh sebulan perjalanan di hadapanku.(5) Aku diberi hak oleh Allah memberi syafa'at (pembelaan terhadap umat ku kelak di hari kiamat). "
472. Dari Hudzaifah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Kita diistimewakan Allah dari umat-umat yang lain dengan tiga macam keistimewaan: (1) Shaf (barisan) kita diatur seperti shaf malaikat. (2) Bumi dijadikan seluruhnya bagi kita menjadi tempat sujud (shalat), dan tanahnya suci untuk kita gunakan ketika tidak ada air. " 473. Dari Abu Hurairah r.a., katanyaRasulullah saw. bersabda: "Aku diistimewakan Allah dari para Nabi yang lain dengan enam macam keistimewaan: (1) Aku dikaruniai kata yang singkat, tetapi padat berbobot (yakni AI Qur'an). (2) Aku dimenangkan Allah dengan perasaan gentar di hati musuh-musuhku . (3) Bagiku dihalalkan harta rampasan.(4) Bumi dijadikan suci bagi ku dan menjadi tempat sujud. (5) Aku diutus kepada semua makhluk. (6) Aku penutup segala Nabi.
474. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku diutus dengan kata-kata yang singkat, tetapi mencakup (Al Qur'an); dan aku dimenangkan dengan perasaan gentar di hati musuh-musuhku dan ketika aku tidur diberikan kepada ku kunci-kunci perbendaharaan bumi, lalu diletakkandi tangan ku. "
475. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Baru tiba di Madinah, pertama ia berhenti di bagian atas, yaitu di perkampungan Bani 'Amr bin' Auf. Dia tinggal di sana selama empat belas malam. Kemudian beliau mengirim utusan ke pemimpin Bani Najjar meminta merekadatang, lalu mereka datang dengan menyandang pedang. Kata Anas, "Seolah-olah masih terlihat olehku Rasulullah saw. Di atas kendaraan beliau didampingi Abu Bakar, sedang para pemimpin Bani Najjar mengelilinginya di halaman Abu Ayyub." "Pada saat itu Rasulullah saw. Shalat karena waktu shalat telah tiba,dan beliau shalat di kandang kambing. Kemudian beliau memerintahkan membangun masjid untuk itulah beliau mengundang para pemimpin Bani Najjar, sehingga mereka datang. Sabda Rasulullah saw., "Hai, Bani Najjar! Juallah kepada ku kebun Anda ini!" Jawab mereka, "Tidak! Demi Allah! Kami tidak akan memintaharga ganti rugi, melainkan hanya kepada Allah. "Kata Anas di kebun itu ada pohon-pohon kurma, kuburan orang-orang musyrik, dan
reruntuhan bangunan. Karena itu Rasulullah memerintahkan supaya menebang pohon-pohon kurma, membongkar kuburan, dan meratakan reruntuhan bangunan-bangunan itu. Sesudah itu mereka susun pahon-pohon kurma (menjadi bangunan) menurut arah kiblat, dan pintunya terbuat dari batu. "Kata Anas selanjutnya,"Sambil bekerja mereka menyanyikan lagu-lagu antara lain:" Wahai Allah! Tidak ada kebaikan, melainkan kebaikan di akhirat. Karena itu tolonglah kaum Anshar dan kaum Muhajirin. "
476. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah shalat di kandang kambing, sebelum masjid dibangun."
477. Dari Al Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Aku shalat bersama Nabi saw. Menghadap ke arah Baitil Maqdis selama enam belas bulan. Yaitu sampai turun sebuah ayat dalam surat Al Baqarah:" dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya "(Al Baqarah: 144) Sesudah ayat itu turun,yaitu ketika Nabi saw. selesai shalat, ada searang pria anggota jamaah bepergian lewat sekelompok orang Anshar sedang shalat. Lalu dikhabarkannya kepada mereka tentang turunnya ayat tersebut. Karena itu, segera mereka memalingkan wajah mereka ke arah Bait (Ka'bah). "478. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Kami shalat bersama Rasulullah saw. Menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Kemudian kami diperintahkan Allah supaya menghadap ke Ka'bah."
479. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Pada suatu pagi, ketika orang sedang shalat subuh di Quba ', sekonyong-konyong datang seseorang lalu dia berkata:" Sesungguhnya tadi malam telah turun kepada Rasulullah saw. ayat yang memerintahkan supaya shalat menghadap ke Ka'bah. Karena itu menghadap pulalahkamu ke sana! "Ketika itu mereka sedang menghadap ke Syam, lalu mereka berputar dan menghadap ke Ka'bah."
480. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. Shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis, tiba-tiba turun ayat:" Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka karena itu Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah MasjidilHaram "(AI Baqarah: 144). Setelah itu ada seorang pria lewat di perkampungan Bani Salamah. Didapatinya mereka sedang ruku 'shalat Subuh raka'at pertama. Lalu dia berkata," Ketahuilah, sesungguhnya kiblat telah dirubah. Karena itu mereka berputar merubah kiblat mereka ke arah kiblat yang baru itu. "481.Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan kepada Rasulullah saw. Perihal gereja Nasrani yang pernah dilihatnya di Ethiopia, di mana di dalamnya banyak terdapat patung. Maka bersabda Rasulullah saw.," Kebiasaan mereka, ketika orang-orang saleh mereka meninggal dunia, lalumereka buatkan masjid (tempat sujud sholat / ibadah) dan patung orang-orang saleh itu di atas kuburan mereka. Perbuatan mereka itu adalah perbuatan orang-orang jahat di sisi Allah di hari kiamat kelak. "
482. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sakit hampir meninggal, beliau bersabda:" Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka menjadi tempat shalat masjid). "Kata' Aisyah, "Kalaulah tidak khawatir kuburan Rasulullah saw. akan dijadikanorang menjadi tempat shalat, tentu kuburan beliau dibuat di tanah lapang. "
483. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka menjadi masjid (tempat sujud / shalat atau ibadah)."
484. Dari Jundab ra, "Lima hari sebelum Rasulullah saw. Meninggal, aku mendengar beliau bersabda: Aku tidak akan mengambil salah seorang kamu menjadi sahabat karib ku, karena Allah telah mengambil ku jadi sahabat seperti Ibrahim. Kalaulah aku dibolehkan mengambil sahabat karib di antara umat ku,tentu ku ambil Abu Bakar. Ketahuilah! Sesungguhnya umat yang sebelum kamu, mengambil kuburan para Nabi dan orang-orang saleh mereka jadi masjid. Karena itu, sekali-kali jangan kamu ambil kuburan menjadi masjid. Aku sungguh melarang kamu melakukannya. "
485. Dari 'Utsman bin' Affan ra, dia berujar kepada orang banyak
ketika membangun masjid Rasulullah saw .: "Sekarang kamu telah banyak.
Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membuat pula baginya rumah di surga."
486. Dari Muhammad bin Labid ra, katanya 'Usman bin' Affan bermaksud hendak merombak masjid, tetapi dicegah oleh orang banyak. Mereka lebih suka membiarkan masjid itu sebagaimana adanya. Maka berkata
'Usman bin' Affan, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membuat pula baginya (rumah yang mulia) di surga seperti masjid itu."
487. Dari Al Aswad dan 'Alqamah ra, keduanya bercerita: "Kami mendatangi' Abdullah bin Mas'ud di rumahnya. Lalu dia bertanya," Apakah mereka itu shalat di belakangmu? "Jawab kami," Tidak. "Katanya" Bangunlah, mari solat. Dia tidak menyuruh kami azan dan qamat. Lalu kami berdiri di belakangnya, Berikutnyaditariknya tangan kami, lalu masing-masing kami ditempatkannya di sebelah kanan dan kirinya. Ketika ruku ', kami meletakkan tangan kami di lutut, tetapi Abdullah memukulnya. Dia mempertemukan kedua telapak tangannya lalu memasukkannya ke antara dua pahanya. Tatkala telah selesai solat dan mengundur-ngundurwaktu sampai hampir habis. Bila kamu lihat hal itu persis telah terjadi, maka shalatlah kamu sendirian pada awal waktu, kemudian shalat pulalah berjamaah bersama-sama dengan mereka untuk mengambil sunat (menjaga fitnah). Apabila kamu bertiga, shalatlah bersama-sama, dan ketika kamu lebih banyak,angkatlah salah seorang menjadi imam. Ketika kamu ruku 'letakkan kedua lenganmu di atas kedua paha sambil membungkuk. Dan pertemukan kedua telapak tanganmu. Aku seperti masih melihat Rasulullah saw. mempersilangkan anak-anak jari beliau. Lalu Abdullah memperagakannya kepada mereka. "
488. Dari 'Alqamah dan Aswad ra, keduanya datang kepada Abdullah. Lalu dia bertanya, "Sudah solatkah orang-orang yang di belakangmu?" Jawab kami, "Sudah." Lalu dia berdiri shalat di antara kami berdua dengan dijadikan satu berdiri di kanannya dan satu di kirinya. Kemudian kami ruku ', lalu kami letakkantangan di lutut, tapi dia memukul tangan kami. Dia mempertemukan kedua telapak tangan, lalu diletakkan di antara kedua pahanya. Setelah selesai solat dia berkata, "Beginilah dilakukan Rasulullah saw." 489. Dari Mush'ab bin Sa'ad ra, katanya: "Aku shalat di samping ayahku, dan kuletakkan kedua tanganku antara kedua lutut ku. Lalu kata ayahku, "Letakkan kedua tanganmu di atas kedua lutut. Tetapi pada kali yang lain kulakukan pula seperti semula. Maka dipukulnya tangan ku sambil berkata," Kami dilarang Rasulullah seperti ini, dan disuruhnya meletakkan telapak tangan di atas lutut. "
490. Dari Mush'ab bin Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Aku shalat di samping ayahku. Ketika ruku ', ku persilangkan jari-jari tangan ku dan kuletakkan di antara kedua lutut, maka dipukulnya tangan ku. Setelah selesai solat tua berkata, "Mulanya kami perbuat memang begitu. Tapi kemudian disuruhNabi saw. meletakkannya di atas lutut. "
491. Dari Thawus ra, katanya: "Kami bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai hukum duduk di atas kedua tumit. Jawab Ibnu Abbas," Hukunmya sunat. "Kata kami," Kami lihat janggal orang duduk seperti itu. "Jawab Ibnu Abbas," Tapi , begitulah sunnah Nabi saw. "
492. Dari Mu'awiyah bin Hakam As Sulami, katanya: "Ketika aku sedang shalat bersama Rasulullah saw., Tiba-tiba ada orang bersin. Lalu ku ucapkan 'yarhamukallah' (Semoga Allah memberi Anda rahmat). Karena itu seluruh jamaah menujukan pandangannya kepada ku. Aku berujar, "Aduh, ibu! Mengapa Anda semuamenengok kepada ku? "Mereka bahkan menepuk paha mereka. Setelah itu barulah aku tahu bahwa mereka menyuruh ku diam. Tapi aku telah diam. Tatkala Nabi saw. telah selesai shalat, Demi Allah! Aku belum pernah bertemu dengan seorang guru yang sepandai beliau mengajar, Demi Allah! Dia tidak mengasariku, tidak memukul dan tidak memaki ku. Beliau bersabda, "Sesungguhnya tidak pantas berbicara dalam shalat; karena shalat itu adalah tasbih, takbir dan membaca Qur'an."
493. Dari Abdullah ra. Katanya: "Kami memberi salam kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang shalat, lalu beliau menjawab salam kami itu. Tetapi tatkala kami kembali dari Raja Najasyi, kami memberi salam pula kepada beliau ketika beliau sedang shalat. Dia tidak menjawab salam kami itu. Lalu kamitanyakan kepada beliau, "Dahulu kami memberi salam kepada Anda ketika Anda sedang shalat, Anda menjawab salam kami. Tapi sekarang kenapa tidak?" Jawab beliau, "Sesungguhnya dalam shalat harus ada suatu kesibukan yang sungguh-sungguh (khusyu ')."
494. Dari Zaid bin Arqam ra, katanya: "Dahulu kami berbicara dalam shalat. Seorang pria berbicara dengan teman di sampingnya, sehingga turun ayat:" Shalatlah kamu karena Allah dengan khusyu '. "(Al Baqarah: 238). Lalu kami disuruh diam, dilarang berbicara.
495. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah mengutus ku untuk suatu urusan. Setelah aku kembali, ku dapati beliau sedang shalat. Lalu aku memberi salam kepada beliau, maka beliau hanya memberi sinyal kepada ku. Selah selesai shalat, beliau memanggil ku. Sabda beliau, "Tadi engkau memberi salam kepadaku, padahal aku sedang shalat. "
496. Dari Abu Darda 'ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. Sedang shalat, kami mendengar beliau membaca:" a'udzu billahi minka "(Aku berlindung dengan Allah dari kejahatanmu). Kemudian beliau membaca pula: Al' anuka bila'natillah "(tiga kali) (Aku kutuk engkau dengan kutukan Allah)sambil beliau menjangkaukan tangannya seperti orang hendak menerima sesuatu. Ketika telah selesai shalat kami bertanya, "Ya, Rasulullah! Tadi dalam shalat kami mendengarkan Anda membaca sesuatu yang belum pernah kami dengar Anda baca sebelumnya, dan kami lihat Anda menjangkaukan tangan Anda." Jawab Rasulullahsaw., "Tadi musuh Allah iblis datang membawa obor menyala akan dilemparkannya ke muka ku. Lalu kubaca: '' a'udzu billahi minka." (Tiga kali) (Aku berlindung dengan Allah dari kejahatanmu) (3 X). Kemudian kubaca pula: "Al'anuka bila'natillahit tammah falam yasta'khir" (tiga kali) (Kukutuk engkau dengankutukan Allah yang sungguh-sungguh, sehingga engkau celaka seketika) (3 X). Sesudah itu aku bermaksud hendak mengikatnya. Demi Allah, kalaulah bukan karena doa saudara kami Sulaiman, tentu dia akan terikat sampai Subuh sehingga anak-anak penduduk di sini dapat-main. "
497. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, katanya: "Aku melihat Nabi saw. Mengimami shalat orang banyak sambil menggedong Umamah binti Abil 'Ash, bayi Zainab binti Muhammad saw. Di kuduk beliau. Ketika beliau ruku' diletakkannya bayi itu dan ketika ia berdiri dari sujud diambilnya kembali. "
498. Dari Abu Hazim ra, katanya: "Sekelompok orang datang kepada Sahal bin Sa'ad, karena mereka bertengkar tentang mimbar Rasulullah saw. Terbuat dari kayu apakah mimbar itu? Jawab Sahal," Demi Allah! Aku tahu betul dari kayu apa mimbar itu dibuat, siapa yang membuatnya, bahkan aku melihat Rasulullahsaw. duduk di situ pada hari pertama mimbar itu selesai dibuat. Kata Abu Hazim, "Hai Abu 'Abbas (Sahal)! Ceritakanlah kepada kami!" Lalu diceritakan oleh Sahal. Pada suatu hari Rasulullah saw. menyuruh panggil seorang perempuan lalu beliau bersabda kepadanya: "Suruhlah anakmu yang tukang kayu itu membuatsebuah mimbar kayu untuk tempat ku berpidato kepada orang ramai. Maka dibuatnya lah mimbar yang beranak tangga tiga lantai ini. Kemudian Rasulullah memerintahkan supaya menempatkan mimbar itu di tempat ini. Mimbar itu terbuat dari kayu hutan. Aku melihat Rasulullah saw. shalat di atas mimbar itu. Mula-mulabeliau takbir, dan orang takbir pula di belakangnya, sedangkan beliau masih di atas mimbar. Kemudian ia bangkit dari ruku ', lalu turun sambil mundur sehingga ia sujud di kaki mimbar. Kemudian dia kembali pula ke atas mimbar sampai selesai shalat. Sesudah itu ia menghadap kepada orangbanyak lalu bersabda: "Aku lakukan ini, sehingga Anda semua mengikuti ku, dan supaya Anda tahu bagaimana caranya aku shalat."
499. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. Melarang orang shalat dengan bercekak pinggang."
500. Dari Mu'aiqib r.a., katanya Nabi saw. pernah berkata tentang menyapu tempat sujud ketika shalat, untuk meratakan atau membersihkannya. Sabda beliau, "Jika memang diperlukan dapat dilakukan sekali saja." 501. Dari 'Abdullah bin Umar ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Melihat dahak didinding masjid arah kiblat. Lalu Nabi mengikisnya, dan sesudah itu dia menghadap kepada orang banyak seraya bersabda: "Bila kamu sedang shalat, jangan meludah ke depan, karena Allah berada di hadapanmu ketika kamu sedang shalat."
502. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Melihat dahak di arah kiblat masjid ,. Lalu dikikisnya dengan kerikil, Kemudian beliau bersabda melarang orang meludah ke kanan atau ke depan, tetapi memungkinkan meludah ke kiri atau ke bawah kaki kiri. "
503. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melihat dahak di kiblat masjid. Lalu ia menghadap kepada orang banyak seraya bersabda:" Bagaimana pendapat kamu semua, jika seseorang sedang solat menghadapi Tuhannya, lalu dia meludah ke depan? Senangkah kamu jika kamu sedang dihadapi seseorang,sekonyong-konyong orang itu meludahi mukamu? Karena itu jika kamu meludah ketika shalat, maka meludahlah ke kiri atau ke bawah kakimu. Jika itu tidak mungkin, meludahlah ke sapu tanganmu. "
504. Dari Anas bin Malik ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Meludah dalam masjid adalah suatu dosa. menghapusnya adalah memendamnya."
505. Dari Abu Dzar r.a., katanya Nabi saw; bersabda: "Dipamerkan kepada ku segala amal umat ku, yang baik dan yang buruk. Maka kesanku, membuang rintangan yang mengganggu di jalanan termasuk amal baik. Dan meludah di masjid tanpa di pendam termasuk amal buruk."
506. Dari Abul A'la, Yazid bin 'Abdullah bin Syakhir, dari ayahnya, katanya dia shalat bersama-sama dengan Nabi saw. Tiba-tiba Nabi meludah, lalu digosok-gosoknya dengan terompahnya yang kiri. "
507. Dari Abu Maslamah, Sa'id bin Yazid ra, katanya dia bertanya kepada Anas bin Malik, "Apakah Rasulullah saw. Shalat pakai terompah?" Jawab Anas, "Ada!"
508. Dari 'Aisyah r.a., katanya Nabi saw. pernah shalat memakai baju bercorak-corak. Lalu beliau bersabda: "Corak baju ini mengganggu ku ketika sedang shalat. Karena itu bawalah baju ini kepada Abu Jahm, ganti dengan yang polos."
509. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah memakai baju yang bercorak-corak, lalu beliau terlihat pada pola itu. Setelah selesai shalat beliau bersabda: "Bawalah baju ini kepada Abu Jahm, ganti dengan yang polos. Karena baju itu mengganggu ku sebentar ini ketika aku shalat." 510. Dari Anasbin Malik r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila santapan malam sudah terhidang, sedangkan shalat sudah diqamatkan, maka Dahulukanlah makan malam, dan jangan terburu-buru."
511. Dari Ibnu Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila santapan malam sudah terhidang, sedangkan shalat sudah diqamatkan, maka Dahulukanlah makan, dan jangan terburu-buru sampai makanmu itu selesai."
512. Dari Ibnu 'Atiq ra, katanya "Pada suatu ketika aku berbicara dengan Qasim. Dia seorang yang lahan (kurang tersusun tutur katanya) dan anak satu-satunya bagi ibunya.' Aisyah bertanya kepadanya," Mengapa kamu tidak dapat bicara seperti anak saudara ku ini? Aku tahu sebabnya. Ini dididikoleh ibunya dan kamu dididik oleh ibumu. "Qasim marah dan jengkel kepada 'Aisyah. Tatkala dilihatnya' Aisyah menyajikan makanan, dia pergi. Maka kata 'Aisyah," Hendak ke mana kamu? "Jawab Qasim," Aku hendak pergi shalat. "Kata 'Aisyah, "Duduklah dahulu!" Jawab Qasim, "Aku hendak pergi shalat." Kata'Aisyah, "Duduklah dahulu! Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Tidak sempurna shalat seseorang ketika makanan telah disajikan, atau ketika dia didesak buang air besar atau kecil."
513. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda ketika terjadi perang Khaibar, "Siapa yang makan buah ini, yakni bawang putih, janganlah datang ke masjid."
514. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasululiah saw. bersabda: "Siapa yang makan bawang putih, janganlah mendekat ke masjid sebelum hilang bau mulutnya." 515. Dari 'Abdul' Aziz ra, yakni Ibnu Shuhaib, katanya: "Anas bin Malik pernah ditanya orang perihal memakan bawang. Jawab Anas," Rasulullah saw. bersabda:Siapa memakan buah ini (bawang putih), janganlah mendekati kami dan jangan pula shalat bersama-sama dengan kami. "
516. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang makan buah ini (bawang putih), janganlah mendekati masjid kami dan menyiksa kami dengan mulut yang berbau bawang."
517. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang kami memakan bawang dan kucai (sayuran yang menyebabkan mulut atau badan jadi bau). Tapi karena terpaksa kami makan juga. Maka bersabda beliau saw.," Siapa yang memakan sayur- sayuran (yang menyebabkan badan atau mulut jadi bau) ini, makajanganlah mendekati masjid kami, karena malaikat merasa tersiksa juga dengan apa yang menyiksa manusia. "
518. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Ketika perang Khaibar, kami para sahabat Rasulullah saw. Terpaksa makan sayur bawang putih. Karena sangat lapar, kami makan cukup banyak. Kemudian kami pergi ke masjid, lalu baunya tercium oleh Rasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Siapa yang makan buahyang berbau busuk itu, janganlah dekat-dekat kepada kami di masjid. "Kata orang banyak," Haram! Haram! "Ketika hal itu terdengar oleh Rasulullah saw., Beliau bersabda:" Wahai, manusia! Sesungguhnya aku tidak mengharamkan apa yang dihalalkan Allah; tetapi hanya karena tanaman itu berbau busuk. "
519. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mendengar seseorang mencari barang hilang di masjid, katakanlah kepadanya: Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu kepada mu, karena sesungguhnya masjid dibangun bukanlah untuk itu."
520. Dari Salman bin Buraidah ra, dan ayahnya, katanya: "Ada seorang pria mencari-cari (untanya yang hilang) dalam masjid, lalu dia berseru:" Siapa di antara Anda semua yang dapat mengembalikan unta merahku? "Maka bersabda Nabi saw. , "Engkau tidak akan mendapatkannya kembali, karena masjid ini dibangunbukanlah untuk itu. "521. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu shalat, datanglah setan mengganggumu sehingga kamu lupa telah berapa raka'at kamu shalat. Apabila kamu mengalami hal yang demikian itu, maka sujudlah dua kali ketika duduk. "
522. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila orang azan, maka setan lari terkentut-kentut sampai tak terdengar lagi olehnya azan. Bila azan selesai, dia kembali pula. Kemudian, ketika orang qamat dia lari pula, dan ketika qamat telab selesai dia datang pulakembali menggoda orang (yang sedang shalat). Dia membisik, "Ingatlah ini dan itu!" Yaitu hal-hal yang tidak pernah diingatnya selama ini, sehingga orang lupa telah berapa rakaat dia shalat. Maka apabila kamu lupa telah berapa raka'at kamu shalat, sujudlah dua kali ketika sedang duduk (sujud sahwi). "523.Dari 'Abdullah bin Buhainah
ra, katanya: "Pada suatu ke. tika Rasulullah saw. mengimami karni solat. Se'telah dua raka'at, beliau langsung berdiri tanpa duduk (tasyahud awal), dan jamaah yang banyak tumt pula berdiri mengikuti beliau.
Tatkala shalat telah selesai, dan kami sedang menunggu.menunggu b ~ liau mengucapkan salam, ternyata beliau takbir, Ialu sujud dua kali ketika
duduk sebelum salam; setelah Uu baru Iah beliau memberi salam. "
524. Dari 'Abdullah bin Buhainah, Al asdi ra, yaitu kawan yang telah bersumpah setia dengan Bani Abdul Muththalib, katanya: "Rasulullah saw. Pernah shalat Zuhur, di mana ia langsung berdiri, sedangkan seharusnya duduk (tasyahud awal). Maka ketika solat telah cukup (empat raka'at), beliau sujuddua kali dengan membaca takbir setiap kali sujud, yaitu ketika duduk sebelum salam. Orang banyak ikut pula sujud bersama-sama dengan dia, yaitu pengganti tasyahud awal yang terlupa. "
525. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu ragu dalam shalat apakah baru tiga ataukah sudah empat rakaat, maka buanglah keraguan dan ambillah yang pasti (yaitu yang sedikit, dalam hal ini tiga). Kemudian sujudlah dua kali sebelum memberi salam. Jika ternyatadia shalat lima rakaat, maka shalatnya telah genap. Dan ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka kedua sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan. "
526. Dari Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Shalat melebihi atau kurang dari jumlah raka'at yang semestinya. Setelah ia memberi salam, ditanyakan orang kepadanya:" Ya, Rasulullah! Apakah ada perubahan dalam shalat? "Tanya Nabi saw.," Mengapa begitu
tanya Anda? "Jawab mereka," Anda shalat begini, begini, begini. "Lalu beliau menyimpuhkan kedua kakinya menghadap ke kiblat, kemudian sujud dua kali dan sesudah itu memberi salam. Kemudian beliau menghadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda:" Jikalau ada suatu perubahan tentang cara shalat, tentukuberitahukan kepada Anda semua. Aku adalah manusia pelupa seperti Anda juga. Karena itu, ketika aku lupa ingatkan
lah aku. Dan ketika kamu ragu dalam solat tentang jumlah raka'atnya, ambillah yang pasti (yaitu jumlah yang sedikit), lalu cukupkanlah, kemudian sujudlah dua kali. "527. Dari 'Abdullah ra, katanya:
"Pada suatu ketika Nabi saw. Shalat Zhuhur lima raka'at. Setelah selesai shalat ditanyakan orang kepada beliau," Apakah raka'at shalat bertambah, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Mengapa begitu tanya Anda? "Jawab mereka," Anda shalat lima raka'at! "Lalu Nabi saw. sujud dua kali.
528. Dari Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Sujud dua kali karena lupa, yaitu sesudah memberi salam dan berbicara."
529. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Mengimami kami shalat pada salah satu dua shalat petang, mungkin shalat Zuhur atau shalat 'Ashar. Setelah dua raka'at beliau memberi salam, kemudian ia pergi ke sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid, lalu ia bersandarke pohon itu, tampak seperti orang marah. Di antara jamaah ada Abu Bakar dan 'Umar, namun keduanya
takut berbicara. Orang-orang yang ~ I suka cepat-cepat telah kehiar sambil berujar, "Solat dipersingkat." Sekonyong-konyong Dzulyadain berdiri seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Apakah shalat dipendekkan ataukah Anda lupa?" Nabi saw. menengok ke kanan dan ke kiri, lalu bersabda: "Betulkah apa yang dikatakanDzulyadain itu? "Jawab mereka," Betul, ya Rasulullah! Anda shalat hanya dua raka'at. "Karena itu Nabi saw. Shalat dua rakaat lagi, lalu memberi salam. Sesudah itu ia takbir, lalu sujud. Kemudian takbir, lalu bangkit. Kemudian takbir, lalu sujud lagi. Sesudah itu takbir, lalu bangkit. "
530. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Membaca Qur'an. Lalu ia sampai ke surat yang ada di dalamnya ayat sajadah (ayat yang bertalian dengan perintah sujud), maka beliau sujud dan kami sujud pula bersama -sama dengan beliau, sehingga hampir saja sebagian kamitidak mendapat tempat untuk meletakkan dahinya. "
531. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Nabi saw. Sering membaca Qur'an. Setiap kali beliau membaca ayat sajadah, beliau sujud bersama-sama dengan kami sehingga kami berdesak-desak di samping beliau, bahkan
di antara kami ada yang tidak mendapatkan tempat untuk sujud, sedang sujud itu di luar shalat. "
532. Dari Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Membaca surat An Najm, lalu beliau sujud Tilawah. Begitu pula orang-orang yang beserta beliau, kecuali seorang tua. Dia hanya mengambil segenggam tanah, lalu diletakkannya ke dahinya seraya berkata:" Bagiku cukup begini. "Kata Abdullah," Tidak berapa lamasesudah itu, kulihat orang tua itu mati terbunuh dalam kafir. "
533. Dari 'Atha' bin Yasar ra, katanya dia bertanya kepada Zaid bin Tsabit tentang bacaan beserta imam. Jawab Zaid, "Tidak ada bacaan apa-apa beserta imam." Kemudian dia mengatakan bahwa dia pernah membaca surat An Najm di hadapan Nabi saw., Tetapi dia tidak sujud ketika itu.
534. Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman ra, katanya: "Abu Hurairah membacakan Surat Insyiqaq kepada mereka, lalu dia sujud tilawah.
Setelah itu dia mengabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah saw. sujud tilawah ketika membaca surat itu. "
535. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami sujud bersama Nabi saw. Ketika membaca Surat Insyiqaq dan Surat Al 'Alaq." 536. Dari Amir bin Abdullah bin Zubair ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Duduk dalam shalat, diletakkannya kakinya yang kiri antara paha dan betis, serta menegakkantumit kanan, meletakkan tangan kiri di lutut kiri, meletakkan tangan kanan di paha kanan dan menunjuk dengan telunjuk. "537. Dari Amir bin Abdullah bin Zubair ra, dari ayahnya, katanya:" Ketika Rasulullah saw. duduk mendo'a (tasyahhud dalam shalat), diletakkannya tangan kanan atas paha kanan, tangankiri atas paha kiri. Dia menunjuk dengan telunjuk, meletakkan ibu jari di jari tengah, serta meletakkan telapak tangan kiri di atas lutut. "
538. Dari Abu Ma'mar ra, katanya: "Seorang Amir di Makkah menyudahi shalat dengan dua kali salam. Maka bertanya Abdullah," Dari mana Anda peroleh cara begitu? "Kata Al Hakam di dalam haditsnya," Sesungguhnya Rasulullah saw. melakukan seperti itu. "
539. Dari Amir bin Sa'ad ra, dari ayahnya, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. Memberi salam ke kanan dan ke kiri sehingga terlihat olehku putih pipinya."
540. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Kami ingat setelah Rasulullah saw. Selesai shalat, lalu dibacanya takbir."
541. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Sesungguhnya dzikir dengan suara keras setelah selesai shalat wajib, adalah biasa pada masa Rasulullah saw. Kata Ibnu Abbas," Aku segera tahu bahwa mereka telah selesai shalat, kalau suara mereka membaca dzikir telah kedengaran. "
542. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Pulang ke rumahku, sedangkan ketika itu di rumahku ada seorang tamu, wanita Yahudi. Tamu itu berkata," Tahukah kamu, bahwa kamu akan mendapat bencana dalam kubur? "Lalu Nabi saw. mengeraskan suaranya dengan berkata, "Sesungguhnya yangakan dapat bencana itu adalah orang-orang Yahudi. "Kata 'Aisyah," Beberapa malam sesudah itu Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu bahwa sesunguhnya aku mendapat wahyu yang kamu akan dibencanai dalam kubur?" Semenjak itu, selalu kudengar Rasulullah saw. berlindung dengan Allah dari siksa kubur. "543.Dari 'Aisyah ra, katanya: "Dua orang wanita tua bangsa Yahudi datang ke rumahku, lalu keduanya berkata:" Sesungguhnya ahli kubur itu disiksa dalam kuburnya. "Aku mendustakan ucapan mereka dan tidak ingin mengiakannya. Setelah mereka keluar, Rasulullah saw. Datang. Lalu kuceritakan kepada beliau kedatanganwanita tua Yahudi itu serta ucapan mereka yang mengatakan bahwa ahli kubur disiksa dalam kubur mereka. Jawab Rasulullah saw., "Mereka benar! Memang ahli kubur itu disiksa, sehingga siksaan mereka itu terdengar oleh binatang ternak." Kata 'Aisyah, "Semenjak itu, kulihat dia selalu berlindung denganAllah dan siksa kubur dalam shalat. "
544. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Berlindung kepada Allah dari bencana Dajjal." 545. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu tasyahhud, maka berlindunglah kepada Allah dari empat macam hal." Kemudian beliau membaca: "Allahuma innia'udzubika min 'adzabi jahannam, wa min' adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil Masihid Dajjal. "
546. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Nabi saw. Selalu mendo'a dalam shalat:" Allahuma inni a'udzubika min' adzabil qabri, wa a'udzu bika min fitnatil Masihid Dajjal, wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamati. Allahumma inni a'udzu bika minal ma'tsam wal maghram. "Lalu bertanya seorangpenanya, "Berapa banyak utang Anda, sampai Anda berlindung kepada Allah, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Ketika seseorang terlibat hutang, kalau dia bicara biasa dusta, kalau dia berjanji biasa mungkir." 547. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Rasulullah saw. mengajarkan kepada mereka doa berikut ini,seperti halnya beliau mengajarkan Al Qur'an. Sabda beliau, "Bacalah:" Allhumma inna na'udzubika min 'adzabi jahannam, wa a'udzubika min' adzabil qabri, wa a'udzu bika min fitnatil Masihid Dajjal, wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamati. "
548. Dari Tsauban ra, katanya: "Biasanya ketika Rasulullah saw. Telah selesai shalat, beliau istighfar (mohon ampun) tiga kali. Sesudah itu beliau membaca:" Allahumma antas salam, wa minkas salam, tabarakta dzaljalali wal ikram. "549. Dari Warrad, maula Mughirah bin Syu'bah, katanya Mughirah mengirimsurat kepada Mu'awiyah, mengatakan bahwa Rasulullah saw. bila selesai shalat, beliau selalu membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya-in qadir. Allahumma la mani'a lima a'thaita wa la mu'thiya lima mana'ta wala yanfa 'u dzal jaddi minkal jaddu. "
550. Dari Abu Zubair ra, katanya Ibnu Zubair setiap selesai shalat, sesudah membaca salam dia selalu membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. La Hawla wala quwwata illa billahi . La ilaha illallah wa la na'budu illa iyyahu, lahunni'matu wa lahul Fadhlu wa lahuts tsanaul hasanu. La ilaha illalahu mukhlishina lahud diena wa law karihal kafirun. "Kata Ibnu Zubair," Rasulullah saw. selalu tahlil dengan membaca kalimat-kalimat itu setiap selesai shalat. "551. Dari Abu Hurairah ra, (hadis ini juga dari Qutaibah), katanya:" Orang-orangfakir Muhajirin datang kepada Rasulullah saw., lalu mereka berkata: Orang-orang kaya sudah meraih derajat tinggi serta kenikmatan yang kekal abadi. Tanya Rasulullah saw., "Kenapa begitu?" Jawab
mereka, "Mereka shalat seperti kami shalat, dan mereka puasa seperti kami puasa. Dan mereka dapat bersedekah sedang kami tidak dapat bersedekah. Mereka dapat memerdekakan budak, sedangkan kami tidak." Sabda Rasulullah saw., "Sukakah kamu kuajarkan kepada mu suatu amal, yang dapat memperoleh pahala orang-orangdahulu serta mendahului pahala orang yang sesudah kamu? Dan tidak akan ada orang yang lebih mulia darimu, melainkan orang yang mengamalkan seperti amalanmu. "Jawab mereka," Tentu, ya Rasulullah! Tentu saja kami suka. "Sabda Rasulullah saw.," Hendaklah kamu tasbih, takbir dan tahmid, masing-masingtiga puluh tiga kaIi setiap selesai shalat. Kata Abu Shalih, "Kemudian orang-orang, itu datang pula kembali kepada Rasulullah saw., Lalu kata mereka," Kami dengar orang-orang kaya itu mengamalkan pula seperti praktek kami. "Jawab Rasulullah saw.," Itu adalah karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada siapayang dikehendaki-Nya. "
552. Dari Ka'ab bin 'Ujrah, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Ada suatu amal tiap-tiap sesudah shalat wajib, yang tidak akan merugikan orang-orang yang mengamalkannya, ialah: tasbih 33X, tahmid 33X dan takbir 34 X. "
553. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian dicukupkannya seratus dengan membaca: 'La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahulmulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir, maka diampuni Allah segala kesalahannya, meskipun sebanyak buih dilautan. "
554. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Biasanya Rasulullah saw. Diam seketika sesudah takbir, sebelum membaca Fatihah. Lalu kutanyakan
kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Apakah yang Anda baca ketika Anda diam seketika antara takbir dan membaca Fatihah?" Jawab beliau, "Aku membaca:" Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya, kama ba'adta bainal masyriqi wal Maroko. Allahumma naqqini min khathayaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi. Allahumma aghsilni min khathayaya bits tsalji wal ma-i wal baradi. "
555. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berdiri untuk raka'at kedua, ia langsung membaca Fatihah, tanpa diam lebih dahulu sebentar." 556. Dari Anas ra, katanya: "Seorang pria datang dengan terburu-buru, lalu masuk ke dalam shaf. Sesudah itu dia membaca:" Alhamdulillahihamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi. "Ketika Rasulullah saw. selesai shalat, dia bertanya," Siapa yang membaca kalimat itu tadi? "Jamaah diam saja, tidak ada yang menyahut. Rasulullah saw. bertanya kembali," Siapa yang membaca kalimat itu tadi? Sesungguhnya bacaannya itu tidak salah. "Lelaki ituberkata? "Aku datang terburu-buru, lalu kubaca kalimat itu." Sabda Rasulullah saw., "Kulihat dua belas malaikat berebut hendak membawanya ke hadirat Allah Ta'ala."
557. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika kami sedang shalat bersama Rasulullah saw., Tiba-tiba ada seorang pria dalam jemaat membaca:' Allahu Akbar, kabiran wal hamdulillahi katsiran wa subhanalalahi bukratan wa Ashila '. Maka bertanya Rasulullah saw., "Siapa yang membaca kalimat itu tadi?"Jawab pria itu, "Aku, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Aku kagum terhadap kalimat itu; karenanya dibukakan segala pintu langit." Kata Ibnu 'Umar, "Aku tidak pernah lupa membacanya sejak ku dengar Rasulullah saw. Membacanya."
558. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila shalat telah diqamatkan orang, janganlah berlari ke tempat shalat, tetapi berjalanlah dengan sikap tenang. Shalatlah berjamaah seberapa kamu temukan, dan sempurnakanlah bagian yang ketinggalan (kurang). Karena ketikakamu pergi sengaja hendak shalat, berarti kamu sudah seperti dalam shalat. "
559. Dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya, katanya: "Ketika kami sedang shalat bersama Rasulullah saw., Tiba-tiba kami mendengar suara hiruk-pikuk. Kemudian Rasulullah saw. Bertanya," Apa yang terjadi? Mengapa hiruk pikuk? "Jawab mereka," Kami bergegas hendak shalat. "Sabda Rasulullah,"Jangan begitu lagi. Bila kamu pergi shalat, berjalanlah dengan tenang. Apa yang kamu temukan dalam solat ikutilah, dan apa yang kamu tertinggal sempurnakanlah kemudian."
560. Dari Abu Qatadah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila shalat telah diqamatkan, jangan berdiri sebelum engkau melihat ku (sudah keluar dari rumah)."
561. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Shalat telah diqamatkan. Lalu kami berdiri dan meluruskan shaf kami sebelum Rasulullah keluar. Tidak lama sesudah itu barulah beliau datang dan menuju ke tempat beliau shalat (tempat imam). Sebelum takbir, agaknya ia ingat sesuatu , lalu dia berpaling kepada kamiseraya berkata: "Tetaplah di tempatmu masing-masing." Lalu ia pergi. Sementara itu kami selalu menunggu sampai dia keluar. Kiranya beliau mandi, dan air masih menetes dari kepalanya ketika ia muncul lagi. Kemudian beliau takbir dan mengimami kami shalat. "562. Dari Jabir bin Samurah r.a.,katanya: "Bilal azan, bila sudah tiba waktu shalat, dia iqamat dikala Nabi saw. keluar (rumah). Ketika ia telah keluar (dari rumah), barulah dia iqamat, yaitu ketika Bilal telah
melihat beliau. "563. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa mendapatkan shalat satu rakaat (sebelum habis waktunya), berarti dia telah mendapatkan shalat itu seluruhnya. "
564. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mendapatkan shalat satu raka'at beserta imam, berarti dia telah mendapatkan shalat seluruhnya."
565. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mendapatkan Subuh satu raka'at sebelum terbit matahari, berarti dia
telah mendapatkan Subuh seutuhnya. Dan siapa mendapatkan Ashar satu rakaat sebelum matahari terbenam, berarti dia telah mendapatkan Ashar seutuhnya. "566. Dari Abu Mas'ud ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Jibril turun mengimami ku solat. Karena itu aku shalat bersamanya, kemudianaku solat pula bersamanya, kemudian aku shalat pula bersamanya, kemudian aku shalat pula bersamanya, kemudian aku shalat pula bersamanya. Dia menghitung dengan anak jarinya lima kali shalat.
567. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Shalat Ashar ketika matahari telah masuk ke dalam kamarku dan bayangan masih sepanjang sesuatu."
568. Dari Abdullah bin Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Solat Subuh waktunya sampai matahari mulai terbit. Shalat Zuhur
waktunya sampai datang waktu Ashar. Shalat Ashar waktunya sampai cahaya matahari telah menguning. Shalat Maghrib waktunya sampai hilang mega
merah. Shalat Isya 'waktunya sampai seperdua malam. "
569. Dari Abdullah bin 'Umar r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Waktu Zuhur, adalah selama belum datang waktu Ashar. Waktu Ashar, adalah selama matahari belum menguning. Waktu Maghrib, adalah selama mega merah belum hilang. Waktu Isya ', sampai seperdua malam. Dan waktu Subuh, sampai terbit matahari. "
570. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Waktu Zhuhur, ketika matahari telah tergelincir sampai bayangan seseorang telah sepanjang badannya, yaitu selama belum datang waktu 'Ashar. Waktu' Ashar, selama matahari belum menguning. Waktu shalat Maghrib, selama belum hilangmega merah. Waktu shalat Isya, sampai seperdua malam. Dan waktu Subuh, sejak terbit fajar sampai terbit matahari. Ketika matahari terbit, berhentilah shalat karena dia terbit antara dua tanduk setan. "
571. Dari Sulaiman bin Buraidah ra, dari ayahnya, dari Nabi saw., Bahwa seorang pria bertanya kepada beliau tentang waktu-waktu shalat. Sabda Rasulullah saw., "Shalatlah bersama-sama dengan kami dua hari ini." Maka ketika matahari telah tergelincir, beliau menyuruh Bilal azan dan qamat untuk shalat Zhuhur.Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat 'Ashar, sedangkan matahari masih tinggi dan cahayanya masih terang. Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat Maghrib, yaitu ketika matahari telah terbenam. Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat 'Isya, yaitu ketika mega merah telah hilang.Kemudian disuruhnya pula Bilal qamat untuk shalat Subuh, yaitu ketika terbit fajar. Pada hari kedua disuruhnya pula Bilal azan dan qamat untuk shalat Zhuhur agak telat dari kemarin, yaitu sehingga udara panas telah agak reda. Setelah panas mereda, barulah beliau shalat. Kemudian beliau shalat 'Ashar ketikamatahari masih tinggi, tapi agak terlambat dari kemarin. Dan beliau shalat Maghrib sebelum hilang mega merah. Shalat 'Isya setelah lewat sepertiga malam. Solat Subuh setelah langit agak bercahaya. Kemudian beliau bertanya, "Kemanakah orang yang bertanya tentang waktu shalat?" Seorang pria menjawab,"Aku, ya, Rasulullah!" Sabda beliau, "Waktu waktu sholat adalah seperti yang telah Anda saksikan itu."
572. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila hari sangat panas, maka undurkanlah shalat sampai panas agak reda. Karena panas yang sangat terik itu sesungguhnya uap api neraka."
573. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Muadzin Rasulullah saw. Telah azan untuk soat Zhuhur. Maka bersabda Rasulullah saw.," Tunggulah udara agak reda, karena udara panas yang sangat terik adalah uap api neraka. Karena itu ketika panas sangat terik, undurkanlah shalat sampai udara agak reda. Kata Abu Dzar,"Ketika itu solat diundur, sehingga terlihat oleh kami bayangan bukit." 574. Dari Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Api neraka mengadu kepada Tuhannya, katanya: Ya, Tuhan! Setengah kami memakan yang setengah." Karena itu Allah mengizinkannya untuk bernapas dua kali. Satu kalidi musim dingin dan satu kali di musim panas. Itulah dia yang kamu rasakan, sangat panas pada musim panas dan sangat dingin pada musim dingin. "
575. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila hari sangat panas, maka undurkanlah shalat sampai agak dingin, karena panas yang bersangatan itu adalah uap dari api neraka. Kemudian beliau mengatakan, bahwa api neraka mengadu kepada Tuhannya sehingga dibolehkan bernapas duakali dalam setahun; satu kali dalam musim dingin dan satu kali dalam musim panas. "
576. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Shalat Zhuhur ketika matahari sudah tergelincir." 577. Dari Khabbab ra, katanya: "Kami datang kepada Rasulullah saw. Mengadukan perihal pasir yang sangat panas. Dan kami selalu bertanya kepada beliau. Kata Zuhair, saya bertanya kepada Abu Ishaq,"Apakah pengaduan itu terkait dengan shalat Zhuhur?" Jawab, "Ya!" Tanya, "Apakah tentang menyegerakannya?" Jawab, "Ya!"
578. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami shalat bersama Rasulullah saw. Ketika hari sangat panas. Seorang yang tidak sanggup meletakkan dahinya di bumi, membentangkan kain lalu dia sujud di atas kain itu."
579. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat 'Ashar, sedangkan matahari masih tinggi dan udara masih panas. Kemudian ada seorang pergi ke puncak yang tinggi, sampai dia di sana matahari masih tinggi.
580. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami pernah shalat 'Ashar, setelah itu ada di antara kami yang pergi ke Quba'. Sesampainya di sana matahari masih tinggi."
581. Dari Al 'Ala' bin 'Abdur Rahman ra, katanya dia bertemu dengan Anas bin Malik di rumah Anas di Bashrah, setelah selesai shalat Zhuhur. Rumah Anas berada di sebelah masjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, dia bertanya, "Sudah shalat Asharkah Anda?" Jawab kami, "Baru saja sebentar ini kami selesaishalat Zhuhur. "" Kerjakanlah shalat 'Ashar. "Lalu kami shalat. Sesudah selesai shalat, lalu dia berkata, katanya," Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Yang demikian itu shalat orang munafik. Ditunggu-tunggunya matahari berada di antara dua tanduk setan barulah dia shalat empat rakaat dengan tergesa-gesatanpa mengingat Allah dalam shalatnya kecuali sedikit sekali. "
582. Dari Abu Umamah bin Sahal katanya: "Kami shalat Zhuhur berjamaah bersama-sama dengan 'Umar bin' Abdul 'Aziz. Setelah selesai shalat kami pergi ke rumah Anas bin Malik, kami temukan dia sedang shalat' Ashar. Aku bertanya," Paman baru selesai shalat apa? "Jawabnya," Shalat 'Ashar. Beginilah solat Rasulullahsaw. yang selalu kami lakukan bersama-sama dengan dia (yaitu pada awal waktu). "
583. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami shalat 'Ashar bersama dengan Rasulullah saw. Setelah selesai shalat, tiba-tiba datang seorang pria Bani Salimah, lalu dia berkata: Ya, Rasulullah! Kami hendak menyembelih unta. Kami berharap semoga Anda sudi menghadirinya. " Jawab Rasulullah, "Baiklah!"Lalu ia pergi, dan kami pun pergi pula bersama-sama dengan dia. Kami menemukan unta itu belum dipotong. Setelah disembelih, lalu dipotong-potong, dimasak sebagian dan kami sempat makan sebelum matahari terbenam. "
584. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya: "Kami shalat' Ashar bersama Rasulullah saw. Kemudian disembelih orang unta, lalu dipotong-potong menjadi sepuluh bagian, dan kemudian dimasak. Kami masih dapat memakan masakan itu sebelum matahari terbenam. "585. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Orang yang ketinggalan shalat 'Ashar, sama halnya dengan kehilangan keluarga dan harta bendanya."
586. Dari 'Ali ra, katanya: "Ketika terjadi perang Ahzab, Rasulullah saw. Bersabda: Allah memenuhi kubur dan rumah mereka (orang-orang kafir Quraisy) dengan api, karena mereka menghalangi kita shalat' Ashar sampai-sampai matahari terbenam."
587. Dari 'Ali r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda ketika terjadi perang Ahzab, sabdanya: "Mereka (Orang-orang kafir Quraisy) menghalangi kita melakukan shalat Wustha, yakni shalat 'Ashar. Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api." Kemudian Nabi saw. melakukannya antara dua shalat malam,yaitu antara Maghrib dan 'Isya. "
588. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Orang-orang musyrik menahan Rasulullah saw. Shalat' Ashar, sehingga matahari telah kemerah-merahan atau kekuning-kuningan. Maka bersabda Rasulullah saw.," Mereka menghalangi kita shalat Wustha, yakni shalat 'Ashar . Allah memenuhi perut dan kuburan mereka dengan api. "
589. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Ketika terjadi perang Khandaq,' Umar bin Khaththab memaki-maki kafir Quraisy dan berkata: Ya, Rasulullah! Hampir saja aku luput shalat 'Ashar, sehingga matahari hampir terbenam." Maka bersabda Rasulullah saw., "Demi Allah! Aku juga belum shalat 'Ashar." Lalukami turun ke sumur. Rasulullah saw. segera mengambil wudhuk dan kami mengambil wudhuk pula. Ketika itu Rasulullah saw. shalat 'Ashar setelah matahari terbenam, sesudah itu beliau langsung shalat Maghrib. "
590. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: '"Para malaikat malam dan malaikat siang selalu bergantian mendatangi kamu, dan mereka berkumpul saat shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat malam naik ke langit, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka, padahal Allah Maha tahu- Bagaimana keadaan hamba-hambaKu kamu tinggalkan? "Jawab mereka," Kami tinggalkan mereka sedang shalat, dan kami datangi mereka juga sedang shalat. "
591. Dari Jarir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika, kami duduk-duduk dekat Rasulullah saw. Tiba-tiba ia menengok ke bulan purnama, lalu beliau bersabda:" Ketahuilah! Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhan mu kelak seperti melihat bulan purnama ini, tanpa ada yang menghalangi untuk melihatnya.Karena itu janganlah kamu lalaikan shalat sebelum matahari terbit (shalat Subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam ('Ashar). Kemudian Jarir membacakan ayat: "Wasabbih bihamdi rabbika qabla thulu'isy syamsi wa ghurubiha." (Thaha: 130)
592. Dari Abu Bakar bin 'Umarah bin Ruaibah, dari ayahnya, katanya: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan masuk neraka orang yang selalu shalat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam, ya'ni shalat Subuh dan shalat 'Ashar. "Seorang penduduk Bashrah bertanya," Apakah Anda mendengarsendiri hadis itu diucapkan oleh Rasulullah? "Jawab," Ya, kudengar sendiri. "Kata pria itu," Aku mengaku bahwa aku mendengarnya (pula) dari Rasulullah saw. dengan kedua telinga ku dan kusimpan dalam hatiku. "
593. Dari Salamah bin Akwa 'ra, katanya: "Sesunguhnya Rasulullah saw. Biasa shalat Maghrib saat matahari sudah terbenam."
594. Dari Rafi 'bin Khadij, katanya: "Kami biasa shalat Maghrib bersama Rasulullah saw. Setelah selesai shalat, kami masih dapat melihat sasaran panah kami."
595. Dari 'Urwah bin Zubair ra, katanya' Aisyah istri Rasulullah saw. bercerita: "Pada suatu malam Rasulullah saw. mengundur shalat 'Isya sampai jauh malam, sehingga dikatakan orang shalat tengah malam. Rasulullah belum juga keluar, sehingga' Umar bin Khaththab berkata:" Para wanita dan anak-anak sudahtidur. "Maka barulah beliau keluar. Setelah keluar, beliau bersabda kepada jamaah dalam masjid," Tidak ada seorang pun penduduk bumi yang menunggu-nunggu waktu shalat selain Anda sekalian. "Peristiwa itu terjadi sebelum Islam tersiar luas.
596. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu malam Nabi saw. lambat keluar untuk shalat 'Isya, sehingga sebagian malam telah berlalu dan jama'ah masjid sudah tertidur. Sesudah itu barulah Nabi saw. keluar untuk shalat. Beliau bersabda:" Kalaulah tidak akan membebani bagi umat ku , maka inilah waktu (yangbaik) untuk shalat 'Isya. "
597. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Pada suatu malam kami selalu menunggu-nunggu Rasulullah saw. Hendak shalat 'Isya. Dia baru keluar kepada kami setelah berlalu sepertiga malam atau lebih. Kami tidak tahu kesibukan apa yang terjadi dalam keluarga beliau atau mungkin barangkali karenasebab-sebab lain. Ketika ia keluar, ia berkata: "Anda semua menunggu-nunggu waktu shalat; sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh penganut agama lain selain Anda semua. Kalau tidak akan membebani bagi umat ku, sungguh-sungguh aku akan shalat bersama mereka pada waktu seperti ini. " Berikutnyabeliau perintahkan muadzin supaya adzan, sesudah itu qamat, lalu shalat. "
598. Dari Tsabit ra, katanya jamaah bertanya kepada Anas tentang cincin Rasulullah saw. Kata Anas, "Pada suatu malam Rasulullah saw. Mengundurkan shalat 'Isya sampai seperdua malam atau lebih. Sesudah itu barulah Nabi saw. Shalat. Beliau bersabda," Orang-orang sudah shalat dan mereka sudah tidur. TapiAnda semua selalu seperti berada dalam shalat selama Anda dalam menunggu-nunggu waktu shalat. "Kata Anas," Seolah-olah masih terlihat oleh ku bagaimana berkilaunya cincin Nabi saw. yang dibuat dari Perak sambil ia mengangkat jari manisnya yang kiri. "599. Dari Abu Musa ra, katanya: Aku dan para sahabatyang serombongan dengan ku dalam suatu perjalanan, berhenti di lembah Baqi '. Sedangkan ketika itu Rasulullah saw. berada di Madinah. Karena itu bergilir beberapa orang menggantikan Rasulullah saw. jadi imam ketika itu untuk shalat 'Isya setiap malam. Ketika Rasulullah saw. mengunjungi kami, beliau sedangsibuk dengan urusannya sehingga terlambat shalat 'Isya sampai larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat bersama-sama dengan mereka. Setelah selesai shalat beliau bersabda kepada yang hadir, "Perhatikanlah! Aku beritahukan dan aku gembirakan Anda semua! Sesungguhnya adalah suatu karunia Allah kepadaAnda semua, karena tidak ada orang shalat pada saat seperti ini selain Anda semua. "Sesudah itu kami pulang dengan gembira, setelah mendengar sabda Rasulullah saw. tersebut.
600. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Sesungguhnya para wanita mu'minah ikut shalat Subuh bersama-sama dengan Nabi saw. Kemudian mereka pulang dengan berselubung kain dan tidak ada yang mengenal mereka."
601. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Para wanita mu'minah ikut shalat Subuh bersama Rasulullah saw. Dengan cara berselubung kain ketika pergi dan pulang dari masjid, seorang pun tidak mengenal mereka, karena Rasulullah saw. solat ketika hari masih gelap. "
602. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat Zhuhur setelah tergelincir matahari. Shalat' Ashar ketika matahari masih bersih (belum berubah warnanya). Shalat Maghrib saat matahari sudah terbenam. Shalat 'Isya kadang-kadang diundurkannya dan kadang -kadang disegerakannya. Ketika dilihatnyajama'ah telah berkumpul, disegerakannya dan ketika mereka lambat berkumpul, diundurkannya. Dan beliau shalat Subuh ketika hari masih gelap. "603. Dari Abu Barzah Al Aslami ra, katanya:" Rasulullah saw. biasa mengundurkan shalat 'Isya sampai sepertiga malam, dan ia tidak suka tidur sebelumnya danberbicara sesudahnya. Dalam shalat Subuh, beliau baca sekitar seratus atau enam puluh ayat, dan kami selesai shalat ketika masing-masing kami telah mengenali wajah yang satu dengan yang lain. "
604. Dari Abu Dzar r.a., katanya Rasulullah saw. bertanya: "Apa yang Anda lakukan, jika semua pembesar atau kantor negeri telah sama-sama mengundurkan shalat dari waktunya? Jawab ku," Apa perintah Anda kepadaku? "Jawab Rasulullah saw.," Shalatlah kamu sendirian pada waktunya! Jika kemudian engkau dapatpula berjamaah bersama mereka, shalat pulalah, dan shalatmu itu adalah sunat (keuntungan) bagimu. "
605. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda kepada ku: Bakal terjadi sesudahku, dimana para pembesar melalaikan shalat. Karena itu shalatlah kamu tepat pada waktunya. Jika kamu shalat kembali bersama mereka, maka itu adalah suatu keuntungan (sunat) untuk mu. Jika tidak maka sesungguhnyakamu sudah menjaga shalatmu. "(pada awal waktunya).
606. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bertanya kepada ku, sambil menepuk pahaku: Apa yang engkau lakukan jika engkau berada dalam lingkungan kaum yang suka melalaikan shalat dari waktunya ?: Jawab ku," Apa perintah Anda kepadaku? "Sabda beliau, "Shalatlah pada waktunya (sekalipun sendirian).Sesudah itu selesaikanlah segala urusanmu. Jika kebetulan orang shalat berjamaah dan engkau masih berada dalam masjid, maka shalat (pulalah bersama mereka). "
607. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dua puluh lima derajat."
608. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Pahala shalat berjamaah melebihi pahala shalat sendirian dua puluh lima derajat. Malaikat malam dan siang bertemu pada waktu Subuh." Kata Abu Hurairah selanjutnya, "Karena itu bacalah Qur'an pada waktu Subuh, karena membacanya waktu Subuh disaksikanpara malaikat. "
609. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Melihat sangat sedikit orang shalat berjamaah. Karena itu beliau bersabda:" inginlah aku rasanya menyuruh seseorang mengimami shalat berjamaah (menggantikan ku), kemudian aku pergi mencari orang-orang yang tidak datang berjamaah, sesudahitu ku suruh bakar rumah-rumah mereka dengan ikatan-ikatan kayu bakar. Kalaulah mereka tahu betapa besarnya pahala yang akan mereka peroleh, niscaya mereka akan mendatanginya. "610. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat'Isya dan shalat Subuh. Kalaulah mereka tahu pahala keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Inginlah aku rasanya menyuruh seseorang menggantikan ku mengimami shalat, sesudah itu aku pergi dengan beberapa orang membawa ikatan-ikatan kayu bakar ke rumah-rumah orang yang tidakdatang shalat berjamaah, lalu dibakar rumah-rumah mereka. "
611. Dari Abu Hurairah ra, katanya seorang pria buta datang kepada Rasulullah saw., Lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Aku ini buta. Tidak ada orang yang akan menuntun ku pergi ke masjid (untuk shalat berjamaah) .Lalu dia minta agar Nabi saw. memungkinkannya shalat di rumahnya. Mula-mula Nabi saw.membolehkannya. Tetapi setelah orang itu pergi belum begitu jauh, dia dipanggil beliau kembali, seraya bertanya, "Apakah azan shalat terdengar sampai ke rumah Anda?" Jawab orang buta itu, "Terdengar, ya Rasulullah!" Sabda Nabi saw., "Kalau begitu, penuhilah panggilan azan itu!"
612. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Menurut pengamatan kami, tidak ada orang yang tertinggal shalat berjamaah, kecuali orang munafik yang jelas nifaknya, atau orang sakit yang ketika pergi shalat harus dipapah oleh dua orang ke tempat shalat. Sesungguhnya Rasulullah saw. Telah mengajarkan ajaran-ajaranagama (sunanal huda). Di antara ajaran agama
itu adalah shalat berjamaah ke masjid, bila mendengar azan. "
613. Dari Abdullah ra, katanya: "Siapa yang ingin bertemu dengan Allah kelak sebagai seorang muslim yang sempurna, maka hendaklah dia selalu shalat berjamaah setiap mendengar azan. Karena Allah telah memperkuat hukum-hukum agama kepada Nabi-Nya, di antaranya adalah shalat berjamaah itu. Andaikata Andashalat sendirian di rumah Anda, tidak datang ke masjid seperti halnya orang-orang yang tidak datang ini, berarti Anda meninggalkan "sunnah nabi" Anda. Ketika Anda meninggalkan sunnah Nabi, berarti Anda sesat. Siapa berwudhu dengan sebaik-baiknya, kemudian dia pergi ke salah satu masjid, maka dituliskanAllah baginya untuk setiap langkah yang dilangkahkannya ke masjid itu, pahala satu kebajikan dan diangkat derajatnya satu derajat, serta dihapus darinya dosa satu kejahatan. Menurut pendapat kami, orang yang tidak suka shalat berjamaah ke masjid, adalah orang-orang munafik. Namun begitu, masih ada orangyang pergi shalat berjamaah ke masjid, dipapah oleh dua orang pria sampai ia ditegakkan dalam shaf. "614. Dari 'Abdur Rahman Ibnu Abi' Amrah ra, katanya:" Pada suatu ketika 'Utsman bin' Affan masuk ke masjid sesudah shalat Maghrib, lalu dia duduk sendirian. Karena itu aku duduk dekatnya. Katanya, "Mai,anak saudaraku! Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang shalat 'Isya berjamaah, nilainya sama dengan shalat seperdua malam. Dan siapa yang shalat Subuh berjamaah, nilainya sama dengan shalat sepanjang malam." 615. Dari Jundab Al Qasri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menunaikanshalat Subuh, maka dia berada dalam perlindungan Allah. Karena itu janganlah hendaknya Allah sampai menuntut
apa-apa terhadap mu tentang perlindungan-Nya itu, karena siapa yang dituntut-Nya, akan dilemparkan-Nya ke neraka dengan muka tertelungkup. "
616. Dari 'Itban bin Malik ra, yaitu seorang sahabat Nabi saw. dari golongan Anshar yang turut dalam perang Badar, dia datang kepada Nabi saw. lalu berkata: "Ya, Rasulullah! Aku sudah buta. Sedangkan aku menjadi imam shalat bagi wargaku. Bila hari hujan, air mengalir di lembah antara rumahkudengan rumah-rumah mereka, sehingga aku tak dapat datang ke masjid mengimami mereka shalat berjamaah. Karena itu aku berharap semoga Anda sudi datang ke rumahku, lalu di sana Anda shalat di tempat ku solat dan kemudian menjadikannya Mushalla. Jawab Rasulullah saw. "Baiklah! Insya Allah aku akan datang.Besok, ketika hari telah agak siang, Rasulullah saw. dan Abu Bakar Siddiq datang. Dia minta izin masuk. Lalu ku persilakan. Tanpa duduk lebih dahulu ia langsung menanyakan. "Di manakah Anda sukai aku shalat di rumah mu ini?" Aku menunjuk ke salah satu pujok rumah. Rasulullah berdiri di sana lalubeliau takbir. Kami berdiri di belakang beliau, mengikuti beliau shalat dua rakaat. Kemudian memberi salam. Sesudah itu kami jamu beliau dengan hidangan sup daging yang telah kami sediakan untuk beliau. Penduduk desa berkumpul semuanya ke rumah ku. Seorang di antaranya bertanya, "Mana Malik bin Dukhsyun?"Yang lain menjawab, "Dia itu munafik! Dia tidak suka kepada Allah dan Rasul-Nya." Maka bersabda Rasulullah saw., "Jangan berkata begitu terhadapnya. Bukankah Anda telah menyaksikannya mengucapkan kalimah" La ilaha illallah "dengan ikhlas karena Allah?" Jawab mereka, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebihtahu. "Kami mendapat kesan, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan nasihatnya itu kepada orang-orang munafik. Sabda beliau," Sesungguhnya Allah mengharamkan api neraka bagi orang-orang yang telah mengucapkan kalimat "La ilaha illallah" dengan ikhlas karena Allah. "
617. Dari Anas bin Malik ra, katanya neneknya Mulaikah mengundang Rasulullah saw. menyantap hidangan yang disediakannya untuk beliau. Setelah selesai makan, Rasulullah saw. bersabda: "Berdirilah! Aku akan mengimami Anda semua shalat berjamaah." Kata Anas, "Aku mengambil sehelai tikar yang telah menghitamkarena telah lama dipakai, lalu ku perciki dengan air. Kemudian Rasulullah shalat di tikar itu. Aku dan seorang anak yatim berbaris di belakang beliau, dan nenek di belakang kami telah shalat mengimami kami dua rakaat, sesudah itu selesai. "618. Dari Anas bin Malik ra, katanya:" Rasulullah saw. adalahseorang yang berakhlak paling baik. Dia sering datang ke rumah kami, lalu beliau shalat di rumah itu. Dia suruh bentangkan tikar, beliau suruh sapu, kemudian diperciki air, sesudah itu beliau shalat mengimami kami, dan kami mengikutinya di belakang. Tikar kami terbuat dari pelepah kurma, "
619. Dari Tsabit ra, dari Anas bin Malik, katanya: "Nabi saw. Datang ke rumah kami, sedangkan di rumah yang ada hanya aku, ibu ku, dan bibiku. Kata beliau," Berdirilah! Aku akan mengimami, Anda shalat bukan shalat wajib "Lalu beliau shalat berjamaah dengan kami. Seorang pria bertanya kepada Tsabit,"Ketika itu di mana Anas berdiri?" Jawab Tsabit, "Di sebelah kanan Rasulullah saw." Kata Anas, "Setelah selesai shalat, beliau mendoakan kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat bagi kami seisi rumah." Kemudian ibu ku berkata kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Doakan pulalah server kecil Anda ini! (MaksudnyaAnas yang ketika itu masih anak-anak). "Lalu beliau mendoakan bagi ku kebaikan dunia dan akhirat. Akhir doa beliau itu adalah:" Allahumma aktsir maalahu wa walauahu, wa harik lahu fihiri.
620. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. shalat berjamaah bersama-sama dengannya, dengan ibunya, dan dengan bibinya. Kata Anas, "Rasulullah menyuruh ku berdiri sebelah kanan beliau, dan para wanita di belakang kami (pria)."
621. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat berjamaah pahalanya melebihi shalat sendirian yang dilakukan di rumah atau di toko dua puluh sembilan derajat. Yang demikian itu adalah ketika seseorang berwudhu sebaiknya, kemudian dia pergi ke masjid tanpa maksud lain yangmendorongnya kecuali hanya shalat. Maka setiap langkah yang dilangkahkannya meningkatkan derajatnya satu derajat, serta menghapus satu dosa darinya sampai dia masuk ke dalam masjid. Setelah berada dalam masjid, dia dipandang seperti dalam shalat selama menunggu waktu shalat tiba. Sedangkan malaikat selalumendoakannya. selama dia masih berada di tempatnya shalat, dan wudhuknya belum batal. Katanya, "Wahai, Allah! Berilah dia rahmat. Ampunilah dia dan terimalah taubatnya."
622. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya malaikat selalu mendoakan seseorang kamu, selama
dia masih berada di tempatnya shalat, dan wudhuknya belum batal. Katanya: "Wahai, Allah! Ampunilah dia, dan berilah dia rahmat." Dan dia dianggap seperti dalam shalat selama dia menunggu-nunggu waktu shalat. "623. Dari Abu Musa ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Orang yang paling besar mendapat pahalasolat, adalah orang yang paling jauh berjalan ke tempatnya shalat berjamaah. Dan orang yang menunggu-nunggu waktu shalat berjamaah pahalanya lebih besar dari orang yang shalat sendirian, sesudah itu dia tidur. "
624. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya: "Ada seorang pria, yang setahuku dialah yang paling jauh tempat tinggalnya dari masjid. Meskipun begitu dia tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah. Kata orang kepadanya," Alangkah baiknya Anda beli seekor keledai untuk tunggangan Anda, di malam gelap atau dipanas terik. "Jawabnya," Aku tidak suka tinggal dekat masjid, karena aku ingin supaya setiap langkahku pergi dan pulang dari masjid ditulis Allah pahalanya bagiku. "Sabda Rasulullah saw.," Allah mengumpulkan pahala semuanya itu bagi Anda. "625. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya: "Ada seorangpria Anshar tinggal paling jauh dari masjid Madinah. Meskipun begitu dia tidak pernah terlambat sholat berjamaah bersama-sama dengan Nabi saw. Karena itu kami merasa kasihan kepadanya. Lalu kuanjurkan kepadanya, "Hai, Fulan! Alangkah baiknya kamu beli seekor keledai untuk melindungi mu dari terik panasdan dari ular-ular tanah yang berbisa. "Jawabnya," Ketahuilah! Aku tidak senang rumahku diikatkan ke rumah Nabi Muhammad saw. "Kata Ka'ab," Aku merasa keberatan dengan ucapannya itu. Karena itu aku datang kepada Nabi saw., Lalu ku sampaikan kepada beliau keberatanku terhadap ucapan orang itu. "SahutNabi saw., "Panggillah dia!" Setelah berhadapan dengan beliau, orang itu bahkan mengulang ucapannya dan menambahkan harapannya pahala bagi setiap langkah yang dilangkahkannya pulang pergi ke masjid. Maka bersabda Nabi saw. kepadanya, "Anda pasti mendapatkan apa yang Anda harapkan."
626. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rumah kami jauh dari masjid. Karena itu kami ingin membeli rumah yang dekat ke masjid. Tetapi Rasulullah saw. Melarang kami, sabdanya:" Untuk setiap langkah yang kamu langkahkan ke masjid, kamu mendapat imbalan satu derajat. "
627. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia pergi ke masjid menunaikan shalat wajib, maka setiap dia melangkah dua langkah, langkahnya yang pertama menghapus satu dosa, sedangkan langkah yang kedua mengangkat derajat antara satu derajat."
628. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: (tetapi di dalam hadis B disebutkan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda): "Bagaimana pendapat Anda, jikalau sebuah sungai mengalir di depan rumah Anda, di mana Anda mandi setiap hari lima kali, masih adakah kotoran yang melekatdi tubuh Anda? "Jawab mereka," Tidak, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Seperti itulah shalat yang lima Waktulah menghapus dengannya segala dosa-dosa kecil. "629. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Siapa yang datang ke masjid pagi-pagi atau setelah matahari tergelincir (maksudnya lebih awaldari waktu shalat), maka disediakan Allah baginya tempat di surga setiap kali dia datang. "
630. Dari Simak bin Harb, dia bertanya kepada Jabir bin Samurah ra, katanya: "Pernahkah Anda duduk bersama Rasulullah saw.?" Jawab Jabir, "Ya, seringkali! Sesudah shalat Subuh, ia belum berdiri dari tempatnya shalat hingga matahari terbit. Ketika matahari telah terbit, barulah beliau berdiri.Sedangkan para sahabat berbicara sesama mereka, membicarakan urusan mereka saat jahiliyah, lalu mereka tertawa, dan Nabi saw. ikut tersenyum. "
631. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda "Yang paling disukai Allah dalam suatu negeri adalah masjidnya. Dan yang paling dibenci Allah adalah pasarnya." 632. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu bertiga, angkatlah seorang jadi imam. Dan yangpaling baik jadi imam adalah yang paling pandai membaca. "
633. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang pantas jadi imam (shalat berjamaah) adalah yang paling pandai membaca Kitabullah. Jika ternyata mereka sama pandai, maka yang paling alim tentang sunnah. Jika ternyata mereka sama alim, maka yang paling dahulu hijrah.Jika ternyata mereka bersamaan pula hijrah, maka yang paling dahulu masuk Islam. Janganlah kamu menjadi imam dalam wilayah kekuasaan orang lain, dan jangan pula duduk di tempat yang disediakan khusus untuk kemuliaan seseorang, kecuali dengan izinnya. "
634. Dari Malik bin Huwairits ra, katanya: "Kami datang kepada Rasulullah saw., Sedangkan kami adalah pemuda-pemuda yang hampir sebaya semuanya. Kami menetap di samping Rasulullah saw. Selama dua puluh malam. Dia seorang yang penyantun dan lemah lembut. Mungkin ia menyangka, kami sudah merindukankeluarga kami, lalu dia bertanya tentang keluarga kami itu. Setelah kami jelaskan, maka beliau menyuruh kami pulang. Sabda beliau, "Pulanglah ke keluargamu masing-masing. Tetaplah di samping mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka shalat. Ketika waktu shalat telah tiba, maka azanlah salahseorang kamu, kemudian jadikan imam yang tertua di antara kamu. "
635. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pernah setelah Rasulullah saw. Selesai membaca" Sami'allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu, "kemudian ia masih sedang berdiri membaca doa 'sebagai berikut:" Allahumma anjil Walid Ibnal Walid, wa Salamah bin Hisyam, wa iyasy bin Abi Rahi'ah, wal mustadh'afinaminal mukminin. Allahummasydud wathataka 'ala'Mudhar, waj'alha' alaihim kasini Yusuf AIlahummal'an Lihyana, wa Ri'lalla, wa Dzakwana, wa 'Ushayyata,' ashatillaha wa rasulahu. "Kemudian kami dapat kabar bahwa beliau meninggalkan doa itu setelah turun ayat: "Laisa laka minal amri syaiun au yatuba 'alaihimau yu'adz dzibahum fainnahum zhalimun. (Al 'Imran: 128)
636. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Demi Allah! Akan kuajarkan kepada mu cara shalat Rasulullah saw. Maka Abu Hurairah qunut saat shalat Zhuhur, 'Isya dan Subuh, mendoakan kebaikan bagi orang-orang mukmin dan mengutuk orang-orang kafir."
637. Dari Muhammad ra, dia bertanya kepada Anas ra, katanya: "Apakah Rasulullah saw. Qunut dalam shalat subuh?" Jawab Anas, "Ada! Artinya sesudah ruku '."
638. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah qunut sebulan lamanya dalam shalat subuh sesudah ruku ', yaitu mengutuk kabilah-kabilah Ri'il, Dzakwan dan' Ushliyyah, karena mereka mendurhakai Allah dan Rasul-Nya."
639. Dari Al Barra 'bin' Azib ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah qunut dalam shalat Subuh dan Maghrib."
640. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Kembali dari perang Khaibar, beliau berjalan tengah malam, sehingga dia mengantuk, lalu ia berhenti dan duduk untuk tidur. Beliau bersabda kepada Bilal," Bangunkan kami bila waktu Subuh tiba. " Sementara itu Bilal shalat seberapadapat dilakukannya, sedangkan Nabi saw. dan sahabat-sahabat yang lain tidur. Ketika fajar hampir terbit, Bilal bersandar ke mobilnya menunggu fajar terbit. Tapi dia sangat mengantuk dan tertidur ketika sedang bersandar itu, sehingga dia tidak dapat mengembangkan Rasulullah saw. dan para sahabatyang lain,
sampai sinar matahari mengenai mereka. Yang pertama terbangun
ialah Rasulullah saw. Ketika ia terbangun, ia bertanya, "Mana Bilal?" Jawab Bilal, "Demi Allah! Aku tertidur, ya Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Bersiaplah semua!" Lalu mereka siapkan kendaraan mereka. Kemudian Rasulullah saw. mengambil wudhuk dan menyuruh Bilal qamat. Setelah Bilal qamat,Nabi saw. mengimami mereka shalat Subuh. Setelah selesai shalat, beliau bersabda: "Siapa yang lupa shalat, maka hendaklah dia shalat ketika ingat. Sesunguhnya Allah berfirman:" Tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku. "
641. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Rasulullah saw. Berpidato di hadapan kami. Antara lain beliau bersabda: Kamu akan berjalan sejak sore dan sepanjang malam. Insya Allah baru akan bertemu air esok." Tim terus berjalan tanpa menoleh satu sama lain. Kata Abu Qatadah, "Ketika hari sudah larutmalam, aku berada di samping beliau - Rasulullah saw. mengantuk, sehingga duduknya di atas kendaraan jadi miring. Aku mendekati dia, dan menopang beliau tanpa membangunkannya, sehingga duduk beliau di atas kendaraan lurus kembali. Kemudian beliau miring pula kembali, lalu kuluruskan pula. Demikianlahkulakukan sepanjang jalan pada malam itu, sehingga akhirnya ketika waktu sahur tiba, beliau sangat miring dari sebelumnya dan hampir jatuh. Aku mendekati dia dan menopangnya. Dia terbangun dan mengangkat kepalanya seraya berkata, "Siapa ini?" Jawab ku, "Abu Qatadah!" Tanya dia, "Sejak bilaengkau berjalan seperti ini di sampingku? "Jawab ku," Sudah sejak sepanjang malam. "Kata beliau," Semoga Allah selalu menjagamu karena kamu telah menjaga Nabi-Nya. Apakah kita telah ketinggalan? Masih adakah orang sekitar kita? "Jawab ku," Ini ada beberapa orang pengendara. "Ternyata kami semua adatujuh orang. Tiba-tiba Rasulullah saw. menyimpang dari jalan, lalu merebahkan diri seraya bersabda: "Jaga waktu shalat!" Yang pertama terbangun adalah Rasulullah saw., Yaitu ketika sinar matahari telah mengenai punggungnya. Kami pun bangun dengan terkejut. Beliau bersabda, "Mari berangkat!" Kami berangkatdan terus berjalan. Ketika matahari telah agak meninggi, ia berhenti dan meminta air yang kubawa untuk berwudhu. Dia berwudhuk tidak seperti biasanya, tapi agak ringan, namun melengkapi semua anggota wudhu. Setelah beliau berwudhu, air masih bersisa di ember sedikit. Sabda beliau, "Simpanair ini baik-baik, nanti akan ada gunanya bagi kita. "Kemudian Bilal azan. Sesudah itu Rasulullah saw. shalat dua rakaat (sunat fajar), kemudian shalat Subuh, seperti yang biasa dilakukan beliau setiap hari. Kata Abu Qatadah," Sesudah solat , Rasulullah saw. mengendarai kendaraannya. Kami melanjutkan perjalanansambil berbisik-bisik satu sama lain, apakah kiranya tebusan perbuatan kita karena kita telah menyia-nyiakan shalat? "Sabda Rasulullah saw." Bukankah peristiwa itu suatu contoh bagimu? Ketahuilah, bahwa karena ketiduran tidak berarti menyia-nyiakan shalat. Yang termasuk menyia-nyiakan shalat adalah orang yangtidak shalat sampai datang waktu shalat yang berikutnya. Sedangkan orang yang ketiduran, hendaklah dia shalat bila dia terbangun. Selanjutnya, hendaklah dia shalat tepat pada waktunya. "Kemudian beliau bertanya," Bagaimana pendapat Anda tentang orang-orang yang telah dahulu dari kita? Mereka berjalanlebih dahulu tanpa Nabi mereka. Abu Bakar dan 'Umar menduga bahwa kita berada di belakang mereka. Tapi yang lain-lain mengatakan, ia telah dahulu- Kalaulah mereka mengikuti Abu Bakar dan 'Umar, tentulah mereka benar. Kata Abu Qatadah, "Kami dapat menyusul mereka ketika hari telah tinggi dan panastelah terik. "Kata mereka," Ya, Rasulullah! Celaka kami-kami kehausan! "Jawab Rasulullah saw.," Tidak! Kalian tidak akan celaka. "Kemudian beliau meminta gelas dan bejana wudhuknya yang berisi sisa air wudhu beliau tadi, lalu ia tuang ke dalam gelas. Sedangkan Abu Qatadah membagi-bagikannya kepadamereka. Karena air yang tersedia dalam bejana hanya sedikit, mereka berebut-rebutan. Maka bersabda Rasulullah saw., "Jangan berebut! Setiap kamu akan dapat minum sepuas-puasnya." Mereka patuh akan perintah Nabi saw. tersebut. Dia terus menuangkan air ke gelas sedangkan aku membagi-bagikannya kepadamereka, sehingga akhirnya tidak ada lagi yang tertinggal selain aku dan Rasulullah saw. Rasulullah saw. menuangkannya pula dan mengatakan kepada ku, "Sekarang giliran kamu yang minum." Jawab ku, "Aku tidak akan minum sebelum Rasulullah saw. Minum." Sabda beliau. "Si pemberi minum orang banyak harusnyaminum penghabisan kali. "Karena itu aku minum lebih dahulu dan sesudah itu barulah Rasulullah saw. Dengan sisa air wudhu yang sedikit itu, seluruh tim jadi segar dan puas."
642. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya: "Aku pernah berjalan sepanjang malam bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanan. Ketika hari hampir Subuh, kami berhenti, lalu kami tertidur sampai matahari terbit. Yang pertama terbangun adalah Abu Bakar . Dan kami tidak berani mengembangkan Nabisaw.dari tidurnya, sehingga ia bangun sendiri. Kemudian bangun pula 'Umar, lalu dia berdiri dekat Nabi saw. dan takbir keras-keras, sehingga Rasulullah saw. terbangun karenanya. Ketika ia mengangkat kepala, dilihatnya matahari sudah terbit. Beliau bersabda, "Ayo, berangkat!" Kami melanjutkanperjalanan, sehingga saat matahari telah tinggi, Rasulullah saw. berhenti, kemudian shalat Subuh bersama kami. Kecuali seorang pria, dia tidak ikut shalat dan memencilkan diri dari kami. Setelah selesai shalat Rasulullah saw. bertanya kepadanya, "Hai, Fulan! Apa sebab engkau tidak ikut solatbersama kami? "Jawabnya," Aku junub, ya, Nabiyallah. "Lalu Nabi saw. menyuruhnya tayammum dengan tanah, dan sesudah itu dia shalat. Kemudian, setelah kami melanjutkan perjalanan kami kembali,
Rasulullah saw. menyuruh ku berjalan lebih dahulu untuk mencari air karena kami telah kehausan. Sekonyong-konyong kami bertemu dengan seorang wanita menjuntaikan kakinya antara dua buah mazadah (tempat air atau qirbah besar). Lalu kami bertanya, "Di mana kami bisa mendapatkan air?" Jawabwanita itu, "Jauh, jauh sekali. Anda tidak akan dapat menemukannya." Tanya kami, "Berapa jauhnya antara desa dengan tempat air itu?" Jawabnya, "Sehari semalam perjalanan." Kata kami, "Mari kita menemui Rasulullah saw." Jawabnya; "Rasulullah? Apa itu Rasulullah?" Sejak itu kami tidak membiarkannyalagi, sehingga dia kami giring sampai ke hadapan Rasulullah saw. Dia bertanya seperti apa yang kami tanyakan, dan dia menjawab seperti jawabannya kepada kami. Selanjutnya dia menceritakan bahwa dia memiliki beberapa orang anak yatim yang masih kecil. Kemudian Nabi saw. menyuruh dudukkanuntanya. Lalu Nabi menyedot air dari kedua qirbah itu dengan mulutnya, kemudian disemburkannya kembali. Sesudah itu unta disuruhnya berdiri. Lalu tim kami yang kehausan sejumlah empat puluh orang minum sepuas-puasnya. Bahkan kami mengisi semua qirbah kami, serta segala tempat air yang ada pada kami,kami isi sampai penuh. Begitu pula teman kami yang junub kami suruh mandi. Hanya kamilah yang tidak dibeli minum. Meskipun begitu, kedua tempat air wanita itu masih penuh seperti sedia kala, bahkan melebihi semula. Kemudian Nabi saw. bersabda, "Kumpulkan makanan yang ada pada kamu semuanya." Lalu kamikumpulkan sisa-sisa makanan yang ada pada kami, kemudian diserahkan Nabi saw. kepada wanita itu, seraya berkata: "Pulanglah Anda! Berikan makanan ini kepada keluargamu. Dan ketahuilah, bahwa aku tidak mengurangi sedikit jua pun air yang kamu bawa." Ketika wanita itu sampai di kampungnya, dia berceritakepada mereka peristiwa air yang dialaminya bersama Nabi saw. dan para sahabat beliau. Katanya, "Tadi aku bertemu dengan tukang sihir yang sangat pandai, atau mungkin sesungguhnya dia itu Nabi sebagaimana dia katakan." Setelah itu penduduk kampung itu masuk Islam semuanya, termasuk wanita itu, olehpetunjuk dari Allah berkat peristiwa yang dialami wanita tersebut. "
643. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang lupa shalat, maka hendaklah ia tunaikan segera ketika dia ingat. Tidak ada denda baginya kecuali hanya itu."
644. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang lupa shalat atau tertidur, maka dendanya adalah menunaikannya segera ketika ingat." 645. Dari Anas bin Malik r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu tertidur sebelum shalat, atau lalai daripadanya, maka hendaklah kamutunaikan ketika ingat. Sesungguhnya Allah berfirman: Tegakkanlah shalat untuk mengingat Ku. "
646. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Pada mulanya shalat diwajibkan dua-dua rakaat bagi orang yang menetap dan bagi musafir. Kemudian jumlah itu ditetapkan bagi musafir khusus, sedangkan bagi orang yang menetap (muqim) ditambahkan."
647. Dari Ya'la bin Umayyah ra, bahwasanya dia pernah bertanya kepada 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang ayat:" La i' aillikum an taqshuru minash shalati in khiftum an yaftinakumul llidzina kafaru "(AnNisa: 101 ) bukankah sekarang telah aman? " Jawab 'Umar, "Aku jugapernah memikirkan apa yang engkau pertanyakan itu. Lalu kutanyakan langsung kepada Rasulullah saw. Jawab beliau: Hal itu adalah suatu kelapangan dari Allah yang diberikan-Nya kepada mu. Maka terimalah karunia itu. "
648. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Allah mewajibkan shalat melalui lidah Nabi saw., Empat rakaat ketika muqim (menetap), dua rakaat ketika bepergian, dan satu rakaat ketika takut."
649. Dari 'Isa bin Hafash bin' Ashim bin 'Umar bin Khaththab ra, dari ayahnya, katanya: "Aku pernah berjalan bersama Ibnu' Umar dalam suatu perjalanan menuju Makkah. Dalam perjalanan itu dia mengimami kami shalat Zhuhur dua rakaat. Setelah selesai shalat dia pergi, dan kami mengikutinya sampaike tempatnya dan duduk bersama-sama dengan dia. Sebentar kemudian dia menoleh ke tempat shalat dan dilihatnya masih banyak orang yang shalat. Lalu dia bertanya, "Apa yang diperbuat orang-orang itu?" Jawab ku, "Mereka shalat sunat." Kata Ibnu 'Umar, "Kalaulah aku harus shalat sunat pula (sesudah qashar),lebih baik Kucukupkan solat ku. Hai, anak saudaraku! Aku sering menyertai Rasulullah saw. dalam perjalanan. Beliau shalat (dalam setiap perjalanan itu) tidak pernah lebih dari dua rakaat, sampai beliau meninggal. Aku juga sering menemani Abu Bakar dalam perjalanan. Dia juga shalat (dalam perjalananitu) tidak pernah lebih dari dua rakaat, sampai dia meninggal. Aku juga sering menemani 'Umar dan' Usman, mereka shalat (dalam perjalanan itu) tidak lebih dari dua rakaat, sampai mereka meninggal. Kemudian beliau membaca firman Allah: "Laqad kana lakum fi Rasulutlahi uswatun hasanatun" (Al Ahzab: 21)
650. Dari Anas bin Malik r .a., Katanya: "Aku shalat Zhuhur beserta Rasulullah saw. Di Madinah empat rakaat dan shalat 'Ashar di Dzulhulaifah dua rakaat."
651. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Kami pergi bersama Rasulullah saw. Dari Madinah ke Makkah. Selama dalam perjalanan beliau shalat dua-dua rakaat sampai tiba kembali di Madinah. Tanya ku," Berapa lama dia tinggal di Makkah? "Jawabnya," Sepuluh hari. "
652. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat di Mina dua rakaat. Begitu pula Abu Bakar sepeninggal beliau, 'Umar sepeninggal Abu Bakar, dan' Usman pada awal pemerintahannya. Kemudian 'Usman shalat empat rakaat. Pada waktu pemerintah' Usman itu, ketika Ibnu 'Umar shalat mengikuti Imam,dia shalat empat rakaat, dan ketika dia shalat sendirian, dia shalat dua rakaat.
653. Dari Nafi 'ra, katanya: "Pada suatu malam yang dingin dan berangin, Ibnu' Umar azan untuk shalat. Lalu dia membaca:" Ala Shalla fir rihal "(Silakan shalat di tempat masing-masing). Setelah selesai azan dia berkata , "Dalam suatu perjalanan di malam yang dingin dan hujan, Rasulullah saw. memerintahkansehingga membaca dalam azan: 'Ini shallu fir rlIuzl "(Silakan shalat di tempat masing-masing).
654. Dari Jabir ra, katanya: "Kami pergi bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanan. Tiba-tiba hari hujan lebat. Maka bersabda beliau," Silakan bagi yang ingin shalat di tempat masing-masing. "
655. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya: "Ketika hari hujan dia memerintahkan kepada muadzinnya sesudah membaca" Asyhadu Anla la, ilaha illallah, asyhadu onna Muhammadar Rasulullah "jangan baca" Hayya 'alash shalah "tetapi membaca" Shallu li buyutikum " (Silakan shalat di rumah masing-masmg). Mendengarbacaan itu, orang banyak menyalahkannya. Kata Ibnu 'Abbas, "Mengapa Anda sekalian menyalahkannya? Orang yang lebih baik dari ku (yakni Rasulullah saw.) Bahkan melakukannya. Berjamaah memang penting. Tapi aku tidak ingin memaksa Anda sekalian berjalan di tanah becek dan licin."
656. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya, "Rasulullah saw. Pernah shalat sunat dalam perjalanan di atas untanya. Dia menghadap ke arah mana saja unta itu menghadap."
657. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah, Rasulullah saw. Shalat di atas kendaraannya. Dia menghadap ke mana saja unta itu menghadap." Tentang hal itu beliau bersabda: "Allah telah berfirman:" Fa ainama tuwallu fatsamma wajhullah "(Al Baqarah: 115)
658. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Shalat di atas himar (keledai). Dan ketika itu ia sedang menuju Khaibar."
659. Dari Sa'id bin Yasar ra, katanya: "Aku berjalan bersama Ibnu 'Umar dalam suatu perjalanan ke Makkah Ketika hari hampir Subuh, aku turun dari kendaraan ku lalu aku shalat witir. Sesudah itu ku susul dia. Ibnu' Umar bertanya kepada ku, "Ke mana saja Anda?" Jawab ku, "Hari hampir Subuh, karenaitu aku
turun lalu shalat witir. "Kata 'Abdullah," Bukankah Rasulullah itu ikutan Anda? "Jawab ku," Ya, benar! "Katanya, Rasulullah saw. shalat witir di atas unta."
660. Dari Salim bin 'Abdullah ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Shalat sunnah (nafilah) dan witir di atas kendaraan, dan beliau menghadap ke mana saja kendaraan itu menghadap. Tapi beliau tidak pernah shalat wajib di atas kendaraan."
661. Dari Ibnu Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Bergegas dalam perjalanan, ia jama '(himpun) shalat Maghrib dengan' Isya."
662. Dari Nafi 'ra, katanya: "Bahwasanya Ibnu Umar, bila dia terburu-buru dalam perjalanan, maka dijama'kannya shalat Maghrib dengan shalat Isya' setelah hilang mega merah. Katanya," Bahwasanya Rasulullah saw. pernah menjama 'Maghrib dengan Isya', ketika ia bergegas dalam perjalanan. "
663. Dari Salim bin 'Abdullah ra, bahwasanya ayahnya berkata: "Aku melihat Rasulullah saw. Terburu-buru dalam suatu perjalanan, beliau mengundurkan shalat Maghrib dan menjama'nya dengan shalat Isya'."
664. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Bila Rasulullah saw. Berangkat memulai suatu perjalanan sebelum matahari tergelincir, beliau undurkan shalat Zhuhur sampai 'Ashar kemudian beliau jama' keduanya. Bila matahari telah tergelincir sebelum beliau berangkat, beliau shalat Zhuhur lebih dahulu, sesudah itubaru berangkat. "
665. Dari Anas r.a., dari Nabi saw. katanya: "Ketika beliau tergesa dalam suatu perjalanan, maka diundurkannya shalat Zhuhur ke waktu 'Ashar, kemudian dijama'nya keduanya. Dan diundurkannya solat Maghrib ke waktu' Isya, kemudian dijama'nya keduanya ketika telah hilang mega merah."
666. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pemah menjama 'shalat Zhuhur dan' Ashar, Maghrib dan Isya 'tidak ketika takut dan tidak pula dalam perjalanan."
667. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah menjama' shalat Zhuhur dan 'Ashar di Madinah, tidak pada waktu takut (perang atau dalam keadaan bahaya) dan tidak pula dalam perjalanan. Kata Abu
Zubair, dia menanyakan hal itu kepada Sa'id, katanya: "Kenapa Rasulullah saw. Sampai berbuat demikian?". Jawab Sa'id, "Aku pun pernah bertanya seperti itu kepada Ibnu 'Abbas, maka jawa Ibnu' Abbas:" Dia ingin untuk tidak menyulitkan umatnya. "
668. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: Dalam suatu perjalanan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam perang Tabuk, Rasulullah saw. menjama 'shalat-shalat Zhuhur,' Ashar, Maghrib dan 'Isya. Kata Sa'id, dia pernah menanyakan hal itu kepada Ibnu 'Abbas, apa sebab Nabi saw. melakukan demikian. Jawab Ibnu 'Abbas,"Dia ingin untuk tidak menyulitkan umatnya."
669. Dan Mu'adz bin Jabal ra, katanya: "Ketika terjadi perang Tabuk, Rasulullah saw. Menjama 'shalat Zhuhur dengan' Ashar, dan shalat Maghrib dengan shalat 'Isya. Lalu kutanyakan kenapa dia melakukan itu. Jawabnya, karena ia tidak ingin menyulitkan umatnya. "
670. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berada di Madinah, beliau pernah menjama' shalat Zhuhur dengan 'Ashar, dan shalat Maghrib dengan Isya', tidak pada saat perang dan tidak pula ketika hujan. Wakil bertanya kepada Ibnu 'Abbas, "Apa sebabnya Nabi saw. melakukannya? "Jawab Ibnu'Abbas, "Supaya tidak menyulitkan umatnya."
671. Dari 'Abdullah bin Syaqjq ra, katanya: "Pada suatu hari sesudah' Ashar, Ibnu 'Abbas memberikan pengajian di depan kami sampai terbenam matahari dan bintang-bintang sudah terbit. Lalu jamaah berteriak," Solat! Solat! "Bahkan seorang pria Bani Tamim langsung berdiri ke depan Ibnu 'Abbas,beliau berkata, "Solat! Solat" Kata Ibnu 'Abbas, "Apakah engkau hendak mengajari ku tentang Sunnah Nabi, yang
engkau belum tahu? Aku melihat Rasulullah saw. menjama 'shalat Zhuhur dan' Ashar, dan Maghrib dengan Isya '. "Kata Abdullah bin Syaqiq," Aku ragu kebenaran ucapan Ibnu' Abbas itu. Karena itu aku bertanya kepada Abu Hurairah. Ternyata Abu Hurairah membenarkan ucapan Ibnu 'Abbas itu. "672. Dari As Suddira, dia bertanya kepada Anas ra, katanya: "Ke mana seharusnya aku berpaling sesudah shalat?" Jawab Anas, "Kalau aku ke kanan; karena kulihat Rasulullah saw. Selalu berpaling ke kanan sesudah shalat."
673. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Ketika kami shalat di belakang Rasulullah saw., Kami lebih suka berada di sebelah kanan beliau, karena sesudah shalat beliau menghadapkan wajahnya ke kami (ke kanan). Bahkan aku pernah mendengar beliau membaca doa: 'Rabbi qini' adzalku Yawrifil tab'atsu aw tajrna'u'Ibadalea. 674. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila shalat telah diqamatkan, maka tidak ada lagi shalat sesudah itu kecuali shalat wajib."
675. Dari Ibnu Buhainah ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika shalat Subuh telah diqamatkan, Rasullullah saw. Melihat seseorang pria shalat sunnah. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepadanya," Apakah Anda salat Subuh empat rakaat? "
676. Dari Abu Usaid r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu masuk masjid, maka ucapkanlah: 'Allahummahftah li abwaba ralunatika'.Dan bila keluar, ucapkan:" Allahumma ini asaluka min fadhlika. "
677. Dari Abu Qatadah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu masuk masjid shalatlah lebih dahulu dua raka'at sebelum kamu duduk."
678. Dari Abu Qatadah ra, yaitu sahabat Rasulullah saw., Katanya: "Pada suatu ketika, aku masuk masjid ketika Rasulullah sedang memberikan pengajian kepada orang banyak. Lalu aku langsung saja duduk di antara mereka". Maka bersabda Rasulullah saw., "Apa yang menghalangi Anda untuk shalat dua rakaatsebelum Anda duduk? "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Karena kulihat Anda sama-sama duduk bersama orang banyak. Sabda beliau, "Bila masing-masing kamu masuk masjid, maka jangan duduk sebelum shalat lebih dahulu dua raka'at."
679. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Aku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ketika
pulang, aku terlambat karena untaku letih. Rasulullah saw. tiba lebih dahulu dari ku, sedangkan aku tiba esok pagi. Aku langsung menuju masjid, dan ku temukan beliau sedang berada di pintu masjid. Beliau bertanya, "Apakah Anda baru tiba!" Jawab ku, "Ya." Sabda beliau, "Tinggalkan untamu, masuk kemasjid, lalu shalatlah dua rakaat! "Kata Jabir," Aku masuk ke masjid, lalu shalat dua rakaat, sesudah itu baru aku pulang rumahku. "
680. Dari Ka'ab bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa tiba dari perjalanannya, siang hari waktu dhuha. Ketika ia tiba, pertama kali ia pergi ke masjid, lalu shalat di situ dua rakaat, dan sesudah itu ia duduk -duduk beristirahat di dalam. "
681. Dari 'Abdullah bin Syaqiq ra, katanya: "Aku pernah bertanya kepada' Aisyah ra," Apakah Nabi saw. shalat sunnah Dhuha? "Jawab 'Aisyah," Tidak! Beliau shalat sunnah (ketika Dhuha) karena baru tiba dari perjalanan jauh. "682. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Aku tidak pernah melihatNabi saw. solat sunat Dhuha, sekali-kali tidak! Tapi aku selalu mengerjakannya, sekalipun ia tidak. Sesungguhnya ia menyukai amal
tersebut, tetapi ia khawatir umat selalu mengamalkannya, lalu dianggap wajib. "683. Dari Mu'adzah ra, dia bertanya kepada 'Aisyah ra, katanya:" Berapa rakaat Rasulullah saw. shalat dhuha? "Jawab 'Aisyah," Empat rakaat, dan sesudah itu ia tambah berapa disanggupinya. "684. Dari Ummu Hanira, katanya: "Pada hari penaklukan Makkah, Nabi saw. masuk ke rumahnya lalu dia shalat delapan rakaat, yang belum pernah dilihatnya beliau shalat sependek itu, tetapi cukup sempurna ruku 'dan sujudnya." 685. Dari 'Abdullah bin Harits bin Naufal ra, katanya dia mencari-cari orang yang dapat mengajarkankepadanya tentang shalat Dhuha Rasulullah saw. Tapi tiada yang ditemukannya selain Ummu Hani bin Abu Thalib. Katanya: "Dia mengabarkan kepada ku, bahwa Rasulullah saw. Datang ke rumahnya setelah hari agak tinggi pada hari penaklukan Makkah, lalu dia minta sehelai kain untuk menutup tempatnya mandi.Setelah mandi, beliau shalat delapan rakaat, yang aku tidak tahu manakah di antaranya yang lama, berdirinya, rukuknya, atau sujudnya, karena semuanya hampir sama saja lamanya. Kata Ummu Hani ', "Aku belum pernah melihat beliau mengerjakan shalat seperti itu sebelum dan sesudahnya."
686. Dari Ummu Hani 'ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah shalat delapan rakaat di rumahnya pada tahun penaklukan Mekah, dengan berselimut sehelai kain."
687. Dari Abu Dzar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Setiap orang memiliki sumber sedekah. Setiap tasbih, tahmid, tahlil dan takbir adalah sedekah. Amar Ma'ruf sedekah, nahi mungkar sedekah. Dan semuanya itu sama nilainya dengan dua rakaat shalat Dhuha. " 688. Dari Abu Hurairah r .a., Katanya: "Sahabatku(Yaitu Rasulullah saw.) Berwasiat kepadaku tiga hal: (a) puasa tiga hari setiap bulan. (B) shalat dhuha dua raka'at. (C) shalat witir sebelum tidur. "
689. Dari Abu Darda 'ra, katanya: "Sahabatku yang tercinta (Rasulullah saw.) Mewasiatkan kepadaku tiga macam amal yang tidak pernah kutinggalkan selama hidupku: (a) Puasa tiga hari setiap bulan. (B) Solat Dhuha. (C) shalat witir sebelum tidur. "
690. Dari Ibnu 'Umar, Hafshah Ummul Mukminin mengabarkan kepadanya, bahwa ketika muadzin telah selesai azan Subuh. Rasulullah saw. solat lebih dahulu dua raka'at sebelum qamat.
691. Dari Hafshah ra, katanya: "Ketika fajar telah terbit, biasanya Rasulullah saw. Tidak mengerjakan shalat yang lain-lain, kecuali shalat pendek dua raka'at (yaitu sunat fajar)."
692. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Apabila telah terdengar azan Subuh, biasanya Rasulullah saw. Shalat singkat dua raka'at (yaitu sunat fajar)."
693. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Biasanya Nabi saw. Selalu mengerjakan shalat singkat dua raka'at antara adzan dan qamat Subuh."
694. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Selalu shalat sunnah fajar dua rakaat dengan singkat, sehingga aku berucap, apakah beliau membaca surat Al-Fatihah?"
695. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Di antara segala solat sunat, yang sangat dijaga oleh Rasulullah saw. Adalah shalat sunat dua rakaat sebelum Subuh."
696. Dari 'Aisyah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Dua rakaat sunat fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya." 697. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Biasanya dalam dua rakaat sunat Fajar, pada raka'at pertama Rasulullah saw. Membaca:" Qui ya ayyuhal kafirun. "(Surat Al Kafirun), dan pada rakaatkedua, "Qul huwallahu ahad." (Surat Al Ikhlash). "
698. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Biasanya dalam raka'at pertama sunat fajar, Rasulullah saw. Membaca ayat:" Qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina "(Al Baqarah: 136) pada raka'at kedua, ayat:" Amanna billahi wasyhad bianna musmun. "(Al Maidah: 111)
699. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Dalam raka'at pertama sunat fajar, Rasulullah saw. Pernah membaca ayat:" Qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina (Al Baqarah: 136) dan pada raka'at kedua, ayat: ta 'alau ila kalimatin sawain bainana wa bainakum "(Al' Imran: 64) 700. Dari Ummu Habibah r .a., katanyadia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengerjakan shalat (sunnah rawatib) dua belas rakaat sehari semalam, dibuatkan Allah baginya rumah di surga. Kata Ummu Habibah," Semenjak aku mendengar hadis itu diucapkan Rasulullah saw. aku tidak pernah meninggalkannya. "
701. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku pernah sholat (sunnah rawatib) bersama Rasulullah saw., Dua raka'at sebelum Zhuhur, dan dua raka'at sesudahnya. Dua rakaat sesudah Maghrib, dua raka'at sesudah Isya, dan dua rakaat sesudah Jum'at. Adapun pada Maghrib, Isya 'dan Jum'at, aku shalat bersama-samadengan dia di rumahnya. "
702. Dari 'Abdullah bin Syaqiq r.a. katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra, tentang shalat sunat
rawatib yang pernah dikerjakan Rasulullah saw. Katanya, "Beliau shalat di rumahku empat rakaat sebelum Zhuhur, kemudian ia pergi ke masjid mengimami shalat orang banyak. Sesudah itu ia pulang, lalu shalat pula di rumahku dua raka'at. Kemudian beliau pergi mengimami shalat, Maghrib orang banyak,sesudah itu beliau pulang, lalu shalat di rumah dua raka'at. Kemudian ia pergi mengimami shalat Isya '. Sesudah itu ia pulang, lalu shalat di rumah dua raka'at. Dan biasanya dia selalu shalat tengah malam sembilan raka'at, termasuk di dalamnya sunat witir. Kadang-kadang beliau shalat sepanjangmalam dengan berdiri dan kadang-kadang duduk. Ketika ia membaca sambil berdiri, maka dia ruku 'dan sujud sambil berdiri pula. Ketika ia membaca sambil duduk, maka dia ruku 'dan sujud sambil duduk pula. Dan kalau fajar sudah terbit, beliau shalat pula dua raka'at (sunat fajar). "
703. Dari 'Abdullah bin Syaqiq Al' Uqaily ra, katanya mereka bertanya kepada Aisyah ra tentang solat (sunat malam) Rasulullah saw. Jawab 'Aisyah ra, "Kadang-kadang beliau shalat berdiri dan kadang-kadang duduk. Ketika beliau memulai shalat dengan berdiri maka beliau ruku' sambil berdiri pula.Dan ketika beliau memulai shalat sambil duduk, maka beliau ruku 'sambil duduk pula. "704. Dari' Aisyah ra, katanya:" Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah shalat (sunat malam) sambil
duduk. Karena itu ia juga membaca sambil duduk. Kemudian, ketika bacaannya tinggal sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, ia berdiri sehingga bacaannya habis. Sesudah itu beliau ruku ', lalu sujud, dan setelah itu raka'at kedua beliau kerjakan seperti
itu pula. "
705. Dari 'Abdullah bin Syaqiq ra, bahwasanya dia bertanya kepada' Aisyah ra, katanya: "Apakah Nabi saw. Shalat sambil duduk?" Jawab 'Aisyah, "Ada! Yaitu di hari-hari tua beliau."
706. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sudah tua, dan badannya sudah terasa lemah, beliau shalat kebanyakan sambil duduk." 707. Dari Hafshah ra, katanya: "Aku tidak pernah melihat Nabi saw. Shalat sunat sambil duduk, melainkan sekitar setahun sebelum dia meninggal. Ketika itu beliausolat sunat sambil duduk dan membaca surat dengan tartil (bagus) sehingga bacaannya itu menjadi lebih lama. "
708. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Dikabarkan orang kepada ku bahwa Rasulullah saw. Bersabda:" Solat sambil duduk, pahalanya seperdua shalat berdiri. "Tidak berapa lama sesudah itu aku mendatangi beliau, dan ku temukan beliau sedang shalat sambil duduk lalu kuletakkan tanganku di kepala beliau.Dia bertanya, "Apa maksudmu hai 'Abdullah bin' Umar?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Ada orang mengabarkan kepada ku, bahwa Anda pernah bersabda: Solat sambil duduk pahalanya, seperdua shalat berdiri. Tapi kenapa Anda shalat sambil duduk?". Jawab beliau, "Aku tidak seperti kalian."
709 Dari 'Aisyah ra. Katanya: "Rasulullah saw. Shalat malam sebelas rakaat, termasuk di antaranya witir satu raka'at. Ketika beliau selesai sholat, beliau berbaring ke rusuknya yang kanan, sampai datang tukang adzan. Lalu beliau shalat dua raka'at dengan singkat. "
710. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah shalat, malam tiga belas raka'at, termasuk di dalamnya lima raka'at shalat witir, di mana ia tidak duduk melainkan pada raka'at yang akhir."
711. Dari 'Urwah r.a., katanya' Aisyah r.a. mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. shalat malam tiga belas raka'at, termasuk di dalamnya dua rakaat sunat fajar. "712, Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman ra, dia bertanya kepada' Aisyah ra, katanya:" Bagaimana caranya Nabi saw. solat dalam (malam)bulan Ramadhan? "Jawab 'Aisyah," Dia shalat tidak lebih dari sebelas rakaat, baik dalam bulan Ramadhan maupun lainnya. Mula-mula beliau shalat empat rakaat. Jangan tanya, alangkah bagus dan lamanya. Kemudian empat rakaat lagi, jangan tanya pula tentang bagus dan lamanya. Kemudian shalat witir tigaraka'at. "Kata 'Aisyah, ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., apakah dia tidur lebih dahulu sebelum witir. Jawab beliau," Wahai,' Aisyah! Kedua mata ku memang terlihat tidur, tetapi hatiku tidak. "
713. Dari Abu Salamah ra, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah ra tentang shalat malam Rasulullah
saw. Jawab 'Aisyah, "Dia pernah shalat tiga belas raka'at. Mula-mula beliau shalat delapan rakaat, kemudian shalat witir, kemudian shalat lagi dua raka'at sambil duduk. Ketika ia hendak ruku' beliau berdiri lebih dahulu, setelah itu baru beliau ruku '. Kemudian beliau shalat pula dua raka'at (sunatfajar), yaitu antara 5 azan dan qamat shalat Subuh. "
714. Dari Qasim bin Muhammad, katanya dia pernah mendengar 'Aisyah ra berkata: "Biasanya Rasulullah saw. shalat malam sepuluh raka'at. Kemudian beliau witir satu raka'at. Sesudah itu solat sunat fajar dua rakaat. Jadi jumlahnya tiga belas raka'at."
715. Dari Abu Ishaq, katanya dia pernah bertanya kepada Aswad bin Yazid, tentang berita yang didengarnya dari 'Aisyah tentang shalat malam Rasulullah saw. Kata 'Aisyah, "Dia tidur pada awal malam dan bangun pada akhirnya. Jika dia butuh kepada istrinya, maka dilaksanakannya hajatnya itu, sesudahitu dia tidur. Ketika azan pertama terdengar, ia bangun, lalu bersiram. Demi Allah! Meskipun 'Aisyah tidak mengatakan ia numdi, tetapi aku tahu maksudnya. Jika beliau tidak junub, maka dikatakannya, beliau wudhu seperti wudhu shalat kemudian beliau shalat dua raka'at (yaitu sunat fajar). "
716. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Selalu shalat malam, dan selalu mengakhiri shalatnya itu dengan shalat witir."
717. Dari Masruq ra, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah ra tentang amal ibadah Rasulullah saw. Jawab 'Aisyah, "Dia menyukai amal itu terus menerus." Tanya ku, "Bila beliau shalat malam?" Jawabnya, "Kalau ayam sudah berkokok, ia bangun lalu shalat."
718. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah shalat malam, sedang dia 'Aisyah tidur melintang di hadapan beliau. Ketika ia hendak shalat witir, dibangunkannya 'Aisyah, lalu dia shalat witir pula. "719. Dari' Aisyah ra, katanya:" Rasulullah saw. selalu shalat witir setiap malam, dan witirnyaselesai pada akhir malam. "
720. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Luput shalat malam, umpamanya karena tertidur dan sebagainya, maka beliau menggantinya siang hari dua belas raka'at."
721. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw," mengerjakan suatu amal ibadah, biasanya beliau menetapinya. Pernah bila ia tertidur atau sakit untuk shalat malam, maka beliau ganti siang hari dua belas raka'at. Kata 'Aisyah, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Shalat sepanjang malamsampai Subuh. Dan beliau tidak pernah puasa sebulan penuh secara berturut-turut, kecuali bulan Ramadhan. "
722. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang sholat malam. Jawab Rasulullah saw.," Shalat malam itu dua-dua raka'at. Bila kamu takut Subuh segera datang, shalatlah satu rakaat untuk witir (mengganjilkan) jumlah shalat yang telah kamu kerjakan. "
723. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Buatlah akhir shalat malammu dengan bilangan ganjil."
724. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat witir (shalat ganjil) itu satu raka'at pada akhir malam."
725. Dari Ibnu 'Umar, seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. dalam masjid, katanya: "Ya, Rasulullah! Bagaimana caranya witir (mengganjilkan) shalat malam?" Jawab Rasulullah saw., Siapa yang shalat malam, maka harus dikerjakannya dua-dua raka'at. Bila dia merasa Subuh segera tiba, makahendaklah dia shalat satu rakaat untuk witir (mengganjilkan) jumlah rakaat yang telah dikerjakannya. "
726. Rasulullah saw. bersabda: "Shalat Malam itu dua-dua raka'at." Ketika engkau merasa Subuh segera akan tiba, maka witirlah (tutuplah) dengan satu raka'at. Lalu ada yang bertanya, "Apa artinya dua-dua?" Jawab Ibnu 'Umar, "Artinya, memberi salam."
727. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Witirlah kamu sebelum Subuh."
728. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang takut tidak terbangun di akhir
malam, maka shalat witirlah di awalnya. Tapi siapa yang penuh harapannya akan terbangun tengah malam, sebaiknyalah dia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan para malaikat, dan itulah yang lebih baik. "729. Dari Jabir ra, katanya Rasulullah saw. Ditanya orang. Tanyanya:"Solat (malam) yang bagaimanakah yang lebih baik?" Jawab Rasulullah saw., "Yang lama berdirinya."
730. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya tengah malam ada suatu saat, ketika seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat pada saat itu, niscaya Allah memperkenankannya. Begitulah halnya setiap malam."
731. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Tabaralqi wa Ta'ala turun setiap malam ke langit dunia, yaitu sekitar sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman," Siapa yang memohon ke
padaKu, Aku perkenankan dan siapa yang meminta kepadaKu, Aku beri dan siapa yang Mohon ampun kepadaKu, Aku ampuni dia. "
732. Dari Abu Hurairah ra, katanya RasuluUah saw. bersabda .: "Allah turun ke langit dunia setiap malam, yaitu ketika telah lewat sepertiga malam pertama. Lalu Allah berfirman:" Akulah Tuhan! Akulah Tuhan! Siapa yang memohon kepada Ku, Ku perkenankan permohonannya.
Siapa yang meminta kepadaKu, Kuberi dia. Dan siapa yang mohon ampun kepada Ku, Ku ampuni dia. Begitulah seterusnya sampai terbit fajar. "
733. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menegakkan shalat pada malam Ramadhan karena iman dan karena Allah, diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu."
734. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah saw. Shalat di masjid, lalu diikuti oleh beberapa orang sahabat. Kemudian pada malam kedua ia diikuti oleh lebih banyak orang, yaitu satu kabilah. Kemudian pada malam ketiga atau keempat mereka berkumpul lebih banyaklagi. Tapi Nabi saw. tidak keluar mendapatkan mereka. Setelah Subuh, beliau bersabda "Sesungguhnya aku tahu apa yang kalian lakukan kemarin. Tidak ada satu pun yang menghalangi ku untuk keluar kepada Anda sekalian, melainkan hanya karena aku takut kalau shalat Tarawih itu menjam wajib bagi mu.
735. Dari 'Urwah bin Zubair, katanya' Aisyah bercerita kepadanya: "Rasulullah saw. Pernah keluar tengah malam lalu beliau shalat di masjid. Mula-mula ia diikuti oleh beberapa orang sahabat. Tapi mereka kabar-mengabarkan bahwa Rasulullah saw. Shalat di masjid . Sehinga mengikuti beliau akhirnya jaditambah banyak. MaJani kedua beliau bluar pula, dan para sahabat bertambah banyak yang mengikuti beliau shalat. Pada malam ketiga masjid sudah penuh.Pada malam keempat masjid penuh sesak sehingga tidak bisa menampung jamaah yang ada. Tapi Nabi saw. keluar lagi kepada mereka. Karena itu beberapa orangpria di antara mereka berkata: "Solat!" Namun Nabi saw. tidak juga keluar mendapatkan mereka sampai Subuh. Setelah selesai shalat Subuh ia menghadap kepada orang banyak, kemudian beliau tasyahud, lalu bersabda: "Aku tahu apa yang Anda lakukan tadi malam. Tapi aku takut kalau shalat (tarawih) itumenjadi wajib atas Anda sekalian, sehingga Anda tidak sanggup mengerjakannya. "736. Dari 'Abdullah bin Mas'ad ra, katanya:" Siapa yang melakukan shalat malam sepanjang tahun niscaya dia bertemu dengan "Malam Qadar" Jawab Ubay, "Demi Allah! Malam itu sesungguhnya ada dalam bulan Ramadhan. Demi Allah!Aku tahu malam itu, di mana Rasulullah saw. menyuruh kami menegakkannya (beribadah pada malam itu), yaitu yang kedua puluh tujuh Ramadhan. Tanda-tandanya adalah, esok pagi matahari tampak putih tanpa sinar yang mencorot. "
737. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu malam aku bermalam di rumah bibi ku Maimunah, istri Nabi saw. Tengah malam Nabi saw. Bangun, lalu dia pergi buang hajat, kemudian mencuci tangan dan muka, sesudah itu beliau tidur. Kemudian beliau bangun pula pergi ke qirbah (tempat air), lalu dibukanyatutupnya. Dia berwudhu dengan sempurna, tanpa memakai banyak air tetapi memadai. Sesudah itu beliau shalat. Lalu aku bangun terus tegak, karena aku tidak ingin dia tahu bahwa aku memperhatikannya. Kemudian aku mengambil wudhuk dan setelah itu berdiri di sebelah kiri beliau mengikuti beliau shalat.Dia mengambil tangan ku, dan memindahkan ku ke sebelah kanannya. Malam itu Rasulullah saw. shalat tiga belas raka'at. Kemudian dia berbaring, lalu tertidur sampai ia mendengkur. Kemudian terdengar Bilal melantangkan adzan shalat Subuh. Ia bangun dan pergi shalat Subuh tanpa mengulang wudhulebih dahulu. Di dalam doanya beliau membaca: "Allhummaj'al fi qalbi Nuran, wafi bashari Nuran, wafi sam'i Nuran, wa 'QN yamini Nuran, wa' an yasari Nuran, wafauqi nwrm, wa tahti Nuran, wa amami Nuran, kuzlli Nuran, wa 'azhzhim li Nuran. "
Wahai Allah Berilah cahaya dalam hati ku, dalam penglihatan ku, dalam pendengaran ku, di IwIan dari diri ku, di atas dan di bawah ku, di depan dan di belakang ku, dan bermalam cahaya itu bagi ku.
738. Dari Kuraib, Maula Ibnu 'Abbas ra, katanya Ibnu' Abbu bercerita kepadanya: "Pada suatu malam dia tidur di rumah bibinya, Maimunah, Ummul Mu'minin. Dia tidur melintang kasur, sedangkan Rasulullah
saw. dan istrinya memanjang kasur. Dia tidur sampai sekitar sampai pertengahan malam. Setelah itu dia bangun sambil menyapu debu dari wajahnya. Kemudian beliau baca sepuluh ayat penghabisan Surat Al-Imran (ayat: 190 - 200). Sesudah itu ia pergi ke tempat air, lalu beliau berwudhu denganmembaguskan wudhuknya, dan sesudah itu beliau shalat. Kata Ibnu 'Abbas, "Aku pun bangun dan ku lakukan pula pekerjaan seperti yang dilakukan Nabi saw. Kemudian aku berdiri di samping kiri beliau. Tetapi beliau memindahkan ku ke sebelah kanannya. Mula-mula beliau shalat dua rakaat, kemudian dua raka' at,kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, dan kemudian witir (satu raka'at). Sesudah itu ia berbaring sampai terdengar muadzin melantangkan suaranya untuk azan Subuh. Rasulullah saw. bangun, lalu shalat singkat dua raka'at, sesudah itu dia pergi kemasjid shalat Subuh. "739. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Bila Rasulullah saw. bangun hendak shalat malam, biasanya ia mulai dengan dua raka'at shalat singkat (solat pendek atau ringan). "
740. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Bila kamu bangun hendak shalat malam, maka mulailah dengan dua raka'at yang singkat."
741. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Bangun hendak shalat malam, maka beliau membaca:" Allahumma lakal luzmdu, anta nwus samawati wal ardhi walakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi walakal hamdu anta rabbus samatti wal ardhi Waman fihinna antal haqqu, wawa'dukal haqqu,wa qaulukal haqqu, waliqauka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naru haqqun, wassa'atu haqqun. Allahumma lakaaslamtu, wa bika amantu, wa 'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khamtu, wa ilaika hakllm' tu, faghfirli ma qaddamtu wa akh khartu, wa asrartu wa a'lantu. Anta ilahi, ilaha illl anta. "
742. Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman bin' Auf ra, dia bertanya kepada 'Aisyah Ummul Mu'miDin ra, katanya: "Do'a iftitah apakah yang dibaca Nabi saw. Pada pembukaan shalat malam?" Jawab 'Aisyah, "Ketika Rasulullah saw. Shalat malam, beliau membaca do'a iftitah sebagai berikut:" Allahumma rabba Jibraila,wa Mikllila, Israfila, fathirrusamawati wal ardhi, 'aiimal ghaibi wasy syahadati, anta tahkumu bainp
badilaz fima kIlnu fihi yakhtalifunai ihdini lirnakhtalafa fihi minal Haqqi bi idznilaz, innakll talrdi man tasyau ila shirathim mustaqim. "
743. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Biasanya ketika Rasulullah saw. Shalat, beliau membaca
(Doa iftitah) sebagai berikut: "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawati wal ardhi hanifan musliman wama ana minal musyrikin. Inna sluzllzti wanu
sulci mahyaya wa mIl1IUlti lillQhi I rabbil 'alamin. La syarikizlllhu wa bi dzalikiz umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal maliku, Ia iiaha ill anta. Anta rabbi, wa ana 'abdukiz. zhalamtu nafs; wa'taraftu bidzanbi, faghfirli dzunubi Jami'an, innaha la yaghfi- 'rudzdzunuba ilia onto. Wahdiniliahsanil akhlaqi, Ia yahdi liahsaniha illa anta, washrif 'anni sayyiaha Ia yashrifu' anni sayyiaha ilia anto. Labbaika wa SQ'dfiika, wal khabu kulluha li yadai
ka, wasysyillTU law ilaika. Ana bika wa ilaika. Tabarakta wa ta 'alaito. Astaghfiruka wa atubu ilaika. "Kemudian ketika beliau ruku ', beliau membaca:" Allahumma laka raka'tu, wa bikJJ amantu, waJaka aslamtu, khaya'a laka sam'i, wa bashari, wa PrUlkh.khi, wa' azhmi, wa 'Ashabi. "Kemudian ketika beliaubangkit dari rukuk, maka beliau membaca:
"Allahumma rabbana lakal hamdu milussamawati, wa milulardhi, wa miluma bainahuma, wa miluma syi'ta min syai-in ba'du." Kemudian ketika ia sujud beliau membaca: "Allahumma laka sajadtu, wabika amantu, wa laka aslamtu. Sajad wajlU Ulladzi khalaqahu wa mawwarahu, ya syaqqa sam'ahu wa bashlITahu ,.taharakallahu ahsanuJ khaliqin. "Kemudian pada akhir tasyahhud sebelum memberi salam, beliau membaca:
"Allahummaghfirli rr qadclamtu wama akhkhartu, wama asrartu, wama a'lantu, wama asraftu, wama anta a '! Amu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, la ilaha ilia anta."
744. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Pada suatu malam, aku shalat mengikuti Nabi saw. Lalu beliau membaca surat Al Baqarah. Aku mengira beliau akan ruku 'setelah membaca sampai seratus ayat, tetapi ternyata beliau terus saja. Setelah itu kukira dia akan mencukupkan surat Al Baqarah itu saja untuk saturaka'at, ternyata ia meneruskannya dengan surat
An Nisa ', sesudah itu menyambungnya pula dengan surat Ali' Imran. Bita beliau membaca ayat tasbth, beliau tasbih, dan bila beliau membaca ayat yang memerintahkan supaya bermohon, beliau bermohon, dan ketika beliau membaca ayat ta'awwudz (ayat yang memerintahkan supaya berlindung dari bencana), beliaumemohon perlindungan. Kemudian beliau ruku '. Dalam
ruku 'beliau membaca: "Subhana rabbiyal' azhim." (Maha Suci Tuhan ku yang Maha Agung). Dan lama beliau ruku ', hampir sama lamanya dengan berdirinya. Kemudian beliau membaca: 'Sami'allahu liman hamidah. "(Maha mendengar Allah akan orang yang memuji-Nya). Kemudian beliau berdiri dan lamanya berdiri lebihkurang sama dengan lamanya ruku '. Sesudah itu beliau sujud, dan dalam sujud beliau membaca: "Subhana robbal a'ltJ." (Maha Sud Tuhan ku Yang Maha Tinggi). Lama ia sujud
hampir sama dengan lamanya berdiri. "
745. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Aku shalat bersama Rasulullah saw., Kebetulan beliau terlalu panjang bacaannya, sehingga aku berniat buruk. Ditanya orang dia," Apa niat burukmu itu? "Jawabnya," Rasanya aku ingin duduk dan meninggalkan beliau. "
746. Dad 'Abdullah ra, katanya: "Diceritakan orang kepada Rasulullah saw., Seorang laki-laki yang tidur sepanjang malam sampai Subuh. Maka bersabda Nabi. Saw.," Orang itu telah dikencingi setan kedua telinganya. "
747. Dari 'Ali bin Abi Thaiib r.a.,
Katanya: "Pada suatu malam '
Nabi saw. mendatangi rumah kami yakni shalat? "Jawab ku," Ya, Rasulullah!
Sesungguhnya diri kami di tangan Allah. Bila Dia menghendaki kami bangun, tentu kami bangun. "Mendengar jawab itu dia pergi. Kemudian terdengar oleh ku ia memukul pahanya sambil berkata:" Memang, manusia itu suka membantah. "(Al Kahfi: 5) 748. Dan Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. bersabda:
"Setan membuhul ujung rambutmu tiga buhul. Ketika kamu tidur dengan ketiga buhul itu, maka kamu akan ter
idur sepanjang malam. Jika kamu terbangun, lalu kamu menyebut nama Allah, maka terurailah satu buhul. Bila dia berwudhu, terurailah buhul kedua, dan bila dia shalat terurailah
semua buhul, lalu dia merasa segar
dan bersemangat. Jika tidak, dia selalu akan merasa ingin dan tidak bergairah. "749. Dari lbnu 'Umar ra, katanya A
Nabi saw. bersabda: "Kerjakan lah sebagian solat mu di rumah mu, dan jangan dijadikan rumah mu itu menjadi kuburan."
750. Dari Jabir r.a., katanya Rasu
.1u11ah Saw. bersabda: "Apabila kamu telab menunaikan ~ halat (wajib) di masjid, maka kerjakan pulalah shalat (sunat) di rumah, karena dengan itu Allah akan menjadikan rumah itu bahagia. ..
751. Dari Abu Musa r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya, dengan rumah yang tidak pernah disebut nama Allah di dalamnya, adalah seperti orang hidup dan orang mati."
752. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan kamu jadikan rumah mu menjadi kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah."
753. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya: "Rasulullah saw. Memasang tenda dari tikar pada sebuah tempat di masjid, sehingga merupakan sebuah kamar tempat beliau shalat (malam). Melihat hal itu, beberapa orang sahabat mendatangi tempat itu dan mereka shalat pula mengikuti Nabi saw. shalat. Pada suatu malammereka datang pula, tetapi Rasulullah saw. terlambat, sehingga beliau tidak keluar sama sekali menemui mereka. Oleh karena itu mereka mengeraskan suara,
dan melempari pintu dengan kerikil untuk memberi tahu Nabi saw., karena mereka menyangka kalau-kalau dia lupa. Karena itu Rasulullah saw. keluar (menemui mereka sambil berkata dengan marahnya: Janganlah selalu kamu melakukannya, karena aku mengira bahwa (sholat malam) itu akan diwajibkan kepadamu. Sebab itu shalatlah di rumah mu masing-masing, karena sebaik-baik shalat adalah di rumah masing-masing kecuali shalat wajib. "754. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Rasulullah saw. memiliki sehelai tikar yang dibentangkannya malam hari; sehingga merupakan tabir sebuah kamar tempat beliau shalat. Lalu orangbanyak shalat pula mengikuti beliau. Pada suatu malam mereka berkumpul pula. Maka bersabda Rasulullah saw. kepada mereka, "Hai, orang banyak! Kerjakanlah amal ibadat itu sekadar kemampuan mu, (agar kamu dapat melakukannya secara tetap, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan
memberi pahala, sehingga akhirnya kamulah yang bosan mengerjakan ibadah mu. Dan sesungguhnya amal ibadat
yang disukai Allah, ialah yang dikerjakan secara tetap (wirid, rutin), meskipun sedikit. Dan keluarga Muhammad saw., Bila mereka beramal mereka lakukan secara tetap. "
755. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah ditanya orang: "Amal yang bagaimanakah yang paling disukai Allah?" Jawab beliau, "Amal yang dikerjakan secara tetap walaupun sedikit."
756. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Masuk masjid lalu dilihatnya ada sebuah tali terbentang antara dua buah tiang, mah beliau bertanya:" Tali apa ini? "Jawab para sahabat," Tali yang disajikan Zainab untuk dia solat . "Bila dia malas atau letih berpegang di tali itu."Sabda Nabi saw., "Bukalah tali itu. Shalatlah sesuai dengan kemampuanmu masing-masing; bila kamu malas atau lelah, maka kamu dapat ibadat sambil duduk." 757. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Pulang ke rumahku, dan ketika itu di rumahku ada seorang tamu perempuan. Rasulullahsaw. bertanya: "Siapa ini?" Jawab ku, "Inilah perempuan yang tidak pernah tidur, karena dia shalat sepanjang malam." Sabda Nabi saw., "Sembahlah sesuai dengan kemampuanmu. Demi Allah! Dia tidak pernah bosan memberi pahala, sehingga kamu sendiri yang bosan mengerjakan amal ibadatmu. Dan amal yang palingdisukai Allah, ialah yang dikerjakan secara tetap oleh pelakunya. "
758. Dari 'Aisyah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah dahulu sampai hilang kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam solat, mungkin suatu ketika kamu
mohon ampun kepada Allah, tapi nyatanya kamu memaki-maki diri. "
759. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu shalat malam, hendaklah kamu kuasai bacaan Qur'an yang kamu baca. Bila kamu sudah tidak mengerti apa yang kamu baca, tidurlah dahulu." 760. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Pernah mendengar seorang priamembaca Qur'an malam hari, lalu beliau bersabda: "Semoga Allah memberinya rahmat. Dia telah mengingatkan ku ayat-ayat yang aku tinggalkan dari surah ini dan surat itu."
761. Dari Abdullah bin 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan orang yang hafal Qur'an, adalah seperti unta yang ditambatkan. Jika ia tetap diawasi, dia akan tetap tertambat, tetapi jika di biarkan dia akan hilang."
762. Dari Ibnu Mas'ud. r.a., katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Alangkah janggalnya seseorang berkata: Aku lupa surah ini dan itu, atau aku lupa ayat ini dan itu. Jangan-jangan dia benar-benar dilupakan Allah."
763. Dari Abu Musa r.a., katanya Nabi saw. .bersabda: "Sering-seringlah membaca Qur'an, karena demi Allah, dia lebih cepat lepas dari unta di tambatannya."
764. Dari Abu Hurakah ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Allah tidak menaruh perhatian terhadap sesuatu seperti perhatian-Nya terhadap Nabi ketika beliau melagukan Al Qur'an dengan suaranya yang indah dan kamp." 765. Dari Al Barra 'ra, katanya: "Ada seorang pria membaca surah Al Kahfi,dan didekatnya ada seekor kuda tertambat dengan tali panjana. Sekonyong-konyong datang awan menyelubungi tempat orang itu, sehingga kuda tersebut berputar-putar di tambatannya lalu lari. Ketika hari telah pagi, orang itu mendatangi Nabi saw., Lalu ku ceritakannya kepada beliau peristiwa yang dialaminyaitu. Sabda Nabi saw. "Itulah 'Iflkinllh' (para malaikat turun membawa ketenangan dan rahmat) bagi pembaca Al Qur'an."
766. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Qur'an adalah seperti jeruk manis. Baunya harum dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Qur'an, adalah seperti kurma, tidak berbau tapi rasanya manis. Dan perumpamaanorang munafik yang membaca Qur'an, adalah seperti kemangi, baunya harum tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Qur'an, adalah seperti peria, tidak berbau dan rasanya pahit. "
767. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang (mukmin) yang mahir membaca Qur'an, maka posisinya di akhirat di teman para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Qur'an, padahal dia gagap sesulit baginya membaca, maka dia mendapat pahala ganda."
768. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda kepada Ubay bin Ka'ab ra, sabdanya: "Sesungguhnya Allah menyuruh ku supaya membacakan kepadamu:" Lamyttkunil IIldzina kafaru "(Surat AI Bayyiliah). Tanya Ubay," Apakah Allah menyebut namaku kepada Anda? "Jawab Rasululiah saw.," Ya , Allah menyebutnamamu. "Lalu Ubay menangis karenanya.
Keutamaan menyimak bacaan Qur'an dan menghayatinya.
769. Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, sabdanya: "Bacakanlah Quran kepadaku!" Jawab ku, "Bagaimana aku harus membacakannya kepada Anda, sedangkan Qur'an itu sendiri diturunkan kepada Anda." Sabda beliau, "Aku ingin mendengarkannya dari orang lain." Karena
itu, kubacakan kepada beliau Surat An Nisa. Ketika bacaanku sampai pada ayat: 'Pakaifa idza ji'na min kulli ummatin, Jjsyahidin wa ji'na bika haulIli syahidll. "(An Nisa': 41) ketika itu aku mengarahkan pandanganku kepada beliau, maka terlihat olehku airmata nya mengalir."
770. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sukakah kamu bila kamu pulang ke rumah mu lantas kamu menemukan tiga ekor unta yang sedang bunting dan gemuk-gemuk?" Jawab kami, "Tentu, ya, Rasulullah!" Sabda beliau, "Membaca tiga ayat dalam shalat lebih bagus nilainya dari ketiga untabunting itu. "
771. Dari Abu Umamah Al Bahili ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah Al Qur'an, karena ia akan datang memberi syafa'at kepada pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, sepertidua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak
membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya diberkati, dan dengan tidak membacanya beroleh penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (di kalahkan) oleh tukang-tukang sihir. "
772. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Jibril sedang duduk di samping Nabi saw., Sekonyong-konyong terdengar suara seperti pintu sedang dibukakan orang. Lalu diangkatnya kepalanya, seraya berkata:" Nah! Inilah pintu langit dibukakan hari ini, di mana sebelumnya tidakpernah dibuka melainkan baru hari ini. "Dari pintu itu turun malaikat. Kata Jibril," Inilah malaikat turun ke bumi, di mana dia tidak pernah turun sebelumnya, melainkan baru hari ini. "Setelah malaikat itu memberi salam, lalu dia berkata," gembirakanlah umatmu dengan dua cahaya yang keduanya hanyaditurunkan kepada mu, dan tidak pernah diturunkan kepada para Nabi sebelum kamu, yaitu: surat Al Fatihah dan ayat-ayat penutup surat Al Baqarah (ayat: 284 - 286). Tidak satu huruf pun yang Anda baca dari keduanya, melainkan akan diberikan pahalanya kepada Anda. "
773. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membaca kedua
ayat itu, yakni dari akhir surat Al Baqarah, niscaya keduanya akan memeliharanya dari bencana. "774. Dari Abu Darda 'ra, katanya Nabi saw. bersabda:" Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, dia dilindungi dari bencana kejahatan Dajjal . "775. Dari Abu Qatadah ra, dengan sanad yangsama: "Begitu pula ayat-ayat penghabisan surat Al Kahfi (ayat: 102 - 110)."
776. Dari Ubay bin Ka'ab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, Abu Mundzir! Tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat Qur'an yang ada padamu yang paling utama?" Jawab Abu Mundzir, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Tanya beliau, "Hai, Abu Mundzir! Tahukah karib, ayat manakah diantara ayat-ayat Qur'an yang ada padamu utama? "Jawab ku," Allahu la ilaha ilia huwal hayyul qayyum "(Al Baqarah: 225). Lalu beliau menepuk dadaku sambil berkata," Demi Allah, semoga dadamu penuh dengan ilmu, hai Abu Mundzir. "
777. Dari Abu Darda 'ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak sanggupkah kamu membaca sepertiga Qur'an dalam semalam?" Mereka balik bertanya, "Bagaimana cara membaca sepertiganya?" Jawab Nabi saw., "Qui huwallahu ahad (Surat Al Ikhlas) sama dengan sepertiga Al Qur'an."
778. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Berkumpullah kamu semuanya! Karena aku akan membacakan kepada mu sepertiga Al Qur'an." Maka berkumpullah kami mana yang sempat berkumpul, kemudian Nabi saw. keluar, lalu dibacanya: "Qul huwallahu ahad." (Surat Al Ikhlas), sesudah ituia masuk kembali. Karena itu kami saling berkata satu sama lain, "Aku mengira, mungkin wahyu sedang turun dari langit. Karena itu Nabi saw. Masuk kembali kekamarnya." Tak berapa lama kemudian Nabi saw. keluar pula sambil berkata, "Tadi aku berjanji akan membacakan sepertiga Al Qur'an kepada Andasekalian. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya "Qul huwallahu ahad" itu sama nilainya dengan sepertiga Al Qur'an. "
779. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu bari ketika, Rasulullah saw. Keluar mendapatkan kami, beliau bersabda:" Aku akan membacakan kepada Anda semua sepertiga Al Qur'an. "Lalu dibaca oleh beliau:" Qul huwallahu ahad. Allahu samad. "Sampai habis (Al Ikhlas)." 780. Dari 'Aisyah r.a., katanya:Rasulullah saw. mengirim seorang pria dalam satu tim, lalu orang itu membaca dalam shalat dengan para sahabatnya "Qul huwallahu ahad" (Surah Ikhlas sampai tamat). Ketika mereka telah kembali, hal itu diceritakan orang
kepada Rasulullah saw. Maka sabda beliau, "Tanyakanlah kepadanya, apa alasannya berbuat seperti itu." Lalu mereka tanyakan kepada pria itu kenapa dia melakukannya. Jawabnya, "Karena di dalam surah Ikhlas
itu tersebut sifat-sifat Allah. Karena itu aku suka membacanya. "Sabda Rasulullah saw.," Sampaikan kepadanya, bahwa Allah menyukainya pula. "
781. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu beberapa ayat yang diturunkan Allah tadi malam, dan yang belum pernah ada bandingannya? Ayat-ayat itu adalah: Qul a'udzu birabbil falaq dan Qul a'udzu birabbinnas (Surat Al Falaq dan Surat An Nas)."
782. Dari Salim ra, dari ayahnya, dari Nabi saw. sabdanya: "Tidak dapat dengki melainkan kepada dua macam: Pertama, kepada orang yang dikaruniai Allah ilmu Al Qur'an, lalu diamalkannya siang malam. Kedua, kepada orang yang dikaruniai Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya siang dan malam (di jalanAllah). "783. Dari 'Amir bin Watsilah ra, katanya:" Bahwasanya Nafi' bin 'Abdul Harits, pada suatu ketika
bertemu dengan Khalifah 'Umar di' Usfan. Ketika itu Nafi 'bertugas sebagai kantor di kota Makkah. 'Umar bertanya kepada Nafi', "Siapa yang Anda angkat menjadi Kepala bagi penduduk Wadi?" Jawab Nafi ', "Ibnu Abza." Tanya Umar. "Siapa itu Ibnu Abza?" Jawab Nafi ', "Salah seorang maula (budak yang telahdimerdekakan) di antara beberapa maula kita. "Tanya 'Umar," Kenapa maula yang diangkat? "Jawab Nafi'," Karena dia seorang ahli tentang Kitabullah dan alim tentang Ilmu Faraidh (ilmu tentang pembagian pusaka). "Kata 'Umar,
"Benar! Nabi saw. Pernah bersabda, bahwasanya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan Kitab ini (Al Qur'an), dan menghinakan yang lain."
784. Dari 'Abdurrahman bin' Abdul Qari ra, katanya dia mendengar 'Umar bin Khaththab berkata: "Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surat Al Furqan, tidak seperti bacaan (qiraat) Nabi saw. Yang pernah dibacakan beliau kepada ku. Karena itu hampir saja aku bertindak kasar terhadapnya.Tapi kemudian kubiarkan saja dia sampai pergi. Namun kupegang bajunya, lalu kubawa dia ke hadapan Rasulullah saw. Ujarku, "Ya, Rasulullah! Aku mendengar orang ini membaca surat Al Furqan, tidak seperti yang Anda bacakan kepada ku. Bagaimana ini?" Jawab Rasulullah saw., "Lepaskanlah dia, suruh diamembacanya kembali. "Lalu Hisyam membacakan kembali bacaan seperti yang dibacanya tadi. Setelah itu Nabi saw. bersabda:" Ya, memang begitulah ayat itu diturunkan. "Kemudian Nabi saw. menyuruh ku pula yang membaca. Lalu kubaca seperti yang biasa kubaca. Maka sabda Nabi saw., "Ya, ayat itu memang diturunkanpula seperti itu. Sesungguhnya Qur'an itu diturunkan dengan tujuh macam qiraat (bacaan). Karena itu bacalah dengan bacaan yang mudah bagi mu membacanya. "
785. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mula-mula Jibril mengajarkan (membaca Qur'an) kepada ku satu macam bacaan (qiraat) saja. Lalu aku selalu minta diulangkannya kepada ku (sampai aku mudah membacanya). Maka Jibril mengulang-ulangnya hingga akhirnya bacaan itu menjaditujuh macam. "
786. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Melarang shalat sesudah shalat 'Ashar sampai matahari terbenam, dan sesudah shalat Subuh sampai matahari terbit."
787. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak bisa shalat sesudah 'Ashar sampai terbenam matahari, dan tidak bisa pula sesudah shalat Subuh sampai terbit matahari."
788. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu menunggu-nunggu waktu (shalat), karena sengaja hendak shalat tepat pada waktu matahari terbit, dan jangan pula pada waktu matahari terbenam."
789. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila pinggiran matahari telah mulai nampak, maka undurkanlah shalat sampai matahari itu dapat meninggi dari tepi langit. Dan bila pinggir matahari itu telah mulai hilang, maka undurkanlah shalat sampai dia hilang sama sekali." 790. Dari AbuBashrah Al Ghifari ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Mengimami kami shalat 'Ashar di Mukhammash. Maka bersabda beliau," Sesungguhnya shalat' Ashar itu pernah juga diwajibkan kepada orang-orang yang sebelum kamu tetapi mereka sia. Karena itu siapa yang memelihara shalat ini. Wa mendapatpahala ganda. Dan tidak bisa shalat sesudahnya, sampai terbit bintang. "
791. Dari 'Uqbah bin' Amir Al Jubani ra. Katanya: "Ada tiga macam waktu, di mana Rasulullah saw. Melarang kita shalat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut. Pertama, saat matahari terbit sampai dia aplt meninggi. Kedua, saat matahari tepat berada di pertengahan langit (tengah batas tepat)sampai dia telah condong ke Barat. Ketiga, saat matahari hampir terbenam sehingga dia telah tenggelam sama sekali. "
792. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengimami kami shalat takut. Mula-mula satu rombongan (tim) menurut beliau shalat satu raka'at, sedang rombongan yang lain berjaga-jaga menghadapi musuh. Setelah selesai satu raka 'at, rombongan pertama pergi pencegahan menggantikan rombongankedua, sedang rombongan kedua solat
bersama Rasulullah saw: Kemudian, setelah Rasulullah saw. selesai shalat, masing-masing rombongan menyempurnakan shalat mereka satu rakaat lagi. "
793. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengimami shalat takut beberapa bulan. Mula-mula ia shalat satu raka'at dengan satu tim, sedangkan tim yang lain berjaga-jaga menghadapi musuh. Setelah satu raka'at, rombongan pertama pencegahan, dan rombongan kedua shalat mengikutiRasulullah saw. satu raka'at. Sesudah itu masing-masing rombongan mencukupkan shalat mereka satu rakaat lagi. Kata Ibnu 'Umar, "Ketika perang telah berkecamuk, maka beliau shalat di atas kendaraan atau sambil berdiri. Sedangkan ruku', sujud dan sebagainya dilakukan dengan sinyal (kepala atau mata)."
794. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku pernah ikut beserta Rasulullah saw. Shalat takut. Kami berbaris dua baris di belakang Rasulullah saw., Sedangkan musuh berada antara kami dengan kiblat (di depan). Mula-mula Nabi saw. takbir, lalu kami semua takbir pula. Kemudian beliau ruku ', lalukami ruku 'pula semuanya. Sesudah itu beliau i'tidal (bangkit) dari ruku ', maka kami bangkit pula semuanya. Sesudah itu ia turun untuk sujud bersama-sama dengan shaf pertama, sedangkan shaf kedua tetap berdiri untuk pencegahan Ketika Nabi saw. bersama shaf pertama telah selesai sujud dan telahberdiri, barulah shaf kedua turun untuk sujud, dan mereka terus bangun kembali. Sesudah itu shaf kedua maju ke depan, sedangkan shaf pertama mundur (tukar tempat). Kemudian Nabi saw. ruku 'dan kami ruku' pula semuanya. Kemudian ia bangkit dari ruku ', lalu kami bangkit pula semuanya. Kemudian beliauturun untuk sujud, diikuti oleh shaf yang di belakang beliau. Sedangkan shaf yang sesudah itu (tadinya shaf pertama) tetap berdiri untuk berjaga-jaga terhadap musuh. Ketika Nabi saw. dan shaf
yang dibelakangnya telah selesai sujud, barulah shaf yang kedua turun untuk sujud. Kemudian Nabi saw. memberi salam, dan kami memberi salam pula semuanya. "
795. Dari Jabir ra, katanya dia pernah shalat takut bersama Nabi saw. Mula-mula ia shalat dengan salah satu dari dua tim dua raka'at. Kemudian beliau shalat pula dengan tim yang lain dua raka'at pula. Karena itu Nabi saw. shalat empat rakaat, di mana beliau shalat dengan masing-masing timdua rakaat. "
796. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu hendak shalat Jum'at, maka mandilah lebih dahulu."
797. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Omar bin Khathtbab sedang berkhotbah di hadapan jama'ah pada bari Jum'at, masuk seorang pria sahabat Rasulullah saw., Lalu dia di panggil oleh 'Umar, katanya : "Sudah jam berapa ini?" Orang itu menjawab, "Aku sangat sibuk hari ini.Aku tidak sempat pulang, sehingga ketika terdengar adzan, tidak ada yang bisa kulakukan selain wudhuk. "Kata
'Umar, "Wudhu juga perlu. Tapi bukankah Anda tahu bahwasanya Rasulullah saw. Memerintahkan pula agar mandi?"
798. Dari Abu Sa'id AI Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mandi hari Jum'at wajib atas setiap orang (muslim) yang telah dewasa." 799. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ada orang-orang yang bergiliran datang ke Jum'at dari rumah-rumah mereka di pegunungan. Mereka datang pakai mantel penuh debu,sehingga mereka berbau (kurang sedap). Beberapa orang di antara mereka mendatangi Rasulullah saw., Yang ketika itu dia berada di dekatku. Rasulullah bersabda kepada mereka. "Alangkah baiknya kalau pada hari ini Anda mandi yang bersih."
800. Dari 'Abdurrahman bin Abu Sa'id Al Khudri r, a., Dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mandi hari Jum'at wajib atas tiap-tiap orang (mus1im) yang telah dewasa. Begitu pula menggosok gigi berharum-haruman sekadar yang dapat ia lakukan."
801. Dan Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Adalah suatu (kewajiban) bagi setiap orang muslim terhadap Allah, mandi sekali seminggu, yaitu mencuci kepala dan seluruh tubuhnya."
802. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mandi seperti mandi janabah pada hari Jum'at, kemudian dia pergi ke masjid pada kesempatan pertama, maka pahalanya seperti pahala berkurban seekor unta. Siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan kedua, maka pahalanya sepertiberkurban seekor sapi. Dan siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan ketiga, maka pahalanya seperti berkurban seekor kambing. Dan siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan keempat, maka pahalanya seperti berkurban seekor ayam. Dan siapa yang tiba di masjid pada kesempatan kefuqa, maka pahalanya sepertiberkurban sebuah telur. Apabila imam telah keluar, para malaikat hadir mendengarkan khutbah, (dan tidak ada lagi mencatat siapa yang datang mulai saat itu).
803. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., Bersabda: "Bila engkau berkata kepada sahabatmu: Diam!" padahal imam sedang berkhutbah, maka sesungguhnya gratis sajalah Jum'at kamu. "804. Dari Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. bersabda:" Sesungguhnya pada hari Jum'at itu ada suatu saat, ketikaseseorang muslim memohon kebajikan kepada Allah pada saat itu, niscaya Allah akan mengabulkan permohonannya itu. Dan saat itu hanya sebentar. "
805. Dari Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya: "Abdullah bin 'Umar pernah bertanya kepada ku: Pernahkah Anda mendengar ayahmu menyampaikan hadis Rasulullah saw. Tentang suatu saat (yang makbul) di hari Jum'at?" Jawab ku, "Ya, aku pernah dengar dia mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullahsaw. bersabda: "Saat itu adalah di antara imam duduk sampai selesai shalat (Jum'at)."
806. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Sebaik-baiknya hari adalah hari Jum'at,
karena pada hari itu Adam dijadikan. Pada hari itu dia masuk surga, pada hari itu pula dia keluar darinya, dan tidak terjadi kiamat melainkan pada hari Jum'at. "807. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Kita (umat Muhammad), adalah yang terakhir (datang ke dunia), tetapi yangterdahulu (diadili) pada hari kiamat. Kita adalah yang paling dahulu masuk surga, padahal mereka diberi kitab lebih dahulu dari kita, sedangkan kita sesudah mereka. Kita diberikan petunjuk oleh Allah akan kebenaran yang mereka perselisihkan itu, yang Allah telah tunjukkan kepada kita, yaitu hari Jum'at.Maka hari ini (Jum'at) adalah untuk kita. Besok (Sabtu) untuk kaum Yahudi, dan lusa (Minggu) untuk kaum Nasrani. "
808. Dari Hudzaifah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah swt. menyesatkan orang-orang yang sebelum kita tentang hari berkumpul (Jum'at, atauhari besar). Bagi orang Yahudi jatuhnya pada hari Sabtu, dan bagi orang Nasrani jatuhnya pada hari Minggu. Lalu Allah tunjuki kita, yaitu pada hari Jum'at.Karena
itu terjadilah beturut-turut tiga hari berkumpul (hari besar), yaitu Jum'at, Sabtu dan Minggu. Hari kiamat kelak, mereka pun mengikuti kita juga. Kita yang terakhir ke dunia, tetapi kita yang lebih dahulu diadili sebelum umat-umat yang lain-lain. "
809. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila hari Jum'at telah tiba, para malaikat berdiri di setiap pintu masjid, mencatat orang yang pertama-tama datang dan seterusnya. Ketika imam telah datang (naik mimbar), mereka tutup buku mereka dan sesudah itu mereka pergi mendengarkankhutbah. Perumpamaan orang yang datang pertama-tama, adalah seperti orang yang bersedekah unta. Kemudian, orang yang datang sesudah itu seperti orang yang bersedekah sapi. Kemudian seperti orang yang bersedekah kibisy (kambing). Kemudian seperti orang yang bersedekah ayam, dan kemudian seperti orangyang bersedekah telur. "
810. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Siapa yang mandi hari Jum'at, kemudian dia datang ke masjid, lau dia solat (sunat) sebanyak yang dapat dikerjakannya, sesudah itu dia diam sampai imam (Khathib) selesai berkhutbah, sesudah itu dia shalat bersama-sama dengan imam itu , maka diampuniAllah dosa-dosanya yang terjadi sesudah itu sampai Jum'at yang akan datang, dan ditambah tiga hari. "811. Dan Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhuknya, sesudah itu dia pergi ke Jum ' at dan mendengarkan khutbah dengan tenang, maka diampuni Allahdosa-dosanya sampai Jum'at yang akan datang, tambah tiga hari. Dan siapa yang memegang-megang kerikil (meskipun untuk menghitung-hitung zikir yang dibacanya ketika imam berkhutbah) maka gratis sajalah Jum'atnya. "
812. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Kami pernah shalat (Jum'at) bersama Rasulullah saw. Setelah selesai shalat, kami pulang dan mengistirahatkan ternak kami. Kata Hasan, dia bertanya kepada Ja'far," Kira-kira jam berapa itu? "Jawab Ja ' far, "Ketika matahari tergelincir."
813. Dari Iyas bin Salamah bin Akwa ', dari ayahnya, katanya: "Kami shalat Jum'at bersama Rasulullah saw. Ketika matahari tergelincir. Sesudah itu kami pulang, dan kami masih harus mencari-cari naungan untuk tempat berlindung."
814. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Khutbah Jum'at sambil berdiri. Kemudian sesudah khutbah pertama beliau duduk (sebentar), sesudah itu berdiri pula (pada khutbah kedua), sebagaimana yang engkau perbuat sekarang."
815. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Nabi saw. Melakukan khutbah Jum'at dua kali, di mana ia duduk antara keduanya. Dalam khutbahnya beliau membaca Qur'an, dan memberi pengajaran kepada orang banyak."
816. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Berkhotbah sambil berdiri. Kemudian beliau duduk, sesudah itu berdiri pula, lalu mengucapkan khutbah kedua. Nah, siapa yang mengabarkan kepada mu bahwa ia berkhotbah sambil duduk, sesungguhnya orang itu dusta . Demi Allah, akutelah shalat bersama-sama dengan dia, lebih dari 2000 kali. "
817. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw. Sedang berdiri mengucapkan khutbah Jum'at. Sekonyong-konyong tiba suatu kafilah dari Syam; maka jama'ah berlarian menyambut kedatangan kafilah itu, sehingga yang tinggal di masjid hanya dua belas orang saja lagi. Karena itu makaturunlah ayat: "Wa idz, ra-au tijaratan au lahwanin fadhdhu ilaiha wa tarakuka qaima" (Al Jumuah: 11)
818. Dari 'Abdullah bin' Umar dan Abu Hurairah ra, keduanya mengabarkan bahwa mereka mendengar dari Rasulullah saw ketika beliau sedang berkhutbah di atas mimbar, sabdanya: "Hendaklah orang-orang yang suka meninggalkan menghentikan perbuatan mereka itu, ataukah mereka ingin Allah membutakan hati mereka,dan sesudah itu mereka benar-benar menjadi orang yang lalai? "
819. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku pernah shalat Jum'at bersama Rasulullah saw., Maka (lama) shalat dan khutbah beliau sederhana saja (tidak panjang dan tidak pendek)."
820. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Biasanya, bila Rasulullah saw. Berkhotbah, kedua matanya merah (berapi-api), suaranya lantang, dan semangatnya berkobar tinggi, bagaikan seorang panglima perang sedang memberi komando kepada tentaranya. Sabda beliau antara lain, "Waspadalah selalu,pagi dan
petang. Waktu kebangkitanku dah hari kiamat seperti ini lalu ia perlihatkan telunjuk dan jari tengahnya
(Maksudnya sangat dekat). "Sesungguhnya sebaik-baik pengajaran adalah Kitabullah, dan sebaik-baik pemimpin ialah kepemimpinan Muhammad saw. Dan sejahat-jahat perbuatan adalah yang diada-adakan, sedangkan setiap yang diada-adakan itu adalah sesat. Agamaku lebih utama bagi setiap orang mukmin daridirinya sendiri. Karena itu bila seorang mukmin mati meninggalkan harta, maka harta itu untuk keluarganya. Tapi jika dia meninggalkan hutang atau keluarga yang terlantar, maka hal itu adalah tanggung jawab ku. "
821. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada suatu ketika, Dhimad pernah datang ke Makkah. Dia berasal dari Azdi Syanu-ah, dan dia pandai mantera mengobati orang gila. Maka pada suatu hari dia mendengar orang-orang bodoh penduduk Makkah mengatakan bahwa Muhammad itu gila. Kata Dhimad, "Andai kata orangini berhadapan dengan ku, mudah-mudahan Allah menyembuhkannya dengan manteraku. Karena itu dia menemui Nabi Muhammad saw. lalu katanya kepada beliau: "Aku akan memanterai engkau dari penyakitmu ini. Sesungguhnya Allah menyembuhkan siapa yang dikehendaki dengan manteraku, maukah engkau?" Jawab Rasulullahsaw .: "Innal hamda lilklhi, Nahmaduhu wa nast'inuhu, manyahdihillizhu fakl mudhilla klhu. Waman yudhlil fakl hadiya lahu. Wa asyhadu anui iklhO.;
illal.lizhu wahdahu kl syarikizlohu wa anna Muhamntodan 'abduhu wa Ramluhu.' Aroma ba'du. Dhimad berkata, "Ulanglah kembali bagi ku kata-kata Anda itu semuanya." Nabi saw. mengulang kata-katanya itu kembali sampai tiga kali. Kata Dhimad, "Aku pernah mendengar kata-kata tukang tenung, kata-kata tukangsi, kata-kata tukang sya'ir, tetapi belum pernah mendengar kata-kata seperti yang Anda ucapkan itu. Aku juga pernah mengarungi lautan. Berikanlah tangan Anda kepada ku, aku akan bersumpah setia dengan Anda, untuk memeluk agama Islam. "Lalu orang itu bersumpah setia dengan Nabi saw. Sabda Rasulullahsaw., "Dan untuk kaum Anda juga?" Jawab Dhimad, "Ya, untuk kaum ku juga." Tidak berapa lama kemudian, Rasulullah saw. mengirim satu tim melewati kampung Dhimad
itu. Lalu komandan pasukan bertanya kepada para prajuritnya, "Apakah kalian mengambil sesuatu dari desa itu?" Jawab seseorang, "Ada. Saya mengambil ember mereka." Perintah komandan, "Kembalikan! Kaum ini adalah kaumnya Dhimad." Memperpanjang shalat, mempersingkat khutbah.
822. Dari Abu Wa'il ra, katanya: Ammar pernah berkhutbah (Jum'at) di hadapan kami, singkat tapi padat. Ketika dia sudah turun dari mimbar, kami berkata kepadanya, "Hai, Abu Yaqzhan! Khutbah Anda singkat dan padat. Alangkah baiknya kalau Anda panjangkan sedikit lagi." Jawab 'Ammar, "Aku mendengarRasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya siapa yang lama shalatnya, pendek khutbahnya, menandakan bahwa orang itu paham tentang agamanya. Karena itu panjangkanlah shalat dan pendekkan khutbah, karena sebagian dari khotbah itu adalah sihir (sugesti)." 823. Dari Sinti (anak perempuan) Haritsah bin Nu'manra, katanya: "Aku menghafal Surah Qaf dari mulut Rasulullah saw. sendiri, yakni ketika ia membacanya dalam beberapa kali khutbah Jum'at."
824. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu hari, ketika Nabi saw. Sedang berkhutbah, tiba-tiba datang seorang pria, lalu Nabi saw. Bertanya kepadanya," Apakah Anda sudah solat, hai Fulan? "Jawab orang itu , "Belum, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Berdirilah! Shalatlah lebih dahulu (duaraka'at). "
825. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Sulaik Al Ghathafani pernah datang ke Jum'at ketika Rasulullah saw. Sedang berkhutbah, lalu dia langsung saja duduk. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepadanya," Hai, Sulaik! Berdirilah, lalu shalatlah lebih dahulu dengan singkat dua raka'at. "Kemudian beliaumenambahkan, "Apabila kamu datang ke Jum'at, dan imam sedang berkhutbah, maka shalatlah lebih dahulu dengan singkat dua raka'at." 826. Dari Abu Rifa'ah ra, katanya: "Aku tiba di tempat Rasulullah saw. Berada, ketika ia sedang berkhotbah. Lalu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Aku seorangasing, sengaja datang hendak bertanya kepada Anda perihal agama yang aku belum tahu, apakah agama itu? "Rasulullah saw. mendatangi ku dan memutuskan khutbahnya. Ketika beliau telah sampai ke dekatku, diberikan orang sebuah kursi, yang seingatku kakinya terbuat dari besi, untuk tempat duduk beliau. Rasulullahsaw. duduk di kursi itu, lalu beliau ajarkan kepada ku perihal agama yang telah diajarkan Allah kepada beliau. Sesudah itu beliau melanjutkan khutbahnya sampai selesai. "
827. Dari Ibnu Abu Rafi 'ra, katanya: "Pada suatu ketika, Khalifah Marwan pernah meminta Abu Hurairah sehingga menggantinya di Madinah, sementara Marwan pergi ke Mekah. Maka pada suatu hari Jum'at, Abu Hurairah mengimami kami shalat Jum'at. Dia membaca surah Jumu'ah pada rakaat pertama, dan surahMunafiqun pada raka'at kedua. Setelah selesai shalat, ku temui Abu Hurairah lalu kukatakan kepadanya: Kedua
surah yang Anda baca tadi pernah dibaca oleh Ali bin Abi Thalib ketika dia berada di Kufah. Jawab Abu Hurairah, "Aku pernah mendengar Rasulullah saw. Membacanya dalam shalat Jum'at."
828. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Rasulullah saw. Biasa membaca dalam shalat dua hari raya dan shalat Jum'at, Surah Al A'w dan Surah Al Ghasyiyah. Bahkan bila shalat 'Id dan shalat Jum'at bertemu dalam satu hari, ia juga membaca kedua surah tersebut dalam kedua shalat itu. "
829. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Nabi saw. Biasa dalam shalat Subuh hari Jum'at membaca surat Alif lam mim Tanzil (surat As Sajadah) dan Hal ata' alai insani hinun minad dahri (surat Al Insan). Dan dalam shalat Jum'at beliau membaca surat Jumu'ah dan surat Munafiqun. "
830. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu shalat Jum'at, maka kerjakanlah sesudah itu solat (sunat) empat raka'at."
831. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Bila kamu shalat (sunat) sesudah Jum'at, shalatlah empat raka'at. Kemudian, Amr menambahkan dalam riwayatnya, yang diucapkan oleh Ibnu Idris dan Suhail, katanya," Jika kamu memiliki suatu urusan yang menyebabkan kamu terburu-buru, maka kerjakanlah dua raka'atdi masjid dan dua raka'at lagi di rumah. "
832. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, bila dia telah selesai shalat Jum'at, maka dia pulang ke rumahnya. Sampai di rumah dia shalat dua rakaat. Kemudian dia berkata, "Rasulullah saw. Biasa mengerjakannya seperti itu." 833. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Aku pernah menghadiri shalat Idulfitri bersamaRasulullah saw., Abu Bakar, Umar dan 'Usman, mereka semuanya shalat lebih dahulu sebelum khutbah. "834. Dari Ibnu' Abbas ra, katanya:" Aku menyaksikan Rasulullah saw., Beliau shalat lebih dahulu sebelum berkhotbah hari raya. Kemudian ia tahu bahwa suara beliau tidak sampai (terdengar) kepada kaumwanita. Lalu beliau mendatangi mereka, memberi mereka peringatan dan pengajaran, serta menyuruh mereka bersedekah, sedangkan Bilal membentangkan kainnya dan para wanita menyerahkan dndn, kalung dan perhiasan-perhiasan lainnya dengan meletakkannya ke kain Bilal itu. "
835. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku hadir shalat' Id bersama Rasulullah saw. Pada hari 'Id. Mula-mula beliau shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Dia berkhotbah sambil berdiri dan berpegangan kepada Bilal. Dia memerintahkan supaya taqwa kepada Allah dan mendorong supayamentaati-Nya. Selanjutnya beliau memberi peringatan dan pengajaran kepada mereka. Kemudian beliau berlalu sampai sampai ke tempat kaum wanita. Dia memberi pengajaran kepada para wanita, memperingatkan dan menyuruh mereka agar gemar bersedekah. Sabda beliau, "Bersedekahlah Anda semua, karena sesungguhnyakamulah saya lihat yang terbanyak menjadi kayu neraka. "Mendengar itu, maka berdiri seorang perempuan di antara para wanita yang banyak dengan wajah merah kehitam-hitaman. Dia bertanya," Kenapa begitu, ya, Rasulullah? "Jawab Rasulullah," Karena kamu banyak mengeluh dan suka membangkang kepada suami. "Karena itu mereka sedekahkan perhiasan mereka, seperti anting-anting dan cincin, yang mereka lemparkan ke kain yang dibentangkan Bilal. "
836. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku shalat 'Id bersama Rasulullah saw. Tidak hanya satu atau dua kali semuanya dikerjakan beliau tanpa azan dan iqamat."
837. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Menyuruh kami pada hari raya Idul Fitri dan
'Idul Adha supaya membawa wanita-wanita muda dan para gadis dan wanita haid sekalipun, sehingga keluar kelapangan untuk shalat' Id. Adapun wanita haid mereka tidak ikut shalat, tetapi ikut merayakan serta mendo'a bersama kaum muslimin. Katakan kepada Rasulullah saw., "Di antara mereka ada yang tidakpunya baju
untuk menghadirinya. "Jawab Rasulullah saw.," Suruh pinjam baju saudaranya. "
838. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada hari raya' Idul Adha dan Idul Fitri, Rasulullah shalat 'Id dua
raka'at, tanpa solat (sunat) sebelum dan sesudahnya. "
839. Dari 'Ubaidillah bin' Abdullah ra, katanya 'Umar bin Khaththab ra pernah bertanya kepada Abu Waqid Al Laitsi tentang bacaan yang dibaca Rasulullah saw. dalam shalat 'Idul Adha dan Idul Fitri. Jawab Abu
Waqid, "Dia pernah membaca dalam kedua shalat 'Id itu, surat Qaf' dan surat Al Qamar." 840. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Abu Bakar datang ke rumahku, dan ketika itu di rumahku ada dua orang gadis Anshar sedang menyanyikan lagu yang pernah dinyanyikan orang dalam peperangan Bu'ats. Dan keduanya bukanlahgadis penyanyi yang sesungguhnya. Maka berkata Abu Bakar, "Kenapa sampai ada suling setan di rumah Rasulullah saw.?" Hari itu adalah hari 'Id. Maka bersabda Rasulullah saw., "Hai, Abu Bakar! Setiap kaum memiliki hari raya ('Id). Dan hari ini adalah hari raya kita."
841. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu hari di hari Mina (Idul Adha), Abu Bakar ke rumahku, sedangkan di rumah ketika itu ada dua orang gadis sedang menyanyi dan memukul gendang. Dan Rasulullah saw. Sedang berselimut dengan kainnya . Lalu Abu Bakar membentak kedua penyanyi itu. Karena itu Rasulullahmenyingkapkan selimutnya sambil berkata: "Biarkanlah mereka, hai Abu Bakar! Bukankah hari ini hari raya?" 842. Dari 'Urwah bin Zubair r.a., katanya' Aisyah r.a. bercerita kepadanya: "Demi Allah! Aku melihat Rasulullah saw. berdiri di pintu kamar ku, ketika orang-orang Habsyi bermain tombak di masjidRasulullah saw. Dia menutupi ku dengan bajunya sehingga aku dapat melihat permainan mereka. Kemudian ia pergi karena aku sendiri yang ingin pergi. Kira-kirakanlah! Berapa lamanya seorang gadis remaja merasa bosan terhadap suatu permainan. "843. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Rasulullah saw. Akseske rumah ku, dan ketika itu dua gadis sedang menyanyikan nyanyian perang Bu'ats dalam rumah. Lalu ia berbaring di kasur dengan memalingkan mukanya. Tiba-tiba Abu Bakar masuk, lalu dia membentak ku sambil berkata: "Sejak kapan ada seruling setan di rumah Rasulullah saw.?" Mendengar itu Rasulullahsaw. mendatangi Abu Bakar, lalu ia berkata, "Biarkanlah mereka!" Setelah Abu Bakar melengah, aku melirik kedua gadis itu supaya mereka keluar, dan segera diikutinya. Hari itu adalah hari raya, di mana orang-orang Sudan mempertunjukkan permainan mereka dengan mempergunakan perisai dan tombak.Mungkin saat itu aku yang meminta kepada Rasulullah, atau mungkin juga dia yang bertanya kepada ku, apakah aku ingin menonton pertunjukan itu atau tidak. Jawab ku, "Ya, ingin!" Karena itu ia menyuruh ku berdiri di belakangnya, sedangkan pipi ku dekat ke pipi beliau. Dia turut mengelu-elukan,katanya: "Terus! Hai Bani Arqadah!" Setelah aku merasa puas, ia bertanya, "Sudah cukup?" Jawab ku, "Sudah!" Kata beliau, "Nah, pergilah!"
844. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika hari raya, orang-orang Habsyi datang ke masjid mempertunjukkan permainan pencak silat. Lalu Rasulullah saw. Memanggil ku, dan ku letakkan kepala ku di bahunya. Aku ikut menonton pertunjukan itu sampai aku puas melihatnya . "
845. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika orang-orang Habsyi mengadakan pertunjukan tombak dekat Rasulullah saw., Tiba-tiba 'Umar masuk, lalu dia merunduk mengambil batu-batu kerikil untuk melempar mereka. Kata Nabi saw. Kepadanya," Biarkanlah mereka bermain, hai 'Umar! "
846. Dari 'Abbad bin Tamitn ra, dari pamannya, katanya: "Nabi saw. Pergi ke mushalla hendak shalat istisqa (minta hujan). Mula-mula beliau menghadap ke kiblat, sesudah itu beliau balikkan jubahnya dan sesudah itu beliau shalat dua raka' at. "
847. Dari 'Abdullah bin Zaid Al Anshari ra, katanya: "Nabi saw. Pergi ke mushalla hendak shalat' istisqa (minta hujan). Sebelum mendoa lebih dahulu beliau menghadap ke kiblat dan membalikkan jubahnya."
848. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Aku melihat Rasulullah saw. Mengangkat tangannya (tinggi-tinggi) ketika mendoa (minta hujan), sehingga terlihat putih ketiaknya."
849. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Mendoa minta hujan, dia menadah dengan punggung tangannya menghadap ke langit."
850. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Nabi saw. Tidak pernah mengangkat tangan tinggi-tinggi ketika mendoa, melainkan ketika mendoa minta hujan, sehingga terlihat putih ketiaknya."
851. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu hari di hari Jum'at, seorang pria masuk ke masjid dari sebuah pintu di sebelah Darul Qadha. Orang itu langsung berhadapan dengan Rasulullah yang sedang berkhutbah, lalu dia berkata: Ya, Rasulullah ! Telah musnah segala harta benda dan penghidupanmenjadi sulit. Karena itu mohonlah kepada Allah, semoga Dia menurunkan hujan bagi kita. Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya, lalu ia mendoa: "Allahumma aghitsna! Allahumma aghitsna! Allahumma aghitsna" Kata Anas, "Demi Allah! Ketika itu tidak sedikit juga terlihat oleh kami awan atau mendungdi langit, atau di sekitar antara tempat kami dengan pegunungan, selain rumah-rumah dan desa. Tetapi tidak berapa lama kemudian, terlihat lah awan tebal muncul dari balik gunung bagaikan perisai. Ketika awan itu sampai di tengah langit, dia berkembang luas dan kemudian turunlah hujan. "KataAnas selanjutnya, "Demi Allah! Semenjak itu kami tidak melihat matahari selama seminggu. Jum'at berikutnya, seorang pria masuk pula ke masjid dari pintu yang sama, dan langsung menuju ke Rasulullah saw. Yang sedang berkhutbah. Pria itu berkata," Telah musnah segala harta benda, dan terputussemua jalan (perhubungan). Karena itu mohonlah kepada Allah, semoga Dia berkenan menghentikan hujan turun di atas kita. "Rasulullah mengangkat kedua tangannya, lalu ia mendoa: 'Allahumma hawlana wala' alaina. Allahumma 'alal akami wazh zhirabi wa buthunil awdiyati wa manabitisy syajari." Maka redalahhujan, dan semenjak itu kami dapat keluar dan berjalan di bawah cahaya matahari. Tanya Syuraik, "Apakah pria itu orang yang menghadap Rasulullah saw. Pada hari Jum'at yang lalu juga?" Jawab Anas, "Itu aku tidak tahu." 852. Dari 'Atha' bin Abu Rabah ra, katanya dia mendengar 'Aisyah istri Rasulullahsaw. bercerita: Bila angin bertiup kencang, dan langit mendung berawan banyak, tampak kegelisahan di wajah Rasulullah saw., sehingga beliau maju mundur. Ketika hujan telah turun wajah beliau berubah jadi gembira dan hilang kegelisahannya. Kata 'Aisyah, "Aku bertanya kepada beliau, apa yang menyebabkannyagelisah begitu rupa. "Jawab beliau," Aku khawatir, kalau-kalau angin dan mendung itu menjadi kutukan yang ditimpakan kepada umat ku. Tetapi bila hujan telah turun, maka hal itu adalah rahmat. "
853. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Bila angin bertiup kencang, maka Rasulullah saw. Membaca doa sebagai berikut:' Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma fiha, wa khaira ma ursilat bihi. Wa a ' udzubika min syarriha wa syarri ma fiha, wa syarri ma ursilat bihi '. Dan ketika langittelah
mendung dan warnanya berubah (hitam pekat disertai kilat dan guntur), ia tampak gelisah, sehingga beliau keluar masuk ke muka dan ke belakang. Tetapi bila hujan telah turun, ia senang, karenanya, dan tampak di wajah beliau. Karena itu aku bertanya kepada beliau, kenapa dia sampai begitu.Jawab beliau, "Mungkin, hai 'Aisyah, seperti apa yang dikatakan tentang kaum' Ad: Setelah mereka melihat awan itu membentang menuju ke lembah-lembah mereka lalu berkata: Inilah awan-awan itu datang hendak menurunkan hujan bagi kita ..." ( Ahqaf: 24) 854. Dari Ibnu 'Abbas r.a., dari Nabi saw. sabdanya:"Aku ditolong (Allah) dengan Angin Timur sedangkan kaum 'Ad dimusnahkan (Allah) dengan Angin Barat."
855. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu hari di masa Rasulullah saw. Masih hidup, terjadi gerhana matahari. Karena itu beliau berdiri mengerjakan shalat (gerhana) dan berdirinya itu sangat lama. Kemudian beliau ruku', dan ruku'nya itu sangat lama. Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal) dani'tidalnya itU sangat lama pula, tetapi tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian ruku 'pula lama-lama, tapi tidak selama yang pertama. Kemudian beliau sujud, dan sesudahnya langsung berdiri kembali lama-lama, tetapi tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku 'pula lama-lama tetapitidak selama ruku 'yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal) dan sesudah itu berdiri pula lama-lama, tetapi tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau sujud, dan sesudah itu selesai.
Sedangkan matahari telah terang kembali. Lalu beliau berkhotbah di hadapan orang banyak. Mula-mula ia memuji dan menyanjung Allah swt., Dan sesudah itu beliau bersabda, antara lain sabdanya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah suatu bukti di antara sekian banyak bukti kebesaran Allah. Keduanyatidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu jika kamu melihat gerhana matahari dan bulan, takbir dan mendoalah kepada Allah swt., Shalat dan bersedekahlah kamu banyak-banyak. "Hai, umat Muhammad! Tidak seorang pun yang sangat benci kepada perzinaan selain dari Allah.(Karena itu hindarilah!) Hai, umat Muhammad! Kalaulah kamu tahu apa yang ku ketahui, niscaya kamu akan banyak menangis, dan sedikit tertawa. Camkanlah! Bukankah telah kusampaikan. "
856. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Telah terjadi suatu gerhana matahari pada masa hidup Rasulullah saw., Lalu beliau pergi ke masjid. Di sana ia berdiri dan takbir (melakukan shalat gerhana). Sedangkan orang banyak berbaris di belakang beliau. Rasulullah saw. membaca bacaan (surat)yang panjang. Kemudian beliau takbir dan ruku 'lama-lama. Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal) sambil membaca 'Sami'allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu ..' Lalu beliau berdiri, dan sesudah itu membaca ayat yang panjang-panjang, tetapi tidak selama bacaan yang pertama. Kemudian beliauruku 'pula kembali lama-lama, tapi tidak selama yang pertama. Kemudian beliau i'tidal sambil membaca "Sami'allahu liman hamidah. Rabbana walakal hamdu," sesudah itu beliau langsung sujud. Kemudian pada
raka'at yang lain beliau lakukan pula seperti itu, sehingga jumlahnya empat kali ruku 'dan empat kali sujud. Dan matahari telah terang kembali sebelum ia selesai shalat. Kemudian beliau berdiri dan berkhotbah di depan orang banyak. Mula-mula ia memuji Allah menurut mestinya. Sesudah itu beliaubersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua bukti di antara sekian banyak bukti tentang kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu apabila kamu melihatnya gerhana, maka segeralah pergi shalat. Shalatlah sehingga Allah memberi kelapangan(Cahaya terang) kembali kepada mu. Sabda beliau selanjutnya, "Aku telah melihat di tempatku ini segala yang dijanjikan Allah kepada mu (tentang surga dan neraka). Sehingga aku bermaksud hendak memetik buah surga; ketika kamu lihat aku menjangkaukan tangan ke depan. Aku juga melihat nerakajahanam, di mana satu sama lain saling menghancurkan, yaitu ketika kamu lihat aku mundur ke belakang. Dan aku melihat juga di neraka itu Ibnu Luhay, yakni orang yang mula-mula mengadakan Sa-ibah (kurban unta untuk berhala).
857. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Masih hidup, pernah terjadi gerhana matahari. Maka Rasulullah saw. Menyuruh orang untuk memanggil orang sholat berjamaah. Setelah mereka berkumpul, Rasulullah saw. Datang, lalu beliau takbir dan shalat empat kali ruku 'dan empat kali sujuddalam dua raka'at. "
858. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Bahwasanya Nabi saw. Shalat (gerhana) empat kali ruku' dan empat kali sujud, dalam dua raka'at."
859. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bahwasanya Nabi saw. Pernah shalat gerhana, enam kali ruku' dan empat kali sujud (dalam dua raka'at)." Surga dan neraka diperlihatkan kepada Nabi saw. 860. Dan Jabir ra. Katanya: "Di masa hidup Rasulullah saw.,
bertepatan dengan batas wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah saw., telah terjadi gerhana matahari. Karena itu ada orang yang mengatakan, bahwa gerhana itu terjadi karena wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah itu. Rasulullah berdiri, lalu beliau shalat dengan orang banyak enam kali ruku 'dan empat kali sujud.Mula-mula ia takbir, kemudian membaca ayat dan memperpanjang bacaannya itu. Kemudian beliau ruku ', lamanya sekitar selama beliau berdiri itu. Kemudian beliau mengangkat kepala dari ruku '(i'tidal), lalu dia membaca ayat, tapi tidak sepanjang yang pertama. Kemudian beliau ruku ', lamanya sekitarselama dia berdiri. Kemudian i'tidal, lalu membaca ayat, tetapi panjangnya tidak sepanjang yang kedua. Kemudian beliau ruku ', lamanya lebih kurang selama ia berdiri. Kemudian beliau mengangkat kepala dari ruku ', sesudah itu langsung turun untuk sujud, dan ia sujud du kali. Kemudian beliau berdiri,dan sesudah itu ruku 'pula tiga kali; dan bacaannya setiap raka'at, yang dahulu lebih panjang dari yang sesudahnya. Begitu pula lama ruku 'hampir sama dengan lamanya sujud. Kemudian beliau mundur, maka mundur pula seluruh shaf di belakang beliau, hingga sampai ke dekat shaf kaum wanita. Berikutnyabeliau maju. maka maju pula seluruh jama'ah mengikuti beliau, hingga sampai ke tempatnya semula. Sesudah itu shalat gerhana selesai, dan matahari telah terang kembali. Di dalam khutbahnya antara lain beliau bersabda: "Hai manusia! Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua bukti diantara sekian banyakbukti kebesaran Allah. Dan keduanya tidak gerhana karena kematian seorang manusia. Karena itu ketika kamu melihat gerhana itu, maka shalatlah sehingga cuaca terang kembali. Segala yang dijanjikan Allah diperlihatkan-Nya kepada ku dalam solat ku sebentar ini. Diperlihatkannya kepada ku neraka; yaitu ketikakamu lihat aku mundur, karena aku takut akan terkena jilatannya, sehingga tampak olehku di dalamnya si pengait mengait mangsanya ke dalam neraka, karena dia mencopet orang haji dengan kaitannya. Jika ditanya orang kepadanya kenapa kamu mencopet? Jawabnya, Aku tak sengaja, karena hanya menyangkut padakaitanku. Tetapi jika orang lengah, dia kait (copet) lagi. Kulihat juga di neraka itu seorang wanita pemilik kucing. Dia mengikat kucing itu, tetapi tidak diberinya makan dan dia tidak pula melepaskannya, sehingga kucing itu dapat mencari makannya sendiri seperti rumput-rumput bumi, sehingga akhirnyakucing itu mati kelaparan. Kemudian diperlihatkan pula kepada ku surga; yaitu ketika kamu melihat ku maju, sehingga aku berdiri di tempatku ini. Kujangkaukan tangan ku untuk memetik buahnya, supaya kamu semua dapat melihatnya. Tapi ternyata aku tak dapat melakukannya. Tidak ada sesuatu yangtelah dijanjikan Allah, melainkan kulihat nyata dalam solat ku ini. "
861. Dari Asma 'ra, katanya: "Pada waktu (hidup) Rasulullah saw. Pernah terjadi gerhana matahari. Lalu aku pergi menemui' Aisyah, dan kudapati dia sedang shalat. Aku bertanya kepadanya," Kenapa orang banyak pada shalat? "Dia mengingatkan ku dengan kepalanya ke langit. Tanya ku, "Ayat? (Tandakebesaran Allah?) "Jawab 'Aisyah," Ya, tanda kebesaran Allah. "Rasulullah saw. lama sekali berdiri (dalam shalat), sehingga aku pusing. Lalu kuambil air satu qirbah dan ku bawa ke dekatku. Kemudian ku basahi kepala dan muka ku . Kata Asma 'selanjutnya, "Ketika Rasulullah saw. telah selesai shalat, danmatahari telah terang kembali, beliau berkhotbah di hadapan orang banyak. Mula-mula ia memuji dan menyanjung Allah. Sesudah itu beliau bersabda, antara lain: Tidak satu pun sesuatu yang belum pernah kulihat, melainkan telah kusaksikan dalam solat ku sebentar ini, sampai-sampai surga dan neraka.Sesungguhnya telah diwahyukan kepada ku, bahwa kamu segera akan ditanyai dalam kubur, atau seperti fitnah (bencana) Dajjal. Masing-masing kamu akan didatangi lalu ditanya: "Apa pengetahuanmu tentang orang (Muhammad) ini?" Adapun orang-orang yang beriman dan meyakini, akan menjawab, "Dia adalah Muhammad,Rasulullah. Dia datang kepada kami membawa keterangan-keterangan dan petunjuk, lalu kami terima dan kami patuhi. "Pertanyaan itu berulang-ulang sampai tiga kali. Sesudah itu dia disuruh tidur. Katanya," Kami sudah tahu bahwa kamu benar beriman dengannya. Karena itu tidurlah dengan nyenyak. "Adapun orang-orangyang munafik dan orang-orang yang ragu dalam kepercayaannya, maka jawabnya, "Aku tidak tahu apa-apa. Kudengar orang banyak mengatakan begini dan begitu, lalu kuucapkan pula."
862. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah saw. Shalat (gerhana) dengan delapan kali ruku' dan empat kali sujud (dalam dua raka'at). Kemudian 'Ali bin Abi Thalib ada pula meriwayatkan seperti itu. "
863. Dari Abdurrahman bin Samurah r.a., katanya; "Pada suatu waktu di masa Rasulullah, ketika aku sedang bermain panah, tiba-tiba terjadi gerhana matahari. Lalu kulemparkan semua alat permainanku itu. Pikirku," Aku hendak menengok apakah
gerangan yang dilakukan Rasulullah saw. bila terjadi gerhana matahari seperti itu. "Setelah aku sampai ke tempat beliau, kudapati dia sedang mengangkat tangan, medoa, takbir,
tahmid dan tahlil sampai matahari terang kembali, membaca dua surat dan shalat dua rakaat. "
864. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ajarkanlah kepada orang-orang kamu yang hampir meninggal membaca kalimah" La ilaha illallah ".
865. Dari Ummu Salamah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun di antara orang-orang muslim yang ditimpa mushibah, lalu dibacanya apa yang diperintahkan Allah:" Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allhumma ajurni li mushibati, wakhluf li khairan minha. "Melainkan Allahmengganti baginya dengan yang lebih baik. Ketika Abu Salamah telah meninggal, Ummu Salamah sering bertanya kepada dirinya sendiri, orang muslim manakah lagi yang lebih baik dari Abu Salamah? Dia orang yang pertama-tama hijrah kepada Rasulullah saw.! "Pertanyaan itu sering diulang-ulangnya. Lalu Allahmengganti baginya dengan Rasulullah saw sendiri. Kata Ummu Salamah menceritakan, "Dia mengutus Hathib bin Abu Balta'ah melamar ku untuk dia sendiri." Lalu jawab ku, "Bagaimana mungkin, aku telah memiliki seorang anak perempuan. Dan aku sendiri seorang wanita pencemburu." Jawab beliau, "Anaknyakita doakan kepada Allah, supaya dicukupkan Allah segala kebutuhannya, dan aku mendoakan pula semoga Allah menghilangkan rasa cemburunya itu. "866. Dari Ummu Salamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu menengok orang sakit atau orang meninggal, maka ucapkanlah ucapan ( doa) yang baik,karena malaikat mengaminkan ucapan kamu itu. "Selanjutnya Ummu Salamah bercerita," Ketika Abu Salamah meninggal, aku datang kepada Rasulullah saw. mengabarkannya. Kata ku: "Ya, Rasulullah! Abu Salamah telah meninggal." Jawab Rasulullah saw., "Mendoalah:" Allahummaghfirli walahu, wa a'qibni minhu 'Uqbahasanatan. "Apa yang diajarkan Rasulullah itu kulakukan sebaik-baiknya. Tidak berapa lama kemudian, Allah menukarnya dengan orang yang paling baik bagi ku, yaitu Muhammad saw. sendiri."
867. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Ketika Abu Salamah meninggal, Rasulullah saw. Datang ke rumah kami menengok jenazahnya. Kebetulan matanya terbelalak, lalu ditutupkan oleh beliau. Kemudian beliau bersabda:" Apabila ruh telah dicabut, maka penglihatan (orang yang dicabut ruhnya) mengikuti ruh itu(Pergi), dan keluarganya meratap histeris. Sekali-kali jangan mendoakan jenazah (saudara) mu, melainkan doakanlah dengan doa yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengaminkan doa mu itu. Kemudian beliau membaca doa: "Allahummaghfir li Abi Salamah, warfa 'darajatahu fil muhdiyyina, wakhlufhu fi' aqbihi,fil ghabirina, waghfir lana wa lahu ya rabbal 'alamina, wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu jihi. "
868. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidakkah kamu lihat ketika seorang manusia mati, matanya terbeliak ke atas?" Jawab mereka, "Ya, kami melihatnya, ya Rasulullah." Sabda beliau: "Hal itu terjadi, karena penglihatannya mengikuti ruhnya ketika sedang pergi."
869. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Ketika Abu Salamah meninggal, aku berujar:" Awak orang asing, meninggal pula di negeri asing. Akan ku ratapi dia sepuas-puasnya, sehingga menjadi buah bibir orang, "Ketika aku bersia-siap hendak meratapinya, tiba-tiba datang seorang perempuan dari dusun menawarkan
diri hendak menolong ku meratap. Lalu Rasulullah saw. mendatanginya seraya bersabda: "Apakah kamu ingin memasukkan setan kembali ke rumah ini, di mana Allah telah mengeluarkannya dari sini?" Sabda beliau itu disabdakannya sampai dua kali. Mendengar itu, aku sendiri pun tidak jadi pula meratap. "870.Dari Usamah bin Zaid ra, katanya: "Pada suatu hari, ketika kami sedang berada dekat Nabi saw., Tiba-tiba datang seorang suruhan dari puteri Rasulullah saw. (Zainab binti Muhammad saw.) Meminta Nabi saw. Datang dan mengabarkan kepada beliau bahwa anak puterinya itu (cucu Nabi saw.) meninggal. Rasulullahberpesan kepada suruhan itu, sabdanya: "Pulanglah kamu, sampaikan kepadanya (Zainab) bahwasanya kepunyaan Allah-lah yang telah diambil dan diberikan-Nya. Semuanya telah ditetapkan Allah ajalnya. Karena itu suruhlah dia bersabar dan menahan diri. Tidak berapa lama kemudian suruhan itu datangpula kembali seraya berkata, "Dia (Zainab) sangat mengharapkan benar semoga Rasulullah saw. sudi menjenguknya." Maka pergilah
beliau beserta para sahabatnya, antara lain: Sa'ad bin Ubadah dan Mu'adz bin Jabal, serta aku sendiri, ikut pula bersama mereka. Sesampai di tempat kematian (rumah Zainab), diberikan orang kepada beliau jenazah cucunya itu. Nafas beliau jadi deras tersendat-sendat seperti orang kepayahan, dan airmata dia meleleh karena menangis. Bertanya Sa'ad kepada beliau, "Mengapa ini, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Ini adalah rahmat yang dijadikan Allah dalam hati setiap hamba-Nya yang pengasih."
871. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Sa'ad bin Ubadah sakit, Rasulullah saw. Datang mengunjunginya bersama dengan 'Abdurrahman bin' Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash dan 'Abdullah bin Mas' ud: Ketika Nabi masuk ke rumahnya, didapatinya Sa'ad sedang pingsan. Nabi saw. bertanya, "Apakahsudah meninggal? "Jawab mereka," Belum, ya Rasulullah! "Rasulullah saw. menangis. Melihat dia menangis, maka orang banyak pun menangis pula. Kemudian beliau bersabda," Tahukah kamu, sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang karena menangis, dan tidak pula karena bersedih hati. Tetapi Allah menyiksakarena ini, sambil beliau menunjuk lidahnya - atau memberi rahmat karenanya. "
872. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Pada suatu ketika,
sedang kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba datang kepada beliau seorang lelaki Anshar memberi salam. Ketika dia hendak berlalu, dia ditanya oleh Rasulullah saw., "Hai, saudara Anshar! Bagaimana sakitnya saudara ku Sa'ad bin Ubadah?" Jawab orang itu, "Dia baik, ya Rasulullah." SabdaRasulullah saw.,
"Siapakah di antara Anda semua yang ingin ikut menjenguknya?" Lalu dia berdiri, dan kami berdiri pula semuanya. Kami berjumlah lebih dari sepuluh orang. Semuanya tanpa terompah, tanpa sepatu, tanpa kopiah, dan tanpa qamish (jubah dalam). Kami berjalan kaki di tanah gersang hingga sampai ke rumah Sa'ad.Orang-orang yang mengelilingi Sa'ad menghindar, memberi kesempatan kepada Nabi saw. dan para sahabat yang baru datang bersama-sama dengan dia untuk mendekat kepada Sa'ad. "
873. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Kesabaran yang sempurna, adalah pada pukulan pertama."
874. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Mendatangi seorang wanita yang sedang menangisi bayinya yang telah meninggal. Lalu beliau bersabda kepadanya:" Taqwalah kepada Allah dan sabarlah Anda. "Jawab wanita itu," Anda tidak merasakan bagaimana pedihnya mushibah yang kuderita ini. "Setelahia berlalu, dikatakan orang kepada wanita itu bahwa yang bicara kepadanya itu adalah Rasulullah saw. Mendengar hal itu, wanita tersebut setengah mati (ketakutan), lalu dia pergi menemui Rasulullah saw. Didapatinya pintu rumah beliau tidak dijaga (dikendalikan), lalu dia masuk. Katanya, "Tadi aku tidakmengenal Anda, ya Rasulullah (Maafkanlah aku!). "Sabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya kesabaran yang sempurna adalah pada pukulan pertama. "
875. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Hafshah menangisi (ayahnya) 'Umar bin Khaththab,' Umar berkata: Sabarlah anakku! Apakah engkau tidak tahu, bahwa Rasulullah saw. Pernah bersabda:" Sesungguhnya mayat merasa tersiksa karena diratapi keluarga. "
876. Dari 'Umar bin Khaththab ra, dari Nabi saw. sabdanya:
"Mayat merasa disiksa dalam kuburnya karena diratapi."
877. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Khalifah' Umar ditikam orang, ia jatuh pingsan dan orang meratapinya. Setelah dia sadar kembali, dia berkata:" Tidak tahukah kamu bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya mayat merasa tersiksa karena ratapan orang hidup."
878. Dari Abu Musa ra, katanya: "Ketika Khalifah 'Umar dapat mushibah (ditikam orang). Shuhaib datang ke rumahnya. Sampai di sana ia berdiri dekat' Umar sambil menangis. Kata 'Umar," Kenapa Anda menangis. Apakah Anda menangisi ku? "Jawab Shuhaib," Ya, demi Allah! Aku menangisi Anda, hai Amirul Mukminin. "Kata 'Umar, "Demi Allah! Aku ingat bahwa Rasulullah saw. Pernah bersabda:" Siapa yang diratapi, disiksa (dalam kuburnya). "Kemudian, ucapan' Umar itu ku sampaikan kepada Musa bin Thalhah. Kata Musa," Aisyah mengatakan, bahwa (orang-orang yang dimaksud Nabi dalam hadis itu) adalah orang ~ rang Yahudi. "
879. Dari 'Abdullah bin Abu Mulaikah ra, katanya: "Ketika putri' Usman bin 'Affan meninggal di Makkah, kami datang menengoknya. Hadir juga saat itu antara lain, Ibnu' Umar dan Ibnu 'Abbas. Dan aku duduk antara keduanya, atau dekat salah satu dari keduanya. Kemudian datang orang lain, lalu dia dudukdi samping ku. Kata 'Abdullah bin' Umar kepada 'Amru bin' Usman, yang duduk berhadapan dengan 'Abdullah, "Kenapa tidak Anda larang orang menangis? Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah bersabda: Sesungguhnya mayat tersiksa karena ditangisi keluarganya." Ibnu 'Abbas menyela, "Memang,' Umar memang pernahberkata demikian. "Kemudian Ibnu 'Abbas melanjutkan ceritanya:" Aku pernah datang
dari Makkah bersama 'Umar; maka ketika kami sampai di Baida ', sekonyong-konyong kami bertemu dengan suatu rombongan kendaraan sedang berhenti di bawah naungan pohon. Kata 'Umar, "Cobalah periksa, siapa kepala rombongan kendaraan itu!" Setelah ku lihat, ternyata rombongan itu dikepalai oleh Shuhaib.Lalu ku beritahukan kepada 'Umar. Kata 'Umar, "Panggillah dia kemari!" Aku kembali ke Shuhaib, dan ku perintahkan kepadanya, "Turunlah! Temukan Amirul Mukminin sekarang juga!" Ketika 'Umar mendapat mushibah
ditikam orang, Shuhaib datang melihat 'Umar sambil menangis dan berkata: "Wahai saudara ku! Wahai saudara ku!" Maka berkata 'Umar, "Shuhaib! Apakah engkau menangisi ku? Rasulullah saw. Telah bersabda: Bahwasanya mayat itu tersiksa karena ditangisi keluarganya." Kata Ibnu 'Abbas, "Ketika' Umar telahmeninggal, hadis yang disampaikan 'Umar itu ku ceritakan kepada' Aisyah. "Kata 'Aisyah," Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada' Umar. Tidak! Demi Allah, Rasulullah saw. tidak pernah mengatakan bahwa Allah menyiksa orang mukmin karena tangisan seseorang. Yang sebenarnya, beliau bersabda begini: SesungguhnyaAllah menambahkan siksaan terhadap orang kafir, karena tangisan keluarganya atasnya. "Kata 'Abdullah," Selanjutnya' Aisyah berkata: Camkanlah Al Qur'an: "Wala taziru waziratan wizra ukhra." (An'am. 164; Isra: 1; Fathir: 18; Zumar: 7; Najm: 38) Kata Ibnu 'Abbas, "Kalau demikian, Allah membuat engkautertawa dan menangis. "Kata Ibnu Mulaikah," Demi Allah! Ibnu 'Umar tidak mengatakan apa-apa (mendengar penjelasan' Aisyah itu). "880. Dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, katanya:" Diceritakan orang dekat' Aisyah perkataan Ibnu 'Umar tentang mayat tersiksa karena ditangisi keluarganya. Maka berkata 'Aisyah:Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Abu Abdurrahman (maksudnya 'Umar). Dia mendengar hadits dari Rasulullah saw., Tetapi tidak dihafalnya dengan baik. Peristiwanya begini: Pada suatu ketika lewat di hadapan Nabi saw. jenazah orang Yahudi, ditangisi oleh keluarganya. Maka bersabda Rasulullah saw.,"Kamu tangisi dia, sedangkan dia tersiksa karena tangismu itu."
881. Dari Hisyam ra, dari ayahnya, katanya: "Diceritakan
orang dekat 'Aisyah ra, riwayat dari Ibnu' Umar ra, bahwa Nabi saw. pernah bersabda, bahwa mayat tersiksa dalam kuburnya karena ditangisi keluarganya. "Kata 'Aisyah," Bukan begitu! Sesungguhnya yang diucapkan Nabi itu adalah: Bahwasanya mayat itu
disiksa karena kesalahan atau karena dosanya. Sedangkan keluarganya menangisinya baru sekarang. Hal itu sama kelirunya dengan ucapan yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. pernah
berdiri di pinggir sebuah lubang kecil ketika perang Badar, lalu dimasukkan orang ke dalam lubang itu mayat-mayat orang-orang musyrik yang terbunuh, lalu Nabi berkata kepada mereka, bahwa mereka (mayat) itu mendengar apa yang dikatakan beliau. Hal itu sungguh keliru! Yang benar adalah Nabi mengatakan:"Sesungguhnya mereka itu bakal mengetahui (di akhirat) bahwa apa yang kukatakan kepada mereka (saat mereka masih hidup) adalah benar!" Kemudian 'Aisyah membaca ayat:' innaka la tusmi'ul Mauta ... (Naml: 80) "Wama anta bi musmi'in man fil 'Qubur ..." (Fathir: 22).
882. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meratapi mayat, maka mayat itu akan disiksa hari kiamat karena diratapi itu." 883. Dari Abu Malik Al Asy'ari ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Ada empat macam kebiasaan jahiliyah ada di kalangan umatku, yang belum ditinggalkan mereka: (I) Membanggakan turunan, (2) Mencela turunan orang lain, (3) Percaya hujan turun karena bintang-bintang, (4) Meratapi mayat. Sabda beliau, "Jika wanita peratap itu tidak taubat sebelum dia mati, nanti di hari kiamat dia akan disuruh berdiri, lalu dipakaikankepadanya celana terbuat dari aspal mendidih, dan baju berpenyakit kulit. "
884. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika berita tentang tewasnya Ibnu Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan' Abdullah bin Rawahah sampai kepada Rasulullah saw., Beliau duduk dan terlihat tanda kesedihan di wajah beliau. Kata 'Aisyah selanjutnya, "Aku melihat dari celah-celah pintu, seorang pria datangkepada beliau seraya berkata: "Ya, Rasulullah! Istri Ja'far menangis!" Nabi saw. menyuruh orang itu supaya mendiamkannya. Lalu orang itu pergi. Tidak berapa lama kemudian orang datang kembali dan mengatakan kepada beliau, bahwa mereka tidak ingin di diamkan. Nabi menyuruhnya pula kembali, tetapi tidakbeberapa lama dia kembali pula seraya berkata: "Demi Allah! Mereka tidak mau didiamkan dan tidak mengindahkan ku, ya Rasulullah!" 'Aisyah mengira, bahwa Rasulullah menyuruh orang itu pergi dengan mengatakan: Pergilah! Sumpalkan tanah kedalam mulutnya! Maka berkata 'Aisyah kepada orang itu, "Celakaengkau! Demi Allah! Engkau belum melakukan dengan baik apa yang diperintahkan Rasulullah saw. kepada mu, sehingga engkau biarkan Rasulullah saw. dalam kesulitan. "
885. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Membai'at (mengambil sumpah) kami, bahwa kami tidak akan meratap. Yang memenuhi bai'at itu antara lain: Ummu Sulaim, Ummul' Ala, Putri Abu Sabrah, istri Mu'adz, (dan 'Ummu' Athiyah sendiri). "886. Dari Ummu 'Athiyah r.a., katanya: "Ketikaayat: "Yubayi '
naka 'ala Anla yusyrikna billahi syaian ... "(Mumtahanah: 12) turun di dalam perjanjian itu termasuk pula tidak bisa meratap. Kata ku kepada Rasulullah saw.," Kecuali terhadap keluarga si Fulan, ya Rasulullah. Karena mereka telah menolong ku meratap pada masa jahiliyah. Karena itu aku harus menolongnyapula meratap. Jawab Rasulullah saw., "Ya, kecuali terhadap keluarga si Fulan."
887. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Kami dilarang Rasulullah saw. Mengikuti jenazah, tetapi larangan itu tidak terlalu ketat terhadap kami." 888. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Nabi saw. Masuk ke tempat kami, ketika kami sedang memandikan putri beliau (Zainab binti Rasulullah saw.). Lalu beliaubersabda: "Mandikan (sampai bersih benar) tiga atau lima kali, atau lebih banyak dari itu sesuai dengan kebutuhannya, dengan air yang sudah dicampur daun Sidir, dan penghabisannya dengan air kapur. Bila telah selesai beritahulah aku!" Setelah selesai, lalu kami beritahukan kepada beliau. Dia memberikankainnya kepada kami, seraya berkata: "Pakaikanlah kain ini sebagai kafannya lapis pertama."
889. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mendatangi kami ketika kami sedang memandikan jenazah salah seorang putri beliau (Zainab), seraya katanya:" Mandikan dia dengan jumlah ganjil, lima kali atau lebih dari itu. "Sesudah mandi rambutnya kami kepang tiga, kemudian kami sanggul dikanan, di kiri dan di ubun-ubunnya. "
890. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Menyuruh ku memandikan jenazah putri beliau (Zainab), beliau menyuruh ku supaya mulai dengan anggota jenazah yang sebelah kanan dan anggota-anggota wudhu."
891. Dari Khabbab Ibnul Arat ra, katanya: "Kami hijrah bersama. Rasululllah saw. Karena mengharapkan ridha Allah belaka. Maka dari Allah jualah kami harapkan pahalanya. Di antara kami yang hijrah itu ada yang sudah meninggal dunia sebelum dia mengecap apa- apa sebagai upahnya, seperti Mush'abbin 'Umair yang tewas dalam perang Uhud. Dia tidak punya apa-apa untuk kafannya sendiri, selain sehelai selimut, bila kami tutupkan di kepalanya terbuka kakinya, dan bila kami tutupkan di kakinya terbuka kepalanya. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Letakkan selimut itu menutupi kepalanya, kemudian tutupkakinya dengan daun-daunan idzkhir. "Sedangkan yang lain, ada yang sudah mengecap buahnya di dunia ini, lalu dinikmatinya." 892. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Dikafani dengan tiga lapis kain putih dari katun, tidak termasuk di dalamnya jubah dan sorban. Orang ragu-ragu untuk memakaikansepasang pakaian yang dibeli untuk kafan beliau, lalu ditinggalkan saja, dan ia hanya dikafani dengan tiga lapis kain putih dari katun. Sedang pasang pakaian yang telah disiapkan tadi diambil oleh 'Abdullah bin Abu Bakar; katanya akan disimpannya untuk kafannya sendiri. Kemudian kata Abdullah,"Kalau Allah ridha untuk kafan Nabi-Nya, tentu telah dikafankan kepadanya." Akhirnya baju itu dijual oleh 'Abdullah, sedang uangnya disedekahkannya.
893. Dari Abu Salamah ra, katanya dia bertanya kepada 'Aisyah
ra, istri Rasulullah saw., tanyanya: "Berapa lapiskah kafan Rasulullah saw.?" Jawab 'Aisyah, "Tiga lapis kain katun (putih)."
894. Dari 'Aisyah Ummul Mukminin ra, katanya: "Jenazah Rasulullah saw., Ditutup dengan sehelai kain tenunan negeri Yaman."
895. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu hari Nabi saw. Berkhotbah, lalu beliau menyebut nama salah seorang sahabatnya yang telah meninggal dan dikafani dengan kafan yang kurang panjang, serta dikuburkan malam hari. Nabi saw. Melarang menguburkan mayat malam hari, sehingga dapat disolatkan(Oleh jamaah yang lebih banyak), kecuali jika terpaksa. Sabda beliau, "Bila kamu mengkafani mayat saudara mu, maka kafanilah dengan sebaik-baiknya."
896. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Segerakanlah menguburkan jenazah! Jika dia orang baik, berarti kamu segera mengantarkannya kepada kebaikan. Jika dia orang jahat, berarti kamu segera menghindarkan bencana terhadap diri mu."
897. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengunjungi jenazah, kemudian menyolatkannya, maka orang itu dapat pahala satu qirath. Siapa yang mengunjungi sampai mengantarkan jenazah ke pekuburan, maka pahalanya dua qirath." Ditanyakan orang kepada beliau. "Berapakah dua qirathitu, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Dua qirath itu sekitar sebesar dua buah gunung yang besar. "
898. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Siapa
yang ikut menshalatkan jenazah, tetapi tidak ikut mengantarkannya ke pekuburan, maka dia dapat pahala satu qirath. Jika dia ikut mengantar ke kuburan, pahalanya dua qirath. "Lalu ditanyakan orang," Berapakah dua qirath itu? "Jawab beliau," Satu qirath paling sedikit sebesar bukit Uhud. "
899. Dari 'Aisyah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak satu pun mayatt yang disolatkan oleh seratus orang kaum muslimin, dan semuanya memohonkan syafa'at bagi mayat itu, melainkan Allah mengabulkan permohonan mereka itu."
900. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya anaknya meninggal di Qudaid atau di 'Usfan. Lalu dia berkata kepada sahayanya, "Hai, Kuraib! Coba kamu lihat, sudah banyakkah orang berkumpul untuk menshalatkan jenazah?" Kata Kuraib. "Aku pergi melihat, dan memang orang telah banyak berkumpul. Lalu keberitahukepada 'Abdullah. "Tanya' Abdullah," Apakah mereka empat puluh orang? "Jawab Kuraib," Ada! "Kata 'Abdullah," Keluarkanlah jenazah! Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila seorang muslim meninggal dunia, lalu jenazahnya disolatkan oleh empat puluh orang muslim (yang tidak musyrik), maka Allahmenerima syafa'at mereka terhadap jenazah itu. "901. Dari Anas bin Malik ra, katanya:" Pada suatu hari, ada satu jenazah lewat. Lalu dikatakan orang, itu jenazah orang baik. Maka kata Nabi saw., "Pasti! Pasti! Pasti!" Kemudian lewat pula jenazah yang lain, maka kata orang, itu jenazah orang jahat.
Maka berkata pula Nabi saw., "Pasti! Pasti! Pasti!" Maka bertanya 'Umar. "Ya, Rasulullah! Bapa dari ibu ku menjadi sandera. Tadi lewat satu jenazah, lalu kata orang, itu jenazah orang baik. Maka Anda berkata:" Pasti! Pasti! Pasti! "Kemudian lewat pula jenazah yang lain, orang mengatakan, itu jenazah orangjahat. Maka Anda berkata pula: "Pasti! Pasti! Pasti! Apakah maksud Anda?" Jawab Rasulullah saw., "Jenazah yang Anda katakan baik, pasti dia masuk surga. Dan jenazah yang Anda katakan jahat, pasti pula dia masuk neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi. "
902. Dari Abu Qatadah bin Rabi 'ra, dia menceritakan bahwa
pada suatu ketika, satu jenazah lewat di hadapan Nabi saw., lalu beliau bersabda: "Senang dan menyenangkan." Para sahabat bertanya, "Apa maksud ucapan Anda itu, ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw., "Ketika seorang mukmin meninggal dunia, maka dia telah senang (duduk) dari kesusahan dunia. Dan bilaseorang jahat yang meninggal, maka dia memberikan (mengistirahatkan) seluruh hamba Allah, seluruh negeri, pohon-pohon dan binatang dari kejahatannya. "
903. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada hari kematian Najasyi (Raja Ethiopia), Rasulullah saw. Mengumumkannya kepada publik. Sesudah itu ia pergi ke mushalla, lalu beliau takbir empat kali (shalat ghaib)."
904. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada hari kematian Najasyi, Rasulullah saw. Bersabda:" Mohonkanlah ampun bagi, saudara mu itu! "Kata Ibnu Syihab, Sa'id bin Musayyab mengabarkan kepadanya bahwa Abu Hurairah berkata selanjutnya," Kemudian beliau menyuruh mereka berbaris di mushalla, lalu beliausolat (gaib) atasnya dengan empat kali takbir. "
905. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada seorang saudara mu meninggal dunia. Karena itu berdirilah kamu semua, kemudian shalat (ghaibkanlah) dia. Lalu kami berdiri dan berbaris dua baris."
906. Dari Ibnu Numair ra, katanya: "Rasulullah saw. Tiba di suatu kuburan yang masih basah (karena masih baru), lalu beliau shalat jenazah di atasnya. Maka kami pun berdiri pula di belakang beliau dan takbir empat kali." Aku bertanya kepada 'Amir, "Siapa yang menyampaikan hadis itu kepadamu?" Jawabnya,"Seorang yang dipercaya dan menyaksikannya sendiri, yaitu Ibnu 'Abbas." 907. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ada seorang wanita atau pemuda hitam bekerja sebagai tukang sapu masjid. Ketika Rasulullah saw. Tidak melihatnya, beliau tanya-tanyakan ke sana-sini. Mereka mengatakan bahwa orang itu telahmeninggal. Kata Nabi saw., "Kenapa tidak kalian beritahu aku?" Seolah-olah kata Nabi, mereka menganggap remeh kematian orang itu. Kata Nabi selanjutnya, "Tunjukkanlah kepada ku kuburannya." Maka ditunjukkan mereka kepada beliau kuburannya, lalu beliau shalat (ghaib) di atasnya. Kemudian beliau bersabda:"Kuburan ini sangat gelap bagi penghuninya. Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla akan meneranginya setelah aku shalat di atasnya."
908. Dari 'Amir bin Rabi'ah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu melihat jenazah (lewat), maka berdirilah sampai dia meninggalkan kamu atau diletakkan orang."
909. Dari 'Amir bin Rabi'ah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Apabila kamu melihat jenazah, jika kamu tidak sedang berjalan mengiringkannya, maka berdirilah seketika sampai jenazah meninggalkan kamu, atau diletakkan orang sebelum dia meninggalkan kamu." 910. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a., katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Apabila kamu melihat jenazah, maka berdirilah! Siapa yang turut mengiringkannya ke kuburan, jangan duduk sampai jenazah itu diletakkan orang."
911. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Satu jenazah lewat di hadapan Nabi saw., Lalu beliau berdiri. Kami pun berdiri pula mengikuti beliau. Kemudian kami berkata," Ya, Rasulullah! Itu jenazah orang Yahudi. "Sabda beliau," Kematian itu mengejutkan. Karena itu bila kamu melihat jenazah (lewat)berdirilah! "
912. Dari 'Auf bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Membaca doa dalam shalat jenazah, lalu kuhafal doanya itu. Adalah sebagai berikut:" Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa' afihi, wa'fu 'anhu, wakrim muzulahu, wa wassi 'madkhalahu, waghsilhu bilma-i wats tsalji, wal baradi, wa naqqihi minal khathayama naqqaitats tsaubal abyadha minad danasi, wabdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata, wa a'idzhu min 'azdabil qabri aw min' adzabin nar. "Kata 'Auf," Sehingga maulah aku rasanya menjadi mayat itu. "
913. Dari Samurah bin Jundab ra, katanya: "Aku shalat (jenazah) di belakang Nabi saw., Menshalatkan jenazah Ummu Ka'ab yang meninggal sesudah melahirkan. Rasulullah saw. Berdiri pada pinggangnya."
914. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Selesai penguburan
jenazah Ibnu Dahdah, diberikan orang kepada Nabi seekor kuda tanpa pelana lalu dikendarai oleh beliau. Sedangkan kami berjalan kaki sekitar beliau. "
915. Dari 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash sakit hampir meninggal, dia berkata:" Buatkan bagi ku lahad, dan susunkan batu-batu di atas kuburanku seperti kuburan Rasulullah saw. "
916. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang mengapur kuburan, duduk dan membuat bangunan di atasnya."
917. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Jika kamu duduk di atas bara api, lalu terbakar baju dan kulitmu, itu lebih baik bagimu daripada duduk di atas kuburan."
918. Dari Abu Murtsadi Al Ghanawi ra, katanya Rasulullah saw.
bersabda: "Janganlah kamu duduk di atas kuburan, dan jangan pula kamu shalat menghadap ke kuburan."
919. Dari 'Abbad bin' Abdullah bin Zubair ra, katanya: "Bahwasanya 'Aisyah menyuruh membawa jenazah Sa'ad bin Abi Waqqash ke masjid untuk disolatkannya di situ. Tetapi orang banyak mengingkari permintaannya itu. Lalu kata' Aisyah,
"Alangkah cepatnya orang lupa, bahwa Rasulullah saw. Pernah menshalatkan Suhail bin Baidha 'di masjid." 920. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash
meninggal, para isteri Nabi saw. meminta agar jenazahnya dibawa ke masjid untuk mereka sholatkan. Permintaan itu mereka penuhi, maka dibawalah jenazah itu ke muka kamar mereka untuk mereka sholatkan. Kemudian dibawa kembali keluar melalui pintu jenazah yang berhubungan dengan tempat duduk. Tidak berapalama kemudian sampai kepada mereka bahwa orang banyak mencela perbuatan mereka itu. Kata mereka, "Jenazah tidak dapat dibawa ke masjid." Ucapan orang itu sampai pula kepada 'Aisyah. Kata 'Aisyah, "Alangkah cepatnya orang mencela apa yang tidak mereka ketahui. Mereka mencela kami membawa jenazahke masjid. Padahal Rasulullah saw. menshalatkan Suhail Ibnu Baidha 'di dalam masjid. "921. Dari Abu Salamah bin' Abdurrahman ra, katanya:" Ketika
Sa'ad bin Abi Waqqash wafat, 'Aisyah berkata: "Bawalah jenazah itu ke dalam masjid, sehingga aku dapat menyolatkannya. Permintaan' Aisyah itu diingkari banyak orang. Lalu kata 'Aisyah.
"Demi Allah, Rasulullah saw. Pernah shalat jenazah dalam masjid, untuk dua orang putera Baidha ', yaitu Suhail dan saudaranya."
922. Dari Muhammad bin Qais bin Makhramah bin Muththalib bahwa pada suatu hari dia berkata, "Sukakah kamu ku ceritakan padamu suatu peristiwa tentang diri ku dan ibu ku ('Aisyah) - kami sangka ibu yang melahirkannya - katanya' Aisyah ra berkata:" Sukakah kamu ku ceritakan kepada mu suatu peristiwatentang aku dengan Rasulullah saw.? "Jawab kami," Tentu, tentu saja kami suka, ya Ummul Mukminin. "Katanya," Pada suatu malam ketika giliran Rasulullah saw. di rumah ku, setelah ia menanggalkan pakaiannya, dan menempatkan terompahnya dekat kaki, dan membentangkan pinggir jubahnya di atas kasur, laluia berbaring. Setelah beberapa lama kemudian, dan barangkali ia menyangka ku sudah tidur, lalu ia ambil baju dan terompahnya, dibukanya pintu perlahan dan kemudian ditutupnya kembali perlahan. Mengawasinya seperti itu, kU kenakan pula baju ku, dan ku tutup kepala ku dengankain. Kemudian ku
ikuti dia di belakang, hingga sampai ke Baqi '. Sampai di sana ia berdiri agak lama, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tiga kali, sesudah itu ia berbalik pulang. Aku pun balik pula (mendahului beliau). Kalau ia berjalan cepat, aku pun berjalan cepat-cepat. Bila dia berlari-Iarikecil, aku pun demikian pula. Ketika ia sampai, aku pun sampai lebih dahulu dari dia, masuk rumah dan langsung tidur. Setelah itu ia masuk, dan bertanya. "Kenapa engkau, hai 'Aisyah? Ku dengar nafasmu kembang kempis." Jawab ku, "Tidak kenapa-napa, ya Rasulullah!" Kata beliau, "Ceritakanlahkepada ku, ataukah Allah yang akan menceritakannya kepada ku! "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Demi ayah dan ibu ku! Lalu ku ceritakan padanya apa yang telah terjadi. "Kata beliau," Kalau begitu, engkaulah kiranya bayangan hitam yang ku lihat di hadapan ku tadi, "Jawab ku," Benar, ya Rasulullah! "Lalubeliau membukakan dada ku, sehingga terasa sakit bagi ku. Kemudian ia berkata, "Apakah engkau masih curiga, Allah dan RasulNya akan berbuat curang terhadapmu?" Jawab ku, "Setiap apa yang dirahasiakan manusia, pasti Allah mengetahuinya juga." (Kemudian Rasulullah menceritakan kenapa beliau sampaikeluar) .Katanya: "Tadi Jibril datang, tetapi karena dia melihat ada engkau, dia memanggil ku lembut sehingga tidak terdengar olehmu. Aku menjawab panggilannya tanpa terdengar pula olehmu. Dia tidak masuk kerumah karena engkau telah menanggalkan pakaianmu. Dan aku mengira engkau sudah tidur,karena itu aku segan membangunkanmu, khawatir engkau akan merasa sepi. Jibril berkata kepada ku, "Allah memerintahkan
sehingga Anda datang ke Baqi ', memohonkan ampun bagi para penghuninya. "" Lalu apa yang harus ku ucapkan sesampainya aku di sana? "tanya Rasulullah saw. kepada Jibril. Jawab Jibril," Ucapkanlah: Assalamu' ala ahlid diyari minal mu'minina wal muslimina, wa yarhamullahul mustaqdimina minna wal musta'khirina,wa inna in-sya Allahu bikum lalahiqun. "
923. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Aku mohon izin kepada Tuhan ku untuk memohonkan ampun bagi ibu ku, tetapi tidak diperkenankan-Nya. Kemudian aku mohon izin untuk menziarahi kuburnya, lalu diperkenankannya."
924. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Ziarah ke kubur ibunya, lalu beliau menangis, maka menangis pulalah orang sekelilingnya. Kemudian beliau bersabda:" Aku mohon izin kepada Tuhan ku untuk memintakan ampun bagi ibu ku, tetapi tidak diperkenankan-Nya. Kemudian kumohon izin untuk menziarahi kuburnya, maka diperkenankan-Nya bagi ku. Karena itu pergilah kalian ke kuburan, karena hal itu akan mengingatkan kalian kepada maut. "
925. Dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dahulu aku melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahlah. Dahulu aku melarang kamu menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, maka sekarang simpanlah selama jelas bagi mu manfaatnya. Dahulu aku melarang kamu membuatanggur selain dalam qirbah, maka sekarang minumlah dari segala tempat air, asal jangan kamu minum yang memabukkan. "
926. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Dibawa orang kepada Nabi saw. Jenazah seorang pria yang bunuh diri dengan panah. Tapi jenazah itu tidak disolatkan oleh beliau."
927. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak wajib dizakatkan bahan makanan pokok yang kurang dari lima wasq tidak pula binatang ternak yang kurang dari lima ekor; dan emas perak yang kurang dari lima uqiah."
928. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak wajib dizakatkan kurma dan biji-bijian yang kurang dari lima wasq."
929. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Tidak wajib zakat biji-bijian dan kurma yang tidak cukup lima wasq; dan tidak wajib pula zakat ternak yang kurang dari lima ekor; dan tidak wajib pula zakat perak yang kurang dari lima uqiah." 930. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a., dari Rasulullahsaw., sabdanya: "Tidak wajib zakat perak yang kurang dari lima uqiah, zakat unta yang kurang dari lima ekor, zakat kurma yang kurang dari lima wasq."
931. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Tanaman yang mendapatkan air sungai dan tadah hujan, zakatnya sepersepuluh. Dan tanaman yang mendapat air dengan jalan usaha, seperti dengan kincir air dan sebagainya, zakatnya seperduapuluh."
932. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak wajib bagi orang muslim menzakatkan hamba-sahaya dan kudanya."
933. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak wajib menzakatkan hamba sahaya melainkan zakat fithrahnya."
934. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Menugaskan 'Umar mengumpulkan zakat. Lalu ada yang melaporkan bahwa Ibnu Jamil, Khalid bin Walid dan' Abbas paman Rasulullah saw. Sendiri, enggan membayar zakat. Maka bersabda Rasulullah saw.," Ibnu Jamil enggan, karena sebelumnya dia orang miskin,kemudian dia diberi Allah kekayaan. Dan tuduhan terhadap Khalid tidak beralasan. Karena dia telah memberikan kekayaannya untuk perbekalan dan perlengkapan perang fi sabilillah. Adapun Abbas, zakatnya adalah tanggunganku; demikianlah selanjutnya. Bukankah engkau tahu, hai 'Umar, bahwa paman itu adalahbelahan tua kandung sendiri? "
935. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Mewajibkan zakat fithrah di bulan Ramadhan atas setiap orang muslim, biarpun dia merdeka atau hamba, lelaki atau perempuan, yaitu segantang kurma atau gandum."
936. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Mewajibkan zakat fithrah segantang kurma atau gandum atas setiap hamba sahaya atau orang merdeka, anak kecil maupun dewasa."
937. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami membayar zakat fithrah bahan makanan, berupa segantang gandum, atau segantang kurma, atau segantang keju, atau segantang anggur kering." 938. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Masih hidup, kami membayar zakat fithrahuntuk setiap orang, baik anak kecil maupun dewasa, merdeka maupun budak, yaitu satu gantang makanan berupa keju, atau gandum, atau kurma, atau anggur kering. Pada masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, dia berpidato di hadapan jama'ah haji atau 'umrah, katanya antara lain: "Dua mud gandum negeriSyam sama dengan segantang kurma. "Karena pidatonya itu maka orang banyak membayar zakat fithrahnya seperti itu. Kata Abu Sa'id," Tapi aku tetap saja membayar seperti apa yang telah kulakukan sejak zaman
Nabi sampai akhir hayatku. "
939. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintah
kan supaya membayar zakat fithrah sebelum orang pergi shalat 'Id. "940. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang memiliki emas perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, maka hari kiamat kelak dibuatkan untuknya setrika api yang dinyalakan dalam neraka jahanam, laludiseterikakan ke perut dan punggungnya. Setiap setrika itu dingin, dipanaskan kembali lalu di menyetrikanya pula kepadanya. Begitulah berulang-ulang setiap hari selama lima puluh tahun, sampai perkaranya diputuskan. Setelah itu barulah dia melihat jalannya keluar, adakalanya ke surga dan adakalanyake neraka. "Lalu beliau ditanya orang," Ya, Rasulullah! Unta bagaimana? "" Tidak ada kecualinya pemilik unta yang tidak membayar zakat untanya, "
jawab Rasulullah saw. "Termasuk juga di dalamnya kewajiban memerahnya ketika dia dibawa ke tempat minum. Maka pada hari kiamat kelak, orang itu ditelentangkan di tempat yang rata sehingga diinjak-injak oleh unta-unta yang paling besar dan gemuk-gemuk, sampai anak-anaknya yang paling kecil sekalipun.Semuanya menginjak-injak dengan kukunya serta menggigit dengan giginya yang tajam. Setiap yang pertama lewat, datang pula yang lain menginjak-injaknya. Demikianlah hal itu berlangsung setiap kali, sampai perkaranya selesai diadili. Satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Setelahitu barulah dia dapat melihat jalannya keluar, mungkin ke surga dan mungkin pula ke neraka. Lalu beliau ditanya orang pula, "Ya, Rasulullah! Kalau sapi dan kambing bagaimana?" Jawab beliau, "Ya,
tidak ketinggalan pula pemilik sapi dan kambing yang tidak membayar zakatnya. Niscaya pada hari kiamat kelak, dia akan ditelentangkan di suatu tempat yang rata, sehingga diinjak-injak oleh sapi dan kambing itu dengan kukunya yang tajam dan ditanduk dengan tanduknya. Ternak itu semuanya tidak ada yangbertanduk rebah ke belakang atau patah, bahkan tidak ada yang tidak bertanduk. Bila yang pertama telah lewat, lalu diikuti pula oleh yang kedua dan seterusnya, sampai perkaranya selesai diputuskan. Satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Setelah itu barulah dia dapat melihatjalannya keluar, apakah dia ke surga ataukah ke neraka. Maka ditanyakan orang pula kepada beliau, "Kalau kuda bagaimana, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Kuda itu ada tiga macam: (1) Kuda sebagai barang mewah, atau yang mendatangkan dosa. Yaitu ketika orang memeliharanya karena riya ', untukkemegahan dan kebanggaan serta untuk memusuhi umat Islam. Maka kuda bagi orang itu menjadi sumber dosa. (2) Kuda sebagai kebutuhan. Yaitu kuda yang dipelihara untuk agama Allah. Kemudian pemiliknya tidak lupa akan hak Allah dalam mempergunakannya sebagai angkutan dan kendaraan. Maka kuda bagi orangitu adalah pakaian atau kebutuhan. (3) Kuda sebagai sumber pahala. Yaitu kuda yang dipelihara untuk membela agama Allah, dan untuk membela kepentingan umat Islam di kebun-kebun atau di ladang-ladang mereka. Maka apa-apa yang dimakan kuda itu di dalam kebun tersebut, dituliskan bagi pemilik kebun, kebajikansebanyak apa yang dimakan kuda itu, dan bagi pemilik kuda dituliskan
pula kebajikan sebanyak kotoran dan kencing kuda itu. Bila tali kuda putus (lepas), kemudian kuda itu lari jauh, maka dituliskan untuk pemiliknya kebajikan sebanyak jejak dan kotoran kuda itu. Setiap kuda itu melewati sebuah sungai, lalu dia minum tanpa sengaja atau diberi minum oleh pemiliknya, maka Allahmenuliskan kebajikan bagi pemiliknya sebanyak air yang diminum kudanya itu. Lalu ditanyakan orang pula, "Bagaimana kalau himar (keledai), ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Allah tidak menurunkan wahyu apa-apa kepada ku tentang himar, selain ayat yang pendek tetapi mencakup, yaitu:" Barangsiapamengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (pahala) nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya pula: "(Zalzalah 7 - 8).
941. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Tidak seorang pun pemilik unta, pemilik sapi atau pemilik kambing yang tidak membayar haknya, melainkan nanti hari kiamat dia dibaringkan pada suatu tanah datar, lalu diinjak-injak oleh ternak dengan kukunya dan ditanduk dengan tanduknya.Pada hari itu tidak ada hewan bertanduk yang tidak ada tanduknya, dan tidak ada pula yang patah tanduk. Tanya kami, "Ya, Rasulullah! Apakah haknya?" Jawab beliau, "Membibitkan jantannya, menternakkan betinanya, memerahnya, membawanya ke air, dan mempergunakannya untuk Allah. Tidak seorang pun pemilikharta yang tidak membayar zakatnya, kecuali hartanya itu berubah menjadi ular besar berbisa, yang mengikuti pemiliknya kemana saja dia pergi, sedangkan dia sendiri selalu lari dari ular itu. Lalu dikatakan orang kepadanya, "Inilah harta mu yang engkau bakhil dengannya." Setelah dia tahu bahwa diatidak dapat lari
dari ular itu, maka dimasukkannya tangannya ke mulut ular itu, lalu ular itu menggigitnya seperti hewan jantan menggigit. "
942. Dari Jarir bin 'Abdullah ra, katanya: "Beberapa orang Arab dusun datang mengadu kepada Rasulullah saw., Kata mereka: Beberapa petugas zakat mendatangi kami, lalu mereka bertindak aniaya kepada kami." Jawab Rasulullah saw., "Layanilah para petugas zakat itu dengan baik!" Kata Jarir, "Semenjakitu aku tidak pernah lagi mendengar para petugas zakat pulang, melainkan dengan rasa puas dan senang. "
943. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Aku tiba dekat Rasulullah saw. Ketika beliau sedang duduk di bawah naungan Ka'bah. Ketika ia melihat ku, beliau bersabda:" Demi Tuhan Ka'bah, mereka itu adalah orang-orang yang merugi . "Lalu ku dekati beliau seraya aku duduk, dan bertanya kepada beliau," Ya,Rasulullah! Aku mohon bertanya, siapakah mereka? "Jawab Rasulullah saw.," Mereka adalah orang-orang hartawan. Kecuali mereka (yang menghitung-hitung amal kebaikan mereka dengan) mengatakan: Sebegini, sebegini, sebegini (sambil beliau memberi isyarat ke muka dan ke belakang, ke kanan dan ke kiri). Tapimereka ini hanya sedikit, tidak seorang pun pemilik unta, pemilik sapi, dan pemilik kambing yang tidak mau membayar zakat ternaknya, melainkan pada hari kiamat kelak hewan-hewan ternaknya dalam kondisi sangat besar dan gemuk datang kepadanya menanduk dengan tanduknya dan menginjak-injak orang itudengan kukunya. Setiap yang terakhir selesai menginjak-injaknya, yang pertama datang pula kembali. Demikianlah siksaan itu terjadi sampai perkaranya diputuskan. "
944. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidaklah menggembirakan ku, seandainya aku punya emas sebesar bukit Uhud, jika pada hari ketiga emas itu masih bersisa pada ku satu dinar selain yang telah ku sediakan untuk membayar hutangku."
945. Dari Abu Dzar r.a. katanya: "Pada suatu senja, aku berjalan beserta Rasulullah saw. di tanah berbatu-batu hitam sambil kami memandang ke bukit Uhud. Sekonyong-konyong Rasulullah saw. memanggil ku," Hai, Abu Dzar! "Jawab ku," Hamba, ya Rasulullah ! "Sabda beliau," Seandainya bukit Uhud itu menjadiemas bagi ku, maka hal itu tidaklah akan menggembirakan ku, jika hari ketiga emas itu masih ada di tangan ku satu dinar, di samping satu dinar yang ku sediakan untuk membayar utang. Tapi akan ku panggil para hamba Allah, lalu ku katakan kepada mereka: Ini! sambil ia meraih ke depan, ke kanandan ke kiri, seolah-olah dia sedang membagi-bagi. Sementara itu kami masih terus juga berjalan, lalu beliau memanggil ku pula, "Hai, Abu Dzar!" "Hamba, ya Rasulullah!" ujarku. Sabda beliau. "Orang-orang kaya yang menumpuk-numpuk harta, pada hari kiamat kelak mereka miskin. Kecuali orang-orang yangberkata: Ini! Ini! Ini! (Membagi-bagikan hartanya) seperti yang dilakukan Nabi saw. mula-mula. Kata Abu Dzar selanjutnya, "Sementara itu kami terus juga berjalan. Dan sekonyong-konyong dia memanggil ku pula:" Hai, Abu Dzar! Tetaplah engkau di sini sampai aku kembali! "Lalu ia pergi, sehinggahilang dari penglihatan ku. Tidak lama kemudian terdengar olehku suara gaduh. "Mungkin Rasulullah saw. Mendapat kesulitan," pikir ku. Dan aku bermaksud hendak menyusul beliau. Tapi aku ingat perintah beliau, jangan ke mana-mana sampai aku kembali. Karena itu ku tunggu saja beliau. Ketika ia tiba,ku ceritakan kepada beliau suara gaduh yang terdengar olehku. Kata beliau, "Itu adalah Jibril. Dia datang kepada ku." Kata Jibril, "Siapa saja di antara umatmu yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya dia masuk surga." Nabi saw. bertanya, "Sekalipun dia berzina danmencuri? "Jawab Jibril," Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri! "
946. Dari Abu Dzar ra, katanya: "Pada suatu malam aku pergi berjalan-jalan ke luar rumah. Tiba-tiba terlihat oleh ku Rasulullah saw. Berjalan seorang diri, tanpa seorang pun yang mendampingi beliau. Aku mengira bahwa beliau menolak ditemani ketika itu oleh siapa pun. Karena itu aku berjalan di keredupancahaya bulan. Tiba-tiba ia melihat ku dan bertanya, "Siapa itu?" "Aku, Abu Dzar" jawab ku. "Semoga Allah menjadikan ku tebusan Anda." Sabda beliau, "Hai, Abu Dzar, kemarilah!" Lalu aku berjalan bersama-sama dengan dia. Sabda beliau, "Kaum hartawan itu di hari kiamat kelak mereka miskin. Kecualiorang-orang yang dikaruniai Allah kebajikan, lalu dibagi-bagikannya hartanya itu ke kanan dan ke kiri, ke muka dan ke belakang (kepada orang-orang di sekitarnya), dan dia beramal kebajikan dengan hartanya itu. "Kami terus juga berjalan, sampai sekonyong -konyong Rasulullah saw. bersabda kepada ku, "Duduklahkamu di sini sampai aku kembali! "Dia menyuruh ku duduk di suatu tempat berbatu-batu. Lalu ia pergi melewati tempat berbatu-batu hitam, sehingga ia hilang dari penglihatan ku. Setelah beberapa lama aku menunggu, ku dengar dia datang sambil berujar." Sekalipun dia mencuri dan berzina. "Setelah ia sampai ke dekat ku, aku tidak sabar lagi, lalu ku tanyakan, "Ya, Nabi Allah! Semoga diri ku jadi tebusan Anda. Siapakah yang berbicara dengan Anda di tempat berbatu-batu itu? Karena aku mendengar seseorang mengatakan sesuatu kepada Anda. " Jawab beliau, "Dia Jibril! Dia datang keku di tanah berbatu-batu hitam, lalu katanya: gembirakanlah umat Anda, bahwa siapa yang meninggal tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya dia masuk surga. "Lalu aku bertanya kepadanya," Sekalipun dia mencuri dan berzina? "Jawab Jibril," Ya, benar "Tanya ku," Sekalipun dia mencuri dan berzina? "Jawab Jibril, "Ya, benar! Bahkan sekalipun dia minum khamar."
947. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman kepada ku: Berinfaklah kamu, Aku akan berinfak kepada mu." Sabda Rasulullah saw., "Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang meskipun mengalir siang dan malam. Apakah terfikir olehmu, sudah berapabanyakkah yang dinafkahkan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang di dalam tangan Allah tidak pernah berkurang karenanya. 'Arasynya di atas air, sedangkan di tanganNya yang lain maut yang selalu naik turun. "
948. Dari Tsauban r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sebaik-baik dinar (uang atau harta) yang dinafkahkan seseorang, ialah yang dinafkahkannya untuk keluarganya, untuk ternak yang dipeliharanya, untuk kepentingan membela agama Allah (fi sabilillah) dan nafkah untuk para sahabatnya yang berperangfi sabilillah. "
949. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dinar (uang atau harta) yang Anda nafkahkan untuk membela agama Allah (fi sabiiillah), atau yang Anda nafkahkan untuk kesejahteraan (memerdekakan) budak, atau yang Anda sedekahkan untuk kesejahteraan orang-orang miskin, dan yang Anda nafkahkanuntuk keluarga Anda, maka yang paling besar pahalanya adalah yang Anda nafkahkan untuk keluarga Anda. "
950. Dari Khaitsamah ra, katanya: "Ketika kami sedang duduk
(Belajar) dengan 'Abdullah bin' Umar, tiba-tiba datang bendaharanya, lalu dia masuk ke dalam acara. Kata 'Abullah
kepadanya, "Sudah kamu beri makankah para budak?" Jawab bendahara, "Belum, tuan ku!" Kata 'Abdullah, "Pergilah, beri makan mereka segera!" Kata 'Abdullah selanjutnya, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Alangkah besar dosanya orang yang menahan-nahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjaditanggungjawabnya. "
951. Dari Jabir ra, katanya: "Seorang pria dari Bani 'Udzrah memerdekakan hamba sahayanya dengan tebusan. Berita itu sampai
kepada Rasulullah saw., lalu beliau bertanya kepada pemilik budak itu, "Masih adakah harta mu selain budak itu?" Jawab orang itu, "Tidak, ya Rasulullah." Maka sabda Nabi saw., "Siapa yang mau membeli budak itu dariku?" Akhirnya budak itu dibeli oleh Nu'aim bin 'Abdullah Al' Adawi, dengan hargadelapan ratus dirham yang diserahkannya kepada Rasulullah saw., dan ia meneruskannya kepada pemilik budak itu. Kemudian beliau bersabda kepadanya, "Manfaatkanlah uang ini untuk kebutuhan diri mu sendiri lebih dahulu. Jika ada sisanya, untuk keluargamu (anak istri); jika masih bersisa, makauntuk kerabatmu; jika masih bersisa lagi, maka untuk orang-orang di sekitarmu. "
952. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Abu Thalhah adalah orang Anshar terkaya di Madinah. Dan harta yang paling disukainya adalah sebuah taman yang dinamainya 'Bairaha' yang letaknya berhadapan dengan masjid. Rasulullah saw. Pernah masuk ke dalam taman itu dan meminum air yang ada di dalamnya,yang ternyata manis. Kata Anas selanjutnya, "Ketika turun ayat:" Sekali-kali kamu tidak dapat mencapai kebajikan (yang sempurna), sehingga kamu nafkahkan sebagian harta mu yang kamu cintai (Al Imran: 92). Maka Abu Thalhah pergi menemui Rasulullah saw. seraya berkata: "Sesungguhnya Allah telah berfirmandi dalam KitabNya: Sekali-kali kamu tidak dapat mencapai kebajikan (yang sempurna) sehingga kamu nafkahkan sebagian harta mu yang kamu cintai. Maka hartaku yang paling ku cintai adalah 'Taman Bairaha'. Mulai saat ini taman itu aku sedekahkan karena Allah, di mana aku mengharapkan pahala dan tabungandi sisi Allah. Karena itu manfaatkanlah taman itu sesuai dengan kepentingan Anda, ya Rasulullah. "Sabda RasuluUah saw.," Wah! Properti yang sangat menguntungkan. Properti yang betul-betul menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang kamu ucapkan tentang harta itu. Namun aku berpendapat, sebaiknyalah tamanitu kamu bagi-bagikan kepada familimu yang terdekat. "Lalu Abu Thalhah membagi-bagikan tamannya itu kepada famili-familinya yang dekat, termasuk anak-anak pamannya."
953. Dari Zainab ra, istri 'Abdullah, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bersedekahlah, hai kaum wanita! Bersedekahlah, sekalipun dengan perhiasanmu!" 'Kata Zainab, "Mendengar sabda Rasulullah saw. Tersebut, lalu aku pulang menemui' Abdullah - suamiku seraya aku berkata kepadanya:" Anda seorangpria yang cepat kaki ringan tangan. Rasulullah saw. memerintahkan kepada kami kaum wanita, sehingga kami bersedekah. Cobalah datangi beliau, tanyakan kepada beliau, apakah sudah cukup memadai sedekahku kepada keluarga? Jika tidak memadai, akan ku alihkan kepada orang lain. "Jawab 'Abdullah," Sebaiknyaengkau sajalah yang mendatangi beliau. "" Maka pergilah aku. "kata Zainab." Di sana, di pintu rumah Rasulullah saw., ku temukan seorang wanita Anshar yang berarti sama dengan ku. Sebagaimana biasa, orang-orang yang ingin bertemu dengan Rasulullah saw. selalu diliputi rasa gentar. Kebetulan Bilal keluarmendapatkan kami. Kata kami kepada Bilal, "Tolonglah kami menyampaikan kepada Rasulullah saw., Bahwa dua orang wanita sedang berdiri di pintu hendak bertanya: Apakah cukup memadai jikalau kami keduanya bersedekah kepada suami kami masing-masing dan kepada anak-anak yatim yang berada dalam pemeliharaankami? Dan sekali-kali janganlah ia diberitahu siapa kami. "Maka masuklah Bilal menanyakan kepada Rasulullah saw. Pertanyaan mereka itu. Tetapi Rasulullah saw. Balik bertanya," Siapa kedua wanita itu? "Jawab Bilal," Seorang wanita Anshar bersama dengan Zainab. "" Zainab yang mana? "tanya
Rasulullah lagi. Jawab Bilal, "Isteri 'Abdullah," Sabda Rasulullah saw., "Masing-masing mereka mendapat dua pahala. Yaitu pahala karena karib kerabat dan pahala karena sedekah."
954. Dari Ummu Salamah ra, dia bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya: "Mungkinkah aku mendapat pahala atas nafkah yang kubelanjakan untuk mengasuh anak-anak Abu Salamah (anak tiri bagi Ummu Salamah) sehingga mereka tidak tersia-sia, di mana mereka kuanggap seperti anak-anakku sendiri? " Jawab Rasulullahsaw., "Ya, kamu dapat pahala atas nafkah yang kamu keluarkan untuk
biaya mengasuh mereka. "
955. Dari Abu Mas'ud Al Badri ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya karena Allah, maka pahala nafkahnya itu sama dengan pahala sedekah."
956. Dari Asma 'binti Abu Bakar ra, katanya: "Ketika terjadi gencatan senjata dengan kaum Quraisy, ibu ku yang ketika itu masih musyrik mendatangi ku. Lalu aku minta izin kepada Rasulullah saw. Seraya berkata:" Ya, Rasulullah! Ibuku mendatangi ku, karena ia rindu kepada ku. Bisakah aku menemuinya? "Jawab Rasulullah saw "" Ya, bisa! Temuilah ibumu! "
957. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Seorang pria datang bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Ibuku meninggal dengan tiba-tiba dan ia tidak sempat berwasiat. Menurut dugaanku, Sendainya dia sempat berbicara, mungkin dia akan bersedekah. Dapatkah ia akan pahalanya jika aku bersedekahatas nama beliau? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, bisa! "958. Dari Abu Syaibah ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Setiap perbuatan baik (ma'ruf) adalah sedekah. "
959. Dari Abu Dzar ra, katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. pernah berkata kepada beliau, "Kaum hartawan dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka shalat seperti shalat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." Jawab Nabi saw., "Bukankah Allah telah menjadikanberbagai macam cara untuk kamu bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah; setiap kalimat takbir adalah sedekah; setiap kalimat tahmid adalah sedekah; setiap kalimat tahlil adalah sedekah; amar ma'ruf dan nahyi munkar (mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah;bahkan pada kemaluanmu pun ada pula unsur sedekah. "Tanya mereka," (Kalau begitu), dapat pahalakah kami bila kami memuaskan nafsu syahwat (sex) kami? "] awab Rasulullah saw.," Kalau kamu melakukannya dengan yang haram, tentu kamu berdosa . Sebaliknya bila kamu lakukan dengan yang halal, kamu dapatpahala. "960. Dari 'Aisyah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Manusia diciptakan Allah memiliki tiga ratus enam puluh ruas. Maka siapa yang membaca takbir, tahmid, tahlil, tasbih dan istighfar, menyingkirkan batu, duri, atau tulang dari jalanan umum, serta mengajak orang kepada kebajikan dan 'mencegah kepada yang mungkar sebanyak tiga ratus enam puluh kali itu, niscaya dia terhindar dari api neraka pada hari itu. "
961. Dari Sa'id bin Abi Burdah ra, dari ayahnya, dari kakaknya, dari Nabi saw., Sabdanya: "Setiap orang muslim wajib bersedekah." Lalu ada orang yang bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup?" Jawab Nabi saw., "Dia harus bekerja untuk dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, dan supaya diadapat bersedekah. "
Tanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup?" Jawab Nabi saw., "Menolong orang yang membutuhkan pertolongan." Tanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup juga?" Jawab: "Mengajak kepada kebajikan atau kebaikan." Tanya: "Bagaimana kalau dia tidak sanggup juga?" Jawab: "Menahan diri dari berbuat kejahatan,itu pun adalah sedekah. "
962. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap anggota tubuh manusia memiliki kesempatan untuk bersedekah setiap hari. Artinya, seperti mendamaikan dua orang yang berselisih, adalah sedekah. Menolong orang naik kendaraan, atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan,itu pun
sedekah. Ucapan atau tutur kata yang baik, juga sedekah. Setiap langkah yang Anda langkahkan pergi shalat, sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum,
adalah sedekah. "
963. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap pagi dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoa:" Wahai, Allah! Berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. "Dan yang satu lagi berkata:" Wahai Allah! Musnahkanlah harta si bakhil! "
964. Dari Haritsah bin Wahab ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Bersedekahlah kamu segera! Karena dikhawatirkan akan terjadi kelak, seorang pria pergi ke mana-mana membawa sedekahnya, tetapi dijawab oleh orang yang akan diberinya sedekah," Kalaulah kemarin engkau datang, akuterima sedekahmu. Sekarang aku tidak butuh lagi kepada sedekahmu itu. Akhirnya orang itu benar-benar tidak mendapatkan orang yang bersedia menerima sedekahnya itu. "
965. Dari Abu Musa ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Kelak akan datang suatu masa, di mana seorang pria berkeliling membawa emas untuk disedekahkannya, tetapi dia tidak mendapatkan orang yang bersedia menerima sedekahnya itu. Akan terjadi pula kelak, seorang pria di kuntit oleh empat puluh orangwanita yang semuanya menginginkan pria itu untuk menjadi suaminya. Hal itu akan terjadi, karena jumlah pria jauh lebih sedikit dari perempuan. "
966. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat, sebelum harta kekayaan telah bertumpuk-tumpuk dan berlimpah; sehingga seorang pria pergi ke mana-mana sambil membawa-bawa hartanya untuk dizakatkannya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang jua pun yangbersedia menerima zakatnya itu; dan sampai tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai. "
967. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak akan terjadi kiamat, sebelum harta kekayaan 'telah bertumpuk-tumpuk dan berlimpah (kemakmuran telah
merata) sehingga si pemilik harta merasa sedih karena tidak ada orang yang bersedia menerima sedekahnya. Dan orang yang dimintanya untuk menerima sedekahnya menjawab: "Aku tidak membutuhkan sedekah Anda!" 968. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak bumi akan memuntahkan jantunghatinya berupa tiang-tiang emas dan perak. Maka datanglah seorang pembunuh seraya berkata: Karena inilah aku jadi pembunuh. Kemudian datang pula si perampok, lalu berkata: Karena inilah aku putuskan hubungan silaturahim. Kemudian datang pula si pencuri seraya berkata: Karena inilah tangan ku dipotong.Sesudah itu mereka tinggalkan saja harta kekayaan itu, tiada mereka ambil secuil pun. "
969. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun yang menyedekahkan hartanya yang halal - di mana Allah memang tidak menerima melainkan hanya yang halal - melainkan Allah menerimanya dengan kanan-Nya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurmaitu akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar dari sebuah gunung. Demikianlah Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan anak unta (yang semakin lama semakin besar). "970. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw.bersabda: "Siapa yang bersedekah dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, maka Allah akan menerimanya dengan baik, lalu dipelihara-Nya seperti kamu memelihara anak kambing atau anak unta, sehingga sedekahmu itu tambah besar menjadi sebesar gunung atau lebih besar dari itu."
971. Dari Abu Hurairah ra, katanya "Rasulullah saw. Bersabda:" Hai, manusia! Sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: "Wahai,para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "(Al Mu'minun: 51)" Wahai, orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu .. "(Al Baqarah: 172) Kemudian Nabi saw. Menceritakantentang seorang pria yang telah lama berjalan karena jauhnya perjalanan yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu. Orang itu menadahkan tangannya ke langit seraya mendoa: "Wahai, Tuhan ku! Wahai, Tuhanku!" Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannyadari yang
ilegal, dan dia diasuh dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya? "
972. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang sanggup mendinding dirinya dari api neraka, meskipun dengan (bersedekah) sebelah buah kurma, maka hendaklah dia lakukan (segera)."
973. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Pernah bercerita tentang mereka. Lalu ia berlindung kepada Allah darinya, dan memalingkan mukanya tiga kali. Kemudian beliau bersabda:" Peliharalah diri mu dari neraka, meskipun dengan (bersedekah) sebelah buah kurma. Jikakamu tidak sanggup, maka dengan tutur kata yang baik. "
974. Dari Mundzir bin Jarir ra, dari ayahnya, katanya: "Pada suatu pagi ketika kami berada dekat Rasulullah saw., Tiba-tiba datang serombongan orang tanpa sepatu, dan berpakaian selembar kain yang diselimutkan mereka ke tubuh mereka sambil menyandang pedang. Kebanyakan mereka bahkan mungkin seluruhnyaberasal dari suku Mudhar. Ketika melihat mereka, wajah Rasulullah saw. berubah karena terharu melihat kemiskinan mereka. Dia masuk ke rumahnya dan kemudian keluar pula. Maka disuruhnya Bilal azan dan qamat, sesudah itu beliau shalat. Sesudah shalat beliau berpidato. Beliau membacakan firman Allah:"Hai, manusia! Taqwalah kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu dari satu diri; dan darinya Allah menciptakan isterinya; kemudian dari keduanya Ailah mengembang biakkan laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan menyebut nama-Nya kamu saling meminta satu samalain; dan peliharalah hubungan silatulrahim; sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu. "(An Nisa ': 1)" Hai, orang-orang yang beriman! Taqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnyaAllah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "(Al Hasyar: 18) Mendengar khutbah Nabi saw. Itu, serta merta seorang pria menyedekahkan uangnya, pakaiannya, segantang gandum dan segantang kurma, sehingga Nabi saw. Bersabda:" Sekalipun sebelah buah kurma. " maka datang pula seorang lelaki Anshar membawasebuah kantong yang hampir tak tergenggam oleh tangannya, bahkan tidak terangkat. Demikianlah, akhirnya orang-orang lain pun mengikuti pula memberikan sedekah mereka, sehingga terlihat olehku sudah terkumpul dua tumpuk makanan dan pakaian, sehingga tampak olehku wajah Rasulullah saw. jadi cemerlangbagaikan bersepuh emas. Maka bersabda Rasulullah saw., "Barangsiapa mengerjakan pekerjaan baik dalam Islam, maka dia memperoleh pahalanya dari orang yang mencontoh perbuatannya itu, tanpa mengurangi pahala mereka masing-masing. Dan siapa yang melakukan pekerjaan jahat, maka dia akan mendapatdosanya, ditambah dengan dosa orang-orang yang mencontoh perbuatan buruknya itu, tanpa mengurangi dosa mereka masing-masing. "
975. Dari Abu Mas'ud ra, katanya: "Kami diperintahkan Rasulullah saw. Supaya bersedekah, sedangkan kami hanya sebagai pekerja kasar, atau kuli. Namun Abu 'Uqail bersedekah setengah gantang. Kemudian yang lain-lain mengikutinya dengan menyedekahkan apa saja, namun lebih banyak dari itu. Melihat kenyataanitu, orang-orang munafik berkata: Sesungguhnya Allah Maha Kaya. Dia tidak membutuhkan sedekah ini dan itu. Dan mereka melakukan ini semua, hanya karena riya 'semata-mata. "Karena ucapan mereka itu, maka turunlah ayat :," (Orang-orang munafik, yaitu) mereka yang mencela orang-orang mukmin yang memberikansedekah dengan sukarela, dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu untuk disedekahkan) selain hasil jerih payah mereka. Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu dengan siksa yang pedih. "(At-Taubah: 79) .976. Dari Abu Hurairah ra, katanyaRasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meminjamkan untanya kepada satu keluarga untuk diperah susunya pagi dan petang, maka pahalanya sungguh sangat besar."
977. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw .. sabdanya: "Perumpamaan orang yang suka bersedekah (dermawan) bagaikan orang yang memakai dua jubah atau dua perisai di atas kedua susunya sampai ke atas. Bila dia ingin bersedekah, maka dilakukannya dengan penuh kemurahan . Dan bila orang bakhil ingin bersedekah,baju besi itu terasa sempit baginya dan setiap lingkarannya terasa seperti menjepit jari-jarinya sehingga keinginannya untuk bersedekah menjadi hilang sama sekali. Kemudian, dia berusaha melapangkannya kembali, tetapi dia tidak berhasil. "
978. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada seorang pria berkata," Aku akan bersedekah malam ini. "Lalu dia keluar membawa sedekahnya dan disedekahkannya kepada perempuan lacur. Esok pagi orang banyak mempercakapkan bahwa tadi malam ada pelacur yang diberi orang sedekah. Orang ituberujar, "Wahai, Allah! Segala puji bagi-Mu yang telah mentakdirkan sedekahku jatuh ke pelacur. Aku akan bersedekah lagi." Dia pergi pula membawa sedekahnya, lalu diberikannya kepada orang kaya. Pagi-pagi orang banyak mempercakapkannya pula, bahwa tadi malam ada orang memberi sedekah kepada orangkaya. Lalu orang yang bersedekah itu berkata, "Wahai, Allah! Untuk-Mulah segala puji, karena Engkau telah menjadikan sedekahku jatuh kepada orang kaya. Aku akan bersedekah lagi." Dia pergi pula membawa sedekahnya, dan diberikannya kepada si pencuri. Pagi-pagi orang banyak mempercakapkannya pula, bahwatadi malam ada orang bersedekah kepada pencuri. Orang yang bersedekah itu pun berujar pula, "Segala puji bagi Allah yang telah mentakdirkan sedekahku jatuh ke pelacur, kepada orang kaya, dan kepada pencuri. ' Kemudian orang itu didatangi malaikat seraya katanya:
"Sedekah Anda sudah diterima baik oleh masing-masing orang yang Anda beri sedekah. Adapun perempuan lacur, semoga dia berhenti dari perbuatan melacur; kepada si kaya, semoga dia menyadari dirinya dan bersedekah pula; dan untuk si pencuri, semoga dia berhenti mencuri."
979. Dari Abu Musa ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Seorang bendaharawan muslim yang melaksanakan tugasnya dengan jujur, dan membayar (memberikan sedekah) kepada orang yang diperintahkan oleh majikannya dengan cukup, segera dan dengan pelayanan yang baik, maka dia mendapatkan pahala yang sama seperti orangyang bersedekah. "
980. Dari 'Aisyah r.a .. katanya Rasulullah aw. bersabda: "Apabila seorang istri menyedekahkan makanan dari persediaan yang ada di rumahnya tanpa mengurangi kebutuhan rumah tangganya, maka si istri itu mendapat pahala karena dia yang menyedekahkannya, dan si suami mendapat pahala karena dia berusaha(Menghasilkan), dan si bendahara mendapat pahala pula, tanpa mengurangi pahala masing-masing. "981. Dari 'Umair, maula Abu Laham, katanya:" Aku ini hamba sahaya. Pada suatu ketika aku bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah aku menyedekahkan harta majikanku ala kadarnya?" Jawab Nabi saw., "Ya, bisa!Pahalanya seorang setengah antara kamu dengan majikanmu. "
982. Dari 'Umair, maula Abu Laham, katanya: "Majikanku menyuruh ku membuat dendeng daging. Sekonyong-konyong datang seorang miskin meminta-minta, lalu kuberikan dendeng itu sedikit kepadanya. Kemudian majikanku tahu akan hal itu, lalu aku dipukulnya. Karena itu aku datang mengadu kepada Rasulullahsaw. Majikanku disebut oleh bellau, sabdanya: "Betulkah kamu pukul dia, dan kenapa?" Jawab majikanku, "makananku diberikannya kepada orang miskin tanpa perintahku." Sabda beliau, "Kamu mendapat pahala seorang setengah dengan hamba mu itu."
983.Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang wanita janganlah berpuasa (sunat) ketika suaminya ada, kecuali dengan izin suaminya; dan janganlah dia memungkinkan orang lain masuk ke rumahnya, melainkan dengan izin suaminya; dan sesuatu yang disedekahkan isteri dari hasil usaha suaminyatanpa perintah suami, pahalanya seperdua bagi suami.
984. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang bersedekah hewan ternak dengan berpasangan (jantan betina) untuk membela agama Allah (fisabilillah), maka dia akan dipanggil kelak dalam surga:" Hai, hamba Allah! Inilah pahala kebajikan mu! Siapa yang rajin shalat, dia akandisebut dari
pintu shalat; dan siapa yang ikut berjuang menegakkan agama Allah, dia akan dipanggil dari pintu jihad; dan siapa yang rajin bersedekah, dia akan dipanggil dari pintu sedekah; dan siapa yang rajin puasa, dia akan dipanggil dari pintu puasa. "Lalu bertanya Abu Bakar Siddiq," Ya, Rasulullah! Apakah orangyang dipanggil dari semua pintu itu sekaligus? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, ada! Aku berharap semoga Anda termasuk salah seorang dari mereka. "985. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bertanya:" Siapakah di antara Anda yang berpuasa hari ini? "Jawab Abu Bakar," Aku, ya Rasulullah! "TanyaRasulullah saw., "Siapa di antara Anda yang mengiringkan jenazah ke pekuburan hari ini?" Jawab Abu Dakar, "Aku, ya Rasulullah!" Tanya Rasulullah saw., "Siapa di antara Anda sekalian yang memberi makan orang miskin hari ini?" Jawab Abu Bakar, "Aku, ya Rasulullah!" Tanya Rasulullah saw., "Siapakahdi antara Anda yang mengunjungi orang sakit hari ini? "Jawab Abu Bakar," Aku, ya Rasulullah! "Maka bersabda Rasulullah saw.," Siapa yang dapat melakukan perbuatan-perbuatan itu semuanya, niscaya dia masuk surga. "986. Dari Asma ' binti Abu Bakar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bersedekahlahkamu dan jangan menghitung-hitung, karena Allah akan menghitung-hitung pula pemberian-Nya kepada mu, dan jangan kikir karena Allah akan kikir pula kepada mu. "
987. Dari Asma 'binti Abu Bakar Siddiq ra, katanya dia mendatangi Nabi saw., Lalu dia bertanya: "Ya, Nabi Allah! Aku tidak punya apa-apa untuk disedekahkan selain yang diberikan Zuber (suamiku) kepada ku (untuk belanja rumah tangga ). Berdosakah aku bila uang belanja itu kusedekahkan ala kadarnya? "
Jawab Nabi saw., "Sedekahkanlah ala kadarnya sesuai dengan kemampuanmu, dan jangan menghitung-hitung, karena Allah akan menghitung-hitung pula pemberian-Nya kepada mu, dan akan kikir kepada mu."
988. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Hai, wanita muslimat! Janganlah kamu remehkan pemberian tetanggamu, meskipun hanya berupa kuku kambing." 989. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah swt. Pada hari kiamat kelak, di mana tidak ada sama sekali naungan pada hari itu melainkannaungan dari Allah swt .: (I) Imam (raja atau penguasa) yang adil, (2) Pemuda yang menjadi dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) Orang yang hatinya tergantung di masjid. (4) Dua orang yang saling mencintai satu sama lain karena Allah. Mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah. (5) Seorangpria yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan yang cantik untuk berbuat mesum, lalu dia menolak dengan kata: "Aku takut kepada Allah." (6) Orang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya. (7) Orang yang mengalir air matanya ketikaberzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam keadaan bersunyi diri. "
990. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw., Lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah! Sedekah bagaimanakah yang besar pahalanya? "Jawab Rasulullah saw.," Sedekah ketika Anda sedang sehat, ketika Anda sedang kikir, takut miskin, ketika Anda sedang mengharap-harap akanmenjadi seorang hartawan yang kaya-raya; maka pada saat-saat seperti itu janganlah Anda lalai, bersedekahlah. Dan janganlah ditunda sehingganya nyawa Anda telah sampai di tenggorokan, barulah Anda bagi-bagikan sedekah anda, ini untuk si Fulan, ini untuk si Fulan. Dan ingatlah, sesungguhnya hartaitu memang untuk si Fulan. "
991. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Sedang (berkhutbah) di atas mimbar, beliau menyebut perihal sedekah dan perihal mencegah diri dari meminta-minta. Sabdanya:" Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah tangan yang memberi,sedangkan tangan yang di bawah adalah tangan yang meminta. "
992. Dari Hakim bin Hizam ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sedekah yang paling utama atau yang baik, adalah sedekah ketika mampu. Dan tangan yang di atas (memberi) lebih baik dari tangan yang di bawah (meminta). Dan dahulukan pemberian itu kepada orang yang menjadi tanggungan Anda." 993. DariHakim bin Hizam ra, katanya dia meminta sedekah kepada Nabi saw., Lalu diberi oleh beliau. Kemudian dimintanya lagi lalu diberi pula oleh beliau. Kemudian dimintanya lagi, lalu diberi pula oleh beliau: Kemudian beliau bersabda: "Properti itu lezat dan manis. Maka siapa menerimanya dengan hati bersih(Tidak rakus atau serakah), dia akan mendapat berkat dengan harta itu. Tapi siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, dia tidak akan mendapat berkat dengan harta itu; dia akan seperti orang makan yang tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. "
994. Dari Abu Umamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, anak Adam, sesungguhnya jika engkau sedekahkan kelebihan harta mu, akan lebih baik bagi mu dari jika engkau tahan-tahan (simpan). Yang malah akan berbahaya bagi mu. Dan engkau tidak akan dicela jika menyimpan sekadar untuk kebutuhan.Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yang menjadi tanggunganmu. "
995. Dari Mu'awiyah ra, katanya: "Hindarilah hadis-hadis palsu, kecuali hadis-hadis pada masa Umar bin Khaththab. Sesungguhnya Umar sangat ditakuti orang tentang hukum-hukum Allah, apalagi tentang hadis-hadis palsu, (karena tindakannya tegas) . Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yangdiinginkan
Allah menjadi (orang) baik, maka diberi-Nya orang itu pengetahuan yang dalam tentang agama. "Dan aku mendengar pula Rasulullah saw. Bersabda:" Aku ini adalah seorang bendahara. Maka siapa yang kuberi (sedekah) dan diterimanya dengan hati bersih, maka
dia akan mendapat berkat dari harta itu. Tapi siapa yang kuberi karena meminta-minta dan rakus, maka dia seperti orang makan yang tak pernah kenyang. "
996. Dari Mu'awiyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu nyinyir meminta-minta. Demi Allah! Tidak seorang jua pun yang meminta kepada ku, yang tidak ku penuhi permintaannya. Tetapi, seorang yang kuberi dengan hati menolak, maka pemberian itu tidak berkat baginya."
997. Dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan r .a., Dia berkata dalam khutbahnya, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka diberi-Nya orang itu pengetahuan yang dalam dan luas tentang agama. Sesungguhnya aku ini hanya membagi-bagi, sedangkan yang memberiadalah Allah swt. "
998. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang dinamakan orang miskin bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada orang banyak, lalu peminta-minta itu diberi orang sesuap dua suap, atau sebutir dua butir kurma." Tanya para sahabat, "Kalau begitu, siapakah yang dinamakanmiskin itu ya Rasulullah? "Jawab beliau," Orang miskin sesungguhnya adalah orang yang tidak memiliki apa-apa untuk menutup kebutuhannya, namun keadaannya itu tidak diketahui orang supaya orang bersedekah kepadanya, dan tidak pula dia meminta-minta ke sana-sini. "
999. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw, bersabda:
"Yang disebut orang miskin itu bukanlah orang peminta-minta yang diberi orang satu atau dua biji kurma, atau sesuap dua suap makanan. Tapi orang miskin sesungguhnya, adalah orang yang tahu menjaga diri (dari meminta-minta). Jika kamu mau, bacalah firman Allah swt .: "... mereka tidak meminta-minta kepadaorang dengan nyinyir "(Al Baqarah: 273)
1000. Dari Hamzah bin 'Abdullah bin' Umar ra, dari ayahnya, katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang peminta-minta, kelak di hari kiamat dia akan datang menemui Allah dengan muka tanpa daging."
1001. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meminta-minta kepada orang banyak untuk menumpuk harta kekayaan, berarti dia meminta-minta bara api, sama saja halnya, apakah yang diterimanya sedikit atau banyak."
1002. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Berangkatlah kamu pagi-pagi, kemudian pulang memikul kayu api dipunggung mu, lalu kamu bersedekah dengan itu tanpa meminta-minta kepada orang banyak, itu lebih baik bagi mu dari meminta-minta kepada orang banyak biardiberi atau tidak. Sesungguhnya tangan yang memberi lebih mulia dari tangan yang menerima. Dan Dahulukanlah memberi kepada orang yang menjadi tanggungan mu. "
1003. Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'iy ra, katanya: "Kami pernah berada dekat Rasulullah saw. Selama sembilan atau delapan atau mungkin juga tujuh (hari). (Waktu kami akan berpisah dengan beliau), beliau bersabda:" Apakah Anda semua tidak bai'at (janji setia) lebih dahulu dengan Rasulullah? "Sebenarnyakami telah bai'at dengan beliau. Lalu kami jawab, "Sesungguhnya kami telah bai'at dengan Anda, ya Rasulullah." Nabi saw. mengulang pertanyaannya, "Apakah Anda semua tidak bai'at lebih dahulu dengan Rasulullah?" Jawab kami, "Sesungguhnya kami telah bai'at dengan Anda, ya Rasulullah." Nabi saw. mengulanglagi pertanyaannya, "Apakah Anda semua tidak bai'at lebih dahulu dengan Rasulullah? '" Maka kami ulurkan tangan kami seraya berujar, "Sesungguhnya kami telah bai'at dengan Anda, ya, Rasulullah! Maka tentang hal apakah kami akan bai'at dengan Anda, ya Rasulullah? " Jawab beliau, "Bahwa kalian akan menyembahAllah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; akan menegakkan shalat yang lima waktu; akan terjadi patuh; dan tidak akan meminta apa-apa kepada orang banyak. "Kata 'Auf," Memang, sampai aku pernah melihat seorang di antara mereka jatuh cambuknya, tetapi dia tidak minta tolong sedikit juapun kepada orang lain untuk mengambilkannya. "1004. Dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali ra, katanya," Aku pernah menanggung utang (untuk mendamaikan dua kabilah yang saling sengketa). Lalu aku datang kepada Rasulullah saw., Meminta bantuan kepada beliau untuk membayarnya. Jawab beliau, "Tunggulahsampai orang datang mengantarkan zakat, nanti kusuruh serahkan kepada mu. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya," Hai, Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta itu tidak bisa (tidak halal). Kecuali untuk tiga golongan: (1) Orang yang menanggung utang (gharim, untuk mendamaikan dua orang yang bersengketaatau sejenisnya). Maka orang itu bisa meminta-minta, sampai hutangnya lunas. Bila hutangnya telah lunas, maka tidak dapat lagi dia meminta-minta. (2) Orang yang kena bencana, sehingga harta-bendanya musnah. Orang itu bisa meminta-minta sampai dia memperoleh sumber kehidupan yang layak baginya.(3) Orang yang ditimpa kemiskinan, (disaksikan atau diketahui oleh tiga orang yang terpercaya bahwa dia memang miskin). Orang itu bisa meminta-minta, sampai dia memperoleh sumber penghidupan yang layak Selain tiga golongan itu, haram baginya meminta-minta, dan haram pula baginya memakan hasil meminta-mintaitu. "
1005. Dari Salim bin 'Abdullah ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memberikan (bagian zakat) kepada' Umar bin Khaththab ra, lalu ditolak oleh 'Umar. Katanya:" Ya, Rasulullah! Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya dari ku. "Sabda Rasulullah saw.," Ambillah dan pergunakanlahuntuk keperluanmu, atau sedekahkan! Bila engkau diberi orang suatu pemberian tanpa engkau idam-idamkan dan tanpa minta-minta, terimalah pemberian itu. Tetapi (ingat), sekali-kali jangan meminta. "Kata Salim," Oleh karena itu Ibnu 'Umar (ayah Salim) tidak pernah meminta apa saja kepada seseorang,dan tidak pernah pula menolak apa yang diberikan orang kepadanya. "
1006. Dari Ibnu Sa'idi Al Maliki ra, katanya: "Umar bin Khaththab pernah menugaskan ku sebagai 'amil zakat. Setelah tugas itu selesai ku laksanakan dan hasil zakat yang ku kumpulkan telah ku serahkan kepadanya, maka' Umar menyuruh ku mengambil bagian ' amil untuk ku. Lalu jawab ku, "Aku bekerja karenaAllah, karena itu upah ku pun ku serahkan kepada Allah. "Kata 'Umar," Ambillah apa yang diberikan kepada mu itu. Sesungguhnya aku pernah pula bertugas pada masa Rasulullah saw. sebagai 'amil zakat. Lalu aku diberi oleh beliau bagian 'amil zakat. Aku menolak pemberian itu seraya berujar seperti kamuitu pula. Maka bersabda Rasulullah saw., "Apabila kamu diberi orang suatu pemberian (zakat, sedekah, wakaf, infak dan sebagainya) tanpa kamu minta, makanlah dan atau sedekahkan."
1007. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Hati seorang orang tua tetap muda dalam hal mencintai dua hal. Yaitu: dalam hal mencintai hidup dan harta benda."
1008. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap manusia pasti akan menjadi tua. Namun jiwanya tetap muda tentang dua hal. Yaitu: Tamak akan harta benda dan selalu ingin panjang umur."
1009. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Andai kata manusia itu telah memiliki harta benda sebanyak dua lembah, mereka masih ingin untuk mendapatkan satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi perutnya sampai penuh melainkan hanya tanah (maut). Dan Allah menerima taubat orang yangtaubat kepada-Nya. "
1010. Dari Anas bin Malik ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Andai kata anak Adam itu memiliki emas satu lembah, niscaya dia ingin memiliki satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi penuh mulut (hawa nafsu) nya melainkan tanah (maut). Dan Allah menerima taubat siapa yang taubat kepada-Nya."
1011. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang disebut 'kaya', bukanlah kaya harta-benda duniawi, tetapi yang dikatakan 'kaya' adalah kaya jiwa."
1012. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. berdiri, lalu beliau berpidato kepada orang banyak. Sabda beliau: "Demi Allah! Tidak ada yang aku khawatirkan terhadap Anda sekalian, melainkan harta benda yang telah dikaruniakan Allah kepada mu sebagai perhiasan dunia." Lalu seorang priabertanya: "Ya, Rasulullah! Apakah mungkin sesuatu yang baik mendatangkan bencana?" Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah Saw. diam sejenak, kemudian ia balik bertanya, "Apa yang Anda tanyakan?" Orang itu mengulang pertanyaannya: "Apakah mungkin sesuatu yang baik mendatangkan bencana?" Jawab Rasulullahsaw., "Sesungguhnya sesuatu yang baik itu memang mendatangkan kebaikan. Tapi, apa yang terlihat baik, belum tentu selamanya baik. Rumput yang tumbuh di musim hujan, tempo-tempo dapat membunuh binatang ternak atau merusaknya. Kecuali bagi yang memakannya hanya sampai kenyang, sesudah itu diaberhenti, lalu menghadap ke matahari, buang air besar atau buang air kecil, sesudah itu baru dia makan kembali. Siapa yang beroleh harta dengan jalan halal, dia akan mendapat berkat dengan harta itu. Tapi siapa yang mengambilnya dengan jalan yang tak halal, maka misalnya seperti orang makan yangtidak pernah merasa kenyang. "
1013. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu ketika,
Nabi saw. duduk di atas mimbar, sedangkan kami duduk sekeliling beliau. "Sabda beliau," Yang aku takutkan terhadap kamu semua sepeninggal ku kelak, adalah karunia Allah terhadap kamu semua berupa harta benda perhiasan dunia. "Lalu seorang pria
bertanya, "Mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan bencana, ya Rasulullah?" Mendengar pertanyaan itu Rasulullah saw. terdiam. Lalu dikatakan orang kepada sahabat yang bertanya itu, "Bagaimana pendapatmu, Anda bertanya kepada Rasulullah saw., Tetapi ia tidak menjawab." Jawab orang itu, "Aku kiraia sedang kedatangan wahyu. "Setelah sadar kembali, ia hapus keringat beliau, lalu beliau bertanya," Apa gerangan pertanyaan orang yang bertanya tadi? "- dengan sikap seperti memuji. Sabda beliau," Kebaikan yang sungguh-sungguh baik tidak akan mendatangkan bencana. Tapi apa-apa yang ditumbuhkandi musim hujan, kadang
kadang dapat membunuh atau menyakitkan. Kecuali bagi pemakan hijau-hijauan yang memakan hanya sampai kenyang, kemudian dia menghadap ke matahari, lalu buang air besar atau kecil, sesudah itu barulah dia makan kembali. Sesungguhnya harta benda dunia itu kelihatannya hijau dan manis tetapi sebaik-baikharta seorang muslim, ialah yang disedekahkannya kepada orang miskin, atau kepada anak yatim, dan atau kepada pejuang-pejuang yang berjuang menegakkan agama Allah. "Atau seperti yang disabdakan Rasulullah saw.," Siapa yang memperoleh harta dengan tidak halal, maka dia seperti orang yang makan, tidakpernah merasa kenyang (puas). Sedangkan harta itu akan menjadi saksi bagi keserakahannya kelak di hari kiamat. "
1014. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Beberapa orang kaum Anshar sering meminta-minta sedekah kepada Rasulullah saw., Dan selalu diberi oleh beliau, sehingga pada suatu ketika Rasulullah kehabisan apa yang mereka minta. Lalu beliau bersabda:" Selama sesuatu yang baik masih ada pada ku, sekali-kalitidaklah akan kusembunyikan terhadap mu. Tapi siapa yang 'afif (dapat memelihara diri dari meminta-minta), maka Allah akan memeliharanya pula. Dan siapa yang merasa cukup dengan apa yang ada, Allah akan mencukupinya pula. Dan siapa yang sabar, Allah akan menambah kesabarannya. Tidak ada suatu pemberianyang diberikan orang, yang lebih baik dan lebih melapangi selain sabar. "
1015. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh amat beruntunglah orang yang Islam (berserah diri) dan merasa cukup dengan apa yang direzekikan Allah serta memadakan apa yang diberikanNya."
1016. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. pernah berkata dalam doanya: "Allahumaj'al Rizqa ala Muhammad qutan." (Wahai, Allah! Jadikanlah rezeki keluarga Muhammad menguatkan).
1017. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Membagi-bagikan sedekah. Lalu aku menyarankan kepada beliau, kata ku:" Demi Allah, ya Rasulullah! Bukan mereka ini yang lebih berhak diberi sedekah, tetapi adalah mereka itu. "Jawab Nabi saw ;," Mereka ini seolah-olah memaksakankepada ku untuk mengambil salah satu antara dua pilihan, yaitu apakah mereka akan meminta kepada ku dengan cara kasar, ataukah mereka akan menuduh ku orang bakhil. Padahal aku tidak bakhil. "
1018. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika aku berjalan bersama-sama dengan Rasulullah saw. Ketika itu ia memakai selendang buatan Najran yang tebal pinggirnya. Sekonyong-konyong seorang Arab dusun mendapatkan beliau, lalu ditariknya selendang Nabi itu sekuat- kuatnya, sehingga kulihatpinggiran selendang itu membekas di leher Rasulullah saw., karena kuatnya tarikat orang itu. Kemudian orang itu berkata, "Hai, Muhammad! Perintahkanlah (kepada bendahara Anda) supaya aku diberinya harta yang ada dalam pengawasanmu!" Rasulullah menoleh kepada orang itu sambil tertawa. Kemudian diperintahkanoleh beliau supaya orang itu diberi (sedekah). "
1019. Dari Miswar bin Makhramah ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Membagi-bagikan beberapa baju jaket kepada beberapa orang sahabat. Tapi beliau tidak memberi apa-apa kepada Makhramah. Karena itu Makhramah berkata," Hai, anakku! Marilah kita pergi ke Rasulullah saw. "Lalu aku pergibersama ayahku menemui beliau. Kata ayahku, "Masuklah kamu lebih dahulu, dan sampaikan kepada beliau bahwa aku berada di sini mohon bertemu dengan beliau." Kata Miswar, "Aku pun masuk, dan menyampaikan kepada beliau bahwa ayahku berada di luar mohon bertemu dengan Rasulullah. Rasulullah keluar sambilmembawa sehelai baju jaket untuk Makhramah. Kata beliau, "Ini kusediakan untuk Anda," sambil Nabi saw. melihat kepadanya dan berkata: "Semoga Makhramah merasa puas."
1020. Dari Miswar bin Makhramah ra, katanya: "Rasulullah menerima beberapa helai jaket, lalu kata
ayahku (Makhramah) kepada ku, "Marilah kita pergi ke beliau, mudah-mudahan ada pembagian untuk kita." Setibanya kami di rumah Rasulullah saw., Ayahku berdiri di pintu seraya berbicara, Rasulullah saw. kenal suaranya, lalu beliau keluar membawa sebuah baju jaket dengan memperlihatkan keindahannyakepada ayahku seraya bersabda: "Ini kusediakan untuk Anda, ini kusediakan untuk Anda."
1021. Dari 'Amir bin Sa'ad ra, dari ayahnya Sa'ad ra, katanya: "Rasulullah saw. Membagi-bagikan sedekah kepada suatu kaum, dan aku duduk di antara mereka menyaksikannya, Kata Sa'ad," Rasulullah saw, meninggalkan seorang pria, tidak memberinya pembagian itu. Oleh karena itu, orang tersebut sangatmenjadi perhatian bagi ku, sehingga karenanya aku datangi Rasulullah saw. seraya bertanya kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Apakah sebabnya si Fulan tidak Anda beri pembagian sedekah itu? Aku tahu benar bahwa dia seorang mukmin," Jawab Rasulullah saw., "Ataukah dia itu seorang muslim?" "Aku diam sebentar."kata Sa'ad, "Kemudian apa yang ku ketahui tentang orang itu sangat mempengaruhi ku. Lalu aku bertanya pula kepada Rasulullah saw." Ya, Rasulullah! Apa sebabnya si Fulan itu tidak Anda beri pembagian itu? Kenapa? Demi Allah! Aku tahu benar bahwa dia itu mukmin. "Jawab Nabi saw.," Ataukah dia itu muslim? "Kemudian Nabi saw. melanjutkan sabdanya, "Sesungguhnya aku memberi seseorang, padahal yang lain sebenarnya lebih aku cintai; ku lakukan yang demikian, karena aku khawatir muka orang (yang ku beri) itu akan ditengkurapkan Allah kelak di neraka."
1022. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika perang Hunain, Allah memberikan harta rampasan kepada Rasulullah saw. Dari harta kaum Hawazin. Lalu Rasulullah saw. Membagikannya kepada kaum Quraisy berupa seratus ekor unta. Oleh karena itu beberapa kaum Anshar berujar," Semoga Allah mengampuni Rasulullahsaw. yang telah memberi kaum Quraisy. Sedangkan kita dibiarkan saja oleh beliau, padahal pedang kita masih basah oleh darah musuh. "Kata Anas," Ucapan mereka itu disampaikan orang kepada Rasulullah saw. Karena itu Nabi memerintahkan kaum Anshar supaya berkumpul di tenda kulit. Setelah mereka berkumpul,Rasulullah mendatangi mereka, lalu bertanya:
"Benarkah berita yang sampai kepada ku tentang ucapan Anda itu?" Cerdik pandai kaum Anshar menjawab, "Kami tidak pernah mengatakan yang demikian, ya Rasulullah! Tapi pemuda-pemuda kamilah yang mengatakan:" Semoga Allah mengampuni Rasulullah yang telah memberi orang Quraisy. Sedangkan kita dibiarkannyasaja. Padahal pedang kita masih basah oleh darah musuh. "Sabda Rasulullah saw.," Sebenarnya aku hanya memberi orang-orang yang belum lama masuk Islam, sekadar untuk menghibur hati mereka. Apakah Anda semua tidak rela kalau mereka pergi dengan harta benda dunia, sedangkan Anda semua pulang ke rumah mumasing-masing bersama-sama dengan Rasulullah? Demi Allah! Apa yang Anda bawa pulang sesungguhnya lebih berharga dari apa yang mereka bawa. "Jawab mereka:" Benar, ya Rasulullah! Kami rela, ya Rasulullah! "Sabda beliau, Anda semua bakal mendapatkan orang-orang yang sangat mementingkan pribadinyamasing-masing; karena itu sabarlah, sehingga Anda berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya. Aku akan menunggu Anda kelak di sebuah sumur. "Jawab mereka," Kami akan sabar, ya Rasulullah! "
1023. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Mengumpulkan kaum Anshar, lalu beliau bertanya:" Apakah ada orang lain di antara kamu sekalian? "Jawab mereka," Tidak, ya Rasulullah! Kecuali hanya seorang anak saudara perempuan kami. "Sabda Rasulullah saw.," Keponakanperempuan suatu kaum, termasuk kaum itu sendiri. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya," Orang Quraisy itu belum lama keluar dari jahiliyah dan mushibah. Karena itu aku bermaksud hendak mendekati dan menghibur mereka. Apakah kamu tidak rela mereka pulang dengan harta benda dunia, sedangkan kamu pulangbersama Rasulullah ke rumah mu masing-masing? Kalaulah mereka melewati sebuah lembah, dan orang Anshar melewati jalan bukit, niscaya aku akan melewati jalan bukit bersama-sama dengan orang Anshar. "
1024. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Makkah telah ditaklukkan, Rasulullah saw. Membagi
bagikan harta rampasan kepada orang-orang Quraisy. Lalu orang-orang Anshar berujar, "Ini sungguh-sungguh membingungkan. Pedang kita masih basah oleh darah musuh, tetapi rampasan kita diberikan kepada mereka (orang-orang Quraisy)." Ucapan itu sampai kepada Rasulullah saw. Lalu mereka dikumpulkanoleh beliau. Tanya dia, "Benarkah berita yang sampai kepada ku tentang ucapan kamu sekalian?" Jawab mereka, "Apa yang mereka sampaikan itu benar, ya Rasulullah! Mereka tidak berdusta. Sabda Nabi saw.," Apakah kamu sekalian tidak rela kalau mereka (orang-orang Quraisy) pulang ke rumah mereka denganharta benda dunia, sedangkan kamu sekalian pulang ke rumah mu masing-masing dengan Rasulullah? Andai kata mereka melewati jalan lembah dan jalan bukit, sedangkan orang Anshar melewati jalan lembah dan jalan bukit pula, akan kutempuh lembah dan bukit yang dilewati kaum Anshar. "
1025. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Ketika Ali bin Abi Thalib berada di Yaman, dia pernah mengirimkan emas yang masih kotor kepada Rasulullah saw. Lalu emas itu dibagi-bagikan oleh Rasulullah saw. Kepada empat kelompok, yaitu: kelompok Aqra 'bin Habis Al Hanzhali,' Uyainah bin Badar Al Fazari,'Alqamah bin' Ulatsah Al 'Amiri, termasuk Bani Kilab dan Zaid Al Khair Ath Thai, dan salah satu Bani Nabhan. Kata Abu Sa'id, "Orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu." Kata mereka, "Mengapa para pemimpin Nejed yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibagi nya?" Jawab Rasulullahsaw., "Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu, untuk membujuk hati mereka."
Sementara itu datang seorang pria berjanggut tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Dia berkata, "Ya, Muhammad! Takutlah engkau kepada Allah!" Jawab Rasulullah saw., "Siapa pulakah lagi yang akan mentaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakainya? Allah memberikanketenangan bagi ku atas semua penduduk bumi maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku? "Kata Abu Sa'id," Setelah orang itu berlalu, maka seorang sahabat (yaitu Khalid bin Walid) minta izin kepada Rasulullah saw. untuk membunuh orang itu. Jawab Rasulullah saw., "Dari kelompok orang ini,akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Qur'an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala - mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang keluar dari busurnya. Seandainya aku masih menemukan mereka,akan kemusnahkan mereka seperti musnahnya kaum 'Ad. "
1026. Dari Suwaid bin Ghafalah ra, katanya 'Ali bin Abi Thalib pernah berkata, "Berbicara tentang hadis Rasulullah saw., Aku lebih suka tersungkur dari langit, dari aku mengucapkan hadis yang tidak pernah diucapkan oleh beliau. Lain halnya
bila aku berbicara denganmu membicarakan persoalanku dengan kamu; maka sesungguhnya perang itu adalah tipu muslihat. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Nanti bakal muncul di akhir zaman, pemuda-pemuda berpikiran bodoh, pandai mengucapkan kata yang muluk-muluk dan berbicara manis, pandaimembaca Qur'an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka (hanya sekedar baca-baca saja). Mereka keluar dari agama Islam bagaikan anak panah yang keluar dari busurnya (tidak pernah kembali). Apabila kamu bertemu dengan mereka, bunuhlah mereka! Karena sesungguhnya membunuh mereka itu dapat pahala di sisiAllah kelak di hari kiamat. "
1027. Dari Abu Dzar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sepeninggal ku kelak, akan muncul suatu kaum yang pandai membaca Qur'an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka (hanya sekedar baca saja). Mereka keluar dari agama, seperti anak panah keluar dari busurnya, di mana mereka tidak pernah lagikembali ke dalam agama itu. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk dan perilaku mereka. "
1028. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Hasan bin Ali masih kecil, dia pernah mengambil kurma dari tumpukan kurma sedekah (zakat), lalu diletakkannya ke mulutnya. Maka bersabda Rasulullah saw.," Jijik, jijik, buang ! Tidak tahukah kamu, bahwa kita (keluarga Muhammad) tidak bisamemakan sedekah (zakat)? "1029. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Pada suatu hari aku pulang ke rumah istriku, ku temukan sebuah kurma jatuh di lantai. Kurma itu kuambil hendak kumakan. Tapi tiba.tiba aku ingat kalau-kalau kurma itu kurma sedekah, maka kuletakkan saja kembali. "
1030. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Menemukan kurma di jalan. Lalu sabda beliau," Kalaulah kurma itu bukan kurma sedekah, kumakan dia. "
1031. Dari Juwairiyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Pulang ke rumahnya
(Juwairiyah), lalu beliau bertanya, "Apakah engkau siap makanan?" Jawab Juwairiyah, "Tidak! Demi Allah! Kita tidak punya makanan apa-apa, selain tulang kambing yang disedekahkan orang ke maulaku." Sabda Nabi saw., "Bawalah ke sini! Bukankah sedekah itu sudah sampai ke tujuannya?" 1032. Dari Anasbin Malik ra, katanya: "Barirah menghadiahkan daging kepada Rasulullah saw., yang disedekahkan orang-orang kepada Barirah. Lalu Nabi saw. bersabda:" Untuk Barirah daging itu sedekah, tetapi untuk kita hadiah dari Barirah. "
1033. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Dikirim orang daging sapi, seraya berkata:" Daging ini sedekah untuk Barirah. "Lalu kata Nabi saw.," Untuk Barirah sedekah, dan untuk kami hadiah. "
1034. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Telah terjadi tiga peristiwa yang berhubungan dengan Barirah.
Banyak orang bersedekah kepadanya, dan memberi hadiah kepada kami. Lalu hal itu ku sampaikan kepada Rasulullah saw. Sabda beliau, "Untuk Barirah adalah sedekah, dan untuk kamu adalah hadiah. Makanlah!"
1035. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengirimi ku daging kambing bagian sedekah. Lalu aku kirimkan kembali sebagiannya kepada' Aisyah. Ketika Rasulullah saw. Pulang ke rumah 'Aisyah, beliau bertanya," Apakah kamu siap makanan? " Jawab 'Aisyah, "Tidak! Kecuali daging kambing yangdikirimkan Nusaibah (Ummu 'Athiyah) kepada kita, yaitu sebagian dari daging sedekah yang Anda kirimkan kepadanya. "Sabda Nabi saw.," Sedekah itu sudah sampai ke tujuannya. "
1036.Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Diantara orang makanan, beliau selalu bertanya tentang pengiriman itu. Bila dikatakan orang hadiah, beliau makan, dan bila dikatakan orang sedekah, tidak dimakannya."
1037. Dari 'Abdullah bin Abi Aufa ra, katanya: "Apabila di antarkan orang kepada Rasulullah saw. Sedekah mereka, beliau mendo'a:" Allahumma shalli' alaihim "(Wahai Allah! Berilah mereka rahmat). Maka pada suatu hari Abu Aufa datang mengantarkan sedekahnya kepada beliau. Lalu beliau mendoa: "Allahummashalli 'ala ali Abi Aufa. "(Wahai, Allah! Berilah rahmat kepada keluarga Abu Aufa)."
1038. Dari Jarir bin Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketika 'amil zakat mendatangi mu untuk mengumpulkan zakat dari mu, maka hendaklah dia pulang kembali dengan rasa puas terhadap mu."
1039. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila Ramadhan telah datang, maka dibukakan pintu surga, dikunci pintu neraka, dan dibelenggu semua setan."
1040. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila Ramadhan telah datang, maka dibukakan pintu rahmat, terkunci neraka jahannam, dan dirantai semua setan."
1041. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Nabi saw. bersabda tentang Ramadhan, sabdanya: "Janganlah kamu puasa sebelum melihat bulan (terbit) dan janganlah berbuka sebelum melihatnya (terbit kembali). Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka hitunglah (jumlah harinya tiga puluh hari)." 1042. Dari Ibnu'Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda tentang Ramadhan, sambil beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya, sabdanya: "Sebulan itu sebegini, sebegini, dan sebegini, - ia menekuk salah satu jempolnya kali yang ketiga. Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka hitunglah tiga puluh hari."
1043. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kita umat yang ummi; tidak pandai menulis dan berhitung. Sebulan adalah sebegini, sebegini dan sebegini. Dia menekuk sebuah jempolnya kali yang ketiga. Dari sebulan adalah begini, begini, begini. Yakni cukup tiga puluh hari."
1044. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu telah melihat bulan (terbit), maka puasalah, dan bila kamu telah melihatnya (terbit kembali), maka berbukalah. Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka puasalah tiga puluh hari."
1045. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Puasalah kamu bila telah melihat bulan (terbit) dan berbukalah bila telah melihatnya (terbit). Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka genapkanlah bilangannya."
1046. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Puasalah kamu bila telah melihat bulan (terbit) dan berbukalah bila telah melihatnya (terbit). Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka hitunglah tiga puluh hari."
1047. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Tatkala telah lewat dua puluh sembilan malam yang aku menghitungnya sendiri, Rasulullah saw. Mulai masuk ke rumahku. Karena itu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Bukankah Anda telah bersumpah tidak akan masuk ke rumah kami selama sebulan? Menurut Hitunganku,sekarang baru dua puluh sembilan hari. "Jawab Nabi saw.," Sesungguhnya sebulan itu adakalanya dua puluh sembilan hari. "1048. Dari Ummu Salamah ra, katanya:" Pada suatu ketika Nabi saw. bersumpah tidak akan pulang ke rumah istrinya selama sebulan. Setelah berlalu dua puluh sembilan hari, esok pagi-pagiia datang ke rumah mereka. Lalu diingatkan mereka kepada beliau, "Ya, Nabi Allah! Bukankah Anda telah bersumpah tidak akan masuk ke rumah kami selama sebulan?" Jawab beliau, "Sebulan itu adakalanya dua puluh sembilan hari."
1049. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu dahului puasa Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi orang yang mempuasakan puasa tertentu, maka dia bisa meneruskannya."
1050. Dari Kuraib ra, katanya dia diutus oleh Ummul Fadhal binti Harits menemui Mu'awiyah di Syam. Kata Kuraib, "Setelah aku tiba di sana dan tugasku telah selesai, bulan Ramadhan pun tiba. Aku melihat bulan terbit pada malam Jum'at. Kemudian aku tiba kembali di Madinah pada akhir bulan. Lalu 'Abdullahbin 'Abbas r.a. bertanya kepada ku: Kapan Anda mulai melihat bulan? "Jawab ku," Kami melihatnya pada malam Jum'at. "Tanya," Apakah Anda menyaksikannya sendiri? "Jawab ku," Ya! Aku menyaksikannya sendiri, bersama orang banyak. Karena itu mereka mulai puasa, begitu pula Mu'awiyah. "Kata Ibnu 'Abbas,"Tapi kami melihatnya malam Sabtu. Karena itu kami akan mencukupkan puasa kami tiga puluh, atau kami melihat bulan." Tanya ku, "Apakah tidak cukup dengan penglihatan Mu'awiyah dan sesuai puasanya saja?" Jawab Ibnu 'Abbas. "Tidak! Karena begitulah perintah Rasulullah saw. Kepada kami."
1051. Dari Abu Al Bakhtari ra, katanya: "Pada suatu ketika kami pergi 'umrah. Ketika berhenti di Nakhlah, kami saling menunjuk bulan. Setengah kami mengatakan, bulan sudah tiga hari. Sedangkan yang lain mengatakan bulan baru dua hari." Tanya Ibnu 'Abbas ra, "Malam apa kamu melihatnya?" Jawab kami,"Malam anu!" Kata Ibnu 'Abbas, "Bahwasanya Rasulullah saw. Pernah bersabda: Sesungguhnya Allah swt. Telah membentangkannya untuk dapat dilihat. Karena itu mulailah pada malam kamu melihatnya." 1052. Dari Abu Al Bakhtari ra, katanya: "Ketika kami berada di Dzat 'IRQ, bulan Ramadhan pun tiba. Lalu kamiutus seorang pria kepada Ibnu 'Abbas untuk menanyakannya. Jawab Ibnu 'Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah membentangkannya untuk dilihat. Jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, maka sempurnakanlah bilangannya (tiga puluh)."
1053. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya: "Setelah turun ayat:" ..hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar .. "(Al Baqarah: 187), maka berkata' Adi bin Hatim kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Aku meletakkan benang putih dan benang hitam di bawah bantalku untuk membedakanmalam
dan siang. "Sabda Rasulullah saw.," Bantalmu terlalu lebar. Yang dimaksud (dengan benang hitam) adalah gelap malam, dan (benang putih) adalah cahaya siang. "
1054. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya: "Ketika turun ayat:" .. dan makan minumlah kamu sehingga nyata bagi mu perbedaan benang putih dari benang hitam (Al Baqarah: 187) maka ada seorang pria mengambil benang putih dan benang hitam , lalu dia makan sehingga jelas baginya perbedaan keduanya. BerikutnyaAllah swt. menurunkan kata "minal fajri" (yaitu ketika fajar). Maka jelaslah apa yang dimaksud dengan benang putih dan benang hitam. "
1055. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya:
"Rasulullah saw. Memiliki dua orang muadzin (tukang adzan). Yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Maka bersabda Rasulullah saw.," Bilal azan tengah malam karena itu makanlah dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. "
1056. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu terhalang makan sahur
karena azan Bilal; karena dia azan tengah malam, untuk memanggil pulang orang-orang yang shalat, dan mengembangkan yang sedang tidur. "
1057. Dari Samurah bin Jundub ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu terperdaya (untuk tidak makan sahur) oleh azan Bilal waktu sahur, dan jangan pula karena cahaya putih ini (fajar kadzib) sampai dia tersebar."
1058. Dari Samurah bin Jundub ra, dia berkhutbah menyampaikan hadis Rasulullah saw. yang menyabdakan: "Janganlah kamu terhalang makan sahur oleh adzan Bilal, dan jangan pula oleh cahaya putih ini, sehingga terbit fajar (Siddik)."
1059. Dari Anas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Makan sahurlah kamu, karena makan sahur itu mengandung berkat!" 1060. Dari 'Amru bin' Ash r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perbedaan puasa kita dengan puasa Ahli Kitab, adalah makan sahur."
1061. Dari Anas ra, dari Zaid bin Tsabit ra, katanya: "Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah saw. Tidak berapa lama kemudian kami pergi shalat. Tanya Anas," Kira-kira berapa lama jaraknya antara waktu makan sahur dengan shalat? "Jawab Zaid," Kira-kira selama membaca lima puluh ayat. "
1062. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Berbahagialah selalu orang-orang yang menyegerakan berbuka."
1063. Dari Abu 'Athiyah ra, katanya: "Aku dan Masruq pernah datang menemui' Aisyah ra ke rumahnya, lalu kami bertanya:" Ya, Ummul Mukminin! Ada dua orang sahabat Rasulullah saw. yang satu menyegerakan berbuka dan shalat, dan yang satu lagi melambatkannya. Bagaimana itu? "Tanya 'Aisyah r.a.," Siapayang menyegerakan berbuka dan shalat? "Jawab kami," Abdullah Ibnu Mas'ud. "Kata 'Aisyah," Menyegerakan itulah yang dilakukan Rasulullah saw. "1064. Dari' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila malam telah datang, siang telah hilang, dan matahari telah terbenam, maka orang yang puasa sudahbisa berbuka. "
1065. Dari 'Abdullah bin Abi Aufa ra, katanya: "Kami bepergian bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanan di bulan Ramadhan. Ketika matahari telah terbenam beliau bersabda:" Hai, Fulan! Turunlah, dan siapkan makan kita! "Jawab orang itu," Hari masih siang, ya Rasulullah! "Sabda Rasulullah,"Turunlah dan siapkan makan kita!" Kata 'Abdullah, "Orang itu pun segera turun, lalu dia menyiapkan makanan dan menyajikannya kepada Rasulullah saw., Dan beliau langsung minum. Kemudian beliau bersabda sambil menunjuk dengan tangannya:" Ketika matahari telah terbenam di sana, dan malam telah datangdi sini, maka orang puasa sudah bisa berbuka. "1066. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Bahwasanya Nabi saw. melarang orang melakukan puasa wishal (yakni puasa berturut-turut dua hari atau lebih tanpa berbuka). Lalu kata para sahabat kepada beliau: "Bukankah Anda sendiri melakukannya?" Jawab Nabi saw .:"Aku tidak seperti kamu semua. Aku diberi makan dan minum oleh Tuhan ku."
1067. Dari Abu Hurairah r, a., Katanya: "Rasulullah saw. Melarang orang melakukan puasa wishal. Maka berkata seorang pria muslim kepada beliau:" Bukankah Anda sendiri melakukan puasa secara wishal, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullah saw .:" Tidak seorang pun di antara kamu yang menyamai ku. Bila haritelah malam, aku diberi makan dan minum oleh Tuhan ku. "Ketika ternyata mereka menolak akan berhenti puasa wishal, Nabi saw. puasa pula secara wishal bersama mereka dua hari berturut-turut. Sesudah itu bulan (Syawal) datang. Lalu beliau bersabda : "Seandainya bulan (Syawal) belum terbit niscayakuteruskan puasa wishal bersama kamu semua - Rasulullah mengucapkan sabdanya itu dengan nada marah,
karena mereka menolak dilarangnya puasa wishal. "
1068. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu puasa secara wishal!" Jawab para sahabat, "Bukankah Anda sendiri melakukan puasa wishal?" Jawab Rasulullah saw., "Kamu tidak akan sanggup melakukannya seperti aku. Bila hari telah. Malam, aku diberi makan dan minum olehTuhan ku. Karena itu beramal-ibadatlah sesuai dengan kemampuanmu. "
1069. Dari Anas ra, katanya: "Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah saw. Shalat. Aku datang dan berdiri di samping beliau. Kemudian datang pula sahabat yang lain, lalu dia berdiri pula, sehingga akhirnya kami menjadi satu rombongan. Tatkala Nabi saw. merasa bahwa kami shalat di belakang beliau,maka beliau pendekkan shalatnya, kemudian ia masuk ke rumahnya, dan di sana ia shalat sendirian. "Kata Anas," Pagi-pagi kami bertanya kepada beliau: Apakah Anda tahu perbuatan kami semalam? "Jawab beliau," Ya, aku tahu. Itulah yang menyebabkan aku masuk ke rumah dan di sana aku shalat sendirian. "Kata Anas selanjutnya, "Beberapa hari di akhir bulan (Ramadhan) Rasulullah melakukan puasa wishal. Karena itu beberapa orang sahabat melakukannya pula. Maka bersabda Rasulullah saw .: Mengapalah orang-orang ini ikut-ikutan berpuasa wishal. Kamu semua tidak seperti aku. Ketahuilah ! Demi Allah! Kalaulahbulan ini bertambah panjang, aku akan terus puasa wishal sehingga orang-orang yang membebani dirinya dalam melakukan suatu amal ibadah kewalahan sendiri. "
1070. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Nabi saw. Melarang mereka puasa wishal, adalah rahmat bagi mereka. Mereka berkata kepada Rasulullah saw.," Bukankah Anda sendiri melakukan puasa wishal? "Jawab Nabi saw.," Aku tidak seperti kamu. Aku diberi makan dan minum oleh Tuhan ku. "
1071. Dari Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mencium salah seorang istri beliau, padahal beliau puasa." Kemudian 'Aisyah tertawa.1072. Dari 'Aisyah ra, katanya, "Rasulullah saw. Pernah mencium ku, padahal beliau puasa. Siapakah di antara tuan-tuan yang sanggup mengendalikan nafsu sepertiRasulullah saw.? "
1073. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mencium dan mencumbu ku ramah ketika ia sedang puasa. Tapi beliau sanggup mengendalikan nafsunya."
1074. Dari Hafshah ra, katanya, "Rasulullah saw. Pernah berciuman, padahal beliau sedang puasa."
1075. Dari 'Amru bin Abi Salamah ra, dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya: "Bisakah orang yang puasa berciuman?" Jawab Rasulullah saw., "Tanyakan kepada Ummu Salamah!" Lalu Ummu Salamah menceritakan kepada 'Amru, bahwa Rasulullah saw. pernah melakukannya. Kata 'Amar, "Ya, Rasulullah!Allah telah mengampuni dosa Anda yang telah lalu dan yang akan datang. "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah! Sesungguhnya akulah yang paling taqwa dan yang paling takut kepada Allah dari kamu sekalian. "1076. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya:" Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah menemukanfajar (kesiangan) di bulan Ramadhan, padahal beliau dalam keadaan junub karena jima '. Lalu beliau mandi dan terus puasa. "
1077. Dari 'Abdullah bin Ka'ab Al Himyari, Abu Bakar mengabarkan kepadanya bahwa Marwan pernah mengutusnya kepada Ummu Salamah ra, menanyakan perihal seorang pria yang mendapatkan Subuh dalam keadaan junub, apakah bisa dia melanjutkan puasanya? Jawab Ummu
Salamah, "Rasulullah saw. Pernah mendapatkan Subuh (kesiangan) dalam keadaan junub karena jima ', bukan karena mimpi. Kemudian beliau tidak membukai puasanya dan tidak pula mengqadha." 1078. Dari 'Aisyah dan Ummu Salamah ra, dua orang istri Rasulullah saw., Keduanya berkata: "Sesungguhnya Nabi saw.pernah mendapatkan Subuh (kesiangan) dalam keadaan junub karena jima ', tidak karena mimpi dan ia terus saja puasa. "
1079. Dari 'Aisyah ra, katanya ada seorang pria datang minta fatwa kepada Nabi saw., Sedangkan' Aisyah mendengarkannya di belakang pintu. Tanyanya, "Ya Rasulullah! Waktu shalat telah tiba, sedangkan aku dalam keadaan junub. Bisakah aku melanjutkan puasaku?" Jawab Rasulullah saw., "Aku pun pernahmendapatkan waktu shalat Subuh dalam keadaan junub, lalu aku terus saja puasa. "Kata orang itu," Anda tidak sama dengan kami. Allah telah mengampuni dosa Anda yang lama dan yang baru. "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah!
Sesungguhnya aku berharap, semoga akulah orang yang paling takut kepada Allah, dan lebih tahu dari kamu sekalian tentang bagaimana cara taqwa. "
1080. Dari Abu Hurairah ra, katanya ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw., Lalu dia berkata: "Telah celaka aku, ya Rasulullah!" Jawab Nabi saw., "Apa sebabnya engkau celaka?" Jawab orang itu, "Aku menyetubuhi istri ku (siang hari) di bulan Ramadhan." Tanya Nabi saw., "Sanggupkah engkau memerdekakanseorang budak? "Jawabnya," Tidak! "Tanya Nabi saw.," Sanggupkah engkau puasa dua bulan berturut-turut? "Jawabnya," Tidak! "Tanya," Sanggupkah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? "Jawabnya," Tidak! "Kata Abu Hurairah ra," Kemudian, sementara orang itu duduk, dibawa orang kepada Nabi saw.sebuah keranjang berisi kurma. Sabda Nabi saw. kepada orang itu, "Bersedekahlah kamu dengan ini!" Jawab orang itu, "Tentu kepada orang yang lebih miskin dari kami. Agaknya tidak ada penduduk di sekitar sini yang lebih membutuhkannya daripada kami." Mendengar ucapannya itu Nabi saw. tertawa sehinggaterlihat taring beliau. Kemudian Nabi saw. bersabda kepada orang itu. "Bawalah pulang, beri makanlah keluargamu dengannya."
1081. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw.
ketika ia sedang berada dalam masjid di bulan Ramadhan, lalu orang itu berkata: "Ya, Rasulullah! Celaka aku! Celaka aku!" Karena itu Rasulullah saw. bertanya, apa sebabnya? Lalu jawabnya, "Aku telah menyetubuhi istri ku siang hari bulan Ramadhan." Sabda Rasulullah saw., "Bersedekahlah!" Jawab orangitu, "Ya Nabiyallah! Demi Allah! Aku tidak punya apa-apa. Karena itu aku tidak sanggup melaksanakannya." Sabda Nabi saw. "Tunggulah di sini sebentar!" Sementara dia duduk menunggu, datang seorang pria mengendarai seekor keledai membawa makanan. Maka bertanya Rasulullah saw., "Mana orang yang dapat celakatadi? "Maka berdirilah orang itu, lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya," Bersedekahlah Anda dengah ini. "Jawab orang itu," Ya, Rasulullah! Tentu harus kusedekahkan kepada orang yang lebih miskin dari kami. Demi Allah, sesungguhnya kami lapar, sedangkan kami tidak punya apa-apa. "Jawab Nabi saw.,"Kalau begitu, bisa kamu makan."
1082. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada tahun penaklukan Makkah, Rasulullah saw. Berangkat melakukan suatu perjalanan dalam bulan Ramadhan dengan berpuasa. Setelah sampai di Kadid, beliau berbuka. Kata Ibnu' Abbas," Para sahabat mengikuti segala perbuatan beliau ketika itu. "1083. Dari Ibnu 'Abbasra, katanya: "Rasulullah saw. melakukan suatu perjalanan jauh dalam bulan Ramadhan, sedangkan beliau puasa. Setelah sampai di 'Usfan, beliau minta bejana berisi minuman lalu diminumnya di siang hari itu supaya dilihat orang banyak. Selanjutnya beliau berbuka sampai masuk kota Makkah. " Kata Ibnu 'Abbasra, "Dalam perjalanan itu Rasulullah saw. puasa dan berbuka. Maka siapa yang suka puasa bisa puasa dan siapa yang suka berbuka ia dapat tidak puasa."
1084. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Janganlah engkau mencela orang yang puasa dan orang yang tidak
puasa dalam perjalanan. Karena Rasulullah saw. pernah puasa dan tidak puasa dalam perjalanan. "1085. Dari Jabir bin 'AbduUah ra, katanya:" Dalam suatu perjalanan, Rasulullah saw. melihat seorang pria dikerumuni orang banyak, lalu orang itu dilindungi oleh beliau seraya bertanya, "Mengapa dia?" Jawabmereka, "Dia puasa." Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidaklah termasuk kebajikan puasa dalam perjalanan, apabila dengan puasa itu ia mendapat kesulitan karena perjalanannya jauh dan berat." 1086. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami ikut berperang bersama Rasulullah saw. Pada tanggal enambelas Ramadhan. Di antara kami ada yang puasa dan ada pula yang berbuka. Namun tidak ada orang puasa mencela orang berbuka, atau sebaliknya orang berbuka mencela orang puasa. "
1087. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Kami pernah pergi berperang bersama Rasulullah saw. Dalam bulan Ramadhan. Sebagian kami ada yang puasa dan sebagian lagi tidak puasa. Orang yang puasa tidak keberatan terhadap orang yang tidak puasa, dan sebaliknya orang yang tidak puasa tidak keberatanterhadap yang puasa. Mereka berpendapat, siapa yang kuat puasa sebaiknyalah dia puasa, dan siapa yang tidak kuat sebaiknyalah dia berbuka. "1088. Dari Anas ra, katanya:" Kamu pernah mengadakan suatu perjalanan bersama Rasulullah saw.
Sebagian kami puasa dan sebagian lagi tidak puasa. Ketika hari bersangatan panas, kami berhenti di suatu tempat, di mana kebanyakan kami membuat naungan dengan kain-kain pakaian yang dibawanya dan sebagian lagi dengan tangannya. "Kata Anas selanjutnya," Orang-orang yang puasa berjatuhan, sedang orangyang tidak puasa dapat tegak, lalu mereka buat tempat-tempat berteduh dan mereka beri minum hewan-hewan kendaraan. Maka bersabda Rasulullah saw., "Orang-orang yang berbuka hari ini dapat pahala."
1089. Dari Quzatah ra, katanya: "Aku mendatangi Abu Sa'id Al Khudri ra, tetapi dia sedang banyak tamu. Ketika para tamu itu sudah pergi, aku berkata kepadanya: Aku tidak akan menanyakan masalah yang ditanyakan mereka itu, tetapi aku akan
menanyakan perihal puasa dalam perjalanan. "Jawab Abu Sa'id," Kami pernah melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedangkan kami puasa. Lalu kami berhenti pada suatu perhentian. Maka bersabda Rasulullah saw., "Kamu semua sudah dekat ke tempat musuh; berbuka akan lebih menguatkantubuhmu. Dan itU adalah suatu keringanan. "Sebagian kami ada yang puasa sedang sebagian lagi berbuka. Kemudian kami berhenti pula di tempat perhentian yang lain. Maka bersabda pula Rasulullah saw.," Besok pagi kamu akan menyerang musuh; dengan berbuka akan lebih memperkuat fizikmu; karena itu berbukalahkamu semuanya! "Sabda beliau itu adalah perintah. Karena itu berbukalah kami semuanya." Kata Abu Sa'id selanjutnya., "Saya pikir, sesudah itu kami selalu puasa bersama Rasulullah saw. Dalam setiap perjalanan."
1090. Dari Hamzah bin 'Amru Al Aslami ra, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya: "Aku kuat puasa dalam perjalanan. Berdosakah jika aku puasa?"
Jawab Rasulullah saw., "Berbuka puasa dalam perjalanan adalah suatu keringanan dari Allah. Maka karena itu, siapa yang mempergunakan keringanan itu baik, dan siapa yang lebih suka puasa tidak berdosa." 1091. Dari Abu Darda 'ra, katanya: "Kami bepergian bersama Rasulullah saw. Dalam suatu perjalanandalam bulan Ramadhan di bawah terik matahari yang sangat panas, sehingga masing-masing kami meletakkan tangannya di kepala karena sangat panasnya. Ketika itu tidak seorang jua pun kami yang puasa, melainkan Rasulullah saw. dan 'Abdullah bin Rawahah. "
1092. Dari Ummul Fadhal binti Harits ra, dia mengatakan bahwa orang banyak bertengkar di dekatnya tentang puasa Rasulullah saw. di hari 'Arafah. Sebagian mereka mengatakan beliau puasa, dan sebagian lagi mengatakan tidak, lalu kukirimkan kepada beliau secangkir susu. Ketika itu beliau sedang beradadi atas untanya di Arafah, lalu beliau minum. "
1093. Dari Maimunah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Orang banyak ragu tentang puasa Rasulullah saw. Pada hari 'Arafah. Lalu kukirim kepada beliau secangkir susu ketika itu ia sedang berdiri di tempatnya lalu diminumnya susu itu, sedangkan orang banyak melihatnya. "
1094. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Di zaman jahiliyah, orang-orang Quraisy melakukan puasa pada hari' Asyura. Dan Rasulullah saw. Pernah pula mempuasakannya. Tatkala beliau hijrah ke Madinah beliau mempuasakannya bahkan memerintahkan umatnya mempuasakannya pula. Maka tatkala puasa Ramadhan diwajibkan,beliau bersabda: "Siapa yang suka puasa di hari 'Asyura silakan, dan siapa yang tidak suka, tidak mengapa."
1095. Dari 'Abdullah Ibnu' Umar ra, katanya: "Kaum Jahiliyah puasa pada hari 'Asyura. Sedangkan Rasulullah saw. Dan kaum muslimin pernah juga mempuasakannya sebelum perintah wajib puasa Ramadhan diturunkan. Maka ketika puasa Ramadhan telah diwajibkan, Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya hari'Asyura itu suatu hari di antara hari-hari kebesaran Allah. Karena itu siapa yang mau puasa hari itu silakan dan siapa yang tidak ingin bisa meninggalkannya. "
1096. Dari Abdurrahman Ibnu Yazid ra, dia menceritakan bahwa Asy'ab bin Qais ra, pernah datang ke rumah 'Abdullah ketika dia sedang makan. Lalu kata 'Abdullah, "Ya, Abu Muhammad! Mari silakan makan!" Jawab Asy'ats, "Bukankah hari ini hari Asyura?" Jawab Abdullah, "Tahukah engkau, apakah hari 'Asyuraitu? "Kemudian dia melanjutkan," Hari Asyura adalah suatu hari di mana Rasulullah saw. pernah puasa sebelum perintah wajib puasa Ramadhan diturunkan. Tatkala perintah kewajiban puasa Ramadhan telah turun, maka puasa 'Asyura itu ditinggalkan beliau. "
1097. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Menyuruh kami puasa pada hari 'Asyura, dan ia mendorong kami serta memperhatikan kami melaksanakannya. Tetapi ketika puasa Ramadhan telah diwajibkan, kami tidak lagi disuruh beliau, tetapi tidak pula dilarang dan tidak lagi diperhatikannyaapakah kami puasa atau tidak. "
1098. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Belum lama tiba di Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi puasa pada hari' Asyura. Lalu mereka ditanya perihal itu (apa sebabnya mereka puasa pada hari itu). Jawab mereka, "Hari ini adalah hari kemenangan Musa dan Bani Israil atas Fir'aun.Karena itu kami puasa pada hari ini untuk menghormati Musa. "Maka bersabda Nabi saw.," Kami lebih cepat memuliakan Musa dari kamu. "Lalu beliau perintahkan supaya kaum muslimin puasa pada hari 'Asyura.
1099. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Belum lama tiba di Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi puasa pada hari' Asyura. Maka bertanya beliau kepada mereka," Hari apakah ini, sehingga Anda semua mempuasakannya? "Jawab mereka, "Hari ini hari besar, di mana Allah telah memenangkanMusa serta kaumnya, dan menenggelamkan Firaun serta kaumnya. Karena itu Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, lalu kami mempuasa
kannya pula. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Kami lebih berhak dan lebih pantas memuliakan Musa dari kamu semua. "Lalu Rasulullah saw. puasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan kaum muslimin puasa pada hari itu.
1100. Dari Abu Musa ra, katanya: "Hari 'Asyura adalah hari yang dimuliakan orang-orang Yahudi dan dijadikannya hari raya. Maka bersabda Rasulullah saw.," Puasalah kamu di hari' Asyura itu! "
1101. Dari Abu Musa ra, katanya: "Penduduk Khaibar puasa pada hari 'Asyura dan menjadikannya sebagai hari raya, di mana wanita-wanita mereka memakai perhiasan dan pakaian-pakaian yang indah pada hari itu. Lalu bersabda Rasulullah saw.," Puasalah kamu (pada hari itu)! "
1102. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya dia ditanya orang tentang puasa hari' Asyura. Lalu jawabnya, "Aku tidak tahu kalau Rasulullah saw. Mempuasakannya untuk mendapatkan keutamaannya atas seluruh hari, selain hari ini ('Asyura) dan bulan ini (Ramadhan)." 1103. Dari 'Abdullah bin' Abbas r.a., dia menceritakanbahwa ketika Rasulullah saw. puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram) dan memerintahkan kaum Muslimin agar puasa, para sahabat berkata, "Hari ini adalah hari raya orang-orang Yahudi dan Nasrani." Lalu Rasulullah saw. bersabda: "Apabila masih menyaksikan tahun yang akan datang, insya Allah kita puasapada tanggal sembilan Muharram. "Kata 'Abdullah selanjutnya," Ternyata tahun depan itu, beliau sudah wafat. "
1104. Dari Salamah bin Akwa 'r.a.,
dia menceritakan bahwa Rasulullah saw. mengutus seorang pria suku Aslam pada hari 'Asyura dan memerintahkan kepadanya agar mengumumkan kepada orang banyak: "Siapa yang belum puasa hari ini harus dia puasa, dan siapa yang telah terlanjur makan, hendaklah dia puasa juga sejak mendengar pengumumanini sampai malam. "1105. Dari Rubayyi 'binti Mu'awwidz
bin 'Afra' ra, katanya: "Suatu pagi hari 'Asyura, Rasulullah saw. mengirim petugas ke perkampungan orang Anshar yang berada di sekitar Madinah, untuk menyampaikan pengumuman:" Siapa yang puasa sejak pagi harus disempurnakannya puasanya, dan siapa yang tidak puasa harus dia puasa sejak mendengarpengumuman ini. Semenjak itu kami puasa pada hari 'Asyura, dan kami suruh pula anak-anak kecil kami, insya Allah. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka main-mainan dari bulu. Bila ada yang menangis minta makan, kami berikan setelah waktu berbuka tiba. "
1106. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang puasa pada dua macam hari. Yaitu pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal)."
1107. Dari Ziyad Ibnu Jubair ra, katanya ada seorang pria bertanya kepada Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku bernazar akan puasa satu hari. Kebetulan harinya bertepatan dengan hari raya Adha atau Fitri. Bagaimana itu?" Jawab Ibnu 'Umar ra, "Allah memerintahkan supaya membayar nazar. Dan RasuluUahsaw. melarang puasa pada hari ini. "
1108. Dari Nubaisyah Al Hudzali ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hari-hari Tasyriq (11,12 dan 13 Zulhijjah) adalah hari-hari makan minum."
1109. Dari Muhammad bin 'Abbad bin Ja'far ra, katanya dia bertanya kepada Jabir bin' Abdullah ra ketika thawaf di Baitullah, tanyanya, "Apakah Rasulullah saw. melarang puasa pada hari Jum'at?" Jawabnya, "Ya, ada! Demi Tuhan Bait ini!"
1110. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu puasa pada hari Jum'at, kecuali jika kamu puasa sebelum dan sesudahnya."
1111. Dari Abu Salamah ra, katanya dia mendengar 'Aisyah ra bercerita: "Aku masih punya hutang puasa Ramadhan. Tapi aku belum membayarnya hingga tiba bulan Sya'ban barulah kubayar, berhubungan dengan kesibukanku bersama Rasulullah saw."
1112. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang meninggal, sedangkan dia memiliki hutang puasa, maka harus dibayar oleh walinya."
1113. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang wanita datang bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya:" Ibuku meninggal. Sedangkan dia punya utang puasa selama sebulan. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah
saw., "Bagaimana pendapatmu, andaikan dia memiliki utang kepada seseorang, apakah engkau bayar?" Jawab wanita itu, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda Rasulullah saw., "Hutang kepada Allah lebih pantas dibayar?"
1114. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya ada seorang wanita datang kepada Rasulullah saw., Lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Ibuku sudah meninggal. Sedangkan dia punya utang puasa nazar. Dapatkah aku membayarnya?" Jawab Nabi saw., "Bagaimana pendapatmu kalau dia memiliki utang kepada seseorang, lalukamu bayar, lunaskah hutangnya? "Jawab wanita itu," Tentu lunas! "Sabda Nabi saw.," Nah, puasalah untuk membayar utang ibumu! "
1115. Dari 'Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, katanya: "Ketika aku sedang duduk dekat Rasulullah saw., Sekonyong-konyong datang seorang wanita lalu dia bertanya:" Aku pernah memberikan seorang hamba sahaya perempuan kepada ibu ku dan kini ibu ku telah meninggal . Bagaimana itu? "Jawab beliau," Engkautentu mendapat pahala dari pemberianmu itu, dan sekarang pemberianmu itu kembali kepada mu sebagai pusaka. "Tanya wanita itu," Ibuku punya utang sebulan puasa. Dapatkah aku puasa untuk membayarnya? "Jawab beliau," Ya, bisa! Puasalah untuknya! "Tanyanya lagi," Ibuku belum pernah haji. Dapatkah akuyang menghajikannya? Jawab beliau, "Ya, bisa! Hajikanlah dia!"
1116. Dari Zuhari r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu diundang orang makan, padahal kamu puasa, jawablah:" Aku puasa! "
1117. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman:" Setiap amal anak Adam teruntuk baginya kecuali puasa; puasa itu adalah untukku dan aku akan memberinya pahala. Puasa itu adalah perisai. Ketika kamu puasa janganlah kamu rusak puasamu itu dengan sanggama,dan jangan menghina orang. Ketika kamu yang dihina atau dipukul orang, maka katakanlah: "Aku puasa." Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak dari bau kasturi. Dan bagi orang puasa ada dua kegembiraan.Ketika dia berbuka dia gembira dengan bukaannya dan ketika dia menemui Tuhannya (meninggal) dia gembira dengan puasanya. "1118. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh sampai tujuh ratus kali.Allah Azza wa Jalla berfirman: "Selain puasa karena puasa itu untuk-Ku. Aku akan memberi pahala bagi orang yang puasa, karena dia meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya keranaKu, Dan bagi orang yang puasa ada dua macam kegembiraan: pertama ketika dia berbuka dan kedua ketika dia bertemu denganTuhannya. Sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah dari bau kesturi. "
1119. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut Ar Rayyan. Orang-orang yang diperkenankan masuk ke surga melalui pintu itu pada hari kiamat kelai hanyalah orang-orang puasa, sedangkan yang lainnya tidak diperkenankan. Mereka akan dipanggil,"Hai, orang puasa! Maka masuklah mereka melalui pintu itu. Setelah orang yang terakhir masuk, pintu itu segera ditutup dan dikunci, sehingga yang lain-lain tidak dapat lagi melaluinya." 1120. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap orang yang puasa satu hari karena Allah,maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejuah 70000 musim. "
1121. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, 'Aisyah! Apakah engkau siap makanan?" Jawab 'Aisyah, "Tidak, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Kalau begitu aku puasa." Kemudian Rasulullah saw. pergi, lalu ada orang datang memberikan makanan untuk kami. Setelah Rasulullah saw. kembali,kukatakan kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Tadi ada orang datang memberi kita makanan dan kusimpan untuk Anda." Tanya Rasulullah saw., "Makanan apa?" Jawab ku, "Kue hais." Sabda beliau, "Bawalah kemari!" Kue itu kusajikan untuk beliau, lalu beliau makan.
1122. Dari 'Aisyah, Ummul Mukminin ra, katanya: "Pada suatu hari Nabi saw. Masuk ke rumahku, lalu dia bertanya: Apakah engkau siap makanan?" Jawab ku, "Tidak!" Sabda beliau, "Kebetulan aku puasa." Kemudian pada hari yang lain ia datang pula, lalu kukatakan kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Kitadiberi orang kue hais. "Sabda beliau," Bawalah kemari. Sesungguhnya dari pagi aku puasa. "Lalu dimakannya kue itu."
1123. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang makan minum karena lupa sedangkan dia puasa, maka harus diteruskannya puasanya, karena sesungguhnya Allah yang telah memberinya makan dan minum."
1124. Dari 'Abdullah bin Syaqiq ra, katanya dia pernah bertanya kepada' Aisyah ra tentang puasa Nabi
saw. Jawab 'Aisyah, "Beliau puasa beberapa hari sampai kami mengira bahwa ia akan puasa terus. Dan beliau berbuka beberapa hari sehingga kami mengira bahwa beliau akan berbuka terus. Sejak ia tiba di Madinah, aku tidak pernah melihat beliau puasa sebulan penuh, kecuali bulan Ramadhan . "1125.Dari 'Aisyah, Ummul Mukminin ra, katanya: "Rasulullah saw. Sering puasa sehinga kami mengira bahwa ia akan puasa berikutnya. Dan beliau sering berbuka sampai kami mengira beliau akan berbuka terus. Dan aku tidak pernah melihat beliau puasa terus sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan . Dan aku jugatidak pernah melihat beliau puasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak dari puasanya di bulan Sya'ban. "
1126. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah puasa sunat tiap bulan dalam setahun,
lebih banyak dari puasanya di bulan Sya'aban. Beliau bersabda, "Bekerjalah kamu sesuai dengan kemampuanmu. Sesungguhnya Allah tidak pernah bosan (memberi pahala) sehingga kamu sendiri yang bosan beramal. Sedangkan amal yang paling disukai Allah adalah amal yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit."1127. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya dia dilaporkan orang kepada Rasulullah saw. bahwa dia pernah berkata: "Sesungguhnya aku akan shalat sepanjang
malam dan puasa setiap hari selama hidupku. "Lalu Rasulullah saw. bertanya kepada ku," Betulkah engkau berkata demikian? "Jawab ku," Benar, ya Rasulullah! "Maka bersabda Rasulullah saw.," Engkau tidak akan sanggup melakukannya. Puasalah satu hari, esok jangan. Tidurlah lebih dahulu sebelum shalat malam,sesudah itu baru bangun. Dan puasalah tiga hari dalam sebulan, karena tiap-tiap satu kebajikan akan diberi imbalan sepuluh lipat, dan itulah contoh puasa sepanjang masa. "Jawab Abdullah," Sesunguhnya aku sanggup lebih dari itu. "Jawab Rasulullah saw.," Kalau begitu puasalah satu hari , berbuka dua hari. "Kata Abdullah, "Aku sanggup lebih dari itu, ya Rasulullah!" Jawab Rasulullah saw., "Puasalah satu hari, berbuka satu hari. Yang demikian itu adalah puasa Nabi Daud 'alaihissalam. Dan itulah puasa yang paling seimbang." Kata Abdullah, "Aku sanggup lebih dari itu." Jawab Rasulullah saw., "Tidak ada lagiyang lebih utama dari itu. "Setelah Abdullah berusia lanjut, dia mengatakan:" Kalaulah kuterima puasa tiga hari seperti yang dianjurkan Rasulullah saw. kepada ku, tentulah akan lebih kusukai dari keluarga dan hartaku. "
1128. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash ra, katanya: "Aku puasa sepanjang masa dan mengakhiri Qur'an setiap malam. Mungkin perbuatanku itu dilaporkan orang kepada Nabi saw. Atau mungkin juga ia menyuruh orang memanggil ku supaya aku datang kepada beliau. " Setelah beliau ku datangi, maka beliaubertanya kepada ku, "Betulkah apa yang diceritakan orang kepada ku bahwa engkau puasa sepanjang masa dan mengakhiri bacaan Qur'an sepanjang malam?" Jawab ku, "Benar, ya Nabiyallah. Tidak ada maksudku melakukannya melainkan hanya untuk kebaikan." Sabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya sudah cukup jikaengkau puasa tiga hari dalam sebulan. "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Sesungguhnya aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," Engkau punya kewajiban terhadap istri mu, terhadap tamu-tamu mu, dan terhadap diri mu sendiri. Karena itu puasalah seperti puasa Nabi Daud ra, karena ia adalah orang yangpaling taat beribadat. "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Bagaimana puasa Nabi Daud itu? "Jawab beliau," Dia puasa sehari dan berbuka sehari. "Dan sabda beliau selanjutnya," Dan tamatkanlah Qur'an sekali sebulan. "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," tamatkanlah dua puluhhari sekali! "Jawab ku," Ya, Nabiyallah! Aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," tamatkanlah sepuluh hari sekali! "Jawab ku," Aku sanggup lebih dari itu. "Sabda beliau," tamatkanlah sekali seminggu dan jangan lebih dari itu karena engkau punya kewajiban terhadap istri mu, terhadap tamu -tamu mu,dan terhadap diri mu sendiri. "Aku merasa keberatan. Lalu bersabda Nabi saw. kepada ku," Engkau belum tahu mudah-mudahan engkau panjang umur! "Kata Abdullah," Ketika aku telah mencapai usia lanjut seperti yang dikatakan Rasulullah saw., aku menyesal kenapa tidak kuamalkan kelapangan yang diberikan Nabiyallahsaw. "
1129. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud as Dia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya dan tidur lagi seperenamnya. Dan beliau puasa satu hari, berbukasatu hari. "
1130. Dari Mu'adzah Al 'Adawiyah ra, dia bertanya kepada' Aisyah istri Rasulullah saw., Katanya:
"Betulkah Rasulullah saw. Puasa tiga hari setiap bulan?" Jawab 'Aisyah, "Ya, benar" Aku bertanya pula kepadanya, "Hari apa sajakah beliau puasa setiap bulan itu?" Jawab 'Aisyah ra, "Dia tidak menentukan hari apa beliau puasa setiap bulan itu."
1131. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang puasa hari Arafah. Jawab beliau. "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang." Kemudian dia ditanya pula tentang puasa hari 'Asyura. Jawab beliau, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu."1132. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang puasa hari Senin. Jawab beliau, "Hari Senin itu hari kelahiranku, dan hari Senin itu Qur'an diturunkan kepada ku."
1133. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seutama-utama puasa sesudah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu adalah shalat malam."
1134. Dari Abu Ayyub Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang puasa bulan Ramadhan, kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu tampaknya berpuasa sepanjang masa. '"
1135. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. bermimpi melihat malam qadar dalam tidur mereka pada tujuh hari yang terakhir bulan Ramadhan. Maka bersabda Rasulullah saw., "Aku juga bermimpi seperti mimpimu itu, melihat malam qadar jatuh bertepatan pada tujuh yang terakhir bulan Ramadhan.Maka siapa yang mencarinya, carilah di tujuh yang terakhir itu. "
1136. Dari Salim, dari ayahnya ra, katanya seorang pria bermimpi bahwa malam qadar ada pada malam kedua puluh tujuh bulan Ramadhan. Maka bersabda Nabi saw., "Aku bermimpi seperti mimpimu, yaitu pada sepuluh yang terakhir. Karena itu carilah dia pada malam-malam yang ganjil."
1137. Dari Salim bin 'Abdullah bin' Amru ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda perihal malam qadar. Sabdanya: "Beberapa orang di antara kamu telah bermimpi bahwa malam qadar ita ada pada tujuh malam yang awal, sedangkan yang lain bermimpi ada pada tujuh malam yang akhir dariRamadhan. Maka carilah dia pada sepuluh yang terakhir. "1138. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan. Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal. "
1139. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. I'tikaf pada sepuluh awal bulan Ramadhan, kemudian dilanjutkannya pada sepuluh pertengahan, dalam sebuah gobah kecil yang pintunya ditutup dengan tikar. Lalu dia ambil tikar itu dan diletakkannya di sudut gobah. Kemudian diulurkannyakepalanya seraya berujar memanggil orang banyak.
Maka mendekatlah mereka kepada beliau, lalu beliau bersabda: "Aku telah i'tikaf sejak sepuluh awal bulan
untuk mendapatkan Malam qadar, kemudian sepuluh yang pertengahan. Kemudian dikatakan kepada ku bahwa malam qadar itu ada pada sepuluh yang terakhir. Maka siapa yang suka i'tikaf, silakan! "Lalu orang banyak i'tikaf bersama-sama dengan dia. Sabda beliau pula," Aku bermimpi melihat malam qadar dimalam yang ganjil, di mana pagi-pagi aku sujud di tanah basah. Memang, pagi-pagi malam kedua puluh satu beliau shalat Subuh sedangkan hari hujan sehingga masjid tergenang air. Aku melihat tanah dan air. Setelah selesai shalat Subuh, Nabi saw. keluar sedangkan di kening dan di hidungnya ada tanah basah.Malam itu adalah malam kedua puluh satu dari sepuluh yang akhir bulan Ramadhan. "
1140. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bahwasanya Nabi saw. I'tikaf pada tiap-tiap sepuluh yang akhir bulan Ramadhan."
1141. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. I'tikaf pada tiap-tiap sepuluh yang akhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat. Kemudian para istri beliau melanjutkan i'tikaf seperti itu sesudah beliau wafat."
1142. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Hendak i'tikaf pada sepuluh yang akhir bulan Ramadhan, beliau shalat Subuh lebih dahulu, sesudah itu barulah ia masuk ke tempatnya i'tikaf, yaitu
sebuah kamar kecil yang dibuatkan khusus untuknya. Dia bermaksud hendak i'tikaf selama sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadhan. Tapi Zainab minta dibuatkan pula kamar kecil untuknya, begitu pula para istri beliau yang lain, maka dibuatkan orang semuanya. Ketika Rasulullah saw. shalat Subuh, dilihatnyabanyak kamar-kamar kecil berjejer lalu beliau bersabda: "Kebajikan macam manakah yang kalian inginkan?" Lalu beliau perintahkan supaya kamar-kamar itu dibongkar semuanya. Sedangkan ia mengurungkan i'tikafnya pada Ramadhan itu dan menggantinya dengan i'tikaf pada sepuluh awal bulan Syawal. "
1143. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bila telah masuk sepuluh yang akhir bulan Ramadhan, Nabi saw. Lebih giat beribadah malam-malamnya; ia bangunkan keluarganya, beliau lebih tekun, dan beliau kencangkan ikat sarungnya (menjauhi istrinya untuk lebih banyak mendekati Allah swt.) "
1144. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada sepuluh yang akhir bulan Ramadhan, Nabi saw. Lebih giat beribadah melebihi hari-hari lainnya." 1145. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Puasa pada sepuluh Dzulhijjah, sekali-kali tidak."
1146. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya ada seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. perihal pakaian ihram. Maka bersabda beliau, "Tidak bisa pakai kemeja, serban, celana, peci dan sepatu. Kecuali bagi orang yang tidak punya terompah, dia bisa memakai sepatu pendek yang tidak menutupi kedua matakaki. Dan tidak bisa memakai pakaian yang dicelup dengan za'faran dan wars. "
1147. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya dia mendengar Rasulullah berkhutbah, sabdanya: "Orang yang ihram bisa pakai celana ketika dia tidak punya izar (sarung); dan bisa pakai sepatu pendek ketika dia tidak punya terompah." 1148. Dari Ya'la bin Umayyah, dari ayahnya ra, katanya: "Seorang pria mendatangiRasulullah saw. di Ja'ranah, ketika beliau sedang umrah. Jenggot dan rambut pria itu dicatnya kuning (pakai pacar) dan dia memakai jubah. Lalu dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah aku umrah dalam kondisi dan pakaianku seperti sekarang?" Jawab Rasulullah saw., "Lepaskan jubahmu, cuci catjenggot dan rambutmu. Lalu apa yang diperbuat dalam haji lakukan pula dalam umrah. "
1149. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Menetapkan miqat (tempat memulai ihram) bagi penduduk Madinah di Zulhulaifah, bagi penduduk Syam di Juhfah, bagi penduduk Nejed di Qarnalmanazil, dan bagi penduduk Yaman, Yalamlam. Tempat-tempat itu berlaku pula bagi orang-orang yang bukan penduduknegeri-negeri tersebut, tetapi dia bermaksud menunaikan ibadah haji dan umrah melalui tempat-tempat itu bagi orang yang lebih dekat ke Mekah dari tempat-tempat tersebut atau bagi penduduk Mekah sendiri, miqatnya adalah di mana mereka berada. "
1150. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Bahwasanya talbiyah Rasulullah saw. Adalah:" Labbaika Allahuma Labbaika. Labbaika la syarika laka Labbaika. Innalhamda wan ni'mata laka, wal mulka la syarika laka. "1151. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya:" Ketika Rasulullah hendak berangkat, dan telahsiap di atas kendaraannya yang berdiri di samping masjid Zulhulaifah, beliau mengucapkan talbiyah seperti ini: "Labbaika Allahumma Labbaika. Labbaika la syarika laka Labbaika. Innalhamda wan ni'mata laka, wal mulka la syarika laka." 1152. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Sebelum berangkat dariZulhulaifah, lebih dahulu Rasulullah saw. shalat dua raka'at. Ketika ia telah siap di atas kendaraannya yang berdiri di samping masjid Zulhulaifah, beliau membaca talbiyah seperti kalimat di atas. "
1153. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Bermalam di Zulhulaifah, di mana ia memulai ihram dan beliau shalat di masjidnya."
1154. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku pernah memakaikan harum-haruman ke baju ihram Rasulullah saw. Tatkala beliau hendak berihram dan sesudah tahallul sebelum thawaf di Baitullah." 1155. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku pernah memakaikan harum-haruman Zarirah (sejenis harum-haruman dari India) dengantangan ku kepada Rasulullah saw. untuk tahallul dan ihram ketika haji wada '. "
1156. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kupakaikan kepada Rasulullah saw. Harum-haruman terbaik yang ada pada ku sebelum ihram, kemudian beliau ihram."
1157. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku seolah-olah masih melihat kemilau harum-haruman di kepala Rasulullah saw. Ketika beliau sedang membaca talbiyah."
1158. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Hendak melakukan ihram, ia memakai harum-haruman terbaik yang ada pada kami, sehingga terlihat olehku kemilau minyak di rambut dan janggut beliau sesudah itu."
1159. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ku pakaikan harum-haruman kepada Nabi saw. Sebelum beliau ihram pada hari Nahar, dan sebelum thawaf di Baitullah dengan harum-haruman mengandung kesturi." 1160. Dari 'Aisyah ra, katanya "Kupakaikan harum-haruman kepada Rasulullah saw. Sesudah itu beliau berkelilingkepada para istrinya, kemudian beliau ihram dengan menyebarkan bau harum. "
1161. Dari Ash Sha'bi bin Jatstsamah Al Laitsi ra, katanya dia memberikan daging keledai liar kepada Rasulullah saw. ketika dia berada di Abwa 'atau di Waddan, lalu pemberian itu ditolak oleh beliau. Ketika Rasulullah saw. melihat wajahnya agak kecewa, maka bersabda beliau, "Kami harus menolak pemberianmuitu karena kami sedang ihram. "
1162. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Ash Sha'bi bin Jatstsamah menghadiahkan daging himar liar kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang ihram, lalu ditolak oleh beliau seraya bersabda:" Kalaulah kami tidak sedang ihram, niscaya pemberianmu itu kami terima. "
1163. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Zaid bin Arqam datang, lalu dia ditanya oleh' Abdullah bin 'Abbas tentang daging buruan yang dihadiahkan orang kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang ihram. Jawab Zaid," Pemberian itu ditolak oleh beliau dengan ucapannya: Kami tidak dapat memakannya ketikakami sedang ihram. "
1164. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Pada suatu ketika kami berpergian bersama Rasulullah saw. Setelah sampai di Qahah sebagian kami ada yang ihram dan ada pula yang tidak ihram. Sementara itu aku melihat kawan-kawanku sedang memperhatikan sesuatu, lalu aku ikut pula melihatnya bersama-sama dengan
mereka. Kiranya seekor himar liar. Aku segera memasang pelana kuda ku dan ku ambil tombak ku, lalu ku naiki kuda ku. Tapi sayang cemetiku jatuh. Aku minta tolong kepada teman-teman ku untuk mengambilkannya, sedangkan mereka orang-orang yang ihram. Jawab mereka, "Kami tidak dapat menolongmu sedikitjua pun. "Lalu aku turun untuk mengambilnya sendiri. Sesudah itu ku naiki kudaku kembali dan kukejar himar itu. Ku temukan dia sedang berada di belakang gundukan pasir, lalu ku tusuk lambungnya dengan lembingku, dan dagingnya ku bawakan untuk teman ku. Setengah mereka mengatakan bisa memakan dagingitu dan yang setengah lagi mengatakan tidak bisa. Sedangkan Nabi saw. telah dahulu dari kami. Lalu ku pacu kuda ku sehingga dia tersusul oleh ku. Beliau bersabda, "Halal, makanlah!" 1165. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya ra, dia menceritakan bahwa mereka (para sahabat) bepergian bersama-samaRasulullah saw., Padahal mereka sedang ihram, tetapi Abu Qatadah tidak. Lalu diceritakannya cerita seperti di atas. Dia menambahkan bahwa Rasulullah saw. bertanya, "Apakah yang kamu bawa kemari?" Jawab mereka, "Ada, kakinya." Rasulullah saw. mengambil dan memakannya.
1166. Dari 'Aisyah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Ada lima macam binatang berbahaya yang dapat dibunuh di luar tanah haram maupun di dalam tanah haram, yaitu: ular, gagak, tikus, anjing gila, dan elang."
1167. Dari Salim ra, dari ayahnya, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada lima macam binatang berbahaya, tidak berdosa membunuhnya walau di tanah haram sekalipun ketika ihram, yaitu: tikus, kalajengking, gagak, elang, dan anjing gila."
1168. Dari Zaid Ibnu Jubair ra, katanya ada seorang pria bertanya kepada Ibnu 'Umar, tanyanya: "Binatang apa sajakah yang dapat dibunuh ketika sedang ihram?" Jawab Ibnu 'Umar, "Salah seorang istri Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing gila, tikus, kalajengking, elang, gagak, danular, walau dalam shalat sekalipun. "
1169. Dari Ka'ab bin 'Ujrah ra, katanya: "Pada suatu waktu ketika dia sedang ihram, Rasulullah saw. Berdiri di dekatnya, sedangkan kutu berjatuhan dari kepalanya." Rasulullah saw. bertanya, "Apakah kutumu itu tidak mengganggumu?" Jawab ku, "Benar! Ya, Rasulullah!" Sabda beliau, "Cukurlah rambutmu!"Kata Ka'ab, "Ketika itu turunlah ayat: Jika ada di antara kamu yang sakit, atau mendapat gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah ia membayar denda, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban" (Al: Baqarah: 136) . Maka bersabda Rasulullah saw. kepada ku, "Puasalah kamu tiga hari, ataubersedekah satu faraq (tiga sha 'atau lebih kurang 10 liter), bagi-bagikan kepada enam orang miskin, atau menyembelih hewan. Kerjakanlah mana yang mudah bagimu. "
1170. Dari Ka'ab bin 'Ujrah ra, katanya dia bertemu dengan Rasulullah saw. pada saat berlangsungnya perjanjian Hudaibiyah, lalu beliau bertanya, "Apakah kutu kepalamu itu tidak mengganggumu?" Jawab Ka'ab, "Benar, ya Rasulullah?" Bersabda Nabi saw., "Cukurlah rambutmu, kemudian bayar denda, yaitu menyembelihseekor kambing sebagai kurban, atau puasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin dengan tiga sha 'kurma. "
1171. Dari Ka'ab bin 'Ujrah ra, katanya dia pergi haji bersama-sama dengan Nabi saw., Sedangkan kepala dan janggutnya penuh kutu. Hal itu disampaikan orang kepada Nabi saw., Lalu beliau memerintahkan supaya Ka'ab datang kepadanya. Kemudian beliau panggil tukang cukur, maka di suruhnya cukur kepalaKa'ab. Kemudian Rasulullah saw. bertanya, "Sanggupkah engkau berkurban?" Jawab Ka'ab, "Tidak!" Lalu diperintahkannya puasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin, satu sha 'setiap dua orang. Allah menurunkan ayat khusus berkenaan dengan itu: "Jika ada di antara kamu yang sakit, atau dia mendapatgangguan di kepalanya, (Al Baqarah: 196). Kemudian ayat itu ditujukan kepada segenap kaum Muslimin.
1172. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Nabi saw. pernah berbekam padahal beliau sedang ihram.
1173. Dari Ibnu BUhainah ra, katanya: "Nabi saw. Pernah berbekam di tengah-tengah kepalanya dalam perjalanan ke Makkah, padahal beliau sedang ihram."
1174. Dari Nubaihi bin Wahab r.a. katanya: "Kami naik haji bersama-sama dengan Aban bin 'Usman. Setelah sampai di Malal.' Umar bin 'Ubaidillah sakit kedua matanya, dan sampai di Rauha' matanya tambah sakit. Lalu ditanyakannya obatnya ke Aban bin 'Usman. Aban menyarankan supaya mengobatinya dengandaun Sabir, karena dia ingat bahwa 'Usman ra, pernah mengabarkan dari Rasulullah saw. perihal seorang pria yang sakit mata ketika ihram, lalu diubatinya dengan daun Sabir.
1175. Dari Abdullah bin 'Abbas dan Miswar bin Makhramah ra, keduanya berselisih pendapat di Abwa' tentang membasuh kepala ketika ihram. Kata 'Abdullah bin' Abbas, dapat mencuci kepala ketika ihram.
Kata Miswar tidak bisa. Karena itu Ibnu 'Abbas menyuruh ku kepada Abu Ayyub Al Anshari menanyakan hukum masalah itu. Kudapati Abu Ayyub sedang mandi bertutupkan sehelai kain yang direntangkannya
antara dua tiang. Aku memberi salam kepadanya, lalu dia menyahut, "Siapa itu? Jawab ku," Aku, 'Abdullah bin
Hunain, disuruh Abdullah bin 'Abbas menanyakan kepada Anda perihal membasuh kepala ketika ihram, bagaimanakah Rasulullah saw. melakukannya? "Abu Ayyub lalu merendahkan kain tabir, sehingga terlihat kepalanya. Kemudian disuruhnya orang menyiram kepalanya, lalu dia menggosok kepalanya dengan kedua tangannyake muka dan ke belakang. Kemudian katanya, "Begitulah kulihat terbuat Rasulullah saw."
1176. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya, "Seorang pria jatuh dari unta ketika dia ihram lalu patah lehernya dan meninggal. Maka bersabda Rasulullah saw.," Mandikan dia dengan air yang dicampur daun Sidir (bidara), kemudian kafan dengan kedua kain ihramnya , dan jangan ditutup kepalanya; karena sesungguhnyaAllah akan membangkitkannya kelak di hari kiamat dalam keadaan membaca talbiyah (sedang mengerjakan haji). "
1177. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang pria patah lehernya karena jatuh dari unta ketika ihram bersama dengan Rasulullah saw. Lalu beliau perintahkan agar jenazahnya dimandikan dengan air
campuran daun sidir (bidara), jangan pakai harum-haruman dan jangan ditutup kepalanya, karena dia akan dibangkitkan kelak di hari kiamat dalam keadaan ihram. "
1178. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah datang ke rumah Dhuba'ah binti Zubair, lalu beliau bertanya," Apakah engkau bermaksud hendak naik haji? "Jawab Dhuba'ah," Aku sakit, ya Rasulullah! "Sabda beliau, "hajilah dengan niat bersyarat. Ucapkan: Wahai Allah, aku akan tahallul (berhenti)jika Engkau menahan ku (jika tambah sakit dan tak sanggup meneruskannya). "Dhuba'ah itu adalah istri Miqdad.
1179. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Rasulullah saw. datang ke rumah Dhuba'ah binti Zubair bin Abdul Muththalib, lalu kata Dhuba'ah," Ya, Rasulullah! Aku bermaksud hendak menunaikan ibadah haji, tetapi aku
sakit. Bagaimana itu? "Maka bersabda Nabi saw.," Hajilah dan syaratkan dalam niatmu akan tahallul (berhenti) jika tak sanggup meneruskannya karena tambah sakit. "
1180. Dari 'Aisyah ra, katanya' Asma 'binti' Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar dekat pohon di Zulhulaifah. Lalu Rasulullah saw. memerintahkan Abu Bakar supaya menyuruhnya mandi dan ihram. "
1181. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullah saw. Pada tahun haji wada', lalu kami ihram untuk 'umrah. Kemudian beliau bersabda," Siapa yang membawa hadiah (hewan kurban) dapat ihram untuk haji dan 'umrah, dan tak bisa tahallul sebelum keduanya selesai. "Kata Aisyah,"Setibanya aku di Makkah, kebetulan aku haid, sehingga aku tidak thawaf di Baitullah dan tidak sa'i antara Shafa dan Marwa. Hal itu kulaporkan kepada Rasulullah saw." Sabda beliau, "Lepas sanggulmu dan bersisirlah. Kemudian, lanjutkan ihrammu untuk haji dan tinggalkan 'umrah." Apa yang diperintahkanbeliau kulaksanakan semuanya. Setelah kami selesai mengerjakan haji, Rasulullah saw. menyuruh ku bersama Abdur rahman bin Abu Bakar pergi ke Tan'im untuk melakukan 'umrah. Sabda beliau, "Itulah ganti 'umrahmu yang gagal." Orang-orang yang tadinya ihram untuk 'umrah, setibanya di Makkah mereka terusthawaf di Bait dan sa'i di Shafa dan Marwa. Kemudian sekembalinya mereka dari Mina, mereka thawaf kembali selaku thawaf akhir. Adapun orang-orang yang menggabungkan niat haji dan 'umrah, mereka thawaf satu kali saja. "
1182. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullah saw. Pada tahun haji wada'. Di antara kami ada yang ihram untuk 'umrah dan ada pula yang untUk haji. Setelah kami tiba di Makkah, Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang ihram untuk 'umrah tetapi tidakmembawa hadiah (hewan kurban), dia bisa tahallul. Dan siapa yang ihram untuk 'umrah sedangkan dia membawa hadya, dia
belum bisa tahallul sampai dia menyembelih hadiahnya. Dan apa yang ihram untuk haji harus disempurnakannya hajinya. Kata 'Aisyah ra, "Tiba-tiba aku haid dan masih haid sampai sampai hari' Arafah, sedangkan aku ihram hanya untuk 'umrah. Lalu Rasulullah menyuruh ku melepaskan sanggul dan menyisirrambut, disuruhnya pula aku ihram untuk haji dan meninggalkan 'umrah. "Kata' Aisyah selanjutnya," Perintah Rasulullah itu ku laksanakan semuanya. Ketika aku telah selesai mengerjakan haji, Rasulullah saw. menyuruh Abdurrahman bin Abu Bakar agar menemani ku 'umrah dari Ta'im sebagai ganti' umrah kuyang gagal dan ditukar dengan haji padahal aku belum tahallul darinya. "
1183. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda:" Siapa yang ingin ihram untuk haji dan' umrah sekaligus, silakan, dan siapa yang ingin ihram untuk haji saja silakan pula; dan siapa yang ingin ihram untuk 'umrah saja silakan juga! "Kata' Aisyah ra," Rasulullahsendiri beserta sekelompok sahabat ihram untuk haji, kelompok yang lain ihram untuk 'umrah dan haji, sekelompok lagi ihram untuk' umrah saja. Sedangkan aku sendiri ihram untuk 'umrah saja. "1184. Dari' Aisyah ra, katanya:" Kami pergi bersama Nabi saw., Tiada lain niat kami selain haji. Setelahkami sampai dekat Sarif, tiba-tiba aku haid. Ketika Nabi saw. masuk ke dalam khemahku, didapatinya aku sedang menangis. Lalu beliau bertanya, "Apakah kamu haid?" Jawab ku, "Benar, ya Rasulullah." Sabda beliau, "Haid adalah hal yang lumrah bagi putri-putri Adam. Karena itu kerjakanlah apa yang seharusnyadikerjakan oleh orang haji, kecuali thawaf di Baitullah sampai engkau mandi (suci) lebih dahulu. "Kata 'Aisyah," Kemudian beliau menyembelih sapi untuk kurban para istrinya. "
1185. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Diantara kamu ada yang ihram untuk haji ifrad (mendahulukan haji dari 'umrah), ada yang ihram untuk haji Qiran (mengerjakan haji digabung dengan' umrah sekaligus) dan ada pula yang ihram untuk haji Tamattu '(mendahulukan' umrah dari haji) . "1186. Dari Jabir bin 'Abdullahra, katanya: "Kami pergi haji dengan Rasulullah saw., bersama-sama dengan wanita-wanita dan anak-anak. Setelah sampai di Makkah, kami thawaf di Baitullah, sa'i antara Shafa qan Marwa. Sesudah itu Rasulullah saw. bersabda kepada kami, "Siapa yang tidak membawa hadiah (hewan kurban), dia bisa tahallul."Lalu kami bertanya, "Tahallul yang bagaimana ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Kamu sudah halal berbuat segalanya seperti sebelum ihram." Kata Jabir, "Artinya kami sudah dapat sanggama dengan istri kami, memakai pakaian biasa (bukan pakaian ihram), dan memakai minyak harum. Ketika hari Tarwiyah(8 Zulhijah) tiba, barulah kami ihram untuk haji, tetapi kami tidak sa'i lagi di Shafa dan Marwa, memadakan saja sa'i yang pertama.
Kemudian, Rasulullah saw. memerintahkan kami setiap tujuh orang bersama-sama menyembelih seekor Badanah (unta atau sapi yang gemuk) untuk kurban. "
1187. Dari Jabir bin 'Abdullah Al Anshari ra, katanya dia pergi haji bersama-sama dengan Rasulullah saw. pada tahun di mana ia membawa hadiah (hewan kurban). Mereka ihram dengan niat mengerjakan haji Ifrad. Bersabda Rasulullah saw., "Tahallul (berhentilah) kamu ihram, sesudah itu thawaflah diBait, sa'i di Shafa dan Marwa, dan kemudian cukur rambutmu. Sementara ini kamu bisa tahallul sampai tiba hari Tarwiyah (8 Zulhijah). Bila hari Tarwiyah tiba, ihramlah kembali untuk mengerjakan haji. Sedangkan apa yang telah kamu kerjakan sebelumnya menjadi mut'ah ('umrah atau haji tamattu'). Tanyamereka, "Bagaimana caranya kami menjadikannya 'umrah sedangkan kami telah meniatkannya haji?" Jawab beliau, "Lakukanlah apa yang kuperintahkan. Seandainya aku tidak membawa hewan kurban, akan kulakukan apa yang
telah kuperintahkan kepada mu itu. Tetapi yang demikian tidak halal bagi ku sebelum hewan kurban yang kubawa sampai ke tempatnya. "Lalu mereka lakukan apa yang diperintahkan Nabi saw. Itu.
1188. Dari Ja'far bin Muhammad ra, dari ayahnya, katanya: "Kami datang ke rumah Jabir bin 'Abdullah ra, lalu dia menanyai kami satu persatu, siapa nama kami masing-masing. Sampai giliranku ku sebutkan nama ku Muhammad bin Ali bin Husein. Lalu dibukanya kancing baju ku yang atas dan yang bawah.Kemudian diletakkannya telapak tangannya antara kedua susu ku. Ketika itu aku masih muda belia. Lalu dia berkata, "Selamat datang wahai anak saudara ku! Tanyakanlah apa yang hendak engkau tanyakan. Lalu aku bertanya kepadanya. Dia telah buta. Ketika waktu shalat tiba, dia berdiri di atas sehelai sajadahyang selalu dibawanya. Tiap kali sejadah itu diletakkannya ke bahunya, pinggirnya selalu lekat padanya karena kecilnya sejadah itu. Aku bertanya kepadanya, "Terangkanlah kepadaku bagaimana caranya Rasulullah saw. Melakukan ibadah haji." Lalu dia bicara dengan isyarat tangannya sambil memegang sembilanbuah anak jarinya. Katanya, "Sembilan tahun lamanya dia menetap di Madinah, namun beliau belum haji. Kemudian beliau memberitahukan bahwa tahun kesepuluh ia akan naik haji. Karena itu berbondong-bondonglah orang datang ke Madinah, akan ikut bersama Rasulullah saw. Untuk beramal sepertipraktek beliau. Lalu kami berangkat bersama-sama dengan dia. Ketika sampai di Zulhulaifah, Asma 'binti' Umais melahirkan putranya, Muhammad bin Abu Bakar. Dia menyuruh tanyakan kepada Rasulullah saw. apa yang harus dilakukannya (karena melahirkan itu). Sabda Rasulullah saw. "Mandi dan pakai kainpembalut mu. Kemudian pakai pakaian ihram mu kembali. "Rasulullah saw. Shalat dua rakaat di masjid Zulhulaifah, kemudian ia naiki untanya yang bernama Qashwa. Setelah sampai di Baida ', ku lihat sekeliling ku, alangkah banyaknya orang yang mengiringkan dia, yang berkendaraan dan yang berjalan kaki ,di kanan kiri dan di belakang beliau. Ketika itu seluruh Al-Qur'an (wahyu), di mana Rasulullah saw. mengerti maksudnya, yaitu sebagai petunjuk amal yang harus kami amalkan. Lalu ia teriakkan bacaan talbiyah: "Labbaika Allahumma Labbaika, Labbaika la syarika laka Labbaika; innal hamda wan ni'mata laka,wal mulka la syarika laka Labbaika. "Maka talbiyah pula orang banyak seperti talbiyah Nabi saw. itu. Rasulullah saw. tidak melarang mereka membacanya, bahkan selalu membacanya terus menerus. Niat kami hanya untuk mengerjakan haji, dan kami belum mengenal 'umrah. Setelah sampai di Bait Allah, beliaucium salah satu sudutnya (hajar aswad), kemudian beliau thawaf, lari-lari kecil tiga kali dan berjalan biasa empat kali. Kemudian beliau terus menuju ke maqam Ibrahim 'alaihis salam. Lalu beliau baca ayat: "Jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat .." (Al Baqarah: 125). Lalu ditempatkannya maqamitu di antaranya dengan Bait. Sementara itu ayah ku berkata bahwa Nabi saw. membaca dalam shalatnya "Qul huwallahu ahad ..." (Al Ikhlas: 1-4) dan
"Qul ya ayyuhal kafirun" (Al Kafirun: 1-6). Kemudian ia kembali ke sudut Bait (hajar aswad) lalu di ciumnya pula. Kemudian melalui pintu dia pergi ke Shafa. Setelah dekat ke bukit Shafa beliau membaca ayat: "Sesungguhnya sa'i antara Shafa dan Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran agama Allah."(Al
Baqarah: 158). Kemudian mulailah dia melaksanakan perintah Allah. Maka dinaikinya bukit Shafa. Setelah terlihat Baitullah, lalu dia menghadap ke kiblat seraya mentauhidkan Allah dan mengagungkan-Nya. Ujarnya: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa
'Ala kulli syaiin qadir. La ilaha illallahu wahdahu, anjaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaba wahdahu. "Kemudian beliau mendoa. Ucapan tahlil itu diulangnya sampai tiga kali. Kemudian beliau turun ke Marwa. Ketika sampai di lembah, ia berlari-lari kecil. Dan sesudah itu beliau menujubukit Marwa, sambil berjalan kembali. Setelah sampai di puncak bukit Marwa, beliau perbuat apa yang diperbuatnya di bukit Shafa. Tatkala beliau mengakhiri sa'inya di bukit Marwa, ia berujar: "Kalau aku belum lakukan apa yang telah ku perbuat, niscaya aku tidak membawa hadiah, dan menjadikannya umrah."Lalu bertanya Suraqah bin Malik bin Ju'syum, katanya: "Ya, Rasulullah! Apakah untuk tahun ini saja ataukah untuk selamanya?" Rasulullah saw. memperpancakan jari-jari tangannya yang satu ke jari-jari tangannya yang lain seraya berkata: Memasukkan 'umrah ke dalam haji? (2x) Tidak! Bahkan untuk selama-lamanya. "Sementara itu 'Ali datang dari Yaman membawa hewan korban Nabi saw. didapatinya Fathimah termasuk orang yang tahallul; dia mengenakan
pakaian bercelup dan bercelak mata. Ali melarangnya melakukannya. Jawab Fathimah, "Ayahku sendiri yang menyuruh ku berbuat begini." Kata 'Ali, "Aku pergi menemui Rasulullah saw. Minta fatwa beliau terhadap perbuatan Fathimah itu. Kujelaskan kepada beliau bahwa aku mencegahnya berbuat demikian."Sabda beliau, "Fathimah benar! Fathimah benar!" Kemudian tanya beliau, "Apa
yang engkau baca ketika hendak melakukan haji? "Jawab 'Ali, aku membaca" Wahai Allah! Aku niat menunaikan ibadah haji seperti yang dicontohkan Rasul Engkau. "Tanya 'Ali," Tapi aku membawa hewan korban, bagaimana itu? "Jawab beliau," Engkau jangan tahallul. "Kata Ja'far," Total hadiah yang dibawaAli dari yaman dan yang dibawa Nabi saw., Ada seratus ekor. Para jamaah telah tahallul dan bercukur semuanya, melainkan Nabi saw. dan orang-orang yang
membawa hadiah beserta dia. Ketika hari Tarwiyah (8 Zulhijah) tiba, mereka berangkat menuju Mina untuk melakukan ibadah haji. Rasulullah saw. mengendarai kendaraannya. Di sana beliau shalat Zhuhur, 'Ashar,
Maghrib, 'Isya, dan Subuh. Kemudian ia menunggu sebentar sampai terbit matahari; sementara itu ia menyuruh orang lebih dahulu ke Namirah untuk mendirikan tenda di sana. Sedangkan orang Quraisy mengira bahwa ia tentu akan berhenti di Masy'aril Haram (sebuah bukit di Muzdalifah). sebagaimanabiasanya orang-orang jahiliyah. Tapi ternyata beliau terus saja menuju 'Arafah. Sampai ke Namirah didapatinya tenda-tenda telah didirikan orang. Lalu ia berhenti untuk duduk di situ. Ketika matahari telah condong, dia menaiki untanya melanjutkan perjalanan. Sampai di tengah-tengah lembah beliauberpidato. Sabdanya: "Sesungguhnya menumpahkan darah dan merampas harta sesama mu haram, sebagaimana haramnya berperang pada hari ini, Pada bulan ini, dan di negeri ini. Ketahuilah! Semua yang berbau jahiliyah telah dihapus di bawah hukum ku, termasuk tebusan darah masa jahiliyah. Tebusandarah
yang pertama-tama ku hapuskan adalah tebusan darah Ibnu Rabi'ah bin Harits yang disusukan oleh Bani Sa'ad, lalu ia dibunuh oleh Huzail. Begitu pula telah ku hapuskan riba jahiliyah; yang mula-mula ku hapuskan adalah riba yang ditetapkan 'Abbas bin Abdul Muththalib. Sesungguhnya riba itu kuhapuskan semuanya.Kemudian jagalah diri mu terhadap wanita. Kamu dapat mengambil mereka sebagai amanah Allah dan mereka halal bagi mu dengan mematuhi peraturan Allah. Setelah itu kamu punya hak atas mereka, yaitu supaya mereka tidak memungkinkan orang lain menempati tikar mu. Jika mereka melanggar, pukullahmereka dengan cara yang tidak membahayakan. Sebaliknya mereka punya
hak terhadap mu. Yaitu nafkah dan pakaian yang pantas. Ku wariskan kepada mu sekalian suatu hukum
yang jika kamu pegang teguh, kamu tidak akan tersesat sepeninggal ku, yaitu Kitabullah! Kamu semua akan ditanya tentang diri ku. Apakah akan jawab mu? "Jawab mereka," Kami menjadi saksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah ini kepada kami, telah menunaikan tugas mu dan telah menyarankankami. "Lalu beliau bersabda sambil mengangkat telunjuknya ke langit, dan menunjuk kepada orang banyak." Wahai Allah! Saksikanlah! "(3x). Sesudah itu dia azan, kemudian qamat lalu shalat Zhuhur, kemudian qamat lagi, lalu shalat 'Ashar tanpa solat sunat antara
keduanya. Sesudah itu beliau melanjutkan perjalanan menuju ke tempat wukuf. Sampai di sana, dihentikannya unta Qashwa di tempat berbatu-batu dan orang-orang yang berjalan di depannya. Dia menghadap ke kiblat dan selalu wukuf
sampai matahari terbenam dan mega merah hilang. Kemudian ia melanjutkan pula perjalanan dengan membonceng Usamah di belakangnya, sedang ia sendiri memegang kendali. Dia tarik tali kekang unta Qashwa, sehingga kepalanya hampir menyentuh bantal palana. Beliau bersabda dengan isyarat tangannya,"Hai, orang banyak! Tenang! Tenang!" Setiap beliau sampai ke pinggang bukit dikendurkannya tali unta sedikit untuk memudahkannya mendaki. Sampai di Muzdalifah beliau shalat Maghrib dan 'Isya dengan satu kali adzan dan dua qamat, tanpa solat sunat antara keduanya. Kemudian dia tidur sampai terbitfajar. Setelah tiba waktu Subuh, beliau shalat Subuh dengan satu adzan dan satu qamat. Kemudian ia tunggangi pula Qashwa melanjutkan perjalanan sampai ke Masy'aril Haram. Sampai di sana beliau menghadap ke kiblat, mendoa, takbir, tahlil dan
membaca kalimah tauhid. Dia wukuf di sana sampai langit kekuning-kuningan dan berangkat sebelum matahari terbit sambil membonceng Fadhal Ibnu 'Abbas. Fadhal seorang pria berambut indah dan berwajah putih. Ketika ia berangkat, berangkat pulalah orang-orang besertanya. Fadhal menengok kemereka, lalu mukanya ditutup Rasulullah dengan tangannya. Tapi Fadhal menoleh ke arah lain untuk melihat. Rasulullah saw. menutup pula mukanya dengan tangan yang lain, sehingga Fadhal mengarahkan pandangannya ke tempat lain. Sampai di tengah lembah Muhassir, dipercepatnya untanya melalui jalan tengahyang langsung menembus ke jumratul Kubra. Sampai di Jumrah yang dekat dengan sebatang pohon, beliau melempar dengan tujuh buah kerikil sambil membaca takbir pada setiap lemparan. Kemudian beliau terus ke tempat penyembelihan korban. Di sana beliau menyembelih enam puluh tiga hewan korban dengantangannya dan sisanya diserahkannya kepada 'Ali untuk menyembelihnya,
yaitu sebagai hewan korban bersama-sama dengan anggota jamaah yang lain. Kemudian beliau suruh ambil dari setiap hewan kurban itu sepotong kecil, lalu disuruhnya masak dan kemudian beliau makan dagingnya serta beliau minum kuahnya. Sesudah itu ia naiki kendaraan beliau menuju ke Baitullah untukthawaf. Beliau shalat Zhuhur di Makkah. Sesudah itu ia datangi Bani 'Abdul Muththalib yang sedang menimba sumur Zamzam. Beliau bersabda kepada mereka, "Hai Bani Abdul Muththalib! Berilah kami minum! Kalaulah masyarakat tidak akan salah tanggap, tentu akan ku tolong kamu menimba bersama-sama. Lalumereka timbakan seember, dan ia minum darinya. "
1189. Dari Jabir ra, dia menceritakan dalam hadisnya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Aku menyembelih kurban di sini, dan Mina seluruhnya adalah tempat menyembelih. Karena itu berkorbanlah mu di tempat kendaraan mu berhenti. Dan wukuf di 'Arafah, maka' Arafah seluruhnya adalah tempat wukuf.Dan aku wukuf pula di Muzdalifah, maka Muzdalifah seluruhnya adalah tempat wukuf. "
1190. Dari Jabir bin 'Abdullah r, a., Katanya: "Tatkala Rasulullah saw. Tiba di Makkah, mula-mula ia
datangi hajar aswad lalu ia cium. Kemudian ia berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran, dan berjalan kaki empat kali putaran. "
1191. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Orang-orang Quraisy dan orang-orang yang seagama dengan mereka, sebelumnya mereka wukuf di Muzdalifah dan mereka bernama" Al Hums "(pemberani). Tapi orang-orang Arab lainnya wukuf di' Arafah. Ketika Islam datang Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan kepada Nabi-Nya
supaya datang ke 'Arafah dan wukuf di sana. Setelah itu berangkat dari sana bersama-sama. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah swt .: "Kemudian berangkatlah kamu semua dari tempat
berangkatnya orang banyak. "(Al Baqarah: 199)
1192. Dari Hisyam ra, dari ayahnya, katanya: "Orang-orang Arab zaman dahulu thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang bulat, kecuali Al Hums. Al Hums adalah orang-orang Quraisy dan turunannya. Orang-orang Arab itu thawaf dalam keadaan telanjang, kecuali ketika mereka diberi pakaian oleh orang Quraisy,yang pria memberi pakaian kepada pria dan perempuan ke perempuan. Orang Quraisy tidak berangkat dari Muzdalifah, tetapi orang banyak semuanya pergi ke 'Arafah. Kata Hisyam, dari ayahnya, dari 'Aisyah ra, "Orang-orang Quraisy (Al Hums) inilah yang telah menyebabkan Allah' Azza wa Jalla menurunkanayat pada mereka, "Kemudian berangkatlah kamu dari tempat berangkatnya orang banyak" (Al Baqarah: 199) Kata 'Aisyah, "Orang banyak berangkat dari' Arafah, sedangkan mereka (Al Hums) berangkat dari Muzdalifah." Kata mereka, "Kami tidak akan berangkat melainkan dari Tanah Haram." Maka ketika ayat di atasturun, mereka sama-sama pergi ke 'Arafah. "1193. Dari Abu Musa ra, katanya:" Aku mendatangi Rasulullah saw. ketika ia menambatkan kendaraannya di Bathha. Dia bertanya kepada ku, "Kamu ihram dengan niat apa?" Jawab ku: "Aku ihram dengan apa yang diniatkan Rasulullah saw." Tanya beliau, "Apakahengkau membawa hadiah (hewan kurban)? "Jawab ku," Tidak. "Sabda beliau," Pergilah thawaf di Baitullah, sesudah itu sa'yi di Shafa dan Marwa, dan sesudah itu engkau dapat tahallul (berhenti ihram). Lalu aku thawaf di Bait, kemudian di Shafa 'dan Marwa, dan sesudah itu ku datangi wanita kaum ku laludisisirkannya rambut ku dan dicucinya kepala ku: Yang demikian itu kufatwakan kepada orang banyak selama pemerintahan Abu Bakar. Ketika musim haji dalam pemerintahan 'Umar, seorang pria bertanya kepada ku. "Tidak tahukah engkau peraturan baru yang di buat Amirul Mukminin tentang ibadah haji?" Laluku umumkan, "Hai, manusia! Siapa yang pernah minta fatwa kepada ku tentang haji harus ditunda pelaksanaannya, karena Amirul Mukminin telah membuat suatu aturan tentang itu. Karena itu patuhilah Amirul Mukminin!" Ketika Amirul Mukminin datang, aku bertanya kepada beliau. "Peraturan barubagaimanakah yang Anda buat tentang ibadah haji? "Jawabnya," Kita ambil dari Kitabullah. Allah berfirman: "Sempurnakanlah haji dan 'umrahmu karena Allah." (Al Baqarah: 196). Dan kita ambil dari Sunnah Nabi kita 'alaihish shalatu wassalam, karena sesungguhnya ia tidak tahallul (berhenti ihram)sebelum menyembelih hewan kurban yang dibawanya. "
1194. Dari Abu Musa ra, katanya: "Rasulullah saw. Menugaskan ku ke negeri Yaman. Kemudian, aku bertemu kembali dengan dia pada musim haji. Dia bertanya kepada ku," Hai, Abu Musa! Apa niatmu ketika ihram (untuk haji atau untuk 'umrah?) "Jawab ku," Aku ihram seperti ihram Nabi saw. "Tanya beliau,"Apakah kamu membawa hadiah (hewan kurban)?" Jawab ku, "Tidak, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Kalau begitu pergilah thawaf di Bait, kemudian di Shafa dan Marwa, sesudah itu engkau tahallul (berhenti ihram).
1195. Dari Qatadah ra, katanya Abdullah bin Syaqiq bercerita: 'Usman bin' Affan pernah melarang mengerjakan haji tamattu '(' umrah sebelum haji), sedangkan 'Ali menyuruh melakukannya. Karena itu 'Usman menegur' Ali. Jawab 'Ali "Bukankah Anda tahu, bahwa kita pernah mengerjakan haji tamattu' bersama-samadengan Rasulullah saw.? "Kata 'Usman," Benar! Tapi ketika itu kita dalam kondisi tidak aman. "1196. Dari Sa'id bin Musayyab ra, katanya:" Pada suatu ketika, 'Ali dan' Usman ra, bertemu di 'Usfan. 'Usman melarang melakukan haji tamattu' atau 'umrah. Kata 'Ali, "Apa maksud Anda melarang orang mengerjakanibadah yang pernah diperbuat oleh Rasulullah saw.? "Jawab 'Usman," Biarkan kami dengan urusan kami! "Kata' Ali," Aku tidak dapat membiarkan Anda begitu saja. "Setelah 'Ali melihat yang demikian, lalu ia ihram untuk keduanya (haji dan 'umrah) sekaligus. " 1197. Dari Mutharrif r.a., bahwasanya 'Imran binHushain berkata kepadanya, "Akan ku sampaikan kepada mu sebuah hadis, semoga ia bermanfaat bagi mu. Yaitu, bahwasanya Rasulullah saw. Pernah menggabungkan 'umrah dengan haji dan mengerjakannya sekaligus. Kemudian beliau tidak pernah melarang yang demikian sampai beliau meninggal. Sedangkan ayat yangmelarang demikian pun tidak pernah turun. "
1198. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengerjakan haji tamattu 'ketika beliau haji wada', yaitu dengan mengerjakan 'umrah sebelum haji. Kemudian beliau bayar denda dengan hewan korban yang dibawanya dari Zulhulaifah, tempat ia memulai ihram untuk 'umrahnya itu. Sesudahitu barulah beliau ihram pula untuk haji, dan orang banyak 'umrah pula bersama-sama dengan dia. Di antara orang banyak itu ada yang membawa hadiah, dan ada pula yang tidak membawa hadiah. Setibanya Rasulullah saw. di Makkah. beliau bersabda kepada orang banyak, "Siapa-siapa yang membawa hadiah, diatidak bisa tahallul (berhenti ihram) sampai selesai haji. Dan siapa yang tidak membawa hadiah, harus thawaf di Bait, kemudian di Shafa dan Marwa, sesudah itu dia bisa bercukur dan tahallul. Kemudian dia harus ihram kembali untuk haji, dan harus membayar denda dengan menyembelih kurban. Siapa yangtidak membawa hewan kurban, dia harus puasa tiga hari di tempat haji dan tujuh hari ketika dia telah tiba di kampungnya. Sesampainya di Makkah lebih dahulu ia jamah hajar aswad, kemudian ia berlari-lari keci1 tiga kali rotasi keliling Ka'bah dan berjalan biasa empat kali putaran. Selesaithawaf keliling Ka'bah, beliau shalat
dua rakaat di Maqam Ibrahim. Selesai shalat, beliau pergi ke Shafa dan Marwa lalu sa'i antara Shafa dan Marwa tujuh kali. Dia tidak tahallul sampai selesai haji dan menyembelih korbannya di hari Nahar (10 Dzulhijjah). Sesudah itu ia kembali ke Makkah, lalu thawaf di Bait, kemudian tahallul ataumenghalalkan segala sesuatu yang tadinya haram dikerjakan selama ibadah haji. Apa yang diperbuat beliau itu dicontoh pula oleh orang-orang yang membawa hewan kurban.
1199. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Hafshah ra, istri Nabi saw. Pernah bertanya kepada beliau, tanya nya:" Ya, Rasulullah! Kenapa orang telah tahallul dari 'umrah, sedangkan Anda belum? "Jawab beliau," Aku telah menggulung rambut ku dan memberikan kalung pada hewan korban. Karenaitu aku tidak bisa tahallul sampai aku menyembelih korban ku itu. "
1200. Dari Hafshah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Nabi saw., Kenapa orang banyak sudah dapat tahalul (berhenti 'umrah), sedangkan Anda belum juga tahallul?" Jawab beliau, "Aku telah mengalungi hewan korban ku dan menggulung rambutku. Karena itu aku tidak bisa tahallul sampai ibadah haji selesai."
1201. Dari Nafi 'ra, katanya' Abdullah bin 'Abdullah serta Salim bin' Abdullah, keduanya pernah terlibat dalam suatu pembicaraan dengan 'Abdullah bin' Umar ketika Hajjaj hendak memerangi Ibnu Zubair. Keduanya mengatakan kepada 'Abdullah,
"Tidaklah mengapa agaknya jika Anda tidak pergi haji tahun ini, karena kami khawatir akan terjadi peperangan sehingga Anda terhalang mengerjakannya." Jawab 'Abdullah, "Jika aku terhalang, akan kulakukan seperti apa yang pernah diperbuat Rasulullah Saw. Aku ikut bersama-sama dengan dia ketika iadihalangi oleh kafir Quraisy mengerjakan haji. Dapat kukatakan kepada mu, bahwa ketika itu aku sempat mengerjakan 'umrah. "Lalu dia pergi. Sesampainya di Zulhulaifah, dia membaca talbiyah untuk' umrah. Jika aku dibiarkan akan kulaksanakan 'umrah ku, tetapi jika aku dihalangi, akan kulakukan sepertiyang dilakukan Rasulullah saw. di mana aku ikut menyaksikannya ketika itu. Kemudian dibacanya sebuah ayat: "Sesungguhnya Rasulullah itu adalah contoh teladan yang baik bagimu .. (Al Ahzab: 21). Kemudian beliau melanjutkan perjalanannya sampai ke Baida '. Lalu dia berkata: Sesungguhnya ibadah haji dan'Umrah itu satu. Jika aku terhalang mengerjakan 'umrah berarti aku terhalang pula mengerjakan haji. Akan ku perlihatkan padamu bagaimana caranya menunaikan haji sekaligus dengan 'umrah. Lalu diteruskannya perjalanannya. Sampai di Qudaid dibelinya hadiah (hewan kurban). Kemudian dia thawaf di Baitsatu kali, sa'i di Shafa dan Marwa sekali. Dan beliau tidak tahallul melainkan pada hari Nahar (10 Dzulhijjah).
1202. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya "Kami pernah ihram bersama Rasulullah saw. Untuk haji Ifrad."
1203. Dari Bakar bin 'Abdullah, dari Anas ra, katanya dia pernah melihat Nabi saw. menggabungkan ibadah haji dengan 'umrah. Kata Bakar, lalu hal itu kutanyakan kepada Ibnu 'Umar. Jawab Ibnu 'Umar, "Kami hanya ihram untuk haji saja." Kemudian aku kembali ke Anas, lalu ku sampaikan kepadanya ucapanIbnu 'Umar itu. Jawab Anas, "Kita seperti anak kecil saja."
1204. Dari Wabarah ra, katanya: "Ketika aku duduk dekat Ibnu 'Umar, datang seorang pria bertanya," Dapatkah aku thawaf di Bait sebelum wukuf di' Arafah? "Jawab Ibnu 'Umar," Ya, bisa! Rasulullah saw. mengerjakan ibadah haji, beliau thawaf lebih dahulu di Bait sebelum pergi ke tempat wukuf di 'Arafah. "
1205. Dari 'Amru bin Dinar ra, katanya: "Kami pernah bertanya kepada Ibnu' Umar tentang seorang pria yang mengerjakan ibadah 'umrah, lalu dia thawaf di Baitullah tetapi belum sa'i antara Shafa dan Marwa. Bisakah dia campur dengan istrinya (tahallul )? " Jawab Ibnu 'Umar, "Rasulullah saw. Mengerjakan'Umrah, pertama beliau thawaf di Baitullah tujuh kali; kemudian shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, kemudian sa'i antara Shafa dan Marwa tujuh kali. "Kata Ibnu 'Umar selanjutnya," Sesungguhnya Rasulullah saw. adalah ikutan yang baik. "
1206. Dari Asma 'binti Abu Bakar ra, katanya: "Ketika kami ihram Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang membawa hadiah (hewan kurban), hendaklah dia tetap dalam keadaan ihram. Dan siapa yang tidak membawa hadiah, dia bisa tahallul (berhenti ihram). Ketika itu Zubair (suami Asma ') membawa hadiah.Karena itu dia tidak tahallul. Tapi aku memakai pakaianku, lalu keluar dan duduk dekat Zubair. Kata Zubair, "Jauh-jauhlah kau dariku!" Jawab ku, "Khuatirkah engkau akan batal keranaku?"
1207. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Ihram untuk haji dan tiba di Makkah pada tanggal 4 Dzulhijjah. Setelah selesai shalat subuh, beliau bersabda:" Siapa yang akan membuat haji ini' umrah, silakan! "
1208. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat Subuh di Dzi Thuwa, dan tiba di Makkah tanggal 4 Dzulhijjah. Lalu beliau menyuruh para sahabatnya agar mengganti niat mereka dengan' umrah, kecuali bagi orang yang membawa hadiah (hewan kurban ). "1209. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Rasulullahsaw. bersabda: 'Umrah ini kita kerjakan sebelum haji. Siapa tidak membawa hadiah, dia bisa tahallul seluruhnya, namun 'umrah itu termasuk ibadah haji sampai hari kiamat. "
1210. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Shalat Zhuhur di Zulhulaifah. Sesudah shalat di mintanya unta (hewan kurban), lalu diberinya tanda di punuk kanan unta itu sampai berdarah, kemudian dikalungkannya sepasang terompah di kuduknya; dan setelah beliau naik di mobilnya, sampai diBaida 'barulah beliau ihram untuk haji. "
1211. Dari Ibnu 'Abbas ra, bahwasanya Mu'awiyah bin Abi Sufyan mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah memangkas rambut Rasulullah saw. ketika ia sedang berada di Marwa.
1212. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengerjakan 'umrah empat kali. Semuanya itu dikerjakan beliau di bulan Zulkaedah, selain yang dikerjakannya bersama-sama dengan haji. Artinya,' umrah yang dilakukan beliau dari Hudaibiyah, ketika
terjadinya perdamaian Hudaibiyah dalam bulan Zulkaedah, dan 'umrah tahun sesudah itu juga dalam bulan Zulkaedah, dan' umrah yang dilakukan beliau dari Ji'ranah ketika membagi-bagi harta rampasan perang Hunain, jUga di bulan Zulkaedah, dan sesudah itu 'umrah yang dilakukan beliau sama-sama dengan haji.
1213. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengajukan seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan, katanya:" Apa keberatanmu untuk pergi haji bersama-sama dengan kami? "Jawab wanita itu," Kami hanya memiliki dua ekor unta. Yang satu dipakai suami ku pergi haji bersama anaknya, sedang yangsatu lagi dipakai pembantu kami untuk menyiram kebun. "Sabda Nabi saw.," Kalau begitu, 'umrahlah nanti di bulan Ramadhan, nilainya sama dengan haji bersama ku. "
1214. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bila Nabi saw. Datang ke Makkah, beliau masuk kota dari tempat ketinggian dan keluar dari tempat kerendahan."
1215. Dari Nafi 'ra, katanya' Abdullah mengabarkan kepadanya,
bahwasanya Rasulullah saw. berhenti bermalam di Dzi Thuwa, sehingga beliau shalat Subuh lebih dahulu di situ sebelum masuk kota Makkah. Tempat beliau shalat itu bukanlah di masjid yang telah dibangun kemudian, tapi agak ke bawah sedikit, di sebuah bukit kecil yang ditutupi tanah. "
1216. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Melakukan thawaf awal (thawaf qudum:
thawaf selamat datang), ia berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran. Ketika sa'i, ia berlari pula bila melalui bekas banjir antara Shafa dan Marwa.
1217. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Melakukan thawaf qudum untuk haji dan' umrah, berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan empat kali putaran. Kemudian beliau soat dua rakaat (di Maqam Ibrahim) dan sesudah itu sa 'i antara Shafa dan Marwa. "
1218. Dari Ibnu 'Abbu ra, katanya: "Rasulullah saw. Dan juga sahabat beliau datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dalam kondisi lemah oleh penyakit Madinah. Lalu orang-orang musyrik Makkah berkata sesama mereka," Besok akan datang ke sini suatu kaum yang lemah karena mereka diserang penyakitpanas yang memayahkan. Oleh karena itu mereka duduk di dekat Hijir memperhatikan kaum muslimin thawaf. Nabi saw. memerintahkan mereka agar berlari tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran antara dua sudut supaya dilihat kaum musyrikin ketangkasan mereka. Maka berkata kaum musyrikinsesama mereka, "Inikah orang-orang yang kamu katakan lemah karena sakit panas, ternyata mereka lebih kuat dari golongan ini dan itu." 1219. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Berlari-lari kecil thawaf di Bait, untuk memperlihatkan kekuatan kaum muslimin kepada kaum musyrikin."
1220. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Aku tidak melihat Rasulullah saw. Menyentuh Baitullah melainkan pada dua sudut, yaitu sudut Hajar Aswad dan sudut Yamani."
1221. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku tidak pernah meninggalkan meraba kedua sudut ini, yaitu sudut Yamani dan sudut Hajar Aswad, semenjak ku lihat Rasulullah saw. Merabanya, baik dalam keadaan sempit maupun dalam kondisi lapang." 1222. Dari Salim ra, katanya bapaknya menceritakan kepadanya, bahwa'Umar bin Khaththab mencium hajar-aswad. Kemudian 'Umar berkata, "Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah saw. Menciummu, aku tidak akan menciummu."
1223 Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Ketika haji wada ', Rasulullah saw. thawaf di atas unta. Lalu dia menyentuh hajar aswad dengan tongkatnya."
1224. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Aku melapor kepada Rasulullah saw. Bahwa aku sakit. Maka bersabda Rasulullah saw.," Thawaflah di belakang kerumunan sambil berkendaraan, "Kata Ummu Salamah," Ketika Rasulullah saw. solat dekat Bait, beliau membaca surah Ath Thur. "1225. Dari 'Urwah ra, dariayahnya, dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku berpendapat, jika seseorang tidak sa'i antara Shafa dan Marwa tidak membatalkan hajinya." Tanya 'Aisyah, "Apa alasanmu?" Jawab ku, "Firman Allah Ta'ala yang berbunyi:" Sesungguhnya Shafa dan Marwa sebagian dari syi'ar agama Allah. "(Al Baqarah: 158). Kata 'Aisyah,"Tidak sempurna haji dan 'umrah seseorang tanpa sa'i antara Shafa dan Marwa. Kalau benarlah apa yang kamu katakan, tentu firman Allah Ta'ala itu seharusnya berbunyi: Tidaklah berdosa orang yang tidak sa'i antara keduanya. Tahukah kamu mengapa? Alasannya adalah: Di zaman jahiliyah, orang-orang Ansharmenyembah dua berhala yang terletak di tepi pantai, yaitu berhala yang disebut Isaf dan Nailah. Sesudah mereka mendatangi kedua berhala itu, mereka sa'i antara Shafa dan Marwa, dan sesudah itu mereka bercukur. Setelah Islam datang, mereka enggan sa'i antara keduanya, karena mereka tak ingin mengingatperbuatan mereka saat jahiliyah. Kata 'Aisyah, lalu Allah menurunkan ayat: "Sesungguhnya Shafa dan Marwa sebagian dari syi'ar agama Allah." (Al Baqarah: 158). Maka sejak itu, mereka sa'i antara keduanya. "
1226. Dari 'Urwah bin Zubair ra, katanya dia berujar kepada' Aisyah ra, istri Rasulullah saw., "Aku berpendapat, tidaklah membatalkan jika seseorang tidak sa'i antara Shafa dan Marwa. Dan aku sendiri tidak peduli untuk tidak sa'i antara keduanya. Jawab 'Aisyah ra, "pendirianmu itu salah, haianak saudara perempuanku! Rasulullah saw. dan kaum muslimin semuanya sa'i antara Shafa dan Marwa. Dan yang demikian itu adalah sunnah. Dahulu, para penyembah berhala Manat yang berada di Mutsailal, mereka memang tidak sa'i antara Shafa dan Marwa. Maka ketika Islam datang, hal itu kami tanyakan padaNabi saw. Lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat: "Sesungguhnya Shafa dan Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran agama Allah. Maka siapa yang haji ke Bait, atau' umrah tidaklah berdosa mereka sa'i antara keduanya. (Al Baqarah: 158)
1227. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Dan para sahabatnya, sa'i dari Shafa ke Marwa dihitung satu kali putaran." 1228. Dari Fadhal ra, katanya: "Rasulullah saw. Selalu membaca talbiyah hingga tiba waktu melontar Jumrah."
1229. Dari 'Abdullah bin' Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya, katanya, "Kami berangkat pagi-pagi bersama Rasulullah saw. Dari Mina ke Arafah. Sementara itu, dalam rombongan kami ada yang membaca talbiyah, dan ada pula yang membaca takbir. "
1230. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya: "Rasulullah saw. Berangkat dari Arafah. Ketika sampai di
suatu bukit, beliau turun hendak buang air kecil dan sesudah itu beliau wudhuk dengan sederhana. Lalu aku bertanya kepada beliau, "Apakah akan shalat sekarang?" Jawab beliau, "Belum. Nanti saja pada perhentian yang berikut." Lalu ia naik kendaraan kembali. Setelah sampai di Muzdalifah beliau turun,lalu wudhuk
dengan sempurna. Kemudian diqamatkan orang shalat Maghrib dan semua orang berhenti di situ. Lalu diqamatkan pula shalat 'Isya, tanpa solat
sunat antara keduanya. "
1231. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya; "Rasulullah saw. Shalat Maghrib dan 'Isya di Muzdalifah dengan cara menjama'kan keduanya."
1232. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya "Rasulullah saw. Menjama' shalat Maghrib dan 'Isya, dengan cara shalat Maghrib tiga rakaat dan shalat' Isya dua raka'at dengan satu kali qamat."
1233. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada malam Muzdalifah. Saudah (istri Rasulullah saw.) minta izin kepada Rasulullah saw. untuk berangkat lebih dahulu ke Mina sebelum orang banyak berdesak-desakan ke sana, karena Saudah orangnya lambat. Setelah mendapat izin dari Rasulullah saw., maka berangkatlahdia malam itu, sedangkan kami menunggu sampai besok pagi, berangkat bersama-sama dengan Rasulullah saw. "1234. Dari 'Aisyah ra, katanya:" Aku ingin pula minta izin kepada Rasulullah saw. seperti halnya Saudah minta izin kepada beliau, supaya aku bisa shalat Subuh di Mina, lalu melontar Jumrah sebelumorang datang. Ditanya orang 'Aisyah. "Pernahkah Saudah minta izin seperti itu kepada Rasulullah saw.?" Jawab 'Aisyah, "Ya, pernah. Karena Saudah seorang wanita gemuk yang menyebabkan gerakannya lambat. Lalu dia minta izin kepada Rasulullah saw. Maka diizinkan oleh beliau."
1235. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Aku termasuk orang yang di suruh Rasulullah saw. Berangkat lebih dahulu ke Mina bersama keluarga beliau yang lemah atau lambat berjalan."
1236. Dad Ibnu Syihab ra, katanya Salim bin 'Abdullah mengabarkan kepadanya bahwa' Abdullah bin 'Umar memberangkatkan keluarganya yang lemah lebih dahulu, lalu mereka berhenti dekat Masy'aril Haram di Muzdalifah. Sepanjang malam mereka selalu zikir dengan membaca zikir yang mudah bagi mereka. Berikutnyamereka berangkat sebelum Imam sampai dan ada pula yang sebelum Imam berangkat. Sebagian mereka sampai di Mina tepat pada waktu shalat Subuh dan sebagian lagi sesudahnya. Sampai di Mina mereka langsung melontar Jumrah. Kata Ibnu 'Umar, Mereka telah mendapat kelonggaran dari Rasulullah saw. "
1237. Dari 'Abdur rahman bin Yazid ra, katanya, ditanyakan orang kepada Abdullah bin Mas'ud, kenapa orang banyak melontar Jumrah dari ketinggian sedangkan Abdullah melempari dari dalam lembah? Maka dijawabnya, "Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia. Di sini (dalam lembah) orang yang diturunkankepadanya Surah Al Baqarah (Nabi Muhammad saw.) melempari. "
1238. Dari Jabir ra, katanya: "Aku melihat Nabi saw. Melontar dari atas kendaraannya pada hari Nahar (hari menyembelih kurban, yaitu 10 Zulhijjah). Lalu beliau bersabda:" Hendaklah kamu sekalian pelajari sungguh-sungguh bagaimana caranya aku mengerjakan haji, karena aku tidak tahu, barangkali akutidak akan sempat lagi mengerjakan haji sesudah hajiku ini. "
1239. Dari Ummul Hushain ra, katanya: "Aku ikut menunaikan ibadah haji bersama-sama dengan Rasulullah saw. Ketika haji wada '. Aku melibat ketika ia melontar Jumrah' Aqabah. Sesudah itu ia pergi dengan mobilnya bersama Bilal dan Usamah; yang satu memegang kendali unta, dan yang satulagi memayungi Rasulullah saw. dengan bajunya dari terik matahari. Kata Ummul Hushain, "Ketika itu Rasulullah saw. Banyak berbicara. Yang aku dapat mendengarnya, beliau bersabda:" Sekalipun yang memegang kekuasaan seorang budak hitam, tetapi dia memerintah dengan Kitabullah, dengarkan dan patuhilahdia! "
1240. Dari Jabir bin AbduUah ra, katanya: "Aku melihat Nabi saw. Melontar Jumrah dengan batu kerikil sebesar gundut."
1241. Dari Jabir ra. Katanya: "Rasulullah saw. Melontar Jumrah pada hari Nahar (10 Zulhijjah) di waktu Dhuha, dan sesudah itu (yaitu tanggal 11, 12, dan 13) sesudah matahari tergelincir."
1242. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bersuci dengan batu (istinja 'atau istijmar) harus ganjil, melontar jumlah ganjil, sa'i antara Shafa dan Marwa ganjil, thawaf aneh. Ketika kamu istijmar harus istijmar dengan jumlah ganjil."
1243. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mencukur rambut, lalu mencukur pula sebagian para sahabat, sedang yang sebagian lagi menggunting rambut saja. Kata Abdullah selanjutnya," Rasulullah saw. mendoakan satu atau dua kali orang yang mencukur rambut, kemudian beliau doakan pula orang yangmemangkas rambut. "1244. Dari Abu Burakah ra, katanya Rasulullah saw. mendoa:" Allahummafir lil muhalliqinll "lalu kata mereka," Dan bagi orang-orang yang menggunting rambut, ya Rasulullah. "Jawab beliau." Allahum maghfir lil muhalliqinll "Kata mereka. "Dan bagi orang-orang yang menggunting rambut,ya Rasulullah. "Jawab beliau," Wa lilmuqalluhirin. "
1245. Dari Yahya bin Bushain ra, dari neneknya, bahwasanya dia mendengar Nabi saw. ketika haji wada ', mendoakan orang-orang yang mencukur rambut tiga kali, sedangkan orang yang menggunting rambut satu kali. "
1246. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Mencukur rambut ketika beliau haji wada'."
1247. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Setelah Rasulullah saw. Sampai di Mina, beliau datang ke Jamratul 'Aqabah lalu melempari. Kemudian dia pergi ke tempatnya di Mina, di sana beliau menyembelih kurban. Sesudah itu beliau bersabda kepada tukang cukur, "Cukurlah rambutku, sambil beliau memberisinyal ke kepalanya sebelah kanan dan kiri; sesudah bercukur, diberikannya rambutnya kepada orang banyak. "
1248. Dari 'Abdullah bin' Amru bin
'Ash ra., Katanya: "Ketika haji wada', Rasulullah saw. Pernah berhenti di Mina untuk menunggu orang banyak agar bertanya kepada beliau. Maka tampillah seorang pria, lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah. Aku sudah terlanjur mencukur sebelum menyembelih kurban, bagaimana itu? "Jawab beliau," Sembelihlah,tidak mengapa! "Kemudian datang pula pria yang katanya:" Ya, Rasulullah! Aku sudah terlanjur menyembelih lebih dahulu sebelum melontar, bagaimana itu? "Jawab beliau," Lontarlah. Tidak mengapa! "Kata 'Abdullah," Segala sesuatu yang ditanyakan kepada beliau, adalah hal-hal yang urutannya tidak tertibkarena terlanjur atau lupa. Dijawab oleh beliau, "Teruskanlah, tidak berdosa."
1249. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Langsung melakukan thawaf fadhah pada hari Nahar (10 Zulhijah), sesudah itu beliau kembali ke Mina lalu shalat Zhuhur di situ."
1250. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya' Abbas bin 'Abdul Muththalib pernah minta izin kepada Rasulullah saw. Untuk bermalam di Mekah pada waktu harus bermalam di Mina, karena tugasnya memberi minum orang-orang haji. Lalu dia diizinkan oleh beliau . "1251. Dari Bakar bin 'Abdullah Al Muzanira, katanya: "Aku duduk bersama Ibnu 'Abbas dekat Ka'bah. Tiba-tiba datang seorang Arab dusun bertanya:" Aku lihat anak-anak paman Anda minum madu dan susu, sedangkan Anda minum anggur. Apakah hal itu karena suatu maksud ataukah karena bakhil? "Jawab Ibnu 'Abbas," Segala puji bagi Allah. Tidak adasuatu maksud bagi kami dan tidak pula karena bakhil. Rasulullah saw. pernah datang berkendaraan dan di belakangnya membonceng Usamah. Dia minta minum, lalu kami beri minum dengan anggur. Setelah ia minum, sisanya diberikan kepada Usamah. Sabda beliau, "perbuatanmu ini sangat baik dan bagus; teruskanlahseperti itu! "Aku tidak ingin merubah apa yang diperintahkan oleh Rasulullah saw." 1252. Dari 'Ali ra, katanya: "Aku disuruh Rasulullah saw. Mengurus penyembelihan hewan kurban, menyedekahkan daging dan kulitnya, dan mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kesempurnaan kurban. Tapi dilarangbeliau mengambilkan upah untuk tukang potong dari hewan kurban itu. Kata 'Ali, untuk upahnya kamu ambilkan dari uang kami sendiri. "
1253. Dari Abu Zubair dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Kami pernah menyembelih kurban bersama Rasulullah saw. Di tahun perjanjian Hudaibiyah, untuk kurban seekor unta atau kurban seekor sapi, kami bersekutu tujuh orang." 1254. Dari Jabir ra, katanya: "Kami pergi haji bersama Rasulullahsaw. Lalu dia menyuruh kami bersekutu tujuh orang untuk kurban seekor unta atau seekor sapi bersekutu tujuh orang. "1255. Dari Jabir r.a., katanya:" Rasulullah saw. menyembelih seekor sapi pada hari Nathar untuk kurban 'Aisyah (seorang saja). "
1256. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku masih ingat ketika aku mengalungkan tanda hewan kurban kepada kambing kurban Rasulullah saw., Lalu hewan itu dikirimkan, sedangkan dia sendiri tetap bersama kami dalam kondisi halal."
1257. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami pernah mengalungkan tanda hewan kurban kepada kambing kurban Rasulullah saw., Lalu kambing itu dikirimkan ke Tanah Haram. Sedangkan Rasulullah saw. Tetap halal, tidak mengharamkan sesuatu apa pun, kepada beliau."
1258. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. pernah melihat orang menggiring unta korbannya (sedangkan orang itu berjalan kaki), lalu sabda Rasulullah saw. kepadanya, "Kendarailah!" Jawab orang itu, "Ya, Rasulullah! Unta ini hewan kurban!"
Sabda beliau, "Kenderailah!" Kali yang kedua atau ketiga dia ucapkan, "Rugi kamu!"
1259. Dari Abu Zubair ra, katanya dia mendengar Jabir bin 'Abdullah ditanya orang tentang mengenderai hewan kurban. Jawab Jabir, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Kendarailah dengan wajar jika engkau membutuhkannya sampai engkau memperoleh kendaraan yang lain. "
1260. Dari Ibnu Abbas ra, katanya: "Bahwasanya Dzuaiba Abu Qabishah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. Pernah mengirimkan hewan kurban kepadanya, lalu beliau bersabda," Jika ada di antara hewan-hewan itu sakit, yang engkau khawatirkan akan mati, sembelihlah. Kemudian rendam terompahnyake darahnya lalu sapukan ke badannya. Engkau atau siapa pun yang bergabung mu tidak bisa memakannya. "
1261. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Orang telah pulang ke negerinya masing-masing. Maka bersabda Rasulullah saw.," Janganlah seseorang pulang sebelum dia thawaf wada' (akhir) di Baitullah. "
1262. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Orang diperintahkan Rasulullah saw. Supaya melakukan thawaf terakhir di Baitullah sebelum pulang, kecuali yang diberi keringanan perempuan haid."
1263. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Shafiyah binti Huyay haid setelah dia melakukan thawaf ifadhah. Lalu hal itu kuceritakan kepada Rasulullah saw. Sabda beliau," Apakah dia akan menunda kita berangkat (pulang ke Madinah)? "Jawab ku," Dia telah melakukan thawaf ifadhah dan thawaf di Bait. Sesudahthawaf ifadhah barulah dia haid. "Sabda Rasulullah saw.," Kalau begitu, dia berangkat sama-sama dengan kita. "
1164. Dari ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Masuk ke Ka'bah bersama dengan Usamah, Bilal, dan Usman bin Thalhah Al Hajabi, lalu dikuncinya pintu dan mereka tinggal di dalam beberapa saat lamanya. Kata Ibnu' Umar , "Aku bertanya kepada Bilal ketika dia keluar," Apa yang diperbuat Rasulullahsaw. di dalam? "Jawab Bilal," Dia berdiri shalat antara dua tiang, sebuah sebelah kiri, sebuah sebelah kanan, dan tiga tiang di belakangnya. Ketika itu Baitullah memiliki enam tiang, lalu beliau shalat di situ. "
1265. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Tiba di Makkah di hari penaklukan, ia turun di halaman Ka'bah dan menyuruh' Usman bin Thalhah mengambil kunef. Setelah dia datang membawa kunef, lalu dibukanya pintu Ka'bah . Nabi saw. masuk ke dalam diiringkan Bilal, Usamah bin Zaid serta'Usman bin Thalhah. Kemudian beliau suruh kunci pintu, dan mereka tinggal di dalam beberapa saat lamanya. Kata Abdullah selanjutnya, sesudah pintu terbuka kembali aku segera mendahului orang banyak menemui Rasulullah saw. Dia keluar mengiringkan Bilal. Aku bertanya kepada Bilal, "Apakah Allah saw.shalat di dalam? "Jawab Bilal," Ya! "Tanya ku," Di mana? "Jawab Bilal," Antara dua tiang. "Kata Ibnu 'Dinar," Aku lupa menanyakan berapa rakaat dia shalat. "
1266. Dari Ibnu Juraij ra, katanya: "Aku pernah bertanya kepada 'Atha', apakah Anda mendengar Ibnu 'Abbas berujar:" Sesungguhnya kamu hanya disuruh thawaf dan tidak disuruh memasukinya, meskipun ia tidak melarang memasukinya. Bahkan aku mendengarnya berujar, Usamah bin Zaid mengabarkan kepadaku, bahwa Nabi saw. mendoa disetiap sudut, ketika dia memasuki Bait dan beliau tidak shalat di dalam sampai ia keluar kembali. Setelah berada di luar, lalu beliau shalat dua rakaat di hadapannya. Kemudian beliau bersabda: "Inilah kiblat." Aku bertanya, "Salah satu sisinya ataukah seluruh sisinya?"Jawab beliau, "Bahkan setiap sisi Bait."
1267. Dari Ismail bin Abi Khalid, dia bertanya kepada 'Abdullah bin Abi Aufa, seorang sahabat Rasulullah saw., Katanya, "Apakah Nabi saw., Masuk ke Baitullah ketika' umrah?" Jawab Abdullah, "Tidak!"
1268. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya: "Tahukah kamu bahwa ketika kaum Quraisy membangunan Ka'bah, mereka mengubahnya lebih kecil dari situs yang dibuat Nabi Ibrahim as" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Kenapa Anda tidak mengubahnya kembali sesuai dengansitus yang dibuat Nabi Ibrahim? "Jawab Rasulullah saw.," Kalau bukan karena kaum mu baru saja meninggalkan kekafiran, tentu ku ubah kembali! "
1269. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kalau
bukanlah karena kaummu baru saja meninggalkan masa jahiliyah (atau kekafiran), akan kupakai dana Ka'bah untuk memperbaikinya; pintunya akan kubuat sampai ke tanah, dan Hijir kumasukkan ke dalamnya. "1270. Dari 'Aisyah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Ya,' Aisyah! Kalau bukan karena kaummubaru saja keluar dari syirik, akan kupugar Ka'bah kembali. Kubuat pintunya dua buah, satu menghadap ke Timur dan satu lagi ke Barat. Kemudian kutambah lebarnya enam hasta dari Hijir. Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah memperkecilnya ketika dahulu mereka memugarnya. "
1271. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. Perihal dinding (Ka'bah), apakah termasuk Bait atau tidak?" Dia mengatakan, "Termasuk!" Kataku, "Kenapa tidak dimasukkan mereka?" Jawab beliau, "kaummu kekurangan dana." Tanya ku, "Kenapa pintunya tinggi begitu?" Jawab beliau,
"Itu siasat bangsamu, sehingga mereka dapat memasukkan orang yang disukainya dan melarang orang yang tidak disukainya. Kalau bukan karena bangsamu baru saja meninggalkan masa jahiliyah, yang menyebabkan kekhuatiranku hati mereka akan berbalik menjadi ingkar, aku telah berpikir akan memasukkan dindingitu ke Bait dan membuat pintu sampai ke tanah. "
1272. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya: "Fadhal bin 'Abbas pernah membonceng kendaraan di belakang Rasulullah saw., Tiba-tiba datang seorang perempuan dari Khats'am minta fatwa kepada beliau. Fadhal menengok ke perempuan itu dan perempuan itu menengok kepada Fadhal. Lalu Rasulullah saw. memalingkanmuka Fadhal ke arah lain. Kata perempuan itu, "Ya, Rasulullah! Kewajiban untuk menunaikan haji terpikul kepada bapaku yang sudah tua. Dia sudah tak sanggup lagi duduk di kendaraan lama-lama. Dapatkah aku menggantikannya?" Jawab Nabi saw., "Ya, bisa!" Tanya jawab itu terjadi ketika haji wada '.
1273. Dari Fadhal ra, katanya: "Seorang perempuan dari Khats'am bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya:" Ya, Rasulullah! Bapaku sudah tua bangka; kepadanya terpikul kewajiban menunaikan ibadah haji; sedangkan dia sudah tak sanggup duduk di punggung untanya, bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw.,"Hajikanlah dia olehmu!"
1274. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Nabi saw. Bertemu dengan serombongan pengendara di Rauha', lalu
beliau bertanya: "Rombongan apakah anda semua?" Jawab mereka, "Kami rombongan kaum muslimin; dan Anda siapa?" Jawab beliau, "Aku Rasulullah!" Tiba-tiba seorang perempuan datang ke hadapan beliau sambil mengangkat seorang anak kecil; lalu dia bertanya: "Sudah sahkah haji anak ini?" Jawab beliau, "Sah,dan engkau mendapat pahala pula. "
1275. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda kepada kami dalam suatu studi, sabdanya:" Hai manusia! Allah telah mewajibkan kepada mu ibadah haji; karena itu hajilah kamu semua. "Lalu bertanya seorang pria," Apakah setiap tahun, ya Rasulullah? "Beliau diam beberapa saat,sehingga orang itu bertanya sampai tiga kali. Kemudian beliau menjawab, "Seandainya kukatakan ya, tentulah wajib kamu tunaikan setiap tahun; niscaya kau tidak akan sanggup melaksanakannya. Karena itu biarkanlah untuk sementara masalah yang belum kujelaskan. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum engkaumendapat celaka karena mereka banyak tanya dan suka mendebat para Nabi mereka. Karena itu bila kuperintahkan kamu mengerjakan sesuatu, laksanakanlah sebisa-bisanya, dan ketika kularang kamu mengerjakan sesuatu, hentikanlah segera. "
1276. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita tidak dapat melakukan perjalanan selama tiga hari, melainkan harus dengan muhrimnya."
1277. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang wanita yang iman kepada Allah dan hari kiamat, tidak dapat melakukan perjalanan selama tiga malam, melainkan harus disertai muhrimnya." 1278. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang wanita tidak dapatmelakukan perjalanan lebih dari tiga malam, melainkan harus bersama muhrimnya. "
1279. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita yang iman kepada Allah dan hari kiamat tidak dapat melakukan perjalanan sehari semalam, melainkan harus bersama muhrim."
1280. Dari Abu Sa'id al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak dapat melakukan perjalanan lebih dari tiga hari, melainkan harus disertai ayahnya, atau anaknya, atau suaminya, atau saudara lelaki, atau salah seorang muhrimnya."
1281. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya dia mendengar Nabi saw. berkhotbah, sabdanya: "Seorang pria tidak bisa berada di tempat sunyi dengan seorang perempuan, melainkan harus disertai muhrim. Begitu pula seorang perempuan tidak bisa berjalan sendirian, melainkan harus bersama muhrim." Tiba-tibaberdiri seorang pria, lalu dia bertanya: "Isteriku hendak menunaikan ibadah haji, sedangkan aku ditugaskan pergi berperang ke sana dan ke situ; bagaimana itu ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw. "Pergilah kamu haji bersama istrimu!"
1282. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Telah berada di atas kendaraan akan melakukan suatu perjalanan, lebih dahulu ia takbir tiga kali. Kemudian beliau membaca doa sebagai berikut." Subhanal ladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinina , wa inna ila rabbina lamunqalibun.Allahumma inna nas-aluka fi safarina hadzal birra wat taqwa wa minal 'amali ma tardha. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza wathwi'anna bu'dahu. Allahumma antash shahibu fis safari wal khalifatu fil anggota. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsa-is safari wa kaabatil manzhari wa su-il munqalabi fil maliwal anggota. "Ketika pulang ia baca pula doa itu semuanya, dengan tambahan:" Aayibuna, taaibuna, 'aabiduna, lirabbina hamidun. "1283. Dari Abdullah bin Sarjis ra, katanya:" Ketika Rasulullah saw. melakukan suatu perjalanan, beliau berlindung kepada Allah dari kesulitan perjalanan, dari kesedihanbila kembali, dari kesempitan setelah berkecukupan, dari doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan buruk terhadap keluarga dan harta. "
1284. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Kembali dari peperangan besar
atau kecil, atau kembali dari haji dan 'umrah, atau bila ia berada di puncak sebuah bukit atau tempat yang tinggi, beliau takbir tiga kali, sesudah itu beliau baca: "Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa' ala kulli syai-in qadir, Aayibuuna, taaibuuna,'Aabiduuna, saajiduuna lirabbinaa, haamiduuna. Shadaqallaahu wa'dah, wa nashara 'Abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah. "1285. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Abu Bakar Sidik menugaskan ku ikut dalam suatu rombongan pada musim haji, di mana dia diperintahkan Rasulullah saw. sebelum haji wada 'untuk mengumumkankepada publik pada hari Nahar, bahwa: Orang musyrik tidak diperkenankan haji mulai tahun yang akan datang, dan tidak dapat thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang. "
1286. Dan 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada suatu hari di mana Allah Ta'ala paling banyak membebaskan hambaNya dari neraka selain hari 'Arafah."
1287. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Masa dari satu 'umrah ke' umrah berikutnya adalah masa Penghapusan dosa. Dan ganjaran haji yang mabrur tiada lain hanya surga."
1288. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mendatangi rumah ini (menunaikan ibadah haji atau 'umrah) tanpa merusaknya dengan perbuatan dan perkataan kotor, serta tidak membuat maksiat, maka dia kembali pada keadaannya seperti baru lahir (bersih dari dosa)."
1289. Dari Al 'Ala bin Al Hadhrami ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Orang-orang Muhajirin dapat tinggal di Makkah setelah selesai mengerjakan ibadah haji tiga hari." 1290. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Pada hari penaklukan Makkah, Rasulullah saw. Bersabda:" Makkah telah ditaklukkan.Mulai sekarang tidak ada lagi hijrah. Yang ada hanyalah jihad dan niat menegakkan agama Allah. Bila kamu diperintahkan berangkat, maka berangkatlah! Makkah telah ditaklukkan. Sesungguhnya tanah ini diharamkan Allah sejak terciptanya langit dan bumi. Maka negeri ini negeri ilegal, karena diharamkan Allahsampai hari kiamat. Siapa pun tidak dapat berperang di negeri ini, baik orang yang sebelumku maupun aku sendiri, kecuali hanya satu detik di siang hari bagi ku. Negeri ini negeri haram karena diharamkan Allah sampai hari kiamat. Di negeri ini tidak bisa memotong pohon berduri, tidak bisa berburu binatang-binatangnya,tidak dapat memungut barang hilang karena tercecer, kecuali untuk diumumkan, dan tidak dapat memotong rumputnya. Maka berkata 'Abbas, "Ya, Rasulullah! Selain izkhir, karena izkhir diperlukan tukang besi dan pembangun rumah." Maka sabda Nabi saw., "Melainkan izkhir."
1291. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Setelah Allah Ta'ala memenangkan Rasulullah saw. Atas penaklukan kota Makkah, beliau berpidato di hadapan orang banyak. Setelah memuji dan menyanjung Allah, beliau bersabda:" Sesungguhnya Alah telah melindungi kota Makkah dari serangan tentara gajah serta memberikekuatan kepada RasulNya dan orang-orang yang beriman untuk mempertahankannya. Tidak seorang pun dapat berperang di negeri ini. Larangan itu telah ada sejak dahulu. Dan hanya dibebaskan kepada ku untuk sesaat di siang hari. Dan juga tidak dibolehkan bagi orang-orang yang sesudahku. Jangan dibunuhhewan-hewan buruannya, jangan dipotong pohon berdurinya, dan jangan dipungut barang-barang yang hilang tercecer kecuali untuk diumumkan. Siapa yang anggota keluarganya terbunuh, dia memiliki dua pilihan yang baik, yaitu: menerima uang tebusan atau membunuh si pembunuh. "Maka berujar Al 'Abbas," Selainizkhir, ya Rasulullah. Karena kami membutuhkannya untuk kuburan dan rumah-rumah kami. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Melainkan izkhir. "
1292. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Tidak halal bagi mu membawa-bawa senjata dalam kota Makkah."
1293. Dari Jabir Ibnu 'Abdullah Al Anshari ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Masuk kota Makkah Kata Qutaibah beliau masuk kota Makkah pada hari penaklukan, dengan memakai serban hitam tanpa (pakaian) ihram."
1294. Dari Abdullah bin Zaid Ibnu 'Ashim ra, katanya Rasulullah saw bersabda: "Nabi Ibrahim as membangun kota Makkah menjadi Tanah Haram dan mendoakan bagi kemakmuran penduduknya. Aku membangun kota Madinah menjadi Tanah Haram sebagaimana Nabi Ibrahim mengharamkan kota Makkah, dan mendoakan kemakmuranbagi penduduknya seperti Nabi Ibrahim mendoakan penduduk Makkah. "
1295. Dari Jabir r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Bahwasanya Nabi Ibrahim as, membuat kota Makkah sebagai Tanah Haram, dan aku pun membuat kota Madinah sebagai Tanah Haram, yaitu antara kedua bukitnya yang berbatu-batu hitam itu. Karena itu jangan dipotong pohon-pohonnya dan jangan dibunuhhewan buruannya. "1296. Dari 'Amir bin Sa'ad, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Madinah kujadikan tanah Haram antara kedua bukitnya yang berbatu-batu. Jangan dipotong pohonnya dan jangan dibunuh hewan buruannya. Sesungguhnya kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengerti. Orangyang meninggalkan kota itu karena tidak senang kepadanya, maka Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik darinya. Seorang yang betah tinggal di kota itu dalam kesusahan dan kesulitan hidup, maka aku akan memberi syafa'at atau menjadi saksi baginya di hari kiamat nanti. "
1297. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepada Abu Thalhah: "Hai, Abu Thalhah! Beri aku seorang pemuda di antara pemuda-PemudaMU untuk melayani ku!" Akulah yang beruntung dibawanya kepada Rasulullah saw., Dengan membonceng di belakang Abu Thalhah, untuk melayani dia. Demikianlahsetiap dia turun dari kendaraannya aku segera datang melayani. Kemudian, tatkala kami sampai ke bukit Uhud beliau bersabda: "Bukit ini mencintai kita dan kita mencintainya." Tatkala sudah dekat akan sampai ke kota Madinah, beliau mendoa: "Wahai, Allah! Ku jadikan negeri ini, yaitu antara kedua bukitnyayang berbatu-batu hitam sebagai Tanah Haram, seperti Ibrahim menjadikan Makkah sebagai Tanah Haram. Wahai Allah! Berikanlah kemakmuran bagi penduduknya dalam soal pangan dan sandang mereka. "
1298. Dari 'Ashim, katanya dia bertanya kepada Anas bin Malik ra: "Apakah Rasulullah saw. Menjadikan Madinah Tanah Haram?" Jawab Anas, "Ya, ada! Artinya dalam batas ini sampai ke sana. Siapa yang berbuat dosa di dalamnya - Anas berbicara dengan sungguh-sungguh maka dia mendapat kutuk Allah, kutuk malaikat,dan manusia seluruhnya. Allah tidak akan menerima pembayaran denda darinya sampai hari kiamat. "
1299. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Madinah adalah Tanah Haram. Maka siapa yang mengada-ada di dalamnya, dia mendapat kutuk Allah, kutuk malaikat dan kutuk manusia seluruhnya, tidak akan diterima pembayaran denda darinya di hari kiamat kelak." 1300. Dari Abu Hurairahra, katanya: "Adalah suatu kebiasaan orang, ketika mereka menampak buah yang pertama-tama keluar, lalu mereka bawa kepada Nabi saw. Buah itu diterima oleh beliau, lalu beliau doakan:" Allaahumma barik lana fi tsamarina wa barik lana fi madinatina, wa barik lana fi shaa'ina, wa barik lana fiMuddina. Allaahumma inna Ibrahima 'abduka wa khaliluka, wa nabiyyuka, wa inni' abduka wa nabiyyuka, wa innahu da'aaka li Makkata, wa inni ad'uuka lil Madinati bi mit sli maa da'aaka li Makkata wa mitslihi ma'ahu. "Kata Abu Hurairah, "Kemudian beliau panggil seorang bocah, lalu diberikannya buah itukepadanya. "
1301. Dari Sahal bin Hunaif ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah menunjuk dengan tangannya ke Madinah, sambil beliau bersabda:" Sesungguhnya Madinah itu sebuah Tanah Haram yang aman. "
1302. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika kami baru tiba di Madinah, ternyata kota itu sebuah kota banyak penyakit, sehingga Abu Bakar sakit dan Bilal pun sakit. Tatkala Rasulullah saw. Melihat sahabat-sahabatnya banyak yang sakit, maka beliau mendoa: "Allaahumma habbib ilainal Madinata kama habbabtaMakkata au asyadda, wa shahhihha, wa baarik lana shaa'iha wa muddiha, wa hawwil hummaaha ilal Juhfah. "
1303. Dari Yuhannas, maula Zubair ra, katanya dia pernah duduk dekat 'Abdullah bin' Umar pada masa
kacau, lalu datang maulanya yang perempuan kepadanya. Setelah memberi salam, perempuan itu berkata: "Aku ingin pergi dari kota ini, hai Abu 'Abdurrahman, karena keadaan terasa semakin sulit." Jawab 'Abdullah, "Bodoh kamu! Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang sabar menahankesusahan dan kesulitan yang dideritanya di kota ini, maka aku akan menjadi saksi atau pembelanya nanti di hari kiamat. "1304. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Di jalan-jalan masuk ke kota Madinah ada malaikat penjaga, sehingga bahaya wabah dan bahaya Dajjal tidak dapat masukke kota itu. "
1305. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dajjal Al Masih datang dari arah Timur menuju ke Madinah dan berhenti di belakang bukit Uhud. Kemudian malaikat memalingkan mukanya ke arah Syam dan di sana dia binasa." 1306. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Akandatang suatu masa, di mana seseorang memanggil anak pamannya atau kerabatnya, katanya: "Marilah ke sini - keluar dari Madinah - menuju kemakmuran. Marilah ke sini - keluar dari Madinah - menuju kemakmuran. Sedangkan kota Madinah sesungguhnya lebih baik bagi mereka, sayang mereka tidak tahu. Demi Allahyang jiwaku di tangan-Nya, tidak seorang pun yang keluar dari Madinah itu karena benci, melainkan Allah mengganti mereka dengan orang-orang yang lebih baik darinya. Ketahuilah! Sesungguhnya Madinah itu bagaikan dapur tukang besi, yaitu tempat membuang kotoran-kotoran besi. Belum akan terjadi kiamat,sebelum Madinah mengeluarkan penjahat-penjahat yang ada di dalamnya, seperti dapur tukang besi membuang kotoran-kotoran besi. "
1307. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menamai kota Madinah dengan Thabah (baik)."
1308. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memiliki rencana jahat terhadap penduduk Madinah, Allah akan menghancurkannya seperti garam dalam air."
1309. Dari Sufyan bin Abu Zuhair ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Ketika negeri Yaman ditaklukkan, berbondong-bondonglah penduduk Madinah datang ke sana membawa keluarga dan anak buah mereka. Padahal Madinah lebih baik bagi mereka; sayang mereka tidak tahu. Kemudian ditaklukkanpula negeri Syam, maka berbondong-bondong pula orang Madinah datang ke sana membawa keluarga dan anak buah mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka, sayang mereka tidak tahu. Kemudian ditaklukkan pula Irak, maka berbondong-bondong pulalah orang datang ke sana membawa keluarga dan anak buahmereka. Padahal Madinah lebih baik bagi mereka, sayang mereka tidak mengerti. "
1310. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti mereka bakal
meninggalkan Madinah dalam kondisi baik sebagaimana adanya; kemudian kota itu akan penuh dengan binatang liar dan burung-burung pencari makanan (burung bangkai). Kemudian datang ke Madinah dua orang gembala dari Muzainah mencari kambingnya yang hilang. Didapatinya Madinah telah menjadi kota liar. Ketikakedua gembala itu sampai di Tsaniyatul Wada ', keduanya jatuh tersungkur di atas muka mereka. "
1311. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku."
1312. Dari Abu Humaid ra, katanya: "Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. Dalam perang Tabuk. Ketika kami sampai di Wadil Qura. Rasulullah saw. Bersabda:" Aku ingin cepat-cepat. Siapa yang ingin cepat ikutlah bersama ku,
dan siapa yang ingin lambat dapat tinggal. Lalu kami pergi lebih dahulu. Tatkala kami telah dekat akan sampai ke Madinah, beliau bersabda: "Itulah kota Thabah dan ini bukit Uhud. Yaitu sebuah bukit yang mencintai kita dan kita mencintainya."
1313. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat di masjidku ini, lebih baik dari seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram."
1314. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan susah-susah melakukan perjalanan jauh melainkan untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu: Masjidku ini (masjid Madinah), Masjidil Haram (Makkah), dan Masjidil Aqsha (di Yerusalem -Palestina)."
1315. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ziarah dapat dilakukan untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu: pertama, Masjid Ka'bah, kedua, Masjidku (masjid Madinah); dan ketiga, masjid Iliya (Masjidil Aqaba di Yerusalem)."
1316. Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman ra, katanya dia bertemu' Abdurrahman bin Abu Sa'id Al Khudri ra, lalu dia bertanya: "Apa yang kamu dengar dari bapamu tentang masjid yang dibangun atas dasar taqwa?" Jawab: "Bapa ku menceritakan bahwa dia pergi menemui Rasulullah saw. Di rumah seorang isteribeliau, lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Masjid manakah di antara dua masjid (Makkah dan Madinah) yang dibangun atas dasar taqwa?" Dia mengambil segenggam pasir lalu dibuangnya kembali ke tanah, dan kemudian beliau bersabda: "Masjid kamu ini (masjid Madinah)!"
1317. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Sering mengunjungi masjid Quba dengan berkendaraan atau berjalan kaki. Sampai di situ beliau shalat dua rakaat."
1318. Dari 'Abdullah bin Dinar ra, katanya: "Bahwasanya Ibnu' Umar ra sering mengunjungi masjid
Quba setiap hari Sabtu. "Dia berujar," Aku melihat Nabi saw. sering mengunjunginya tiap hari Sabtu. "1319. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Hai, para pemuda! Siapa-siapa di antara kamu yang telah sanggup memikul tanggung jawab berumah tangga, maka kahwinlah! Karena pernikahanitu dapat menundukkan mata dan kemaluan (dari dosa). Siapa yang belum sanggup, hendaklah dia puasa, karena puasa itu dapat menundukkan nafsu birahi. "
1320. Dari Anas ra, katanya: "Beberapa orang sahabat Nabi saw. Bertanya kepada para istri beliau tentang amal ibadah beliau ketika sedang bersunyi diri. Setelah mendapat jawaban, maka di antara para sahabat itu ada yang berkata," Aku tidak akan pernah menikah! "Sebagian lagi mengatakan," Aku tidak akanmakan daging. "Yang lain berkata," Aku tidak akan tidur di atas kasur. "Mendengar ucapan-ucapan para sahabat itu, Nabi saw. segera memuji dan menyanjung Allah swt. lalu beliau bersabda:" Bagaimanalah cara berpikir mereka, sehingga mereka berujar begini dan begitu. Padahal aku sendiri salat,tidur, puasa, berbuka, dan bahkan aku menikah. Siapa yang benci kepada cara hidup (sunnah) ku maka dia tidak termasuk golonganku. "1321. Dari Sa'ad bin Abi Waqash ra, katanya:" Rasulullah saw. pernah melarang 'Usman bin Mazh'un untuk membujang selamanya, karena semata-mata hendak melakukan ibadah kepadaAllah. Andaikan Rasulullah saw, mengizinkannya, tentulah kami sudah mengebiri diri kami. "
1322. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah terlihat pada seorang wanita, lalu ia segera mendatangi istrinya Zainab yang sedang menyamak kulit, guna melepaskan rasa rindunya. Sesudah itu ia pergi menemui para sahabatnya, lalu beliau bersabda," Sesungguhnya wanita itu datangdan pergi bagaikan setan. Maka bila kamu terlihat pada wanita, datangilah istri mu, karena yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatimu. "
1323. Dari Jabir ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Apabila ada di antara kamu yang tergoda hatinya kepada seorang wanita, maka hendaklah dia pulang ke istrinya untuk melepaskan rasa rindunya. Sesungguhnya yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatinya."
1324. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Kami pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Tanpa wanita bergabung kami. Lalu kami bertanya kepada beliau," Dapatkah kami melakukan pengebirian? "Beliau melarang kami melakukannya, tetapi memungkinkan kami menikahi perempuan untuk masa tertentu denganmahar sehelai baju. Kemudian 'Abdullah membaca ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan sesuatu yang baik yang telah dihalalkan Allah bagi mu, dan jangan pula kamu melampaui batas; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al Maidah: 87)
1325. Dari Jabir bin 'Abdullah dan Salamah bin Akwa' ra, keduanya berkata: "Suruhan Rasulullah saw. Datang kepada kami, lalu dia berkata:" Rasulullah saw. telah memungkinkan kamu nikah mut'ah. "
1326. Dari Abu Salamah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memungkinkan nikah mut'ah pada tahun Authas (tahun penaklukan Makkah) selama tiga hari. Kemudian beliau melarangnya."
1327. Dari Rabi 'bin Sabrah ra, katanya ayahnya pergi berperang bersama Rasulullah saw., Menaklukkan Makkah. Katanya: "Kami tinggal di sana selama lima belas hari. Rasulullah saw. Memberi izin kepada kami melakukan nikah mut'ah. Lalu aku dan seorang sepupuku pergi mencari wanita untuk kami nikahisecara mut'ah. Aku lebih tampan dari sepupuku yang memang agak lebih jelek dari ku. Masing-masing kami membawa sehelai baju untuk mas kawin; tetapi bajuku telah usang, sedangkan baju sepupuku masih baru dan halus. Setelah kami sampai di bawah atau di atas kota Makkah, kami bertemu dengan seorangwanita muda, cantik dan berleher jenjang. Lalu kami bertanya, "Sudikah Anda menerima salah seorang dari kami berdua kawin mut'ah denganmu?" Jawab wanita itu, "Apa mas kawin yang bakal Anda berikan?" Lalu masing-masing kami memperlihatkan baju yang telah kami sediakan untuk itu. Sementarawanita itu sedang memperhatikan kami, sepupuku melihat kepadanya sambil berkata, "Baju ini sudah usang, sedangkan bajuku masih baru dan halus." Jawab wanita itu, "Baju usang ini juga tak apa-apa." Dia mengatakannya sampai tiga atau dua kali. Kemudian aku nikah mut'ah dengannya, dan hampir saja aku tidakpulang, seandainya setelah berlangsung tiga hari, Rasulullah saw. tidak mengharamkannya. "
1328. Dari Rabi 'bin Sabrah Al Juhani ra, ayahnya mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah pergi bersama Rasulullah saw. (Dalam peperangan menaklukkan Makkah). Rasulullah saw. bersabda: "Aku telah memungkinkan kamu nikah mut'ah. Sesungguhnya (mulai saat ini) Allah telah mengharamkannya sampai harikiamat nanti. Maka siapa yang masih punya istri mut'ah, ceraikanlah dia dan jangan kamu ambil kembali darinya apa-apa yang telah kamu berikan kepadanya. "1329. Dari Khalid bin Muhajir bin Saifullah ra, katanya:" Ketika dia sedang duduk dengan seorang pria, tiba -tiba datang seorang pria mintafatwa kepadanya tentang nikah mut'ah. Lalu Khalid membolehkannya. Maka berkata Ibnu Abi 'Amrah Al Anshari, "Tunggu dulu. Tidak begitu!" Kata Khalid, "Kenapa? Demi Allah, hal itu pernah dilakukan pada masa Rasulullah saw." Kata Ibnu Abi 'Amrah, "Memang, nikah mut'ah pernah dibolehkan pada saat awalIslam karena terpaksa, seperti halnya dapat memakan bangkai, darah, dan daging babi. Sesungguhnya Allah telah menetapkan hukumnya dalam agama, dan melarang melakukannya. "
1330. Dari Rabi 'bin Sabrah AI Juhani ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang melakukan nikah mut'ah." Sabdanya: "Ketahuilah! Nikah mut'ah haram mulai hari ini sampai hari kiamat. Siapa yang telah memberi sesuatu kepada perempuan yang dinikahinya secara mut'ah, janganlah mengambilnyakembali. "1331. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya:" Ketika terjadi perang Khaibar, Rasulullah saw. melarang melakukan nikah mut'ah dan memakan daging keledai jinak. "1332. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Jangan menikahi perempuan sekaligus dengan bibinya (saudara tuaatau saudara ibu). "1333. Dari Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. bersabda:" Jangan meminang wanita yang sedang
dipinang orang lain, jangan menawar barang yang sedang ditawar orang, jangan menikahi seorang wanita sekaligus dengan bibinya (saudara ibu atau saudara bapaknya), dan janganlah seorang wanita menuntut suaminya agar menceraikan madunya agar segala kebutuhannya terpenuhi; tetapi biarkanlah sang suamimenikah (sesuai dengan kemampuannya), karena sesungguhnya bagian seorang istri adalah apa yang telah ditentukan Allah jua. "
1334. Dari 'Utsman bin' Affan ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang sedang ihram tidak bisa menikahkan, dinikahkan dan meminang."
1335. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan kamu beli barang yang sedang ditawar
saudaramu; jangan kamu pinang wanita yang sedang dipinang saudara mu, melainkan ketika telah diizinkannya. "
1336. Dari 'Abdurrahman bin Syumamah ra, katanya dia mendengar' Uqbah bin 'Amir berpidato di mimbar, mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Seorang mukmin adalah saudara bagi seorang mu'min. Karena itu tidaklah halal bagi seorang mu'min membeli pesanan saudaranya, dan tidak halal pula meminangpinang saudaranya sebelum ditinggalkannya. "
1337. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang melakukan nikah syighar. Yaitu
seorang ayah menikahkan putrinya dengan seorang pria, dengan ketentuan si ayah itu akan dinikahkan pula dengan anak perempuan si pria tersebut, keduanya tanpa mas kawin. "
1338. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang melakukan nikah syighar: Kemudian Ibnu Numair menambahkan, Syighar adalah: Seorang pria mengatakan kepada pria lain, kahwinkanlah anak gadismu dengan ku, kukahwinkan pula anak gadisku dengan kamu; atau kahwinkanlah saudara perempuanmudengan ku, kukahwinkan pula saudara perempuanku denganmu. "
1339. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya syarat yang paling penting dipenuhi, adalah syarat untuk melegalkan kamu bersanggama."
1340. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita janda tidak bisa dikawinkan begitu saja sebelum diminta persetujuannya; dan seorang gadis tidak bisa dikawinkan sebelum diminta izinnya." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Bagaimana caranya kami memperoleh izinnya?"Jawab Rasulullah, "izinnya adalah jika ia diam."
1341. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang seorang sahaya perempuan yang hendak dikawinkan oleh keluarganya. Perlukah diminta persetujuannya atau tidak?" Jawab Rasulullah saw., "Ya, harus!" Tanya 'Aisyah r.a., "Dia pemalu, bagaimana itu?" Jawab Rasulullah saw., "Itulahtandanya setuju, yaitu ketika dia diam. "
1342. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Seorang janda lebih berhak atas dirinya dari walinya. Dan seorang gadis harus diminta persetujuan darinya, persetujuannya itu adalah jika ia diam." 1343. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengawini ku ketika aku berusia enamtahun. Mulai serumah tangga ketika aku berusia sembilan tahun. Lalu kami hijrah ke Madinah. Sampai di Madinah aku sakit
sebulan lamanya sehingga rambut ku rontok karenanya. Setelah rambut ku tumbuh dan panjang kembali, Ummu
Ruman mendatangi ku ketika aku sedang bermain-main jungkat-jungkit dengan teman ku. Ummu Ruman memanggil ku, lalu aku datang kepadanya, sedangkan aku tidak tahu apa maksudnya. Dia memegang tangan ku dan membawa ku sampai ke pintu rumah. Aku terengah-engah sambil menarik nafas, "Hah, hah," sehingganafas ku lega kembali. Kemudian aku dibawanya masuk ke dalam rumah. Ku temukan di sana telah menunggu beberapa wanita Anshar. Mereka sama berujar, "Selamat dan berkat! Serba nasib baik." Ummu Ruman menyerahkan ku kepada mereka, lalu mereka bersihkan kepala ku dan mendandani ku. Setelah dhuha, alangkahterkejutnya aku ketika kulihat Rasulullah saw. muncul di tempat kami, dan kemudian aku diserahkan mereka kepada beliau. "
1344. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. mengawininya ketika dia berusia enam tahun; dan serumah tangga dengan dia ketika berusia sembilan tahun. Kemudian Rasulullah saw. wafat ketika 'Aisyah berusia delapan belas tahun.
1345. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengawini ku pada bulan Syawal, dan serumah tangga dengan ku pada bulan Syawal. Maka istri Rasulullah saw. Mana yang lebih dicintainya dari ku?"
1346. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika aku sedang berada dekat Nabi saw., Tiba-tiba datang kepada beliau seorang pria minta nasihat, lalu dia berkata:" Aku akan menikahi seorang wanita Anshar. Bagaimana pendapat Anda? "Rasulullah saw. Balik bertanya," SudahkahAnda lihat wanita itu? "Jawabnya," Belum. "Sabda beliau," Lihatlah dia dahulu, karena dalam mata orang Anshar ada sesuatu. "
1347. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw., Lalu dia bertanya:" Aku akan menikahi seorang wanita Anshar; bagaimana saran Anda? "Jawab Rasulullah saw.," Tentu engkau lihatkah wanita itu? Karena dalam mata orang Anshar ada sesuatu. "Jawab pria itu," Sudah!Aku sudah melihatnya. "Tanya Nabi saw.," Berapa mas kawinnya? "Jawab:" Empat auqiyah. "Tanya:" Empat auqiyah? Seakan-akan engkau memungut saja perak di punggung bukit ini. Sedangkan kami tidak punya apa-apa yang dapat kami sumbangkan kepada mu. Tetapi engkau akan kami kirim dalam suatu rombongan yangakan bergabung mu. Kemudian Nabi saw. mengirim suatu tim kepada Bani Absi, di mana pria itu termasuk di dalamnya. "
1348. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya: "Seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia berkata:" Aku datang untuk menyerahkan diri ku kepada Anda. "Karena itu Rasulullah saw. Lihat kepada perempuan itu sejak dari atas sampai ke bawah. Kemudian beliau diam sambil menundukkan kepalanya.
Tatkala dilihat oleh perempuan itu Rasulullah saw. tidak memberikan tanggapan apa-apa, lalu dia duduk. Maka berdirilah seorang sahabat sambil berkata: "Ya, Rasulullah! Jika Anda tidak membutuhkan wanita itu, kahwinkanlah dia dengan ku. Rasulullah saw. Bertanya," Apakah engkau punya sesuatu untuk maskawinnya? "Jawab orang itu," Tidak! Demi Allah, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Pergilah kepada keluarga mu, lalu cari-cari, mungkin engkau bisa mendapatkan sesuatu. "Maka pergilah orang itu. Setelah kembali, dia berkata," Demi Allah! Tidak ada satu pun yang ku peroleh untuk mas kawinnya. "Maka bersabdapula Rasulullah saw., "Cobalah engkau cari-cari, meskipun hanya sebuah cincin besi." Lalu pergilah orang itu, dan setelah kembali dia berkata, "Tidak ada yang Rasulullah. Tidak ada meskipun hanya sebuah cincin besi. Yang ada hanya sarungku ini. Kata Sahal, dia tidak punya sarung selain yangdipakainya.
Kuberikan untuknya setengah. "Jawab Rasulullah saw.," Apa yang dapat engkau perbuat dengan sarungmu itu: jika engkau pakai, dia tak bisa memakainya, dan jika dia yang memakai, engkau tak punya apa-apa. "Karenanya, maka duduklah si pria. Setelah agak lama dia duduk, lalu dia berdiri. Rasulullah saw.melihat dia pergi, lalu disuruh panggil oleh beliau.
Setelah dia datang, beliau bersabda: "Surah apa sajakah yang dapat engkau hafal di antara surah-surah Al Qur'an?" Jawabnya, "Aku hafal surat ini dan surat itu dia menghitung. Tanya Rasulullah saw.," Dapatkah engkau hafal di luar kepala? "Jawab:" Ya! "Sabda Rasulullah saw.," Engkau bawalah dia! Akukawinkan engkau dengannya, dengan mahar mengajarkan Al Qur'an yang engkau hafal kepadanya. "
1349. Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman ra, katanya: "Aku bertanya kepada' Aisyah ra, istri Nabi saw.," Berapa mahar Rasulullah saw.? "Jawabnya," Mahar Rasulullah saw. untuk para istri beliau dua belah uqiyah dan satu nasy. Tahukah Anda berapa satu nasy itu? "Jawab ku," Tidak! "Kata beliau,"Setengah uqiyah. Maka jumlahnya sama dengan lima ratus dirham. Sekianlah mahar Rasulullah saw. Bagi masing-masing istri beliau."
1350. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Nabi saw. Melihat bekas kuning pada 'Abdur Rahman bin' Auf. Lalu dia tanya," Apa ini? "Jawabnya," Ya, Rasulullah. Aku baru menikahi seorang wanita dengan maharnya emas seberat biji kurma. "Sabda beliau," Semoga Allah memberkati perkahwinanmu. Adakanlahjamuan bagi perkahwinanmu itu, meskipun hanya dengan seekor kambing. "
1351. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Abdur Rahman bin 'Auf menikah pada masa Rasulullah saw. Dengan maharnya emas seberat biji kurma. Lalu bersabda Rasulullah saw. Kepadanya," Adakanlah jamuan makan untuk merayakan perkahwinanmu meskipun hanya dengan seekor kambing. "
1352 Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Memerangi Khaibar, kami shalat Subuh dekat negeri itu pagi-pagi sekali. Setelah selesai shalat Nabi saw. Mengendarai kendaraannya, lalu diikuti oleh Abu Thalhah, sedangkan aku membonceng kepada Abu Thalhah. Ketika melalui jalan-jalan sempitKhaibar, Rasulullah saw. memacu kendaraannya hingga lutut ku bersentuhan dengan paha Nabi saw. dan kainnya
tersingkap sehingga terlihat olehku putih paha Nabi saw. Tatkala memasuki desa, beliau membaca: "Allahu Akbar! Allahu Akbar! Takluklah Khaibar! Ketika kami menempati suatu kampung, maka bertekuk lututlah penduduknya." Dia mengulangi ucapannya itu sampai tiga kali. Kata Anas selanjutnya, "Pendudukmulai keluar ke tempat-tempat mereka bekerja. Lalu mereka berteriak: "Muhammad dan pasukannya!" Mereka kami taklukkan dengan kekerasan, dan seluruh tawanan telah kami kumpulkan. Maka datanglah Dihyah kepada Rasulullah saw., Lalu katanya, "Ya, Rasulullah! Berilah aku seorang sahaya perempuan dari tawananitu. "Jawab Rasulullah saw.," Pergilah ambil! "Lalu di ambilnya Shafiyah binti Huyay. Kemudian datang seorang pria kepada Rasulullah saw., lalu katanya:" Ya, Nabiyallah! Kenapa Shafiyah yang Anda berikan kepada Dihyah, padahal Shafiyah itu adalah putri Huyay,
pemimpin Bani Quraizhah dan Bani Nadhir. Shafiyah tidak pantas bagi orang lain selain untuk Anda sendiri. "Sabda Nabi saw.," Panggil Dihyah, suruh bawa Shafiyah ke sini! "Dihyah datang ke hadapan Rasulullah saw. Sambil membawa Shafiyah. Setelah Shafiyah nampak oleh Rasulullah saw. Beliau bersabda kepadaDihyah, "Ambil olehmu sahaya yang lain di antara tawanan itu." Kemudian Rasulullah saw. memerdekakan Shafiyah, lalu beliau menikahinya. Tsabit bertanya kepada Anas, "Ya, Abu Hamzah! Apakah mahar Rasulullah kepada Shafiyah?" Kata Anas, "Diri Shafiyah sendiri. Dia memerdekakannya dan menikahinya."Dalam perjalanan pulang, Ummu Sulaim mempersiapkan Shafiyah dan menyerahkannya malam itu kepada Rasulullah saw. Esok pagi Nabi saw. mengadakan jamuan pernikahannya. Sabda beliau, "Siapa yang punya makanan bawalah ke sini!" Lalu ia bentangkan tikar kulit. Ada orang yang membawa susu kering, adayang membawa kurma, ada yang membawa minyak samin. Semuanya dikumpulkan jadi satu, dan itulah jamuan pernikahan Rasulullah saw. dengan
Shafiyah binti Huyay. "
1353. Dari Abu Musa r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang memerdekakan hamba sahaya, kemudian menikah dengannya, maka dia mendapat dua pahala."
1354. Dari Anas ra, hadis ini diriwayatkan pula oleh Bahzi ra, katanya: "Ketika iddah Zainab (mantan isteri Zaid) telah habis, maka bersabda Rasulullah saw. Kepada Zaid (anak angkat Nabi saw.)," Hai, Zaid!
Pergilah engkau melamar Zainab untukku! "Maka pergilah zaid menemui Zainab; didapatinya Zainab sedang mengaduk adonan kue. Kata Zaid," Ketika aku melihat Zainab, hatiku berdebar, sehingga tak kuasalah aku
rasanya ingin melihatnya, untuk menyampaikan pesan Rasulullah saw. kepadanya. Oleh karena itu ku belakangi dia sambil mundur dan berkata kepadanya, "Ya, Zainab! Aku diutus Rasulullah saw. Melamarmu untuk beliau. Bagaimana tanggapanmu?" Jawab Zainab, "Aku belum dapat membuat suatu putusan sebelum berolehpetunjuk dari Tuhan ku. "Lalu dia pergi ke tempatnya shalat, melakukan
solat istikharah. Sementara itu Qur'an turun kepada Nabi saw. (Memerintahkan beliau agar mengawini Zainab, surat Al Ahzab, ayat 37). Lalu ia langsung masuk ke rumah Zainab tanpa izin lebih dahulu, (karena ia dinikahkan Allah seperti dinyatakan dalam ayat 37 surat Al Ahzab) Kata Anas,"Aku masih ingat, ketika itu kami dijamu dengan roti dan daging. Ketika hari telah cukup tinggi, para tamu sudah banyak yang pulang, hanya tinggal beberapa orang berbicara dalam rumah sesudah makan. Rasulullah keluar menuju ke rumah para istrinya yang lain dan aku mengikutinya dari belakang.Beliau memberi salam kepada mereka dan mereka menjawab salam beliau sambil bertanya, "Bagaimana halnya istri baru Anda?" Kata Anas, "Aku tidak ingat, apakah aku yang mengabarkan kepada Nabi saw., Atau barangkali dia yang memberitahukan kepada ku, bahwa tamu-tamu telah pulang semuanya. Maka Rasulullahsaw. pulang kembali ke rumah Zainab, dan aku masuk pula bersama beliau. Sampai di rumah dia tutupkan tirai antara aku dengan dia. Maka turun ayat hijab memberi pelajaran kepada kaum muslimin. Ibnu Rati 'menambahkan dalam haditsnya: "Janganlah kamu masuk ke rumah Nabi, kecuali bila kamu telahdiizinkan masuk untuk makan,
tanpa menunggu lama makanan terhidang sampai firman-Nya Allah tidak malu mengatakan yang benar. "(Al Ahzab: 53).
1355. Dari Anas ra, katanya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Mengadakan jamuan makan bagi perkawinan beliau dengan para istrinya seperti jamuan yang diadakannya waktu menikahi Zainab- Ketika
itu beliau menyembelih kambing. "
1356. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah mengadakan pesta pernikahan beliau dengan para istrinya seramai dan semeriah pesta yang diadakannya ketika pernikahannya dengan Zainab." Tanya Tsabit Al Bunani, "Dengan apa ia menjamu ketika itu?" Jawab Anas, "Tamu-tamu diberimakan roti dengan daging, dan ternyata makanan itu masih banyak bersisa. "
1357. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Setelah Rasulullah saw. Menikah dengan Zainab, dia pergi ke
rumah para istrinya. Sementara itu ibu ku, Ummu Sulaim membuat kue yang diletakkannya dalam mangkuk untuk hadiah bagi beliau. Ibu ku menyuruh ku, "Hai, Anas! Pergilah antar kue ini kepada Rasulullah saw. Katakan bahwa ini sedikit kiriman dari ibu untuk beliau, dan sampaikan salam ibu kepada beliau."Aku segera mengantar kue itu kepada Rasulullah saw., Dan berujar, "Ibu ku menyuruh antar sedikit kue yang dibuatnya sendiri untuk Anda, dan mengirim salam kepada Anda." Jawab beliau, "Letakkanlah di situ. Sesudah itu pergilah engkau mengundang orang datang ke sini, si Fulan, si Fulan, si Fulan - nyamenyebutkan beberapa nama dan siapa saja yang bertemu denganmu. "Lalu aku pergi mengundang orang yang disebutkan beliau dan siapa saja yang bertemu dengan ku. Kata Abi 'Usman," Aku bertanya kepada Anas, berapa kira-kira jumlah undangan itu? "Kata Anas, "Sekitar tiga ratus orang." Kata Anas selanjutnya,Rasulullah saw. bersabda kepada ku, "Bawa kemari kue tadi!" Sementara itu para tamu telah banyak datang, sehingga memenuhi pelataran dan ruang dalam. Rasulullah saw. bersabda: "Buatlah kelompok-kelompok sepuluh orang dan masing-masing kelompok menyantap hidangan yang di dekatnya." Para tamu makansampai kenyang. Kelompok yang telah selesai makan lalu keluar, digantikan oleh kelompok yang lain, sehingga semuanya tidak ada yang ketinggalan. Setelah selesai, Rasulullah saw. bersabda, "Hai, Anas! Angkatlah!" Lalu ku angkat sisa hidangan itu. Aku tidak tahu, apakah hidangan itu memang banyak ketikadisajikan, atau mungkin bertambah ketika ku angkat. Kata Anas selanjutnya, "Beberapa orang di antara para tamu ternyata masih ada yang duduk bercakap-cakap di rumah Rasulullah saw., Sehingga Zainab istri baru ia memalingkan mukanya ke dinding. Hal itu sesungguhnya sangat menyusahkan Rasulullahsaw. Lalu beliau keluar menuju ke rumah para istrinya yang lain. Kemudian, setelah beberapa saat lamanya, dia kembali. Ternyata para tamu itu masih berada di sana. Tatkala mereka melihat Rasulullah saw. telah kembali, barulah mereka merasa bahwa mereka telah menyusahkan beliau. Lalu mereka segerakeluar. Dia masuk dan menutup tabir. Tidak lama kemudian, ketika aku masih duduk di mangan, Rasulullah saw. keluar menemui ku, dan ketika itu turun ayat ini: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masuk ke rumah Nabi, kecuali bila kamu telah disilakan masuk untuk makan, tanpa menunggu lamamakanan terhidang. Tetapi jika kamu diundang, maka masuklah. Dan bila kamu telah selesai makan, keluarlah tanpa memperpanjang percakapan, karena yang demikian itu sesungguhnya mengganggu Nabi sampai akhir ayat (Al Ahzab: 53). Setelah ayat itu selesai download, Rasulullah saw. keluar, lalu membacakannyakepada orang banyak.
1358. Dari Anas ra, katanya: "Ketika Nabi saw. Kahwin dengan Zainab, Ummu Sulaim memberikan sebuah kue dalam mangkuk batu kepada beliau. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepada Anas," Undang ke sini atas namaku siapa saja umat Islam yang berjumpa denganmu! "Maka ku undanglah siapa saja yang berjumpadengan ku, sehingga tidak ada yang ketinggalan. Mereka datang ke rumah Nabi, keluar masuk bergantian. Nabi saw. meletakkan tangannya di atas makanan, lalu beliau doakan makanan itu seperti yang diajarkan Allah swt. kepada beliau. Para tamu makan semuanya sampai kenyang, dan setelah itu mereka pergi.Kecuali beberapa orang di antara mereka masih tetap berbicara dan memanjang-manjangkan percakapan mereka. Nabi saw. malu akan menegur mereka, lalu ia keluar dan meninggalkan mereka dalam rumah. Karena itu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masukke rumah Nabi, kecuali bila kamu telah disilakan untuk makan, tanpa menunggu-nunggu makanan terhidang. "(Al Ahzab: 53).
1359. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu diundang ke suatu jamuan makan, hendaklah kamu penuhi undangan itu."
1360. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apa bila kamu diundang ke suatu pesta pernikahan, hendaklah kamu perkenankan undangan itu."
1361. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seorang saudara mu mengundang kamu menghadiri suatu jamuan, harus diperkenankan, baik undangan itu jamuan pernikahan atau sebagainya."
1362. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Penuhilah suatu undangan ketika kamu memang diundang menghadirinya. Kata Nafi ',' Abdullah bin 'Umar memang selalu mendatangi setiap undangan, baik undangan pesta pernikahan atau tidak; bahkan sekalipun dia sedang puasa."
1363. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu diundang ke suatu jamuan makan, hendaklah kamu perkenankan. Jika kamu ingin makan silakan, dan jika tidak, tidak apa-apa."
1364. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu diundang menghadiri suatu jamuan, harus diperkenankan. Jika kamu sedang puasa shalatlah dan jika kamu tidak puasa makanlah."
1365. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seburuk-buruk makanan adalah makanan pesta, ketika yang diundang ke pesta itu hanya orang-orang kaya saja, tanpa mengikut-sertakan orang-orang miskin. Siapa yang tidak mendatangi suatu undangan, sesungguhnya dia mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. "
1366. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seburuk-buruk makanan adalah makanan pesta, di mana orang yang seharusnya datang tidak diundang, sedangkan orang yang enggan datang malah diudang. Dan siapa yang tidak memenuhi suatu undangan sesungguhnya dia durhaka kepada Allah dan RasulNya." 1367.Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu ketika istri Rifa'ah datang kepada Nabi saw. lalu dia berujar:" Aku mantan istri Rifa'ah, yang telah ditalak tiga oleh Rifa'ah. Kini aku kahwin dengan 'Abdur Rahman bin Zabir. Tapi anunya seperti jumbai kain (impotent). Rasulullah saw. tersenyum mendengarkannya,lalu dia bertanya: "Apakah kamu ingin kembali kepada Rifa'ah? Itu tidak bisa sebelum engkau merasakan I madunya Abdur Rahman, dan 'Abdur Rahman merasakan madumu (kamu sanggama dengan' Abdur Rahman)."
1368. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah ditanya orang tentang seorang perempuan yang telah menikah, lalu ditalak oleh suaminya, kemudian dia menikah dengan pria lain, lalu ditalak pula oleh suaminya yang kedua ini sebelum mereka melakukan sanggama. Ditanyakan, "Apakah bisa wanitaitu kahwin kembali dengan suaminya yang pertama? "Sabda Rasulullah saw.," Tidak bisa, sebelum suaminya yang kedua itu merasakan madunya masing-masing (keduanya bersanggama). "
1369. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalaulah mereka bila hendak bersetubuh membaca doa, Bismillahi Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana ma Razaq tana, maka jika ditakdirkan Allah mereka mendapat anak dari persetubuhan itu, setan tidak kuasa mengganggu anakitu selama-lamanya. "
1370. Dari Jabir ra, katanya: "Orang-orang Yahudi mengatakan, ketika seseorang suami mendatangi isterinya dari arah belakang, anaknya jereng. Karena itu turunlah ayat:" Isterimu adalah kebun bagimu; maka datangilah kebunmu dari arah yang kamu inginkan. "(Al Baqarah: 223).
1371. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seorang istri tidur memisah dari
ranjang suaminya, maka si istri itu dikutuk malaikat sampai pagi. "1372. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Demi Allah, yang jiwaku di tanganNya, ketika seorang pria memanggil istrinya tidur ke ranjang, tetapi si istri menolak, maka penduduk langit marah kepadanya sampaisuaminya memaafkannya. "
1373. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang, tetapi tidak diperkenankan oleh istrinya, lalu semalam itu suaminya marah kepadanya, maka si istri itu mendapat kutuk malaikat sampai Subuh."
1374. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seburuk-buruk tempat manusia di sisi Allah kelak hari kiamat, adalah tempat suami yang telah saling percaya-percaya dengan istrinya, tetapi kemudian si suami membuka rahasia pribadi istrinya sendiri." 1375. Dari Ibnu Muhairizra, katanya dia dan Abu Shirmah ra, datang kepada Abu Sa'id Al Khudri ra, lalu dia bertanya: "Ya, Abu Said Apakah Anda mendengar Rasulullah saw. menjelaskan perihal 'azal."
Jawab Abu Sa'id, "Ya, ada. Yaitu ketika kami berperang bersama Rasulullah saw. Memerangi Bani Mushthaliq, kami berhasil menawan wanita-wanita Arab yang cantik-cantik. Kami telah lama kesepian. Sedangkan kami menginginkan tebusan dari tawanan-tawanan itu. Karena itu kami bermaksud hendak menyetubuhimereka tetapi dengan 'azal. Lalu kami tanyakan hukumnya kepada Rasulullah saw. Jawab beliau, "Tidak ada gunanya kamu melakukan 'azal, karena sejumput roh yang telah ditetapkan Allah harus tercipta, akan tetap ada sampai hari kiamat."
1376. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Masalah 'azal pernah dibicarakan orang dekat Nabi saw. Lalu beliau bertanya:" Apa itu' azal? "Jawab para sahabat," Seorang pria menyetubuhi istrinya yang sedang menyusui anaknya, tetapi dia tidak ingin istrinya itu hamil. Atau seorang pria menyetubuhihamba
sahayanya, tetapi dia tidak ingin sahaya itu hamil karenanya. "Jawab Nabi saw.," Tidak ada gunanya kalian berbuat seperti itu. Karena kehamilan itu termasuk qadar. "Kata Ibnu 'Aun." Setelah hal itu ku kabarkan kepada Hasan, maka kata Hasan, "Demi Allah. Sesungguhnya yang demikian itu adalah tegurandari Allah. "
1377. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. Ditanya orang perihal 'azal. Jawab beliau," Tidak semua air mani langsung menjadi anak. Tetapi apabila Allah menghendaki membuat sesuatu, tidak satu pun yang dapat menghalangi-Nya. "1378. Dari Jabir ra, katanya:" Seorang pria datangkepada Rasulullah saw. lalu dia bertanya: "Aku memiliki seorang sahaya perempuan yang bekerja melayani dan menyiram tanaman kami. Aku sering seketiduran dengannya, tetapi aku tidak ingin kalau dia hamil. Bagaimana itu, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Jika engkau mau, lakukanlah 'azal. Namunbegitu sekalipun, apa yang telah ditetapkan Allah pasti akan datang jua. "Tidak berapa lama kemudian, pria itu datang pula kepada Nabi saw., katanya:" sahaya perempuan yang kuceritakan dulu telah hamil. "Jawab Rasulullah saw.," Bukankah aku telah mengatakan kepada Anda, bahwa apa yang telah ditetapkanAllah pasti akan datang jua. "
1379. Dari Jabir ra, katanya: "Kami pernah melakukan 'azal, padahal pada saat itu Qur'an selalu turun. Ishak menambahkan ucapan Sufyan," Kalau perbuatan' azal itu terlarang, tentu Qur'an telah melarang perbuatan kami itu. "
1380. Dari Jabir ra. Katanya "Kamu pernah melakukan 'azal pada masa Rasulullah saw., Dan berita perbuatan kami itu sampai pula kepada Rasulullah saw., Tetapi beliau tidak melarang kami melakukannya." 1381. Dari Judzamah binti Wahab Al Asadiyah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw, bersabda: "Sesungguhnyaaku telah bertekad akan melarang ghilah (menyetubuhi istri pada masa menyusui anak). Kemudian aku ingat bangsa Rumawi dan Persia melakukan hal itu, tetapi tidak menyebabkan anak mereka cacat. "
1382. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw., Lalu dia
bertanya: "Aku melakukan 'azal terhadap istri ku (yang sedang dalam masa menyusui bayi). Bagaimana itu hukumnya, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Apa yang mendorongmu melakukannya?" Jawab pria itu, "Aku kasihan terhadap anak-anaknya (takut kalau menjadi cacat)." Sabda Rasulullah saw., "Seandainyahal itu
menyebabkan anak-anak cacat, sudah cacatlah orang-orang Persia dan Rumawi. "
1383. Dari 'Amrah ra, katanya' Aisyah ra, menceritakan kepadanya bahwa ketika Rasulullah saw. berada di sisi 'Aisyah, dia pernah mendengar suara seorang pria minta izin masuk ke rumah Hafshah. Lalu dia mengatakannya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Ada seorang pria minta izin masuk ke rumahistri Anda (Hafshah), "Jawab Rasulullah saw.,
"Kukira orang itu paman sesusuan dengan Hafshah." Tanya 'Aisyah, "Seandainya paman Susuanku masih hidup, bisakah dia masuk ke rumahku?" Jawab Nabi saw., "Tentu saja bisa! Sesusuan menyebabkan haram
dikawini seperti ilegal karena sekandungan. "
1384. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. pernah bersabda kepadanya, "Haram kahwin karena sesusuan, semua yang diharamkan karena sekandungan." 1385. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Atlah, saudara Abu Qu'ais, yaitu paman sesusuan' Aisyah, pernah datang ke rumahku setelah ayat hijab (ayat yang memerintahkansehingga wanita memakai tabir) turun, dan dia minta izin hendak masuk, tetapi aku tidak memungkinkannya. Setelah Rasulullah saw. datang, kuceritakan hal itu kepada beliau, lalu beliau menyuruh ku sehingga memungkinkan masuk. "
1386. Dari 'Urwah ra, katanya' Aisyah menceritakan kepadanya, bahwa Atlah saudara Abu Qu'ais pernah minta izin kepadanya hendak masuk ke rumahnya, sesudah turun ayat hijab. Sedangkan Abu Qu'ais adalah tua 'Aisyah karena susuan. Kata 'Aisyah, "Demi Allah, aku tidak memungkinkan Aflah itu masuk, sehinggaada izin Rasulullah saw. lebih dahulu. Sesungguhnya bukan Abu Qu'ais yang menyusukan ku, tetapi adalah istrinya. - (Jadi Abu Qu'ais adalah ayah susuan 'Aisyah dan Aflah paman susuannya) - Kata' Aisyah, "Setelah Rasulullah saw. Pulang, ku ceritakan peristiwa itu kepada beliau. Yaitu bahwa Aflah, saudaraAbu Qu'ais datang kepada ku dan dia minta dibolehkan masuk. Aku tidak memungkinkannya sebelum ada izin dari Rasulullah saw. "Sabda Nabi saw.," Izinkanlah dia masuk! "Kata 'Urwah," Karena itu Aisyah berkata: "haramkanlah karena sesusuan apa yang diharamkan karena seturunan."
1387. Dari Aisyah ra, katanya: "Paman susuan ku datang dan dia minta izin masuk ke rumah ku. Aku menolak memberinya izin sebelum ada perintah Rasulullah saw. Tatkala Rasulullah saw. Datang, lalu ku ceritakan kepada beliau bahwa paman susuan ku minta izin masuk ke rumah ku, tapi aku menolak mengizinkannya.Lalu bersabda Rasulullah saw., "Biarkanlah pamanmu masuk ke rumahmu!" Jawab ku, "Bukankah yang menyusukan ku wanita, bukan pria." Jawab Rasulullah saw., "Dia pamanmu. Biarkanlah dia masuk ke rumahmu!"
1388. Dari 'Urwah ra, katanya' Aisyah mengabarkan kepadanya bahwa paman susuannya bernama Aflah, minta izin hendak masuk ke rumahnya. Tapi 'Aisyah menutup pintu atau tabir. Lalu 'Aisyah menceritakannya kepada Rasulullah saw. Sabda Rasulullah kepada Aisyah, "Jangan menutup pintu terhadapnya. Diharamkankarena sesusuan apa yang diharamkan karena turunan. "
1389. Dari Ali ra, katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Mengapa Anda sangat mengutamakan pilihan kepada wanita-wanita Quraisy, sehingga mengesampingkan kami?" Jawab Rasulullah saw., "Apakah kamu mengenal wanita yang pantas bagiku?" Jawab Ali, "Ya, ada! Yaitu puteri Hamzah."Maka bersabda Rasulullah saw., "Dia tidak halal bagi ku, karena dia puteri saudara ku sesusuan."
1390. Dari Umnu Habibah ra, istri Nabi saw., Katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulullah! Nikahilah saudara ku 'Azzah. Jawab Rasulullah saw.," Betulkah begitu keinginanmu? "Jawab Ummu Habibah," Benar, ya, Rasulullah! Karena aku tidak tega Anda beristeri kepada yang lain. Tapi akuingin yang menjadi sekutu dalam kebajikan (maduku) saudara ku sendiri. "Jawab Rasulullah saw.," Dia ('Azzah) tidak halal bagi ku (karena ia saudaramu. Tidak bisa menikahi dua saudara sekaligus). "Kata Ummu Habibah," Aku mendengar berita bahwa Anda akan menikah dengan Durrah binti Abu Salamah (yaknianak tiri Nabi saw. dengan istrinya Ummu Salamah). Tanya Rasulullah saw. (Agak terkejut), "Dengan anak gadis Ummu Salamah?" Jawab Ummu Habibah, "Ya." Sabda Rasulullah saw., "Seandainya dia bukan anak tiriku yang kubesarkan di rumahku (yang halal ku, dia tetap tidak halal bagiku; karena dia anak saudaraSusuanku, karena aku dan Abu Salamah sama-sama menyusu kepada Tsuwaibah. Karena itu janganlah engkau tawar-tawarkan lagi kepada ku anak-anakmu dan saudara-saudaramu. "
1391. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Satu atau dua kali menyusu tidak mengharamkan (pernikahan)."
1392. Dari Ummul Fadhal ra, katanya: "Seorang Arab dusun datang kepada Nabi saw. Ketika beliau sedang berada di rumahku, lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah! Aku telah beristri, lalu aku kahwin pula dengan wanita lain. Kemudian, istri pertamaku mengatakan bahwa dia pernah menyusui istri ku yangmuda itu satu atau dua kali susuan. Bagaimana itu, ya Rasulullah? "Jawab Nabi saw.," Satu atau dua kali susuan tidak mengharamkan pernikahan. "
1394. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Bahwasanya Salim, maula Abu Hudzaifah, masih tetap tinggal bersama Abu Hudzaifah dan keluarganya di rumah mereka, meskipun Salim telah dimerdekakan. Maka datanglah istri Abu Hudzaifah kepada Nabi saw. Menanyakan hal itu kepada beliau. Katanya : "Salim telah balighdan berpikir dewasa. Tapi dia masih bebas saja keluar masuk rumah kami sebagai biasa. Aku khawatir kalau-kalau dalam diri Abu Hudzaifah timbul pikiran yang bukan-bukan. "Maka bersabda Nabi saw.," Susukan dia (Salim) supaya engkau jadi muhrimnya. Dan dengan
begitu hilang pulalah pikiran yang bukan-bukan dari diri Abu Hudzaifah. "Pada waktu yang lain, istri Abu Hudzaifah datang pula kepada beliau, katanya:" Aku telah menyusui,
dan telah hilang pula pikiran yang bukan-bukan dari diri Abu Hudzaifah. "
1395. Dari Zainab binti Ummu Salamah ra, katanya Ummu Salamah pernah berkata kepada 'Aisyah ra, "Kenapa anak lelaki yang sudah baligh itu bebas saja keluar masuk rumahmu. Kalau aku, tidak senang dia masuk ke rumahku." Jawab 'Aisyah, "Kenapa kamu tidak mengambil teladan kepada Rasulullah saw.? Sesungguhnyaistri Abu Hudzaifah pernah melapor kepada Rasulullah saw. bahwa Salim bebas saja keluar masuk rumahnya. Padahal Salim itu telah dewasa, sehingga timbul sesuatu dalam diri Abu Hudzaifah. Lalu sabda Rasulullah saw. kepada istri Abu Hudzaifah, "Susukanlah dia (Salim) sehingga dia menjadi muhrimmu." 1396.Dari Ummu Salamah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Para istri Nabi saw. Menolak memberi kebebasan untuk keluar masuk rumah mereka, bagi anak yang telah dijadikan muhrim,
karena susuan. Dan kami berkata kepada 'Aisyah, "Demi Allah, kami berpendapat bahwa kasus seperti itu adalah suatu keringanan yang diberikan Rasulullah saw. Khusus bagi Salim. Karena itu tidak seorang jua pun muhrim susuan yang dapat masuk ke rumah kami dan melihat kami tanpa hijab."
1397. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. masuk ke rumahku, kebetulan saat itu seorang pria duduk di dekatku. Rasulullah saw. keberatan atas hal itu dan tampak di wajahnya dia marah. Lalu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Sesungguhnya dia ini saudara Susuanku. "Sabda beliau, "Telitilah saudara susuanmu, karena menyusu adalah karena kelaparan." 1398. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Setelah selesai perang Hunain, Rasulullah saw. Mengirim pasukan ke Authas. Mereka bertemu dengan musuh dan segera bertempur. Mereka dapat memenangkan pertempuran itudan berhasil menawan musuh, termasuk di antaranya tawanan-tawanan wanita. Para sahabat Rasulullah saw. berkeberatan menggauli wanita tawanan (sahaya) mereka, karena mereka punya suami orang-orang musyrik. Sehubungan dengan kasus tersebut Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat sebagai berikut: "Dan diharamkan bagi kamu menikahi wanita-wanita bersuami, kecuali sahaya-sahaya yang kamu miliki. (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu (An Nisa ': 24). Artinya, mereka halal bagi mu setelah 'iddah mereka habis. "
1399. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Sa'ad bin Abi Waqqash bersengketa dengan' Abdu bin Zam'ah tentang seorang anak lelaki. Kata Sa'ad," Ya, Rasulullah! Anak ini adalah anak saudara ku 'Utbah bin Abi Waqqash. Dia berpesan kepada ku bahwa ini memang anaknya. Tengoklah bukankah diamirip benar dengan 'Utbah? "Kata Abdu bin Zam'ah," Anak ini adalah saudara ku. Dia lahir di tikar ayahku, dari sahaya perempuan ayahku. "Rasulullah saw. Memperhatikan anak itu dengan teliti, ternyata awaknya memang serupa benar dengan 'Utbah bin Abi Waqqash. Lalu beliau bersabda:" Anak ini untukmu,hai 'Abdu. Yaitu untuk orang yang punya tikar, di mana anak itu dilahirkan. Sedangkan pria yang menzinai ibunya tidak punya hak apa-apa terhadapnya. Karena itu tetaplah kamu menutupkan tabirmu terhadapnya, hai Saudah binti Zam'ah. "
1400. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Anak yang lahir dari hubungan gelap ibunya, menjadi milik orang yang punya tikar (suami ibunya atau majikan ibunya jika ibunya itu sahaya). Sedangkan pria yang menzinai ibunya tidak punya hak apa-apa terhadap anak itu . "
1401. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah
saw. memasuki rumahku dengan gembira, lalu ia berkata: "Hai, 'Aisyah! Engkau dengarkah tadi Mujazziz Mudliji (anggota identifikasi) masuk ke rumahku? Dia melihat Usamah dan Zaid dalam selimut beludru dengan kepala mereka tertutup dan telapak kaki terbuka. Mujazziz itu berkata, "Telapak kakiini mirip satu sama lain (artinya mereka memiliki hubungan darah / turunan). "
1402. Dari Ummu Salamah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Baru kahwin dengannya (Ummu Salamah), dia tinggal di rumah Ummu Salamah hanya tiga hari. Rasulullah saw. Bersabda:" Ini tidak berarti aku menghina keluargamu. Jika engkau menghendaki, aku dapat tinggal di rumah mu tujuh hari. Jika begitu,tentu di rumah istri ku yang lain tujuh hari pula. "
1403. Dari Abu Bakar bin 'Abdur Rahman ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Baru kahwin dengan Ummu Salamah, beliau tinggal di rumahnya (tiga malam). Ketika ia hendak pergi ke rumah istrinya yang lain, baju beliau ditarik oleh Ummu Salamah. Lalu sabda beliau, "Jika engkau menghendaki, akan kutambahmalam pengantinmu, dan tentu saja akan ku perhitungkan. Untuk gadis tujuh malam dan untuk janda tiga malam. "
1404. Dari Anas r.a., katanya; "Nabi saw. Memiliki sembilan orang istri. Bila beliau menggilir mereka, baru kembali ke istri pertama setelah hari kesembilan. Biasanya mereka berkumpul setiap malam di rumah istri yang sedang ia datangi. Pada suatu waktu, ketika ia sedang giliran di rumah'Aisyah, Zainab datang. Rasulullah saw. mengulurkan tangannya kepada Zainab, lalu kata 'Aisyah, "Ini Zainab!" Karena itu Nabi saw. menarik tangannya kembali. Maka terjadilah pertengkaran antara 'Aisyah dan Zainab, padahal shalat sudah diqamatkan orang. Kebetulan Abu Bakar lewat dekat situ dan dia mendengarsuara keduanya bertengkar. Lalu kata Abu Bakar, "Ya, Rasulullah!
Keluarlah shalat. Tutup mulut mereka dengan tanah. "Rasulullah saw. Keluar pergi shalat. Kata 'Aisyah," Setelah selesai shalat, tentu Abu Bakar akan datang memarahi ku. "Benar juga, setelah selesai shalat, Abu Bakar mendatangi' Aisyah dan memarahinya. Katanya," Begini kiranya perbuatanmu! "1405. Dari 'Aisyahra, katanya: "Tidak seorang jua pun wanita yang kusukai menjadi contoh teladan bagi ku selain Saudah binti Zam'ah, yaitu seorang wanita yang berpikiran tajam." Kata 'Aisyah selanjutnya, "Tatkala Saudah berangsur tua juga, dia memberikan hari gilirannya di samping Rasulullah saw. Kepada' Aisyah." Katanya,"Ya, Rasulullah! Hari giliranku bersama Anda kuberikan kepada 'Aisyah." Karena itu giliran 'Aisyah bersama Nabi saw. menjadi dua hari. Satu hari adalah hari gilirannya sendiri, sedang yang satu hari lagi adalah hari giliran Saudah. "
1406. Dari 'Aisyah ra, katanya, "Aku selalu mencela wanita yang menyerahkan dirinya kepada Rasulullah saw., Dan berujar:" Apakah wanita menyerahkan dirinya? "Tatkala Allah' Azza wa Jalla menurunkan ayat:" Kamu dapat menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara para istri mu, dan dapatpula menggauli siapa yang kamu kehendaki .. "(Al Ahzab: 51), lalu kata
'Aisyah kepada Nabi saw., "Kulihat Tuhan Anda sangat cepat memenuhi keinginan Anda."
1407. Dari Abu Hurairah ra, katanya, "Wanita itu dikawini karena empat hal: Karena hartanya, karena turunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka Prioritaskanlah karena agamanya, niscaya engkau bahagia."
1408. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku menikah pada masa Rasulullah saw., Sesudah itu aku bertemu dengan Nabi saw., Lalu beliau bertanya:" Ya, Jabir! Sudah kahwinkah engkau? "Jawab ku," Sudah, ya Rasulullah! "Tanya beliau:" Dengan gadis
atau dengan janda? "Jawab ku," Dengan janda. "Sabda beliau," Kenapa tidak dengan gadis? Engkau akan senang bersenda-gurau dengannya. "Jawab ku," Aku punya saudara-saudara perempuan, ya Rasulullah. Aku khawatir istri ku akan turut mengatur urusanku dengan adik-adikku. "Sabda Rasulullah saw.," Oh !, begitu.Karena itulah justru wanita itu dikawini karena agamanya, karena hartanya, dan karena kecantikannya. Rupanya engkau telah memilih yang beragama. Semoga engkau bahagia! "
1409. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Bapaku' Abdullah meninggal dunia, meninggalkan sembilan orang anak perempuan. Lalu aku menikah dengan seorang janda. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepada ku," Ya, Jabir! Kudengar engkau sudah kawin. Benarkah itu? "Jawab ku," Benar, ya Rasulullah. "Tanyabeliau, "Dengan gadis atau janda?" Jawab ku, "Dengan janda, ya Rasulullah." Sabda Nabi saw., "Kenapa tidak dengan gadis, meskipun gadis itu sahaya, engkau akan senang bercumbu atau gelak tertawa dengannya." Jawab ku, "Ayahku, 'Abdullah meninggal dunia dan meninggalkan sembilan orang anak perempuan.Aku tidak ingin menikah dengan perempuan yang sebaya dengan saudara-saudaraku, tetapi lebih suka membawa kepada mereka perempuan yang dapat mengurus kemaslahatan mereka. "Sabda Nabi saw.," Semoga Allah memberkati mu. "
1410. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dunia adalah kesenangan. Sebaik-baik kesenangan dunia adalah perempuan yang saleh."
1411. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Wanita itu bagaikan tulang rusuk (bengkok). Bila engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia patah. Tetapi jika engkau biarkan, engkau dapat bersenang-senang dengannya sekalipun dia tetap bengkok."
1412. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kaum wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan tak dapat engkau luruskan walau dengan cara bagaimanapun. Jika engkau merasa senang kepadanya bersenang-senanglah, namun dia tetap saja
bengkok. Jika engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia patah. Mematahkannya adalah menceraikannya. "1413. Dari Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. Bersabda:" Siapa yang iman dengan Allah dan hari kiamat, maka ketika dia menyaksikan suatu peristiwa, hendaklah dia menanggapinya dengan baik atau diam.Bijaksanalah membimbing wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagiannya yang paling bengkok adalah yang sebelah atas. Jika engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia patah. Tetapi jika engkau biarkan, dia akan selalu bengkok. Karena itu bijaksanalah membimbing wanita denganbaik. "
1414. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan memarahi wanita mu'minah. Jika kamu benci akan perangainya, niscaya ada pula yang menyenangkan darinya." 1415. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
"Kalau bukan karena pengkhianatan Hawa, niscaya wanita tidak akan khianat selamanya kepada suaminya." 1416. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kalau bukan karena kesalahan Bani Israil, niscaya makanan dan daging kita tidak basi dan busuk. Dan kalau bukan karenapengkhianatan Hawa, niscaya kaum wanita tidak akan berkhianat kepada suaminya selama-lamanya. "
1417. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya dia pernah mentalak istrinya di masa Rasulullah saw., Ketika istrinya sedang haid. Lalu Umar bin Khaththab menanyakan hukum kasus tersebut kepada Rasulullah saw. Sabda beliau, "Suruh dia ruju '(kembali kepada istrinya) kemudian tunggulah sampai dia suci, sesudahitu dia haid lagi, kemudian suci kembali. Pada saat suci kedua itulah dia bisa memilih apakah dia akan tetap berpasangan atau bercerai, yaitu sebelum melakukan persetubuhan lagi. Dan itulah yang dimaksud dengan 'iddah, yang diperintahkan Allah' Azza wa Jalla menerapkannya. "
1418. Dari Nafi 'ra, katanya: "Bahwasanya Ibnu' Umar ra pernah mentalak istrinya ketika sedang haid. Lalu ditanyakan hukumnya oleh 'Umar kepada Nabi saw Rasulullah saw. Memerintahkan Ibnu' Umar ruju ', kemudian menunggunya sampai haid lagi, dan setelah itu suci kembali. Sesudah itu barulahdia bisa mentalaknya sebelum menyetubuhinya. Itulah yang disebut 'iddah yang diperintahkan Allah supaya mentalak perempuan pada waktu suci. Kata Nafi ', "Ketika Ibnu' Umar ditanya tentang seorang pria yang mentalak istrinya ketika haid, Ibnu 'Umar menjawab, jika engkau mentalaknya satu atau duakali, Rasulullah saw. memerintahkan supaya ruju ', kemudian harus menunggu perempuan itu haid lagi sampai dia suci kembali. Sesudah itu barulah dia bisa mentalaknya sebelum mereka bersetubuh kembali. Jika dia engkau talak tiga, berarti engkau mendurhakai Tuhan mu tentang perintah talak. Dan engkaubenar-benar telah putus hubunganmu dengan mantan istri mu (talak bain). "
1419. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya dia mentalak istrinya ketika
haid. Lalu ditanyakan hukumnya oleh 'Umar kepada Nabi saw. Sabda beliau, "Suruhlah dia ruju '. Sesudah itu talaklah ketika suci atau hamil." 1420. Dari Ibnu Thawus ra, dari ayahnya, katanya Abu Shahba 'bertanya kepada Ibnu' Abbas ra, "Tahukah Anda bahwa talak tiga yang diucapkan sekaligus, pada saatRasulullah saw. dihukumkan hanya jatuh satu kali, begitu pula pada masa pemerintahan Abu Bakar. Kemudian pada masa pemerintahan 'Umar dinyatakan jatuh tiga kali? "Jawab Ibnu' Abbas ra," Ya, benar begitu! "
1421. Dari Thawus ra, katanya Abu Shahba 'bertanya kepada Ibnu' Abbas ra, "Inilah suatu masalah di antara beberapa masalah yang aneh. Bukankah talak tiga (yang diucapkan sekaligus) pada masa Rasulullah saw., Dan pada masa Abu Bakar dinyatakan hanya jatuh satu kali? " Jawab Ibnu 'Abbas, "Soalnyapada masa pemerintahan 'Umar, orang banyak telah terlalu mempermudah-mudah talak. Karena itu 'Umar memberlakukan hukum menurut apa yang diucapkan. "
1422. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Apabila seorang suami melarang (persetubuhan dengan) istrinya, maka hal itu merupakan sumpah yang harus dibayar dendanya. Kemudian dia membaca ayat:" Sesungguhnya Rasulullah saw. itu adalah ikutan yang baik bagimu. "(Al Ahzab: 21). 1423. Dari 'Aisyah ra,katanya: "Rasulullah saw. suka makan manis-manisan dan madu. Bila ia selesai shalat 'Ashar, biasanya ia berkeliling ke rumah para istri beliau dan mampir sebentar. Pada suatu kali ia mampir di rumah Hafshah tetapi beliau agak lebih lama tinggal di situ dari biasa. Lalu kU tanyakan kepadabeliau kenapa begitu. Jawab beliau, "Hafshah diberi oleh seorang wanita familinya semangkok madu, lalu aku disuguhinya seteguk." Kata 'Aisyah, "Kami akan memperdayakan dia. Lalu hal itu ku ceritakan kepada Saudah, dan kukatakan kepadanya, nanti bila Rasulullah saw datang ke rumah mu, maka ketikaia mendekati mu, katakanlah kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Apakah Anda baru habis minum maghafir?" Tentu ia akan menjawab, "Tidak!" Lalu tanyakan lagi, "Ini bau apa?" Rasulullah saw. sangat benci kalau dia tercium bau minuman terlarang - Nanti ia akan mengatakan kepada mu, "Aku disuguhiHafshah madu seteguk. "Lalu jawablah," Barangkali lebahnya makan bunga 'urfuth, "Kata' Aisyah," Aku akan mengatakannya begitu kepada beliau. Maka kamu katakan pulalah begitu, hai Saudah! Dan nanti kau suruh pula Shafiyah mengatakannya begitu. "Maka tatkala Rasulullah saw. Datang ke rumah Saudah, hampirsaja, dia mengucapkan kata-kata itu ketika ia masih berada di ambang pintu, karena takutnya kepada 'Aisyah. Setelah beliau mendekatinya, barulah Saudah berujar, "Ya, Rasulullah! Apakah Anda baru habis minum maghafir?" Jawab Nabi saw. "Tidak!" Tanya Saudah, "Mulut Anda bau apa ini?" Jawab beliau,"Hafshah menyuguhi ku seteguk madu." Kata Saudah, "Kalau begitu, mungkin lebahnya makan bunga 'urfuth." Kata 'Aisyah, "Ketika ia datang ke rumah ku, aku mengatakan pula kepada beliau seperti itu." Kemudian, ketika ia datang ke rumah Shafiyah, lalu Shafiyah mengatakan pula begitu. Maka tatkalaia datang ke rumah Hafshah, dia bertanya: "Apakah Anda ingin minum madu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Aku tidak membutuhkannya;" Kata 'Aisyah selanjutnya, "Kemudian Saudah mengatakan, -Maha Suci Allah! Akibatnya Allah benar-benar mengharamkannya bagi kita' (gara-gara perbuatan kita)." Lalu kujawab, "Tenanglah Saudah!"
1424. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Tatkala Rasulullah saw. Diperintahkan Allah supaya menyuruh para istrinya memilih cerai atau tetap, ia mulai dengan ku. Sabda beliau," Aku ingin memberitahukan kepada mu sesuatu yang penting. Karena itu janganlah engkau terburu-buru menjawabnya sebelum engkaumusyawarahkan dengan kedua orang tua mu. "Kata Aisyah," Dia tahu benar, bahwa kedua orang tua ku tidak akan mengizinkan ku bercerai dengan beliau. "Lalu beliau bersabda," Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman: "Hai, Nabi! Katakanlah kepada para isteri mu, jika engkau menghendaki kehidupandunia beserta perhiasannya, marilah ku berikan kepada mu suatu pemberian, kemudian ku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu menghendaki Allah dan RasulNya serta kampung akhirat, sesungguhnya Allah memberikan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat kebajikan di an tara kamu. "(Al Ahzab- 28:29). Kata Aisyah, "Apa pula yang harus ku musyawarahkan dengan kedua orang tua ku. Tentu saja aku memilih Allah dan Rasul-Nya serta kampung akhirat." Kemudian kata 'Aisyah melanjutkan ceritanya, "Ternyata para istri Rasulullah saw. Semuanya berbuat seperti yang ku lakukan."
1425. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Kami para istri Rasulullah saw. Pernah diberi pilihan oleh beliau, bercerai atau tetap bersama beliau. Kami semua memilih tetap bersama beliau. Maka hal itu tidak dihitung talak."
1426. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika
Abu Bakar minta izin hendak masuk ke rumah Nabi saw. Didapatinya di depan pintu telah banyak orang duduk, tetapi tidak seorang jua pun yang diizinkan beliau masuk, kecuali bagi Abu Bakar dan 'Umar. Didapatinya Nabi saw. sedang duduk dikelilingi para isteri beliau dalam keadaan diam karena marah. KataAbu Bakar, "Aku sengaja mengatakan sesuatu untuk memancing ketawa dia. Kata
ku, "Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda, istri ku Binti Kharijah minta belanja kepada ku, lalu ku tampar dia." Rasulullah tertawa mendengarnya dan berkata, "Inilah mereka mengelilingi ku minta uang belanja." Maka berdiri Abu Bakar mendatangi 'Aisyah, lalu dipukulnya kuduk' Aisyah. Begitu pula'Umar, dia berdiri lalu dipukulnya pula kuduk Hafshah, sambil keduanya berkata: "Berani-beranian kamu meminta sesuatu yang tidak dipunyai Rasulullah." Jawab mereka, "Demi Allah! Kami tidak pernah meminta kepada Rasulullah saw. Apa yang tidak ada pada beliau." Sesudah kejadian itu Rasulullah saw.mengasingkan diri dari para istri beliau sebulan lamanya. Sesudah itu turun ayat: "Wahai, Nabi! Katakanlah kepada para isterimu ... dst." (Al Ahzab: 28 - 29). Kata Jabir, Rasulullah saw. memulai pertanyaannya dengan 'Aisyah. Sabda beliau, "Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada mu, karenaitu aku lebih suka engkau jangan terburu-buru menjawabnya sebelum engkau musyawarahkan dengan kedua orang tua mu. "Tanya 'Aisyah," Masalah apa itu, ya Rasulullah? "Lalu ia bacakan ayat tersebut di atas (QS Al Ahzab: 28 - 29). tanya 'Aisyah, "Apakah tentang masalah rumah tangga Anda aku harusmusyawarah juga dengan kedua orang tua ku? Tentu saja aku memilih Allah dan RasulNya serta hari akhirat. Ku mohon kepada Anda supaya tidak mengabarkan putusan ku ini kepada para istri Anda yang lain. "Jawab beliau," Tidak satu pun yang ditanyakan mereka kepada ku, yang tidak ku jawab. SesungguhnyaAllah mengutus ku, bukanlah untuk mencari-cari kesulitan, tetapi Allah mengutus ku untuk mengajar dan memfasilitasi. "
1427. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Ketika Nabi saw.
mengasingkan diri dari para istri beliau, aku masuk ke masjid dan ku lihat orang sedang memain-mainkan kerikil. Mereka semua sama berkata, "Rasulullah saw. Menceraikan para istri beliau." Kata 'Umar, "Aku ingin tahu kepastiannya sekarang juga." Lalu aku masuk ke rumah 'Aisyah dan berkata kepadanya,"Hai puteri Abu Bakar! Belum puas jugakah hati mu menyakiti hati Rasulullah saw.?" 'Aisyah menjawab dengan ketus, "Aku tidak ada urusan dengan Anda, hai anak Khaththab. Uruslah putri Anda sendiri!" Lalu aku masuk ke rumah Hafshah binti Umar, seraya berkata: "Hai, Hafshah! Belum puas jugakah hatimu menyakiti hati Rasulullah saw.? Engkaukan tahu, sesungguhnya Rasulullah saw. tidak mencintai mu. Kalau bukan karena aku engkau telah diceraikan oleh beliau. "Karena itu Hafshah menangis sejadi-jadinya, lalu kutanya dia," Dimana Rasulullah? "" Dia di gudang. "Jawab Hafshah. Lalu aku pergi kegudang. Kebetulan aku bertemu dengan Rabah, pelayan Rasulullah saw. sedang duduk di pintu gudang menyelonjorkan kakinya ke sebuah kayu yang dijadikan tangga tempat Rasulullah saw. naik turun Kupanggil dia, "Hai Rabah! mintakanlah aku izin untuk bertemu dengan Rasulullah saw.!" Rabah menengok ke dalam dankemudian kepada ku tanpa mengatakan sesuatu. Lalu kupanggil lagi dia, "Hai Rabah! Mintakanlah aku izin untuk bertemu dengan Rasulullah saw." Rabah menengok ke dalam kemudian kepada ku tanpa berkata apa-apa. Kemudian kukeraskan suaraku memanggil Rabah, "Hai Rabah! Mintakan aku izin untuk bertemu denganRasulullah saw.! "Aku telah menduga, tentu Rasulullah saw. Telah tahu bahwa kedatanganku adalah karena Hafshah." Demi Allah! Seandainya Rasulullah saw. menyuruh ku supaya memenggal leher Hafshah, niscaya kupenggal dia. "kata itu kuucapkan dengan suara keras. Lalu Rabah memberi isyarat supaya akunaik. Aku langsung masuk menemui Rasulullah saw. Dia sedang berbaring di tikar lalu aku duduk dekat beliau. Selagi ia membetulkan sarungnya, aku melihat bekas tikar efektif di rusuk beliau. Kuperhatikan sekeliling gudang itu. aku tidak melihat berisi apa-apa, kecuali seonggok gandum sekitarsegantang dan qarazh sebanyak itu pula terletak di sudut dinding dan sehelai kulit sedang tergantung. Itulah hanya isi gudang penyimpanan beliau. Melihat kondisi seperti itu, air mata ku mengalir bercucuran. lalu beliau bertanya: "Kenapa Anda menangis hai anak Khaththab?" Jawab ku. "Ya, Nabiyallah! Akumenangis karena melihat tikar ini membekas di rusuk Anda. Dan gudang ini tidak ada apa-apa yang tersimpan di dalamnya. Padahal gudang Kaisar Rumawi dan Kisra Persia berlimpah dengan buah-buahan dan serba cukup adanya. Sedangkan Anda adalah Rasulullah dan pilihan Nya. Beginilah hanya kondisi gudangpenyimpanan Anda. "Sabda Nabi saw.," Hai anak Khaththab! Tidak sukakah engkau, akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka? "Jawab ku," Aku suka, ya Rasulullah! "Ketika aku baru masuk, tampak di wajah beliau bahwa beliau sedang marah. Lalu aku bertanya," Ya, Rasulullah! Apakah yang menyulitkan Anda perihalpara istri Anda? Jika Anda menceraikan mereka,
Allah dan sekalian malaikat-Nya, Jibril, Mikail, aku sendiri dan Abu Bakar, serta sekalian orang yang beriman, akan tetap bersama Anda. "Belum pernah aku berkata begitu padanya, sambil memuji Allah dengan ucapan-ucapan, kecuali aku berharap semoga Allah membenarkan segala ucapanku itu. Maka turunlahayat takhyir (pilihan) berikut ini: dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya, begitu pula Jibril dan orang-orang mukmin yang saleh serta segala malaikat adalah penolongnya pula. Jika Nabi menceraikan kamu, mungkin Tuhannya akan mengganti baginyadengan istri yang lebih baik dari kamu semua. (At Tahrim: 4-5). 'Aisyah binti Abu Bakar dan Hafshah binti Umar, justru bekerja menentang para istri Nabi yang lain-lain. Lalu kataku, "Ya, Rasulullah! Apakah Anda akan menceraikan mereka berdua?" Jawab beliau, "Tidak!" Kataku, "Ya, Rasulullah!Aku baru masuk ke masjid, kulihat kaum muslimin mempermainkan kerikil, sambil mereka berkata, "Rasulullah menceraikan para isterinya. Apakah aku harus turun menjelaskan kepada mereka bahwa Anda tidak menceraikan mereka?" Jawab Rasulullah saw., "Silakan, jika engkau mau!" Aku selalu berbicara denganbeliau, sehingga hilang efek marah dari wajahnya, berganti dengan senyuman. Dan dia memiliki deretan gigi yang sangat bagus sehingga menambah indah senyumannya. Kemudian Nabi saw. turun, dan aku pun turun berpegangan melalui tangga pohon kurma. Sedangkan beliau turun seperti berjalan di bumi sajalayaknya tanpa berpegangan. Aku berujar kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Anda mengisolasi diri di kamar gudang itu telah dua puluh sembilan hari." Jawab beliau, "Memang bulan ini hanya 29 hari." Sesudah itu aku berdiri di pintu masjid menyiarkan pengumuman sekeras-kerasnya, bahwa Rasulullah saw. tidakpernah menceraikan para istri beliau.
Maka turunlah ayat sebagai berikut: "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita yang menyenangkan dan menakutkan, mereka langsung menyiarkannya. Padahal bila mereka menyerahkan kepada Allah dan kantor-kantor yang berwenang di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin suatu kepastian tentangkebenarannya akan mengetahuinya dari mereka (An Nisa ': 83). Justru akulah yang mencek kepastian berita itu. Kemudian Allah menurunkan pula ayat takhyir (Al Ahzab: 28-29).
1428. Dari 'Abdullah bin' Abbas ra, katanya: "Telah setahun lamanya aku hendak bertanya kepada 'Umar bin Khaththab tentang makna sebuah ayat, tetapi aku tak berani menanyakan karena hormat ku kepadanya. Setelah musim haji tiba, beliau pergi haji dan aku pun pergi pula bersama-sama dengannya. Ketikakami dalam perjalanan pulang, beliau pernah menyimpang jalan untuk buang hajat dan aku menunggunya sampai ia selesai. Kemudian aku berjalan pula kembali bersamanya. Ketika itulah aku
bertanya kepada beliau, "Ya, Amirul Mukminan! Siapakah dua orang wanita di antara para isteri Rasulullah saw. yang bekerja sama menentang kebijaksanaan beliau?" Jawab beliau, "Mereka adalah Hafshah dan 'Aisyah." Lalu kata ku, "Demi Allah! Aku bermaksud
menanyakan masalah ini kepada Anda sejak setahun yang lalu. Tapi aku tidak berani karena menghormati kehebatan Anda. "Jawab Umar," Jangan begitu! Apa yang engkau duga bahwa aku mengetahuinya, tanyalah langsung kepada ku; jika ternyata aku memang mengetahuinya, akan ku jelaskan padamu. "Kata 'Umarselanjutnya, "Di masa jahiliyah, kami tidak pernah mengikut sertakan wanita dalam suatu urusan, sampai tiba waktunya Allah menentukan posisi dan peran mereka, seperti tersebut dalam firmanNya. Maka pada suatu waktu, ketika aku sedang memikirkan suatu urusan, tiba-tiba istri ku berkata , "Bagaimanakalau Anda buat begini dan begitu? "Lalu kata ku kepadanya," Mana engkau tahu. Engkau tidak usah ikut campur dan jangan susah-susah memikirkan urusan ku. "Jawabnya," Kamu ini
sangat aneh, hai anak Khaththab! Anda tidak ingin bertukar pikiran dengan ku, padahal putrimu (Hafshah) selalu bertukar pikiran dengan Rasulullah saw., Sehingga pernah sehari semalam dia bermarahan. "Mendengarkan hal itu, lalu ku kenakan pakaian ku, sesudah itu aku pergi ke rumah Hafshah. Sesampaidi rumah Hafshah aku berkata kepadanya, "Hai, putri ku! Betulkah engkau suka membantah Rasulullah saw. sampai sehari semalam bermarahan?" Jawab Hafshah, "Demi Allah! Kami hanya bertukar pikiran." Lalu kata ku, "Ketahuilah hai anakku! Aku peringatkan kepada mu siksa Allah dan kemarahan Rasul-Nya.Sekali-kali janganlah engkau terpengaruh dengan kebanggaan seseorang karena kecantikannya dan karena cinta Rasulullah kepadanya. "Kemudian aku pergi dan singgah di rumah Ummu Salamah, karena Ummu Salamah itu kerabat ku. Kepadanya ku ceritakan kasus tersebut di atas. Jawab Ummu Salamah, Anda amat anakhai anak Khaththab! Anda masuki segala urusan, sampai-sampai kepada urusan rumah tangga Rasulullah saw. dengan para istri beliau. "Ucapan Ummu Salamah itu menyinggung ku, sehingga sangat efektif di hati ku. Karena itu aku pergi meninggalkannya. Dan aku memiliki seorang sahabat dari kalanganAnshar, yang selalu saling memberi informasi satu sama lain antara kami berdua. Saat itu kami sedang berjaga-jaga terhadap seorang raja di antara raja-raja Ghassan, yang berarti akan menyerang kami. Hati dan pikiran kami ketika itu sesungguhnya banyak terpusat pada masalah serangan Bani Ghassanini. Sekonyong-konyong sahabat Anshar ku datang mengetuk pintu seraya katanya, "Buka pintu, buka!" Aku bertanya, "Apakah tim Bani Ghassan telah datang?" Jawabnya, "Lebih hebat dari serangan tim Ghassan. Rasulullah saw. Menjauhkan diri dari para isteri beliau." "Celaka si Hafshah dan 'Aisyah,"bisik ku. Kemudian ku kenakan baju ku, lalu aku pergi menemui Rasulullah saw. Kiranya beliau berada di gudang penyimpanan barang-barang yang dapat dinaiki dengan tangga. Seorang pelayan Nabi saw. berkulit hitam sedang berada di kepala tangga. Aku berkata kepadanya, "Aku ini 'Umar!" Lalu aku diizinkannyamasuk, dan ku ceritakan kepada Rasulullah saw. kasus yang baru ku dengar dan ku alami. Ketika aku menceritakan pertemuan ku dengan Ummu Salamah. Rasulullah saw. tersenyum. Dia tidur di tikar tanpa alas, pakai bantal kulit berisi sabut. Dekat kaki beliau terletak seonggok biji qarazh dan di dekatkepalanya tergantung kulit yang baru disamak. Aku melihat bekas tikar efektif di rusuk beliau. Karena itu
aku menangis sambil berkata, "Ya, Rasulullah Kisra Persia dan Kaisar Rumawi bermewah-mewah di istana mereka dengan apa yang dimilikinya. Anda adalah Rasulullah." Sabda Rasulullah saw., "Apakah engkau tidak rela keduanya memiliki dunia, sedangkan engkau memiliki akhirat?"
1429. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Aku selalu menunggu kesempatan untuk bertanya kepada' Umar bin Khaththab tentang dua orang istri Nabi saw., Yang keduanya disebut Allah dalam firman-Nya:" Jika kamu berdua taubat kepada Allah, maka sesungguhnya hatimu berdua telah condong untuk menerima kebaikan"(At Tahrim: 4). Ketika 'Umar pergi haji, aku pun haji pula bersama dengannya. Dalam perjalanan, tiba-tiba' Umar menyimpang (untuk buang hajat) dan aku menyimpang pula mengikutinya dengan membawa sebuah ember. Setelah selesai, ku tuangkan air ke tangannya, lalu dia berwudhu. Sesudah itu aku bertanya,"Ya, Amirul Mukminin! Siapakah dua orang istri Nabi saw. Yang disebut Allah dalam firman-Nya," Jika kamu berdua taubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong menerima kebaikan "(At Tahrim: 4) Jawab 'Umar," Engkau ini aneh, hai Ibnu 'Abbas! Keduanya adalah Hafshah dan 'Aisyah. "Kemudian 'Umar melanjutkan ceritanya: "Dahulu, kami suku Quraisy adalah suku yang berkuasa atas wanita. Setelah kami datang ke Madinah, kami temukan di sana kaum wanitanya yang kuat. Tentu saja wanita-wanita kami belajar kepada mereka. Ketika itu
rumah ku berada di perbukitan di perkampungan Bani Umayyah Ibnu Zaid. Pada suatu hari, aku memarahi istri ku, tapi dia tidak ingin lagi dimarahi lalu melawan kemarahan ku itu. Namun aku tidak ingin dibantah. Lalu katanya, "Kenapa engkau tidak ingin dibantah? Sedangkan para istri Nabi saw. Membantahbeliau, bahkan salah seorang di antaranya ada yang menjauhkan diri sehari-harian. "Lalu aku pergi ke rumah Hafshah dan bertanya kepadanya," Betulkah engkau suka membantah Rasulullah saw.? "Jawabnya." Ya, benar! "Betulkah engkau sampai menjauhkan diri dari Rasulullah saw. sampai malam? " Jawab Hafshah."Ya, betu !!" Kataku, "Sungguh sia-sia dan merugilah orang yang melakukannya. Apakah engkau merasa aman terhadap murka Allah tersebab murka Rasulullah saw.? Dia pasti binasa. Karena itu janganlah engkau membantah Rasulullah saw. Dan jangan pula minta apa-apa darinya.
Mintalah kepada ku apa yang kau butuhkan, dan janganlah kau terpengaruh karena tetanggamu lebih cantik dan lebih dicintai Rasulullah saw. dari diri mu sendiri. "Kata 'Umar selanjutnya," Aku memiliki seorang tetangga Anshar, di mana kami berganti-gantian menunggu berita dekat Rasulullah saw., kalau-kalauada wahyu turun. Sehari dia yang menunggu, kemudian mengabarkannya kepada ku jika ada wahyu yang turun. Besok hari aku yang menunggu dan mengabarkan pula kepadanya. "Kami pernah berbicara bahwa Bani Ghassan telah bersiap-siap hendak menyerang kami. Sahabat ku pergi menemui Nabi saw. Seperti biasa,dan baru kembali setelah 'Isya. Dia mengetuk pintu dan memanggil ku. Aku segera keluar menemuinya. Lalu dia berkata, "Telah terjadi suatu peristiwa yang sangat besar." Tanya ku, "Apakah Bani Ghassan telah menyerang?" Jawabnya, "Bahkan lebih besar dari itu dan lebih panjang. Nabi saw. Menceraikan semuaistri beliau. "Kata ku," Sungguh malang dan merugilah Hafshah. Aku telah menduga bahwa kasus ini akan terjadi. "Setelah shalat Subuh ku kenakan baju ku lalu aku pergi ke rumah Hafshah. Ku temukan dia sedang menangis. Lalu kutanya," Betulkah kamu semua diceraikan Rasulullah saw.? "Jawab Hafshah," Akutidak tahu, tapi yang pasti ia mengasingkan diri di gudang tempat penyimpanan barang-barang "Lalu ku temui pelayan beliau, seorang berkulit hitam, seraya kata ku," Mintakan izin kepada Rasulullah saw., 'Umar mohon bertemu dengan beliau. "Pelayan itu masuk lalu keluar lagi menemui ku. Katanya,"Aku telah menyampaikan kepada beliau, tapi beliau diam saja." Karena itu aku pergi. Setelah aku sampai ke dekat mimbar, aku duduk. Di sana telah banyak orang duduk, bahkan sebagian mereka ada yang menangis. Setelah duduk sebentar, perasaan ku (untuk bertemu Rasulullah saw.) Sangat mempengaruhi ku.Maka ku datangi lagi si pelayan, seraya kata ku, "Mintakan izin bagi 'Umar." Si pelayan masuk, lalu keluar lagi menemui ku. Katanya, "Pesan Anda telah ku sampaikan, tetapi ia diam saja." Ketika aku telah beranjak hendak pergi, tiba-tiba si pelayan memanggil ku. Katanya, "Silakan Anda masuk! Diatelah mengizinkan. "Aku segera masuk sambil memberi salam kepada Rasulullah saw. Ketika itu ku lihat dia sedang berbaring di tikar anyaman, dan tikarnya membekas di rusuk beliau. Aku bertanya," Betulkah Anda menceraikan para istri Anda. ya Rasulullah? "Beliau lalu menegakkan kepalanya kepada kuseraya berkata, "Tidak!" Kata ku, "Allahu Akbar! Anda tentu telah saran, ya Rasulullah, bahwa kita kaum Quraisy adalah suatu kaum yang berkuasa atas wanita. Maka tatkala kita hijrah ke Madinah kita temukan di sana kaum wanitanya yang menguasai pria. Tentu saja wanita-wanita kita belajar dari mereka.Pada suatu hari aku marah-marah kepada istri ku, tapi dia membantah ku. Aku menyalahkannya karena dia membantah ku. Lalu dia menjawab, "Anda tidak dapat menyalahkan ku. Demi Allah! Sesungguhnya para isteri Nabi saw. Sering membantah beliau; bahkan salah seorang di antaranya menjauhi beliau sampaimalam. "Maka jawab ku," Sungguh malang dan merugilah siapa yang melakukannya. Apakah dia merasa aman dari murka Aliah, tersebab murka Rasulullah kepadanya? "Mendengar ucapan ku itu Rasulullah saw. Tersenyum. Kata ku selanjutnya," Ya, Rasulullah! Aku baru datang ke rumah Hafshah. Lalu aku berkatakepadanya, "Janganlah engkau terpengaruh jika ada tetanggamu yang lebih cantik dan lebih dicintai Rasulullah saw. daripadamu." Rasulullah tersenyum pula mendengarnya. Aku berkata, "Aku mohon izin ya Rasulullah, untuk tinggal lebih lama di sini." Jawab beliau, "Ya, bisa!" Lalu aku duduk sambilmendongakkan kepala melihat kondisi di sekitar ku. Demi Allah! Tidak ada sesuatu pun yang terlihat selain tiga onggokan. Lalu kata ku, "mendoalah kepada Allah, ya Rasulullah, semoga Dia melapangkan penghidupan umat Anda. Allah Ta'ala telah melapangkan penghidupan di Persia dan Rumawi, sedangkan merekatidak menyembah Allah. "Mendengar itu Rasulullah saw. duduk bersila, kemudian dia bersabda:" Apakah engkau masih ragu, hai anak Khaththab! Mereka memang disegerakan untuk menerima segala kebaikan dalam hidup di dunia ini (tetapi mereka tidak akan memperoleh apa-apa dalam kehidupan di akhirat selainderita). Kata ku, "Mohonkanlah ampun bagi ku, ya Rasulullah, (aku terlanjur)." Rasulullah telah bersumpah tidak akan pulang ke rumah para istrinya selama sebulan, karena sangat tersinggung oleh ulah mereka, sehingga ia dapat teguran dari Allah 'Azza wa lalla. Kata Az Zubri 'Urwah mengabarkan kepadaku dari 'Aisyah, "Setelah cukup dua puluh sembilan malam, Rasulullah saw. pulang ke rumah ku. Dia mulai giliran dengan ku. Aku bertanya kepada beliau," Ya, Rasulullah! Anda telah bersumpah tidak akan pulang ke rumah kami selama sebulan. Sekarang baru tanggal 29, Anda telah pulang. Aku menghitungsendiri, ya Rasulullah! "Jawab beliau," Sebulan itu kadang-kadang dua puluh sembilan hari. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya," Ya, 'Aisyah! Aku akan mengatakan kepada mu suatu yang penting; karena itu hendaknya engkau jangan terburu-buru menjawabnya sekarang, sebelum engkau musyawarahkan dengankedua orang tuamu. Lalu dibacakan beliau ayat: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada para istri mu sampai sampai pahala yang besar." (Al Ahzab: 28 - 29). Kata 'Aisyah, dia yakin bahwa orangtuanya tidak mungkin akan menyuruhnya cerai dengan Nabi saw. Karena itu dia menjawab kepada Rasululah saw.,
"Apakah untuk masalah ini Anda menyuruh ku musyawarah dengan orang tua ku? Aku hanya menginginkan Allah dan Rasul-Nya serta kampung akhirat." Kata Ma'mar, Ayyub mengabarkan bahwa 'Aisyah berkata, "Ku mohon kepada Anda, sudilah kiranya putusan ku ini jangan Anda sampaikan kepada para istri Anda yanglain. "Jawab Nabi saw.," Allah mengutus ku untuk menyampaikan dan tidak mengutus ku untuk menyusahkan. "
1430. Dari Fathimah binti Qais ra, katanya Abu 'Amru bin Hafash menceraikannya untuk kali ketiga. Sedangkan dia jauh di wilayah. Lalu Fathimah dikiriminya jagung melalui wakilnya, tetapi Fathimah menolaknya. Wakil 'Amru berkata, "Demi Allah! Kami tidak punya kewajiban apa-apa lagi terhadap Anda." Karenaitu Fathimah datang kepada Rasulullah saw. menanyakannya. Jawab beliau, "Memang, dia tidak wajib lagi memberi mu nafkah." Sesudah itu Rasulullah saw. menyuruh Fathimah menghabiskan masa 'iddahnya di rumah Ummu Syuraik. Tetapi kemudian ia berkata, "Ummu Syuraik banyak tamu, banyak dikunjungi parasahabat ku. Karena itu pindahlah ke rumah Ibnu Ummi Maktum. Dia seorang buta. Engkau bisa bebas di sana. Setelah 'iddah mu habis, beritahukanlah kepada ku. "Kata Fathimah," Setelah' iddah ku habis, lalu ku beritahukan kepada beliau bahwa Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jaham melamar ku. "Jawab Rasulullahsaw., "Abu Jaham tidak pernah meninggalkan tongkatnya (suka memukul). Sedang Mu'awiyah bin Abi Sufyan miskin. Karena itu sebaiknya kamu kahwin dengan Usamah bin Zaid." Aku tidak menyukainya, ya Rasulullah! "jawab Fathimah. Sabda Nabi saw. , "Kahwinlah dengan Usamah!" Lalu aku nikah dengan Usamah. MakaAllah melimpahkan keberkahan bagi pernikahan kami, sehingga aku merasa bahagia di samping Usamah. "1431. Dari Fathimah binti Qais ra, katanya dia ditalak (tiga) oleh suaminya pada masa Rasulullah saw., Tapi suaminya masih memberinya nafkah dengan tidak memadai. Setelah ku pertimbangkan baik-baik,aku bertekad akan memberitahukannya kepada Rasulullah saw. Jika sekiranya aku masih berhak untuk mendapatkan nafkah dari mantan suamiku itu, akan kuambil yang pantas, dan jika aku tidak berhak lagi, aku tidak akan mengambil apa-apa darinya. Lalu hal itu kukatakan kepada Rasulullah saw. Jawab beliau,"Engkau tidak berhak lagi mendapatkan nafkah dan tempat tinggal dari itu."
1432. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Bibiku dicerai (talak) oleh suaminya, lalu dia bermaksud hendak memetik buah kurma (untuk penghidupannya). Tapi dia di larang keluar oleh pria lain. Karena itu dia datang kepada Nabi saw. Bertanya . Jawab Nabi saw., "Ya, bisa! Petiklah buah kurma Anda!Mudah-mudahan Anda dapat bersedekah dan melakukan amal kebajikan. "1433. Dari 'Abdullah bin' Utbah ra, katanya Subai'ah mengabarkan kepadanya, bahwa dia (Subai'ah) adalah istri Sa'ad bin Khaulah dari suku 'Amir bin Luai. dan Sa'ad adalah salah seorang sahabat yang ikut berperang dalam peperanganBadar. Dia meninggal ketika Haji Wada ', di saat istrinya Subai'ah sedang hamil tua. Beberapa hari setelah dia wafat, istrinya pun melahirkan. Setelah dia suci dari nifas, dia pun berhias karena mengharap supaya dia dilamar orang. Lalu datang kepadanya Abu Sanabil bin Ba'kak (seorang dari suku AbdudDar), katanya: "Aku melihatmu berhias diri; barangkali kamu berharap untuk menikah lagi. Demi Allah, kamu belum bisa nikah sebelum lewat empat bulan sepuluh hari." Kata Subai'ah, "Setelah ia berkata demikian, kukenakan bajuku, kemudian aku pergi menemui Rasulullah saw. Lalu kutanyakan kepada beliaumasalah itu. Rasulullah saw. berfatwa kepada ku, bahwa aku sudah halal kawin setelah melahirkan anakku, bahkan ia menyuruh ku kahwin jika aku mau. "
1434. Dari Zainab binti Abi Salamah ra, katanya dia datang ke rumah Ummu Habibah, istri Nabi saw., Ketika ayah Ummu Habibah, Abu Sufyan, wafat. Ummu Habibah minta parfum berwarna kuning atau lainnya, lalu dioleskannya ke sahaya perempuannya, kemudian diusapkannya ke pelipisnya sendiri.Sesudah itu dia berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak butuh parfum; kalau tidaklah karena aku mendengar sabda Rasulullah saw. Ketika beliau berkhotbah di mimbar, katanya: Tidak halal bagi wanita yang iman dengan Allah dan hari akhirat berkabung karena kematian lebih dari tiga hari, kecualikarena kematian suaminya; untuk itu dia harus berkabung empat bulan sepuluh hari. "Kata Zainab," Kemudian aku datang pula ke rumah Zainab binti Jahsyin ketika dia kematian saudaranya. Dia minta minyak wangi, lalu dipakainya sendiri. Kemudian dia berkata, "Sebenarnya aku tidak butuh wewangian; kalautidaklah karena aku mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar, katanya: Tidak halal bagi wanita yang iman dengan Allah dan hari akhirat, berkabung karena kematian lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya; nuntuk itu ia dapat berkabung empat bulan sepuluh hari (selama masa iddah). "Kata Zainab selanjutnya, "Aku mendengar Ummu Salamah menceritakan bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia bertanya:" Ya, Rasulullah! Anak perempuanku kematian suami, sedangkan matanya sakit. Dapatkah dia ku obati dengan eyeliner? "Jawab Rasulullah saw.," Jangan! "Beliau mengulangi larangannyaitu dua atau tiga kali dengan mengatakan, "Jangan!" Kemudian beliau bersabda, "Masa 'iddah dan berkabungnya empat bulan sepuluh hari." 1435. Dari Hafshah, atau dari 'Aisyah ra, atau dari keduanya, katanya Rasulullah Saw. bersabda: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat- Atau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya - berkabung karena kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya (bisa empat bulan sepuluh hari). "1436. Dari Ummu 'Athiyah ra, katanya:" Kami dilarang berkabung karena kematian, lebih dari tiga hari; kecuali karena kematian suami,dapat empat bulan sepuluh hari. Selama masa berkabung itu, kami tidak dibolehkan memakai eyeliner (kosmetik), wewangian, dan memakai pakaian yang bercorak (warna-warni). Tetapi hal seperti itu dibolehkan bagi perempuan yang baru suci dari haid sekedar untuk kebersihan, kesehatan, dan menghilangkanbau amis. "
1437. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra, katanya, 'Uwaimir Al' Ajlani datang ke 'Ashim bin Adi Al Anshari, lalu dia bertanya: "Bagaimana pendapat Anda hai' Ashim, seandainya seorang pria menemukan istrinya berbuat serong dengan pria lain, bisakah dia membunuh pria itu? Kalau si suamiitu membunuh, mungkin pula dia akan terbunuh; apa yang barus dilakukan si suami
itu? Tolonglah tanyakan masalah itu kepada Rasulullah saw., Hai 'Ashim! "Lalu' Ashim menanyakannya kepada Rasulullah saw. Tetapi ia benci mendengar pertanyaan seperti itu, bahkan dia mencelanya, sehingga 'Ashim merasa kurang senang terhadap celaan beliau itu, Ketika' Ashim pulang kembali , 'Uwaimirtiba pula di rumah 'Ashim, lalu dia bertanya, "Hai,' Asrum! Bagaimana sabda Rasulullah saw. kepadamu?" Jawab 'Ashim kepada' Uwaimir, "Hal itu tidak mendatangkan kebaikan bagi ku. Rasulullah saw. Benci mendengar pertanyaanku." Kata 'Uwaimir, "Demi Allah! Aku tidak akan berhenti sebelum masalah itu kutanyakanlangsung kepada Rasulullah saw. "Lalu 'Uwaimir pergi menemui Rasulullah saw. didapatinya ia sedang (mengadakan da'wah) di tengah-tengah orang banyak. Kata' Uwaimir," Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jika seorang suami menemukan istrinya berbuat serong dengan lelaki lain; bisakah dia membunuhpria itu, sedangkan dia mungkin pula terbunuh. Apa yang harus diperbuatnya? "Jawab Rasulullah saw.," Memang, telah turun ayat tentang kasus istri mu itu. Jemputlah dia dan bawa ke sini. "Di tengah-tengah orang banyak, di hadapan Rasulullah saw., Keduanya saling menuduh dan mengutuk. Setelahkeduanya selesai saling tuduh dan mengutuk, maka berkata 'Uwaimir, "Jika aku masih tetap bersama dia, berarti aku memfitnahnya." Karena itu 'Uwaimir menceraikan istrinya tiga kali (talak tiga), sebelum disuruh Rasulullah saw. "Kata Ibnu Syihab," Begitulah caranya menyelesaikan kasus suami istri yangsaling tuduh. "
1438. Dari Sa'id bin Jubair ra, katanya dia ditanya orang tentang suami istri yang saling tuduh, yaitu tentang istri Mush'ab, apakah keduanya diceraikan? Kata Ibnu Jubair, "Karena aku tidak tahu hukumnya masalah tersebut, aku tidak menjawabnya. Tapi sesudah itu aku langsung datang ke rumahIbnu 'Umar di Makkah. Aku minta izin melalui pelayannya untuk bertemu dengan beliau. Tapi rupanya Ibnu 'Umar mendengar dan mengenal suaraku. Lalu katanya, "Ibnu Jubairkah itu?" Jawab ku, "Betul, ya Ibnu 'Umar!" Kata Ibnu 'Umar, "Silakan masuk! Demi Allah, Anda tentu tidak akan datang ke sini padasaat-saat seperti ini kecuali untuk urusan penting. "setelah aku masuk lalu diberikannya tempat duduk pelana kuda dengan bantal berisi sabut. Kataku," Ya, Abu 'Abdur Rahman! Aku hendak bertanya perihal suami istri yang saling tuduh menuduh. Diceraikankah keduanya? "Jawab Ibnu 'Umar," Subhanallah !,Ya, diceraikan. Sesungguhnya orang yang pertama-tama bertanya masalah itu adalah si Fulan bin Fulan. Katanya, "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jikalau salah seorang kami menemukan istrinya berbuat serong, apakah yang harus dilakukannya? Jika dia berbicara maka dia membicarakan suatu masalahbesar dan jika diam, adalah karena masalah besar pula. Kata Thnu 'Umar, Justru Nabi saw. diam saja, tidak menjawab. Kemudian orang itu datang lagi ke dia, katanya: "Sesungguhnya masalah yang pernah kutanyakan pada Anda tempuh hari, adalah masalahku sendiri di mana aku dicubai dengannya." LaluAllah Ta'ala menurunkan ayat: "Dan orang-orang yang menuduh isterinya berzina, (An Nur: 6). Rasulullah saw. Membacakan ayat itu kepadanya, memberinya pelajaran, memperingati, dan mengabarkan bahwa siksa dunia lebih ringan daripada siksa akhirat. Kata pria . "Demi Allah yang mengutus Anda dengan kebenaranaku tidak bohong. "Kemudian beliau panggil istrinya. Lalu diberinya pengajaran, peringatan, serta dikhabarkannya bahwa siksa dunia lebih ringan daripada siksa akhirat. Jawab perempuan itu." Demi Allah yang mengutus Anda dengan kebenaran. sesungguhnya pria itu dusta. Nabi saw. memulai dengan yangpria, menyuruh suami itu bersumpah dengan nama Allah empat kali, bahwa sesungguhnya dia benar; kali yang kelima mengucapkan: jika dia dusta maka kutuk Allah atasnya. Kemudian disuruhnya pula yang perempuan bersumpah empat kali, bahwa sesunguhnya suaminya itu dusta. Kali yang kelima disuruhnya mengucapkan:Sesungguhnya murka Allah atasnya jika sekiranya suaminya yang benar. Sesudah itu Rasulullah saw. menceraikan kedua suami istri itu.
1439. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepada sepasang suami istri yang saling tuduh menuduh, "Allah sajalah yang tahu jika salah satu di antaramu berdua berdusta. Tidak ada jalan lain bagi mu untuk menuntut isterimu: Kata si suami," Bagaimana hartaku, ya Rasulullah? "Jawab Rasulullahsaw., "Engkau tidak dapat menuntutnya lagi, karena engkau telah bersumpah." Jika sumpahmu itu benar maka harta itu sebagai imbalan bagi kehormatannya, dan jika engkau dusta maka harta itu akan semakin menjauh darimu dari dia sendiri. "
1440 .. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw., Ada seorang pria menuduh istrinya berbuat serong, lalu Rasulullah saw. Menceraikan keduanya, dan memutuskan bahwa anak yang lahir dari perbuatan serong yang dituduhkan itu menjadi pewaris ibunya."
1441. Dari Muhammad r.a. katanya, dia bertanya kepada Anas bin
Malik karena dia tahu bahwa Anas adalah seorang yang pandai. Katanya: "Hilal bin Umayyah menuduh istrinya berbuat serong dengan Syarik bin Sahma '. Hilal adalah saudara seibu dengan Al Barra' bin Malik, dan orang yang pertama-tama melakukan sumpah li'an dalam Islam. Kata Anas," Sesudah Hilal melakukansumpah li'an di hadapan Rasulullah saw., beliau bersabda: "Cobalah perhatikan perempuan itu, jika nanti anaknya putih, berambut lurus, dan mata agak merah, tandanya bayi itu anak Hilal bin Umayyah. Tetapi jika matanya agak hitam, rambutnya keriting, dan betisnya ramping, maka anak itu adalah anaknyaSyarik bin Sahma '. "Kata Anas," Kemudian aku diberitahu orang bahwa anak itu bermata hitam, berambut keriting dan berbetis ramping (yaitu anak Syarik). "1442. Dari Abu Hurairah ra, katanya Sa'ad bin Ubadah bertanya kepada Rasulullah saw ., "Ya, Rasulullah! Jikalau aku menemukan istri ku berduaandengan pria lain, tidak bisakah aku memukul laki-laki itu sebelum ada saksi empat orang? "Jawab Rasulullah saw.," Ya, benar! "Kata Sa'ad," Demi Allah yang mengutus Anda dengan yang hak, jika akulah yang memergokinya, kupenggal dia lebih dahulu sebelum empat orang saksi datang. "Sabda Rasulullah saw:"Dengarlah kata pemimpin mu! Sa'ad ini sungguh cemburu; tetapi aku lebih cemburu darinya; dan Allah Ta'ala lebih cemburu pula dari ku."
1443. Dari Mughirah bin Syu'bah ra, katanya Sa'ad bin Ubadah berkata: "Seandainya aku melihat pria lain berduaan dengan isteriku, sungguh kupenggal dia dengan pedang tanpa maaf baginya." Maka sampailah berita itu kepada Rasulullah saw. Lalu sabda beliau, "Alangkah anehnya cemburu Sa'ad itu. DemiAllah, aku lebih cemburu darinya; dan Allah lebih cemburu pula dari ku: Karena cemburunya Allah, maka diharamkannya segala perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi. Tidak seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah. Tidak seorang pun yang lebih meresapkan dariAllah. Karena itulah Dia mengutus para rasul untuk memberi kabar suka dan duka. Dan tidak seorang pun yang lebih menyukai pujian dari Allah, karena itulah Dia membuat surga. "
1444. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria dari
Bani Fazarah datang kepada Nabi saw., Lalu katanya: "Isteriku melahirkan bayi hitam, bagaimana itu ya Rasulullah?" Sabda Nabi saw., "Apakah kamu punya unta?" Jawabnya, "Ya, ada!" Tanya, "Apa warnanya?" Jawab, "Merah." Tanya, "Apakah yang abu-abu?" Jawab, "Ya, ada pula" Sabda beliau, "Nah, dari manadatangnya itu? "Jawab," Mungkin begitu asli turunannya. "Sabda Nabi saw.," Ini begitu pula, mungkin asal turunannya sudah begitu. "1445. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang akan membebaskan ( memerdekakan) budak yang disekutuinya dengan orang lain, hendaklah dia menyediakanuang seharga budak itu seutuhnya, untuk dibayarkan sebagian kepada sekutunya. Jika dia tidak sanggup, maka budak itu merdeka separuh. "1446. Dad Abu Hurairah ra, katanya Nabi saw. Bersabda:" Seorang hamba yang dimiliki oleh dua orang, lalu salah saw di antaranya akan membebaskan budak itu, maka hendaklahdia mengganti pula kerugian sekutunya. "
1447. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Dia bermaksud hendak membeli seorang sahaya perempuan untuk dimerdekakannya." Kata keluarganya, "Kami bersedia menjualnya pada Anda, dengan syarat kewaliannya tetap di pihak kami." Lalu 'Aisyah menanyakan hal itu kepada Nabi saw. Sabda beliau, "Tidak ada yang dapatmenghalangi mu memerdekakannya. Kewalian berada di pihak yang memerdekakan. "1448. Dari 'Urwah ra katanya,' Aisyah pernah bercerita:" Bahwasanya Barirah (seorang sahaya perempuan) datang kepadanya minta tolong bagi kemerdekaannya, karena dia sedang dalam proses kemerdekaan dengan jalan menebus dirinya;padahal Barirah tidak punya apa-apa untuk menebus kemerdekaannya itu. Lalu kata 'Aisyah kepadanya, "Pergilah temui majikanmu, tanyakan kepadanya apakah dia setuju kalau aku yang membayar tebusan kemerdekaanmu dengan ketentuan, kewalianmu berada di pihakku sesudah itu." Maka pergilah Barirah mengatakannyakepada majikannya, dan ternyata mereka enggan melepas kewalian Barirah. Kata mereka, "Kami tidak keberatan 'Aisyah menebus kemerdekaanmu, tetapi kewalianmu tetap di pihak kami." Lalu hal itu dibicarakan oleh 'Aisyah dengan Nabi saw. Beliau bersabda: "Tebuslah Barirah, kemudian merdekakan! Kewaliansesungguhnya berada di pihak yang memerdekakan. "Kemudian ia berdiri sambil berkata:" Ada-ada saja orang membuat-buat syarat yang tidak diatur dalam Kitabullah. Tentu saja syarat mereka tidak terjadi sekalipun mereka membuat syarat seratus macam. Tapi syarat yang ditetapkan Allah lebih benar
dan lebih kuat. "1449. Dari Ibnu 'Umar ra. katanya Rasulullah saw. melarang jual
beli kewalian dan menghibahkannya.
1450. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menguasai satu kaum tanpa izin walinya, maka dia mendapat kutuk Allah dan malaikat, serta tidak diterima darinya pembelaan."
1451. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa
yang memerdekakan seorang hamba mukmin. Allah akan membebaskan pula segala anggota tubuhnya dari neraka, seperti setiap anggota tubuh sahaya itu merdeka dari perbudakan. "
1452. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda, "Belum cukup bakti seorang anak terhadap ayahnya, kecuali bila didapatinya ayahnya dalam genggaman perbudakan, lalu dibelinya dan dimerdekakannya." 1453. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. Melarang melakukan jualbeli karena sentuhan dan lemparan. "
1454. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang dua macam cara jual beli. Artinya, mulamasah dan munabadzah. Mulamasah, adalah menjual dengan cara menyentuh barang dagangan tanpa diteliti oleh pembeli. Munabadzah adalah menjual dengan cara melemparkan barang dagangan kepada si pembeli tanpameneliti barang itu. "
1455. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a., katanya; "Rasulullah saw. Melarang kami jual beli dengan dua malam cara. Yaitu jual beli mulamasah dan munabadzah. Mulamasah adalah si pembeli hanya menyentuh kain dagangan si penjual, malam atau siang, tanpa membalik-baliknya dengan teliti. Munabadzah adalah si penjualmelemparkan kain dagangannya kepada si pembeli, maka dengan begitu terjadilah jual beli tanpa diberi kesempatan
kepada pembeli untuk meneliti dan tanpa disetujuinya. "
1456. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang jual beli dengan cara melemparkan kerikil, dan cara-cara lain yang mengandung unsur tipuan."
1457. Dari 'Abdullah ra, katanya, "Sesungguhnya Rasulullah saw. Melarang jual beli" Habali' l habalah "(yaitu jual beli anak unta atau hewan ternak lainnya yang masih dalam kandungan).
1458. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Orang-orang jahiliyah mengadakan jual beli daging dengan menjanjikan habali' l habalah, yaitu ketika anak unta yang dalam kandungan telah lahir, kemudian anak unta itu mengandung pula. Maka Rasulullah saw. Melarang mereka melakukan jual beli seperti itu. "1459.Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu menawar / membeli barang yang sedang ditawar / dibeli orang lain."
1460. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Janganlah kamu menawar / membeli barang yang sedang ditawar / dibeli saudara mu (sesama Islam), dan jangan pula kamu lamar perempuan yang sedang dilamar saudara mu, melainkan setelah diizinkannya. "
1461. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim tidak bisa menawar barang yang sedang ditawar saudaranya (sesama muslim)." 1462. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan menyongsong (mencegat) pedagang untuk memborong barang-barangnya (sebelumsampai ke pasar) jangan membeli barang yang sedang dibeli orang lain: jangan menipu; orang kota jangan memborong dagangan orang dusun (dengan maksud monopoli dan menaikkan harga); jangan menahan susu unta atau susu kambing yang akan dijual sehingga terlihat susunya banyak. Lebih baik si pembeli memilihsesudah diperahnya, jika dia suka membeli maka ditahannya dan jika dia tidak suka dapat dikembalikannya berikut satu gantang kurma (pengganti susu yang diperahnya). "
1463. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang perbuatan-perbuatan: (1) Menyongsong (mencegat) pedagang (sebelum tiba di pasar untuk memborong barang-barangnya sehingga dapat monopoli dan menaikkan harga; (2) memborong dagangan orang dusun (untuk mendapatkan untung lebih besar); (3) seorangwanita mendesak suami agar menceraikan madunya; (4) membayar dengan harga lebih tinggi dari pasar; (5) menahan susu ternak yang akan dijual sehingga terlihat air susunya banyak; (6) menawar barang yang sedang ditawar orang lain. "1464. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Rasulullah saw. melarang mencegat(Menyongsong) barang dagang sebelum sampai di pasar. "
1465. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan mencegat pedagang (sebelum sampai di pasar). Barangsiapa mencegatnya, lalu dia membeli barang dagangan pedagang itu, maka ketika ia telah sampai di pasar, harus pedagang itu diberinya kebebasan untuk meneruskan jual beli ataumembatalkannya. "
1466. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang menyongsong (mencegat) pedagang (sebelum tiba di pasar), dan melarang orang kota membeli dagangan orang desa. Tanya Thawus kepada Ibnu' Abbas," Mengapa orang kota dilarang membeli dagangan orang desa? "Jawab Ibnu Abbas," Dilarang menjadiperantara (tengkulak). "
1467. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak bisa orang kota menjadi perantara dagang bagi orang desa. Biarkanlah orang-orang memperoleh rezeki Allah satu dari yang lainnya."
1468. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membeli kambing yang air susunya ditahan. Maka dia diberi kesempatan berpikir selama tiga hari, apakah dia akan meneruskan jual beli atau mengembalikannya. Jika dia mengembalikan harus diikutinya dengan segantang kurma." 1469.Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu membeli unta atau kambing yang ditahan air susunya, maka dia memiliki dua pilihan setelah memerahnya; yaitu meneruskan jual beli atau mengembalikannya beserta segantang kurma sebagai ganti susu yang telah diperas."
1470. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membeli bahan makanan, maka janganlah langsung menjualnya sebelum menerimanya deogan cukup."
1471. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda; "Siapa membeli (bahan) makanan, maka janganlah langsung menjualnya sebelum barang itu betu-betul dikuasainya."
Kata Ibnu 'Abbas selanjutnya, "Setiap barang yang dibeli sama halnya dengan bahan makanan itu." 1472. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membeli bahan makanan, maka janganlah menjualnya sebelum ditakar."
1473. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Kami pernah berdagang (bahan) makanan. Lalu ia mengirim orang ke kami dan memerintahkan kami agar memindahkan barang yang telah kami beli ke tempat lain sebelum menjualnya."
1474. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda; "Siapa membeli (bahan) makanan, maka janganlah langsung menjualnya sebelum menerimanya dengan cukup." Kata Ibnu 'Umar selanjutnya, "Kami pernah membeli (bahan) makanan dari pedagang dengan taksiran. Lalu Rasulullah saw. Melarang kami menjualnyasebelum memindahkan barang-barang itu dari tempat membeli. "1475. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya mereka pernah dipukul pada masa Rasulullah saw., ketika mereka memborong (bahan) makanan secara taksiran, kemudian menjualnya di tempat membeli sebelum dipindahkan ke tempat lain. "
1476. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang jual beli tumpukan kurma yang belum diketahui takarannya sesuai dengan takaran kurma yang dikenal (standar)."
1477. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Rasulullah saw. sabdanya: "Dua orang yang berjual beli, masing-masing memiliki hak pilih (diteruskan atau tidak jual beli itu) selama keduanya belum berpisah. Kecuali bila dalam jual beli itu telah ditentukan sebelumnya satu pilihan tertentu."
1478. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang melakukan jual beli (untuk satu partai barang), masing-masing memiliki hak pilih (untuk melanjutkan jual beli atau tidak) selama keduanya belum berpisah, atau keduanya telah menetapkan suatu pilihan tertentu. Jika merekatelah membuat suatu pilihan (perjanjian), maka pilihan itu wajib dilaksanakan. "1479. Dari Hakim bin Hizam ra, dari Nabi saw., sabdanya:" Dua
orang yang berjual beli, masing-masing memiliki hak pilih (untuk melanjutkan jual beli atau tidak) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya berlaku jujur dan terus-terang menjelaskan (kondisi barang yang diperjual belikan), maka mereka diberi berkat dengan jual beli mereka; tetapi jika mereka berdustadan menyembunyikan (cacat masing-masing), hilanglah berkat jual beli mereka. "
1480. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Seorang pria mengadu kepada Rasulullah saw. Bahwa dia ditipu orang dalam jual beli. Maka bersabda Rasulullah saw.," Katakan kepada si penjual: Jangan menipu! "Maka sejak itu, ketika dia melakukan jual beli, selalu diingatkannya, "Jangan menipu!"
1481. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang melakukan jual beli buah-buahan sebelum nyata benar baiknya (bebas hama, tidak busuk, dan sudah matang untuk buah-buahan yang hanya dapat dimanfaatkan bila telah matang, dan sebagainya) . "
1482. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang melakukan jual beli kurma, sebelum nyata benar baiknya; dan melarang jual beli buah-buahan yang masih di tangkai (masih berputik) sebelum matang dan bebas hama."
1483. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan jual beli buah-buahan, sebelum nyata benar baiknya; yaitu bebas hama (tidak busuk), dan tampak merah dan kuning (karena sudah matang)."
1484. Dari Abu Al Bakhtari ra, katanya: "Aku bertanya kepada Ibnu 'Abbas ra tentang jual beli kurma. Maka jawabnya, Rasulullah saw. Melarang jual beli kurma sebelum dapat di makan, ditakar atau ditimbang." Lalu tanyaku, "ditimbang bagaimana?"
Jawab seseorang yang berada di sampingnya, "ditakar."
1485. Dari Sa'id bin Musayyab ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang jual beli secara 'muzabanah' dan 'muhaqalah'. Muzabanah ialah mengganti kurma basah dengan kurma kering. Muhaqalah ialah mengganti gandum yang masih di tangkai dengan gandum yang sudah dipanen (dibersihkan). "
1486. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya Rasulullah saw. memberi keringanan bagi pinjaman untuk membayarnya dengan kurma basah atau kurma kering. "
1487. Dari Zaid bin Tsabit ra, katanya Rasulullah saw. memberi keringanan bagi jual beli 'ariyah, dengan cara menaksirnya dengan kurma kering. Kata Yahya, "'Ariyah adalah membeli buah kurma yang masih di pohon dalam kondisi basah setengah matang untuk makanan keluarga, dengan harga kurma kering yangditaksirkan seimbang. "1488. Dari Sahal bin Abu Hatsmah ra, katanya Rasulullah saw. melarang jual beli, kurma basah dengan kurma kering. Sabda beliau," Jual beli seperti itu adalah riba. "
1489. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa menjual pohon kurma yang telah berputik, maka buahnya untuk si penjual, kecuali bila ditentukan (dalam jual beli) untuk si pembeli."
1490. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa menjual pohon kurma yang telah berputik, maka buahnya untuk si penjual; kecuali bila ditentukan (dalam jual beli) untuk si pembeli. Dan siapa menjual budak, maka hartanya bagi yang menjual, kecuali biladitentukan untuk si pembeli. "
1491. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang sewa-menyewa secara mukhabarah, muhaqalah, dan muzabanah; dan beliau melarang menjual buah-buahan sebelum dapat dimakan (sebelum tua atau masak) dan melarang melakukan jual beli kecuali dengan dinar atau dirham (uang tunai), kecualijual-beli 'ariyah (lihat hadits no. 1487). Kata 'Atha', "Jabir menjelaskan kepada kami, adapun mukhabarah adalah menyewakan tanah gersang dengan hasil tanaman dari tanah itu; muzabanah adalah jual-beli kurma basah dengan kurma kering dengan takaran yang sama; muhaqalah adalah jual beli tanam-tanaman yangmasih di pohon dengan buah / biji yang ditakar. "
1492. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang melakukan jual beli secara muhaqalah, muzabanah, mu'awamah, dan mukhabarah - kata mereka, menjual-belikan hasil pohonan untuk beberapa tahun adalah mu'awamah - dan dari tsun-ya, (yaitu penjualan dengan pengecualian yang tidak ditentukan.Contoh, saya jual rumah ini kepada mu kecuali sebagiannya) dan beliau memungkinkan penjualan secara 'ariyah. "
1493. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang menyewakan tanah dan mengontrakkannya beberapa tahun, serta melarang menjual buah-buahan sebelum nyata benar baiknya.
1494. Dari Jahir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang memiliki tanah maka harus ditanaminya. Jika dia tidak sanggup menanami sendiri, maka harus disuruhnya saudaranya menanami." 1495. Dari Jabir hin 'Abdullah ra, katanya: "Beberapa orang sahabat Rasulullah saw.memiliki kelebihan tanah. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa memiliki kelebihan tanah harus ditanaminya atau dipinjamkannya kepada saudaranya (sesama muslim). Jika dia menolak (menanami atau meminjamkan), harus dibiarkannya saja."
1496. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang menyewakan tanah atau memungut hasil (sebagai sewa) .1497. Dari Jabir bin'Abullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memiliki tanah maka harus ditanaminya. Jika dia tidak sanggup menanami, harus dipinjamkannyakepada saudaranya sesama muslim tanpa menyewakan kepadanya. "
1498. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. melarang menyewakan tanah dengan memungut hasil tanamannya.
1499. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Di masa Rasulullah saw. Kami pernah (menyewakan tanah) dengan mengambil sepertiga atau seperempat hasil tanaman yang di sepanjang parit. Maka bersabda Rasulullah saw. Dalam kasus demikian," Siapa memiliki tanah harus ditanaminya sendiri; jika dia tidaksanggup harus dipinjamkannya kepada saudaranya (sesama muslim), dan jika tidak dipinjamkan harus dibiarkannya saja. "
1500. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a., katanya; "Rasulullah saw. Melarang mengadakan kontrak sewa tanah gersang dua atau tiga tahun." 1501. Dari Yazid bin Nu'aim ra, katanya Jabir bin 'Abdullah ra mengatakan kepadanya bahwa Jabir mendengar Rasulullah saw. melarang berjual-beli secara muzabanah danhuqul. Kata Jabir menjelaskan, "Muzabanah adalah menjual kurma basah dengan kurma kering. Sedangkan huqul adalah menyewakan tanah (dengan memungut hasil-hasil tanaman yang ditanam si penyewa)."
1502. Dari Abu Sa'id Al Khudii ra, katanya Rasulullah saw. melarang jual beli muzabanah dan muhaqalah. Muzabanah adalah jual beli buah-buahan yang masih di pohon. Muhaqalah adalah menyewakan tanah.
1503. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Awalnya kami berpendapat bahwa mukhabarah (menyewakan tanah dengan memungut hasil tanamannya) dibolehkan. Tapi setelah berlalu setahun, Rafi' mengatakan bahwa cara seperti itu dilarang oleh Rasulullah saw." 1504. Dari Nafi 'ra, katanya: "Ibnu' Umar menyewakankebun pada masa Rasulullah saw., sampai kepada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar dan Usman, sampai pada awal pemerintahan Mu'awiyah. Kemudian, pada akhir pemerintahan Mu'awiyah, Rafi 'bin Khadij mengabarkan larangan Rasulullah saw. akan perbuatan seperti itu. Lalu Ibnu 'Umar pergi bersama ku (Nafi')kepada Rafi 'menanyakan kebenaran hadis itu. Jawab Rafi 'ra, "Memang, Rasulullah saw. Melarang menyewakan tanah perkebunan." Maka sejak itu Ibnu 'Umar menghentikan usahanya menyewakan lahan perkebunannya. Dan ketika dia ditanya orang kenapa dia berhenti, maka dijawabnya, Rafi 'bin Khadij mengatakanbahwa Rasulullah saw. melarang perbuatan seperti itu.
1505. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw. Kami pernah berusaha menyewakan tanah. Kami sewakan dengan memungut seperti atau seperempat dari hasil tanamannya tertentu. Pada suatu hari datang salah seorang paman ku, lalu dia berkata:" Rasulullah saw. melarang kita melakukanusaha yang menguntungkan ini. Tapi mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya lebih bermanfaat bagi kita. Dia melarang kita menyewakan tanah dengan memungut sepertiga atau seperempat hasil tanaman atau makanan tertentu. Allah memerintahkan kita agar menanaminya sendiri atau ditanami orang lain tanpamemungut sewa atau yang sejenisnya. "
1506. Dari Hanzhalah bin Qais ra, katanya dia pernah bertanya kepada Rafi 'bin Khadij ra tentang menyewakan tanah dengan memungut hasil tanaman. Jawab Rafi ', "Rasulullah saw. Melarang melakukan yang demikian." Lalu kutanyakan ,. "Bagaimana kalau disewakan dengan emas atau perak?" Jawab Rafi ', "Denganemas atau perak, bisa! "
1507. Dari 'Abdullah bin Saib ra, katanya: "Kami pernah datang kepada' Abdullah Ibnu Ma'qil, lalu kami bertanya kepadanya tentang hukum muzara'ah (yaitu menyerahkan sebidang tanah kepada seseorang untuk ditanami dengan upah sebagian dari hasil tanamannya). Jawab 'Abdullah Ibnu Ma'qil, "Tsabit mengatakanbahwa Rasulullah saw. melarang melakukan muzara'ah dan memerintahkan dengan cara muajarah (menyewa). "Kata Ma'qil selanjutnya," Mempekerjakan tidak apa-apa. "
1508. Dari Ibnu Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang pemilik tanah lebih baik meminjamkan tanahnya kepada saudaranya (sesama muslim) dari memungut imbalan tertentu."
1509. Dari Thawus ra, katanya dia adalah seorang petani yang mengusahakan tanahnya dan memungut sebagian dari hasil tanaman yang ditanamnya. Lalu kata 'Amar kepadanya, "Hai, Abu Abdurrahman! Hentikanlah usahamu melakukan mukhabarah itu, karena sesungguhnya mereka (para sahabat) memberitakan bahwaNabi saw. melarang pekerjaan mukhabarah itu. Jawab Thawus, "Hai, 'Amar! Telah memberitakan kepada ku orang yang lebih tahu dari mereka perihal itu - yakni Ibnu' Abbas - bahwa Nabi saw. Tidak melarangnya. Hanyalah beliau bersabda," Jika salah seorang kamu meminjamkan kepada saudaranya, itu lebihbaik dari memungut imbalan tertentu. "
1510. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan (upah) sebagian dari hasil buah-buahan atau tanam-tanaman yang mereka tanam." 1511. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memberi (upah) kepada penduduk Khaibar dengansebagian dari buah atau tanam-tanaman yans dihasilkan mereka. Kemudian ia bagi-bagikan setiap tahun untuk para istri beliau sebanyak seratus wasq (gantang), berupa delapan puluh wasq kurma dan dua puluh wasq gandum. Ketika 'Umar bin Khathtbab berwenang (pemerintah), dibagi-baginya tanah Khaibaritu. 'Umar memberikan pilihan kepada para istri Nabi saw., Apakah mereka menghendaki pembagian tanah dan air, atau akan tetap menerima pangan beberapa wasq seperti biasa setiap tahun. Di antara mereka ada yang memilih pembagian tanah dan air dan yang lain memilih jatah pangan seperti biasa setiap tahun.Dalam hal ini, 'Aisyah dan Hafshah memilih pembagian tanah dan air. "
1512. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Setelah Khaibar ditaklukkan, maka orang-orang Yahudi meminta kepada Rasulullah saw. Sehingga mereka dibolehkan tetap tinggal di sana mengerjakan sawah ladang dengan (upah) seperdua dari buah atau tanam-tanaman yang dihasilkan. " Jawab Rasulullahsaw., "Aku dapatkah kalian menetap sampai batas waktu tertentu."
1513. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw., "Bahwasanya beliau pernah menyerahkan kebun kurma Khaibar kepada orang-orang Yahudi untuk mereka garap dengan duit mereka sendiri, dengan ketentuan: separuh dari hasil buah yang dikerjakan mereka untuk Rasulullah saw. "
1514. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Bahwasanya' Umar bin Khaththab mengusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari tanah Hijaz. Sesunguhnya setelah penaklukan Khaibar Rasulullah saw. Telah bermaksud hendak mengusir orang-orang Yahudi dari negeri itu. Karena setelah dikuasai negara itu menjadi milikAllah dan
Rasul-Nya, serta menjadi milik kaum muslimin seluruhnya. Karena itulah Rasulullah berarti akan mengusir orang-orang Yahudi dari negeri itu. Tetapi orang-orang Yahudi memohon kepada Rasulullah saw. agar beliau memungkinkan mereka tetap tinggal di sana untuk melanjutkan usaha (pertanian) mereka, denganketentuan: bagi mereka seperdua dari buah yang dihasilkannya. Jawab Rasulullah saw., "Kami izinkan kalian menetap dengan ketentuan seperti itu sampai batas waktu kami inginkan." Maka
menetaplah mereka di situ hingga datang waktunya. 'Umar mengusir mereka ke Taima' dan Ariha '.
1515. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun orang muslim yang bercocok-tanam, melainkan setiap tanamannya yang dimakan atau dicuri orang, atau dimakan binatang liar, atau dimakan burung, atau hilang, niscaya itu menjadi sedekah baginya."
1516. Dari Jabir ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Masuk ke kebun Ummu Mubasysyir Al Anshari. Maka bertanya Nabi saw. Kepadanya," Siapa yang menanam pohon kurma ini, orang Islam atau kafir? "Jawab Ummu Mubasysyir," Orang Islam! "Maka bersabda Rasulullah saw.," Tidak seorang pun orangmuslim yang bercocok-tanam atau bertani, kemudian hasil tanamannya itu dimakan orang atau binatang, niscaya itu menjadi sedekah baginya. "
1517. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun orang muslim yang bercocok tanam atau bertani, lalu tanamannya dimakan
binatang buas, atau dimakan burung dan lain-lain, niscaya orang itu mendapat pahala karenanya. "
1518. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jikalau engkau menjual buah-buahan (yang masih di pohon / kebun), lalu buah itu binasa dimakan hama, maka tidak halal bagi mu menerima pembayaran, karena berarti engkau mengambil harta saudara mu tanpa hak."
1519. Dari Humaid, dari Anas ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi
saw. melarang jual-beli kurma (yang masih di pohon), sebelum nyata benar baiknya. "Lalu kami bertanya kepada Anas," Apa yang dimaksud dengan baiknya itu? "Jawab Anas," Bila buah itu sudah merah dan kuning. Bagaimana pendapatmu, jika Allah tidak jadi menghasilkan buah itu, apa alasan bagi mu untuk menghalalkanharta saudaramu? "
1520. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada masa Rasulullah saw., Ada seorang pria mendapat musibah, karena buah yang dibelinya rusak binasa, sehingga dia ditimpa banyak utang." Maka bersabda Rasulullah saw., "Bersedekahlah Anda semua kepadanya!" Maka bersedekahlah masyarakat kepadanya,tetapi masih belum cukup untuk melunasi hutangnya. Karena itu Rasulullah bersabda kepada orang yang menerima piutang- (kreditor), "Ambillah seberapa yang dapat kamu terima. Tidak ada lagi yang dapat kamu terima kecuali hanya itu."
1521. Dari Abdullah bin Ka'ab bin Malik, dari ayahnya, katanya pada masa Rasulullah saw. dia menagih piutangnya kepada Ibnu Abu Hadrad di dalam masjid. Keduanya sama-sama bersuara keras, sehingga terdengar oleh Rasulullah saw., Yang ketika itu sedang berada di rumah beliau. Lalu beliau keluar hendakmendapatkan keduanya. Ketika gorden kamar beliau terbuka, dia panggil Ka'ab bin Malik. Sabdanya, "Hai, Ka'ab!" Sahut Ka'ab, "Hamba, ya Rasulullah!" Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya kepada Ka'ab supaya dia mengurangi piutangnya seperdua. Jawab Ka'ab, "Aku laksanakan, ya Rasulullah!" Berikutnyabeliau bersabda kepada Hadrad, "Berdirilah! Bayar hutangmu kepadanya."
1522. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mendapatkan hartanya di tangan orang yang telah pailit, maka dia lebih berhak mengambil barang itu dari diambil orang lain."
1523. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seseorang jatuh pailit, lalu si penjual (kreditor) mendapatkan barangnya pada si pailit itu, maka si kreditor berhak mengambil barangnya kembali."
1524. Dari Hudzaifah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Beberapa orang malaikat bertemu dengan roh seseorang yang sebelum kamu, lalu mereka bertanya," Kebajikan apa sajakah yang pernah Anda lakukan? "Jawab orang (roh) itu," Tidak ada! "Kata para malaikat," Coba Anda ingat-ingat ! "Jawab orangitu, "Memang, aku pernah memberikan piutang kepada orang banyak, lalu kuperintahkan kepada pegawai-pegawaiku supaya memberi tangguh kepada orang-orang yang kesulitan, serta memberi kelonggaran bagi orang-orang yang berkecukupan." Lalu Allah 'Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, "Beri kelapanganpula dia! "
1525. Dari Hudzaifah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Ada seorang pria meningal, lalu dia masuk surga. Dia ditanya," Apa amalmu (di dunia)? "Jawabnya," Aku pedagang. Aku biasa memberi tangguh kepada orang-orang yang sedang dalam kesulitan, dan memberi fasilitas bagi orang yang mampu. "Maka orangitu diampuni dosa-dosanya.1526. Dari Hudzaifah ra, katanya: "Dihadapkan kepada Allah swt. Seorang di antara hamba-hamba-Nya yang diberiNya harta kekayaan. Lalu Allah bertanya kepadanya," Apa kerjamu di dunia? "Jawab orang itu," Tuhan memberi hamba harta kekayaan. Karena itu hamba berdagang denganorang banyak. Sifat hamba adalah suka melapangi. Karena itu hamba beri fasilitas orang yang mampu, dan hamba beri tangguh orang yang dalam kesulitan. "Maka berfirman Allah swt.," Aku lebih berhak daripadamu tentang hal itu. (Hai, para malaikat!). Beri kelapangan hambaku itu! "
1527. Dari Abu Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang pria yang sebelum kamu diperiksa di hadapan Allah Rabbul Jalil. Setelah diperiksa, ternyata dia tidak pernah berbuat kebajikan sedikit jua pun selain hanya bergaul (perdagangan) dengan orang, sedang dia seorang kaya. diperintahkannyapara hamba sahayanya supaya mereka memberikan kelapangan bagi orang-orang miskin. Maka berfirman Allah 'Azza wa Jalla. "Kami lebih berhak darinya tentang hal itu. Karena itu (hai, para malaikat!), Beri kelapangan pula orang itu!"
1528. Dari 'Abdullah bin Abu Qatadah ra, katanya: "Abu Qatadah
menemukan seorang yang berhutang kepadanya dan menghilang, kemudian
orang itu bertemu. Dia berkata kepada Abu Qatadah, "Aku sedang dalam kesulitan." Maka kata Abu Qatadah, "Demi Allah! Demi Allah! Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang ingin dibebaskan Allah dari kesulitan pada hari kiamat, maka hendaklah dia memberikan kelapangan bagi orang-orang yang dalamkesulitan atau membebaskannya dari utang. "
1529. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mengulur-ngulur waktu pembayaran hutang bagi yang mampu, adalah suatu kezaliman; dan ketika piutangmu dialihkan kepada orang kaya, terimalah."
1530. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang menjual sisa air." 1531. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang menyewakan unta jantan untuk bibit, menjual air dan tanah untuk ditanami. Rasulullah saw. Melarang melakukan yang demikian." 1532. Dari AbuHurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada larangan memakai sisa air untuk menyiram rumput supaya jangan kering."
1533. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Melarang (menerima atau membayar) uang harga jual-beli anjing, usaha pelacuran, dan usaha tenung."
1534. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Seburuk-buruk usaha adalah usaha pelacuran, jual beli anjing, dan usaha tukang bekam."
1535. Dari Rafi 'bin Khadij ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya:
"Uang hasil jual-beli anjing najis, penghasilan pelacur najis, dan usaha tukang bekam najis."
1536. Dari Abu Zubair ra, katanya: "Aku bertanya kepada Jabir ra tentang uang hasil jual beli anjing dan kucing. Jawab Jabir," Nabi saw. melarang perbuatan demikian. "
1537. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Lalu dia kirim orang keseluruh pelosok kota Madinah untuk melaksanakannya."
1538. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Lalu kami pergi ke seluruh pelosok kota melaksanakannya, sehingga tidak seekor pun anjing yang ketinggalan kami bunuh semuanya. Bahkan seekor anjing yang selalu mengikuti tuannya, yaitu searang wanita dusun , kamibunuh pula. "1539. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Sesungguhnya Rasulullah saw. memerintahkan kami membunuh anjing. Kecuali anjing pemburu, atau anjing penjaga ternak gembalaan. "
1540. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Lalu kami laksanakan perintah itu, sehingga seekor anjing milik seorang wanita yang selalu mengontrol tuannya dari dusun kami bunuh pula. Kemudian Rasulullah saw. Melarang membunuh anjing seperti itu . Tetapisabda beliau,
"Bunuhlah (kapan dan di mana saja) anjing yang seluruh bulunya berwarna hitam dengan dua titik putih di keningnya, karena anjing seperti itu adalah setan."
1541. Dari Ibnu Mughaffal ra, katanya: "Rasulullah saw. Memerintahkan membunuh anjing. Kemudian beliau bersabda:" Kenapa semuanya? "Lalu beliau kecualikan anjing pemburu dan anjing penjaga ternak."
1542. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memelihara anjing selain anjing penjaga ternak atau anjing pemburu, maka berkurang pahala amalnya setiap hari sebesar dua qirath."
1543. Dari Abul Hakam ra, katanya dia mendengar Ibnu 'Umar menyampaikan hadis Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa memelihara anjing selain untuk penjaga tanaman (kebun atau sawah ladang), penjaga ternak, atau anjing pemburu, berkurang pahala amalnya setiap hari sebesar satu qirath. "
1544. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memelihara anjing selain untuk penjaga ternak, atau untuk berburu, atau untuk penjaga kebun, berkurang pahala amalnya setiap hari satu qirath." Kata Az Zuhri, "Kemudian hadis Abu Hurairah itu disampaikan orang kepada Ibnu 'Umar.Lalu kata Ibnu 'Umar, "Semoga Allah memberi rahmat bagi Abu Hurairah. Mudah-mudahan dia punya kebun."
1545. Dari Humaid ra, katanya: "Anas bin Malik ditanya orang tentang tukang bekam. Jawab Anas," Rasulullah saw. pernah berbekam. Yang membekamnya adalah Abu Thaibah. Setelah selesai berbekam, Rasulullah saw. memerintahkan supaya memberi Abu Thaibah dua gantang makanan, dan beliau menganjurkan kepadamajikan Abu Thaibah sehingga meringankan tugas yang dibebankan kepadanya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya berbekam itu termasuk cara pengobatan yang utama, atau termasuk obat yang baik."
1546. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Nabi saw. Pernah berbekam kepada seorang hamba sahaya milik Bani Bayadhah. Lalu dia memberi upah kepadanya, dan menganjurkan kepada majikan sahaya (tukang bekam) itu sehingga meringankan tugas kewajibannya. Andaikata usaha bekam itu haram , tentu Nabi saw.tidak akan memberi upah kepadanya. "
1547. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. berkhutbah di Madinah, sabdanya: "Hai, manusia!" Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menghalang-halangi minum (belum ada larangan yang tegas). Tetapi Allah tentu akan menurunkan perintah yang tegas tentang hal itu. Oleh karena itu,siapa memiliki khamar (walaupun sedikit), harus dijualnya cepat atau dimanfaatkannya. "Kata Abu Sa'id selanjutnya," Memang, tidak berapa lama kemudian Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengharamkan khamar. Karena itu, siapa yang mendengar ayat ini, sedangkan dia memiliki persediaankhamar, tidak bisa lagi diminum atau dijualnya. "Maka pergilah orang ke jalanan membawa persediaan khamar yang ada pada mereka, lalu mereka tumpahkan di sana." 1548. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang pria menghadiahkan sekantong khamar kepada Rasulullah saw. Maka bersabda beliau kepadanya,"Belum tahukah Anda bahwa Allah Ta'ala telah mengharamkannya?" Jawab orang itu, "Belum, ya Rasulullah!" Lalu pria itu berbisik kepada seseorang (di dekatnya). Maka bertanyalah Rasulullah saw., "Apa yang Anda bisikkan kepadanya?" Jawab pria itu, "Aku menyuruhnya menjual khamar itu." Bersabda Rasulullahsaw., "Sesungguhnya yang diharamkan Allah ialah meminum dan menjualnya." Kata Abu Sa'id selanjutnya, "Lalu pria itu membuka kantong khamar tersebut, dan menumpahkan isinya semua." 1549. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Ketika ayat-ayat akhir surah Al Baqarah turun, Rasulullah saw. Segera keluar, lalu dibacakannyaayat-ayat itu kepada orang banyak. Kemudian beliau larang melakukan perdagangan (jual-beli) khamar. "
1550. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda di tahun penaklukan (Makkah), dan ketika itu dia berada di Makkah, sabdanya: "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah melarang menjual khamar, bangkai, babi, dan berhala." Lalu ditanya orang beliau, "Ya, Rasulullah!Bagaimana hukumnya lemak yang ada dalam bangkai ?. Karena lemak bangkai itu digunakan orang untuk gemuk perahu, untuk meminyaki kulit. dan untuk menyalakan lampu. "Maka bersabda beliau," Tidak bisa! Itu haram! "Kemudian bersabda pula beliau," Karena lemak itulah Allah Ta'ala mengutuk orang-orangYahudi. Allah telah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, tetapi mereka mengolahnya jua. Kemudian mereka jual, dan hasil penjualannya itu mereka makan. "1551. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Jangan mengganti (jual-beli) emas dengan emas, kecuali sama berat, dan janganmelebihkan yang satu atas yang lain. Dan jangan menakar (jual-beli) perak dengan perak, kecuali sama berat. Dan jangan menjual yang satu dengan hutang sedangkan yang lain dengan tunai (tetapi keduanya harus tunai). "
1552. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak bisa jual beli emas dengan emas, dan perak dengan perak kecuali sama berat."
1553. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Mengubah perak dengan emas riba, kecuali tunai. Gandum dengan gandum riba, kecuali tunai. Jelai dengan jelai
riba, kecuali tunai, dan kurma dengan kurma riba, kecuali tunai. "
1554. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Melarang jual beli emas dengan emas, perak dengan perak, beras dengan beras, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma dan garam dengan garam, kecuali bila sama berat dan sama -sama tunai. Maka siapa yang melebih-lebihkan, berartidia
melakukan pekerjaan riba. "Mendengar hadis itu, maka orang-orang yang telah terlanjur melakukannya, segera mengembalikan apa yang telah mereka ambil. Khabar tentang peristiwa itu sampai kepada Mu'awiyah. Lalu dia berkhotbah. Katanya," Bagaimana pikiran orang-orang yang mengaku -aku menyampaikan hadisdari Rasulullah saw., padahal kami menyaksikan dan selalu mendampingi beliau, tetapi tidak pernah mendengar hadis itu dari beliau. Segera 'Ubadah bin Shamit berdiri, lalu diulangnya menceritakan kisah hadis itu. Kemudian dia berkata, "Kami akan selalu menyampaikan hadis-hadis yang kami dengardari Rasulullah saw., sekalipun Mu'awiyah membencinya. Aku tidak peduli, bahkan aku akan dipecatnya dari militer pada waktu malam yang gelap gulita. "1555. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Mengubah emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelaidengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, harus setimbang, serupa, dan tunai. Bila barang yang dikonversi itu wajar, maka lakukanlah sesuka hatimu asal tunai. "
1556. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda, "Mengubah emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, harus sama berat dan tunai. Maka siapa yang melebih-lebihkan, sesungguhnya dia berbuat riba. Yang mengambil maupunyang memberi sama-sama berdosa. "1557. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Mengubah kurma dengan kurma, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, dan garam dengan garam, bisa dilakukan asal sama berat dan tunai. Siapa yang melebih-lebihkan, sesungguhnya dia melakukan riba, kecualibila barang-barang itu berbeda warnanya (jenisnya). "
1558. Dari Habib ra, katanya dia mendengar Abu Minhal berkata: "Aku pernah bertanya kepada Al Bara 'bin' Azib perihal mengganti uang. Kata Al Bara '," Tanyakan kepada Zaid bin Arqam. Dia lebih tahu dari ku. "Maka kutanyakan kepada Zaid, lalu katanya, tanyakan kepada Al Bara ', karena dia lebih tahudari ku. Akhirnya keduanya sama berkata, "Rasulullah saw. Melarang mengganti perak dengan emas secara utang."
1559. Dari Fadhalah bin 'Ubaid Al Anshari ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Berada di Khaibar, beliau pernah ditawari orang sebuah kalung emas pakai permata, yang berasal dari harta rampasan. Rasulullah saw. Memerintahkan supaya menjual emasnya saja. Karena itu dicabut permatanya. Kemudian beliaubersabda kepada mereka, "Jual beli emas dengan emas, harus sama berat."
1560. Dari Fadhalah bin 'Ubaid ra, katanya: "Pada hari penaklukan Khaibar, aku membeli sebuah kalung emas pakai permata seharga dua belas dinar. Setelah ku pisahkan permatanya, ku peroleh lebih dari dua belas dinar. Kejadian ini kuceritakan kepada Nabi saw., lalu beliau bersabda: "Jangan dijual sebelumdipisahkan permatanya. "
1561. Dari Fadhalah bin 'Ubaid ra, katanya: "Pada hari penaklukan Khaibar, kami bersama-sama dengan Rasulullah saw. Membeli dari seorang Yahudi satu uqiyah emas seharga dua
atau tiga dinar. Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidak bisa jual beli emas, kecuali sama berat."
1562. Dari Ma'mar bin 'Abdullah ra, bahwasanya dia menyuruh pelayannya menjual segantang gandum (qamh), kemudian dengan hasil penjualan itu disuruhnya pula membeli jelai (sya'ir). Maka pergilah server itu. Ternyata dia tidak melakukan sebagai yang diperintahkan majikannya. Tapi segantang gandumyang dibawanya, langsung ditukarnya dengan satu setengah gantang jelai (sya'ir). Setelah dia pulang menemui Ma'mar, lalu diceritakannya perbuatannya itu kepada Ma'mar. Maka berkata Ma'mar kepada pelayannya itu, "Mengapa engkau perbuat begitu? Pergi kembalikan kepada si penjual, dan sekali-kali janganmengubahnya, kecuali sama banyak. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Mengubah pangan dengan pangan harus sama banyak." Sekarang pangan kita adalah jelai (sya'ir). Lalu ditanyakan orang
kepadanya, "Bukankah jelai tidak sama dengan gandum?" Jawab Ma'mar, "Aku khawatir jelai ini sejenis dengan gandum." 1563. Dari Sa'id Ibnul Musaiyyah ra, dia mengabarkan bahwa Abu Hurairah dan Abu Sa'id (Al Khudri) ra, keduanya menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah saw. mengangkat seorang pegawaidari Bani Adiy untuk bekerja di Khaibar. Maka pada suatu ketika petugas itu datang menghadap Rasulullah saw. sambil membawa kurma Janib. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, "Apakah semua kurma Khaibar seperti ini?" Jawab orang itu, "Tidak, ya Rasulullah! Kurma ini satu gantang, kutukar dengan dua gantangkurma jenis campuran. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Jangan lakukan lagi perbuatan seperti itu. Jika mengganti harus sama banyak. Atau jual lebih dahulu kurma campuranmu, kemudian dengan uang penjualannya itu, dapat engkau beli kurma yang lebih bagus. Itulah yang seimbang. "
1564. Dari Abu Sa'id ra, katanya: "Pada suatu ketika, Bilal datang kepada Rasulullah saw. Membawa kurma Barni. Lalu Rasulullah saw. Bertanya," Kurma dari mana ini? "Jawab Bilal," Kurma kita rendah mutunya. Karena itu kutukar dua gantang dengan satu gantang kurma ini untuk pangan Nabi saw. "Maka bersabda Rasulullah saw., "Ini1ah yang disebut riba. Jangan sekali-kali engkau lakukan lagi. Bila engkau ingin membeli kurma (yang bagus), jual lebih dahulu kurmamu (yang kurang bagus) itu, kemudian dengan uang penjualan itu beli kurma yang lebih
bagus. "
1565. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya riba itu bisa terjadi pada jual beli secara hutang (kredit)."
1566. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Riba tidak mungkin terjadi pada jual beli secara tunai."
1567. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengutuk pemakan riba, yang menyuruh memakan riba, juru tulis pembuat akta riba dan saksi-saksinya. Sabda beliau," Mereka itu sama saja (dosanya). "
1568. Dari Nu'man bin Dasyir ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya yang halal telah nyata (jelas) dan yang haram telah nyata. Antara keduanya ada hal yang diragukan (mutasyabihat - syubhat) yang tidak diketahui banyak orang. Maka siapa yang menjaga dirinyauntuk tidak mengerjakan hal yang diragukan, selamatlah agama dan pribadinya. Tapi siapa yang jatuh ke dalam syubuhat, berarti dia jatuh kepada yang haram. Tak ubahnya seperti gembala yang menggembala di tepi tanah larangan. Dikhawatirkan dia akan jatuh ke dalam. Ketahuilah, bahwa setiap pemerintahitu memiliki larangan, dan larangan Allah Ta'ala adalah segala yang dilarang-Nya. Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Ketika gumpalan darah itu baik, maka baik pulalah tubuh itu seluruhnya. Tetapi ketika gumpalan darah itu rusak, maka rusak pulalah tubuh seluruhnya.Ketahuilah, gumpalan darah itu adalah hati. "
1569. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Dalam perjalanan ia menemui ku karena aku menunggang unta yang kelelahan sehingga hampir tak dapat berjalan. Rasulullah saw. Bertanya kepada ku,
"Bagaimana untamu?" Jawab ku, "Sakit, ya Rasulullah!" Dia mundur ke belakang, lalu dibentaknya unta itu dan dido'akannya. Semenjak itu unta ku selalu berjalan di muka sekali. Rasulullah saw. bertanya pula kepada ku, "Sekarang bagaimana untamu?" Jawab ku, "Selalu dalam kondisi baik, semenjak berolehberkat dari Anda! "Tanya beliau," Maukah engkau menjualnya kepada ku? "Sebenarnya aku malu, di samping aku tidak punya uang yang lain selain hanya unta itu. Jawab ku," Baiklah, ya Rasulullah! "Unta itu ku jual kepada beliau dengan ketentuan, aku dapat mengenderainya hingga sampai ke Madinah. Kemudianaku minta izin kepada beliau untuk berangkat lebih dahulu ke Madinah, karena aku akan jadi pengantin. Setelah sampai di Madinah, aku bertemu dengan paman ku, lalu dia menanyakan kepada ku perihal unta. Maka ku kabarkan kepadanya apa yang terjadi, tetapi dia mencela tindakan ku. Ketika aku minta izinkepada Rasulullah saw. untuk berangkat lebih dahulu karena akan menikah, beliau bertanya kepada ku, "Dengan siapa engkau hendak kahwin? Dengan gadis atau janda?" Jawab ku, "Dengan janda, ya Rasulullah." Tanya beliau pula, "Mengapa tidak dengan gadis? Engkau dapat bersenda gurau dengannya, dandia dapat pula bersenda gurau denganmu. "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Orang tua ku telah meninggal (syahid) sedangkan aku memiliki adik-adik perempuan yang masih perawan-perawan. Sebab itu aku tidak suka kawin dengan perempuan seusia mereka, karena tidak akan dapat mendidik dan mengurus mereka. Itulahsebabnya aku kahwin dengan janda, sehingga dapat mengurus dan mendidik adik-adik ku. "Setelah Rasulullah saw. tiba di Madinah, pagi-pagi ku kirim unta itu kepada beliau, lalu beliau memberikan uang harganya kepada ku, dan memberikan unta itu kembali kepada ku . "
1570. Dari Jabir ra, katanya: "Kami berangkat dari Makkah ke Madinah bersama dengan Rasulullah saw. Di tengah jalan untaku sakit. Lalu diceritakannya kisah di atas, yang antara lain: Kemudian Rasulullah saw. Bersabda kepada ku," Juallah untamu ini kepadaku! "Jawab ku," Tidak kujual, ya Rasulullah!Tapi kuhadiahkan kepada Anda. "Sabda beliau," Jangan! Juallah kepada ku. "Jawab ku," Jangan, tetapi kuberikan saja untuk Anda. "Sabda beliau," Tidak! Juallah kepadaku! "Jawab ku," Aku punya hutang kepada seseorang satu uqiyah emas, sebanyak itu sajalah Anda bayar. "Sabda beliau," Baiklah! Bawalahunta itu sampai ke Madinah. "Setelah tiba di Madinah, Rasulullah saw. memerintahkan kepada Bilal," Hai, Bilal! Bayar kepada Jabir uang harga untanya satu uqiyah emas, dan menambahnya. "Lalu Bilal memberikan kepada ku satu uqiyah emas, ditambahnya dengan beberapa qirath."
1571. Dari Abu Rafi 'ra, katanya Rasulullah saw. pernah meminjam unta muda usia kepada seseorang. Setelah itu, ada orang mengantarkan unta sedekah kepada beliau. Lalu Nabi saw. menyuruh Abu Rafi 'membayar unta muda yang dipinjamnya. Abu Rafi 'mengatakan kepada beliau. "Ya, Rasulullah, belum ada untamuda yang ada hanyalah unta pilihan yang telah dewasa. Sabda beliau, "Berikanlah itu! Sebaik-baik manusia, adalah yang mengutamakan pelunasan suatu utang."
1572. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria berpiutang kepada Rasulullah saw., Lalu ditagihnya dengan cara kasar. Karena itu para sahabat tidak senang terhadap orang itu. Maka bersabda Nabi saw.," Orang yang berpiutang berhak menagih. Belikan dia seekor unta muda, kemudian berikan kepadanya! "Kata para sahabat, "Tidak ada unta muda, ya Rasulullah. Yang ada hanya unta dewasa dan lebih bagus dari untanya." Sabda beliau, "Belilah! Kemudian berikan kepadanya. Sesungguhnya sebaik-baik kamu, adalah yang paling baik membayar hutang." 1573. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Seorang hamba-sahayadatang kepada Rasulullah saw., lalu dia bersumpah setia (baiat) akan turut hijrah. Sedangkan dia tidak tahu bahwa dia seorang budak. Tidak lama kemudian datang majikan sahaya itu mencarinya. Maka berkata Nabi saw. kepada majikannya itu, "Juallah dia kepada ku. Aku ganti dengan dua orang sahaya hitam."Sejak itu Rasulullah saw. tidak pernah membai'at seseorang, sebelum ditanya apakah dia budak atau tidak. "
1574. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah membeli pangan dari seorang Yahudi dengan cara berutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu beliau menggadaikan baju besinya."
1575. Dari Ibnu 'Abbas r: a., Katanya: "Tatkala Nabi saw. Tiba di Madinah, penduduk Madinah menjual buah dengan pembayaran di muka, sedangkan buah yang dijualnya dijanjikan mereka dalam waktu setahun atau dua tahun kemudian. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang menjual kurma denganberjanji, harus dengan takaran tertentu, timbangan tertentu, dan jangka waktu tertentu. "1576. Dari Ma'mar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang menimbun barang, maka dia salah (berdosa). "
1577. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Sumpah yang diucapkan untuk melariskan barang bisnis, dapat merusak keuntungan. "
1578. Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Jauhilah banyak bersumpah dalam berjual-beli (berdagang). Karena sumpah itu dapat melariskan dagangan, tetapi kemudian menghabiskan semua keuntungan."
1579. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa bersekutu (berserikat) memiliki sebuah rumah atau sebidang kebun masing-masing mereka tidak dapat menjual sebelum diizinkan rekan serikatnya. Jika rekan serikatnya setuju membeli. silakan dia membeli, dan jika dia tidak setuju, bisadijual kepada orang lain. "
1580. Dari Jabir ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah menetapkan suatu ketetapan tentang adanya hak syufah tentang harta milik bersama (serikat) yang belum atau tidak dapat dibagi, seperti rumah dan kebun. Seorang anggota serikat tidak dapat menjualnya sebelum diizinkan oleh rekannya berserikat . Jikarekannya suka membeli, maka silakan (lebih dabulu) dia membeli, tetapi jika dia tidak akan membeli, maka rekan pertama tadi berhak menjualnya kepada orang lain, sekalipun tidak diizinkan oleh rekan kedua. "
1581. Dari Sa'id bin Zaid bin 'Amr bin Nufail ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang merampas tanah orang lain dengan cara zalim, meskipun hanya sejengkal, maka Allah akan mengalunginya kelak di hari kiamat dengan tujuh lapis bumi." 1582. Dari Sa'id bin Zaid bin 'Amr bin Nufail ra, katanyadia didakwa oleh Arwa (seorang wanita) tentang sebagian tanah pekarangannya. Lalu kata Sa'id, "Biarlah diambilnya! Karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Siapa mengambil tanah orang lain tanpa hak meskipun sejengkal, di hari kiamat kelak, Allah mengalungkan kepadanya tujuh lapis bumi."Lalu Sa'id mendo'a; "Wahai Allah! Jika wanita itu dusta; butakanlah matanya dan jadikanlah rumahnya menjadi kuburan baginya." Tidak berapa lama kemudian kulihat dia berjalan meraba-raba dinding dalam keadaan buta sambil berkata, "Aku terkena kutukan Sa'id bin Zaid." Sedang berjalan dalam rumah menujusumur, ia terjatuh ke dalam, sehingga sumur itu menjadi kuburannya. "
1583. Dari Hisyam Ibnu 'Urwah ra, dari ayahnya katanya: "Bahwasanya Arwa binti Uwais mengklaim Sa'id bin Zaid, bahwa Sa'id mengambil sebagian tanahnya. Lalu diadukannya ke Marwan bin Hakam (penguasa saat itu). Maka kata Sa'id , "Mungkinkah aku mengambil tanahnya sesudah kudengar Rasulullah saw.bersabda? "Tanya Marwan," Apa yang telah engkau dengar dari Rasulullah saw.? "Jawab Sa'id," Aku mendengar beliau bersabda: "Siapa mengambil tanah orang lain dengan cara paksa (zalim), meskipun hanya sejengkal, kelak di hari kiamat dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi. " Kata Marwan, "Aku tidak mintadeskripsi darimu selain ini. "Lalu Sa'id mendo'a," Allahumma in kanat kadzibatan, fa 'ammi basharaha wa qtulha fi ardhiha. "Kata Sa'id," Memang, tidak berapa lama kemudian, wanita itu buta. Setelah itu, ketika ia sedang berjalan di pekarangannya, dia terjatuh ke dalam sebuah lubang lalu dia mati disitu. "
1584. Dari Muhammad bin Ibrahim ra, katanya Abu Salamah bercerita kepadanya bahwa Abu Salamah bersengketa dengan kaumnya perihal tanah. Lalu dia pergi ke 'Aisyah ra, mengadukan hal itu kepadanya. Kata 'Aisyah, "Hai, Abu Salamah! Jauhilah hal (sengketa tentang) tanah. Karena Rasulullah saw.pernah bersabda: "Siapa merampas sejengkal tanah, dikalungkan Allah kepadanya kelak di hari kiamat, tujuh lapis bumi."
1585. Dari Usamah bin Zaid ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Orang muslim tidak dapat mewarisi orang kafir, dan orang kafir tidak dapat mewarisi orang muslim."
1586. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bagikan harta warisan kepada ahli waris (yang berhak, dzawil furuudh) sedang sisanya untuk keluarga pria yang terdekat ('ashabah)."
1587. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bagikan harta warisan kepada ahli waris (ashhaabul furuudh) sesuai dengan ketetapan Kitabullah, sedang sisanya ke keluarga pria yang terdekat ('ashabah)."
1588. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu ketika, aku jatuh sakit. Lalu Rasulullah saw. Datang menjenguk ku bersama dengan Abu Bakar, dengan berjalan kaki. Ketika itu aku sedang pingsan. Rasulullah saw. Mengambil air wudhuk , kemudian dipercikkannya kepada ku sisa air wudhuknyasehingga aku sadar. Aku bertanya kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Bagaimana caranya aku harus mengatur hartaku?" Dia tidak menjawab sedikit jua pun kepada ku, sehingga turun ayat warisan yang berbunyi: "Mereka minta fatwa kepada mu tentang kalalah. Katakanlah! Allah memberi fatwa kepada mu tentangkalah .. "(An-Nisa ', 4: 176)
1589. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Nabi saw. Dan Abu Bakar mengunjungi ku dengan berjalan kaki ketika aku sakit di kampung Bani Salamah. Dia temukan aku sedang tidak sadar. Lalu beliau meminta air untuk berwudhu, kemudian sisa air mukanya dipercikkannya kepada ku, sehingga aku sadarkarenanya. Lalu aku bertanya kepada beliau, "Apa yang harus ku lakukan terhadap harta ku, ya Rasulullah?" Maka turunlah ayat yang berbunyi: "Allah menetapkan bagi mu tentang warisan untuk anak-anakmu, bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan" (An Nisa '4: 11).
1590. Dari Al Bara 'ra, katanya: "Ayat Al-Qur'an yang terakhir sekali diturunkan, adalah ayat yang berbunyi:" Mereka minta fatwa kepada mu (tentang kalalah). Katakanlah! Allah memberi fatwa kepada mu tentang kalalah. "(An Nisa ', 4: 176)
1591. Dari Al Bara 'bin' Azib ra, katanya: "Ayat yang terakhir sekali turun, adalah ayat kalalah, dan surah yang terakhir sekali turun adalah surat Baraah."
1592. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Dibawa orang kepada Rasulullah saw. Mayat seorang pria yang punya utang. Lalu beliau bertanya," Apakah dia memiliki harta untuk
pembayar hutangnya? "Jika dijawab dia memiliki harta, ia sholatkan jenazahnya, dan jika dijawab dia tidak memiliki harta, maka beliau bersabda, sholatkan lah sahabatmu ini. Setelah Allah swt. memberikan kemenangan demi kemenangan kepada beliau, beliau bersabda," Akulah yang lebih bertanggung jawabterhadap kaum
muslimin dari diri mereka sendiri. Maka siapa yang meninggal, sedangkan dia memiliki hutang, maka kewajiban ku lah membayarnya. Dan siapa yang meninggalkan harta warisan, harta itu untuk ahli warisnya. "
1593. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang jua pun orang mukmin di muka bumi, melainkan akulah orang yang lebih bertanggung jawab terhadapnya. Maka siapa-siapa di antara kamu sekalian yang mati meninggalkan hutang atau anakyang mungkin tersia-sia; akulah walinya. Dan siapa yang meninggalkan harta, bagi-bagikanlah kepada ahli waris yang ada. "
1594. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Siapa yang meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya; dan siapa yang meninggalkan keluarga yang tersia-sia, maka itu menjadi tanggung jawab kita."
1595. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Aku pernah menghibahkan (menyumbangkan) seekor kuda bagus kepada seorang prajurit yang berjuang fi sabilillah, tapi disia-siakan oleh prajurit itu. Aku menduga, mungkin dia ingin menjualnya kembali dengan harga murah. Lalu aku bertanya kepada Rasulullahsaw., "Apakah aku bisa membelinya kembali?" Sabda beliau, "Jangan engkau beli, dan jangan engkau utik-utik kembali sedekah yang telah engkau berikan. Siapa yang mengambil sedekahnya kembali, tak ubahnya seperti anjing yang menjilat muntahnya."
1596. Dari 'Umar ra, katanya dia pernah menyumbangkan seekor kuda untuk perjuangan fi sabilillah. Kemudian didapatinya kuda itu tersia-sia oleh penunggangnya, karena pengendara itu miskin. Karena itu 'Umar berniat hendak membelinya kembali. Lalu ia datang kepada Rasulullah saw., Maka dikatakannyakepada beliau niatnya itu. Beliau bersabda, "Jangan dibeli meskipun hanya satu dirham. Perumpamaan orang yang mengambil sedekahnya kembali, tak ubahnya seperti anjing yang menjilat muntahnya." 1597. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Perumpamaan orang yang mengambil sedekah (pemberian) nyakembali, tak ubahnya seperti anjing muntah, kemudian di makannya kembali muntahnya itu. "
1598. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Pada suatu hari ayahku membawa ku ke hadapan Rasulullah saw., Lalu kata bapa kepada beliau," Sesungguhnya aku telah memberi anakku ini seorang hamba kepunyaanku. "Tanya Rasulullah saw.," Apakah setiap anakmu kamu beri seorang hamba seperti itu? "Jawab bapaku,"Tidak!" Maka bersabda Rasulullah saw., "Kalau begitu, mintalah kembali!"
1599. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Bapaku memberikan kepada ku sebagian dari hartanya. Lalu ibu ku, 'Amrah binti Rawahah, mengatakan kepada ayah," Jangan, aku tidak rela
dengan pemberianmu itu sebelum disaksikan Rasulullah saw. "Maka pergilah bapaku kepada Nabi saw. untuk mempersaksikan pemberiannya itu kepada ku. Rasulullah saw. bertanya kepada bapaku," Apakah Anda memberikan juga pemberian seperti ini kepada setiap anak Anda? "Jawab bapaku," Tidak! "Sabda beliau,"Takutlah kepada Allah sebenar-benar takut, dan berlaku adillah terhadap semua anak Anda!" Bapaku pulang, lalu diambilnya kembali pemberiannya itu. "
1600. Dari Asy Sya'bi ra, katanya Nu'man bin Basyir bercerita kepadanya, bahwa Ibu Nu'man binti Rawahah, meminta kepada ayah Nu'man sebagian pemberian dari hartanya, untuk anaknya. Bapa menangguhkannya sampai setahun, sesudah itu barulah diberikannya. Kata ibu, "Aku tidak suka sebelum pemberian itudisaksikan Rasulullah saw. Lalu ayah membawa ku ke depan Rasulullah saw., Sedangkan aku ketika itu masih anak-anak. Bapa berkata kepada beliau, "Ibu anak ini, yaitu binti Rawahah, memandang perlu untuk mempersaksikan kepada Anda pemberian yang kuberikan kepada anaknya." Rasulullah saw. bertanya, "Apakahengkau punya anak selain anakmu ini? "Jawab tua," Ya, ada! "Tanya beliau," Apakah semua mereka engkau beri pemberian seperti ini? "Jawab tua," Tidak! "Sabda beliau," Kalau begitu aku tidak mau menjadi saksi suatu perbuatan zalim. "
1601. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa memberi (hibah) Kepada seseorang dengan menegaskan ucapan untuk Anda dan turunan Anda selama kalian hidup, maka harta itu tidak dapat diminta kembali oleh si pemberi, karena telah menjadi milik yang diberibeserta turunannya. "
1602. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memungkinkan memberi (hibah) dengan ucapan," Ini untuk Anda dan turunan Anda (maka pemberian itu tidak dapat diminta kembali untuk selama-lamanya). Apabila si pemberi mengatakan, ini untuk Anda selama Anda masih hidup ", maka buta pemberian itukembali ke si pemberi (bila orang diberi sudah wafat). "1603. Dari Jabir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Peliharalah harta mu baik-baik dan jangan dirusak. Karena setiap orang yang diberi suatu pemberian, maka harta itu menjadi milik yang diberi selama hidupnya, dan ketika dia meninggalmenjadi milik turunannya. "
1604. Dari Jabir ra, katanya: "Seorang wanita yang tinggal di Madinah memberikan sebidang kebun kepada seorang anak lelaki. Kemudian anaknya itu wafat dan sesudah itu wafat pula ibunya. Sedangkan wanita itu meninggalkan pula anak-anaknya yang lain, yaitu saudara bagi anaknya yang meningal yang diberinyakebun. Mengatakan anak-anaknya yang masih hidup, "Sekarang kebun itu harus kembali kepada kami." Kata anak-anak dari anaknya yang diberinya kebun, tapi telah meninggal, "Tidak mungkin! Kebun itu adalah milik ayah kami selama hidupnya dan kini menjadi harta warisan bagi kami setelah ia meninggal." Makaterjadilah sengketa antara mereka, lalu mereka mengadu kepada Thariq, maula Utsman. Thariq memanggil Jabir ra, untuk memberi kesaksian bagaimana putusan itu. Rasulullah saw. tentang kasus yang sama, karena Jabir pernah menyaksikan putusan itu. Kemudian Thariq memutuskan hal itu sesuai denganputusan Rasulullah saw. tersebut di atas. Sesudah itu Thariq menulis surat kepada Khalifah Abdul Malik mengabarkan putusannya itu, dan mengabarkan kesaksian Jabir. Jawab Abdul Malik, "Kesaksian Jabir, benar!" Karena itu Thariq melaksanakan putusan tersebut, yaitu kebun yang dipersengketakan itu tetapmenjadi milik anak-anak dari anak yang diberi wanita itu sampai sekarang. "
1605. Dari Jabir ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Harta yang sudah diberikan (dihibahkan), menjadi harta warisan bagi ahli warisnya."
1606. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim yang memiliki harta dan ingin diwasiatkannya, harus wasiat itu telah selesai ditulisnya dua malam sesudah itu."
1607. Dari Salim ra, dari ayahnya (Abdullah bin 'Umar), katanya ayahnya, pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita yang memiliki harta dan ingin diwasiatkannya, harus wasiat itu telah selesai ditulisnya tiga malam sesudah itu. Kata 'Abdullah bin' Umar," Sejak aku mendengar sabdaRasulullah saw. tersebut, tidak satu malam pun yang ku lalui, tetapi surat wasiatku telah ada pada ku. "
1608. Dari 'Amir bin Sa'ad ra, dari ayahnya, katanya: "Rasulullah saw. Mengunjungi ku ketika Haji Wada', karena aku sakit keras hampir meninggal. Lalu aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Sebagaimana Anda lihat sendiri, sekarang aku sedang terbaring sakit keras. Sedangkan aku memiliki harta,tetapi tidak ada yang akan mewarisinya selain hanya seorang anak perempuan ku. Bisakah ku sedekahkan dua pertiga dari harta ku itu? "Jawab Rasulullah saw.," Jangan! "Tanya ku," Bagaimana kalau ku sedekahkan seperduanya, bisakah itu? "Jawab beliau," Tidak! "" Sepertiga? "" Sepertiga pun terlalu banyak .Sesungguhnya, adalah lebih baik engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, dari mereka engkau tinggalkan dalam keadaan miskin, menengadahkan tangannya meminta-minta kepada orang banyak. Dan apa yang engkau nafkahkan karena Allah, maka engkau diberi pahala karenanya, sampai sesuap nasi sekalipunyang engkau berikan untuk makan istri mu. "Tanya ku," Aku masih tertinggal di Makkah setelah teman ku kembali ke Madinah, bagaimana itu? "Jawab beliau," Sesungguhnya engkau tidak tertinggal. Setiap amal yang engkau lakukan karena Allah, selalu mengangkat derajatmu ke tingkat yang lebih mulia.Mudah-mudahan engkau panjang umur, sehingga bermanfaat bagi kaum muslimin, dan mencelakakan bagi kaum kafir. Wahai Allah! Lanjutkanlah hijrah sahabat-sahabat ku, dan janganlah engkau biarkan mereka mundur kembali. Tapi sayang bagi Sa'ad bin Khaulah, dia wafat di Makkah, dan Rasulullah saw. menangisinya. "
1609. Dari Mush'ab bin Sa'id, dari ayahnya, katanya: "Nabi saw. Mengunjungi ku (ketika aku sakit). Lalu aku bertanya kepada beliau," Dapatkah aku berwasiat dengan seluruh harta ku? "Jawab beliau," Tidak bisa ! "Tanya ku," Kalau seperdua? "Jawab beliau," Tidak bisa! "Tanyaku selanjutnya," Kalau sepertiga? "Jawab beliau, "Sepertiga bisa, itu masih terlalu banyak."
1610. Dari Humaid bin 'Abdurrahman al Himyari ra, dari tiga orang anak Sa'ad, yang semuanya menceritakan kepada Huma'id tentang ayah mereka, bahwa Nabi saw. datang mengunjungi Sa'ad ke rumahnya di Makkah, lalu Sa'ad menangis. Nabi saw. bertanya, "Mengapa engkau menangis?" Jawab Sa'ad, "Aku khawatir
akan meningal di negeri (Makkah) yang aku telah hijrah darinya, sebagaimana halnya kematian Sa'ad bin Khaulah. "Lalu Nabi saw. mendoa," Allahumma isyfi Sa'dan! "(3 X) Kemudian Sa'ad bertanya," Ya, Rasulullah! Aku memiliki harta cukup banyak. Sedangkan yang akan mewarisi hartaku itu hanya dua oranganak perempuanku. Dapatkah aku mewasiatkan seluruh hartaku itu? "Jawab beliau," Tidak bisa! "Lalu tanyaku," Kalau seperdua? "Jawab beliau," Tidak bisa! "Lalu tanyaku lagi," Kalau sepertiga? "Jawab beliau," Sepertiga pun masih terlalu banyak . Sesungguhnya harta yang engkau sedekahkan pasti mendapatpahala. Sekalipun yang engkau belanjakan untuk famili dan yang dimakan isterimu. Jika engkau tinggalkan keluargamu dalam keadaan baik (kaya), itu lebih bagus daripada engkau tinggalkan mereka menadahkan tangan meminta-minta kepada orang banyak. "
1611. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Kalaulah orang mengurangi dari sepertiga harta yang diwasiatkan mereka menjadi seperempat alangkah baiknya, karena Rasulullah saw. Pernah bersabda." Sepertiga itu sudah cukup banyak. "1612. Dari Abu Hurairah ra. Katanya: "Seorang pria bertanya kepadaNabi saw., "Ya, Rasulullah! Bapaku sudah meninggal, beliau meninggalkan harta tetapi tidak memberi wasiat tentang harta peninggalan beliau itu. Dapatkah harta itu menghapus dosa-dosa beliau, jikalau kusedekahkan atas namanya?" Jawab Nabi saw., "Ya, bisa!"
1613. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Nabi saw., Katanya:" Ibuku mendadak meninggalnya. Aku menduga, kalau dia masih bisa bicara (masih hidup), tentu dia akan bersedekah. Dapatkah dia pahala sedekah, jikalau aku bersedekah atas namanya? "Jawab Nabi saw.," Dapat! "
1614. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang manusia meninggal, maka putuslah (terhenti) segala amalnya, kecuali tiga hal: (1) Sedekah
jariyah. (2) Ilmu yang diambil orang manfaatnya, dan (3) Anak yang saleh yang selalu mendoakannya. "1615. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya:" Umar bin Khaththab mendapat pembagian kebun di Khaibar. Lalu dia datang kepada Nabi saw. meminta saran beliau tentang kebun pembagian itu. Katanya kepada Rasulullahsaw., "Ya, Rasulullah! Aku mendapat pembagian kebun di Khaibar. Belum pernah aku mendapat harta yang sangat kubanggakan keindahannya seperti kebun itu. Apa perintah Anda kepada ku tentang harta itu?" Jawab Rasulullah saw., "Jika engkau mau, peliharalah pohon-pohonnya (tanamilah), lalu sedekahkan hasilnya.Kata Ibnu 'Umar, "Memang Umar (bapaku) tidak pernah menjual pohon-pohonnya (hasil tanamannya) bahkan tidak pernah menawar-nawarkannya, tidak diwariskannya, dan tidak pula diubahkannya. Umar selalu menyedekahkan hasil tanamannya untuk membantu orang-orang fakir, membantu karib -kerabat, untuk memerdekakanbudak, untuk membantu dana perjuangan fi sabilillah, untuk pejuang-pejuang dan untuk menyuguhi tamu. Dan dia memungkinkan orang yang mengolah (menggarap) kebun itu untuk memakan hasil tanamannya dengan sepantasnya, dan sekadarnya untuk dimakan para sahabat beliau. "
1616. Dari Thalhah bin Musharrif ra, katanya: "Aku bertanya kepada 'Abdullah bin Abi Aufa," Apakah Rasulullah saw. berwasiat? "Jawabnya," Tidak! "Tanya ku," Kenapa kaum muslimin diwajibkan berwasiat? "Jawab," Beliau berwasiat dengan Kitabullah 'Azza wa Jalla (Al Qur'an). "
1617. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Tidak meninggalkan harta warisan, meskipun agak sedinar, atau sedirham; tidak pula kambing, tidak pula unta, dan beliau tidak pula berwasiat sesuatu apa pun."
1618. Dari Aswad bin Yazid ra, katanya: "Banyak orang berbicara dekat 'Aisyah ra, bahwa' Ali menerima wasiat dari Rasulullah saw. Lalu kata 'Aisyah," Kapan beliau berwasiat kepadanya? Padahal waktu sakit, ia bersandar ke badanku. Pada suatu ketika (sewaktu beliau sakit itu), beliau minta sebuahbejana, sesudah itu ia rebah, dan aku tidak sadar bahwa dia telah tiada. Nah, kapan beliau berwasiat kepadanya? "1619. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya:" Ketika sakit Nabi saw. bertambah keras sewaktu dia akan meninggal, banyak orang berada di rumah beliau; di antaranya ada 'Umar
bin Khaththab. Nabi saw. bersabda, "Kemarilah, aku bacakan kepada kalian suatu wasiat, harus kalian tulis agar kalian tidak sesat sepeninggal ku." Lalu kata 'Umar, "Tampaknya sakit beliau tambah keras. Bukankah kita telah memiliki Al Qur'an? Cukuplah bagi kita Kitab Allah itu." Orang-orang yangberada sekitar beliau ketika itu berbeda pendapat, lalu mereka bertengkar. Ada yang mengatakan, "Mendekatlah kepada beliau, supaya dibacakan beliau wasiat yang harus kamu tulis." Dan ada pula yang sependapat dengan Umar, sehingga mereka menjadi ribut dekat Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda, "Pergilahkalian dari sini "Kata 'Ubaidillah, Ibnu' Abbas mengatakan bahwa: kerugian yang sangat besar (bagi kaum muslimin), mereka gagal menuliskan pesan terakhir Rasulullah saw. tersebut, karena mereka bertengkar dan ribut di dekat Nabi saw. yang sedang sakit keras." 1620. Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: "Sa'adbin Ubadah pernah minta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang nazar ibunya yang telah meninggal, tetapi belum sempat ditunaikannya. Maka bersabda Rasulullah saw., "Bayarlah olehmu atas namanya."
1621. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Pernah melarang kami bernazar. Kata beliau," Nazar itu tidak dapat menolak bahaya. Hanya saja dengan nazar itu dapat dipungut pembayaran dari orang-orang bakhil. "
1622. Dari Ibnu 'Umar ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Nazar itu tidak dapat mempercepat datangnya suatu keuntungan, dan tidak dapat pula melambatkannya. Hanya saja dengan nazar itu dapat dipungut pembayaran dari orang-orang yang bakhil." 1623. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:"Tidak usahlah kamu bernazar, karena nazar itu tidak akan dapat mengubah taqdir. Hanya saja dengan nazar itu dapat dipungut pembayaran dari orang-orang bakhil."
1624. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda "Sesungguhnya nazar itu tidak dapat mendekatkan seseorang kepada sesuatu yang ditaqdirkan Allah belum akan menjadi miliknya. Tetapi nazar cocok dengan qadar. Dengan nazar dapat dipungut pembayaran dari orang-orang bakhil yang tadinya tidak siapmembayar. "
1625. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak dapat melaksanakan nazar berupa maksiat, dan tidak bisa pula orang melaksanakannya." Dan menurut riwayat Ibnu Hujr, "Tidak bisa bernazar berupa maksiat kepada Allah." 1626. Dari Anas r.a., katanya Nabi saw. pernah melihatseorang orang tua berjalan dituntun oleh dua orang anaknya. Lalu beliau bertanya, "Bagaimana orang tua ini?" Jawab mereka, "Dia bernazar akan melakukan (ibadah haji) dengan berjalan kaki." Sabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah swt. Maha Kaya untuk menyuruh seseorang menyiksa diri." Lalu orangtua itu diperintahkan beliau supaya naik kendaraan.
1627. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bertemu di jalan dengan seorang tua yang berjalan dengan menggelantung kepada dua orang anaknya. Maka bertanya beliau, "Bagaimana bapak tua ini?" Jawab kedua anaknya, "Ya, Rasulullah! Dia memenuhi nazarnya." Lalu bersabda Nabi saw., "Hai Bapa Tua! Naikkenderaanlah! Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak butuh) akan nazar Anda yang seperti itu. "1628. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya:" Saudaraku yang perempuan bernazar akan pergi ke Baitullah dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Lalu dia menyuruh ku minta fatwa kepada Rasulullah saw. perihal itu.Beliau bersabda, "Dia bisa berjalan kaki dan dapat pula berkendaraan."
1629. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Denda nazar sama dengan denda sumpah."
1630. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melarang kamu bersumpah dengan menyebut nama ayahmu." Kata 'Umar, "Demi Allah, semenjak aku mendengar sabda Rasulullah saw. Tersebut aku tidak pernah lagi bersumpah dengan menyebut nama ayah, baikuntuk orang lain, maupun untuk diri sendiri. "
1631. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Pada suatu kali, Rasulullah saw. Menemukan' Umar bin Khaththab berkendaraan, dan 'Umar sedang bersumpah dengan menyebut nama ayahnya. Lalu mereka disebut oleh beliau, seraya bersabda:" Ketahuilah! Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melarang kamu bersumpah denganmenyebut nama ayah kalian. Siapa yang bersumpah, maka hendaklah dia bersumpah dengan menyebut nama Allah, atau diam. "1632. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Siapa yang bersumpah, maka janganlah dia bersumpah melainkan dengan menyebut nama Allah. Orang-orang kafir Quraisy biasanyabersumpah dengan menyebut nama ayah mereka. Karena itu, kamu sekalian (sebagai muslim), sekali-kali jangan bersumpah dengan menyebut nama ayah kalian. "
1633. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa di antara kamu bersumpah dengan menyebut nama" Lata ", maka hendaklah dia segera menyebut" Laa ilaaha illalah ". Dan siapa yang mengajak temannya berjudi," Hai, mari kita berjudi "hendaklah dia segera bersedekah."
1634. Dari Abdurrahman bin Samurah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan menyebut nama-nama Thaghuth (berhala), dan jangan pula dengan menyebut nama ayah kalian."
1635. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya: "Aku datang kepada Nabi saw. Serombongan dengan orang-orang suku Asy'ari, untuk menerapkan biaya perang kepada beliau. Maka bersabda beliau," Wallah (demi Allah), aku tak sanggup membelanjai tuan karena aku tidak punya apa-apa. Karena itu aku tidakakan menanggung belanja tuan. "Kata Abu Musa," Setelah itu kami terdiam beberapa saat lamanya, yaitu selama dikehendaki Allah. Kemudian datang orang membawa unta kepada beliau, lalu beliau suruh berikan kepada kami tiga ekor unta berpunuk putih. Setelah kami pergi, kami berkata sesama kami, "AgaknyaAllah tidak memberkati kita. Kita datang kepada Rasulullah saw. minta biaya perang. Lalu ia bersumpah tidak akan menanggung biaya kita. Tapi kemudian kita diberinya juga. Karena itu mereka kembali kepada Rasulullah saw., Lalu mereka ceritakan kepada beliau apa yang terfikir olehmereka. Maka bersabda beliau, "Memang, sesungguhnya bukan aku yang menanggung belanja tuan, tetapi Allah swt. Yang menanggungnya. Wallah (demi Allah) sesungguhnya aku, insya Allah, tidak akan mengucapkan suatu sumpah, bila kemudian aku melihat sesuatu yang lebih baik dari sumpahku itu, melainkankulanggar sumpahku, lalu kubayar denda, dan sesudah itu aku laksanakan yang lebih baik itu. "1636. Dari Abu Musa ra, katanya:" Kawan-kawanku mengutus ku supaya menemui Rasulullah saw., memintakan kepada beliau kendaraan untuk mereka, karena mereka ikut bersama -sama dengan beliau dalam pasukan tentara;yang sedang dalam kesulitan (yaitu menghadapi perang Tabuk). Aku berkata kepada beliau, "Ya, Nabi Allah! Kawan-kawanku mengutus ku menemui Anda untuk memohonkan bagi mereka, sehingga Anda dapat menanggung perlengkapan perang mereka." Jawab beliau, "Wallah (demi Allah)! Aku tidak bisa menanggung apa-apabagi kamu sekalian. "Justru ketika itu beliau sedang dalam keadaan marah, dan aku tidak mengetahuinya. Karena penolakan beliau itu aku kembali dengan perasaan sedih, sebab aku khawatir kalau-kalau dia tidak senang kepada ku. Setelah aku bertemu dengan kawan-kawanku, lalu kuceritakan kepada merekajawaban Rasulullah saw. kepada ku. Tetapi tidak lama kemudian, hanya seketika, tiba-tiba terdengar Bilal memanggil ku. "Hai, 'Abdullah bin Qaus!" Lalu ku sahuti
dia. Kata Bilal, "Datangilah Rasulullah saw., Beliau memanggil Anda!" Ketika aku sampai ke hadapan Rasulullah saw., Beliau bersabda: "Ambillah ini yang dua sepasang, dua sepasang, dua sepasang (sambil beliau menunjuk ke enam ekor unta yang baru ia beli dari Sa'ad). Bawalah unta ini semuanyakepada kawan-kawanmu, dan katakan kepada mereka, "Sesungguhnya Allah jualah yang menanggung penyediaan kendaraan ini untuk kamu semua. Kendarailah mereka!" Kata Abu Musa, "Unta-unta itu kubawa semuanya kepada kawan-kawanku, seraya berkata kepada mereka," Rasulullah saw. menyuruh bawa kendaraan ini semuanyauntuk kamu sekalian. Tetapi, demi Allah, aku tidak
akan meninggalkan kamu sekalian sebelum beberapa orang di antara kalian pergi bersama-sama dengan ku menemui orang-orang yang mendengarkan ucapan jawaban Rasulullah saw. ketika aku meminta kendaraan ini untuk kalian dan penolakan beliau pada awalnya, tetapi kemudian ia berikan juga kepada ku, sehinggakalian jangan menyangka bahwa aku mengada-ada apa yang tidak pernah dikatakan beliau. "Jawab mereka kepada ku," Wallah (demi Allah)! Sesungguhnya engkau orang yang kami percayai. Kendatipun begitu, akan kami lakukan juga apa yang kau inginkan. "Lalu pergilah Abu Musa beserta beberapa orang kawan-kawannyaitu, sehingga mereka bertemu dengan orang-orang yang mendengar ucapan dan penolakan Rasulullah saw. kepada mereka, tetapi kemudian ia penuhi juga permintaan mereka. Orang-orang itu bercerita kepada mereka seperti cerita Abu Musa.
1637. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria berada di sisi Rasulullah saw. Sampai larut malam, sehingga dia terlambat pulang ke rumah istrinya. Sampai di rumah didapatinya anaknya sudah tidur. Istrinya menyajikan makan malam untuknya, tetapi dia menolak dan bersumpah tidak akan makan,karena dia tidak bertemu dengan anaknya. Kemudian terasa lapar baginya dan dia harus makan, lalu dia makan. Sesudah itu dia datang kepada Rasulullah saw. menceritakan sumpahnya itu, tetapi kemudian dilanggarnya sendiri. Jawab Rasulullah saw., "Siapa bersumpah dengan sumpah, kemudian dilihatnyaada sesuatu yang lebih baik dari sumpahnya itu, maka harus diperbuatnya yang lebih baik itu dan dibayarnya denda sumpah. "
1638. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa bersumpah dengan sumpah, kemudian dia melihat suatu yang lebih baik dari sumpahnya itu, maka harus diperbuatnya yang lebih baik itu dan ditinggalkannya (dilanggar) sumpahnya."
1639. Dari Abdurrahman bin Samurah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Hai, Abdurrahman
bin Samurah! Janganlah kamu meminta-minta jadi kantor pemerintahan. Sebab jika engkau diserahi suatu jabatan karena meminta, risikonya akan menjadi sangat berat. Tetapi jika engkau diserahi suatu jabatan tanpa meminta, engkau akan ditolong dalam jabatanmu itu. Dan ketika engkau bersumpah dengan suatusumpah, kemudian engkau lihat suatu yang lebih baik dari sumpah itu, maka bayarlah denda sumpahmu sesudah itu lakukanlah pekerjaan yang lebih baik dari sumpah itu. "1640. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Sumpah itu terjadi menurut apa yang diniatkan oleh yang menyumpah. "
1641. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Nabi Sulaiman bin Daud as, berkata:" Aku akan menggilir tujuh puluh orang istri ku malam ini, di mana masing-masing mereka akan melahirkan seorang anak laki-laki untuk berperang fi sabilillah . Sahabatnya (malaikat) menyarankan kepadanya, "UcapkanlahInsya Allah! "Tetapi Nabi Sulaiman as lupa mengucapkannya. Ternyata tidak seorang pun isteri beliau yang melahirkan, kecuali hanya seorang yang melahirkan setengah anak lelaki. Maka bersabda Rasulullah saw.," Seandainya Nabi Sulaiman as mengucapkan 'Insya Allah !, tentu dia tidak akan melanggar sumpah,dan apa yang dihajatkannya mungkin terkabul. "
1642. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang berkeras hati melaksanakan sumpahnya, padahal membahayakan bagi keluarganya, maka tindakan orang itu lebih besar dosanya di sisi Allah dari dia membayar denda yang diwajibkan Allah."
1643. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Umar bin Khaththab pernah bertanya kepada Rasulullah saw., Katanya:" Aku pernah bernazar pada masa jahiliyah (sebelum masuk Islam) akan i'tikaf satu hari di Masjidil Haram. Bagaimana pendapat Anda? "Jawab Rasulullah saw.," Tunaikan nazarmu itu, i'tikaflahsatu hari! "
1644. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa menampar
hamba sahaya atau memukulnya, maka dendanya adalah memerdekakan budak itu. "
1645. Dari Mu'awiyah bin Suwaid r.a. katanya; "Pada suatu ketika aku pernah menampar sahaya kami, lalu aku pergi. Kemudian aku kembali sebelum Zhuhur dan sesudah itu aku shalat Zhuhur di belakang (berjamaah dengan) bapaku. Kemudian Bapa memanggil sahaya kami itu dan memanggil ku juga. Bapa berkata kepadasahaya itu, "patuhlah kepadanya, lalu saling memaafkan lah kalian!" Kemudian ia berkata, "Pada masa Rasulullah saw., Kami Bani Muqarrin tidak ada memiliki server selainnya seorang sahaya perempuan. Suatu ketika dia ditampar oleh salah seorang kami, lalu kabar tentang pemukulan itu sampai kepadaRasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Bebaskan dia!" Kata kami, "Kami tidak memiliki server selain dia." Sabda beliau, "Bisa kalian pakai dia untuk sementara, tetapi bila kalian tidak membutuhkannya lagi (sudah ada gantinya), maka bebaskanlah dia!"
1646. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Aku pernah memukul hamba sahayaku, lalu tiba-tiba kudengar suara dari belakangku," Ketahuilah, hai Abu Mas'ud! Sesungguhnya Allab saw. lebih berkuasa atas diri mu dari kuasamu terhadap hamba mu itu. "Aku menoleh ke belakang, kiranya Rasulullah saw.Lalu kataku, "Ya, Rasulullah! Dia kubebaskan karena Allah." Sabda Rasulullah saw., "Seandainya engkau tidak membebaskannya, engkau akan dimakan api neraka."
1647. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menuduh hamba sahayanya berzina, dia akan dihukum kelak di hari kiamat, kecuali bila tuduhannya itu benar."
1648. Dari Ma'rur bin Suwaid ra, katanya: "Aku pernah melihat Abu Dzar memakai pakaian mirip dengan sahayanya. Lalu aku bertanya kepadanya perihal itu. Dia menceritakan bahwa dahulu pada masa Rasulullah saw. Dia pernah memaki seorang pria dengan menghinakan orang orang itu . Orang itu datang mengadu
kepada Nabi saw. Maka bersabda Rasulullah saw. kepada Abu Dzar, "Ternyata tingkah lakumu masih seperti perilaku jahiliyah. sahayamu itu adalah saudara atau pamanmu yang dititipkan Allah swt. dalam pengurusanmu. Karena itu siapa yang memiliki saudara yang berada dalam manajemennya, harus diberinyamakan mirip dengan yang dimakannya sendiri, dan diberinya pakaian serupa dengan yang dipakainya sendiri. Dan janganlah mereka kamu beri tugas melebihi batas kemampuan mereka; jika akan kamu tugaskan juga, hendaklah kamu bantu dia. "1649. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya:" Hambasahaya itu berhak mendapat makan dan pakaian (dari majikannya). Dan janganlah dia ditugasi suatu pekerjaan melainkan sesuai dengan kemampuannya. "
1650. Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasulullah saw. bersabda: "Bila hamba sahayamu membuat makanan bagi mu, kemudian makanan itu dibawanya ke hadapanmu dalam kondisi panas dan berasap, suruhlah dia duduk dan makanlah bersama-sama dengannya. Jika makanan itu hanya sedikit, letakkan di tangannyasesuap atau dua suap. "
1651. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya, Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang hamba memberi nasihat kepada majikannya, sedang hamba sahaya itu seorang yang bagus ibadatnya terhadap Allah swt., maka hamba sahaya itu mendapat pahala ganda (dari Allah)."
1652. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang hamba-sahaya membayar hak Allah dan hak majikannya, maka sahaya itu mendapat dua pahala."
1653. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Seorang lelaki Anshar menjanjikan kemerdekaan bagi hamba-hambanya bila si majikan itu meninggal. Padahal orang itu tidak memiliki harta yang lain selain sahayanya itu. Kabar tentang sahaya itu sampai kepada Nabi saw. Maka bersabda beliau, "Siapa inginmembeli sahaya itu dari padaku? "Lalu sahaya itu dibeli oleh Nu'aim bin Abdullah seharga delapan ratus dirham, yang kemudian diserahkan beliau kepada orang Anshar itu."
1654. Dari Sahal bin Abu Hatsmah dan dari Rafi 'bin Khadij ra, keduanya menceritakan sebagai berikut: "Pada suatu ketika, Abdullah bin Sahal bin Zaid dan Muhaishah bin Mas'ud bin Zaid, keduanya bepergian bersama-sama. Setelah keduanya sampai di suatu tempat di Khaibar, mereka berpisah. Tiba-tibaMuhaishah menemukan 'Abdullah bin Sahal terbunuh, lalu dikuburkannya. Sesudah itu dia datang menghadap Rasulullah saw., Bersama-sama dengan Huwaishah bin Mas'ud (adik Muhaishah) dan 'Abdurrahman bin Sahal (adik' Abdullah bin Sahal), sedangkan 'Abdurrahman adalah yang paling muda di antara mereka. Tapi'Abdurrahman yang lebih dahulu berbicara dari kedua saudara sepupunya itu. Maka bersabda
Rasulullah saw., "Berbicaralah yang tertua di antara kalian!" Maka berbicaralah kedua saudara-saudaranya itu, dan 'Abdurrahman diam. Mereka ceritakan kepada beliau bahwa Abdullah bin Sahal terbunuh. Lalu Rasulullah saw. bertanya kepada mereka, "Maukah kalian bersumpah lima puluh kali? Jika kalian inginbersumpah, maka kalian berhak menuntut bela atas kematian saudara kalian. "Jawab mereka," Bagaimana mungkin kami bersumpah, sedangkan kami tidak menyaksikan terjadinya pembunuhan itu. "Sabda Rasulullah saw.," Kalau begitu, orang Yahudi yang kalian curigai membunuh saudara kalian itu, bebas dari tuduhankelian kalau dia
mau bersumpah lima puluh kali. "Jawab mereka," Bagaimana mungkin kami bisa menerima sumpah orang kafir itu? "Melihat kondisi yang demikian itu, maka Rasulullah saw. memberikan diyatnya (tebusannya)."
1655. Dari seorang pria Ansbar, sahabat Rasulullah saw., Katanya; "Rasulullah saw. Pernah memperlakukan qasamah (sumpah atas tuduhan pembunuhan) seperti yang pernah terjadi pada masa jahiliyah. Dia menetapkan putusannya itu antara orang-orang Anshar, yaitu pada kasus pembunuhan, yang mereka tuduhkankepada orang Yahudi sebagai pelakunya. "
1656. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Orang-orang dari qabilah 'Urainah mendatangi Rasulullah saw. Di Madinah. Setibanya di Madinah mereka sakit karena udara Madinah tidak sesuai dengan kesehatan mereka. Maka bersabda Rasulullah saw. Kepada mereka," Jika kalian mau, pergilah kepada unta-unta sedekah(Unta zakat), lalu minum susu dan kencingnya. "Apa yang dianjurkan Nabi saw. Itu mereka laksanakan, sehingga mereka sehat kembali. Tapi kemudian mereka serang penggembala-penggembala unta dan mereka bunuh. Sesudah itu mereka murtad dari agama Islam, lalu mereka rampas unta-unta Rasulullah saw. Peristiwaitu dilaporkan orang kepada Rasulullah saw., lalu beliau perintahkan supaya mengejar mereka sampai dapat. Setelah mereka dihadapkan kepada Rasulullah saw., Beliau perintahkan supaya tangan dan kaki mereka dipotong, lalu mata mereka dicungkil, sesudah itu mereka dibiarkan diterik panas matahari sampaimereka mati. "
1657. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Menyuruh cukil mata mereka, karena mereka telah mencukil mata para pengembala yang mereka bunuh."
1658. Dari Anas ra, katanya: "Seorang pria Yahudi membunuh seorang sahaya perempuan dari golongan Anshar, karena dia hendak merampas perhiasannya. Kemudian mayat sahaya itu dilemparkannya ke dalam sumur. Dia membunuh perempuan itu memukulnya dengan batu. Kemudian Yahudi itu ditangkap lalu dibawakehadapan Rasulullah saw. Beliau memerintahkan supaya merajam orang itu sampai mati. Maka direjamlah dia sampai mati. "
1659. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Seorang gadis ditemukan kepalanya luka parah, bekas dibenturkan orang ke antara dua batu. Orang banyak bertanya kepadanya," Siapa yang membuat kau begini? Si Fulan? Si Fulan? "Sampai akhirnya mereka menyebut nama seorang Yahudi, lalu dia memberi isyarat dengankepalanya. Kemudian Yahudi itu ditangkap, dan dia mengakui perbuatannya. Rasulullah saw. memerintahkan supaya kepala Yahudi itu dipukul pula dengan batu. "
1660. Dari 'Imran bin Hushain ra, katanya: "Ya'la bin Munabbih (atau bin Ummayyah) berkelahi dengan seorang pria, lalu salah satu dari keduanya dapat menggigit tangan lawannya. Ketika yang kena gigit berusaha melepaskan tangannya dari gigitan, taring si penggigit tanggal satu. Kemudian keduanyamengadu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, "Mengapa kamu menggigitnya seperti kuda jantan? Tidak ada diyat (ganti rugi) bagi gigimu itu."
1661. Dari Anas ra, katanya: "Saudara perempuan Rubayy'i Ummu Haritsah melukai seseorang, lalu mereka mengadu kepada Nabi saw. Maka bersabda beliau," Qishash! Qishash! "Tanya Ummu Rubayy'i," Apakah dia harus di-qishash? Wallah (demi Allah)! Dia tidak perlu di-qishash karena itu. "Maka bersabda Nabisaw., "Subhanallah! Hai, Ummu Rubayy'i! Hukum qishash itu ada dalam Kitabullah!" Jawab Ummu Rubayy'i, "Tidak! Wallah! Dia tidak harus diqishash karena itu!" Dia selalu berkata begitu, sampai akhirnya mereka menerima hukuman diyat (denda). "Maka bersabda Rasulullah saw.," Barangsiapa hamba Allahyang
bersumpah dengan menyebut nama Allah, tentu Allah membenarkannya. "1662. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Tidak halal darah seorang muslim yang mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mengakui saya Rasulullah, melainkan dengan tiga hal: (1 ) Seorang janda yang berzina,(2) Seorang pembunuh yang harus dibunuh, (3) Seorang yang keluar dari agamanya (Islam), lalu dia memisah dari jamaah muslimin. "
1663. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada suatu pembunuhan yang terjadi karena aniaya, tetapi anak Adam yang pertama (Qabil) ikut bertanggung jawab, karena dialah orang yang mula-mula melakukan pembunuhan."
1664. Dari 'Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hal yang pertama diadili antara umat manusia kelak di hari kiamat, adalah hal penumpahan darah (pembunuhan)."
1665. Dari Abu Bakrah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya waktu beredar, sama keadaannya ketika Allah Ta'ala menjadikan langit dan bumi. Artinya setahun dua belas bulan. Empat di antaranya adalah bulan haram, di mana tiga di antaranya berturut -turut, yaitu: Dzul Qaidah, Dzul hijah, dan Muharram.Sedangkan bulan Rajab, adalah bulan kaum Mudhar yang terletak antara dua bulan Jumadi dan Sya'ban. Kemudian beliau bertanya, "Sekarang bulan apa ini?" Jawab kami, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Dia terdiam, sehingga kami menyangka kalau-kalau ia akan menamainya dengan nama yang lain.Lalu ia bertanya pula, "Bukankah bulan ini bulan Dzul Hijjah?" Jawab kami, "Betul!" Tanya beliau pula, "Negeri apa ini?" Jawab kami, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Dia diam sejenak, sehingga kami menyangka mungkin ia akan memberinya nama dengan nama lain. Tanya dia, "Bukankahnegeri ini negeri (Haram)? "Jawab kami," Betul! "Tanya beliau," Hari apa ini? "Jawab kami," Allah dan Rasul-Nya sajalah yang lebih tahu. "Dia diam sejenak, sehingga kami menyangka kalau-kalau dia akan memberinya nama lain. Lalu beliau bertanya pula, "Bukankah hari ini hari Nahar?" Jawab kami,"Betul, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Sesungguhnya darahmu, harta mu, dan kehormatanmu adalah haram (dilindungi) atas kamu, seperti haramnya hari ini, di negeri ini dan di bulan ini. Dan kamu semua akan menemukan Tuhan mu kelak, lalu Dia akan mengajukan segala perbuatanmu. Karena itu janganlah kamu kafirsepeninggal ku nanti, di mana sebagian kamu memotong leher yang lain. Perhatikan! Harus yang hadir sekarang ini menyampaikan kepada yang tidak hadir. Mudah-mudahan orang yang disampaikan kepadanya amanatku ini lebih pandai mengamalkannya dari yang mendengarkannya sendiri. Kemudian beliau bertanya,"Ketahuilah! Bukankan telah kusampaikan?"
1666. Dari 'Alqamah bin Wail ra, katanya ayahnya bercerita: "Pada suatu waktu, ketika aku sedang duduk bersama-sama dengan Nabi saw., Tiba-tiba datang seorang pria menarik orang lain dengan seutas tali, lalu dia berkata," Orang ini telah membunuh saudara ku! "Maka bertanya Rasulullah saw.," Betulkahengkau bunuh saudaranya? "Jawabnya," Ya, ku bunuh dia! "Tanya Nabi saw.," Mengapa engkau bunuh dia? "Jawabnya," Aku dan dia sedang memetik daun dari sebatang pohon, lalu dia memaki ku. Aku marah, lalu ku pukul kuduknya dengan kapak, sampai dia mati, "Rasulullah saw. Bertanya kepadanya," Apakah engkaumemiliki harta untuk membayar tebusan dirimu? "Jawabnya," Aku tidak punya harta selain pakaian dan kapak ku ini. "Kata Nabi saw.," Coba pikir-pikir, barangkali familimu dapat menebusmu. "Jawabnya," Aku lebih hina bagi keluarga ku dari ini, "Rasulullah saw. melemparkan talinya kepada saudarakurban dan berkata, "Sekarang, kawanmu ini terserah kepada mu (kamu bunuh dia atau kamu bebaskan)." Maka pergilah dia membawa pembunuh itu. Ketika dia telah pergi, Rasulullah saw. bersabda: "Jika dibunuhnya, maka dia serupa dengan si pembunuh itu." Orang itu kembali dan berkata kepada Rasulullah saw.,"Terdengar oleh ku Anda bersabda, Jika dibunuhnya, maka dia serupa dengan si pembunuh itu. Karena itu ku serahkan urusannya kepada Anda." Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidakkah engkau ingin dia memikul dosa mu dan dosa saudaramu?" Jawabnya, "Tentu aku ingin, ya Nabiyallah!" Kalau begitu, bukalah talinyadan bebaskanlah dia! "
1667. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah saw. Memutuskan suatu hal yang berhubungan dengan keguguran, sehingga janinnya mati, yaitu hukuman denda dengan seorang sahaya pria atau sahaya perempuan. Tapi perempuan yang dijatuhi hukuman denda itu tiba-tiba meninggal. Maka Rasulullah saw.memutuskan harta warisan perempuan itu supaya dibagikan kepada ahli warisnya, yaitu anak dan suaminya, sedang pembayaran denda dibebankan kepada 'ashabah (keluarga terdekat) si pembunuh. "1668. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Dua orang wanita Bani Hudzail berkelahi. Yang satu melempar yang lain denganbatu sehingga menyebabkan kematiannya dan kematian anak yang sedang dikandungnya. Mereka
mengadukan peristiwa itu kepada Rasulullah saw. Dia memutuskan hukuman bagi si pembunuh, membayar diyat janin dengan seorang hamba lelaki atau perempuan, dan diyat ibu yang terbunuh dibayar oleh famili
si pembunuh. "1669. Dari Miswar bin Makhmmah ra, katanya:" Pada suatu hari 'Umar bin Khaththab mengajak orang bermusyawarah tentang hukuman bagi perempuan yang menggugurkan kandungannya. Maka berkata Mughirah bin Syu'bah, "Aku menyaksikan Nabi saw. Memutuskan hal itu berupa hukuman dendadengan seorang hamba lelaki atau perempuan. Kata 'Umar, "Bawa ke ku orang-orang yang sama menyaksikan denganmu putusan Rasulullah saw. Tersebut." Kata Mughirah. "Muhammad bin Maslamah ikut menyaksikannya."
1670. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Rasulullah saw. Hanya memotong tangan pencuri jika mencuri seperempat dinar atau lebih."
1671. Dari 'Aisyah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Jangan dipotong tangan pencuri, melainkan jika ia mencuri seperempat dinar atau lebih."
1672. Dari 'Aisyah r.a. istri Nabi saw., katanya: "Orang-orang Quraisy mendapat kesulitan karena kasus seorang wanita bangsawan yang melakukan pencurian pada masa Rasulullah saw., yaitu ketika terjadi perang penaklukan Makkah. Kata mereka," Siapa yang dapat berbicara dengan Rasulullah saw. memintakankebebasan bagi wanita itu dari hukuman potong tangan? "Jawab mereka," Tidak ada yang dapat memintakan kebebasan baginya selain Usamah bin Zaid, anak kesayangan Rasulullah saw. "Lalu Usamah berbicara dengan Rasulullah saw. memintakan kebebasan bagi wanita itu. Mendengar permintaan Usamah, muka Rasulullahsaw. berubah warnanya, lalu beliau bersabda, "Sanggupkah kamu membela seseorang dari hukum yang telah ditetapkan Allah?" Jawab Usamah, "Mohonkanlah aku ampun kepada Allah, ya Rasulullah." Setelah malam tiba beliau berpidato. Mula-mula ia memuji Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Berikutnyabeliau bersabda, "Aroma ba'du, sesungguhnya orang-orang yang Sebelum kamu mengalami kehancuran, karena ketika orang-orang besar yang mencuri, mereka diamkan saja. Dan bila yang mencuri itu rakyat biasa, mereka
tegakkan hukum. Sesungguhnya aku, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, andaikata Fatimah binti
Muhammad yang mencuri, sungguh kupotong tangannya. "Kemudian beliau perintahkan supaya wanita yang
mencuri itu dipotong tangannya. Maka dilaksanakanlah hukuman itu. "1673. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Laksanakanlah hukumku! Laksanakanlah hukumku! Sesunguhnya Allah telah menetapkan hukum bagi mereka yang berzina. Bila bujang gadis (sama-sama belum menikah), hukumannyadera 100 kali dan penjara satu tahun. Ketika janda dan duda (sama-sama sudah menikah) yang berzina, hukumannya dera seratus kali dan rajam sampai mati. "1674. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya:" Ketika' Umar bin Khaththab pada suatu ketika sedang berada di mimbar Rasulullah saw. , ia berkata: "SesungguhnyaAllah Ta'ala mengutus Nabi Muhammad saw. dengan kebenaran dan Allah menurunkan Kitab kepadanya. Di antara ayat yang diturunkan kepadanya, yang kita semua telah membaca, telah mempelajari dan telah memahamkannya, adalah ayat rajam. Rasulullah saw. telah melaksanakan hukuman rajam tersebut, begitu pulakita yang masih hidup sesudah beliau. Aku khawatir, jika semakin lama ada orang yang berkata, "Di dalam Qur'an tidak ada kita temukan ayat tentang hukuman rajam." Lantal mereka sesat-karena meninggalkan hukum wajib yang diturunkan Allah Ta'ala. Sesungguhnya hukuman rajam yang ada dalam Kitab Allah,wajib dilakukan atas orang pria dan perempuan yang berzina, ketika ada saksi, ada bukti seperti hamil, atau pengakuan. "1675. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Seorang pria muslim datang kepada Rasulullah saw. ketika ia sedang berada di masjid. Lalu pria itu berkata, "Ya, Rasulullah! Akuberzina. "Rasulullah memalingkan mukanya dari orang itu, lalu pria itu pindah ke tempat beliau menghadapkan wajahnya, seraya berkata," Ya, Rasulullah! Aku berzina. "Rasulullah saw. Memalingkan pula mukanya ke arah lain, sehingga hal seperti itu terjadi berulang sampai empat kali. Setelah priaitu mengakui sampai empat kali bahwa dirinya berbuat zina, Rasulullah saw. bertanya, "Apakah engkau gila?" Jawab orang itu, "Tidak!" Tanya Nabi saw. pula, "Apakah engkau beristeri (sudah menikah)?" Jawab orang itu, "Ya! Aku beristri." Lalu Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, "Bawa orang ini,kemudian rajamlah dia. "
1676. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku melihat Ma'iz bin Malik ketika dia datang kepada Nabi saw. Tampak olehku dia seorang yang pendek betisnya, tidak memakai mantel atau cadar, lalu dia mengakui sampai empat kali bahwa dirinya berbuat zina. Maka berkata Rasulullah saw. kepadanya, "Ah,waktu! Tak mungkin engkau berzina. Hanya sekedar ciuman saja barangkali? "Tapi pria itu memperkuat pengakuan dengan sumpah, bahwa dia memang telah melakukan zina. Kata Jabir selanjutnya," Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan supaya pria itu dihukum rajam. "1677. Dari Sulaiman bin Buraidah ra,dari ayahnya, katanya: "Pada suatu ketika, Ma'iz bin Malik datang kepada Nabi saw., lalu dia berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku! "Jawab Rasulullah saw.," Amboi, kasihan! Pulanglah, lalu minta ampun kepada Allah dan taubatlah kepada-Nya. "Ma'iz pergi, tapi belum begitu jauh diakembali lagi seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah saw., "Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan taubatlah kepada-Nya!" Ma'iz pergi, tapi belum begitu jauh dia kembali lagi dan berkata kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku!" Nabi saw.menjawab seperti semula dan hal seperti itu berulang sampai empat kali. Pada kali yang keempat Rasulullah saw. bertanya, "Dari hal apakah engkau harus Kusucikan?" Jawab Ma'iz, "Dari dosa berzina." Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat yang ada di sekitarnya saat itu, "Apakah si Ma'iz ini mengidappenyakit gila? "Jawab para sahabat," Tidak, ya Rasulullah! Dia tidak gila! "Tanya Nabi saw. Berikutnya," Apakah dia baru habis minum khamar? "Seorang sahabat berdiri, lalu membaui Ma'iz, tetapi tidak mencium bau khamar di mulut Ma'iz. Maka bertanya Rasulullah saw. Kepada Ma'iz , "Betulkah engkau berzina?"Jawab Ma'iz, "Benar, ya Rasulullah!"
Rasulullah memerintahkan agar dilaksanakan hukuman rajam terhadap Ma'iz, lalu dia dirajam. Ada dua pendapat dalam masalah ini. Yang pertama mengatakan bahwa Ma'iz tewas, dan dosanya hapus karena hukuman yang dijalaninya secara ikhlas. Yang kedua mengatakan, bahwa Ma'iz taubat sebenar-benar taubat.Tidak ada taubat yang melebihi taubat Ma'iz. Dia datang menghadap Nabi saw., Lalu diletakkannya tangannya di tangan Nabi, kemudian katanya, "Ya, Rasulullah! Hukum mati1ah aku dengan batu! (Rajamlah aku)!" Mereka selalu dalam perbedaan pendapat seperti itu selama dua atau tiga hari. Kemudian Rasulullahsaw. datang. Setelah memberi salam, lalu beliau duduk bersama-sama dengan mereka. Maka bersabda Rasulullah saw., "Mintakanlah ampun bagi
Ma'iz bin Malik. "Lalu mereka memohon semuanya," Semoga Allah mengampuni Ma'iz bin Malik. "Rasulullah saw. Bersabda," Ma'iz. betul-betul telah taubat dengan sempurna taubat. Seandainya taubat Ma'iz dapat dibagi di antara satu kaum, pasti cukup untuk mereka semua. "Kemudian datang pula seorang perempuandari desa Ghamid, suku Azdi, lalu dia berkata, "Ya, Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah saw., "Amboi, kasihan! Pulanglah engkau, lalu minta ampun kepada Allah dan taubatlah kepada-Nya!" Kata perempuan itu, "Kulihat Anda sengaja menyuruh ku pulang, seperti yang Anda lakukan terhadap Ma'iz binMalik, "Tanya Nabi saw.," Mengapa begitu? "Perempuan itu mengatakan bahwa dia telah hamil akibat berzina. Tanya Nabi saw.," Engkau sendiri yang berbuat? "Jawabnya," Betul, ya Rasulullah! "Nabi saw. Bersabda kepadanya, tunggulah dulu sampai engkau melahirkan. " Lalu perempuan itu ditanggung kehidupannyaoleh seorang pria Anshar sampai dia melahirkan. Setelah dia melahirkan, maka diberitahukannya kepada Rasulullah saw., Katanya, "Ya, Rasulullah! Perempuan desa Ghamid itu sudah melahirkan." Jawab Rasulullah saw., "Biarkanlah dahulu karena anaknya masih kecil, sedang orang yang akan menyusui tidakada. "Maka berdiri seorang pria Anshar lalu dia berkata," Aku yang menanggung susunya! "Kata Buraidah," Setelah itu maka dilaksanakanlah hukuman rajam terhadap perempuan desa Ghamid itu. "
1678 Dari Imran bin Hushain ra, katanya: "Seorang perempuan dari suku Juhainah datang menghadap kepada Nabi saw. Padahal dia sedang hamil akibat melakukan zina. Lalu katanya," Ya, Nabiyallah! Aku telah melanggar hukum; maka tegakkanlah hukum itu atas diriku! "Karena itu Rasulullah saw. memanggilwali perempuan itu, lalu beliau bersabda kepadanya, "Rawatlah perempuan ini sebaik-baiknya. Apabila dia telah melahirkan, bawalah dia ke hadapanku!" Perintah Nabi saw. itu dilakukan oleh walinya
sesuai dengan yang diperintahkan beliau. Setelah perempuan itu melahirkan, maka dia dihadapkan kepada Rasulullah saw. Lalu dikenakan pakaiannya dengan erat. Kemudian Nabi saw. memerintahkan agar dia dihukum rajam, lalu ia dirajam. Setelah
dia tewas, Nabi saw. melakukan shalat jenazah baginya. Maka bertanya 'Umar kepada beliau, "Perlukah dia disolatkan, ya Nabiyallah? Bukankah dia berzina?" Jawab beliau, "Dia telah taubat sebenar-benarnya taubat. Andaikata taubatnya itu dibagi kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, pasti cukup untukmereka. Manakah lagi taubat yang lebih utama daripada menyerahkan nyawa kepada Allah Ta'ala secara ikhlas? "1679. Dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al Juhani ra, keduanya berkata:" Seorang pria desa datang menghadap kepada Rasulullah saw., Seraya berkata, "Ya , Rasulullah! Aku mohon supaya Andabersumpah dengan Allah, bahwa tidak akan menjatuhkan hukuman kepada ku, melainkan sesuai dengan Kitabullah! "Lawan hal pria itu lebih pintar berkata darinya," Ya, benar! Putuskanlah hal kami sesuai dengan hukum Kitabullah, dan izinkanlah saya lebih dahulu berbicara. "Jawab Nabi saw.," Bicaralah! "Katanya, "Anak lelakiku bekerja menjadi pegawai kepada orang ini, lalu dia menuduh anakku berzina dengan istrinya. Sesungguhnya aku telah tahu bahwa anakku harus dihukum rajam. Lalu kutebus dia dengan seratus ekor kambing dan seorang sahaya perempuan. Kemudian aku bertanya kepada orang-orang pandai(Ulama), mereka mengatakan bahwa anakku harus dihukum dera seratus kali dan dibuang (penjara) satu tahun, sedangkan yang perempuan mendapat hukuman rajam (sampai tewas). "Maka bersabda Rasulullah saw.," Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, aku menjatuhkan hukuman bagi kedua belah pihak niscaya sesuaidengan Kitabullah. Hamba sahaya dan kambing ditolak. Anakmu harus didera seratus kali dan dibuang (penjara) satu tahun! Hai, Unais! Esok pagi pergilah engkau kepada istri orang ini, lalu periksa apakah dia memang berzina. Jika dia mengaku berzina, rajamlah dia! "Kata Abu Hurairah," Esok pagi Unaispergi memeriksa perempuan itu, ternyata dia mengaku telah berzina. "Rasulullah memerintahkan agar dia dihukum rajam, maka dirajam oranglah dia.
1680. Dari Nafi 'ra, katanya' Abdullah bin 'Umar mengabarkan kepadanya bahwa seorang pria dan seorang perempuan Yahudi dihadapkan orang kepada Rasulullah saw. karena keduanya dituduh berzina. Rasulullah saw. pergi menemui orang-orang Yahudi itu dan melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Tanya beliau,"Apa yang kalian ketahui dalam Taurat tentang hukuman bagi orang yang berzina?" Jawab mereka, "Kami lumuri wajah mereka dengan arang, kemudian kami naikkan keduanya ke atas kendaraan dengan posisi berbelakang-belakangan lalu diarak keliling kota." Jika kalian benar, coba perlihatkan kepada ku Kitab Tauratmu itu. Lalu mereka bawa Kitab Taurat dan mereka baca di hadapan beliau. Ketika bacaannya sampai pada ayat rajam, pemuda yang membaca meletakkan tangannya menutupi ayat rajam, dan lewat ke bacaan ayat berikutnya. Tetapi 'Abdullah bin Salam yang ketika itu mendampingi Rasulullah saw. berkata, "Ya,Rasulullah! Suruhlah dia mengangkat tangannya. Ketika pemuda itu mengangkat tangannya, ternyata di bawah tangannya itu ada ayat rajam. Rasulullah saw. memerintahkan supaya keduanya
dihukum rajam. Maka direjamlah keduanya. Kata 'Abdullah bin' Umar, "Aku ikut merajam keduanya. Ku lihat yang pria bersikap melindungi yang perempuan dari lemparan-lemparan batu dengan tubuhnya."
1681. Dari Bara 'bin' Azib ra, katanya: "Pada suatu ketika, lewat di hadapan Nabi saw. Seorang Yahudi yang dicat hitam dan didera (selaku hukuman berzina baginya). Lalu beliau panggil mereka seraya bertanya," Beginikah hukuman zina yang kalian dapat dalam kitab Taurat kalian? "Jawab mereka," Ya,benar! "Lalu Nabi saw. memanggil beberapa orang pria yang tergolong pendeta mereka. Nabi saw. berkata kepada" Kuharap engkau mau bersumpah dengan Allah yang telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa, betulkah begini caranya hukuman zina yang kamu temukan dalam Kitab Taurat-mu itu ? "Jawabnya," Tidak!Seandainya Anda tidak menyumpah ku dengan nama Allah, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada Anda. Yang kami ketahui, dalam Kitab Taurat hukumannya adalah hukuman rajam. Tapi biasanya hukuman itu tidak berlaku bagi pembesar-pembesar kami. Jika yang tertangkap itu seorang pembesar, kami biarkansaja; tetapi bila yang tertangkap itu seorang rakyat kecil, kami tegakkan hukum sesuai dengan Taurat. Akhirnya kami bermusyawarah membicarakan hukum yang dapat kami tegakkan bagi pembesar dan rakyat biasa. Kami putuskan, menghitamkan tubuh dan mendera pelaku zina sebagai ganti hukuman rajam. "Selesaiorang itu berkata, maka Rasulullah saw. bermunajat kepada Allah swt., "Wahai Allah! Sesungguhnya akulah,
orang yang pertama-tama menghidupkan kembali perintah-Mu setelah mereka hapus perintah itu. "Lalu beliau perintahkan supaya Yahudi yang melakukan zina itu dihukum dengan hukuman rajam. Sesudah itu Allah 'Azza Wa Jalla menurunkan ayat," Hai, Rasul! Janganlah kamu sedih karena orang-orang yang segeramenjadi kafir.- sampai firman-Nya - Jika diberikan ini kepada mu, maka terimalah. "(Al Maidah, 5:41). Kata orang-orang Yahudi," Datanglah kalian kepada Nabi Muhammad saw., Jika ia memutuskan hukuman bagi mu
dengan menghitamkan tubuh dan didera, terimalah! Tapi jika dia berfatwa kepada mu dengan hukuman rajam, waspadalah! "Maka Allah Ta'ala turunkan pula ayat:" Barangsiapa menghukum tidak sesuai dengan perintah Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir. "(Al Maidah, 5:44). Kemudian ayat: "Barangsiapamenghukum tidak sesuai dengan perintah Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. "(Al Maidah, 5:45). Dan ayat:" Barangsiapa menghukum tidak sama; dengan perintah Allah, maka mereka itu adalah orang-orang fasik. "(Al Maidah, 5:47).
1682. Dari Abu Hurairah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila sahaya perempuan berzina, maka hukumlah dia dengan hukuman dera, dan sekali-kali jangan kamu maki dia. Kemudian, jika dia berzina pula kembali, maka hukum pulalah dia dengan hukuman dera, dan sekali-kali jangan kamumaki dia. Kemudian, jika dia berzina pula kembali untuk ketiga kali, sedangkan tuduhan itu memang terbukti adanya, maka juallah dia sekalipun dengan seutas tali rambut (harga murah). "
1683. Dari Abu 'Abdurrahman ra, katanya: "Pada suatu ketika' Ali bin Abi Thahah berkata dalam khutbahnya," Hai, manusia! Tegakkanlah hukum kepada hamba sahayamu, baik yang telah menikah maupun yang belum.
Sesungguhnya pernah terjadi, seorang hamba perempuan milik Rasulullah saw. berzina, maka beliau menyuruh ku supaya menderanya. Ternyata ketika itu dia baru habis melahirkan. Karena itu aku khawatir dia akan tewas jika hukuman dera kulaksanakan. Hal itu ku sampaikan kepada Rasulullah saw., Maka beliauberkata, "Engkau telah berbuat baik (karena menunda pelaksanaan hukuman si terhukum sampai waktu yang baik bagi pelaksanaannya)."
1684. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Dihadapkan orang kepada nabi saw. Seorang pria yang terbukti minum khamar (mabuk). Lalu Nabi saw. Menderanya dengan dua buah pelepah kurma sebanyak empat puluh kali. Kemudian (pada masa pemerintahan) Abu Bakar , beliau melaksanakan pula hukuman seperti itu.Setelah 'Umar. berkuasa, beliau bermusyawarah dengan orang banyak. Kata Abdurrahman mengusulkan, "Hukuman dera dengan hukuman yang paling ringan delapan puluh kali." Lalu 'Umar memutuskannya seperti itu (delapan puluh kali hukuman dera).
1685. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Menghukum peminum khamar dengan hukuman dera yang dilakukan beliau dengan pelepah kurma dan terompa (sebanyak empat puluh kali). Kemudian, Khalifah Abu Bakar juga melakukan hukuman dera sebanyak empat puluh kali. Maka ketika pemerintahan 'Umar,orang bertambah banyak tinggal di pelosok-pelosok dan desa-desa. Karena itu 'Umar bertanya (musyawarah), "Bagaimana pendapat tuan tentang hukuman dera bagi peminum khamar?" Jawab 'Abdurrahman bin' Auf, "Aku berpendapat supaya disamakan dengan hukuman (seperti nash dalam Al Qur'an) yang palingringan (adalah delapan puluh kali). Lalu 'Umar melaksanakan hukuman dera bagi peminum khamar delapan puluh kali.1686. Dari 'Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Yang aku tidak senang menegakkan hukum kepada seseorang jika ialah sampai tewas, adalah hukuman dera bagi peminum khamar. Karena seandainya dia sampaimati, negara harus membayar diyat (denda). Sebab Rasulullah saw. sesungguhnya tidak pernah menentukan jumlah pukulan bagi mereka. "
1687. Dari Abu Burdah Al Anshari ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang tidak dapat didera lebih dari sepuluh kali, melainkan hukuman yang telah nyata ditetapkan Allah, seperti hukuman bagi orang berzina dan sebagainya."
1688. Dari 'Ubadah bin Shamit ra, katanya: "Kami berada dalam suatu acara bersama dengan Rasulullah saw., Lalu beliau bersabda," Berjanji setialah (bai'atlah) tuan-tuan sekalian dengan ku, bahwa tuan tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu; tidak akan membunuh seseorang yang diharamkanAllah melainkan dengan yang hak (dibenarkan agama). Maka siapa di antara tuan-tuan yang memenuhi janji itu, pahalanya terserah kepada Allah, dan siapa yang melanggar janji-janji tersebut, tetapi Allah menutupi kesalahannya (tidak diketahui orang), maka urusannya terserah kepada Allah; jika Dia menghendaki,diampuni-Nyalah dia, dan jika Dia menghendaki, akan disiksanya (kelak di akhirat). "
1689. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Hewan, sumur dan tempat penggalian logam
yang melukai atau membunuh, tidak ada ganti rugi karenanya. Dan barang galian, zakatnya seperlima. "1690. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Nabi saw. Bersabda:" Seandainya diterima setiap tuduhan orang, maka akan banyaklah tuduhan tentang darah (pembunuhan) manusia dan tuduhan (penyitaan) terhadap hartabenda mereka. Tapi si tertuduh harus disumpah. "
1691. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Memutuskan suatu hal dengan menyumpah terdakwa."
1692. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Memutuskan suatu hal dengan sumpah dan
saksi. "1693. Dari Ummu Salamah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Tuan-tuan mengadukan hal tuan kepada ku (minta diadili); mungkin satu pihak lebih pintar memberikan alasannya dari yang lain; lalu kuputuskan perkaranya dengan mempertimbangkan alasan-alasan yang kuterima itu, makasiapa yang kumenangkan untuk memiliki hak saudaranya, janganlah diambilnya, karena sesungguhnya aku telah memenangkannya dengan sepotong api dari neraka. "
1694. Dari Ummu Salamah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Rasulullah saw. Mendengar orang heboh bertengkar di muka pintu kamar beliau. Lalu beliau keluar mendapatkan mereka, seraya berkata," Aku ini hanya seorang manusia. Banyak orang membawa perkaranya kepada ku, sedangkan satu pihak di antara merekaada yang lebih pintar berbicara sehingga aku mengira dialah yang benar. Lalu kuputuskan dialah yang menang. Oleh karena itu siapa yang kumenangkan perkaranya di atas hak seseorang muslim, sesungguhnya itu adalah sepotong api dari neraka. Bisa dibawanya atau ditinggalkannya. "
1695. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Hindun binti' Utbah, istri Abu Sufyan, pernah datang kepada Rasulullah saw., Lalu katanya:" Ya, Rasulullah! Sesungguhnya Abu Sufyan itu seorang pria yang bakhil. Dia tidak pernah memberi ku nafkah yang cukup bagi kebutuhanku dan kebutuhan anak-anakku, kecualibila kuambil hartanya tanpa setahunya. Berdosakah aku berbuat seperti itu? "Jawab Rasulullah saw.," Bisa kamu ambil sekadar perlu untuk mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu. "
1696. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai bagi mu tiga hal dan membenci tiga hal. Yang disukainya: (1) Hendaklah engkau sembah Dia dan jangan dipersekutukan dengan sesuatu apa pun; (2) Hendaklah kamu semua berpegang teguh dengan agama-Nya,dan (3) Hendaklah kamu jangan berpecah belah. Yang dibenci-Nya: (1) Banyak desas-desus; (2) Banyak bertanya; (3) Menyia-nyiakan harta (membelanjakan harta tidak sesuai dengan ketentuan agama, dan pemboros). "
1697. Dari Mugbirah bin Syu'bah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mengharamkan atasmu: (1) mendurhakai ibu; (2) mengubur anak perempuan hidup-hidup; (3) tidak suka memberi, tetapi suka meminta. Dan Allah membenci bagi mu tiga hal: (1) suka rumor; (2)banyak bertanya (pertanyaan-pertanyaan yang tidak berbobot bahkan bersifat mencemooh): (3) menyia-nyiakan harta (membelanjakannya tidak menurut kehendak syarak, dan pemboros). "
1698. Dari 'Amru bin' Ash ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seorang hakim memutuskan suatu hal dengan ijtihadnya, dan ijtihadnya itu ternyata benar, maka dia mendapat pahala ganda. Dan ketika ijtihadnya itu salah, maka dia mendapat pahala satu."
1699. Dari 'Abdurrahman bin Abu Bakrah ra, katanya: "Bapaku menulis surat kepada Ubaididah bin Abu Bakrah, seorang hakim di Sijistan, katanya:" Janganlah kamu memutuskan suatu perkara antara dua orang yang bersengketa ketika engkau sedang marah. Karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:"Janganlah
kamu menjatuhkan hukuman antara dua orang yang bersengketa ketika kamu sedang marah. "
1700. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda; "Siapa yang mengada-ada urusan agama kami yang kami tidak pernah mengadakannya, maka hal itu ditolak."
1701. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mengamalkan suatu amal (ibadah) yang tidak pernah kami lakukan, maka amalnya itu ditolak."
1702. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, katanya Nabi saw. bersabda: "Sukakah kamu kuberitahukan kepada mu saksi-saksi yang baik? Yaitu orang yang memberikan kesaksiannya sebelum diminta."
1703. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Pada suatu ketika, ada dua orang wanita sedang bermain-main bersama anak-anak mereka. Tiba-tiba datang seekor serigala, lalu diterkamnya anak salah seorang dari mereka, kemudian dibawanya lari. Si ibu yang punya anak itu mengatakan kepada temannya,"Anakmu ditangkapnya." Jawab temannya, "Bukan! Tapi anakmulah yang ditangkapnya."
Kemudian mereka pergi ke Dawud Dia memutuskan, anak (yang masih hidup) untuk wanita lebih tua. Kemudian keduanya pergi ke Sulaiman Lalu mereka menceritakan kepada beliau sengketa mereka berdua. Kata Nabi Sulaiman, "Bawa pisau kemari! Aku akan membelah dua anak ini, kemudianmembaginya untukmu berdua. "Jawab yang muda," Jangan! Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi Anda - Anak ini adalah anaknya (wanita yang tua). "Karena itu Nabi Sulaiman memutuskan, anak itu adalah anak wanita yang muda. 1704. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Seorang priamembeli sebidang tanah dari orang lain. Si pembeli mendapatkan sebuah tempayan berisi emas dalam tanah itu, lalu dikatakannya kepada si penjual, "Hai, Anu! Ambillah emasmu!" Jawab si penjual, "Aku telah menjual tanah itu kepada mu beserta segala isinya." Karena itu mereka pergi ke seorang hakimminta keadilan. Hakim bertanya, "Apakah Anda keduanya memiliki anak?" Jawab yang satu, "Ada, aku punya anak lelaki." Kata yang lain, "Ada, aku punya anak perempuan." Kata hakim, "kahwinkanlah kedua anak
kalian itu dan menghabiskan harta itu, untuk keperluanmu berdua dan sedekahkan sebagiannya. "
1705. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., Tentang penemuan barang tercecer. Maka bersabda beliau," Umumkan selama setahun. Kemudian tandai ikatan atau bungkusannya (karakteristiknya), sesudah itu dapat Anda pergunakan. Tetapi jika pemiliknya datangmeminta, berikanlah kepadanya. "Pria itu bertanya pula kepada beliau," Bagaimana kalau menemukan kambing hilang? "Jawab Nabi saw.," Ambil kambing itu untukmu atau untuk saudara mu (berikan kepada orang lain), atau untuk binatang buas (biarkan saja) . Tanyanya pula, "Bagaimana kalau menemukan unta hilang?"Rasulullah saw. marah mendengarnya, sehingga wajahnya menjadi merah. Kemudian beliau bersabda, "Apa pedulimu dengan unta itu? Bukankah dia punya sepatu, punya kantong air, biarkan saja unta itu sampai ditemukan oleh pemiliknya sendiri."
1706. Dari Suwaid bin Ghafalah ra, katanya: "Aku pernah pergi berperang bersama-sama dengan Zaid bin Shuhan dan Salman bin Rabi'ah. Di tengah jalan aku menemukan sebuah cambuk, lalu kuambil. Kata kedua kawanku," Jangan diambil! Biarkan saja! "Jawab ku," Tidak! Tapi aku akan mengumumkannya. Jikapemiliknya datang meminta akan kuberikan kepadanya. Jika tidak ada yang datang meminta, akan ku manfaatkan sendiri. "Aku tidak setuju dengan pendapat
kedua orang kawanku itu. Setelah kami kembali dari peperangan, ditakdirkan Allah bagi ku mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, lalu aku sampai ke Madinah. Di Madinah aku bertemu dengan Ubay bin Ka'ab. Kuceritakan padanya perihal aku menemukan cambuk itu serta bagaimana pendapat keduaorang kawanku. Jawab beliau, "Pada masa Rasulullah saw., Aku pernah pula menemukan pundi-pundi berisi seratus dinar emas. Pundi-pundi itu kubawa kepada Rasulullah saw. Sabda beliau," Umumkan selama setahun! "Lalu kuumumkan, tetapi tidak ada orang yang datang memintanya . Maka kubawa kembali pundi-pundiitu kepada Rasulullah saw. Sabda beliau, "Umumkan selama setahun!" Maka kuumumkan selama setahun, tetapi tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Kemudian kubawa pula kembali kepada Rasulullah saw., Maka bersabda beliau, "Umumkan selama setahun!" Lalu kuumumkan lagi, tapi tidak ada juga orang yangmemintanya. Maka bersabda beliau, "Catat jumlahnya, tandai bungkus dan ikatannya (karakteristiknya). Kalau pemiliknya datang meminta, berikan! Jika tidak ada yang datang meminta, dapat engkau pergunakan." Akhirnya emas itu ku pergunakan untuk kebutuhan ku.
1707. Dari 'Abdurrahman bin' Usman At Taimi ra, katanya: "Rasulullah saw. Melarang memungut barang-barang orang haji yang tercecer."
1708. Dari zaid bin Khalid Al Juhani ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang memungut barang hilang, maka dia itu bersalah selama dia tidak mengumumkannya."
1709. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu memeras susu ternak orang lain, kecuali dengan izin pemiliknya."
1710. Dari Ibnu Syuraih Al 'Adawi ra, katanya: "Kedua telinga ku mendengar dan kedua mata ku melihat ketika Rasulullah saw. Mengucapkan sabdanya," Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya, sisanya, "Para sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud dengansisanya, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Yaitu siang dan malamnya. Bertamu itu hanya tiga hari. Lebih dari itu adalah sedekah atas tamu itu. "Dan sabda beliau," Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata dengan perkataan yang baik-baik, atau diam! "
1711. Dari Abu Syuraih Al Khiza'iy ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bertetamu itu tiga hari; dan sisanya siang maupun malam. Tidak halal bagi seorang muslim menetap di rumah saudaranya, sehingga saudaranya itu berdosa karenanya. Tanya para sahabat," Bagaimana caranya dia berdosa? "Jawab beliau,"Orang itu menetap tinggal di rumah saudaranya, padahal saudaranya itu tidak punya apa-apa lagi yang akan disuguhkannya kepada tamunya."
1712. Dari 'Uqbah bin' Amir ra, katanya, "Kami pernah bertanya kepada Rasulullah saw." Ya, Rasulullah! Anda mengutus kami, lalu kami menumpang pada suatu kaum sebagai tamu, tetapi mereka tidak melayani kami sebagaimana layaknya. Bagaimana pendapat Anda? "Maka bersabda beliau kepada kami," Jika kamumenumpang pada suatu kaum, lalu mereka melayani kamu sebagaimana layaknya bagi seorang tamu, maka terimalah pelayanan mereka. Jika mereka tidak melayani kamu, bisa kamu ambil dari mereka hak tamu yang pantas mereka berikan. "
1713. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Pada suatu waktu, ketika kami sedang dalam perjalanan bersama-sama dengan Rasulullah saw., Tiba-tiba datang seorang pria mengendarai kendaraannya, sambil ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang memiliki kelebihan tempatdi kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak punya tempat. Dan siapa yang memiliki kelebihan perbekalan, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak punya perbekalan. "
1714. Dari Iyas bin Salamah ra, dari ayahnya, katanya: "Kami pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Dalam suatu peperangan. Dalam perjalanan kami ditimpa suatu kesulitan (yaitu kekurangan perbekalan), sehingga kami bermaksud akan menyembelih sebagian unta tunggangan kami. Nabi saw. memerintahkansehingga mengumpulkan seluruh sisa perbekalan kami. Lalu kami bentangkan di hadapan beliau sehelai tikar kulit, maka terkumpullah di atas tikar itu seluruh sisa perbekalan kami. "Kata Salamah," Aku berusaha menaksir jumlah anggota tim ketika itu, seperti halnya seorang penggembala menaksir jumlahkambingnya. Menurut taksiranku, semua anggota tim berjumlah sekitar 1.400 orang. Kami semuanya dapat makan (dari sisa perbekalan yang terkumpul itu) sampai kenyang, bahkan sesudah makan kami isi pula kantong-kantong perbekalan kami. Rasulullah saw. bertanya, "Masih adakah air untuk wudhu?" Makadatanglah seorang pria membawa kantong airnya, lalu dituangkan beliau ke dalam ember. Kemudian seluruh anggota tim yang berjumlah 1.400 orang itu dapat berwudhu dengan air itu. "1715. Dari Ibnu 'Aun ra, katanya:" Aku pernah menulis surat kepada Nafi', menanyakan perihal pernyataan perang sebelumperang itu dimulai. Dia membalas suratku itu, katanya: "Yang demikian itu terjadi pada awal Islam. Kemudian pernah terjadi, Rasulullah saw. Menyerang Bani Musthaliq secara mendadak di saat mereka sedang lengah, yaitu ketika mereka sedang memberi minum ternak mereka. Maka terjadilah perang,sehingga mereka banyak yang terbunuh dan tertawan. Dan pada bari itulah Juwairiyah binti Harits tertawan. Hadis ini disampaikan kepada ku oleh 'Abdullah bin Umar, di mana dia ikut berperang sebagai prajurit dalam pasukan Rasulullah saw. ketika itu. "
1716. Dari Sulaiman bin Buraidah ra, dari ayahnya, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mengangkat seorang panglima atau komandan pasukan perang, beliau selalu memberikan amanat kepadanya dan kepada seluruh anggota timnya. Pertama-tama, terutama ia wasiatkan supaya mereka semua taqwa kepadaAllah. Kemudian beliau perintahkan. "Berperanglah kalian dengan nama Allah dan Fi Sabilillah (di jalan Allah untuk menegakkan agama Allah). Perangilah orang-orang yang kafir terhadap Allah. Berperanglah kalian, jangan menipu dan jangan berkhianat, jangan kejam dan jangan membunuh anak-anak. Apabilakamu bertemu dengan orang-orang musyrik yang menjadi musuhmu, tawarkanlah kepada mereka tiga macam hal. Mana saja di antara ketiganya yang disetujui mereka, terimalah persetujuan mereka dan jangan mereka diserang lagi. Ajaklah mereka masuk Islam. Jika ajakanmu itu mereka terima dengan baik, terimalahkesiapan mereka itu dan jangan mereka diserang lagi. Kemudian, ajaklah mereka pindah dari rumah mereka ke rumah-rumah orang muhajirin. Dan beritahu mereka, jika mereka ingin pindah, mereka akan diperlakukan sama seperti orang-orang muhajirin dalam hak dan kewajiban mereka. Tetapi jika mereka engganpindah, beritahukan kepada mereka bahwa status mereka sama dengan kaum muslimin di desa-desa, di mana diperlakukan kepada mereka hukum Allah seperti yang dilakukan kepada orang-orang mukmin. Mereka tidak mendapat pembagian harta rampasan baik yang diperoleh dengan perang atau bukan (fay-i), kecualijika mereka turut berperang bersama-sama dengan kaum muslimin. Jika mereka menolak masuk Islam, kenakan pajak ke mereka, dan jika mereka bersedia membayar pajak, terimalah pajak mereka dan jangan diserang lagi mereka. Jika mereka menolak pula membayar pajak, maka mohonlah pertolongan kepada Allahdan perangilah mereka. Ketika kamu kepung penghuni sebuah benteng, lalu mereka ingin memperoleh perlindungan serta jaminan Allah dan Rasul-Nya, jangan engkau terima permintaannya itu, tetapi berikanlah jaminanmu (pribadi) beserta sahabat-sahabatmu, karena jaminan kamu dan para sahabatmu lebih ringanrisikonya dari jaminan Allah dan Rasul-Nya. Dan apabila engkau kepung penghuni suatu benteng, lalu mereka ingin supaya mereka diperlakukan hukum Allah, jangan engkau terima permintaannya itu, tetapi lakukan hukummu (pribadi) dan sahabat-sahabatmu, karena kamu belum mengerti apakah sudahtepat hukum Allah yang engkau jatuhkan kepada mereka atau belum. "
1717. Dari Abu Musa ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Mengangkat salah seorang sahabatnya memegang suatu jabatan, beliau bersabda," Berilah mereka kabar gembira agar mereka tidak menjauhkan diri, mudahkanlah segala urusan mereka dan jangan dipersulit. "1718. Dari Sa ' id bin Abu Burdah ra, dariayahnya, dari kakaknya, katanya; "Bahwasanya Rasulullah saw. Pernah mengutus kakaknya bersama Mu'adz ke negeri Yaman, maka bersabda beliau: Mudahkanlah kamu berdua, jangan mempersulit; dan gembirakanlah, dan jangan menjauhi; saling patuhlah kamu berdua, dan jangan jangan saling sengketa!"
1719. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila Allah Ta'ala telah mengumpulkan orang-orang dahulu dan orang-orang yang terakhir kelak di hari kiamat, maka dikibarkan bendera bagi setiap pengkhianat serta diteriakkan," Inilah bendera si Fulan bin Fulan. "
1720. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat, setiap pengkhianat membawa benderanya masing-masing."
1721. Dari Abu Sa'id ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat, setiap pengkhianat membawa sebuah bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar dari pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya."
1722. Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perang itu adalah tipu muslihat."
1723. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Janganlah kamu minta-minta bertemu dengan musuh. Tapi bila kamu bertemu dengan mereka, maka teguhkanlah hatimu!"
1724. Dari 'Abdullah bin Abi Aufa ra, dia menulis surat kepada' Umar bin 'Ubaidillah, ketika dia sedang melakukan perjalanan ke Haruriyah, mengabarkan bahwa Rasulullah saw. pada suatu hari akan bertemu dengan musuh, maka ia menunggu sampai matahari tergelincir. Dia berpidato di hadapan tentaranya,sabdanya: "Hai, manusia janganlah kamu meminta-minta supaya bertemu dengan musuh. Tapi mintalah kepada Allah keamanan, dan apabila kamu bertemu dengan musuh, teguhkanlah hatimu. Ketahuilah sesungguhnya surga itu di bawah kilatan pedang. Kemudian beliau mendoa:" Allahumma munzilal kitab, wa mujiryas,sahab, wa hazimal ahzab, ahzimhum wan shurna 'alaihim. "1725. Dari' Abdullah bin Abi Aula ra, katanya:" Rasulullah saw. mendoakan kehancuran bagi tim gabungan musuh, "Allahumma munzilal kitab, sari'al hisab, ahzimil ahzab. Allahumma ahzimhum wa zalzilhum." 1726. Dari Ibnu 'Umar r.a., katanya: "Seorangwanita kedapatan mati terbunuh dalam suatu peperangan. Lalu Rasulullah saw. melarang membunuh wanita dan anak-anak. "1727. Dari Ash Sha'bi bin Jatsuiamah ra, katanya:" Nabi saw. ditanya orang tentang anak-anak orang musyrikin yang terbunuh ketika terjadi serangan malam. Maka terbunuh di antaranyawanita-wanita dan anak-anak mereka. Jawab beliau, "Mereka itu termasuk musuh."
1728. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Membakar dan menebang pohon kurma Bani Nadhir di Buwairah. Lalu Allah menurunkan ayat:" Setiap pohon kurma yang kamu tebang, atau kamu biarkan tegak di atas pokoknya, semuanya itu adalah dengan izin Allah , karena Allah akan memberikan pembalasankepada orang-orang yang jahat. "(Al Hasyr, 59: 5).
1729. Dari Mush'ab ibnu Sa'ad ra, dari ayahnya, katanya: "Bapaku, Sa'ad, mengambil sebuah pedang dari seperlima bagian harta rampasan perang (yang telah dikhususkan untuk Nabi saw. Lalu pedang itu dibawanya ke hadapan Nabi saw. ), seraya berkata, "Berilah aku pedang ini, ya Rasulullah!" Tapi Nabisaw. menolak akan memberikannya kepada Sa'ad. Maka diturunkan Allah ayat: "Mereka meminta kepada mu, hai Muhammad, harta rampasan perang. Katakanlah kepada mereka, rampasan perang itu untuk Allah dan Rasul-Nya." (Al Anfal, 8: 1).
1730. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Nabi saw. Mengirim satu tim ke Nejed, di mana aku sendiri termasuk di dalamnya. Mereka mendapat jarahan berupa unta banyak sekali, sehingga masing-masing mereka mendapat pembagian dua belas atau sebelas ekor unta . Kemudian Rasulullah saw. menambahkan pulauntuk mereka masing-masing satu ekor unta (yaitu dari pembagian beliau sendiri). "
1731. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah memberikan tambahan pembagian harta rampasan kepada para anggota tim yang dikirimnya berperang selain pembagian umum, yang diambilkan beliau dari bagian khusus untuk beliau, yaitu seperlima bagian dari seluruh harta rampasan wajib dibagikanuntuk dia. "
1732. Dari Abu Qatadah ra, katanya: "Ketika perang Hunain, kami pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Tatkala kami telah berhadapan dengan musuh, maka sebagian kaum muslimin mundur. Aku melihat seorang pria musyrik sedang menguasai seorang muslim. Lalu aku berbalik sehingga aku dapatmendatangi dari belakangnya, maka ku pukul batang lehernya. Tapi si musyrik itu berbalik kepada ku dan merangkul ku dengan kuat. Aku tahu dia hampir mati. Setelah dia tewas, barulah aku dilepaskannya. Kemudian aku bertemu dengan 'Umar bin Khaththab. Dia mengajukan kepada ku, "Bagaimana keadaan tim?"Jawab ku, "Urusan Allah." Kemudian tim pulang kembali semuanya. Rasulullah saw. duduk seraya bersabda, "Siapa yang membunuh tewas seorang musuh, dan dia punya saksi, maka segenap perlengkapan si terbunuh dapat dimilikinya." Aku berdiri seraya berkata, "Siapa yang ingin menjadi saksi bagiku?" Berikutnyaaku duduk kembali dan Rasulullah berkata seperti tadi. Aku berdiri pula kembali sambil berkata, "Siapa yang ingin menjadi saksi bagi ku?" Kemudian aku duduk pula kembali dan Nabi saw. bersabda pula untuk ketiga kalinya. Aku berdiri pula. Maka bertanya Rasulullah saw. kepada ku, "Ada apa dengan engkau,hai Abu Qatadah? "Lalu ku ceritakan kepada beliau kisah bagaimana aku telah mengalahkan seorang musuh. Berkata seorang anggota tim," Abu Qatadah benar, ya Rasulullah. Sedangkan perlengkapan orang yang dibunuhnya itu ada di tangan ku. Karena itu suruhlah dia merelakan haknya untukku. "Kata Abu Bakar,"Jangan! Demi Allah, Nabi saw. Tidak berarti terhadap seorang pahlawan di antara pahlawan-pahlawan Allah yang berperang untuk Allah dan Rasul-Nya, akan memberikan kepada mu harta rampasannya. Maka bersabda Rasulullah saw.," Itu memang benar. Karena itu berikanlah kepada Abu Qatadah apa yang menjadihaknya. "Kemudian baju besinya kujual, lalu ku belikan sebidang kebun di perkebunan Bani Salamah. Itulah harta yang pertama ku jadikan modal dalam Islam."
1733. Dari 'Abdurrahman Ibnu' Auf ra, katanya: "Ketika aku berada dalam barisan perang Badar, aku menengok ke kanan dan ke kiriku, kiranya aku berdiri di antara dua pemuda Anshar yang keduanya masih berusia muda. Rasa hatiku, inginlah aku supaya tetap berada di antara keduanya. Seorang di antaranyamengedipkan mata kepada ku seraya bertanya, "Paman! Kenalkah Paman dengan Abu Jahil?" Jawab ku, "Kenal, apa kebutuhan mu kepadanya kemenakan?" Jawab anak muda, "Aku mendengar kabar, dia tukang maki Rasulullah saw. Seandainya aku melihatnya, maka aku tak akan berpisah dengannya sebelum salah satu diantara kami mati lebih dahulu. "Kata Ibnu 'Auf," Aku takjub mendengar ucapan pemuda itu. Lalu mengedip pula yang seorang lagi kepada ku, seraya berkata seperti ucapan temannya. Tidak lama antaranya, aku melihat Abu Jahil bergerak dengan tangkasnya di tengah-tengah orang banyak. Aku berkata kepada keduapemuda itu, "Tidakkah kalian lihat dia? Teman kalian yang kalian tanyakan itu?" Keduanya segera mengejar Abu Jahil, lalu mereka penggal dengan pedang mereka sehingga
Abu Jahil tewas oleh keduanya. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah saw., Lalu mereka ceritakan kepada beliau bahwa mereka berdua telah menewaskan Abu Jahil. Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian berdua yang membunuhnya?" Masing-masing menjawab, "Aku membunuhnya." Tanya beliau, "Apakah pedangkalian sudah dibersihkan? "Jawab mereka," Belum! "Rasulullah melihat pedang keduanya, lalu beliau bersabda," Ya, benar! Kalian berdua telah menewaskannya. Dia memutuskan, supaya perlengkapan Abu Jahil diberikan kepada mereka berdua sebagai rampasan perang bagi mereka, kerna menewaskan pemiliknya. "(Kedua pemuda itu
adalah: Mu'adz bin 'Amr bin Jamuh, dan Mu'adz bin Afra').
1734. Dari 'Auf bin Malik ra, katanya dia mengalahkan seorang pria pihak musuh dari suku Himyar, dan' Auf ingin memperoleh perlengkapan lawannya itu, tetapi dicegah oleh Khalid bin Walid yang menjadi komandan mereka ketika itu, 'Auf datang kepada Nabi saw., mengabarkan kepada beliau kasusnya tersebut.Kata Nabi saw. kepada Khalid, "Apa alasanmu untuk tidak memberikan rampasannya?" Jawab Khalid, "Dia telah banyak kuberi, ya Rasulullah." Khalid bertemu dengan 'Auf, lalu' Auf menarik seprai Khalid dengan kasar seraya berkata, "Bukankah telah ku sampaikan kepada mu putusan dari Rasulullah saw.?" Rasulullahsaw. mendengar ucapan 'Auf tersebut. Dia marah kepadanya, lalu beliau bersabda, "Jangan diberikan kepadanya, hai Khalid! Jangan diberikan!" Kemudian beliau bersabda pula kepada 'Auf, "Mengapa tidak engaku serahkan saja kepada ku urusan dengan panglima-panglima yang kuangkat? Perumpamaan kamu denganmereka adalah seperti penggembala unta atau kambing dengan hewan-hewan gembalaannya. Hewan-hewan itu digembalakannya, bila waktu minum telah tiba, hewan-hewan itu dibawanya ke permeabel. Maka hewan-hewan itu masuk ke dalam permeabel meminum air yang bersih, dan tinggallah air yang kotor. Air bersih untukkalian, sedangkan yang kotor untuk mereka. "
1735. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Setiap negara yang engkau taklukkan tanpa pertempuran, maka engkau mendapat bagian atas harta rampasannya, dan setiap negara yang engkau taklukkan dengan pertempuran, maka seperlima harta rampasannya untuk Allah dan Rasul-Nya , kemudian sisanyauntuk kamu selain. "
1736. Dari 'Umar ra, katanya: "Harta rampasan dari Bani Nadhir termasuk harta yang ditemukan tanpa pertempuran. Maka karena itu harta tersebut khusus untuk Nabi saw., Untuk nafkah keluarganya setahun, sedang sisanya dimanfaatkan untuk perlengkapan perang dan alat senjata persiapan perang fi sabilillah. "
1737. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Kami (para Nabi) tidak diwarisi; harta yang kami tinggalkan adalah sedekah."
1738. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Membagi harta rampasan perang untuk tentara berkuda dua bagian, sedang untuk tentara berjalan kaki satu bagian."
1739. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya: "Pada hari terjadinya perang Badar, Rasulullah saw. Melihat kaum musyrikin, semuanya berjumlah seribu orang, sedangkan para sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus sembilan belas orang. Nabi saw. Menghadap ke kiblat, kemudian ia tadahkan kedua tangannyake langit lalu beliau mendo'a kepada Tuhannya, "Allahumma anjiz li ma wa'adtani; Allahumma aati ma wa'adtani; Allahumma ir tuhlika hadzihil 'ishabata min ahlil Islam, la tu'bad fil ardhi." Demikianlah, beliau selalu mendoa kepada Tuhannya, mengangkat kedua tangannya sambil menghadap ke kiblat, sehinggaselendang beliau terlepas dari bahunya. Abu Bakar mendatangi Nabi saw., Lalu diambilnya selendang beliau dan diletakkannya kembali ke bahu beliau, kemudian dia selalu berada di belakang beliau. Kata Abu Bakar, "Ya, Nabiyallah! Cukuplah kiranya Anda munajat dengan Allah, karena Dia pasti akan menepatijanjiNya kepada Anda. Lalu Allah menurunkan ayat: "Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada mu, seribu
malaikat yang datang beriring-iring. "(Al Anfal, 8: 9). Jadi Allah membantu Nabi saw. dengan seribu orang pasukan malaikat. Kata Abu Zumail, Ibnu Aboas mengabarkan kepadanya bahwa pada hari itu, ketika seorang tentara Islam mengejar tentara musyrikin yang berada di hadapannya, tiba-tiba terdengar olehnyabunyi suara cambuk di atas (kepala si musyrik) dan suara seorang penunggang kuda berkata, "Ayo, maju Haizum!" Tiba-tiba dilihatnya musyrik yang berada di hadapannya telah jatuh, tewas tertelentang dengan hidungnya bengkak, mukanya terbelah seperti bekas pukulan cambuk, dan seluruh tubuhnya menghijau.Tentara muslim Anshar itu datang melaporkan peristiwa itu kepada Nabi saw. Kata beliau, "Ceritamu itu benar belaka. Itu adalah pertolongan Allah dari langit ketiga." Pada hari itu tentara muslim dapat menewaskan tujuh puluh orng tentara musyrikin, dan menawan mereka tujuh puluh orang. Kata Abu Zumailselanjutnya, Ibnu 'Abbas mengatakan, bahwa tatkala tawanan telah mereka tahan, Rasulullah saw. bertanya kepada Abu Bakar dan 'Umar, "Bagaimana pendapat kalian tentang para tawanan ini?" Jawab Abu Bakar, "Ya, Nabiyallah! Mereka itu adalah anak-anak paman dan famlli kita. Aku berpendapat sebaiknya kitapungut tebusan dari mereka. Dengan begitu kita akan bertambah kuat atas orang-orang kafir, semoga Allah menunjuki mereka untuk masuk Islam. "Kemudian Rasulullah bertanya pula kepada 'Umar," Bagaimana pendapatmu, hari Ibnu Khaththab? "Jawab ku," Tidak! Demi Allah, ya Rasulullah, aku tidak setuju denganpendapat Abu Bakar. Aku berpendapat, sehingga Anda memberi kesempatan kepada kami untuk memenggal leher mereka. Berilah
kesempatan kepada 'Ali untuk memenggal leher si' Uqail, berilah kesempatan kepada ku untuk memenggal leher sifulan (maksudnya keluarga 'Umar sendiri). Karena mereka ini adalah para pemimpin kaum kafir dan pembesar-pembesar mereka. Rasulullah menyetujui pendapat Abu Bakar, tidak menyetujui pendapatku.Esok aku datang menemui Rasulullah saw. Aku temukan beliau sedang duduk menangis berdua dengan Abu Bakar. Lalu kataku, "Ceritakanlah kepada ku, apa sebabnya Anda berdua menangis. Jika aku merasa terharu aku akan turut menangis. Jika aku tidak terharu, aku akan menangis juga karena tangis Anda berdua:"jawab Rasulullah saw., "Aku menangis, karena tebusan yang dipungut sahabatmu terhadap para tawanan itu, terasa bagi ku lebih murah dari harga kayu ini (sambil dia menunjukkan sebuah kayu di dekat beliau). Lalu Allah menurunkan ayat:" Tidak pantas bagi seorang Nabi memiliki tawanan sebelum diamelumpuhkan musuhnya di muka bumi sampai firman-Nya maka makanlah olehmu sebagian jarahan "(Al Anfal, 8: 67-69). Karena itu Allah Ta'ala menghalalkan jarahan bagi mereka."
1740. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Mengirim pasukan berkuda ke arah Nejed. Mereka dapat menawan dan membawa seorang pria dari Bani Hanifah, yaitu Tsumamah bin Utsal, pemimpin penduduk Yamamah. Tawanan itu mereka ikatkan di sebuah tiang di antara tiang-tiangmasjid.
Rasulullah saw. keluar mendapatkannya seraya berkata, "Apa kabarmu, hai Tsumamah?" Jawab Tsumamah, "Khabar ku baik-baik saja hai Muhammad. Jika engkau membunuh ku, berarti engkau menumpahkan darah; jika engkau membebaskan ku, engkau membebaskan seorang yang pandai bersyukur. Jika engkau menginginiharta, mintalah, akan ku berikan berapa engkau kehendaki. Kemudian dia ditinggal oleh Rasulullah saw. Esok ia bertanya pula kepadanya, "Apa kabarmu, hai Tsumamah?" Jawab Tsumamah, "Seperti telah ku katakan kepada mu, jika engkau membebaskan ku, maka engkau membebaskan orang yang tahu berterimakasih. Dan jika engkau membunuh ku, berarti engkau menumpahkan darah. Jika engkau ingin harta, mintalah berapa engkau kehendaki, akan ku berikan. Rasulullah saw. meninggalkannya pula sampai esok, kemudian ia bertanya pula, "Apa kabarmu, hai Tsumamah? Jawab Tsumamah," Khabar ku seperti yang telahku katakan kepada mu. Jika engkau bebaskan aku, engkau membebaskan orang yang tahu berterima kasih, jika engkau membunuh ku, berarti engkau menumpahkan darah. Jika engkau ingin harta, mintalah, akan ku beri berapa engkau inginkan. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Bebaskan Tsumamah! "Kemudian Tsumamahpergi ke sebatang pohon kurma dekat masjid, lalu dia mandi. Setelah itu dia masuk ke dalam masjid, dan mengucapkan dua kalimat syahadat: Asyhadu anlaa ilaaha illallah, asyhadu anna Muhammadan 'abduhu Rasuluh. (Aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan aku mengaku bahwa Muhammad hamba Allah dan RasulNya).Ya, Muhammad! Demi Allah, tadinya tidak ada seraut wajah yang paling ku benci di muka bumi ini selain wajahmu. Tapi kini, wajahmulah yang paling ku cintai di antara seluruh wajah. Demi Allah, tadinya tidak ada agama yang paling ku benci selain agamamu. Tapi kini, agamamulah yang paling ku cintaidari sekalian agama. Tidak ada negara yang paling kubenci selain dari negerimu ini. Tapi kini, negara inilah yang paling ku cintai dari sekalian negeri. Ketika kavaleri mu menangkap ku, aku bermaksud hendak pergi 'umrah. Sekarang bagaimana pendapatmu? "Rasulullah menyampaikan beritasenang kepadanya, sesudah itu beliau menyuruhnya pergi 'umrah. Sesampainya di Makkah orang bertanya kepadanya, "Apakah engkau pindah agama?" Jawabnya, "Tidak! Tapi saya memeluk agama Islam bersama Rasulullah saw. Demi Allah! Janganlah kamu harap, sebiji gandum pun tidak akan datang kepada mudari Yamamah, sebelum mendapat izin dari Rasulullah saw. "
1741. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Ketika kami berada dalam masjid, tiba-tiba Rasulullah saw. Keluar mendapatkan kami dan beliau bersabda," Mari kita pergi ke tempat orang-orang Yahudi! "Kami pergi bersama-sama dengan dia. Setelah kami sampai ke tempat mereka, Rasulullah saw. berdiri di depanmereka dan ia berseru kepada mereka, "Hai, kaum Yahudi! Islamlah kamu sekalian, niscaya kalian selamat!" Jawab mereka, "Hai, Abu Qasim! Engkau telah menyampaikan seruanmu kepada kami," Sabda Rasulullah saw., "Begini! Aku ingin kalian masuk Islam agar kalian selamat." Jawab mereka, "Engkau telahmenyampaikan seruanmu kepada kami, hai Abu Qasim. "Sabda Rasulullah saw.," Begitulah yang kuinginkan. "Beliau mengulang seruannya itu sampai tiga kali. Sesudah itu beliau bersabda," Ketahuilah! Sesungguhnya bumi ini milik Allah dan Rasul-Nya. Aku mengusir kalian dari negeri ini. Siapa yang memilikiharta di antara kamu sekalian, akan dijualnya. Jika tidak, maka ketahuilah, sesungguhnya bumi ini milik Allah dan Rasul-Nya. "
1742. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraizhah memerangi Rasulullah saw. Karena itu beliau mengusir Bani Nadhir tetapi membiarkan Bani Quraizhah menetap, serta memberikan kelapangan bagi mereka sampai mereka memerangi Rasulullah saw. Pula kembali. Sesudah itu, setiap priamereka dibunuh, sedangkan wanita-wanita, anak-anak, dan harta kekayaan mereka dibagi-bagikan kepada kaum muslimin, kecuali sebagian mereka yang menemui Rasulullah saw., lalu mereka beriman dan masuk Islam. Rasulullah saw. mengusir pula orang-orang Yahudi Madinah, semuanya terdiri dari Bani Qainuqa '(Yaitu sukunya 'Abdullah bin Salam), Bani Haritsah, dan setiap Yahudi yang ada di Madinah. "1743. Dari' Umar bin Khaththab ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Akan kuusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah ' Arab, sehingga tidak ada yang tertinggal selain orang-orang muslim. "
1744. Dari 'Aisyah r.a., katanya; "Ketika terjadi perang Khandaq,
Sa'ad kena dipanah oleh seorang pria Quraisy bernama Ibnu 'Ariqah. Dia kena panah pada urat nadi di lengannya. Karena itu Rasulullah saw. membuat sebuah tenda untuk Sa'ad di masjid, sehingga ia dekat menjenguknya. Tatkala Rasulullah saw. pulang dari perang Khandaq, dia letakkan senjata beliau,sesudah itu dia pergi mandi. Ketika ia sedang membersihkan kepalanya dari debu, tiba-tiba Jibril datang kepadanya seraya berkata, "Mengapa Anda sudah meletakkan senjata? Demi Allah, kita belum bisa meletakkannya. Keluarlah! Pergi perangi mereka!" Rasulullah saw. bertanya, "Ke mana?" Jibril menunjukmenuju perkampungan Bani Quraizhah. Maka Rasulullah saw. segera pergi memerangi mereka, sehingga mereka menyerah kepada putusan Rasulullah saw. Tapi dia menyerahkan urusannya kepada Sa'ad. Kata Sa'ad, "Aku memutuskan orang-orang yang ikut berperang dihukum mati, anak-anak dan perempuan ditawan,dan harta mereka dirampas lalu dibagi-bagikan kepada kaum muslimin. "
1745. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Abu Sufyan mengisahkan kepadanya dari mulut Abu Sufyan sendiri cerita berikut: "Pada saat berlangsungnya perjanjian damai antara aku dengan Rasulullah saw., Aku pergi berdagang ke Syam. Ketika aku sedang berada di sana, disampaikan orang sepucuk surat dari Rasulullahsaw. kepada Kaisar Heraclius, Penguasa Agung Rumawi. Yang membawa surat itu adalah Dihyah Al Kalbi kepada pembesar Bushra, kemudian pembesar Bushra ini menyampaikannya kepada Heraclius. Tanya Heraclius, "Apakah di sini, orang-orang dari ras pria yang mendakwakan dirinya menjadi Nabi itu?" Jawabmereka, "Ada!" Lalu aku dipanggil mereka menghadap Heraclius bersama beberapa orang Quraisy kawan-kawanku. Kami masuk dan duduk di hadapan beliau. Tanya Heraclius, "Siapakah di antara kalian yang dekat hubungan darahnya dengan orang yang mendakwakan dirinya menjadi Nabi itu?" Jawab ku, "Aku!" Merekamenyuruh ku duduk ke depan, sedang kawan-kawanku duduk di belakangku. Sesudah itu dipanggilnya penerjemah sambil berkata, "Katakan kepada mereka, bahwa aku menanyakan kepada mereka perihal pria yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi. Jika dia berdusta, katakan dia dusta." Kata Abu Sufyan, "Demi Allah!Kalaulah aku tidak takut akan dicap pendusta, sungguh telah ku dustai dia. "Kemudian Heraclius berkata kepada penerjemah," Tanyakan kepadanya, bagaimana kebangsaan orang itu di kalanganmu? "Jawab ku," Dia seorang bangsawan di kalangan kami. "Tanya," Apakah dia turunan raja? "Jawab ku:" Tidak! "Tanya,"Pernahkah kalian mengatakannya pembohong sebelum ia mengaku jadi Nabi?" Jawab ku, "Tidak!" Tanya, "Siapakah yang jadi pengikutnya, orang-orang besar atau rakyat kecil?" Jawab ku, "Hanya rakyat kecil." Tanya, "Apakah pengikutnya selalu bertambah atau berkurang?" Jawab, "Mereka selalu bertambah." Tanya,"Apakah di antara pengikutnya itu yang murtad karena benci kepada agama yang dikembangkannya itu?" Jawab, "Tidak!" Tanya, "Pernahkah kamu berperang dengannya?" Jawab, "Ya, pernah!" Tanya, "Bagaimana jalannya peperanganmu dengannya?" Jawab, "Peperangan kami berjalan silih berganti antara menang dan kalah.Kadang-kadang kami yang menang, dia kalah; kadang-kadang kami yang kalah, dia menang. "Tanya," Pernahkah dia mungkir janji? "Jawab," Tidak! Bahkan kami sedang dalam masa perjanjian damai, yaitu tidak akan serang menyerang dengannya. Aku tidak tahu apa yang akan dibuatnya terhadap perjanjian itu. "KataAbu Sufyan selanjutnya, "Demi Allah, tidak ada kalimat lain yang dapat kuucapkan selain dari itu." Tanya, "Apakah ada orang lain sebelum dia, yang mengaku menjadi Nabi seperti dia pula?" Jawab, "Tidak!" Kemudian dia berkata kepada penerjemahnya, "Katakan kepadanya, kutanyakan kepada mu tentangbangsanya (status sosialnya), maka engkau katakan dia bangsawan. Memang demikianlah halnya semua Rasul-rasul; mereka dibangkitkan dari kalangan bangsawan kaumnya. "Kutanyakan pula kepada mu," Apakah dia turunan raja? "Jawabmu," Tidak! "Kataku," Kalau ayah atau kakaknya yang menjadi raja, tentukarena dia ingin mengembalikan kekuasaan nenek moyangnya. "Kutanyakan pula tentang pengikutnya, apakah terdiri dari rakyat kecil atau dari orang-orang besar? Kamu jawab, hanya terdiri dari rakyat kecil. Memang merekalah pengikut para rasul. Kutanyakan pula, pernahkah kamu menuduhnya sebagai pembohongsebelumnya? "Jawabmu," Tidak! "Aku tahu, dia tidak akan pernah berdusta terhadap manusia, apalagi berdusta terhadap Allah. Saya tanyakan kepada mu," Apakah pengikutnya yang murtad, karena setelah dipeluknya agama baru itu lalu dia membenci agama itu. Jawabmu, "Tidak!" Memang begitulah halnya ketikaiman telah tertanam dalam hati seseorang. Kutanya pula, "Apakah pengikutnya berkurang?" Jawabmu, "Bahkan mereka selalu bertambah." Ya, seperti itulah iman sampai sempurna. Kutanya pula, "Pernahkah kamu memeranginya?" Jawabmu, "Memang, kamu memeranginya. Dan peperangan arah bergantian, kadang-kadangmenang, dan kadang kalah. "Memang demikianlah halnya, para Rasul itu selalu diuji. Namun demikian, kemenangan terakhir selalu berada di pihak mereka. Kutanyakan pula," Pernahkah dia mungkir janji? "Jawabmu," Tidak pernah! "Memang demikian, para Rasul tidak pernah mungkir janji. Kutanya pula engkau,"Apakah orang lain sebelum dia yang mengaku menjadi Nabi seperti dia?" Jawabmu, "Tidak!" Kataku, "Kalau ada orang lain sebelumnya yang mengaku jadi Nabi seperti dia, mungkin dia hanya ikut-ikutan dengan orang yang sebelumnya itu." Kemudian dia bertanya, "Apa saja yang diperintahkannya kepadamu?" Jawabku, "Dia menyuruh kami shalat, membayar zakat, menghubungkan silaturahim, dan hidup suci." Katanya, "Jika yang kamu katakan itu benar semuanya, maka tak salah lagi orang itu sesungguhnya Nabi. Aku telah tahu bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menduga bahwa dia akan muncul di antara kalian. Kalaulahaku yakin bahwa aku dapat bertemu dengannya, aku memang ingin benar bertemu dengannya. Dan kalau aku telah berada di dekatnya, akan kubasuh kedua telapak kakinya. Dan daerah kekuasaannya kelak, akan sampai ke daerah kekuasaanku ini. "Kata Abu Sufyan," Kemudian dimintanya surat Rasulullah saw. tersebut,lalu dibacanya. Di dalamnya tertulis: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad Rasulullah, kepada Heraclius, Pembesar Rumawi. Berbahagialah orang yang mengikuti petunjuk. Kemudian, aku mengajak Anda masuk Islam. Islamlah Anda, niscaya Anda aman. Islamlah Anda, niscayaAllah akan memberi Anda pahala berlipat ganda. Jika Anda menolak, maka Anda akan memikul dosa seluruh rakyat Anda. Hai, Ahli Kitab! Marilah kita bersatu dalam kalimat yang sama antara kita semua. Yaitu, bahwa kita tidak akan menyembah selain hanya kepada Allah semata-mata; tidak akan menyekutukan-Nyadengan sesuatu yang lain, dan tidak membuat sebagian kita menjadi Tuhan sebagian yang lain, kecuali hanya Allah semata-mata. Jika mereka menolak, maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim." Setelah Heraclius selesai membaca surat itu, terdengar suara heboh disekitarnya. Dia memerintahkan kami supaya keluar. Sampai di luar aku berkata kepada kawan-kawanku, "Sungguh luar biasa urusan Ibnu AbiKabsyah! Sehingga dia ditakuti oleh raja bangsa kulit kuning. Karena itu aku selalu yakin, bahwa agama Rasulullah saw. Ini pasti menang, sehingga akhirnya Allah memasukkanIslam ke dalam hati sanubari ku. "
1746. Dari Anas ra, katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. Telah menulis surat ke Kisra (Raja Persia), kepada para Kaisar (Raja-raja Rumawi), Kepada Najasyi (Raja Ethiopia / Ethiopia) dan kepada sekalian penguasa, mengajak mereka supaya menyembah Allah Ta'ala. "
1747. Dari Ibnu 'Abbas bin' Abdul Muththalib ra, katanya 'Abbas bercerita: "Aku ikut berperang bersama Rasulullah saw. Dalam perang Hunain, maka aku dan Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muththalib, selalu mendampingi Rasulullah saw., Tidak pernah berpisah dengan beliau. Ketika itu Rasulullah saw.mengendarai bagal putih milik beliau, hadiah dari Farwah bin Nufatsah Al Judzamiy. Tatkala pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum kuffar telah berhadap-hadapan, pasukan kaum muslimin mundur ke belakang. Karena itu Rasulullah saw. mulai bertindak; ia memacu baghalnya ke arah kaum kuffar. Kata'Abbas, "Tapi kupegang kekang baghal beliau, menahannya supaya jangan berlari kencang, dan Abu Sufyan memegangi pula pelananya. Maka bersabda beliau," Hai, Abbas! Panggil regu Samurah! "Kata 'Abbas (dia seorang yang memiliki suara keras)," Lalu kupanggil mereka dengan sekeras-keras suaraku. Manaregu Samurah. "Maka demi Allah, alangkah cepatnya mereka datang setelah mendengar panggilanku, bagaikan lari sapi mendengar suara anaknya." Kata mereka, "Ya, kami datang! Kami datang !." Lalu mereka berperang melawan kaum kafir. Kemudian panggilan terhadap kaum Anshar, "Hai, kaum Anshar! Hai, kaum Ansharl"Kata 'Abbas, "Kemudian panggilan di
tujukan kepada Bani Harits bin Khazraj. Rasulullah memperhatikan jalannya pertempuran dari alas baghal beliau seperti menggelorakan semangat timnya yang sedang bertempur. Kata beliau. "Beginilah kalau pertempuran sudah berkecamuk. Lalu beliau ambit beberapa buah kerikil, kemudian dilemparkannyaterhadap orang kafir sambil berkata. "Kamu kalah!" Kata 'Abbas. "Demi Allah! Aku menyaksikan jalannya pertempuran. Mereka hanya dilempar oleh Rasulullah dengan beberapa kerikil saja. Tapi bertahap mereka jadi lemah sehingga akhirnya mereka lari kocar-kacir." 1748. Dari Abu Ishaq r.a., katanyaseorang pria bertanya kepada Al Bara ', tanyanya: "Hai, Abu' Umarah! Apakah kamu pernah lari dalam peperangan Hunain?" Jawab Abu 'Umarah, "Tidak! Demi Allah! Tim Rasulullah saw. Tidak pernah lari. Tapi ketika itu, ada beberapa orang pemuda sahabat Rasulullah saw. Dan orang-orang yang pergi berperangdengan tergesa-gesa, tanpa persenjataan dan perlengkapan yang sempurna. Kebetulan mereka bertemu dengan pasukan pemanah pihak musuh, yang kalau mereka memanah hampir tidak meleset sedikit jua pun dari sasaran. Yaitu tim gabungan Bani Hawazin dengan Bani Nashar. Pasukan pemanah itu segera menggasakpemuda-pemuda ini dengan panah mereka, sehingga pemuda-pemuda itu terpaksa berbalik kepada Rasulullah saw., yang ketika itu ia sedang berada di atas bagal putihnya, dikendalikan oleh Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muththalib. Dia turun dari baghal, lalu mohon pertolongan kepada Allah, katanya:"Aku Nabi, bukan dusta, Aku anak 'Abdul Muththalib. Wahai Allah, turunkanlah bala bantuan-Mu!" Kemudian beliau letak barisan mereka. "1749. Dari Iyas bin Salamah ra, katanya ayahnya bercerita:" Kami berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. di Hunain. Ketika berhadapan dengan musuh, aku maju lebihdahulu menaiki bukit. Aku bertemu dengan seorang musuh, lalu kupanah dia dengan panahku, tapi dia hilang seketika sehingga aku tidak tahu apa yang sedang dibuatnya. Aku melihat musuh, kiranya mereka telah sampai ke bukit yang lain. Mereka bertemu dengan Nabi saw. dan para sahabat. Parasahabat mundurdan aku pun mundur pula kalau balau. Aku memakai dua burdah, yang satu kusarungkan dan yang satu lagi kuselempangkan. Sarungku lepas, lalu kuikatkan menjadi satu. Aku lewat di depan Rasulullah saw. sambil lari, dan ia sedang berada di atas bagal putihnya. Sabda Rasulullah saw., "Rupanya IbnuAkwa 'melihat sesuatu yang menakutkan. "Tatkala Rasulullah saw. Terkepung, ia turun dari baghal, kemudian diambilnya segenggam tanah, lalu dilemparkannya ke muka mereka sambil berkata," Muka-muka buruk! "Dengan begitu, maka setiap orang yang menyerang ketika itu, matanya penuh dengan tanah. Lalumereka lari kocar-kacir. Allah 'Azza wa Jalla telah mengalahkan mereka. Kemudian Rasulullah saw. membagi-bagikan rampasan perang kepada kaum muslimin. "
1750. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengadakan musyawarah dengan para sahabat, ketika sampai kepada beliau kabar tentang kedatangan tentara Abu Sufyan akan menyerang ke Madinah. Pertama Abu Bakar yang berbicara, tetapi Nabi saw. Tidak mempedulikannya. Kemudian berbicara pula 'Umar,Nabi saw. melengah pula darinya. Kemudian berdiri Sa'ad bin Ubadah (orang Anshar). Katanya. "Kamikah yang Anda kehendaki, ya Rasulullah? Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Anda memerintahkan kami mengarungi lautan, pasti kami harungi; dan seandainya Anda memerintahkan kamipergi ke ujung bumi, pasti kami pergi. "Rasulullah mengajak masyarakat untuk berkumpul, kemudian mereka berangkat hingga sampai ke Badal. Di sana mereka bertemu dengan para pencari air untuk orang-orang Quraisy. Di antara mereka ada seorang budak hitam milik Bani Hajjaj, lalu mereka tangkapdia. Para sahabat Rasulullah saw. menanyakan kepada anak itu tentang Abu Sufyan dan pasukannya. Jawab si Budak, "Aku tidak tahu tentang Abu Sufyan; tetapi yang aku tahu adalah Abu Jahil, 'Utbah, Syaibah, dan Umayyah bin Khalaf." Lalu mereka Pukuli budak itu. Kemudian kata si Budak, "Ya, baiklah! Kuberitahutentang Abu Sufyan. Dia juga
ada! "Lalu mereka biarkan budak itu. Kemudian mereka tanya pula kembali," Di mana Abu Sufyan? "Jawab budak itu," Aku tidak tahu tentang Abu Sufyan! Yang ada ialah Abu Jahil, 'Utbah, Syaibah dan Umayyah bin Khalaf, mereka ada bersama rombongan tentara. "Karena itu mereka Pukuli pula si budak itu. Ketikaitu Rasulullah saw. sedang shalat. Maka setelah ia selesai shalat dan melihat budak
itu mereka Pukuli, beliau bersabda, "Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, mengapa kalian pukul dia ketika dia berkata benar, dan kalian biarkan dia ketika berdusta?" Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, "Di situlah tempat terbunuhnya di Anu, sambil
ia menunjuk ke tanah, di sana, di sana! "Kata Anas," Tidak satu pun tempat-tempat yang ditunjukkan beliau itu, yang berjauhan dengan tempat tewasnya orang-orang yang disebutkan beliau. "
1751. Dari 'Abdullah bin Rabah, dari Abu Hurairah ra, katanya: "Suatu perutusan (delegasi) datang kepada Mu'awiyah di bulan Ramadhan. Maka karena itu sebagian kami sibuk membuat makanan untuk yang lain-lain. Di antaranya ada Abu Hurairah yang sering mengajak kami ke tempatnya. Aku berkata kepadanya,"Tidak seyogyanyakah ku buat makanan, lalu ku undang mereka makan ke rumah ku? Lalu ku suruh buatkan makanan, kemudian ku temui Abu Hurairah untuk mengundangnya makan malam. Kata ku," Sekarang makan malam di rumahku. "Jawab Abu Hurairah," Engkau mendahului ku? "Jawab ku," Ya, aku mengundang mereka juga. "Kata Abu Hurairah, "Sukakah kalian ku ceritakan kepada kalian suatu peristiwa tentang diri kalian sendiri, hai kaum Anshar?" Lalu diceritakannya peristiwa sekitar penaklukan Makkah. Katanya, "Rasulullah saw. Berangkat hingga sampai di Makkah. Dia mengangkat Zubair mengepalai satu di antara dua sayap,dan mengangkat Khalid mengepalai sayap yang lain, dan mengangkat Abu 'Ubaidah mengepalai tim tanpa baju besi. Mereka masuk ke dalam lembah, sedangkan Rasulullah saw. dalam suatu regu. Kata Abu Hurairah, "Dia langsung memperhatikan situasi medan, lalu beliau terlihat kepada ku. Kata beliau," Kamu,hai Abu Hurairah! "Jawab ku," Ya, hamba, ya Rasulullah! "Sabda beliau," Jangan dibolehkan mendekat kepada ku selain orang-orang Anshar, kecuali Syaiban. Suruh orang-orang Anshar berkumpul ke dekat ku! "Mereka segera berkumpul sekeliling beliau. Sedangkan orang-orang Quraisy telah menyusun barisan merekapula dalam beberapa tim. Kata orang-orang Quraisy, "Biarkan mereka mendahului kita; jika mereka beruntung, kita sama-sama dengan mereka, dan jika mereka dapat bahaya, kita berikan kepada mereka apa yang dimintanya." Sabda Rasulullah saw., "Kalian lihatkah pasukan Quraisy dan pengikut-pengikut mereka?Kemudian beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya, yang satu di atas yang lain, (maksudnya supaya waspada dan saling melindungi). Kemudian ia berkata pula, "Sampai berjumpa di Shafa." Kata Abu Hurairah, "Kami terus berjalan. Tidak seorang pun di antara kami yang membunuh kecuali jika orangQuraisy itu membunuh. Ternyata tidak ada satu pun pertandingan ditujukan kepada kami. Kemudian Abu Sufyan datang menghadap Rasulullah saw. Dia mengatakan, "Ya, Rasulullah! Jikalau orang-orang Quraisy dibunuhi, maka tidak akan ada lagi orang-orang Quraisy sesudah ini. (Artinya orang-orang Quraisy menyerahkalah tanpa pertumpahan darah). Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman." Mendengar sabda Rasulullah seperti itu, maka orang-orang Anshar berkata sesama mereka, "Agaknya Rasulullah saw. Telah rindu ke kampung halamannya, sehingga timbul rasa kasih sayangnyaberfamili. "Kata Abu Hamid," Ketika itu wahyu turun. Kami tahu kalau wahyu sedang turun. Kalau wahyu sedang turun, tidak seorang pun yang berani memandang Rasulullah saw. sampai wahyu selesai download. Setelah selesai, Rasulullah saw. bersabda, "Hai, kaum Anshar!" Jawab mereka, "Kami, ya Rasulullah!"Tanya dia, "Kaliankah yang mengatakan bahwa aku telah rindu kampung halaman?" Jawab mereka, "Betul, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Tidak! Sekali-kali tidak! Aku adalah hamba Allah dan RasulNya. Aku telah hijrah kepada Allah dan kepada kalian semua. Hidup dan mati ku bersama-sama dengan kalian." Mendengarucapan beliau seperti itu, mereka datang menghampiri sambil menangis dan berkata, "Ya, Rasulullah! Kami mengatakan demikian itu sesungguhnya, karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya." Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya membenarkan pengakuan kalian dan memaafkannya." Kata Abu Hurairah,"Maka berdatanganlah orang (penduduk Makkah) ke rumah Abu Sufyan. Dan meteka tutup pintu rumah mereka. Sedang Rasulullah saw. Terus menuju Hajarul Aswad, lalu ia cium batu, kemudian beliau thawaf mengelilingi Ka'bah. Kemudian ia datangi berhala-berhala sembahan orang-orang Quraisy yangterletak di sekitar Ka'bah, lalu beliau tusuk matanya dengan busur panah yang ada di tangan beliau, sambil berkata, "Telah datang kebenaran, maka lenyaplah kebathilan." Setelah selesai thawaf, beliau dadatang ke bukit Shafa lalu naik ke puncaknya. Sampai di atas beliau memandang ke Ka'bah, kemudianbeliau mengangkat kedua tangannya, lalu dia memuji Allah dan mendo'a apa yang akan didoakannya. "
1751. Dari 'Abdullah bin Rabah ra, katanya: "Kami datang sebagai utusan kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Di antara kami ada Abu Hurairah ra Kami bergilir memasak masakan, masing-masing satu hari. Ketika giliranku memasak, aku berkata kepada Abu Hurairah. "Hari ini adalah giliranku yang memasak.Mereka telah datang ke tempatku, tapi makanan belum tersedia. Maka alangkah baiknya kalau Anda bercerita kepada kami tentang Rasulullah saw., Sampai makanan kita terhidang? "Abu Hurairah bercerita," Kami pergi bersama Rasulullah saw. pada hari penaklukan Makkah. Dia mengangkat Khalid bin Walidselaku komandan pasukan sayap kanan, dan mengangkat Zubair menjadi komandan sayap kiri, serta mengangkat Abu 'Ubaidah mengepalai tim berjalan kaki yang ditempatkan di lembah. Rasulullah saw. bersabda, "Hai Abu Hurairah! Panggil ke dekatku orang-orang Anshar!" Lalu kupanggil mereka dan mereka segeradatang ke dekat beliau. Rasulullah saw. bersabda, "Hai, kaum Anshar! Apakah kalian lihat pasukan Quraisy?" Jawab mereka, "Ada,
ya Rasulullah! "Sabda beliau," Perhatikan baik-baik! Apabila kamu bertemu dengan mereka besok, harus mereka kalian habiskan, sambil beliau memberi isyarat dengan tangannya, menempatkan yang kanan atas yang kiri. Kemudian beliau mengatakan, sampai bertemu di Shafa. Maka siapa saja yang mendekati merekapada hari itu mereka bunuh semua. Kata Abu Hurairah, "Rasulullah saw. Naik ke bukit Shafa, dan orang-orang Anshar datang pula mengelilingi beliau. Kemudian datang Abu Sufyan, katanya," Ya Rasulullah! Kalau orang Quraisy dibunuh habis, tidak ada lagi Quraisy sesudah hari ini. "Kemudian, Abu Sufyan menceritakanbahwa Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman. Siapa yang meletakkan senjata, dia aman. Siapa yang mengunci pintu rumahnya, dia aman." Lalu mengatakan orang-orang Anshar, "Agaknya orang ini (Rasulullah) telah dipengaruhi rasa kasih sayang terhadap famili dan rindu kampunghalamannya. "Maka turunlah wahyu kepada Rasulullah saw., lalu beliau bersabda:" Kalian mengatakan bahwa aku telah dipengaruhi rasa kasih sayang terhadap famili dan rindu kampung halaman. Lupakah kalian siapa aku? "Dia mengulangi ucapannya itu sampai tiga kali." Aku Muhammad, hamba Allah dan RasulNya.Aku telah hijrah kepada Allah dan kepada kalian. Maka karena itu aku akan hidup dan mati bersama-sama dengan kalian. "Jawab mereka," Demi Allah, kata-kata itu kami ucapkan tidak lain hanya karena cinta kami kepada Allah dan Rasul-Nya. "Jawab
Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah swt. Membenarkan pengakuan kalian dan telah memaafkan kalian."
1753. Dari 'Abdullah r.a., katanya; "Ketika Nabi saw. Memasuki kota Makkah, di sekitar Ka'bah ada tiga ratus enam puluh berhala. Dia menusuknya dengan tongkat yang ada di tangan beliau, sambil berkata:" Apabila telah datang kebenaran, maka lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya yang bathil itupasti lenyap. Apabila telah datang kebenaran, tidak akan lahir kebathilan dan tidak akan kembali. "1754. Dari Abu Ishaq ra, katanya dia mendengar Al Bara 'bin Azib berkata:" Ali bin Abi Thalib menuliskan surat perjanjian damai antara Nabi saw. dengan orang-orang musyrik Makkah ketika perdamaian Hudaibiyahakan ditandatangani. Ali menuliskan kata-kata: "Inilah perjanjian yang ditulis oleh Muhammad Rasulullah." Lalu orang-orang musyrik memprotes, "Jangan ditulis Rasulullah! Jikalau kami tahu bahwa engkau ini Rasulullah, tentu kami tidak akan memerangi engkau. Maka berkata Nabi saw. Kepada Ali," Hapuskata-kata itu! "Jawab Ali," Aku tidak ingin yang menghapusnya. "Lalu dihapus oleh Nabi saw. dengan tangannya sendiri. Kata Al Bara '," Isi perjanjian itu antara lain mengatur bahwa kaum muslimin bisa masuk dan tinggal di kota Makkah selama tiga hari. Tidak bisa membawa senjata, kecuali dalam sarungnya(Dibungkus). "
1755. Dari Anas r.a., katanya. "Orang-orang Quraisy membuat perjanjian damai dengan Nabi saw. Di antara mereka ada Suhail Ibnu 'Amr. Berkata Nabi saw. Kepada Ali" Tuliskan Bismillahirrahmanirrahim. "Kata Suhail," Kami tidak mengerti apa itu Bismillahirrahmanirrahim. Tuliskanlah apa yang kamiketahui, yaitu Bismikallahumma. "Sabda Nabi saw.," Tulis, Dari Muhammad Rasulullah. "Kata mereka." Kalau kami tahu bahwa engkau Rasulullah, tentu kami ikuti engkau. Tulis saja namamu dan nama ayahmu. "Sabda Nabi saw.," Tulis Dari Muhammad bin 'Abdullah. "Kemudian, di antara isi surat perjanjianitu, mereka menetapkan atas Nabi saw., bahwa setiap orang Makkah yang telah Islam, ketika dia datang ke Makkah, mereka tidak wajib mengembalikannya kepada Nabi Muhammad saw. Tetapi setiap orang kafir Makkah yang datang kepada Nabi Muhammad saw., Ia harus mengembalikannya kepada mereka. Lalu parasahabat bertanya. "Akan kita tuliskah ini?" Jawab Nabi saw., "Ya, tuliskan! Karena orang-orang kita yang pergi ke mereka, berarti Allah menjauhkannya, dan sebaliknya orang-orang mereka yang datang kepada kita, diharapkan mudah-mudahan Allah memberinya jalan keluar dari kemusyrikan."
1756. Dari Abu Wa-il ra, katanya: "Ketika terjadi perang Shiffin, Suhail bin Hunaif berdiri, lalu dia berkata," Hai, manusia! Koreksilah diri mu masing-masing! Pada hari terjadinya perjanjian Hudaibiyah, kami ada bersama Rasulullah saw. Seandainya saat itu kami melihat suatu pembunuhan pastikami perang. Ini terjadi ketika dibuat perjanjian damai antara Rasulullah saw. dengan kaum musyrikin Makkah. 'Umar bin Khaththab datang, lalu dia menghampiri Rasulullah saw. seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Bukankah kita yang benar sedangkan mereka salah?" Jawab beliau, "Ya, benar!" Tanya 'Umar, "Bukankahjika kita terbunuh masuk surga, sedangkan jika mereka yang terbunuh masuk neraka? "Jawab Nabi saw.," Ya, benar "Tanya" 'Umar, "Mengapa kita harus mengalah tentang agama kita dan kembali pulang begitu saja, padahal Allah Ta'ala sendiri tidak memberi putusan apa-apa antara kita dengan mereka? " JawabNabi saw., "Hai, Ibnu Khaththab! Aku ini Rasulullah! Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan aku selamanya." Umar lalu pergi dalam keadaan tidak puas, bahkan dia marah. Didatanginya Abu Bakar, lalu katanya, "Hai, Abu Bakar! Bukankah kita ini benar, dan mereka yang salah?" Jawab Abu Bakar, "Betul,hai 'Umar! "Tanya' Umar," Bukankah jika kita terbunuh kita masuk surga, dan jika mereka terbunuh, mereka masuk neraka? "Jawab Abu Bakar," Ya, benar! "Kata 'Umar," Nah, mengapa kita harus mengalah tentang agama kita, dan kembali pulang begitu saja, padahal Allah belum memberikan putusan (kalah ataumenang) antara kita dengan mereka? Jawab Abu Bakar, "Hai, Ibnu Khaththab! Dia adalah Rasulullah. Allah tidak akan menyia-nyiakan dia selamanya." Kata Suhail, "Maka turunlah Qur'an kepada Rasulullah saw., Yaitu surah Al Fath (ayat 1). Lalu disuruh beliau seseorang sahabat kepada 'Umar membacakanayat itu kepadanya. Tanya 'Umar, "Ya, Rasulullah! Apakah itu suatu kemenangan? Jawab beliau," Ya, barulah terubat hati' Umar, lalu dia kembali. "
1757. Dari Hudzaifah bin Yamani ra, katanya: "Tidak ada yang menghalangi ku untuk turut bertempur di Badar, kecuali karena aku dan ayah ku Husail tertangkap oleh kaum kafir Quraisy ketika kami keluar dari Makkah. Tanya mereka," Apakah kalian hendak pergi menemui Muhammad ? "Jawab kami," Tidak! Kamihanya akan berjalan-jalan ke Madinah. "Lalu mereka membuat kesepakatan dengan kami, bahwa kami dapat pergi ke Madinah tetapi tidak bisa ikut berperang mendukung Nabi saw. Lalu kami datangi Rasulullah saw., dan melaporkan kepada beliau peristiwa kami itu. Sabda beliau," Pergilah kalian, pegang teguh janjikalian dengan mereka. Kita akan mohon pertolongan kepada Allah swt. untuk mengalahkan mereka. "1758. Dari Ibrahim Al Taimiy ra, dari ayahnya, katanya:" Pada suatu ketika kami berada dekat Hudzaifah, maka berkata seorang pria. "Seandainya aku mendapatkan Rasulullah saw., Niscaya aku ikut berperangbersama-sama dengan dia, dan aku akan sungguh-sungguh. "Kata Hudzaifah," Betulkah engkau akan melakukannya? Aku sendiri pernah mengalami perang bersama Rasulullah saw. Pada suatu malam ketika perang Ahzab, kami diserang angin kencang dan udara dingin. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapakahyang sanggup mencari berita tentang musuh? Allah akan menempatkannya bersama ku kelak di hari kiamat. "Semuanya diam, tidak seorang pun yang menjawab. Kemudian ia bertanya pula," Siapa yang sanggup mencari berita tentang musuh? Allah akan menempatkannya bersama ku kelak di hari kiamat. "Kami diamsemuanya, tidak seorang pun yang menjawab. Kemudian beliau bertanya pula. "Siapa yang sanggup mencari berita tentang musuh? Allah akan menempatkannya kelak bersama ku di hari kiamat." Kami diam semuanya, tidak seorang pun yang menyahut. Lalu kata beliau. "Hudzaifah! Berdiri! Pergilah 'cari kabar tentangmusuh! "Tidak bisa tidak aku harus berdiri, karena ia jelas memanggil namaku. Sabda beliau," Pergilah! Cari kabar mengenai kondisi musuh! "
1759. Dari Sahal bin Sa'ad ra, dia ditanya orang tentang luka Rasulullah saw. dalam pertempuran Uhud. Jawab Sahal, "Muka Rasulullah saw. Luka, taring nya patah, dan topi baja yang dipakainya pecah. Lalu Fatimah binti Rasulullah yang membersihkan darahnya, Ali bin Thalib yang menyiramkan air dariperisai. Ketika dilihat Fathimah darah bertambah banyak keluar, diambilnya potongan pelepah kurma, lalu dibakarnya sampai jadi abu. Kemudian abu itu diletakkannya di atas luka beliau sehingga darahnya berhenti keluar. "
1760. Dari Anas r, a., Katanya: "Dalam perang Uhud, Rasulullah saw. Terluka, taring beliau patah dan luka dikepala sehingga darah mengalir dari lukanya itu. Dia berkata." Bagaimana suatu kaum akan menang, sedangkan mereka melukai Nabi mereka dan memecahkan taringnya. Karena itu beliau mendo'akan kutukanbagi mereka kepada Allah, lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat: "Engkau tidak punya wewenang apa-apa terhadap urusan itu ....." (Ali' Imran, 3: 128). 1761. Dari 'Abdullah ra, katanya: "Aku seakan-akan masih nampak Rasulullah saw. Kelika beliau menghikayatkan seorang Nabi di antara nabi-nabi yangdipukul kaumnya, lalu disapunya darah dari wajahnya sambil berkata, "Wahai Tuhan ku, ampunilah kaum ku karena mereka belum mengerti."
1762. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah sangat marah terhadap kaum yang melakukan perbuatan ini kepada RasulNya, sambil beliau menunjuk taringnya yang patah. Dan sabda beliau," Allah sangat marah kepada orang yang dibunuh Rasulullah saw. dalam perang fi sabilillah 'Azzawa Jalla. "1763. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya:" Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. solat dekat Ka'bah, Abu Jahil dan teman-temannya duduk-duduk pula dekat situ. Baru kemarin orang menyembelih unta di sana. Kata Abu Jahil, "Siapa di antara kalian yang sanggup mengambil perut unta sembelihan BaniFulan itu, lalu letakkan di bahu si Muhammad ketika dia sujud. "Orang yang paling jahat di antara mereka pergi mengambil perut unta itu, lalu ketika Nabi saw. Sujud diletakkannya di bahu beliau. Kata Ibnu Mas'ud," Setelah itu mereka tertawa terbahak -bahak dan dorong mendorong satu sama lain. Aku berdirisaja melihatnya. Kalaulah aku sanggup, tentu kubuangkan perut unta itu dari punggung Rasulullah saw. Nabi saw. terus saja sujud, beliau tidak mengangkat kepalanya sampai ada orang lewat, lalu dia memberi tahukannya kepada Fathimah - yang ketika itu masih gadis kecil - Fathimah datang, lalu dibuangkannyaperut unta itu dari punggung Nabi saw. Sesudah itu dihampirinya mereka, lalu dimakinya mereka.
Setelah Nabi saw. selesai shalat, ia mengeraskan suaranya mendo'akan kutukan atas mereka. Ketika Nabi saw. mendo'a, beliau baca tiga kali dan ketika ia meminta, ia minta tiga kali. Katanya, "Allahumma 'alaika bi Quraisy. Tatkala mereka mendengar suara Nabi mendo'a, mereka berhenti tertawadan takut akan do'a beliau. Kemudian Nabi saw. berkata, "Allahumma 'alaika bi Abi Jahil bin Hasyim, wa' Utbah bin Rabi'ah, wa Syaibah bin Rabi'ah, wal Walid bin 'Uqbah, wa Umayyah bin Khalaf, wa' Uqbah bin Abi Mu'ith." - Ibnu Mas'ud ada menyebutkan yang ketujuh, tetapi perawi lupa namanya. Maka demiAllah yang telah mengutus
Muhammad saw. dengan yang hak, sesungguhnya aku melihat orang-orang yang nama mereka disebut Nabi itu mati tergeletak dalam perang Badar, kemudian diseret orang ke dalam lubang di Badar itu. "
1764. Dari 'Abdullah ra. Katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah
saw. sedang sujud, dan di sekitarnya ada beberapa orang kafir Quraisy. Tiba-tiba datang 'Uqbah bin Abi Mu'ith membawa karung sembelihan anak unta yang telah membusuk lalu dilemparkannya ke punggung Rasulullah saw. Karena itu ia tidak mengangkat kepalanya sebelum Fathimah datang. Setelah Fathimahdatang, maka diambilnya karung busuk itu dari punggung Nabi, lalu dibuangnya, dan dia mendo'akan kebinasaan bagi orang-orang yang melakukan perbuatan itu. Kemudian Nabi saw. mendo'a, "Wahai, Allah binasakanlah orang-orang Quraisy ini, yaitu Abu Jahil bin Hisyam, 'Utbah bin Rabi'ah,' Uqbah bin Abi Mu'ith,Syaibah bin Rabi'ah, Umayyah bin Khalaf, dan Ubaiya bin Khalaf. "Kata 'Abdullah," Maka dalam perang Badar, aku sungguh-sungguh melihat mereka terbunuh, lalu dilemparkan orang ke dalam sebuah sumur, selain Umaiyah atau mungkin Ubaiya, karena persendiannya putus-putus, maka tidak dilemparkan orang kesumur. "1765. Dari 'Urwah bin Zubair ra, katanya' Aisyah istri Nabi saw. mengabarkan kepadanya, bahwa Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah, pernahkah Anda mengalami kesulitan yang paling sulit dari hari perang Uhud? "Jawab beliau, "Aku pernah mengalami kesulitan darikaum mu, dan itulah kesulitan yang paling sulit yang pernah ku alami dari mereka, yaitu peristiwa di hari 'Aqabah. Ketika itu, aku secara pribadi mendatangi Ibnu Abdi Yalil bin 'Abdi Kulal, tetapi dia tidak memenuhi harapan ku. Karena itu aku pergi dengan perasaan sedih yang dalam, sehingga aku barusadar setelah sampai di Qarnits Tsa'alib. Ketika itu aku mengangkat kepala ku, lalu terlihat oleh ku setumpuk awan melindungi ku. Setelah ku perhatikan
kiranya Jibril. Dia memanggil ku. katanya, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mendengar ucapan kaum mu kepada mu dan penolakan mereka terhadap ajakan mu. Dan Allah mengirimkan malaikat penjaga bukit kepada mu untuk kamu suruh-suruh sekehendak hati mu." Lalu malaikat penjaga bukit memanggil ku dan memberisalam kepada ku. Kemudian dia berkata. "Ya Muhammad! Allah telah mendengar ucapan kaum mu terhadap mu. Aku adalah malaikat penjaga bukit. Tuhan mu mengutus ku kepada mu untuk melayani setiap perintah apa saja yang
kamu kehendaki. Bahkan jika engkau inginkan, akan ku pertemukan kedua bukit ini (Jabal Qubais dan bukit yang di hadapannya) untuk ditimpakan kepada mereka. "Jawab Rasulullah saw.," Bahkan yang ku harapkan semoga Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka orang-orang yang menyembah kepada Allahsatu-satunya, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
"1766. Dari Jundub bin Sufyan ra, katanya:" Jari Rasulullah saw. berdarah karena luka dalam suatu peperangan. Maka bersabda Rasulullah saw .: "Bukankah engkau hanya sebatang jari yang berdarah. Dan ini terjadi ketika engkau ikut berjihad fi sabilillah."
1767. Dari Jundub ra, katanya: "Jibril terlambat datang kepada Rasulullah saw., Lalu orang-orang musyrik berkata," Muhammad telah ditinggalkannya. "Maka diturunkan Allah ayat:" Demi waktu Dhuha; dan demi malam apabila telah sunyi; Tuhan mu tidak meninggalkanmu dan tidak pula benci kepada mu. "(AdhDhuha, 93: 1-3).
1768. Dari Jundub bin Sufyan ra, katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Sakit, karena itu dia tidak kuat bangun untuk shalat malam, selama dua atau tiga malam. Maka datang kepada beliau seorang perempuan, lalu dia berkata." Ya, Muhammad ! Aku berharap mudah-mudahan setan mu tepat telahmeninggalkan mu. Telah dua malam aku tidak melihatnya menghampiri mu. Maka diturunkan Allah ayat: "Demi waktu Dhuha; dan demi malam apabila telah sunyi; Tuhan mu tidak meninggalkan mu dan tiada pula benci kepada mu." (Ad Dhuha, 93: 1-3).
1769. Dari 'Urwah ra, katanya Usamah bin Zaid menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu ketika Nabi saw. pernah mengendarai seekor keledai berpelana, yang dilengkapi dengan bordir buatan Fadak. Sedangkan di belakang beliau membonceng Usamah. Ketika itu ia bepergian hendak menengok Sa'ad bin Ubadahdi perkampungan Bani Harits bin Khazraj, sebelum terjadi perang Badar. Dia melewati suatu upacara, di mana orang-orang muslim dan orang-orang musyrik penyembah berhala serta orang-orang Yahudi kedapatan bercampur-baur di situ. Antara lain ada 'Abdullah bin Ubay dan' Abdullah bin Rawahah. Tatkalamereka diselubungi debu ketika kendaraan kami lewat, maka Abdullah bin Ubay menutup hidungnya dengan cedar sambil berkata, "Janganlah kami diberi abu!" Maka
Nabi saw. memberi salam kepada mereka, kemudian berhenti, lalu turun. Kemudian beliau ajak mereka kepada Allah, dan ia bacakan kepada mereka Al-Qur'an. Maka berkata 'Abdullah bin Ubay, "Hai, Buyung! Tidak adakah yang lebih baik dari ini? Jika apa yang engkau katakan itu benar, maka kami jangandiganggu dalam acara kami. Pulanglah kamu ke rumahmu! Siapa yang datang kepada mu, dapat engkau cerita kepadanya. "Maka berkata 'Abdullah bin Rawahah." Datanglah ke acara kami! Kami suka itu! "Kata Usamah," Maka terjadilah perang mulut antara orang-orang muslim dengan orang-orang musyrik dan Yahudi,sehingga hampir mereka berkelahi. Tapi Nabi saw. dapat menenangkan mereka, kemudian ia naiki kendaraannya, lalu pergi ke rumah Sa'ad bin Ubadah. Maka bersabda Rasulullah saw., "Hai, Sa'ad! Tahukah kamu apa yang telah diucapkan oleh Abu Hubab ('Abdullah bin Ubay)? Dia mengatakan begini-begini."Kata 'Abdullah bin Rawahah, "Maafkan sajalah dia ya Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya Allah telah memberi Anda apa yang diberi-Nya. Sebelum kedatangan Anda, penduduk negeri ini telah sepakat akan memakaikan mahkota dan melilitkan sorban kepadanya. Tetapi Allah menggagalkannya dengan kebenaran yangdiberikan-Nya kepada Anda. Karena itu dia merasa iri terhadap Anda. Itulah sebabnya dia banyak membuat ulah seperti yang Anda saksikan. "Lalu Nabi saw. Memaafkannya.
1770. Dari Anas bin Malik ra, katanya ada orang mengusulkan kepada Nabi saw., "Alangkah baiknya seandainya Anda datang menjenguk Abdullah bin Ubay." Kata Anas, "Nabi saw. Pergi menjenguknya dengan mengendarai seekor keledai, bersama beberapa orang muslim. Dia tinggal di tanah gersang. Ketika Nabisaw. mendatanginya dia berkata, "Jauh-jauhlah engkau dari ku! Demi Allah! Bau keldaimu sungguh menyakiti ku." Menyahut seorang pria Anshar, "Demi Allah! Bau keledai Rasulullah saw.lebih harum dari bau mu sendiri." Kata Anas, "Seorang pria dari kaum 'Abdullah bin Ubay marah, untuk membela Abdullah.Akhirnya masing-masing pihak sama-sama marah, sehingga terjadilah perkelahian antara mereka, pukul memukul dengan pelepah kurma, dengan tangan dan dengan sepatu atau sandal, sehingga turun kepada mereka ayat: "Jika dua golongan orang-orang mukmin berkelahi, maka, damaikanlah mereka ... "(Al Hujurat,49: 9).
1771. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang sanggup mencari berita tentang kegiatan Abu Jahil?" Maka berangkatlah Ibnu Mas'ud. Didapatinya Abu Jahil telah dipukul rubuh oleh dua orang anak 'Afra (orang Anshar, anak petani kurma), sehingga dia tidak berdaya. Lalu kupegang janggutnya, sambil berkata, "Engkaukah Abu Jahil?" Jawabnya, "Tidaklah menjadi kehinaan bagi ku jika engkau yang membunuh ku, atau dibunuh oleh kaum ku sendiri." Kata Abu Mijlaz, "Abu Jahil mengatakan: Asal aku jangan dibunuh anak petani." 1772. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah saw. Berangkatdengan tujuan menyerang Khaibar. Lalu kami shalat Subuh sudah dekat ke kota itu, dan hari masih gelap. Sesudah shalat, Nabi saw. menaiki kendaraannya, kemudian diikuti oleh Abu Thalhah, dan aku sendiri membonceng dengan Abu Thalhah. Nabi saw. terus berjalan memasuki jalan-jalan kecil di Khaibar, sehinggalutut ku bersentuhan dengan paha Nabi. Bahkan pernah kain beliau tersingkap, sehingga terlihat olehku putih paha Nabi saw. Ketika memasuki desa, ia berkata, "Allahu Akbar! Kharibat Khaibar! Inna idza nazalna bi sahati qaumin. Fasaa-a shabahul mundzarin." Dia mengulang kata-katanya itu sampaitiga kali. Kata Anas, "Ketika orang-orang kampung keluar menuju tempat-tempat pekerjaan mereka, lalu mereka berteriak," Muhammad! "Kata Abdul 'Aziz dan sebagian sahabat kami," Muhammad dan pasukannya! "Kata Anas," Khaibar kami rebut dengan kekerasan. "
1773. Dari Salamah bin Akwa 'ra, katanya, "Kami pergi berperang ke Khaibar bersama dengan Rasulullah saw, Kami berjalan di waktu malam. Seorang anggota tim mengatakan kepada' Amir bin Akwa '," Bacakanlah kepada kami sajak-sajakmu, hai 'Amir! "' Amir memang seorang penyair. Maka turunlah dia menghalauunta
sambil bersyair. Katanya: "Wahai Allah! Kalau bukan karena pimpinan Engkau, tidaklah kami terpimpin, tidak kami bersedekah, dan tidaklah kami shalat. Karena itu ampunilah kami, selaku tebusan bagi Engkau atas kesalahan kami. Dan teguhkanlah pendirian kami jika bertemu dengan musuh. Tanamkanlah ketenangandi hati ksmi, ketika diteriaki kami datang. Dan dengan teriakan mereka menangis kepada kami. Maka bertanya Rasulullah saw .. "Siapa yang mengusir unta sambil berdendang itu?" Jawab mereka, "'Amid." Kata beliau, "Semoga Allah memberinya rahmat." Lalu bertanya seorang anggota tim, "Betulkah begituya Rasulullah? Alangkah baiknya kalau Anda suruh saja dia supaya menghibur kami terus? "Kiranya kami telah sampai di Khaibar. Lalu kami kepung mereka, sehingga perut kami terasa kempis karena kami merasa sangat lapar. Maka bersabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya Allah menaklukkan negeri itu kepada kalian . "Kata Salamah, "Setelah hari petang di hari penaklukan Khaibar itu, mereka banyak menyalakan api. Maka bertanya Rasulullah saw.," Nyala api,
apa itu? Untuk apa mereka nyalakan? "Jawab mereka," Untuk membakar daging. "Tanya beliau," Daging apa? "Jawab mereka," Daging keledai jinak. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Tumpahkan dan pecahkan! "Tanya seorang pria," Atau ditumpahkan, lalu dicuci? "Jawab beliau," Ya, atau begitu. "Tatkala dua timtelah berhadap-hadapan, ternyata 'Amir hanya memiliki pedang pendek. Dengan pedang itu ditetaknya betis orang Yahudi. Tapi malang baginya, ujung pedang itu terus meluncur sehingga berbalik mengenai lutut 'Amir, dan' Amir tewas karenanya. Kata Salamah. "Tatkala mereka telah pulang kembali, Rasulullahsaw. memegang tangan ku ketika dia melihat aku diam. "Tanya beliau," Mengapa engkau? "Jawab ku." Bapa dan ibu ku menjadi tebusan Anda. Mereka mengatakan, "Pahala amal si 'Amir lupus." Tanya beliau. "Siapa yang mengatakannya?" Jawab. ku, "Si Fulan, si Fulan, dan si Usaid bin Hudhair Al Anshari." Sabdabeliau, "Dusta orang yang mengatakannya. sesungguhnya dia memperoleh pahala ganda; sambil beliau memberi isyarat dengan anak jarinya - Dialah pejuang yang sesungguhnya. Tidak seberapa orang Arab yang pergi berperang seperti dia."
1774. Dari Abu Ishaq ra, katanya dia mendengar Al Bani 'berkata: "Di hari-hari terjadinya perang Ahzab, Rasulullah saw. Turut bersama-sama dengan kami mengangkut tanah, sehingga
perutnya yang putih itu kotor bergelimang tanah. Dia bersenandung: "Wahai Allah, seandainya bukan karena Engkau, tidaklah kami dapat bimbingan, tidaklah kami bersedekah, dan tidaklah kami shalat. Tanamkan ketenangan di hati kami, karena sesungguhnya para pemuka tidak menyukai kami." Kata AlBara ', ia sering pula bersajak: "Sesungguhnya para pemuka tidak menyukai kami, namun bila mereka hendak membencanai kami, kami tidak mau. Dan ia mengeraskan suaranya membaca senandung itu.1775. Dari Sahal bin Sa'ad ra, katanya:" Rasulullah saw . mendatangi kami ketika kami sedang menggali paritdan mengangkut tanah di bahu kami. Maka mendoa beliau, "Wahai Allah! Tidak ada kehidupan yang abadi, melainkan hanya kehidupan akhirat. Karena itu ampunilah kaum Muhajirin dan kaum Anshar."
1776. Dari Anas bin Malik ra, katanya mereka bersenandung bersama dengan Rasulullah saw., Katanya: "Wahai Allah, tidak ada kebaikan yang abadi kecuali kebaikan akhirat. Karena itu menangkanlah kaum Anshar dan kaum Muhajirin." 1777. Dari Anas ra, katanya: "Ketika perang Hunain, Ummu Sulaimselalu membawa sebuah parang (Khanjar), lalu tampak oleh Abu Thalhah. Abu Thalhah mengadu kepada Rasulullah saw., Katanya: "Ya, Rasulullah! Ummu Sulaim selalu membawa parang." Dia bertanya kepada Ummu Sulaim, "Hai, Ummu Sulaim! Untuk apa Anda membawa parang?" Jawab Ummu Sulaim, "Aku membawanya, karenajika ada orang musyrik (musuh) yang mendekat kepada ku, akan kubelah perutnya. "Rasulullah saw. tertawa mendengar ucapan Ummu Sulaim. Kata Ummu Sulaim," Ya, Rasulullah! Bunuhlah orang-orang yang Anda bebaskan di hari penaklukan Makkah. Kini mereka telah lari meninggalkan Anda. "Jawab Rasulullah saw.,"Ya, Ummu Sulaim! Sesungguhnya Allah telah cukup dan memperbaiki."
1778. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah pergi berperang bersama-sama dengan Ummu Sulaim dan beberapa wanita Anshar. Dalam peperangan mereka bertugas memberi minum tentara yang bertempur dan mengobati yang luka-luka." 1779. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika terjadi perangUhud, beberapa orang dari tim Islam lari meninggalkan Nabi saw. Sedangkan Abu Thalhah tetap bertahan di samping beliau, mengawalnya dengan perisai. Dan Abu Thalhah adalah seorang pemanah tepat yang terampil. Pada hari itu dia mematahkan dua atau tiga busur panah. Ketika itu lewat di hadapannya seoranglaki-laki membawa panah. Katanya, "Berikanlah itu kepada Abu Thalhah." Kata Anas, "Nabi saw. Berdiri tegak memperhatikan seluruh tim." Maka berkata Abu Thalhah, "Ya, Nabiyallah! Kumohon atas nama ayah dan ibu ku, semoga Anda tidak berdiri supaya jangan kena panah musuh. Biarlah leher ku yang kena,asal jangan leher Anda. "
Kata Anas selanjutnya. "Sungguh, aku melihat 'Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim, keduanya menyingsingkan baju, sehingga aku menampak gelang kaki mereka; keduanya membawa ghirbah di punggung mereka, kemudian dituangkannya ke mulut pasukan kaum muslimin. Sesudah itu mereka pergi lagi mengisi ghirbahmereka dan datang lagi menuangkannya ke mulut anggota tim. Seusai pertempuran, pedang terjatuh dari tangan Abu Thalhah dua atau tiga kali karena sangat mengantuknya. "
1780. Dari Yazid bin Hurmuz ra, katanya najdah pernah menulis surat kepada Ibnu 'Abbas, menanyakan lima masalah. Kata Ibnu 'Abbas, "Kalaulah aku tidak khawatir akan dianggap menyembunyikan ilmu, tidak kubalas suratnya." Surat najdah itu begini, "Aroma ba'du (kemudian dari itu), tolonglah kabarkankepada ku, apakah kaum perempuan yang pergi berperang bersama Rasulullah saw.? Apakah mereka diberi pembagian rampasan perang? Apakah dia membunuh anak-anak? Kapan habisnya masa keyatiman seorang anak yatim? Dan untuk siapakah diberikan seperlima pembagian rampasan perang? "Ibnu 'Abbas membalassurat
tersebut sebagai berikut: Anda menanyakan kepadaku, apakah perempuan pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. "Memang, sesungguhnya lah ia pergi berperang bersama-sama dengan kaum perempuan. Mereka bertugas mengobati yang luka-luka, dan mereka menerima pemberian (ala kadarnya) dari hartarampasan perang, tetapi tidak diberi pembagian jumlah tertentu. Dan sesungguhnya ia tidak pernah membunuh anak-anak, karena itu janganlah kamu bunuh anak-anak. Engkau menanyakan kepada ku kapan habis masa keyatiman seorang anak yatim? Maka demi seumur hidupku, ada orang yang telah tumbuh janggutnya,tetapi dia masih lemah mengurus dirinya sendiri, mengambil atau memberi. Maka ketika dia telah sanggup mengurus dirinya sendiri, mengambil apa yang baik untuk dirinya seperti halnya orang-orang lain. Maka ketika itu dia telah habis masa keyatimannya. Dan Anda menanyakan pula tentang seperlima hartarampasan untuk siapa? Sesungguhnya kami pernah mengatakan itu untuk kami; tetapi keluarga kami keberatan terhadap kami! "
1781. Dari Ummu Athiyah Al Anshali ra. Katanya: "Aku pergi berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw. Tujuh kali peperangan. Aku tinggal di kendaraan mereka, memasak makanan untuk mereka, mengobati yang luka-luka dan mengobati orang-orang sakit."
1782. Dari Abu Ishaq ra, katanya 'Abdullah bin Yazid melakukan shalat Istisqa (shalat minta hujan) bersama-sama dengan orang banyak. Mula-mula dia shalat dua rakaat, sesudah itu dia mendo'a minta hujan. Kata Abu Ishaq, "Hari ini aku bertemu dengan Zaid bin Arqam, di mana tidak ada orang lain di sampingkami, selain seorang pria. Lalu aku bertanya, "Berapa kali Rasulullah saw. Berperang?" Jawabnya, "Sembilan belas kali." Tanya ku, "Berapa kali Anda ikut berperang bersama-sama dengan dia?" Jawabnya, "Tujuh belas kali peperangan." Tanya ku, "Dalam perang apa anda ikut berperang pertamakali? Jawabnya, "Dalam perang Dzatul 'Usairi atau' Usyairi."
1783. Dari Zaid bin Arqam ra, katanya: "Rasulullah saw. Berperang sembilan belas kali perang, dan ia naik haji sesudah hijrah satu kali, di mana ia tidak pergi haji lagi sesudah itu, selain haji Wada '."
1784. Dari Jabir bin 'Abdullah ra, katanya: "Aku ikut berperang bersama Rasulullah saw. Sembilan belas kali peperangan." Kata Jabir, "Aku tidak ikut dalam perang Badar dan perang Uhud, karena tua ku melarang ku. Maka ketika Abdullah (ayah ku) terbunuh di Uhud, aku tidak pernah lagi ketinggalan ikutberperang bersama Rasulullah saw. "1785. Dari Salamah ra, katanya:" Aku ikut berperang bersama Rasulullah saw., tujuh kali peperangan. Kemudian aku ikut dalam tim yang dikirim Rasulullah saw., Sembilan kali peperangan; satu kali dipimpin Abu Bakar, dan satu kali di bawah pimpinan Usamah bin Zaid. "
1786. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Katanya: "Ketika Rasulullah saw. Pergi ke Badar, maka tatkala beliau sampai di Harratil Wabarah, ia ditemukan oleh seorang lelakii yang terkenal gagah berani. Para sahabat Rasulullah saw. Merasa senang ketika melihat kedatangannya. Dia berkata kepada Rasulullahsaw., "Aku sengaja mengikuti Anda, karena ingin berperang di pihak Anda dan bersama-sama dengan Anda." Tanya Rasulullah saw., "Apakah Anda sudah iman dengan Allah dan Rasul-Nya?" Jawab orang itu, "Tidak!" Sabda Nabi saw., "Kembalilah Anda! Aku sekali-kali tidak membutuhkan pertolongan orang musyrik."Kata 'Aisyah, "Maka pergilah orang itu." Tapi setelah kami sampai dekat sebatang pohon, orang
itu datang kembali menemui Rasulullah saw., lalu dia berkata pula seperti semula. Maka bertanya pula Rasulullah saw. kepadanya seperti semula. Sabda beliau, "Pergilah Anda! Aku sekali-kali tidak membutuhkan pertolongan orang musyrik." Maka pergilah dia. Kemudian, tatkala kami sampai di Baida ', dia datangkembali. Rasulullah bertanya pula kepadanya seperti semula, "Apakah Anda sudah beriman dengan Allah dan Rasul-Nya?" Jawab orang itu, "Ya, aku percaya!" Maka bersabda Rasulullah saw., "Mari, Teruslah jalan!"
1787. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya: "Aku datang bersama
bapaku ke rumah Nabi saw., lalu kudengar beliau bersabda: "Pemerintahan ini tidak akan roboh sampai selesai memerintah dua belas orang khalifah." Kemudian ia mengucapkan kata-kata yang kurang jelas bagi ku, lalu kutanyakan kepada bapaku apa yang diucapkan beliau. Jawab bapaku, "Semuanya dari bangsaQuraisy. "
1788. Dari Jabir bin Samurah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Islam selalu kuat dan berkuasa sampai dua belas khalifah." Kemudian ia mengucapkan sebuah kalimat yang aku tidak mengerti, lalu kutanyakan kepada bapaku, "Apa katanya?" Jawab tua, "Khalifah yang dua belasitu semuanya dari bangsa Quraisy. "
1789. Dari 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash ra, katanya: "Aku berkirim surat kepada Jabir bin Samurah melalui server ku Nafi', meminta kepadanya supaya dia dapat mengabarkan kepada ku hadis yang pernah didengarnya dari Rasulullah saw. Dia membalas surat ku sebagai berikut: Aku mendengar Rasulullahsaw. bersabda pada hari Jumat sore, yaitu ketika seorang suku Aslam dirajam, sabdanya: Agama ini (Islam) akan selalu tegak sampai hari kiamat, atau sampai habis dua belas orang khalifah memerintah, yang semuanya dari Quraisy. Aku mendengarnya pula bersabda, "Satu kelompok kaum muslimin akanmenaklukkan Istana Putih Kisra (Raja Persia). "Dan aku mendengar pula beliau bersabda," Sebelum terjadi hari kiamat akan muncul para pembohong besar (Dajjal), maka waspadalah terhadap mereka. "Aku mendengar pula beliau bersabda," Jika Allah mengurniai kamu suatu kebaikan (kekayaan), pertama-tama manfaatkanlahuntuk diri mu sendiri, dan untuk keluarga mu. "Aku mendengar juga beliau bersabda," Aku lebih dahulu dan menunggu di sumur. "
1790. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku hadir ketika bapaku (' Umar bin Khaththab) kena musibah ditikam orang. Para sahabat beliau yang hadir ketika itu memujinya. Kata mereka," Semoga Allah membalasi Anda dengan balasan yang baik. "Jawab 'Umar, "Aku penuh harap dan juga merasa cemas." Kata mereka,"Tunjuklah pengganti Anda (untuk menjadi khalifah)!" Jawab 'Umar, "Apakah aku arus memikul urusan pemerintahan waktu hidup dan matiku? Aku ingin tugasku sudah selesai, tidak kurang dan tidak lebih. Jika aku menunjuk penggantiku, memang orang yang lebih baik dari ku yakni Abu Bakar Shiddiq - pernahmenunjuk penggantinya. Tetapi jika aku membiarkan kamu memilih sendiri siapa yang akan menjadi khalifah, maka orang yang paling baik dari ku, yakni Rasulullah saw. pernah membiarkan kamu memilih sendiri penggantinya menjadi khalifah. "Kata Abdullah." Dengan ucapannya itu tahulah aku bahwa beliautidak akan menunjuk penggantinya untuk menjadi khalifah. "
1791. Dari 'Abdurrahman bin Samurah ra, katanya: "Rasulullah saw. Bersabda kepada ku," Hai,' Abdurrahman! Janganlah engkau meminta-minta akan jadi pembesar negara. Karena jika engkau jadi pembesar karena permintaan, tanggung jawabmu akan besar sekali. Dan jika engkau di angkat tanpa permintaan,engkau akan ditolong orang dalam tugasmu. "
1792. Dari Abu Musa ra, katanya: "Aku datang menemui Nabi bersama dua orang pria anak paman ku. Yang seorang berkata," Ya, Rasulullah! Angkatlah aku jadi Amir (pembesar) di salah satu daerah yang telah didukung Allah kepada Anda. "Dan yang seorang lagi berkata seperti itu. Jawab Rasulullahsaw., "Demi Allah! Aku tidak akan mengangkat seseorang untuk memangku suatu jabatan, orang yang meminta-minta supaya dia diangkat, bahkan tidak pula orang yang mengharap-harap (berambisi) untuk itu."
1793. Dari Abu Dzar ra, katanya dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Apakah Anda tidak ingin mengangkat ku untuk memegang suatu jabatan pemerintahan?" Lalu beliau menepuk bahu ku dengan tangan beliau seraya berkata, "Hai, Abu Dzar! Engkau ini lemah. Sedangkan pekerjaan ituadalah amanah, yang pada hari kiamat kelak dipertanggung-jawabkan dengan risiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik. "1794. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnyaorang-orang yang berlaku adil akan berada di atas panggung cahaya di sebelah kanan Allah 'Azza wa Jalla - kedua sisi tersebut sesungguhnya baik keadaannya dan tinggi derajatnya - yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil terhadap keluarga, dan adil dalam melaksanakan tugas yang didukungkepada mereka. "
1795. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. Mendoa di rumahku, katanya:" Wahai, Allah! Siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umat ku, lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulit pulalah dia, dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umat ku,lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia. "
1796. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Ketahuilah! Setiap kamu adalah penggembala (pemimpin), dan setiap kamu akan ditanya tentang gembalaanmu (kepemimpinan mu). Seorang Amir (raja, penguasa, pembesar atau pemimpin) yang kuat terhadap rakyat, akan ditanya tentang kepemimpinannya.Seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya. Dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah tangga suami dan anak-anaknya. Dia akan di tanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin atas harta kekayaan majikannya yang dipercayakan kepadanya.Dia juga akan ditanya tentang kepemimpinannya. Ketahuilah setiap kamu adalah
pemimpin, dan setiap kamu akan tanya tentang kepemimpinannya. "
1797. Dari Al Hasan ra, katanya: "Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar Al Muzani ketika dia sakit hampir meninggal. Kata Ma'qil kepada 'Ubaidullah," Aku akan menyampaikan kepada mu sebuah hadis yang kudengar sendiri dari Rasulullah saw. , yang kalau aku yakin bahwa usiaku akan panjang,hadis ini belum akan ku sampaikan kepada mu. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda. "Tidak ada seorang hamba yang dipercayakan Allah kepadanya memimpin rakyatnya, kemudian dia mati, sedangkan pada hari kematiannya dia (masih) menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan surga baginya."
1798. Dari Abul Malih ra, katanya: "Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar ketika dia sakit. Kata Ma'qil kepada 'Ubaidullah," Aku akan menyampaikan sebuah hadis kepada mu, seandainya aku tidak hampir mati, niscaya hadis ini belum akan ku sampaikan kepada mu. Aku mendengar Rasulullahsaw. bersabda, "Tidak seorang pun Amir (pembesar, penguasa, atau pemimpin) yang menguasai atau memerintah kaum muslimin, tetapi dia tidak berjuang dengan sungguh-sungguh dan tidak memberikan pengarahan untuk kemakmuran mereka, niscaya Allah tidak memungkinkannya masuk syurga bersama-sama dengan mereka. "
1799. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. Berpidato di hadapan kamu tentang penggelapan (pencurian atau korupsi). Dia mengatakan, penggelapan itu suatu hal besar dan memiliki konsekuensi yang besar pula. Kelak di hari kiamat, janganlah ku temukan salah seorang kamu (yangmenggelapkan atau korup) datang memikul di kuduknya unta yang sedang melenguh-lenguh. Lalu dia berkata, "Ya Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tidak kuasa sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?" Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamuyang menggelapkan atau korup) memikul di kuduknya kuda yang meringik-ringik. Lalu dia berkata. "Ya, Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tak kuasa sedikit jua pun menolong kamu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?" Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamu memikuldi kuduknya kambing yang mengembek-ngembek. Lalu dia berkata, "Ya, Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tidak kuasa sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu!" Kelak di hari kiamat janganlah ku dapati salah seorang kamu memikul orang berteriak-teriak di kuduknya.Lalu katanya, '"Ya, Rasulullah! Tolonglah aku!" Lalu jawab ku, "Aku tidak dapat sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?" Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamu datang kepada ku membawa selembar kain berkibar di kuduknya, lalu dia berkata, "Ya,Rasulullah! Tolonglah aku! "Lalu jawab ku," Aku tidak dapat sedikit jua pun menolongmu. Bukankah dahulu telah ku sampaikan kepadamu? "Kelak di hari kiamat, janganlah ku dapati salah seorang kamu memikul harta kekayaan berupa emas dan perak di kuduknya, lalu dia berkata," Ya Rasulullah! Tolonglah aku! "Lalu jawab ku, "Aku tidak dapat sedikit jua pun menolongmu. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu?"
1800. Dari Abu Humaid As Sa'idi ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengangkat seorang pria bernama Lutbiyah, dari Asd, suatu daerah di Yaman - kata 'Amru dan Ibnu Abi' Umar - ditugaskan beliau mengumpulkan zakat. Ketika datang menyetorkan zakat yang dipungutnya, dia berkata kepada Rasulullah saw., "Inizakat yang ku pungut ku simpan kepada Anda, dan ini hadiah (pemberian) orang kepada ku. "Kata Abu Humaid," Sesudah itu Rasulullah saw. berpidato di mimbar. Mula-mula ia memuji dan menyanjung Allah Ta'ala, kemudian beliau bersabda, "Ada seorang petugas yang kutugaskan memungut zakat, dia berkata,"Ini zakat yang kupungut ku simpan kepada Anda, dan ini pemberian orang kepada ku." Mengapa dia tidak duduk saja di rumah orangtuanya menunggu orang mengantarkan hadiah kepadanya? Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, tidak seorang jua pun di antara kalian yang menggelapkan zakat yang ditugaskankepadanya memungutnya, kecuali pada hari kiamat kelak dia akan memikul unta yang digelapkannya itu melenguh-lenguh di kuduknya, atau sapi yang menguak-nguak, atau kambing yang mengembek-ngembek. "Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, sehingga terlihat oleh kami putih kedua ketiaknya.Kemudian ia berkata, "Wahai, Allah! Telah kusampaikan!" Dia mengatakannya dua kali.
1801. Dari 'Adi Ibnu' Amirah Al Kindi r.a. katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Barangsiapa yang kami angkat di antara kamu memangku suatu jabatan, lalu disembunyikannya terhadap kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka perbuatannya itu adalah penggelapan. Dia akan datangpada hari kiamat membawa barang yang digelapkannya itu. "
1802. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw., Sabdanya: "Siapa yang taat kepada ku berarti dia taat kepada Allah. Siapa yang durhaka kepada ku berarti dia durhaka kepada Allah. Siapa yang taat kepada Amirku (kantor yang kuangkat) berarti dia taat kepada ku. Siapa yang durhaka kepada kantoryang ku angkat berarti dia durhaka kepada ku. "
1803. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Anda wajib patuh dan setia, baik dalam keadaan susah maupun senang, disukai atau dibenci, dan biarpun merugikan kepentinganmu."
1804. Dari Yahya bin Hushain ra, katanya: "Aku mendengar nenekku mengabarkan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda dalam khutbah beliau ketika Haji Wada '," Sekali pun kantor yang diangkat dalam pemerintahanmu seorang hamba sahaya tetapi dia memerintah (memimpin) dengan Kitabullah, haruskamu patuh dan setia kepadanya. "1805. Dari Yahya bin Hushain ra, dari neneknya Ummul Hushain, katanya dia mendengar neneknya bercerita:" Aku pergi menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah saw. ketika Haji Wada 'Ketika itu beliau berkhotbah panjang lebar. Antara lain aku mendengar beliau bersabda:"Seandainya kantor yang ku angkat dalam pemerintahan seorang budak pontong hidung - mungkin yang dimaksud nenek, budak hitam - tetapi dia memerintah kamu dengan Kitabullah, maka hendaklah kamu patuh dan setia kepadanya."
1806. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Setiap muslim wajib patuh dan setia terhadap pemerintah, disukai atau tidak disukainya, kecuali bila dia diperintah melakukan maksiat. Jika dia diperintah melakukan maksiat dia tidak perlu patuh dan setia."
1807. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya: "Pada suatu ketika, Rasulullah saw. Mengirim sepasukan tentara (ke medan perang) dan mengangkat seorang pria menjadi komandan mereka. (Sampai di suatu tempat), sang komandan menyalakan api (unggun) dan memerintahkan anak buahnya melompat ke dalam api ungguntersebut. Sebagian anak buahnya telah siap hendak melompat ke dalam api tersebut, tetapi yang lain mengatakan, "Kita harus lari dari api itu." Peristiwa itu mereka laporkan kepada Rasulullah saw. Maka beliau bersabda, "Seandainya kamu melompat ke dalam api itu, kamu akan selalu berada di dalamnya sampaihari kiamat nanti. "Kemudian beliau berkata pula kepada yang lain dengan lemah lembut," Tidak wajib taat terhadap perintah untuk mendurhakai Allah. Taat itu hanya wajib dalam rangka menegakkan kebajikan. "1808. Dari Junadah bin Umayyah ra, katanya:" Kami datang ke rumah 'Ubadah bin Shamit ketika diasakit. Kami mengatakan kepadanya, "Semoga Allah menyembuhkan Anda segera. Ajarkanlah kepada kami hadis yang pernah Anda dengar dari Rasulullah saw., Semoga Allah memberikan manfaat kepada kami." Katanya, "Pada suatu ketika Rasulullah saw. Memanggil kami, lalu kami bai'at (berjanji setia) dengan beliau.Dia membai'at kami akan patuh dan setia dalam segala hal, baik yang kami senangi dan tidak kami senangi, dalam kesulitan dan kelapangan, dan dalam hal yang mungkin merugikan kami. Dan tidak akan melawan pejabat yang berwenang. "Kata beliau," Kecuali jika kalian telah mempelajarinya dari Kitab Allah. "
1809. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya Imam (pemimpin, pembesar, atau penguasa) itu adalah bagaikan perisai, di mana orang berperang memakai perisai dan menjaga diri dengannya. Jika Imam memerintahkan supaya taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla dan berlaku adil, dia mendapatpahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka dia mendapat siksa. "
1810. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi. Tiap-tiap seorang Nabi meninggal, lalu digantikan oleh nabi yang lain sesudahnya. Namun begitu, tidak ada lagi nabi sesudahku. Yang bakal ada adalah para khalifah (kepala-kepala pemerintahan). Tetapimereka akan banyak membuat kesalahan. "Para sahabat bertanya," Bagaimana petunjuk Anda kepada kami tentang hal itu? "Jawab Nabi saw.," tepatilah bai'at yang pertama, kemudian yang sesudah itu. Dan penuhilah hak mereka, karena Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka tentang pemerintah mereka. "1811.Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sepeninggal ku nanti akan ada pembesar-pembesar negara yang mementingkan diri sendiri dan bertindak dengan tindakan-tindakan / kebijaksanaan yang tidak kamu sukai (tentang kekayaan negara). Tanya para sahabat," Bagaimana petunjuk Anda kepada kamibila kami bersua dengan pembesar-pembesar seperti itu? "Jawab beliau," Penuhi kewajiban mu dan mohonlah hak mu kepada Allah Ta'ala. "
1812. Dari 'Abdur Rahman bin' Abdu Rabbil Ka'bah ra, katanya: "Aku masuk ke dalam masjid maka terlihat oleh ku 'Abdullah bin Amru bin' Ash duduk dibawah naungan Ka'bah dikelilingi orang banyak. Lalu ku datangi mereka dan duduk ke dekat 'Abdullah. Katanya, "Kami pernah mengadakan suatu perjalananbersama Rasulullah saw., lalu pada suatu tempat perhentian kami berhenti. Sebagian kami ada yang memperbaiki tempat tidur, sebagian lagi berlatih memanah, sebagian lagi memberi makan hewan dan sebagainya. Tiba-tiba terdengar Maudzdzin Rasulullah saw. memanggil kami shalat berjama'ah, lalukami berkumpul ke dekat beliau. Beliau bersabda, "Para Nabi sebelum aku bertugas menuntun umatnya kepada kebaikan yang diajarkan Allah kepada mereka dan mengingatkan bahaya yang mengancam mereka. Umat ku yang sempurna dan aman adalah angkatan pertama-tama. Angkatan sesudah itu akan ditimpa berbagaicobaan berupa hal-hal yang tidak disenanginya, seperti timbulnya fitnah. Di mana-mana sebagian mereka menghina bagian yang lain, maka karena itu timbullah bencana. Orang-orang mukmin berkata, "Inilah kiranya yang membinasakan ku. Setelah hilang suatu bencana timbul pula bencana yang lain. Dan orangmukmin berkata, "Ini ....! Ini!" Siapa yang ingin bebas dari neraka ingin masuk ke surga, hendaklah dia menemui kematiannya dalam beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah dia berjasa kepada umat manusia sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat itu. Siapa yang bai'at dengan seorang Imam,(Pembesar atau penguasa) lalu dia memenuhi janji setianya dengan sepenuh hati, hendaklah dia mematuhi Imam itu sehabis daya. Jika yang lain datang memberontak, penggallah lehernya. Kata 'Abdur Rahman, "Aku lebih mendekat kepada' Amru, lalu kata ku, aku bertanya kepada Anda dengan nama Allah, apakahAnda mendengar sendiri hadis ini dari Rasulullah saw. Dia menunjuk dengan tangannya ke telinga dan hatinya seraya berkata, "Aku dengar dengan kedua telinga ku, dan ku simpan dalam hatiku." Lalu ku katakan kepadanya, "Ini anak-anak paman mu, Mu'awiyah. Dia menyuruh kita memakan harta sesama kita dengancara yang haram serta membunuh sesama kita. Padahal Allah Ta'ala telah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang haram, kecuali berjual-beli dengan cara suka sama suka sesamamu, dan janganlah kamu membunuh saudara mu (sesama muslim); sesungguhnyaAllah Maha sayang kepada mu. "Amru diam sebentar kemudian dia berkata," Patuhilah perintahnya bila sesuai dengan perintah Allah dan langgarlah perintahnya bila melanggar perintah Allah! "
1813. Dari Usaid Ibnu Hudhair ra, katanya: "Seorang lelaki Anshar berpencil dengan Rasulullah saw. Lalu dia berkata:" Ya, Rasulullah! Angkatlah aku menjadi pegawai (pembesar) negeri seperti si Fulan. "Jawab Nabi Saw.," Sepeninggal ku, kamu akan menemukan sifat egois. Karena itu sabarlahkamu sampai aku menemukan mu di telaga. "
1814. Dari Hudzaifah Ibnu Al Yamani ra, katanya: "Biasanya orang bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang kebajikan. Tapi aku bertanya kepada beliau tentang kejahatan. Karena aku takut kejahatan itu menimpa ku. Lalu aku bertanya," Ya, Rasulullah! Kami dahulu berada dalam kebodohan dan kejahatan.Karena itu Allah Ta'ala menurunkan kebaikan (agama) ini kepada kami. Mungkinkah sesudah ini muncul lagi kejahatan? "Jawab Rasulullah saw.," Tentu! "Tanya ku," Sesudah itu mungkin pulakah datang lagi kebaikan? "Jawab Nabi saw.," Ya, tetapi sudah cacat! "Tanya ku," Apa cacatnya? "Jawab Nabi saw.," Suatukaum (bangsa) membuat aturan (hukum) di luar sunnah ku dan memimpin tanpa hidayah ku. Engkau mengerti tentang kebijaksanaan mereka dan tidak menyukainya. "Tanya ku," Sesudah kebaikan itu, timbul lagikah kejahatan? "Jawab beliau." Ada. Yaitu orang-orang yang selalu memanggil-manggil di pintuneraka, lalu siapa yang memenuhi panggilannya dilemparkannya ke dalam neraka itu. "
Tanya ku. "Ya, Rasulullah! Tunjukkanlah kepada kami fitur mereka." Jawab Nabi saw., "Baik! Yaitu orang-orang yang kulitnya sama dengan kita (mengaku beragama Islam) dan mereka berbicara memakai lidah (hadis) kami." Tanya ku, "Bagaimana petunjuk Anda seandainya aku menemukan hal yang demikian?" JawabNabi saw., "Tetaplah kamu bersama jama'ah kaum muslimin dan Imam (pemimpin atau pembesar) mereka!" Tanya ku, "Jika tidak ada jama'ah dan Imam?" Jawab beliau, "Tinggalkanlah partai-partai itu semuanya. Sekalipun engkau akan memakan akar-akar kayu, namun engkau tetaplah pada pendirianmu itu."
1815. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang tidak mematuhi Imam dan memencil dari jama'ah, lalu dia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Siapa yang mati terbunuh di bawah bendera kefanatikan, bermusuhan, dan berperang karena fanatik kesukuan (nasional), dia bukanlahumat ku. Dan siapa keluar dari umat ku lalu menyerang umat ku, membunuh orang-orang baik dan orang-orang jahat tanpa mempedulikan apakah dia orang mukmin atau tidak, dan tanpa mengindahkan janji yang telah dibuatnya, orang itu juga bukan umatku. "
1816. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa melihat Amir (pembesar negeri) melakukan suatu tindakan yang tidak disukainya harus dia bersabar, karena siapa memisahkan diri dari jama'ah meskipun hanya sejengkal, lalu dia mati, maka matinya sama dengan mati jahiliyah."
1817. Dari 'Arfajah ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti akan terjadi bencana dan kekacauan. Maka siapa yang memecah belah persatuan umat ini penggallah dengan pedangmu, bahkan siapa dia."
1818. Dari 'Arfajah ra, katanya dia mendengar Rasulullah bersabda: "Bila datang kepada mu seorang yang hendak mematahkan tongkatmu atau memecah belah persatuan kamu, padahal kamu bersatu di bawah satu pimpinan (yang baik), maka bunuhlah dia!"
1819. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila dibai'at (diangkat) orang khalifah tandingan (sehingga ada dua khalifah), maka bunuhlah yang terakhir."
1820. Dari Ummu Salamah ra, istri Nabi saw., Dari Nabi saw. sabdanya: "Kelak akan memerintah pembesar-pembesar yang kebijaksanaannya ada yang kamu kenal baik dan yang tidak baik. Maka siapa membenci yang tidak baik lepaslah ia dari dosa, bahkan siapa yang mengingkarinya (memprotes) selamatlah dia.Tapi siapa yang rela bahkan mengikuti yang tidak baik, berdosalah dia. "Para sahabat bertanya," Dapatkah kita bunuh mereka? "Jawab Nabi saw.," Tidak! Selama mereka masih melakukan shalat! "
1821. Dari 'Auf bin Malik ra, dari Rasulullah saw., Katanya: "Imam (pemimpin atau pembesar) yang terbaik adalah mereka yang mencintai mu dan kamu mencintai mereka; mereka mendoakan kamu dan kamu mendoakan mereka. Imam yang paling buruk (jahat) adalah yang kamu benci dan mereka membenci mu; kamu mengutukmereka dan mereka mengutuk mu. "Bertanya seseorang," Ya, Rasulullah! Dapatkah kami menyingkirkannya dengan pedang? "Jawab Rasulullah saw.," Tidak, selama mereka masih shalat bersama-sama kamu. Apabila kamu melihat suatu tindakan (kebijaksanaan) yang tidak baik dari pembesar mu, proteslah tindakannya, danjangan lepas tangan untuk tidak taat (terhadap tindakannya yang baik). "
1822. Dari Jabir r.a. katanya: "Di hari pengukuhan perjanjian Hudaibiyah, kami semuanya berjumlah seribu empat ratus orang. Kami bai'at dengan Rasulullah saw., dan Umar memegang tangan Nabi saw. di bawah pohon Samurah. Kata Jabir," Kami bai'at dengan Nabi saw. bahwa kami tidak akan lari dari perjuangandan bukan untuk mati. "
1823. Dari Mujasyi 'bin Mas'ud As Sulami ra, katanya: "Aku datang bersama saudara ku Abu Ma'bad kepada Rasulullah saw. Sesudah penaklukan Makkah. Aku berkata kepada beliau," Ya, Rasulullah! Bai'atlah dia untuk hijrah. "Jawab Nabi saw.," Hijrah kependudukan sudah selesai. "Tanya ku," Lalu untuk apadia harus dibai'at? "Jawab beliau," Untuk Islam, Jihad, dan Kesejahteraan. "
1824. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang hijrah. Maka bersabda Rasulullah saw., "Tidak ada lagi hijrah sesudah penaklukan Makkah. Yang ada adalah Jihad dan Niat yang shalih. Apabila kamu diperintahkan berjihad (berjuang atau berperang) maka patuhilah!"
1825. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya seorang Arab dusun bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hijrah. Jawab Nabi saw., "Sayang sekali, hijrah itu sangat berat. Apakah engkau memiliki unta?" Jawab orang itu, "Ada!" Tanya, "Apakah engkau membayar zakatnya?" Jawab, "Ada!" Sabda Nabi saw., "Kalaubegitu beramallah di negerimu, sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan pahala amalmu sedikit jua pun. "
1826. Dari 'Aisyah ra, istri Rasulullah saw., Katanya: "Ketika para wanita yang beriman hijrah ke Rasulullah saw., Mereka selalu diuji sesuai dengan firman Allah' Azza wa Jalla," Wahai Nabi! Ketika datang ke mu wanita-wanita yang beriman untuk mengadakan janji setia bahwa mereka tidakakan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, sampai akhir hayat, (Al Mumtahanah, 60: 12). Kata 'Aisyah selanjutnya. "Siapa yang memegang teguh janji tersebut dengan setia, berarti mereka lulus dari ujian. Dan ketika mereka telah mengikrarkan janjitersebut dengan ucapan mereka: Rasulullah menyuruh mereka pergi. Sabdanya, "Pergilah kalian! Aku telah membai'at kalian!" Kata 'Aisyah, "Demi Allah! Rasulullah saw. Sekali-kali tidak memegang tangan seorang perempuan pun, sekali-kali tidak, selain hanya membai'at mereka dengan kata-kata."
1827. Dari 'Urwah ra, bahwasanya Aisyah ra, mengabarkan kepadanya tentang cara membai'at kaum wanita, katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah memegang tangan seorang perempuan pun, sekali-kali tidak ketika membai'at mereka, ia hanya membai'at dengan ucapan, lalu kaum wanita memberikan janjinyadengan ucapan pula. Sesudah itu ia menyuruh mereka pergi, sabdanya, "Pergilah Anda, aku telah membai'at Anda semua!" 1828. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya: "Kami melakukan bai'at dengan Rasulullah saw. untuk patuh dan setia. Lalu Nabi saw. bersabda," Ucapkanlah! "Lalu aku berbai'at sesuai dengankesanggupanku.
1829. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Rasulullah saw. memeriksa ku ketika hendak berangkat perang Uhud. Ketika itu aku baru berusia empat belas tahun. Dia tidak memungkinkan pergi berperang. Ketika hendak
berangkat ke medan perang Khandaq, dia memeriksa ku pula. Ketika itu aku telah berusia lima belas tahun dan ia memungkinkan ku ikut berperang. "Kata Nafi '," Maka ku datangi' Umar bin 'Abdul' Am, - ketika itu dia telah menjadi Khalifah - lalu ku sampaikan kepadanya hadis tersebut. Katanya, "Sesungguhnyaitu adalah batas antara usia kecil dan usia dewasa. Lalu dia tulis surat kepada seluruh pegawainya supaya mereka mewajibkan pelaksanaan tugas-tugas agama (mukallaf) bagi setiap anak yang telah mencapai usia lima belas tahun. Anak yang kurang dari usia tersebut menjadi tanggungan keluarganya. "
1830. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw., Bahwasanya beliau melarang membawa mashhaf Qur'an ke daerah musuh, karena ia khawatir kalau-kalau nanti diambil musuh (lalu dirusak mereka keagungan dan kesuciannya). "
1831. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Rasulullah saw. Pernah mengadakan lomba (pacuan) kuda yang dikurung, dari Haifa sampai ke Tsaniyatul Wada' (5 atau 6 mil dari luar kota Madinah), dan balap kuda yang tidak disegel, dari Tsaniyah sampai Masjid Bani Zuraiq. Ibnu 'Umar sendiri turut dalam perlombaanitu. "
1832. Dari Jarir Ibnu 'Abdullah ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Mengusap-usap kening kuda dengan tangan beliau, lalu berkata," Kuda yang diikat (disediakan untuk perang) dahinya membawa berkah sampai hari kiamat, berupa pahala dan penyitaan . "1833. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Rasulullahsaw. tidak menyukai kuda syakal (kuda yang putih kaki kanan dan tangan kiri, atau putih tangan kanan dan kaki kirinya). "
1834. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala telah menjamin bagi orang yang pergi berperang fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah) dengan firman-Nya," Siapa yang pergi jihad (berperang atau berjuang) hanya semata-mata untuk menegakkan atau membela agamaku, dankarena iman dengan Aku, serta percaya kepada diri-Ku, maka Aku menjamin bahwa Aku akan memasukkannya ke surga, atau mengembalikannya pulang ke rumahnya membawa kemenangan, berupa pahala dan rampasan. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, tidak ada seorang pun yang terluka dalamperang fi sabilillah, melainkan dia akan datang kelak di hari kiamat dalam keadaan luka seperti semula. Warna darahnya merah, dan baunya harum seperti kasturi. Demi Allah yang jiwa Muhammad dalam kuasaNya, seandainya tidaklah akan menyulitkan bagi kaum muslimin, tidaklah aku sampai hati untuk membiarkansebagian mereka untuk tidak ikut berperang menegakkan agama Allah. Tapi aku tidak mendapat kelapangan untuk menanggung biaya mereka, sedangkan mereka tidak pula memiliki kelapangan, padahal mereka merasa kecewa tidak ikut berperang bersama ku. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam kuasaNya,sesungguhnya aku ingin sekali berperang fi sabilillah lalu aku tewas, kemudian aku berperang lagi, lalu tewas pula, kemudian aku berperang kembali lalu tewas pula. "
1835. Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Tidak satu pun orang yang telah mati, pada hal dia telah memperoleh pahala yang menggembirakan di sisi Allah, yang ingin kembali ke dunia sekalipun dunia dan seluruh isinya diberikan kepadanya, kecuali orang yang mati syahid. Orang mati syahiditu ingin kembali ke dunia, karena dia ingin sekali lagi sebagai syuhada karena dia telah melihat bagaimana mulianya mati syahid. "1836. Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw. sabdanya:" Tidak satu pun orang yang telah masuk surga ingin hendak kembali ke dunia, bahkan seluruh isi bumi ini diberikankepadanya, kecuali orang-orang mati syahid. Orang yang mati syahid itu ingin kembali ke dunia, lalu dia tewas (syahid) di dunia sampai sepuluh kali, karena dia telah menyaksikan bagaimana mulianya orang mati syahid. "
1837. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ditanyakan orang kepada Nabi saw., amal apakah yang sebanding dengan jihad fi sabilillah?" Jawab Nabi saw., "Engkau tidak akan sanggup mengamalkannya!" Orang itu bertanya kembali sampai dua atau tiga kali, namun Nabi saw. tetap menjawab seperti itu. Terakhir beliaumenjawab, "Perbandingan seorang mujahid fi sabilillah (pejuang yang menegakkan agama Allah) sebanding dengan orang yang puasa, shalat, patuh menjalankan ayat-ayat Allah, tidak berhenti puasa dan shalat, sampai si mujahid pulang dari medan perjuangan."
1838. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya: "Pada suatu ketika aku berada dekat mimbar Rasulullah saw. Lalu mengatakan seorang pria," Aku tidak mementingkan suatu amal sesudah aku masuk Islam kecuali memberi minum orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. "Berkata pula yang lain," Aku tidak mementingkansuatu amal sesudah aku masuk Islam melainkan memakmurkan Masjidil Haram. "Berkata pula yang lain," Jihad fi sabilillah lebih utama dari semua yang kamu katakan itu. "Lalu mereka ditegur oleh 'Umar, katanya," Janganlah kalian meninggikan suara kalian dekat mimbar Rasulullah saw ., bukankah sekarang hariJumat? "Tapi setelah selesai shalat Jumat aku datang menemuinya minta fatwa tentang apa yang diperselisihkan mereka. Maka turunlah ayat:" Apakah orang-orang yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepadaAllah dan hari kemudian serta berjihad fi sabilillah? "(At Taubah, 9: 19)
1839. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jihad fi sabilillah (berjuang atau berperang menegakkan agama Allah) pagi dan sore lebih baik dari dunia dan seluruh isinya." 1840. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, Abu Sa'id! Siapa yang relaAllah menjadi Tuhannya, Muhammad menjadi Nabinya, dan Islam menjadi agamanya, dia wajib masuk surga. "Abu Sa'id kagum mendengar sabda Nabi saw. Tersebut, lalu dia meminta agar Nabi mengulang sabdanya itu. Maka diulang oleh beliau. Kemudian bersabda pula beliau, "Ada lagi yang lain. Yaitu seoranghamba dinaikkan derajatnya seratus derajat di surga. Jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. "Tanya," Apa itu, ya Rasulullah? "Jawab beliau." Jihad fi sabilillah! Jihad fi sabilillah! (Berjuang atau berperang menegakkan agama Allah!) "
1841. Dari Abu Qatadah r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. berdiri di hadapan para sahabat, lalu bersabda:" Sesungguhnya Jihad fi sabilillah serta iman kepada Allah, adalah amal yang paling utama. "Maka berdiri seorang pria seraya bertanya," Ya, Rasulullah! Bagaimana jika aku tewas dalamjihad fi sabilillah, hapuskah dosa-dosaku? "Jawab Rasulullah saw.," Hapus, jika engkau tewas, sedangkan engkau seorang yang sabar dan ikhlas karena Allah, engkau tewas karena maju bertempur tidak karena lari dari pertempuran, "Kemudian beliau bertanya," Apa tanyamu tadi? Maka diulangnya pertanyaannya,"Bagaimana jika aku tewas dalam jihad fi sabilillah, hapuskah dosa-dosaku?" Jawab Rasulullah, "Ya, hapus, jika engkau seorang pejuang yang sabar, ikhlas karena Allah semata-mata, tewas karena maju bertempur, tidak karena lari dari pertempuran. Kecuali yang tidak hapus adalah utang. Begitulah kata Jibrilkepada ku. "
1842. Dari Abu Sa'id ra, katanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw., "Siapakah manusia yang paling utama, ya, Rasulullah?" Jawab beliau, "Orang mukmin yang berjuang dengan diri dan hartanya fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah)." Tanya, "Kemudian siapa lagi?" Jawab Rasulullah saw.,"Orang yang mengasingkan diri ke hutan-hutan untuk menyembah Tuhannya, sehingga mereka terhindar dari kejahatan."
1843. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Termasuk kehidupan yang terbaik, yaitu orang-orang yang menyiagakan hidupnya untuk jihad fi sabilillah (berjuang atau berperang untuk menegakkan agama Allah). Ia segera melompat ke punggung kuda tatkala mendengar terompet perang dan menunggukomando. Ia segera memacu kudanya ke medan perang menemukan kematian (syahid) yang didambakannya. Atau seorang yang tinggal di puncak-puncak bukit dan di lembah-lembah, dengan hidup sederhana, ditegakkannya shalat, dibayarnya zakat, disembahnya Tuhan terus menerus sampai meninggal, dan tidak pernah merugikanumat manusia, bahkan dia selalu berbuat kebajikan terhadap sesamanya. "1844. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Allah Ta'ala tertawa (rela) kepada dua orang pria, di mana seorang di antaranya membunuh yang lain, lalu keduanya masuk surga. Tanya para sahabat, "Bagaimana bisabegitu, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Pria yang terbunuh itu tewas dalam jihad fi sabilillah, maka dia itu mati syahid. Kemudian si pembunuh taubat kepada Allah Ta'ala, lalu Allah menerima taubatnya. Sesudah itu dia tewas pula dalam perang fi sabilillah, maka dia itu mati syahid. "
1845. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Mempersembahkan seekor unta betina yang telah diberi kekang (siap pakai) seraya katanya," Unta ini ku persembahkan untuk perjuangan fi sabilillah. "Maka sabda Rasulullah saw., "Kelak di hari kiamat kamu akanmemperoleh gantinya sebanyak tujuh ratus ekor unta yang telah diberi kekang pula. "
1846. Dari Abu Mas'ud al Anshari ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia berkata," Aku kehilangan unta kenderaanku, sudilah Anda menunjukkan ke mana perginya! "Jawab Rasulullah saw.," Aku tidak tahu ke mana dia! "Maka berkata seorang pria," Aku dapat menunjukkan orangyang membawanya. "Sabda Rasulullah saw.," Siapa menunjukkan suatu kebaikan, maka pahalanya sama dengan pahala membuatnya. "
1847. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Seorang pemuda dari suku Aslam berkata kepada Rasulullah saw.,
"Ya, Rasulullah! Sesungguhnya aku ingin hendak turut berperang tetapi aku tidak memiliki perlengkapan." Sabda Nabi saw., "Datangilah si Fulan karena dia telah berlengkap tetapi dia sakit." Maka datanglah pemuda itu ke si Fulan lalu katanya, "Rasulullah saw. Berkirim salam untuk Anda dan menyuruhAnda memberikan perlengkapan perang Anda kepada ku. "Kata si Fulan kepada istrinya." Hai Fulanah! Berikan perlengkapan perangku kepada pemuda ini semuanya satu pun jangan ada yang ketinggalan. Demi Allah! Satu pun jangan ada yang ketinggalan! Allah Ta'ala akan memberi berkat kepada mu karenanya! "
1848. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Orang-orang yang bekerja menyiapkan perlengkapan perang fi sabilillah, berarti dia ikut berperang dan orang-orang yang mengurus keluarga yang ditinggalkan orang yang pergi perang berarti dia ikut berperang."
1849. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya: "Rasulullah saw. Mengirim utusan kepada Bani Lahyan memerintahkan satu di antara dua pria supaya pergi berperang. Kemudian beliau bersabda," Orang tinggal harus menjaga dengan baik kesejahteraan / keamanan keluarga dan harta orang yang berangkat. Diamendapat pahala seperdua pahala orang-orang yang pergi perang. "1850. Dari Sulaiman bin Buraidah ra, ayahnya menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:" Kehormatan istri para pejuang, bagi orang-orang yang tidak ikut berperang, sama dengan kehormatan ibu mereka sendiri. Bila orang yang mengurus / menjagakeselamatan dan keamanan keluarga para pejuang mengkhianati mereka, dia akan diadili nanti di hari kiamat, lalu pahala amalnya diambil oleh orang yang dikhianatinya sesuka hatinya. Bagaimana tanggapanmu? "
1851. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Sehubungan dengan turunnya ayat:" Tidak sama antara orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) dengan orang-orang yang turut berperang fi sabilillah: lalu Rasulullah saw. memerintahkan Zaid bin Tsabit agar menuliskan ayat tersebut. Zaid membawa sepotongtulang, lalu menulis ayat tersebut pada tulang itu. Tiba-tiba datang Ibnu Ummi Maktum mengadukan kesulitannya tidak dapat turut berperang karena ia buta. Maka turunlah ayat: "Tidak sama antara orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) yang tidak memiliki uzur dengan orang-orang yang berjihad(Berperang) fi sabilillah. "(An Nisa ', 4: 95).
1852. Dari Jabir r.a. katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw.," Di mana tempatku, ya Rasulullah? "Jawab Nabi saw.," Di surga! "Orang itu segera membuang kurma yang dipegangnya, kemudian maju bertempur hingga dia tewas." Dalam hadis Suwaid dinyatakan bahwa peristiwa orang itu terjadidalam perang Uhud.
1853. Dari Al Bara 'ra, katanya: "Seorang pria Bani Nabit dari kabilah Anshar datang kepada Nabi saw. Lalu dia mengucapkan tasyahhud, Asyhadu an la ilaaha illallah wa annaka' abduhu wa rasuluh (aku mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Anda adalah hamba Allah dan Rasul-Nya), kemudiandia maju ke medan perang lalu bertempur sampai dia tewas terbunuh. Maka bersabda Nabi saw., "Meskipun amalnya baru sedikit, tetapi pahalanya banyak."
1854. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Rasulullah saw. Menugaskan Busaisah memata-matai kekuatan dan gerak-gerik pasukan Abu Sufyan. Ketika Busaisah datang melapor, di rumah tidak ada seorang pun selain aku dan Rasulullah saw. Mungkin kalau aku tidak tahu barangkali ia mengistimewakan sebagianistri beliau (dapat mendengar berita rahasia). Lalu Busaisah menyampaikan laporannya. Kata Anas, kemudian Rasulullah keluar dan bersabda, "Kita berangkat sekarang untuk suatu tujuan. Siapa yang telah siap kendaraannya, berangkatlah bersama kami!" Seorang pria minta izin kepada beliau hendak mengambilkendaraannya di luar kota. Sabda beliau, "Tidak usah! Cukup orang-orang yang kendaraannya telah siap saja!" Maka berangkatlah Rasulullah saw. beserta para sahabatnya sehingga mereka lebih dahulu tiba di Badar dari kaum musyrikin. Setelah kaum musyrikin tiba, Rasulullah saw. bersabda kepada parasahabat, "Kalian tidak bisa bertindak sebelum ada perintah dariku!" Setelah kaum musyrikin tambah dekat maka bersabda beliau, "Majulah kalian ke surga, yang lebarnya selebar langit dan bumi!" Lalu bertanya 'Umair bin Humam Al Anshari, "Ya, Rasulullah! Surga lebarnya selebar langit dan bumi?"Jawab beliau, "Ya!" Kata 'Umair, "Wah, wah!" Tanya Rasulullah saw., "Mengapa, wah..wah, katamu?" Jawab 'Umair, "Tidak, demi Allah, ya Rasulullah! Aku hanya berharap semoga aku menjadi penghuninya." Jawab Nabi saw., "Ya, sesungguhnya engkau jadi penghuninya!" Kemudian dikeluarkannya kurma dan kantongperbekalannya lalu dimakannya sebagian. Sesudah itu dia berkata, "Seandainya aku masih hidup sampai kurmaku ini habis kumakan, sungguh lama sekali." Maka dilemparkannya kurmanya yang masih tersisa di tangannya, lalu dia maju bertempur melawan musuh hingga dia tewas terbunuh. "1855. Dari Abu Bakarbin Abdullah bin Qais ra, dari ayahnya, katanya dia mendengar ayahnya bercerita, bahwa ketika ayahnya sedang berhadapan dengan musuh, Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah naungan (kilatan) pedang." Lalu berdiri seorang pria sambil menangis, katanya: "Hai, AbuMusa! Apakah Anda pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda seperti itu? "Jawab Abu Musa," Ada! "Orang itu pergi menemui teman-temannya seraya katanya," Aku mengatur salam kepada Anda semua! "Kemudian dibukanya sarung pedangnya lalu dilemparkannya. Sesudah itu, dengan pedang terhunus dia pergi menyerbumusuh, memukul tewas dengan pedangnya, setiap musuh yang ditemuinya sehingga akhirnya dia sendiri tewas pula terbunuh sebagai syahid. "
1856. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Serombongan orang datang kepada Nabi saw. lalu mereka berkata," Kirimlah bersama kami beberapa orang guru untuk mengajar Qur'an dan Sunnah kepada kami. "Maka dikirim beliau kepada mereka tujuh puluh orang dari golongan Anshar. Mereka disebut Al Qurra '(Anggota baca), semuanya menjauhi segala yang haram, dan siang hari mereka bekerja mengangkut air ke masjid untuk kebutuhan orang-orang yang hendak bersuci, atau mereka pergi mencari kayu api, lalu mereka jual. Dengan hasil penjualannya mereka membeli makanan, dan mereka berikan kepada Ahlus Shuffahdan orang-orang fakir. Mereka itulah yang dikirim Nabi saw. kepada mereka. Di tengah jalan, sebelum mereka sampai ke tempat yang dituju, mereka diserang oleh orang-orang tersebut dan semuanya tewas terbunuh. Mereka mendoa ', "Wahai Allah! Sampaikanlah kepada Nabi kami berita tentang mushibah yang menimpakami, bahwa kami telah menunaikan tugas yang diperintahkannya kepada kami, dan semoga beliau meridhai kami. "1857. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra, katanya:" Seorang pria Arab dusun mendatangi Nabi saw. lalu dia berkata: "Ya, Rasulullah! Ada orang berperang untuk mendapatkan harta rampasan. Ada pulasehingga dia terkenal sebagai pahlawan. Dan ada pula sehingga posisinya dihormati. Siapakah sebenarnya yang berperang fi Sabilillah? "Jawab Rasulullah saw.," Yaitu orang yang berperang menegakkan kalimah Allah setinggi-tingginya. Itulah yang disebut fi Sabilillah. "
1858. Dari Abu Musa ra, katanya: "Rasulullah saw. Ditanya tentang orang-orang yang berperang karena hendak memperlihatkan keberaniannya, berperang karena hendak membela kesukuannya, dan berperang karena ingin dipuji. Maka manakah yang disebut fisabilillah?" Jawab Rasulullah saw., "Yaitu orang yangberperang menegakkan kalimat (agama) Allah setinggi-tingginya. Itulah yang disebut fi sabilillah. "1859. Dari Abu Hurairah ra, katanya:" Natil (bin ODIs Al Hazami), seorang penduduk Syam, bertanya kepadanya, "Wahai, Tuan Guru! Ajarkanlah kepada kami hadis yang Anda dengar dari Rasulullah saw." JawabAbu Humirah, "Baik! Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:" Orang yang pertama-tama diadili kelak di hari kiamat, adalah orang mati syahid. Orang itu dihadapkan ke pengadilan, lalu diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diperolehnya, maka dia mengakuinya. Tanya, "Apakah yang engkau perbuat dengannikmat itu? "Jawab," Aku berperang untuk agama Allah sehingga aku mati syahid. "Firman Allah," Engkau dusta! Sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan gagah berani. Dan gelar itu telah engkau peroleh. "Kemudian dia disuruh seret dengan muka tertutup lalu dilemparkan ke neraka. Kemudian dihadapkanpula orang 'alim yang belajar dan mengajarkan ilmunya serta membaca Al Qur'an. Dihadapkannya kepadanya nikmat yang telah diperolehnya, semua diakuinya. Tanya, "Apa yang engkau perbuat dengan nikmat itu?" Jawab, "Aku belajar, mengajar, dan membaca Qur'an karena Engkau." Firman Allah, "Engkau dusta! Sesungguhnyaengkau belajar dan mengajar sehingga disebut orang Alim, dan engkau membaca Al Qur'an supaya dikatakan sebagai Qari (ahli baca). Semua itu telah dipanggilkan orang kepada mu. "Kemudian dia disuruh seret dengan muka menghadap ke tanah lalu di lemparkan ke neraka. Sesudah itu dihadap pula orang yang diberikekayaan oleh Allah dengan berbagai macam harta. Semua kekayaannya dihadapkan kepadanya lalu diingatkan segala nikmat yang telah diperolehnya, ia pun mengakui. Tanya, "Apa yang telah engkau perbuat dengan harta sebanyak itu?" Jawab, "Setiap bidang yang Engkau sukai tidak ada yang kutinggalkan, melainkanaku sumbang semuanya karena Engkau. "Firman Allah," Engkau dusta! Sesungguhnya engkau melakukan semuanya itu supaya engkau disebut orang yang pemurah, dan gelar itu telah engkau peroleh. "Kemudian dia disuruh seret dengan muka menghadap ke tanah lalu dilemparkan ke neraka.
1860. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap tim, besar atau kecil yang berperang fi Sabilillah, lalu mereka beroleh harta rampasan, berarti pahala mereka untuk akhirat telah diberi ganjar lebih dahulu di dunia dua pertiga, dan sisanya tinggal sepertiga untuk merekadi akhirat. Jika mereka tidak beroleh harta rampasan, maka pahala mereka tetap utuh semuanya. "
1861. Dari 'Umar bin Khaththab ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niat. Dan pahala bagi setiap orang yang beramal diberikan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Siapa yang hijrah dengan niat karena hendak memperoleh keridhaan Allah dan RasulNya, makapahalanya ada di sisi Allah dan RasulNya. Dan siapa yang hijrah dengan niat hendak memperoleh harta kekayaan (kebanggaan duniawi) atau dengan niat hendak menikahi seorang perempuan yang dicintainya, maka pahala hijrahnya sesuai dengan niatnya pula.
1862. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang sungguh-sungguh ingin ingin mati syahid, dia akan diberi pahala seperti pahala orang mati syahid, sekalipun dia tidak mengalami mati syahid yang sesungguhnya."
1863. Dari Sahal bin Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif, dari ayahnya, dari kakaknya, katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh ingin mati syahid, maka Allah menaikkannya ke tingkatan para syuhada sekalipun kenyataannya dia mati biasa di tempat tidur." 1864. DariAbu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang mati tanpa pernah berperang bahkan jiwanya tidak pernah terarah akan turut berperang, maka matinya sama dengan mati munafik."
1865. Dari Jabir r.a. katanya: "Kami turut berperang bersama Nabi saw. dalam suatu peperangan, di mana beliau pernah bersabda:" Di Madinah ada beberapa orang pria tidak turut berperang yang biasanya bila kamu pergi berperang dan kamu melintasi lembah, mereka tetap turut bersama-sama kamu . Tapisekarang mereka terhalang karena sakit. "
1866. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. datang ke rumah Ummu Haram binti Milhan, istri 'Ubadah bin Shamit. Lalu beliau disuguhi makan oleh Ummu Haram. Sesudah makan, Ummu Haram duduk menyisir rambut Rasulullah saw., lalu beliau tertidur. Ketika terbangun dia tertawa."Mengapa Anda tertawa, ya Rasulullah?" tanya Ummu Haram. Jawab Nabi saw., "Serombongan umat ku diperlihatkan Allah Ta'ala kepada ku, mereka berperang fi Sabilillah mengarungi lautan dengan kapal, bagaikan raja-raja di atas tahta." Kata Ummu Haram, "Doakanlah semoga aku termasuk dalam rombongan mereka."Dia merebahkan kepalanya kembali lalu tertidur. Setelah terbangun ia tertawa pula. "Mengapa Anda tertawa, ya Rasulullah?" tanya Ummu Haram. Jawab Nabi saw., "Serombongan umat ku diperlihatkan Allah Ta'ala kepada ku sedang berperang fi Sabilillah," kata beliau menceritakan seperti ceritanya yangpertama. Kata Ummu Haram, "Doakanlah semoga aku termasuk rombongan mereka." Sabda Rasulullah saw., "Engkau dalam rombongan yang pertama." Memang pada masa pemerintahan Mu'awiyah, Ummu Haram turut dalam tim Islam berlayar ke medan perang. Ketika mendarat dia jatuh dari untanya lalu tewas. "
1867. Dari Salman r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Bekerja atau berusaha siang malam menyiapkan perlengkapan perang lebih baik dari puasa dan solat sebulan. Jika ia mati, pahala amalnya tetap mengalir kepadanya, begitu pula rezekinya dan dia aman dari fitnah."
1868. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang pria berjalan di sebuah jalan lalu dia menemukan sebuah ranting berduri di tengah jalan maka disingkirkannya ranting itu dengan bersyukur kepada Allah Ta'ala. Allah mengampuni dosanya karena perbuatannya itu." Beliau bersabdapula, "Para syuhada (orang-orang yang mati syahid) lima macam: (1) Al Math'un, orang-orang yang tewas karena penyakit kolera (penyakit menular atau wabah). (2) Al Mabthun, orang-orang yang tewas karena sakit perut atau melahirkan. (3) Orang yang tewas karena tenggelam. (4) Orang yang tewas karena ditimpatanah longsor atau pohon tumbang dan sebagainya. (5) Orang yang tewas dalam perang fi Sabilillah. "1869. Dari 'Uqbah bin Amir ra katanya dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda di atas mimbar:" Siapkanlah untuk menghadapi (musuh) kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah! Sesungguhnya kekuatanitu adalah ketrampilan memanah. Ketahuilah! Sesungguhnya kekuatan itu adalah ketrampilan memanah. Ketahuilah! Sesungguhnya kekuatan itu adalah ketrampilan memanah. "
1870. Dari 'Uqbah bin Amir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah
saw. bersabda: "Banyak negara bakal takluk dan Allah akan menyempurnakan janji-Nya itu kepada mu. Karena itu janganlah kamu bosan berlatih memanah."
1871. Dari Tsauban r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Selalu ada segolongan umat ku yang berjuang memenangkan yang hak. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang memusuhinya sampai kiamat."
1872. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Selalu ada segolongan umat ku yang selalu memperjuangkan yang hak. Mereka selalu menang sampai hari kiamat."
1873. Dari Mu'awiyah ra, dia mengatakan dalam pidatonya di atas
mimbar bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Senantiasa ada segolongan umat ku yang selalu berjuang menegakkan agama Allah Ta'ala. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang menghina atau menentang mereka sampai hari kiamat. Bahkan mereka tetap menang atas semua manusia."
1874. Dari 'Abdur Rahman bin Syumasah At Mahrl ra katanya: "Pada suatu ketika, aku berada dekat Maslamah bin Mukhallad, di dekatnya ada pula Abdullah bin 'Amr bin' Ash." Kata 'Abdullah, "Belum akan terjadi kiamat kecuali bila kejahatan manusia telah meningkat. Mereka lebih jahat dari orang-orangjahiliyah. Setiap mereka diajak kepada agama Allah selalu ditolaknya. "Ketika mereka sedang berbicara demikian, tiba-tiba datang 'Uqbah bin' Amir. Kata Maslamah," Hai, 'Uqbah! Aku mendengar 'Abdullah berkata begitu. "Bagaimana pendapatmu?" Jawab 'Uqbah, "Dia memang lebih tahu. Adapun yang kudengardari Rasulullah saw. adalah: Selalu ada segolongan umat ku yang berjuang menegakkan agama Allah, di mana mereka selalu menang terhadap musuh-musuhnya. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang menentangnya sampai hari kiamat. Dan mereka akan tetap ada. "Maka berkata 'Abdullah," Itu memang benar!Kemudian Allah Ta'ala mengirim angin seperti angin kesturi yang sentuhannya halus bagaikan sutra. Tidak ada iman yang tinggal dalam hati seseorang walau seberat biji pun melainkan dicabutnya. Maka tinggallah orang-orang jahat belaka, lalu terjadilah kiamat. "
1875. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu melalui padang rumput yang subur lepaslah untamu memakan makanannya di bumi, dan bila kamu berjalan di musim kemarau percepatlah perjalanan (cepat sampai di tujuan). Dan bila kamu duduk dalam perjalanan malam hari, jauhilahjalan raya karena jalan raya itu tempat lewat serangga-serangga malam hari. "
1876. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perjalanan itu merupakan setengah siksaan. Tidurmu berkurang, begitu pula makan dan minum. Karena itu bila urusanmu telah selesai, segeralah pulang ke keluargamu."
1877. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Kami turut berperang bersama Rasulullah saw. dalam suatu peperangan. Setelah kami tiba kembali di Madinah, kami bermaksud ingin segera pulang ke rumah kami masing-masing. Maka bersabda Rasulullah saw.," Tunggulah dahulu sampai hari agak senja. Sisirlahdahulu rambut kalian yang kusut, berilah kesempatan kepada keluarga kalian untuk bersiap-siap dan berhias menyambut kedatangan kalian. "1878. Dari Jabir ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila
kamu tiba malam hari dari perjalanan, janganlah kamu pulang ke rumah keluargamu tengah malam, sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat bersiap-siap dan menyisir rambut (menyambut kedatanganmu).
1879. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. melarang orang yang telah lama berjalan meninggalkan keluarganya untuk pulang (dengan tiba-tiba) ke rumahnya pada tengah malam. "
1880. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang orang pulang (dengan tiba-tiba) ke rumah keluarganya pada tengah malam, dengan maksud hendak memergoki atau untuk mencari-cari kesalahan mereka."
1881. Dari 'Adi bin Hatim r.a. katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Aku melepas anjing pemburu yang terlatih lalu ditangkapnya buruan untukku dan aku telah menyebut nama Allah ketika melepasnya. Bagaimana itu?" Jawab Rasulullah saw., "Apabila kamu melepas anjing pemburu yangterlatih dan Kamu menyebut nama Allah ketika melepaskannya, makanlah tangkapannya. "Tanya ku," Bagaimana jika buronan itu mati ditangkapnya? "Jawab beliau," Meskipun mati, selama tidak ada anjing lain yang menyertainya menangkap. "Tanya ku," Aku melempar buruan dengan mi'radh) lalu kena. Bagaimana itu? "Jawab beliau, "Bila kamu melempar dengan mi'radh lalu kena, niatkanlah buruanmu itu. Tapi jika yang mengena lintangnya, jangan dimakan.
1882. Dari 'Adi bin Hatim r.a. katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Kami ini suatu kaum yang biasa hidup berburu dengan mempergunakan anjing-anjing ini. Bagaimana itu?" Jawab Nabi saw., "Apabila kamu melepas anjingmu yang terlatih dengan menyebut nama Allah, makanlah tangkapannya sekalipunburuan itu mati ditangkapnya. Kecuali jika anjing-anjing itu memakan tangkapannya maka janganlah kamu makan pula, karena aku khawatir dia menangkap buronan itu untuknya sendiri. Atau jika ada anjing lain yang menyertainya menangkap, jangan pula kamu makan. "1883. Dari 'Adi bin Hatim ra, katanya dia bertanyakepada Rasulullah saw. tentang buronan yang mati terbunuh kena mi'radh. Sabda Nabi saw., "Jika yang mengena ujungnya yang runcing (tajam), makanlah. Jika yang mengena lintangnya, berarti buruan itu mati kena pukul."
1884. Dari 'Adi bin Hatim ra, "Aku melepas anjingku berburu, tetapi kudapati ada pula anjing lain bersama anjingku dekat buronan yang tertangkap itu. Aku tak tahu anjing mana sesungguhnya yang menangkap. Bagaimana itu?" Jawab Nabi saw., "Jangan dimakan buruan itu karena kamu hanya membacakan Basmalahuntuk anjingmu saja dan tidak membacakannya untuk anjing-anjing yang lain. "
1885. Dari 'Adi bin Hatim r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya. "Apabila kamu melepas anjingmu maka sebutlah nama Allah (Bismillahirrahmanirrahim). Jika anjing itu menangkap buruan dan engkau temukan masih hidup, sembelihlah! Jika engkau dapati telah mati dan tidak dimakan oleh anjingmu, makanlaholehmu. Dan jika engkau temukan anjingmu bersama anjing lainnya, sedangkan buruannya telah mati jangan dimakan buruan itu, karena engkau tidak tahu anjing mana sesungguhnya yang membunuh buruan itu. Jika engkau memanah buruan dengan panahmu, maka makanlah buruan itu jika engkau mau. Tetapi jika engkau temukanburuan itu mati tenggelam (jatuh ke air) jangan dimakan. "
1886. Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani r.a. katanya dia datang kepada Rasulullah saw. lalu bertanya: "Ya, Rasulullah! Kami tinggal di negeri Ahli Kitab. Kami makan di piring mereka, sedangkan penghidupan di negeri itu adalah berburu. Aku berburu menggunakan panah dan anjing-anjingku yang terlatih dantidak terlatih. Ajarkanlah kepada ku, apakah halal bagi kami yang demikian itu? "Jawab Rasulullah saw.," Adapun engkau tinggal di negeri Ahli Kitab dan engkau makan di piring mereka, seandainya engkau masih bisa mendapatkan piring selain piring mereka, janganlah makan di piring mereka. Tetapi jika engkautidak mendapatkan piring lain, basuhlah dahulu piring mereka itu dan makanlah di piring itu. Adapun engkau tinggal di negeri yang penghidupannya berburu, bila engkau memanah buruan dengan panahmu, sebutlah nama Allah, kemudian makanlah hasil buruan itu. Bila engkau menangkap buruan dengan mempergunakananjing yang terlatih, sebutlah nama Allah kemudian makanlah. Dan bila engkau menangkap buruan dengan mempergunakan anjing yang tidak terlatih dan engkau masih sempat menyembelihnya, makanlah. "
1887. Dari Abu Tsalabah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila buruan yang kamu panah hilang, kemudian kamu temukan kembali, makanlah jika belum busuk."
1888. Dari Abu Tsa'labah r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang memakan binatang bertaring dari jenis binatang buas."
1889. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas haram memakannya."
1890. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Telah melarang memakan setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas dan setiap jenis burung yang memiliki kuku untuk tumbuh."
1891. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. menugaskan kami menghadang kafilah Quraisy dan mengangkat Abu 'Ubaidah menjadi komandan kami. Kami hanya dibekali dengan sekarung kurma, tidak ada lagi selain itu. Karena itu Abu' Ubaidah membagi-bagikannya kepada kami sebuah demi sebuah." Apa yang dapatkamu perbuat dengan kurma sebuah itu? "Jawab," Kami menghisap-hisapnya seperti bayi. Kemudian kami minum air. Itu sudah cukup bagi kami untuk sehari sampai malam. Pernah juga kami gugurkan daun-daun dengan tongkat, kemudian kami siram dengan air lalu kami makan. Setelah kami sampai di pantai lautan,kami dihadapkan kepada suatu pemandangan yang tampaknya seperti gundukan pasir. Ketika kami hampiri, kiranya yang terlihat itu adalah hewan laut yang disebut 'anbar (sejenis ikan panjang yang besar dan lebar kepalanya). Lalu kata Abu 'Ubaidah, "Itu bangkai! Tapi tidak mengapa. Kita adalah utusanRasulullah saw. yang mengemban tugas fi sabilillah. Kalian dalam keadaan terpaksa, karena itu dapat kalian makan. "Kami tinggal di tempat itu selama sebulan, dan jumlah kami semuanya tiga ratus orang. Kami menjadi gemuk semuanya (karena memakan ikan tersebut). Kami ambil minyaknya dari rongga matanyadan menampungnya dengan tempayan besar. Kemudian kami potong-potong dagingnya seperti memotong-motong sapi. Abu 'Ubaidah memanggil tiga belas orang prajurit di antara kami lalu disuruhnya masuk ke rongga mata ikan
itu (ternyata mereka muat di dalam). Sesudah itu diambilnya kerangka ikan tersebut lalu ditegakkannya. Kemudian disuruhnya unta kami yang paling besar berjalan di bawah kerangka ikan tersebut. Kami ambil daging ikan itu sebagai perbekalan kami dan untuk kami masak. Setelah kami tiba kembali di Madinah,kami datangi Rasulullah saw. lalu kami laporkan peristiwa itu kepada beliau. Sabda beliau, "Itu rezeki diberikan Allah Ta'ala untuk kalian. Apakah kalian bawa dagingnya agak sedikit untuk kami?" Maka kami berikan daging yang kami bawa kepada beliau lalu beliau makan. "1892. Dari Ali bin Abi Thalib rakatanya: "Rasulullah saw. telah melarang melakukan nikah mut'ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu terjadi perang Khaibar."
1893. Dari Salamah bin Akwa 'r.a. katanya: "Kami berangkat bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Kemudian Allah Ta'ala menaklukkannya untuk kemenangan mereka (kaum muslimin). Ketika hari telah sore pada hari penaklukan itu, para prajurit banyak menyalakan api, maka bertanya Rasulullah saw.,"Api apa itu, untuk apa kamu nyalakan?" Jawab mereka, "Untuk memasak daging." Tanya dia, daging apa? "Jawab mereka," Daging keledai jinak. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Tumpahkan daging itu dan pecahkan periuknya! "Tanya seorang pria," Bagaimana kalau kami tumpahkan isinya lalu kami cuci periuknya? "Jawab beliau, "Atau begitu bisa juga." 1894. Dari Anas r.a. katanya: "Tatkala Rasulullah saw. menaklukkan Khaibar, kami menangkap keledai di luar kota, lalu kami masak. Tiba-tiba datang utusan Rasulullah saw. berseru," Perhatian! Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian semua memasak dagingkeledai karena daging keledai itu najis (dan memasaknya) termasuk perbuatan setan. "Maka dibalikkan orang panci sehingga isinya tumpah semuanya.
1895. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Sesungguhnya Rasulullah saw. Telah melarang ketika terjadi perang Khaibar memakan daging keledai jinak dan memungkinkan memakan daging kuda."
1896. Dari Asma 'r.a. katanya, "Kami pernah menyembelih kuda pada masa Rasulullah saw. lalu kami makan."
1897. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. ketika beliau sedang berpidato di mimbar tentang memakan daging biawak (sejenis biawak, tidak ada di Indonesia). Jawab beliau," Aku tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya. "
1898. Dari 'Abdullah bin Abbas r.a. katanya: "Aku dan Khalid bersama dengan Rasulullah saw. datang ke rumah Maimunah (istri Rasulullah saw.) lalu dihidangkan orang daging biawak (biawak) dibakar. Rasulullah mengulurkan tangannya ke hidangan itu, tiba-tiba mengatakan seorang wanita yang berada di rumahMaimunah, katanya: "Beritahulah Rasulullah saw. Tentang hidangan yang akan dimakan beliau itu." Karena itu ia menarik tangannya kembali. Tanya ku, "Apakah itu haram, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Tidak! Tapi karena tidak ada di negeriku, maka aku merasa jijik memakannya." Kata Khalid, "Lalukuambil daging itu dan kumakan, sedangkan Rasulullah saw. melihat saja. "
1899. Dari Abu Sa'id r.a. katanya seorang Arab dusun datang kepada Nabi saw. seraya berkata: "Aku tinggal di negeri yang banyak biawak dan binatang itu adalah makanan umum penduduk negeri." Rasulullah saw. tidak menjawab perkataannya lalu kami suruh dia mengulangi. Maka diulanginya bertanya. TapiRasulullah belum juga menjawab sampai diulangnya bertanya sampai tiga kali. Setelah kali yang ketiga, ia memanggilnya, "Hai, Arab! Sesungguhnya Allah Ta'ala pernah mengutuk sebuah suku dari Bani Israil dan mengubah bentuknya seperti binatang. Aku tidak tahu apakah binatang itu biawak. Karena ituaku tidak suka memakannya. Namun begitu aku tidak pula melarang memakannya. "
1900. Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. katanya: "Kami berperang bersama Rasulullah saw. dalam tujuh peperangan di mana kami pernah memakan belalang."
1901. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Pada suatu ketika kami lewat di Marruzh Zhahran (suatu tempat dekat Makkah), tiba-tiba kami di kejutkan oleh kelinci. Lalu mereka kejar kelinci itu sampai mereka kelelahan karenanya. Aku mengejarnya sampai dapat, lalu kubawa ke Abu Thalhah. Abu Thalhah menyembelihkelinci itu dan mengirimkan kedua pahanya kepada Rasulullah saw. Aku mengantarkannya kepada beliau dan beliau menerimanya. "
1902. Dari Ibnu Buraidah r.a. katanya: "Pada suatu ketika, Abdullah bin Mughaffal melihat seorang pria sahabatnya sedang melempar. Lalu kata Abdullah," Jangan melempar! Rasulullah saw. telah melarang perbuatan itu, karena tidak akan mematikan buruan dan tidak pula mengalahkan musuh. Kendatipun begitudapat memecahkan gigi orang atau membutakan mata. "1903. Dari Syaddad bin Aus ra katanya:" Ada dua pesan Rasulullah saw. yang selalu kuingat dengan baik, yaitu sabda beliau, "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mewajibkan agar selalu bersikap baik terhadap segala sesuatu. Jika kamu membunuh (buruan)lakukanlah dengan cara yang baik. Dan jika kamu menyembelih sembelihan, lakukanlah dengan cara yang baik, tajamkan mata pisaumu, sehingga tidak terlalu menyakiti hewan sembelihanmu. "
1904. Dari Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik ra katanya: "Aku datang bersama kakakku Anas bin Malik ke rumah Hakam bin Ayyub. Di sana kami menemukan beberapa orang sedang memanah, membuat ayam betina sebagai sasaran. Lalu kata Anas," Rasulullah saw. telah melarang menjadikan binatang sebagai sasaranmemanah. "
1905. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan mengambil makhluk bernyawa menjadi sasaran!"
1906. Dari Sa'id bin Jubair r.a. katanya: "Pada suatu hari Ibnu
'Umar lewat dekat beberapa orang pemuda Quraisy mengurung seekor burung menjadi sasaran memanah. Mereka membayar kepada pemilik burung setiap panahan yang tidak mengena. Tatkala mereka melihat Ibnu 'Umar, mereka lari berpencar. Kata Ibnu 'Umar, "Siapa yang melakukan perbuatan ini? Allah Ta'ala mengutuksetiap orang yang melakukannya. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengutuk setiap orang yang mengambil makhluk bernyawa menjadi sasaran. "
1907. Dari Jundab bin Sufyan r.a. katanya: "Aku hadir shalat 'Idul Adha bersama Rasulullah saw. Tidak lama setelah selesai shalat, beliau terlihat daging kurban yang telah disembelih sebelum shalat. Maka bersabda beliau," Siapa menyembelih kurban sebelum shalat, maka hendaklah disembelihnya yang lainsebagai pengganti. Dan siapa yang belum menyembelih hendaknya menyembelihnya dengan menyebut nama Allah. "
1908. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Pamanku Abu Burdah menyembelih korbannya sebelum shalat 'Id. Maka bersabda Rasulullah saw.," Itu hanya kambing untuk daging makanan (bukan kurban). "Jawab Paman," Ya, Rasulullah! Kambingku hanya tinggal seekor kambing muda. "Sabda Nabi saw.," (Kali ini) engkau dapatberkurban dengan itu, tetapi tidak cukup bagi yang lain-lain. "Kemudian beliau melanjutkan sabdanya" Siapa menyembelih kurban sebelum shalat 'Id, dia hanya menyembelih untuk dirinya sendiri (tidak menyembelih kurban), dan siapa menyembelih sesudah shalat' Id maka sempurnalah ibadahnya dan dia telahmelaksanakan sunnah kaum muslimin dengan tepat. "
1909. Dari Al Bara 'bin' Azib r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Pekerjaan yang pertama kali kita lakukan hari ini adalah shalat. Sesudah shalat kita pulang lalu menyembelih kurban. Siapa melakukan seperti itu, sesungguhnya dia melaksanakan sunnah ku dengan tepat. Siapa menyembelih kurban sebelum shalat'Id, itu hanya merupakan daging yang biasa diberikannya kepada keluarganya, tidak merupakan ibadah kurban sama sekali. "
1910. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu sembelih hewan untuk kurban, melainkan hewan yang telah dewasa (musinnah). Jika itu sunat kamu peroleh, sembelihlah hewan yang berusia muda dari adh dh'an (domba)."
1911. Dari 'Uqbah bin' Amir Al Juhani r.a. katanya: "Rasulullah saw. membagi-bagikan hewan kurban kepada kami. Aku mendapat seekor kambing muda. Lalu kukatakan kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Aku mendapat kambing muda. "Sabda beliau," Berkurbanlah dengan itu! "1912. Dari Anas ra, katanyaRasulullah saw. menyembelih kurban dua ekor kibasy (domba) putih yang telah bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca Basmalah dan Takbir dan dengan menginjakkan kaki beliau di pangkal leher domba itu. "
1913. Dari Rafi 'bin Khadij r.a. katanya dia berkata kepada Rasulullah saw., "Esok kita tidak mungkin menghadapi musuh (menyembelih hewan kurban) karena kita tidak memiliki pisau untuk menyembelih." Sabda Rasulullah saw., "Segeralah cari sekarang apa saja yang dapat mengalirkan darah. Sembelihan yangdisebut padanya nama Allah makanlah, asal tidak disembelih dengan gigi atau dengan kuku. "
1914. Dari Abu Zubaid maula Ibnu Azhar r.a. katanya dia pernah menghadiri shalat 'Idul Qurban bersama' Umar bin Khaththab, kemudian bersama Ali bin Abi Thalib. Beliau mengimami kami shalat 'Id sebelum berkhotbah. Sesudah solat barulah beliau berkhotbah. Antara lain ia berkata, "Rasulullah saw.melarang kalian memakan daging kurban setelah tiga hari. Lebih dari tiga hari jangan kalian makan lagi. "1915. Dari Jabir bin Abdullah ra katanya:" Sedianya kami tidak akan memakan daging kurban kami sesudah tiga hari di Mina. Tapi kemudian Rasulullah saw. memungkinkan kami memakan, sabdanya: "Makanlahdan simpanlah untuk perbekalan kalian! "
1916. Dari Salamah bin Akwa 'r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa-siapa di antara kamu yang menyembelih kurban, maka janganlah dia menyimpan daging kurban itu di rumahnya lebih dari tiga hari meskipun agak sedikit." Tahun berikutnya para sahabat bertanya, "Tetapkah kami tidak dapat menyimpandi rumah lebih dari tiga hari? "Jawab beliau," Tidak! Tahun yang lalu kita sedang berperang. Aku ingin supaya daging kurban itu lebih luas tersebar. "1917. Dari 'Abdullah bin Buraidah ra, dari ayahnya, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Dahulu aku pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarangziarahilah. Aku pernah melarang kamu memakan daging korban mu lebih dari tiga hari, sekarang simpanlah sekadar kamu membutuhkan. Aku pernah melarang kamu minum anggur kecuali di gelas biasa, sekarang, minumlah di segala tempat minum. Tapi sekali-kali jangan kamu minum yang memabukkan. "
1918. Dari Ummu Salamah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu melihat bulan Zulhijjah telah terbit, dan kamu berarti tidak menyembelih kurban, maka janganlah kamu mencukur rambut dan jangan memotong kuku (sampai selesai menyembelih)."
1919. Dari Abu Thufail r.a. katanya 'Ali (bin Abi Thalib) ditanya orang: "Apakah Rasulullah saw. mengistimewakan Anda dengan sesuatu?" Jawab Ali, "Rasulullah saw. Tidak pernah mengistimewakan ku dengan sesuatu yang tidak diumumkannya kepada publik, kecuali tentang yang ada dalam kotak isian pedangku ini. "Kemudian dia mengeluarkan sebuah catatan, di mana tertulis di dalamnya: Allah mengutuk orang yang menyembelih dengan menyebut selain nama Allah, dan mengutuk orang yang mencuri (memindahkan) tanda-tanda batas tanah, dan mengutuk orang yang mencaci ibu-bapaknya, dan mengutuk orang yang melindungitindak kejahatan. "
1920. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Aku bertugas menjadi pelayan menuangkan minuman kepada para tamu di rumah, Abu Thalhah pada hari minuman khamar (minuman keras) diharamkan Allah Ta'ala. Minuman mereka terbuat dari campuran kurma muda (al Busr) dan kurma kering (at tamr). Tiba-tiba terdengarorang meneriakkan suatu pengumuman. "Keluarlah dan dengarkan!" kata Abu Thalhah. Lalu aku pergi ke luar, kiranya orang mengumumkan suatu pengumuman: "Perhatian! Sesungguhnya khamar telah diharamkan!" Kulihat di jalan-jalan mengalir minuman keras. Kata Abu Thalhah kepada ku, "Keluarlah! Tumpahkan minumanitu! "Lalu kutumpahkan minuman itu semuanya.
1921. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengharamkan khamar. Ketika itu di Madinah tidak ada khamar (minuman keras) kecuali yang terbuat dari kurma (kurma)."
1922. Dari Anas r.a. katanya Nabi saw. ditanya orang tentang khamar yang telah menjadi cuka. Jawab beliau, "Tidak mengapa!"
1923. Dari Thariq bin Suwaid Al Ja'fi r.a. katanya dia bertanya kepada Rasulullah saw. tentang masalah khamar. Maka Rasulullah saw. melarang membuatnya. Tanya Thariq, "Aku membuatnya hanya untuk obat." Sabda Nabi saw., "Khamar itu bukan obat tetapi penyakit."
1924. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Khamar terbuat dari dua macam (buah) pohon ini, yaitu kurma dan anggur."
1925. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang mencampur anggur kering dengan kurma, dan kurma muda dengan kurma kering."
1926. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa-siapa di antara kamu yang minum nabidz (perahan dari buah anggur atau buah kurma) maka harus diminumnya anggur saja, atau kurma saja, atau kurma muda saja."
1927. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. ditanya orang tentang bit'i (minuman keras terbuat dari madu). Jawab beliau, "Setiap minuman yang memabukkan, haram."
1928. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Nabi saw. mengutus ku ke negeri Yaman bersama dengan Mu'adz bin Jabal. Aku bertanya kepada beliau," Ya, Rasulullah! Di negeri (tempat kami bertugas) ada dua macam minuman yang disebut "mizr" terbuat dari gandum, dan "bit'i" terbuat dari madu. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw., "Setiap minuman yang memabukkan, haram."
1929. Dari Jabir r.a. katanya: "Seorang pria dari Jaisyan, sebuah negeri di wilayah Yaman datang kepada Nabi saw. lalu dia bertanya tentang jenis minuman yang dibuat orang di negerinya yang disebut" mizr "terbuat dari jagung. Tanya Nabi saw." Apakah minuman itu memabukkan? "Jawabnya , "Ya, memabukkan."Sabda Rasulullah saw., "Setiap minuman yang memabukkan haram. Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menjanjikan bagi orang yang meminum minuman memabukkan akan diberiNya (kelak di akhirat) sejenis minuman terbuat dari" thinatil khabal ". Lalu para sahabat bertanya." Ya, Rasulullah! Apa itu thinalilkhabal? "Jawab beliau," Keringat penduduk neraka. "
1930. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram. Siapa yang minum khamar di dunia lalu dia mati, sedangkan dia telah terbiasa dan belum taubat, maka dia tidak dapat meminumnya nanti di akhirat."
1931. Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah dibuatkan anggur oleh seseorang pada awal malam (waktu senja), lalu beliau minum esok paginya, kemudian malam harinya, kemudian esok paginya lagi sampai 'Ashar. Sesudah itu bila masih ada sisanya disuruh ia tumpahkan oleh khadamnya." 1932.Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Tatkala Rasulullah saw. berangkat dari Makkah hijrah ke Madinah, beliau diikuti oleh Suraqah bin Malik bin Ju'syum. Rasulullah saw. mendoa supaya Suraqah dihalangi Allah (agar ia lolos dari kejarannya). Maka dengan seketika kaki kuda Suraqah terbenam ke dalam tanah (sehinggaSuraqah terguling dan kudanya tidak dapat bergerak apalagi lari kencang). Kata Suraqah, "Doakanlah aku kepada Allah (supaya aku dan kudaku bebas), Aku berjanji tidak akan mencelakai Anda." Lalu dia didoakan beliau, maka bebaslah dia seketika itu juga. Ketika Nabi saw. melanjutkan perjalanannya berduadengan Abu Bakar ia merasa haus. Namun mereka bertemu dengan penggembala domba. Kata Abu Bakar Shiddiq, "Maka kuambil mangkok lalu kuperah susu sedikit, kemudian kuberikan padanya. Dia meminum susu itu, sehingga aku merasa lega karenanya."
1933. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada malam terjadinya Isra 'dan Mikraj, di Baitul Maqdis (Illiya) beliau disuruhi dua gelas minuman masing-masing berisi khamar dan susu. Setelah beliau meneliti kedua gelas itu. Maka beliau ambil gelas berisi susu. Kata Jibril," Segala puji bagi Allah yang menunjukiAnda memilih yang suci. Seandainya Anda mengambil khamar, niscaya sesat umatmu. "
1934. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tutuplah bejanamu, tutup tempayan, kunci pintu dan padamkan lampu (ketika hendak tidur), karena setan tidak pandai membuka tutup tempayan, tidak pandai membuka pintu, dan tidak pandai membuka tutup bejana. Jika kamu tidak memiliki tutup segalanya,dapat bentangkan pada bejananya sepotong kayu sambil menyebut nama Allah. Lakukanlah yang demikian karena si penjahat kecil (tikus, kecoak dan sebagainya) dapat menyalakan api sehingga membakar rumah mereka. "
1935. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tutuplah bejana, tutup tempayan, karena pada suatu malam dalam setahun penyakit menular menular. Setiap bejana atau tempayan yang didapatinya tidak tertutup, niscaya bibit penyakit itu akan hinggap ke dalam bejana itu."
1936. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila hari telah senja, laranglah anak-anak keluar rumah, karena ketika itu setan berkeliaran. Satu jam sesudah itu bila telah malam biarkanlah mereka. kuncilah pintu dan sebut nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintuyang terkunci (dengan menyebut nama Allah). Tutup tempayanmu dengan menyebut nama Allah. Tutup semua bejanamu dengan menyebut nama Allah, sekalipun dengan menyajikan sesuatu di atasnya, dan padamkan lampu (ketika hendak tidur). "
1937. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan biarkan ternak dan anak-anakmu lepas berkeliaran ketika matahari terbenam sampai hilangnya cahaya senja. Karena setan keluar ketika matahari terbenam sampai hilang cahaya senja." 1938. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Pada suatu malam sebuahrumah penduduk Madinah terbakar. Ketika peristiwa itu dikabarkan orang kepada Rasulullah saw., Beliau berkata: "Api itu sesungguhnya musuh bagi mu karena itu apabila kamu hendak tidur padamkanlah lebih dahulu!"
1939. Dari Hudzaifah r.a. katanya: "Ketika kami makan bersama Rasulullah saw., kami belum mengulurkan tangan (mengambil makanan yang disajikan sebelum Rasululah saw. memulainya. Pada suatu hari kami akan bersama-sama beliau tiba-tiba datang seorang gadis kecil. Seperti didorong dia menjangkaukantangannya hendak mengambil makanan, tetapi segera ditangkap Rasulullah saw. Kemudian datang pula seorang Arab dusun, dia seperti didorong mengulurkan tangannya. Lalu ditangkap pula oleh beliau. Maka bersabda Rasulullah saw .. "Hanya setan yang menghalalkan makanan tanpa menyebut nama Allah memakannya.Dia datang bersama gadis dan orang dusun ini akan turut makan bersama-sama mereka. Demi Allah yang jiwaku dalam kuasa-Nya. sesungguhnya tangan setan itu ada di kedua tangan orang dusun dan gadis itu. "1940. Dari Jabir bin 'Abdullah ra katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Apabila seseorangmembaca Basmalah ketika hendak masuk rumah dan ketika hendak makan, maka kata setan kepada temannya. "Malam ini tidak ada tempat kalian bermalam dan tidak ada pula makan malam. Ketika orang itu tidak menyebut basmalah ketika hendak masuk rumahnya, maka berkata setan (teman-temannya),"Malam ini kalian mendapatkan tempat bermalam." Dan ketika dia tidak menyebut basmalah ketika hendak makan, mengatakan pula setan kepada teman-temannya, "Sekarang kamu dapat tempat serta makan malam."
1941. Dari Jabir r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Janganlah kamu makan dengan tangan kiri, karena hanya setan yang makan dengan tangan kiri."
1942. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu makan dan minum, makan dan minumlah dengan tangan kanan, karena hanya setan yang makan minum dengan tangan kiri." 1943. Dari Iyas bin Salamah bin Akwa 'ra, dia mengatakan bahwa ayahnya menceritakan kepadanya, "Seorang priamakan dekat Rasulullah saw. dengan tangan kiri. Maka bersabda beliau kepadanya, "Makanlah dengan tangan kanan!" Jawab orang itu, "Aku tidak bisa!" Sabda Nabi saw., "Tidak bisa? Tidak ada orang yang melarangmu melainkan perasaan sombongmu." Kata Iyas, "Orang itu benar-benar menjadi tidak dapat mengangkattangan ke mulutnya. "
1944. Dari 'Umar bin Abu Salamah r.a. katanya: "Aku pernah tinggal di rumah Rasulullah saw., (kalau makan) tangan ku bergelak kian-kemari (mengambil makanan). Maka bersabda beliau kepada ku." Hai anak muda! Bila kamu hendak makan sebutlah nama Allah lebih dahulu. Gunakanlah tangan kananmu dan ambillahmakanan yang terhidang di dekatmu! "
1945. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, katanya Rasulullah saw. melarang menunggingkan teko, kemudian minum dari mulut teko tersebut. "
1946. Dari Anas ra, dari Nabi saw., Bahwasanya beliau pernah melarang seorang lelaki minum sambil berdiri. Kata Qatadah, lalu kami bertanya: "Kalau makan?" Jawab Anas, "Itu lebih buruk dan lebih keji."
1947. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Aku pernah menuangkan air
untuk Rasulullah saw. di sumur Zam-zam, lalu beliau minum. Padahal ia sedang berdiri. "1948. Dari Abdullah bin Abi Qatadah ra, dari ayahnya katanya:" Bahwasanya Nabi saw. pernah melarang meniupkan napas ke dalam bejana. "
1949. Dari Anas r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. pernah meniup ke dalam bejana tiga kali." 1950. Dari Anas r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. pernah meniup ke dalam minuman tiga kali. Kata beliau." Itu lebih elok, lebih baik dan lebih bagus. "Kata Anas," Karena itu aku meniup tiga kalisetiap minum. "
1951. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. disuguhi orang susu campur air. Di sebelah kanan beliau ada seorang Arab dusun di kirinya Abu Bakar Shiddiq. Setelah ia minum lalu beliau berikan (sisanya) kepada orang Arab dusun sambil berkata," Tolong edarkan ke kanan! "1952 . Dari Sahalbin Sa'ad As Sa'idi r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah diberi minuman oleh seseorang, lalu diminumnya sebagian. Di sebelah kanan beliau ada seorang anak muda remaja sedang di kiri beliau beberapa orang tua. Dia bertanya kepada anak muda tersebut." Engkau izinkankah aku memberikan minuman ini kepadaorang-orang tua itu. "Jawab anak muda," Tidak! Demi Allah, aku tidak akan mengalah kepada siapa pun terhadap bagianku dari pemberian Anda. "Lalu beliau berikan minuman itu kepada anak muda tersebut."
1953. Dari Ka'ab Ibnu Malik r.a. katanya: "Aku pernah melihat Nabi saw. mengulum jari-jari beliau tiga kali sesudah makan."
1954. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila suapanmu jatuh, ambillah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan dia dimakan setan, dan jangan kamu sapu tanganmu dengan lap sebelum kamu kulum jarimu. Karena kamu tidak tahu makananmana yang membawa berkah. "1955. Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra katanya:" Ada seorang lelaki Anshar bernama Abu Syu'aib, dia memiliki seorang pelayan tukang daging. Pada suatu hari Abu Syu'aib melihat Rasulullah saw. Dia tahu dari wajah beliau bahwa beliau sedang lapar. Maka berkata Abu Syu'aib kepadapelayannya. "Kasihan! Siapkan hidangan untuk lima orang. Aku akan mengundang Rasulullah saw. Beserta empat orang lainnya. Setelah hidangan tersedia, Nabi saw. Pun tiba beserta empat orang lainnya dan seorang lagi mengikuti mereka. Tatkala sampai di pintu Nabi saw. Berkata," Teman ini mengikuti kami.Jika engkau izinkan dia turut makan, silakan. Jika tidak, biarkan dia kembali, "Jawab Abu Syuaib," Jangan, tentu aku izinkan, ya Rasulullah! "
1956. Dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. memiliki tetangga
seorang bangsa Persia pandai masak. Pada suatu hari dia memasak hidangan untuk Rasulullah saw. Setelah tersedia maka dia datang mengundangnya. Tanya beliau. "Aisyah bagaimana?" Jawab orang itu. "Dia tidak!" Kata Rasulullah saw. "Kalau begitu aku juga tidak!" Orang itu mengulangi undangannya kembali.Kata Rasulullah saw. "Aisyah bagaimana?" Jawab orang itu. "Dia tidak!" Kata Rasulullah saw., "Kalau begitu aku juga tidak!" Kemudian orang itu mengulangi undangannya pula. Tanya Nabi saw., "Aisyah bagaimana?" Jawab orang itu pada kali ketiga, "Ya, Aisyah juga." Maka pergilah mereka berdua beriringanke rumah tetangga yang orang Persia itu. "
1957. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada suatu malam Rasulullah saw. pergi keluar rumah, tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan Umar. Lalu bertanya beliau," Mengapa Anda keduanya keluar rumah malam-malam begini? "Jawab mereka," Kami lapar, ya Rasulullah! "Kata Rasulullah saw.," Demi Allahyang jiwaku dalam kuasa-Nya, aku juga keluar karena lapar seperti Anda. Marilah! "Mereka pergi mengikutkan dia ke rumah seorang pria Anshar (Abu Haitsam Malik bin Taihan). Sayang dia sedang tidak ada di rumah. Tetapi tatkala istrinya melihat Rasulullah saw. Datang, dia mengucapkan Marhaban waAhlan (Selamat datang). Maka bertanya Rasulullah saw. "Kemana si Fulan (Abu Haitsam)?" Jawab istrinya. "Dia sedang mengambil air tawar untuk kami." Tiba-tiba suaminya datang dan melihat Rasulullah saw. beserta dua sahabat beliau, maka dia berkata, "Alhamdulillah, tidak ada orang yang lebih bahagiadari ku hari ini karena kedatangan tamu yang mulia. "Lalu dia pergi mengambil setandan kurma, di antaranya ada yang masih muda, yang mulai masak dan yang sudah masak betul. Katanya," Silakan dimakan ini, "sambil dia mengambil pisau. Nabi saw. berkata. "Jangan dipotong yang memiliki susu." Maka dipotongnyaseekor kambing lalu mereka makan kambing, makan kurma setandan, dan minum susu. Setelah semuanya kenyang dan puas makan minum. Rasulullah saw. berkata kepada Abu Bakar dan Umar, "Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, kamu akan ditanya kelak pada hari kiamat tentang nikmat yang kamu perolehini. Kamu keluar dari rumah karena lapar dan pulang sesudah memperoleh nikmat ini. "
1958. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Tatkala membolos pertahanan Khandaq sedang dilaksanakan, aku melihat Rasulullah saw. lapar. Karena itu aku kembali ke istri ku, menanyakan kepadanya," Apakah engkau memiliki makanan? Aku melihat Rasulullah saw. telah lapar. "Maka dikeluarkannyasebuah karung, di dalamnya terdapat segantang gandum. Selain itu kami memiliki seekor kambing muda. Maka ku sembelih kambing itu dan istri ku menggiling tepung. Setelah istri ku selesai pekerjaannya, aku pun telah selesai dari pekerjaan ku. Lalu ku potong-potong kambing itu dan ku masukkan kedalam kuali. Kemudian aku pergi ke Rasulullah saw. (Mengundangnya datang untuk makan ke rumah). Sementara itu istri ku mengatakan kepada ku, "Engkau jangan memalukan aku kepada Rasulullah saw. Dan para sahabat beliau." Maka ku temui beliau seraya berbisik kepadanya, "Ya, Rasulullah! Aku menyembelihseekor kambing muda milik kami, dan istri ku telah menggiling segantang gandum yang ada pada kami. Karena itu sudilah Anda datang makan bersama-sama dengan beberapa orang sahabat. "Maka berteriak Rasulullah saw.," Hai orang-orang Khandaq! Jabir membuat hidangan untuk kamu semua. Marilah kita makanbersama-sama! "Sementara itu Rasulullah saw. berkata kepada Jabir," Jangan kamu turunkan kualimu dan jangan dimasak dulu adonan rotimu sebelum aku datang. "Lalu aku pulang. Tidak lama kemudian Rasulullah pun datang diikuti orang banyak. Ketika ku temui istri ku dia menyesali ku, katanya, "Bagaimanaengkau! Bagaimana engkau! "Jawab ku," Aku telah lakukan apa yang engkau pesankan kepada ku. "Maka kukeluarkan adonan roti kami, lalu diberkati oleh Rasulullah saw. Kemudian beliau menuju ke kuali (tempat memasak kambing), maka diberkati pula oleh beliau. Sesudah itu beliau berkata kepada istri ku."Panggillah tukang roti untuk membantumu memasak. Nanti masukkan gulai ke mangkok langsung dari panci dan sekali-kali jangan diturunkan kualimu itu." Mereka semuanya berjumlah seribu orang. Aku bersumpah dengan menyebut nama Allah, semuanya turut makan dan setelah itu mereka pergi. Tapi kuali kami masihtetap penuh berisi seperti semula. Sedangkan adonan masih tersedia pula sebanyak semula. "
1959. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Abu Thalhah menyuruh ku mendatangi Rasulullah saw. untuk mengundangnya makan ke rumahnya, dan Abu Thalhah telah menyediakan hidangan. Lalu aku pergi mengundangnya. Kudapati beliau sedang bersama orang banyak. Dia menengok kepada ku sehingga akumalu karenanya. Lalu kataku, "Abu Thalhah mengundang Anda makan ke rumahnya, sudilah Anda memperkenankan!" Maka katanya kepada orang banyak, "Berdirilah semuanya!" Kata Abu Thalhah, "Ya, Rasulullah! Aku hanya menyediakan makanan untuk Anda seorang." Lalu ia jamah makanan yang tersedia itudan mendoakan berkat bagi makanan tersebut. Kemudian ia berkata, "Suruh masuk kawan-kawan itu sepuluh orang." Kata dia, "Makanlah Tuan-tuan!" Dari sela-sela jari beliau keluar sesuatu (berupa makanan), maka makanlah mereka sampai kenyang, sesudah itu mereka keluar. Kata beliau. "Suruh masuk sepuluhorang lagi. "Mereka makan pula sampai kenyang. Begitulah seterusnya secara bergantian mereka masuk sepuluh orang dan keluar sepuluh orang, sehingga tidak seorang pun yang tertinggal. Semuanya masuk dan makan sampai kenyang. Kemudian ternyata makanan masih bersisa sebanyak semula."
1960. Dari Abdullah bin Ja'far ra, katanya: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. Memakan mentimun dengan kurma yang baru masak."
1961. Dari 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash, dari ayahnya ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memakan tujuh buah kurma yang tumbuh di tanah berbatu-batu hitam (di Madinah) pagi-pagi, dia tidak akan celaka oleh racun sampai sore."
1962. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya kurma (dari jenis yang baik) yang tumbuh di dataran tinggi Madinah mengandung obat."
1963. Dari Sa'id bin Yalid bin 'Amru bin Nufail ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Al Kam-at (jamur) adalah sejenis manna (sejenis makanan) yang diturunkan Allah Ta'ala kepada Bani Israil, airnya mengandung obat untuk penyakit mata."
1964. Dari Jabir Ibnu Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu ketika aku sedang duduk di rumah ku, tiba-tiba lewat Rasulullah saw. Beliau mengingatkan ku lalu aku berdiri menemui beliau. Beliau memegang tangan ku (mengajak ku pergi bersama beliau). Kami berjalan hingga sampai ke rumah salah seorangistri beliau. Dia masuk dan menyilakan ku pula masuk. Karena aku masuk sampai ruang dalam. Dia bertanya kepada istrinya. "Apakah kamu siap makanan?" Jawab mereka, "Ada." Maka dibawanya tiga buah roti lalu dihidangkannya ke hadapan Rasulullah saw. Dia ambil sebuah lagi lalu diletakkannyake tangan ku. Sesudah itu dipatahkan yang ketiga, separuhnya diambil oleh beliau dan separuhnya lagi diletakkannya ke tangan ku. Kemudian beliau bertanya. "Tidak ada sambal?" Jawab mereka. "Tidak ada apa-apa selain cuka." Kata beliau, "Bawalah kemari! Sambal cuka juga enak!"
1965. Dari Abu Ayyub Al Anshari r.a. katanya: "Bila ia diberi makanan oleh seseorang, ia makan dan sebagian lagi diberikannya kepada ku. Pada suatu hari ia memberikan makanan yang tidak dimakannya kepada ku karena di dalamnya ada bawang putih. Lalu kutanya," Apakah bawang putih ituharam? "Jawab beliau." Tidak! Tapi aku tidak suka karena baunya. "Kata Abu Ayyub," Kalau begitu aku juga tidak suka apa yang Anda tidak sukai. "
1966. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata," Aku dalam kesulitan susah hidup dan lapar. "Maka beliau bawa pulang itu ke rumah istri beliau satu persatu menanyakan kalau-kalau mereka ada tersedia makanan. Para istri beliau menjawab." Demi Allahyang mengutus Anda dengan yang hak, aku tidak siap apa-apa selain air. Begitulah jawaban mereka masing-masing. Lalu bersabda beliau kepada para sahabat. "Siapa bersedia menerima tamu malam ini niscaya di beri rahmat oleh Allah Ta'ala." Maka berdirilah seorang pria Anshar seraya berkata, "Aku, yaRasulullah! "Maka dibawanya lah orang itu ke rumahnya. Dia bertanya kepada istrinya," Apakah engkau siap makanan? "Jawab istrinya," Tidak ada, kecuali makanan anak-anak. "Katanya," Pujuklah mereka dengan apa saja. Bila tamu kita dah masuk tunjukkan kepadanya bahwa kita makan bersamanya. Bila diatelah mulai makan, berdirilah ke dekat lampu lalu padamkan. Maka duduklah mereka dan sang tamu pun makanlah. Setelah Subuh, sahabat tersebut bertemu dengan Nabi saw. lalu kata beliau, "Allah kagum dengan cara kamu berdua melayani tamu kalian tadi malam."
1967. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Seorang lelaki Anshar kedatangan tamu dan bermalam di rumahnya. Padahal dia tidak memiliki makanan selain makanan anak-anaknya. Maka berkata dia kepada istrinya." Tidurkan anak-anak dan padamkan lampu. Sesudah itu suguhkan kepada tamu kita apa adanya. "Kata AbuHurairah. "Karena peristiwa itu maka turunlah ayat:" Dan mereka lebih mementingkan tamu dari diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan. (Al Hasyar. 59: 9)
1968. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Makanan seorang cukup untuk dua orang makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang."
1969. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Orang-orang kafir makan dengan tujuh perut, dan orang mukmin makan dengan sebuah perut."
1970. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah saw. kedatangan seorang tamu orang kafir. Rasulullah saw. menyuruh perah seekor kambing untuk sang tamu lalu diminum habis oleh tamu tersebut. Kemudian dia suruh perah seekor lagi lalu diminumnya habis pula. Kemudian disuruhnya perah seekor lagihabis pula diminumnya sehingga akhirnya dia meminum habis susu tujuh ekor kambing. Besok pagi dia masuk Islam. Rasulullah memerintahkan supaya diperas seekor kambing untuknya. Susu itu diminumnya habis. Kemudian disuruh Nabi supaya diperas seekor lagi lalu diberikan pula kepadanya tetapi dia tidak sanggupmenghabiskannya. Maka bersabda Rasulullah saw., "Orang mukmin minum dengan satu perut dan orang kafir minum dengan tujuh perut."
1971. Dari Abu Hurairah ra. Katanya: "Rasulullah saw. Tidak pernah mencela makanan apa saja pun sekali-kali tidak. Ketika ia mengingini menyukai suatu makanan, dimakannya. Dan ketika ia tidak menyukainya dibiarkannya saja."
1972. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. mencela suatu makanan sekali-kali tidak. Bila ia memang ingininya dimakannya dan apabila ia tidak menginginkannya ia diam saja." 1973. Dari Ummu Salamah r.a. katanya Rasulullah bersabda: "Barangsiapa minum dibejana emas atau perak, niscaya kelak api neraka jahanam mencurahi didalam perutnya. "
1974. Dari Al Bara 'bin' Ab ra, katanya, "Rasulullah saw. Memerintahkan kepada kami tujuh hal yang melarang kami dari tujuh hal. Dia memerintahkan: (1) Mengunjungi orang sakit. (2) Menziarah jenazah. (3) Mendoakan orang bersin. (4) Menepati sumpah. (5) Menolong orang yang teraniaya. (6)Memenuhi undangan. (7) Menyebarluaskan salam. Dia melarang: (1) Memakai cincin emas, (2) Minum dari bejana perak, (3) Memakai seperai sutra, (4) Memakai sutra campur katun, (5) Memakai sutra biasa. (6) Memakai sutra tebal, (7) Memakai sutra kembang. "1975. Dari Abdullah bin 'Ukaim ra katanya:"Kami berada di Madain bersama Hudzaifah. Hudzaifah minta minum lalu diberi minum oleh pembesar negeri itu dalam bejana perak. Maka dilemparkan bejana itu oleh Hudzaifah seraya katanya," Kukhabarkan kepada mu bahwa aku telah memerintahkan kepadanya untuk tidak memberi ku minum dalam bejana perak. Karenasesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: "Jangan minum dalam bejana emas atau perak dan jangan memakai sutera kembang atau sutera biasa, karena sesungguhnya barang-barang itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia, dan untuk kamu kelak di akhirat."
1976. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Umar (bin Khaththab) melihat 'Utharid At Tamimi berdiri di pasar menunjukkan sebuah baju sutra.' Utharid adalah seorang pria yang dekat dengan para raja dan memperoleh baju itu dari mereka. Kata 'Umar." Aku melihat si' Utharid berdiri di pasar memamerkansebuah baju sutra. Alangkah bagusnya seandainya Anda beli untuk memakainya di saat menerima para utusan Arab yang datang menghadap Anda, agaknya ia mengatakan pula, dan untuk Anda pakai berkhotbah hari Jum'at - Jawab Rasulullah saw., "Yang memakai sutra di dunia hanyalah orang yang tidak dapatbagian di akhirat. "Tidak berapa lama sesudah itu Rasulullah saw. diberi orang beberapa helai pakaian sutra. Lalu ia kirimkan kepada Umar sehelai kepada Usamah bin Zaid sehelai, dan beliau berikan kepada Ali bin Abi Thalib sehelai seraya katanya kepada Ali," Potong baju itu untuk selendangistrimu! "Umar datang kepada beliau membawa baju sutra yang dikirimkan Nabi saw. untuknya. Kata 'Umar," Ya, Rasulullah! Untuk apa Anda kirimi aku baju sutra ini? Bukankah kemarin Anda telah mengatakan kepada ku tentang baju yang dipamerkan si 'Utharid? "Jawab Rasulullah saw.," Aku tidak mengirimkannyakepada mu untuk kamu pakai, tapi ku kirimkan supaya engkau manfaatkan dalam memenuhi kebutuhanmu. "Adapun Usamah, dengan gembira dipakainya baju itu. Karena itu Rasulullah saw. memandang kepadanya dengan pandangan yang menunjukkan ia tidak setuju dengan perbuatan Usamah itu. Kata Usamah," Ya ,Rasulullah! Mengapa Anda memandang ku seperti itu, bukankah Anda yang mengirimi ku baju ini? "Jawab Rasulullah saw.," Aku tidak mengirimkannya untuk kamu pakai sendiri tetapi supaya engkau potong menjadi selendang istri mu. "
1977. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. memungkinkan Zubair bin 'Awwam dan' Abdurrahman bin 'Auf memakai pakaian sutra karena keduanya menderita penyakit kulit (exceem). "1978. Dari Ali bin Abi Thalib ra, katanya Rasulullah saw. telah melarang berpakaian seperti pendeta dan memakai pakaiantercelup dengan warna kuning, memakai cincin emas dan membaca Qur'an dalam ruku '.
1979. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa memakai pakaian yang berjela-jela (terlalu panjang), maka Allah Ta'ala tidak memandangnya kelak di akhirat."
1980. Dari Muhammad yaitu Ibnu Ziyad r.a. katanya dia mendengar Abu Hurairah r.a. mengatakan ketika dia melihat seorang pria menghela izar (sarung) nya yang menyapu tanah, yaitu seorang Amir (pembesar) dari Bahrain, sambil berkata, "Pembesar lewat! Pembesar lewat!" Sabda Rasulullah saw., "SesungguhnyaAllah tidak menengok ke orang yang menghela sarungnya, karena sombong. "1981. Dari Anas bin Malik ra katanya:" Ketika Rasulullah saw. akan mengirim surat kepada Raja Rum, para sahabat mengatakan bahwa mereka (orang-orang Rum) tidak ingin membaca surat tanpa setempel. Karena itu Rasulullah saw.membuat sebuah cincin dari perak. Aku tampaknya masih melihat bagaimana cemerlangnya cincin itu di tangan beliau, berinitial 'Muhammad Rasulullah'. "1982. Dari Anas bin Malik ra katanya:" Rasulullah saw. memakai cincin perak bermata 'Aqiq hitam yang diletakkan nya di sebelah telapak tangan. "1983.Dari Jabir r.a. katanya: "Aku mendengar Nabi saw. bersabda dalam suatu peperangan yang kami hadapi bersama, sabdanya:" Biasakanlah memakai terompah, karena terompah itu sama fungsinya dengan kendaraan (memelihara kaki). "
1984. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila kamu memakai terompah mulailah dengan yang kanan dan bila kamu membukanya mulai dengan yang kiri. Pakailah keduanya sekaligus dan lepaskan keduanya sekaligus."
1985. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan berjalan dengan memakai terompah sebelah. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali."
1986. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang makan dengan tangan kiri, berjalan dengan terompah sebelah, berpakaian seperti karung (tanpa tangan dan tanpa baju dalam), dan duduk mencangkung (duduk dengan meninggikan lutut) dengan pakaian selapis (tanpa celana dalam) sehingga aurat terbuka. "1987.Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Jangan tidur telentang dengan meletakkan kaki yang sebelah atas yang lain (tanpa pakaian dalam sehingga aurat terbuka)."
1988. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Di hari penaklukan Makkah dibawa orang ke hadapan Rasulullah saw. Abu Quhafah, dengan rambut dan janggutnya memutih seperti garam. Maka bersabda Rasulullah saw.," Celuplah (rambut dan janggut Anda) selain dengan warna hitam. "
1989. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mencelup (rambut dan janggut mereka). Karena itu lainilah mereka."
1990. Dari Aisyah r.a. katanya: "Jibril berjanji akan datang berkunjung kepada Rasulullah saw. pada suatu waktu yang ditentukan. Ketika waktu itu telah tiba, ternyata Jibril belum datang. Di tangan beliau ada sebuah tongkat. Maka diletakkannya tongkat itu sambil berkata," Allah dan Rasulnya tidak menyalahijanji. "Dia menoleh, maka terlihat olehnya seekor anak anjing kecil di bawah tempat tidur. Tanya beliau," Hai. 'Aisyah! Sejak bila anak anjing itu masuk ke sana? "Jawab Aisyah." Wallah! Aku tidak tahu! "Rasulullah menyuruh keluarkan anak anjing itu lalu dikeluarkan. Maka datanglah Jibril. Rasulullahsaw. bertanya, "Anda berjanji akan datang pada waktu yang telah ditentukan. Aku telah menunggu-nunggu tetapi Anda tak kunjung tiba." Jawab Jibril, "Aku terhalang oleh anjing dalam rumah Anda. Kami (bangsa Malaikat) tidak ingin masuk ke dalam rumah yang di situ ada anjing dan gambar-gambar (hewan)." 1991.Dari Abdullah Ibnu 'Abbas r.a. katanya Maimunah menceritakan kepadanya bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw. terlihat diam karena susah dan sedih. Kata Maimunah, "Ya, Rasulullah! Aku heran melihat sikap Anda sehari ini. Apa yang terjadi?" Jawab Rasulullah saw., "Jibril berjanji akan datang menemuiku malam tadi, ternyata dia tidak datang. Ketahuilah dia pasti tidak menyalahi janji dengan ku! "Rasulullah saw. Selalu terlihat susah dan sedih sehari ini. Kemudian ia melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur kami, lalu dia suruh keluarkan anak anjing itu. Kemudian diambilnya airlalu dipercikinya bekas-bekas tempat anak anjing itu. Ketika hari sudah petang. Jibril datang mendahului beliau. Kata beliau kepada Jibril, "Anda berjanji akan datang pagi-pagi." Jawab Jibril, "Benar! Tapi kami tidak dapat masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar (hewan)." Esokpagi Rasulullah saw. memerintahkan supaya membunuh semua anjing sampai anjing penjaga kebun kecil sekalipun tetapi membiarkan anjing penjaga kebun yang luas. "
1992. Dari Aisyah r.a. katanya dia membeli bantal-bantal kecil bergambar-gambar. Maka tatkala Rasulullah saw. melihat bantal-bantal tersebut ia berhenti di pintu dan tidak langsung masuk. Aku segera tahu dari wajah beliau bahwa beliau tidak senang. Kata Aisyah, Rasulullah! Aku taubat kepada Allah,dan Rasul-Nya. Apakah kiranya salahku? "Rasulullah saw. Balik bertanya." Gambar-gambar apa itu? ""
Jawab Aisyah. "Aku beu untuk tempat duduk Anda, atau tempat Anda bersandar: 'Sabda Rasulullah saw .." Pelukis gambar-gambar ini akan disiksa kelak di hari kiamat seraya dikatakan kepada mereka, "Hidupkanlah gambar-gambar yang kamu lukis itu!"
Kemudian sabda beliau. "Sebuah rumah yang ada di dalamnya gambar-gambar (hewan). Malaikat tidak mau masuk ke rumah itu."
1993. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya ada patung-patung atau gambar-gambar (hewan)."
1994. Dari Abu Hurairah r.a. .katanya Rasulullah saw. bersabda: "Malaikat tidak ingin menemani orang-orang yang di rumah mereka ada anjing dan lonceng."
1995. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Lonceng itu adalah seruling setan."
1996. Dari Jabir r.a. katanya: "Rasulullah saw. melarang memukul dan membuat merek (menggambari dengan besi panas atau dengan tatto pada luka." 1997. Dari Jabir ra katanya: "Rasulullah saw. bertemu dengan seekor keledai yang dicap mukanya. Maka bersabda beliau," Allah mengutuk orang yang mencapnya. "1998.Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Aku pernah melihat di tangan Rasulullah saw. alat cap, dan ketika itu ia sedang memberi cap (memberi tanda) unta-unta sedekah (zakat)"
1999. Dari Ibnu Umar r.a. katanya Rasulullah saw. telah melarang melakukan qaza '. Tanya Abdullah kepada Nafi ', "Apa itu qaza'?" Jawab Nafi ', "Mencukur sebagian rambut kepala anak dan membiarkannya sebagian." 2000. Dari Abu Said Al Khudri r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Hindarilah olehmu duduk-dudukdi pinggir jalan! "Jawab para sahabat," Kami terpaksa duduk-duduk di situ memperbincangkan hal-hal yang perlu. "Sabda RasuluUah saw.," Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, berikan hak jalanan. "Tanya mereka," Apa haknya, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Picingkan mata, jangan mengganggu, jawabsalam (orang lalu), menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar. "
2001. Dari Asma 'binti Abu Bakar ra, katanya ada seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata kepada beliau, "Aku memiliki seorang anak gadis yang akan menjadi mempelai. Dia terkena penyakit campak sehinga rambutnya rontok. Dapatkah kusambung rambutnya?" Sabda Rasulullah saw., "AllahTaala mengutuk orang yang menyambung rambut dan yang meminta supaya rambutnya terhubung. "
2002. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Nabi saw. melarang keras menyambung rambut kepala wanita dengan sesuatu yang lain."
2003. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. mengutuk orang yang menyambung rambut dan yang meminta rambutnya disambung. Dan menguluk pembuat tato dan yang meminta tato."
2004. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua macam penduduk neraka yang keduanya belum terlihat olehku. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi. yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-Wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (karena pakaiannyaterlalu mini, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), dan wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapatmencium bau surga. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. "
2005. Dari Asma (binti Abu Bakar Shiddiq) r.a. katanya: "Seorang wanita datang kepada nabi saw. seraya berkata." Aku memiliki kebutuhan. Berdosakah kalau aku berdandan dengan harta suami ku yang belum diberikannya kepada ku? "Jawab Rasulullah saw.," Orang yang berdandan dengan apa yang belum diberikansuaminya, sama dengan memakai dua helai baju palsu (penuh dosa): "
2006.Dari Anas r.a. katanya: "Ada seseorang memanggil-manggil (orang lain) di Baqil, katanya." Ya, Abal Qasim! "Lalu menoleh kepadanya Rasulullah saw. Kata orang itu," Ya, Rasulullah! Bukan Anda yang kumaksud. Sesungguhnya aku memanggil si Fulan. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Bisa memberi nama dengannamaku, tapi jangan memberi gelar dengan Gelaranku! "
2007. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "(Isteri) seseorang melahirkan seorang anak laki-Iaki, lalu di- berinya nama 'Muhammad" Maka berkata keluarga orang itu, "Kami tidak memungkinkan Anda menamai anakmu dengan nama Rasulullah saw." Maka digendongnya anaknya menemui Nabi saw., Seraya katanya,"Ya Rasulullah! Anakku lahir seorang laki-laki, lalu kuberi nama 'Muhammad'. Keluargaku mengatakan tidak bisa memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Bagaimana itu?" Sabda Rasulullah saw .. "Namailah dengan namaku. Tapi jangan menggelari dengan gelarku. Aku bergelar 'Qasim' (tukang bagi) karena akumembagi-bagikan rahmat Allah di antara kamu sekalian. "2008.Dari Ibnu Umar ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Sesungguhnya nama-nama yang paling disukai Allah Taala adalah nama-nama seperti: 'Abdullah, Abdurrahman (dan sebagainya). "
2009. Dari 'Ibnu' Umar r.a. katanya:
"Anak perempuan 'Umar bernama' Ashiyah '(si Durhaka). Maka dikonversi oleh Rasulullah saw. Dengan' Jamilah '(si Cantik)."
2010. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Juwairiyah pertama benama 'Barrah' (si Baik atau si Suci). Kemudian nama itu diubah oleh Rasulullah saw. dengan 'Juwairiyah', karena ia tidak suka (ketika ia keluar dari rumah Juwairiyah) dikatakan keluar dari Barrah (keluar dari kebaikan atau keluardari kesucian).
2011.Dari Muhammad bin 'Amar bin' Atba 'r.a. katanya: "Aku menamai anak perempuanku 'Barrah'. Maka berkata kepada ku Zainab binti Abi Salamah," Rasulullah saw. telah melarang memberi nama anak dengan nama ini. Dahulu namaku pun Barrah. Lalu Sabda Rasulullah saw., "Janganlah kamu menganggap diri mutelah suci. Allah Taala-Iah yang lebih tahu siapa-siapa sesungguhnya orang yang baik atau suci di antara kamu. "Tanya para sahabat," Lalu nama apakah kami berikan kepadanya? "Jawab beliau." Namai dia 'Zainab' "
2012. Dari Abu Hurairah r.a. dari nabi saw. sabdanya: "Sesungguhnya nama yang terburuk di sisi Allah Ta'ala adalah nama" Malikul Amlak "(Maha Raja Diraja); karena tidak ada Raja selain Allah." 2013. Dari Asma '(binti Abu Bakar Shiddiq) r.a. katanya: "Ketika dia mengandung anaknya 'Abdullah bia Zubair,dia masih berada di Makkah. Kemudian dia hijrah ke Madinah, padahal dia sudah hamil tua. Sesampainya di Quba 'dia melahirkan. Lalu dia membawa anaknya kepada Rasulullah dan meletakkannya di pangkuan nya. Rasulullah meminta kurma sebuah lalu dikunyahnya. Sesudah itu, disuapkannya ke mulut bayi tersebut.Itulah makanan yang pertama-tama masuk ke mulut bayi itu, kurma yang telah bercampur dengan air ludah beliau. Kemudian Nabi saw. mendoakan berkat baginya. Itulah bayi yang pertama-tama lahir dalam Islam. "2014. Dari Mughirah bin Syubah ra katanya:" Tidak ada orang bertanya kepada Rasulullah saw. perihaldajal yang lebih banyak dari pertanyaanku. "Karena itu Rasulullah saw. bersabda kepada ku," Hai, anakku! Engkau tak usah terlalu risau memikirkannya. Dia tidak akan mencelakakanmu! '.' Kataku, "Orang-orang mengatakan bahwa Dajjal itu memiliki sungai yang mengalir dan bukit roti." Sabda beliau. "Itu sangatmudah bagi Allah Taala menciptakannya. "
2015. Dari Abu Said AI Khudri r.a. katanya: "Ketika aku duduk dalam suatu acara Anshar di Madinah, tiba-tiba datang Abu Musa tergopoh-gopoh. Lalu kami tanyai dia," Apa kabar Anda? "Jawab Abu Musa, 'Umar (bin Khathab) memanggil ku supaya aku datang menemuinya . Setelah aku tiba di muka pintunya, akumemberi salam sampai tiga kali, tetapi tidak ada jawaban. Karena itu aku pulang saja kembali. Kemudian 'Umar menanyai ku,' Mengapa engkau tidak datang, apa halanganmu? "Jawab ku," Aku telah mendatangi Anda dan memberi salam di muka pintu rumah Anda tiga kali tetapi tidak ada jawaban. Karena itu akupulang saja kembali. Rasulullah saw. telah bersabda. "Apabila kamu telah minta izin (memberi salam) tiga kali tidak dijawab. Pulang sajalah kembali. Kata 'Umar." Adakan saksi atas keteranganmu itu. Kalau tidak ku hukum engkau! "
2016. Dari Abu Musa AI Asy'ari r.a. katanya dia datang menemui 'Umar bin Khathab .. Lalu dia memberi salam. "Assalamualaikum, saya Abdullah bin Qais (nama Abu Musa).", Tapi tidak ada yang menyahuti salamnya. Kemudian diulangnya memberi salam sampai tiga kali, tapi tetap tidak ada yang menyahut. Karenaitu dia pulang saja kembali. Kata 'Umar sesudah itu, "Panggil, panggil dia ke mari." Setelah Abu Musa datang. 'Umar berkata. "Wahai Abu Musa kenapa Anda pulang? Kan kami sedang sibuk." Kata Abu Musa. "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda," Minta izin (memberi salam) tiga kali. Jika diizinkan silakanmasuk. Jika tidak, pulang saja kembali. "Kata 'Umar," Engkau harus mendatangkan saksi ke hadapanku kaitannya dengan hadis itu. Jika tidak, ku hukum kamu. "Lalu pergilah Abu Musa. Kata 'Umar," Jika mendapatkan saksi, kalian akan menemukannya petang nanti dekat mimbar. Jika tidak, kalian tidak akan menemukannya,'Tatkala hari telah petang, mereka mendatangi Umar. Kata 'Umar. "Bagaimana. Hai Abu Musa? Apakah kamu telah mendapatkan saksi?" Kata Abu Musa. "Sudah! Yaitu Ubaiya bin Kaab!" kata Umar, "Bisa! Dia saksi yang adil (memenuhi syarat). Hai. Abu Thufail! Bagaimana pendapatmu (kesaksianmu) tentang masalahini? "Jawab Ubaiya bin Kaab." Memang. aku telah mendengar pula Rasulullah saw. bersabda seperti yang dikatakan Abu Musa. Karena itu janganlah Anda gegabah menjatuhkan hukuman terhadap para sahabat RasuluIlah! "Jawab 'Umar." Subhanallah! Sekarang aku telah mendengar hadis darimu. Karena itu aku lebihsuka menyelidiki akan kebenarannya. "2017.Dari Jabir bin 'Abdullah ra katanya:" Aku datang ke rumah "Nabi saw. lalu kupanggil dia. Rasulullah menyahut sambil bertanya," Siapa itu? "Jawab ku," Saya! "Lalu beliau keluar sambil berkata, "Saya ...! Saya. . . '"
2018. Dari Ibnu Syihab ra, katanya Sahal bin Saad As Saidi mengabarkan kepadanya bahwa seorang laki-laki mengintip ke kamar Rasulullah saw melalui pintu. Ketika itu Rasulullah saw. sedang menyisir rambut dengan sebuah sisir besi. Tatkala ia mengetahui ada orang mengintip, katanya. "Jikaaku tahu engkau mengintip, kukorek matamu. Izin (yaitu memberi salam) telah disyariatkan Allah Taala supaya jangan mengintip "2019. Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Sabdanya" Siapa menengok ke dalam rumah seseorang tanpa izin pemiliknya, mereka dapat mencungkil mata orang itu. "
2020. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. kalau aku terlihat tanpa sengaja. Maka beliau memerintahkan supaya memalingkan penglihatan secepatnya."
2021. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang berkendaraan hendaklah memberi salam kepada pejalan kaki, orang yang berjalan kepada orang duduk. dan orang sedikit kepada orang banyak"
2022. Dari Thalhah ra, katanya: "Pada suatu ketika. Kami sedang duduk-duduk dan berbicara di jalanan. Rasulullah saw. Mendatangi kami seraya bersabda:" Apa kerja kalian duduk-duduk di jalanan? Jauhilah duduk-duduk di jalanan! "Jawab kami." Kami hanya sekadar duduk-duduk dan berbicara. "Sabdabeliau. "Kalau begitu, bayar hak jalanan. Yaitu picingkan mata. Jawab salam dan berbicaralah yang berguna (baik)!"
2023.Dari Abu Said Al Khudri ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Jauhilah duduk-duduk di jalanan!" Jawab para sahabat "Kami tidak mengapa-ngapa ya Rasulullah. Hanya sekadar berbicara." 'Sabda Rasulullah saw ". Jika kalian keberatan meninggalkan acara jalanan itu, penuhilah hak jalanan!" Tanya parasahabat "Apakah hak jalanan itu '!" Sabda beliau. "Picingkan matamu, jangan kurang ajar. Jawab salam (orang yang lewat). Mengerjakan yang maaruf dan mencegah yang mungkar." 2024. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw bersabda: "Kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim adalah:(1) Menjawab salam. (2) Mendoakan yang bersin. (3) Memenuhi undangan. (4) Mengunjungi yang sakit dan (5) Ikuti mengantar jenazah. "
2025. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hak seorang muslim terhadap seorang muslim enam hal." Lalu beliau ditanya orang, "Apa yang enam hal itu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, (1) Bila engkau bertemu dengannya, ucapkanlah Salam kepadanya. (2) Bila dia mengundangmu, penuhilahundangannya. (3) Bila dia minta nasihat, berilah dia nasihat. (4) Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia mendapat rahmat. (5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. (6) Dan bila dia meninggal, ikutlah mengantar jenazahnya ke kuburan. "2026. Dari Anas ra, katanya:" Para sahabat Nabi saw.bertanya kepada beliau, "Jika Ahli Kitab memberi salam kepada kami bagaimana kami menjawabnya?" Jawab beliau, "Ucapkan: Wa 'alaikum"
2027. Dari 'Abdullah bin Dinar ra, bahwasanya dia mendengar Ibnu' Umar bertanya kepada Rasulullah saw., Maka jawab beliau, 'Orang-orang Yahudi, bila mereka memberi salam kepada mu, maka ada salah seorang di antara mereka yang mengucapkan: As saamu 'alaikum. Maka jawablah, 'Alaika'
2028. Dari 'Aisyah ra, katanya: "Se rombongan orang-orang Yahudi minta izin bertetamu kepada Rasulullah saw, lalu mereka ucapkan: Assaamu' alaiku" 'Jawab' Aisyah. "Bal'alaikunnus Saan wal lanah. Maka bersabda Rasulullah saw." Ya, Aisyah! Sesungguhnya Allah swt. senang keramah-tamahan dalam segalaurusan 'Kata' Aisyah, "Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka" Jawab beliau. "Ya aku mendengarnya bahkan telah kujawab, wa 'alaikum."
2029.Dari Abu Hurairah ra .. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah kamu mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam '
2030. Dari Anas bin Malik ra, katanya: Rasulullah saw. bertemu dengan beberapa orang anak. lalu beliau memberi salam kepada mereka: '
2031.Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya. "Tanda izin masuk bagi mu ialah bila tirai telah diangkat. Dan engkau dapat mendengarkan pembicaraan yang ku rahasiakan, kecuali bila ku larang"
2032. Dari 'Aisyah ra. Katanya: "Para istri Rasulullah saw. Keluar waktu malam ketika mereka hendak buang hajat ke tempat yang telah disediakan di lapangan. Lalu' Umar bin Khathab mengusulkan kepada Rasulullah saw. Sehingga para istri beliau memakai hijab. Tetapi Rasulullah saw. diam saja, tidakmelakukan apa yang diusulkan 'Umar. Maka pada suatu malam keluar istri beliau, Saudah binti Zamah, lalu ditegur oleh 'Umar. "Hai, Saudah! Kami mengenali engkau!" kata 'Umar. Sesungguhnya 'Umar menegurnya hanya karena dia ingin semoga Allah swt. menurunkan ayat yang memerintahkan hijab. Kata 'Aisyah."Memang, tidak lama kemudian maka turunlah ayat hijab."
2033. Dari Jabir r.a .. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketahuilah! Seorang laki-Iaki bukan muhrim tidak bisa bermalam di rumah perempuan janda. kecuali jika dia telah menikah dan suaminya ada di rumah, atau ada muhrimnya.2034. Dari Uqbah bin 'Amir ra. katanya RasuluIlah saw. bersabda:" Hindarilaholehmu masuk ke rumah-rumah wanita! "Lalu bertanya seorang Anshar." Ya. RasuluIlah! Bagaimana pendapat Anda tentang Al Hamwu (keluarga dekat bagi suaminya). "Jawab Rasulullah saw.," Bahkan itu lebih berbahaya. "
2035. Dari 'Abdullah bin' Amru bin Ash ra, katanya: "Beberapa orang Bani Hasyim datang ke rumah Asma 'binti' Umais, istri Abu Bakar Shiddiq (ketika Abu Bakar sedang tidak di rumah). Tiba-tiba Abu Bakar pulang dan bertemu dengan mereka. Abu Bakar merasa kurang senang atas kedatangan mereka yang demikian.Lalu diceritakannya hal itu kepada Rasulullah saw. Jawab beliau, "Aku tidak melihat sesuatu yang buruk atas kedatangan mereka. Sesungguhnya Allah swt. Telah menyucikan Asma 'binti' Umais dari hal-hal yang demikian." Kemudian ia naik ke mimbar lalu beliau bersabda: "Sesudah hari ini, seorang laki-Iakitidak bisa masuk ke rumah seorang wanita yang suaminya sedang pergi, kecuali bila laki-laki itu disertai seorang atau dua orang teman laki-laki. "
2036. Dan Anas r.a. kalanya: '' Pada suatu ketika. Nabi saw. sedang berdua dengan salah seorang istri beliau. Kebetulan lewat ke dekat beliau seorang laki-laki. Orang itu disebut oieh Nabi saw., Maka dia datang menemui beliau. Lalu Nabi saw. berkata kepadanya, "Hai, Fulan! Ini isteriku. si Fulanah."Jawab orang itu, "Ya, Rasulullah! Aku tidak menduga apa-apa dengan Anda." Sabda beliau, "Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah."
2037. Dan Shafiyah binti Huyay r.a. katanya: "Pada suatu ketika, Nabi saw. sedang i'tikaf. Aku mendatangi beliau malam hari, lalu aku berbicara kepadanya. Sesudah itu aku berdiri hendak pulang dan ia berdiri pula mengirim ku - ketika itu Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid -. Tiba- tiba lewatdua orang laki-laki Anshar, Tatkala mereka melihat Nabi
saw, mereka mempercepat jalan mereka, Nabi saw. berkata kepada mereka, "Hai, pelan-pelan sajalah kalian. Ini adalah isteriku, Shafiyah binti Huyay" Jawab mereka, "Subhanallah, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Aku khawatir kalau-kalausetan membisikkan sesuatu yang jahat ke dalam hati kalian. "2038. Dari Abu Waqid AI Laitsi ra katanya:" Pada suatu waktu ketika Rasulullah saw. sedang duduk di masjid beserta orang banyak (memberikan pengajian). tiba-tiba datang tiga orang serombongan. Yang dua orang mendatangi Rasulullah saw sedangyang seorang lagi langsung pergi begitu saja. Seorang di antara yang berdua mencari-cari tempat lowong dalam halaqah, lalu dia duduk di situ. Dan yang seorang lagi mencari-cari tempat dan duduk di bagian belakang. Dan orang yang ketiga pergi saja kembali. Setelah Rasulullah saw. selesai memberikan pengajianbeliau bersabda, "Perhatikanlah, kuberitahukan kepada Anda sekalian tentang orang yang bertiga itu. Satu di antaranya mencari tempat di sisi Allah, maka Allah melapangkan tempat baginya. Orang yang kedua malu-malu, maka Allah malu pula kepadanya. Dan orang yang ketiga jelas berpaling , maka Allah berpalingpula darinya. "
2039. Dari Ibnu 'Umar r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Janganlah kamu menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya. kemudian kamu duduki tempatnya itu. Tetapi hendaklah kamu saling lapang-melapangi '2040. Dari Salim ra dia menceritakan dari Ibnu' Umar ra. bahwa Nabi saw. bersabda" Janganlah kamumembiarkan saudara mu berdiri dari tempat duduknya. kemudian kamu duduki tempatnya itu. "Kata Salim selanjutnya. Karena itu ketika seseorang berdiri untuk memberikan tempat duduknya kepada Ibnu 'Umar dia tidak ingin menempatinya."
2041. Dari Jabir r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Janganlah kamu menyuruh saudara mu berdiri pada hari Jumat dari tempat duduknya untuk kamu gantikan tempatnya itu, tetapi katakanlah kepadanya." Marilah berlapang-lapang! "
2042. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda "Apabila salah seorang kamu berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia kembali lagi ke tempatnya itu, maka dia
lebih berhak dengan tempatnya. "
2043. Dari Ummu Salamah r .a .. katanya seorang banci datang ketika Rasulullah saw. sedang berada di rumahnya (Ummu Salamah). Maka berkata si Banci kepada saudara laki-laki Ummu Salamah, "Hai Abdullah bin Abi Umayyah! Jika Allah memperlihatkan bagi mu satu golongan besok. Maka aku akan menunjukkan bagimu anak Perempuan Ghailan. Kalau dia menghadap, dia menghadap dengan empat anggota tubuhnya dan kalau dia membelakang, dia membelakang dengan delapan anggota tubuhnya, "Rasulullah saw. Mendengar ucapan si Banci itu, lalu beliau bersabda. Jangan izinkan lagi dia masuk ke rumah mu!"
2044. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Seorang banci masuk ke tempat para isteri Nabi saw. Lalu mereka menganggapnya seperti orang yang tidak memiliki berahi terhadap perempuan. Pada suatu hari Nabi saw. datang, dan si Banci itu sedang berada di antara mereka. Dia menggambarkan perempuan dengan katanya:"Wanita bila menghadap dia menghadap dengan empat anggota tubuhnya dan bila membelakang, dia membelakang dengan delapan anggota tubuhnya." Maka bersabda Nabi saw., "Perhatikanlah, bukankah dia mengerti apa yang ada di sini! Karena itu janganlah kalian izinkan lagi dia masuk ke rumah kalian 'Kata' Aisyah,"Sejak itu rumah kami tertutup bagi si banci."
2045. Dari Asma 'binti Abu Dakar rakatanya: Aku kahwin dengan Zubair. sedangkan dia tidak memiliki apa-apa. Tidak punya server dan sebagainya. selain hanya. seekor kuda. Karena itu akulah yang memberi makan kuda dan merawat serta melatihnya. Aku pula yang menumbuk biji kurma untuk makan. menyediakanmakan dan minumnya. dan aku pula yang menjahit dan memasak. Tapi aku tidak pandai membuat roti. Karena itu roti kami dibuatkan oleh tetangga kami orang-orang Anshar. Mereka adalah wanita-wanita yang baik. Kata Asma 'selanjutnya. "Aku juga menjunjung buah kurma dikepala ku dari kebun yang dijatahkanRasulullah saw. kepada Zubair. membawanya sejauh dua farsakh. Pada suatu hari aku membawa buah kurma yang ku junjung di kepala ku. Di tengah jalan aku bertemu dengan Rasulullah saw. beserta beberapa orang sahabatnya. "LKH! Ikh!" kata beliau menghentikan dan menyuruh untanya berlutut untuk memboncengku di belakangnya. "Tapi aku malu, dan aku tahu bahwa engkau pencemburu." kata Asma 'kepada Zubair suaminya. Jawab Zubair, "Demi Allah, sesungguhnya bebanmu menjunjung buah kurma di kepalamu, bagi ku terasa lebih berat daripada engkau membonceng dengan beliau."
Kata Asma 'selanjutnya, Akhirnya, sesudah kejadian itu Abu Bakar. ayah ku, mengirim seorang pelayan untuk kami. Dia mengambil alih pemeliharaan kuda menggantikan ku. Rasanya seolah-olah aku terbebas dari beban dan pekerjaan berat. "
2046. dari 'AbdulIah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu bertiga, maka janganlah yang dua orang berbisik tanpa yang ketiga sebelum dia berbaur dengan orang-orang lain. Karena hal itu dapat menyinggung perasaan."
2047, Dari 'Aisyah r.a. istri Rasulullah saw., katanya: "Bila Rasulullah saw sakit, Jibril datang memanterainya. Ucap Jibril," Bismillaahi yubriika, wa mill kulli daa-in yusyfiika, wa min syari hasidin idza hasad, wa syarri kulli dzi 'ainin. "2048. Dari Abu Sa'id ra., Katanya:" Jibril datang kepadaNabi saw., Lalu dia bertanya. "Ya, Muhammad! Apa kah engkau sakit? '" Jawab beliau, "Ya!" Lalu Jibril membaca mantera, "Bismillalli arqiika min kulli syai-in yu'dziika, min syarri Nafsin au 'ainin hasidin. Allaahu yasyfiika, bismilahi arqiika. (Dengan nama Allah ku menterai engkau dari segala yang menyakiti,tersebab kejahatan manusia atau pengaruh jahat pandangan mata di pendengki. Allah akan menyembuhkan dengan nama Allah ku manterai engkau) 2049. Dari Ibnu 'Abbas r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Penyakit yang timbul dari pengaruh jahat pandangan mata memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar,tentulah itu pengaruh pandangan mata. Karena itu ketika kamu disuruh mencuci mata, maka cucilah! "
2050. Dari Aisyah ra. katanya: "Seorang Yahudi dari Bani Zuraiq, bernama Labid bin Asham, menyihir Rasulullah saw. sehingga beliau mengigau karenanya. Yaitu bahwa beliau rasanya melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak dilakukannya. Karena itu pada suatu hari atau suatu malam ia mendoa, kemudianmendoa dan mendoa. Sesudah itu ia bertanya kepada 'Aisyah. "Ya. 'Aisyah! Ingatkah engkau bahwa Allah swt. Pernah memberitakan kepada ku tentang kedatangan dua orang laki-Iaki. Yang satu duduk dekat kepala ku dan yang satu lagi dekat kedua kaki ku. Lalu orang yang dekat kepala ku bertanya kepadaorang yang dekat kaki ku atau sebaliknya. "Apakah sakit orang ini?"
Jawabnya. "Kena sihir!" Tanya. "Siapa yang menyihirnya? ' Jawab, "Labid bin Asham!" Tanya. "Dengan apa disihirnya?" Jawab. "Pakai sisir dan rambut yang rontok bersama sisir itu serta mayang kurma kering." Tanya, "Di mana sekarang?" Jawab, "Di sumur Dzi Arwan. "Kata 'Aisyah," Rasulullah saw. pergi mencaribarang-barang itu ditemani beberapa orang sahabat. Kemudian beliau bersabda, "Ya Aisyah. Ku lihat air sumur itu kemerahan warnanya, sedang pohon kurmanya terlihat bagaikan kepala setan." Lalu aku bertanya, "Apakah Anda tidak membakarnya?" Jawab Nabi saw., "Tidak! Karena Allah swt. Telah menyembuhkanku dan aku tidak ingin membalas kejahatan orang; oleh sebab itu ku suruh kuburkan saja! "
2051. Dari Anas ra, katanya: '' Seorang perempuan Yahudi mengantarkan daging yang telah dibubuhinya racun kepada Nabi saw lalu beliau makan sebagian. Kemudian perempuan itu dibawa orang ke hadapan Rasulullah saw. lalu beliau mengajukan kepadanya tentang racun itu. Jawabnya, "Aku sengaja hendak membunuhAnda, "Sabda Nabi saw" "Tidak mungkin Allah swt. Akan memberi sewenang kepada mu untuk melakukannya." Kemudian AII bertanya, "Dapatkah kami bunuh perempuan itu?" Jawab beliau, "Jangan!" Kata Anas selanjutnya. "Kami melihat bekas racun itu jelas terlihat di leher Rasulullah saw."
2052. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Apabila salah seorang di antara kami sakit, Rasulullah saw. memegangnya dengan tangan kanan, lalu beliau ucapan" Idzhabil ba'sa Rabban naas, wasyfi, antasy syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiru saqaman. " (Hilangkanlah penyakit si sakit ini, wahaiTuhan manusia, sembuhkanlah dia, sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan daripadaMu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas rasa sakit)
Maka tatkala beliau sakit dan sakitnya bertambah berat kupegang tangan beliau hendak membacakan mantera seperti yang pernah ia lakukan kepada kami. Tapi ia menarik tangannya dari tangan ku, kemudian dia ucapkan, "Allaummagh Firli. Waj'alni ma 'arrafiiqil a'la" (Wahai Allah, ampunilah akudan tempatkanlah aku bersama teman di tempat yang tertinggi) Lalu kutengok beliau, kiranya beliau telah tiada. "
2053. Dari 'Aisyah ra. katanya: Apabila salah seorang istri Rasulullah saw. sakit beliau tiupkan kepadanya surat-surat Mu'awwidzaat. (Yaitu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas) Maka tatkala beliau sakit hampir meninggal kutiupkan pula kepadanya dan kusapukan tangannya ke tubuhnya, karena tanganbeliau lebih besar barakahnya dari tangan ku. "
2054. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Nabi saw. sakit lalu dia baca untuk dirinya sendiri surah mu'awwidzaat. Kemudian beliau tiupkan. Tatkala sakit beliau bertambah keras, kubacakan surah-surah itu atasnya kemudian kusapukan dengan tangannya sambil mengharapkan barakah darinya." 2055. Dari 'AbdurrahmanAI Aswad, dari bapaknya r.a. katanya: "Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah tentang mantera. Jawabnya," Rasulullah saw. pernah memungkinkan suatu keluarga Anshar melakukan mantera untuk setiap penyakit deman. "
2056. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Ketika seseorang mengadukan suatu penyakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw, seperti sakit bisuI, kudis, atau Iuka, maka Nabi saw. berucap sambil menggerakkan anak jarinya seperti ini - Sufyan meletakkan telunjuknya ke tanah, kemudian mengangkatnya - Bismillaahiturbatu ardhina biriiqati ba'dhina liyusyfaa bihi saqiimuna bi idzni rabbina (Dengan nama Allah, tanah bumi kami, dengan air ludah setengah kami, semoga sembuhlah penyakit kami dengan izin Tuhan kami.)
2057.Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Rasulullh saw. menyuruh ku supaya memanterai penyakit dari pengaruh pandangan mata."
2058. dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. memungkinkan memanterai penyakit karena pengaruh pandangan mata, penyakit demam dan karena gigitan serangga."
2059. Dari Ummu Salamah r.a. isteri Nabi saw. katanya Rasulullah saw. pernah bersabda tentang seorang sahaya perempuan yang tinggal di rumah Ummu Salamah, karena wajahnya terlihat pucat oleh beliau. Sabdanya: "Dia terkena penyakit pengaruh pandangan mata karena itu manterailah dia"
2060. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Rasulullah saw. memungkinkan keluarga Hazm memanterai bekas gigitan ular." Dan ia bertanya kepada Asma 'binti' Umais, "Kelihatannya tubuh anak saudara ku ini kurus kering. Apakah mereka kurang makan?" Jawab Asma ', "Tidak! Mereka terkena penyakit pengarunpandangan mata. "Sabda Nabi saw.," Manterailah mereka! "lalu kuminta agar beliau sudi memanterai mereka. Tapi ia mengatakan, '' Manterai mereka oleh kalian!"
2061. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Seorang laki-laki dari keluarga kami digigit kala ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah saw. lalu berkata seorang laki-Iaki," Ya Rasulullah! Dapatkah aku memanterainya? "Jawab beliau," Siapa yang sanggup di antara kalian menolong saudaranya, hendaklahdilakukannya. "2062.Dari Jabir ra katanya:" Rasulullah saw. pernah melarang melakukan mantera. Lalu datang keluarga 'Amru bin Bazm kepada beliau seraya kata mereka, "Ya Rasulullah! Kami
memiliki mantera untuk gigitan kala. Tapi Anda melarang melakukan mantera. Bagaimana itu? "Lalu mereka peragakan mantera mereka di hadapan beliau. Sabda beliau," Tidak ada jeleknya. Siapa yang sanggup di antara kamu memanfaatkan mantera untuk menolong saudaranya, hendaklah dimanfaatkannya. "2063.Dari Auf bin Malik AI Asyja'i r.a. katanya: "Kami biasa melakukan mantera pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang mantera? "Jawab beliau," Peragakanlah manteramu itu di hadapanku. Mantera tidak ada salahnya selama tidak mengandungsyirik. "2064. Dari Abu Sa'id AI Khuuri ra. katanya:" Beberapa orang sahabat melakukan perjalanan jauh dan berhenti untuk istirahat di salah satu perkampungan 'Arab, lalu mereka minta dijamu oleh penduduk desa itu.Tetapi penduduk enggan menjamu mereka. Penduduk bertanya kepada para sahabat, 'Apakahdi antara Tuan-tuan yang pandai mantera? Kepala desa kami digigit serangga. "Menjawab seorang sahabat," Ya, ada! Kemudian dia mendatangi kepala desa itu dan memanterainya dengan membacakan surah AI-Fatihah. Maka, kepala desa itu pun sembuh. Kemudian sahabat itu diberi upah sekitar tigapuluh ekor kambing. Tapi dia menolak menerima seraya mengatakan, "Tunggu! Aku akan menanyakannya lebih dulu kepada Nabi saw., Apakah aku bisa menerimanya." Lalu dia datang kepada Nabi saw. menanyakan hal itu, katanya, "Ya, Rasulullah! Demi Allah, aku telah memanterai seseorang dengan membacakan suratAI Fatihah. "Dia tersenyum mendengar cerita sahabatnya dan bertanya," Bagaimana engkau tahu Al-Fatihah itu mantera? "Kemudian sabda beliau pula" Terimalah pemberian mereka itu dan masukkan sahamku bersama denganmu. "2065. Dari 'Usman bin Abi' Ash Ats Tsaqafi ra katanya dia menceritakan kepadaRasulullah saw. suatu penyakit yang dideritanya sejak ia masuk Islam. Maka bersabda Rasulullah saw. kepadanya, "Letakkan tangan mu di tubuh mu yang terasa sakit, kemudian ucapkan Bismillah tiga kali, sesudah itu baca tujuh kali: A 'udzu billahi wa qudratihi min syarri majidu wa uhadziru. (Aku berlindungdengan Allah dan dengan kodratnya dari penyakit yang ku derita dan ku cemaskan)
2066.Dari 'Usman bin Abi' Ash rakatanya dia datang kepada Nabi saw. lalu bertanya, "Ya, Rasulullah! Aku sering diganggu setan dalam shalat, sehingga bacaanku menjadi kacau karenanya. Bagaimana itu?" Maka bersabda Rasulullab saw., "Ya yang demikian itu memang gangguan setan yang dinamakan Khinzab.Karena itu bila engkau diganggunya, maka segeralah mohon perlindungan kepada Allah dari godaannya, sesudah itu meludah ke sebelah kirimu tiga kali! "Kata 'Usman," Setelah kulakukan yang demikian, maka dengan izin Allah godaan seperti itu hilang. "2067. Dari Jabir ra dari Rasulullah saw., sabdanya:"Setiap penyakit ada obatnya. Apabila tepat obat suatu penyakit, tentu penyakit itu sembuh dengan izin Allah 'Azza wa Jalla." 2068. Dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwasanya dia pergi mengunjungi Al Muqanna 'yang sedang sakit. Kemudian dia berkata, "Aku tidak akan meninggalkan tempat ini sehingga engkauberbekam. Karena aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya berbekam itu adalah suatu cara pengobatan."
2069. Dari Jabir r.a. katanya: "Ummu Salamah pernah minta izin kepada Rasulullah saw. untuk berbekam lalu Nabi saw. menyuruh Abu Thaibah membekamnya." Kata Jabir selanjutnya, "Menurut dugaanku, Abu Thaibah tentulah saudara susuan Ummu Salamah, atau mungkin seorang anak yang belum dewasa." 2070. DariJabir bin Abdullah r.a. katanya: "Ubay kena panah pada urat nadinya dalam perang Ahzab. Lalu Rasulullah saw. menyundut lukanya dengan besi panas."
2071. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. pernah berbekam dan memberi upah kepada tukang bekam, dan beliau pernah pula memakai obat tetes hidung."
2072. Dari Ibnu Umar ra, dari Nabi saw sabdanya: "Penyakit demam panas itu berasal dari panas neraka jahanam. Karena itu dinginkanlah (kompres) dengan air."
2073. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata," Saudaraku sakit perut sehingga dia buang-buang air. "Sabda Rasulullah saw.," minumkan madu kepadanya. "Lalu diminumkan madu kepadanya. Kemudian dia datang pula kepada Nabi saw. lalu katanya,"Telah kuminumkan madu kepadanya, tetapi sakitnya bertambah." Nabi saw. menyuruhnya pula meminumkan madu sampai berulang tiga kali. Dia datang untuk keempat kalinya, Nabi saw. tetap menyuruhnya supaya meminumkan madu. Kata orang itu, "Aku telah meminumkannya, ya Rasulullah, namun sakitnya bertambahjuga. "Sabda Rasulullah saw.," Allah Maha Besar! Perut saudara mu itulah yang dusta. "Lalu diminumkannya pula madu, maka sembuhlah saudaranya.
2074. Dari Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash, dari ayahnya ra, bahwa Amir mendengar ayahnya (Sa'ad bin Abi Waqqash) bertanya kepada Usamah bin Zaid, katanya: "Apa yang engkau dengar dari Rasulullah saw. Tentang penyakit tha'un ? " Jawab Usamah, "Rasulullah saw. Bersabda: tha'un (wabah kolera) adalah semacamazab (siksaan) yang diturunkan Allah kepada Bani Israil atau kepada umat yang sebelum kamu. Maka apabila kamu, mendengar penyakit tha'un menular di suatu negeri, janganlah kamu datang ke negeri itu. Dan ketika penyakit itu menular di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeriitu untuk melarikan diri darinya. "
2075. Dari Usamah bin Zaid r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "tha'un (penyakit menular / wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah swt. untuk menguji hamba-hamba-Nya umat manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan ketikawabah itu menular di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya. "
2076. Dari Abdullah bin Abbas r.a. katanya: "Pada suatu ketika 'Umar bin Khaththab pergi ke Syam. Setelah sampai di Sargila, pimpinan tentara datang menyambutnya. Antara lain ada Abu' Ubaidah bin Jarrah dan kawan-kawannya. Mereka mengabarkan kepada 'Umar bahwa wabah penyakit sedang berjangkitdi Syam. Kata 'Umar, "Panggil ke sini orang-orang Muhajirin yang pertama-tama!" Maka kupanggil mereka, lalu 'Umar bermusyawarat dengan mereka. Kata 'Umar, "Wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Bagaimana pendapat tuan?" Mereka berbeda pendapat. Sebagian mengatakan kepada 'Umar, "Anda telahkeluar untuk suatu urusan penting. Karena itu kami berpendapat, tidak selayaknya Anda akan pulang begitu saja. "Sebagian yang lain mengatakan," Anda datang membawa suatu rombongan besar, di mana ada para sahabat Rasulullah saw. Kami tidak sependapat jika Anda menghadapkan mereka kepada wabah ini. "Kata 'Umar, "Pergilah kalian dari sini!" Kemudian berkata pula 'Umar, "Panggil ke sini orang-orang Anshar!" Maka kupanggil pula mereka, dan 'Umar bermusyawarat dengannya. Ternyata kebijaksanaan mereka sama dengan orang-orang Muhajirin. Mereka berbeda pendapat seperti orang-orang Muhajirin. Maka kata'Umar, "Pergilah kalian dari sini!" Kata 'Umar selanjutnya, "Panggil ke sini pemimpin-pemimpin Quraisy yang hijrah sebelum penaklukan Makkah!" Maka kupanggil pula mereka. Ternyata mereka sependapat semuanya, tidak ada perbedaan. Kata mereka, "Kami berpendapat, sebaiknya Anda pulang saja kembali bersamarombongan Anda dan jangan menghadapkan mereka kepada wabah ini. Lalu 'Umar memberitahu rombongannya, "Besok pagi-pagi aku akan kembali pulang. Karena itu bersiap-siaplah kalian!" Maka bertanya Abu 'Ubaidah bin Jarrah, "Apakah kita akan lari dari qadar Allah?" Jawab 'Umar, "Mengapa bukan kamuyang bertanya, hai Abu 'Ubaidah agaknya Umar tidak mau berbantah dengannya - Ya, kita lari dari qadar Allah kepada qadar Allah. Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau memiliki seekor unta, lalu engkau turun ke lembah yang memiliki dua sisi. Yang satu subur dan yang lain tandus. Bukankah jika engkaumengembalakannya di tempat yang subur, engkau menggembala dengan qadar Allah, dan jika engkau menggembala di tempat tandus engkau menggembala dengan qadar Allah? "Tiba-tiba datang Abdurrahman bin 'Auf, yang sejak tadi belum hadir karena suatu urusan. Lalu dia berkata," Aku mengerti masalah ini Aku mendengarRasulullah saw. bersabda, "Apabila kamu mendengar wabah menular di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan ketika wabah itu menular di negeri tempat kamu berada, jangan keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri." Kata Ibnu 'Abbas,' Umar bin Khaththab mengucapkan puji kepadaAllah, setelah itu dia berangkat. "
2077. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ketika Rasulullah menyabdakan:" Tidak ada penularan, tidak ada yang tahu di bulan Shafar, dan tidak ada hantu mayat gentayangan, maka bertanya seorang Arab dusun, "Ya, Rasulullah! Bagaimana seandainya sekelompok unta yang sehat di padang pasir, kemudian didatangioleh seekor unta kudisan, kemudian unta yang sehat itu kudisan pula semuanya? "Jawab RasuluIlah saw," Siapakah penular yang pertama-tama? "
2078. Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman r.a. katanya dia mendengar Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada penularan kemudian ditambahkannya pula," Jangan mendekatkan yang sakit ke yang sehat. "2079. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Tidak adapenularan tidak ada mayat gentayangan menjadi hantu kuburan, tidak ada binatang tertentu muncul menyebabkan hujan, dan tidak ada tabu di bulan Shafar. "
2080. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada penularan tidak ada pengaruh atau tanda bahaya suara burung dan tidak ada hantu."
2081. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada pengaruh jahat suara burung. Dan yang paling baik ialah Al Fa'l. Lalu beliau ditanya orang," Apa itu Al Fa'l, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Kalimah solehah (baik) yang diucapkan salah seorang kamu. "2082. Dari Anasr.a. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Tidak ada penularan, tidak ada pengaruh jahat suara burung. Tapi yang mengagumkan ku ialah Al Fa'l yaitu kalimah hasanah atau kalimah thayyibah."
2083. Dari Abdullah bin 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada penularan, tidak ada pengaruh atau alamat jahat pada suara burung. Sesungguhnya pengaruh jahat (kecelakaan atau kesialan) itu ada pada tiga hal dalam diri wanita, pada kuda, dan dalam rumah tangga."
2084. Dari Mu'awiyah bin Hakam As Sulami ra, katanya dia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Pada masa jahiliyah kami biasa mendatangi tukang tenung. Bagaimana itu?" Jawab beliau, "Jangan! Jangan datangi lagi tukang tenung itu." Tanya Mu'awiyah, "Kami percaya kepada suara burungsebagai pertanda jahat atau baik. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw.," Yang demikian itu hanyalah dugaan belaka. Maka janganlah hal itu sampai menghalangi urusanmu. "2085. Dari 'Aisyah ra katanya:" Aku pernah bercerita kepada Rasulullah saw., Bahwa para tukang tenung berkata begini dan begitu.Kami lihat kenyataannya memang benar. "Sabda Nabi saw.," Kata-kata yang benar itu tertangkap oleh sebangsa Jin, lalu di bisikkannya ke telinga tukang tenung dan ditambah-tambah dengan seratus kebohongan. "
2086. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw. tentang taktik tukang-tukang tenung. Jawab beliau," Mereka itu tidak benar! "Tanya mereka pula," Kadang-kadang apa yang mereka katakan itu memang benar terjadi. Bagaimana itu? "Jawab Rasulullah saw.," Ucapan yang benar (darilangit) terdengar oleh sebangsa Jin, lalu dibisikkannya ke telinga tukang-tukang tenung seperti ayam betina dan mereka campur dengan seratus kebohongan, bahkan lebih. "
2087. Dari Abdullah bin Abbas r.a. katanya: "Seorang sahabat Nabi saw. dari kalangan Anshar bercerita kepada ku bahwa pada suatu malam ketika mereka sedang duduk mengaji dengan Rasulullah saw., tiba-tiba mereka dijatuhi bintang (meteor) yang bersinar. Maka bertanya Rasulullah saw. kepada mereka." Apayang kalian baca pada masa jahiliyah ketika dijatuhi bintang seperti ini? "Jawab mereka," Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya lebih tahu. Kami mengatakan: Malam ini lahir seorang besar dan meninggal seorang besar pula. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Sesungguhnya bintang (meteor) itu tidak jatuh karenameninggalnya seseorang dan tidak pula karena lahirnya seseorang. Tapi Tuhan kita, yang nama-Nya penuh berkat dan Maha Tinggi, ketika Dia memutuskan suatu urusan, maka tasbihlah pemikul 'Arasy, kemudian tasbih pula penduduk langit seperti mereka, sehingga tasbih mereka terdengar pula oleh penduduklangit dunia ini. Kemudian berkata orang-orang yang dekat pemikul 'Arasy kepada mereka, "Apa yang telah difirmankan Tuhan?" Lalu mereka ceritakan apa yang telah difirmankan Tuhan. Maka kabar mengkhabarkanlah penduduk langit sesama mereka, sehingga berita itu sampai pula kepada penduduk langit duniaini. Berita itu tertangkap oleh ban jin, lalu dibisikkannya kepada pemimpin-pemimpin mereka, tetapi mereka dilempar karenanya. Maka apa yang disampaikannya menurut cerita yang sebenarnya, itu benar. Tapi biasanya mereka bohong dan mereka tambah-tambah. "
2088. Dari Shafiyah ra, dari sebagian para isteri Nabi saw., Dari Nabi saw. sabdanya: "Siapa mendatangi tukang tenung, lalu dia mengajukan sesuatu kepada tukang tenung itu, tidak diterima Allah shalatnya selama 40 malam."
2089. Dari Amar bin Syarid, dari ayahnya r.a. katanya: "Dalam delegasi Tsaqif (yang akan dibai'at Rasulullah saw.) ada seorang pria berpenyakit kusta. Lalu Rasulullah saw. mengirim seseorang utusan supaya mengatakan kepadanya," Kami telah menerima bai'at Anda. Karena itu Anda telah bisa pulang. "
2090. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Rasulullah saw. memerintahkan supaya membunuh ular bergaris dua putih di punggungnya, karena ular itu dapat membutakan mata dan mencelakakan kandungan perempuan hamil."
2091. Dari Salim ra, dari ayahnya, dari Nabi saw. sabdanya: "Bunuhlah semua ular, terutama ular bergaris dua putih di punggungnya dan ular pontong ekor, karena keduanya dapat menggugurkan kandungan perempuan hamil dan membutakan mata." Kata Salim, "Karena itu Ibnu Umar membunuh setiap ular yang ditemuinya.Pada suatu ketika Abu Lubabah bin 'Abdul Mundzir - atau Zaid bin Khaththab melihatnya sedang mengejar ular akan dibunuhnya. Lalu kata Abu Lubabah, "Sesungguhnya telah dilarang Rasulullah membunuh ular-ular kecil yang bersarang di rumah-rumah."
2092. Dari 'Abdullah r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah menyuruh orang yang sedang ihram membunuh seekor ular ketika di Mina."
2093. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya di Madinah ada sekelompok jin yang telah Islam. Maka siapa yang melihat jin-jin ini, beri izinlah dia tinggal selama tiga hari. Jika sesudah tiga hari telah diperingatkan supaya pergi, tetapi dia masih terlihat,bunuhlah. Karena dia itu adalah setan. "
2094. Dari Amir bin Sa'ad, dari bapaknya (Sa'ad bin Abi Waqqash) ra katanya: "Sesungguhnya Nabi saw. telah memerintahkan supaya membunuh cicak, dan beliau menamakannya 'Si Penjahat Kecil."
2095. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Siapa yang membunuh cicak satu kali pukul, dituliskan baginya pahala seratus. Siapa yang membunuhnya dua kali pukul. Pahalanya kurang dari itu. Pada siapa yang membunuhnya tiga kali pukul, pahalanya kurang lagi dari itu."
2096. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Seekor semut menggigit seorang Nabi di antara para nabi-nabi, lalu Nabi tersebut menyuruh bakar sarang semut itu, lalu dibakarlah. Kemudian Allah swt. mewahyukan kepadanya," Hanya seekor semut yang menggigitmu, lalu engkau musnahkan suatuumat yang selalu membaca tasbih. "
2097. Dari Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita disiksa Allah pada hari kiamat lantaran dia mengurung seekor kucing sehingga kucing itu mati. Karena itu Allah swt. memasukkannya ke neraka. Kucing itu dikurungnya tanpa diberi makan dan minum dan tidak pula dilepaskannya sehinggaia dapat menangkap makanannya yang ada di bumi. "
2098. Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah saw. pernah bercerita: "Pada suatu ketika, ada seorang pria sedang berjalan melalui sebuah jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihatseekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah ketika kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya. "Alangkah hausnya anjing itu seperti yang baru ku alami." Lalu dia turun kembali ke sumur diceduknya air dengan sepatunya dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah berterimakasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya dosanya. "Para sahabat bertanya." Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami menyayangi hewan-hewan ini? "Jawab Rasulullah saw." Menyayangi setiap makhluk hidup berpahala. "2099. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bercerita:" Padasuatu ketika ada seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. Anjing itu hampir mati kehausan. Tiba-tiba dia terlihat oleh seorang wanita pelacur bangsa Yahudi. Maka dibukanya sepatu botnya, kemudian diceduknya air dengan sepatunya, lalu diberinya minum anjing yang hampir mati itu. Maka Allah swt. mengampunidosa-dosa wanita itu. "
2100. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa lalla berfirman: Anak Adam suka mengutuk waktu. Padahal Aku pencipta waktu. Dengan kuasaku terjadi pergantian siang dan maIam'"
2101. Dari Abu Hwairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa lalla beriman: Anak Adam suka mencela Ku. Katanya," Alangkah sialnya waktu. "Karena itu janganlah kamu berkata demikian. Karena sesungguhnya Akulah pencipta waktu. Akulah yang menggilir siang dan malamnya. Jika Aku mau, Akukuasa menghentikan pergantian keduanya '"
2102. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekali-kali janganlah seseorang kamu berkata: 'Abdi (hai anak ku) atau Amati (hai budak perempuan ku / sahaya ku), karena semua kamu adalah' Abiidullah (budak atau hamba Allah) dan kaum wanita mu adalah Imaaullah (sahaya Allah). Tapi katakanlah:Ghulaami (server ku) dan Jariyati (pelayan perempuan ku) atau Fataaya (pemuda ku) dan Fataati (pemudi ku). "2103. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Janganlah seseorang kamu berkata: 'Abdi (budak ku atau hamba ku) karena kamu semuanya adalah 'Abiidullah (budak atau hamba Allah).Tapi katakanlah: Fataaya (pemuda ku atau server ku). Dan jangan pula seorang pelayan memanggil majikannya: Rabbi (Tuhan ku), tetapi ucapkanlah: Sayyidi (majikan ku atau tuan ku). "
2104. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah seseorang kamu berkata: 'Khabusat nafsi' (diriku buruk), tetapi katakanlah: 'Laqisat nafsi' (diriku kurang)." 2105. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sya'ir (atau Sajak) pagi indah yang pernah digubah orang Arabadalah sajak gubahan Labid. Labid bersajak: Alaa, kullu syai-in maa khalallaha bathil (Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah pasti binasa). "2106. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra katanya:" Ketika kami sedang berjalan bersama Rasulullah saw. di 'Arj (suatu tempat sekitar 78 mil dari Madinah) tiba-tibadatang seorang penyair bersenandung. Maka bersabda Rasulullah saw., "Tangkap setan itu! Sesungguhnya perut seseorang yang penuh nanah lebih baik dari perut yang penuh sya'ir (sajak)."
2107. Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya ra katanya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang memainkan permainan Nardasyir (sejenis catur), maka seolah-olah dia melumuri tangannya dengan daging dan darah babi."
2108. Dari Abu Qatadah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi buruk dari setan. Maka bila kamu bermimpi buruk, meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindung kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya dia tidak membahayakan."
2109. Dari Abu Qatadah r.a., dari Rasulullah saw. sabdanya: "Mimpi yang baik datang dari Allah, dan mimpi yang buruk dari setan. Maka siapa bermimpi yang dibencinya, hendaklah dia meludah ke kiri, kemudian berlindung kepada Allah dari kejahatan setan, niscaya tidak akan membahayakannya. Dan janganmenceritakan mimpi itu kepada siapa pun. Maka siapa bermimpi dengan mimpi yang buruk, bergembiralah dan jangan mencerita-ceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi. "
2110. Dari Jabir r.a., dari Rasulullah saw. sabdanya: "Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah dia meludah ke kiri tiga kali, kemudian berlindung kepada Allah dari gangguan setan tiga kali, sesudah itu merubah posisi tidur dari posisinya semula."
2111. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Apabila hari kiamat telah dekat, jarang mimpi seorang muslim yang tidak benar. Mimpi yang paling benar adalah mimpi yang selalu berbicara benar. Dan mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam:(1) Mimpi yang baik adalah kabar suka dari Allah. (2) Mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari setan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Maka karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalat, dan jangan menceritakannyakepada orang lain. "
2112. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa bermimpi melihat ku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihat ku; karena setan tidak sanggup mengubah bentuknya seperti bentuk ku."
2113. Dari Jabir, katanya seorang Arab dusun datang bertanya kepada Nabi saw .: "Ya, Rasulullah! Aku bermimpi dalam tidurku, kepala ku dipenggal orang sehingga menggelinding. Lalu ku ikuti dia ke mana perginya. Bagaimana itu?" Jawab Rasulullah saw., "Jangan kamu ceritakan kepada orang lain permainansetan denganmu ketika kamu tidur. "Kata Jabir," Kemudian kudengar Nabi saw. berkhutbah sesudah itu, sabdanya: "Janganlah salah seorang kamu menceritakan permainan setan dengannya ketika tidur."
2114. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Seorang pria mendatangi Rasulullah saw. lalu dia berkata:" Ya, Rasulullah! Semalam aku bermimpi dalam tidurku melihat setumpuk awan meneteskan minyak samin dan madu. Dan kulihat orang banyak menadahkan telapak tangan mereka. Ada yang mendapat banyak dan adayang sedikit. Kemudian kulihat seutas tali terhulur dari langit ke bumi. Kulihat Anda berpegang dengan tali itu, lalu Anda naik. Kemudian seorang pria memegang tali itu lalu dia naik pula mengikuti Anda. Kemudian seorang pria lain naik pula. Kemudian seorang pria yang lain lagi, tapi tali ituputus. Setelah tali disambungkannya maka dia terus naik. "Kata Abu Bakar," Ya, Rasulullah! Kumohon kepada Anda, berilah aku kesempatan mentabirkan mimpi itu. "Jawab Rasulullah saw.," Silakan Anda mentabirnya! "Kata Abu Bakar," Setumpuk awan artinya agama Islam. Adapun minyak samin dan madu yang menetesadalah kitab Quran, manis dan lembut. Adapun Al Quran yang ditadah orang, ada yang memperoleh banyak dan ada yang sedikit. Sedangkan tali yang terhulur dari langit ke bumi, itulah kebenaran yang Anda bawa, lalu Anda ditinggikan Allah karenanya. Kemudian tali itu dipegang orang yang sesudah Anda, makadia ditinggikan Allah pula. Kemudian orang yang sesudah itu. Kemudian oleh orang sesudah itu, sayang tali putus, tetapi dapat disambungnya kembali dan dia pun ditinggikan Allah. Maka tunjukkanlah kepada ku, ya Rasulullah, apakah tabirku itu benar atau salah? "Jawab Rasulullah saw.," Sebagian tepatdan sebagian salah. "Tanya Abu Bakar," Demi Allah! Tunjukkanlah mana yang salah? "Jawab Rasulullah saw." Jangan bersumpah! "
2115. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Semalam aku bermimpi sebagaimana lazimnya orang bermimpi. Rasanya kami seperti berada di rumah 'Uqbah bin Rafi', lalu kami diberi orang sejenis kurma yang disebutnya 'Kurma Ibnu Thab'. Maka kutakwilkan arti mimpi itu, adalah bahwa kitaakan mendapat kemuliaan di dunia dan di akhirat, dan bahwa agama kita sesungguhnya agama yang benar. "
2116. Dari Nafi r.a. katanya 'Abdullah bin' Umar bercerita kepadanya, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: "Aku bermimpi dalam tidurku, bahwa aku sedang menggosok gigi dengan siwak (sejenis kayu). Lalu siwak (Sugi) itu diminta oleh dua orang pria, yang satu lebih tua dari yang lain. Maka kuberikankepada yang muda. Tapi ada orang berkata kepada ku, "Berikan kepada yang tua!" katanya. Lalu kuberikan kepada yang tua. "
2117. Dari Abu Musa r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Aku bermimpi dalam tidurku bahwa aku hijrah dari Makkah ke suatu negeri yang berpohon kurma. Aku menduga bahwa negeri itu adalah Yamamah atau Hajar. Kiranya adalah kota Yatsrib. Dan ku lihat pula dalam mimpi ku itu bahwa aku menghunus sebuah pedanglalu pedang itu patah di tengah. Kiranya itu adalah musibah yang menimpa kaum mukmin dalam perang Uhud. Kemudian ku hunus sekali lagi, ternyata pedang itu bagus seperti seperti semula. Rupanya itu adalah kemenangan yang dikaruniakan Allah, serta persatuan kaum mukmin. Ku lihat pula dalam mimpi kuitu seekor sapi, dan Allah Maha Baik. Rupanya sejumlah orang-orang mukmin yang syahid dalam medan perang Uhud dan pahala yang diberikan Allah sesudah itu berupa kebaikan, serta pahala kejujuran yang diberikan Allah sesudah perang Badar. "2118. Dari Ibnu 'Abbas ra katanya:" Musailimah Al Kadzdzab(Musailimah si Pembohong) pernah datang ke Madinah pada masa Rasulullah saw., Lalu dia berkata: "Jika Muhammad mewariskan kenabiannya kepada ku sepeninggalnya, aku ikuti dia." Dia datang ke Madinah dengan rombongan besar terdiri dari kaumnya. Lalu Nabi saw. datang menghadapinya berdua dengan Tsabitbin Qais bin Syammas. Ketika itu Nabi saw. memegang sepotong pelepah kurma. Setelah berhadapan dengan Musailimah dan pengikutnya, beliau bersabda: "Seandainya engkau meminta pelepah kurma ini kepada ku, itu pun tidak akan ku berikan kepada mu. Apalagi akan menyerahkan urusan Allah. Jika engkau tidakmematuhi ku, Allah akan menghancurkan mu. Sesungguhnya aku telah bermimpi bagimu yang ku saksikan dalam mimpi ku itu. Inilah Tsabit yang akan menjawab (menentang) mu menggantikan ku! "Kemudian ia pergi meninggalkan Musailimah si pembohong. Kata Ibnu 'Abbas selanjutnya" Aku bertanya (kepada AbuHurairah) tentang ucapan Nabi saw. tentang mimpi beliau itu. Jawab Abu Hurairah, Nabi saw. pernah berkata, "Ketika aku tidur, aku bermimpi kedua belah tangan ku memakai gelang emas, dan aku mencemaskan keduanya. Lalu diwahyukan Allah kepada ku dalam tidur itu, sehingga aku meniup keduanya. Maka kutiup kedua duanya sampai lenyap. Aku mentakwilkan mimpi itu, bahwa nanti sepeninggal ku akan muncul dua orang pembohong (Nabi palsu), yang seorang adalah AI 'Ansi, pemimpin dari Shan'a, dan yang seorang lagi adalah Musailimah, pemimpin Yamamah. "
2119. Dari Samurah bin Jundab r.a. katanya: "Ketika Nabi saw. selesai soIat Subuh, beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak dan pernah bertanya:" Apakah di antara tuan-tuan yang bermimpi indah semalam "
2120. Dari Watsilah bin Asqa 'r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilih ku dari Bani Hasyim."
2121. Dari Jabir bin Samurah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya akulah yang paling mengenal batu di Makkah. Batu-batu itu memberi salam kepada ku sebelum aku diutus menjadi Rasul. Kini aku ingat peristiwa itu. (peristiwa tersebut termasuk salah satu mukjizat Nabi saw)
2122 Dari Anas r.a. katanya: "Nabi saw. pernah meminta air, lalu diberikan orang kepada beliau sebaskom dangkal. Maka Berwudhuklah kaum muslimin dengan air itu. Aku memperkirakan jumlah mereka berkisar antara enam puluh sampai delapan puluh orang. Dan aku menyaksikan sendiri air itu keluar dari sela-selajari beliau. "
2123. Dari Jabir r .a. katanya: "Ummu Malik pernah memberikan minyak samin kepada Nabi saw. dalam sebuah bejana. Kemudian anak-anak Ummu Malik datang minta makan, tapi dia tidak punya ikan atau sambai apa-apa. Lalu dia teringat tempat minyak samin yang diberikannya kepada Nabi saw. didapatinya disitu masih ada minyak seperti semula. Ummu Malik selalu membuat sambal dengan minyak itu di rumahnya setiap hari. Setelah tempat minyak itu dibersihkannya, dia datang kepada Nabi saw., Maka bertanya beliau, "Engkau habiskan minyak itu?" Jawab Ummu Malik, "Ya." Sabda beliau, "Andaikata engkau tinggalkansedikit, tentu masih dapat engkau pergunakan berikutnya. "
2124. Dari Jabir r.a. katanya: "Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. minta makanan, lalu diberi beliau setengah gantang gandum. Maka orang tersebut makan setiap hari dari gandum itu bersama-sama dengan istri dan tamu-tamunya, sehingga pada suatu ketika dia menakar gandum itu .Lalu dia datangkepada Nabi saw. Maka bersabda beliau, "Seandainya engkau tidak menakarnya, engkau akan dapat makan gandum itu selama mungkin." 2l25.Dari Mu'adz bin Jabal ra katanya: "Kami bepergian bersama-sama dengan Rasulullah saw. pada tahun perang Tabuk. Dalam perjalanan itu ia menjama 'shalat Zuhur dengan'Ashar dan Maghrib dengan' Isya, sehingga pada suatu hari beliau menjama 'takhir. Dia pergi untuk sholat jama 'Zuhur dengan' Ashar. Kemudian ia pulang dan sesudah itu pergi lagi lalu beliau shalat jama 'Maghrib dengan'! Sya. Setelah itu beliau bersabda: "Insya Allah besok kalian akan sampai ke sebuahmata air di Tabuk. Dan kalian belum akan sampai ke sana sebelum tengah hari. Maka siapa yang sampai ke sana lebih dahulu, sekali-kali jangan menyentuh airnya sebelum aku datang. Justru dua orang laki-laki telah mendahului kami, dan didapatinya mata air itu mengeluarkan air sedikit sekali, sekitarsebesar tali terompah. Kata Muadz, Rasulullah saw. bertanya kepada kedua orang itu. . Apakah kalian telah menyentuh air itu? "Jawab mereka, 'Ya, sudah!" Rasulullah saw. memarahi dan mencela perbuatan mereka. Kemudian para sahabat menceduk air sedikit demi sedikit dari mata air tersebut dengan tanganmereka sehingga terakumulasi pada suatu bejana. Rasulullah membasuh muka dan tangannya dengan air itu, kemudian mengembalikannya ke mata air. Maka menyembur di sana mata air, menyemburkan air yang berlimpah-limpah sehingga orang banyak dapat minum. Kemudian beliau bersabda, "Hai, Muadz! Tidak lama,jika umurmu panjang, nanti kamu akan melihat tempat ini penuh dengan taman "2126. Dari Jabir bin 'Abdullah ra. katanya:" Kami berperang bersama Rasulullah saw. dalam suatu peperangan di daerah Nejed. Kami jumpai Rasulullah saw. di sebuah lembah yang banyak tumbuh di situ pohon-pohon berduri. Rasulullahsaw berhenti di bawah sebatang pohon lalu digantungkannya pedangnya pada sebatang dahan. Orang banyak berpencar di lembah itu. Masing-masing mencari tempat bernaung di bawah pohon.
Kata Jabir. "Rasulullah mengatakan Seorang laki-Iaki telah mendatangi ku ketika aku sedang tidur dan ia mengambil pedang ku. Aku terbangun tetapi dalam kondisi belum begitu sadar, dia telah berada dekat dengan kepala ku dengan pedang terhunus mengancam ku. Katanya," Siapa yang dapat melindungi mudari ku! "Jawab ku." Allah! "Kemudian dia bertanya lagi." Siapa yang dapat melindungi mu dari ku? "Jawab ku" Allah! "Kata Nabi saw. selanjutnya." Maka disarungkannya kembali pedang itu. Dan inilah dia orangnya sedang duduk. "Tetapi Nabi saw tidak membalas serangan orang itu.
2127.Dari Abu Musa ra., Dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaan agama yang aku diutus Allah 'Azza wa lalla dengannya yaitu berupa petunjuk dan ilmu. adalah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Di antaranya ada yang jatuh ke tanah subur yang dapat menyerap air maka tumbuhlah padang rumput yang subur. Diantaranya pula ada yang jatuh ke tanah keras sehingga air tergenang karenanya. Lalu air itu dimanfaatkan orang banyak untuk minum, menyiram kebun dan berternak. Dan ada pula yang jatuh ke tanah tandus, tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Seperti itulah perumpamaan orangyang mempelajari agama Allah dan mengambil manfaat darinya, belajar dan mengajarkan, dan perumpamaan orang yang tidak mau tahu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya. "
2128. Dari Jabir ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaanku dengan kamu sekalian adalah bagaikan seorang yang menyalakan api. Maka serangga-serangga beterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Padahal orang tersebut telah berusaha menghalaunya. Dan aku, telah mencegah kamu semua agar tidakjatuh ke api, tetapi kamu meloloskan diri dari tangan ku. "
2129.Dari Jabir r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaanku dengan Nabi-nabi yang sebelumku adalah seperti orang membangun rumah, lalu sempurnakan dan dibaguskannya buatannya, kecuali sebuah sudut (belum terpasang) dengan sebuah bata. Maka masuklah orang banyak ke rumah itu melihat dan meninjau,Mereka kagum akan keindahannya dan bertanya. "Kenapa batu di tempat ini belum dipasang?" Kata tuan rumah, "Yang akan memasangnya adalah Muhammad Rasulullah saw." Maka akulah yang meletakkan atau memasang bata itu dan aku datang sebagai Nabi terakhir. "
2130. Dari Abu Musa ra ,. dari Nabi saw, sabdanya. "Sesungguhnya apabila Allah Azza wa Jalla akan memberikan rahmat kepada suatu umat di antara hamba-hamba-Nya. Dia mematikan nabinya lebih dahulu maka jadilah nabi itu sebagai perintis dan pendahulu mempersiapkan kebutuhan umat itu, Dan ketika Allahhendak membinasakan suatu umat disiksa-Nya umat itu, sedangkan nabinya masih hidup. Lalu umat itu binasa disaksikan nabinya dengan mata kepala nya, ketika mereka mendustakan dan mengingkari perintahnya. "
2131. Dari Sahal r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Aku mendahului kamu ke telaga. Siapa yang datang ke sumur itu dia bisa minum, dan siapa yang minum tidak akan haus selama-Iamanya. Akan datang kepada ku orang banyak, yang aku mengenal mereka dan mereka mengenal ku. Sesudah itu diadakandinding yang membatasi antara ku dengan mereka "
2132. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash r.a. katanya Rasulullah saw bersabda: "Luas telagaku sejauh sebuIan perjalanan. Setiap sisinya sama panjangnya. Airnya lebih putih dari perak. Baunya lebih harum dari kesturi Gemerlapan cahayanya bagaikan sinar bintang di langit. Siapa yang minum dari sumur itutidak akan haus selama-Iamanya sesudah itu "2133. Dari 'Uqbah bin' Amir ra katanya Nabi saw pernah bersabda tentang para korban perang Uhud. Dia naik ke mimbar tampaknya memberi amanat kepada yang masih hidup dan yang telah syahid. Sabda beliau. "Aku mendahului kalian ke sumur, Lebar telagaitu sejauh antara Ailah ke Juhtah. Aku tidak menyangsikan bahwa kamu akan kembali musyrik sepeninggal ku. Tapi yang aku takutkan adalah kamu terpengaruh oleh dunia.
Kemudian kamu-bunuhan dan akhirnya kalian musnah seperti kehancuran umat yang sebelum kalian. "Kata 'Uqbah," Itulah yang terakhir kali aku melihat Rasulullah saw. berpidato di mimbar. "
2134.Dari Saad r.a. katanya: "Di hari terjadinya perang Uhud, aku melihat dua orang berpakaian putih-putih. Masing-masing berada di kanan dan di kiri Rasulullah saw. Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudah itu. Mereka adalah Jibril dan Mikail 'alaihimas salam."
2135. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra. katanya: "Aku sungguh-sungguh melihat di hari terjadinya perang Uhud dua orang laki-Iaki. Masing-masing berada di kanan dan di kiri beliau. Keduanya ikut berperang dengan gagah berani. Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudah itu"
2136.Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik, paling dermawan, dan paling berani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oieh suatu suara, lalu orang banyak keluar ke arah datangnya suara itu. Di tengah jalan mereka bertemu dengan Rasulullah saw. akanpulang. Rupanya dia telah mendahului mereka pergi ke tempat datangnya suara itu. Dia mengendarai kuda yang dipinjamnya dari Abu Thalhah, sambil menyandang pedang. Sabda beliau, "Jangan panik! Jangan panik!" Kata Anas, "Kami dapati beliau memang santai-santai saja, dan berkuda perlahan."
2137. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Rasulullah saw. Adalah orang yang paling pemurah berbuat kebajikan, terutama di bulan Ramadhan. Karena setiap tahun Jibril tetap menemui beliau setiap malam, sampai habis Ramadhan Rasulullah saw. Memperdengarkan bacaan Quran kepadanya ( dan Jibril memeriksa).Di hari-hari Jibril mendatanginya, dia tambah giat berbuat kebajikan melebihi angin lalu. "
2138. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Aku menjadi pelayan Rasulullah saw. Selama sepuluh tahun. Demi Allah, selama itu beliau tidak pernah berkata" Uff "(Husy) kepada ku, dan tidak pernah membentak ku dengan kata:" Hai, kenapa engkau perbuat begitu! "
2139. Dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah orang yang paling indah budi pekertinya. Pada suatu hari ia menyuruh ku untuk suatu kebutuhan. Demi Allah, aku tidak pernah bepergian untuk keperluanku sendiri, tetapi selamanya aku pergi untuk melaksanakan perintah yang diperintahkan Nabi saw.kepada ku. Pada suatu ketika aku pergi dan kebetulan bertemu dengan beberapa orang anak sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba Rasulullah saw. meraba kuduk ku dari belakang. Aku menengok ke beliau, dan beliau tersenyum. Lalu kata beliau. "Hai, Anas kecil! Sudahkah engkau laksanakan apa yang kusuruhkan? "Jawab ku," Sudah. ya Rasulullah! Aku sudah pergi. "Kata Anas selanjutnya." Aku menjadi pelayan Nabi saw. selama sembilan tahun. Dia tidak pernah (memarahi ku jika aku salah dengan) berkata: "Mengapa engkau berbuat begitu!" Atau jika aku lupa, "Kenapa tidak engkau kerjakan begini atau begitu!"
2140. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Ketika Rasulullah saw. Dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan kata:" Tidak ada! "
2141. Dari Musa bin Anas, dari ayahnya ra, katanya: "Tidak pernah Rasulullah saw. Dimintai sesuatu atas nama Islam, melainkan selalu dipenuhinya. Pada suatu hari datang kepada beliau seorang pria, lalu diberinya kambing sepenuh lembah antara dua bukit (banyak sekali) . Kemudian orang itu pulangke kampungnya dan berseru kepada kaumnya. "Hai, kaumku Islamlah kalian semuanya! Muhammad memberi ku suatu pemberian (yang banyak), sehingga dia tidak takut miskin."
2142. Dari Anas ra, katanya: "Ada seorang pria meminta kambing kepada Nabi saw. Sepenuh lembah antara dua bukit, lalu diberi oleh beliau. Kemudian orang itu datang ke kaumnya seraya berkata." Hai, kaumku! Islamlah kalian semuanya! Demi Allah, sesungguhnya Muhammad telah memberi ku suatu pemberianyang banyak sekali tanpa dia takut miskin. "Maka berkata Anas," Jika ada seseorang masuk Islam karena menginginkan harta dunia, dia itu bukan Islam, sehingga Islam itu sendiri lebih dicintainya dari harta benda dunia dan segala yang ada di atasnya. "
2143. Dari Ibnu Syihab ra, katanya: "Setelah Rasulullah saw. Berhasil menaklukkan kota Makkah, beliau pergi dengan pasukannya dan berperang di Hunain. Dalam perang itu Allah swt. Memenangkan agama-Nya dan kaum muslimin. Pada hari itu Rasulullah saw. Memberi Shafwan bin Umaiyah seratus ekor ternak,kemudian ditambahnya pula seratus ekor lagi. "
2144. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya Rasulullah saw. pernah menjanjikan kepadanya. "Jikalau kita beroleh harta (rampasan) dari Bahrain, nanti kuberi engkau sebegini, sebegini. Sambil ia memberi isyarat dengan kedua belah tangannya bersamaan. Tetapi sebelum memperoleh harta itu ia telahwafat. Sesudah itu Abu Bakar menggantikan beliau memerintah. Dia memerintahkan supaya mengumumkan suatu pengumuman: "Siapa yang pernah dijanjikan sesuatu oleh Rasulullah saw. Atau dia memiliki hutang kepadanya, hendaklah dia datang kepada ku menagihnya!" Lalu aku datang kepada Abu Bakar seraya berkata:"Sesungguhnya Nabi saw. Pernah berkata kepada ku," Jika kita beroleh harta dari Bahrain, nanti kuberi engkau sebegini, sebegini dan sebegini. "Abu Bakar meraup satu kali. Lalu diberikannya kepada ku. Kemudian katanya." Hitunglah! "Setelah kuhitung ternyata ada lima ratus. Kemudian dia berkata pula,"Ambillah dua kali sebanyak itu lagi."
2145. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. pernah berkata: "Pada suatu malam anakku lahir, seorang bayi lelaki, lalu kuberi nama dia dengan nama bapakku, Ibrahim.
Kemudian anak itu kukirim kepada Ummu Saif, istri seorang pandai besi, bernama Abu Saif, Rasulullah saw. mendatanginya dan aku ikut mengiringkan dia. Ketika kami sampai di rumah Abu Saif, dia sedang meniup api di bengkelnya sehingga rumah itu penuh dengan asap. Aku berjalan duluan di depan Rasulullahsaw., lalu kuberitahu Abu Saif. "Hai Abu Saif! Berhentilah! Rasulullah saw. Datang!" Maka berhenti dia. Kemudian Nabi saw. menanyakan bayinya, lalu diserahkannya ke pangkuan beliau. Nabi saw. mengucapkan kata-kata sayang apa saja yang diucapkannya. Kata Anas. "Kulihat bayi itu rela dengan sakit yangdiderita, senang dalam pangkuan Rasulullah saw. "Maka Rasulullah saw. menangis mengucurkan air mata. Kata beliau." Air mata bisa mengalir, hati bisa sedih, tetapi kita tidak bisa berkata-kata kecuali yang diridhai Tuhan kita. Demi Allah, wahai Ibrahim, kami sungguh sedih karenamu! "
2146. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Tidak ada kulihat orang yang lebih peduli terhadap keluarganya melebihi Rasulullah saw. Ibrahim (anak beliau) disusukan pada suatu keluarga di sebuah desa di perbukitan Madinah. Pada suatu hari ia pergi menengoknya, dan kami ikut bersama-sama denganbeliau. Setelah ia masuk ke rumah orang tua susuan Ibrahim, didapatinya rumah itu penuh asap, karena orang tua susuan anak itu adalah seorang pandai besi. Nabi saw. menggendong bayinya lalu diciumnya, kemudian beliau pulang. Kata 'Amru, "Tatkala Ibrahim wafat, Rasulullah saw. Bersabda:" SesungguhnyaIbrahim adalah anakku. Dia meninggal dalam usia menyusu. Kedua orang tua susunya akan menyempurnakan susuannya nanti di surga. "
2147. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Aqra 'bin Habis pernah melihat Rasulullah saw. mencium cucunya, Hasan. Kata Aqra'," Aku punya anak sepuluh orang. Namun tidak satu pun di antara mereka pernah ku cium. "Maka bersabda Rasulullah saw.," Siapa yang tidak peduli, tidak di sayangi. "
2148. Dari Jarir bin 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang tidak menyayangi manusia, dia tidak disayangi Allah 'Azza wa Jalla."
2149. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari gadis pingitan. Bila ia tidak menyenangi sesuatu, kami dapat mengetahuinya di wajah beliau."
2150. Dari 'Abdullah bin' Amr r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang-orang pilihan di antara kamu adalah yang paling indah budi pekertinya."
2151. Dari Samak bin Harb r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah ra," Pernahkah kamu duduk bersama Rasulullah saw.? "Jawab Jabir." Bahkan sering. Dia biasanya belum berdiri dari tempatnya shalat (di mana beliau shalat) Subuh, sebelum terbit matahari. Ketika matahari telah terbitbarulah beliau berdiri. Selama duduk-duduk itu para sahahat ada yang berbicara mempercakapkan urusan masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau tersenyum. "2152. Dari Anas bin Malik ra katanya:" Pada suatu ketika, Ummu Sulaim bepergian bersama-sama dengan para istri Nabi saw., diiringkanseorang pendamping (budak hitam yang bagus suaranya bernama Anjasyah). Lalu Nabi saw. bersabda, "Hai, Anjasyah, perlahan-lahanlah kamu mengiringkan botol-botol kaca."
2153. Dari 'Aisyah r.a., istri Nabi saw. katanya: "Ketika Rasulullah saw. diberi pilihan dua urusan atau pekerjaan, ia memilih yang termudah, selama yang termudah itu tidak mengandung dosa, jika pekerjaan itu mengandung dosa, maka ia menjauhkan diri darinya sejauh-jauhnya. Dan beliau tidakpernah mencela seseorang, melainkan apabila orang itu melanggar larangan Allah 'Azza wa Jalla. "
2154. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Sekalipun wahyu turun kepada Nabi saw. pada pagi hari yang dingin, namun keringat memancar jua di kening beliau." 2155. Dari 'Aisyah r.a. katanya Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Nabi saw., "Bagaimana caranya wahyu datang kepada Anda?" Jawab beliau, "Kadang-kadangwahyu datang kepada ku seperti bunyi lonceng. Itulah yang paling berat bagi ku. Kemudian suara terputus, namun aku telah hafal dan paham maksudnya. Terkadang malaikat datang menyerupai bentuk seseorang pria, lalu aku hafal dan paham apa yang dikatakannya. "
2156. Dari 'Ubadah bin Shamit r.a. katanya: "Ketika wahyu sedang turun kepada Nabi saw., beliau kesusahan karenanya dan wajahnya berubah menjadi keabu-abuan."
2157. Dari 'Ubadah bin Shamit r.a. katanya: "Ketika wahyu sedang
turun kepada Nabi saw., beliau menundukkan kepalanya, dan para sahabat menundukkan kepala pula. Maka ketika wahyu telah selesai turun, ia mengangkat kepala kembali. "2158. Dari Ibnu 'Abbas ra katanya:" Para Ahli Kitab biasanya menguraikan rambut mereka, tetapi orang-orang musyrik membelah duarambut mereka. Rasulullah saw. lebih suka mencontoh para Ahli Kitab, sebelum ada perintah tertentu tentang urusan itu. Karena itu Rasulullah saw, menguraikan rambut kepalanya, tetapi kemudian beliau belah dua. "
2159. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih tampan berpakaian merah dari Rasulullah saw. Rambut beliau terutai ke bahunya yang bidang, perawakannya tidak tinggi kurus dan tidak pula gemuk pendek."
2160. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Rasulullah saw. adalah seorang yang berwajah paling tampan, berakhlak paling indah, perawakannya tidak tinggi kurus dan tidak pula gemuk pendek." 2161. Dari Ibnu Sirin r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Anas bin Malik ra," Apakah Rasulullah saw. mencelup rambut beliau? "Jawab Anas, "Dia tidak tampak beruban, kecuali di janggutnya tampak beberapa helai rambut putih." Kata Ibnu Sirin, "Aku bertanya pula kepadanya. Apakah Abu Bakar mencelup rambutnya?" Jawab Anas, "Ada, dengan inai."
2162. Dari Anas bin Malik ra. "Makruh seorang pria mencabut rambut putih di kepala dan di janggutnya." Katanya. "Sedangkan Rasulullah saw. Ada rambut putih di bawah bibir beliau sebelah bawah, dan antara mata dengan telinga, dan yang tumbuh jarang di kepalanya."
2163. Dari Jabir bin Samurah r.a. katanya: "Rambut Nabi saw. tampak bercampur putih di kepala bagian muka dan di jenggot beliau, tetapi ketika telah beliau minyaki tidak nyala terlihat. Ketika rambutnya kusut barulah jelas terlihat. dan jenggot beliau tebal." Lalu bertanya seseorang. "Apakahwajah beliau seperti pedang? "Jawab Jabir." Tidak! Bahkan bundar seperti matahari dan bulan. Dan aku melihat sebuah merek di bahunya sekitar sebesar telur merpati. "Dia mirip dengan warna tubuh beliau." 2164. Dari Jabir bin Samurah r.a. katanya: "Aku melihat sebuah cap (stempel) di punggung Rasulullahsaw. kira-kira sebesar telur merpati. "2165. Dari Saib bin Yazid ra katanya:" Bibiku pergi bersama-sama dengan ku kepada Rasulullah saw., lalu bibi mengatakan kepada beliau. "Anak lelaki saudara ku sakit." Maka beliau pegang kepala ku, kemudian beliau mendoakan keberkahan bagi ku. Sesudah itu beliauberwudhuk lalu kuminum sisa air wudhuknya. Kemudian aku berdiri (shalat) di belakang beliau. Aku terlihat cap beliau terletak antara kedua bahu sekitar sebesar telur burung. "'
2166. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. wafat pada usia enam puluh tiga tahun, Abu Bakar pada usia enam puluh tiga tahun, dan 'Umar pada usia enam puluh tiga tahun."
2167. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Rasulullah saw. menetap di Makkah setelah menjadi Nabi tiga belas tahun, dan di Madinah sepuluh tahun. Dan beliau meninggal ketika berusia enam puluh tiga tahun."
2168. Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im, dari ayahnya ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku memiliki beberapa nama: (1) Aku bernama Muhammad. (2) Aku bernama Ahmad (3) Aku bernama Al Mahi (penumpas), di mana Allah menumpas kekafiran keranaku. (4) Aku bernama Al Hasyir (pengumpul) di mana Allahswt. mengumpulkan manusia atas risalahku. (5) Dan aku bernama Al 'Aqib (penutup), di mana tidak ada seorang jua pun lagi Nabi sesudahku. Dan sesungguhnya, juga aku oleh Allah diberi nama Ra'uf (penyantun) dan Rahim (penyayang). "2169. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra katanya:" Rasulullah saw. menyebutkanbeberapa nama kepada kami sebagai nama beliau pribadi, sabdanya: "Aku bernama Muhammad, Ahmad, Al Muqaffa (sama dengan Al 'Aqib, penutup), Al Hasyir, Nabiyyut-Taubah dan Nabiyyur-Rahmah." 2170. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apa yang telah kularang kamu mengerjakannyahentikanlah. Dan apa yang kuperintahkan kamu mengerjakannya, lakukanlah sehabis dayamu. Sesungguhnya umat yang sebelum kamu binasa karena mereka banyak tanya, dan banyak debat terhadap nabi-nabi mereka. "
2171. Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapaknya r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya dosa terbesar di antara kaum muslimin adalah dosa orang yang menanyakan sesuatu yang tidak diharamkan Allah, lalu Allah mengharamkannya karena pertanyaan orang itu."
2172. Dari Anas bin Malik ra, katanya, "Ada seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw. Katanya:" Ya, Rasulullah, siapa ayahku? "Jawab Nabi saw.," Bapamu si Fulan. "Kemudian turun ayat:" Hai, orang- orang yang beriman! Janganlah kamu bertanya sesuatu, jika jelas pertanyaan itu akan melukai hatimu ... "sampai akhir ayat - (Al Maidah. 5: 101).
2173. Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Ketika matahari telah tergelincir, Rasulullah saw. Pergi mengimami shalat Zhuhur. Setelah selesai shalat, beliau naik ke mimbar lalu mengingatkan jama'ah perihal hari kiamat dan mengingatkan pula bahwa sebelumnya akan terjadi beberapa peristiwa besar . Kemudianbeliau bersabda: "Siapa yang ingin bertanya kepada ku tentang sesuatu, tanyakanlah. Demi Allah, jika ada pertanyaan yang tuan tanyakan kepada ku, niscaya akan kujawab selama aku masih berdiri di tempatku ini." Kata Anas bin Malik, "Maka banyaklah orang menangis mendengar ucapan Rasulullah saw.tersebut. Kemudian ia mengulang-ulang ucapannya itu, "Bertanyalah kepadaku!" Maka berdirilah Abdullah bin Hudzafah lalu dia bertanya: "Siapa bapakku, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah saw., "Bapamu Hudzafah!" Maka tatkala Rasulullah saw. mengulang ucapannya, "Bertanyalah kepadaku!" Umar menyela. Katanya:"Kami rela Allah menjadi Tuhan kami, Islam menjadi agama kami, dan Muhammad menjadi Rasulullah." Kata Anas, "Setelah Umar mengucapkan kata-katanya itu, Nabi saw. Diam sejenak, kemudian beliau bersabda:" Perhatikanlah! Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan, sebentar ini diperlihatkanAllah kepada ku syurga dan neraka, tepat di sisi dinding ini. Suatu pemandangan yang belum pernah kulihat seperti hari ini tentang kebaikan dan kejahatan. "Kata Ibnu Syihab," Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah mengatakan, bahwa Ummu' Abdullah bin Hudzafah berkata kepada anaknya, Abdullah bin Hudzafah,"Aku tidak pernah mendengar seorang jua pun anak yang lebih sial darimu. Percayakah engkau bahwa ibumu telah melacur seperti halnya wanita-wanita jahiliyah, lalu 'aibnya terbuka di kalangan orang banyak?" Kata Abdullah bin Hudzafah, "Demi Allah, seandainya aku dibangsakan kepada budak hitam sekalipun,maulah aku rasanya. "
2174. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Nabi saw. ditanya orang tentang beberapa soal, yang sesungguhnya pertanyaan itu tidak disukai beliau. Maka tatkala pertanyaan-pertanyaan itu bertambah banyak, Rasulullah saw. marah. Kemudian ia berkata kepada orang banyak," Tanyakan kepada ku apa yang kalian hendaktanyakan! "Maka bertanya seorang pria." Siapa bapaku? "Jawab beliau." Bapamu Hudzafah! "Dan bertanya pula yang lain," Siapa bapakku, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Bapamu, Salim maula Syaibah! "Tatkala 'Umar melihat wajah Rasulullah saw. menunjukkan kemarahan, maka berkata 'Umar, "Ya, Rasulullah! Kamitaubat kepada Allah. "
2175. Dari Musa bin Thalhah, dari ayahnya ra, katanya: "Aku berjalan bersama Rasulullah saw., Maka di tengah jalan kami bertemu dengan sekelompok orang sedang di atas pohon kurma. Dia bertanya," Apa yang sedang kalian perbuat? "
Jawab mereka, "Kami sedang transplantasi pohon kurma." Kata Rasulullah saw., "Menurut dugaanku, pekerjaan itu tidak ada gunanya." Lalu mereka hentikan pekerjaan mereka. Tapi kemudian dikabarkan orang kepada beliau bahwa pekerjaan mereka itu berhasil baik. Maka bersabda Rasulullah saw., "Jika pekerjaanitu ternyata bermanfaat bagi mereka, teruskanlah! Aku hanya menduga-duga. Maka janganlah diambil peduli duga-dugaan itu. Tetapi jika aku berbicara tentang Agama Allah, maka pegang teguhlah itu, karena aku sekali-kali tidak akan berdusta terhadap Allah. "2176. Dari Rafi 'bin Khadij ra, katanya:" Rasulullahsaw. tiba di Madinah, dan orang-orang Madinah sedang transplantasi pohon-pohon kurma. Dia bertanya, "Apa yang tuan kerjakan?" Jawab mereka, "transplantasi pohon kurma." Kata beliau, "Barangkali ada baiknya kalau pekerjaan itu tidak diteruskan." Maka berhentilah mereka transplantasi. Tapi kemudian,ternyata usaha mereka berhasil dengan berlimpah, lalu mereka kabarkan kepada Rasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Sesungguhnya aku hanya seorang manusia. Bila kuperintahkan kamu tentang urusan agamamu, maka laksanakanlah perintahku itu. Dan ketika kuperintahkan kepada mu sesuatu berdasarkanbuah pikiranku semata-mata, maka sesungguhnya aku hanya seorang manusia. "
2177. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. Lalu dia bertanya," Siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku? "Jawab Rasulullah saw.," Ibumu! "Tanya," Kemudian siapa? "Jawab, "Ibumu!" Tanya, "Kemudian siapa?" Jawab, "Kemudian ibumu!" Tanya,"Kemudian siapa?" Jawab, "Kemudian ayahmu!"
2178. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah, siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku yang terindah? "Jawab beliau," Ibumu! Kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu, kemudian yang terdekat kepada mu, yang terdekat. "
2179. Dari Abdullah bin Amru ra, katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. Minta izin hendak ikut jihad (berperang). Tanya Nabi saw. Kepadanya," Apakah kedua orang tua mu masih hidup? "Jawab orang itu," Masih! "Sabda beliau," Berbakti kepada keduanya adalah jihad. "
2180. Dari Abdullah bin Amru bin Ash r.a. katanya: "Seorang pria datang menghadap Rasulullah saw. lalu dia berkata: Aku bai'at (berjanji setia) dengan Anda akan ikut hijrah dan jihad, karena aku mengingini pahala dari Allah." Tanya Nabi saw., "Apakah orang tua mu masih hidup?" Jawab orang itu, "Bahkankeduanya masih hidup. "Tanya Nabi saw.," Apakah kamu mengharapkan pahala dari Allah? "Jawabnya," Ya! "Sabda Nabi saw.," Pulanglah kamu kepada kedua orang tua mu, lalu berbaktilah pada keduanya sebaik-baiknya! "
2181. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" Lalu beliau ditanya orang, "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw., "Siapa yang menemukan kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuksurga (dengan merawat orang tuanya sebaik-baiknya). "
2182. Dari Abdullah bin Umar ra, katanya: "Seorang pria desa bertemu dengannya di salah satu jalan di kota Makkah. Lalu Abdullah memberi salam kepadanya dan menaikkannya ke atas himar yang dikenderainya, dan diberinya serban yang sedang dipakainya di kepala." Kata Ibnu Dinar, "Maka kami berkatakepada Abdullah bin Umar, semoga Allah Ta'ala membalasi kebaikan Anda. Sesungguhnya orang desa itu lebih suka yang sederhana. "Jawab Abdullah." Bapa orang ini adalah sahabat baik Umar bin Khaththab. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya amal yang utama adalah ketika seorang anakmelanjutkan hubungan (silaturahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya. "2183. Dari Nawwas bin Sam'an Al Anshari ra, katanya:" Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang arti kebajikan dan dosa. "Sabda beliau," Kebajikan itu adalah budi pekerti yang indah. Sedangkan dosa adalah perbuatan atautindakan yang menyesakkan dada, padahal engkau sendiri segan perbuatanmu itu akan diketahui orang lain. "
2184. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah (Qur'an): 'Seandainya kamu berkuasa, apakah kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (kasih sayang)? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNyapenglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Quran, ataukah hati mereka telah terkunci? "(Muhammad, 47: 22-24)
2185. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Rahim (kasih sayang) itu tergantung di 'Arasy." Katanya, "Siapa yang menghubungkan ku, menghubungi pula Allah akan dia dan siapa memutusi ku, memutusi pula Allah akan dia."
2186. Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im ra, katanya ayahnya menghabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturrahim."
2187. Dari Anas bin Malik ra, katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang ingin rezekinya dilapangkan Allah, atau ingin usianya diperpanjang, maka hendaklah dia menghubungkan silaturrahim."
2188. Dari Abu Hurairah katanya "Seorang pria berkata kepada Rasulullah saw.," Ya, Rasulullah! Sesungguhnya aku memiliki karib kerabat. Aku selalu menghubungkan silaturrahim kepada mereka, tetapi mereka memutusnya. Aku selalu baik kepada mereka tetapi mereka jahat kepada ku. Aku selalu santunkepada mereka tetapi mereka jahat kepada ku. Bagaimana itu? "Jawab Nabi saw.," Jika benar engkau berbuat seperti yang engkau katakan seolah-olah engkau telah menyebabkan mereka menjadi bosan. Tapi Allah selalu akan menolong terhadap mereka selama kamu tetap berlaku demikian. "
2189. Dari Anas bin Malik ra, katanya Rasulullah saw, bersabda: "Janganlah kamu saling marah, jangan saling dengki, dan jangan pula saling tak acuh satu sama lain. Tapi jadilah kamu semua bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya (sesama muslim ) lebih dari tiga hari. "
2190. Dari Abu Ayyub Al Anshari ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim tidak bersapaan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga malam. Keduanya saling bertemu juga, tetapi mereka saling tak acuh satu sama lain. Yang paling baik di antara keduanya adalah yanglebih dahulu memberi salam (menyapa). "2191. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Hindarilah prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong. Jangan saling mencari-cari keburukan orang. Jangan saling mengorek rahasia orang dan saling menyaingi. Jangan saling mendengki.Jangan saling marah dan jangan saling tak acuh. Tapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah. "
2192. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu saling menjauhi (tidak bersapaan). Jangan saling tak acuh. Jangan saling mencari-cari cela masing-masing. Dan jangan sebagian kamu menawar barang yang sedang ditawar orang lain. Tapi jadilah kamu semua bersaudara selakuhamba-hamba Allah. "
2193. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya, jangan membiarkannya teraniaya, dan jangan menghinanya." Taqwa tempatnya di sini! Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. "Alangkah besar dosanyamenghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah saudaranya sesama muslim. Ilegal merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan atau nama baiknya. "2194. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta mu,tetapi Allah melihat kepada hati dan amalmu. "
2195. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Maka diampuni Allah dosa setiap hamba-Nya yang tidak musyrik, kecuali orang yang bermusuhan dengan saudaranya (sesama muslim). Maka dikatakan, tunggulah dahulu kedua orang ini berdamai!Tunggulah kedua orang ini berdamai! Tunggulah kedua orang ini berdamai! "
2196. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda, "Seluruh amal manusia dihadapkan kepada Allah swt. dalam sepekan (se Jumat) dua kali. Yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka diampuni Allah juga setiap hamba-Nya yang mukmin, kecuali orang yang bermusuhan. Maka dikatakan tunggukanlah keduaorang ini sebelumnya, sampai mereka berdamai. "
2197. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman pada hari kiamat kelak," Mana orang-orang yang saling mencinta karena keagungan-Ku? Hari ini Ku naungi mereka, di mana tidak ada naungan yang lain selain naungan-Ku. "
2198. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang pria pergi mengunjungi saudaranya yang bermukim di negeri asing (jauh dari tempatnya bermukim). Maka Allah Ta'ala mengirim seorang malaikat untuk menemaninya dalam perjalanan. Setelah malaikat bertemu dengan orang itu, maka bertanyamalaikat, "Hendak kemana Anda?" Jawab orang itu, "Aku hendak mengunjungi saudara ku di negeri Anu." Tanya malaikat, "Apakah Anda berkunjung ini karena Anda berutang budi kepadanya?" Jawab orang itu, "Tidak!" Aku mencintainya hanya semata-mata karena Allah Ta'ala. "Kata malaikat," Sesungguhnya aku (malaikat)diutus Allah Ta'ala menemani Anda, sebab Anda mencintai saudara mu karena Allah semata-mata. "
2199. Dari Tsauban ra, maula Rasulullah saw., Katanya beliau bersabda: "Siapa mengunjungi orang sakit, maka dia selalu berada dalam sebuah taman syurga penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetik sampai dia pulang kembali."
2200. Dari Tsauban r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila seorang muslim mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka orang itu selalu berada dalam suatu taman surga yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetik sampai dia pulang."
2201. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Pada hari kiamat kelak Allah Azza wa Jalla berfirman: Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa tidak engkau kunjungi Aku?" Jawab anak Adam, "Wahai Tuhan ku. Bagaimana mungkin aku mengunjungi Engkau padahal Engkau Tuhan semesta alam?" FirmanAllah Ta'ala, "Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba Ku si Fulan sakit, mengapa kamu tidak mengunjunginya? Apakah kamu tidak tahu seandainya kamu kunjungi dia, kamu akan menemukan Ku di sisinya?" "Hai, anak Adam! Aku minta makan kepada mu, mengapa kamu tidak memberi Ku makan?" Jawab anak Adam, "Wahai Tuhan.Bagaimana mungkin aku memberi Engkau makan, padahal Engkau Tuhan semesta alam? "Firman Allah Ta'ala," Apakah kamu tidak tahu, bahwa hamba Ku si Fulan minta makan kepada mu tapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak tahu, seandainya kamu memberinya makan niscaya engkau mendapatkannya di sisiKu? "" Hai, anak Adam! Aku minta minum kepada mu, mengapa kamu tidak memberi Ku minum? "Jawab anak Adam," Wahai Tuhan, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam? "Firman Allah Ta'ala," Hamba Ku si Fulan minta minum ke mu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Ketahuilah,seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku. "
2202. Dari Abdullah ra, katanya: "Aku datang mengunjungi Rasulullah saw. Ketika beliau sedang sakit, lalu kuraba beliau seraya berkata," Ya, Rasulullah! Demam Anda bertambah keras. "Jawab beliau," Memang, demamku sama dengan demam dua orang kamu. "Kataku pula," Semoga Anda mendapat pahala gandapula. "Jawab beliau," Semoga! "Kemudian sabda beliau pula," Tidak ada seorang muslim yang ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, melainkan dihapuskan Allah Taala dosa-dosanya, seperti pohon kayu menggugurkan daunnya. "2203. Dari Al Aswad ra : "Beberapa orang pemuda Quraisy datang mengunjungiAisyah ketika dia di Mina, dan mereka tertawa-tawa. Maka bertanya Aisyah, "Mengapa kalian tertawa?" Jawab mereka, "Si Fulan tersandung kakinya pada sebuah tali tenda, lalu dia jatuh tersungkur, hampir saja lehernya patah atau matanya buta." Lalu kata Aisyah, "Jangan kalian tertawakan! Sesungguhnyaaku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang jua pun orang muslim yang tertusuk duri atau lebih dari itu, melainkan dinaikkan Allah Ta'ala derajatnya satu tingkat, dan dihapus darinya satu kesalahan (dosa)."
2204. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada satu pun mushibah (cobaan) yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah Ta'ala karenanya, sekalipun mushibah itu hanya karena tertusuk duri."
220S. Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah ra. Keduanya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada suatu cobaan yang menimpa orang mukmin seperti sakit biasa, kesusahan, sakit berat, kesedihan dan kecemasan, melainkan Allah Ta'ala menghapus dosa-dosanya karenanya."
2206. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Tatkala telah turun ayat yang mengatakan:" Siapa melakukan suatu kejahatan, niscaya dia akan dibalas karenanya. "(An Nisa ', 4: 123), maka kaum muslimin sangat gusar karenanya. Oleh karena itu Rasulullah saw. bersabda: "sederhanalah kamu dalam segala urusan (janganpemborosan dan jangan pula default). Perbuatlah yang benar sesempurna mungkin, karena setiap cobaan yang ditimpakan kepada kaum muslimin, akan menghapus dosa, bahkan cobaan itu hanya berupa kaki tersandung atau tertusuk duri. "
2207. Dari Jabir bin Abdullah ra, katanya: "Rasulullah saw. Datang berkunjung ke rumah. Ummu Saib, maka bertanya beliau," Sakit apa kamu sampai menggigil begitu? "Jawab Ummu Saib," Demam! Allah Ta'ala tidak memberi berkat dengannya. "Sabda Nabi saw.," Janganlah kamu menyalahkan penyakit, karena penyakititu dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya dapur tukang besi membersihkan karat-karat besi. "
2208. Dari Abu Dzar r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda bahwa Allah Ta'ala telah berfirman: "Hai hamba ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Ku haramkan pula atas diri mu. Karena itu janganlah kamu menganiaya! Hai hamba-Ku! Kamu sekalian sesat, melainkan orang yang dapatpetunjuk dari-Ku. Karena itu mohonlah petunjuk kepada-Ku, Ku tunjuki kamu. Hai, hamba-Ku! Kamu sekalian lapar, melainkan orang yang Ku beri makan. karena itu mintalah makan kepada Ku, Ku beri kamu makan. Hai, hamba Ku! Kamu sekalian telanjang, melainkan orang yang Ku beri pakaian, karena itu mintalahpakaian kepada-Ku, Ku beri kamu pakaian. Hai, hamba-Ku! Kamu sekalian banyak bersalah siang dan malam. Padahal Aku bersedia mengampuni segala dosa semuanya. Karena itu minta ampunlah kepada Ku, Ku ampuni kamu. Hai, hamba-Ku! Kamu tidak akan dapat memberikan mudarat kepada-Ku. Seandainya kamu dapat.tentulah kamu telah memudarati-Ku. Dan kamu tidak dapat memberikan manfaat kepada-Ku. Seandainya kamu bisa saja kamu telah memanfaati Ku. Hai, hamba-Ku! Seandainya orang-orang yang sebelum dan sesudah kamu. manusia maupun jin, lebih taqwa dari orang yang paling taqwa di antara kamu. maka hal itutidak akan menambahkan sesuatu apa bagi kekuasaan-Ku. Hai, hamba-Ku! Seandainya orang-orang yang sebelum dan sesudah kamu, manusia maupun jin, lebih durhaka dari orang yang paling durhaka di antara kamu sekalian, maka hal itu tidaklah mengurangi sesuatu apa bagi kekuasaan-Ku. Hai, hambaKu! Seandainyaorang yang sebelum dan sesudahmu, manusia maupun jin, mereka berkumpul di suatu tempat yang luas, lalu mereka meminta kepada-Ku dan Ku penuhi permintaan mereka itu semuanya, maka hal itu tidak akan mengurangi sesuatu apa dalam perbendaharaan-Ku. Melainkan hanya seperti berkurangnya sebuah jarum biladimasukkan ke dalam laut. Hai, hamba-Ku! Hanya amal kamu sajalah yang ku perhitungkan untukmu, laIu ku bayar penuh pahalanya. Maka siapa yang memperoleh kebaikan, hendaklah dia memuji Allah Ta'ala, dan siapa yang beroleh lain dari kebaikan, maka janganlah dia mencela siapa-siapa kecuali akan dirinya sendiri(Karena dia yang bersalah). "2209. Dari Jabir bin 'Abdullah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:' Takutlah kamu akan berbuat zalim. Karena perbuatan zalim itu menyebabkan kegelapan kelak di hari kiamat. Dan takutlah kamu akan kikir. Karena kikir itu telah membinasakan orang-orangyang sebelum kamu karena telah menyebabkan mereka saling menumpahkan darah dan menyebabkan mereka melanggar larangan (segala yang diharamkan) Allah: '
2210. Dari Salim r.a. dari bapaknya katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Dia tidak bisa menganiaya saudaranya dan tidak bisa pula membiarkan saudaranya (teraniaya). Siapa yang membantu (mencukupkan) kebutuhan saudaranya maka Allah Taala membantunya pula(Mencukupkan) kebutuhannya. Siapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim. maka Allah Ta'ala melapangkan pula kesulitannya kelak di hari kiamat. Dan siapa yang menutup kesalahan (rahasia.) Orang muslim, maka Allah menutupi pula kesalahannya kelak di hari kiamat. "
2211. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu apa arti 'muftis' (bangkrut atau pailit)?" Jawab para sahabat. "Bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta." Sabda Rasulullah saw., "Bangkrut dari umat ku akan datang kelak di hari kiamat membawashalat, puasa dan zakat; dan membawa dosa karena dia pernah memaki orang, pernah menuduh-nuduh orang, pernah memakan harta orang, pernah membunuh orang, dan pernah memukul orang, maka diberikan pahala kebaikannya kepada orang-orang yang dizaliminya. Jika pahala kebaikannya habis sebelum terbayar lunaskepada orang-orang yang dizaliminya, maka diambil dosa-dosa mereka yang dizaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia di lemparkan ke neraka. "
2212. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Di hari kiamat kelak, setiap hak akan diberikan kepada ahlinya (orang yang punya hak), sampai hak seekor kambing yang tidak bertanduk diambilkan dari kambing yang bertanduk."
2213. Dari Jabir r.a. katanya: "Dua orang pemuda berkelahi. Yang satu pemuda Muhajirin dan satu lagi pemuda Anshar. Maka orang-orang Muhajirin berteriak mengelukan pemuda muhajirin." Ayuh Muhajirin, "dan orang-orang Anshar berteriak mengelukan pemuda Anshar. Ayo Anshar! Mendengar teriakan-teriakan ituRasulullah saw. keluar lalu beliau berkata. "Mengapa ini, berteriak-teriak seperti orang-orang jahiliyah!" Jawab mereka. "Tidak apa-apa, ya Rasulullah! Dua orang pemuda berkelahi, mereka saling memukul." Sabda Nabi saw., "Tidak mengapa. Seseorang harus menolong saudaranya yang zalim maupun yangdizalimi. Jika dia zalim lengahlah dia, dan jika dizalimi bantulah dia! "2214. Dari Jabir bin Abdullah ra katanya:" Kami berada bersama Nabi saw. dalam suatu peperangan. Tiba-tiba seorang pria Muhajirin memukul seorang pria Anshar. Maka berkata orang-orang Anshar mengelukan. "Ayo, Anshar!"dan orang-orang Muhajirin mengelukan pria Muhajirin, "Ayuh, Muhajirin!" Maka bersabda Rasulullah saw .. "Mengapa berteriak-teriak seperti orang jahiliyah!" Jawab mereka. "Ya, Rasulullah! Seorang pria Muhajirin memukul pria." Sabda Nabi saw., "Jangan berteriak-teriak! Karena berteriak itu keji!"Abdullah bin Ubay mendengar peristiwa tersebut lalu dia berkata. "Mereka telah melakukan hal itu. Demi Allah, jika kita kembali ke Madinah, niscaya orang-orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah." Kata Umar, "Izinkanlah aku memukul tengkuk si munafik itu!" Sabda Nabi saw., "Jangan! Nantiorang akan mengatakan bahwa Muhammad membunuh saudaranya. "2215. Dari Abu Musa ra, katanya Rasulullah saw. bersabda:" Orang mukmin sesama orang mukmin bagaikan sebuah rumah. Satu sama lain harus saling menguatkan. "
2216. Dari Nu'man bin Basyir ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencinta, saling mengasihi dan saling menyayang, bagaikan sebuah tubuh. Bila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh merasa sakit, tidak bisa tidur dan terasademam. "
2217. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Dua orang yang saling memaki, dosanya atas orang yang mulai memaki, selama yang dimaki tidak membalas berlebihan."
2218. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Seseorang yang pemaaf, Allah menambahkan kemuliaan baginya. Dan seorang yang tawadhu '(merendahkan diri) kepada Allah, maka Allah mengangkat derajatnya."
2219. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kamu apa yang dikatakan Ghibah (gunjingan)?" Jawab para sahabat, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Sabda Rasulullah saw., "Ghibah, yaitu mempercakapkan saudara mu tentang hal yang tidak disukainya." Ditanya orang beliau, "Bagaimanakalau yang kami percakapkan itu ternyata memang benar? "Jawab beliau," Jika yang kamu ucapkan ternyata benar, berarti engkau menggunjing. Dan Jika tidak benar, berarti engkau melakukan suatu kebohongan tentang dirinya. "
2220. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Orang yang menutup 'aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup' aibnya pula kelak di hari kiamat."
2221. Dari 'Aisyah ra, katanya ada seorang pria minta izin masuk ke rumah Rasulullah saw., Maka bersabda beliau, "Biarkanlah dia masuk, justru karena dia jahat." Setelah orang itu masuk, ternyata Rasulullah saw. bersikap sangat lemah lembut kepadanya. Karena itu aku bertanya kepada beliau. "Ya,Rasulullah! Tadi Anda mengatakan bahwa orang itu sangat jahat, ternyata Anda bersikap sangat lemah lembut kepadanya. "Jawab beliau," Sesungguhnya seburuk-buruk manusia di sisi Allah pada hari kiamat, adalah orang yang dibiarkan saja oleh orang banyak (berbuat sesukanya) karena takut kejahatannya. "
2222. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang tidak memiliki keramah-tamahan. berarti dia tidak memiliki kebaikan."
2223. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, 'Aisyah! Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Ramah Tamah dan menyukai keramah-tamahan. Dan Allah Ta'ala memberi karena keramah-tamahan akan karunia yang tidak pernah diberikan bukan karena kekerasan atau karena lain-lainsebagainya. "
2224. Dari 'Aisyah ra, istri Nabi saw., Dari Nabi saw. sabdanya: "Sesungguhnya ramah tamah dalam segala urusan membuat urusan itu indah (sukses). Tanpa ramah-tamah niscaya setiap urusan menjadi buruk."
2225. Dari 'Imran bin Hushain r.a. katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw. sedang dalam perjalanan, seorang perempuan Anshar yang mengenderai unta merasa kesal terhadap untanya, lalu dia mengutuk unta itu. Rasulullah saw. mendengar kutukannya itu, maka bersabdalah beliau:" Turunkan perempuanitu dan tinggalkan dia, karena sebenarnya dialah yang terkutuk. "Kata 'Imran," Sekarang masih segar dalam ingatanku, seolah-olah aku melihat perempuan itu berjalan tanpa seorang pun yang membantunya. "
2226. Dari Abu Hunlirah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidaklah pantas seorang sahabat jika ia suka mengutuk."
2227. Dari Abu Darda 'r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda "Orang-orang yang suka mengutuk tidak dapat memberi syafaat dan memberi kesaksian pada hari kiamat"
2228. Dari Abu Hurairah r.a. katanya seseorang berkata kepada Rasulullah saw., '' Ya, Rasulullah! Mendoalah kepada Allah Ta'ala supaya Allah menurunkan bencana kepada orang-orang musyrik. "Jawab beliau," Aku diutus Allah Taala tidak untuk menjadi tukang kutuk, tetapi untuk menjadi rahmat "
2229. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. pernah mendoa: "Wahai Allah, sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia. Maka siapa-siapa di antara kaum muslimin yang pemah terlanjur aku maki atau ku kutuk atau kupukul, maka jadikanlah semuanya itu menjadi pembersih dosa dan rahmat baginya."
2230. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. pernah mendoa: Sesungguhnya aku telah berjanji dengan Engkau, wahai Allah bahwa Engkau tidak akan mungkir janji dengan ku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia. Maka siapa-siapa di antara orang-orang yang beriman pernah terlanjur ku sakiti, ku cela,ku kutuk atau ku pukul, maka jadikanlah semuanya pahala shalat dan zakat baginya, serta pendekat yang mendekatkannya kepada Engkau pada hari kiamat kelak. "
2231. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tergolong manusia yang sangat jahat, orang yang bermuka dua. Dia datang ke suatu golongan dengan wajah tertentu dan datang ke golongan lain dengan wajah yang lain pula."
2232 Dari Ummu Kaltsum binti 'Uqbah bin Abi Muaith - dia termasuk muhajirat yang pertama-tama berbaiat dengan Nabi saw. mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Tidak termasuk pendusta orang yang memperdamaikan dua orang yang berselisih, dia mengatakan yang baik lalu dia berhasil denganbaik. "Kata Ibnu Syihab," Aku tidak pernah mendengar Rasulullah saw memungkinkan orang berdusta,
kecuali dalam tiga hal: (1) Dalam perang. (2) Dalam mendamaikan dua orang yang berselisih. (3) Berita suami kepada istrinya dan berita istri kepada suaminya. "2233. Dari 'Abdullah bin Masud ra katanya:" Sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah bersabda: "Perhatikanlah! Kuberitahukan kepada kamu sekalianapa arti 'Adh (sesuatu yang sangat keji dan ilegal). Yaitu, gunjingan yang meluas di kalangan orang banyak (sehingga masyarakat jadi kacau). "
2234. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah kamu selalu berlaku jujur. Karena berlaku jujur membimbing kepada kebajikan, dan kebajikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu berlaku jujur dan berusaha mempertahankan / menemukan kejujuran, maka dia dicatat Allah sebagai" Sadiq "(Orang yang jujur). Dan hindarilah olehmu dusta, karena sesungguhnya dusta itu membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka. Seseorang yang selalu berdusta dan mempertahankan kedustaan, maka dia dicatat Allah Taala sebagai "Kadzdzab" (si Pendusta atau si Pembohong). "
2235. Dari Abu Hurairah r.a. katanya "Yang bernama pendekar bukanlah orang yang banyak menjatuhkan lawan. Tapi pendekar sejati adalah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika sedang marah."
2236. Dari Sulaiman bin Shurad rakatanya: "Dua orang laki-Iaki saling memaki di dekat Rasulullah saw, sehingga seorang dari mereka merah matanya dan menggembung urat-urat lehernya. Maka bersabda Rasulullah saw," Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang kalau dia membacanya niscaya hilang marahnya.Kalimat itu adalah: A 'udzubillahi minas syaitannir rajim. (Aku berlindung dengan Allah dari kejahatan setan yang terkutuk). "
2237. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ketika Allah Ta'ala membentuk tubuh Adam di dalam surga, Allah meninggalkannya beberapa lama. Sementara itu iblis datang mengelilingi dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan Allah. Ketika dilihat iblis tubuh itu berongga, tahulah dia bahwa Adamdiciptakan sebagai makhluk yang tak dapat menguasai diri. "2238. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu berkelahi (berperang), maka hindarilah (memukul) wajah saudara mu (lawanmu)! "
2239. Dari Hisyam bin Hakim bin Hizam r.a. katanya dia pernah lewat di Syam, lalu bertemu dengan beberapa orang yang sedang dijemur di panas matahari dan kepala mereka dituangkan dengan minyak. Maka bertanya Hisyam, "Apa ini yang terjadi?" Dijawab orang, "Mereka disiksa karena tidak membayar pajak." KataHisyam, "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala pasti akan menyiksa pula orang-orang yang melakukan penyiksaan di dunia."
2240. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: "Seorang pria lewat
di masjid membawa panah dengan mata panah terbuka. Lalu diperintahkan oleh Rasulullah saw. sehingga orang itu memegang mata panahnya agar tidak melukai kaum muslimin. "
2241. Dari Abu Musa r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Apabila kamu
lewat di masjid atau di pasar, padahal kamu membawa panah, harus kamu pegang mata panahmu dengan telapak tangan, sehingga tidak melukai orang-orang muslim. "2242. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang menakut-nakuti saudaranya dengan mengacung-acungkan senjata makasesungguhnya malaikat mengutuknya sehingga dia berhenti menakut-nakuti, sekalipun saudaranya itu saudara sekandung. "
2243. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw. sabdanya: "Janganlah seseorang kamu mengacung-acungkan senjata kepada saudaranya (untuk menakut-nakuti atau mengancam). Karena kamu tidak tahu kalau-kalau setan mencabut senjata itu dari tanganmu (lalu tentang saudaranya), kemudian kamu jatuh kelubang neraka. "
2244. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu melalui sebuah jalan, tiba-tiba dia menemukan sebuah ranting berduri lalu disingkirkannya ranting itu. Maka Allah Ta'ala berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya." 2245. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Bila seseorang bertemu dengan sebuah ranting di tengah jalan, lalu dia berkata: Demi Allah, kusingkirkan ranting ini sehingga tidak menyakiti kaum muslimin. Niscaya Allah Ta'ala memasukkannya ke surga."
2246. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia pernah berkata kepada Nabi saw., "Ya, Nabiyallah! Ajarkanlah kepada ku suatu amal yang bermanfaat bagiku." Sabda Rasulullah saw., "Singkirkanlah penghalang di jalanan yang dapat menyakiti kaum muslimin."
2247. Dari Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita menyiksa seekor kucing dengan jalan mengurungnya sampai mati. Karena itu wanita tersebut dimasukkan ke neraka. Kucing itu tidak diberinya makan dan minum selama dalam kurungan dan tidak pula dilepaskannya sehingga dia dapat menemukanmakan sendiri berupa rumput yang tumbuh di bumi. "2248. Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah ra, keduanya mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:" Angkuh dan sombong adalah pakaian Allah Ta'ala. Maka siapa yang menyaingi pakaian-Nya, Allah Ta'ala akan menyiksanya. "
2249. Dari Jundab r.a. katanya Rasulullah saw. bercerita bahwa seorang pria pernah berkata: "Wallah! (Demi Allah) Allah Ta'ala tidak akan mengampuni dosa si Fulan." Maka sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, "Siapa itu yang bersumpah atas namaKu, bahwa Aku tidak akan mengampuni dosa si Fulan? SesungguhnyaAku mengampuninya. Maka hapuslah amalmu (karena ucapanmu itu). "
2250. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Berapa banyaknya orang-orang (miskin) yang kusut-masai diusir dari muka pintu rumah orang (ketika mereka meminta-minta). Seandainya si miskin itu mendoa kepada Allah Ta'ala, niscaya Allah mengabulkan doanya." 2251. Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang berkata. Celakalah mereka." Maka orang yang berkata itulah yang paling celaka. "
2252. Dari Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Jibril selalu berwasiat kepada ku agar selalu baik dengan tetangga. Sehingga aku menduga bahwa Jibril akan menjadi pewaris."
2253. Dari Abu Dzar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bila engkau memasak gulai perbanyaklah kuahnya dan sisihkan untuk tetanggamu."
2254. Dari Abu Dzar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Janganlah engkau pandang ringan perbuatan baik sekalipun kecil. Meskipun hanya dengan menunjukkan wajah manis ketika engkau bertemu dengan saudara mu."
2255. Dari Abu Musa r.a. katanya: "Bila orang minta-minta datang kepada Nabi saw., beliau menghadap kepada orang-orang yang duduk beserta beliau lalu beliau bersabda: Tolonglah mereka, niscaya tuan akan mendapat pahala. Dan semoga
melalui ucapan Nabi-Nya terkabullah apa yang diinginkannya. "
2256. Dari Abu Musa r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaan berkawan dengan orang baik dan berteman dengan orang jahat tak ubahnya seperti berteman dengan penjual minyak harum atau dengan tukang tiup api di bengkel tukang besi. Jika berteman dengan penjual minyak harum adakalanya engkau dinlesi minyakharum atau engkau membeli kepadanya atau setidak-tidaknya engkau dapat tercium bau harum. Dan jika berkawan dengan peniup api di bengkel tukang besi adakalanya pakaianmu bisa terbakar atau setidak-tidaknya engkau tercium bau busuk. "
2257. Dari Aisyah r.a., istri Nabi saw. katanya: "Pada suatu hari seorang perempuan beserta dua orang anak perempuannya datang lalu dia meminta kepada ku. Sayang sekali aku tidak memiliki apa-apa kecuali hanya sebuah kurma, lalu kuberikan kepadanya. Dia mengambil pemberianku itu dan membaginya duauntuk kedua anaknya. Sedang dia sendiri tidak makan apa-apa. Kemudian perempuan itu berdiri lalu pergi dengan kedua anaknya. Setelah Nabi saw. tiba, kuceritakan kepada beliau peristiwa kedatangan perempuan itu. Beliau bersabda, "Siapa mendapat cobaan (kesulitan, kesusahan, kemiskinan, dan sebagainya)dalam memelihara / merawat anak-anaknya, tapi dia tetap berusaha merawat mereka sebaik-baiknya, maka semua cobaan itu menjadi dinding baginya dari neraka. "
2258. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Pada suatu hari seorang perempuan miskin datang kepada ku membawa dua orang anak perempuannya. Maka kuberi dia kurma tiga buah. Lalu perempuan itu memberi anaknya masing-masing sebuah. Sedang yang satu lagi diangkat ke mulutnya hendak dimakannya sendiri, tetapi dimintaoleh kedua anaknya. Maka dibelahnya kurma yang akan dimakannya itu lalu diberikannya kepada kedua anaknya, seorang sebelah. Aku kagum menyaksikan perempuan itu, lalu kuceritakan apa yang telah diperbuatnya itu kepada Rasulullah saw. Maka bersabda beliau, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mewajibkan surgabaginya, atau Allah Ta'ala membebaskannya dari siksa neraka. "
2259. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah Saw. bersabda: "Siapa yang memelihara dua anak gadis kecil (membelanjai dan mendidiknya seperti anak sendiri) sampai keduanya dewasa maka aku akan datang bersama-sama dengan dia pada hari kiamat kelak, seraya beliau menggenggamkan jari-jarinya."
2260. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda kepada wanita-wanita Anshar, sabdanya: "Tidak seorang jua pun di antara kamu sekalian yang kematian anak sampai tiga orang, lalu dia menerima musibah itu dengan sabar, melainkan dia masuk surga." Maka bertanya seorang di antara mereka, "Bagaimanakalau dua orang, ya Rasulullah? "Jawab beliau." Atau dua orang. "
2261. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Seorang perempuan datang kepada Nabi saw. lalu dia berkata: Kaum pria telah belajar mengaji kepada Anda. Sediakan pula waktu bagi kami satu hari, sehingga kami dapat mendatangi Anda pada hari itu, mempelajari ilmu yang diajarkan Allah kepada Anda." JawabNabi saw., "Berkumpullah pada hari-hari itu dan itu!" Maka berkumpullah mereka pada hari-hari yang ditentukan beliau, lalu beliau datang mengajar mereka ilmu-ilmu yang telah diajarkan Allah kepadanya (ilmu agama). Antara lain beliau bersabda: "Tidak seorang jua pun para wanita di antara kamu sekalianyang anaknya lebih dahulu meninggal sampai tiga orang, melainkan anak-anak itu menjadi dinding baginya dari api neraka. "Lalu bertanya seorang wanita," Bagaimana kalau dua orang, dua orang, dua orang? "Maka jawab Rasulullah saw.," Ya, dua orang, dua orang, dua orang. "
2262. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Yang dimaksud, adalah tiga orang anak yang belum mencapai usia baligh (yang belum berdosa)."
2263. Dari Abu Hassan r.a. katanya dia bertanya kepada Abu Hurairah r.a. "Aku kematian dua orang anakku. Dapatkah Anda menceritakan kepada ku hadis Rasulullah saw. Yang dapat mengobati hati kami atas kematian anak-anak kami itu?" Jawab Abu Hurairah. Nabi saw. pernah bersabda: "Ya, anak-anak tersebutselamanya menjadi penghuni surga. Salah seorang dari mereka datang menemui ayahnya, atau kedua orang tuanya lalu dipegangnya baju atau tangan orang tuanya seperti aku memegang ujung bajumu ini. Maka tidak dilepaskannya, atau dia tidak berhenti memegang, sehingga Allah Ta'ala memasukkannya bersama ayahnyake surga. "
2264. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Seorang perempuan datang kepada Nabi saw. membawa anaknya yang masih kecil. Lalu dia berkata kepada beliau," Ya, Nabiyallah! Doakanlah anakku ini (semoga dia panjang umur). Aku telah kematian anak tiga orang. "Tanya Nabi saw.," Engkau telah kematian anak tigaorang? "Jawab perempuan itu," Betul, ya, Nabiyallah! "Sabda beliau," Sesungguhnya engkau telah didinding dari neraka dengan dinding yang kuat. "
2265. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila Allah Ta'ala mencintai seseorang hamba, maka dipanggil-Nya Jibril seraya berfirman:" Hai, Jibril! Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan. Maka kasihi pulalah dia. "Lalu Jibril mengasihi orang itu. Kemudian dia berseru kepada penduduklangit, katanya, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mencintai si Fulan. Maka kasihi pulalah dia oleh, kalian semuanya!" Lalu penduduk langit mengasihi orang itu. Kemudian cinta kasih itu sampai kepada penduduk bumi. Dan ketika Allah Ta'ala membenci seseorang hamba, maka dipanggil-Nya Jibril seraya berfirman: "Hai, Jibril! Aku benci kepada si Fulan. Maka benci pulalah kepadanya!" Lalu Jibril membenci orang itu. Kemudian dia berseru kepada penduduk langit, katanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala membenci si Fulan. Maka benci pulalah kamu semua kepadanya." Kata Nabi saw., "Lalu penduduk langit membenci orangitu, sehingga penduduk bumi membencinya pula. "2266. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Ruh (jiwa) bagaikan para prajurit yang aneka ragam. Bila saling mengenal, mereka akan bersatu. Bila tidak saling mengenal, mereka akan terfragmentasi. "
2267. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Manusia itu seperti tambang emas dan perak. Mereka yang pilihan di zaman jahiliyah, pilihan juga di dalam Islam, selama mereka memahami ajaran Islam itu. Dan ruh (jiwa) adalah bagaikan prajurit yang aneka ragam. Bila saling mengenal bersatulah mereka, danbila tidak saling mengenal, mereka terpecah belah. "
2268. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Seorang Arab dusun bertanya kepada Nabi saw.," Kapan terjadi hari kiamat? "Rasulullah saw. balik bertanya," Apakah yang telah Anda persiapkan untuk itu? "Jawabnya," Mengasihi Allah dan Rasul-Nya. "Sabda beliau, "Engkau selalu bersama kekasih muitu kelak. "
2269. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Ketika aku dan Rasulullah saw. pada suatu ketika keluar dari masjid, tiba-tiba kami ditemukan oleh seorang pria di pintu masjid, lalu dia bertanya," Ya, Rasulullah! Kapan terjadi hari kiamat? "Jawab Rasulullah saw.," Apakah yang telah engkau persiapkan untukitu? "Lelaki itu tampak seperti menunduk, kemudian dia berkata," Tidak banyak yang telah kusiapkan; baik itu berupa sholat (sunat), puasa, dan sedekah (zakat). Tapi aku sungguh-sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya. "Maka bersabda Nabi saw.," Engkau akan selalu bersama-sama kecintaanmu itu kelak. "
2270. Dari Abdullah r.a. katanya: "Seorang pria datang ke
Rasulullah saw., Lalu dia bertanya, "Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang seorang pria yang mencintai suatu kaum, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan kaum itu?" Jawab Rasulullah saw., "Setiap orang bersama kekasihnya." 2271. Dari Abu Dzar r.a. katanya: "Seseorang bertanya kepada Rasulullahsaw., "Bagaimana pendapat Anda, ya Rasulullah, tentang seorang pria yang melakukan amal kebajikan, lalu dia dipuji orang banyak." Jawab Rasulullah saw., "Pujian seperti itu adalah pendahuluan berita gembira bagi orang mukmin."
2272. Dari Abdullah r.a. katanya: "Rasulullah saw. yang mutlak benar menceritakan kepada kami, sesungguhnya proses penciptaan seseorang kamu setelah berada dalam perut ibunya selama 40 hari. kemudian dari menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama 40 hari. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) selama40 hari. Kemudian diutus malaikat meniupkan ruh (jiwa) kepadanya. Kemudian diperintahkan kepada malaikat menuliskan empat ketetapan. Yaitu tentang rezekinya, ajalnya, 'amalnya dan celaka atau bahagia. Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang yang beramal dengan amalan anggotasurga sehingga jaraknya ke surga hanya tinggal sehasta tetapi suratan taqdirnya menetapkan dia menjadi anggota neraka lalu dia beramal (pada usia umurnya) dengan praktek ahli neraka maka dia akan masuk neraka. Sebaliknya seseorang yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jaraknya ke neraka hanyatinggal sehasta tetapi suratan taqdirnya telah ditulis menjadi ahli surga lalu (pada sisa umurnya) dia beramal dengan amalan ahli surga, maka dia akan masuk surga. "2273. Dari Hudzaifah bin Asid ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Setelah nutfah berada dalam rathim 40 atau 45 malam, maka datanglahmalaikat kepadanya, seraya bertanya kepada Allah Ta'ala, "Ya, Tuhan! Apakah dia ini celaka atau bahagia?" Maka ditulisnya salah satu di antara keduanya. Tanya, "Apakah dia pria atau perempuan?" Maka ditulisnya salah satu di antara keduanya. Kemudian ditulisnya pula praktek serta hasil amalannya, ajalnyadan rezekinya. Kemudian bukunya dilipat, tidak ditambah dan tidak dikurangi. "
2274. Dari Ali r.a. katanya: "Pada suatu hari kami mengantarkan jenazah ke pekuburan Baqi 'Al Gharqad. Rasulullah saw. mendatangi kami, lalu beliau duduk. Maka kami pun duduk pula di sekitar beliau. Beliau memegang sepotong ranting, menunduk, dan menggaris-garis pasir dengan ranting itu . Kemudian beliaubersabda: "Tidak seorang jua pun di antara kamu melainkan tempatnya telah ditentukan Allah Ta'ala di surga atau di neraka. Telah ditetapkan Allah apakah dia celaka atau bahagia. Maka bertanya seorang sahabat." Ya. Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak lebih baik kita diam saja menunggu suratan taqdir
nasib kita tanpa beramal? "Jawab beliau," Orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang yang bahagia, adalah karena dia beramal dengan amalan orang yang bahagia, dan orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang celaka adalah karena dia beramal dengan amalan orang celaka. Karena itu beramallah!Semua sarana selesai. Adapun orang-orang bahagia, mereka dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan orang-orang bahagia. Dan orang-orang celaka, mereka dimudahkan untuk beramal dengan amal orang-orang celaka. "Kemudian beliau membaca ayat:" Adapun orang-orang yang suka memberi dan bertaqwa makaKami siapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik,
maka akan Kami siapkan baginya jalan yang sulit. "(Al Lail, 92: 510).
2275. Dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya ada orang beramal dengan amalan ahli surga sepanjang penglihatan orang banyak, tetapi sebenarnya dia adalah ahli neraka. Dan ada pula orang yang beramal dengan amalan ahli neraka menurut pandangan manusia, tetapi sebenarnyadia ahli surga. "
2276. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah saw. bercerita bahwa Adam dan Musa pernah berbantahan. Kata Musa." Hai, Adam! Engkau adalah ayah kami. Tetapi engkau telah mengecewakan kami karena menyebabkan kami keluar dari surga. "Jawab Adam," Engkau, hai Musa! Engkau telah dipilih dan diistimewakanAllah Ta'ala. Dengan kehendakNya engkau dapat berbicara dengan-Nya. Apakah kamu menyesali ku karena urusan yang telah ditaqdirkan Allah atas ku sejak 40 tahun sebelum aku diciptakan-Nya? "Sabda Nabi saw.," Demikianlah Adam dan Musa saling berbantah. "
2277. Dari Abdullah bin 'Amru bin Ash r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala telah mengatur segala ketetapan (taqdir) bagi seluruh makhluq, lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi dan (ketika itu) Allah Ta'ala berada di atas air."
2278. Dari Abdullah bin 'Amr bin' Ash r.a. katanya dia mendengar
Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya hati anak Adam seluruhnya berada di antara dua jari Allah Ta'ala, bagikan hanya sebuah saja. Allah Ta'ala sanggup memindahkannya bagaimana menurut kehendak-Nya. Lalu Rasulullah saw. mendoa," Allahumma musluurifa qulub, shiurlf quluubana 'ajaa thaa'atim. "
2279. Dari Abdullah bin Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Semuanya telah diatur dengan suatu ketetapan (taqdir yang tak dapat diubah lagi), hingga sampai kepada kelemahan dan ketrampilan."
2280. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Orang-orang musyrik Quraisy datang kepada Nabi saw. memprotes ia memiliki masalah Qadar." Maka turun ayat: (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, (dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api neraka." Sesungguhnya Kami menciptakansegala sesuatu dengan ukuran. "(Al Qamar 54:48 49).
2281. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menetapkan nasib anak Adam tentang zina. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Zina mata ialah memandang. Zina lidah adalah berkata. Zina hati adalah keinginan dan syahwat, sedangkan vagina (kemaluan) hanya menurutiatau tidak menuruti. "
2282. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Nasib anak Adam tentang zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin danrindu, sedangkan vagina (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti. "
2283. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang jua pun anak yang baru lahir kecuali dia dalam keadaan suci dan dua orang tuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi." Kemudian beliau bersabda: "Bacalah ayat:" Fitrah Allah yang telah menciptakanmanusia menurut fitrah itu tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus. "(Ar Rum 30: 30)
2284. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang jua pun bayi yang baru lahir melainkan dalam keadaan suci. Maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, dan musyrik. Lalu bertanya seorang pria," Ya, Rasulullah! Bagaimana kalau anak itumati sebelumnya (sebelum disesatkan orang tuanya)? "Jawab beliau," Allah-lah yang Maha Tahu apa yang telah mereka lakukan. "
2285. Dari Aisyah, Ummul Mukminin r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. diminta orang datang menziarahi jenazah bayi orang Anshar. Lalu aku berkata," Berbahagialah bayi itu, seekor burung di antara burung-burung surga, yang belum pernah berbuat dosa atau ditimpa dosa. "Jawab Nabi saw. , "Mungkintidak begitu. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah menyediakan bagi surga siapa-siapa penghuninya semenjak mereka masih dalam sulbi tua mereka, dan telah menyediakan bagi neraka siapa-siapa penghuninya, semenjak mereka masih dalam sulbi ayah mereka. "2286. Dari Abdullah ra katanya:" Pada suatuwaktu Ummu Habibah, istri Nabi saw. mendoa: "Wahai, Allah !. Panjangkanlah usiaku bersama dengan suamiku Rasulullah saw., dan dengan bapaku Abu Sufyan, dan dengan saudara ku Mu'awiyah." Maka bersabda Nabi saw., "Engkau memohon ajal yang sudah pasti (tak dapat diubah), memohon juaah hari yang sudahditetapkan hitungnya, serta rezeki yang sudah dibagi-bagi, yang tak dapat disegerakan sebelum tiba waktunya, dan tak dapat diundur sedikit jua pun dari waktu yang telah ditetapkan semula. Seandainya engkau Mohon kepada Allah Ta'ala perlindungan dari siksa neraka atau dari siksa kubur, itu lebih baikdan lebih bagus. "
2287. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Orang mukmin yang kuat (jasmani din rohani) lebih disukai Allah Ta'ala dari orang mukmin yang lemah. Namun begitu, keduanya sama. Cuma memiliki kelebihan. Jagalah agar kamu selalu dalam keadaan (situasi) yang bermanfaat bagi dirimu dan mohonlah selalu pertolongan kepada Allah Ta'ala, dan jangan bosan. Jika engkau mendapat cobaan. jangan berkata. "Seandainya (tadi) aku perbuat begini dan begitu (tentu tidak akan begini jadinya)." Tetapi ucapkanlah: "Allah Maha Kuasa berbuat sekehendak-Nya." Karena kata-kata 'Lalu' (seandainya)memberi peluang bagi setan. "
2288. Dari Aisyah r.a. katanya, Rasulullah saw. membaca ayat: "Dialah yang menurunkan Kitab (Al Qur'an) kepada mu. Di antara isinya ada ayat-ayat informasi (yang jelas dan tegas maksudnya), dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat (ambigu). Adapun orang -orang yang hatinya condong kepada kesesatan,maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat, untuk menimbulkan fitnah (bencana) dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan hanya Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semuanya itu turun dariTuhan kami "Dan tidak dapat memahaminya kecuali orang-orang yang cerdas." (Ali 'Imran, 3: 7). Kata 'Aisyah, maka bersabda Rasulullah saw., Bila tuan melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat itulah orang-orang yang dimaksud Allah dalam ayat itu. Maka jauhilah mereka: '
2289. Dari Abdullah bin Amr r.a. katanya: "Pada suatu hari aku bangun pagi-pagi pergi ke tempat Rasulullah saw. Maka terdengar suara dua orang pria berdebat tentang sebuah ayat. Karena itu Rasulullah saw. keluar mendatangi kami. Di wajah beliau terlihat tanda kemarahan. Lalu beliau bersabda:" Sesungguhnyaumat yang sebelum kamu mendapat celaka karena mereka berselisih tentang Kitab Allah. "
2290. Dari Jundab bin Abdullah Al Bajali r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah Al Quran selama perhatianmu terpusat padanya. Bila kamu khawatir maka berhentilah." 2291. Dari Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang paling dibenci Allah, adalah para penentangyang sangat keras dan licik. "2292. Dari Abdullah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan (melampaui batas) dalam perbuatan dan perkataan mereka. "Beliau mengucapkannya tiga kali.
2293. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sebagian di antara tanda-tanda hari kiamat adalah hapusnya ilmu (agama), berjangkitnya kejahilan, melimpahnya minuman keras, dan meraja lelanya perzinaan (pelacuran)."
2294. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sebagian di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: hapusnya ilmu (agama), berjangkitnya kebodohan, merajalelanya perzinaan (pelacuran), melimpahnya minuman keras, habis kaum pria dan yang tinggal hanya wanita, dengan perbandingan seorangpria berdiri di tengah-tengah lima puluh wanita. "
2295. Dari Abdullah dan Abu Musa ra, keduanya berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sebelum terjadi hari kiamat terlebih dahulu membongkar ilmu (agama) dan menular ketidaktahuan (maksiat, kejahatan dan sebagainya), dan banyak terjadi pembunuhan." 2296. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda:"Tanda hari kiamat semakin dekat, dihapus (dicabut) ilmu (agama), lalu timbul fitnah (cobaan / kekacauan). Di mana-mana ditemukan kebakhilan, serta banyak pembunuhan."
2297. Dari Abdullah bin 'Amru bin Ash katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah tidak menghilangkan ilmu (agama) dengan cara mencabutnya dari dada seluruh manusia tetapi dengan jalan mewafatkan para ulama. Ketika ulama sudah habis, umat manusia mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpinmereka. Lalu mereka bertanya kepada para pemimpin yang bodoh. Si pemimpin memberi fatwa tanpa pengetahuan, menyesatkan orang banyak, maka sesatlah mereka semuanya. "
2298. Dari Jarir bin Abdullah r.a. katanya: "Serombongan orang rab dusun datang kepada Nabi saw. berpakaian bulu kibasy (orangan). Setelah melihat kondisi mereka yang menyedihkan itu, Rasulullah saran bahwa mereka ditimpa musibah dan membutuhkan bantuan. Lalu beliau menganjurkan agar orangbanyak memberi sedekah kepada mereka. Tetapi anjuran beliau itu agak lambat mendapat tanggapan, sehingga tampak di wajah beliau bahwa beliau agak kecewa. Kemudian datang seorang pria Anshar memberikan uang pundi-pundi. Kemudian datang pula yang lain, yang lain, dan seterusnya, sehingga wajah beliauberubah jadi gembira kembali. Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa memberi contoh (mengajak) melakukan perbuatan baik dalam Islam, kemudian perbuatannya itu diikuti orang, maka dia mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. Begitu pula siapa yang mengajakmelakukan kejahatan, kemudian dikerjakan orang pula karena mengikuti dia, maka dituliskan dosanya sebanyak dosa orang-orang yang mengikutinya tidak kurang sedikit jua pun. "
2299. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mengajak ke jalan kebenaran maka dia mendapat pahala sebanyak pahala yang diterima oleh orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. Dan siapa mengajak ke jalan ke
sesatan, maka dia mendapat dosa sama banyak dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun. "2300. Dari Ahu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku selalu menurut sangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya ketika diamenyebut nama-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam hatinya, maka Aku menyebutnya pula dalam hati-Ku. Dan jika dia menyebut Ku dalam acara banyak, maka Aku menyebutnya dalam acara banyak yang lebih baik. Jika dia mendekati-Ku sejengkal, Aku mendekatinya sehasta.
Dan jika dia mendekati-Ku sehasta. Aku mendekatinya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku mendatanginya dengan berlari. "
2301. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Ta'ala memiliki 99 nama. Siapa menghafalnya masuk surga. Dan sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Tunggal, mencintai ketunggalan." 2302. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., Sabdanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki 99 nama. Yaitu 100kurang satu. Siapa menghitungnya masuk surga. "
2303. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw: bersabda: "Apabila kamu mendoa, hendaklah kamu sungguh-sungguh yakin dalam do'a (bahwa Allah Ta'ala mendengar dan mengabulkan). Janganlah kamu mendoa dengan kalimat:" Allah, jika Engkau mulia berilah aku! "Karena sesungguhnya Allah Ta'ala tidak dipaksa memenuhisuatu doa. "2304. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Apabila kamu mendoa, maka janganlah mendoa dengan menggunakan kalimat: Wahai Allah! Ampunilah aku jika Engkau mau. Tetapi hendaklah kamu mempergunakan kalimat yang sungguh-sungguh meyakinkan aplikasi, serta besar jawaban (bahwaAllah Ta'ala mendengar dan mengabulkan permohonanmu). Karena sesunguhnya Allah Ta'ala tidak pernah memberatkan-Nya memberikan sesuatu. "
2305. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekali-kali janganlah kamu meminta-minta mati karena suatu musibah yang menimpa. Jika kamu ingin meminta juga, maka mendoalah sebagai berikut:" Allahumma ahyini mall kaanatil Hayatu khairan Ii, wa tawaffani idza kaanatil wafaatu khairan li. "(Wahai Allah! Panjangkanlah umurku jika umur panjang itu yang lebih baik bagi ku, dan matikanlah aku jika mati itu yang lebih baik bagiku).
2306. Dari Qais bin Abu Hazim r.a. katanya: "Kami datang mengunjungi Khabbab ketika dia sedang sakit. Dia berobat dengan tusukan besi panas di perutnya sampai tujuh kali. Kata Khabbab," Seandainya Rasulullah saw. tidak melarang kita mendoa minta mati, tentu aku telah memintanya. "
2307. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sekali-kali janganlah kamu meminta-minta mati, dan jangan pula mendoakannya sebelum mati itu datang sendiri. Karena ketika kamu telah mati maka berhentilah kamu beramal. Sesungguhnya bertambah panjang umur seorang mukmin bertambah pulakebaikan yang dapat diperbuatnya. "2308. Dari 'Aisyah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang ingin bertemu dengan Allah niscaya Allah ingin pula bertemu dengannya. Dan siapa benci bertemu dengan Allah, niscaya Allah benci pula bertemu dengannya. "Lalu aku bertanya:" Apakah yang dimaksudmembenci mati? Karena kami semua benci akan mati. "Jawab beliau," Bukan begitu! Tetapi setiap orang mukmin ketika diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, dengan keridhaan-Nya dan dengan surga-Nya, niscaya dia ingin bertemu dengan Allah. Maka Allah ingin pula bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir,ketika diberi kahbar dengan 'azab Allah dan dengan kemarahan-Nya, dia benci bertemu dengan Allah dan Allah benci pula bertemu dengannya. "2309. Dari Aisyah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa yang ingin bertemu dengan Allah, niscaya Allah ingin pula bertemu dengannya. Dan siapa yang bencibertemu dengan Allah, niscaya Allah benci pula bertemu dengannya. Sedangkan mati itu terjadi sebelum bertemu dengan Allah. "2310. Dari Anas ra katanya:" Rasulullah saw. pergi mengunjungi seorang muslim yang sakit letih, sehingga dia telah seperti anak burung yang baru menetas (lemah tidak berdaya).Rasulullah saw. bertanya kepadanya: "Apakah engkau pernah mendoa atau meminta sesuatu kepada Allah Ta'ala?" Jawab orang itu, "Ada! Aku mendoa, Allahumma maakunta mu 'aqibii bihi fil akhirati, fa' ajjilhu lii fid dunya." Maka bersabda Rasulullah saw., "Maha Suci Allah! Engkau tidak akan sanggup menanggungkannya.Sebaiknya engkau mendoa: Allahumma aatina fid dunya hasanah wafil aakhirati hosanah, waqina 'adzabannar. "Kata Anas," Rasulullah saw. mendoakan kesembuhan bagi orang itu, maka sembuhlah dia. "
2311. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Tabaraka wa Ta'ala memiliki para malaikat yang bertugas keliling mencari-cari acara zikir. Bila mereka telah menemukannya, lalu mereka duduk bersama-sama dengan orang-orang yang sedang zikir, memanggil teman-temannya, berkerumun mengitariorang-orang yang sedang zikir itu dengan sayap-sayap mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia. Ketika acara telah bubar, para malaikat naik kembali ke langit. Lalu Allah Ta'ala bertanya kepada mereka, - padahal Allah Maha Tahu perbuatan mereka - "Kalian datang dari mana?"Jawab mereka, "Kami baru kembali memeriksa hamba-hamba-Mu di bumi. Mereka tasbih, takbir, tahlil, tahmid dan memohon kepada-Mu." Tanya: "Apa yang dimohon mereka kepadaKu?" Jawab: "Mereka memohon surga kepada-Mu." Tanya: "Pernahkah mereka menampak surga-Ku?" Jawab: "Tidak '" Firman Allah, "Apalagikalau mereka menampak surga-Ku! "Kata para malaikat," Mereka juga memohon kebebasan. "Tanya:" Mohon bebas dari apa? "Jawab:" Mohon bebas dari neraka. "Tanya:" Pernahkah mereka menampak neraka-Ku? "Jawab: "Tidak." Firman Allah Ta'ala: "Apalagi kalau mereka nampak neraka-Ku!" Kata para malaikat: "Merekajuga memohon ampun kepada-Mu. "Jawab:" Aku mengampuni mereka dan memberikan apa yang mereka minta serta membebaskan mereka dari apa yang mereka takuti. "Kemudian para malaikat berkata:" Di antara mereka ada seorang hamba yang penuh dosa. Dia lewat di acara itu lalu duduk bersama-sama dengan orang-orangyang zikir. "Firman Allah:" Orang itu pun Ku-ampuni, begitu pula setiap orang yang terlibat dalam majlis zikir itu tidak ada yang celaka. "
2312. Dari 'Abdul' Aziz r.a. yaitu Ibnu Shuhaib katanya: "Qatadah bertanya kepada Anas ra, Doa apakah yang sering dibaca Nabi saw.?" Kata Anas, "Doa yang paling banyak dibaca Nabi saw. Adalah: Allahumma aatina fid dunya hasanah. Wa fil aakhirati hasanah, Wa qinaa 'adzaban nar." (Wahai Allah, berilahkami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka)
2313. Dari Abu Hurairah r.a. katanya RasuluUah saw. bersabda: "Siapa membaca kalimat tahlil: Loa ilaaha iIlallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in Qadiir, (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNyalah pemerintah (kekuasaan)dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) seratus kali dalam sehari, maka dia mendapat pahala sebanyak pahala memerdekakan sepuluh orang hudak, dan dicatat untuknya seratus kebajikan, serta dihapus darinya seratus kesalahan (dosa), dan pada hari itu dia terpelihara dari godaan setan sampaipetang. Dan tidak seorang pun yang melebihi amalnya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari seratus kali. Dan siapa membaca: Subhanallaahi wa bihamdih (Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia) seratus kali dalam sehari, dihapus segala kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan. "2314. Dari AbuHurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa membaca waktu pagi dan waktu petang: Subhanallaahi wa bihamdih '(Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia) seratus kali, tidak ada orang datang yang melebihi amalnya, kecuali orang yang membaca sebanyak itu pula atau lebih." 2315. Dari 'Amru bin Maimunr.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Siapa membaca: 'Laa illaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa alaa kulli syaiin Qadiir' (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNyalah pemerintah (kekuasaan) dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu),sepuluh kali, maka dia mendapat pahala sebanyak pahala orang yang memerdekakan empat orang keturunan Ismail. "
2316. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lidah (mengucapkannya) tetapi berat timbangan (pahala) nya, dan keduanya disukai Allah swt. adalah: Subhanallahi wa bi hamdih, subhaanallaahil 'azhiim. (Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia, Maha Suci Allah YangMaha Agung) 2317. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Membaca 'Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar', (Maha Suci Allah, Maha terpuji Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar) lebih kusukai dari matahari terbit di pagi hari." 2318.Dari Mush'ab bin Sa'ad, dari bapaknya r.a. katanya: "Seorang 'Arab dusun datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata:" Ya, Rasulullah! ajarkanlah kepada ku kalimat (zikir) untuk kubaca. "Sabda beliau," Bacalah: 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, Allahu akbar kabiiran wal hamdu lillaahikatsiiran wa subhaanallaahi rabbil 'alamin, laa Hawla Ku laa quwata illabillaahil' azizil hakim '(Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Tunggal Ia, tidak ada sekutu bagiNya; Allah Maha Besar sempurna besar, dan segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah Tuhan semesta alam, tiada daya dan tiadakekuatan melainkan dengan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.), lalu kata-orang itu, "Kalimat ini semuanya untuk Tuhan semata; yang mana untukku?" Sabda beliau, "Bacalah: Allahummaghfir li, Warhamni, wahdini, warzuqni." (Wahai Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, pimpinlah aku, dan berilahaku rezeki).
2319. Dari Abu Malik Al Asyjai, dari ayahnya r.a. katanya: "Ketika seorang pria masuk Islam, Nabi saw. mengajarinya shalat, kemudian beliau menyuruhnya mendoa dengan kalimat ini: Allahummaghfir li warham ni, wahdini wa 'aafini, warzuqni." (Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, pimpinlah aku, 'afiatkanlahaku dan berilah aku rezeki) 2320. Dari Abu Malik, dari bapaknya ra., Bahwasanya dia mendengar Nabi saw bersabda ketika seorang laki-laki datang bertanya kepada beliau, katanya: "Ya, Rasulullah! Bagaimana caranya aku mengucapkan doa, bila memohon kepada Tuhanku?" Sabda beliau, "Bacalah: AllahummaghfirIi. lVarhomni, wa 'aafini, warzuqni (Wahai Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, sihatkanlah aku dan beri rezekilah aku) lalu ia mengumpulkan anak jari beliau selain ibu jari - Dalam (keempat) kata-kata ini sudah terkumpul urusan dunia dan akhirat mu. "
2321.Dari Mushab bin Saad. dari bapaknya ra katanya: Ketika kami berada dekat Rasulullah saw. beliau pernah berkata: "Sanggupkah kalian mengerjakan seribu kebajikan setiap hari?" Maka bertanya salah seorang yang duduk dalam dewan, "Bagaimana caranya kami mengerjakan seribu kebajikan (setiap hari)?"Sabda beliau, "Bacalah tasbih seratus kali, niscaya Allah Taala mencatat bagi mu seribu kebajikan atau dihapus darinya seribu kesalahan (dosa) '
2322. Dari Abu Hurairah ra. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menolong menghilangkan kesusahan orang mukmin, Allah Taala menghilangkan pula kesusahannya di hari kiamat kelak. Siapa yang membantu memudahkan orang yang dalam kesulitan, Allah memudahkannya pula di dunia dan akhirat. Aliahselalu menolong hambanya selama hamba itu ingin menolong saudaranya. Siapa berusaha mencari ilmu, Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Bila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid lalu mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya sesama mereka, diturunkan kepada mereka ketenangandan diselubungi mereka dengan rahmat. Mereka dikerumuni oleh para malaikat dan Allah menyebut-nyebut dengan bangga kepada orang-orang yang di dekat-Nya. Sedangkan orang yang lalai beramal, ia tidak akan dapat mengejar ketinggalannya dengan gelar kebangsawanan nya '
2323. Dari Ibnu Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Hai, manusia! Taubatlah kamu semua kepada Allah. Sesungguhnya aku taubat kepada-Nya seratus kali setiap hari."
2324.Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang taubat kepada Allah Taala sebelum matahari terbit di barat (sebelum matahari terbit dari barat atau sebelum sakaratul maut), Allah menerima taubatnya."
2325.Dari Abu Musa r.a. katanya "Kami bepergian bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan. Tiba-tiba terdengar orang banyak mengeraskan suara membaca takbir. Maka bersabda Nabi saw.," Hai, manusia! Rendahkanlah hati dan suaramu! Sesungguhnya kamu tidak memanggil orang tuli dan orang jauh. Tapikamu memanggil Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, bahkan Dia bersama kamu. "Ketika itu aku berada di belakang beliau membaca" Laa haula la wa la quwwata illa billah "Maka bersabda beliau, 'Ya,' Abdallah bin Qais! Maukah engkau kutunjukkan kepada mu suatu perbendaharaan dari perbendaharaan surga? "Jawab ku, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Bacalah: Laa haula wa laa quwwata illa billah"
2326. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, dari Abu Bakar Shiddiq ra, bahwasanya Abu Bakar berkata kepada Rasulullah saw., "Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepada ku suatu doa untuk kubaca dalam shalat." Sabda beliau, "Bacalah: Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman kabiiran, - menurut Qutaibah, katsiiran- Wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirli maghfiratan min 'Indika, warhllmni innaka an tal ghafuurur rahim. "(Wahai Allah! Sesungguhnya aku zalim terhadap diri ku sempurna zalim besar, menurut Qutaidah, zalim banyak, Tidak ada yang berwenang mengampuni segala dosa melainkan hanya Engkau. Karenaitu ampunilah aku dengan ampunan Mu yang sempurna dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih)
2327. Dari 'Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. sering mendoa dengan doa-doa sebagai berikut: "Allahumma, fainni a'udzu bika min fitnatin naari wa 'adzabin naari, wafitnatil qabri wa' adzabil qabri, wa min sharri filnatil ghina, min syarri fitnatil faqri, wa a'udzu bika min syarr fitnatil Masihiddajjal. Allahummaghsil khathaayaaya bi maa-its tsalji wal baradi, wa naqqi qalbi 'minal khathaaya kama naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa baa'id baini wa baina khathaayaaya kama baa'adta bainal masyriqi wal Maroko. Allahumma, fainni a'udzu bika minal Kasali wal harami wal ma'tsami wal maghrami (Wahai Allah! Sesungguhnya aku berlindung denganMu dari bencana dan siksa neraka, dari bencana dan siksa kubur, dari kejahatan bencana kaya, dan dari kejahatan bencana melarat. Dan aku berlindung dengan Engkau dari bencana kejahatan Al Masih Dajjal. Wahai Allah! Bersihkanlah segala kesalahanku denganair salju dan air es, bersihkanlah hatiku dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antaraku dengan kesalahan (dosa-dosaku) sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Wahai Allah! aku berlindung dengan Engkau dari kemalasan, dari kepikunan, darisegala dosa dan dari utang.) 2328. Dari Anas bin Malik ra. katanya Rasulullah saw. sering membaca doa sebagai berikut: Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi, al Kasali, wal jubuni, wal harami. wal bukhli; wa a 'udzu bika min' azabil qabri. wa min fitnatil mahyaa wal mamaati (Wahai Allah! Aku berlindungdengan Engkau dari kelemahan, dari kemalasan, dari penakut, dari kepikulan dan dari kebakhilan; dan aku berlindung dengan Engkau dari siksa kubur dan dari bencana hidup dan mati) 2329. Dari Anas r.a. katanya Nabi saw. sering mendoa sebagai berikut: "Allahumma inni a'udzu bika minal bukhli, wal Kasali,wa ardzalil 'umuri. wa 'adzabil qabri, wa fitnatil mahyaa wal mamaati. (Wahai Allah! aku berlindung dengan Engkau dari kebakhilan, kemalasa, umur yang tersia-sia dan dari siksa kubur serta bencana hidup dan mati)
2330. Dari Abu Hurairah ra. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. sering mendoa minta perlindungan kepada Allah Taala dari suratan takdir yang buruk, dari mendapat celaka, dari kegembiraan musuh (karena penderitaan), dan tekanan cobaan."
2331. Dari Khaulah binti Hakim As Sulamiyah r.a. katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila kamu berhenti (bermalam) di suatu tempat (negara), maka mohonlah
perlindungan kepada Allah: A 'udzu bikalimatillaahit taammati min syarri maa khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari segala macam kejahatan yang mungkin terjadi) niscaya dia terhindar dari segala bahaya yang mengancam, sampai dia berangkat dari tempat itu. "
2332. Dari AI Bara 'bin' Azib r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila engkau hendak tidur, maka Berwudhuklah lebih dahulu seperti wudhu mu untuk shalat, kemudian berbaringlah atas rusuk mu yang kanan, kemudian baca doa:" AlIalhumma inni aslamtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika. wa alja'tuzhahri ilaika. raghbatan wa rahbatan ilaika. laa maljaa wa laa manjaa minka illa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzi anzalta. wa binabiyyikalladzi arsalta. (Wahai Allah! Aku tundukkan wajahku di hadapan Engkau, kuserahkan) Dan jangan berkata-kata lagi sesudah itu. Jika engkau mati malam itu, maka engkaumati dalam keadaan suei. "
2333. Dari Al Bara 'r.a. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. ketika ia hendak tidur beliau membaca doa:" Allahumma bismika ahyaa wa bismika amutu. (Dengan nama Mu aku hidup dan dengan nama Mu aku mati) Dan bila dia bangun beliau membaca: "Alhamdulillahiilladzi ahyaana ba'da maa amaatana wa itaihinnusyuur "(Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan dan kepadaNya tempat kembali)
2334. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, bahwasanya dia menyuruh seorang laki-laki ketika hendak tidur supaya membaca doa: Allahumma khalaqta nafsi. wa anta tawaffaaha. laka mamaatuha wa mahyaaha, in ahyaytaha fahfazhha wa in amattaha faghfirlaha. Allahumma inni asalukal 'aafiyah (Wahai Allah! Engkaulahyang telah membuat diri ku, dan Engkau pulalah yang mematikannya, dalam kuasaMu lah mati dan hidupnya. Karena itu, jika engkau menghidupinya peliharalah dia, dan jika Engkau mematikannya ampunilah dia. Wahai Allah! ku pohon kepada Mu kesehatan yang sempurna) Lalu bertanya seorang laki-laki, "ApakahAnda mendengar doa itu dari 'Umar (bin Khathab)? Jawab Abdullah "Bahkan dari orang yang Iebih baik dari 'Umar, yaitu Rasulullah saw'"
2335.Dari Suhail r.a. katanya: "Abu Shalih menyuruh kami ketika kami hendak tidur supaya berbaring ke rusuk kanan, kemudian membaca doa:" AIlahumma rabbas samaawaati wa rabbal ardhi wa rabbal 'arsyil' azhim, rabbanaa wa rabba kulli syai-in, faaliqal habbi wan nawaa, wa munzilat Tauraati wal Injiiliwal Furqaan. A 'udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzu binaashiyatihi. AIlahumma antal awwallu falaisa qablaka syai-un, wa antal aakhiru falaisa ba'daka syai-un, wa antazh zhaahiru falaisa fauqaka syaiun, wa antal baathinu falaisa duunaka syai-un. aqdhi 'Annað dayna wa aghnina minal faqri. "(Wahai Allah! Tuhan langit dan bumi, Tuhan Arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang membelah biji-bijian dan bibit-bibitan, Tuhan yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Quran. Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan segala sesuatu, Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya.
Wakai Allah! Engkaulah yang pertama-tama ada, tidak ada sesuatu sebelum Engkau. dan Engkaulah yang akhir, tanpa ada sesuatu sesudah Engkau. Engkaulah yang lahir, tanpa ada sesuatu di atas Engkau, Dan Engkau lah yang batin, tanpa ada sesuatu di bawah Engkau. Tolonglah lunaskan segala utang-utang kamidan cukupkan segala kebutuhan kami) Kata Suhail, hadis ini diriwayatkannya dari Abu Hurairah yang menerimanya dari Nabi saw.
2336. Dari Abu Hurairah r.a. kalanya Rasulullah saw. bersabda: 'Apabila seseorang kamu hendak tidur harus dikirapnya tempat tidurnya lebih dahulu dengan ujung kainnya sambil menyebut nama Allah. Karena kamu tidak tahu apa yang telah terjadi di tempat tidurmu selama kamu tinggalkan. Dan ketikahendak berbaring, maka berbaringlah ke rusuk kanan sambil membaca doa: Subhaallakallaahumma rabbi, bika wadha'tu janbi, wa
bika arf'a'uhu. in amsakta naf'si faghfirlaha, wa in ansaltaha fah-fazhha bima tahfazhu bihi 'ibadakash shaalihi (Maha Suci Engkau wahai Allah, Tuhan ku! Dengan menyebut namaMu ku baringkan tubuhku, dan dengan menyebut namaMu aku bangun. jika Engkau hendak menahan nyawaku, ampunilah dia, dan jika Engkaulepaskan dia, lepaskanlah seperti Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih)
2337. Dari Anas r.a. katanya: "Bahwasanya Rasulullah saw. ketika hendak merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, ia menyebut: Alhamdulillahilladzi ath'amanaa wa saqaanaa wa kafaanaa wa aawaanaa." (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita makan dan minum, mencukupkan segala kebutuhan kita, danmemberi kita tinggal)
2338. Dari Farwah bin Naufal r.a. katanya: "Aku bertanya kepada 'Aisyah ra tentang doa yang dibaca Rasulullah saw. Maka jawab' Aisyah, beliau sering membaca: Allahumma inni a'udzu bikal min syarri ma 'amiltu wa syarri ma lam a'mal" (Wahai Allah! Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan amal yangkulakukan dan yang tidak kulakukan)
2339. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya Rasulullah saw. sering membaca doa: Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa 'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khashamtu. Allahumma inni a'udzu biizzatika, laa illaaha illa anta an tudhillani, antal hayyul ladzi laa yamuutu, wal jinnu, wal insu yamuutuuna."(Wahai Allah! Kepada Mu aku tunduk, dengan Mu aku beriman, atasmu aku tawakkal, kepada Mu aku kembali, karena Mu aku berkesumat (bermusuhan). Wahai Allah! Aku berlindung dengan keperkasaan Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, janganlah disesatkan aku . Engkau Maha hidup dan tidak mungkin mati, sedangkanjin dan manusia semuanya mengalami mati)
2340. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Pada suatu ketika, waktu Nabi saw. sedang dalam perjalanan, beliau shalat di waktu sahur dan membaca doa:" Sami'a Saami'un bihamdillahi wa husni balaa-ihi 'alaina. rabballaa shahibnaa wa afdhil 'alainaa' aa-idzan billaahi minan naari (Telah mendengar Allah yangMaha Mendengar akan puji-pujian kami kepada Allah terhadap nikmat Nya dan cobaan Nya yang membawa kebaikan bagi kami. Wahai Allah Tuhan kami! Lindungi lah kami selalu, terutama dari siksa neraka)
2341. Dari Abu Musa AI Asy'ari ra, dari Nabi saw. katanya Nabi saw. mendoa dengan doa ini: "Allahummaghfirli khathiati, wa jahli, wa israafi fi amri, wa maa anta a'lamu bihi minni Allahummaghfirli jiddi wa hazli, wa khatha-i, wa 'AMDI, wa kullu dzalika' indi. Allahummaghfirli maa qaddamtu, wa maaakhkhartu, wa maa asrartu, wa maa a'lantu, wa maa anta a'lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, wa anta 'ala kulli syai-in
qadir (Wahai Allah! Ampunilah kesalahan ku, kebodohan ku, keterlaluan ku dalam tindak-tanduk dan segala apa yang Engkau lebih tahu dari ku. Wahai Allah! Ampunilah aku jika bersungguh-sungguh atau main-main, jika aku salah atau sengaja dan segala salahku . Wahai Allah! Ampunilah aku dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang ku simpan maupun yang terang-terangan dan segala dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari ku. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkau pula yang mengemudiankan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu)
2342 Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. sering membaca doa sebagai berikut: Allahummashlih Ii diiniyalladzi huwa 'ishmatu amri. washlih Ii dun-yaayallati fiha ma'aasyi, washlih Ii aakhiratil Lati fiha ma'aadi. waj'alil hayaata ziyadatan Ii fi kulli khairin. waj'alil Mauta raahatan Ii minkulli syarrin (Wahai Allah! Perbaikilah agamaku yang menjadi pedoman bagi ku dalam setiap urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat penghidupanku, perbaikilah akhiratku tempat aku kembali, jadikanlah hidup untuk menambahkan segala amal kebajikanku, dan jadikanlah mati pemberhenti dari segala kejahatan)
2343. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. sering mendoa: "Allhumma inni as-alukalhuda, wat Tuqa, wal 'afafa. wal ghina." (Wahai Allah! aku memohon kepada Mu petunjuk, taqwa, dilindungi dari segala dosa dan hidup berkecukupan)
2344. Dari Zaid bin Arqam rakatanya: "Aku tidak akan mengatakan kepada mu kecuali apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Beliau sering berdoa:" Allahumma inni a'uzubika minal 'ajzi, wal Kasali, wal jubni, wal bukhli, wal harami, wa 'adzabil qabri. Allahumma aati nafsi taqwaaha, wa zakkiha antakhairu man zakkaaha, anta waliyyuha wa maulaaha. Allahumma inni a'udzu bika miln 'ilmin laa yallfa', wa min qalbin laa yakhsya ', wa min Nafsin laa tasyba', wa mill da'watin laa yustajaabu laha. "(Wahai Allah! Aku berlindung dengan Engkau dari kelemahan, kemalasan dan ketakutan, kepikunan dan darisiksa kubur. Wahai Allah! Isilah jiwa aku dengan sifat taqwa dan bersihkanlah dia, Engkaulah yang terbaik membersihkannya, karena Engkaulah pelindung dan pemeliharanya. Wahai Allah! aku berlindung dengan Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak kusyuk, dari nafsu yang tidak inginpuas dan dari doa yang tidak terjawab)
2345. Dari 'Abdullah r.a. katanya 'ketika hari telah sore. maka Rasulullah saw. mendoa: Amsaina wa amsal mulku lillahi wal hamdu lillah. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa shariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. Rabbi as-aluka khaira maa fi hadzihil Lailati wa khairamaa ba'daha, wa a'udzu bika in syarii maa fi hadzihil Lailati wa syarii ma ba'daha. Rabbi a'uzubika minal Kasali, wa suu-il kibari.Rabbi a'uzu bika min 'adzabin fil qabri. (Hari telah sore dan petang pulalah seluruh kerajaan Allah. Pujian bagi Allah yang tiada Tuhan selain Dia seorang, tiada sekutubagiNya, MilikNyalah seluruh pemerintah dan pujian dan Dia berkuasa atas segala-galanya. Wahai Allah! Tuhan ku! aku memohon kepada Engkau kebajikan pada malam ini dan kesejahteraan sesudahnya, dan aku berlindung dengan Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan ku! aku berlindung denganMudari kemalasan dan keburukan tua bangka).
Dan ketika hari telah pagi, beliau mendoa pula seperti itu, mengganti kata amsaina (sore hari) dengan kata ashbahna (pagi hari). "
2346. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. membaca do'a:
"Laa ilaaha illallahu wahdah, a-'azza junndah, wa nashara 'Abdah, wa qhalabah ahzaaba wahdah, falaa syai-a ba'-dah.") Tidak ada tuhan selain Allah, Maha tunggal dia, yang mengatur tentara-Nya kuat perkasa , yang memenangkan hamba-hamba-Nya, dan mengalahkan semua musuh sendiri saja tampa bantuan siapapun.
2347. Dari 'Ali (bin Abi Thalib) r .a. katanya: "Rasulullah saw. bersabda kepada ku, mendoalah: Alahummahdini wa saddini.") Wahai Allah! Tunjukilah aku dan luruskanlah (pendirianku). 2348. Dari Juwairiyah (binti Al Harits. Istri Nabi saw.) R, a. katanya: Nabi saw keluar dari rumahnya pagi-pagi setelahselesai shalat Subuh. dan Juwairiyah masih berada di tempatnya shalat. Setelah waktu Dhuha Rasulullah saw. pulang sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempatnya semula. Rasulullah bertanya kepadanya. "Apakah engkau selalu duduk (berzikir) seperti itu sejak kutinggalkan tadi?" Jawab Juwairiyah. "Betul,ya Rasulullah! "Sabda Nabi saw.," Aku hanya mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali semenjak itu yang kalau ditimbang dengan apa yang kau baca dalam zikinnu sejak tadi niscaya sama berat. Kalimat itu adalah: Subhanallahi wa bihamdihi 'Adada khalqihi, wa ridha Nafsihi. wa zinata 'arsyihi, wa midadikalimaatihi "(Maha Suci Allah dan Maha Terpuji Dia sebanyak jumlah makhlukNya, seredha diriNya seberat arasyNya dan sebanyak kalimatNya)
2349. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Fatimah datang kepada Nabi saw. meminta seorang khadam (pelayan pemhantu) dan mengadukan bahwa dia terlalu payah bekerja '. Jawab Nabi saw .. "Engkau tidak akan mendapatkannya dari kami. Maukah engkau kutunjukkan sesuatu yang lebih baik dari seorang khadam? Yaitu.tasbih 33 kali. tahmid 33 kali. dan takbir 34 kali. ketika engkau hendak tidur. "2350. Dari Ahu Hurairah ra katanya Nabi saw. bersabda:" Apabila kamu mendengar kokok ayam. maka mohonlah karunia kepada Allah, karena ayam itu (berkokok) melihat malaikat. Dan apabila kamu mendengar teriakan keledai, makaberlindunglah kepada Allah dari gangguan setan karena keledai itu melihat setan. "
2351. Dari Ibnu Abbas ra. katanya: "Bahwasanya Nabi saw. mendo'a ketika beliau susah: Laa ilaaha ilIallahul 'azhimul halim, laa ilaaha illallahu rabbul' arsyil 'azhim, laa ilaaha ilialla
hu rabbussamaawaati warabbul ardhi, wa rabbul 'arsyil karim. (Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tidak ada Tuhan selain Tuhan Arasy yang Agung, Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi dan Tuhan Arasy yang mulia) 2352 . Dari Abu Dzar r.a. katanya Rasulullah saw.pernah ditanya orang: "Apakah ucapan zikir yang paling afdhal (utama), ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Yaitu ucapan zikir yang dipilihkan Allah bagi para malaikat-Nya dan hamba-hamba-Nya, ialah: Subhanallahi wa bihamdih. (Maha Suci Allah Maha Terpuji Dia)
2353. Dari Abu Darda 'r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "tidak seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan. melainkan malaikat mendo'akannya pula:" Mudah-mudahan engkau memperoleh kebaikan pula. "
2354. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Taala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan minum." 2355. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Allah selalu memperkenankan doa seorang hamba, selamadoa itu tidak mengandung dosa, atau memutus silaturrahim dan selama tidak minta cepat-cepat diperkenankan. "Lalu beliau ditanya orang," Apa maksudnya minta cepat-cepat? "Jawab beliau," Umpamanya seorang berkata dalam doanya, Aku telah mendoa, Aku telah mendoa tapi aku belum melihat doaku diperkenankan.Lalu dia putus asa dan berhenti mendoa. "
2356. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya: "Di antara doa Rasulullah saw., adalah: Allahumma inni a'udzubika min zawaali ni'matika wa 'afiyatika, wa fujaati niqmatika wa jami'i sakhatika." (Wahai Allah! Aku berlindung dengan Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan dari menurunkan kesehatan,dari siksaan yang mendadak dan dari setiap kemarahanmu) 2357. Dari Usamah bin Zaid ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku berdiri di pintu surga maka kulihat orang-orang yang masuk ke dalam sebagian besar adalah orang miskin. Sedangkan orang-orang yang beruntung di dunia ditahan di luar. Kecualipenduduk neraka mereka langsung di perintahkan masuk ke neraka. Dan aku berdiri pula di pintu neraka, kulihat orang yang masuk ke dalam sebagian besar adalah kaum wanita. "
2358. Dari Ibnu Abbas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku melihat ke surga, maka terlihat olehku kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan aku menengok pula ke neraka, maka terlihat olehku kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita."
2359. Dari Usamah bin Zaid r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda "Sepeninggal ku, tidak ada (sumber) bencana yang lebih besar bagi pria selain wanita." 2360. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kekamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah wanita. "2361. Dari 'Abdullah bin' Umar ra, dari Rasulullah saw .. sabdanya:" Pada suatu ketika, adatiga orang sedang dalam perjalanan, tiba-tiba mereka ditimpa hujan lebat. Karena itu mereka masuk ke dalam gua sebuah bukit. Tiba-tiba dari puncak bukit jatuh sebuah batu besar menutup rapat pintu gua itu sehingga mereka terkurung di dalam (tidak dapat keluar). Maka berkata mereka sesamanya, "Marilahkita ingat-ingat amal shalih yang pernah kita lakukan karena mencari ridha Allah. Mendo'alah kepada Allah Ta'ala mudah-mudahan karena amal shalih kita itu Allah membukakan pintu bagi kita. Maka mendo'alah orang pertama: "Wahai Allah! Aku memiliki orang tua yang keduanya sudah tua, seorang istri danbeberapa anak yang masih kecil-kecil yang semuanya menjadi tanggungan ku. Bila aku pulang dari gembala ku perah susu untuk mereka dan yang pertama-tama ku beri minum adalah orang tua ku yang sudah tua itu, setelah itu baru anak-anak ku. Pada suatu hari aku terlambat pulang dari mencari kayu api. Sampaidi rumah hari sudah petang dan kudapati kedua orang tua ku sudah tidur. Seperti biasa lebih dahulu ku perah susu lalu ku bawa untuk orang tua ku. Aku berdiri dekat kepala beliau-beliau dan tak sampai hati membangunkan keduanya dari tidur mereka yang lelap. Dan aku tidak mau memberikan susu itu kepadaahak-anak ku sebelum kedua orang tua ku meminumnya lebih dahulu. Padahal anak-anak ku yang masih kecil-kecil itu menangis di kaki ku minta susu. Demikianlah, aku dan anak istri ku selalu dalam keadaan demikian sampai terbit fajar (menunggu kedua orang tua ku bangun). Wahai Allah! Engkau tahu bahwaaku melakukannya karena mencari keridhaan Engkau. Maka tolonglah bukakan pintu gua ini bagi kami sehingga kami dapat melihat langit. "Lalu dibukakan Allah pintu gua itu sedikit sehingga mereka dapat melihat langit. Kemudian mendo'a orang kedua:" Wahai Allah! Aku memiliki seorang paman dan paman kuitu memiliki seorang anak gadis. Aku sangat mencintai anak gadis paman ku seperti lazimnya cinta seorang pemuda kepada seorang dara. Lalu ku minta dia menjadi istri ku, tapi dia menolak permintaan ku sebelum aku menyerahkan kepadanya seratus dinar. Maka dengan susah payah aku kumpulkan uang seratusdinar, lalu ku berikan kepadanya. Ketika aku ingin menyetubuhinya dia berkata kepada ku, "Hai, Abdullah! Takutlah kepada Allah! Jangan engkau buka cincin (kegadisan) melainkan dengan cara yang sah (nikah)," Mendengar kata-katanya itu aku langsung berdiri dan pergi meninggalkannya. Wahai Allah! Engkautentu tahu aku melakukan yang demikian itu karena menghendaki ridha-Mu. Karena itu tolonglah bukakan pintu gua ini bagi kami. "Maka terbukalah pintu gua sedikit. Kemudian orang ketiga mendo'a pula:" Aku pernah mempekerjakan seseorang membuat lemari tempat padi. Ketika pekerjaannya sudah selesai, dia mintaupahnya kepada ku. Lalu ku berikan kepadanya semacam padi. Tapi dia menolak menerimanya. Namun begitu, padi untuk upahnya itu ku tanam untuknya, dan hasilnya ku kumpulkan, kemudian ku belikan sapi dan ku gembalakan. Kemudian dia datang kembali kepada ku, lalu katanya: Takutlah kamu kepada Allah! Janganmengambil hak ku! "Jawab ku," Pergilah ke padang rumput tempat gembala sapi-sapi itu, laluu ambillah sapi-sapi itu semuanya! "Kata orang itu," Takutlah kepada Allah, dan jangan memperolokkan ku! "Jawab ku," Aku tidak memperolokkan mu! Ambillah sapi-sapi itu semuanya dan gembalakanlah untukmu! "Laludiambilnya sapi itu kemudian dia pergi. "Wahai, Allah! Tentu engkau tahu aku berbuat demikian karena mencari keredhaan Mu juga. Maka tolonglah bukakan pintu gua ini bagi kami." Maka terbukalah pintu gua seluruhnya. "
2362. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang."
2363. Dari Abu Ayyub Al Anshari r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Seandainya kamu sekalian tidak memiliki dosa sedikit jua pun yang patut diampuni Allah, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang penuh dosa untuk diberikan-Nya ampunan bagi mereka."
2364. Dari Hanzhalah Al Usaidi r.a. salah seorang juru tulis Rasulullah saw. - Katanya: "Abu Bakar menemui ku lalu bertanya: Bagaimana engkau, hai Hanzhalah?" Jawab ku, "Hanzhalah munafik." Kata Abu Bakar, "Subhanallah! Apa katamu?" Jawab ku, "Kami baru saja belajar dengan RasuluUah saw. Di mana iamenjelaskan kepala kami tentang neraka dan surga sehingga kami seolah-olah melihatnya. Setelah selesai studi, kami pulang lalu kami berhadapan dengan istri, anak-anak, dan kepentingan-kepentingan hidup sehingga kami banyak lupa (akan pengajian itu). "Kata Abu Bakar," Demi Allah! Kami juga seringmengalami hal yang demikian. "Lalu aku dan Abu Bakar pergi menemui Rasulullah saw. Aku berkata," Telah munafik si Hanzhalah, ya Rasulullah! "Tanya Rasulullah saw.," Mengapa begitu? "Jawab ku," Ya, Rasulullah! Kami belajar kepada Anda tentang neraka dan surga sehingga kami seolah-olah melihatnya. Setelahkami pulang, kami berhadapan
dengan istri, anak-anak dan kepentingan hidup sehingga kami banyak lupa (pengajian itu). "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah, yang jiwa ku dalam kekuasaan-Nya! Seandainya engkau terus menerus berada dalam kondisi seperti ketika mendengarkan pengajian dari ku, yaitu selalu ingat (zikir) kepada Allah,niscaya malaikat menjabat tanganmu, biar di tempat tidur atau di jalan-jalan sekalipun. Tetapi, hai Hanzhalah! Kondisi itu memang demikian, sewaktu-waktu begini. dan sewaktu-waktu begini. Dia mengatakannya sampai tiga kali. "
2365. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Tatkala menciptakan makhluk, Allah Ta'ala telah menulis dalam buku yang tersimpan di 'Arasy," Sesungguhnya rahmat (kasing-sayang) Ku lebih besar dari murkaKu. "
2366. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala menjadikan sifat rahmat seratus bagian (persen). Maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan Dia menurunkan satu bagian ke bumi. Maka dengan yang satu bagian inilah seluruh makhlukberkasih-sayang sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya. "
2367. Dari Salman Al Farisi r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah memiliki rahmat (sifat pengasih) seratus (pertus). Maka satu (persen rahmat di antaranya untuk seluruh makhluk agar berkasih-kasihan sesama mereka (di dunia) sedang yang sembilan puluh sembilan (persen) untuk hari kiamat kelak." 2368 .Dari Abu Musa r.a., dari Nabi saw. katanya: "Allah 'Azza wa Jalla membentangkan tanganNya malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tanganNya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari, sehingga matahari terbit di Barat."
2369. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada yang lebih suka dipuji selain dari Allah swt. Karena itu Dia memuji diriNya sendiri. Dan tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah. Karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji."
2370. Dari 'Abdullah r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu dia berkata," Ya, Rasulullah! Aku telah berdosa, karena aku bermesraan dengan seorang perempuan di pinggir kota Madinah. Aku telah berbuat dosa dengannya selain bersetubuh. Inilah aku datang, hukumlah aku dengan hukumanapa saja yang hendak Anda jatuhkan. Maka berkata 'Umar (bin Khaththab) kepadanya, "Seandainya engkau menutup rahasia diri mu itu, niscaya Allah tidak akan menghukummu." Kata 'Abdullah, "Nabi saw. Tidak membantah sedikit jua pun ucapan' Umar tersebut." Maka berdirilah pria itu kemudian dia pergi. BerikutnyaNabi saw. menyuruh seseorang menyusul dan memanggilnya kembali. Lalu ia bacakan kepadanya ayat ini: "Dan dirikanlah shalat pada kedua tengah siang (pagi dan sore) dan pada bagian startup dari malam. Sesungguhnya segala perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk.Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. "(Hud, 114). Maka bertanya seorang anggota jama'ah yang hadir." Ya, Nabiyallah! Apakah ayat itu ditujukan khusus untuk dia saja? "Jawab Nabi saw.," Bahkan untuk seluruh umat manusia! "
2371. Dari Anas r.a. katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. lalu berkata:" Ya, Rasulullah! Aku telah melanggar hukum. Maka tegakkanlah hukum atas diri ku (hukumlah aku)! "Kata Anas," Ketika itu telah masuk waktu shalat, maka shalatlah ia berjama'ah bersama-sama dengan Rasulullah saw. Setelahselesai solat dia berkata lagi kepada beliau, "Ya, Rasulullah! Aku telah melanggar hukum, maka tegakkanlah hukum atas diri ku sesuai dengan Kitab Allah." Tanya Nabi saw., "Apakah engkau tadi shalat berjama'ah bersama kami?" Jawabnya. "Ya!" Sabda Nabi saw., "Niscaya Allah mengampuni engkau."
2372. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Zaman dahulu ada seorang pembunuh yang telah membunuh korbannya sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya kepada penduduk negeri," Siapa ulama yang paling alim di negeri ini? "Maka ditunjukkan orang seorang rahib (pendeta Yahudi).Lalu didatangi rahib itu seraya mengatakan bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian dia bertanya apakah pintu taubat masih terbuka baginya atau tidak? Jawab Rahib: "Tidak!" Maka dibunuhnya rahib itu, dan genaplah kurban pembunuhannya seratus orang. Kemudian dia bertanya pulakepada penduduk; "Siapa ulama di negeri ini?" Maka ditunjukkan orang kepadanya seorang ulama yang alim. Dia menceritakan kepada orang alim itu bahwa dia telah membunuh korbannya seratus orang. Kemudian bertanya apakah pintu taubat masih terbuka baginya atau tidak? Jawab ulama, "Ya, tentu saja. Pintutaubat selamanya tidak pernah tertutup. Siapa yang sanggup menutup pintu taubat bagi Anda. Pergilah Anda ke negeri Anu, karena di sana penduduknya menyembah Allah. Sembahlah Allah bersama-sama dengan mereka dan jangan kembali lagi ke negeri Anda, karena negara Anda telah rusak. "Maka pergilah orangitu ke negeri yang ditunjuk sang ulama. Setengah perjalanan tiba-tiba orang itu meninggal. Maka bertengkarlah malaikat rahmat dengan malaikat 'adzab. Kata malaikat rahmat, "Orang ini telah taubat dan dia sedang menghadap dengan hati yang taubat itu kepada Allah Ta'ala." Kata malaikat 'adzab, "Dia belumpernah melakukan kebaikan sedikit jua pun. "Tiba-tiba datang seorang malaikat dengan rupa manusia, lalu dia berdiri di tengah-tengah mereka seraya berkata," Ukurlah jarak kedua negeri itu, ke mana yang lebih dekat bawalah dia ke situ. "Setelah diukur ternyata yang lebih dekat adalah negeri yang di tujunya.Maka dibawalah dia oleh malaikat rahmat. "
2373. Dari Abu Musa r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat, Allah Ta'ala mendorong orang Yahudi Nasrani kehadapan setiap orang muslim, lalu firman-Nya: Inilah tebusanmu dari api neraka."
2374. Dari Abu Burdah, dari ayahnya r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Di hari kiamat kelak, manusia muslim akan datang membawa dosa mereka sebesar gunung. Lalu diampuni Allah dosa-dosanya, kemudian dibebankanNya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani."
2375. Dari Shafwan bin Muhriz r.a. katanya seorang pria bertanya kepada Ibnu 'Umar, "Bagaimana yang Anda dengar sabda Rasulullah saw. tentang" An Najwa "(suatu rahasia)?" Jawab Ibnu 'Umar, "Aku mendengar dia mengatakan, bahwa nanti pada hari kiamat orang-orang mukmin didekatkan kepada Tuhannya,Allah azza wa Jalla, sehingga dia terdinding. Lalu Allah mengingatkannya akan dosa-dosanya seraya bertanya, "Ingatkah kamu akan dosa-dosamu itu?" Jawab orang mukmin, "Kami ingat, wahai Tuhan!" Firman Allah, "Aku telah menutupnya (merahasiakan atau menyembunyikan) selama kamu di dunia, dan sekarang padahari kiamat Ku ampuni pula dosa-dosa mu itu. "Lalu diberikan-Nya surat keterangan kelakuan baik. Adapun orang-orang kafir dan munafik, mereka diteriakkan (diumumkan) di tengah-tengah kerumunan," Inilah orang-orang yang mendustakan Allah. "
2376. Dari Ka'ab bin Malik ra. Dia menceritakan tentang dirinya ketika dia tertinggal (tidak ikut berperang) dari Rasulullah saw. dalam perang Tabuk. Kata Ka'ab bin Malik. "Aku tidak pernah tertinggal dari Rasulullah saw. Dalam setiap perang yang dipimpin sendiri oleh beliau, kecuali dalamperang Tabuk. Selain dari itu, aku memang tertinggal pula dalam perang Badar. Tetapi tidak seorang pun dapat disalahkan bila tertinggal ketika itu, karena Rasulullah saw. pergi dengan maksud hendak mencegat kafilah Quraisy. Namun Allah Ta'ala telah menghadapkan mereka dengan musuh tanpa didugalebih dahulu. Dan aku telah bai'at bersama Rasulullah saw. pada malam Aqabah di mana kami telah bersumpah setia untuk Islam. Dan aku tidak suka seandainya malam Bai'at Aqabah itu ditukar dengan perang Badar. Sekalipun Badar lebih terkenal dari Aqabah di kalangan orang banyak. Cerita tentang sebabnyaaku tertinggal dari Rasulullah saw. dalam perang Tabuk ialah: "Sesungguhnya aku belum pernah sedikit jua pun merasa diri ku lebih kuat dan lebih senang dan kondisi ku ketika tertinggal dalam peperangan itu. Demi Allah, aku belum pernah menyiapkan dua kendaraan kecuali untuk perang itu. Rasulullahsaw. merencanakan penyerangan pada musim panas yang terik, menempuh perjalanan jauh serta memenuhi jumlah musuh yang banyak. Karena itu Rasulullah saw. menjelaskan kepada kaum muslimin tugas berat yang bakal mereka hadapi, agar mereka bersiap-siap dengan sungguh-sungguh menghadapi peperangan tersebutdan Rasulullah memberitahukan sasaran yang dituju. Kaum muslimin di bawah pimpinan Rasulullah saw. ketika itu cukup banyak, tetapi tidak ada suatu daftar yang mencatat nama-nama dan jumlah mereka. Karena itu, bila sewaktu waktu seseorang ingin menghilang (tidak ikut berperang), hal itu bisa saja terjadi.Karena dia mengira bahwa Rasulullah saw. tidak akan mengetahuinya, selama tidak ada wahyu memberitahu beliau. Rasulullah saw. mengadakan penyerangan dalam perang itu dalam musim buah dan cuaca berawan. Sebenarnya hati ku lebih condong akan turut berperang. Rasulullah saw. dan kaum muslimintelah siap-siap hendak berangkat. Aku berencana akan berkemas bersama mereka besok pagi. Setelah aku pulang ternyata aku tidak berbuat apa-apa, sambil berkata dalam hati ku, "Aku sanggup menyelesaikannya sewaktu-waktu." Ternyata hal itu berkelanjutan sedemikian rupa, sedangkan orang banyak sungguh-sungguhtelah siap. Besok Subuh Rasulullah dan kaum muslimin berangkat pagi-pagi sekali, sedangkan aku belum berkemas juga. Karena itu aku segera pulang hendak berkemas, tetapi sampai di rumah aku tidak berbuat apa-apa, sehingga tim berangkat seluruhnya menuju medan perang. Aku bermaksud hendak menyusulmereka, tapi apa boleh buat yang demikian tidak ditakdirkan Allah bagi ku. Ketika aku mulai berkemas dan keluar hendak menyusul Rasulullah saw. alangkah sedihnya hati ku, karena tidak seorang jua pun teman yang terlihat oleh ku kecuali orang-orang munafik atau orang-orang lemah yang telah dimaafkanAllah Ta'ala tidak ikut berperang. Rasulullah saw. tidak menyebut-nyebut nama ku sampai sampai di Tabuk. Setelah sampai, ketika ia duduk di tengah-tengah kaum muslimin, barulah beliau menanyakan, "Apa kerja Ka'ab bin Malik?" Seorang pria dari Bani Salamah menjawab, "Ya, Rasulullah! Dia terhalangkarena merasa sayang pada selimutnya. "Maka berkata Mu'adz bin Jabal," Jahat sekali ucapan mu itu! Demi Allah, ya Rasulullah! Setahu kami selama ini dia adalah orang baik. "Rasulullah saw. Diam saja. Dia melihat samar-samar bayangan seseorang berpakaian putih lalu hilang ditelan fatamorgana. Makaberkata Rasulullah saw., "Engkau Abu Khaitsamah!" Kiranya dia memang Abu Khitsamah Al Anshari yang pernah bersedekah segantang kurma, lalu diejek oleh orang-orang munafik. Cerita Ka'ab bin Malik selanjutnya: "Tatkala aku mendengar berita bahwa Rasulullah saw. Telah berangkat dari Tabuk hendak pulangke Madinah, timbullah rasa takut ku karena kesalahan ku tidak turut berperang. Oleh sebab itu aku berusaha mencari jalan agar aku terhindar dari kemarahannya. Lalu aku minta pendapat-pendapat keluarga ku. Tetapi tatkala aku mendengar bahwa ia telah tiba, maka hilanglah dari ingatan ku segalapikiran buruk itu. Aku mengerti benar bahwa aku tidak akan lepas sedikit jua pun dari hukuman, meskipun dengan berbagai alasan. Karena itu aku bertekad akan mengaku terus terang atas kesalahan ku. Pagi-pagi waktu Subuh, Rasulullah tiba. Seperti biasa, ketika ia tiba dari suatu perjalanan, beliaulangsung ke masjid lalu shalat dua rakaat, kemudian duduk di tengah-tengah orang banyak. Maka ketika itu berdatanganlah orang-orang yang tidak ikut berperang mengemukakan alasan-alasan (uzur) mereka kepada beliau dan bersumpah kepadanya. Semuanya berjumlah sekitar delapan puluh orang. Rasulullahsaw. menerima alasan atau sumpah-sumpah mereka yang nampak nyata dan memohonkan ampun bagi mereka. Sedangkan hal-hal yang tersembunyi atau yang mereka rahasiakan, ia serahkan kepada Allah Ta'ala. Kini tibalah giliran ku. Ketika aku memberi salam kepada beliau, beliau menyambut salam ku dengan senyumkecut, senyum kemarahan. Lalu ia berkata, "Kemari!" Aku datang menghampiri lalu duduk di depan beliau. Tanya beliau, "Mengapa kamu tidak ikut berperang. Bukankah kamu telah membeli kendaraan?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Demi Allah, seandainya aku berhadapan dengan orang selain Anda dari pendudukdunia ini, niscaya aku akan menemukan jalan keluar dari kemarahannya dengan berbagai alasan. Tapi demi Allah! Aku tahu benar, jika aku berdusta kepada Anda sekarang, mungkin Anda menerimanya. Tapi aku sungguh takut Allah akan sangat murka kepada ku. Dan jika aku berkata benar kepada Anda, tentu Andaakan marah kepada ku. Namun aku masih dapat mengharapkan kemaafan dari Allah Ta'ala. Demi Allah! Aku tidak memiliki uzur (alasan) suatu apa pun. Bahkan aku belum pernah sesihat dan selapang seperti sekarang ini di mana aku tidak turut berperang bersama Anda. "Sabda Rasulullah saw.," Betulbegitu? Nah, pergilah sampai Allah memutuskan hal mu. "Beberapa orang dari Bani Salamah turut bangkit bersama-sama dengan ku dan mengikuti ku. Kata mereka kepada ku," Demi Allah! Kami tahu benar bahwa engkau belum pernah salah sekali jua pun sebelum ini. Mengapa engkau tidak minta maaf saja keRasulullah saw. seperti orang-orang lain yang tidak ikut berperang itu? Niscaya dosa mu diampuni Allah berkat permohonan ampun dari Rasulullah saw. bagi mu. "Kata Ka'ab." Demi Allah! Mereka selalu menyalahkan ku seperti itu sehingga aku berniat hendak kembali kepada Rasulullah saw. dan menarik pengakuanku kembali. "Aku bertanya kepada mereka," Apakah orang lain yang menerima hukuman seperti aku? "Jawab mereka," Ada! Yaitu dua orang yang mengaku bersalah seperti engkau, lalu keduanya mendapat putusan seperti yang diputuskan kepada mu. "Tanya ku," Siapa mereka? "Jawab mereka," Murrah bin
Rabi'ah Al 'Amid dan Hilal bin Umayyah Al Waqifi. "Mereka mengatakan
kepada ku bahwa mereka berdua adalah orang-orang saleh yang turut dalam perang Badar, dan orang-orang yang pantas dijadikan teladan. Setelah mereka menjelaskan hal kedua orang itu, aku pun berlalu. Kata Ka'ab, "Rasulullah saw. Melarang kaum muslimin berbicara dengan kami bertiga yang tidakikut berperang. Karena itu orang banyak menjauhi (memboikot) kami. Sikap mereka berubah terhadap kami sehingga aku merasa seperti orang asing di negeri yang ku diami, di mana penduduknya aku kenal selama ini. Hukuman seperti itu ku alami selama lima puluh hari. Kedua orang teman yang senasib denganku tetap saja tinggal di rumah mereka dan menangis selalu. Tapi aku lebih muda dan lebih kuat dari mereka. Aku tetap keluar seperti biasa, menghadiri shalat berjamaah dan pergi ke pasar walau tidak seorang jua pun yang ingin berbicara dengan ku. Bahkan aku tetap mendatangi Rasulullah saw. dan memberisalam kepada beliau ketika beliau berada dalam majlis ta'lim sesudah shalat. Aku bertanya dalam hati ku, "Apakah beliau menggerakkan bibir beliau untuk menjawab salam ku, atau tidak?" Aku pun solat ke dekat beliau sambil melirik kepada beliau. Setelah selesai shalat beliau menengok kepada ku, tetapi bilaaku menoleh kepadanya ia membuang muka dari ku. Setelah suasana diboikot kaum muslimin seperti itu berjalan agak lama, pada suatu hari aku pergi ke rumah Abu Qatadah, anak paman (saudara sepupu) ku, dan orang yang sangat sayang kepada ku. Aku memberi salam kepadanya. Tapi demi Allah, dia tidakmenjawab salam ku. Lalu aku berkata kepadanya, "Ya, Abu Qatadah! Aku bertanya kepada mu, tidak tahukah kamu bahwa aku tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya?" Dia diam saja. Aku tanya lagi, tetapi dia tetap membisu. Lalu kutanya lagi. Maka jawabnya, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Air mata ku mengalirmendengar jawabannya, lalu aku berpaling dan terus pulang. Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan di pasar, seorang petani penduduk Syam yang sering menjual makanan di Madinah bertanya, "Siapa yang dapat menunjukkan Ka'ab bin Malik kepada ku?" katanya. Orang banyak menunjuk kepada ku. Petani itumendatangi ku dan memberikan sepucuk surat berasal dari Raja Ghassan. Aku memang pandai membaca dan menulis. Lalu ku baca surat itu, yang isinya antara lain sebagai berikut: "Amma ba'du. Kami mendengar kabar bahwa Anda diboikot oleh teman-teman Anda. Allah tidak akan membuat Anda terhina dalam negeridan tidak pula tersia-sia. Temuilah kami, niscaya kami akan membantu Anda dengan segala daya dan yang ada pada kami. "Selesai membaca surat itu lalu kata ku," Ini suatu tes juga! "Maka ku dekat api lalu ku bakar surat itu. Setelah berlalu empat puluh hari dan wahyu turun kepada Rasulullah saw. makadatanglah seorang utusan beliau kepada ku seraya berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan kamu supaya menjauhi istri mu!" Tanya ku, "Apakah aku harus meceraikannya atau bagaimana?" Jawabnya, "Tidak! Hanya menjauhinya. Karena itu jangan kamu dekati dia!" Beliau juga mengutus orang kepada kedua temanyang senasib dengan ku, dengan perintah yang sama. Maka ku katakan kepada istri ku, "Pulanglah kamu ke rumah orang tua mu dan tinggallah bersama mereka sampai Allah memberikan keputusan terhadap hal ku ini." Kata Ka'ab, "Isteri Hilal bin Umayyah datang kepada Rasulullah saw. Memohon keringanan kepadaia, katanya: Ya Rasulullah! Hilal bin Umaiyah sudah tua. Dia akan tersia-sia tanpa khadam (pelayan). Apakah Anda keberatan kalau aku menjadi pelayannya? "Jawab beliau," Tidak mengapa, asal dia tidak mendekati mu. "Kata istri Hilal," Demi Allah! Dia tidak memiliki keinginan apa-apa. Bahkan demiAllah, dia selalu menangis saja sejak menerima hukuman sampai hari ini. "Karena itu sebagian keluarga ku menyarankan pula kepada ku," Seandainya engkau minta izin kepada Rasulullah saw. tentang istri mu, mungkin ia memberi izin kepada mu seperti halnya istri Hilal bin Umaiyah diberi izin oiehbeliau melayani Hilal. "Jawab ku," Aku tidak akan memintakan izin kepada beliau untuk istri ku. Aku tidak tahu pasti apakah Rasulullah saw. akan memberi izin atau tidak. Aku masih muda dan sanggup mengurus diri sendiri. "Kondisi membujang seperti itu telah berlalu pula sepuluh hari. Jadi sudah limapuluh hari sejak hari pertama kami mulai diboikot. Kemudian, sesudah aku shalat Subuh di atas loteng rumah kami, pagi-pagi sesudah malam yang kelima puluh, ketika aku memikirkan nasib kami sesuai dengan apa yang diperingatkan Allah kepada kami, di mana bumi ini terasa sangat sempit dengan segala kelapanganyang ada, tiba-tiba terdengar oleh ku suara memanggil dengan sekuat-kuatnya, "Ya, Ka'ab bin Malik! Gembiralah, Aku segera sujud, karena aku yakin kelapangan telah tiba. Rasulullah saw. telah memberi tahu orang banyak, bahwa Allah swt . telah menerima taubat kami ketika shalat Subuh. Karena itu orang banyakberdatangan mengucapkan selamat kepada ku dan sesudah itu mereka pergi pula kepada kedua orang teman ku. Di antara mereka ada yang berlari dan ada pula yang berkendaraan. Bahkan ada seorang teman dari suku Aslam sengaja menemui ku melewati bukit. Suara-suara mengelu-elukan ku lebih cepat sampai ke telingaku dari kuda mereka. Ketika suara ucapan selamat untuk menggembirakan ku dari orang yang pertama-tama sampai ke telinga ku, dengan spontan ku buka baju ku lalu ku berikan kepadanya karena sangat gembira. Padahal demi Allah, ketika itu aku tidak memiliki baju selain baju tersebut, sehingga aku terpaksameminjam (ketika menghadap Rasulullah saw. Aku pergi menghadap Rasulullah saw. Setiap orang yang bertemu dengan ku mengucapkan selamat karena taubat ku telah diterima Allah. Kata mereka, "Bahagialah Anda karena taubat Anda telah diterima Allah swt." Aku masuk ke masjid. Ku temukan Rasulullah saw.sedang duduk dikelilingi para sahabat. Thalhah bin 'Ubaidillah segera bangkit dan berlari menyambut ku serta menyalami ku sambil mengucapkan selamat. Demi Allah, tidak ada orang Quraisy yang berdiri selain dia. Karena itu pula aku tidak melupakan Thalhah. Setelah aku memberi salam kepada Rasulullahsaw., maka dengm muka berseri-seri karena senang dia berkata, "Gembiralah kamu dengan kebaikan yang kamu terima hari ini, yang belum pernah kamu terima sejak kamu lahir." Tanya ku, "Apakah kebaikan itu datang dari Anda atau dari Allah Ta'ala?" Jawab beliau, "Bahkan dari Allah Ta'ala!" Biasanya ketikaRasulullah saw. gembira, wajah beliau bersinar-sinar bagaikan bulan. Kami tahu benar akan hal itu. Setelah aku duduk di hadapan beliau, aku berkata kepadanya, "Ya, Rasulullah! Karena taubat ku diterima Allah, maka aku akan menyedekahkan harta ku kepada Allah dan Rasul-Nya." Jawab Rasulullah saw.,"Tahanlah sebagian harta mu itu. Itulah yang baik!" Jawab ku, "Aku akan menahan harta yang ku peroleh di Khaibar." Kata ku selanjutnya, "Ya, Rasulullah! Allah telah melepaskan ku karena berkata benar. Maka untuk kesempurnaan taubat ku, aku tidak akan berkata-kata selamanya kecuali yang benar." KataKa'ab selanjutnya, "Aku tidak tahu seorang muslim yang pernah diuji Allah karena berkata benar, semenjak aku berkata demikian kepada Rasulullah saw. Sampai sekarang. Itulah upaya terbaik yang dilakukan Allah Ta'ala kepada ku. Demi Allah, aku berjanji tidak akan pernah berdusta. Aku berharap kepadaAllah semoga Dia memelihara ku sampai akhir hayat ku, Maka turunlah ayat-ayat surat Taubah, 9: 117 - 119, sebagai berikut: "Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin, dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan mereka hampir berpaling,kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. "(9: 117)," Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (permintaan taubat mereka) sampai saat bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu sebenarnya tetap luas, dan jiwa pun telahsempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka, agar tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima Taubat
lagi Maha Penyayang. "(9: 118)." Hai, orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. "(9: 119). Cerita Ka'ab selanjutnya," Demi Allah! Belum pernah aku merasakan nikmat pada diri ku sejak aku masuk Islam yang lebih besar daripada ketika aku berkatabenar terhadap Rasulullah saw. Seandainya aku berdusta kepada beliau niscaya celakalah aku seperti orang-orang yang pernah berdusta, sebagai dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala: "Kelak mereka akan bersumpah kepada mu dengan nama Allah ketika kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka.Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. "(9: 95)" Mereka akan bersumpah kepada mu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allahtidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu. "(9:96). Cerita Ka'ab selanjutnya," Kami bertiga tertinggal, maksudnya tertinggal bertaubat dari mereka-mereka yang telah diterima taubatnya oleh Rasulullah saw. secara lahir (sedang batinnya terserah kepada Allah swt.), serta dimohonkan ampun oleh beliaukepada Allah Ta'ala. Sedangkan terhadap kami bertiga Rasulullah menangguhkannya sampai datang keputusan Allah swt. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah Ta'ala: Dan tiga orang yang tertinggal (9: 118), bukan tertinggal tidak ikut berperang, tetapi penerimaan taubat kami ditunda. "
2377. Dari 'Aisyah r.a., istri Nabi saw. katanya: "Biasanya ketika Rasulullah saw. akan melakukan suatu perjalanan jauh, beliau mengadakan undian di antara para istri beliau. Siapa yang menang undiannya dialah yang berhak ikut mendampingi Rasulullah saw. dalam perjalanan itu. Pada suatu ketikaRasulullah saw. memilih kami untuk ikut mendampingi beliau dalam suatu peperangan yang dipimpin beliau sendiri. Aku beruntung, karena dinilai ku lah yang keluar sebagai pemenang. Karena itu akulah yang berhak pergi bersama beliau. Peristiwa ini terjadi sesudah turunnya Ayat Hijab (lihat surat Ahzab,33: 53-59). Lalu aku dinaikkan ke dalam sebuah sekedup dan diturunkan dalam setiap perhentian (tanpa aku keluar tetapi sekedupnya yang diturun naikkan). Setelah selesai perang, Rasulullah saw. serta rombongan pulang kembali ke Madinah (membawa kemenangan). Hampir sampai ke Madinah, beliau memberi izinseluruh tim istirahat malam. Ketika duduk itu, aku keluar dari sekedup dan berjalan menjauhi tim untuk buang hajat. Setelah selesai buang hajat aku segera kembali ke tim. Ketika aku menyentuh dada ku terasa kalung ku yang terbuat dari permata zhafar buatan Yaman telah putus. Karena ituaku kembali menemukan kalung ku sehingga aku terlambat kembali ke tim. Sedangkan para penjaga yang bertugas menjaga ku selama dalam perjalanan telah mengangkat sekedup ku dan menaikkannya ke punggung unta yang ku kendarai (tanpa memeriksa lebih dahulu apakah aku ada di dalam atau tidak) lalu merekaberangkat. Mereka menyangka bahwa aku berada dalam sekedup. Ketika itu berat badan ku sangat ringan. Sehingga kalaupun aku berada dalam sekedup, para penjaga tidak akan merasa lebih berat bila mereka mengangkat sekedup itu. Dan ketika itu aku masih merupakan wanita muda usia. Mereka terus berjalanmenggiring unta ku (tanpa aku). Aku mendapatkan kalung ku
kembali setelah tim berjalan agak jauh. Ketika aku sampai di tempat peristirahatan, ku temukan di sana telah sepi. Aku memutuskan untuk tetap menunggu di tempat semula. Karena aku berpendapat, bila rombongan tidak menemukan ku tentu mereka akan kembali menemukan ku. Ketika aku duduk menunggu merekadi tempat itu, aku mengantuk dan tertidur. Kebetulan Shafwan bin Mu'aththal As Sulami ketinggalan pula oleh rombongan karena dia tertidur. Ketika terbangun dia segera menyusul mereka dan lewat di
dekat tempat ku menunggu. Ketika dia terlihat sesosok tubuh sedang tidur, dia menghampiri dan mengenali ku, dia memang sudah pernah melihat ku sebelum ayat hijab turun. Aku terbangun ketika dia dengan terkejut mengucapkan kalimat istirja '(inna lillaahi wa inna ilaihi raji'un) setelah dia mengenaliku. Dan aku segera menutup muka ku dengan jilbab (kain penutup wajah). Demi Allah! Dia tidak pernah mengucapkan sepatah kalimat pun kepada ku selain kalimat istirja 'yang menyebabkan aku terbangun. Dia segera menyuruh untanya merunduk, dan aku disilakannya menaiki kendaraan itu. Sedangkan dia sendiriberjalan menuntun unta sampai induk pasukan tersusul oleh kami sesudah mereka berhenti beristirahat dari terik panas siang. Tapi sungguh celakalah orang yang sengaja membuat fitnah terhadap diri ku tentang peristiwa itu, yang diprakarsai oleh pemimpin mereka 'Abdullah bin Ubay bin Salul. Setelahkami sampai di Madinah aku jatuh sakit sebulan lamanya. Sementara itu dalam masyarakat telah meluas kabar bohong tentang diri ku. Sedangkan aku tidak tahu berita itu telah meluas sedemikian rupa karena aku sedang sakit. Tapi ada suatu hal yang mengkhawatirkan ku, adalah sikap Rasulullah saw. yang tidakmemperlihatkan kasih sayang seperti biasanya kalau aku sedang sakit. Dia pernah datang menengok ku sekali, setelah memberi salam beliau bertanya, "Bagaimana keadaan mu?" Itulah yang mengkhawatirkan ku. Aku tidak mengetahui sama sekali heboh tentang diri ku, sampai pada suatu hari setelah aku agaksembuh, aku pergi bersama Ummu Misthah ke lapangan di pinggiran kota untuk buang hajat. Karena memang di sanalah tempat kami buang hajat. Dan kami tidak pergi ke sana kecuali hanya pada malam hari saja. Yang demikian itu adalah sebelum kami membuat tempat tertutup di sekitar rumah kami. Memang sudah menjadikebiasaan orang Arab pada masa dahulu, kalau buang hajat pergi ke lapangan di pinggiran kota. Karena mereka merasa jijik membuat tempat tertutup di sekitar rumah mereka. Ummu Misthah (nama aslinya Salma), adalah anak perempuan Abu Ruhma bin Muththalib bin Abdu Manaf. Sedangkan ibunya adalah anak perempuanShakhar bin Amir bibi Abu Bakar Siddiq. Anak lelakinya adalah Misthah Ibnu Utsatsah bin Abbad bin Muththalib. Ketika kami pulang setelah selesai buang hajat, Ummu Misthah tersandung sandalnya lalu dia menyumpah: "Celaka si Misthah." katanya. Maka ku tegur dia, "Tidak baik berkata begitu. Bukanlah engkaumemaki orang yang ikut dalam perang Badar? "Jawab Ummu Misthah," Alangkah bodohnya engkau! Apakah engkau tidak mendengar apa yang dikatakannya? "Tanya ku," Apa yang dikatakannya? "Dia menghabarkan kepada ku omongan tukang-tukang fitnah (yang mengolesi diri mu)." Semenjak aku mendengar beritaUmmu Misthah itu, sakit ku semakin menjadi-jadi. Ketika Rasulullah saw. datang ke rumah ku, ia memberi salam, lalu dia bertanya, "Bagaimana keadaan sakit mu?" Lalu aku bertanya kepada beliau, "Sudikah Tuan mengizinkan aku pulang ke rumah orang tua ku?" Kata 'Aisyah, "Sebenarnya aku ingin hendakmenanyakan kepada orang tua ku kebenaran berita yang disampaikan Ummu Misthah kepada ku. "Ternyata Rasulullah saw. mengizinkan ku, lalu aku pulang ke rumah orang tua ku dah bertanya kepada ibu ku," Wahai ibu! Benarkah ada berita buruk yang dipercakapkan orang tentang diri ku? "Jawab ibu," Wahai anakku sayang! Jangan engkau hiraukan. Demi Allah, jarang sekali wanita cantik yang dicintai suaminya, padahal dia memiliki banyak madu yang tidak diomongi orang. "" Subhanallah! "Kata ku." Kalau begitu, memang benarlah kiranya orang banyak mempercakapkan ku. "Malam itu aku menangis semalam-malaman sampaiSubuh. Air mata ku mengalir tak dapat ditahan dan aku tak bisa tidur karenanya. Sementara itu Rasulullah saw. memanggil Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid untuk bermusyawarah dengan mereka - karena waktu itu wahyu terhenti - Dia bermusyawarah dengan keduanya apakah ia harus menceraikan kuatau tidak. Usamah bin Zaid menyatakan pendapatnya, bahwa dia tahu benar para istri Rasulullah saw. semuanya suci (setia) dan dia tahu benar mereka semuanya mencintai Rasulullah saw. Katanya, "Mereka adalah para istri Anda. Aku yakin benar bahwa semuanya adalah para istri yang setia." Adapun 'Alibin Thalib berkata, "Allah Ta'ala tidak akan mempersulit Anda. Masih banyak wanita selain dia ('Aisyah). Tika Anda menghendaki seorang gadis, tidak seorang pun yang akan menolak Anda." Kemudian beliau panggil pula Barirah (pembantu rumah tangga 'Aisyah), lalu beliau bertanya, "Hai Barirah! Apakah engkaumelihat sesuatu yang mencurigakan tentang diri 'Aisyah? "Jawab Barirah," Demi Allah yang mengutus Anda dengan agama yang benar. Sungguh, aku tidak melihat sedikit pun yang mencemarkan dirinya, selain hanya dia itu seorang wanita muda yang manja, yang pergi tidur meninggalkan adonan kue, lalu datanghewan peliharaan (kucing atau kambing) memakan adonan itu. "Kemudian Rasulullah saw. berpidato di mimbar, menyatakan keberatannya atas tuduhan yang diprarasai Abdullah bin Ubay bin Salul." Sabda beliau di mimbar, "Hai kaum muslimin! Siapakah di antara tuan-tuan yang setuju dengan penolakan ku atastuduhan yang telah mencemarkan nama baik keluarga ku? Demi Allah, aku yakin keluarga ku bersih dari tuduhan kotor yang tidak benar itu. Mereka juga telah menyebut-nyebut seorang pria (Shafwan bin Mu'aththai As Sulami) yang aku yakin bahwa dia itu orang baik. Dia tidak pernah masuk ke rumah ku kecualibersama ku. "Maka berdirilah Sa'ad bin Mu'adz Al Anshari, lalu dia berkata," Aku membela Anda dalam masalah ini, ya Rasulullah! Jika tuduhan itu datang dari suku Aus, kami penggal lehernya. Dan jika datangnya dari saudara-saudara kami suku Khazraj, kami menunggu perintah Anda. Apa yang Anda perintahkansegera kami laksanakan. "Maka berdiri pula Sa'ad bin Ubadah, pemimpin suku Khazraj dan seorang yang shalih tetapi diperdayakan oleh rasa kesukuan. Lalu dia berkata kepada Sa'ad bin Mu'adz," Engkau bohong! Demi Allah, engkau tidak dapat membunuhnya dan memang engkau tidak sanggup melakukannya. "Makabangun pula Usaid bin Hudhair, anak paman Sa'ad bin Mu'adz. Katanya kepada Sa'ad bin Ubadah, "Engkaulah yang bohong! Demi Allah! Kapan saja dan di mana saja kami sanggup membunuhnya! Engkau munafik, karena engkau membela orang-orang munafik!" Bentrokan antara suku Aus dan Khazraj itu menjadi hangat,sehingga hampir terjadi perkelahian antara mereka. Tetapi Rasulullah saw. yang masih berdiri di mimbar dapat menenangkan mereka sehingga mereka diam. Kata Aisyah selanjutnya, "Sehari-harian kerja ku hanya menangis dan menangis siang malam. Sehingga kedua orang tua ku cemas, kalau-kalau jantung ku pecahkarena menangis. Selama aku menangis, kedua orang tua ku selalu berada di samping ku. Tiba-tiba seorang perempuan Anshar minta izin hendak bertemu dengan ku, lalu ku izinkan dia masuk. Setelah dia masuk, dia pun menangisi ku (menambah kesedihan ku). Sementara itu Rasulullah saw. pun datang. Dia memberisalam, lalu duduk di samping ku. Sejak berita bohong itu tersiar, dia tidak pernah duduk di samping ku. Dan sudah sebulan wahyu tidak turun kepada beliau. Yaitu semenjak peristiwa ku ini. Ketika ia duduk di samping ku, mula-mula ia membaca tasyahhud. Kemudian beliau bersabda: "Hai 'Aisyah!Telah sampai kepada ku berita tentang diri mu begini dan begitu. Jika engkau bersih dari tuduhan itu maka Allah Ta'ala akan membebaskanmu. Jika engkau memang berdosa, Minta ampunlah kepada Allah Ta'ala dan taubatlah kepadaNya. Karena ketika seorang hamba sadar bahwa dia telah berdosa, kemudian diataubat, niscaya Allah menerima taubatnya. "Setelah ucapan beliau itu selesai diucapkannya, air mata ku mengambang dan tak tertahankan oleh ku dia jatuh berderai. Aku mengatakan kepada ayah ku." Pak, tolonglah aku menjawab sabda Rasulullah. "Jawab tua ku," Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus ku ucapkankepada Rasulullah. "Kemudian ku minta ibu ku," Ibu, tolonglah aku menjawab sabda Rasulullah sebentar ini. "Jawab ibu ku," Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan kepada Rasulullah. "Maka terpaksalah aku sendiri yang harus menjawabnya. Kata ku," Aku ini adalah seorang wanita muda usia yangbelum banyak mengetahui isi Al Qur'an. Demi Allah! Sekarang aku telah tahu bahwa Anda telah mendengar berita tentang tuduhan terhadap diri ku, sehingga tuduhan itu tertanam dalam diri Anda dan tampaknya Anda seperti membenarkan berita itu. Meskipun aku mengatakan kepada Anda aku bersih dari tuduhanitu - demi Allah, hanya Allah sajalah yang maha tahu bahwa aku memang bersih Anda tentu tidak akan mempercayai ku juga. Dan seandainya aku mengatakan bahwa aku telah bersalah dan berbuat dosa, - demi Allah, Dia jugalah yang Maha Tahu bahwa aku bersih lentil Anda akan mempercayainya. Demi Allah! Akutidak memperoleh sebuah contoh pun yang paling tepat mengenai peristiwa ini, selain ucapan yang diucapkan Nabi Ya'qub, ayah Nabi Yusuf, katanya: Sabar lah yang paling indah, dan hanya Allah sajalah tempat minta tolong atas segala tuduhan yang dituduhkan mereka. "Kemudian aku berpaling dan berbaringdi tempat tidur ku. Kata 'Aisyah selanjutnya, "Demi Allah! Aku benar-benar bersih dari tuduhan itu, dan aku yakin bahwa Allah Ta'ala akan membersihkan nama baik ku dari tuduhan itu. Namun sejauh itu demi Allah, aku tidak menduga sama sekali bahwa Allah akan menurunkan wahyu dalam kaitannya dengan kasusyang sedang ku hadapi ini. Sampai akhirnya wahyu itu selalu kita baca. Karena kasus itu sangat cemar terasa oleh ku dibanding dengan keagungan firman Allah Ta'ala yang selalu kita baca. Tapi aku berharap semoga Rasulullah saw. dapat melihat dalam mimpi beliau, di mana Allah Ta'ala memperlihatkankepada beliau bahwa aku sungguh-sungguh bersih. Maka demi Allah, belum lagi Rasulullah saw. meninggalkan tempat duduknya, dan belum seorang jua pun yang keluar dari rumah kami, Allah Ta'ala menurunkan wahyu kepada Nabinya. Terlihat Nabi saw. seperti orang yang keberatan memikul beban berat, sebagaibiasanya bila wahyu sedang diturunkan kepada beliau, sehingga beliau bersimbah peluh. Ketika Wahyu telah selesai download, Rasulullah saw. tertawa. Kalimat yang pertama diucapkannya adalah: "Gembiralah, wahai 'Aisyah! Allah Ta'ala telah mengatakan bahwa engkau sungguh-sungguh bersih dari tuduhan itu."Lalu berkata ibu ku kepada ku, "Bangunlah engkau, nak! Mintalah maaf kepada beliau!" Jawab ku, "Demi Allah! Aku tidak perlu minta maaf kepada beliau. Aku hanya wajib memuji Allah, karena Dialah yang menurunkan wahyu yang menyatakan bahwa aku memang bersih dari tuduhan kotor itu. Wahyu itu tersebut turundalam Al Qur'an, surat An Nur sebanyak sepuluh ayat: "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong ini adalah dari golongan kamu juga (lihat An Nur, 24: 11 20). Kata 'Aisyah selanjutnya," Selama ini Misthah dibelanjai oleh (tua ku) Abu 'Bakar Siddiq sebagai keluarga dekat ayah. Semenjak kasusitu terjadi, ayah ku bersumpah akan menghentikan bantuannya kepada Misthah untuk selama-lamanya. Maka turun pula wahyu yang melarang penghentian bantuan itu: "Dan janganlah orang-orang yang memiliki kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaumkerabatnya .... sampai dengan ... Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampuni mu? "(An Nur, 24:22). Berkata Hibhan bin Musa, kata Abdullah bin Muharak." Inilah ayat yang istimewa di dalam kitab Allah. " Maka berkata Abu Bakar, "Demi Allah! Aku lebih suka mendapat ampunan Allah Ta'ala. "Maka nafkah untukMisthah diteruskannya kembali. Dan aku tidak pernah menghentikan nafkah untuk Misthah sepeninggal beliau. "
2378. Dari Zaid bin Arqam r.a. katanya: "Kami bepergian bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan di mana rombongan kami ditimpa kesulitan (berupa kelaparan). Maka berkata Abdullah bin Ubay (seorang tokoh munafik) kepada teman-temannya," Jangan dibantu orang-orang yang setia kepada Rasulullahagar mereka lari daripadanya. "Selanjutnya dia berkata pula." Jika kita kembali ke Madinah, orang yang kuat akan mengusir orang yang lemah. "Kata Zaid," Aku datang kepada Rasulullah saw. melaporkan ucapan-ucapan Abdullah bin Ubay tersebut. "Dia mengirim orang ke Abdullah untuk memeriksa kebenaranlaporan ku itu. Setelah ditanyakan, ternyata Abdullah tidak mengaku bahwa dia telah mengucapkan kata-katanya itu, bahkan dia bersumpah-sumpah. Katanya, "Si Zaid itu telah mendustai Rasulullah saw." Kata Zaid, "Aku mendapat
kesulitan sendiri karena pengakuan Abdullah yang bohong itu. Tapi akhirnya turun wahyu yang mengizinkan ku, yaitu ayat: "Apabila datang kepada mu orang-orang munafik .." (Al Munafiqun, 63: 1) Kata Zaid, "Kemudian mereka dipanggil oleh Nabi saw. Untuk dimintakan ampun bagi mereka. Mereka menundukkankepala bagaikan kayu-kayu tersandar. "Kata Zaid," Padahal mereka sebenarnya adalah para pemimpin terkemuka orang-orang munafik yang tampan. "
2379. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Ketika 'Abdullah bin Ubay bin Salul wafat, anaknya Abdullah bin Abdullah (bin Ubay) dayang kepada Rasulullah saw. meminta jubah beliau untuk kafan ayahnya. Rasulullah memenuhi permintaan anaknya itu. Kemudian dimintanya pula sehingga Rasulullah saw. menyolatkan jenazahayahnya. Ketika ia berdiri hendak shalat jenazah, maka ditarik baju beliau oleh 'Umar (bin Khaththab) seraya berkata, "Ya, Rasulullah! Akan Anda solatkankah dia? Bukankah Allah telah melarang Anda menyolatkannya." Jawab beliau, "Aku diberi pilihan oleh Allah Ta'ala menyolatkan atau tidak. Lalu dibacanyaayat, "Kamu mohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja); sekalipun bagi mereka tujuh puluh kali (Taubah, 9:80). Dan aku akan lebih dari tujuh puluh kali." Kata 'Umar, "Dia munafik!" Tetapi Rasulullah saw. menyolatkannya juga. Kemudian Allah Ta'ala menurunkanayat: "Dan sekali-kali janganlah kamu sholatkan jenazah salah seorang mereka yang mati, dan jangan pula kamu berdiri di kuburannya .." (At Taubah, 9:84)
2380. Dari Ibnu Mas'ud r.a. katanya: "Ada tiga orang berkumpul dekat Ka'bah, dua orang dari suku Quraisy dan seorang lagi dari suku Tsaqafi atau sebaliknya. Ketiganya kurang terpelajar tetapi mereka gemuk-gemuk. Salah seorang di antara mereka bertanya kepada temannya," Tahukah kamu bahwa Allahmendengar apa yang kita ucapkan? "Jawab yang lain," Dia mendengar kalau kita bicara keras, dan tidak mendengarkan bila kita berbicara perlahan. "Kata orang yang ketiga, Maka Dia mendengar bila kita berbicara keras tentu Dia mendengar juga bila kita berbicara perlahan." Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkanayat: "Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu .." (Fushshilat, 41: 22) .2381. Dari Zaid bin Tsabit r.a. katanya: "Ketika Nabi saw. berangkat ke medan perang Uhud, beberapa orang yang ikut berangkat bersama beliau pulang kembali di tengah perjalanan.Karena itu para sahabat Nabi saw. berbeda pendapat tentang mereka menjadi dua golongan: Sebagian mengatakan mereka harus diperangi dan sebagian lagi mengatakan jangan diperangi. Karena itu turunlah ayat: "Mengapa kamu menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik .." (An Nisaa ', 4:88).
2382. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya: "Beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw., ketika ia pergi berperang mereka tidak turut berperang dan merasa bangga dengan taktik mereka itu (untuk melemahkan kekuatan kaum muslimin). Ketika Rasulullah saw. telah kembali (membawa kemenangandan harta rampasan perang), mereka mengemukakan alasan mereka masing-masing, mengapa mereka tidak turut berperang dan memperkuat alasannya dengan sumpah. Kemudian mereka ingin dipuji (seolah-olah merekalah yang pahlawan) padahal mereka tidak berbuat apa-apa. Karena itu turunlah ayat: "Janganlah sekali-kalikamu mengaku bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka ingin dipuji terhadap perbuatan yang tidak mereka kerjakan, janganlah kamu mengira bahwa mereka akan terlepas dari siksa. "(Al Imran, 3: 188).
2383. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa mendaki bukit Murar hapus dosanya seperti Bani Israil." Kata Jabir, "Yang pertama-tama mendaki adalah kami dengan kuda Bani Khazraj, kemudian barulah semuanya habis mendaki." Sabda Rasulullah saw., "Kamu diampuni semuanya,kecuali penunggang unta merah. "Maka kami datangi orang itu seraya berkata kepadanya," Pergilah minta ampun kepada Rasulullah saw. "Jawabnya," Wallah! Mendapatkan untaku yang hilang lebih berharga bagi ku dari minta ampun kepada kawanmu itu. "Kata Jabir," Orang itu memang sedang mencari untanyayang hilang. "
2384. Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Perumpamaan orang munafik, seperti seekor kambing betina yang bingung mengikuti dua ekor kambing jantan. Sekali dia akan mengikuti yang ini, kali yang lain akan mengikuti yang itu."
2385. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya seorang pendeta datang kepada Nabi saw. lalu dia berkata, "Ya, Muhammad! Kelak di hari kiamat Allah Ta'ala memegang langit, bumi, bukit / gunung-gunung, pohon-pohon, air, binatang-binatang, dan seluruh makhluk dengan anak jari-Nya (dengan mudahnya) . KemudianDia goncang seluruhnya seraya berkata:
"Akulah Raja (penguasa)! Akulah Raja!" Rasulullah saw. tertawa mendengar kata pendeta itu dan membenarkannya. Kemudian beliau membaca ayat: "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung-Nyadengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. "(Az Zumar, 39:67)
2386. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamat Allah Tabaraka wa Ta'ala akan menggenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya." Kemudian Dia berfirman: "Akulah Raja (penguasa)! Mana dia raja-raja di bumi?"
2387. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak hari kiamat Allah 'Azza wa Jalla akan menggulung langit, kemudian dipegang-Nya dengan tangan kanan seraya berkata," Akulah Kaisar Maha Kuasa! Ke mana orang-orang yang sewenang-wenang, ke mana orang-orang yang sombong? Berikutnyadigulung-Nya bumi dengan tangan kiri-Nya seraya berkata, "Akulah Kaisar Maha Kuasa! Kemana orang-orang yang sewenang-wenang, kemana orang-orang yang sombong?"
2388. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. memegang tangannya, lalu beliau bersabda: "Allah Azza wa Jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menancapkan gunung pada hari Ahad, menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin, membuat bahan-bahan mineral pada hari Selasa, membuat cahaya pada hariRabu, menebarkan binatang pada hari Kamis, dan menciptakan Adam Alaihissalam sesudah 'Ashar pada hari Jum'at setelah selesai tercipta seluruh makhluk dan pada saat terakhir di hari Jum'at antara' Ashar dan malam. "2389. Dari Sahal bin Sa'ad ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamatumat manusia di kumpulkan di suatu lapangan tanah yang putih mengkilat bagaikan seloka tanpa tanda-tanda penunjuk. "
2390. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang firman Allah 'Azza wa Jalla:" Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (begitu pula langit) ... "(Ibrahim, 14:48), maka di manakah umat manusia saat itu, ya Rasulullah? " Jawab beliau, "Di Titian!" 2391. DariAbu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Seandainya ada sepuluh orang Pendeta Yahudi yang sungguh-sungguh iman dengan ku, tidak seorang jua pun orang-orang Yahudi yang tinggal, melainkan mereka masuk Islam semuanya."
2392. Dari Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu ketika aku berjalan-jalan bersama Nabi saw. di sebidang kebun, beliau bertongkat pelepah kurma. Tiba-tiba lewat serombongan orang-orang Yahudi. Setengah mereka berkata kepada yang lain," Tanyakanlah kepadanya (Nabi saw.) masalah ruh ! "Kata yang lain," Tidakada faedahnya ditanya kepadanya. Niscaya jawabannya akan menjengkelkanmu. "Kata yang lain pula," Tanya sajalah! "Maka datanglah sebagian mereka kepada beliau menanyakan perihal ruh.
Kata Abdullah, (Setelah mendengar pertanyaan mereka) Rasulullah saw. terdiam, tidak langsung menjawab apa-apa. Aku tahu ketika itu beliau sedang mendapatkan wahyu. Karena itu aku tetap saja di tempatku. Setelah wahyu selesai download, beliau membaca ayat: "Dan mereka bertanya kepada mu perihal ruh. Katakanlahruh itu urusan Tuhan ku dan kamu tidak diberi pengetahuan tentang masalah itu melainkan hanya sedikit. "(Al Isra, 7: 85).
2393. Dari Khabbab r.a. katanya: "Aku memiliki piutang pada Ash bin Wail. Karena itu aku mendatanginya untuk menagih." Jawab 'Ash kepada ku, "Aku tidak akan membayar sebelum engkau kafir dengan Muhammad." Jawab ku, "Aku sekali-kali tidak akan kafir kepadanya sampai mati, kemudian sampai berbangkit."Kata 'Ash bin Wail, "Aku juga akan dibangkit kembali sesudah mati, karena itu akan kubayar kelak kepada mu bila aku telah menemukan harta dan anak-anakku." Sesudah itu turunlah ayat ini: "Sudah tahukah kamu bahwa orang-orang yang kafir dengan ayat-ayat Kami berkata, pasti aku akan diberi harta dananak "(Maryam, 19: 77).
2394. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Abu Jahil bertanya kepada teman-temannya," Betulkah Muhammad menyentuhkan mukanya (ke tanah ketika sujud) di depan kalian? "Jawab temannya," Betul. "Kata Abu Jahil," Demi Lata dan 'Uzza. Jika kulihat dia berbuat seperti itu di hadapanku, akan kuinjak kuduknya,atau Kutempelkan mukanya ke tanah. "Kemudian didatanginya Rasulullah saw. ketika beliau sedang shalat dengan maksud hendak menginjak kuduk beliau. Setelah dihampirinya, ternyata dia tidak sanggup melakukannya. Bahkan dia mundur sambil menutup wajah dengan tangannya. Lalu dia ditanya oleh teman-temannya,"Mengapa engkau?" Jawab Abu Jahil, "Mengerikan! Ada dinding api menjilat-jilat." Sabda Rasulullah saw., "Seandainya dia tambah mendekat kepada ku, niscaya tubuhnya dicopoti satu demi satu oleh malaikat." Maka turunlah ayat: "Ketahuilah, (Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena melihatdirinya cukup. Sesungguhnya kepada Tuhan mu sajalah kamu kembali Bagaimana pendapatmu tentang orang-orang yang melarang seorang hamba bila dia shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh taqwa; dan bagaimana pendapatmu jika dia (yakni Abu Jahil)mendustakan atau berpaling? Tidakkah dia tahu bahwa sesungguhnya jika dia tidak berhenti (dari melakukannya) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk memenangkannya); Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah.Sekali-kali janganlah kamu mematuhinya (takut kepadanya). Tetapi haruslah sujud dan mendekatkan diri kepada Tuhan mu! "(Al 'Alaq, 96: 6-9).
2395. Dari Masruq r.a. katanya: "Ketika kami duduk-duduk di rumah
Abdullah, dia sendiri duduk berbaring di antara kami. Tiba-tiba datang seorang pria lalu berkata, "Ya Abu 'Abdurrahman! Seorang pembawa berita yang berada di pintu Kindah mengatakan bahwa ayat Dukhan (ayat kabut) turun menyesakkan nafas orang-orang kafir dan menyiksa orang-orang mukmin seperti terkenapilek. Maka duduklah 'Abdullah dan dengan marah dia berkata, "Hai, manusia! Taqwalah kepada Allah! Siapa-siapa di antara kamu yang mengetahui sesuatu, katakanlah apa yang kamu ketahui, dan siapa yang tidak tahu, katakanlah Allah Yang Maha Tahu. Karena sesungguhnya Allah -lah Yang Maha Tahu apa-apayang tidak kamu ketahui. Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman kepada Nabinya: "Katakanlah, hai Muhammad! Aku tidak meminta upah kepada mu atas dakwah ku, dan aku tidak pula termasuk orang yang mengada-ada." (Shaad, 38:86). Ketika Rasulullah saw. melihat orang-orang membelakanginya, dia mendoa: "WahaiAllah! Cubailah mereka dengan cobaan seperti yang Engkau timpakan kepada umat Nabi Yusuf as (Yaitu masa paceklik). "Maka ditimpakan Allah kepada mereka tahun paceklik (kelaparan), sehingga mereka terpaksa memakan kulit dan bangkai karena kelaparan. Seseorang menengok ke langit lalu dia melihat sesuatuseperti kabut. Maka datanglah Abu Sufyan kepada Nabi saw. katanya, "Ya, Muhammad! Anda datang menyuruh orang taat kepada Allah dan menghubungkan silaturrahim. Kaum Anda sedang ditimpa celaka. Karena itu berdoalah kepada Allah agar mereka memperoleh kebaikan. Firman Allah Ta'ala," Maka tunggulah suatu hariketika langit membawa kabut yang nyata, yang menyelubungi manusia. Inilah siksa yang pedih sampai dengan sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar) (Ad Dukhan, 44: 10 - 15).
2396. Dari 'Abdullah Ibnu Mas'ud r.a. katanya: "Ketika kami duduk bersama Rasulullah saw. di Mina, tiba-tiba bulan belah dua. Sebelah terletak di belakang bukit dan sebelah lagi di depannya. Maka berkata Rasulullah saw. kepada kami," Saksikanlah itu! "
2397. Dari Anas r.a. katanya: "Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah saw. sehingga memperlihatkan bukti (mu'jizat) atas ke-Nabiannya. Lalu ia perlihatkan kepada mereka dua kali bulan belah dua." 2398. Dari 'Abdullah bin Qais r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada yang lebih sabar mendengarejekan, selain Allah Ta'ala. Orang-orang kafir mengatakan-Nya multi (banyak atau bersekutu), atau mereka mengangkat anak bagi-Nya. Namun begitu Allah Ta'ala tetap memberi mereka rezeki, memaafkan mereka, dan memberikan apa yang mereka minta. "
2399. Dari Anas bin Malik r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Tabaraka wa Ta'ala bertanya kepada penduduk neraka yang siksaannya lebih ringan," Seandainya dunia dan seluruh isinya menjadi milikmu, maukah kamu menebus dosa mu dengan semua milikmu itu? "Jawabnya," Mau! "Firman Allah," Aku telah memintatebusan yang lebih ringan dari itu kepada mu ketika kamu masih dalam sulbi Adam, yaitu supaya engkau jangan menyekutukan-Ku, itu telah memadai. Tetapi engkau menolak. Telah kukatakan, engkau tidak akan kumasukkan ke neraka, tetapi engkau tetap saja musyrik (menyekutukan-Ku). "
2400. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak akan ditanyakan kcpada orang-orang kafir pada hari kiamat, bagaimana pendapatmu seandainya seluruh isi bumi ini menjadi emas dan menjadi milikmu, maukah engkau menebus dosa mu dengannya?" Jawab orang itu, "Mau!" Maka dikatakankepadanya. "Dulu telah diminta kepada mu (tebusan) yang lebih ringan dari itu."
2401. Dari Anas bin Malik r.a. katanya ada seorang lelaki bertanya: "Ya Rasulullah! Bagaimana mungkin orang kafir dikumpulkan pada hari kiamat (dan mereka berjalan) di atas muka mereka?" Jawab Rasulullah saw., "Bukankah orang yang memperjalankannya di atas kakinya sanggup pula memperjalankannya diatas wajahnya pada hari kiamat? "Kata Qatadah," Benar, demi kekuasaan Tuhan kita. "
2402. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di akhirat, penduduk neraka yang hidup serba nikmat di dunia, dia akan
dibenamkan ke dalam api kemudian di tanya, "Hai anak Adam! Apakah kamu menerima kebaikan dan merasa kenikmatan?" Jawabnya, "Tidak, demi Allah, ya Tuhan!" Kemudian dihadapkan pula penduduk surga yang hidup di dunia serba susah. Dia dimasukkan ke surga kemudian ditanya, "Apakah kamu mengalami kesengsaraandan merasakan kesusahan? "Jawabnya," Tidak, demi Allah, ya Tuhan! Aku tidak mengalami sengsara dan tidak merasa susah. "2403. Dari Anas bin Malik ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan mengurangi kesejahteraan orang-orang mukmin. Dia diberi upah di dunia dan pahala diakhirat. Adapun orang kafir, dia diberi rezeki dengan kebajikan yang dikerjakannya di dunia. Setelah sampai di akhirat tidak ada lagi kebajikan yang akan diberi pahala baginya. "
2404. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya ketika orang-orang kafir mengerjakan kebajikan di dunia, dia diberi upah dengan amalnya itu berupa rezeki di dunia. Adapun orang-orang mukmin, maka pahala kebajikannya disimpan Allah Ta'ala untuknya di akhirat serta diberinyarezeki di dunia sehubungan dengan taatnya. "2405. Dari Ka'ab (bin Malik) ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Perumpamaan hidup orang mukmin bagaikan pohon yang lemah, ditiup angin ke kanan dan ke kiri. Pada suatu ketika dia terbanting bungkuk, tapi pada kali yang lain dia tegak lurus kembali. Demikianlahkeadaannya (ia dapat bertahan hidup) sampai pohon itu mati. Dan perumpamaan hidup orang kafir (dan orang munafik) seperti pohon yang keras berdiri di atas pokoknya, tidak terombang-ambing ditiup angin. Tapi ketika dia tumbang, tamatlah riwayatnya. "
2406. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Diantara bermacam-macam jenis pohon ada sejenis pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon itu adalah perumpamaan orang mukmin. Cobalah sebutkan, pohon apa itu?" Para sahabat menduga pohon itu adalah sejenis pohon yang tumbuh di hutan-hutan.Kata 'Abdullah, "Aku berpendapat pohon itu adalah pohon kurma. Tapi aku malu untuk mengatakannya. Kemudian para sahabat berkata," Ajarkanlah kepada kami, pohon apa itu, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Pohon kurma! "Kata' Abdullah," Kemudian kuceritakan kepada 'Umar (bin Khaththab, ayah Abdullah) tentangpendapatku itu. "Kata 'Umar," Aku lebih suka kalau engkau jawab pohon kurma dari jawaban kami menyerahkannya kepada Rasulullah saw. "2407. Dari Jabir ra katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Sesungguhnya setan telah putus asa mengharapkan orang-orang yang shalat akan menyembahkepadanya di Jazirah Arab. Karena itu dia berusaha mengadu-domba sesama mereka agar selalu bermusuhan. "
2408. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:
"Singahsana iblis berada di lautan. Dari sana dia mengirim pasukannya untuk membuat fitnah (mengacau atau membencanai) umat manusia. Maka siapa yang lebih besar membuat bencana, dialah yang lebih besar jasanya (terhormat) di antara mereka." 2409. Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Iblismembuat pusat kegiatannya di permukaan air (di laut). Dari sana dikirimnya tim-tim untuk mengacau umat manusia. Maka yang paling berjasa di antara mereka adalah yang paling besar membuat kekacauan. Salah seorang di antara mereka datang melapor, "Aku telah berbuat begini dan begitu." Lalu dijawaboleh pemimpinnya, "Engkau belum berbuat apa-apa." Kemudian datang pula yang lain, lalu berkata, "Tidak kutinggalkan dia sampai aku berhasil memisahkannya dari istrinya." Lalu dijawab oleh pemimpinnya, "Engkaulah yang paling hebat."
2410. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak seorang pun di antara kamu melainkan telah ada jin yang di tugaskan pemimpinnya untuk selalu menggodanya." Tanya para sahabat, "Anda juga, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Ya, aku juga. Tapi Allah selalu melindungi ku darigodaan mereka, sehingga mereka yang menggoda ku akhirnya Islam (menyerah). Karena itu mereka tidak berani menyuruh ku melainkan untuk kebaikan. "
2411. Dari 'Aisyah r.a. istri Rasulullah saw., dia menceritakan bahwa pada suatu malam Rasulullah saw. pergi dari rumahnya (dari rumah Aisyah). Kata 'Aisyah, "Karena itu aku cemburu kepada beliau. Setelah dia kembali, dia memperhatikan tingkah lakuku lalu beliau bertanya," Mengapa engkau, hai' Aisyah,cemburukah? "Jawab ku," Bagaimana wanita seperti aku tidak akan cemburu terhadap pria seperti Anda? "Tanya beliau," Apakah syaitanmu telah datang pula menggodamu? "Jawab 'Aisyah," Ya, Rasulullah, apakah aku bersama setan? "Jawab beliau, "Ya!" Tanya ku, "Apakah setiap orang begitu?" Jawab, "Ya!" Tanya,"Anda sendiri juga?" Jawab, "Ya! Tapi aku dilindungi Tuhan ku sehingga aku selamat."
2412. Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya, "Tidak seorang pun di antara kamu, yang amalnya akan dapat menyelamatkannya." Tanya seorang pria, "Amal Anda juga begitu, ya Rasulullah." Jawab beliau, "Ya, aku juga. Tapi Allah melindungi ku dengan rahmatNya. Karena itu tambah giatlahkamu meluruskan amalmu! "
2413. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Tidak seorang pun amalnya dapat memasukkannya ke surga." Lalu beliau ditanya orang, "Anda juga, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Aku juga tidak. Tapi Allah melimpahi ku dengan rahmatNya."
2414. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi adalah murni rahmat Allah swt. belaka." 2415. Dari 'Aisyah r.a. istri Rasulullah saw., dia mengabarkan bahwa
Rasulullah saw. bersabda: "Tingkatkan amalmu dengan baik, atau lebih dekatlah kepada kebaikan, dan bergembiralah, karena amal seseorang tidak dapat memasukkannya ke surga." Tanya para sahabat, "Amal Anda juga begitu, ya Rasulullah?" Jawab beliau, "Amal ku juga begitu. Tapi Allah Ta'ala melimpahiku dengan rahmat-Nya. Dan ketahuilah, bahwa amal yang paling disukai Allah Ta'ala adalah amal yang dikerjakan secara terus-menerus (kontinyu) meskipun sedikit. "2416. Dari Mughirah bin Syu'bah ra katanya:" Nabi saw. pernah melakukan shalat sampai bengkak kedua tumit beliau. Lalu beliau ditanya orang,"Mengapa Anda memaksa diri begini? Padahal Allah Ta'ala telah mengampuni segala dosa Anda, baik yang telah lalu maupun yang akan datang." Jawab Rasulullah saw., "Tidak bisakah aku menjadi seorang hamba Allah yang tahu bersyukur?"
2417. Dari Syaqiq Abi Wail r.a. katanya: 'Abdullah (bin' Umar) mengajar kami setiap hari Kamis. Maka berkata kepadanya seorang pria, "Ya Abu Abdurrahman! Kami sangat senang mendengarkan pengajian Anda dan ingin semoga Anda dapat mengajarkan kami setiap hari." Jawab Abdullah, "Aku tidak keberatan mengajarAnda setiap hari. Hanya yang kukhuatirkan kalau-kalau kamu sekalian menjadi bosan. Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah juga memilih beberapa hari tertentu untuk mengajar kami di Majlis Ta'lim untuk menjaga supaya kami jangan bosan belajar. "2418. Dari Anas bin Malik ra katanya Rasulullah saw. bersabda:"Surga dikelilingi dengan segala yang tidak disenangi hawa nafsu dan neraka dikelilingi oleh segala yang disukai hawa nafsu."
2419. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Ta'ala telah berfirman: "Kusediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh segala kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, bahkan belum pernah tergambar dalam hati sanubari manusia. Sesuai dengan firmanAllah Ta'ala di dalam Kitab-Nya yang mulia, "Tidak seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (yaitu segala macam kenikmatan) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As Sajdah, 32: 17 )
2420. Dari Sahal bin Sa'ad r.a. dari Rasulullah saw. sabdanya: "Di dalam surga ada sebatang pohon yang naungannya tidak terlewati oleh seorang pengendara selama seratus tahun." 2421. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman kepada penduduk surga." Haipenduduk surga! "
Maka menjawab penduduk surga. "Kami siap memenuhi panggilan dan perintah-Mu, wahai Tuhan kami. Segala kebaikan berada di tangan Engkau." Lalu bertanya Allah Ta'ala, "Apakah kamu merasa puas?" Jawab mereka, "Bagaimana kami tidak akan puas, bukankah Engkau telah memberi kami segala kenikmatan yang belumpernah Engkau berikan kepada makhluk lain? "Tanya," Maukah kalian Aku beri nikmat yang lebih istimewa dari itu? "Jawab mereka," Wahai Tuhan, nikmat apa pulakah yang lebih istimewa dari itu? "Jawab Allah Ta'ala," Akan Kucurahkan ke mu keridhaan-Ku, di mana Aku tidak akan pernah marah kepada mu sesudahitu untuk selama-lamanya. "
2422. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kelak penduduk surga akan melihat sebuah kamar di atas mereka, terlihat seperti bintang bercahaya gemerlapan jauh di ufuk Timur atau di Barat karena perbedaan posisi mereka." Tanya para sahabat, "Ya, Rasulullah! Apakah itu tempatpara Nabi yang tidak tercapai oleh orang lain selain mereka? "Jawab beliau," Demi Allah yang diri ku dalam kuasa-Nya, bahkan itu tempat orang-orang yang beriman kepada Allah dan mempercayai para Rasul. "
2423. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Di dalam surga ada sebuah pasar yang didatangi penduduk surga setiap hari Jumat. Angin bertiup dari sebelah kanan menyentuh wajah dan pakaian mereka, menyebabkan wajah dan pakaiannya bertambah cantik / tampan dan indah. Ketika merekapulang ke rumah, didapatinya istri mereka bertambah cantik dan indah. Kata mereka kepada istrinya, "Engkau sungguh-sungguh tambah cantik dan pakaian mu tambah indah sepeninggal ku." Jawab istrinya, "Engkau, demi Allah, sungguh tambah tampan dan pakaianmu tambah indah pula sekembalimu."
2424. Dari Muhammad r.a. katanya: "Pada suatu ketika para sahabat berlomba cepat saling mengingatkan (berdiskusi): Manakah penduduk surga yang lebih banyak pria atau perempuan?" Kala Abu Hurairah. "Bukankah Rasulullah saw. Telah menyabdakan bahwa rombongan yang pertama-tama masuk surga mereka bercahaya-cahayabagaikan bulan purnama. Sesudah itu (rombongan) yang menyusul bagaikan bintang gemerlapan di langit. Setiap pria memiliki dua istri yang keduanya memiliki betis tembus pandang sehingga terlihat jantung betisnya bagian dalam. Dan di dalam surga tidak ada pria yang membujang. "
2425. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Rombongan yang pertama masuk surga bersinar-sinar bagaikan bulan purnama. (Rombongan) sesudah itu lebih cemerlang dari bintang-bintang yang gemerlapan. Mereka tidak buang air kecil dan tidak buang air besar. Tidak membuang ingus dantidak meludah. Sisir mereka dari emas dan keringat mereka kasturi. Pedupaan mereka kayu gaharu yang harus. Istri mereka bidadari, akhlak mereka sama. Bentuk mereka seperti nenek moyang mereka Adam, tinggi enam puluh hasta. "2426. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Rombongan yangpertama-tama masuk surga wajahnya seperti bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak. Pedupaan mereka memakai kayu gaharu yang harum. Keringat mereka harum bagaikan kasturi. Setiap pria memiliki dua istri yangkedua betisnya tembus pandang sehingga terlihat sumsumnya di bawah kulit karena sangat indahnya. Mereka tidak pernah bertengkar atau saling marah. Hati mereka selalu bersatu dalam bertasbih kepada Allah Ta'ala sepanjang pagi dan petang. "
2427. Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum di dalamnya. Tapi mereka tidak meludah, tidak kencing, tidak berak, dan tidak membuang ingus." Tanya para sahabat, "Bagaimana makanan yang mereka makan?" Jawab beliau, "Keluar dari sendawayang baunya harum seperti bau kasturi. Mereka selalu membaca tasbih dan tahmid sebanyak tarikan nafas kalian. "2428. Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw. Sabdanya:" Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah. Pakaiannya tidak pernah bercacat. Mudanya tidak pernah sirna. "
2429. Dari Abu Sa'id Al Khudri dan Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang penyeru menyerukan: Kamu selalu sehat, tidak akan pernah sakit selama-lamanya. Selalu hidup tidak pernah mati selamanya. Selalu muda, tidak akan pernah tua selamanya. Selalu merasa nikmat, tidak pernahsusah selamanya. Demikianlah tujuan firman Allah Azza wa Jalla, "Itulah surga yang diwariskan kepada mu, sebagai balasan bagi amalmu yang dahulu." (Al A'raf, 7:34).
2430. Dari Abdullah bin Qais, dari ayahnya ra, dari Nabi saw. sabdanya: "Bagi seorang mukmin disediakan di surga sebuah Khaimah dari sebuah mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh mil. Bagi mereka disediakan pula beberapa orang isteri yang didatanginya secara bergiliran di mana istri yangsatu dengan yang lain tidak saling menampak. "
2431. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Allah Ta'ala menciptakan Adam pada awal kejadiannya adalah seperti rupanya di bumi, tingginya enam puluh hasta. Setelah dia selesai tercipta, Allah Ta'ala berfirman kepadanya, pergilah ke kelompok malaikat yang sedang duduk. Dengarkanjawaban mereka menjawab salammu. Begitulah cara kamu dan cara anak cucumu nanti memberi salam (penghormatan). Maka pergilah Adam kepada kelompok malaikat itu, lalu diucapkannya salam:
"Assalamu 'alaikum" (Semoga Anda bahagia). Jawab para malaikat, 'Assalamu' alaika wa rahmatullah "(Semoga kamu bahagia pula dan mendapat rahmat Allah). Firman Allah," Setiap orang yang masuk surga tentunya seperti Adam. Tingginya enam puluh hasta, sekalipun makhluk kemudian semakin pendek sampai sekarang. "2432.Dari Samurah bin Jundab r.a. katanya Nabi saw. bersabda "Di antara para penghuni neraka ada yang dibakar sampai kedua mata kakinya. Ada yang dibakar sampai kedua lutut. Ada yang dibakar sampai pinggang. Dan ada yang dibakar sampai lehernya."
2433. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Neraka dan surga saling bertengkar. Kata neraka, aku diistimewakan Allah dengan penghuni-penghuniku orang-orang sombong dan sewenang-wenang." Kata surga, "Apakah penghuni-penghuniku hanya terdiri dari orang-orang dha'if, orang-orang terdampar,dan orang-orang lemah. "Maka berfirman Allah ke surga," Engkau adalah rahmatKu. Aku rahmati dengan engkau orang-orang yang Ku kehendaki di antara hamba-hamba-Ku. "Dan beauman pula Allah ke neraka," Engkau adalah azab (siksa) -Ku. Aku siksa dengan engkau orang yang Ku kehendaki di antara hamba-hamba-Ku.Masing-masing kamu mendapat penghuni sampai penuh. "Ketika ternyata neraka belum penuh, maka Allah memenuhinya dengan orang-orang yang harus disiksa. Setelah lengkap, neraka berkata," Cukup, cukup! "Lalu mereka dicampur aduk satu sama lain.2434. Dari Anas bin Malik ra katanya Nabi saw. bersabda: "Nerakajahanam selalu meminta tambahan penghuni. Katanya, "Masih adakah tambahannya?" Sampai akhirnya Allah Rabbul 'Izzati Tabaraka wa Ta'ala mendatangkan orang-orang yang harus disiksa, sampai dia berkata, "Cukup, cukup, demi keperkasaanMu." Lalu mereka dicampur aduk satu sama lain. "
2435. Dari 'Abdullah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Setelah penduduk surga dimasukkan Allah ke surga dan penduduk neraka dimasukkan ke neraka, maka diumumkan kepada mereka masing-masing," Hai, penduduk surga! Tidak ada lagi kematian! Hai, penduduk neraka! Tidak ada lagi kematian! Semuanyatetap di mana mereka berada. "2436. Dari Haritsah bin Wahab ra katanya dia mendengar Nabi saw.
bersabda: "Maukah kamu sekalian kuberitahukan siapa penduduk surga?" Jawab para sahabat, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Orang-orang dha'if bila dihina orang, lalu dia bersumpah dengan menyebut nama Allah (dan mendoa kepada-Nya), maka doanya sungguh diperkenankan Allah." Kemudian beliau bertanyapula, "Maukah kamu kuberitahukan siapa penduduk neraka?" Jawab mereka, "Tentu!" Sabda beliau, "Setiap orang yang kasar, besar mulut, angkuh, mewah namun kikir dan sombong." 2437. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua macam penghuni neraka yang belum terlihat olehku dewasaini: Pertama, orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, digunakannya untuk memukul man usia. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian seperti bertelanjang dan pandai merayu. Rambut mereka disasak seperti punuk unta miring. Mereka tidak dapat masuk surga, bahkan tidak akan dapat mencium bau surga.Sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh. "
2438. Dari Abu Hurairah r.a. katanya mendengar Rasulullah saw.
bersabda: "Tidak lama, jika umurmu panjang engkau akan melihat suatu kaum memegang cemeti seperti ekor sapi di tangannya. Mereka itu selalu berada dalam kemarahan Allah Ta'ala sepanjang pagi dan petang." 2439. Dari 'Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kelak hari kiamat manusiaakan dikumpulkan tanpa alas kaki (sepatu atau sendal), tanpa busana, dan tanpa dikhitan. "Maka bertanya 'Aisyah," Ya Rasulullah! Apakah wanita dan pria bercampur baur, sehingga satu sama lain saling memandang? "Sabda beliau," Kondisi saat itu sangat sulit, sehingga mereka tidak menghiraukan lagi satusama lain. "
2440. Dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. berkhotbah memberi pengajaran kepada kami. Sabda beliau," Hai, sekalian manusia! Kamu semuanya akan dikumpulkan ke hadapan Allah tanpa alas kaki, tanpa busana, dan tanpa dikhitan. (Bacalah firman Allah): "Seperti Kami ciptakanpada awal penciptaan, begitulah Kami kembalikan dia, itulah janji Kami yang pasti Kami tepati. "(Al Anbiyit, 21: 104). Ketahuilah! Makhluk yang mula-mula diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim 'alaihissalam. Dan ketahuilah, bahwa beberapa umat -Ku akan dihadapkan lalu mereka ditarik ke kiri. Kataku,Wahai Tuhan ku! Mereka itu adalah sahabat-sahabatku! "Lalu dijawab oleh Allah," Engkau tidak tahu apa-apa yang mereka perbuat sepeninggal mu. "Maka kujawab seperti jawaban hamba Allah yang saleh (Isa)," ... aku menjadi saksi bagi mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah aku wafat,Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu. Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Mu, dan jika Engkau ampuni mereka, sesungguhnya Engkau
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(Al Maidah, 5: 117 118), lalu dikatakan kepada ku," Mereka telah murtad semenjak engkau tinggalkan. "
2441. Dari Miqdad bin Aswad r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Pada hari kiamat kelak, matahari didekatkan kepada manusia, sehingga jaraknya dengan mereka hanya sekitar satu mil. Ketika itu manusia berada dalam genangan keringat, terbenam sesuai dengan amal mereka. Di antara merekaada yang terbenam sampai mata kaki, ada yang
sampai lutut, ada yang sampai pinggang, dan ada pula yang megap-megap, terbenam sampai ke mulutnya, sambil Rasulullah saw. menunjuk ke mulutnya. "2442. Dari 'Iyadh bin Himar Al Mujasyi'iy ra katanya:" Pada suatu hari Rasulullah saw. bersabda dalam khutbah sebagai berikut: "Ketahuilah! SesungguhnyaTuhan ku memerintahkan kepada ku agar mengajarkan kepada kamu sekalian apa-apa yang belum kamu ketahui. Yaitu pengajaran yang diajarkan Allah kepada ku hari ini. Firman Allah: Setiap harta yang Aku (Allah) berikan kepada seseorang hamba adalah halal. Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Kusemuanya berada dalam agama yang lurus. Tapi mereka kemudian didatangi oleh setan-setan lalu setan membelokkan mereka dari agama mereka dan melarang apa-apa yang telah Kuhalalkan bagi mereka, dan menyuruh mereka supaya mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak diberi kekuasaan apa-apa.Sesungguhnya Allah mengawasi penduduk bumi dengan kemarahan, baik bangsa Arab maupun bangsa Ajam, kecuali sisa-sisa Ahli Kitab. Firman
Allah Ta'ala, "Sesungguhnya Aku mengutus engkau untuk mengujimu dan menguji orang lain dengan engkau. Aku turunkan kepada mu Kitab yang tidak sirna kena air, yang dapat engkau baca di waktu tidur dan bangun. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada ku sehingga membangkitkan kemarahan orang -orang Quraisy. "Jawab ku, "Ya, Tuhan ku! Nanti mereka pecah kepala ku dan mereka tinggalkan seperti (pecahan) roti." Firman Allah, "Usir mereka seperti mereka mengusirmu. Perangi mereka, nanti Kami bantu kamu memerangi mereka. Keluarkan segala dana, nanti Kami beri dana engkau. Kirim pasukan, nanti Kami kirimpula tentara membantumu lima kali lipat. Perangilah olehmu bersama orang yang taat kepada mu, mereka yang durhaka kepada mu. Firman Allah Ta'ala, "Penduduk surga ada tiga macam: (1) Penguasa yang adil, pemurah, dan bertindak sesuai dengan hukum. (2) Orang yang berhati pengasih dan berhati lembutterhadap karib kerabat dan kaum muslimin. (3) Orang dha'if yang tidak terkendalikan otaknya, mereka di samping kamu hanyalah ikut-ikutan, mereka tidak ingin berkeluarga dan tidak menghendaki kekayaan. Penduduk neraka ada lima macam: (1) Orang dha'if yang tidak mempergunakan otaknya, mereka hanya menjadipengikut, tidak berusaha mencari nafkah untuk diri dan keluarganya. (2) Pengkhianat yang tidak tahu malu, sampai hal-hal kecil dikhianatinya juga. (3) Orang yang pagi petang berusaha hendak menipumu, tentang keluargamu, dan harta mu, (4) Orang bakhil atau pendusta. (5) Orang yang bermulut kotor (orangyang berperangai buruk dan suka menggunjing).
2443. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang kamu telah meninggal dunia, maka diperlihatkan Allah Ta'ala kepadanya pagi dan petang tempatnya di surga jika dia akan menjadi penduduk surga, atau tempat di neraka jika dia akan menjadi penduduk neraka. Seraya dikatakankepadanya, inilah tempatmu. Begitulah seterusnya sampai Allah membangkitkanmu pada hari kiamat. "
2444. Dari Zaid bin Tsabit r.a. katanya: "Ketika Nabi saw. berada di sebidang kebun Bani Najjar mengendarai keledai, kami ada bersama-sama beliau. Tiba-tiba keledai itu membelok sehingga ia hampir jatuh. Kiranya di sana ada empat atau enam kuburan. Tanya beliau," Siapakah di antara kalian yangtahu, kuburan-kuburan ini milik siapa? "Seorang pria berkata:" Aku! "Tanya Nabi saw.," Bila mereka meninggal? "Jawab," Mereka mati dalam syirik. "Sabda Rasulullah saw.," Mereka sedang disiksa dalam kubur. Seandainya aku tidak khawatir yang kamu semua akan takut menguburkan mayat, akan ku mohon kepadaAllah Ta'ala supaya Dia memperdengarkan kepada mu sekalian bagaimana dahsyatnya siksa kubur seperti yang terdengar olehku. "Kemudian beliau hadapkan mukanya ke kami seraya bersabda," Berlindunglah kamu dengan Allah dari siksa neraka! "Kata para sahabat," Kami berlindung
dengan Allah dari siksa neraka. "Sabda beliau," Berlindunglah kamu semua dengan Allah dari siksa kubur! "Kata para sahabat," Kami berlindung dengan Allah dari siksa kubur. "Sabda beliau," Berlindunglah kamu semua dengan Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. "Kata para sahabat,"Kami berlindung dengan Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi." Sabda beliau, "Berlindunglah kamu semua dari fitnah (bencana) Dajjal!" Kata para sahabat, "Kami berlindung dengan Allah dari fitnah Dajjal."
2445. Dari Abu Ayyub r.a. katanya: "Rasulullah saw. pernah keluar
rumah sesudah maghrib, maka terdengar olehnya suatu suara. Kata beliau, "Itu suara orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburannya." 2446. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Apabila seseorang hamba telah ditempatkan dalam kuburannya, para sahabatnya yang mengantar telah pulang, sesungguhnyadia mendengar bunyi terompah mereka, ketika itu datanglah kepadanya dua malaikat mendudukkannya. Lalu kedua bertanya, "Tahukah kamu, siapakah pria (Nabi Muhammad saw.) Ini?" Kata Rasulullah saw., "Kalau mayat itu mayat seorang mukmin, dia akan menjawab, aku menjadi saksi bahwa dia itu seorang hambaAllah dan Rasul-Nya. "Maka dikatakan kepadanya," Lihatlah tempatmu yang sedianya di neraka, tetapi Allah Ta'ala telah menggantinya dengan tempat di surga. "Kata Nabi saw.," Maka diperlihatkan kepadanya tempat itu keduanya sekaligus. "
2447. Dari Al Bara 'bin' Azib r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Allah Ta'ala meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang mantap" Kata beliau ayat itu diturunkan mengenai azab (siksa) kubur. Si mayat ditanya, "Siapa Tuhanmu?" Jawabnya, "Tuhanku Allah, dan nabiku, Nabi Muhammad saw." Begitulahfirman Allah 'Azza wa Jalla, "Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang mantap dalam kehidupan dunia dan akhirat .." (Ibrahim, 4: 27).
2448. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ketika ruh orang-orang mukmin keluar dari tubuhnya, dua orang malaikat menyambutnya dan menaikkannya ke langit." Kata Hammad, "Karena baunya harum seperti kasturi." Kata penduduk langit, "Ruh yang baik datang dari bumi. Shallallahu 'alaika (Semoga Allah melimpahkankebahagiaan kepadamu) dan ke tubuh tempat engkau bersemayam. "Lalu ruh itu dibawa ke hadapan Tuhannya Azza wa Jalla. Kemudian Allah berfirman," Bawalah dia ke sidratul muntaha, dan biarkan di sana sampai hari kiamat. "Kata Abu Hurairah selanjutnya," Ketika ruh orang orang kafir keluar dari tubuhnya,kata Hammad, berbau busuk dan mendapat makian, maka berkata penduduk langit, "Ruh jahat datang dari bumi." Lalu diperintahkan, "Bawalah dia ke penjara dan biarkan di sana sampai hari kiamat."
2449. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah saw. pergi ke tempat-tempat bekas pertempuran di Badar setelah tiga hari perang usai. Dia mendatangi pula tempat-tempat musuh tewas dan memanggil mereka. Kata beliau," Hai Abu Jahil bin Hisyam! Hai, Umayyah bin Khalaf! Hai, 'Utbah bin Rabi'ah!Hai, Syaibah bin Rabi'ah! Bukankah kalian telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan mu sungguh-sungguh terjadi? Dan aku sendiri menyaksikan apa yang dijanjikan Tuhan ku sungguh-sungguh terjadi. "Ucapan Nabi saw. Tersebut terdengar oleh 'Umar. Kata' Umar," Ya, Rasulullah! Bagaimana mungkin mereka dapatmendengarkan dan menjawab, padahal mereka telah menjadi bangkai? "
Jawab Nabi saw., "Demi Allah yang jiwaku dalam kuasa-Nya. Pendengaranmu tidak setajam pendengaran mereka. Hanya saja mereka tidak dapat menjawab." Kemudian diperintahkan beliau supaya mayat musuh-musuh tersebut dikumpulkan lalu dilemparkan ke sumur Badar. "
2450. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang dihisab (diperiksa) pada hari kiamat, dia akan tersiksa." Tanya Aisyah,
"Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berfirman," Mereka akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. "(Al Insyiqaq, 84: 8). Jawab beliau," Itu belum pemeriksaan, tetapi baru sekadar mengajukan bukti-bukti. "Orang yang diperiksa dengan teliti niscaya tersiksa. "2451. Dari Jabir bin 'Abdullah Al Ansharir.a. katanya tiga hari sebelum Rasulullah saw. wafat beliau bersabda: "Janganlah kamu mati melainkan baik sangka terhadap Allah 'Azza wa Jalla."
2452. Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Setiap orang akan dibangkitkan kelak (hari kiamat) menurut kondisi (aqidah atau iman) nya ketika dia mati."
2453. Dari 'Abdullah bin' Umar r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila Allah akan menyiksa suatu kaum, maka orang-orang yang (tidak bersalah) berada bersama mereka, akan terkena mushibah itu. Kemudian mereka akan dibangkitkan menurut amal mereka (baik atau buruk)." 2454. DariZainab binti Jahsy r.a. katanya: "Nabi saw. bangun dari tidur sambil mengucapkan: Laa Ilaaha illallah, celaka orang Arab karena bencana telah dekat. Hal ini terbuka dinding penutup Ya'juj dan Ma'juj selebar ini, Abu Sufyan merapatkan sepuluh jarinya." Tanya Zainab, "Ya, Rasulullah! Akan binasakah kitasemua, padahal di antara kita ada orang-orang saleh? "Jawab beliau," Ya, kalau kejahatan telah banyak terjadi. "
2455. Dari Hafshah r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Rumah ini (Ka'bah) akan tetap aman dari serangan militer yang hendak menyerbunya. Setelah mereka sampai di Baida ', tim tengah mereka lenyap. Lalu tim depan memanggil tim belakang. Kemudian mereka
lenyap semuanya, sehingga yang tinggal hanyalah yang lari ketakutan menceritakan kondisi mereka. "Maka berkata seorang pria," Aku percaya engkau tidak berdusta atas berita dari Hafshah itu dan percaya pula Hafshah tidak berdusta bahwa berita itu datang dari Nabi saw.? "2456. Dari Usamah bin Zaid rakatanya Nabi saw. mendaki sebuah benteng di antara benteng-benteng yang ada di Madinah, kemudian beliau bersabda: "Tahukah kamu apa yang terlihat olehku? Aku melihat fitnah (kekacauan) terjadi di celah-celah rumah-rumah kamu (merata) seperti
ditimpa hujan. "2457. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Kelak akan terjadi banyak fitnah (kekacauan). Orang yang duduk ketika itu lebih baik dari yang berdiri. Yang berdiri lebih baik dari yang berjalan. Yang berjalan lebih baik dari yang berlari. Siapa berusaha memadamkan kekacauanitu dia akan ditelannya. Dan siapa mendapat tempat berlindung sebaiknya dia berlindung. "2458. Dari Abu Bakrah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Nanti bakal terjadi banyak kekacauan (fitnah). Orang yang duduk ketika itu lebih baik dari yang berjalan. Yang berjalan lebih baik dari yang berlarikepadanya (turut aktif dalam kekacauan). Ketika kekacauan itu telah terjadi, maka siapa yang memiliki unta sebaiknyalah dia menggembalakan untanya. Siapa memiliki kambing sebaiknyalah dia menggembalakan kambingnya. Dan siapa memiliki tanah sebaiknyalah dia menggarap tanahnya. "Tanya seorang pria,"Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang tidak memiliki unta, kambing, atau tanah?" Jawab beliau, "Hendaklah dia mengambil pedangnya, lalu memukulkan mata pedangnya itu ke batu, sesudah itu harus dia menghindar sehabis daya. Wahai Allah, Telah kusampaikan! Wahai Allah, telahkusampaikan! Wahai Allah, telah kusampaikan! "Bertanya pula seorang pria," Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda jika aku dipaksa masuk salah satu partai lalu aku terbunuh dengan pedang atau dengan panah? "Jawab Rasulullah saw.," Si pembunuh akan kembali ke akhirat memikul dosanya dan dosa mu, kemudiandia masuk neraka. "
2459. Dari Ahnaf bin Qais r.a. katanya: "Aku keluar bermaksud hendak menolong orang ini. Tetapi Abu Bakrah menyusui ku lalu katanya," Hai, Ahnaf! Hendak ke mana engkau? "Jawab ku," Aku ingin membantu anak paman Rasulullah saw. (Yakni 'Ali). "Kata Abu Bakrah," Hai, Almaf! Pulanglah kembali! Sesungguhnyaaku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang muslim bekelahi dengan mempergunakan pedang masing-masing maka yang terbunuh dan membunuh masuk neraka." Aku bertanya, "Ya, Rasulullah! Si pembunuh (wajar masuk neraka), tetapi mengapa yang terbunuh (masuk neraka pula)?" Jawab beliau,"Karena dia sengaja pula hendak membunuh sahabatnya."
2460. Dari Abu Bakrah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang muslim berkelahi dengan mempergunakan pedang masing-masing, maka si pembunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka." 2461. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat sebelumdua golongan besar saling memerangi satu sama lain, sedangkan kurban di kedua pihak sangat besar pula. Dan alasan keduanya hanya satu. "
2462. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat sebelum banyak 'haraj'. Tanya para sahabat," Apa itu haraj, ya Rasulullah? "Jawab beliau," Pembunuhan! Pembunuhan! "
2463. Dari Tsauban r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memperlihatkan kepada ku (peta) bumi secara keseluruhan, sehingga aku dapat melihat bumi sebelah Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummat ku akan sampai ke seluruh tempat yang telah diperlihatkan AllahTa'ala kepada ku. Kepada ku diberikan dua
macam perbendaharaan, yaitu merah dan putih. Aku memohon kepada Tuhan untuk membantu ummat ku, agar mereka tidak dibinasakan dengan musim susah yang panjang, dan agar mereka tidak dijajah oleh kekuasaan asing selain oleh mereka sendiri, sehingga kekuasaan mereka menjadi hancur luluh. Tuhan ku berfirman,"Ya, Muhammad! Bila Aku telah memutuskan suatu putusan, maka putusanKu tidak dapat diubah lagi. Aku memperkenankan doa mu untuk umat mu, bahwa mereka tidak akan binasa dengan musim susah yang panjang. Dan bahwa Aku tidak akan menjajahkan kepada mereka suatu kekuatan musuh selain diri mereka sehingga
kekuatan mereka hancur luluh, sekalipun musuh-musuh mereka bersatu mengelilingi, kecuali bila sebagian mereka membinasakan yang sebagian dan mereka saling tawan-menawan. "
2464. Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapaknya r.a. katanya, "Pada suatu hari Rasulullah saw. datang dari daerah perbukitan. Ketika ia sampai di Masjid Bani Mu'awiyah beliau masuk ke masjid lalu shalat dua rakaat. Kami pun solat pula bersama-sama dengan dia. Dia mendoa kepada Tuhan panjang sekali .Setelah mendoa ia berpaling kepada kami lalu bersabda, "Aku memohon kepada Tuhan ku tiga hal. Dia memperkenankan dua hal dan menolak satu hal. Aku memohon kepada Tuhan ku supaya jangan membinasakan ummat ku dengan musim susah yang panjang, maka diperkenankan. Aku memohon supaya ummatku jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang melanda ummat Nuh, atau seperti militer dan Raja Fir'aun yang ditenggelamkan di laut), permohonanku itu diperkenankan-Nya juga. Aku memohon supaya ummat ku jangan dibinasakan karena pertentangan sesama mereka. Permohonanini tidak diperkenankan. "
2465. Dari Hudzaifah r.a. katanya: "Pada suatu ketika kami berada bersama 'Umar lalu dia bertanya:" Siapakah di antara saudara-saudara yang hafal hadits Rasulullah saw. tentang fitnah (bencana) sebagaimana pernah disabdakan beliau? "Jawab ku," Aku! "Kata 'Umar," Engkau sungguh pemberani! Nah, bagaimanasabda beliau? "Jawab ku," Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Fitnah (bencana atau kekacauan) seorang pria bersumber atau terletak pada istrinya, pada hartanya, pada dirinya, pada anaknya, pada tetangganya. Semuanya tidak melakukan puasa, tidak shalat, tidak bersedekah (zakat), tidak ingin menganjurkanyang ma'ruf dan mencegah yang mungkar. "Kata 'Umar," Bukan itu yang kumaksud. Tetapi adalah kekacauan yang menggelora bagaikan gelombang lautan. "Jawab ku," Anda tidak terlibat dalam peristiwa itu, ya Amirul Mukminin! Karena antara Anda dengan bencana itu ada suatu pintu yang terkunci rapat. "Tanya 'Umar,"Apakah pintu dipecah atau dibuka orang?" Jawab ku, "Tidak terbuka, tetapi dipecahkan orang." Kata 'Umar, "Kalau begitu cepat pintu itu tak dapat lagi terkunci untuk selama-lamanya." Kami bertanya kepada Hudzaifah, "Tahukah 'Umar, pintu itu pintu yang mana?" Jawab Hudzaifah, "Ya, seperti apa yang diketahuiUmar malam ini, lepas dari besok. "
2466. Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghiffari r.a. katanya: "Rasulullah saw. menengok kami ketika kami sedang berbincang-bincang seraya bertanya:" Apa yang sedang kalian perbincangkan? "Jawab para sahabat,
"Kami berbincang-bincang tentang hari kiamat." Sabda beliau, "Kiamat tidak akan terjadi sebelum terlihat sepuluh macam tanda: (1) Ad Dukhan (asap atau kabut), (2) Dajjal (si penipu besar), (3) Dabbah (binatang melata). (4) Matahari terbit di barat. (5) 'Isa anak Maryam as turun (6) Ya'juj dan Ma'juj.(7) Gerhana di timur. (8) Gerhana di barat. (9) Gerhana di Jazirah Arab. (10) Api menyala di Yaman menghalau ummat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul). "2467. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw.bersabda:" Belum terjadi kiamat sebelum api menyala di Humi Hijaz sehingga menyinari leher unta-untadi Bushra. "
2468. Dari 'Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan pergi malam dan siang (terjadi kiamat) sebelum disembah orang kembali Latta dan 'Uzza." Tanya 'Aisyah, "Ya, Rasulullah! Bagaimana dengan firman Allah yang mengatakan:" Dia (Allah) telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk(Al Qur'an) dan dengan agama yang benar (Islam) untuk dimenangkannya atas segala agama meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai. "(At Taubah, 33). Aku menduga bahwa ketika ayat itu diturunkan, perihal orang-orang menyembah berhala telah selesai. " Jawab Rasulullah saw., "Yang demikian bakal terjadidengan kuasa Allah. Allah akan meniupkan angin yang baik, maka wafatlah setiap orang yang ada iman dalam dadanya, meskipun iman yang hanya seberat biji sawi. Sehingga yang tinggal hanyalah orang-orang yang tidak baik belaka. Lalu mereka kembali memeluk agama nenek moyang mereka. "
2469. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Demi Allah yang nyawaku dalam kuasaNya, kelak akan datang suatu masa di mana seorang pembunuh tidak tahu untuk apa dia membunuh sedang korban yang tewas tidak tahu pula karena apa dia dibunuh."
2470. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ka'bah akan dihancurkan oleh orang-orang berbetis (kaki) kecil dari Ethiopia."
2471. Dari Abu Sa'id dan Jabir bin Abdullah ra, keduanya berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Akan muncul di akhir zaman, Khalifah yang membagi-bagi harta tanpa menghitungnya."
2472. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Kisra (Raja Persia) akan binasa, maka tidak ada lagi Kisra sesudah itu. Kaisar (Raja Rum) akan binasa, maka tidak ada lagi Kaisar sesudah itu. Perbendaharaan keduanya akan dibagi-bagi untuk menegakkan agama Allah (fi sabilillah ). "
2473. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum akan terjadi kiamat sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik-balik batu atau pohon. Lalu kata batu atau pohon," Hai, muslim! Hai Abdullah! ini orang-orang Yahudi bersembunyidi belakangku. Ke sinilah, bunuh dia. Kecuali pohon gharqad karena pohon itu berasal dari Yahudi. "
2474. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Belum terjadi kiamat sebelum dibangkitkan para Dajjal, pembohong besar yang jumlahnya hampir 30 orang. Semuanya mengatakan bahwa mereka adalah Rasulullah."
2475. Dari 'Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu ketika kami berjalan bersama Rasulullah saw. lalu kami bertemu dengan beberapa orang anak, di antara mereka ada Ibnu Shayyad. Anak-anak lari semuanya kecuali Ibnu Shayyad, dia duduk saja. Agaknya Rasulullah saw. tidak menyukai hal itu . Maka berkataNabi saw. kepadanya, "Semoga engkau beruntung. Apakah engkau mengakui bahwa aku Rasulullah?" Jawab Ibnu Shayyad, "Tidak! Bahkan Andalah yang harus mengakui bahwa aku Rasulullah." Maka berkata 'Umar bin Khaththab, "Biarkan aku, ya Rasulullah! Kubunuh dia!" Sabda Rasulullah saw., "Jika benar apa yangdikatakannya, engkau tidak akan sanggup membunuhnya (karena mungkin dia Dajjal). "
2476. Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. berbicara tentang
Dajjal di hadapan orang banyak. Sabda beliau, "Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak picek (buta matanya sebelah). Ketahuilah, sesungguhnya Al Masih Dajjal yang picek mata kanannya seperti sebuah anggur mengembang." 2477. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada seorang Nabi melainkandia mengingatkan ummatnya supaya waspada terhadap si picek pembohong besar. Ketahuilah! Dia picek, sedangkan Tuhan mu tidak picek. Antara kedua matanya tertulis 'kufu' (kafir). "
2478. Dari Hudzaifah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku lebih tahu tentang Dajjal dari Dajjal itu sendiri. Dia memiliki dua sungai yang mengalir. Yang satu terlihat oleh mata mengalirkan air putih bersih, sedang yang satu lagi terlihat bagaikan api bergejolak yang sedang mengalir. Siapayang menemukannya, harus didatanginya sungai yang tampak seperti api menyala, lalu picingkan mata, tundukkan kepala dan minumlah airnya. Maka sesungguhnya itulah air dingin. Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara kedua matanya terdapat tulisan 'kafir', yang dapat dibaca olehsetiap orang mukmin, baik yang tahu tulis baca atau tidak. "2479. Dari Hudzaifah ra, dari Nabi saw. sabdanya:" Dajjal selalu membawa air dan api. Api itu sebenarnya adalah air dingin, sedangkan air sebenarnya adalah api. Karena itu waspadalah kamu agar tidak celaka. "2480. Dari Nawas bin Sam'an rakatanya: "Pada suatu pagi Rasulullah saw. berbicara tentang Dajjal. Tempo-tempo ia merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam kelompok lebah. Petang hari kami mendatangi beliau. Beliau sudah tahu persoalan kami. Tanya beliau , "Apa kabar kalian?"Jawab kami, "Ya, Rasulullah! Tadi pagi Anda berbicara tentang Dajjal. Kadang-kadang Anda merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam kelompok lebah." Jawab Rasulullah saw., "Bukan Dajjal yang mengkhawatirkan ku terhadap kamu sekalian. Jika dia muncul,dan aku masih berada di antara kamu, tentu aku akan membelamu terhadapnya. Dan jika dia muncul, sedangkan aku sudah tidak berada di sampingmu, maka ummat manusia akan menjadi pembela atas dirinya sendiri, dan Allah Ta'ala pengganti ku menjadi pembela atas setiap orang muslim. Dajjal pemuda berambutkeriting, matanya picek. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul 'Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kamu bertemu dengannya, bacakan kepadanya awal surat Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat sunyi antara Syam dan Irak. Lalu dia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah!Karena itu teguhkan pendirianmu! "Tanya kami," Ya, Rasulullah! Berapa lama dia tinggal di bumi? "Jawab Rasulullah saw.," Empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan selebihnya seperti hari-hari kamu sekarang. "Tanya kami," Ya, Rasulullah! Ketikasehari seperti setahun, cukupkah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang? "Jawab beliau," Tidak! Tapi hitunglah bagaimana pantasnya. "Tanya kami," Berapa kecepatannya (berjalan) di bumi? "Jawab beliau," Seperti hujan ditiup angin. Dia mendatangi suatu kaum, maka diajaknya kaum itu supaya imankepadanya, lalu mereka iman dan mematuhi segala perintahnya. Diperintahkannya langit supaya hujan maka turunlah hujan. Diperintahkannya bumi supaya subur, maka tumbuhlah tanaman. Bila hari telah petang, ternak mereka pulang ke kandang dalam keadaan lebih gemuk dan dengan susu lebih besar karenacukup makan. Kemudian didatanginya kaum yang lain dan diajaknya mereka supaya iman kepadanya. Tapi mereka menolak ajakannya. Maka dia berlalu dari mereka. Besok pagi negeri mereka menjadi kering kerontang dan kekayaan mereka habis ludes. Kemudian dia lewat di suatu negeri yang telah rusak binasa. Katanya,"Keluarkan perbendaharaanmu!" Maka keluarlah seluruh kekayaan negeri itu dan pergi mengikuti Dajjal seperti pemimpin lebah diikuti rakyatnya. Kemudian dipanggilnya seorang muda remaja lalu dipukulnya dengan pedang sehingga anak muda itu belah dua dan belahannya terlempar sejauh panah dipanahkan.Dajjal memanggil tubuh yang telah terbelah itu kembali. Dia datang seutuhnya dan dengan wajah berseri-seri sambil tertawa. Sementara Dajjal asyik dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak, Allah Ta'ala membangkitkan Isa Al Masih Ibnu Maryam. Dia diturunkan Allah dekat menara putih sebelah timur Damsyiq,memakai dua pakaian berwarna, berpegang pada sayap dua malaikat. Ketika dia menundukkan kepala hujan turun, dan ketika dia mengangkat kepala berjatuhan darinya biji-biji perak bagaikan mutiara. Orang kafir tidak diperkenankan mencium bau nafasnya. Siapa yang menciumnya dia langsung mati. Bau nafasnyatercium sejauh mata memandang. Maka dicarinya Dajjal bertemu olehnya di pintu gerbang kota Lud (sebuah kota dekat Baitul Maqdis), lalu dibunuhnya Dajjal. Kemudian didatanginya kaum yang dipelihara Allah dari kejahatan Dajjal. Maka diusapnya mereka dan dikhabarkannya kepada mereka kedudukannya di surga.Allah mewahyukan kepada 'Isa as, Aku akan mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tak terkalahkan oleh siapa pun. Karena itu selamatkanlah hamba-hamba-Ku (yang saleh) ke bukit. "Lalu Allah Ta'ala membangkitkan Ya'juj dan Ma'juj. Mereka turun melanda dari tempat yang tinggi. Gelombang pertama melewati telagaThiber, lalu mereka minum habis air telaga tersebut. Kemudian lewat pula rombongan yang lain. Kata mereka, "Sesungguhnya dahulu di sini ada air." Nabi 'Isa dan para sahabat beliau terkepung sehingga sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka dari seratus dinar bagi seorang kamu hari ini (karenakekurangan makanan). Nabiyallah 'Isa dan para sahabat beliau mendoa semoga Allah Ta'ala menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj. Maka dikirim Allah kepada mereka penyakit hidung seperti pada hewan-hewan sehingga mereka mati semuanya. Kemudian Nabi 'Isa dan para sahabatnya turun ke bumi. Tapi tidak sejengkaltanah pun didapatinya melainkan penuh dengan bangkai-bangkai busuk. Nabiyallah 'Isa dan para sahabatnya mendoa semoga Allah sum menyinskan bangkai-bangkai busuk itu. Maka dikirim Allah burung-burung sebesar unta lalu diangkatnya bangkai-bangkai tersebut dan melemparkannya ke tempat yang diinginkanAllah. Kemudian diturunkan Allah hujan, sehingga meskipun rumah tanah liat dan rumah-rumah bulu dibersihkannya sehingga bumi tampak seperti kaca. Kemudian diperintahkan Allah kepada bumi, "Tumbuhkan tumbuh-tumbuhanmu dan kembalikan keberkatanMU!" Ketika itu sekelompok keluarga kenyang memakan sebuahdelima dan mereka dapat berteduh di bawah kulitnya. Rezeki mereka sangat berkah, sehingga susu seekor unta cukup untuk orang sekampung. Susu seekor sapi cukup untuk orang satu qabilah. Susu seekor domba cukup untuk sekelompok keluarga dekat. Ketika mereka sedang berada dalam keredhaan Tuhan yangdemikian, tiba-tiba Allah mengirim angin baik melewati ketiak mereka, maka tercabut ruh setiap orang mukmin dan orang muslim. Maka tinggal orang-orang jahat belaka, bercampur-baur seperti keledai. Maka ketika itu terjadilah kiamat. "2481. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra katanya:" Rasulullah saw. menceritakankepada kami suatu cerita yang panjang mengenai Dajjal. Antara lain ia menceritakan Dajjal itu datang. Dia terlarang masuk ke Madinah. Karena itu dia berhenti di sebuah kebun di pinggir kota. Pada hari itu datang kepadanya seorang pria elok. Kata pria itu, "Aku memastikan bahwa engkau adalahDajjal yang diceritakan Rasulullah saw. ke pada kami. "Kata Dajjal kepada para pengikutnya," Bagaimana pendapat kalian, jika kubunuh orang ini, aku bisa menghidupkannya kembali. Ragukah kalian akan hal itu? "Jawab mereka," Tidak! "Maka dibunuhnya orang itu, kemudian dihidupkannya kembali. Setelah hidupkembali pria itu berkata kepada Dajjal, "Demi Allah! Sekarang aku tambah yakin engkau sesungguhnya Dajjal." Dajjal hendak membunuhnya kembali, tetapi dia tidak sanggup lagi melakukannya. Kata Abu Ishaq, "Pria itu adalah Nabi Khidhir 'alaihissalam." 2482. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullahsaw. bersabda: "Tidak sebuah jua pun negeri, melainkan semua diinjak oleh Dajjal. Kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju ke sana, dijaga Malaikat dengan berbaris. Maka berhentilah Dajjal di sebuah kebun (di pinggir kota Madinah). Madinah bergoyang (gempa) tiga kali. Orang-orang kafir danorang-orang munafik keluar semuanya dari kota Madinah menemui Dajjal. "2483. Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Segeralah kamu beramal sebelum terjadi enam hal: (1) Sebelum matahari terbit dari Barat. (2) Keluar asap atau kabut. (3) Keluar Dajjal. (4) Keluar Dabbah (binatangmelata). (5) Peristiwa yang menimpa diri mu sendiri (maut). (6) Peristiwa yang menimpa orang banyak (kiamat). "
2484. Dari Ma'qil bin Yasar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "beribadat masa-masa sulit sama dengan hijrah ke ku."
2485. Dari 'Abdullah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Tidak terjadi kiamat melainkan karena kejahatan manusia." 2486. Dari Anas r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jarak waktu aku diutus dan hari kiamat seperti ini." Dia memberi isyarat dengan merapatkan telunjuk dengan jari tengah. "2487. DariAbu Hurairah r.a. katanya Nabi saw. bersabda: "Kiamat itu akan terjadi sebelum penuh bejana seseorang yang sedang memeras susu. Atau sebelum selesai dua orang yang sedang berjual-beli pakaian. Atau sebelum selesai pekerjaan seseorang yang sedang memperbaiki sumur."
2488. Dati Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Dunia penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir."
2489. Dari Jabir bin 'Abdullah r.a. katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. lewat di pasar melalui bagian atas. Orang banyak mengikuti dia di kiri dan di kanan. Dia bertemu dengan bangkai seekor anak kambing yang kecil kedua telinganya. Lalu dihampiri dan diambilnya anak kambing pada telinganya.Kata beliau, "Siapakah di antara kamu yang suka membeli ini dengan satu dirham?" Jawab mereka, "Kami tidak suka sedikit jua pun. Untuk apa bagi kami." Tanya dia, "Sukakah kamu diberi dengan cuma-cuma?" Jawab mereka, "Sekalipun dia hidup kami tidak akan mau, karena anak kambing itu bercacat. Keduatelinganya kecil. Apalagi dia sudah menjadi bangkai. "Sabda Rasulullah saw.," Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah Taala dari anggapanmu terhadap bangkai ini. "2490.Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw. Bersabda:" Seorang hamba (manusia) mengatakan , 'Real. ku! Hartaku! 'Padahal hartanya yang sesungguhnya hanya tiga macam: (1) Apa yang dimakannya lalu habis. (2) Apa yang dipakainya lalu lusuh. (3) Apa yang disedekahkannya lalu tersimpan (untuk akhirat). Selain dari yang tiga macam itu lenyap atau ditinggalkannya bagi orang lain. "
2491. Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Yang mengantar jenazah ada tiga macam. Yang dua kembali, satu tinggal menemaninya. Yang mengantar adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarga dan hartanya kembali pulang dan yang tinggal menemaninya adalah amalnya. 2492. Dari 'Amrubin 'Auf ra, seorang kepercayaan Bani' Amir bin Lu-ai yang ikut perang Badar bersama Rasulullah saw. menceritakan bahwa Rasulullah saw. mengutus Abu 'Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk memungut pajak. Rasulullh saw telah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Bahrain dan mengangkat AI 'Alabin AI Hadhrami sebagai kepala pemerintahan mereka. Abu 'Ubaidah datang membawa harta dari Bahrain, dan orang-orang Anshar mendengar tentang kedatangan Abu' Ubaidah tersebut. Lalu mereka ramai-ramai mendatangi shalat Subuh bersama Rasulullah saw. Setelah selesai shalat beliau berpaling ke belakanglalu mereka berdatangan ke hadapan beliau. Rasulullah tersenyum melihat mereka, kemudian beliau bersabda, "Aku menduga tentu kamu sekalian telah mendengar bahwa Abu 'Ubaidah telah datang dari Bahrain membawa sesuatu." Jawab mereka, "Benar, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Bergembiralah dan renungkanlahapa sesungguhnya yang menggembirakan kamu. Demi Allah! Aku tidak mengkhawatirkan ke. melaratan menimpa kamu. Tetapi yang aku khawatirkan adalah bila kemewahan dunia menimpamu sebagaimana orang-orang yang sebelum kamu ditimpa kemewahan dunia. Lalu kamu berlomba-lomba (dengan kemewahan) dan kamu binasa sepertimereka. "2493. Dari 'Abdullah bin' Amr bin 'Ash ra, dari Rasulullah saw. sabdanya:" Apabila Persia dan Rum ditaklukkan, kamu akan menjadi ummat yang mana? "Kata' Abdurrahman bin 'Auf, kami menjawab:" Menjadi ummat sebagai yang diperintahkan Allah! "Sabda Rasulullah saw.," Atau mungkin tidak begitu,di mana kamu berlomba dengan kemewahan dunia, kemudian iri mengiri, kemudian saling tidak ingin tahu, kemudian saling memusuhi dan sebagainya. Kemudian kamu pergi kepada orang-orang Muhajirin yang serba melarat. Lalu kamu perbudak sebagian mereka atas sebagian yang lain. "2494. Dari Abu Hurairahr.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu melihat seseorang dikaruniai kelebihan dengan harta berlimpah dan dengan kecantikan, maka menengok pulalah kepada orang-orang yang serba kekurangan."
2495. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Menengoklah kepada orang yang lebih rendah darimu, dan jangan menengok orang yang lebih tinggi. Itulah tembok yang kokoh supaya kamu tidak menghina pemberian Allah kepada mu."
2496. Dari Abu Hurairah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bercerita: "Ada tiga orang Bani Israil penderita cacat, masing-masing penderita kusta, berkepala botak, dan buta. Allah Ta'ala bermaksud hendak menguji mereka. Lalu Allah mengirim seorang malaikat kepada mereka. Mula-mula didatanginyapenderita kusta seraya berkata kepadanya. "Apakah yang paling engkau sukai?" Jawabnya, "Warna dan kulit yang bagus, serta kesembuhan dari penyakit yang menyebabkan orang merasa jijik kepada ku." Maka diusapnya orang itu, lalu sembuh penyakitnya. Kemudian diberinya dia warna dan kulit yang bagus. Katamalaikat, "Harta apa yang paling engkau sukai?" Jawab orang itu, "Unta!" Lalu diberinya unta bunting yang hampir beranak. Malaikat mendoakannya, "Semoga Allah memberi berkat bagi mu dengan pemberian ini." Sesudah itu malaikat mendatangi orang berkepala botak. Katanya, "Apa yang paling engkau sukai?"Jawab orang itu, "Rambut indah dan hilangnya 'aib yang menyebabkan orang benci kepada ku." Maka diusapnya orang itu, lalu hilanglah 'aib dirinya. Kemudian diberinya pula rambut yang indah. Tanya malaikat, "Harta apa yang paling engkau sukai?" Jawab orang itu, "Sapi!" Maka diberinya orang itu sapi buntingseraya berkata, "Semoga Allah memberkati kamu dengan pemberian ini." Kemudian malaikat mendatangi orang buta seraya berkata, "Apakah yang paling engkau sukai?" Jawab orang buta, "Semoga Allah mengembalikan penglihatan ku supaya aku dapat melihat orang banyak." Maka diusapnya orang buta itu, lalu diadapat melihat. Kata malaikat, "Harta apa yang paling engkau sukai?" Jawab orang buta, "Kambing." Lalu diberinya orang itu kambing serta anaknya. Maka berkembang biaklah ternak-ternak pemberian malaikat itu. Unta menjadi satu lembah penuh, sapi menjadi satu lembah penuh, dan kambing penuh satu lembah.Beberapa waktu kemudian, malaikat mendatangi si penderita kusta, dengan rupa dan kondisi seperti dia sebelumnya. Kata malaikat, "Aku seorang miskin. Dan aku kehabisan perbekalan dalam perjalanan ku yang masih jauh. Sekarang tidak ada yang dapat memberikan ku ke tujuan melainkan hanya pertolongan Allahmelalui pertolongan Anda. Karena itu ku mohon kepada Anda dengan nama Allah yang telah memberi Anda warna dan kulit yang bagus serta ternak unta. Sudilah Anda memberi ku sekadar perbekalan untuk sampai ke tujuan ku. "Jawab orang itu," Aku banyak tanggungan. "Kata malaikat," Aku seolah-olah masih ingatkepada mu. Bukankah engkau si Penderita Kusta yang dijijiki orang dahulu? Tadinya engkau miskin, lalu diberi Allah rezeki. "Jawab orang itu," Properti ini ku warisi dari nenek moyangku orang terhormat. "Kata malaikat," Jika engkau dusta, maka Allah mengembalikan mu ke kondisi mu kembali. "Kemudian didatanginyapula orang botak dengan rupa seperti rupanya dahulu seraya berkata kepadanya seperti yang dikatakan malaikat kepada penderita kusta. Orang ini menolak permintaan malaikat seperti halnya penderita kusta. Kata malaikat, "Jika engkau dusta, Allah mengembalikan mu ke kondisi mu kembali." Kemudian didatanginyapula orang buta dengan rupa dan kondisi seperti orang itu sebelumnya. Kata malaikat, "Aku miskin dan aku Ibnu Sabil. Aku kehabisan perbekalan dalam perjalanan. Tidak ada yang dapat menolong menyampaikan ke tujuan, melainkan hanya Allah, kemudian Anda. Maka ku mohon pada Anda atas nama Allah yang telah mengembalikanpenglihatan Anda, semoga Anda sudi memberikan seekor kambing supaya aku sampai ke tujuanku. "Jawab orang buta," Dahulu aku buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku dan diberi-Nya aku ternak ini. Ambillah seberapa engkau butuhkan dan tinggalkan sisanya menurut kehendak mu. Demi Allah aku tidakkeberatan sedikit jua pun terhadap apa yang Anda
ambil karena Allah. "Jawab malaikat." Tidak! Tahanlah harta Anda. Sesungguhnya aku hanya menguji Anda. Anda sungguh diridhai Allah, sedangkan kedua sahahat Anda dimurkai Allah. "
42497. Dari 'Amir bin Sa'ad r.a. katanya: "Sa'ad bin Abi Waqqash berada di peternakannya, lalu dia didatangi oleh anaknya 'Umar. Tatkala Sa'ad melihat anaknya datang dia berkata," Aku berlindung dengan Allah dari kejahatan pengendara ini. "Lalu dia turun dari untanya. Kata' Umar, "Mengapa ayah tinggaldi peternakan ini dengan unta-unta dan kambing-kambing, padahal orang berebut kekuasaan? "Maka Ditepuknya dada anaknya seraya berkata," Diamlah kamu! Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang taqwa, mencukupkan apa adanya, dan mengasingkan diri untuk lebihmemantapkan ibadah terhadap Allah Ta'ala. "
2498. Dari Abu Hurairah r.a. katanya para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw., "Dapatkah kita melihat Tuhan kelak di hari kiamat?" Tanya Rasulullah saw., "Sulitkah bagi mu melihat matahari di siang yang cerah?" Jawab mereka, "Tidak!" Tanya Rasulullah saw. "Sulitkah bagi mu melihat bulan dimalam purnama tidak berawan! "Jawab mereka," Tidak '"Sabda beliau," Maka demi Allah yang jiwaku dalam kuasanya, kamu tidak akan mendapat kesulitan sedikit jua pun melihat Tuhan mu sebagaimana tidak sulitnya bagimu melihat matahari dan bulan tersebut. "
2499. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. mendoa, "Wahai Allah! Jadikanlah rezeki keluarga Muhammad dapat memperkuat tubuh dan memadai."
2500. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Keluarga Muhammad saw. tidak pernah kenyang dari roti gandum selama dua hari berturut-turut sampai Rasulullah saw. meninggal."
2501. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Kami keluarga Muhammad saw. pernah selama sebulan tidak menyalakan api (untuk memasak) selain hanya makan kurma dengan air."
2502. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Orang-orang yang berusaha mencari nafkah untuk perempuan-perempuan yang tidak (belum) bersuami dan untuk orang-orang miskin, sama dengan orang-orang yang berperang fi sabilillah." 2503. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Orang-orangyang bertanggung jawab mengurus anak yatim, baik dari keluarga sendiri atau tidak, maka aku dan dia seperti dua ini kelak di surga. "Dan beliau memberi isyarat dengan merapatkan jari telunjuk dan jari tengah (artinya dekat)."
2504. Dari Muhammad bin Labid r.a. katanya: "Ketika 'Usman bin' Affan bermaksud hendak merombak masjid (Madinah), orang banyak tidak setuju. Mereka lebih suka membiarkannya sebagaimana adanya. Maka berkata 'Usman, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:" Siapa membangun masjid karena Allah, makaAllah membuat pula baginya rumah seperti itu di surga. "
2505. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: "Aku tidak butuh sekutu dalam segala sesuatu. Karena itu siapa yang mengamalkan suatu amalan, lalu dia menyekutukan-Ku dalam amalnya itu dengan selain-Ku, maka Kutinggalkan amalnya itu padanya danpada sekutunya. "2506. Dari Ibnu 'Abbas ra katanya Rasulullah saw. bersabda:" Siapa beramal karena ingin didengar (ingin porpular), maka Allah akan memperdengarkannya. Dan siapa beramal karena ingin dilihat (dipuji), maka Allah akan memperlihatkannya. "
2507. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang hamba (manusia) yang berbicara dengan pembicaraan yang belum jelas baginya (fakta dan akibatnya), maka dia akan terlempar ke neraka sejauh antara timur dan barat."
2508. Dari Usamah bin Zaid r.a. katanya dia ditanya orang: "Mengapa Anda tidak menghadap kepada Usman sehingga Anda dapat berbicara dengannya?" Jawab Usamah, "Apakah kamu mengira bahwa aku tidak berani berbicara dengannya kecuali bila kamu dengar? Demi Allah, aku telah berbicara empat mata dengannya tanpamenyebut-nyebut hal yang tidak kusukai, yaitu supaya aku sebagai orang satu yang memulainya, dan aku tidak pernah mengatakan kepada seseorang bahwa dia sebagai Amir (penguasa). Sesungguhnya dia adalah orang yang terbaik. Yaitu setelah aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Kelak di hari kiamatseseorang akan dihadapkan, lalu dia dilemparkan ke neraka. Yang tersebar isi perutnya out, lalu diputar-putar seperti keledai memutar kilangan. Maka berkumpul ke dekatnya penduduk neraka, lalu mereka bertanya, "Hai Fulan! Apa dosamu? Tidakkah engkau menyuruh dengan yang ma'ruf (baik) dan mencegahyang mungkar? "Jawabnya," Ada! Aku menyuruh yang ma'ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakan. Dan aku melarang yang mungkar tapi aku sendiri melanggarnya. "
2509. Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Dua orang lelaki bersin dekat Nabi saw. lalu yang satu ditasymitkan oleh beliau sedangkan yang satu lagi tidak. Maka bertanya orang yang tidak ditasymitkan beliau," Si Fulan bersin Anda tasymitkan, tetapi aku bersin tidak Anda tasymitkan. Mengapa begitu, ya Rasulullah? "Jawab beliau, "Yang ini sesudah bersin dia memuji Allah, sedangkan kamu tidak." 2510. Dari Abu Sa'id Al Khudri, dari bapaknya r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu menguap, maka hendaklah dia menutup mulutnya karena setan bisa masuk."
2511. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu menguap dalam shalat, maka harus ditahannya sedapat mungkin, karena setan bisa masuk."
2512. Dari 'Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Jin dijadikan dari marij (api). Dan Adam telah dijelaskan kepada mu (yaitu dari tanah)."
2513. Dari Abu Hurailah ra katanya Rasulullah saw. bersabda: "Suatu ummat dari Bani Israil lenyap. Tidak diketahui apa yang terjadi dan tidak terlihat bekas yang tertinggal selain tikus. Tahukah kamu, jika diberikan kepadanya susu unta tidak diminumnya. Dan ketika diberikan kepadanya susu kambingdiminumnya. "
2514.Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang mukmin tidak digigit ular dua kali dari satu lubang."
2515. Dari Shubaib r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh menakjubkan orang-orang mukmin, karena pekerjaannya semuanya baik. Yang demikian akan ada pada orang lain kecuali hanya pada orang mukmin. Karena ketika dia berhasil (sukses) dia bersyukur. Dan ketika dia ditimpa kesulitandia sabar. Itulah (rahasia) kebaikannya. "2516. Dui. Abdurrahman bin Abu Bakrah dan bapaknya ra. Katanya seorang laki-Iaki memuji orang lain dekat Nabi saw., Lalu Nabi saw. Berkata kepadanya," Celaka kamu. Berarti kamu memenggal leher saudaramu. Kata-kata itu diucapkan beliau berulang kali. Apabilaseseorang kamu memuji saudaranya, seharusnya dia berkata, 'Cukuplah bagi si Fulan Allah saja yang menilainya. Tidak ada yang lebih pantas menilainya selain Allah Taala, sekalipun temannya tahu dia begini dan begitu. "2517. Dari Hammam bin Harits ra katanya ada seorang laki-Iaki memuji 'Usman. Laluberdiri Miqdad ke dekat orang itu. Sedangkan orang tersebut tinggi besar. Maka diserakkannya tanah ke wajah orang itu. Kata 'Usman, "Mengapa engkau lakukan itu, hai Miqdad?" Jawab Miqdad, "Rasulullah saw. Telah bersabda:" Apabila kamu melihat sese orang memuji-muji temannya, serakkan tanah ke mukanya. "
2518. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Jangan ditulis kata-kataku. Siapa yang menulis kata-Kataku selain Al Qur'an, harus dihapusnya. Sampaikanlah ucapan-ucapanku, tidak mengapa- Tapi siapa yang sengaja berdusta atas kata-kataku dia telah memilih tempatnya di neraka."
2519. Dari Shuhaib r.a. katanya Rasulullah saw. bercerita: "Pada zaman dahulu ada seorang raja memiliki seorang tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu bertambah lanjut, dia mengatakan kepada raja," Aku sudah tua. Karena itu kirimlah kepadaku seorang pemuda supaya ku ajari dia ilmu sihir. "Maka dikirimlahkepadanya oleh raja seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir. Di jalan yang dilalui si pemuda setiap hari akan pergi belajar sihir ada seorang pendeta. Si pemuda selalu singah ke tempat pendeta tersebut dan menyimak ajaran-ajarannya. Ternyata ajaran pendeta tersebut sangat dikagumi si pemuda. Apabiladia terlambat sampai ke tukang sihir, dia dipukul oleh tukang sihir. Hal itu diadukannya kepada pendeta. Kata pendeta, "Jika engkau takut dimarahi tukang sihir katakan kepadanya bahwa engkau terlambat karena hambatan keluarga. Dan jika engkau takut dimarahi keluargamu, katakan bahwa engkau terlambatpulang karena tukang sihir. "Sementara kondisi berjalan demikian rupa, pada suatu hari muncul seekor binatang besar menghambat orang banyak lalu lintas di jalan raya. Kata si pemuda," Hari ini aku harus tahu, mana yang lebih ampuh ilmu tukang sihir dengan ilmu pendeta. "Maka mencuri batu lalu diamendoa, "Wahai Allah! Jika ilmu pendeta yang lebih Engkau sukai dari ilmu tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini agar masyarakat dapat lalu." Lalu dilemparnya binatang itu dan mati seketika itu juga, sehingga orang dapat lalu. Si pemuda datang ke pendeta menceritakan peristiwa yang barudialaminya. Kata pendeta, "Hai anak ku! Mulai hari ini ternyata engkau lebih unggul dari ku. Engkau telah mencapai target yang ku duga. Tetapi engkau akan mendapat ujian. Jika engkau diuji, janganlah engkau mengatakan bahwa aku gurumu. Si pemuda sudah pandai mengobati orang bisu , mengobati penyakitkusta, dan mengobati berbagai penyakit orang banyak. Hal itu terdengar oleh seorang Menteri Raja yang buta matanya. Yang didatanginya si pemuda dengan membawa berbagai hadiah yang banyak. Katanya, "Jika engkau dapat menyembuhkan dari kebutaan, maka kado ini ku berikan kepada mu." Jawab pemuda,Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang. Yang menyembuhkan sesungguhnya hanya Allah. Anda ingin iman kepada Allah, aku akan mendoa semoga Dia berkenan menyembuhkan Anda. "Maka imanlah dia kepada Allah, lalu Allah Ta'ala menyembuhkannya. Kemudian Menteri Raja datang ke acara raja sebagaimana biasa. SangRaja bertanya, "Siapa yang mengembalikan penglihatanmu?" Jawab Menteri, "Tuhan ku!" Titah Raja, "Engkau punya Tuhan selain aku?" Jawab Menteri, "Tuhan ku dan Tuhan Anda adalah Allah!" Maka disiksanya Menteri tersebut sehingga dia terpaksa menunjukkan pemuda yang mengobatinya. Maka digiringlahsi pemuda ke hadapan raja. Titah Raja, "Hai anak ku! Sungguh hebat ilmu sihirmu. Engkau dapat menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penderita kusta, dan engkau telah berjasa begini dan begitu." Jawab pemuda "Aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Sesungguhnya yang menyembuhkan hanya Allah Ta'ala semata."Maka disiksanya lah si pemuda sehingga dia terpaksa menunjukkan pendeta. Maka digiring pula pendeta ke hadapan raja. Titah Raja, "Keluarlah (murtadlah) dari agamamu. Pendeta menolak perintah raja tersebut. Raja memerintahkan supaya mengambil gergaji dan diletakkan di tengah-tengah kepala pendeta. Laludibelah kepalanya sehingga kedua belahannya jatuh. Kemudian dihadapkan pula Menteri Raja. Maka diperintahkan kepadanya, "Keluarlah (murtadlah) kamu dari agamamu!" Menteri Raja menolak. Maka diletakkan gergaji di tengah-tengah kepalanya, lalu dibelah sehingga kepalanya jatuh. Kemudian dihadapkan si pemuda.Maka diperintahkan pula kepadanya, "Keluarlah kalian dari agamamu!" Tapi si pemuda menolak lalu dia diserahkan kepada para pengawal raja. Titah Raja, "Bawa dia ke puncak-puncak gunung. Sampai di sana, jika dia ingin keluar dari agamanya, jangan diapa-apakan. Tapi jika dia menolak, lemparkan ke jurangyang dalam. Maka berangkatlah mereka membawa si pemuda ke puncak gunung. Sementara itu si pemuda mendoa, "Wahai Allah, selamatkanlah aku dari kejahatan mereka dengan cara apa saja yang Engkau kehendaki." Maka Bergoncanglah (gempa) gunung, sehingga para pengawal raja jatuh semuanya ke jurang. Dan sipemuda pulang kembali ke istana raja dengan berjalan kaki. Raja bertanya, "Mana para pengawal, apa yang terjadi dengan mereka?" Jawab pemuda, "Allah menyelamatkan dari kejahatan mereka." Maka diserahkannya si pemuda kepada para pengawal yang lain dengan titahnya, "Bawa dia dengan perahu ke tengah-tengahsamudra. Jika dia ingin keluar dari agamanya, biarkan dia. Tapi jika dia menolak, lemparkan dia di laut. Maka berangkatlah mereka membawa si pemuda. Si Pemuda mendoa, "Wahai Allah! Selamatkanlah aku dari kejahatan mereka dengan cara bagaimanapun Engkau kehendaki." Maka terbaliklah perahu mereka sehinggapara penjaga tenggelam semuanya. Si pemuda pulang kembali ke istana raja dengan berjalan kaki. Tanya Raja, "Ke mana para pengawal, apa yang terjadi?" Jawab pemuda, "Allah melindungi ku dari kejahatan mereka." Kata pemuda kepada raja, "Anda tidak akan dapat membunuh ku sebelum Anda lakukan perintahku. "Tanya Raja," Apa itu? "Jawab pemuda," Kumpulkan sisa orang di suatu bandara. Lalu salib aku di situ pada sebatang pohon. Kemudian ambil panah dari tempat panah ku dan letakkan di busur dengan membaca: Bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, Tuhan Pemuda ini). Sesudah itu panahlahaku. Bila Anda lakukan seperti itu maka Anda akan berhasil membunuh ku. "Maka dikumpulkannya lah seluruh rakyat di suatu lapangan. Lalu disalibnya si pemuda pada sebatang pohon. Kemudian di ambilnya panah lalu dipasangnya pada busur dengan membaca: Bismillahi rabbil ghulam. Maka dipanahnya lah si pemuda ,kena pelipisnya. Si pemuda menempatkan tangannya di tempat yang kena panah lalu dia tewas. Maka berkata orang banyak, "Kami iman dengan Tuhan si pemuda! Kami iman dengan Tuhan si pemuda! Kami iman dengan Tuhan si pemuda!" Pernyataan rakyat tersebut dikabarkan orang kepada raja. Kata mereka, "TahukahAnda, bahwa apa yang Anda takutkan selama ini sungguh telah terjadi. Rakyat telah menyatakan iman kepada Allah. "Maka diperintahkan oleh Raja sehingga membuat parit di pintu-pintu jalan utama, lalu dibuat orang parit yang di dalamnya dinyalakan api. Titah raja," Siapa tidak keluar dari agamanya, lemparkandan bakar mereka dalam parit. "Maka dilaksanakanlah perintah raja tersebut. Pada giliran seorang wanita yang sedang menggendong bayi, wanita itu mundur maju akan masuk ke dalam parit. Maka berkata bayinya," Wahai ibu! Tabahkanlah hati ibu karena ibu berada dalam kebenaran. "
2520. Dari Thariq bin Syihab r.a. katanya seorang pria Yahudi datang kepada Khalifah 'Umar seraya berkata, "Ada sebuah ayat dalam Kitab Anda (Al Quran) yang selalu Anda baca, seandainya ayat itu turun kepada kami kaum Yahudi, niscaya kami jadikan hari turun ayat itu sebagai hari besar kami." Tanya'Umar, "Ayat apa itu?" Jawabnya, "Hari ini Ku-sempurnakan bagimu agamamu dan Ku-sempurnakan atasmu nikmatKu dan Aku rela Islam menjadi agamamu." (Al Maidah, 5: 3). Kata 'Umar, "Aku tahu hari dan tempat ayat itu diturunkan. Ayat itu diturunkan kepada Raaulullah saw. Di' Arafah pada hari Jumat."
2521. Dari Ubaidillah bin 'Abdullah bin' Utbah ra katanya Ibnu 'Abbas bertanya kepadanya, "Tahukah kamu sebuah surah dalam Al Quran yang di turunkan seutuhnya satu surah dan terakhir sekali?" Jawab 'Ubaid, "Tahu! Yaitu surat Idza jaa anashrullahi wal fath (Surat An Nashr)." Kata Ibnu 'Abbas, "Engkaubetul. "
2521. Dari Ubaidillah bin 'Abdullah bin' Utbah ra katanya Ibnu 'Abbas bertanya kepadanya, "Tahukah kamu sebuah surat dalam Al Quran yang di turunkan seutuhnya satu surat dan terakhir sekali?" Jawab 'Ubaid, "Tahu! Yaitu surat Idza jaa anashrullahi wal fath (Surat An Nashr)." Kata Ibnu 'Abbas, "Engkaubetul. "
1. Dari Yahya bin Ya'mar ra, katanya: "Orang yang mula-mula bi
1